100% menganggap dokumen ini bermanfaat (5 suara)
7K tayangan78 halaman

Panduan Rigging dan Slinging PT Saptaindra

Dokumen tersebut memberikan informasi mengenai jenis-jenis sling yang umum digunakan dalam industri, termasuk sling tali baja, flat webbing, dan round synthetic sling. Dokumen tersebut juga menjelaskan cara inspeksi dan kriteria penggantian sling yang tidak layak pakai. Metode penyimpanan dan petunjuk pemakaian sling tali baja juga diuraikan.

Diunggah oleh

marianus
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (5 suara)
7K tayangan78 halaman

Panduan Rigging dan Slinging PT Saptaindra

Dokumen tersebut memberikan informasi mengenai jenis-jenis sling yang umum digunakan dalam industri, termasuk sling tali baja, flat webbing, dan round synthetic sling. Dokumen tersebut juga menjelaskan cara inspeksi dan kriteria penggantian sling yang tidak layak pakai. Metode penyimpanan dan petunjuk pemakaian sling tali baja juga diuraikan.

Diunggah oleh

marianus
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

No.

Publikasi :

Kode Pub. :

Grup : BASIC MECHANIC

RIGGING AND SLINGING


PLANT DEPARTMENT
PT SAPTAINDRA SEJATI
Jl. TB Simatupang Kav 18 – Cilandak Barat

JAKARTA 12430.

Lingkungan Sendiri
Rigging dan Slinging

Topik 1

JENIS SLING

1.1. Pengertian WLL dan SWL

Working Load Limit (Batas Beban Kerja)


Beban maksimum yang ditanggung oleh sling pada saat benda diangkat
secara langsung tanpa adanya pengikatan sling pada benda.
Safe Working Load (Beban Kerja Aman)
Beban maksimum yang ditanggung oleh sling pada saat benda diangkat
secara tidak langsung karena adanya pengikatan sling pada benda.
Sling tidak digunakan untuk mengangkat beban yang melebihi SWL yang
tertera pada label sebuah sling. SWL sebuah sling harus disesuaikan
dengan metode pengangkatan dan pengikatan serta ditinjau dari segi
bentuk dari benda atau beban, sudut pengangkatan, gerak dinamis beban
yang berlebihan dan kondisi kerja yang tidak umum.

1.2. Sling Tali Baja / Wire Sling

Sebuah tali baja pada umumnya terdiri dari enam (6) untaian kawat baja
dan satu untaian terdiri dari sembilanbelas (19) lilitan seperti terlihat pada
gambar ilustrasi di atas.
Dibedakan antara lilitan kawat dan untaian kawat, jika untaian kawat putus,
tali baja tidak dapat digunakan tetapi tidak terlalu penting apabila hanya
satu lilitan kawat yang putus.

Tali baja dibedakan berdasarkan inti dari tali baja :


1. Inti Fiber (Fibre Core) Grade 1570 Mpa.
2. Inti Baja (Steel Core) Grade 1770 Mpa.

PT Saptaindra Sejati Page 2


Kekuatan tarik dari tali baja berada dalam jangkauan 1220 Mpa sampai
2250 Mpa. Tali baja yang paling banyak dipakai adalah 1770 Mpa dan 1570
Mpa.
Tali baja 6/19 (6 untaian dan setiap 1 untaian terdiri 19 lilitan) adalah
minimum tali baja yang dapat digunakan sebagai sling.

Ukuran
Ukuran dari tali baja ditentukan dari diameternya. Diameter terkecil dari
tali baja yang dapat digunakan sebagai sling adalah 8 mm.

Arah Ikatan Tali Baja


Arah ikatan adalah arah dari suatu untaian kawat untuk membentuk
suatu tali baja.
Arah ikatan membujur ke kiri atau ke kanan mengelilingi inti tali baja.
Arah untaian apabila searah tangan kiri atau tangan kanan maka arah
dari lilitan berlawanan arah dengan untaian, disebut Ordinary Lay atau
Ikatan yang Umum.
Apabila arah untaian searah tangan kiri atau tangan kanan sedangkan
arah lilitan sama dengan arah untaian, disebut Lang’s Lay (Ikatan
Lang).
Jenis Arah Ikatan (Lay) pada tali baja :
- Ikatan Arah Tangan Kanan (Right Hand Ordinary Lay) – RHOL,

- Ikatan Arah Tangan Kiri (Left Hand Ordinary Lay) – LHOL ,

- Ikatan Arah Tangan Kana n Lang (Right Hand Lang¶s Lay) – RHLL
Rigging dan Slinging

- Ikatan Arah Tangan Kiri Lang (Left Hand Lang¶s Lay) – LHLL.

Pada tali baja yang umum digunakan adalah Ikatan Arah Tangan
Kanan (RHOL).
Arah ikatan tidak mempengaruhi Batas Beban Kerja atau WLL suatu
sling tetapi hal tersebut menentukan karakteristik arah ikatan dari tali
baja.
Arah ikatan Lang (Lang’s Lay) digunakan apabila kedua ujung tali baja
diikatkan untuk mencegah putaran atau rotasi misalnya luffing. Ikatan
tersebut tidak dapat digunakan untuk mengangkat beban.

Inspeksi Sling Tali Baja


Sebelum sling tali baja dipakai untuk pengangkatan dianjurkan untuk
memeriksa kondisi tali baja terhadap keausan dan kerusakan sebelum
digunakan.
Tali baja dapat rusak karena beberapa factor. Faktor ini antara lain
gesekan, karat, kelenturan akibat beban berlebihan dan beban kejut ,
serta kerusakan mekanis.

Pemeriksaan:
§ Periksa terhadap konstruksi dan ikatan tali (untaian dan lilitan)
§ Periksa terhadap gejala lentur atau memanjang.
§ Periksa keseluruhan dari tali.

Prosedur pemeriksaan tali baja :

Jarak Pemeriksaan = Diameter tali baja x 8


Maks. Lilitan yang rusak = Jumlah untaian x Jumlah lilitan x 10 %.

Contoh:
Tentukan jarak pemeriksaan dan jumlah lilitan maksimum yang rusak
pada tali baja diameter 12 mm terdiri dari 6 / 24 (6 untaian dan 24
lilitan).

Jawab:
Jarak Pemeriksaan = 12 x 8 = 96 mm.
Maks. lilitan yang rusak = 6 x 24 x 10 % = 14,4 lilitan ~ 14 lilitan.
(Perhitungan dengan kalkulator : 6 x 24 x 0,1 = 14,4 ~ 14 lilitan)

Maka jumlah maksimum 14 lilitan kawat yang rusak sepanjang jarak


pemeriksaan tali 96 mm menandakan tali baja tidak layak dipakai.

PT Saptaindra Sejati Page 4


Rigging dan Slinging

Terdapat banyak jenis dari konstruksi tali untuk kegunaan tertentu.


Produsen tali baja akan memberikan keterangan mengenai tali baja
untuk pekerjaan tertentu.

Kriteria Tali Baja Tidak Layak Pakai :


§ Kawat putus
§ Keausan atau berkurang diameter tali baja
§ Terpuntir
§ Bentuk sarang burung
§ Tonjolan untaian
§ Kusut
§ Untaian tergencet, gepeng atau terjepit.

Petunjuk pemakaian tali baja :


§ Hindari tekukan
§ Gunakan pelindung (packing) untuk melindungi tali dari tepi yang
tajam.
§ Suhu pemakaian tali maksimum 95 derajat Celcius.
§ Diameter tali baja minimum yang dipakai untuk pengangkatan
adalah 8 milimeter.
§ Tali baja yang tidak layak pakai tidak dapat digunakan untuk
pengangkatan.
§ Tali baja dengan Arah Ikatan Lang’s Lay tidak dapat dipakai untuk
pengangkatan kecuali pada ujung-ujung tali diikatkan untuk
menghindari tali terlepas.
§ Gunakan tali baja yang tidak kusut atau terpuntir.

Ikatan/simpul
permanent
mengakibatkan
kehilangan
kekuatan.

Periksa sling akibat


kerusakan mekanis.

Periksa titik angkat dari mata


sling. Periksa terhadap
deformasi dan keausan
pelapisnya. Periksa terhadap
kawat yang putus pada ujung
Periksa sling akibat ferrule.
kerusakan mekanis
Rigging dan Slinging

Metode Penyimpanan
Simpan tali baja pada tempat yang bersih dan kering serta
digantungkan di rak penyimpanan. Pastikan pada waktu menyimpan
tali baja tidak terkontaminasi dengan bahan yang korosif.

1.3 Flat Webbing dan Round Synthetic Sling


Flat webbing dan round synthetic sling biasa digunakan dalam industri di
Indonesia. Bahan pembuatnya terdiri dari nilon, polyester, polypropylene
atau aramid polyamide. Setiap sling terdapat label SWL.

Kode Warna
Warna dari label menyatakan material sebagai berikut:
Nilon - Hijau
Polyester – Biru
Polypropylene – Coklat
Warna dari sling menyatakan sebagai berikut:
1t - Jingga
2t - Hijau
3 - Kuning
4 - Abu-abu
5 - Merah
6 - Coklat
8 - Biru
•10 - Oranye

PT Saptaindra Sejati Page 6


Rigging dan Slinging

Inspeksi Webbing Sling

Pemeriksaan dilakukan oleh orang yang berkompeten paling sedikit


setiap 3 bulan. Jika sling tersebut sering digunakan maka pemeriksaan
harus dilakukan lebih teratur. Pemeriksaan juga dilakukan terhadap uji
kuat beban paling sedikit setiap 12 bulan

Pemeriksaan:
§ Periksa terhadap keausan akibat gesekan , terpotong atau lecet.
§ Periksa terhadap keausan akibat dari sling itu sendiri misalnya
ketebalan sling atau adanya kotoran yang melekat.
§ Periksa kerusakan pada lapisan pelindung dari sling
§ Periksa kerusakan akibat suhu tinggi, matahari atau zat kimia
(misalnya warna pudar)
§ Periksa kerusakan pada label atau jahitan sling
§ Periksa kerusakan pada mata sling.
§ Periksa terhadap lapisan penutup sling, lapisan tersebut harus
melindungi sling dari ujung ke ujung sling.

Kriteria Webbing Sling Tidak Layak Pakai:


§ Sling kehilangan 10% dari kekuatannya (Periksa tali pada pabrik
pembuatnya untuk diuji).
§ Label telah hilang atau rusak.
§ Lapisan pelindung rusak.
§ Bahan nilon dari sling terkontaminasi dengan zat asam (acid)
§ Bahan polyester terkontaminasi dengan zat alkaline (kapur).
§ Bahan polypropylene terkontaminasi dengan bahan larutan organic
misalnya cat, thinner, larutan aspal.
§ Lapisan pelindung terpotong.
Catatan:
Webbing sling terbuat dari nilon akan kehilangan 10% kekuatannya
dalam keadaan basah.
Setelah 6 bulan terkena sinar matahari terus menerus sling harus diuji
kembali.

Metode Penyimpanan
§ Simpan sling dalam kondisi di gantung pada tempat yang bersih,
kering dan berventilasi baik.
§ Jauhkan dari tanah atau lantai
§ Jauhkan dari sinar matahari langsung, sinar ultra violet dan cahaya
yang berpendar .
§ Jauhkan dari panas yang berlebihan
§ Jauhkan dari percikan api
§ Jauhkan dari cairan kimia
Rigging dan Slinging

§ Jauhkan dari kemungkinan kerusakan mekanis

PT Saptaindra Sejati Page 8


Rigging dan Slinging

Terpotong
Rajutan rusak Webbing
rusak/koyak

Label hilang Terpotong dan akibat Kerusakan


gesekan.

