0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
126 tayangan7 halaman

Penyuluhan Perawatan Pasca Operasi BPH

(1) Dokumen tersebut merupakan satuan acara penyuluhan tentang BPH yang mencakup pengertian, penyebab, gejala, komplikasi dan perawatan BPH di rumah setelah operasi. (2) Kegiatan penyuluhan akan dilaksanakan melalui ceramah, diskusi dan tanya jawab selama 30 menit di RS PMC. (3) Harapannya setelah penyuluhan, peserta dapat memahami tentang BPH dan perawatan dirumah pasca operasi.

Diunggah oleh

khairannisa amri
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
126 tayangan7 halaman

Penyuluhan Perawatan Pasca Operasi BPH

(1) Dokumen tersebut merupakan satuan acara penyuluhan tentang BPH yang mencakup pengertian, penyebab, gejala, komplikasi dan perawatan BPH di rumah setelah operasi. (2) Kegiatan penyuluhan akan dilaksanakan melalui ceramah, diskusi dan tanya jawab selama 30 menit di RS PMC. (3) Harapannya setelah penyuluhan, peserta dapat memahami tentang BPH dan perawatan dirumah pasca operasi.

Diunggah oleh

khairannisa amri
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SATUAN ACARA PENYULUHAN

BPH (BENIGN PROSTATIC HYPERPLASIA)

OLEH :

KHAIRANNISA
17010015

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
PEKANBARU MEDICAL CENTER

TAHUN 2021

SATUAN ACARA PEMBELAJARAN


Topik : Perawatan BPH di Rumah setelah Operasi
Sasaran : Pasien Post Op BPH
Tempat : RS PMC
Waktu : 10.00 – 10.30
Penyuluh : Khairannisa

A. Latar Belakang

Hiperplasia prostat jinak atau BPH (benign prostatic hyperplasia) merupakan


Sebuah diagnosis histologik yang merujuk kepada proliferasi jaringan epitel dan
otot halus di dalam zona transisi prostatika. BPH kerap menyebabkan disfungsi
pada saluran kemih bagian bawah pria dan paling sering ditemukan pada pria
lanjut usia.
Sekitar 18– 25% laki-laki dengan usia di atas 40 tahun dan lebih dari 90% laki-
laki dengan usia di atas 80 tahun mengalami BPH. Mengingat tingginya
prevalensi dan insidensi BPH pada populasi, pengetahuan mengenai algoritma
tatalaksana dan pencegahan BPH yang baik perlu dipahami oleh setiap klinisi.
Karya tulis ini akan membahas tatalaksana dan pencegahan BPH yang diadaptasi
dari panduan terapi BPH keluaran Ikatan Ahli Urologi Indonesia (IAUI) tahun
2015 serta beberapa sumber lain, seperti panduan milik American Urological
Association (AUA) tahun 2010.
BPH (Benigna Prostat Hipertropi) adalah pembesaran atau hypertropi prostat.
Kelenjar prostat membesar, memanjang ke arah depan ke dalam kandung kemih
dan menyumbat aliran keluar urine, dapat menyebabkan hydronefrosis dan
hydroureter.
BPH adalah pembesaran progresif dari kelenjer prostat (secara umum pada
pria lebih tua dari 50 tahun) menyebabkan brbagai derajat obstruksi uretral
dan pembatasan aliran urinarius.
[Link] intruksional

[Link] umum

Setelah diberikan penyuluhan 30 menit, diharapkan ibu-ibu mampu memahami dan mengerti
tentang BPH.

[Link] Khusus
Setelah diberikan penjelasan selama 30 menit, diharapkan pasien :
1.      Dapat menjelaskan tentang pengertian BPH
2.      Dapat menjelaskan tentang penyebab BPH
3.      Dapat menjelaskan tentang tanda dan gejala BPH
4. Dapat menjelaskan tentang komplikasi BPH
5.      Dapat menjelaskan tentang perawatan dirumah pasca post op BPH

C. Sub pokok bahasan


1.      Pengertian BPH
2.      Penyebab BPH
3.      Komplikasi dan tanda gejala
4.      Perawatan dirumah pasca post op BPH

D. Pelaksanaan Kegiatan
[Link] Penyuluhan
BPH (Benign Prostat Hypertropi)

[Link]
Pasien Post Op BPH
[Link] Penyuluhan
a. Ceramah
b. Diskusi dan Tanya Jawab

