MAKALAH
NEUROMUSKULAR PSIKIATRI
LESI NERVUS RADIALIS
OLEH
NI PUTU DIAH ANANTARI (18031007)
GEDE AGUS DENY NUGRAHA (18031015)
PROGRAM STUDI FISISOTERAPI
FAKULTAS ILMU – ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS BALI INTERNASIONAL
DENPASAR
2020
KATA PENGANTAR
Om Swastiastu
Puja dan puji syukur dihaturkan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa
(Tuhan Yang Maha Esa) karena berkat anugerah-Nya penulis dapat
menyelesaikan tulisan ini tepat waktu dan sesuai rencana.
Tulisan ini disusun dalam rangka memenuhi salah satu syarat kelulusan
dalam menempuh mata kuliah Neuromuskular Psikiatri yang diampu oleh Bapak I
Made Dhita Prianthara, [Link]., [Link] pada semester ganjil tahun akademik
2020/2021.
Cukup banyak hambatan dan kesulitan yang penulis rasakan dalam
penyusunan tulisan ini, namun berkat kerja keras dan adanya bantuan dari
berbagai pihak, kesulitan dan hambatan tersebut dapat diatasi. Oleh karena itu,
ucapan terima kasih yang setulus-tulusnya disampaikan kepada:
1. Ibu I.A. Pascha Paramurthi, [Link]., [Link]., Ftr selaku plt. Ketua
Program Studi Fisioterapi
2. Bapak I Made Dhita Prianthara, [Link]., [Link] selaku Dosen
Pengajar Program Studi Neuromuskular Psikiatri.
Disadari bahwa tulisan ini masih jauh dari yang sempurna. Oleh karena
itu, segala kritik dan saran perbaikan sangat diharapkan demi sempurnanya
karya-karya penulis berikutnya. Semoga tulisan ini ada manfaatnya.
Om Santih Santih Santih Om.
Denpasar, 20 Desember 2020
penulis,
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR.............................................................................................i
DAFTAR ISI…………………………..………………………………..………...ii
BAB I PENDAHULUAN
1. 1 Latar Belakang……..............................................................................1
1. 2 Rumusan Masalah.................................................................................1
1. 3 Tujuan Penulisan...................................................................................2
1.4 Manfaat Penulisan……………………………………………………2
BAB II KAJIAN TEORI
2.1 Apa Pengertian Lesi Nervus Radialis? …………………...……….....3
2.2 Bagimana Etiologi dan Patofisiologi? ……………………….............4
2.3 Bagimana Tanda dan Gejala……………….........................................5
2.4 Intervensi Pada Lesi Nervus Rdialis………………………………....5
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan...…………………………………………………………..7
3.2 Saran………………………………………………………...…………7
DAFTAR PUSTAKA
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kemajuan kehidupan masyarakat sekarang ini telah mengalami perubahan
dalam bidang ilmu dan teknologi secara tidak langsung banyak memberikan
perubahan terhadap pola hidup tersebut. Sebagian besar masyarakat ingin sesuatu
serba praktis dan ekonomis dalam mengacu pada hal telekomunikasi dan
transportasi. Dengan perilaku manusia tersebut akan menimbulkan suatu masalah,
sebagai contoh lalu lintas dimana mobilitas manusia yang ingin serba cepat dapat
menimbulkan masalah yang cukup serius. Semakin bertambahnya jumlah
kepadatan lalu lintas akan mengakibatkan meningkatnya kecelakaan lalu lintas.
Ketidakhati - hatian dalam mengendarai kendaraan bermotor dapat
menyebabkan kecelakaan, misalnya mengendarai kendaraan dengan kecepatan
yang tinggi, mengendarai kendaraan sambil menerima telepon, dan membalas chat
teman. Kecelakaan tersebut dapat mengakibatkan cidera, baik cedera ringan
maupun berat bahkan menimbulkan suatu kecacatan atau kematian. Cidera ringan
berupa sprain atau strain, sedangkan cidera berat dapat berupa fraktur. Akibat
fraktur itu sendiri dapat juga mengenai jaringan lunak mulai dari otot, fascia,
kulit, tulang, sampai struktur neuromuscular (Maria, 2009). Oleh karena itu
kelompok kami akan membahas mengenai Lesi Nervus Radialis.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian dari latar belakang tersebut di atas, maka dapat
disimpulkan rumusan masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Apa Pengertian Lesi Nervus Radialis?