Rusak akibat panas/suhu Terbakar


Rusak akibat percikan
api las

Ikatan/simpul Kerusakan
kimia Mata sling
rusak
Rigging dan Slinging

[Link]
Pada umumnya bobot rantai lebih berat
dibandingkan tali baja dalam kapasitas
angkat yang sama tetapi lebih mempunyai
ketahanan .
Rantai tidak memerlukan tempat
penyimpanan khusus dan dapat disimpan
dalam kondisi yang tidak memadai.

Grade Rantai
Biasakan untuk selalu memeriksa
kelas rantai yang tertera pada label
(tag) pada setiap rantai. Jangan
menggunakan rantai tersebut bila
tidak terdapat label padanya.

Setiap rantai harus


mempunyai tag yang
menunjukkan produsen,
grade, SWL untuk tujuan
pemakaian tertentu.

GRADE (T)
Pada umumnya rantai yang dipakai untuk pengangkatan adalah
Grade (T) 80 atau logam baja campuran. Pada rantai tertera (T),
800, 80 atau 8, HA PWB, atau CM,CG8,G80,G800 dan berbagai
kombinasi diatas. Grade tersebut umum digunakan dalam industri
atau alat angkat.

JENIS RANTAI LAIN


GRADE 60 atau 75
Grade 75 atau 60 baja campuran terdapat label 75, tau, 60 atau 06,
dan berfungsi untuk keperluan pengangkutan atau transportasi dan
tidak dapat digunakan untuk keperluan pengangkatan

Rantai yang terbuat dari besi tuang dan gulungan cetak (proof
coil) tidak dapat digunakan untuk mengangkat beban.

PT Saptaindra Sejati Page 10


Rigging dan Slinging

Pemeliharaan dan Pemakaian


Pada waktu menggunakan tali rantai (chain sling), biasakan untuk
menggunakan rantai, kait, sambungan dan hammerlock atau
coupler yang terbuat dari grade yang sama juga untuk SWL dan
dalam kondisi yang baik.

§ Patuhi SWL yang tertera pada tag rantai.


§ Gunakan rantai minimum berdiameter 5,5 mm untuk
pengangkatan.
§ Jangan menggunakan rantai bila kondisi mata rantai lentur dan
rapuh.
§ Jangan menggunakan rantai dimana mata rantai terdapat celah
atau terdapat keausan lebih dari 10 % diameter mata rantai.
§ Jangan menjatuhkan rantai dari ketinggian.
§ Jangan menggulung rantai untuk memperpendek rantai.
§ Jangan menggunakan rantai dimana terdapat mata rantai yang
retak atau terdapat sambungan dengan pengelasan.
§ Pakailah lapisan pengisi untuk pelindung pada waktu mengangkat
benda dengan tepi / sudut tajam.
§ Jangan menggunakan rantai pada kondisi suhu lebih dari 260º C.

AWAS !

...terpuntir ...simpul ikatan ....kaitan ujung hook ...pemakaian yg tidak benar


Rigging dan Slinging

Pemeriksaan
§ Periksa rantai secara berkala
§ Jika diperlukan bersihkan rantai
sebelum dilakukan pemeriksaan
§ Lakukan pemeriksaan pada
setiap sambungan mata rantai
terhadap keausan, puntiran,
regangan, torehan atau
cungkilan.
§ Mata rantai yang tak dapat
digerakkan menandakan bahwa terjadi regangan akibat beban
berlebihan.
§ Periksa terhadap keretakan lewat pemeriksaan dengan alat
penyemprot khusus.
§ Periksa setiap sambungan mata rantai terhadap keausan .
Keausan tidak boleh melebihi batas yang ditentukan produsen
rantai tersebut.
o Batas maksimum keausan mata rantai 10%
o Batas maksimum keregangan mata rantai yang
diperbolehkan adalah 10%.
o Batas maksimum keregangan pada bukaan hook mata
rantai sekitar 5 % dari bukaan semula hook.
o Batas maksimum keausan pada hook rantai sekitar 10%.
§ Periksa setiap batas atas dan bawah setiap sambungan dan kait
terhadap tanda-tanda keausan pada titik tahan beban
(loadbearing) dan tanda-tanda terhadap distorsi.
§ Periksa mata rantai dan sambungannya terhadap tanda keausan
pada titik tahan beban dan pada titik penggantung beban.
§ Jangan menggunakan rantai jika terdapat kerusakan (defect).
§ Tandailah dengan jelas setiap rantai dengan label bila rantai
tersebut tidak layak pakai.
§ Mutlak untuk tidak menggunakan rantai yang tidak dapat
diperbaiki kerusakkannya.
§ Jika pada rantai tidak terdapat label maka benda tersebut harus
dimusnahkan.
§ Siapkan kartu inspeksi pada setiap pemeriksaan yang dilakukan.

PT Saptaindra Sejati Page 12


Rigging dan Slinging

Pemeriksaan Peralatan Angkat Rantai :


Rigging dan Slinging

[Link] Fiber Natural (Manila)


Tali Fiber tidak umum digunakan untuk tujuan pengangkatan.
Tali tersebut tidak mempunyai kekuatan seperti tali baja, rantai atau
webbing sling.
Gunakan tali fiber yang berdiameter minimum 12 mm untuk mengangkat
beban.
Tali fiber umum digunakan untuk tujuan mengikat beban karena tali tersebut
fleksibel. Tali fiber pengikat dipakai yang berdiameter sedikitnya 16 mm.
Ada empat jenis tali fiber sintetis yang umum dipakai antara lain:
Nylon
Polypropylene
Polyethylene
Polyester
Jenis tali fiber sintetis lebih kuat dari tali fiber natural tetapi jenis sintetis
lebih sulit dibuat untuk ikatan disebabkan material yang digunakan. Jenis
tali ini tidak dapat digunakan sebagai tali pengarah / tag line atau untuk
pengangkatan dan penurunan material dengan tangan karena terlalu licin
di genggam tangan.

Perawatan
Simpan tali fiber dengan baik pada posisi digantung di tempat
dengan kondisi yang bersih, kering dan berventilasi baik.
Lindungi tali tersebut terhadap:
§ Benda jatuh
§ Api dan suhu berlebihan (max.65ºC).
§ Larutan asam dan zat kimia
§ Percikan api dan cairan metal
§ Air dan karat
§ Pasir, abu dan kotoran
§ Tikus

Pemeriksaan
Periksa tali fiber terhadap:
§ Tanda-tanda kerapuhan, perubahan warna kecoklatan karena
suhu berlebihan.
§ Warna kelabu, menandakan kehilangan kekuatan disebabkan
sinar matahari.
§ Tanda-tanda jamur dengan membuka untaian lilitan tali
dimana terdapat bau dari jamur.
§ Warna yang luntur dan bubuk pada tali menandakan efek dari
larutan asam dan bahan yang korosif.
§ Berkurangnya diameter tali dan bertambah panjangnya ikatan
untaian tali menandakan adanya kelebihan beban.

PT Saptaindra Sejati Page 14


Rigging dan Slinging

§ Apabila terdapat satu untaian lilitan tali yang menonjol dari


yang lain disebut tonjolan untaian menandakan adanya
kesalahan sambungan atau lilitan.
§ Tanda-tanda tersebut diatas menunjukkan tali tersebut tidak
lagi layak pakai.

Jenis Simpul Tali

Crown Knot (Simpul Mahkota) –


Back Splice (Simpul Belakang)
Tujuan dari simpul ini adalah untuk menjaga agar
untaian/strand tidak terlepas dari ikatannya. Satu untaian yang
ditarik lepas tidak cukup untuk melewati ikatan tali yang sudah
ada.
§ Lepaskan ikatan untaian tali seperti digambarkan di
ilustrasi dan ikatkan untaian A melewati pusat dari tali
dan lewatkan untaian B ke ikatan A.
§ Ikatkan untaian dengan kuat, kemudian masukkan
setiap untaian tali dengan melewati untaian kedua pada
tali dan dibawah untaian ketiga. Hasilnya akan terjadi
tiga simpul pada setiap untaian apabila menggunakan
tali fiber dan lima simpul apabila menggunakan tali fiber
sintetis. Potong ujung tali setelah ikatan lengkap.

Ikat Disini
Rigging dan Slinging

Eye or Side Splice (Simpul Samping/Simpul Mata)


Rajutan samping/rajutan mata digunakan untuk membuat
simpul mata pada tali fiber.
§ Tali manila harus disimpulkan
menjadi enam lilitan sedangkan
tali sintetis harus disimpulkan
sembilan lilitan dari ujungnya.
§ Tali kemudian dilepaskan dari
lilitannya.
§ Ikatkan untaian tengah, #2,
dibawah #5, seperti tergambar
#A.

§ Ikatkan untaian #1 dibawah untaian #4 pada tali, seperti


tergambar #B.
§ Lilitkan secara berputar untaian yang telah terajut dan
ikatkan untaian untuk mengunci mata dengan cara
mengikatkan untaian, gambar #3, melewati untaian sisa
yang terakhir pada tali gambar #6, pada ilustrasi
gambar #C.
§ Sisa dari untaian yang sudah terikat kemudian
dilewatkan ke setiap celah dari untaian, biasanya tiga
kali lilitan untuk tali manila dan lima kali untuk tali
sintetis. Potong setiap sisa untaian dan luruskan setiap
rajutan dengan menghamparkannya di lantai, seperti
tergambar di #D.

Bowline (Simpul Busur)


Jenis ikatan ini termasuk yang paling popular dari semua jenis
ikatan [Link] jenis ini tidak mudah kusut atau lepas dengan
adanya beban dan mudah untuk melepasnya. Efisiensi dari
jenis ikatan ini adalah 50%. Lihat gambar.

PT Saptaindra Sejati Page 16


Rigging dan Slinging

Running Bowline (Simpul Busur Bebas)


Jenis ikatan ini digunakan untuk membentuk suatu ikatan jenis
jerat (choker) pada suatu ujung sling. Simpul dibuat dari salah
satu ujung tali yang bebas. Jenis ikatan ini mempunyai
efisiensi 50%. Prosedur yang benar untuk membentuk simpul
ini digambarkan pada ilustrasi di bawah ini.

Clove Hitch (Simpul Jerat)


Jenis simpul ini
digunakan untuk
mengikat
sebuah pipa
atau tiang. Pipa
atau tiang
tersebut dapat dii katkan
rapat atau rengga ng pada
ujung tali, seperti
digambarkan di bawah ini.
Rigging dan Slinging

1.6. Ringkasan

ü SWL atau WLL adalah menunjukkan kapasitas maksimum dari suatu


sling.

ü RHOL adalah jenis arah ikatan tali baja yang paling umum dipakai.

ü Inspeksi adalah untuk memeriksa apakah suatu sling layak dipakai


atau tidak.

ü Jenis dari sling ada 3 jenis.

PT Saptaindra Sejati Page 18


Rigging dan Slinging

Latihan Soal Topik I – Jenis Sling

1) Apa yang harus tertera pada setiap sling ?.

2) Apa yang harus dilakukan sebelum memakai sling untuk pengangkatan ?.

3) Sebutkan dua macam grade dari tali baja bila dilihat dari intinya.

4) Sebutkan arah ikatan tali baja yang umum digunakan untuk


pengangkatan.

