0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
74 tayangan10 halaman

Satuan Acara Bermain untuk Anak Balita

Dokumen ini merupakan rancangan satuan acara bermain untuk anak balita menggunakan balok. Rancangan ini mencakup latar belakang, tujuan, sasaran, waktu, tempat, prinsip, bentuk permainan, media, pembagian tugas, dan kriteria evaluasi.

Diunggah oleh

tina
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
74 tayangan10 halaman

Satuan Acara Bermain untuk Anak Balita

Dokumen ini merupakan rancangan satuan acara bermain untuk anak balita menggunakan balok. Rancangan ini mencakup latar belakang, tujuan, sasaran, waktu, tempat, prinsip, bentuk permainan, media, pembagian tugas, dan kriteria evaluasi.

Diunggah oleh

tina
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Satuan Acara Bermain Pada An.

Tugas ini disusun untuk memenuhi

tugas mata kuliah praktik Keperawatan Anak

Disusun oleh:

Sri Mulyani (SK117032)

Program Studi Ilmu Keperawatan


Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal
2021
SATUAN ACARA BERMAIN (SAB)

Pokok bahasan : Terapi Bermain


Sub Pokok Bahasan : Terapi bermain pada anak balita menggunakan balok
Sasaran : An.E
Tempat : Rumah An.E
Waktu : 08 Maret 2021/09.30 WIB
A. Latar Belakang
Perkembangan pada anak meliputi beberapa aspek, salah satunya yaitu aspek
fisik motorik. Fisik secara bahasa diartikan sebagai tubuh, jasmani, dan badan.
Sedangkan motorik diartikan dengan pergerakan (Padila, 2019). Proses tahap
perkembangan setiap anak sama yaitu merupakan proses dari pematangan organ
motoric, namun dalam pencapaiannya setiap anak memiliki kecepatan yang
berbeda-beda (Mubarok, 2019). Bermain merupakan suatu aktivitas bagi anak
yang menyenangkan dan merupakan suatu metode bagaimana mereka mengenal
dunia. Bagi anak bermain tidak sekedar mengisi waktu, tetapi merupakan
kebutuhan anak seperti halnya makanan, perawatan, cinta kasih dan lain-lain.
Anak-anak memerlukan berbagai varriasi permainan untuk kesehatan fisik,
mental dan perkembangan emosinya. Dengan bermain anak dapat menstimulasi
pertumbuhan otot-ototnya, kognitifnya dan juga emosinya karena mereka bermain
dengan seluruh emosinya, perasaannya dan pikirannya (Nurani, 2017)
Elemen pokok dalam bermain adalah kesenanngan dimana dengan
kesenangan ini mereka mengenal segala sesuatu yang ada disekitarnya sehingga
anak yang mendapat kesempatan cukup untuk bermain juga akan mendapatkan
kesempatan yang cukup untuk mengenal sekitarnya sehingga ia akan menjadi
orang dewasa yang lebih mudah berteman, kreatif, dan cerdas, bila dibandingkan
dengan mereka yang masa kecilnya kurang mendapatkan kesempatan bermain
(Nurwati, 2019)
B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Setelah di ajak bermain, diharapkan An.E merasa tenang dan merasa lebih
nyaman di lingkungannya saat ini.
2. Tujuan Khusus
1. Untuk mengembangkan kemampuan kognitif anak (dalam
membedakan warna dan bentuk benda).
2. Untuk mengembangkan kemampuan motorik halus anak (dalam
menyusun sebuah gamba gambar).
3. Untuk mengembangkan kemampuan komunikasi anak (anak dapat
berkomunikasi dengan perawat.
4. Untuk mengembangkan kemampuan sosialisai pada anak.
C. Sasaran
a. Peserta : An.E
b. Jumlah : 1 anak