2. Bagimana Etiologi dan Patofisiologi?
3. Bagimana Tanda dan Gejala
4. Intervensi Pada Lesi Nervus Rdialis
1.3 Tujuan
Berdasarkan uraian dari latar belakang tersebut di atas, maka dapat
disimpulkan tujuan penulisan dalam makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui definisi dari lesi nervus radialis
2. Untuk mengetahui bagiaman patofisiologi dan etiologinya
3. Untuk mengetahui tanda dan gejala yang ditimbulkan
4. Untuk mengetahui intervensi apa yang sebaiknya diberikan
1.4 Manfaat Penulisan
Berdasarkan uraian dari latar belakang tersebut di atas, maka dapat
disimpulkan manfaat penulisan dalam makalah ini adalah untuk memberikan
wawasan kepada teman sejawat agar lebih mengenal dan mengetahui tentang lesi
nervus radialis yang sangat berpengaruh dalam mata kuliah neuromuscular
psikatri serta bagimana gejala atau tanda – tanda jika pasien terkena lesi nervus
radialis.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Lesi Nervus Radialis
Lesi nervus radialis adalah suatu kelainan fungsional dan struktural pada
nervus radialis, kelainan mana dihubungkan dengan adanya bukti klinis,
elektrografis dan atau morfologis yang menunjukkan terkenanya saraf tersebut
atau jaringan penunjangnya (Japradi, 2002).
Menurut Pollcok dan Davis. Sebanyak 1020 kasus cidera saraf perifer,yang
meliputi 165 kasus cidera saraf radalis, 160 kasus ichiaducus, 136 syaraf ulnaris,
120 syaraf pereneous, 93 syaraf medianus, 71 pleksus brachialis dan 50 lesi
campuran antara syaraf medianus dan ulnaris.
2.2 Etiologi
Pada kasus diatas yaitu lesi nervus radialis adapun etiologi atau penyebab
terjadinya hal tersebut, Sering terjadi karena trauma perifer yang mengenai
bronchus atau sebagian cabang nervus seperti :
1. Fraktur humerus, Fraktur collum radius
2. Dislokasi bahu
3. Pembentukan callus di sekitar fraktur
4. Penekanan karena pemakaian kruk
5. Pukulan yang keras pada lengan
6. Tuberkulosa tulang
7. Tumor
8. Neuritis infeksiosa
9. Polyneuritis nervus radialis
2.3 Patofisiologis
Pada kasus diatas yaitu lesi nervus radialis adapun patofisiologinya
diantaranya sebagai berikut :
1. Kelainan daerah origo ekstensor (ekstensor carpi radialis brevis pada
epycondilus lateralis).
2. Proses degenerasi diperburuk oleh makro maupun mikro trauma yang
berulang
3. Kelumpuhan tangan. Karena otot-otot carpi radialis dan otot carpi
ulnaris lumpuh, sehingga tidak dapat dorsofleksi wrist
4. Otot – otot ekstensor ([Link] digitorum, m. ekstensor digiti
minimi, [Link] pollicis longus brevis dan [Link] indiksis
propius) lumpuh, maka semua jari tangan tidak dapat diluruskan dan
dikembangkan.