5) Bila diketahui diameter tali baja 16 mm, terdiri dari 6 untaian dan 19 lilitan.
Tentukan jarak periksa dan jumlah maksimum lilitan yang rusak sepanjang
jarak periksa tersebut.

6) Sebutkan 5 (lima) kondisi tali baja tidak layak pakai lagi.

7) Sebutkan suhu maksimum pemakaian rantai.

8) Berapa diameter minimum tali baja yang dipakai untuk pengangkatan ?

9) Sebutkan tiga jenis bahan pembuat webbing sling dan round synthetic
sling.

10)Apakah maksud dari warna label dan warna sling dari flat webbing dan
round sling ?

11)Sebutkan 5 (lima) kondisi flat webbing dan round sling tidak layak pakai.

12)Berapa persen maksimum keausan dan kerenggangan dari mata rantai ?.

13)Sebutkan tiga kriteria rantai tidak layak pakai.

14)Berapa persen kerenggangan bukaan hook rantai ?.

15)Berapa suhu maksimum pemakaian tali fiber ?.


Rigging dan Slinging

Topik 2
METODE PEMAKAIAN SLING

2.1. Pemakaian Sling


Kapasitas aman dari sling dalam pengangkatan beban umumnya
ditentukan:
§ Berat dan bentuk beban
§ Lokasi yang aman
§ Jenis peralatan yang digunakan
§ Faktor sudut dan factor ikatan.

Pemeriksaan sling sebelum pemakaian:


§ Sling tidak boleh terpuntir.
§ Sling tidak boleh dibuat simpul, memasang baut atau alat lain
untuk memperpendek ukuran panjang sling.
§ Sling dipasang dengan aman dan benar pada beban yang
diangkat.
§ Sling satu kaki yang dipasang pada metode Basket Hitch
(gendong) harus diantisipasi terhadap kemungkinan slip.
§ Pada pengangkatan vertical, kombinasi tegangan tarik setiap
kaki sling sebanding dengan berat beban yang diangkat. Pada
setiap kaki sling yang mengangkat beban pada posisi vertikal,
tegangan tarik akan bertambah sebanding dengan sudut antara
dua kaki sling yang membesar.
§ Pada saat sling pada posisi diikatkan di sekitar beban dengan
mengaitkan ujung sling ke ujung lain, kapasitas angkat sling
berkurang akibat berbagai factor.
§ Sling harus dilindungi apabila melewati tepian/sudut yang tajam.
§ Apabila menggunakan sling lebih dari satu maka diusahakan
kaki-kaki sling akan mendistribusikan berat beban yang diangkat.
§ Setiap sling harus mempunyai kekuatan yang cukup untuk
mengangkat beban.
§ Pada saat mengangkat benda pastikan hook crane pada posisi
tegak lurus di atas benda untuk menghindari beban terayun. Jika
diperlukan ubah posisi crane untuk tetap mendapatkan posisi
tegak lurus.
§ Pastikan semua pihak yang bekerja memahami isyarat tangan.
Isyarat STOP atau berhenti harus dipahami dan dipatuhi segala
pihak, tetapi hanya orang yang menangani pengangkatan
beban yang memberi isyarat tangan ke operator.

PT Saptaindra Sejati Page 20


Rigging dan Slinging

§ Tanggung jawab keselamatan tidak hanya berlaku untuk orang


lain tetapi juga anda.
§ Sebelum memulai pengangkatan, periksa bahwa beban dalam
keadaan bebas dan angkat beban tanpa sentakan karena hal
tersebut menyebabkan bertambahnya beban efektif.
Perhatian ! § Jangan melakukan tindakan yang menyebabkab teman kerja
pada posisi diantara posisi angkat dan posisi ayun sebelum
dimulainya pengangkatan.
§ Pastikan lokasi kerja aman sebelum beban diayunkan dan setiap
orang yang berkaitan dengan pekerjaan mendapatkan
Perhatian ! peringatan, sinyal/isyarat. Jangan mengayunkan beban diatas
orang atau berdiri dibawah sling yang terayun.
§ Jangan meletakkan benda diatas peralatan angkat tetapi
gunakan pengganjal dibawah benda untuk menarik tali sling dan
pastikan sling dalam keadaan bebas sebelum menariknya.
§ Jangan meletakkan benda/beban diatas sling dan menarik sling
bersamaan di lantai.
§ Patuhi WLL yang tertera di peralatan / crane.
§ Sebelum dan sesudah pengangkatan, semua peralatan diperiksa
dan dilaporkan jika terjadi kerusakan. Jangan gunakan peralatan
yang tidak layak pakai.
§ Apabila memakai lebih dari dua sling dianjurkan memakai sudut
antara kaki sling tidak melebihi 90º.
§ Bow shackle harus digunakan bila terdapat sudut antara kaki
sling lebih dari 60 derajat.
§ Maksimum sudut untuk setiap sling adalah 120º.
Perhatian ! § Simpan peralatan dengan baik dan periksa peralatan sling
sebelum digunakan.

Rencana Pemakaian Sling


Rencana sebelum memakai sling untuk pengangkatan :
1. Jenis beban Plat
Pipa
Balok
Kayu
Container
Mesin
Drum

2. Panjang sling Panjang efektif sling

3. Kombinasi sling Jumlah sling


[Type text]

Faktor Sudut dan Faktor Ikatan


Metode pemakaian sling
Bentuk benda/beban

4. Peralatan angkat Mobile crane


Chain block, Overhead crane

5. Area kerja Terlindung dari zat kimia


dan panas, kelembaban

6. Kondisi khusus Ruangan terbatas, cat,


permukaan tertentu.

2.2. Pemakaian Sling


Ada tiga jenis Metode Pemakaian Sling :
1. Metode Langsung (Direct)
2. Metode Jerat (Choke Hitch)
3. Metode Gendong (Basket Hitch)

Rumus : SWL = Berat : Faktor Sudut : Faktor Ikatan


Berat = SWL x Faktor Sudut x Faktor Ikatan

Keterangan :
SWL = Safe Working Load minimum sling
Berat = Berat barang maksimum yang dapat diangkat sling
Faktor Sudut = Sudut diantara dua kaki sling
Faktor Ikatan = Cara mengikat benda atau barang
1.

Metode Langsung /Direct


Faktor Ikatan (Reeve) = 1

2.

Metode Jerat / Choke Metode Jerat / Choke


Faktor Ikatan (Reeve) = 0,5 Faktor Ikatan (Reeve) = 0,75

PT Saptaindra Sejati Page 22


Rigging dan Slinging

3.

Metode Gendong/Reeve Metode Gendong/Reeve


Faktor Ikatan (Reeve) = 1 Faktor Ikatan (Reeve) = 2

PT Saptaindra Sejati Page 21


Rigging dan Slinging

Faktor Sudut:
30 1,93
45 1,85
60 1,73
90 1,41
120 1

[Link] Sling

Nilai kapasitas dari setiap sling tergantung dari ukurannya masing-


masing. Konfigurasi dan sudutnya dibentuk dari sling-sling tersebut. Jika
memungkinkan jaga sudut sling agar tetap dalam jangkauan 30
derajat ² 60 derajat atau sekecil mungkin sesuai dengan praktek.
Semakin besar sudut sling semakin besar pula tensi pada sling seperti
yang ditunjukkan pada gambar di bawah ini.

Beban sling vertical akan menjadi dua kali lipat jika digunakan
dengan sudut sebesar 120 derajat. Jangan sekali-sekali
memperbesar sudut lebih dari sudut maksimum 120 derajat.

Sudut sling digunakan jika dua atau lebih sling digunakan pada hook
crane dan dipasangkan pada titik angkat yang berbeda untuk
pengangkatan.
Sudut maksimum untuk pemakaian setiap sling adalah 120 derajat.

PT Saptaindra Sejati Page 22


Rigging dan Slinging

60°
30° 1m
2m

1m 1m

90°
1m 120°
1m

1.4 m 1.7 m

Faktor
Sudut :
30 1,93
60 1,73
45 1,85
90 1,41
120 1

PT Saptaindra Sejati Page 23


Rigging dan Slinging

2.4. Metode Pemakaian Sling

Rumus : SWL = Berat : Faktor Sudut : Faktor Ikatan


Berat = SWL x Faktor Sudut x Faktor Ikatan

Contoh Soal:

Berat = SWL x Faktor Sudut x Faktor Ikatan


= 8 x 1,73 x 0,5
= 6,92 T
Jadi berat maksimum yang dapat diangkat
sling adalah 6,92 ton.

SWL = Berat : Faktor Sudut : Faktor Ikatan


= 4 : 1,73 : 0,5
= 4,62 ~ 5 T SWL
Jadi kapasitas atau SWL satu sling minimum
yang diperlukan untuk mengangkat barang
adalah : 5 ton SWL.

SWL = Berat : Faktor Sudut : Faktor Ikatan


= 20 : 1,73 : 0,75
= 15,41 ~ 16 T SWL
Jadi kapasitas atau SWL satu sling minimum
yang diperlukan untuk mengangkat barang
adalah : 16 ton SWL.

PT Saptaindra Sejati Page 24


Rigging dan Slinging

[Link] Soal
1. Hitung SWL dari setiap sling di bawah ini untuk sebuah
pengangkatan.

2T 2T 2T

SWL = Berat : FS : FI SWL = Berat : FS : FI SWL = Berat : FS : FI

2. Hitung SWL dari setiap sling di bawah ini untuk sebuah


pengangkatan.
a)

SWL = Berat : FS : FI

3T

b)
SWL = Berat : FS : FI

4T

PT Saptaindra Sejati Page 25


Rigging dan Slinging

c)
Berat=SWL x FS x FR

30°

SWL 5 T

d)

Berat=SWL x FS x FR
45 SWL 6 T

e)
SWL=Berat : FS : FR

7T

PT Saptaindra Sejati Page 26


Rigging dan Slinging

2.5. Bagan Beban SWL

PT Saptaindra Sejati Page 27


Rigging dan Slinging

PT Saptaindra Sejati Page 28


Rigging dan Slinging

2.6. Perhitungan Pendekatan SWL Sling


Metode yang biasa dipakai untuk menghitung SWL dari tali fiber, tali
baja dan rantai.
Dengan catatan bahwa metode ini hanya diberikan untuk jawaban
pendekatan.
Tidak digunakan untuk menggantikan perhitungan SWL dari pabrik.

Tali Fiber (Fibre Rope)


Untuk menghitung SWL dari tali baja dicari kuadrat dari diameter tali
(D) dalam millimeter (mm).

Rumus: SWL = Diameter x Diameter

Tali Baja (Flexible Steel Wire Rope) Fibre Core


Untuk menghitung SWL dari tali baja dicari kuadrat dari diameter tali
(D) dalam millimeter (mm) dan dikalikan dengan 8.

Rumus: SWL(kgs) = Diameter x Diameter x 8

Contoh:
Diameter tali (D) = 12 mm
SWL = D²(mm) x 8
= D (mm) x D (mm) x 8
= 12 x 12 x 8
= 1152 kgs
= 1,15 ton
Persamaan diatas dapat dibalik untuk menghitung diameter (D)
dalam millimeter (mm) dari tali baja yang diperlukan untuk
mengangkat beban tersebut. Untuk melakukan ini: SWL (kg) dibagi 8
dan hitung akar kuadrat dari diameter.

Rumus: D(mm) = SWL / 8

Contoh:
Berat = 1152 kg
D(mm) = ¥ 1152 : 8
= ¥ 144
= 12 (mm)

Oleh karena itu tali baja minimum diameter 12 mm yang diperlukan


untuk mengangkat beban 1152 kg dalam sekali angkat.