[Link] dan Peralatan


a. Leafleat
b. Laptop
c. Infocus
5. Tempat
Penyuluhan akan dilaksanakan di RS PMC

6. Waktu
a. Hari/ tanggal : Senin, 12 April 2021
b. Jam : 10.00 - 10.30

7. Setting tempat penyuluhan


C

B
A

D E
D

D
D

Keterangan:

A. Moderator
B. Penyaji
C. Observer
D. Fasilitator
E. Audiens
[Link] Penyuluhan

Tahap Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta Metode Media

Pembukaan 5 menit 1. Membuka dengan  Mendengarkan Ceramah -


salam  Memperhatikan
2. Memperkenalkan diri  Menjawab pertanyaan
3. Menjelaskan maksud
dan tujuan penyuluhan
4. Kontrak waktu
5. Menggali
pengetahuan peserta
sebelum dilakukan
penyuluhan

Penyajian 20 Menjelaskan tentang :  Mendengarkan Leaflet


menit Ceramah
 Memberikan tanggapan dan
1. Pengertian BPH Tanya
dan pertanyaan jawab
2. Penyebab BPH
mengenai hal-hal yang
3. Tanda gejala,
kurang mengerti
Komplikasi dan
Perawatan dirumah
Pasca Post Op BPH
4. Memberikan
kesempatan kepada
audiens untuk
bertanya sebelum ke
materi selanjutnya
5. Masuk kesesi diskusi
atau Tanya jawab
antara penyaji dan
audiens
Ceramah
Penutup 10 1. Menggali  Menjawab Leaflet
menit dan
pengetahuan audiens pertanyaan
Tanya
setelah kegiatan  Memberikan
jawab
penyuluhan tanggapan balik
2. Menyimpulkan hasil
kegiatan penyuluhan
3. Menutup kegiataan
penyuluhan dengan
salam

E. Evaluasi
1. Evaluasi struktur
a. Mahasiswa dan audien berada pada posisi yang sudah direncanakan
b. Tempat dan alat tersedia sesuai perencanaan
c. Pre Planning telah disetujui
d. 75% audien menghadiri penyuluhan
2. Evaluasi proses
a. Pelaksanaan kegiatan sesuai dengan waktu yang telah direncanakan
b. Peran dan tugas mahasiswa sesuai dengan perencanaan
c. 75% audien berperan aktif selama kegiatan berjalan
3. Evaluasi hasil
Pada evaluasi hasil diharapkan 75% audien mengerti dan memahami
materi penyuluhan.
Lampiran 1
MATERI KB

1.      Pengertian BPH (Benign Prostat Hypertropi)


BPH (Benigna Prostat Hipertropi) adalah pembesaran atau hypertropi prostat.
Kelenjar prostat membesar, memanjang ke arah depan ke dalam kandung kemih dan menyumbat
aliran keluar urine, dapat menyebabkan hydronefrosis dan hydroureter.
BPH adalah pembesaran progresif dari kelenjer prostat (secara umum pada pria lebih tua dari 50
tahun) menyebabkan brbagai derajat obstruksi uretral dan pembatasan aliran urinarius.
      

2.      Penyebab BPH
Penyebab BPH belum jelas namun terdapat faktor resiko umur dan hormon androgen.
Ada beberapa hipotesis yang menyebutkan bahwa hiperplasia prostat erat kaitannya dengan
peningkatan kadar Dehidrotestosteron (DHT) dan proses aging (menjadi tua).

3.      Tanda dan Gejala BPH


1) Adanya kesulitan dalam berkemih.
2) Nyeri saat berkemih.
3) Menetesnya urine pada akhir berkemih atau rasa tidak puas setelah berkemih.
4) Pada pemeriksaan USG ginjal terlihat perbesaran pada prostat.

4.      Komplikasi BPH
1) Infeksi saluran kemih.
2) Hemeroid atau wasir.
3) Hemotori atau kencing berdarah.
4) Batu kandung kemih.
5) Gagal ginjal.

5. Perawatan di Rumah Pasca Post Op BPH


1) Batasi aktivitas terlalu berat setelah operasi.
2) Tidak mengejan saat buang air besar.
3) Minum 2500-3000 ml/hari.
4) Buang Air Kecil saat kandung kemih terasa penuh.
5) Rutin minum obat
6) Kontrol rutin ke dokter
7) Rujuk segera jika ditemukan tanda-tanda urine berwarna keruh dan berbau busuk, nyeri saat
berkemih.
8) Demam dan penurunan jumlah urine

Anda mungkin juga menyukai