OLEUM
BY : APT. EHYA MOTHIEK, [Link]
PENGERTIAN
• Oleum atau minyak adalah asam sulfat yg mempunyai kadar belerang
trioksida sangat tinggi; asam sulfat berasap
• Oleum terbagi menjadi 2 :
• Oleum Pinguia atau minyak lemak adalah senyawa asam lemak bersuhu tinggi
dengan gliserin (gliserida asam lemak bersuhu tinggi), diperoleh dengan jalan
pemerasan
• Oleum Volatilia atau minyak atsiri / minyak menguap / minyak terbang adalah
campuran bahan-bahan berbau keras yang menguap, yang diperoleh dengan cara
penyulingan atau pemerasan simplisia segar maupun secara sintesis, diperoleh
dari tumbuh-tumbuhan
CARA-CARA MENDAPATKAN
MINYAK LEMAK
Diperas pada
suhu biasa, Diperas pada
misalnya: suhu panas,
oleum misalnya:
arachidis, oleum cacao,
oleum olivae, oleum cocos
oleum ricini
SYARAT-SYARAT UNTUK
MINYAK LEMAK
Harus jernih, Yang cair harus jernih, begitupun yang padat sesudah
dihangatkan (diatas suhu leburnya)tidak boleh berbau tengik
Kecuali dinyatakan lain harus larut dalam segala perbandingan dalam
CHCL3, Eter, dan Eter minyak tanah
Harus memenuhi syarat-syarat minyak mineral, minyak harsa dan
minyak-minyak asing lainnya, senyawa belerang dan logam berat
Cara Identifikasi
Pada kertas saring meninggalkan
noda lemak
OLEUM ANISI
• Nama lain : Minyak adasmanis, Anise oil, Assentia anisi
• Nama tanaman asal : Pimpinella anisum (L.) atau verum (Hook.f)
• Keluarga : Apiaceae
• Zat berkhasiat utama : Anetol, metilkhavikol (isomer dari anetol), anisaldehida &
terpen
• Penggunaan : Obat batuk, perangsang peristaltik pada mulas
• Pemerian : Cairan tidak berwarna/kuning pucat, membias cahaya dengan kuat, bau
khas aromatik, rasa agak manis, jika sejuk menghablur
• Cara memperoleh : Minyak atsiri yang diperoleh dengan penyulingan uap buah yang
masak
• Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat, terisi penuh, terlindung dari cahaya,
jika menghablur sebelum digunakan harus dipanaskan hingga mencair
OLEUM AURANTII
• Nama lain : Minyak jeruk manis
• Nama tanaman asal : Citrus sinensis (L.)
• Keluarga : Rutaceae
• Zat berkhasiat utama : d-limonen, campuran sitral, sitronelal
• Persyaratan kadar : Kadar aldehida tidak kurang dari 1,0% dan tidak lebih dari 3,0%
• Penggunaan : Obat bronkhitis menahun, aromatika
• Pemerian : Cairan kuning muda/coklat kekuningan, bau khas aromatik, rasa khas
• Cara memperoleh : Minyak atsiri yang dikandung diperoleh dengan pemerasan kulit
buah terluar yang masak & segar
• Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat
CARA PEMBUATAN OLEUM AURANTII
• Kulit buah diperas dengan tangan diantara bunga karang,
Cara Sisilia
minyak yang menyerap dalam bunga karang dikumpulkan
• Kulit buah diguling-gulingkan dalam tong berduri, minyak
Cara Perancis
yang keluar dari luka-luka kulit buah dikumpulkan
• Kulit digaruk dengan sendok tajam, minyak yang
Cara Guinea
terkumpul pada sendok ditaruh dalam panci
• Seluruh buah diperas, dipusingkan sehingga terpisah
Cara Kalifornia
bagian padat, bagian air jeruk & bagian minyak
Cara lain yang tidak • Buah diparut kulitnya/kulit buahnya digiling antara 2
khusus silinder
OLEUM CACAO
• Nama lain : Lemak coklat
• Nama tanaman asal : Theobroma cacao (L.)