PT Saptaindra Sejati Page 29


Rigging dan Slinging

Rantai (Chain)

SWL sebuah rantai ditentukan berdasarkan grade (G). Jangan


menggunakan rantai untuk mengangkat beban bila tidak terdapat
label (tag) yang memberikan keterangan mendetil mengenai SWL.
Kembalikan kepada produsen untuk diberi label dan diuji ulang.
Untuk menghitung SWL rantai dalam kilogram: kuadrat dari perkalian
diameter (D) dalam millimeter (mm) dikalikan grade (G) dikalikan 0,3
atau 0,4. Untuk rantai grade 80 digunakan 0,4.

Rumus: SWL(kgs) = Diameter x Diameter x 80 x 0,4

Contoh:
Diameter rantai = 10 mm
Grade (T) (misal grade 80)

SWL = D² x G x 0,4
= D x D x G x 0,4
= 10 x 10 x 80 x 0,4
= 3200 kg
SWL = 3,2 ton

Persamaan diatas dapat dibalik untuk menghitung diameter dalam


millimeter (mm) sebuah rantai yang diperlukan untuk mengangkat
suatu beban. Untuk menghitung: beban dalam kilogram dibagi 0,4
dan dibagi grade (G) dan kemudian dapat dihitung akar kuadrat
dari hasilnya.

Rumus: Dia. = SWL : 80 : 0,4

Contoh:
Berat = 3200 kg
D(mm) = ¥ 3200 : 0,4 : 80
= ¥ 100
= 10 (mm)

Oleh sebab itu rantai Grade 80, diamater 10 mm adalah yang


diperlukan untuk mengangkat beban 3200 kg dalam sekali angkat.
Perhatian: Persamaan diatas tidak dapat digunakan untuk beban
dengan menggunakan rantai dengan Grade kurang dari 80.

PT Saptaindra Sejati Page 30


Rigging dan Slinging

2.7. Pemakaian Sling dan Mengendalikan Beban


Pastikan jarak horizontal dari ujung ke ujung sling yang terkait beban
tidak melebihi panjang sling itu sendiri. Hal ini akan menghindarkan
dari kelebihan sudut dari setiap kaki sling.

Sling berkaki banyak


Sudut yang dianjurkan untuk sudut antara dua kaki sling pada
pemakaian sling berkaki banyak adalah 90º.
Ketika mengangkat beban padat dengan menggunakan sling
berkaki banyak harus diasumsikan bahwa
hanya dua kaki sling yang menanggung
beban.
Kaki sling tambahan tidak akan menambah
SWL dari gabungan sling.
Batasan pemakaian sling berkaki dua
adalah :
- Apabila sling dililitkan satu kali seputar
beban, sudut maksimum 45°.

- Apabila sling dililitkan dua kali seputar


beban, sudut maksimum 60°.

- Apabila sling dililitkan satu kali seputar


beban dan diberi stopper, sudut
maksimum 120°.

Apabila benda bersifat fleksibel


dan berat beban terdistribusi
merata pastikan setiap kaki sling
menerima beban yang sama.
Apabila melakukan
pengangkatan benda yang
berbentuk tak beraturan ² ada
kemungkinan hanya satu kaki
sling saja yang menerima beban.
Semakin besar sudut antara jarak
vertikal dengan kaki sling akan
mengakibatkan sling yang terkait mudah tergelincir dari titik kaitnya.
Dalam hal ini, masukkan seluruh mata sling ke dalam bow shackle
yang cukup memuat semua mata sling. Pastikan pengunci shackle
masuk ke dalam kait crane.

PT Saptaindra Sejati Page 31


Rigging dan Slinging

ü Sling berkakibanyak hanya diperhitungkan untuk dua kaki sling


saja.

ü Sling dililitkan dua kali digunakan untuk pengangkatan banyak


pipa, baja atau pipa scaffold.

ü Jangan menarik sling dari beban tanpa adanya bantalan


kayu di bawah beban.

PT Saptaindra Sejati Page 32


Rigging dan Slinging

Latihan Soal Topik 2 – Metode Pemakaian Sling

1) Berapa sudut maksimum pemakaian sling ?

2) Sebutkan 6 (enam) rencana sebelum sling dipakai untuk


pengangkatan.

3) Tentukan sudut antara , panjang sling dan panjang alas gambar


di bawah ini:

? ?
60°
5m 3m
120°

2,5 m 2,5 m ?

5) Sebutkan 3 (tiga) metode pengangkatan sling.

PT Saptaindra Sejati Page 33


Rigging dan Slinging

6) Sebutkan sudut maksimum bila sling dililitkan satu kali.

7) Sebutkan sudut maksimum bila sling dililitkan satu kali dan diberi
stopper.

8)

Hitung :
-SWL sling 60°

1,5 T

2,5 T 2,5 T

PT Saptaindra Sejati Page 34


Rigging dan Slinging

Topik 3
ASESORIS PERALATAN ANGKAT
[Link]

Ada dua jenis shackle, yaitu :


shackle ¶'·( ¶Dee·), dan shackle ¶Bow'.
Semua tipe shackle yang digunakan untuk
mengangkat harus bertanda SWL.
Jangan menggunakan shackle yang tidak
bertanda SWL.
Pastikan bahwa SWL shackle paling sedikit
sebesar rantai, hammerlock dan ring pada sling
yang anda gunakan.
§ Jangan gunakan baut dan mur sebagai pengganti pengencang
shackle (pin). Baut yang tidak masuk
dengan erat akan bengkok dan patah.
Buanglah shackle yang sudah aus lebih dari
10% pada bagian kepala (crown) atau pin-
nya.
§ Jangan gunakan shackle yang bengkok,
cacat atau rusak. Shackle yang cacat
kemungkinan memiliki retak-retak yang
sangat kecil sekali dan tak dapat dilihat
oleh mata, yang dapat mengakibatkan kerusakan total pada
saat pengangkatan.
§ Untuk mencegah kemacetan, kencangkan pin shackle erat-erat
dengan tangan dan kemudian kendurkan seperempat putaran.
§ Gunakan washer atau ferrule untuk menempatkan thimble dan
hook di tengah-tengah pin shackle untuk mencegah
ketegangan sisi yang tidak diinginkan.
§ Dimana beberapa mata sling dihubungkan dengan sebuah
lifting hook, gunakan sebuah Shackle Bow yang besar sehingga
seluruh mata sling dapat termuat dengan aman. Pin shackle
harus berada di atas hook dan mata sling pada bagian
berbentuk busur (bow).
§ Jangan menggunakan shackle bersekrup dimana pin-nya dapat
menggelinding kebawah muatan dan terlepas. Ikat pin pada
shackle dengan menggunakan kawat dililitkan seputar pin
shackle membentuk angka delapan (moused) dan dilengkapi
baut dan mur.

PT Saptaindra Sejati Page 35


Rigging dan Slinging

PT Saptaindra Sejati Page 36


Rigging dan Slinging

Berikut beberapa gambar yang menunjukkan pemakaian shackle


dengan benar dan tidak benar :

PT Saptaindra Sejati Page 37


Rigging dan Slinging

[Link]

Terdapat eyebolt collar dan eyebolt


uncollar (tidak bercollar). Jangan gunakan
eyebolt tidak bercollar untuk mengangkat
apapun selain pengangkatan vertikal karena
eyebolt tidak ber-collar dapat putus saat
ketegangan sisi timbul.
Dianjurkan hanya eyebolt bercollar yang
digunakan untuk mengangkat.
Penggunaan khusus eyebolt adalah untuk
mengangkat panel beton pra-cetak dengan
ferrule-ferrule ter-cor pada panel. Pastikan
bahwaseluruh eyebolt terpasang dengan
kuat pada ferrule atau mur sebelum
pemakaian.

Pemakaian Eyebolt

Eyebolt Ukuran Kecil


Eyeb o l t b e r u k u r a n l e b i h k e c i l d a r i 1 2 mm sebaiknya
tidak digunakan untuk pengangkatan biasa, karena tekanan
puntir (torsion) yang tinggi sangat mudah terjadi disebabkan
pengencangan yang terlalu kuat.

Pemakaian Eyebolt Pada Lubang Berulir


Sebuah eyebolt dipakai pada lubang terbuka sebuah plat, drat
atau uliran akan masuk dengan pas pada kedalaman minimal
sama tebal dengan ketebalan penuh sebuah mur berukuran
standar.

PT Saptaindra Sejati Page 38


Rigging dan Slinging

Apabila sebuah eyebolt dipakai pada sebuah lubang dengan


kedalaman yang tidak diketahui maka kedalaman masuk
panjang drat atau ulir akan paling sedikit sebesar diameter ulir
eyebolt.
Apabila panjang ulir terlalu panjang untuk ukuran kedalaman
yang cukup dianjurkan dipakai washer dibawah collar dari
eyebolt dengan diameter lubang dari washer sesuai dengan
diameter ulir baut.

Pemakaian Eyebolt Tunggal


Dimana sebuah eyebolt tunggal digunakan, pemeriksaan
diperlukan untuk memastikan bahwa eyebolt tetap terpasang
pada tempatnya selama proses pengangkatan. Dapat terjadi
sebuah eyebolt tunggal terlepas dari lubang berulir pada saat
dipakai selama proses pengangkatan karena gerakan atau
ayunan dari boom crane.

Pemakaian Eyebolt Bila Beban Tidak Searah Sumbu Eyebolt


Dimana garis tengah muatan tidak segaris dengan sumbu dari
ujung ulir eyebolt, termasuk dimana sebuah sling berkaki dua
dihubungkan dengan sepasang eyebolt untuk menunjang
sebuah beban, berikut ini berlaku:
§ Diameter lubang yang sudah terbuka kemana eyebolt
dimasukkan, tidak kurang daripada diameter collar eyebolt
tersebut.
§ Sudut antara garis tengah muatan pada mata eyebolt dan
bidang dimana mata dari eyebolt berada, tidak lebih dari 5 0,
kecuali bila dibuat pengurangan yang cukup memadai pada
SWL.
§ Dimana terdapat muatan yang tegak lurus (kadang-kadang
disebut 'trunnion lifting·), mata dari eyebolt sebaiknya
diluruskan dengan bidang vertikal.
§ Dimana dua pasang eyebolt dipasang pada sebuah benda
tunggal, pengangkatan akan terjadi melalui dua buah sling
berkaki dua dan sebuah balok spreader (penyebar) untuk
memastikan beban tersebar pada eyebolt. Susunan ini juga
membuat beban siap untuk dicurahkan pada setiap eyebolt
di bidang mata.

Pemakaian dengan Sling


Kapasitas beban yang tepat untuk pengangkatan dengan sling
berkaki dua diberikan pada tabel dengan beragam sudut
antara kedua kaki.

PT Saptaindra Sejati Page 39


Rigging dan Slinging

Pemakaian Sling Menerus Pada Eyebolt


Sling menerus (continuous sling) sebaiknya tidak digunakan
dengan eyebolt berpasangan. Dimana sebuah continuous sling
digunakan dengan sepasang eyebolt, beban yang dicurahkan
ke eyebolt meningkat disebabkan oleh ketegangan di bagian
horisontal sling dan ini dapat berkelebihan menekan eyebolt.
Bilamana pengangkatan dengan eyebolt berpasangan yang
dibantu dengan sling, selalu gunakan sling dengan kaki tunggal.

