0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
20 tayangan9 halaman

Pengaruh Pajak dan Retribusi terhadap PAD

Ringkasan dokumen tersebut adalah: (1) Dokumen tersebut membahas pengaruh penerimaan pajak daerah dan retribusi daerah terhadap pendapatan asli daerah Kabupaten Malang periode 2015-2019; (2) Pendapatan asli daerah masih belum optimal dan bergantung pada dana perimbangan dari pemerintah pusat; (3) Diperlukan pengoptimalan pengelolaan sumber-sumber pendapatan asli daerah seperti pajak daerah

Diunggah oleh

Cindy Putri
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
20 tayangan9 halaman

Pengaruh Pajak dan Retribusi terhadap PAD

Ringkasan dokumen tersebut adalah: (1) Dokumen tersebut membahas pengaruh penerimaan pajak daerah dan retribusi daerah terhadap pendapatan asli daerah Kabupaten Malang periode 2015-2019; (2) Pendapatan asli daerah masih belum optimal dan bergantung pada dana perimbangan dari pemerintah pusat; (3) Diperlukan pengoptimalan pengelolaan sumber-sumber pendapatan asli daerah seperti pajak daerah

Diunggah oleh

Cindy Putri
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Pengaruh Penerimaan Pajak Daerah

dan Retribusi Daerah Terhadap Pendapatan Asli Daerah


(Studi Kasus Pemerintah Daerah Kabupaten Malang Tahun Anggaran 2015-2019)

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Negara Republik Indonesia sebagai Negara Kesatuan dalam penyelenggaraan
pemerintahannya menganut asas desentralisasi, dekonsentrasi dan tugas pembantuan.
Penyelenggaraan asas desentralisasi secara bulat dan utuh dilaksanakan di Daerah
Kabupaten dan Kota untuk memberikan kesempatan dan keleluasaan kepada Daerah
Otonom dalam mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa
sendiri serta berdasarkan aspirasi masyarakat, sesuai dengan peraturan perundang-undangan
yang berlaku. Prinsip-prinsip pemberian Otonomi Daerah menurut Undang-undang Nomor
22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah adalah penekanan terhadap aspek demokrasi,
keadilan, pemerataan dan partisipasi masyarakat serta memperhatikan potensi dan
keanekaragaman Daerah dalam rangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sebagai
wujud dari penekanan berbagai prinsip di atas, telah membuka peluang dan kesempatan
yang sangat luas kepada Daerah Otonom untuk melaksanakan kewenangannya secara
mandiri, luas, nyata, dan bertanggung jawab. Paradigma baru desentralisasi membuka
tantangan besar bagi seluruh bangsa Indonesia, namun apabila pemahaman terhadap
wawasan kebangsaan keliru, akan menimbulkan tuntutan-tuntutan yang bersifat
memperlemah kesatuan dan persatuan bangsa, seperti tuntutan atas pengalihan sumber-
sumber pendapatan negara, bahkan tuntutan bentuk pemisahan diri Daerah dari negara di
luar sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Salah satu sumber keuangan daerah yang dimiliki dan dikelola oleh
Pemerintah Daerah adalah Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pendapatan Asli Daerah
merupakan pendapatan yang diperoleh Daerah yang dipungut berdasarkan Peraturan
Daerah sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Pendapatan Asli Daerah
bersumber dari Pajak Daerah, Retribusi Daerah, Hasil pengelolaan kekayaan Daerah yang
dipisahkan dan lain-lain PAD yang sah. Pendapatan Asli Daerah ini mencerminkan tingkat
kemandirian suatu daerah. Semakin tinggi PAD nya maka semakin tinggi tingkat
kemandirian dalam suatu daerah. Untuk itu, Pemerintah Daerah harus mengoptimalkan
pengelolaan sumber pendapatan daerah yang berasal dari PAD. Pendapatan Asli Daerah
(PAD) merupakan semua penerimaan daerah yang berasal dari sumber ekonomi asli
daerah, dan salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang memiliki
kontribusi terbesar berasal dari pajak daerah dan retribusi daerah. Pajak daerah dan
retribusi daerah merupakan salah satu bentuk peran serta masyarakat dalam
penyelenggaraan otonomi daerah. Pajak daerah dan retribusi daerah merupakan sumber
pendapatan daerah yang penting untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan dan
pembangunan daerah. Penerimaan pajak daerah dan retribusi daerah diharapkan
nantinya dapat memberikan kontribusi yang positif terhadap Pendapatan Asli Daerah
(PAD) dalam hal pencapaian dan pemerataan kesejahteraan masyarakat. Menjadikan
daerah mampu melaksanakan otonomi daerah, yaitu mampu mengatur dan mengurus
rumah tangga daerahnya sendiri. Berikut ini merupakan tabel Realisasi Penerimaan Daerah
Kabupaten Malang di Tahun 2011-2019.