• Keluarga : Sterculiaceae
• Zat berkhasiat utama : Sebagian besar gliserida dari asam stearat, asam palmitat, asam
oleat & asam laurat. Terdapat pula sejumlah kecil gliserida & asam arakhidat, asam
linoleat, asam formiat, asam asetat & asam butirat
• Penggunaan : Bahan tambahan dalam sediaan kosmetik, dan suppositoria
• Pemerian : Lemak padat, warna putih kekuningan, bau khas aromatik, rasa khas lemah,
agak rapuh pada suhu 250C menjadi lunak/mencair
• Cara memperoleh : Lemak yang diperoleh denggan pemerasan panas biji yang telah
dihilangkan kulit bijinya & telah dipanggang, digiling dengan penambahan natrium
karbonat lalu diperas selagi masih panas
• Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat
OLEUM CAJUPUTI
• Nama lain : Minyak kayu putih
• Nama tanaman asal : Melaleuca leucadendra (L.) dan Melaleuca minor (Sm.)
• Keluarga : Myrtaceae
• Zat berkhasiat utama : Minyak atsiri yang mengandung sineol (kayuputol), terpinol
bebas/sebagai ester dengan asam cuka, asam mentega, asam valerat
• Persyaratan kadar : Kadar sineol tidak kurang dari 50% dan tidak lebih dari 65%
• Penggunaan : Sebagai obat gosok pada sakit encok & rasa nyeri lainnya, kadang-kadang untuk
obat batuk
• Pemerian : Cairan tidak berwarna, berwarna kuning/hijau, bau khas aromatik, rasa pahit
• Cara memperoleh : Minyak atsiri yang dikandung diperoleh dengan penyulingan uap daun &
ranting/penyulingan air
• Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat
OLEUM CANANGA
• Nama lain : Minyak kenanga
• Nama tanaman asal : Canangium odoratum (Hook & Thoms)
• Keluarga : Anonaceae
• Zat berkhasiat utama : Alkohol dengan ester (metil-benzoat, linalool, terpineol )
• Penggunaan : Zat tambahan – parfum
• Pemerian : Minyak cair warna kuning muda, bau khas, sangat harum
• Cara memperoleh : Penyulingan uap bunga yang segar dan belum mekar
• Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat
OLEUM CARYOPHYLLI
• Nama lain : Minyak cengkeh, Clove oil
• Nama tanaman asal : Eugenia caryophyliata (Sreng)
• Keluarga : Myrtaceae
• Zat berkhasiat utama : Egenol, asetilegenol, kariofilen
• Penggunaan : Obat sakit gigi, obat mulas, kadang untuk obat batuk
• Pemerian : Minyak cair yang baru disuling, tidak berwarna atau kuning pucat, jika
disimpan atau kena udara warna makin tua dan makin kental, bau dan rasa seperti
cengkeh
• Cara memperoleh : Minyak atsiri diperoleh dengan penyulingan air atau
penyulingan uap dari kuncup bunga yang telah dikeringkan
• Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat, terisi penuh, terlindung dari cahaya
OLEUM CINNAMOMI
• Nama lain : Minyak kayumanis, Oleum ciaoi
• Nama tanaman asal : Cinnamomum zeylanicum (BI)
• Keluarga : Lauraceae
• Zat berkhasiat utama : Sinamilaldehida, egenol, felandren
• Persyaratan Kadar : Kadar aldehida jumlah dihitung sebagai sinamilaldehida 60,0 % – 75,0 %
• Penggunaan : Obat gosok, obat mulas, pengawet sediaan syrup
• Pemerian : Cairan warna kuning atau merah kecoklatan, bau dan rasa khas
• Cara memperoleh : Minyak atsiri diperoleh dengan penyulingan air atau penyulingan uap
kulit batang dan kulit cabang
• Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat, terisi penuh, terlindung dari cahaya, di tempat
sejuk
OLEUM CITRI
• Nama lain : Minyak jeruk, Lemon oil
• Nama tanaman asal : Citrus lemon (L.)
