ANALISIS PERHITUNGAN RETURN ON TRAINING INVESTMENT
(ROTI) PADA PROGRAM PEMBELAJARAN
PILOT PROJECT PT PLN (PERSERO)
TESIS
RYAN BUSRA KOWARA
177007025
MAGISTER MANAJEMEN
SEKOLAH PASCASARJANA
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2019
Universitas Sumatera Utara
Universitas Sumatera Utara
Telah diuji pada
Tanggal 25 Oktober 2019
PANITIA PENGUJI TESIS
Ketua : Prof. Dr. Ir. Harmein Nasution, MSIE
Anggota : Prof. Dr. Isfenti Sadalia, ME
Dr. Yeni Absah, SE, [Link]
Dr. Ir. Nazaruddin, MT
Dr. dr. Linda T Maas, MPH
Universitas Sumatera Utara
Universitas Sumatera Utara
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
I. DATA PRIBADI
a. Nama (Lengkap dengan gelar) : Ryan Busra Kowara, ST
b. NIM : 177007025
c. Tempat, Tanggal Lahir : Tangerang, 18 April 1995
d. Jenis Kelamin : Laki-Laki
e. Agama : Islam
f. Status Perkawinan : Belum Kawin
g. Alamat : Perumahan Graha Tuntungan Jl. Lapangan
Golf Blok C-09, Medan – Tuntungan
h. Nomor Telepon : 082180010208
i. Alamat e-mail : ryan.busra7@[Link]
II. RIWAYAT PENDIDIKAN FORMAL
a. SD Katolik Anugerah Abadi : 2000 - 2006
b. SMP Katolik Anugerah Abadi : 2006 - 2009
c. SMAN 3 Kota Tangerang Selatan : 2009 - 2011
(Kelas Akselerasi)
d. Universitas Sriwijaya : 2011 – 2015
Teknik Elektro (Arus Kuat)
II. RIWAYAT PEKERJAAN
PT. PLN (Persero) : 2015 – sekarang
Demikian Daftar Riwayat Hidup ini dibuat dengan sebenarnya sebagaimana
mestinya.
Universitas Sumatera Utara
Universitas Sumatera Utara
ABSTRAK
ANALISIS PERHITUNGAN RETURN ON TRAINING INVESTMENT (ROTI)
PADA PROGRAM PEMBELAJARAN PILOT PROJECT PT PLN (PERSERO)
Penelitian ini bertujuan untuk menghitung nilai tingkat pengembalian biaya (investasi)
pelatihan / Return on Training Investment (ROTI) dari program pembelajaran inisiatif
stratejik yang diadakan PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pendidikan dan Pelatihan
(UPDL) Tuntungan terhadap kinerja peningkatan penjualan tenaga listrik pada PT PLN
(Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Lubuk Pakam Tahun 2018.
Pembelajaran yang menjadi objek penelitian adalah program pembelajaran Pilot Project
kinerja peningkatan penjualan PLN UP3 Lubuk Pakam tahun 2018. Penelitian ini juga
bertujuan untuk me-review kembali sekaligus membandingkan perhitungan ROTI yang
telah dilakukan oleh PLN UPDL Tuntungan sebelumnya (eksisting) dengan perhitungan
ROTI yang akan dilaksanakan oleh peneliti dengan menggunakan pendekatan metode
Jack J. Phillips untuk mendapatkan nilai ROTI yang lebih wajar / realistis. Penelitian ini
melibatkan orang-orang terkait dalam kinerja peningkatan penjualan untuk yang
berperan untuk memberikan estimasi dalam perhitungan ROTI yang terdiri dari Peserta
Pembelajaran, Atasan Langsung Peserta Pembelajaran, Manajemen terkait kinerj
peningkatan penjualan dan Expert dalam kinerja peningkatan penjualan. Penelitian ini
membahas lebih dalam mengenai cara mendapatkan nilai isolasi berdasarkan metode
estimasi yang tercantum pada teori Jack J. Phillips dan juga meninjau kembali perolehan
nilai Learning Benefit dari program pembelajaran Pilot Project kinerja peningkatan
i
Universitas Sumatera Utara
penjualan UP3 Lubuk Pakam tahun 2018. Hasil dari perhitungan ini kemudian akan
diusulkan kepada manajemen terkait di PT PLN (Persero) untuk mendapatkan nilai yang
lebih wajar dalam perhitungan ROTI khususnya pembelajaran kinerja peningkatan
penjualan kedepannya.
Kata Kunci : Return on Training Investment, Jack J. Phillips, Investasi Pembelajaran.
i
Universitas Sumatera Utara
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan segala rahmat dan
hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelasaikan Tesis dengan judul “Analisis Perhitungan Return
On Training Investment (ROTI) Pada Program Pembelajaran Pilot Project PT PLN (PERSERO)”.
Penulisan Tesis ini merupakan salah satu syarat untuk menyelesaikan Program Magister di Program
Studi Magister Manajemen Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara.
Penulis memahami dan menyadari bahwa dalam penulisan Tesis ini banyak bantuan, dorongan,
dan dukungan dari berbagai pihak. Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah
memberikan bantuan dan bimbingan terutama pembimbing utama, Bapak Prof. Dr. Ir. Harmein
Nasution, MSIE., dan pembimbing anggota, Ibu Dr. Yeni Absah, SE., [Link]., yang telah meluangkan
waktu dan pemikiran untuk membimbing hingga skripsi ini dapat diselesaikan. Penulis juga
mengucapkan terima kasih kepada Bapak/Ibu penguji, atas saran dan masukan yang diberikan untuk
perbaikan Tesis ini dan juga kepada Kepala Program Studi Magister Manajemen Ibu Prof. Dr. Isfenti
Sadalia, SE., ME , seluruh dosen yang telah memberikan wawasan dan nilai-nilai kehidupan yang luar
biasa dan seluruh civitas akademika yang berperan dalam proses akademik.
Saya percaya penulis Tesis ini juga tidak akan berjalan dengan lancar tanpa dukungan orang-
orang terkasih dan luar biasa yang ada dihidup penulis. Oleh karena itu, dengan kerendahan hati dan
rasa hormat penulis mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada :
1. Ir. Aryo Wibowo dan T. Caesareanty Niza, SH, orang tua yang luar biasa mendukung seluruh
aktivitas pengembangan diri penulis terkhusus untuk doa yang selalu terucap yang mempermudah
seluruh langkah penulis.
2. Tarina Ayu Amelia dan keluarga, yang setia menemani dari penulisan skripsi sampai tesis dan
insyaAllah juga menjadi pendamping hidup, aamiin.
ii
Universitas Sumatera Utara
3. Alvin Barlian Aziz dan Asry Trianjani, kakak yang selalu setia mendengar keluh kesah selama
perkuliahan dan memberikan masukan dalam banyak hal.
4. Manajemen PLN UPDL Tuntungan, khususnya Bapak Helfberd Tampubolon selaku Manager yang
telah mengizinkan penulis untuk melanjutkan studi formal ini.
5. Bapak Sihol Parsaoran selaku Manager Bagian penulis yang luar biasa memberikan ilmu dan
bimbingan khususnya dalam teori ROTI ini, terimakasih juga untuk Bapak Adhiana selaku atasan
langsung dan Asep Cefy rekan kerja penulis yang merelakan waktunya untuk sering handle
pekerjaan ketika waktu kerja bentrok dengan perkuliahan.
6. Rekan-rekan Magister Manajemen Kelas 42-1 dan MM SDM Batch 42 yang luar biasa mendukung
perkuliahan ini termasuk segala drama yang pernah terjadi hehe, khususnya untuk Sahabat saya I
Komang Pande Juniarta, Riza Fanny Mutia, Sabrina Syauqati, Della Ayu Monica, Hariadi
Ramadhana, Fritz, Yosua, Rara, Raras, Marleny yang selalu meyakinkan bersama bahwa kuliah ini
pasti akan terselesaikan dengan baik. Send much Love to you Guys. Dan teman-teman lainnya yang
tidak dapat disebutkan satu per satu.
7. Manajemen PLN UP3 Lubuk Pakam yang telah merelakan waktunya untuk memberikan data yang
sangat akurat demi menyempurnakan penelitian ini, terkhusus untuk my Bro Desmon yang sudah
penulis repotkan selama meminta data.
8. Teman-teman lain yang selalu mendukung dari jauh Ulya Faridah, SH., [Link] dan Cindo Family,
Syarif yang karena tugas kemudian tidak bisa melanjutkan MM nya. Happy Family (Danar , Vicky,
Yanti, manda), tentu sahabat rantauan terkasih (Fahmi, Vivi dan Fina) dan tak lupa Kost-mate yang
luar biasa I Kadek Dian Prasidi dan A. Syamsul Risal. Without you guys, I’m Nothing.
9. Exmud Family yang selalu ada! You guys, like my brother and sister from another mother!
10. KOL Squad PLN ku yang selalu support, Coach Rima yang luar biasa, Aldio my bestfriend, Kemas
papi Zio, Alfian, Mayang, Ghea, Coach Reagent yang selalu memotivasi selama proses ini dan
membuatnya seakan mudah dan menyenangkan.
ii
Universitas Sumatera Utara
11. Seluruh rekan-rekan yang mungkin saya lupa menyebutkannya satu per satu. Tapi yakinlah
dukungan sekecil apapun akan selalu berarti. Love
Penulis hanya dapat mendoakan mereka yang telah membantu dalam segala hal yang berkaitan
dengan penulisan Tesis ini semoga diberikan balasan dan rahmat dari Allah SWT. Selain itu saran,
kritik dan perbaikan senantiasa sangat diharapkan. Akhirnya penulis berharap semoga Tesis ini
bermanfaat bagi pihak yang membutuhkan.
Medan, 20 September 2019
Penulis
ii
Universitas Sumatera Utara
DAFTAR ISI
Halaman
ABSTRAK ....................................................................................................................... i
KATA PENGANTAR .................................................................................................... ii
DAFTAR ISI ................................................................................................................... iii
DAFTAR TABEL ........................................................................................................... iv
DAFTAR GAMBAR ...................................................................................................... v
BAB I................................................................................................................................ 1
PENDAHULUAN ........................................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang ...................................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah ................................................................................................. 9
1.3 Tujuan Penelitian ................................................................................................ 10
1.4 Manfaat Penelitian .............................................................................................. 11
1.5 Ruang Lingkup dan Batasan Penelitian .............................................................. 11
BAB II ............................................................................................................................ 13
LANDASAN TEORI .................................................................................................... 13
2.1 Deskripsi Teori ................................................................................................... 13
2.1.1 Pengertian Pelatihan ..................................................................................... 13
2.1.2 Pengertian Evaluasi ...................................................................................... 14
2.1.3 Tujuan Evaluasi Pelatihan ............................................................................ 17
2.1.4 Return On Training Investment (ROTI) pendekatan finansial dalam
mengukur Dampak Pembelajaran (Jack J. Phillips).................................. 20
2.1.5 Menghitung ROTI ........................................................................................ 22
2.1.6 Manfaat Analisis ROTI ................................................................................ 28
2.1.7 Mengkonversi Pengaruh-pengaruh pelatihan kedalam nilai Moneter ......... 28
2.2 Review Hasil Penelitian ...................................................................................... 29
2.3 Resume Penelitian .............................................................................................. 31
BAB III........................................................................................................................... 32
KERANGKA KONSEPTUAL .................................................................................... 32
3.1 Kerangka Konseptual.......................................................................................... 32
3.2 Definisi Operasional Variabel Pelatihan ............................................................ 33
3.3 Tipe Penelitian .................................................................................................... 37
3.4 Lokasi dan Jadwal Penelitian.............................................................................. 37
3.4.1 Lokasi Pelatihan ........................................................................................... 37
3.4.2 Jadwal Pelatihan ........................................................................................... 38
iii
Universitas Sumatera Utara
3.5 Metode Pengumpulan Data................................................................................. 39
3.5.1 Deskripsi Populasi dan Sampel Penelitian ................................................... 39
3.5.2 Sumber Data ................................................................................................. 40
3.5.3 Teknik Pengumpulan Data ........................................................................... 41
3.5.4 Tahap Isolasi Pengaruh Pelatihan ................................................................ 42
3.5.5 Tahap Konversi Data Menjadi Monetary Values ........................................ 43
3.5.6 Tahap Identifikasi Biaya Training ............................................................... 44
3.5.7 Tahap Perhitungan Return on Training Investment (ROTI) ........................ 45
BAB IV ........................................................................................................................... 46
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ........................................................... 46
4.1 Hasil Penelitian ................................................................................................... 46
4.1.1 Riwayat Singkat Perusahaan ........................................................................ 46
4.1.2 Riwayat Bidang Usaha ................................................................................. 47
4.1.3 Visi, Misi dan Budaya Perusahaan .............................................................. 48
[Link] Visi ....................................................................................................... 48
[Link] Misi....................................................................................................... 48
[Link] Budaya Perusahaan .............................................................................. 48
4.1.4 Tata Nilai...................................................................................................... 50
4.1.5 Profil SDM ................................................................................................... 56
4.1.6 Pengelolaan SDM ........................................................................................ 57
[Link] Program Pendidikan dan Pelatihan ...................................................... 58
[Link] Tinjauan Operasional Segmen Usaha .................................................. 58
4.2 Sekilas Tentang Peningkatan Penjualan ............................................................. 59
4.2.1 Tujuan Pelatihan .......................................................................................... 61
4.2.2 Dasar Pelaksanaan........................................................................................ 62
4.2.3 Materi Pelatihan ........................................................................................... 63
4.2.4 Isi/Bahasan Pelatihan ................................................................................... 64
4.2.5 Konsep Pelatihan.......................................................................................... 66
4.2.6 Profil Peserta Pelatihan ................................................................................ 73
4.3 Evaluasi Pelatihan ............................................................................................... 76
4.4 Tahap Isolasi Pelatihan ....................................................................................... 92
4.5 Tahap Konversi Data Menjadi Monetary Values ............................................... 97
4.5.1 Perhitungan Benefit Pelatihan ...................................................................... 97
4.5.2 Perhitungan Biaya Pelatihan ...................................................................... 103
4.6 Perhitungan ROTI ............................................................................................. 106
4.7 Pembahasan ...................................................................................................... 108
iii
Universitas Sumatera Utara
BAB V .......................................................................................................................... 111
KESIMPULAN DAN SARAN ................................................................................... 111
5.1 Kesimpulan ....................................................................................................... 111
5.2 Saran ................................................................................................................. 113
5.2.1 Saran untuk Manajemen............................................................................. 114
5.2.2 Saran untuk Penelitian Selanjutnya............................................................ 115
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................................. 116
LAMPIRAN
iii
Universitas Sumatera Utara
DAFTAR TABEL Halaman
Tabel 1.1 Perbandingan Pengukuran Eksisting dengan Penelitian .......................6
Tabel 1.2 Nilai Isolasi menggunakan metode Base Value ...................................8
Tabel 3.1 Jadwal Penelitian ......................................................................................... 38
Tabel 4.1 Daftar Peserta Key Account Marketing – Team Development ......... 73
Tabel 4.2 Daftar Peserta Key Account Marketing – Business Proposal ............ 74
Tabel 4.3 Daftar Peserta Automatic Meter Reading .......................................... 76
Tabel 4.4 Relevansi Pembelajaran Key Account Marketing – Team
Development ..................................................................................... 77
Tabel 4.5 Relevansi Pembelajaran Key Account Marketing – Business
Proposal ............................................................................................. 78
Tabel 4.6 Relevansi Pembelajaran Automatic Meter reading ........................... 79
Tabel 4.7 Tabel pengukuran perubahan Knowledge, Skill dan Attitude
Pembelajaran Key Account Marketing – Team Development. ......... 80
Tabel 4.8 Tabel pengukuran perubahan Knowledge, Skill dan Attitude
Pembelajaran Key Account Marketing – Business Proposal............. 82
Tabel 4.9 Tabel pengukuran perubahan Knowledge, Skill dan Attitude
Pembelajaran Automatic Meter Reading ........................................... 84
Tabel 4.10 Tabel pengukuran perubahan Knowledge, Skill dan Attitude
Pembelajaran Key Account Marketing – Team Development oleh
Atasan. ............................................................................................... 86
Tabel 4.11 Tabel pengukuran perubahan Knowledge, Skill dan Attitude
Pembelajaran Key Account Marketing – Business Proposal oleh
Atasan.. .............................................................................................. 88
Tabel 4.12 Tabel pengukuran perubahan Knowledge, Skill dan Attitude
Pembelajaran Automatic Meter Reading oleh Atasan. ...................... 90
Tabel 4.13 Responden Peserta Pembelajaran .. ................................................... 93
Tabel 4.14 Responden Atasan Peserta Pembelajaran .. ....................................... 95
Tabel 4.15 Responden Manajemen .. ................................................................... 95
Tabel 4.16 Responden Expert .. ........................................................................... 95
Tabel 4.17 Nilai Isolasi Dampak Pengaruh Pembelajaran terhadap Kinerja.. ..... 96
Tabel 4.18 Workplan Action Learning Pilot Project UP3 Lubuk Pakam.. .......... 98
Tabel 4.19 Benefit Pelanggan Captive Power.. ................................................. ..99
Tabel 4.20 Benefit Perubahan Tarif Pelanggan Premium................................... 100
Tabel 4.21 Benefit Harmet/AMR........................................................................ 102
Tabel 4.22 Total ∆ Benefit Program Pilot Project UP3 Lubuk Pakam. .............. 103
Tabel 4.23 Biaya Pelaksanaan Program Pilot Project UP3 Lubuk Pakam. ........ 105
Tabel 5.1 Hasil Self Assessment Peserta terhadap perubahan KSA. ................. 111
Tabel 5.2 Hasil Penilaian Atasan terhadap perubahan KSA. ............................ 112
iii
Universitas Sumatera Utara
DAFTAR GAMBAR Halaman
Gambar 1.1. Evaluasi 1-5................................................................................... 4
Gambar 2.1 Tingkatan Evaluasi Pelatihan ...................................................... 18
Gambar 2.2 Model ROTI ................................................................................ 22
Gambar 2.3 Perbandingan Teori Jack J. Phillips dengan Dave Ulrich ........... 24
Gambar 3.1 Kerangka Konseptual .................................................................. 32
Gambar 4.1 Pembelajaran KAM 1.................................................................. 68
Gambar 4.2 Pembelajaran KAM 1.................................................................. 68
Gambar 4.3 Pembelajaran KAM 2.................................................................. 70
Gambar 4.4 Pembelajaran KAM 2.................................................................. 71
Gambar 4.5 Pembelajaran AMR ..................................................................... 72
Gambar 4.6 Pembelajaran AMR ..................................................................... 73
Gambar 4.7 Hasil persentase penilaian pengaruh pelatihan ........................... 97
iii
Universitas Sumatera Utara
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Konsep Human Capital Management (HCM) seperti yang dibahas oleh
Kearns (2006) mengungkapkan bahwa human capital management berfokus pada
penambahan dan menciptakan value untuk pengembangan manusia. Hal tersebut
mendorong human capital untuk mengedepankan pentingnya pengambilan data,
analisis, dan penyajian data guna mendapatkan arahan jelas untuk mengambil
sebuah tindakan.