Realisasi Penerimaan Daerah Menurut Jenis Penerimaan


di Kabupaten Malang 2015 - 2019 (Milyar Rupiah)
     
Jenis Pendapatan 2015 2016 2017 2018 2019
           
5 625,9
1. Pendapatan Asli Daerah 743,30
461,89 02,75 585,29 1
1 298,2
a.     Pajak Daerah 170,12 255,85 281,12
91,40 3
44,6
b.     Retribusi Daerah 40,40 38,40 37,08
40,83 9
18,6
c. Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan 18,34 15,82 16,88
14,29 0
2 264,3
d.     Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah 233,03 433,23 250,2
56,23 9
2. Dana Perimbangan 1 893,23 2 308,27 2 299,98 2 413,07 2 492,58
42,0
a.     Bagi Hasil Pajak (Sumber Daya Alam) 43,30 43,37 53,53
61,82 3
126,7
b.     Bagi Hasil Bukan Pajak 83,42 84,81 141,32
83,40 7
c.      Dana Alokasi Umum 1 613,16 1 694,88 1 665,11 1 665,20 1 728,15
4 595,6
d.     Dana Alokasi Khusus 153,35 506,69 553,02
68,16 3
6 623,4
3. Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah 19,99 698,52 826,03
28,61 4
Jumlah 2 375,11 3 439,63 3 741,80 3 824,39 3 741,93
           
Sumber: Badan Keuangan dan Asset Daerah Kabupaten Malang      
Berdasarkan tabel diatas, tidak hanya untuk tahun 2015 saja yang didominasi
oleh Dana Perimbangan. Namun, dari setiap tahun kontribusi yang mendominasi
sumber penerimaan daerah adalah Dana Perimbangan. Hal ini menandakan kontribusi
PAD masih belum optimal dalam pengelolaannya dan tingkat kemandirian daerah
Kabupaten Malang ini masih bergantung oleh Dana Perimbangan yang diberikan oleh
Pemerintah Pusat. Kurang optimalnya PAD dalam kontribusi pada sumber pendapatan
daerah, menandakan kurangnya juga dalam pengelolaan pajak daerah, retribusi daerah,
hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan lain -lain PAD yang sah.
Pengoptimalan PAD dilakukan dengan cara lebih ditekankan lagi dalam penggalian
potensi potensi sumber daya lokal daerah Kabupaten Malang.

Pajak Daerah, Retribusi Daerah, Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang


dipisahkan dan Lain-lain PAD yang sah merupakan sumber PAD dalam membiayai
penyelenggaraan pemerintah daerah dan pembangunan daerah. Namun, sumber
pendapatan yang paling potensial adalah Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, yang
merupakan penerimaan dari sumber-sumber di dalam wilayah suatu daerah tertentu, yang
dipungut berdasarkan Undang-undang yang berlaku. PAD ini bertujuan untuk memberikan
kewenangan kepada pemerintah daerah untuk mendanai pelaksanaan otonomi daerah sesuai
dengan potensi daerah sebagai perwujudan desentralisasi. PAD terdiri dari hasil pajak,
retribusi daerah, pendapatan dari dinas-dinas, BUMN dan lain-lain, yang dikalkulasikan
dalam bentuk ribuan rupiah setiap tahunnya. PAD sebagai salah satu sumber penerimaan
daerah mencerminkan tingkat kemandirian daerah. Semakin besar PAD,mengindikasikan
bahwa sebuah daerah mampu melaksanakan desentralisasi fiskal dan ketergantungan
terhadap pemerintah pusat berkurang.

Pajak Daerah yang merupakan salah satu sumber penerimaan utama bagi suatu
Daerah yang dibayar oleh masyarakat yang bersifat memaksa dengan berdasarkan
Undang-undang yang digunakan untuk keperluan daerahnya bagi sebesar -besarnya
kemakmuran rakyatnya serta perwujudan peran serta masyarakat dalam pembangunan
daerah. Sedangkan untuk Retribusi Daerah yaitu bisa dipungut berkali -kali sepanjang
masyarakat tersebut memanfaatkan jasa yang disediakan oleh pemerintah daerah dan
memungkinkan untuk dikembangkan sesuai dengan keperluan daerahnya. Jurnal
penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Md Krisna Artha A. K. (2013)penerimaan
pajak daerah dan retribusi daerah secara simultan berpengaruh signifikan terhadap
peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekabupaten/ kota di Provinsi Bali.