• Keluarga : Rutaceae
• Zat berkhasiat utama : Sitral, d–limonene dan felandren
• Persyaratan Kadar : Kadar aldehida jumlah dihitung sebagai sitral tidak kurang dari 3,5 %
• Penggunaan : Obat batuk,perangsang peristaltik pada mulas, bahan pewangi
• Pemerian : Cairan warna kuning pucat atau kuning kehijauan, bau khas aromatik, rasa
pedas dan agak pahit
• Cara memperoleh : Minyak atsiri diperoleh dengan cara pemerasan perikarp segar yang
masak atau hampir masak
• Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat, terisi penuh, terlindung dari cahaya, di
tempat sejuk
OLEUM CITRONELLAE
• Nama lain : Minyak sereh
• Nama tanaman asal : Cymbopogon nardus (Rendle), Cymbopogon Winterianus
(Jowitt) atau varietas dan hibrida dari kedua spesies tersebut
• Keluarga : Poaceae
• Zat berkhasiat utama : Geraniol dan sitronelal, terdapat pula metilheptanon, terpen-
terpen, terpenalkohol & asam-asam organik
• Persyaratan Kadar : Kadar eugenol 85,0% - 90,0%
• Penggunaan : Aromatika & penghalau serangga karena mengandung metil heptanon
• Pemerian : Cairan warna kuning pucat sampai kuning tua, bau khas enak
• Cara memperoleh : Minyak atsiri diperoleh dengan penyulingan uap daun
• Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat, terisi penuh, terlindung dari cahaya
OLEUM COCOS
• Nama lain : Minyak kelapa, Coconut oil
• Nama tanaman asal : Cocos nucifera
• Keluarga : Palmae
• Zat berkhasiat utama : Minyak lemak gliserida dari asam laurat, asam miristinat,
asam kaprilat, asam oleat, asam palmitat, asam kaprat, asam stearat, asam kaproat
• Penggunaan : Untuk bahan dasar membuat salep, shampoo, sabun yang dapat
dipakai untuk mencuci denganair laut/air yang kadar kalsiumnya tinggi
• Pemerian : Cairan jernih, tidak berwarna atau kuning pucat, bau khas tidak tengik
• Cara memperoleh : Minyak kelapa yang diperoleh dengan pemerasan panas
endosperm yang dikeringkan
• Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat, terlindung dari cahaya, ditempat sejuk
CARA PEMBUATAN OLEUM COCOS
Oleum Cocos
• Kopra (daging buah kelapa yang telah dikeringkan, mengandung minyak lemak
60 – 65 % dan air tidak boleh lebih dari 8 %) yang telah dipanaskan, diperas
dengan tekanan 600 – 800 kg/cm2. Minyak yang keluar didiamkan beberapa lama
agar kotoran-kotoran yang padat dapat mengendap. Kemudian dimurnikan secara
dikocok dengan larutan kaustik soda encer dan dipanaskan dengan air panas,
diputihkan dengan norit, disaring, dihilangkan baunya dalam hampa tinggi
dengan uap air yang sangat panas
Oleum Cococs Purum
• Oleum cocos yang dimurnikan dengan cara suling bertingkat, diperoleh dari
endosperma Cocos Nucifera yang telah dikeringkan terdiri dari campuran
trigliserida yang mengandung asam lemak jenuh dengan rantai atom karbon
pendek dan sedang terutama asam oktanoat dan asam dekanoat
OLEUM EUCALYPTI
• Nama lain : Minyak ekaliptus
• Nama tanaman asal : Eucalyptus globullus (Labill)
• Keluarga : Myrtaceae
• Zat berkhasiat utama : Ekaliptol (= sineol ) terdapat pula pinem dan terpen-terpen
• Penggunaan : Germisida, antitussiva, antiseptika saluran pernafasan
• Pemerian : Bau dan rasa khas aromatik
• Cara memperoleh : Minyak atsiri yang diperoleh dengan penyulingan uap daun-
daun yang segar
• Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat
OLEUM FOENICULI
• Nama lain : Minyak adas
• Nama tanaman asal : Foeniculum vulgare (Mill.l)
• Keluarga : Apiaceae
• Zat berkhasiat utama : Anetol, zat pahit fenkhon
• Penggunaan : Obat gosok gigi, obat mulas untuk anak-anak, karminativanya lemah,
terbanyak dipakai sebagai bahan pewangi Aqua Foeniculi (F.I. Ed.I)
• Pemerian : Bau dan rasa kha
• Cara memperoleh : Minyak atsiri yang diperoleh dengan penyulingan uap buah-
buah yang masak
• Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik
OLEUM IECORIS ASELLI
• Nama lain : Minyak ikan, oleum morrhuae. Codliver oil
• Nama tanaman asal : Gadus callarias
• Keluarga : Gadidae
• Zat berkhasiat utama : Vitamin A dan D, Gliserida tripalmitat dan tristearat, kolesterol,
gliserida dan asam-asam tidak jenuh, yang disebut asam morrhuat, berupa campuran
berbagai asam : asam yakoleat, asam terapiat, asam aselat, asam gadinat, yodium, basa-
basa aselin dan morrhuin. Unsur-unsur : Cl, Br, S, P dan Fe sebagai senyawa organik
• Penggunaan : Sumber vitamin A tidak kurang daro 600 S.I tiap gram & sumber vitamin D
tidak kurang dari 80 S.I tiap gram. Bahan dasar salep
• Pemerian : Cairan warna kuning, pucat, bau khas agak amis, tidak tengik, rasa khas
• Cara memperoleh : Minyak lemak yang diperoleh dari hati ikan segar yang tersimpan
baik, dimurnikan dengan penyaringan pada suhu 00C
• Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat, terisi penuh, terlindung dari cahaya
OLEUM MAYDIS
• Nama lain : Minyak jagung
• Nama tanaman asal : Zea mays (L.)
