PENGARUH KEPEMIMPINAN, KOMPETENSI DAN DISIPLIN KERJA
TERHADAP KINERJA PEGAWAI DINAS PENDIDIKAN
KABUPATEN ACEH SINGKIL
SKRIPSI
Diajukan Untuk Melengkapi Syarat
Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi
Oleh:
Rizki Nurwahyudin
17120011
JURUSAN EKONOMI MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS ABULYATAMA
2020
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI............................................................................................................ i
DAFTAR TABEL...................................................................................................iii
DAFTAR GAMBAR..............................................................................................iv
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah............................................................................ 1
1.2 Identifikasi Masalah.................................................................................. 7
1.3 Pembatasan Masalah................................................................................. 7
1.4 Perumusan Masalah................................................................................... 8
1.5 Tujuan Penelitian....................................................................................... 8
1.6 Manfaat Penelitian..................................................................................... 9
BAB II TINJAUAN KEPUSTAKAAN
2.1 Kinerja...................................................................................................... 10
2.1.1 Pengertian Kinerja........................................................................... 10
2.1.2 Penilaian Kinerja.............................................................................. 12
2.1.3 Faktor-faktor Penilaian Kinerja....................................................... 12
2.1.4 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kinerja..................................... 13
2.1.5 Indikator Kinerja Pegawai............................................................... 14
2.2 Pengertian Kepemimpinan....................................................................... 15
2.2.1 Fungsi Kepemimpinan................................................................... 15
2.2.2 Tipe-tipe Kepemimpinan............................................................... 16
2.2.3 Indikator Kepemimpinan............................................................... 17
2.3 Pengertian Kompetensi............................................................................ 18
2.3.1 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kompetensi........................... 19
2.3.2 Indikator Kompetensi.................................................................... 20
2.4 Pengertian Disiplin Kerja...................................................................... 21
2.4.1 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Disiplin Kerja........................ 21
i
2.4.2 Indikator Disiplin Kerja................................................................. 22
2.5 Penelitian Terdahulu yang Relevan.......................................................... 23
2.6 Kerangka Berpikir.................................................................................... 24
2.7 Hipotesis................................................................................................... 27
BAB III METODE PENELITIAN
3.1 Tempat dan Waktu Penelitian..................................................................28
3.2 Populasi dan Sampel Penelitian............................................................... 28
3.3 Teknik Pengumpulan Data....................................................................... 28
3.4 Skala Pengukuran..................................................................................... 29
3.5 Peralatan Analisis Data............................................................................ 30
3.6 Uji Validitas dan Uji Reabilitas............................................................... 31
3.6.1 Uji Validitas................................................................................... 31
3.6.2 Uji Reabilitas................................................................................. 31
3.7 Uji Asumsi Klasik.................................................................................... 32
3.7.1 Uji Normalitas............................................................................... 32
3.7.2 Uji Multikolinearitas..................................................................... 33
3.7.3 Uji Heteroskedastisitas.................................................................. 34
3.7.4 Uji Autokorelasi............................................................................ 35
3.8 Definisi Operasional Variabel.................................................................. 35
3.9 Uji Hipotesis............................................................................................. 36
3.9.1 Uji t Hitung (Parsial)........................................................................ 36
3.9.2 Uji F Hitung (Simultan).................................................................... 37
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
ii
DAFTAR TABEL
Tabel 3.1.................................................................................................................. 30
Tabel 3.2.................................................................................................................. 35
iii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Kerangka Berpikir................................................................................ 26
iv
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Sumber Daya Manusia menjadi salah satu alat terpenting yang digunakan
organisasi atau lembaga mencapai tujuan yang diinginkannya, karena SDM yang akan
mengatur dan mengelola Sumber Daya lain yang dimiliki organisasi untuk membantu
mewujudkan tujuan organisasi itu sendiri. Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Singkil
dibentuk untuk melaksanakan kewenangan daerah di bidang Pendidikan. Untuk
melaksanakan tugas tersebut, Dinas Pendidikan Aceh Singkil mempunyai beberapa
fungsi yaitu perumusan kebijakan teknis di bidang Pendidikan. Penyusunan dan
pelaksanaan rencana kerja di bidang Pendidikan, Pelaksanaan Kurikulum Pendidikan,
Pengkoordinasian Pengadaan dan Pemeliharaan Sarana dan Prasana Pendidikan,
Pembinaan dan Pengawasan Tenaga Fungsional Pendidikan, Pembinaan, Pengawasan,
dan Pengelolaan serta Pemberian Penghargaan Kepada Pendidik, Pelaksanaan Tugas
Lain yang Diberikan oleh Bupati Sesuai Tugas dan Fungsinya.