D. Tempat
Rumah An.E
E. Waktu
Hari : Senin
Tanggal : 08 Maret 2021
Waktu : 09.00 WIB

F. Prinsip kegiatan
a. Individu
G. Rancangan bermain

No Terapis Waktu Subjek Terapi


1 Persiapan 5 menit Pembukaan:
1. Co leader membuka
dan mengucapkan
salam
2. Memperkenalkan
diri
3. Memperkenalkan
pembimbing
4. Memperkenalkan
diri pada anak
5. Kontrak waktu
dengan anak
6. Mempersilahkan
leader
2 Proses 20 menit Kegiatan bermain:.
1. Leader menjelaskan
cara bermain.
2. Menanyakan pada
anak, anak
mau bermain atau
tidak.
3. Membagikan
permainan
4. Leader, co leader,
dan fasilitator
memotivasi anak
5. Observer
mengobservasi anak
6. Menanyakan
perasaan anak
3 Penutup 5 menit Penutup:
1. Leader
menghentikan
permainan
2. Menanyakan
perasaan anak
3. Menyampaikan
hasil permainan
4. Memberikan hadiah
pada anak dalam
menyusun balok
5. Membagikan hadiah
pada anak yang
bermain
6. Menanyakan
perasaan anak

H. Bentuk Permainan
a. Jenis Permainan
Menyusun balok
b. Karakteristik Permainan
1. Murah,( biaya dengan sedikit mungkin )
2. Mudah dalam membuatnya
3. Mudah memperoleh bahan dan alat
4. Mudah digunakan oleh anak didik
5. Menarik, yaitu merangsang perhatian baik bentuk, warna, bahan,
sehingga anak tertarik untuk memainkannya
I. Media
a. Balok
b. Hadiah
J. Settiang Tempat

Keterangan
1. : perawat
2. : pasien anak autis
3. : orang tua
K. Pembagian Tugas
1. Leader
Tugas
a. Memulai dan mengakhiri kegiatan
b. Menjelaskan prosedur dan cara kegiatan
c. Memotivasi anggota kelompok mengemukakan pendapat dan
memberikan feed back terhadap kegiatan yang dilakukan
d. Mengatasi masalah yang mungkin timbul selama kegiatan
e. Mengkoordinir seluruh petugas yang terlibat pelaksanaan terapi
bermain
f. Memberi reinforcement positif
g. Menyimpulkan kegiatan
2. Co. Leader
Tugas :
a. Membantu leader dalam menjalankan perannya
b. Bersama leader sebagai contoh dalam bentuk kerjasama yang baik
dalam bekerja
c. Menyampaikan informasi dari fasilitator kepada leader
d. Mengingatkan leader tentang waktu kegiatan
e. Mengingatkan leader jika jalan terapi bermain tidak sesuai
3. Notulen
Tugas:
a. Sebagai penulis
4. Fasilitator
Tugas :
a. Memfasilitasi pasien yang kurang aktif
b. Memotivasi klien untuk mensukseskan kegiatan

5. Observer
Tugas :
a. Mengamati dan mencatat (jumlah anggota hadir, terlambat, pemberi
ide, dan pendapat)
b. Mencatat perilaku verbal dan non verbal selama kegiatan berlangsung
c. Mencatat penyimpangan acara terapi bermain
d. Pengaturan Tempat
e. Menyampaikan hasil terapi bermain

L. Kriteria Evaluasi
1. Struktur
Leader  : Sri Mulyani
Co leader  : Sri Mulyani
Fasilitator : Sri Mulyani
Observer : Sri Mulyani
2. Proses
a. Di harapkan selama proses berlangsung anak dapat mengikuti seluruh
kegiatan
b. Di harapkan selama proses kegiatan berlangsung anak berperan aktif
dalam kegiatan
c. Di harapkan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan waktu yang telah
direncanakan
3. Hasil
a. Di harapkan anak dapat bekerja sama dengan baik, sesuai dengan
kegiatan yang dilakukan
b. Di harapkan anak yang mengikuti kegitan mampu mengutarakan
perasaannya setelah kegiatan selesai.

Dokumentasi

Anda mungkin juga menyukai