• Keluarga : Poaceae
• Zat berkhasiat utama : Gliserida
• Penggunaan : Zat tambahan, pengganti minyak lemak bagi pasien yang tinggi kadar
kolesterolnya
• Pemerian : Cairan warna kuning muda sampai kuning emas, bau & rasa lemah khas
• Cara memperoleh : Minyak lemak diperoleh dari embrio/biji, kemudian dimurnikan
• Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat, terisi penuh, terlindung dari cahaya
OLEUM MENTHAE PIPERITAE
• Nama lain : Minyak permen, Peppermint oil
• Nama tanaman asal : Mentha piperita (L.)
• Keluarga : Lamiaceae
• Zat berkhasiat utama : Mentol, metilasetat
• Persyaratan kadar : Kadar ester dihitung sebagai metil asetat tidak kurang dari 4 %
dan tidak lebih dari 9 %, kadar mentol bebas tidak kurang dari 45 %
• Penggunaan : Karminativa, stimulansia, sebagai obat mulas
• Pemerian : Cairan tidak berwarna, kuning pucat atau kuning kehijauan, bau
aromatik, rasa pedas kemudian dingin
• Cara memperoleh : Minyak atsiri yang diperoleh dengan penyulingan air pucuk
berbunga segar, jika perlu dimurnikan
• Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat, terisi penuh, terlindung dari cahaya
OLEUM OLIVAE
• Nama lain : Minyak zaitun, olivae oil, sweet oil
• Nama tanaman asal : Olea europea (L.)
• Keluarga : Oleaceae
• Zat berkhasiat utama : Trigliserida dari asam oleat dan asam palmitat, gliserida asam linoleat, bagian yang tak tersabunkan
berupa fitosterol dan hidrokarbon skualen
• Penggunaan : Bahan makanan, pencahar lemah
• Pemerian : Cairan kuning pucat atau kuning kehijauan, bau lemah tidak tengik, rasa khas warna hijau oleh adanya klorofil.
Pada suhu rendah sebagian atau seluruhnya membeku
• Cara memperoleh : Minyak lemak yang diperoleh dengan pemerasan dingin biji masak, jika perlu dimurnikan
• Keterangan : Mutu minyak terbaik diperoleh dari buah yang tua tetapi belum masak benar dan terus diperas supaya
menghasilkan Virgin oil. Untuk makanan yang cukup dibuat dari buah yang masak. Mutu yang rendah diperoleh dari buah-
buah yang mengalami fermentasi karena ditumpuk-tumpuk, dipakai untuk membuat sabun plester, salep dan sediaan lainnya
• Jenis dan perbedaan:
• Varietas longifolia : diperkebunkan di Italia dan Perancis selatan
• Varietas latifolia : Diperkebunkan di Spanyol (Buah lebih besar, tetapi kadar minyak lebih sedikit)
• Pemalsuan : Dengan minyak biji kapas, minyak kacang, minyak jagung, minyak babi, & minyak biji teh. Jarang dipalsukan
dengan minyak kelapa, minyak wijen, atau minyak ikan
• Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat, terisi penuh, terlindung dari cahaya
OLEUM POGOSTEMONI
• Nama lain : Minyak nilam
• Nama tanaman asal : Pogostemon cablin (Binco. Benth)
• Keluarga : Lamiaceae
• Zat berkhasiat utama : Seskui terpen-terpen (40-45 %), sinamilaldehida, egenol dan
azulen
• Penggunaan : Zat tambahan, bahan pewangi
• Pemerian : Cairan warna kekuningan, kehijauan sampai coklat, bau khas sangat
harum dan sukar hilang
• Cara memperoleh : Minyak atsiri yang diperoleh dengan penyulingan uap daun dan
batang yang telah diperas
• Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat
OLEUM RICINI
• Nama lain : Minyak jarak, Castor oil
• Nama tanaman asal : Ricinus communis
• Keluarga : Euphorbiaceae
• Zat berkhasiat utama : Gliserida dari asam risinoleat, gliserida asam oleat, asam
linoleat, asam-asam jenuh lainnya
• Penggunaan : Pencahar (hati-hati pada wanita yang sedang hamil atau sedang haid).
