0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
123 tayangan6 halaman

Diagram TTT dan Transformasi Baja

Dokumen ini menjelaskan diagram Time-Temperature-Transformation (TTT) yang digunakan untuk menentukan transformasi struktur baja pada perlakuan panas. Diagram TTT menunjukkan kapan transformasi austenit dimulai dan berakhir pada temperatur konstan untuk berbagai laju pendinginan, dan struktur hasil transformasi yang dihasilkan (perlit, martensit, bainit). Laju pendinginan yang berbeda menghasilkan struktur mikro berbeda seperti yang ditunjukkan p
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
123 tayangan6 halaman

Diagram TTT dan Transformasi Baja

Dokumen ini menjelaskan diagram Time-Temperature-Transformation (TTT) yang digunakan untuk menentukan transformasi struktur baja pada perlakuan panas. Diagram TTT menunjukkan kapan transformasi austenit dimulai dan berakhir pada temperatur konstan untuk berbagai laju pendinginan, dan struktur hasil transformasi yang dihasilkan (perlit, martensit, bainit). Laju pendinginan yang berbeda menghasilkan struktur mikro berbeda seperti yang ditunjukkan p
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAR9

Diagram TTT (Time, Temperature, dan Transformation) adalah sebuah gambaran dari suhu (temperatur)
terhadap waktu logaritma untuk baja paduan dengan komposisi tertentu. Diagram ini biasanya
digunakan untuk menentukan kapan transformasi mulai dan berakhir pada perlakuan panas yang
isothermal (temperatur konstan) sebelum menjadi campuran Austenit. Ketika Austenit didinginkan
secara perlahan-lahan sampai pada suhu dibawah temperatur kritis, struktur yang terbentuk ialah Perlit.
Semakin meningkat laju pendinginan, suhu transformasi Perlit akan semakin menurun. Struktur mikro
dari materialnya berubah dengan pasti bersamaan dengan meningkatnya laju pendinginan. Dengan
memanaskan dan mendinginkan sebuah contoh rangkaian,transformasi austenit mungkin dapat dicatat.
Diagram TTT menunjukkan kapan transformasi mulai dan berakhir secara spesifik dan diagram ini juga
menunjukkan berapa persen austenit yang bertransformasi pada saat suhu yang dibutuhkan tercapai.

Peningkatan kekerasan dapat tercapai melalui kecepatan pendinginan dengan melakukan pendinginan
dari suhu yang dinaikkan seperti pendinginan furnace, pendinginan udara, pendinginan oli, cairan
garam, air biasa, dan air asin.

Pada gambar 1, area sebelah kiri dari kurva transformasi menunjukkan daeraha ustenit. Austenit stabil
pada suhu diatas temperatur kritis, tapi tidak stabil pada suhu di bawah temperatur kritis. Kurva sebelah
kiri menandakan dimulainya transformasi dan kurva sebelah kanan menunjukkan berakhirnya
transformasi. Area diantara kedua kurva tersebut menandakan austenit bertransformasi ke jenis
struktur kristal yang berbeda.(austenit ke perlit, austenit ke martensit, austenit bertransformasi ke
bainit).
Gambar 2. menunjukkan bagian atas dari diagram TTT. Seperti yang terlihat pada gambar 9, ketika
austenit didinginkan ke suhu dibawah temperatur kritis, ia bertransformasi ke struktur kristal yang
berbeda tergantung pada ketidakstabilan lingkungannya. Laju pendinginannya dapat dipilih secara
spesifik sehingga austenit dapat bertransformasi hingga 50%, 100%, dan lain sebagainya. Jika kecepatan
pendinginan sangat lambat seperti pada proses annealing, kurva pendinginan akan melewati sampai
seluruh area transformasi dan produk akhir dari proses pendinginan ini akan menjadi100% perlit.
Dengan kata lain, ketika laju pendinginan yang diterapkan sangat lambat,seluruh austenit akan
bertransformasi menjadi perlit. Jika laju pendinginan melewati pertengahan dari daerah transformasi,
produk akhirnya adalah 50% austenit dan 50%perlit, yang berarti bahwa pada laju pendinginan tertentu
kita dapat mempertahankan sebagian dari austenit, tanpa mengubahnya menjadi perlit.

Gambar 3. menunjukkan jenis transformasi yang bisa didapatkan pada laju pendinginan yang lebih
tinggi. Jika laju pendinginan sangat tinggi, kurva pendinginan akan tetap berada pada bagian sebelah kiri
dari kurva awal transformasi. Dalam kasus ini semua austenit akan berubah menjadi martensit. Jika tidak
terdapat gangguan selama pendinginan maka produk akhirnya akan berupa martensit.
ada gambar 4. laju pendinginan A dan B menunjukkan dua proses pendinginan secara cepat. Dalam hal
ini kurva A akan menyebabkan distorsi yang lebih besar dan tegangan dalam yang lebih besar dari laju
pendinginan B. Kedua laju pendinginan akan menghasilkan produk akhir martensit. Laju pendinginan B
juga dikenal sebagai laju pendinginan kritis, seperti ditunjukkan oleh kurva pendinginan yang
menyentuh hidung dari diagram TTT. Laju pendinginan kritis didefinisikan sebagai laju pendinginan
terendah yang menghasilkan 100% martensit juga memperkecil tegangan dalam dan distorsi.

Pada gambar 5, sebuah proses pendinginan secara cepat mendapat gangguan (garis horizontal
menunjukkan gangguan) dengan mencelupkan material ke dalam rendaman garam yang dicairkan dan
direndam pada temperatur konstan yang diikuti dengan proses pendinginan lain yang melewati daerah
bainit pada diagram TTT. Produk akhirnya adalah bainit, yang tidak sekeras martensit. Sebagai hasil dari
laju pendinginan D; dimensinya lebih stabil, distorsi dan tegangan dalam yang ditimbulkan lebih sedikit.

Pada gambar 6 laju pendinginan C menggambarkan proses pendinginan secara lambat, seperti pada
pendinginan furnace. Sebagai contoh untuk pendinginan jenis ini adalah proses annealing dimana semua
austenit akan berubah menjadi perlit sebagai hasil dari pendinginan secara lambat.

Terkadang kurva pendinginan bisa melewati pertengahan dari zona transformasi austenit-perlit. Pada
gambar 7, kurva pendinginan E menunjukkan sebuah laju pendinginan yang tidak cukup tinggi untuk
memproduksi 100% martensit. Hal ini dapat dengan mudah terlihat dengan melihat pada diagram TTT.
Sejak kurva pendinginan tidak menyinggung hidung dari diagram transformasi, austenit akan
bertransformasi menjadi 50% perlit (kurva E menyinggung kurva 50%). Semenjak kurva E meninggalkan
diagram transformasi pada zona martensit, sisa yang 50% dari austenit akan bertransformasi menjadi
martensit.

Gambar 8. Diagram TTT dan struktur mikro yang didapat dengan jenis laju pendinginan yang berbeda

Diagram TTT hanya menunjukkan transformasi pada temperatur yang konstan dan tidak berlaku pada
proses pendinginan yang kontinu sehingga diagram ini jarang dipakai untuk proses perlakuan panas.
Diagram yang dapat menjelaskan semuanya serta banyak sekali dipakai unutk proses pengerasan pada
baja adalah diagram CCT. Diagram ini mempunyai bentuk yang agak berbeda dengan diagram TTT
walaupun parameternya sama.

Anda mungkin juga menyukai