RANGKAIAN KASKADE
• Hanya satu sinyal output yang aktif
• Pada kondisi awal sinyal terakhir yang aktif
• Cara kerja sinyal berurutan.
• Jumlah sinyal input sama dengan sinyal output
• jumlah katup pembalik = jumlah sinyal output dikurangi satu
Rangkaian Dengan 2 Sinyal Output Rangkaian Dengan 3 Sinyal Output
S1 S1
S2 S2
4 (A) 2 (B)
S3
4 (A) 2 (B)
14 12
(Z) (Y)
14 12
5(R) 3(S) (Z) (Y)
1 (P) 5(R) 3(S)
1 (P)
4 (A) 2 (B)
e1 e2
14 12
(Z) (Y)
5(R) 3(S)
Rangkaian Dengan 4 Sinyal Output 1 (P)
S1
S2 e1 e2 e3
S3
S4
4 (A) 2 (B)
14 12
e1 (Z) (Y)
e3
5(R) 3(S)
1 (P)
4 (A) 2 (B)
14 12
e2 (Z) (Y)
5(R) 3(S)
1 (P)
4 (A) 2 (B)
14 12
(Z) (Y) e4
5(R) 3(S)
1 (P)
PROSEDUR DESAIN RANGKAIAN PNEUMATIK DENGAN METHODE BLOK
1. Definisikan urutan gerakan dengan notasi huruf, misalnya : A+ B+ B- A-
2. Bagi ke dalam grup, dengan ketentuan :
Buat grup sekecil mungkin
Dalam satu grup tidak boleh ada silinder yang sama
Dari contoh di atas : Grup 1 : A + B+, Grup 2 : B- A –
3. Tentukan diagram gerakan lengkap dengan limit switchnya
Group 1 Group 2
S1 A1 S2 B0
ON
A+ B+ B- A-
A0
e1 B1 e2
Gerakan diatas terdapat 2 groups
4. Gambar silinder dan katup kontrol akhir dan tandai masing komponen :
A B
A+ A- B+ B-
• Elemen kerja dengan A, B atau C
• + = gerakan maju
• - = gerakan mundur
• silinder di dalam : limit switch ditandai “0”.
• silinder di luar : limit switch ditandai “1”.
5. Gabungkan rangkaian silinder dengan rangkaian Kaskade ( 2 group karena gerakan A+B+B-A-
terdapat 2 group seperti pada point 3)
6. Lengkapi rangkaian dengan sensor pembatas supaya system bisa berjalan.
Sensor pembatas yang terletak diatas pada pembuatan group (point3) letaknya diatas
rangkaian cascade
Sensor pembatas yang terletak dibawah pada pembuatan group (point3) letaknya
dibawah rangkaian cascade
Seperti pada rangkaian dibawah ini: