0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
307 tayangan20 halaman

Praktikum Krim Gentamisin Steril

Laporan praktikum ini membahas tentang preformulasi dan formulasi sediaan krim gentamicin sebagai antibiotik topikal. Terdapat tujuan praktikum untuk mempelajari proses pembuatan dan evaluasi krim gentamicin, serta penjelasan tentang jenis krim, bahan penyusun, dan stabilitas zat aktif gentamicin. Diberikan pula formula induk, formula standar, dan formula modifikasi krim gentamicin 3%.

Diunggah oleh

Billy Libing
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
307 tayangan20 halaman

Praktikum Krim Gentamisin Steril

Laporan praktikum ini membahas tentang preformulasi dan formulasi sediaan krim gentamicin sebagai antibiotik topikal. Terdapat tujuan praktikum untuk mempelajari proses pembuatan dan evaluasi krim gentamicin, serta penjelasan tentang jenis krim, bahan penyusun, dan stabilitas zat aktif gentamicin. Diberikan pula formula induk, formula standar, dan formula modifikasi krim gentamicin 3%.

Diunggah oleh

Billy Libing
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN

PRAKTIKUM TEKNOLOGI SEDIAAN STERIL

Oleh :

TINGKAT II REGULER B

KELOMPOK 1

LABORATORIUM TEKNOLOGI SEDIAAN FARMASI


PRODI FARMASI POLTEKKES KEMENKES KUPANG
TAHUN 2020
LEMBAR PERSETUJUAN
PREFORMULASI & FORMULASI
SEDIAAN STERIL TOPIKAL
(KRIM GENTAMICIN )
BAB I
PENDAHULUAN

A. Tujuan Praktikum
Mahasiswa mampu:
1. Menjelaskan dan mempersiapkan preformulasi sediaan gentamicin cream
2. Melakukan perhitungan krim gemtamicin
3. Membuat sediaan injeksi krim gentamicin
4. Melakukan sterilisasi alat,bahan dan produk steril sesuai metode sterilisasi
yang dipilih
5. Membuat pengemasan sediaan steril
6. Melakukan evaluasi mutu sediaan steril dengan benar

B. Tinjauan Pustaka

Menurut Farmakope Indonesia Edisi III, krim adalah bentuk sediaan setengah


padat, berupa emulsi mengandng air tidak kurang dari 60% dan dimaksudkan
untuk pemakaian luar.

Penggolongan krim

Krim terdiri dari emulsi minyak di dalam air atau disperse mikrokristal asam-
asam lemak atau alkohol berantai panjang dalam air yang dapat dicuci dengan air
dan lebih ditujukan untuk pemakaian kosmetika dan estetika.
Ada dua tipe krim, yaitu :

1. Tipe M/A atau O/W

Krim m/a (vanishing cream) yang digunakan melalui kulit akan hilang tanpa
bekas. Pembuatan krim m/a sering menggunakan zat pengemulsi campuran dari
surfaktan (jenis lemak yang ampifil) yang umumnya merupakan rantai panjang
alcohol walaupun untuk beberapa sediaan kosmetik pemakaian asam lemak lebih
[Link] : vanishing cream.

2. Tipe A/M atau W/O, 

Yaitu minyak terdispersi dalam [Link] berminyak mengandung zat


pengemulsi A/M yang spesifik seperti adeps lane, wool alcohol atau ester asam
lemak dengan atau garam dari asam lemak dengan logam bervalensi 2, misal Ca.
Krim A/M dan M/A membutuhkan emulgator yang [Link] emulgator
tidak tepat, dapat terjadi pembalikan fasa.
Contoh : cold cream.
.
Kelebihan & kekurangan sediaan krim

A. Kelebihan sediaan krim, yaitu :


1.      Mudah menyebar rata
2.      Praktis
3.      Mudah dibersihkan atau dicuci
4.      Cara kerja berlangsung pada jaringan setempat
5.      Tidak lengket terutama tipe m/a
6.      Memberikan rasa dingin (cold cream) berupa tipe a/m
7.      Digunakan sebagai kosmetik
8.      Bahan untuk pemakaian topical jumlah yang diabsorpsi tidak cukup
beracun.