Persamaan Ukuran yang akan menimbulkan


kesalahan pemakaian

PT Saptaindra Sejati Page 40


Rigging dan Slinging

Pengangkatan dengan Eyebolt

PT Saptaindra Sejati Page 41


Rigging dan Slinging

Eyeb olt Day a T arik T inggi


Eyebolt tersebut lebih kuat atau tidak mudah rusak
dibandingkan dengan eyebolt biasa menurut DIN dan Standar
Inggris (BS) untuk sebab-sebab berikut ini :
Bentuk :8 buah sudut yang menandakan bahan kelas (grade)
80.
Warna :Cat merah, bertanda bahan kelas (grade) 80.
Ciri-ciri :Petunjuk kapasitas yang jelas untuk arah F2, kondisi
beban terberat. Eyebolt standar tidak dapat
digunakan untuk pembebanan ekstrim.
Dicetak, bahan 1.6541, mempunyai daya rentang tinggi, melalui
proses pemanasan, 100% men-deteksi retak electromagnet,
menurut DIN`5691. Beban yang dikerahkan ke arah F1 adalah 4
kali beban ke arah F2. Sebelum mengangkat, periksa
kekencangan eyebolt. Pergerakan yang memutar selama
pengangkutan harus dihindari.

PT Saptaindra Sejati Page 42


Rigging dan Slinging

[Link] Socket
Metode pemasangan yang benar untuk wedge socket pada tali
baja

Ujung hidup tali


baja searah
garis lurus
dengan

Gunakan ujung pendek


[Link] Grip

Pemasang an Bull dog Gr ip


Grip yang akan dipasang pada pegangan tali baja
harus terpasang pada bagian tali yang bekerja
atau tali ujung hidup, dan baut U (U-bolt) diatas tali
ujung mati. Bulldog grip tidak boleh dipasang pada
posisi berselang-seling pada tali baja.

PT Saptaindra Sejati Page 43


Rigging dan Slinging

TABLE 1 Dimensi Bulldog Grip

Jumlah dan Jarak Pemasangan Bulldog Grip


Jumlah minimum bulldog grip yang dianjurkan digunakan pada
pembuatan sambungan tali/tambang kawat dapat dilihat pada
Tabel B1.
Jarak pemasangan bulldog grip yang akan ditempatkan pada tali
baja kurang lebih enam kali diameter tali baja, dengan posisi
bulldog grip pertama dimulai dari mata.
Jika sebuah thimble bundar digunakan, jarak dari thimble ke bulldog
grip pertama harus sedikitnya sebesar dua kali diameter thimble.

PT Saptaindra Sejati Page 44


Rigging dan Slinging

Bulldog grip yang paling jauh dari mata atau thimble tidak boleh
terlalu erat karena bulldog grip ini merupakan bagian yang paling
rapuh dari rangkaian ini.

Urutan Pengencangan
Urutan pengencangan bulldog grip setelah mereka sudah
ditempatkan dengan benar pada tali kawat adalah dari thimble
(mata sling) kearah keluar. Dengan mur-mur yang dikencangkan
dengan semestinya, atau dengan bulldog grip lebih sedikit daripada
jumlah yang dianjurkan, ujung tali mungkin akan menarik bulldog
grip, meskipun dengan beban yang ringan.
Efisiensi pemutusan sebuah tali kawat yang terbuat dari bulldog
grip tergantung seluruhnya pada penempatannya yang benar
pada tali, dan perhatian dan keahlian dalam memasang dan
mengencangkan bulldog grip.
Jika dibuat dengan benar dengan jumlah dan jarak bulldog grip
yang dianjurkan, dan dengan seluruh bulldog grip ditempatkan
pada pegangan yang berada pada bagian tali yang panjang,
dan baut U menunjang pada bagian tali yang pendek atau pada
ujung tali, sambungan seperti ini diperkirakan mampu memegang
sampai 85-90% kekuatan tali yang sebenarnya pada saat putus
Pengencangan Putaran
Nilai kekuatan pengencangan atau torque yang dianjurkan untuk
dipakai pada mur-mur diperlihatkan pada tabel dibawah ini.
Tabel Momen Pengencangan

PT Saptaindra Sejati Page 45


Rigging dan Slinging

3.5. Plate Clamp (Klem Pelat)

Pemakaian plat klem dianjurkan hanya untuk


mengangkat satu buah plat dengan jarak
pengangkatan yang tidak terlalu jauh.

Pemakaian
§ Jangan melepas bagian yang berminyak
atau bergemuk. Harus ada petunjuk
pemakaian untuk kondisi di lingkungan
yang mudah rusak
§ Pastikan pelat untuk mengangkat terikat
sepenuhnya,dan alat penggerak (trigger) diaktifkan
§ Dalam keadaan membalikkan perangkat untuk mengangkat,
sudut yang dibentuk oleh rantai (chain) dan dataran bagian
pengapit (jaw) harus tidak melebihi 900.
§ Sudut dari samping yang dibentuk oleh rantai dan pinggiran roda
(flange) harus lebih rendah dari 450.

Perawatan
§ Periksa keadaan baik lapisan alat pengapit
(jaw) dan seringkali bersihkan gemuk (grease)
yang menempel padanya
§ Minyaki sedikit as roda alat penggerak (trigger)
§ Periksa pemakaian pada as roda, bore, rantai,
sedikitnya 2 kali setahun

PT Saptaindra Sejati Page 46


Rigging dan Slinging

3.6. Hook
Peralatan pengangkat dapat terdiri
dari beberapa bagian mulai dari hook
ke master link. SWL setiap asesoris
peralatan angkat harus mempunyai
kapasitas SWL yang sama untuk
menghindari kesalahan pemakaian.
Apabila terdapat asesoris yang terdiri
dari SWL yang lebih rendah dari asesoris
lainnya maka SWL peralatan angkat
tersebut hanya sebesar bagian dari
SWL yang paling rendah.

Contoh :
Peralatan pengangkat terdiri :
- SWL Hook adalah 2 ton
- SWL Hammerlock adalah 2 ton
- SWL Masterlink / Ring adalah 1 ton
- SWL Rantai adalah 2 ton
maka SWL untuk peralatan
pengangkat adalah 1 ton.
Selalu gunakan peralatan
tambahan dengan SWL
sedikitnya sama dengan SWL
sling untuk menghindari
kekeliruan pemakaian.

Hook sebaiknya dilengkapi


dengan sebuah kaitan
pengaman (safety latch),
khususnya dimana ada
kemungkinan besar sling
bergeser keluar dari hook .
Ada bermacam ragam hook
digunakan untuk chain sling.
Hook pada umumnya baja
campuran dengan grade 80
dan tertera tanda SWL.
Pastikan pada saat memilih
sebuah hook untuk sebuah chain sling,hook mempunyai SWL
sedikitnya sama dengan SWL chain (rantai)
Pastikan lubang cukup lebar untuk menerima tali paling besar, ring
, mata rantai atau shackle yang harus ditempatkan pada hook..
PT Saptaindra Sejati Page 47
Rigging dan Slinging

Pastikan bagian dalam hook ditumpulkan (di-bundar dan pipih-


kan) sehingga tidak memotong atau merusak sling dan
perlengkapannya.
Rantai hook harus berputar dengan bebas setiap saat. Jika beban
melebihi 2 ton, harus ada sebuah ball-bearing atau roller-bearing
diantara trunnion dan mur.
Jika sebuah bukaan hook membesar lebih dari 5%, hook harus
ditarik dari penggunaan.
Jangan gunakan hook yang bengkok atau berubah bentuk.
Jangan mencoba untuk menge-las atau memperbaikinya. Hook
tidak boleh mempunyai perlengkapan apapun yang di-las
padanya.

[Link] Block
Tersedia sejumlah chain block dan puller
(penarik). Seperti peralatan pengangkat
lainnya, kapasitas beban tertera pada alat,
tetapi alat juga dirancang sedemikian rupa
sehingga seseorang tidak dapat
membebaninya terlalu berat pada
penggunaan normal dan oleh karena itu
penggunaan palang-palang bentangan
atau memperbanyak jumlah orang dua kali
lipat tidaklah bijaksana.
Tipe hoist (pengerek) yang anda gunakan
dipengaruhi oleh keadaan, tetapi pada
umumnya pemeriksaan dilakukan dengan
teliti pada rem, ratchet dan peralatan
lainnya yang di rancang untuk mencegah
pemeriksaan total (overhaul). Kebebasan bergerak sangatlah
penting bagi pengoperasian yang aman dan oleh karena itu,
komponen-komponen sebaiknya diperiksa sesering mungkin dan
dijaga dalam urutan yang baik.

PT Saptaindra Sejati Page 48


Rigging dan Slinging

Pull to Dimensions (mm)


Capacity Standard Weight
lift load
(tonne) Lift (m) (kg) A B C G
(kg)
0.5 3.0 8.6 25 127 144 305 27
1.0 3.0 11.5 33 147 157 345 30
1.5 3.0 13.8 34 147 174 370 34
2.0 3.0 21.6 34 179 204 425 37
3.0 3.0 22.0 35 147 206 505 43
5.0 3.0 41.0 39 179 263 635 47
7.5 3.0 60.5 41 179 345 740 67
10.0 3.0 77.5 41 179 367 760 67
15.0 3.0 150.0 41 x 2 207 745 850 87
20.0 3.0 190.0 41 x 2 207 873 870 87

Saat menggunakan sebuah chain block untuk membalikkan


sebuah beban, pastikan bahwa rig (rantai dan tambang yang
mengendalikan dan menggerakkan beban) ditempatkan
sedemikian rupa sehingga tidak menyesakkan cincin-cincin lainnya.
Diperlihatkan dibawah ini sebuah cara untuk membalikkan barang-
barang berat, dengan memastikan pertama-tama bahwa sling-sling
diatur sehingga pada waktu pengangkatan awal terdapat sedikit
kemiringan kearah yang diinginkan.

PT Saptaindra Sejati Page 49


Rigging dan Slinging

[Link] dan Bottlescrew

Sebuah turnbuckle (pemegang


bentangan kabel) atau bottlescrew
adalah sebuah alat untuk
menegangkan atau alat pengatur
panjang tali baja untuk jarak
perpanjangan yang sedikit. Mereka
mempunyai pemakaian yang
terbatas oleh para rigger dan
sebaiknya digunakan dengan
sangat hati-hati disebabkan karena
sifatnya yang berbahaya
sehubungan dengan
penggunaannya.
Penggunaan turnbuckle yang
paling umum adalah untuk
meratakan beban. Beberapa
beban, seperti menempatkan
sebuah rotor pada sebuah
pembangkit tenaga listrik, harus
ditempatkan pada posisi yang
benar-benar datar.
Hal ini dilaksanakan dengan membawa sebuah sling ke sisi balok
penyelaras dan sebuah sling yang lebih pendek disambungkan ke
sebuah bottlescrew pada sisi lainnya dengan keduanya
dihubungkan dengan beban. Beban dapat dibuat benar-benar
datar dengan mengatur uliran pasak besi pada screwbottle.
.
Menggunakan turnbuckle dan bottlescrew:
§ Jangan gunakan turnbuckle
dengan sebuah hook untuk
menahan beban. (Jangan
menge-las penguat (reinforcing)
atau baja diseberang hook untuk
mencegahnya terbuka).
§ Turnbuckle dengan sebuah clevis
tidak boleh diberi beban dari
samping.
§ Bottlescrew harus mempunyai
lubang-lubang pengamatan yang
memperlihatkan banyaknya uliran
atau drat yang tersisa di dalam

PT Saptaindra Sejati Page 50


Rigging dan Slinging

screwbottle. Jangan gunakan bila lubang-lubang pengamatan


tidak ada atau uliran tidak benar-benar masuk.
§ SWL harus tertera pada turnbuckle dan bottlescrew. Jangan
gunakan bila tidak ada.
§ Periksa uliran atau drat untuk memastikan bahwa mereka dalam
keadaan baik dan tanda SWL berada pada sisi uliran.
§ Kencangkan bottlescrew untuk mencegahnya terlepas dimana
ada kemungkinan terjadinya getaran. Jangan mencoba
mengencangkannya dengan menggunakan mur pengunci
yang tidak akan mencegah bottlescrew terlepas dan memberi
ketegangan lebih pada uliran atau drat.
§ Gunakan hanya mata atau clevis untuk menahan beban.