Jangan dicampur dengan obat cacing yang dapat larut dalam minyak, hair tonic
• Pemerian : Cairan kental, jernih, warna kuning pucat manis kemudian agak pedas,
umumnya memualkan
• Cara memperoleh : Minyak lemak yang diperoleh dengan pemerasan dingin biji yang
telah dikupas
• Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat, terisi penuh
OLEUM ROSAE
• Nama lain : Minyak mawar, Rose oil
• Nama tanaman asal : Rosa gallica (L.), Rosa damascena (Niler), Rosa alba (L.), Rosa
centifolia (L.) dan varietas Rosa lainnya
• Keluarga : Rosaceae
• Zat berkhasiat utama : Geraniol, paraffin, nerol, egenol
• Penggunaan : Aromatika
• Pemerian : Cairan tidak berwarna atau berwarna kuning, bau aromatik seperti bunga
mawar, rasa khas. Pada suhu 25 kental, jika didinginkan perlahan - lahan berubah
menjadi massa hablur, jika dipanaskan mudah melebur
• Cara memperoleh : Minyak atsiri diperoleh dengan penyulingan uap bunga segar
• Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat
OLEUM SESAMI
• Nama lain : Minyak wijen, Sesame oil
• Nama tanaman asal : Sesamum indicum (L)
• Keluarga : Pedaliaceae
• Zat berkhasiat utama : Gliserida dari asam oleat, asam linoleat, asam palmitat, asam
stearat, asam miristinat
• Penggunaan : Sebagai obat luar untuk emolien, bahan tambahan untuk pembuatan
plester, sabun, salep, linimenta
• Pemerian : Cairan warna kuning pucat, bau lemah, rasa tawar, pada suhu 0oC tidak
membeku
• Cara memperoleh : Minyak lemak diperoleh dari pemerasan biji
• Keterangan : Mengandung senyawa sesamolin yang dengan asam menjadi sesamol yang
berwarna merah kersen dan ini merupakan ciri khusus minyak wijen. Sesamolin bersifat
antioksidan sehingga minyak wijen bersifat amat stabil (awet)
• Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat
OLEUM SHOREAE
• Nama lain : Minyak tengkawang, Borneo Talk
• Nama tanaman asal : Shorea stenoptera (Burok)
• Keluarga : Dipterocarpaceae
• Zat berkhasiat utama : Gliserida oleodistearat, oleo dipalmitat dan tristearat, asam
lemak bebas
• Penggunaan : Bahan kosmetika dan suppositoria
• Pemerian : Massa padat lebih keras dari lemak coklat. Warna putih kekuningan atau
putih kehijauan, bau lemah dan mirip lemak coklat. Bidang patahan berbutir-butir
dan diliputi jarum-jarum asam stearat, rapuh pada suhu kamar
• Cara memperoleh : Minyak lemak diperoleh dengan pemerasan panas keping biji
kering atau segar
• Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat
OLEUM VETIVERIAE
• Nama lain : Minyak akarwangi
• Nama tanaman asal : Vetiveria zizanoides (L.)
• Keluarga : Poaceae
• Zat berkhasiat utama : Minyak atsiri yang mengandung Vetiveron, Vetiverol,
Vetivenil, vetivenat dan vetiven
• Penggunaan : Zat tambahan, bahan pewangi
• Pemerian : Minyak cair kental, warna coklat kemerahan, bau khas aromatik kuat
• Cara memperoleh : Minyak atsiri diperoleh dengan penyulingan uap akar
• Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik, terisi penuh, terlindung dari cahaya