B. Kekurangan sediaan krim, yaitu :

1.      Susah dalam pembuatannya karena pembuatan krim harus dalam keadaan
panas
2.      Mudah pecah disebabkan dalam pembuatan formula tidak pas
3.      Mudah kering dan mudah rusak khususnya tipe a/m karena terganggu
system campuran terutama disebabkan oleh perubahan suhu dan
perubahan komposisi disebabkan penambahan salah satu fase secara
berlebihan.

Bahan-bahan penyusun krim


Formula dasar krim, antara lain :
1.      Fase minyak, yaitu bahan obat dalam minyak, bersifat asam
Contoh : asam asetat, paraffin liq, octaceum,cera, vaselin, dan lain-lain.
2.      Fase air, yaitu bahan obat yang larut dalam air, bersifat basa.
Contoh : Natr, Tetraborat (borax, Na. Biborat), TEA, NAOH, KOH,
gliserin, dll.

Gentamisin juga telah diterapkan untuk pemakain topikal pada infeksi


kulit digunakan dengan konsentrasi 0,1 % ,kadar tersebut merupakan kadar
yang disarankan ,tetapi penggunaan tersebut juga dapat menyebabkan
timbulnya [Link] 0,3% di gunakan dala penggunaan sediaan
topikal untuk mata dan telinga

Sediaan ditujukan pada kulit dan gentamisin sulfat sebagai bahan aktif
memiliki kelarutan yang larit dalam air (Kemenkes RI,2014),maka dibuat
sediaan krim tipe air dalam minyak agar bahan aktif yaitu gentamisin berada
di fase dalam yaitu air .selain itu bahan aktif memiliki peerian yang tidak
berbau,dosis pemakaikrim gentamicin sulfat yaitu 2-3 kali sehari ,dioleskan
( Departemen Kesehatan Republik Indonesia ,1978)
.
BAB II
FORMULA

1. Formula Induk
Krim Gentamisin 3%
Da in tube 1@5gram

2. Formula Standar
GENTAMYCINI CREMOR
Krim Gentamisina
297

Komposisi : Tiap 10 g mengandung :


Gentamycinum sulfas setara dengan
Gentamycinum 10.000 UI
Cetomacrogolum-1000 300 mg
Cetostearylacoholum 1,2 g
Paraffinum liquidum 1 g
Vaselinum album 2,5 g
Aqua destillata hingga 10 g
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik atau dalam tube, terlindungi dari
cahaya
Dosis : 2 samapi 3 kali sehari, dioleskan
Catatan :
1. Air harus dididihkan selama 10 menit kemudian dinginkan
dan segera digunakan
2. Pada etiket harus juga tertera :
a. Kesetaraan gentamisina
b. kesetaraan bobot terhadap UI
c. Daluwarsa
3. 1,7 g gentamisina sulfat setara dengan lebih kurang 1 g
gentamisina
4. 1 gram gentamisina setara dengan lebih kurang 1 mega UI
Sumber : Formularium Nasional 1978 hal 135

3. Formula Modifikasi
Komposisi @ 5 g

Gentamycinum 3%
Propilenglikol 15%
Asam Stearat 5%
Paraffinum liquidum
525 mg
Vaselinum album
1,56 g
Aqua destillata hingga
2,6 g