3.9. Swivel

Swivel mencegah rantai atau tali/tambang dari berputar dan


berurai. Swivel bisa mempunyai dua mata (mata dan mata swivel)
atau mempunyai sebuah mata yang melekat pada sebuah shackle
(clevis dan mata swivel)

Seluruh swivel harus tertera SWL

PT Saptaindra Sejati Page 51


Rigging dan Slinging

3.10. Lever Block / Come-a-long / Lever Hoist

1) Label yang menunjukkan kapasitas


hoist dipasang dengan jelas terbaca.
2) Label pegangan terpasang dan
dapat terlihat dengan jelas.
3) Tanpa beban, posisikan tombol
pengalih ke ´UPµ dan operasikan tuas.
Rem dalam keadaan normal bila
rantai menggulung dengan suara ¶klik·
dari brake pawl pada arah putaran
tuas searah jarum jam dan tanpa
suara ¶klik· pada arah putaran
berlawanan dengan jarum jam.
4) Tanpa beban, posisikan tombol pengalih ke ´1µ dan tarik tombol
netral sehingga rantai beban dapat bergerak dengan leluasa.
Peganglah rantai dengan kedua tangan dan tarik dengan tangan
secara bergantian. Jika rantai bergerak dengan lancar, rantai
bebas yang mengatur mekanisme peralatan adalah normal.
Pastikan tombol netral kembali ke posisi asal.
5) Periksa pengunci pada bagian atas dan bawah hook pada
tempatnya dan dalam kondisi yang baik.
6) Pastik an lubang pada bagian atas dan bawah hook tidak terlalu
lebar, sehingga swivel dapat berputar dan pengunci hook pada
posisinya dan berfungsi secara normal.
7) Periksa kondisi rantai terhadap karat atau keropos berlebihan dan
pelumasan agar rantai tidak kering.
8) Periksa apakah rantai terpasang secara baik dan tidak ada
pilinan/puntiran.
9) Periksa apakah ada mur-mur yang longgar atau hilang dan juga
belahan pin yang hilang.
10)Periksa apakah pegangan tuas terpasang dengan erat.

PT Saptaindra Sejati Page 52


Rigging dan Slinging

3.11. Ringkasan
ü Shackle:
§ SWL atau WLL
§ Keausan maksimum 10%
§ Mengencangkan pin ¼ atau ½ putaran.

ü Klem pelat (plate clamp):


§ Digunakan hanya untuk pengangkatan vertical.
§ Periksa kondisi dari ¶gigi· (jaws) sebelum pemakaian.
§ Tidak digunakan untuk pemakaian peralatan yang terkena
oli atau grease.

ü Chain block:
§ Periksa kondisi chain block secara menyeluruh.
§ Digunakan hanya untuk satu orang.
§ Periksa SWL.

ü Bulldog grip:
§ Jumlah minimum bulldog grip.
§ Jarak antara bulldog grip.
§ U-bolt dipasang pada ujung mati.
§ Pengencangan.

ü Eyebolt :
PT Saptaindra Sejati Page 53
Rigging dan Slinging

§ Diameter ulir minimum 12 mm.


§ Pada pemakaian blind hole digunakan eyebolt dengan
panjang ulir sebesar diameter eyebolt.

ü Wedge Socket:
§ Pada pemasangan tali baja pada socket ujung tali hidup
searah garis lurus dengan socket.

Latihan Soal Topik 3 – Asesoris Peralatan Angkat

1) Sebutkan dua macam shackle.

2) Berapa persen keausan shackle pada pin-nya.

3) Shackle jenis apa yang harus dipakai bila sudut kaki sling lebih dari
60° ?.

4) Apakah beda antara shackle dee dan shackle bow dilihat dari
pemakaian sling?.

5) Sebutkan 2 (dua) macam eyebolt.

6) Eyebolt macam mana yang dianjurkan dipakai untuk pengangkatan


?.
7) Berapa minimum kedalaman ulir eyebolt bila dimasukkan ke dalam
lubang berulir yang tertutup ?.

8) Berapa minimum diameter ulir eyebolt untuk pengangkatan ?.

9) Apakah beda antara eyebolt collar dan eyebolt tidak bercollar ?

10) Gambarkan pengangkatan yang benar untuk dua eyebolt dengan


pemakaian sling.

11) Berapa persen keausan hook, dan berapa persen kerenggangan


bukaan hook rantai ?.

12) Tentukan aturan jarak pemasangan Bulldog grip dan jumlah bulldog
grip yang dipakai, bila diketahui diameter tali baja 16 mm.
Gambarkan cara pemasangan dan urutan pengencangannya.

13) Dimanakah U-bolt dari bulldog grip harus diletakkan di tali baja pada
saat pemasangannya ?.

PT Saptaindra Sejati Page 54


Rigging dan Slinging

Topik 4
MENGHITUNG BERAT BEBAN
[Link] Jenis Benda

Tabel Berat Jenis

Baja lunak 7.840 t/m³

Kayu keras 1,1 t/m³

Air 1 t/m³

Beton 2.4 t/m³

Batu bata 4 kg per biji

Semen 40 kg per karung

Pasir kering 2000 kg/m³

Pasir basah 2300 kg/m³


Agregat Metal
1900 kg/m³
Biru
Drum 205 liter
17 kg
kosong
Papan
7 kg/m·
scaffolding
Perlengkapan
1.5 kg
scaffolding

Pipa scaffold
4.41 kg/m·
(steel)
1 liter air 1 kg

(pada waktu menghitung massa cairan diambil massa air sebagai


perbandingan)

PT Saptaindra Sejati Page 55


Rigging dan Slinging

4.2. Menghitung Luas


Segiempat

Luas segiempat = Panjang x Lebar


= 2 m x 1 m = 2 m²
Lebar 1m

Panjang

2m

Luas segiempat = Panjang x Lebar


=5mx4m
Lebar 4m
= 20 m²

Panjang

5m

Lingkaran

Luas lingkaran = Dia. X Dia. X 0,79


= 1,2 x 1,2 x 0,79
Diameter = 1,137 m²
1,2 m

PT Saptaindra Sejati Page 56


Rigging dan Slinging

4.3. Menghitung Isi

Silinder / Drum

Isi = Dia. x Dia. x 0,79 x Tinggi 1,6m


Isi = 1,6 x 1,6 x 0,79 x 3
Isi = 6,067 m³

3m

Kotak

Isi = Panjang x Lebar x Tinggi


Isi = 3 m x 1 m x 1 m
Isi = 3 m³ 1m

1m
3m

Plat

Isi = Panjang x Lebar x Tebal


Tebal = 0,05 m
Isi = 3 m x 2 m x 0,05 m 2m
Isi = 0,3 m³
3m

PT Saptaindra Sejati Page 57


Rigging dan Slinging

4.4. Menghitung Berat Pipa

Tebal = 0,05 m

Baja lunak
0,6 m

6m

-Hitung keliling lingkaran

K = 3,142 x diameter = 3,142 x 0,6 = 1,88 m 0,6 m

-Hitung isi pipa yang dibelah menjadi plat segiempat

Lebar

Tebal 0,05 m

6m

Isi = Panjang x Lebar x Tebal = 6 m x 1,88 m x 0,05 m

Isi = 0,56 m³

-Hitung berat pipa baja

Berat = Isi x Berat Jenis benda

Berat = 0,56 m³ x 7,84 ton / m³ = 4,39 Ton

PT Saptaindra Sejati Page 58


Rigging dan Slinging

Latihan Soal Topik 4 – Beban dan Pusat Gravitasi

1)
60°

Tebal 0,05 m

beton
0, 5 m

Panjang 1 m

Hitung : - Berat satu pipa beton


- SWL sling untuk pengangkatan tiga pipa beton
- Diameter tali baja
- Diameter rantai

2) Diketahui :
o Pipa terbuat besi baja.
o Panjang pipa = 3 m
o Diameter pipa = 50 cm
o Tebal pipa = 5 cm

Hitung:
Berat pipa besi baja
SWL tali baja yang
diperlukan
Diameter tali baja yang
diperlukan

PT Saptaindra Sejati Page 59


Rigging dan Slinging

Topik 5
PEMAKAIAN PRAKTIS SLING
5.1. Pengangkatan Langsung
Adalah tanggung jawab
setiap rigger untuk
mengarahkan hook crane
atau peralatan angkat tepat
di atas benda yang akan
diangkat. Selalu mengangkat
secara vertical. Jika kait crane
tidak tepat berada di atas
benda, beban akan terayun
bila benda mulai diangkat
dan hal tersebut akan
membahayakan
keselamatan.
Mengayun beban akan mengakibatkan tegangan pada
peralatan angkat dan boom crane khususnya jika beban diayun
dari tepian.

Keseimbangan
Pada kebiasaan umum pengangkatan beban harus dalam
posisi rata bila akan diangkat. Untuk mendapatkan posisi seperti
ini posisi hook alat angkat harus berada di atas pusat gravitasi
beban.
Kaki-kaki sling mendistribusikan sama rata berat beban sesuai
titik angkat yang ada. Sudut yang dibentuk kaki sling dari
peralatan angkat akan membagi beban ke setiap kaki sling.
Jika beban miring maka setiap kaki sling akan menerima beban
yang tidak sama rata.
Pada beban yang diangkat dengan banyak kaki sling
diperhitungkan hanya pada kaki sling yang menanggung
beban pada kasus ini hanya dua kaki sling.

Kestabilan
Pada kasus ini kestabilan berarti ¶tahanan terhadap terguling·.
Sebuah benda dengan dasar yang berbentuk sempit dan lokasi
titik pusat gravitasi cukup tinggi hanya memerlukan sedikit daya
untuk mendorongnya agar terguling dibandingkan

PT Saptaindra Sejati Page 60


Rigging dan Slinging

menggulingkan benda dengan dasar lebar dan titik pusat


gravitasi rendah dari dasar/lantai.
Bila sebuah benda mempunyai titik pusat gravitasi bertambah
tinggi terhadap dasar lantai akan mudah terguling kecuali
ditambahkan penyangga tambahan. Semakin mudah suatu
benda terguling maka semakin kuat penyangga yang
dibutuhkan untuk menahannya.
Suatu kondisi yang sama terjadi pada suatu benda dimana
gaya yang menyebabkan terguling antara lain tidak selalu
ditemui (contoh: angin, gaya percepatan, gaya pengereman).
Dari situasi tersebut dapat disimpulkan bahwa harus
diperhitungkan gaya diluar berat benda itu sendiri yang
menyebabkan benda terguling.

