BAB III
RESISTOR
A. Definisi Resistor
Resistor adalah komponen elektronika yang berfungsi untuk
menghambat arus listrik dan menghasilkan nilai resistansi
[Link] resistor dalam menghambat arus listrik sangat beragam
disesuaikan dengan nilai resistansi resistor tersebut.
Resistor memiliki beragam jenis dan bentuk. Diantaranya resistor yang
berbentuk silinder, smd (Surface Mount Devices), dan wirewound. Jenis jenis
resistor antara lain komposisi karbon, metal film, wirewound, smd, dan
resistor dengan teknologi film tebal. Resistor yang paling banyak beredar di
pasaran umum adalah resistor dengan bahan komposisi karbon, dan metal
film. Resistor ini biasanya berbentuk silinder dengan pita pita warna yang
melingkar di badan resistor. Pita-pita warna ini dikenal sebagai kode
[Link] mengetahui kode resistor kita dapat mengetahui nilai
resistansi resistor, toleransi, koefisien temperatur dan reliabilitas resistor
tersebut. Tutorial ini akan menjelaskan kode kode resistor yang banyak
beredar di pasaran.
B. Jenis Resistor
Gambar 3. Jenis Resistor
Berdasarkan penggunaannya, resistor dapat dibagi menjadi empat
bagian sebagai berikut.
1. Resistor biasa (tetap nilainya) adalah sebuah resistor penghambat
gerak arus yang nilainya tadak dapat berubah, biasanya dibuat dari
nikelin atau karbon.
2. Resistor berubah (variable) adalah sebuah resistor yang nilainya dapat
berubah – ubah dengan jalan menggeser atau memutar toggle,
sehingga nilai resistor dapat ditetapkan sesuai dengan kebutuhan.
Jenis ini dapat dibagi menjadi dua, yaitu potensiometer rheostat dan
trimpot ( trimmer potensiometer ) yang biasanya menempel pada
papan rangkaian (PCB).
3. Resistor NTC dan PTS. Resistor NTC ( Negative Temperature
Coefficient ) adalah resistor yang nilainya akan bertambah kecil bila
terkena suhu panas. Resistor PTS ( Positive Temperature Coefficient )
adalah resistor yang nilainya akan bertambah besar bila
temparaturenya menjadi dingin.
4. LDR ( Light Dependent Resistor ) adalah jenis resistor yang berubah
hambatannya karena pengaruh cahaya. Bila cahaya gelap, nilai
tahanannya semakin besar, sedangkan bila cahayanya terang nilainya
semakin kecil.
C. Resistor Dengan Kode Warna
Gambar 4. Resistor dengan kode warna
Resistor yang menggunakan kode warna ada 3 macam, yaitu:
1. Resistor dengan 4 pita warna dengan 1 pita warna untuk toleransi.
2. Resistor dengan 5 pita warna dengan 1 pita warna untuk toleransi
3. Resistor dengan 5 pita warna dengan 1 pita warna untuk toleransi dan
1 pita warna untuk reliabilitas.
Sedangkan ukuran resistor bermacam macam sesuai dengan ukuran
daya resistor itu. Dipasaran terdapat beberapa ukuran daya seperti
ditunjukkan pada Gambar 1, Gambar 2 untuk komposisi karbon dan Gambar
3, Gambar 4 untuk metal film.
Cara membacanya :
Apabila sebuah resistor memiliki gelang-gelang warna secara berurutan
sebagai berikut :
Merah, Ungu, Kuning, Perak
Nilai tahanan Resistor Tersebut adalah :
Merah = 2
Ungu = 7
Kuning = X 104 (warna ketiga adalah faktor perkaliannya)
Berarti nilai Resistor tersebut adalah 27x104 = 270.000 Ohm atau 270 Kilo
Ohm +/- 10%
Jadi nilai tahanan atau hambatan resistor tersebut antara 243.000 Ohm
sampai dengan 297.000 Ohm.
D. Rangkaian ResistorSeri Dan Paralel
Rangkaian Seri adalah salah satu rangkaian listrik yang disusun secara
sejajar (seri). Baterai dalam senter umumnya disusun dalam rangkaian
seri.
Rangkaian Paralel adalah salah satu rangkaian listrik yang disusun
secara berderet (paralel). Lampu yang dipasang di rumah umumnya
merupakan rangkaian paralel. Rangakain listrik paralel adalah suatu
rangkaian listrik, di mana semua input komponen berasal dari sumber
yang sama. Semua komponen satu sama lain tersusun paralel. Hal inilah
yang menyebabkan susunan paralel dalam rangkaian listrik menghabiskan
biaya yang lebih banyak (kabel penghubung yang diperlukan lebih
banyak). Selain kelemahan tersebut, susunan paralel memiliki kelebihan
tertentu dibandingkan susunan seri. Adapun kelebihannya adalah jika
salah satu komponen dicabut atau rusak, maka komponen yang lain tetap
berfungsi sebagaimana mestinya
Gabungan antara rangkaian seri dan rangkaian paralel disebut rangkaian
seri-paralel (kadang disebut sebagai rangkaian campuran atau
rangkaian kombinasi).
Rangkaian seri
Jumlah hambatan total rangkaian seri sama dengan jumlah hambatan tiap-
tiap komponen (resistor).
Rangkaian paralel
.
Jumlah kebalikan hambatan total rangkaian paralel sama dengan jumlah dari
kebalikan hambatan tiap- tiap komponen (resistor).