A. PREFORMULASI
1. Preformulasi Zat Aktif
Uraian Keterangan Pustaka

Nama zat Gentamycinum FI Edisi III


Hal. 266
sinonim Gentamisina
Rumus molekul C21H43N5OC
Titik lebur 218-237 oC
pemerian Serbuk putihsampai kuning gading
Mudah larut dalam air praktis tidak
Kelarutan larut dalam etanol (95%) P dalam
kloroform P dan dalam eter P
Stabilitas
a. Panas a. terjadi 16% hilangya potensi rata-
rata gentamisin bila disimpan pada
b. Oksidasi suhu 4 dan 25 oC
b. dalam larutan sensitive terhadap
c. Cahaya oksigen maka ditambahkan antioksidan
untuk melindungi reaksi oksidasi
d. Ph c. Disimpan dengan kondisi paparan
cahaya yang berbeda yaitu penerangan
d. PH larutan 4% b/v 3,5 sampai,5.
Keterangan lain Alas an penambahan oksitetrasiklin
adalah sebagai zat aktif dalam produk
salep mata dengan fungsi sebagai
antibiotikum
inkompabilitas Incompatible dengan amfoterisin,
setalospon, eritromisin, herapin,
penisilina, Na bikarbonat, sulfadiazine
Na
Keterangan lain -
Bentuk sediaan Krim
Khasiat/penggunaan Antibiotik (zat aktif)

2. Preformulasi Eksipien

1. Propilenglikol

Uraian Keterangan Pustaka


Nama bahan Propilenglikol
Sinonim Propylenglycolum FI 1995,Hal
Pemerian Cairan kental,jernih,tidak berbau,rasa 712;Handbook Of
agak manis,higroskopis Pharmaceutical
Kelarutan Dapat bercampur dengan air dan etanol Exipients Hal 521-522
90% dan kloroform,larut dalam 6
bagian eter,tidak dapat bercampur
dengan eter minyak tanah dan dengan
minyak lemak
Stabilitas Pada temperature rendah,stabil bila
disimpan dalam wadah tertutup baik,di
tempat yang sejuk dan [Link]
pada temperature yang tinggi dan
terbuka cenderung
mengoksidasi,sehingga menimbulkan
produk seperti propionaldehid,asam
laktat,asam piruvat,asam asetat.
Propilenglikol secara kimiawi stabil
ketika dicampur dengan etanol 95%
gliserin atau air.
Inkompabilitas Tidak kompatibel dengan reagen
pengoksidasi seperti Pottasium
Permanganat
Fungsi bahan Sebagai emollient (Fase air)
Wadah &Penyimpanan Dalam Wadah tertutup baik
2. Asam Stearat

Uraian Keterangan Pustaka


Nama bahan Asam Stearat FI Edisi III Hal 57-58
Sinonim Asam setilasetik,Crodacid
Pemerian Zat padat,keras
mengkilat,menunjukkan susunan
hablur putih atau kuning pucat mirip
lem
Kelarutan Praktis tidak larut dalam air,larut
dalam 30 bagian etanol (95%)P,dalam
2 bagian kloroform P,dan dalam 3
bagian eter P
Stabilitas Stabil dalam wadah tertutup rapat
Inkompabilitas Tidak kompatibel dengan logam
hidroksida dan tidak kompatibel
dengan basa,bahkan pereduksi dan
oksidator
Fungsi bahan Sebagai emolien dan pengemulsi (Fase
minyak),basis krim

3. Paraffinum liquidum

Uraian Keterangan Pustaka


Nama bahan Paraffinum liquidum FI ed III hal 474
Sinonim Paraffin cair
Pemerian Cairan kental, transparan, tidak
berfluoresensi, tidak berwarna,
hampir tidak berbau, hampir tidak
mempunyai rasa.

Kelaruta Praktis tidak larut dalam air dan


dalam etanol (95%) P, larut dalm
kloroform P dan dalam eter P
Stabilitas Paraffin stabil mekipun dalam bentuk
cair dan mungkin dapat terjadi
perubahan fisik, paraffin harus
disimpan pada temperature tidak lebih
dari 40 oC dalam wadah tertutup baik
Inkompabilitas -
Khasiat Basis krim,emollient