[Link] Praktis Sling Yang Benar


Pemakaian sling untuk pengangkatan
yang benar dan aman tidak cukup
hanya dipelajari dari peraturan yang
ada. Seorang rigger harus belajar dari
praktek sehari-hari dan pengalaman
yang panjang.
Pada kasus ini dipelajari bagian
mengenai prinsip dasar dan sekilas
mengenai beberapa bagian yang
umum terjadi kesalahan yang harus
dihindari.

Tip Loading of Hooks


Bagian hook yang digunakan untuk
pengangkatan hanya pada bagian
cekungannya (bowl). Pemakai harus
memastikan bahwa posisi hook yang
dipasangkan pada peralatan angkat
dapat bergerak bebas pada titik
angkatnya agar berat dari beban dapat
dipusatkan pada cekungan (bowl) dari
hook.

Memaksakan ujung hook masuk ke lubang


titik angkat yang tidak cukup menampung
seluruh hook akan mengakibatkan ujung
hook akan mengalami gaya atau
tegangan dimana dapat terjadi deformasi

PT Saptaindra Sejati Page 61


Rigging dan Slinging

atau regangan dari bukaan hook itu sendiri.

Pemakaian Salah Hook Pemendek Rantai


Pada keadaan ini pastikan rantai yang menanggung beban
selalu berada pada posisi di bagian bawah seperti pada
gambar di atas. Jika hal tersebut terbalik dimana rantai yang
menanggung beban ada di bagian atas maka akan berakibat
hook pemendek rantai akan terlepas dan beban akan jatuh.
Mengikat dan Membuat Simpul Rantai
Rantai dibuat untuk digunakan dimana beban berada pada
posisi lurus dengan mata rantai yang menanggung beban.
Rantai yang terpuntir, tersimpul tidak
akan dapat menanggung penuh
sebuah beban dengan kondisi
maksimal dan akan berakibat beban
lepas atau rantai putus.
Pemakai rantai harus melepas rantai
yang terikat terlebih dahulu sebelum
melakukan pengangkatan dan tidak
diperbolehkan membuat simpul pada
rantai. Jika diperlukan untuk
memperpendek rantai maka hook
pemendek rantai harus digunakan.
Rantai tidak dapat menerima beban
melalui mata rantai seperti tepian
tajam dari suatu benda, harus
digunakan kayu (atau material lain)
untuk alas.

Kestabilan Beban
Seorang rigger sebelum
melaksanakan pengangkatan harus
mengetahui berat beban dan letak
titik pusat gravitasi kemudian
memasang sling dimana posisi dari
pusat gravitasi berada di bawah titik
angkat. Untuk memastikan apakah
sling sudah terpasang dengan baik
lakukan pengangkatan sedikit di atas
tanah, jika beban goyang atau tidak
stabil posisi pengikatan harus
diperbaiki.

PT Saptaindra Sejati Page 62


Rigging dan Slinging

PERHATIAN: MEMUKUL MATA SLING BERBAHAYA.


Ada anggapan bahwa sling yang diikatkan dengan cara jerat
(choke hitch) dapat dibuat lebih kuat/erat dengan cara
memukul mata sling agar ikatan lebih kencang dan rapat
dengan beban. Kondisi seperti ini berbahaya disebut ¶memukul
mata sling·. Sudut yang dibentuk ikatan harus dibentuk dari
sudut alami tidak melebihi 120º.

Penyimpanan Sling
Jika pengangkatan telah selesai sling
harus dipindahkan dari hook crane dan
disimpan di tempat yang semestinya di
rak gantung. Sling tidak boleh
diletakkan di lantai dimana dapat
berakibat berkarat atau kerusakan
mekanis.

5.3. Penanganan Umum


Gunakan lapisan pelindung atau
packing untuk melindungi sling dari
benda yang bertepi / bersudut
tajam. Hal ini akan memperpanjang
umur dari sling. Pastikan packing
terlindung agar hal tersebut tidak
berakibat tergelincir ketika sling
mulai melentur. Peralatan
permesinan, kotak material dan
container bahan bakar harus
mempunyai label SWL yang jelas. Semua material yang
cenderung berbahaya harus dibungkus
untuk menghindarkan dari kontaminasi.
Banyak terjadi kecelakaan serius terjadi
ketika packing atau pembungkus material
tersebut dilepaskan.

Contoh:
Plasterboard harus dipacking sedemikian rupa
untuk menghindari terlepasnya
plasterboard karena hembusan angin.
Mengangkat pipa, metal atau kayu harus
dililitkan (strapped) sebelum memulai mengangkat.
Spreader (perata beban) dianjurkan dipakai pada
pengangkatan kayu, pipa atau baja. Jika tidak tersedia

PT Saptaindra Sejati Page 63


Rigging dan Slinging

spreader dapat dililitkan sling seputar beban sebelum


mengangkatnya.
Jangan menghentakkan mata sling pada ujung kait, hal ini akan
mengurangi SWL sling dan merusakkan sling itu sendiri.

Baja Struktur

Pada waktu mengangkut baja struktur (balok universal, balok


baja) dengan menggunakan truk harus dipakai paku
penghambat (restraining spikes) untuk menghindarkan dari
tergelincirnya baja tersebut. Melepaskan rantai pengikat baja
atau sabuk pengikat akan sangat berbahaya. Baja struktur akan
sangat berbahaya. Apabila material tiba di lapangan periksa
sekeliling truk dan periksa apakah baja tergeser dari posisinya.
Banyak kecelakaan terjadi akibat
rantai pengikat dilepas dari balok
baja tersebut. Balok baja (deep
beam) yang berbentuk sempit pada
lebar dan panjang pada ukuran
tingginya akan berakibat tidak stabil
serta mengakibatkan kecelakaan.
Biasakan untuk mengangkat baja
pada posisi yang seimbang. Jangan
mengangkat pada posisi tegak atau
miring. Selalu memperkuat ikatan
pada posisi memanjang agar tidak
mengakibatkan baja terjatuh
terutama pada posisi miring. Apabila
benda mulai terangkat jauhkan
tangan darinya, tegangan tarik akan terjadi begitu benda
terangkat.

PT Saptaindra Sejati Page 64


Rigging dan Slinging

Benda yang Mudah Terlepas

Dianjurkan untuk memakai kotak penyimpan yang berlabelkan


SWL apabila melakukan pengangkatan pada benda yang
bersifat mudah terlepas misalnya klem scaffolding.
Jangan mengangkat beban ini sampai berkapasitas 200 liter
drum karena: drum ini tidak mempunyai angka kapasitas angkat
tertentu.
§ Hal ini tidak memungkinkan untuk mengetahui kapasitas
angkat drum tersebut karena drum digunakan untuk
menyimpan cairan.
§ Lubang yang dibuat pada di tepian drum yang digunakan
untuk mengaitkan beban akan mudah terlepas karena
beban yang diangkat.
§ Tepian yang tajam akan mengikis atau memotong sling itu
sendiri.

Kotak Sampah
Pada waktu mengangkat kotak sampah dianjurkan memakai
peralatan angkat yang berlabelkan SWL. Kotak sampah yang
berlebihan muatannya seharusnya tidak diangkat, karena
apabila dipaksakan akan mengakibatkan muatan tumpah,
khususnya pada saat angin bertiup kencang. Pengangkatan
kotak sampah dianjurkan memakai sling berkaki empat (four-
legged sling). Untuk merebahkan kotak, lepaskan dua sling di
depan dan angkat bagian belakang dengan dua sling
berikutnya. Jangan berdiri di belakang kotak ketika
menuangkan isi kotak. Hal itu dapat berakibat kotak terayun
seketika saat terangkat.

Pengangkatan Plat Baja


Plat baja dapat diangkat
menggunakan :
§ Plat klem (plate clamps) yang
berfungsi untuk meningkatkan
daya angkat saat plat mulai
terangkat naik.
§ Hook atau shackle digunakan
bila terdapat lubang angkat
pada plat.
PT Saptaindra Sejati Page 65
Rigging dan Slinging

Jangan menggunakan plat klem buatan sendiri (home-made)


atau klem tiruan dari produsen. Ingatlah plat baja dapat
melukai atau menghilangkan nyawa seseorang. Gunakan balok
angkat (spreader beam) jika sudut antara kaki-kaki sling lebih
dari 60º. Plat baja diangkat secara tegak lurus atau mendatar.

Pengangkatan Horisontal
Pada saat pengangkatan plat baja secara horizontal dianjurkan
dipakai paling sedikit empat buah klem plat dan sebuah balok
angkat (spreader beam). Pergunakan juga klem plat dengan
cara yang benar. Pengangkatan plat baja tipis gunakan balok
angkat untuk menghindari bahaya ayunan, lendutan dan
getaran.

Pengangkatan Vertikal
Pada saat pengangkatan vertikal gunakan klem plat yang
sesuai apabila sling tidak dapat didudukkan pada plat dan
tidak terdapat lubang angkat pada plat itu. Akan menyulitkan
untuk melepas sling apabila plat disimpan pada posisi vertikal
atau posisi tertekuk.
Pada waktu plat menyentuh dasar lantai dan tegangan
PT Saptaindra Sejati Page 66
Rigging dan Slinging

dilepaskan dari sling, dapat berakibat kaitan tunggal yang


duduk pada plat akan terlepas dan plat lepas tak terkendali.
Untuk menghindari ini, saat mengangkat gunakan kaitan yang
disambungkan melalui ring ke bagian pendek dari rantai
shackle lalu tersambung ke plat klem.
Selalu periksa dan antisipasi terhadap tegangan yang tersisa
pada sling saat plat mulai diletakkan di tempatnya.

Pallet
Berbagai macam beban ditanggung oleh pallet. Sebelum pallet
mulai diangkat periksa terhadap:
- Kondisi pallet
- Beban pada posisi yang benar untuk menghindari jatuh
- Beban terikat pada sling dengan benar.
SWL akan berkurang secara bertahap apabila terdapat bagian
kayu dari pallet yang hilang atau kerusakan lain. Beberapa
pallet difungsikan hanya untuk pengepakan barang bukan
untuk mengangkat barang.
Untuk mengangkat barang pada pallet yang rusak, angkat
terlebih dulu barang dari pallet rusak tersebut dan letakkan
kembali barang di pallet yang baru. Kemudian turunkan barang
dan dudukkan sling lalu pindahkan barang ke tempat yang
diinginkan.

Pengecoran Beton
Pada saat menuang beton dari bejana ke dalam cetakan
beton atau bekisting sebarkan beton merata ke dalamnya.
Menuang beton sekaligus dapat berakibat kelebihan beban
pada cetakan beton juga terlalu berlebihan beban yang
diangkat pekerja dan peralatan getar beton. Cetakan beton
hanya berfungsi untuk meratakan beton ke seluruh sudut
cetakan. Pastikan beton dituang secara bertahap. Menuang
beton secara tiba-tiba dari bejana yang terdapat di crane
bergerak berakibat ¶ayunan balik· (whip back) dari bejana
yang terayun membahayakan.

Memutarbalikkan Beban
Pada saat memutarbalikkan beban misalnya balok baja, sling
harus di kaitkan pada sisi beban yang akan diangkat. Hal ini
untuk memastikan bahwa sling mengangkat beban segaris lurus
di pusat gravitasi beban saat pada posisi diagonal atau mulai

PT Saptaindra Sejati Page 67


Rigging dan Slinging

terguling. Hal tersebut sebagai


contoh sederhana untuk
pertama kali memutar beban
dan mengontrol posisi beban.
Pasang sling pada beban lalu
bila beban mulai diturunkan
simpul akan mengencang
sebanding dengan tarikan
pada mata sling.
Benda yang berbentuk
memanjang dengan lebar
yang sempit misalnya balok baja mempunyai titik pusat gravitasi
yang panjang diukur dari dasar
balok ketika pada posisi berdiri
di bagian flens-nya.
Contoh: saat seorang rigger
mulai memutar sling untuk
memutar balok baja (atau
benda lain) balok akan
tergeletak dan memutar roboh
dengan cepat dan dapat
mengakibatkan sling putus.