Derek Stockley seorang ahli ekonomi dan pendidikan dari Australia
(2003) mengatakan bahwa pentingnya Human Capital Management (HCM)
karena Pemimpin bisnis dan politik harus mulai mengakui bahwa memiliki orang
dengan skill dan motivasi yang tinggi dapat memberikan perbedaan peningkatan
kinerja yang signifikan. Human Capital berfokus pada aktivitas-aktivitas yang
dilakukan perusahaan/organisasi untuk mempersiapkan masa depan
perusahaan/organisasi melalui penanaman pengetahuan atau kemampuan pada
manusianya.
Human Capital Management (HCM) mengelola dan mengembangkan
kemampuan manusia untuk mencapai tingkat signifikan yang lebih tinggi untuk
kinerjanya. Individu menghasilkan, menggunakan pengetahuan dan keterampilan
(human capital) serta menciptakan modal intelektual (intelektual capital).
Pengetahuan ditingkatkan melalui interaksi dengan individu lain (social capital)
sehingga dapat menghasilkan pengetahuan untuk mendukung pengembang
Universitas Sumatera Utara
2
organisasi (organizational capital).
Dari pemahaman di atas, dapat dicermati bersama, bahwa adanya sebuah
intervensi yang dilakukan oleh perusahaan kepada karyawannya, berupa
penambahan (penanaman pengetahuan atau kemampuan), serta adanya value
pengembangan manusia dari paradigma Human Capital Management (HCM).
Kondisi persaingan saat ini menuntut setiap perusahaan untuk bersikap
lebih tanggap dan proaktif dalam melakukan pengembangan terhadap perusahaan
maupun pengembangan manusianya. Guna menjawab tantangan dan tuntutan
tersebut, saat ini semakin banyak perusahaan yang menyadari betapa pentingnya
pengembangan sumber daya manusia berkelanjutan melalui program-program
pelatihan yang didisain sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Tidak bisa dipungkiri bahwa pengadaan pelatihan di dalam perusahaan
melibatkan pengeluaran uang, waktu dan tenaga yang besar. Pengambilan
keputusan di dalam perusahaan semakin kritis terhadap uang yang dikeluarkan
untuk pengadaan pelatihan setiap tahunnya. Perusahaan berharap fungsi pelatihan
bukan sebagai expense (pengeluaran) tetapi benar-benar memiliki pengaruh yang
signifikan (investasi) terhadap peningkatan kinerja atau kompetensi karyawan
yang berkualitas.
Pelatihan adalah biaya investasi yang dikeluarkan oleh perusahaan, hal
ini harus dilakukan pengukuran sehingga hasil dan dampaknya dapat dihitung
tingkat pengembalian investasi yang sudah dikeluarkan oleh perusahaan (Return
on Training Investment).
Sebuah pelatihan dikatakan berhasil tidak cukup bila para peserta
mengalami peningkatan pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill) maupun
Universitas Sumatera Utara
3
perilaku (attitude) saja. Namun untuk meyakinkan manajemen puncak / Board of
Director (BoD) agar mau menginvestasikan program pelatihan sebagai suatu
investasi, manajemen perlu menghitung atau memprediksikan berapa besar nilai
Return on Training Investment ( ROTI = Pengembalian Keuntungan Investasi
Pelatihan) dari sebuah pelatihan yang akan diselenggarakan. Masalahnya adalah
bagaimana melakukan pengukuran ROTI yang tepat. mungkin ini merupakan
bagian yang paling rumit dari rangkaian proses evaluasi pelatihan.
PT PLN (Persero) UPDL Tuntungan adalah unit dibawah PT PLN
(Persero) Pusdiklat atau PLN Corporate University yang berada dibawah
organisasi dibawah direktorat Human Capital Management (HCM). PT PLN
(Persero) UPDL Tuntungan mengambil peran dan tanggung jawab pada
pengembangan sumber daya manusia dalam bentuk pendidikan dan pelatihan
pada regional Sumatera bagian Utara dan Aceh. Unit bisnis dibawah binaan
UPDL Tuntungan yaitu : PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangkitan Sumatera
Bagian Utara, PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Aceh, PT PLN (Persero)
Unit Induk Wilayah Sumatera Utara, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan
Pembangkitan Sumatera, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera
Bagian Utara.
Dalam kegiatan bisnisnya PLN UPDL Tuntungan diwajibkan untuk
mengukur nilai pengembalian keuntungan investasi pelatihan (Return on Training
Investment) pada pembelajaran inisiatif stratejik yang berkenaan langsung dengan
Business Result (hasilnya dapat terukur) merujuk hasil dari Training Need
Analysis antara PLN Corporate University dengan Direktorat Regional Sumatera
(Direksum). Program yang akan diukur nilai ROTI nya adalah Program Pilot
Universitas Sumatera Utara
4
Project kinerja Peningkatan Penjualan yang dilaksanakan di PT. PLN (Persero)
Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Lubuk Pakam Tahun 2018 dibawah
unit bisnis PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sumatera Utara.
Ilustrasi pengukuran nilai Return on Training Investment (ROTI) /
evaluasi level 5 dapat dijelaskan dalam gambar sebagai berikut :
Gambar 1.1 Evaluasi 1-5.
Dalam pelaksanaannya PLN UPDL Tuntungan telah mengukur
nilai Return on Training Investment (ROTI) pada Program Pilot Project
kinerja Peningkatan Penjualan tenaga listrik di PT PLN UP3 Lubuk
Pakam tahun 2018. Pengukuran nilai Return on Training Investment
(ROTI) yang telah dilaskanakan (eksisting) memperlihatkan hasil tingkat
pengembalian sebesar 8974% / ROTI = 8974%. Nilai ini menunjukkan
hasil nilai ROTI yang sangat baik / sangat tinggi namun hasil ini juga
Universitas Sumatera Utara
5
yang kemudian menjadi permasalahan dikarenakan nilai ROTI yang
sangat tinggi ini tidak relevan jika dibandingkan dengan hasil evaluasi
level 1-4 yang masih terdapat keluhan terkait pelaksanaan pembelajaran
program tersebut. Dari adanya asumsi nilai ROTI yang tidak relevan
dengan hasil evaluasi tersebut maka tercetuslah anggapan bahwa masih
adanya kelemahan dalam pengukuran nilai ROTI yang telah dilaksanakan
(eksisting) pada program pilot project tersebut dengan cara me-review
dari beberapa faktor yang masih lemah dalam pengukuran ROTI tersebut.
Lemah / kurang tepatnya pengukuran nilai ROTI akan berdampak pada
kurang presisinya nilai kinerja / Key Performance Index (KPI) dari PLN
UPDL Tuntungan, mengingat hasil pengukuran nilai ROTI adalah target
kinerja yang harus dicapai oleh UPDL Tuntungan.
Dari hasil review pengukuran ROTI yang telah dilaksanakan pada
program pilot project UP3 Lubuk Pakam masih terdapat kelemahan
dalam mengevaluasi perubahan kompetensi eks-peserta pembelajaran
seperti perubahan Knowledges, Skills dan Attitudes yang belum dianalisa
secara maksimal melalui evaluasi level 3 dan 4. Dalam review nya juga
terdapat perbedaan perhitungan ROTI pada tahap isolasi pengaruh
pembelajaran terhadap peningkatan kinerja dan tahap konversi nilai
finansial (monetary values) dalam mengambil nilai peningkatan kinerja
(Net Learning Benefit) yang dilakukan oleh PT PLN (Persero) UPDL
Tuntungan jika merujuk kedalam perhitungan dengan pendekatan
metode Jack J. Phillips.
Universitas Sumatera Utara
6
Pada penelitian ini pengukuran nilai ROTI akan menggunakan
pendekatan metode Jack J. Phillips sehingga review kelemahan
perhitungan eksisting akan membandingkan hasil pengukuran
berdasarkan pendekatan teori Jack J. Phillips. Dalam bentuk tabel hasil
review ditampilkan pada tabel sebagai berikut :
Tabel 1.1 Perbandingan Pengukuran Eksisting dengan Penelitian
Pengukuran Pengukuran
Perbedaan Pengukuran
ROTI ROTI
ROTI
(eksisting) (penelitian)
Evaluasi peningkatan Knowledges,
kompetensi eks-peserta Attitudes Skills dan
pelatihan Attitudes
Nilai Isolasi pengaruh
Nilai Base Metode
pembelajaran terhadap
Value Estimasi
peningkatan kinerja
sesuai SK GM
Pusdiklat
(Selisih
kumulatif Hasil Action
Nilai Peningkatan Kinerja
pemakaian Learning
akibat pembelajaran (Net
tenaga listrik program
Learning Benefit)
tahun N – (N- pembelajaran
1) selama
periode Pilot
project)
Perbedaan pengukuran ROTI dengan yang dilakukan sebelumnya
(eksisting) dengan metode Jack J. Phillips dikhawatirkan akan
berdampak pada lemahnya hasil pengukuran yang telah dilakukan.
Seperti halnya, Dalam menentukan data peningkatan kinerja hasil
pembelajaran (Net Learning Benefit) pengukuran ROTI eksisting
menggunakan perhitungan dengan rumus :
Universitas Sumatera Utara
7
∑( Rp bulan (tahun N) – Rp bulan (tahun (N-1))) (selama Pilot Project
dilaksanakan)
Dengan menggunakan perhitungan tersebut dikhawatirkan akan
mengabaikan faktor lain dalam usaha peningkatan penjualan tenaga
listrik, oleh karena itu dalam penelitian ini akan dihitung nilai Net
Learning Benefit berdasarkan aktivitas pada Action Learning yang
didapat setelah pembelajaran untuk mendapatkan nilai yang wajar
sehingga nilai Net Learning Benefit yang didapatkan akan lebih akurat.
Perbedaan lainnya adalah dalam menentukan Nilai Isolasi, PLN
Corporate University pada pengukuran eksisting menggunakan angka
(Base Value). Besaran angka (Base Value) / isolasi pengaruh dampak
pembelajaran ini diambil berdasarkan penetapan Surat Keputusan
General Manager nomor 2561.K/GM PUSDIKLAT/2016 tentang
Penetapan Base Value pada rumusan perhitungan Return on Training
Investment (ROTI) di lingkungan PLN Corporate University.
Penetapan Base value adalah hasil survey kuantitatif dari
beberapa jenjang manajemen dan fungsional di PT PLN (Persero).
Angka dasar (Base Value) adalah angka rata-rata persepsi (dengan
memperhitungkan bobot masing-masing) seluruh responden atas dampak
pembelajaran terhadap kinerja dimana asumsi yang mempengaruhi
kinerja adalah dari 5 M yaitu : Man, Metode, Machine, Money dan
Material. Hasil dari rekapitulasi kuesioner dalam survey tersebut
menunjukkan angka dasar (base value) sebesar 20,18% , seperti pada
Tabel 1.2 berikut :
Universitas Sumatera Utara
8
Tabel 1.2 Nilai Isolasi menggunakan metode Base Value.
Menetapakan angka (Base Value) sebagai besaran nilai isolasi
memiliki sisi positif yaitu mendapatkan nilai isolasi dengan lebih mudah
karena sudah ditetapkan oleh manajemen melaui SK yang valid namun
disisi lain memiliki kelemahan. Penetapan nilai isolasi menggunakan
metode estimasi Base Value dinilai dapat mengabaikan tingkat
pemahaman, penerapan dan kontribusi terhadap kinerja oleh peserta
pembelajaran yang pada kenyataannya adalah bervariasi. Pada penelitian
ini akan didapatkan nilai isolasi menggunakan metode Estimasi dimana
menurut teori Jack J. Phillips peserta terkait adalah orang yang paling
Universitas Sumatera Utara
9
akurat untuk dapat menentukan besar nilai isolasi pengaruh pembelajaran
terhadap peningkatan kinerja. Oleh karena itu, perlu diajukan
pengukuran Return on Training Investment (ROTI) dengan pendekatan
metode Jack J. Phillips dalam pengukuran ROTI program pilot project
peningkatan penjualan di PL UP3 Lubuk Pakam tahun 2018 untuk
mendapatkan nilai yang lebih realistis dibandingkan dengan pengukuran
yang telah dilakukan (eksisting).
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang, pokok permasalahan yang
akan menjadi objek penelitian adalah Perhitungan Return on Training
Investment (ROTI) Pada Program Pembelajaran Pilot Project
Peningkatan Penjualan PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Sumatera
Utara Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Lubuk Pakam tahun
2018 belum mengevaluasi keberhasilan pembelajaran melalui perubahan
Knowledge, Skill dan Attitude pada evaluasi level 3 dan 4.
Sehubungan dengan masalah tersebut, beberapa pertanyaan yang
harus dijawab ialah :
1. Bagaimana mengevaluasi perubahan Knowledge, Skill dan
Attitude pada Program Pembelajaran Pilot Project
Peningkatan Penjualan PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah
Sumatera Utara Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3)
Lubuk Pakam?
Universitas Sumatera Utara
10
2. Bagaimana hasil perhitungan Return on Training Investment
(ROTI) Program Pembelajaran Pilot Project Peningkatan
Penjualan PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Sumatera
Utara Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Lubuk
Pakam dengan metode Jack J. Phillips?
1.3 Tujuan Penelitian
Sehubungan dengan latar belakang diatas maka penelitian ini
dilakukan dengan tujuan :
1. Mengevaluasi perubahan Knowledge, Skill dan Attitude pada
Program Pembelajaran Pilot Project Peningkatan Penjualan
PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Sumatera Utara Unit
Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Lubuk Pakam.
2. Mengukur nilai Return on Training Investment (ROTI) pada
program pembelajaran Pilot Project Peningkatan Penjualan PT
PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Sumatera Utara Unit
Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Lubuk Pakam dengan
pendekatan metode Jack J. Phillips sekaligus.
3. Merumuskan kebijakan dalam perhitungan Return on
Training Investment (ROTI) pada program pembelajaran Pilot
Project.
Universitas Sumatera Utara
11
1.4 Manfaat Penelitian
Manfaat dengan melakukan penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Bagi Perusahaan
Hasil penelitian merupakan kebijakan yang dirumuskan,
bermanfaat untuk dijadikan rujukan dalam memecahkan
masalah yang dihadapi. sebagai bahan masukan bagi PLN Unit
Induk Wilayah Sumatera Utara dan PLN Corporate University
dalam perhitungan biaya investasi dalam program pelatihan
sumber daya manusia agar dapat seoptimal mungkin.
2. Bagi Akademis
Berguna sebagai tambahan referensi yang dapat digunakan
sebagai sumber atau konsep dalam perhitungan evaluasi
tingkat pengembalian investasi pembelajaran / alternatif dalam
penelitian yang sejenis.
3. Bagi Peneliti
Penelitian ini berguna untuk memberikan keterampilan /
pengalaman dalam merumuskan kebijakan secara akademik
guna memberikan solusi terhadap permasalahan.
1.5 Ruang Lingkup dan Batasan Penelitian
Sehubungan dengan rumusan masalah dan tujuan yang ingin
dicapai dari penelitian ini, ruang lingkup dan batasan dan analisis
penelitian yang akan dilakukan meliputi:
Universitas Sumatera Utara
12
1. Penelitian ini dilakukan pada Program Pembelajaran Pilot
Project Peningkatan Penjualan PT PLN (Persero) Unit Induk
Wilayah Sumatera Utara Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan
(UP3) Lubuk Pakam tahun 2018 yang dilaksanakan oleh Tim
Manajemen Mutu dan Kinerja PT PLN (Persero) Unit
Pendidikan dan Pelatihan (UPDL) Tuntungan.
2. Penelitian yang dibahas adalah Perhitungan Return on
Training Investment (ROTI) Program Pembelajaran Pilot
Project Peningkatan Penjualan PT PLN (Persero) Unit Induk
Wilayah Sumatera Utara Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan
(UP3) Lubuk Pakam tahun 2018.
3. Perhitungan Return on Training Investment (ROTI) dilakukan
dengan metode perhitungan Jack J. Philips.
4. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder.
Data primer adalah data hasil olahan persepsi dampak dan
perubahan Knowledge, Skill dan Attitude peserta hasil dari
pembelajaran. Data sekunder diperoleh dari laporan Program
Pilot Project Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3)
Lubuk Pakam yang disusun oleh PT PLN (Persero) Unit
Pendidikan dan Pelatihan (UPDL) Tuntungan.
Universitas Sumatera Utara
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Deskripsi Teori
2.1.1 Pengertian Pelatihan
Pelatihan adalah untuk meningkatkan kompetensi
(pengetahuan,ketrampilan,dan perilaku) karyawan agar mampu mengerjakan
pekerjaan yang sekarang atau karyawan mampu melaksanakan pekerjaan yang
lebih besar tanggung jawabnya dalam posisi yang lebih tinggi dengan baik.
Harjana (2002) “Training atau Pelatihan adalah kegiatan yang dirancang untuk
meningkatkan kinerja pekerja dalam pekerjaan yang diserahkan kepada
mereka”.Gomes (2003) mengatakan bahwa “Pelatihan lebih sebagai sarana
yang ditujukan pada upaya untuk lebih mengaktifkan kerja para anggota
organisasi yang kurang aktif sebelumnya, mengurangi dampak negative yang
dikarenakan kurangnya pendidikan, pengalaman yang terbatas, atau kurangnya
kepercayaan diri dari anggota atau kelompok anggota tertentu”.
Dessler (2006) mengatakan bahwa “Pelatihan adalah proses terintegrasi
yang digunakan oleh pengusaha untuk memastikan agar para karyawan bekerja
untuk mencapai tujuan organisasi". Pernyataan tersebut memiliki makna bahwa
pendekatan terintegrasi dan berorientasi pada tujuan untuk menugaskan,
melatih, menilai dan memberikan penghargaan pada kinerja karyawan.
Menurut Hamalik (2007), pelatihan adalah suatu proses yang meliputi
serangkaian tindakan (upaya) yang dilaksanakan dengan sengaja dalam bentuk
pemberian bantuan kepada tenaga kerja yang dilakukan oleh tenaga
professional ke pelatihan dalam satuan waktu yang bertujuan untuk
13
Universitas Sumatera Utara
14
meningkatkan kemampuan kerja peserta dalam bidang pekerjaan tertentu guna
meningkatkan kemampuan efektivitas dan kinerja dalam suatu organisasi.
Menurut Harmein Nasution (2015) pelatihan yang dilakukan perusahaan
merupakan suatu investasi perusahaan yang bertujuan untuk mengembangkan
modal manusia yang pada akhirnya akan meningkatkan kinerja perusahaan.