4. Vaselinum album

Uraian Keterangan Pustaka


Nama bahan Vaselinum album FI ed III hal. 633
Sinonim Vaselin putih
Pemerian Massa lunak, lengket, bening, putih,
sifat ini tetap setelah zat dileburkan
dan dibiarkan hingga dingin tanpa
diaduk. Berfluorosensi lemah, jika
tidak dicairkan, tidak berbau, hampir
tidak berasa
Kelarutan Praktis Tidak larut dalam air dan
dalam etanol (95%) P, larut dalam
kloroform P, dalam eter P dan
dalameter minyak tanah P,larut
kadang-kadang beropalesensi lemah
Stabilitas
Inkompabilitas Merupakan bahan inert yang tidak
dapat bercampur dengan banyak
bahan
Khasiat Zat tambahan,Basis Krim

5. Aqua destillata

Uraian Keterangan Pustaka


Nama bahan Aqua destillata FI ed III hal 96
Sinonim Air suling
Pemerian Cairan jernih tidak berwarna, tidak
berbau, tidak mempunyai rasa
Kelarutan Sedikit tidak larut dalam etanol dan
dalam eter
Stabilitas Stabil pada semua keadaan fisik
Inkompabilitas
Khasiat Zat tambahan (pelarut)

NO PERMASALAHAN PENYELESAIAN
1 Bahan-bahan yang tidak Diganti dengan
tersedia di lab seperti Propilenglikol 15%&Asam
Cetomacrogolum- Stearat 5% karena
1000&Cetostearylalcoholum berdasarkan Jurnal
Nanopartikel Kitosan
Cangkang Udang Windu
STIFA Makassar (Formula
Ke II) Menurut Kesimpulan
evaluasi,stabil secara fisik
dan efektif. Selain itu karena
fungsinya sama yakni
emollient dan basis krim

I. Persiapan Alat/Bahan/Wadah
A. Alat
No Nama alat Jumlah Cara sterilisasi (lengkap)
1 Beaker glass 100 ml,50 ml 1,2 Permukaan ditutup dengan alumunium foil
Lalu Autoclaf suhu 121ºC selama 15 menit
2 Erlenmeyer 100 ml 1 Autoclaf suhu 121ºC selama 15 menit

3 Pipet tetes 2 Autoclaf suhu 121ºC selama 15 menit


4 Gelas ukur 10 ml, 100 ml 1,1 Autoclaf suhu 121ºC selama 15 menit
5 Batang pengaduk 2 Oven pada suhu 170ºC selama 1 jam
6 Spatel 2 Oven pada suhu 170ºC selama 1 jam
7 Kaca arloji 2 Oven pada suhu 170ºC selama 1 jam
8 Mortir 1 Oven pada suhu 170ºC selama 1 jam
9 Stamper 1 Oven pada suhu 170ºC selama 1 jam
10 Cawan penguap 1 Oven pada suhu 170ºC selama 1 jam
11 Karet pipet 2 Direndam dalam alkohol 70% selama 24 jam
12 Autoclaf 1
13 Neraca analitik 1

B. Bahan

No Nama Bahan Jumlah Cara Sterilisasi


1 Gentamicin - Filtrasi
Bila disterilisasi dengan
autoklaf, sediaan gentamisin
berubah warna menjadi
coklat, tetapi dapat diatasi
dengan penambahan Na
metabisulfit (Sumber
martindale ed. 28 hlm. 1166)
- Semua sediaan steril, dalam
proses pembuatannya
menggunakan teknik aseptis
(semua alat dan bahan
disterilisasi terlebih dahulu
sesuai monografi cara
sterilisasi masing-masing)
2 Propilenglikol Sterilisasi Autoklaf 121 Derajat C
selama 30 menit
3 Asam Stearat Sterilisasi Autoklaf 121 Derajat C
selama 30 menit
4 Parafin liquid Sterilisasi Autoklaf 121 Derajat C
selama 30 menit
5 Vaselin album Sterilisasi Autoklaf 121 Derajat C
selama 30 menit
6 Aqua destillata Sterilisasi Autoklaf 121 Derajat C
selama 30 menit

