0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan11 halaman

Analisis ABM dan ABC dalam Akuntansi

Dokumen tersebut merangkum tentang Activity Based Costing (ABC) dan Activity Based Management (ABM). ABC adalah metode pembebanan biaya berdasarkan aktivitas, sedangkan ABM adalah pendekatan manajemen yang memfokuskan pada aktivitas untuk meningkatkan nilai pelanggan dan laba perusahaan. Keduanya saling berkaitan, di mana ABM membutuhkan informasi dari ABC untuk melakukan analisis perbaikan berkelanjutan. Dokumen ini juga membahas analisis nilai pro

Diunggah oleh

loparustiana12
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan11 halaman

Analisis ABM dan ABC dalam Akuntansi

Dokumen tersebut merangkum tentang Activity Based Costing (ABC) dan Activity Based Management (ABM). ABC adalah metode pembebanan biaya berdasarkan aktivitas, sedangkan ABM adalah pendekatan manajemen yang memfokuskan pada aktivitas untuk meningkatkan nilai pelanggan dan laba perusahaan. Keduanya saling berkaitan, di mana ABM membutuhkan informasi dari ABC untuk melakukan analisis perbaikan berkelanjutan. Dokumen ini juga membahas analisis nilai pro

Diunggah oleh

loparustiana12
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

RANGKUMAN MATA KULIAH AKUNTANSI MANAJEMAN

COST VOLUME PROFIT (CVP) ANALYSIS

RPS 4

Dosen Pengampu : Bapak Prof. Dr. I Ketut Yadnyana, S.E., AK., [Link].

Disusun Oleh:
I Made Lopa Rustiana (1907531257)

PROGRAM STUDI AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS UDAYANA

TAHUN 200
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Tuhan Yang Maha Esa yang Maha Pengasih lagi Maha
Penyayang, Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah
melimpahkan rahmat-Nya kepada Kami, sehingga dapat menyelesaikan Makalah Akuntansi
Manajemen dengan materi Activity-Based Management.

Penulis berharap Makalah Akuntansi Manajemen yang telah disusun ini dapat
memberikan sumbangsih untuk menambah pengetahuan para pembaca. Penulis menyadari
bahwa Makalah Akuntansi Manajemen ini masih memiliki banyak kekurangan yang
membutuhkan perbaikan, sehingga kami sangat mengharapkan masukan serta kritikan dari
para pembaca.

Denpasar, 1 Maret 2021

Penulis
A. HUBUNGAN ANTARA ACTIVITY BASED COSTING (ABC) DAN ACTIVITY BASED
MANAGEMENT (ABM)

Activity Based Management (ABM) atau manajemen berdasarkan aktivitas adalah


pendekatan yang luas dan terpadu yang memfokuskan perhatian manajemen pada aktivitas dengan
tujuan perbaikan nilai pelanggan dan laba yang dicapai dengan menyediakan nilai ini. Dapat juga
dikatakan sebagai suatu konsep yang mengerahkan perhatian pada konsumsi sumber daya terhadap
aktivitas yang dilakukan oleh suatu perusahaan, sehingga untuk dapat mengetahui bagaimana suatu
perusahaan menggunakan sumber dayanya, maka terlebih dahulu haruslah dipahami mengenai aktivitas-
aktivitas apa saja yang telah terjadi didalam perusahaan tersebut.

Activity Based Management merupakan pendekatan yang terintegrasi yang memfokuskan


perhatian manajemen pada aktivitas yang bertujuan untuk meningkatkan nilai yang diterima oleh
pelanggan dan meningkatkan laba perusahaan melalau penyediaan nilai pelanggan tersebut dengan
menggunakan informasi yang diperoleh dari Activity Based System, dimana antara ABM dan ABC
saling berkaitan satu sama lain

Pengertian Activity Based Costing ( ABC )

Activity Based Costing adalah metode pembebanan aktivitas-aktivitas berdasarkan besarnya


pemakaian sumber daya, dan membebankan biaya pada objek biaya, seperti produk atau pelanggan,
berdasarkan besarnya aktivitas, serta untuk mengukur biaya dan kinerja dari aktivitas yang terkait
dengan proses dan objek biaya.