2.1.2 Evaluasi Pelatihan
Widoyoko (2012), evaluasi memiliki makna yang berbeda dengan
penilaian, pengukuran maupun tes. Menurut Noe (2002), evaluasi pelatihan
merujuk pada proses mengumpulkan hasil-hasil yang diperlukan untuk
menentukan apakah suatu pelatihan efektif atau tidak.
Yadapadithaya (2001) dalam penelitian yang berjudul “Evaluating
Corporate Training and Development : An Indian Experience” mengemukakan
bahwa bentuk dasar evaluasi pelatihan adalah perbandingan objektif dengan
pengaruh-pengaruhnya untuk menjawab pertanyaan seberapa jauh pelatihan
telah mencapai tujuannya. Hal senada juga diutarakan oleh Alvarez, Salas dan
Garofano (2004) bahwa evaluasi pelatihan adalah teknik pengukuran untuk
mengetahui sejauh mana program pelatihan memenuhi tujuan-tujuan yang
diinginkan. Jadi, evaluasi pelatihan berfokus pada hasil-hasil pembelajaran
yang kemudian hasil tersebut dibandingkan dengan tujuan awal
diselenggarakannya program pelatihan.
Komite Studi Nasional tentang Evaluasi (National Study Committee on
Evaluation) dari UCLA (Stark & Thomas, 1994), menyatakan bahwa :
Universitas Sumatera Utara
15
Evaluation is the process of as certaining the decision of concern,
selecting appropriate information, and collecting and analyzing information in
order to report summary data useful to decision makers in selecting among
alternatives.
Evaluasi merupakan suatu proses atau kegiatan pemilihan, pengumpulan,
analisis dan penyajian informasi yang dapat digunakan sebagai dasar
pengambilan keputusan serta penyusunan program selanjutnya. Selanjutnya
Griffin & Nix (2001) menyatakan :
Measurement, assessment and evaluation with the criteria is a
measurement, the interpretation and description of the evidence is an
assessment and the judgement of the value or implication of the behavior is an
evaluation.
Pengukuran, penilaian dan evaluasi bersifat hirarki. Evaluasi didahului
dengan penilaian (assessment), sedangkan penilaian didahului dengan
pengukuran. Pengukuran diartikan sebagai kegiatan membandingkan hasil
pengamatan dengan kriteria, penilaian (assessment) merupakan kegiatan
menafsirkan dan mendeskripsikan hasil pengukuran, sedangkan evaluasi
merupakan penetapan nilai atau implikasi perilaku.
Menurut Suharsimi Arikunto (2004) ada dua tujuan evaluasi yaitu tujuan
umum dan tujuan khusus. Tujuan umum diarahkan kepada program secara
keseluruhan sedangkan tujuan khusus lebih difokuskan pada masing-masing
komponen. Implementasi program harus senantiasa di evaluasi untuk melihat
sejauh mana program tersebut telah berhasil mencapai maksud pelaksanaan
Universitas Sumatera Utara
16
program yang telah ditetapkan sebelumnya. Tanpa adanya evaluasi, program-
program yang berjalan tidak akan dapat dilihat efektifitasnya.
Dengan demikian, kebijakan-kebijakan baru sehubungan dengan program
itu tidak akan didukung oleh data. Karenanya, evaluasi program bertujuan
untuk menyediakan data dan informasi serta rekomendasi bagi pengambil
kebijakan (decision maker) untuk memutuskan apakah akan melanjutkan,
memperbaiki atau menghentikan sebuah program.
Moekijat (2000) menjelaskan tujuan umum pelatihan sebagai berikut :
1) untuk mengembangkan keahlian, sehingga pekerjaan dapat diselesaikan
dengan lebih cepat dan lebih efektif, 2) untuk mengembangkan pengetahuan,
sehingga pekerjaan dapat diselesaikan secara rasional, 3) untuk
mengembangkan sikap, sehingga menimbulkan kemauan kerjasama dengan
teman-teman pegawai dan dengan manajemen (pimpinan).
Ada empat hal yang ditekankan pada rumusan tersebut, yaitu : 1)
menunjuk pada penggunaan metode penelitian, 2) menekankan pada hasil suatu
program, 3) penggunaan kriteria untuk menilai, dan 4) kontribusi terhadap
pengambilan keputusan dan perbaikan program di masa mendatang.
Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa evaluasi
merupakan proses yang sistematis dan berkelanjutan untuk mengumpulkan,
mendeskripsikan, mengintepretasikan dan menyajikan informasi untuk dapat
digunakan sebagai dasar membuat keputusan, menyusun kebijakan maupun
menyusun program selanjutnya. Adapun tujuan evaluasi adalah untuk
memperoleh informasi yang akurat dan objektif tentang suatu program.
Informasi tersebut dapat berupa proses pelaksanaan program, dampak/hasil
Universitas Sumatera Utara
17
yang dicapai, efisiensi serta pemanfaatan hasil evaluasi yang difokuskan untuk
program itu sendiri, yaitu untuk mengambil keputusan apakah dilanjutkan,
diperbaiki atau dihentikan. Selain itu, juga dipergunakan untuk kepentingan
penyusunan program berikutnya maupun penyusunan kebijakan yang terkait
dengan program.
2.1.3 Tujuan Evaluasi Pelatihan
Sudjana (2008) menyatakan berbagai macam tujuan evaluasi,yaitu :
1. Memberikan masukan untuk perencanaan program.
2. Memberikan masukan untuk kelanjutan,perluasan dan penghentian
program.
3. Memberikan masukan untuk memodifikasi program.
4. Memperoleh Informasi tentang factor pendukung dan penghambat
program.
5. Memberi masukan untuk memahami landasan ke ilmuan bagi evaluasi
program.
Kirkpatrick (1998) dan masih relevan sampai dengan buku edisi
ketiganya dengan judul Evaluating Training Programs terbit pada tahun (2009)
mengatakan bahwa evaluasi suatu pelatihan adalah bagian yang tidak
terpisahkan dari penyelenggara pelatihan itu sendiri dan bahwa evaluasi itu
merupakan kegiatan yang harus dilakukan agar pelatihan secara keseluruhan
dapat berlangsung dengan efektif. Model evaluasi pelatihan yang
Universitas Sumatera Utara
18
dikembangkan oleh Kirkpartick (2009), meliputi empat tingkatan dalam
mengembangkan evaluasi pelatihan,yaitu seperti pada Gambar 2.1 :
Gambar 2.1 : Tingkatan Evaluasi Pelatihan.
1. Evaluasi Level 1 : Reaksi (Reaction)
Pada tingkat ini keberhasilan suatu pelatihan dapat dievaluasi dari reaksi
atau respon peserta pelatihan. Minat dan keaktifan peserta dalam pelatihan
menjadi indikasi bahwa peserta dapat mengikuti pelatihan dengan antusias dan
penuh semangat.
Kepuasan peserta dalam mengikuti pelatihan juga menjadi indikasi bahwa
pelatihan diikuti dengan suasana yang menyenangkan. Di ujung pelatihan, dalam
pelatihan yang bersifat berkesinambungan, peserta menunjukkan minat yang
tinggi untuk mengikuti pelatihan lanjutan.
2. Evaluasi Level 2 : Evaluasi Belajar (Learning)
Kirkpatrick (2009) dalam buku Evaluating Training Programs 3rd Edition
Universitas Sumatera Utara
19
mengemukakan “learning can be defined as the extend to which participans
change attitudes, improving knowledge, and/or increase skill as a result of
attending the program”. Dengan demikian, efektifitas pelatihan, dalam level ini,
diukur dari dampaknya terhadap peserta. Apakah setelah pelatihan berakhir ada
perubahan dari aspek pengetahuan, ketrampilan atau perilaku kerja ke arah yang
lebih baik, sesuai tujuan diselenggarakannya [Link] hasil belajar
dapat dilakukan dengan membuat kelompok pembanding. Sekelompok peserta
yang telah diberikan pelatihan dievaluasi dan dibandingkan dengan kelompok
pembanding yakni kelompok peserta yang tidak diberikan pelatihan.
Cara melakukan evaluasi pelatihan lainnya adalah dengan melakukan pre
test dan post test, yaitu peserta diberikan tes terlebih dahulu sebelum pelatihan
dijalankan dan sesudah pelatihan dijalankan.
3. Evaluasi Level 3 : Tingkah Laku (Behavior)
Evaluasi training level 3 ini lebih memfokuskan pada evaluasi pelatihan
karyawan dari aspek perubahan perilaku. Kalau pada level 2, evaluasi pelatihan
hanya menekankan perubahan sikap (internal), pada level 3, evaluasi akan menilai
apakah setelah mengikuti pelatihan peserta mengalami perubahan perilaku yang
berdampak pada kinerja. Oleh karena itu, pada evaluai pelatihan pada level ini
disebut sebagai evaluasi terhadap outcomes pelatihan.
4. Evaluasi tahap 4 : Evaluasi Hasil (Result)
Evaluasi training pada level 4 menekankan pada hasil akhir (result) setelah
mengikuti diklat. Hasil akhir dalam hal ini dapat berupa indicator-indikator
kinerja yang nyata seperti kenaikan produktifitas, peningkatan laba, penurunan
Universitas Sumatera Utara
20
biaya, penurunan tingkat kesalahan, peningkatan kualitas, penurunann keluhan
pelanggan.
2.1.4 Return On Training Investment (ROTI) pendekatan finansial dalam
mengukur Dampak Pembelajaran (Jack J. Phillips)
Jack J. Phillips dan Ron Drew Stone (2002) berpendapat bahwa evaluasi
training harus dilakukan dalam konteks training cost-benefit analysis, namun
lebih jauh lagi mereka menyebut perhitungan ROTI sebagai evaluasi Level 5.
Evaluasi ini dilakukan setelah teori The Four Levels yang dilakukan oleh Jack J.
Phillips. Level 5 ini merupakan evaluasi terhadap nilai-nilai finansial dari
pengaruh bisnis (business impact) yang diakibatkan oleh penyelenggaraan
training, dibandingkan dengan biaya training itu sendiri. Data business impact
dikonversi ke dalam nilai-nilai finansial agar dapat dimasukkan dalam
perhitungan matematis ROTI. Dengan perhitungan tersebut maka nilai training
yang sesungguhnya dapat tergambarkan dalam konteks bisnis perusahaan secara
keseluruhan. Secara tegas, mereka menyatakan bahwa evaluasi training tidaklah
lengkap bila tidak dilakukan hingga Level 5.
Berkaitan dengan Evaluasi pembelajaran, Shelton dan Alliger (1993)
mengingatkan bahwa tidak semua jenis pembelajaran perlu dievaluasi
hingga level penghitungan ROTI. Perlu tidaknya ROTI diukur jika
persyaratan berikut dipenuhi :
Apakah pembelajaran yang akan dievaluasi memiliki dampak langsung
terhadap business results perusahaan dan memang ditujukan untuk
Universitas Sumatera Utara
21
meningkatkan kinerja perusahaan secara langsung. Jika tidak, maka
perhitungan ROTI sesungguhnya tidak diperlukan.
Evaluasi Level 3 dan 4 telah dilakukan untuk pembelajaran yang akan
dilakukan perhitungan ROTI.
Secara garis besar ROTI menurut Jack J. Phillips adalah suatu ukuran
dalam bentuk keuntungan monoter yang diperoleh dari suatu organisasi
setelah jangka waktu tertentu sebagai timbal balik terhadap investasi suatu
program pelatihan. ROTI dihitung berdasarkan estimasi atau data terhadap
biaya maupun keuntungan yang berdasarkan estimasi atau data terhadap biaya
maupun keuntungan yang berhubungan dengan program pelatihan. Dengan
memanfaatkan ROTI ini, unit bisnis depat secara efektif mengalokasikan
sumber daya yang ada untuk meningkatkan kinerja dan mendorong
keberhasilan suatu organisasi. Mereka juga menjelaskan langkah-langkah
mengukur ROTI, yaitu : (1) mengisolasi pengaruh pealtihan terhadap hal-hal
diluar pelatihan, (2) mengkonversi pengaruh-pengaruh pelatihan ke dalam
bentuk moneter, (3) menghitung biaya pelatihan, dan (4) membandingkan
biaya pelatihan dengan nilai tambah moneter yang diperoleh sebagai hasil
pelatihan.
Universitas Sumatera Utara
22
Gambar 2.2 Model ROTI.
2.1.5 Menghitung ROTI
Tahap ini sering disebut sebagai analisis biaya manfaat (Cost-benefit analysis).
Analysis biaya manfaat dalam perhitungan ROTI adalah proses menentukan
nilai ekonomis dari suatu program pelatihan dengan menggunakan metode
Akuntansi. Menentukan nilai Ekonomis dari suatu program pelatihan meliputi
perhitungan biaya pelatihan (cost) dan hasil (benefits) yang didapat setelah
mengikuti program pelatihan ( Noe,2002).
Perhitungan Return on Training Invesment (ROTI) menurut Jack J. Phillips
dihitung dengan menggunakan formula sebagai berikut :
Universitas Sumatera Utara
23
Dimana Net benefits Of Pelatihan merupakan keuntungan bersih yang
diperoleh dari hasil penerapan pelatihan setelah memperhitungkan faktor
isolasi yang telah diperhitungkan pada tahap sebelumnya dikurangi dengan
realiasasi biaya pelatihan yang dikeluarkan.
Net Learning Benefit = Learning Benefit – Learning Cost
Learning Benefit = Δ Benefit x % Isolasi
Δ Benefit : Selisih (perubahan kinerja) sebelum pembelajaran diselenggarakan
dengan sesudah penyelenggaraan pembelajaran.
Learning Cost : Total biaya yang dikeluarkan dalam program pembelajaran.
Benefit : Seluruh manfaat/peningkatan/perbaikan atas Output, kualitas,
efisiensi biaya, waktu yang dapat dikonversi ke rupiah.
Isolasi Pengaruh Pembelajaran : Tahap memisahkan pengaruh pembelajaran
terhadap peningkatan kinerja dari faktor-faktor lainnya.
Mengisolasi pengaruh pembelajaran terhadap dampak kinerja
merupakan kegiatan yang paling penting dan penuh dengan tantangan pada
pengukuran ROTI. Sebagai langkah awal pada isolasi pengaruh pembelajaran,
perlu mengidentifikasi seluruh faktor kunci yang berkontribusi dalam
peningkatan kinerja. Adapun faktor kunci menurut Jack J. Phillips dan Ron
Drewstone pada buku How to Measure Training Results (2002) dan
perbandingannya dengan teori dari Dave Ulrich adalah seperti Gambar 2.3
sebagai berikut :
Universitas Sumatera Utara
24
Gambar 2.3 Perbandingan Teori Jack J. Phillips dengan Dave Ulrich
Dave Ulrich (2009) menjelaskan bahwa keberhasilan kinerja dari tenaga
kerja ditentukan oleh 3 faktor dengan bobot masing-masing yang dikenal dengan
formula (50/30/20) berikut :
1. Bobot 50% berasal dari pengalaman bekerja (Dukungan Manajemen dan
Coaching).
2. Bobot 30% berasal dari Training.
3. Bobot 20% berasal dari pengalaman hidup.
Jack J. Phillips menawarkan 10 (sepuluh) strategi terbaik untuk
mengisolasi pengaruh training dari faktor-faktor lainnya. Kesepuluh strategi
tersebut adalah sebagai berikut :
1. Kontrol Grup (Control Groups)
2. Analisis dengan menggunakan Tren (Trend Line Analysis)
3. Peramalan (Forecasting)
4. Estimasi Peserta (Participant Estimate)
5. Estimasi Atasan (Supervisor Estimate)
6. Estimasi Manajemen (Management Estimate)
7. Masukan Pelanggan (Customer Input)
Universitas Sumatera Utara
25
8. Estimasi Ahli (Expert Estimate)
9. Masukan bawahan (Subordinate Input)
10. Impact dari Faktor-faktor lainnya.
Penetapan metode mana yang dipilih tergantung dari jenis training,
kendala-kendala yang ada dalam organisasi/perusahaan, ketersediaan data, biaya
dan waktu yang dibutuhkan untuk mengumpulkan data, serta kompetensi sumber
data yang dipilih.
Menurut Phillips, salah satu metode paling mudah digunakan adalah
memperoleh data berdasarkan perkiraan participant (eks-peserta) training itu
sendiri, yaitu dengan menggunakan Participant Estimate. Efektivitas pendekatan
ini terletak pada asumsi bahwa participant memiliki kemampuan untuk
menentukan atau memperkirakan seberapa besar peningkatan kinerja yang dialami
itu terkait dengan program training yang diikutinya. Participant seharusnya
merupakan pihak yang paling mengetahui seberapa besar perubahan yang
disebabkan oleh pengaplikasian program training dalam pekerjaannya sehari-hari.
Untuk lebih mempertajam akurasi dalam penentuan nilai isolasi metode ini juga
dapat digabungkan dengan estimasi lainnya seperti Estimasi Atasan (Supervisor
Estimate), Estimasi Manajemen (Management Estimate), dan Estimasi Ahli
(Expert Estimate).
Lebih jauh lagi, Phillips berpendapat bahwa meskipun hanya merupakan
estimasi, nilai yang diperoleh biasanya memiliki kredibilitas yang tinggi, terutama
mengingat responden berada ditengah-tengah perubahan atau peningkatan kinerja
yang terjadi. Pemikiran ini pula, disamping pertimbangan faktor biaya dan
Universitas Sumatera Utara
26
waktum yang mendasari pemilihan metode Estimasi. Sementara itu, terdapat pula
kelemahan dari pendekatan ini yaitu adanya unsur subyektivitas responden dalam
memberikan perkiraan besarnya kontribusi masing-masing faktor. Hal yang dapat
dilakukan untuk mengurangi pengaruh subyektivitas ini adalah dengan
menanyakan seberapa jauh tingkat keyakinan (level of confidence) responden
dalam memberikan perkirannya tersebut.
Namun, sebelum menetapkan metode mana yang akan digunakan, phillips
juga menekankan perlunya terlebih dahulu diidentifikasi faktor-faktor apa saja
yang memiliki kontribusi terhadap perubahan yang terjadi setelah program
training diselenggarakan. Langevin Learning Services (2007), sebuah konsultan
training internasional, berpendapat bahwa hal-hal yang dianggap memiliki
pengaruh terhadap kinerja sesorang dapat dikelompokkan dalam 7 (tujuh) faktor
pengaruh, sebagai berikut :
1. Knowledge and Skill
Faktor ini merupakan pengaruh dari program training yang diselnggarakan.
Peningkatan pengetahuan dan keterampilan seseorang pegawai pada
kenyataanya akan berpengaruh positif terhadap peningkatan kinerjanya.
2. Capacity
Faktor ini merupakan kemampuan mental dan fisik individu yang
memungkinkannya melakukan pekerjaannya dengan baik.
3. Standards
Faktor lain yang berpengaruh adalah adanya standar kerja yang jelas sehingga
seorang pegawai dapat mengetahui dengan tepat apa yang harus dilakukan
dan kapan melakukannya.