Sumber daya manusia baik yang menduduki posisi pimpinan maupun anggota
merupakan faktor penting dalam setiap organisasi atau instansi baik pemerintahan
maupun swasta, terutama untuk mencapai tujuan organisasi. Hal ini karena berhasil
tidaknya suatu organisasi atau instansi Sebagian besar dipengaruhi oleh faktor manusia
selaku pelaksana kerja. Dalam upaya menjaga terlaksananya fungsi dari Dinas
Pendidikan dengan baik, maka diperlukan adanya kinerja yang optimal dari pegawai.
Karena berhasil atau tidaknya tujuan organisasi ditentukan oleh faktor Sumber Daya
Manusia yang ada.
5
Menurut Wirawan (2009: 5) “Kinerja merupakan keluaran yang dihasilkan oleh
fungsi-fungsi atau indikator-indikator suatu pekerjaan atau suatu profesi dalam waktu
tertentu”. Engkoswara dalam Sinambela (2012: 10) “Kinerja pegawai haruslah
terencana secara berkesinambungan, sebab peningkatan kinerja pegawai bukan
merupakan peristiwa seketika tetapi memerlukan suatu perencanaan dan Tindakan yang
tertata dengan baik untuk kurun waktu tertentu”. Menurut Sinambela (2012: 5) “Kinerja
adalah pelaksanaan suatu pekerjaan dan penyempurnaan pekerjaan tersebut sesuai
dengan tanggung jawabnya sehingga dapat mencapai hasil sesuai dengan yang
diharapkan”. Definisi ini menunjukkan behwa kinerja lebih ditekankan pada proses,
dimana selama pelaksanaan pekerjaan tersebut dilakukan penyempurnaan-
penyempurnaan sehingga pencapaian hasil kerja atau kinerja dapat dimaksimalkan.
Kinerja pegawai sangatlah penting, sebab dengan kinerja ini akan diketahui seberapa
baik kemampuan pegawai dalam melaksanakan tugas yang diberikan kepadanya. Untuk
dapat melaksanakan dan mencapai pelaksanaan kegiatan organisasi yang baik maka
karyawan harus memahami prosedur sesuai standar kinerja yang telah di tentukan.
Terdapat beberapa fenomena yang terjadi dalam Dinas Pendidikan Kabupaten
Aceh Singkil. Kinerja pegawai selama ini dirasakan belum optimal, hal ini dapat dilihat
dari masih adanya para pegawai yang meninggalkan kantor pada jam kerja dengan
berbagai alasan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan, ada pegawai yang tidak ikut
apel, pulang sebelum waktunya tanpa adanya alasan yang jelas, pegawai yang mangkir
kerja dengan alasan Kesehatan atau keperluan keluarga atau saling menyalahkan
diantara sesame pegawai dalam melaksanakan pekerjaan dan masih rendahnya
komitmen organisasi yang dimiliki pegawai, (Sumber: hasil wawancara dengan Ibu
6
Hilfa Hizriati KASUBAG Umum dan Kepegawaian Dinas Pendidikan Aceh Singkil,
Desember 2020)
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan faktor kepemimpinan, kompetensi
dan disiplin kerja dalam melihat pengaruhnya terhadap kinerja pegawai negeri sipil di
Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Singkil karena faktor-faktor ini saat ini menjadi
permasalahan yang penting untuk dicarikan solusi demi meningkatkan kinerja secara
berkelanjutan.