Pengertian mendasar dari sistem ABC adalah adanya analisa terhadap keseluruhan

aktivitas-aktivitas yang bertujuan untuk mengidentifikasi adanya hal-hal sebagai berikut :

1. Aktivitas yang ada dalam tiap-tiap dapartemen dan sebab timbulnya aktivitas

2. Dalam kondisi yang bagaimana setiap aktivitas tersebut dilaksanakan.

3. Bagaimana frekuensi masing-masing aktivitas dalam pelaksanaannya.

4. Sumber-sumber yang dikonsumsi untuk melakasanakan masing-masing aktivitas.

5. Faktor-faktor apa yang menjadi penyebab timbulnya aktivitas tersebut atau pembenahan atas sumber
daya yang dimiliki perusahaan.

Dalam Activity Based Costing (ABC) semua biaya dibebankan ke produk yang

menimbulkan aktivitas atau apabila ada alasan yang mendasar bahwa biaya tersebut dipengaruhi oleh
produk yang dibuat, baik biaya produksi, maupun biaya non- produksi.
ABC atau penentu harga pokok produk berbasis aktivitas merupakan sistem informasi tentang pekerjaan
atau kegiatan yang mengkonsumsi sumber daya dan menghasilkan nilai bagi konsumen.

Ada dua asumsi yang penting yang mendasari metode ABC, yaitu :

1. Aktivitas-aktivitas yang menyebabkan timbulnya metode ABC bahwa sumber daya pembantu atau
sumber daya tidak langsung menyediakan kemampuannya melaksanakan kegiatan bukan hanya
penyebab timbulnya biaya.

2. Produk atau pelanggan jasa produk menyebabkan timbulnya permintaan atas dasar aktivitas untuk
membuat produk atau jasa yang diperlukan berbagai kegiatan yang menimbulkan sumber daya
untuk melaksanakan aktivitas tersebut.

Hubungan antara ABM dan ABC

Manajemen Activity Based Costing (ABC) membutuhkan informasi yang berkualitas tinggi
dengan tepat waktu, yang berhubungan dengan pekerjaan yang dilakukan atau activity dan sasaran
pekerjaan itu sendiri atau produk dan customer agar dicapai apa yang disebut dengan continues
improvement atau perbaikan yang berkesinambungan. Setelah manajer mempunyai informasi akurat dan
tepat waktu, manajer akan menggunakan informasi tersebut untuk menetapkan strategi yang tepat,
mendesign ulang produk dan menekan pemborosan-pemborosan yang terdapat pada aktifitas operasi
dengan menggunakan cara-cara yang digunakan pada sistem ABC ini agar dicapai suatu perbaikan yang
disebut Activity Based Managemen (ABM).

Hubungan ABC dengan ABM terjadi karena ABM membutuhkan informasi dari ABC untuk
melakukan analisis yang berhubungan dengan perbaikan yang berkesinambungan ABM untuk standar
pemasaran. Biaya pemasaran adalah biaya yang timbul karena terjadinya pertukaran dantara perusahaan
dengan konsumen.

B. ANALISIS NILAI PROSES / PROCESS VALUE ANALYSIS (PVA)

Analisis nilai proses adalah hal yang fundamental bagi akuntansi pertanggungjawaban
berdasarkan aktivitas; analisis ini berfokus pada akuntabilitas berbagai aktivitas sebagai ganti pada biaya;
dan analisis ini menekankan pada maksimalisasi kinerja keseluruhan sistem sebagai ganti kinerja
individual. Analisis nilai proses membantu mengubah berbagai konsep akuntansi pertanggungjawaban
berdasarkan aktivitas dari tingkat konseptual menjadi operasional. Analisis nilai proses berkaitan dengan
(1) analisis penggerak, (2) analisis aktivitas, dan (3) pengukuran kinerja aktivitas.

1. Analisis Penggerak: Pencarian Akar Pemicu


Mengelola berbagai aktivitas membutuhkan pemahaman atas penyebab biaya aktivitasnya. Setiap
aktivitas terdiri atas input dan output. Input aktivitas adalah berbagai sumber daya yang dikonsumsi suatu
aktivitas dalam rangka menghasilkan output-nya. Output aktivitas adalah hasil atau produk dari suatu
aktivitas. Ukuran output aktivitas adalah jumlah suatu aktivitas dilakukan. Ukuran ini adalah ukuran
yang dapat dihitung atas suatu output.

Ukuran output praktis adalah ukuran permintaan yang dibutuhkan atas suatu aktivitas dan hal
yang disebut penggerak aktivitas. Ketika kebutuhan akan suatu aktivitas berubah, biaya aktivitas dapat
berubah.