Universitas Sumatera Utara
27
4. Measurement
Adanya sistem pengukuran kinerja yang jelas, transparanm obyektif, serta
disusun atas dasar standar kerja yang baku akan berpengaruh pula terhadap
kinerja pegawai.
5. Feedback
Adanya informasi mengenai penilaian bagaimana hasil kerja sesorang juga
akan berpengaruh terhadap kinerjanya. Dalam hal ini, masukkan yang
diperoleh secara cepat, cukup sering, spesifik, akurat, dan obyektif diyakini
memiliki pengaruh yang positif.
6. Conditions
Situasi dan kondisi kerja yang kondusif, seperti sistem operasional yang
baikm kelengkapan fasilitas kerja, layout, ruang yang baik, ketersediaan
informasi yang dibutuhkan, serta otoritas kerja yang jelas akan berpengaruh
positif terhadap kinerja seorang pegawai.
7. Incentives
Sistem penggajian yang adil, adanya insentif untuk hasil pekerjaan yang baik,
serta penerapan sistem reward and punishment merupakan beberapa hal yang
memotivasi seorang pegawai untuk bekerja dengan lebih baik dan
menghasilkan performa kerja yang tinggi.
Pengelompokan faktor sesuai usulan Langevin Lerning Services tersebut
digunakan untuk melakukan isolasi pengaruh training dari faktor lainnya. Dalam
prakteknya setiap responden diminta untuk memperkirakan/memberikan estimasi
Universitas Sumatera Utara
28
persentase dari setiap faktor tersebut terhadap perubahan atau penigkatan kinerja
yang dialami setelah mengikuti training.
Kriteria pengukuran ROTI :
ROTI < 0 : Perusahaan Rugi menanamkan Investasi dalam bentuk
pelatihan.
ROTI = 0 : Perusahaan Balik Modal menanamkan Investasi dalam
bentuk pelatihan.
ROTI > 0 : Perusahaan Untung menanamkan Investasi dalam
bentuk Pelatihan.
2.1.6 Manfaat Analisis ROTI
Secara Umum , Analisis ROTI dapat digunakan untuk :
a. Menunjukkan bahwa pelatihan merupakan Investasi.
b. Memaksimalkan Pengembalian Aggaran Pelatihan.
c. Dokumen Perubahan Positif dalam Kinerja Individu atau Organisasi.
d. Menetapkan tolok Ukur bagi keberhasilan pelatihan.
e. Mendorong pengusaha dan Staf untuk mengikuti Pelatihan lebih serius.
f. Mengukur Efektivitas Pelatihan.
g. Menunjukkan Akuntabilitas Pengeluaran dan kebijakan Pelatihan.
2.1.7 Mengkonversi Pengaruh-pengaruh pelatihan kedalam nilai Moneter.
Sunardi (2012), menyatakan pengaruh atau nilai tambah yang diperoleh
sebagai hasil dari program pelatihan harus selalu di identifikasi,dipilah,dan
Universitas Sumatera Utara
29
dikonversikan kedalam bentuk moneter. Perubahan terhadap kinerja karyawan
sebaiknya dinilai dengan melibatkan berbagai pihak seperti supervisor,direktur,
dan pihak lain dalam organisasi. Keputusan dengan melibatkan berbagai pihak
akan jauh lebih Objektif ketimbang menyerahkan semua penilaian kepada
Manajer Sumber Daya Manusia.
Pengaruh dapat bersifat terlihat(tangible) atau tak terlihat (intangible)
dan biasanya disebut sebagai hard data dan soft data. Hard data bersifat
kuantitatif, statistikal, berorientasi angka dan dengan mudah dapat
dikonversikan dalam bentuk moneter. Soft data lebih bersifat kualitatif dan
lebih sulit diukur dan dikonversikan kedalam bentuk uang. Contoh soft data
dapat berupa peningkatan kepuasan kerja, peningkatan komitmen organisasi,
peningkatan komunikasi antar karyawan berbeda lini dan sebagainya.
2.2 Review Hasil Penelitian
Penelitian yang dilakukan oleh A. Akin Aksu dan Sevcan Yildiz (2011)
yang ditulis dalam jurnal internasional berjudul Measuring Results of Training
with ROI Method : an Application in a 5-Star Hotel in Antalya Region of
Turkey adalah melakukan pengukuran Return on Training Investment pada
sebuah hotel berbintang 5 di Turki. Penelitian ini menggabungkan metode Kirk
Patrick yang menerangkan aspek-aspek evaluasi mulai dari evaluasi level 1
(reaksi), evaluasi level 2 (pembelajaran), evaluasi level 3 (perubahan perilaku),
evaluasi level 4 (hasil pembelajaran) kemudian metode Phillip yang merupakan
cara perhitungan ROI Model terhadap pembelajaran sebagai instrumen
perhitungan tingkat pengembaliannya serta Balance Score Card Method (BSC)
Universitas Sumatera Utara
30
yang membantu membuat instrumen perbandingan hasil pembelajaran /
dampak pembelajaran berdasarkan indikator faktor sukses dari strategi dan
operasi yang dikonversikan dalam bentuk keuangan. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa ROI dari training tersebut sebesar 266,90% atau 2,67 kali
dan diperkirakan investasi yang dikeluarkan perusahaan tersebut akan kembali
dalam waktu 4,5 bulan.
Penelitian yang dilakukan oleh Lynch, Akridge, Schaffer dan Gray
(2006) terhadap kegiatan Agribusiness Management Program (AMP) yang
dilaksanakan pada Tahun 2002 dan 2003 dan diikuti sebanyak 30 peserta
didapat beberapa kesimpulan yaitu: metode evaluasi ROI yang merupakan
indikator yang baik didalam menilai program pelatihan dan dapat dijadikan
sebagai evaluasi untuk kegiatan pelatihan dan pengembangan kegiatan
pelatihan. Dari hasil penelitian mereka juga menemukan bahwa program
pelatihan yang dilakukan memberikan laba atas investasi sebesar 398 %. Selain
itu dari hasil penelitian juga didapat bahwa program AMP dapat dan diterapkan
dalam tempat kerja dan memiliki dampak keuangan yang positif bagi
perusahaan.
Sedangkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Almeida (2008),
terhadap perusahaan manufaktur besar di Portugal antara 1995 dan 1999 terkait
tentang investasi dalam pelatihan , biaya, dan beberapa karakteristik
perusahaan. Parameter yang digunakan dalam mengukur manfaat pelatihan
adalah manfaat terhadap pengusaha dan karyawan secara keseluruhan , terlepas
dari bagaimana pengembalian ini dibagi antara kedua belah pihak tersebut.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut perusahaan yang melakukan investasi
Universitas Sumatera Utara
31
pelatihan akan mendapat tingkat pengembalian diantara 6,7% sampai dengan
8,6 %lebih tinggi dibandingkan dengan perusahaan yang tidak melakukan
investasi pelatihan. Pengembalian yang tinggi tersebut menunjukkan bahwa
pelatihan kerja yang dilakukan perusahaan adalah investasi yang sehat bagi
perusahaan-perusahaan yang menghasilkan keuntungan yang sebanding dengan
baik investasi dalam modal fisik.
2.3 Resume Hasil Penelitian
Berdasarkan hasil review dari beberapa penelitian yang relevan dan
terkait dengan pembahasan Return on Training Invenstment (ROTI) dapat
ditarik beberapa butir kesimpulan yaitu :
Model perhitungan ROI terhadap pembelajaran diambil dari konsep
perhitungan Return on Training Invenstment (ROTI) Jack J Phillips yang
melakukan pendekatan dengan konsep keuangan. Implementasi perhitungan
ROTI dalam hal ini dianggap sebagai evaluasi level 5 pada penyelenggaraan
evaluasi pembelajaran setelah dilaksanakannya evaluasi level 1 – 4 yaitu model
Kirkpatrick.
Perhitungan Return on Training Invenstment (ROTI) dapat dihitung
pada pembelajaran yang sifatnya isolasi atau mengarah pada suatu tujuan yang
mudah dikalkulasikan hasilnya kedalam bentuk moneter (moneter values)
dengan kata lain pembelajaran yang dapat dihitung nilai ROTI nya adalah
pembelajaran yang mengarah terhadap business result / meningkatkan kinerja
perusahaan secara langsung.
Universitas Sumatera Utara
BAB III
KERANGKA KONSEPTUAL
3.1 Kerangka Konseptual
Kerangka konseptual atau kerangka teoritis merupakan fondasi
di mana seluruh proyek penelitian didasarkan. Kerangka teoritis adalah jaringan
asosiasi yang disusun, dijelaskan dan dielaborasi secara logis antar variabel
yang dianggap relevan pada situasi masalah dan diidentifikasi melalui proses
seperti wawancara, pengamatan, dan studi literatur (Sekaran, 2007). Nilai ROTI
dipengaruhi oleh besarnya manfaat pelatihan / isolasi dampak pengaruh
pembalajaran terhadap peningkatan kinerja dan biaya program pelatihan.
Berdasarkan hal tersebut kerangka konseptual penelitian ini dapat dilihat pada
Gambar 3.1
Gambar 3.1 Kerangka Konseptual
32
Universitas Sumatera Utara
33
3.2 Definisi Operasional Variabel Penelitian
Menurut Sugiyono (2014) defenisi operasional adalah penentuan
konstrak atau sifat yang akan dipelajari sehingga menjadi variabel yang diukur.
Variabel yang digunakan dalam penelitian ini meliputi Perencanaan,
Pengumpulan Data, Analisis Data dan Pelaporan
a. Tahap Perencanaan
Dalam tahap perencanaan yang diperlu dilakukan adalah mengidentifikasi
pelatihan yang akan diteliti, apakah memenuhi syarat untuk dilakukan
evaluasi sampai kepada level 5 (ROTI). Pada tahap perencanaan
dipastikan bahwa tools evaluasi seperti kuesioner sudah sesuai dengan
metode evaluasi yang akan dilaksanakan.
b. Tahap Pengumpulan data
Tahap pengumpulan data ini merupakan salah satu tahap terpenting dari
seluruh rangkaian proses karena apabila tidak dilakukan dengan baik
maka tidak mungkin mencapai hasil yang diharapkan. Tahap ini juga
merupakan kegiatan yang paling banyak menyita waktu dibandingkan
dengan kegiatan‐kegiatan lainnya. Pemilihan metode yang tepat dalam
tahap pengumpulan data ini ditentukan oleh beberapa faktor, antara lain :
• Jenis training,
• Kesediaan eks‐peserta untuk bekerjasama,
• Kendala‐kendala yang ada dalam organisasi/ perusahaan,
• Ketersediaan data,
• Biaya dan waktu yang dibutuhkan untuk mengumpulkan data,
Universitas Sumatera Utara
34
• Serta keakuratan data itu sendiri.
Data yang dikumpulkan dalam tahap ini antara lain :
• Data survey Relevansi (Level 2)
• Data Survey Peubahan Kompetensi oleh peserta
• Data Kinerja dan Workplan dalam Program pembelajaran Pilot
Project
• Data Biaya Pelaksanaan Program Pilot Project
• Data Survey Estimasi
• Dsb.
c. Tahap Analisis Data
c.1 Konversi Monetary Data Monetary Values
Dalam tahap ini pembelajaran harus dapat ditentukan / dikonversi
kedalam data monetary values (nilai finansial) dimana pada program
peningkatan penjualan dapat ditentukan nilai finansial (nilai rupiah) dari
kegiatan hasil action learning yang dilaksanakan setelah pembelajaran
seperti :
1. Pelanggan Captive Power
Pada kegiatan ini peserta melaksanakan probing ke calon
pelanggan potensial yang belum terlayani agar menjadi pelanggan
PLN. Data kWh pemakaian dari pelanggan tersebut kemudian
dikonversikan menjadi rupiah benefit program.
Universitas Sumatera Utara
35
2. Perubahan Tarif
Pada kegiatan ini peserta melaksanakan probing kepada calon
pelanggan yang ingin berubah tarif layanan untuk mendapatkan
layanan yang lebih andal. Rupiah selisih tarif pemakaian dari
pelanggan tersebut kemudian dimasukkan kedalam rupiah benefit
program.
3. Pemeliharaan Meter (Harmet)
Pada kegiatan ini peserta menganalisa kelainan baca meter yang
berpotensi merugikan perusahaan menggunakan fasilitas
Automatic Meter reading (AMR) dengan memonitor Load Profile
/ Diagram Phasor pelanggan. Kesalahan baca meter kemudian
ditindaklanjuti dengan pemeriksaan ke lapangan berupa
pemeliharaan meter / penggantian meter atau alat lainnya
(CT/PT). Hasil saving kWh akibat selisih kelainan / tagihan
susulan dari kesalahan baca meter dimasukkan kedalam rupiah
benefit program.
Universitas Sumatera Utara
36
c.2 Isolasi pengaruh pembelajaran
Kegiatan mengisolasi pengaruh pembelajaran terhadap dampak kinerja
merupakan kegiatan untuk memastikan kontribusi pembelajaran
terhadap peningkatan kinerja. Kegiatan ini adalah yang paling penting
dan penuh dengan tantangan pada pengukuran Return on Training
Investment (ROTI). Sebagai langkah awal pada isolasi pengaruh
pembelajaran, perlu mengidentifikasi seluruh faktor kunci yang
berkontribusi dalam peningkatan kinerja. Adapun Faktor kunci menurut
Jack J Phillips dan Ron Drewstone pada Buku How to Measure Training
Results (2002).
Untuk Mengisolasi Pengaruh Pembelajaran dari Dampak Peningkatan
Kinerja, dapat menggunakan salah satu atau beberapa strategi sebagai
berikut (Phillips, 2002) :
1. Kontrol Grup (Control Groups)
2. Analisis dengan menggunakan Tren (Trend Line Analysis)
3. Peramalan (Forecasting)
4. Estimasi Peserta (Participant Estimate)
5. Estimasi Atasan (Supervisor Estimate)
6. Estimasi Manajemen (Management Estimate)
7. Estimasi Ahli (Expert Estimate)
8. Masukan Pelanggan (Customer Input)
9. Masukan bawahan (Subordinate Input)
10. Impak Faktor-Faktor lainnya.
Universitas Sumatera Utara
37
3.3 Tipe Penelitian
Tipe penelitian yang dilakukan untuk memecahkan permasalahan
evaluasi pelatihan ini adalah studi deskriptif (descriptive study). Menurut
Sukaria Sinulingga (2013) Tujuan dari penelitian Studi Deskriptif (Deskristive
Study) untuk mendapatkan profil atau aspek aspek yang relevan dari fenomena
yang menarik dari suatu organisasi atau kelompok tertentu. Dengan kata lain
Studi deskristif dilakukan dengan maksud menghasilkan data dan informasi
yang berguna untuk :
1. Memberikan pemahaman tentang karakteristik karyawan atau
kelompok karyawan tertentu dalam situasi tertentu.
2. Menggunakan hasil penelitian untuk pengambilan keputusan yang
tepat sehubungan dengan karakteristik tertentu yang ditemui baik
yang menguntungkan ataupun merugikan perusahaan.
3. Membuka peluang munculnya ide –ide baru pada pimpinan pada
pimpinan tentang pemberdayaan karyawan.
3.4 Lokasi dan Jadwal Penelitian
3.4.1 Lokasi Penelitian
Penelitian dilakukan pada unit manajemen mutu dan kinerja PT PLN
(Persero) UPDL Tuntungan yang bertempat Jl. Lapangan Golf no.35
Tuntungan sebagai objek analisis data dan perhitungan Return on Training
Universitas Sumatera Utara
38
Investment (ROTI) yang sudah dilakukan sebelumnya dan penelitian ini juga
dilakukan pada PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Sumatera Utara pada
Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Lubuk Pakam sebagai objek
responden dalam pengukuran isolasi dampak pembelajaran terhadap
peningkatan kinerja.
3.4.2 Jadwal Penelitian
Penelitian diperkirakan akan memerlukan waktu selama dua belas
minggu sejak usulan penelitian ini disetujui. Jadwal kegiatan penelitian
sebagaimana disajikan pada Tabel 3.1.
No Uraian Minggu
Kegiatan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 Ujian
Kolokium
Geladikarya
2 Pengumpulan
Data
3 Analisis Data
4 Penulisan
Geladikarya
5 Seminar
Perusahaan
6 Sidang
Tabel 3.1 Jadwal Penelitian
Universitas Sumatera Utara
39
3.5 Metode Pengumpulan Data
Untuk menyelesaikan permasalahan sebagaimana telah dikemukakan
pada Bab 1, tahapan dilakukan dengan pengumpulan dan analisis data sebagai
berikut :
3.5.1 Deskripsi Populasi dan Sampel Penelitian
Populasi adalah keseluruhan objek atau subjek yang berada pada suatu
wilayah dan memenuhi syarat-syarat tertentu berkaitan dengan masalah
penelitian, atau keseluruhan unit atau individu dalam ruang lingkup yang akan
diteliti (Martono, 2010). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta,
atasan peserta, manajemen terkait dan Expert yang terlibat dalam program
pembelajaran Pilot Project Peningkatan Penjualan Unit Pelaksana Pelayanan
Pelanggan (UP3) Lubuk Pakam tahun 2018 di PLN Unit Induk Wilayah
Sumatera Utara.
Menurut Sugiyono (2012) sampel adalah bagian dari jumlah dan
karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Pengambilan sampel ini
harus dilakukan sedemikian rupa sehingga sampel yang benar-benar dapat
mewakili (representative) dan dapat menggambarkan populasi sebenarnya.
Dalam penelitian ini tidak digunakan pengambilan sampel atau menggunakan
sensus karena ukuran populasi yang tidak terlalu besar dan 100% populasi
harus terlibat dalam penelitian agar akurasi hasil penelitian semakin baik.
Universitas Sumatera Utara
40
3.5.2 Sumber Data
Data dapat diperoleh dari dua sumber utama yaitu sumber primer (primary
source of data) dan sumber sekunder (secondary source of data). Data yang
diperoleh dari sumber primer disebut data primer yitu data yang diperoleh dengan
cara mencari / menggali secara langsung dari sumbernya oleh peneliti yang
bersangkutan. Data sekunder ialah data yang dikumpulkan dan diolah pihak lain
sehingga tidak perlu lagi digali / dicari oleh peneliti bersangkutan tetapi hanya
mengutip atau mengambil (Sinulingga, 2018).
Data Primer
Pada penelitian ini data primer yang diambil adalah data survey
pengukuran persepi dampak pembelajaran terhadap kinerja peningkatan penjualan
pada PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Lubuk Pakam. Data primer
yang dimaksud adalah data hasil survey dengan menggunakan teknik kuesioner
kepada peserta dan atasan peserta pembelajaran pilot project UP3 Lubuk Pakam
serta data dengan menggunakan teknik wawancara / interview kepada manajemen
unit PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) (Manager UP3 Lubuk
Pakam), manajemen UIW Sumut (Senior Manager Niaga dan Manager
Pengembangan SDM), manajemen UPDL Tuntungan (Manager UPDL Tuntungan
dan Manager bagian Mutu dan Kinerja), serta Expert terkait estimasi pengaruh
program pembelajaran Pilot Project peningkatan penjualan terhadap peningkatan
kinerja peningkatan penjualan serta pengukuran perubahan Knowledge, Skill dan
Attitude pada peserta dan atasan peserta pembelajaran.