Wadah

No Namawadah Jumlah Cara sterilisasi (lengkap)


1 Tube 1 Dengan autoklaf pada suhu antara 115
Derajat Celcius dan 116 Derajat Celcius
selama tidak kurang dari 30 menit.
2 Tutup tube 1 direndam dalam alkohol 70% selama 24
jam
Sumber : [Link],Petunjuk dan Buku Kerja Praktikum FORMULASI DAN TEKNOLOGI
SEDIAAN STERIL
Penimbangan Bahan

Dibuat 1…tube @ [Link]

Total volume/berat yang dibuat = dilebihkan 5% =5 g + (5% x 5 g) = 5,25 g

Basis krim dilebihkan 20%.

No Nama bahan Perhitungan Jumlah yang Jumlah batch


ditimbang (1 yang dibuat
dosis) (2)
1 Gentamicin 0,3 gram/300 0,3 gram X2 =
Berdasarkan mg 0,6 gram/600
Formula standar mg
diketahui bahwa 1
gram gentamisina
setara dengan lebih
kurang 1 Mega UI.
Dimana diketahui 1
Mega UI =
1.000.000 UI,maka
10.000 UI/1.000.000
UI X 1 gram = 0,01
gram . Dan dihitung
Persentase
Gentamisin pada
formula standar =
0,01 gram/10 gram
X 100% = 0,1 %.
Dan formula yang
diusulkan digunakan
gentamisin dengan
konsentrasi
3%,maka 3%/0,1%
X 0,01 gram = 0,3
gram / 300 mg.
2 Propilenglikol 15 % v/v X 5 gram 0,75 gram/750 0,75 gram X2
= 0,75 gram/750 mg mg = 1,5 gram

3 Asam Stearat 5% X 5 gram = 0,25 0,25 gram 0,25 gram X


gram/ 250 mg 2= 0,5
gram/500 mg
4 Parafin cair 1g x5,25g 525 mg 525 mg X 2=
10 g 1050 mg
=525 mg

5 Vaselin 2,5g x5,25g 1560mg 1560mgX2 =


10 g 3120 mg
=1300mg
Gilebihkan 20%
1,3 + (20% x 1,3)
= 1.56 g
6 Aquadest 5250 mg –(300 1865 mg 1865 X 2=
mg+750mg+250 3730 mg
mg+525 mg+1560
mg)

Prosedur Pembuatan

a. Grey area (ruang sterilisasi)


1 Semua alat dan wadah dicuci bersih, dibilas dengan aquadest dan keringkan
2 Bagian mulut erlenmeyer, beaker glass, corong, dan gelas ukur ditutup dengan kertas perkamen
3 Bungkus semua alat yang akan di sterilisasi panas menggunakan perkamen
4 Lakukan sterilisasi dengan cara :
 Beaker glass, gelas ukur, erlenmeyer, pipet tetes, corong gelas, dan kaca arloji, disterilisasi
dengan autoklaf pada suhu 121oC tekanan 15 Psi, selama 15 menit
 Spatel, mortir, stamper, cawan penguap, tube dan batang pengaduk disterilisasi dengan oven
pada suhu 170oC selama 1 jam
 Karet pipet dan tutup plastik tube direndam dalam alkohol 70% selama 24 jam
5 Setelah disterilisasi, semua alat dan wadah dimasukkan kedalam white area melalui transfer
box

b. Grey area (ruang penimbangan)


Bahan–bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan krim ditimbang menggunakan timbangan analitik :

1. Gentamisin sulfat ditimbang sebanyak 50,4 g


2. Parafin liquidum ditimbang sebanyak 525 mg
3. Propilenglikol ditimbang sebanyak 750 mg
4. Asam Stearat ditimbang sebanyak 250 mg
5. Vaselin album ditimbang sebanyak 1,56g

c. White area (ruang pencampuran)