2. Analisis Aktivitas: Mengidentifikasi dan Menilai Isi Nilai

Inti analisis nilai proses adalah analisis aktivitas. Analisis aktivitas adalah proses untuk
mengidentifikasi, menjelaskan, dan mengevaluasi berbagai aktivitas yang dilakukan perusahaan. Analisis
aktivitas harus menunjukkan empat hasil: (1) aktivitas apa saja yang dilakukan, (2) berapa banyak orang
yang melakukan aktivitas tersebut, (3) waktu dan sumber daya yang dibutuhkan untuk melakukan
aktivitas, dan (4) penilaian atas nilai aktivitas bagi perusahaan, termasuk saran untuk memilih dan
mempertahankan berbagai aktivitas yang menambah nilai.

 Aktivitas Bernilai-Tambah

Berbagai aktivitas yang dibutuhkan untuk dapat bertahan dalam bisnis disebut sebagai aktivitas
yang bernilai tambah. Beberapa aktivitas yang disyaratkan memang dibutuhkan untuk memenuhi
peraturan hukum. Contohnya, RTP, Inc. sebagai perusahaan publik. Semua aktivitas yang harus
dilakukan RTP, Inc. untuk mematuhi persyaratan pelaporan dari Securities and Exchange Commission
dan kebutuhan pelaporan dari Internal Revenue Service adalah contoh aktivitas yang diwajibkan.

 Aktivitas Tak-Bernilai-Tambah

Semua aktivitas selain berbagai aktivitas yang paling penting untuk tetap bertahan dalam bisnis
sehingga dipandang tidak perlu disebut sebagai aktivitas tak-bernilai tambah. Aktivitas tak-bernilai
tambah dapat diidentifikasi melalui ketidakmampuannya memenuhi salah satu dari tiga 3 disebutkan di
atas. Contoh pengawasan dalam pemotongan pipa (untuk aktivitas perbaikan, bukan aktivitas perubahan
kondisi) adalah aktivitas yang tak bernilai tambah. Pengawasan adalah aktivitas pendeteksi kondisi
bukan aktivitas pengubah kondisi (aktivitas ini memberitahukan kita kondisi pipa yang terpotong-apakah
panjangnya benar atau tidak).

Dalam operasi produksi lima aktivitas utama ikut sering disebut sebagai aktivitas yang sia-sia dan tidak
dibutuhkan.

 Penjadwalan. Suatu aktivitas yang menggunakan waktu dan sumber daya untuk menentukan
kapan berbagai produk yang berbeda memiliki akses ke proses (atau kapan dan seberapa
banyak penyetelan harus dilakukan) serta! seberapa banyak yang akan diproduksi.

 Perpindahan. Suatu aktivitas yang menggunakan waktu dan sumber daya untuk
memindahkan bahan baku, barang dalam proses, dan barang jadi dari satu departemen ke
departemen lainnya.

 Waktu Tunggu. Suatu aktivitas di mana bahan baku atau barang dalam proses
menggunakan waktu dan sumber daya untuk menunggu proses berikutnya.
 Pemeriksaan. Suatu aktivitas di mana waktu dan sumber daya digunakan untuk
memastikan bahwa produk memenuhi spesifikasinya.
 Penyimpanan. Suatu aktivitas yang menggunakan waktu dan sumber daya di
mana barang atau bahan baku terkait tetap berada dalam persediaan.

 Pengurangan Biaya
Perbaikan berkelanjutan membawa tujuan pengurangan biaya. Berbagai usaha untuk
mengurangi biaya dari berbagai produk dan proses yang ada akan disebut sebagai perhitungan
biaya Kaizen. Kondisi persaingan memaksa perusahaan untuk mengirimkan produk yang
diinginkan para pelanggan secara tepat waktu dengan biaya serendah mungkin. Hal ini berarti
perusahaan harus terus berusaha keras untuk memperbaiki biayanya. Perhitungan biaya Kaizen
memiliki ciri perbaikan yang konstan dan meningkat atas berbagai proses dan produk yang ada.
Analisis aktivitas adalah elemen penting dalam perhitungan biaya Kaizen. Analisis aktivitas
dapat mengurangi biaya melalui empat cara:

a. Eliminasi aktivitas,
b. Pemilihan aktivitas,

c. Pengurangan aktivitas,

d. Penyatuan aktivitas

3. Pengukuran Kinerja Aktivitas

Menilai seberapa baik berbagai aktivitas (dan proses) dilakukan adalah hal mendasar dalam
usaha pihak manajemen untuk memperbaiki profitabilitas. Pengukuran kinerja aktivitas terdapat dalam
bentuk keuangan keuangan dan nonkeuangan. Berbagai ukuran ini didesain untuk menilai seberapa baik
suatu aktivitas dilakukan dan seberapa baik hasil yang dicapai. Ukuran-ukuran ini juga didesain untuk
menunjukkan apakah ada perbaikan konstan atau tidak. Ukuran kinerja aktivitas berpusat pada tiga dimensi
utama: efisiensi, kualitas, dan waktu.