Universitas Sumatera Utara
41
Data Sekunder
Pada penelitian ini data sekunder yang diambil adalah data yang sudah
didapatkan oleh PLN UPDL Tuntungan terkait pelaksanaan program
pembelajaran pilot project UP3 Lubuk Pakam seperti :
1. Alur proses program pembelajaran pilot project UP3 Lubuk Pakam
tahun 2018.
2. Data peserta program pembelajaran pilot project UP3 Lubuk Pakam
tahun 2018, atasan peserta dan pimpinan Unit PLN UP3 Lubuk Pakam.
3. Data evaluasi level 1 – 4 program pembelajaran pilot project UP3
Lubuk Pakam tahun 2018.
4. Biaya penyelenggaraan program pembelajaran pilot project UP3 Lubuk
Pakam tahun 2018.
3.5.3 Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data adalah bentuk aktifitas yang dilakukan dalam
kegiatan fisik pengumpulan data yang dibutuhkan. Dalam penelitian ini
menggabungkan 2 teknik pengumpulan data, yaitu :
1. Wawancara / Interview
Wawancara merupakan proses interaksi atau komunikasi secara
langsung antara pewawancara dengan responden. Dalam penelitian ini
dilakukan teknik wawancara kepada Pimpinan unit PLN UP3 Lubuk
Pakam dan Pimpinan unit PLN UPDL Tuntungan. Wawancara yang
dilaksanakan dengan pimpinan PLN UP3 Lubuk Pakam tetap
berkenaan dengan poin yang dirancang pada kuesioner yaitu terkait
Universitas Sumatera Utara
42
persepsi dampak pembelajaran program pilot project terhadap kinerja
peningkatan penjualan. Alasan dilaksanakannya dengan menggunakan
teknik wawancara adalah selain memperoleh data persepsi juga
berdiskusi terkait pelaksanaan program pilot project dan evaluasi
pelaksanaan program tersebut. Teknik wawancara ini juga dilakukan
kepada pimpinan unit PLN UPDL Tuntungan yang bertujuan untuk
berdiskusi lebih dalam terkait alur proses pelaksanaan pilot project
UP3 Lubuk Pakam tahun 2018.
2. Kuesioner
Kuesioner adalah suatu bentuk instrumen pengumpulan data dalam
format pertanyaan tertulis yang dilengkapi dengan kolom dimana
responden akan menuliskan jawaban atas pertanyaan yang diarahkan
kepadanya. Dalam penelitian ini akan dirancang kuesioner agar fokus
kepada hasil data survey valid yang memuat persepsi dampak
pembelajaran bagi peserta dan atasan peserta pembelajaran. Kuesioner
dibuat dalam bentuk hardcopy untuk peserta dan atasan yang
terjangkau lokasinya dan dalam bentuk softcopy menggunakan link
google document yang dapat diakses menggunakan internet.
3.5.4 Tahap Isolasi Pengaruh Pelatihan
Dalam penelitian ini untuk tahap mengisolasi pengaruh pelatihan
didapat dengan cara memisahkan faktor pengaruh pelatihan (knowledge and
skill) dalam terhadap peningkatan kinerja dari faktor-faktor lainnya yang
Universitas Sumatera Utara
43
diterangkan oleh Langevin Learning Services (2007) yang meliputi faktor :
Kemampuan mental dan fisik (capacity), Standar pengukuran kerja
(measurement), Dukungan Manajemen dan bimbingan dalam pekerjaan
(feedback),Situasi dan kondisi kerja yang kondusif (conditions), Penghargaan /
sistem penggajian yang adil (incentives) dan Standar kerja dan SOP yang jelas
(standards). Setiap eks‐peserta, atasan eks-peserta, manajemen dan Expert
terkait kinerja peningkatan penjualan diminta untuk memperkirakan /
memberikan estimasi persentase dari setiap faktor tersebut terhadap perubahan
atau peningkatan kinerja yang dialaminya setelah mengikuti pelatihan.
3.5.5 Tahap Konversi Data Menjadi Monetary Values
Mengkonversi data business results menjadi monetary values pada
dasarnya merupakan tahap awal untuk mengekspresikan dampak pelatihan dalam
ukuran finansial. Phillips (2002) membedakan business results dalam dua kategori
data, yaitu hard data dan soft data. Hard data merupakan
pengukuran‐pengukuran kinerja usaha yang umum digunakan serta memiliki
obyektivitas yang tinggi dan relatif lebih mudah diukur. Menurutnya, contoh hard
data antara lain output yang dihasilkan, tingkat penjualan, biaya, atau waktu kerja
yang digunakan. Sementara itu, soft data lebih subyektif, sukar untuk
dikuantifisir, dan memiliki tingkat kepercayaan yang lebih rendah dibandingkan
dengan hard data. Contoh soft data antara lain tingkat kepuasan kerja, loyalitas
pegawai, tingkat kehadiran pegawai, complaint nasabah, dan lain‐lain.
Universitas Sumatera Utara
44
4.3.5 Tahap Identifikasi Biaya Training
Dalam penelitian ini mengidentifikasi 6 (enam) kategori biaya dalam
penyelenggaraan program pilot project UP3 Lubuk Pakam, yaitu:
a. Needs assessment: biaya ini diperhitungkan karena program
pembelajaran Pilot Project UP3 Lubuk Pakam ini didasari
dari pembahasan Fact Finding saat menentukan solusi
pembelajaran dan non pembelajaran dan untuk pelaksanaan
tersebut mengeluarkan biaya.
b. Design and development: komponen biaya yang dikeluarkan
untuk mendesain dan membangun pelatihan (biaya
persiapan, rapat tim dan penyusuanan materi) dari ketiga
materi yang dibuat berdasarkan SK Honorarium PLN
Pusdiklat mengenai Pembayaran Honor penyusunan Materi
Pembelajaran.
c. Acquisition: biaya ini dikeluarkan apabila program training
dibeli dari pihak ketiga, meliputi antara lain pembelian
materi, lisensi, biaya sertifikasi, serta biaya‐biaya lain yang
terkait dengan hak untuk menyelenggarakan training
tersebut.
d. Delivery: komponen biaya ini diperhitungkan dimana
besarnya biaya pelatihan yang timbul selama pelaksanaan 3
materi pembelajaran. Biaya ini meliputi : Perjalanan dinas,
honor instruktur, biaya ATK, biaya penginapan, makan, dsb
.
e. Evaluation: biaya ini dikeluarkan pada saat dilakukan
evaluasi training seperti Evaluasi Level 3 dan Level 4 yang
Universitas Sumatera Utara
45
dilakukan setelah eks‐peserta kembali ke tempat kerjanya
masing‐masing, meliputi biaya yang terkait dengan
penyusunan dan pengiriman kuesioner serta survey yang
dilakukan dan biaya Monitoring Action Learning yang
dilaksanakan untuk memantau apakah workplan setelah
pembelajaran dilakukan guna memaksimalkan tujuan dari
peningkatan kinerja.
f. Overhead: biaya ini sebenarnya tidak terkait langsung
dengan penyelenggaraan program training tertentu dan
relatif sulit untuk diperkirakan secara tepat, di samping
nilainya yang tidak terlalu signifikan dalam perhitungan
biaya penyelenggaraan suatu training.
Biaya training yang digunakan antara lain akan mendasarkan
pada hasil perhitungan yang telah dilakukan oleh unit kerja terkait di
PT. UPDL Tuntungan, khususnya untuk delivery cost, di samping
perhitungan‐perhitungan yang didasarkan pada rata‐rata biaya yang
dikeluarkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di perusahaan
tersebut.
4.3.6 Tahap Perhitungan Return on Training Investment (ROTI)
Perhitungan Return on Training Investment (ROTI) menggunakan metode
Jack. J Phillips.
Universitas Sumatera Utara
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Penelitian
4.1.1 Riwayat Singkat Perusahaan
Berawal di akhir abad 19, bidang pabrik gula dan pabrik ketenagalistrikan
di Indonesia mulai ditingkatkan saat beberapa perusahaan asal Belanda yang
bergerak di bidang pabrik gula dan pebrik teh mendirikan pembangkit tenaga
lisrik untuk keperluan sendiri. Antara tahun 1942-1945 terjadi peralihan
pengelolaan perusahaan-perusahaan Belanda tersebt oleh Jepang, setelah Belanda
menyerah kepada pasukan tentara Jepang di awal Perang Dunia II.
Proses peralihan kekuasaan kembali terjadi di akhir Perang Dunia II pada
Agustus 1945, saat Jepang menyerah kepada Sekutu. Kesempatan ini
dimanfaatkan oleh para pemuda dan buruh listrik melalui delagasi Buruh/Pegawai
Listrik dan Gas yang bersama-sama dengan Pemimpin KNI Pusat berinisiatif
menghadap Presiden Soekarno untuk menyerahkan perusahaan-perusahaan
tersebut kepada Pemerintah Republik Indinesia. Pada 27 Oktober 1945, Presiden
Soekarno membentuk Jawatan Listrik dan Gas di bawah Departemen Pekerjaan
Umum dan Tenaga dengan kapasitas pembangkit tenaga listrik sebesar 157,5
MW.
Pada tanggal 1 januari 1961, Jawatan Listrik dan Gas diubah menjadi
BPU-PLN (Bada Pemimpin Umum Perusahaan Listrik Negara) yang bergerak di
bidang listrik, gas dan kokas yang dibubarkan pada tanggal 1 Januari 1965. Pada
saat yang sama, 2 (dua) perusahaan negara yaitu Perusahaan Listrik Negara (PLN)
46
Universitas Sumatera Utara
47
sebagai pengelola tenaga listrik milik negara dan Perusahaan Gas Negara (PGN)
sebagai pengelola gas diresmikan.
Pada tahun 1972, sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 17, status
Perusahaan Listrik Negara (PLN) ditetapkan sebagai Perusahaan Umum Listrik
Negara dan sebagai Pemegang Kuasa Usaha Ketenagalistrikan (PKUK) dengan
tugas menyediakan tenaga listrik bagi kepentingan umum.
Seiring dengan kebijakan Pemerintah yang memberikan kesempatan
kepada sektor swasta untuk bergerak dalam bisnis penyediaan listrik, maka sejak
tahun 1994 status PLN beralih dari Perusahaan Umum menjadi Perusahaan
Perseroan (Persero) dan juga sebagai PKUK dalam menyediakan listrik bagi
kepentingan umum hingga sekarang.
4.1.2 Riwayat Bidang Usaha
Unit PT. PLN (Persero) dibagi dalam beberapa Wilayah untuk mengurusi
Pembangkitan, Penyaluran (Transmisi) dan Pengatur Beban, dan Distribusi
kepada pelanggan dibagi dalam unit induk. Namun khusus untuk kawasan dengan
listrik terinterkoneksi Jawa - Bali unit-unit dibagi dalam unit induk tersendiri,
untuk Pembangkitan tersendiri, Penyaluran (Transmisi) tersendiri, Pengaturan
Beban tersendiri dan Distribusi tersendiri. Khusus untuk pembangkitan listrik
kebanyakan pembangkitan listrik di Indonesia dipasok oleh Perusahaan Swasta
walaupun ada beberapa milik PLN. Untuk transmisi Sumatra ada Unit Induk P3B
Sumatra, namun untuk urusan Distribusi masih berada di Unit Induk Wilayah
(belum ada unit induk Distribusi).
Universitas Sumatera Utara
48
Dalam PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Sumatera Utara menangani
segemen bisnis Distrbusi dan Niaga (yang tersebar dalam 10 Unit Pelaksana
Pelayanan) serta Pembangkitan yang berada pada daerah Nias.
4.1.3 Visi, Misi dan Budaya Perusahaan
[Link] Visi
Diakui sebagai Perusahaan Kelas Dunia yang Bertumbuh kembang,
Unggul dan terpercaya dengan bertumpu pada Potensi Insani.
[Link] Misi
- Menjalankan bisnis kelistrikan dan bidang lain yang terkait, berorientasi
pada kepuasan pelanggan, anggota perusahaan dan pemegang saham.
- Menjadikan tenaga listrik sebagai media untuk meningkatkan kualitas
kehidupan masyarakat.
- Mengupayakan agar tenaga listrik menjadi pendorong kegiatan ekonomi.
- Menjalankan kegiatan usaha yang berwawasan lingkungan.
[Link] Budaya Perusahaan
Perusahaan Listrik Negara (PLN) adalah suatu perusahaan negara yang
pengelolaannya ditujukan untuk melayani masyarakat. Sebagai perusahaan
pemerintah, PLN dapat dikategorikan sebagai perusahaan jasa kelistrikan yang
mengandalkan kualitas pelayanan jasa yang diberikan pada masyarakat. PLN juga
merupakan perusahaan yang memproduksi listrik melalui Unit-unit
Universitas Sumatera Utara
49
pembangkitnya. Kunci Budaya Organisasi PT PLN adalah: Melayani dengan
kualitas.
Sebagaimana sebuah perusahaan negara, PLN banyak mendapatkan
sorotan dari berbagai pihak mengenai efektivitas kerja dalam organisasi dan
kualitas layanan yang diberikan. Oleh karena itu peningkatan kualitas dan
efektivitas kerja menjadi sangat penting. Hal ini dapat dilihat dari seberapa besar
tingkat efektivitas organisasi dalam melaksanakan fungsinya. Sebuah organisasi
akan dapat bertahan hidup dan akan dapat berkembang apabila mampu beroperasi
secara efektif. Tuntutan yang dihadapi PT. PLN (persero) sebagai salah satu
BUMN adalah tekanan untuk meningkatkan kesejahteraan stakeholder -nya, baik
itu pemerintah, manajemen, kustomer, supplier, distributor dan sebagainya.
Bentuk kongkritnya adalah regulation & political pressure, PT. PLN (Persero)
dituntut memberikan pelayanan terbaik dengan biaya atau subsidi yang seminimal
mungkin. Social pressure, PT. PLN (Persero) menghadapi tekanan yang semakin
besar bagi masyarakat untuk menghasilkan produk yang sangat murah dan
berkualitas tinggi. Untuk itu mekanisme penetapan harga dan subsidi sangat
penting. Secara internal PT. PLN (Persero) dituntut untuk ekonomis dan efisien
agar menjadi entitas bisnis yang tangguh dan profesional sehingga memiliki daya
saing secara global. Fokus yang harus diperhatikan oleh PT. PLN (Persero) adalah
economy, efficiency, effectiveness, equity and performance. Dengan kondisi
seperti ini, peranan PT. PLN (Persero) dapat berfungsi sebagai pemacu utama
pertumbuhan dan pengembanan ekonomi daerah (engine of growth dan sebagai
center of economic activity).
Universitas Sumatera Utara
50
4.1.4 Tata Nilai
1. Saling Percaya
Suasana saling menghargai dan terbuka anggota Perusahaan yang
dilandasi oleh integritas, itikad baik, dan kompetensi yang saling
berhubungan.
Nilai Saling Percaya ini tercermin dalam :
- hubungan antara sesama anggota perusahaan.
- hubungan antara pimpinan dengan bawahan.
- berhubungan dengan pelanggan.
- berhubungan dengan pemasok dan mitra kerja
- berhubungan dengan pemerintah/shareholder.
- berhubungan dengan masyarakat.
- berhubungan dengan Serikat Pekerja.
Sikap dan perilaku yang harus dimiliki oleh anggota perusahaan untuk
mengaktualisasikan Nilai Saling Percaya :
- Berpikir dan berperilaku positif terhadap diri sendiri dan orang lain.
- Bersikap objektif dalam menilai, menganalisa, dan mengambil
keputusan.
- Terbuka terhadap kritik, saran, serta bersedia memberi informasi yang
diperlukan sesama anggota perusahaan sesuai dengan kewenangan dan
batas-batas yang diijinkan.
- Mampu berbagi pengalaman baik yang diperoleh dari diklat, seminar
dan penugasan diantara sesama anggota perusahaan.
Universitas Sumatera Utara
51
- Memberi semangat dan saling mendukung.
- Bersikap arif dan adil dalam menanggapi kesalahan yang dilakukan
oleh orang lain.
- Berani bertanggung-jawab atas keputusan yang diambil.
- Siap memberi bantuan, baik diminta atau atas inisiatif sendiri.
- Menjalin hubungan baik dan saling menghormati.
- Bersedia menyampaikan informasi secara proporsional dan dapat
dipercaya kepada pihak yang berkepentingan.
- Bersedia menerima kritik dan menghargai pendapat orang lain.
- Berani menyampaikan pendapat dan gagasan secara etikal.
- Memberikan kemudahan akses informasi bagi sesama anggota
- perusahaan sesuai batas-batas kewenangan.
- Menciptakan mekanisme kerja dan prosedur pelayanan yang jelas
- dan transparan.
- Membuka kesempatan bagi bawahan untuk terlibat dalam proses
- pengambilan keputusan.
- Memberikan penilaian atas prestasi dan kemampuan anggota
- perusahaan harus dilakukan secara objektif dan transparan.
2. Integritas
Wujud dari sikap anggota perusahaan yang menunjukan kejujuran,
keselarasan antara perbuatan, dan rasa tanggung jawab terhadap perusahaan
Universitas Sumatera Utara
52
dan pemanfaatan kekayaan kepentingan baik jangka pendek maupun jangka
panjang.
Nilai Integritas ini diwujudkan dalam hubungan :
- antar sesama anggota perusahaan.
- antara pimpinan-bawahan.
- pemanfaatan aset perusahaan.
- dengan pelanggan, pemasok, dan mitra kerja lai
- dengan pemerintah/ pemegang saham.
- dengan masyarakat umum.
- dengan lingkungan hidup.
Sikap dan perilaku yang harus dimiliki oleh anggota perusahaan untuk
mengaktualisasikan Nilai Integritas:
- Menghormati dan mematuhi peraturan perundang-undangan dan
- kebijakan Perusahaan dalam melaksanakan tugas.
- Cerdas, bijak, adil, dalam menjalankan tugas Perusahaan.
- Menghargai persamaan hak dan kewajiban untuk menciptakan
- hubungan kerja yang harmonis.
- Bertanggung-jawab terhadap keselamatan kerja dan menjaga
- kerahasiaan serta keamanan dokumen Perusahaan.
- Ikut bertanggung-jawab dalam usaha melestarikan lingkungan
- dalam kaitannya dengan pembangunan dan kegiatan operasional
- prasarana kelistrikan.