Faktor pertama adalah mengenai kepemimpinan. Pada proses ini fungsi
pemimpin mempunyai peran yang sangat penting dalam perkembangan kinerja para
pegawai. Fungsi pemimpin tidak hanya sekedar melakukan bimbingan dan arahan
kepada pekerjanya, namun yang terpenting adalah bagaimana seorang pemimpin
mampu meberikan visi dan misi atau arah yang jelas kemana organisasi akan berjalan
agar hasil yang diharapakan sesuai dengan tujuan awal berdirinya instansi tersebut.
Menurut Handoko (2001) dalam suatu organisasi atau instansi, peran
kepemimpinan merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap terhadap
tercapaianya kinerja pegawai. Bahkan sekarang ini bisa dikatakan bahwa kemajuan
yang dicapai dan kemunduran yang dialami oleh instansi, sangat ditentukan oleh peran
pemimpinnya, Kepemimpinanan merupakan kemampuan mempengaruhi aktivitas orang
lain melalui komunikasi, baik individual maupun kelompok kearah pencapaian tujuan.
(Anoraga, 2004).
Menurut Hasibuan (2001) kepemimpinan adalah cara seorang pemimpin
mempengaruhi perilaku bawahan, agar mau bekerjasama dan bekerja secara produktif
untuk mencapai tujuan organisasi. Hal ini menunjukkan bahwa kepemimpinan
7
mempunyai peranan yang sangat penting dalam mencapai kinerja pegawai, dan
pemimpin mampu menerapkan kepemimpinan yang tepat dan sesuai dengan situasi dan
kondisi yang ada, maka para pegawai pun akan dapat bekerja dengan nyaman dan
semangat yang tinggi.
Permasalahan Kepemimpinan yang terjadi di Dinas Pendidikan Aceh Singkil
adalah rendahnya etos kerja yang ditujunjukkan oleh para pegawai kantor Dinas
Pendidikan Aceh Singkil tentunya ini berkaitan dengan kepemimpinan yang ditetapkan
oleh pemimpin. Selain itu juga suasana kerja di Dinas Pendidikan Aceh Singkil kurang
baik dikarenakan para pegawai tersebut dalam bekerja masih ada pegawai yang terlihat
santai pada saat jam kerja, dan juga masih ada pegawai yang mengobrol dengan teman
kerja, sehingga suasana kerja di Dinas Pendidikan Aceh Singkil kurang kondusif,
dengan suasana kerja yang seperti itu bisa mengakibatkan kinerja yang dihasilkan oleh
pegawai pun tidak baik, dengan permasalahan-permasalah tersebut tentunya
berpengaruh terhadap kinerja pegawai. (Sumber: Observasi dan hasil Wawancara
dengan Pegawai Dinas Pendidikan Aceh Singkil)
Selain dari faktor kepemimpinan faktor lain adalah displlin kerja dimana
kedisiplinan merupakan kesadaran dan kesediaan seseorang untuk mentaati semua
peraturan organisasi/instansi dan norma-norma sosial yang berlaku (Hasibuan: 2007).
Menurut (Rivai dan basri: 2005) menerangkan bahwa dalam penilaian kedisiplinan ada
5 yaitu terdiri dari disiplin terhadap kehadiran, ketaatan pada peraturan kerja, dan
ketaatan pada standar kerja, tingkat kewaspadaan tinggi dan bekerja etis sebagai
pegawai Dinas Pendidikan Aceh Singkil masih kurang disiplin dalam perihal kehadiran.
8
Dalam Keputusan Presiden Nomor 68 tahun 1995 telah ditentukan jam kerja
instansi pemerintahan adalah 37 jam 30 menit per minggu. Mengacu pada peraturan
pemerintah tersebut maka jam kerja yang ditetapkan sekitar 7,5 jam perhari dari lima
hari masuk kerja. Namun menurut hasil dari wawancara kepada kepala dinas tidak
sedikit pegawai yang justru pulang lebih awal dengan alasan menjemput anak sekolah
dan masuk terlambat saat setelah jam istirahat. Hal ini tentunya mengindikasikan bahwa
pegawai masih tidak mematuhi peraturan agar pulang tepat pada waktunya.