Efisiensi berfokus pada hubungan berbagai input aktivitas dengan output aktivitas. Contohnya, salah satu
cara memperbaiki efisiensi suatu aktivitas adalah menghasilkan output aktivitas yang sama dengan biaya
yang lebih rendah untuk input yang digunakan. Kualitas berkaitan dengan melakukan aktivitas yang benar
sejak aktivitas tersebut dilakukan pertama kali. Ouput aktivitas yang cacat perlu diulang hingga
menyebabkan biaya yang tidak dibutuhkan dan pengurangan efisiensi. Waktu yang dibutuhkan untuk
melakukan suatu aktivitas juga merupakan hal penting. Waktu yang lebih lama biasanya berarti lebih
banyak penggunaan sumber daya dan lebih sedikit kemampuan untuk merespons kebutuhan pelanggan.
Ukuran waktu untuk kinerja cenderung bersifat nonkeuangan, sedangkan efisiensi dan kualitas adalah
ukuran keuangan dan nonkeuangan.

C. UKURAN EFISIENSI AKTIVITAS

ABM (Activity Based Management) harus dapat mengungkapkan informasi untuk mengetahui
informasi seberapa baik kinerja aktivitas. Ukuran – ukuran keuangan harus menunjukkan penghematan
potensial dan penghematan sesungguhnya. Penghematan adalah pengurangan biaya yang berarti
pengurangan pemborosan atau peningkatan efisiensi. Menaksir seberapa baik aktivitas dan proses
dilakukan adalah landasan bagi usaha manajemen untuk memperbaiki profitabilitas. Ukuran kinerja
berpusat pada tiga dimensi utama yaitu Efisiensi, kualitas dan waktu. Ukuran keuangan untuk efisiensi
aktivitas meliputi:

1. Laporan biaya bernilai tambah dan tak bernilai tambah

Pelaporan ini adalah cara untuk meningkatkan efisiensi aktivitas. Suatu sistem akuntansi
perusahaan seharusnya membedakan antara biaya bernilai tambah dan tak bernilai tambah karena
memperbaiki kinerja aktivitas membutuhkan penghapusan tak bernilai tambah dan mengoptimalkan
aktivitas bernilai tambah. Mengetahui jumlah biaya yang dihemat merupakan hal yang penting bagi
tujuan strategis . Sebagai contoh , jika suatu aktivitas dihapus, maka biaya yang dihemat seharusnya
dapat ditelusuri pada produk individual. Penghematan ini dapat menghasilkan penurunan harga bagi
pelanggan dan membuat perusahaan lebih kompetitif.

Dengan membandingkan biaya aktual dengan biaya aktivitas bernilai tambah, manajemen
dapat menilai tingkat ketidak efisienan aktivitas dan menentukan potensi untuk [Link] bernilai
tambah ( standar quantities yaitu SQ) dapat dihitung dengan mengalikan kuantitas standar bernilai
tambah dengan standar harga ( standar price yaitu SP ). Biaya tak bernilai tambah dapat dihitung sebagai
perbedaan anatara output aktual tingkat aktivitas (activity quantity yaitu AQ) dan tingkat bernilai tambah
( SQ) dikalikan dengan biaya standar per unit.

Biaya bernilai tambah = SQ x SP


Biaya tak bernilai tambah = (AQ- SQ) SP
SQ = Tingkat keluaran bernilai tambah untuk suatu aktivitas
SP = Harga standar per unit ukuran keluaran aktivitas
AQ = Kuantitas aktual dari keluaran aktivitas yang digunakan atau kuantitas aktual
dari kapasitas aktivitas yang diperoleh.
2. Tren dalam laporan biaya aktivitas

Pelaporan ini menyatakan bahwa pengurangan biaya berjalan sesuai yang diharapkan. Hampir
setengah biaya tak bernilai dihapuskan. Sebagai catatan perhatian, perbandingan biaya aktual dua
periode akan menyatakan pengurangan yang sama. Namun, pelaporan biaya tak bernilai tambah tidak
hanya menyatakan pengurangan namun juga dimana hal tersebut muncul. Hal ini memberikan
informasi pada para manajer tentang berapa banyak potensi penurunan harga yang masih mungkin
dilakukan

3. Penetapan standar Kaizen

Penghitungan biaya kaizen mengacu pada pengurangan biaya produk dan proses yang ada. Dalam
istilah operasional, hal ini diartikan ke dalam pengurangan biaya tak bernilai tambah. Pengelolaan
proses pengurangan biaya ini dipenuhi melalui pengulangan penggunaan dua subsiklus utama :

 Siklus perbaikan berkelanjutan atau kaizen. Siklus kaizen didefinisikan


dengan

urutan rencana -> lakukan -> periksa -> bertindak (plan-do-check-act). Standar
kaizen mencerminkan perbaikan yang direncanakan untuk periode berikut.