- Semua anggota Perusahaan tidak akan menyalahgunakan
- wewenang dan berupaya mencegah KKN (korupsi, kolusi,
Universitas Sumatera Utara
53
- nepotisme).
- Bersedia bekerja keras.
- Memegang teguh komitmen atas hasil keputusan yang telah
- disepakati bersama.
- Konsisten dalam setiap langkah dan tindakan.
- Selalu bertindak jujur, tertib, disiplin, dan transparan.
- Setiap program dan kegiatan harus dihasilkan melalui proses
- analisis yang mempertimbangkan tolok ukur normatif serta cost &
benefit untuk memberikan manfaat bagi perusahaan.
- Bersedia berinovasi dalam menjalankan tugas.
- Menghargai waktu dalam menjalankan tugas.
- Melakukan pekerjaan secara cermat dan tepat.
3. Peduli
Cerminan dari suatu niat untuk menjaga dan memelihara kualitas
kehidupan kerja yang dirasakan anggota perusahaan, pihak-pihak yang
berkepentingan dalam rangka bertumbuh kembang bersama, dengan dijiwai
kepekaan terhadap setiap permasalahan yang dihada piperusahaan serta
mancari solusi yang tepat.
Nilai Peduli ini ditunjukkan dalam:
- hubungan antara sesama anggota perusahaan.
- hubungan antara pimpinan-bawahan.
- menjaga kondisi dan pemanfaatan aset perusahaan.
Universitas Sumatera Utara
54
- berhubungan dengan pelanggan/ pemasok dan mitra kerja lainnya.
- berhubungan dengan pemerintah/ pemegang saham.
- berhubungan dengan masyarakat umum.
- menjaga keselarasan lingkungan hidup.
- menjaga keamanan dan keselamatan kerja.
Sikap dan perilaku yang harus dimiliki oleh anggota perusahaan untuk
mengaktualisasikan Nilai Peduli:
- Memahami kepentingan orang lain.
- Mau membantu orang lain yang mengalami kesulitan dalam menangani
pekerjaan.
- Menghargai waktu dalam menjalankan tugas Perusahaan.
- Menaruh perhatian dan mengambil inisiatif untuk mengatasi masalah-
masalah yang timbul di Perusahaan.
- Sopan dan menghormati orang lain.
- Memelihara, melengkapi, dan memperbarui informasi yang
berhubungan dengan bidang tugasnya.
- Memberikan pelayanan sebaik mungkin, baik terhadap sesame anggota
Perusahaan, pelanggan, maupun mitra kerja.
- Memberikan perhatian dan penghargaan terhadap prestasi.
- Bersedia menerima dan memberi teguran sesuai dengan peraturan yang
Menjaga dan memelihara sarana & fasilitas Perusahaan yang menjadi
tanggung-jawabnya.
- Mengutamakan kepuasan pelanggan dan memperhatikan kepentingan
stakeholder.
Universitas Sumatera Utara
55
- Menciptakan sistem dan prosedur yang tidak berbelit-belit (birokratis)
dan cara kerja yang memberikan kemudahan pada orang lain.
- Mewaspadai dan mencermati gejala-gejala yang timbul di lingkungan
kerja serta berusaha melakukan tindakan yang diperlukan.
- Membantu kesulitan rekan kerja dalam membangun semangat
kebersamaan untuk mencapai keberhasilan bersama.
- Memberi perhatian dan menghargai pendapat orang lain serta bersedia
melakukan koreksi diri.
- Berusaha mendapatkan masukan untuk meningkatkan mutu produk dan
[Link].
4. Pembelajar
Sikap anggota perusahaan untuk selalu berani mempertanyakan kembali
sistem dan praktek pembangunan,manajemen dan operasi, serta berusaha
menguasai perkembangan ilmu dan teknologi mutkhir demi
pembaruanPerusahaan secara berkelanjutan.
Nilai Pembelajar ini harus diwujudkan oleh seluruh anggota Perusahaan dalam:
- Pengembangan individu anggota perusahaan.
- Pembaruan Perusahaan.
- Beradaptasi dengan perubahan lingkungan bisnis.
Sikap dan perilaku yang harus dimiliki oleh anggota perusahaan untuk
mengaktualisasikan Nilai Pembelajar:
Universitas Sumatera Utara
56
- Bersedia berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan sesame anggota
Perusahaan.
- Menumbuhkan rasa ingin tahu serta menghargai ide dan karya inovatif.
- Mendorong anggota Perusahaan untuk berinisiatif dalam
pengembangan diri secara terus-menerus.
- Membiasakan diri untuk berbicara secara realistik yang didukung oleh
data dan fakta.
- Bekerja berdasarkan standar terbaik dan profesional sehingga
didapatkan kualitas dan kuantitas hasil pekerjaan yang berbobot.
- Memelihara semangat untuk beradaptasi dalam mengelola perubahan
secara konstruktif.
- Memelihara achievement motivation yang tinggi.
- Proaktif mencari peluang pengembangan usaha serta memimpin
dinamika perubahan usaha.
- Membangun semangat kerjasama untuk menumbuhkan sinergi antar
fungsi dan antar tim.
- Memberdayakan orang lain untuk maju dan mandiri.
4.1.5 Profil SDM
Dalam hal pembelajaran ini fokus terhadap peningkatan kinerja dari SDM
PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan (UP3) Lubuk Pakam, adapun profil
SDM yang dibahas adalah komposisi pegawai pada lingkungan UP3 Lubuk
Pakam pada tahun 2018. Komposisi Pegawai Pada tahun 2018 yang bekerja pada
Area Kerja UP3 Lubuk Pakam sebanyak 157 orang yang terdiri dari berbagai
Universitas Sumatera Utara
57
level yaitu Pegawai Grade Basic s.d System. Penurunan ataupun penambahan
jumlah karyawan disebabkan oleh proses alamiah yaitu karena menjalani masa
purnabakti, mutasi dan promosi. Untuk Karyawan berdasarkan tingkat pendidikan
masih didominasi oleh lulusan setingkat D3, S1 dan lulusan setingkat SMA.
Karyawan pada tingkat ini dipekerjakan sebagai karyawan pelaksana dan
struktural yang bekerja diberbagai bidang, baik di Transaksi Energi, Teknik,
Pelayanan, Pemeliharaan dsb.
4.1.6 Pengelolaan SDM
Pengelolaan sumber daya manusia sebagai aset utama perusahaan
dilakukan berdasarkan konsep manajemen Human Capital Management (HCM)
berbasis berdasarkan pengembangan karir dan kompetensi yang disusun oleh
divisi Talenta dan Human Capital Management System (HCMS). Pada beberapa
periode rutin telah dilakukan pengukuran kompetensi (assessment competency
level index) untuk melakukan pemetaan terhadap kompetensi masing-masing
karyawan pimpinan yang telah ditentukan sebelumnya. Upaya peningkatan
manajemen kinerja karyawan pada telah dilakukan dengan melakukan
pembaharuan indikator kinerja sebagai dasar penilaian kinerja bagi tiap-tiap
pegawai sesuai dengan sebutan yang jabatan yang melekat pada pegawai. Salah
satu upaya evaluasi terhadap kebijakan pengelolaan SDM juga dilakukan melalui
survey kepuasan pegawai untuk mendapatkan umpan balik terhadap kebijakan-
kebijakan pengelolaan SDM yang telah dilakukan.
Universitas Sumatera Utara
58
[Link] Program Pendidikan dan Pelatihan
Perseroan telah merencanakan pendidikan dan pelatihan bagi seluruh
pegawai untuk semua level jabatan. Hal ini diperlukan untuk menghasilkan SDM
yang berkualitas, unggul dan meningkatkan kompetensi pengetahuan pekerjaan.
Setiap tahunnya Perseroan melaksanakan pendidikan dan pelatihan secara internal
perusahaan, in class training / in house training ataupun mengirimkan pekerja
secara bergantian ke berbagai training provider, serta mengikuti seminar,
workshop dan lain-lain. Platform / media dalam yang digunakan untuk
menampung kebutuhan pembelajaran pegawai secara individu adalah melalui
portal Learning Management System (LMS) yang dikelola oleh PLN Pusdiklat.
seluruh karyawan mempunyai kesempatan yang sama untuk memperoleh
pendidikan dan pelatihan sesuai dengan kebutuhan pegawai dan kemampuan
Perseroan. Tidak hanya melalui portal LMS Perseroran juga melaksanakan
Learning Need Analysis (LNA) untuk mengetahui kebutuhan pembelajaran secara
korporasi setiap tahunnya berdasarkan isu stratejik secara Top to Bottom.
[Link] Tinjauan Operasional Segmen Usaha
PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Lubuk
Pakam adalah unit kerja dibawah PLN Unit Induk Wilayah Sumatera Utara yang
bertanggung jawab dalam kinerja Distribusi dan Niaga dalam pelaksanaan area
kerja Lubuk Pakam. Dalam pembahasan kinerja program pilot project ini adalah
peningkatan penjualan dimana Direksi dalam isu stratejik nya mengungkapkan
bahwa Tahun 2018 adalah tahun peningkatan penjualan tenaga listrik dimana
Universitas Sumatera Utara
59
daya/energi yang sudah diselesaikan dalam proyek pembangkitan dan transimisi
harus didistribusikan secara maksimal dan dijual kepada pelanggan baik itu
pelanggan retail, pelanggan besar, potensial maupun premium sesuai dengan
rentang dan klasifikasi tarif /daya yang sudah diatur dalam peraturan perseroan.
Peningkatan penjualan dalam satuan kWh (kilo watt hour) menjadi tujuan dalam
pelaksanaan program peningkatan penjualan ini. Pertumbuhan nilai kWh
pelanggan dan perubahan tarif pelanggan menjadi sasaran dalam aktivitas
program ini.
4.2 Sekilas Tentang Peningkatan Penjualan
Kinerja Peningkatan penjualan Tenaga Listrik tertuang dalam kontrak
manajemen (Konman) dari PLN UIW Sumatera Utara kepada PLN UP3 Lubuk
Pakam dimana butir tersebut sesuai dengan turunan isu stratejik Direktorat
regional Sumatera dan Satuan Pengawas Kinerja Korporat (SPKK). PLN UP3
Lubuk Pakam diharuskan untuk memaksimalkan angka pertumbuhan peningkatan
penjualan tenaga listrik dalam upaya memaksimalkan pemakaian energi yang
sudah terpasang pada pembangkitan dan upaya peningkatan laba perusahaan.
Kinerja penjualan di tingkat Unit Induk dikoordinir pada bidang Niaga yang
diketuai oleh Manager Bidang Niaga yang bertanggung jawab memastikan
pencapaian target peningkatan penjualan tenaga listrik.
Secara luas peningkatan penjualan tenaga listrik bukan hanya mengenai
pertumbuhan angka penjualan tetapi juga bagaimana menyiapkan segala sesuatu
yang menjadi tumpuan penyediaan tenaga listrik seperti ketersediaan Material
Distribusi Utama (MDU), jaringan yang baik dan handal, serta beberapa kebijakan
Universitas Sumatera Utara
60
yang hanya bisa ditetapkan oleh manajemen puncak untuk beberapa kasus yang
belum ter cover pada peraturan perseroan. Untuk itu perlu adanya koordinasi yang
baik dalam berbagai bidang untuk memaksimalkan usaha peningkatan kinerja
penjualan tenaga listrik.
Kinerja peningkatan penjualan dihitung berdasarkan pencapaiannya pada
delta peningkatan kinerja dengan satuan Giga Watt Hour (GWH). Satuan ini yang
diperhitungkan untuk mengetahui jumlah pemakaian tenaga listrik yang terpakai
oleh pelanggan pada Area kerja tersebut. Tidak hanya jumlah Kwh/Gwh yang
terpakai namun ada beberapa usaha yang juga berdampak pada kinerja ini yaitu
perubahan tarif pelanggan yang berdampak pada rupiah pendapatan perseroan.
Berdasarakan klasifikasinya pelanggan listrik PLN dibagi menjadi beberapa
golongan tarif seperti Pelanggan Sosial, Rumah Tangga, Bisnis dan Industri.
Dalam upaya pelaksanaan peningkatan kinerja tersebut PLN UP3 Lubuk
Pakam membentuk tim untuk peningkatan kinerja penjualan yang disebut dengan
Tim Key Account Marketing (KAM) yang bertugas sebagai penanggung jawab
penyambungan pelanggan potensial, pelanggan besar dan perubahan golongan
tarif sesuai dengan kesepakatan layanan yang diinginkan oleh pelanggan. Area
kerja PLN Lubuk Pakam adalah area kerja potensial dengan banyaknya
pelanggan industri dan bisnis dimana keadaan tersebut berpeluang untuk
meningkatkan penjualan tanaga listrik dan rupiah pendapatan dengan perubahan
tarif ke pelanggan premium.
Oleh karena itu kompetensi dari Tim KAM dan pegawai di PLN Lubuk
Pakam sebagai garda terdepan dalam peningkatan kinerja tersebut harus
ditingkatkan dengan adanya pengembangan kompetensi dalam hal pendidikan dan
Universitas Sumatera Utara
61
pelatihan. Pegawai PLN Lubuk Pakam diharapkan memiliki kompetensi dalam
Problem Solving (Probing) sebagai konsultan yang dapat memberikan input
kepada pelanggan besar secara khusus untuk berpindah layanan agar pelanggan
tersebut juga dapat meningkat benefitnya dari perpindahan layanan. Tidak hanya
soal perpindahan tarif, adanya kesalahan dalam pembacaan meter, kesalahan
meter dan banyaknya error dalam sistem perhitungan tenaga listrik juga menjadi
penyebab penghalang kinerja tersebut. Fasilitas Automatic Meter Reading (AMR)
dapat menjadi tools dalam analisa pembacaan meter secara otomatis. Peningkatan
kompetensi pegawai dalam hal ini dapat menjadi peluang dalam menyelamatkan
kwh jual yang ditidak terhitung secara tepat dalam pemakaian pelanggan yang
dapat menimbulakan kerugian terhadap perseroan.
4.2.1 Tujuan Pelatihan
Pada Pelaksanaan Fact Finding (learning need analysis) yang
diselanggarakan di Kantor Unit Induk Wilayah Sumatera Utara yang bertujuan
untuk menggali fakta-fakta lapangan sekaligus menentukan solusi untuk
permasalahan dalam pekerjaan maka ditetapkan lah solusi berupa pembelajaran
dan non pembelajaran yang tertuang dalam Berita Acara Penetapan Solusi
Pembelajaran dan Solusi Non Pembelajaran Antara manajemen PLN Pusdiklat
dengan PLN UIW Sumatera Utara.
Dalam Penetapan tersebut kemudian menghasilkan kriteria pembelajaran
yang akan disusun pihak pengembang materi dan ditetapkanlah solusi
pembelajaran dalam program Pilot Project kinerja Peningkatan Penjualan pada
UP3 Lubuk Pakam Tahun 2018 adalah sebagai berikut :
Universitas Sumatera Utara
62
1. Key Account Marketing – Team Development
Tujuan Pembelajaran : Setelah mengikuti pembelajaran ini, peserta
mampu melaksanakan probing terhadap key account serta
merumuskan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi oleh
pelanggan berdasarkan hasil probing dan customer intelligence
sesuai dengan kompetensi perusahaan.
2. Key Account Marketing – Business Proposal
Tujuan Pembelajaran : Setelah mengikuti pembelajaran ini, peserta
mampu melakukan presentasi marketing / penjualan tenaga listrik
khususnya untuk pelanggan potensial (key account) yang
berdampak terhadap peningkatan penjualan Unit Operasional
sesuai dengan target kinerja unit yang bersangkutan.
3. Automatic Meter Reading (AMR)
Tujuan Pembelajaran : Setelah mengikuti pelatihan ini peserta
mampu mengalisa dan mengevaluasi data – data hasil pembacaan
data AMR dan penyebab kegagalan baca.
4.2.2. Dasar Pelaksanaan
Dasar Penugasan dalam program pembelajaran Pilot Project di UP3 Lubuk
Pakam ini adalah sebagai berikut :
1. Surat General Manager PLN Pusdiklat perihal Penugasan Pelaksanaan
Program Pilot Project.
2. Hasil Leaning Need Analysis PLN Pusdiklat dengan Direktorat
Regional Sumatera terkait Isu Strategis dalam kinerja tahun 2018.
Universitas Sumatera Utara
63
3. Hasil Leaning Need Analysis PLN UPDL Tuntungan dengan PLN
Unit Induk Wilayah Sumatera Utara dalam penentuan lokasi dan tema
Program Pilot Project tahun 2018.
4. Berita Acara Penetapan Solusi Pembelajaran dan Solusi Non
Pembelajaran Antara manajemen PLN Pusdiklat dengan PLN UIW
Sumatera Utara.
5. Surat Penetapan Materi Pilot Project UP3 Lubuk Pakam tahun 2018.
4.2.3 Materi Pelatihan
Materi pelatihan diberikan dalam 3 judul pembelajaran dengan jumlah dan
kriteria peserta sesuai dengan penetapan dalam Berita Acara Penetapan Solusi
Pembelajaran dan Solusi Non Pembelajaran Antara manajemen PLN Pusdiklat
dengan PLN UIW Sumatera Utara. 3 Judul pembelajaran tersebut dilaksanakan
dalam periode waktu yang berbeda sesuai dengan pelaksanaannya seperti berikut :
1. Key Account Marketing – Team Development
Dilaksanakan pada 21 s.d 23 Mei 2018.
2. Key Account Marketing – Business Proposal
Dilaksanakan pada 06 s.d 08 Agustus 2018.
3. Automatic Meter Reading (AMR)
Dilaksanakan pada 9 s.d 11 Juli 2018.
Universitas Sumatera Utara
64
4.2.4 Isi / Bahasan Pembelajaran
Dalam program pilot project ini secara keseluruhan adalah membahas
mengenai usaha-usaha dalam peningkatan penjualan tenaga listrik namun secara
rinci dalam setiap judul pembelajarannya dibahas secara lebih lengkap seperti
berikut :
1. Key Account Marketing – Team Development
- PengantarKey Account Marketing (KAM)
HASIL BELAJAR : Setelah mengikuti pelajaran ini peserta
mampu memahami konsep Key Account Marketing sesuai
dengan kompetensi perusahaan.
- Personality Development and Communication Skill
HASIL BELAJAR : Setelah mengikuti pelajaran ini peserta
mampu melakukan pengembangan personal dan komunikasi
dengan baik sesuai dengan kompetensi perusahaan.
- Customer Intelligence
HASIL BELAJAR : Setelah mengikuti pelajaran ini peserta
mampu melakukan prosescustomer intelligence untuk
mendapatkan berbagai data yang diperlukan untuk perumusan
jawaban terhadapkebutuhan pelanggan sesuai dengan kompetensi
perusahaan.
- Problem Execution
HASIL BELAJAR : Setelah mengikuti pelajaran ini peserta
mampu melakukan probing terhadap pelanggan yang mendukung
Universitas Sumatera Utara
65
terhadap aktivitas get, keep, grow, and win back pelanggan sesuai
dengan kompetensi perusahaan.