Peralatan yang Rusak


Bagi alasan keselamatan, equipment lifting (pengangkatan)
yang rusak parah tidak boleh digunakan untuk tujuan lifting.
Item-item seperti chain block, winches, hoist's clan overhead
cranes yang telah mengalami kerusakan clan tidak berfungsi
lagi mesti dibuang atau tidak digunakan lagi. Anda harus
memberitahu supervisor anda tentang hal tersebut agar bisa
dilaksanakan perbaikan.
Tempatkan "Danger tag" ditempat yang dianggap perillo Slings,
chains, shackles, dan lain-lain hams di-inspeksi oleh rigger
berpengalaman untuk mengetahui kondisinya. Mereka hams
dihancurkan dan dibuang jika mereka tidak aman untuk
digunakan.
Jangan tempatkan peralatan rusak ke store lagi dimana
kemungkinan digunakan oleh seseorang yang tidak menyadari
akan bahaya.

PT Saptaindra Sejati Page 68


Rigging dan Slinging

Perlindungan Sling
Melindungi sling dari sudut yang tajam adalah penting. Lekukan
dan sudut tajam mengurangi kapasitas sling.
Material yang terbungkus bisa terdiri dari kayu, potongan pipa
(lihat garnbar dibawah), karet (seperti ban bekas atau belt
conveyor bekas) atau bahan lain yang sesuai.
Bantalan / alas sudut mencegah sling dan bengkok atau
terpotong akibat sudut yang tajam.

PT Saptaindra Sejati Page 69


Rigging dan Slinging

Pilin dan Simpul


Tidak dibenarkan dalarn keadaan bagaimanapun juga untuk
mengikat dengan simpul sling dan rantai. Simpul mengurangi
kapasitas sling dan rantai dan merupakan cara kerja yang
sangat tidak baik.
Memilin dan menyimpul bisa menyebabkan kerusakan yang
serius terhadap equipment lifting (pengangkatan).

Beban Tergantung
Jangan berdiri dibawah beban yang sedang tergantung.
Gunakan tag line untuk mengontrol beban jika akan diangkat
diatas ketinggian dimana beban bisa anda kontrol dengan
tangan.
Jangan biarkan orang
lewat atau berdiri dibawah
beban yang tergantung.
Jika anda harus bekerja
dibawah beban, pastikan
anda di-support/lindungi,
seperti dengan kayu atau
support baja yang mampu
menahan keseluruhan
beban.
Kecelakaan rigging bisa
terjadi, jadi laksanakan
dengan aman dan tetap
menjauh, saat
mengangkat beban.

PT Saptaindra Sejati Page 70


Rigging dan Slinging

Cara Kerja yang Berbahaya


Pekerjaan rigging work bisa menjadi berbahaya dikarenakan
salah satu atau lebih alasan berikut dibawah ini:
§ Kurang pengetahuan dan pengalaman.
§ Gagal menjaga pekerjaan dan ingin memburu pekerjaan.
§ Tidak merencanakan semua bagian pekerjaan secara teliti.
§ Menggunakan equipment rusak atau kapasitas yang tidak
mencukupi.
§ Lalai saat anda hams memusatkan perhatian.
§ Mencegah kecelakaan sebelum terjadi.
§ Jangan ambil resiko.
§ Jangan membiarkan orang lain bekerja dalam bahaya

5.4. Penumpukan
Pada saat pemindahan barang telah selesai, pastikan material
telah terlindung dan ditumpuk dengan aman.
Pada penumpukan material harap diperhatikan:
§ Jauhkan dari peralatan permesinan yang dapat
merobohkan tumpukan barang.
§ Berikan jalan lewat bagi orang, forklift, crane, kereta barang
dll.
§ Berikan jarak pada sling dan barang , untuk dapat
dilepaskan, agar tidak terjepit pada saat barang mulai
ditumpuk pada tempatnya
§ Berikan jalan lewat bagi pemadam kebakaran dan unit
gawat darurat lain.

PT Saptaindra Sejati Page 71


Rigging dan Slinging

Sebelum menumpuk barang diperiksa terlebih dulu terhadap


kestabilan dasar lantai, kerataan dasar lantai dan kemungkinan
tergenang air atau banjir saat datang hujan. Jika hujan lebat
datang periksa dasar lantai terhadap kemungkinan tersebut.
Jika dasar lantai tidak rata pastikan tumpukan diganjal untuk
mendapatkan keseimbangan yang cukup aman.
Pada saat tumpukan dipindahkan periksa dasar lantai terhadap
kemungkinan tidak seimbang sebelum meletakkan tumpukan
lain di posisi yang sama.

Jarak (Clearance)
Pemberian jarak yang aman diperhatikan terhadap:
§ Tidak kurang dari 3 meter dari jalur kereta api.
§ Tidak kurang dari 3,5 meter dari jalur truk.
§ Tidak kurang dari 1 meter dari jalur lewat orang.
§ Tidak kurang dari 1,5 meter dari jalur untuk operator crane
berjalan (overhead traveling crane).
Pergunakan panca indera anda. Dianjurkan untuk diperhatikan
tersedianya jalur lalu lintas lapangan dan jalur lintasan untuk
darurat.

Penumpukan Plat Baja


Pada penumpukan plat baja
diperhatikan terhadap posisi
penumpukan bersilangan
(stagger) dengan lebar tidak
kurang dari 0,75 meter pada
satu tumpukan untuk
mempermudah
pengangkatan.
Pada saat pengangkatan plat
dari rak, plat dapat terayun (dapat melukai seseorang) bila
crane mulai mengangkatnya. Pergunakan lapisan pelindung
(packing) yang cukup dan plat klem untuk menghindari
kemungkinan kecelakaan. Jangan mengangkat plat dari rak
jika seseorang masih di dalam rak pada situasi apapun.

Penumpukan Gulungan Baja, Koil dan Benda Bundar


Lain
Pada penumpukan benda bersifat bundar harus diberi ganjalan
atau tumpuan untuk menghindari tergelincir.

PT Saptaindra Sejati Page 72


Rigging dan Slinging

Penumpukan Kayu
Pada penumpukan kayu pada
sisi pendek dari kayu
ditempatkan lapisan lain pada
sudut-sudutnya. Lapisan
tersebut disebut ganjal
(pigstying)
Ikatan kayu harus diikat dan
diganjal dibawah dan diantara
setiap ikatan. Ketika tumpukan
mulai meninggi, tumpukan
harus pada posisi lurus dan
terletak pada posisi yang seimbang di dasarnya. Periksa setiap
tumpukan yang bergoyang terutama setelah hujan turun.
Siapkan tangga untuk jalan naik turun di tumpukan. Untuk
menghindari tumpukan yang terlalu tinggi dan tidak stabil, ikat
setiap tumpukan dalam satu ikatan yang terkunci.

PT Saptaindra Sejati Page 73


Rigging dan Slinging

HAND SIGNALS

PT Saptaindra Sejati Page 74


Rigging dan Slinging

PT Saptaindra Sejati Page 75


Rigging dan Slinging

Latihan Soal Topik 5 – Pemakaian Praktis Sling

1. Mengapa pada pengangkatan beban tidak boleh terjadi beban


efektif atau terayun ?.

2. Mengapa posisi hook alat angkat harus berada di atas titik pusat
gravitasi benda dan tidak boleh berada di bawahnya ?.

3. Apakah syarat sebelum dilakukan pengangkatan agar benda stabil


sewaktu diangkat ?.

4. Jelaskan mengapa titik pusat gravitasi benda yang jauh dari tanah /
lantai lebih mudah terguling.

5. Mengapa tidak diijinkan menggunakan ujung dari hook untuk


pengangkatan ?.

6. Apakah dibenarkan melakukan pemukulan mata sling untuk


mempererat ikatan pada beban ?. Alasannya ?

7. Apakah plat klem diijinkan untuk dipakai mengangkat lebih dari satu
plat?. Bila tidak apakah alasannya ?.

PT Saptaindra Sejati Page 76

Common questions

Didukung oleh AI

Simpul Bowline digunakan karena tidak mudah kusut atau lepas di bawah beban, dengan efisiensi sekitar 50%. Running Bowline membentuk ikatan jenis jerat (choker) dan juga memiliki efisiensi 50%, menjadikannya berguna dalam aplikasi yang memerlukan keamanan tambahan .

Tali fiber natural, seperti manila, tidak umum digunakan untuk pengangkatan karena tidak memiliki kekuatan seperti tali baja. Tali ini sebaiknya disimpan dengan posisi digantung, di tempat yang bersih, kering, dan berventilasi baik untuk melindungi dari api, suhu berlebihan, dan zat kimia .

Untuk menentukan jarak pemeriksaan, kalikan diameter tali baja dengan 8. Maksimal lilitan yang rusak dihitung dengan mengalikan jumlah untaian, jumlah lilitan, dan 10%, mengindikasikan bahwa ketika jumlah lilitan yang rusak melebihi jumlah tersebut, tali baja dianggap tidak layak dipakai .

Simpan sling di rak gantung untuk menghindari kerusakan mekanis dan korosi. Meletakkannya di lantai bisa menyebabkan sling mudah berkarat atau rusak akibat faktor lingkungan, memperpendek umur guna sling tersebut .

Pastikan sling tidak terpuntir atau mengalami simpul, dan dipasang dengan aman pada beban. Kapasitas aman ditentukan oleh berat, bentuk beban, tipe peralatan, dan faktor sudut ikatan. Setiap sling harus cukup kuat dan beban dalam posisi tegak lurus selama pengangkatan .

Pemahaman sinyal tangan penting untuk mencegah kecelakaan akibat miskomunikasi selama pengangkatan. Sinyal hanya boleh diberikan oleh orang yang menangani pengangkatan beban untuk mengarahkan operator dengan tepat .

Arah ikatan Lang's Lay digunakan untuk mencegah putaran atau rotasi, seperti pada luffing, dengan cara mengikatkan kedua ujung tali baja. Meskipun efektif dalam mengatasi rotasi, jenis ikatan ini tidak dapat digunakan untuk pengangkatan beban karena tidak memenuhi kriteria keselamatan pengangkatan .

Faktor-faktor yang dapat menyebabkan kerusakan tali baja meliputi gesekan, karat, kelenturan akibat beban berlebihan, dan kerusakan mekanis. Langkah inspeksi yang disarankan termasuk memeriksa konstruksi, arah ikatan, gejala lentur atau memanjang, dan keseluruhan kondisi tali .

Ketahui berat dan pusat gravitasi beban agar posisi sling tepat. Awali pengangkatan sedikit di atas tanah untuk memeriksa stabilitas beban. Jika goyang, sesuaikan posisi sling dari pusat gravitasi sebelum mengangkat lebih tinggi .

Bahan sintetis lebih kuat dari fiber natural, membuatnya lebih cocok untuk beban berat. Namun, sintesis tali lebih licin untuk digenggam, membuatnya sulit untuk ikatan dimana kelemahan ini menjadi kendala operasional .

Anda mungkin juga menyukai