Berdasarkan uraian di atas diketahui bahwa pajak daerah dan retribusi daerah
merupakan komponen penting dalam penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka
penulis tertarik untuk mengambil judul tentang “Pengaruh Penerimaan Pajak Daerah dan
Retribusi Daerah Terhadap Pendapatan Asli Daerah (Studi Kasus Pemerintah Daerah
Kabupaten Malang Tahun Anggaran 2015-2019)”

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian diatas maka rumusan masalah dalam penelitian yaitu bagaimanakah
pengaruh Penerimaan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah terhadap Pendapatan Asli Daerah
(PAD) Kabupaten Malang tahun 2015-2019?
C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan penelitian yang hendak dicapai adalah
untuk mengctahui pengaruh Penerimaan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah terhada
pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Malang
D. ManfaatPenelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat dipergunakan:
 Bagi Pemerintah Kabupaten Malang
Sebagai bahan masukan bagi Kabupaten Malang dalam mengambil keputusan atau
kebijakan yang berkaitan dengan Penerimaan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah secara
tidak langsung akan meningkatkan PAD sehingga dapat menunjang perckonomian
daerah guna tercapainya kesejahteraan masyarakat.
 Bagi Almamater
Sebagai referensi bagi para peneliti selanjutnya yang berkaitan dengan Pengaruh
Penerimaan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah terhadap PAD Kabupaten Malang.
BAB II
Telaah Literatur

1. Pengertian Pajak
Pajak menurut pasal 1 UU No.28 Tahun 2007 tentang ketentuan umum dan tata
cara perpajakan adalah: Kontribusi wajib kepada Negara yang terutang oleh orang
pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang, dengan tidak
mendapat timbal balik secara langsung dan digunakan untuk keperluan Negara bagi
sebesar-besarnya kemakmuran rakyat
Menurut Prof. Dr. H. Rochmat Soemitro SH Pengertian pajak adalah iuran rakyat
kepada Kas Negara berdasarkan undang-undang (yang dapat dipaksakan) dengan tiada
mendapat jasa timbal (kontra prestasi) yang langsung dapat ditunjukkan dan yang
digunakan untuk membayar pengeluaran umum. Definisi tersebut kemudian dikoreksinya
yang berbunyi sebagai berikut: Pajak adalah peralihan kekayaan dari pihak rakyat kepada
Kas Negara untuk membiayai pengeluaran rutin dan surplusnya digunakan untuk public
saving yang merupakan sumber utama untuk membiayai public investment.
Menurut Rifhi Siddiq Pengertian Pajak adalah iuran yang dipaksakn pemerintahan
suatu negara dalam periode tertentu kepada wajib pajak yang bersifat wajib dan harus
dibayarkan oleh wajib pajak kepada negara dan bentuk balas jasanya tidak langsung.
Menurut Sommerfeld R.M., Anderson H.M., & Brock Horace R Pengertian Pajak
adalah suatu pengalihan sumber dari sektor swasta ke sektor pemerintah, bukan akibat
pelanggaran hukum, namun wajib dilaksanakan, berdasarkan ketentuan yang ditetapkan
lebih dahulu, tanpa mendapat imbalan yang langsung dan proporsional, agar pemerintah
dapat melaksanakan tugas-tugasnya untuk menjalankan pemerintahan.
Menurut Elry Suandy (2011:236), pajak daerah adalah iuran yang wajib
dilakukan oleh orang pribadi atau badan kepada daerah tanpa imbalan langsung yang
seimbang, yang dapat dipaksakan berdasarkan peraturan perundangundangan yang
berlaku, yang digunakan untuk membiayai penyelenggaraan pemerintah daerah dan
pembangunan daerah
2. Pengertian Retribusi Daerah
Menurut Windhu (2018: 185) restribusi daerah adalah iuran yang dibayarkan
oleh rakyat kepada daerah yang dapat dipaksakan yang mendapat prestasi kembalinya
secara langsung. Menurut Yoyo (2017: 108) Restribusi daerah adalah pungutan daerah
sebagai pembayaran atas jasa atau pemberian izin tertentu yang khusus disediakan
dan/atau diberikan oleh pemerintah daerah untuk kepentingan orang pribadi atau badan.
Menurut Marihot (2016: 616) retribusi daerah adalah pungutan daerah sebagai pembayaran
atas jasa atau pemberian izin tertentu yang khusus disediakan atau diberikan oleh
pemerintah daerah untuk kepentingan orang pribadi atau badan.
3. Pengertian Pendapatan Asli Daerah
(PAD) Menurut UU No.33 Tahun 2004 mengenai perimbangan keuangan antara
Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, yang dimaksud dengan Pendapatan Asli
Daerah (PAD) adalah pendapatan yang diperoleh daerah yang dipungut berdasarkan
peraturan daerah sesuai dengan peraturan perundangundangan. Sedangkan yang
dimaksud dengan pendapatan daerah menurut UU No.33 Tahun 2004 adalah:
pendapatan daerah adalah hak Pemerintah Daerah yang diakui sebagai penambah nilai
kekayaan bersih dalam periode tahun [Link] Pasal 6 ayat (1) UU
No.33 Tahun 2004, PAD dapat bersumber dari:
a. Pajak Daerah
Pajak daerah merupakan penerimaan daerah yang berasal dari pajak. Penerimaan
dari sektor pajak ini antara lain:
o Pajak kendaraan bermotor, bea balik nama kendaraan bermotor, pajak bahanbakar
kendaraan bermotor, pajak kendaraan di atas air, pajak air bawah tanah dan
pajak air permukaan.
o Retribusi Daerah
Retribusi daerahmerupakan pungutan daerah sebagai pembayaran pemakaian atau
karena memperoleh jasa atau pekerjaan atau pelayanan Pemerintah Daerah dan
jasa usaha milik daerah bagi yang berkepentingan atas jasa yang diberikan oleh
daerah baik langsung maupun tidak langsung.
o Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan
Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan merupakan penerimaan
daerah
yang berasal dari hasil Perusahaan milik daerah dan pengelolaan kekayaan daerah
yang dipisahkan. Penerimaan ini antara lain dari BPD, Perusahaan Daerah,
deviden BPR-BKK dan penyertaan modal daerah kepada pihak ketiga.