- Biaya Pokok Penyediaan (BPP)
HASIL BELAJAR : Setelah mengikuti pelajaran ini peserta
mampu menghitung Biaya Pokok Penyediaan.
- Problem Mapping and Proposal Development
HASIL BELAJAR : Setelah mengikuti pelajaran ini peserta
mampu memetakan permasalahan dan mengembangan solusi
terhadap masalah sesuai dengan kompetensi perusahaan.
2. Key Account Marketing – Business Proposal
- Presentation Delivery
HASIL BELAJAR : Setelah mengikuti pelajaran ini peserta
mampu menyajikan presentasibisnis dengan baik dan benar sesuai
dengan kompetensi perusahaan.
- Business PresentationDevelopment
HASIL BELAJAR : Setelah mengikuti pelajaran ini peserta
mampu mampu menyusun proposal dan bahan presentasi bisnis
mengacu kepada format dan struktur pembuatan proposal
penjualan sesuai dengan kompetensi perusahaan.
- Presentation and Evaluation
HASIL BELAJAR : Setelah mengikuti pelajaran ini peserta
mampu melakukan presentasi penjualan kepada Customer dengan
baik dan benar sesuai dengan kompetensi perusahaan.
Universitas Sumatera Utara
66
3. Automatic Meter Reading (AMR)
- Analisa Vektor, Kuadrandan Load Profile
HASIL BELAJAR : Setelah mengikuti pelajaran ini peserta
mampu menganalisa vektor, kuadran dan load profile pada data
AMR sesuai dengan SPLN yang berlaku.
- Analisa Penyebab Kegagalan Baca
HASIL BELAJAR : Setelah mengikuti pelajaran ini peserta
mampu menganalisa penyebab dari kegagalan baca.
- Evaluasi Pengoperasian dan Pemeliharaan Sistem AMR
danPendukungnya
HASIL BELAJAR : Setelah mengikuti pelajaran ini peserta
mampu menganalisa ketidaksesuaian pada pengoperasian dan
pemeliharaan Sistem AMR dan pendukungnya.
- Praktek Analisa Data AMR
HASIL BELAJAR : Setelah mengikuti pelajaran ini peserta
mampu menganalisa dan mengevaluasi hasil pembacaan AMR.
4.2.5 Konsep Pelatihan
Konsep pelatihan yang diberikan dalam program pembelajaran Pilot
Project Kinerja Peningkatan Penjualan UP3 Lubuk Pakam adalah sebagai berikut :
1. Key Account Marketing – Team Development
Pembelajaran ini berkaitan dengan peningkatan kapabilitas tim
penjualan, yang meliputi pemahaman tentang Key Account
Marketing, pelaksanaan probing terhadap Key Acccount, pelaksanaan
Universitas Sumatera Utara
67
marketing inteelligence, perumusan solusi untuk berbagai kebutuhan
Key Account, serta peningkatan terhadap personal
developmentdancommunication skill.
Persyaratan Peserta :
Pegawai yang ditunjuk sebagai anggota Tim Key Account Marketing
(KAM) atau pegawai yang pekerjaannya terkait dengan penjualan
tenaga listrik dan memiliki passion dalam pemasaran.
Metode Pembelajaran :
Metode pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran ini adalah
: ceramah, diskusi, Tanya jawab,game, role play, latihan, studi kasus,
simulasi, sharing session dan praktek.
Agenda Pembelajaran :
1. Hari 1
- Pengantar KAM 4JP
- Personality Development and Communication Skill 4JP
2. Hari 2
- Customer Intelligence 3JP
- Probing Execution 3 JP
- BiayaPokokPenyediaan (BPP) 2 JP
3. Hari 3
- Problem Mapping and Proposal Development 4 JP
- Praktek Probing 4 JP
Sub Total 24 JP
Universitas Sumatera Utara
68
Total In Class Learning (ICL) 24 JP
Action Learning (AL) Customer Probing 80 JP
Total ICl + AL 104 JP
Gambar 4.1. Pembalajaran KAM 1
Gambar 4.2. Pembalajaran KAM 1
Universitas Sumatera Utara
69
2. Key Account Marketing – Business Proposal
Pembelajaran ini berkaitan dengan kemampuan dalam menyusun
business proposal yang merupakan jawaban terhadap berbagai
kebutuhan key account berdasarkan probing dan customer
intelligence yang telah dilakukan sebelumnya serta kemampuan
dalam melakukan presentasi proposal bisnis kepada key account.
Persyaratan Peserta :
- Pegawai yang ditunjuk sebagai anggota Tim Key Account
Marketing (KAM) atau pegawai yang pekerjaannya terkait dengan
penjualan tenaga listrik dan mempunyai passion di bidang
pemasaran.
- Pegawai yang sudah mengikuti pembelajaran Key Account
Management : Probing and Cusomer Intelligence.
- Pegawai yang sudah melakukan program action learning berupa
probing minimal 2 (dua) kali terhadap key account yang sudah
ditentukan.
Metode Pembelajaran :
Metode pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran ini adalah
: ceramah, diskusi, tanya jawab, latihan, simulasi,dan praktek.
Universitas Sumatera Utara
70
Agenda Pembelajaran :
1. Hari 1
- Presentation Delivery 4 JP
- Business Presentation Development 4 JP
2. Hari 2
- Business Proposal Development Coaching 8 JP
3. Hari 3
- Team Presentation and Evaluation 8 JP
Total In Class Learning (ICL) 24 JP
Gambar 4.3. Pembelajaran KAM 2.
Universitas Sumatera Utara
71
Gambar 4.4. Pembelajaran KAM 2.
3. Automatic Meter Reading (AMR)
Pelatihan ini berkaitan dengan pemahaman tentang analisa, evaluasi
penyebab kegagalan dari pembacaan AMR.
Persyaratan Peserta :
1. Pegawai yang menangani transaksi energi, atau
2. Sudah pernah mengikuti pembelajaran Pembacaan Dara AMR.
Metode Pembelajaran :
Metode yang digunakan dalam pembelajaran ini adalah Ceramah,
tanya jawab, tugas individu dan kelompok, diskusistudikasus dan
praktek.
Universitas Sumatera Utara
72
Agenda Pembelajaran :
1. Hari 1
- Analisa vektor, kuadrandan load profile 4 /6 JP
2. Hari 2
- Analisa penyebab kegagalan baca 4 /4 JP
- Evaluasi Pengoperasian dan pemeliharaan Sistem
AMR dan pendukungnya 8 /4 JP
2. Hari 3
- PraktekAnalisa Data AMR 8/10 JP
Total 24 JP
Gambar 4.5. Pembelajaran AMR.
Universitas Sumatera Utara
73
Gambar 4.6. Pembelajaran AMR.
4.2.6 Profil Peserta Pelatihan
1. Key Account Marketing – Team Development
Tabel 4.1 Daftar Peserta Key Account Marketing – Team Development
JENIS LOKASI
NO NAMA JABATAN
KELAMIN PEKERJAAN
ASMAN PELAYANAN UP3 LBUK
1 ALI MUNTHE LAKI - LAKI
DAN ADMINISTRASI PAKAM
ASMAN PELAYANAN ULP LBK PKM
2 CHARLES GULTOM LAKI - LAKI
DAN ADMINISTRASI KT
CHRISTIN NOVI RAULI ASMAN PELAYANAN
3 PEREMPUAN ULP DELI TUA
SIMANJUNTAK DAN ADMINISTRASI
ASMAN PELAYANAN ULP
4 ERFI LAKI - LAKI
DAN ADMINISTRASI PERBAUNGAN
ASMAN PELAYANAN ULP SEI
5 FARAKH FAUZUL LAKI - LAKI
DAN ADMINISTRASI RAMPAH
ASMAN PELAYANAN ULP TJNG
6 FIRMAN NANDA LAKI - LAKI
DAN ADMINISTRASI MORAWA
GALUH PUTRI ASMAN PELAYANAN
7 PEREMPUAN ULP GALANG
WAHYUNINGTYAS DAN ADMINISTRASI
ASMAN PELAYANAN UP3 LBUK
8 GITA I. F. SIBURIAN PEREMPUAN
DAN ADMINISTRASI PAKAM
HENDRA KUSUMA STAFF PELAYANAN
9 LAKI - LAKI ULP GALANG
WAHYU HARDANI AREA
STAFF PELAYANAN ULP SEI
10 HERI IRAWAN LAKI - LAKI
AREA RAMPAH
STAFF PELAYANAN ULP MEDAN
11 ILHAM GHAZALI LAKI - LAKI
AREA DENAI
Universitas Sumatera Utara
74
JENIS LOKASI
NO NAMA JABATAN
KELAMIN PEKERJAAN
STAFF PELAYANAN ULP SEI
12 JACKSON HUTASOIT LAKI - LAKI
AREA RAMPAH
MANAJER RAYON ULP MEDAN
13 KLOSTER SITOMPUL LAKI - LAKI
MEDAN DENAI DENAI
LAMRINGAN MANAJER RAYON
14 LAKI - LAKI ULP GALANG
SIHOTANG MEDAN DENAI
MANAJER RAYON ULP PANCUR
15 LENSA SEMBIRING LAKI - LAKI
PANCUR BATU BATU
MAYA AFIFAH ULP PANCUR
16 PEREMPUAN SPV PAD
PERMANA BATU
17 MISWAR LAKI - LAKI STAFF PAD ULP DELI TUA
OKULI M.
18 LAKI - LAKI STAFF PAD ULP DELI TUA
NAINGGOLAN
19 PIANA PEREMPUAN STAFF PAD UDIKLAT TTG
ULP SEI
20 RIANA DWI SURYANI PEREMPUAN STAFF PAD
RAMPAH
ULP LBK PKM
21 RIKO HIDAYAT LAKI - LAKI STAFF PAD
KT
ULP TJNG
22 RINI GUSTRIANI PEREMPUAN STAFF PAD
MORAWA
ULP MEDAN
23 RODI HENDRI LAKI - LAKI TIM KAM
DENAI
ULP TJNG
24 RONALD SIBUEA LAKI - LAKI TIM KAM
MORAWA
ULP LBK PKM
25 SANCE PRANTIKA PEREMPUAN TIM KAM
KT
ULP PANCUR
26 SAPTA MIHARJA LAKI - LAKI TIM KAM
BATU
UP3 LBUK
27 YUDI FADILLAH LAKI - LAKI TIM KAM
PAKAM
ULP
28 YUNIA PARLIN PEREMPUAN TIM KAM
PERBAUNGAN
ZAKI HILMAN ULP
29 LAKI - LAKI TIM KAM
SIREGAR PERBAUNGAN
2. Key Account Marketing – Business Proposal
Tabel 4.2 Daftar Peserta Key Account Marketing – Business Proposal
JENIS LOKASI
NO NAMA JABATAN
KELAMIN PEKERJAAN
ASMAN PELAYANAN UP3 LUBUK
1 ALI MUNTHE LAKI - LAKI
DAN ADMINISTRASI PAKAM
SPV PELAYANAN UP3 LUBUK
2 YUDI FADILLAH LAKI - LAKI
PELANGGAN PAKAM
STAFF PELAYANAN UP3 LUBUK
3 RIANA DWI SURYANI PEREMPUAN
AREA PAKAM
STAFF PELAYANAN UP3 LUBUK
4 GITA I.F. SIBURIAN PEREMPUAN
AREA PAKAM
MANAJER RAYON ULP MEDAN
5 KLOSTER SITOMPUL LAKI - LAKI
MEDAN DENAI DENAI
ULP MEDAN
6 RODI HENDRI LAKI - LAKI SPV PAD
DENAI
Universitas Sumatera Utara
75
JENIS LOKASI
NO NAMA JABATAN
KELAMIN PEKERJAAN
ULP MEDAN
7 ILHAM GHAZALI LAKI - LAKI STAFF PAD
DENAI
MANAJER RAYON ULP PANCUR
8 LENSA SEMBIRING LAKI - LAKI
PANCUR BATU BATU
ULP PANCUR
9 SAPTA MIHARJA PEREMPUAN SPV PAD
BATU
ULP PANCUR
10 MAYA A. PERMANA PEREMPUAN STAFF PAD
BATU
MANAJER RAYON
11 OKULI NAINGGOLAN LAKI - LAKI ULP DELITUA
DELITUA
CHRISTIN NOVI
12 PEREMPUAN SPV PAD ULP DELITUA
RAULI SIMANJUNTAK
13 MISWAR LAKI - LAKI STAFF PAD ULP DELITUA
MANAJER RAYON ULP TANJUNG
14 RONALD SIBUEA LAKI - LAKI
TANJUNG MORAWA MORAWA
ULP TANJUNG
15 FIRMAN NANDA LAKI - LAKI SPV PAD
MORAWA
ULP TANJUNG
16 RINI GUSTRIANI PEREMPUAN STAFF PAD
MORAWA
MANAJER RAYON ULP PAKAM
17 CHARLES GULTOM LAKI - LAKI
PAKAM KOTA KOTA
ULP PAKAM
18 RIKO HIDAYAT LAKI - LAKI SPV PAD
KOTA
ULP PAKAM
19 SANCE PRANTIKA PEREMPUAN STAFF PAD
KOTA
MANAJER RAYON ULP
20 ERFI LAKI - LAKI
PERBAUNGAN PERBAUNGAN
ZAKI HILMAN ULP
21 LAKI - LAKI SPV PAD
SIREGAR PERBAUNGAN
ULP
22 YUNIA PARLIN PEREMPUAN STAFF PAD
PERBAUNGAN
MANAJER RAYON
23 JACKSON HUTASOIT LAKI - LAKI ULP RAMPAH
RAMPAH
24 HERI IRAWAN LAKI - LAKI SPV PAD ULP RAMPAH
25 FARAKH FAUZUL LAKI - LAKI STAFF PAD ULP RAMPAH
LAMRINGAN MANAJER RAYON
26 LAKI - LAKI ULP GALANG
SIHOTANG GALANG
HENDRA KESUMA
27 LAKI - LAKI SPV PAD ULP GALANG
WAHYU HERLANDANI
28 GALUH PUTRI W. PEREMPUAN STAFF PAD ULP GALANG
UP3 LUBUK
29 EMIL PEREMPUAN TIM KAM
PAKAM
UP3 LUBUK
30 DESMON SAING LAKI - LAKI TIM KAM
PAKAM
ULP PAKAM
31 ARIF FAHMI LAKI - LAKI TIM KAM
KOTA
ULP PAKAM
32 SUDIRIANTO LAKI - LAKI TIM KAM
KOTA
Universitas Sumatera Utara
76
3. Automatic Meter Reading (AMR)
Tabel 5.3 Daftar Peserta Automatic Meter Reading
JENIS LOKASI
NO NAMA JABATAN
KELAMIN PEKERJAAN
ACHMAD ASMAN TRANSAKSI UP3 LUBUK
1 LAKI - LAKI
MAULIDAINY ENERGI LISTRIK PAKAM
ADELIA MAYANG UP3 LUBUK
2 PEREMPUAN STAFF DALSUT
SARI PAKAM
3 AHMAD SURIAWAN LAKI - LAKI SPV TE ULP GALANG
4 AMIRULLAH BAKRI LAKI - LAKI STAFF TE ULP DELI TUA
UP3 LUBUK
5 ARIFADI SUGANDA LAKI - LAKI STAFF TE
PAKAM
ARJUNA JOHANNES
6 LAKI - LAKI STAFF TE ULP GALANG
SIMANJUNTAK
7 AYU NOVITA SARI PEREMPUAN SPV TE ULP GALANG
8 DEDI AHMAD LAKI - LAKI SPV TE ULP BALIGE
UP3 LUBUK
9 DESMON SAING LAKI - LAKI STAFF HAR METER
PAKAM
ULP MEDAN
10 EFRIALDI HARMEN LAKI - LAKI STAFF TE
DENAI
FRANCISKUS ULP
11 LAKI - LAKI SPV TEL
ROBINSAR KOTANOPAN
ULP TJNG
12 ILHAM DANI LAKI - LAKI STAFF TE
MORAWA
MUHAMAD DIMAS
13 LAKI - LAKI SPV TEL AREA ULP DELI TUA
RAHMAN AFFANDI
MUHAMAD TAUFIK ULP LBK PKM
14 LAKI - LAKI SPV TE
RIKARDIAN KT
UP3 LUBUK
15 NASRUDDIN LAKI - LAKI SPV HAR METER
PAKAM
16 RAHMAT SIHOMBING LAKI - LAKI SPV TE ULP DELI TUA
ULP
17 TAUFIK HIDAYAT LAKI - LAKI STAFF TE PERBAUNGAN
ULP TJNG
18 TRI RAHAYU PEREMPUAN SPV TE
MORAWA
UP3 LUBUK
19 TRI UTAMI PEREMPUAN STAFF TEL AREA
PAKAM
4.3 Evaluasi Pelatihan
Program pembelajaran pilot project peningkatan penjualan adalah upaya
perubahan kompetensi yang diberikan kepada karyawan PT. PLN (Persero) UP3
Lubuk Pakam dalam usaha peningkatan kinerja penjualan. Pelatihan ini diberikan
kepada peserta untuk mengetahui secara komprehensif usaha-usaha peningkatan
Universitas Sumatera Utara
77
penjualan tenaga listrik dan usaha lainnya yang mendukung program peningkatan
penjualan pada lingkup distribusi dan mempraktekkannya dalam pekerjaan.
Philips (2002), mengatakan bahwa eks peserta (participant) merupakan
sumber data yang paling sering diigunakan dan bahwa mereka memang berada
pada posisi yang memungkinkan untuk memberikan data yang lengkap. Menurut
Philips (2002), participant merupakan sumber data yang sangat credible karena
pada dasarnya mereka merupakan orang yang memang mengalami sendiri
perubahan akibat pelatihan dan juga merupakan orang yang paling mengetahui
proses kerja serta pencapaian kinerja yang dihasilkan setelah mengikuti pelatihan
tersebut.
Berdasarkan hasil kuesioner yang disebarkan kepada peserta didapatkan
hasil pengukuran relevansi pembelajaran terhadap pekerjaan dilapangan yang
merupakan hasil tabulasi dari pengisian kuesioner seperti yang dijelaskan sebagai
berikut :
Tabel 4.4 Relevansi Pembelajaran Key Account Marketing – Team Development.
JUDUL KEY ACCOUNT MARKETING - TEAM
PEMBELAJARAN DEVELOPMENT
Rata-Rata
Sangat Tidak Setuju Sangat Setuju
Pertanyaan
1 2 3 4
Menurut saya materi dan
metode-metode yang
digunakan dalam
17,2% 82,8% 3,83
pembelajaran relevan /
mampu merefleksikan
tujuan pembelajaran ?