Mengacu pada Peraturan Pemerintah No. 53 Tahun 2010 mengatur tentang
disiplin Pegawai Negeri Sipil, maka salah satu pihak yang sangat berperan dalam
penegakan disiplin pegawai Negeri Sipil adalah atasan, terutama atasan langsung. Dari
hasil observasi dilapangan juga menemukan pelanggaran kedisiplinan, saat dilakukan
apel rutin dimana masih banyak pegawai yang saling mengobrol satu sama lain. Apel
sendiri merupakan salah satu kegiatan wajib yang diterapkan oleh pimpinan Dinas
Pendidikan Aceh Singkil sebagai sarana pelaporan kinerja pegawai dan pembinaan
amanat yang dilaksanakan pada setiap hari senin pagi. Hal ini mengindikasikan
kurangnya kedisiplinan pegawai terhadap kehadiran ketaatan pada peraturan kerja, pada
standar kerja, tingkat kewaspadaan tinggi dan bekerja etis yang ada di Dinas Pendidikan
Aceh Singkil. (Sumber: Hasil Observasi dan hasil wawancara dengan Bapak
Khalilullah, [Link] Kepala Dinas Aceh Singkil).
Faktor Kompetensi, kompetensi pegawai merupakan kemampuan seorang
pegawai dalam melaksanakan kewajiban-kewajiban secara bertanggung jawab dan
layak. Kompetensi didefinisikan sebagai karakteristik yang mendasari seseorang dan
berkaitan dengan efektivitas kinerja individu dalam pekerjaanya dalam melaksanakan
kewajiban-kewajibannya dapat dipertanggung jawabkan secara layak.
9
Menurut Wibowo (2013: 271) “Kompetensi adalah suatu kemampuan untuk
melaksanakan atau melakukan suatu pekerjaan atau tugas yang dilandasi atas
keterampilan atau pengetahuan yang dicirikan oleh profesionalisme dalam suatu bidang
tertentu sebagai sesuatu yang terpenting sebagai unggulan tersebut. Kompetensi
merupakan suatu kemampuan yang dilandasi oleh keterampilan dan pengetahuan yang
didukung oleh sikap kerja serta penerapannya dalam melaksanakan tugas dan pekerjaan
di tempat kerja yang mengacu pada persyaratan kerja yang ditetapkan.
Menurut peraturan Pemerintah no. 101 tahun 2000 dalam sutrisno (2011: 23)
“Kompetensi adalah kemampuan karakteristik yang dimiliki oleh seorang pegawai
negeri sipil berupa pengetahuan, sikap perilaku yang diperlukan dalam tugas
jabatannya”. Sedangkan menurut Sudarmanto (2009: 46) Kompetensi adalah
karakteristik-karakteristik yang berhubungunan dengan kinerja unggul dan atau efektif
di dalam pekerjaan”. Dengan demikian kompetensi menjadi sangat berguna untuk
membantu organisasi menciptakan budaya kinerja [Link] organisasi dibentuk
untuk mencapai tujuan tertentu dan apabila tercapai barulah dapat disebut sebagai
sebuah keberhasilan.
Permasalah kompetensi yang terjadi di Dinas Pendidikan Aceh Singkil memiliki
pegawai dengan kompetensi yang tidak sesuai dengan jabatannya dan pengalaman,
Contoh sebagai pengelola keuangan yang kompetensi yang dipersyaratkan seharusnya
pendidik D3/S1 manajemen/akutansi, tetapi dijabat oleh seseorang dari jurusan lain,
juga ada beberapa jabatan yang lain juga menjabat tidak sesuai dengan latar belakang
pendidikannya. Selain itu ada juga pegawai yang tidak dapat mengerjakan pekerjaan
sesuai dengan target yang ditentukan. Ketika seorang pegawai tidak bisa menyelesaikan
pekerjaan dengan benar dan mengandalkan tugas yang dibebankan kepada pegawai lain
10
ini menunjukkan bahwa kinerja pegawai Dinas Pendidikan Aceh Singkil belum optimal.
(Sumber: Hasil Wawancara dengan bapak Ranto, SE KABID Pembinaan Ketenagaan
dan Data)
1.2 Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka dapat dirumuskan permasalahan terkait
penelitian ini, diantaranya:
1. Banyaknya pegawai yang datang terlambat ke kantor.
2. Kemampuan dalam menyelesaikan tugas belum maksimal
3. Rendahnya tingkat kedisiplinan pegawai
4. Pegawai masih sering meninggalkan kantor pada saat jam kerja berlangsung
5. Pegawai bekerja tidak sesuai dengan kompetensi yang dimilikinya
1.3 Pembatasan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah dan identifikasi masalah yang telah
diuraikan, maka penulis memfokuskan penelitian pada variabel, kepemimpinan,
kompetensi, disiplin kerja dan kinerja pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh
Singkil. Penelitian ini diberi judul “Pengaruh Kepemimpinan Kompetensi dan
Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh
Singkil”.
11
1.4 Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah diatas, secara spesifik
rumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut:
1. Apakah kepemimpinan berpengaruh terhadap kinerja pegawai Dinas Pendidikan
Kabupaten Aceh Singkil.
2. Apakah kompetensi berpengaruh terhadap kinerja pegawai Dinas Pendidikan
Kabupaten Aceh Singkil.
3. Apakah disiplin kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai Dinas Pendidikan
Kabupaten Aceh Singkil.
4. Apakah kepemimpinan, kompetensi dan disiplin kerja berpengaruh terhadap
kinerja pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Singkil
1.5 Tujuan Penelitian
Sebagaimana yang telah dijelaskan pada latar belakang masalah, penelitian ini
bermaksud untuk menguji pengaruh kepemimpinan, kompetensi dan disiplin kerja
terhadap kinerja. Secara spesifik tujuan penelitian ini adalah untuk:
12
1. Untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja pegawai Dinas
Pendidikan Kabupaten Aceh Singkil.
2. Untuk mengetahui pengaruh kompetensi terhadap kinerja pegawai Dinas
Pendidikan Kabupaten Aceh Singkil.
3. Untuk mengetahui pengaruh kompetensi terhadap kinerja pegawai Dinas
Pendidikan Kabupaten Aceh Singkil.
4. Untuk mengetahui pengaruh kompetensi terhadap kinerja pegawai Dinas
Pendidikan Kabupaten Aceh Singkil.
1.6 Manfaat Penelitian
Dengan tercapainya tujuan-tujuan tersebut, maka penelitian ini diharapkan
memberikan manfaat untuk berbagai pihak sebagai berikut:
1. Bagi Penulis
Penelitian ini bisa dijadikan sebagai alat ukur mempraktekan teori-teori atas apa
yang telah didapatkan selama perkuliahan sehingga penulis dapat menambah
pengetahuan mengenai masalah kepemimpinan, kompetensi dan disiplin kerja yang
terjadi di Dinas Pendidikan yang efeknya terhadap kinerja pegawai.
2. Bagi Instansi Terkait
Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan bahan masukan bagi Dinas
Pendidikan Kabupaten Aceh Singkil dalam upaya meningkatkan kinerja pegawai.
3. Bagi Pihak Akademis
Hasil penelitian diharapkan bisa menjadi referensi penelitian selanjutnya dan
membantu proses pembelajaran serta dapat diaplikasikan di dalam kegiatan
13
pembelajaran khusunya terhadap ilmu Manajemen Sumber Daya Manusia. Terutama
dalam masalah kepemimpinan, kompetensi dan disiplin kerja terhadap kinerja.
14