BAB III
Metode Penelitian

1) Waktu dan Tempat Penelitian


Dalam pengumpulan data penulis mendapatkannya dari Badan Pusat Statistik (BPS)
Kabupaten Malang. Subjek penelitian yang digunakan dalam penulisan ilmiah ini
adalah data Statistik Keuangan Kabupaten Malang tahun 2015-2019 yang dipubikasikan
oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi. Penelitian dilakukan selama kurang lebih
tiga (3) bulan.
2) Variabel Penelitian
Variabel penelitian yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah variabel
independen dan variabel dependen.
o Variabel bebas (independen) adalah variabel yang menjadi sebab terpengaruhnya
variabel dependen.
a. Pajak daerah (X1)
b. Retribusi daerah (X2)
o Variabel terikat (dependen) adalah
variabel yang nilainya dipengaruhi oleh variabel independen yang sifatnya bebas,
dalam penelitian ini variabel bebas adala Pendapatan Asli Daerah (PAD)
3) Metode dan Teknik Pengumpulan Data
o Time Series Analysis (Analisa Runtut Waktu) Teknik pengumpulan data dengan
melihat pengukuran dari waktu ke waktu tertentu. Data yang digunakan dalam
penelitian ini merupakan data selama lima tahun dari tahun 2015 sampai dengan
tahun 2019 meliputi data: pajak daerah, retribusi daerah, dan PAD Kabupaten
Malang
o Teknik pengumpulan data:
a. Penelitian Lapangan
Penelitian lapangan yaitu penelitian yang dilakukan secara langsung di BPS.
Data yang diperoleh merupakan data sekunder, yaitu teknik pengumpulan data
dengan cara pencarian dan pengumpulan data dengan mengambil data pada buku
Statistik keuangan daerah yang dipublikasikan oleh BPS Kabupaten Malang dan
penelitian mengenai pajak daerah retribusi daerah dan PAD.
b. Penelitian Kepustakaan
Penelitian kepustakaan yaitu untuk memperoleh data sekunder dengan tujuan
untuk mendapatkan landasan teoritis yang hasilnya akan digunakan sebagai dasar
untuk melakukan analisis data yang diperoleh dalam penelitian lapangan, sehingga
menghasilkan kesimpulan serta untuk memecahkan masalah yang ada.
c. Interview
Proses memperoleh keterangan berupa tanya jawab langsung dengan karyawan
BPS mengenai informasi data pajak daerah, retribusi daerah dan PAD
Daftar Pustaka

Penjelasan Atas Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 Tentang
Pembinaan dan Pengawasan Atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah,
[Link]

Diakses pada tanggal 14 April 2020

Realisasi Penerimaan Daerah Menurut Jenis Penerimaan di Kabupaten Malang, 2011 - 2019
(Milyar Rupiah), [Link]
penerimaan-daerah-menurut-jenis-penerimaan-di-kabupaten-malang-2011---2019-milyar
[Link], Diakses pada tanggal 14 April 2020

Hartono,Y. Pengaruh Penerimaan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Terhadap Peningkatan
Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakata (Periode 2012-2016)

Anda mungkin juga menyukai