 Siklus pemeliharaan. Siklus pemeliharaan mengikuti aturan standar -> lakukan

-> periksa -> bertindak (standard-do-check-act). Suatu standar dibuat berdasarkan


perbaikan sebelumnya. Kemudian tindakan diambil dan hasil periksa untuk memastikan
bahwa kinerja tercapai pada tingkat baru ini. Jika tidak, maka tindakan korektif akan
diambil untuk mengembalikan kinerja .

4. Benchmarking

Langkah ini menggunakan praktik terbaik sebagai standar untuk mengevaluasi kinerja aktivitas.
Tujuan benchmarking adalah untuk menjadi yang terbaik dalam melakukan aktivitas dan proses. Jadi,
benchmarking seharusnya juga melibatkan pertbandingan dengan para pesaing atau industri lain.

5. Perhitungan biaya siklus hidup

Tahap perencanaan produk dapat memiliki pengaruh yang signifikan terhadap biaya aktivitas.
Dalam kenyataanya, paling sedikit 90 persen atau lebih biaya yang berhubungan dengan suatu
produk termasuk dalam tahap pengembangan dari daur hidup produk. Daur hidup produk secara
sederhana adalah waktu keberadaan produk, dari pengkonsepan hingga tidak terpakai. Biaya daur
hidup adalah semua biaya yang berhubungan dengan produk keseluruhan daur hidupnya. Karena
kepuasan total pelanggan telah menjadi isu vital dalam persiapan bisnis baru , biaya hidup
keseluruhan telah menjadi fokus utama dari manajemen biaya daur hidup. Biaya hidup keseluruhan
adalah biaya daur hidup suatu produk plus biaya pasca pembelian oleh pelanggan yang meliputi
operasional, dukungan, pemeliharaan dan pembuangan.
KESIMPULAN

Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa Activity Based Management


merupakan pendekatan yang terintegrasi yang memfokuskan perhatian manajemen pada
aktivitas yang bertujuan untuk meningkatkan nilai yang diterima oleh pelanggan dan
meningkatkan laba perusahaan melalau penyediaan nilai pelanggan tersebut dengan
menggunakan informasi yang diperoleh dari Activity Based System, dimana antara ABM dan
ABC saling berkaitan satu sama lain.

Analisis nilai proses adalah hal yang fundamental bagi akuntansi pertanggungjawaban
berdasarkan aktivitas; analisis ini berfokus pada akuntabilitas berbagai aktivitas sebagai ganti
pada biaya; dan analisis ini menekankan pada maksimalisasi kinerja keseluruhan sistem
sebagai ganti kinerja individual. ABM (Activity Based Management) harus dapat
mengungkapkan informasi untuk mengetahui informasi seberapa baik kinerja aktivitas.
Kinerja aktivitas dievaluasi dengan menggunakan tiga dimensi: efesiensi, kualitas dan waktu.
Penulusuran biaya yang digerakkan pelanggan kepada pelanggan dapat menyediakan
informasi penting untuk manajer. Keakuratan biaya pelanggan memungkinkan para manajer
untuk membuat keputusan penentuan hargadan keputusan yang berhubungan dengan
pelanggan secara lebih baik, sehingga dapat memperbaiki profitabilitas.
DAFTAR PUSTAKA

[Link]

(n.d.). Retrieved 3 1, 2021, from myekonotes: [Link]


[Link]

(n.d.). Retrieved 3 1, 2021, from [Link]

Hansen, D. R., & Mowen, M. M. (2016). Akuntansi Manajerial (8 ed., Vol. 1). Jakarta: Salemba

Empat. (n.d.). Retrieved 3 1, 2021, from


[Link]

(n.d.). Retrieved 3 1, 2021, from [Link]

Activity Based Accounting. (2017). Retrieved 3 1, 2021, from


[Link]

dept of accounting. (n.d.). Retrieved 3 1, 2021, from [Link]


[Link]/[Link]/dept_of_accounting/article/view/6361

Anda mungkin juga menyukai