1. Pembuatan WFI : 200 ml aquadest dalam beaker glass disterilkan dengan autoklaf pada suhu 121 o
C tekanan 15 Psi selama 15 menit
2. Mortir dan stamper steril dipanaskan dengan menuangkan air panas ke dalam mortir
3. Bahan – bahan yang tidak larut air (fase minyak) dan tahan panas yaitu Asam stearat, parafin cair,
, dan vaselin album dimasukkan ke dalam satu cawan uap steril, panaskan diatas hotplate pada
suhu 60 – 70oC hingga semua bahan melebur
4. Bahan – bahan yang larut air dan tahan panas (fase air), yaitu WFI yang diperlukan dimasukkan
kedalam satu beakker glass dan dipanaskan pada suhu 60 – 70oC
5. Fase air dan fase minyak yang telah dipanaskan dicampurkan kedalam mortir steril yang telah
dipanaskan, campuran diaduk hingga terbentuk masa krim yang homogen, kemudian didinginkan
6. Gentamisin sulfat yang telah ditimbang dimasukkan ke dalam mortir, ditambahkan sebagian basis
krim sedikit demi sedikit , digerus ad homogen
7. Campuran ditimbang sebanyak 5g di atas kertas perkamen steril
8. Campuran yang telah ditimbang dimasukkan ke dalam tube
9. Masing-masing tube diberikan etiket dan dimasukkan ke dalam kemasan sekunder beserta brosur

Etiket

Gentamisin krim
Berat Bersih : 5 g
Gentamisin Sulfat 3%
Komposisi : gentamycinum 3% 300 mg; Propilenglikol 750 mg; Asam
Stearat 250 mg; paraffin liquidum 525 mg; vaselinum album 1,56 g; aqua
destillata hingga 1,865 g.

Indikasi, Dosis, Peringatan & Perhatian, Efek Samping,


Kontraindikasi

Keterangan lebih lengkap lihat brosur


Simpan di tempat sejuk dan kering

HARUS DENGAN RESEP DOKTER

Obat Luar

No Reg : GKL2010110429A1 Diproduksi oleh :

No. Batch : 029004 PT. STAR UP FARMA

EXP:03.2023 Kupang-NTT

Brosur

Gentamisin Krim
Gentamisin sulfat 3%
Tiap gram mengandung : gentamycinum 3% 300 mg; Propilenglikol 750
mg; Asam Stearat 250 mg; paraffin liquidum 525 mg; vaselinum album 1,56 g;
aqua destillata hingga 1,865 g.
FARMAKOLOGI

Gentamisin krim mengandung Gentamisin Sulfat yang dapat digunakan sebagai


Antibakteri yang bersifat bakterisid.

INDIKASI

Gentamisin diindikasikan untuk infeksi superficial yang peka


terhadap Gentamisin Sulfat.

EFEK SAMPING

Kadang-kadang terjadi iritasi (eritema dan pruritus).

PERINGATAN DAN PERHATIAN

Jika terjadi iritasi atau superinfeksi, pengobatan harus dihentikan dan


diberikan pengobatan yang tepat.

Tidak dianjurkan untuk pemakaian terus-menerus baik oleh perorangan


maupun di rumah sakit, karena dapat menimbulkan resistensi.

CARA PAKAI

2 sampai 3 kali sehari setelah mandi, dioleskan pada bagian yang


sakit.

KEMASAN

Tube dengan isi bersih

No. Reg : GKL2010110429A1 Batch : 029004 EXP:03.2022

PENYIMPANAN

Simpan pada suhu kamar, terlindung dari cahaya, jauhkan dari


jangkauan anak-anak.

HARUS DENGAN RESEP DOKTER

Dibuat oleh :

Wadah PT. STAR UP FARMA


Simpan di tempat sejuk dan kering

HARUS DENGAN RESEP DOKTER

GENTAMISIN KRIM

Gentamisin sulfat 3%

Berat Bersih : 5 g Obat Luar

Di Produksi oleh : No Reg GKL2010110429A1

PT. STAR UP FARMA No Batch 029004

Exp. Date 03. 2023


Komposisi : gentamycinum 3% 300 mg; Propilenglikol 750 mg; Asam Stearat 250
mg; paraffin liquidum 525 mg; vaselinum album 1,56 g; aqua destillata hingga
1,865 g.

Indikasi, Dosis, Peringatan & Perhatian, Efek Samping, kontraindikasi

Keterangan lebih lengkap lihat brosur

BAB III

PEMBAHASAN
Pada laporan praktikum ini dibuat sediaan topikal krim steril gentamisin 3%. Krim
adalah sediaan setengah padat berupa emulsi yang mengandung satu atau lebih bahan obat
terlarut atau terdispersi dalam bahan dasar yang sesuai (mengandung air tidak kurang dari
60%).

Gentamisin sulfat dalam pembuatan krim ini berfungsi sebagai zat aktif. Gentamisin
merupakan antibiotik golongan aminoglikosida yang efektif menghambat pertumbuhan
kuman-kuman penyebab infeksi kulit, baik infeksi primer maupun sekunder. Mekanisme
kerja sebagai bakterisidal dengan cara menghambat sintesis protein pada bakteri yang rentan.
Hal ini diperantarai oleh kemampuannya dalam mengikat subunit ribosom 30S dan 50S
secara ireversibel.

Tipe krim yang dijadikan formula pada sediaan krim steril gentamisin ini adalah krim
tipe minyak dalam air (M/A, O/W). tipe krim ini lebih disenangi karena pada penggunaannya
tampak tidak berbekas, dapat dicuci dengan air dan non-oklusif.

Krim terdiri atas dua fase terpisah yaitu air dan minyak, sehingga diperlukan
penambahan suatu emulgator yang dapat menyatukan kedua fase yang tidak saling bercampur
tersebut menjadi emulsi yang homogen dan stabil. Pada formulasi krim steril gentamisin
menggunakan emulgator yaitu cetostearil alkohol, tetapi karena bahannya tidak terdapat di
laboratorium maka dari itu digunakan asam stearat

Untuk membuat krim lebih lembut saat digunakan pada kulit digunakan
Cetostearylacoholum, tetapi karena bahannya tidak tersedia di laboratorium maka digunakan
atau diganti dengan propilenglikol

Untuk penggantian bahan yang tidak ada di laboratorium, yakni Cetomacrogolum-1000


& Cetostearylalcoholum yang digantikan dengan propilenglikol dan asam stearat. Dua bahan
ini dipilih karena berdasarkan Jurnal Nanopartikel Kitosan Cangkang Udang Windu STIFA
Makassar (Formula Ke II) Menurut Kesimpulan evaluasi, stabil secara fisik dan efektif.
Selain itu karena fungsinya sama dengan bahan yang digantikan

Sebelum dilakukan pencampuran bahan-bahan, alat dan bahan yang digunakan haruslah
disterilisasi terlebih dahulu. Penentuan metode sterilisasi untuk peralatan, dilihat dari bentuk
alat dan elemen pembentuk alat, apakah tahan panas atau tidak. Untuk bahan sendiri, dilihat
dari bentuk sediaannya dan kestabilannya

Pada pembuatan krim, yang perlu diperhatikan adalah proses pencampuran


meliputi suhu dan waktu. Pencampuran kedua fase harus benar-benar pada suhu yang sama
dan dalam waktu bersamaan. Kecepatan pengadukan harus konstan, stabil, dan seksama.
Pencampuran berlangsung terus hingga campuran mengalam pendinginan dengan sendirinya
hingga sekitar 25°C dan berubah konsistensinya menjadi massa krim setengah padat.

Pada pembuatan krim, yakni pada bagian pencampuran fase minyak dan fase air
digunakan mortir dan stamper yang panas, hal ini bertujuan agar massa krim dapat
mengembang dan tercampur dengan baik dan stabil

Anda mungkin juga menyukai