5. Keadaan ini dikenal sebagai “drop hand” dan “drop finger”
2.4 Tanda dan Gejala
Tanda dan gejala dari Lesi Nervus Radialis adalah
1. Kelemahan pada pergelangan dan jari-jari tangan
2. Otot lengan atau tangan yang mengecil
3. Rasa nyeri pada lengan, tangan, atau pergelangan tangan
4. Kesulitan meluruskan siku atau jari-jari tangan
5. Mati rasa atau kesemutan pada tangan.
6. Gangguan sensorik, hilang sensoris ringan.
2.5 Intervensi pada Lesi Nervus Radialis
1. INFRA RED
Pengaruh Infra Red (IR) pada kasus Lesi Nervus Radialis adalah dapat
mengurangi nyeri. Karena terjadinya peningkatan suhu atau temperature jaringan
disebabkan dari radiasi IR tersebut. Menurut Hukum Varit Hoff menyatakan
bahwa perubahan kimia dapat dipercepat oleh panas. Dengan demikian,
pemanasan jaringan akan mempercepat proses metabolisme. Supply O2 dan sari-
sari makanan akan meningkat dan cepat terpenuhi sehingga dengan pemanasan
akan mengaktifkan glandula gudoifera (kelenjar keringat) di daerah yang
diberikan penyinaran. Aktifnya kelenjar keringat akan meningkatkan pembuangan
sisa-sisa hasil metabolisme melalui keringat, ototmatis nyeri juga dapat
berkurang. Pemberian IR dengan jarak 30-45 cm di berikan dengan waktu 15
menit, dan di monitor secara bertahap selama 5 menit
2. Terapi latihan
Static contraction: pasien diinstruksikan untuk menggenggam tangan
terapis. Dilakukan selama 8 hitungan dengan 2 kali pengulangan. Tujuan hendak
dicapai pada kondisi ini ádalah mengurangi nyeri,dan meningkatkan lingkup
gerak [Link] latihan kontaksi static dapat meningkatkan rileksasi otot dan
sirkulasi darah dimana zat-zat yang menyebabkan radang dapat terangkut sirkulasi
darah tersebut sehingga nyeri berkurang (Kisner dan Colby, 1996).
Ressisted active movement: pasien diminta untuk menggerakkan
pergelangan tangan (dorsi fleksi) dan terapis memberi tahanan minimal.
Selanjutnya ganti dengan gerakan palmar fleksi dengan diberikan tahanan
minimal oleh terapis. Resisted active movement yaitu gerak aktif dengan tahanan
dari luar terhadap gerakan yang dilakukan oleh pasien. Pada kasus ini, setelah
dilakukan resisted active movement telah terjadi peningkatan kekuatan otot.
Menurut Kisner dan Colby (2007) jika suatu tahanan diberikan pada otot yang
berkontraksi maka otot tersebut akan beradaptasi dan menjadi lebih kuat.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dari hasil yang diperoleh maka dapat disimpulkan bahwa dengan
penggunaan modalitas fisioterapi berupa sinar infra merah dapat mengurangi
nyeri pada kondisi lesi nervus radialis, terapi latihan: dapat membantu
mengurangi permasalahan yaitu dapat meningkatkan kekuatan otot pergelangan
tangan pada kondisi lesi nervus radialis. Penanganan lesi nervus radialis akan
lebih berhasil jika disertai kemauan dan semangat untuk sembuh. Dimana
motivasi sangat berperan dalam proses penyembuhan, karena tanpa adanya
kemauan dan keinginan untuk cepat sembuh, maka proses penyembuhan akan
memakan waktu yang sangat lama. Apabila kemauan dan keinginan untuk
sembuh ada ditambah penanganan dan terapi yang benar-benar tepat, maka hasil
yang didapat akan maksimal
3.2 Saran
Kesempurnaan makalah ini tergantung pada motivasi dan saran yang
membangun dari pembaca maka dari itu, penulis mengharapkan masukan atau
saran yang membangun demi kesempurnaan makalah ini.
DAFTAR PUSTAKA
Khasanah, Alfiah Nurul (2013) Penatalaksanaaan Fisioterapi Pada Kondisi Lesi
Nervus Radialis Sinistra Di RSUD [Link] Surakarta. Diploma thesis,
Universitas Muhammadiyah Surakarta. [Link]
Lesi Nervus Radialis. [Link]
Lesi-Nervus-Radialis
Kisner, Carolyn,[Link] Exercise Foundation and Technique.F.A
Davis [Link]