Universitas Sumatera Utara
78
JUDUL KEY ACCOUNT MARKETING - TEAM
PEMBELAJARAN DEVELOPMENT
Rata-
Sangat Rata
Pertanyaan Sangat Tidak Setuju Setuju
1 2 3 4
Saya Percaya materi
pembelajaran ini penting
37,9% 62,1% 3,62
bagi keberhasilan
pekerjaan saya
Saya memiliki kepercayaan
diri untuk menerapkan apa
31,0% 69,0% 3,69
yang saya pelajari di
pekerjaan saya
Saya berkomitmen untuk
menerapkan yang sudah
17,2% 18,8% 3,83
saya pelajari kedalam
pekerjaan saya
Tabel 4.5 Relevansi Pembelajaran Key Account Marketing – Business Proposal.
JUDUL KEY ACCOUNT MARKETING - BUSINESS
PEMBELAJARAN PROPOSAL & ACTION PLAN
Rata-Rata
Sangat Tidak Setuju Sangat Setuju
Pertanyaan
1 2 3 4
Menurut saya materi dan
metode-metode yang
digunakan dalam
11,1% 88,9% 3,89
pembelajaran relevan /
mampu merefleksikan
tujuan pembelajaran ?
Saya Percaya materi
pembelajaran ini penting
25,9% 74,1% 3,74
bagi keberhasilan
pekerjaan saya
Saya memiliki
kepercayaan diri untuk
25,9% 74,1% 3,74
menerapkan apa yang saya
pelajari di pekerjaan saya
Saya berkomitmen untuk
menerapkan yang sudah
18,5% 81,5% 3,81
saya pelajari kedalam
pekerjaan saya
Universitas Sumatera Utara
79
Tabel 4.6 Relevansi Pembelajaran Automatic Meter Reading.
JUDUL
AMR
PEMBELAJARAN
Rata-Rata
Sangat Tidak Setuju Sangat Setuju
Pertanyaan
1 2 3 4
Menurut saya materi dan
metode-metode yang
digunakan dalam
5,3% 15,8% 78,9% 3,74
pembelajaran relevan /
mampu merefleksikan
tujuan pembelajaran ?
Saya Percaya materi
pembelajaran ini penting
36,8% 63,2% 3,63
bagi keberhasilan
pekerjaan saya
Saya memiliki
kepercayaan diri untuk
31,6% 68,4% 3,68
menerapkan apa yang saya
pelajari di pekerjaan saya
Saya berkomitmen untuk
menerapkan yang sudah
15,8% 84,2% 3,84
saya pelajari kedalam
pekerjaan saya
Selain relevan, program pembelajaran pilot project juga memiliki
kontribusi yang cukup signifikan. Tabel diatas memperlihatkan pendapat
eks‐peserta yang menyatakan bahwa umumnya pembelajaran relevan dengan
pekerjaan peserta dan peserta mampu merefleksikan tujuan pembelajaran pada
pekerjaan. Peserta juga cenderung meningkat kepercayaan diri dalam
pengetahuannya dan berkomitmen untuk menerapkannya dalam pekerjaan.
Penilaian Perubahan knowledge, skill dan attitude oleh peserta
pembelajaran.
Hasil kuesioner dengan responden (eks-peserta pelatihan) disajikan pada
Tabel dibawah ini yang dimana eks peserta melaksanakan penilaian terhadap diri
sendiri (self assesment) terhadap perubahan knowledge, skill dan attitude dalam
Universitas Sumatera Utara
80
bekerja setelah kembali ketempat kerjannya masing-masing. Tabel dibawah ini
merupakan kuantitatif hasil tabulasi dari jawaban kuesioner yang sudah diisi oleh
responden.
Tabel 4.7 Tabel pengukuran perubahan Knowledge, Skill dan Attitude
Pembelajaran Key Account Marketing – Team Development.
JUDUL KEY ACCOUNT MARKETING - TEAM
PEMBELAJARAN DEVELOPMENT
Rata-Rata
Sangat Tidak Setuju Sangat Setuju
Pertanyaan
1 2 3 4
KNOWLEDGE
Apakah ada
peningkatan
21,4% 78,6% 3,79
pengetahuan setelah
kembali dari pelatihan?
Apakah anda merasa
lebih percaya diri dalam
menerapkan
35,7% 64,3% 3,64
pengetahuan untuk
diaplikasikan pada
pekerjaan?
Apakah pembelajaran
berkelanjutan diterima
35,7% 64,3% 3,64
setelah pembelajaran
awal ?
Rata-rata 3,69
SKILL
Apakah ada
peningkatan
kemampuan setelah 42,9% 57,1% 3,57
menerapkan ilmu dalam
pelatihan ?
Apakah ada
peningkatan kualitas
hasil kerja setelah 42,9% 57,1% 3,57
kembali dalam
pelatihan?
Apakah pembelajaran
berkelanjutan diterima
21,4% 78,6% 3,79
setelah pembelajaran
awal ?
Rata-rata 3,64
Universitas Sumatera Utara
81
KEY ACCOUNT MARKETING - TEAM
JUDUL PEMBELAJARAN
DEVELOPMENT
Rata-Rata
Sangat Tidak
Pertanyaan Setuju Sangat Setuju
1 2 3 4
ATTITUDE
Apakah anda memahami
konsep Key Account
7,1% 42,6% 64,3% 3,57
Marketing sesuai dengan
kompetensi perusahaan?
Apakah anda melakukan
pengembangan personal dan
komunikasi dengan baik 7,1% 57,1% 35,7% 3,29
sesuai dengan kompetensi
perusahaan?
Apakah anda melakukan
proses customer intelligence
untuk mendapatkan berbagai
data yang diperlukan untuk
7,1% 50,0% 42,9% 3,36
perumusan jawaban terhadap
kebutuhan pelanggan sesuai
dengan kompetensi
perusahaan?
Apakah anda melakukan
probing terhadap pelanggan
yang mendukung terhadap
aktivitas get, keep, grow, 7,1% 28,6% 64,3% 3,57
and win back pelanggan
sesuai dengan kompetensi
perusahaan?
Apakah anda menghitung
7,1% 35,7% 57,1% 3,50
Biaya Pokok Penyediaan?
Apakah anda memetakan
permasalahan dan
mengembangan solusi
50,0% 50,0% 3,50
terhadap masalah sesuai
dengan kompetensi
perusahaan?
Rata-rata 3,46
Universitas Sumatera Utara
82
Tabel 4.8 Tabel pengukuran perubahan Knowledge, Skill dan Attitude
Pembelajaran Key Account Marketing – Business Proposal.
JUDUL KEY ACCOUNT MARKETING - BUSINESS
PEMBELAJARAN PROPOSAL Rata-Rata
Sangat Tidak Setuju Sangat Setuju
Pertanyaan
1 2 3 4
KNOWLEDGE
Apakah ada
peningkatan
pengetahuan setelah 8,3% 25,0% 66,7% 3,58
kembali dari
pelatihan?
Apakah anda
merasa lebih
percaya diri dalam
menerapkan 75,0% 25,0% 3,25
pengetahuan untuk
diaplikasikan pada
pekerjaan?
Apakah
pembelajaran
berkelanjutan 41,7% 58,3% 3,58
diterima setelah
pembelajaran awal ?
Rata-rata 3,47
SKILL
Apakah ada
peningkatan
kemampuan setelah 25,0% 75,0% 3,75
menerapkan ilmu
dalam pelatihan ?
Apakah ada
peningkatan kualitas
hasil kerja setelah 8,3% 33,3% 58,3% 3,50
kembali dalam
pelatihan?
Apakah
pembelajaran
berkelanjutan 66,7% 33,3% 3,33
diterima setelah
pembelajaran awal ?
Rata-rata 3,53
Universitas Sumatera Utara
83
JUDUL KEY ACCOUNT MARKETING - BUSINESS
PEMBELAJARAN PROPOSAL Rata-Rata
Sangat Tidak Setuju Sangat Setuju
Pertanyaan
1 2 3 4
ATTITUDE
Apakah anda
menyajikan
presentasi bisnis
dengan baik dan 58,3% 41,7% 3,42
benar sesuai dengan
kompetensi
perusahaan ?
Apakah anda
menyusun proposal
dan bahan
presentasi bisnis
mengacu kepada
8,3% 41,7% 50,0% 3,42
format dan struktur
pembuatan proposal
penjualan sesuai
dengan kompetensi
perusahaan?
Apakah anda
melakukan
presentasi penjualan
kepada Customer
58,3% 41,7% 3,42
dengan baik dan
benar sesuai dengan
kompetensi
perusahaan?
Rata-rata 3,42
Universitas Sumatera Utara
84
Tabel 4.9 Tabel pengukuran perubahan Knowledge, Skill dan Attitude
Pembelajaran Automatic Meter reading.
JUDUL
AMR
PEMBELAJARAN
Rata-Rata
Sangat Tidak Setuju Sangat Setuju
Pertanyaan
1 2 3 4
KNOWLEDGE
Apakah ada
peningkatan
pengetahuan setelah 100,0% 4,00
kembali dari
pelatihan?
Apakah anda
merasa lebih
percaya diri dalam
menerapkan 33,3% 66,7% 3,67
pengetahuan untuk
diaplikasikan pada
pekerjaan?
Apakah
pembelajaran
berkelanjutan 50,0% 50,0% 3,50
diterima setelah
pembelajaran awal ?
Rata-rata 3,72
SKILL
Apakah ada
peningkatan
kemampuan setelah 100,0% 4,00
menerapkan ilmu
dalam pelatihan ?
Apakah ada
peningkatan kualitas
hasil kerja setelah 16,7% 83,3% 3,83
kembali dalam
pelatihan?
Apakah
pembelajaran
berkelanjutan 33,3% 66,7% 3,67
diterima setelah
pembelajaran awal ?
Rata-rata 3,83
Universitas Sumatera Utara
85
JUDUL
AMR
PEMBELAJARAN
Rata-Rata
Sangat Tidak Setuju Sangat Setuju
Pertanyaan
1 2 3 4
ATTITUDE
Apakah anda
mampu menganalisa
vektor/phasor dan 100,0% 4,00
load profile pada
AMR di unit anda ?
Apakah anda
mampu menganalisa
penyebab kegagalan 100,0% 4,00
baca pada AMR di
Unit anda?
Apakah peserta
anda mengevaluasi
pengoperasian dan
pemeliharaan 50,0% 50,0% 3,50
Sistem AMR dan
pendukungnya di
Unit anda?
Rata-rata 3,83
Berdasarkan hasil sebagaimana disajikan pada Tabel diatas peserta
menilai bahwa peningkatan kompetensi dirinya didalam melaksanakan
pekerjaannya dengan nilai rata-rata yang baik. Hal lain yang menarik dari hasil
penelitian ini adalah bahwa dari tiga domain kompetensi (Knowledge, Skills, dan
Attitudes) ternyata yang paling besar perubahannya dari ketiga judul
pembelajaran adalah sebagai berikut :
Key Account Marketing – Team Development = Knowledge 3,69
Key Account Marketing – Business Proposal = Skill 3,53
Automatic Meter Reading = Skill dan Attitude 3,83
Universitas Sumatera Utara
86
Penilaian Perubahan knowledge, skill dan attitude oleh Atasan peserta
pembelajaran.
Hasil kuesioner dengan responden (Atasan peserta pelatihan) disajikan
pada Tabel dibawah ini yang dimana Atasan peserta melaksanakan penilaian
terhadap peserta pembelajaran yang menjadi staff nya terhadap perubahan
knowledge, skill dan attitude dalam bekerja setelah kembali ketempat kerjannya
masing-masing.
Tabel 4.10 Tabel pengukuran perubahan Knowledge, Skill dan Attitude
Pembelajaran Key Account Marketing – Team Development.
JUDUL KEY ACCOUNT MARKETING - TEAM
PEMBELAJARAN DEVELOPMENT
Rata-Rata
Sangat Tidak Setuju Sangat Setuju
Pertanyaan
1 2 3 4
KNOWLEDGE
Apakah ada
peningkatan
pengetahuan peserta 21,4% 78,6% 3,79
setelah kembali dari
pelatihan?
Apakah peserta
merasa lebih
percaya diri dalam
menerapkan 50,0% 50,0% 3,50
pengetahuan untuk
diaplikasikan pada
pekerjaan?
Apakah
pembelajaran
berkelanjutan
diterima peserta 28,6% 71,4% 3,71
setelah
pembelajaran awal
?
Rata-rata 3,67
Universitas Sumatera Utara
87
JUDUL KEY ACCOUNT MARKETING - TEAM
PEMBELAJARAN DEVELOPMENT Rata-
Rata
Sangat Tidak Setuju Sangat Setuju
Pertanyaan
1 2 3 4
SKILL
Apakah ada
peningkatan
kemampuan peserta 42,9% 57,1% 3,57
setelah menerapkan
ilmu dalam pelatihan ?
Apakah ada
peningkatan kualitas
hasil kerja peserta 57,1% 42,9% 3,43
setelah kembali dalam
pelatihan?
Apakah pembelajaran
berkelanjutan diterima
50,0% 50,0% 3,50
peserta setelah
pembelajaran awal ?
Rata-rata 3,50
ATTITUDE
Apakah peserta
memahami konsep
Key Account
28,6% 71,4% 3,71
Marketing sesuai
dengan kompetensi
perusahaan?
Apakah peserta
melakukan
pengembangan
personal dan
57,1% 42,9% 3,43
komunikasi dengan
baik sesuai dengan
kompetensi
perusahaan?
Apakah peserta
melakukan proses
customer intelligence
untuk mendapatkan
berbagai data yang
diperlukan untuk 7,1% 25,7% 57,1% 3,50
perumusan jawaban
terhadap kebutuhan
pelanggan sesuai
dengan kompetensi
perusahaan?
Universitas Sumatera Utara
88
JUDUL KEY ACCOUNT MARKETING - TEAM
PEMBELAJARAN DEVELOPMENT
Rata-Rata
Sangat Tidak Setuju Sangat Setuju
Pertanyaan
1 2 3 4
ATTITUDE
Apakah peserta
menghitung Biaya 28,6% 71,4% 3,71
Pokok Penyediaan?
Apakah peserta
memetakan
permasalahan dan
mengembangan
42,9% 57,1% 3,57
solusi terhadap
masalah sesuai
dengan kompetensi
perusahaan?
Rata-rata 3,56
Tabel 4.11 Tabel pengukuran perubahan Knowledge, Skill dan Attitude
Pembelajaran Key Account Marketing – Business Proposal.
JUDUL KEY ACCOUNT MARKETING - BUSINESS
PEMBELAJARAN PROPOSAL
Rata-
Sangat Tidak Rata
Pertanyaan Setuju Sangat Setuju
1 2 3 4
KNOWLEDGE
Apakah ada peningkatan
pengetahuan setelah 8,3% 91,7% 3,92
kembali dari pelatihan?
Apakah anda merasa
lebih percaya diri dalam
menerapkan pengetahuan 50,0% 50,0% 3,50
untuk diaplikasikan pada
pekerjaan?
Apakah pembelajaran
berkelanjutan diterima
25,0% 75,0% 3,75
setelah pembelajaran
awal ?
Rata-rata 3,72
Universitas Sumatera Utara
89
JUDUL KEY ACCOUNT MARKETING - BUSINESS
PEMBELAJARAN PROPOSAL
Rata-Rata
Sangat
Pertanyaan Sangat Tidak Setuju Setuju
1 2 3 4
SKILL
Apakah ada
peningkatan
kemampuan setelah 16,7% 83,3% 3,83
menerapkan ilmu
dalam pelatihan ?
Apakah ada
peningkatan kualitas
hasil kerja setelah 16,7% 83,3% 3,83
kembali dalam
pelatihan?
Apakah pembelajaran
berkelanjutan diterima
41,7% 58,3% 3,58
setelah pembelajaran
awal ?
Rata-rata 3,75
ATTITUDE
Apakah anda
menyajikan presentasi
bisnis dengan baik
41,7% 58,3% 3,58
dan benar sesuai
dengan kompetensi
perusahaan ?
Apakah anda
menyusun proposal
dan bahan presentasi
bisnis mengacu
kepada format dan
25,0% 75,0% 3,75
struktur pembuatan
proposal penjualan
sesuai dengan
kompetensi
perusahaan?
Apakah anda
melakukan presentasi
penjualan kepada
Customer dengan baik 25,0% 75,0% 3,75
dan benar sesuai
dengan kompetensi
perusahaan?
Rata-rata 3,69
Universitas Sumatera Utara
90
Tabel 4.12 Tabel pengukuran perubahan Knowledge, Skill dan Attitude
Pembelajaran Automatic Meter reading.
JUDUL
AMR
PEMBELAJARAN Rata-
Rata
Sangat Tidak Setuju Sangat Setuju
Pertanyaan
1 2 3 4
KNOWLEDGE
Apakah ada
peningkatan
pengetahuan setelah 16,7% 83,3% 3,83
kembali dari
pelatihan?
Apakah anda merasa
lebih percaya diri
dalam menerapkan
83,3% 16,7% 3,17
pengetahuan untuk
diaplikasikan pada
pekerjaan?
Apakah
pembelajaran
berkelanjutan 33,3% 66,7% 3,67
diterima setelah
pembelajaran awal ?
Rata-rata 3,56
SKILL
Apakah ada
peningkatan
kemampuan setelah 33,3% 66,7% 3,67
menerapkan ilmu
dalam pelatihan ?
Apakah ada
peningkatan kualitas
hasil kerja setelah 33,3% 66,7% 3,67
kembali dalam
pelatihan?
Apakah
pembelajaran
berkelanjutan 50,0% 50,0% 3,50
diterima setelah
pembelajaran awal ?
Rata-rata 3,61
Universitas Sumatera Utara
91
JUDUL
AMR
PEMBELAJARAN
Rata-Rata
Sangat
Pertanyaan Sangat Tidak Setuju Setuju
1 2 3 4
ATTITUDE
Apakah anda mampu
menganalisa
vektor/phasor dan 100,0% 4,00
load profile pada
AMR di unit anda ?
Apakah anda mampu
menganalisa
penyebab kegagalan 50,0% 50,0% 3,50
baca pada AMR di
Unit anda?
Apakah peserta anda
mengevaluasi
pengoperasian dan
pemeliharaan Sistem 33,3% 66,7% 3,67
AMR dan
pendukungnya di
Unit anda?
Rata-rata 3,72
Berdasarkan hasil sebagaimana disajikan pada Tabel diatas atasan peserta
menilai bahwa peningkatan kompetensi (Knowledge, Skills dan Attitudes) staff
nya didalam melaksanakan pekerjaannya dengan nilai rata-rata yang baik. Hal
lain yang menarik dari hasil penelitian ini adalah bahwa dari tiga domain
kompetensi (Knowledge, Skills, dan Attitudes) ternyata yang paling besar
perubahannya dari ketiga judul pembelajaran adalah sebagai berikut :
Key Account Marketing – Team Development = Knowledge 3,67
Key Account Marketing – Business Proposal = Skill 3,75
Automatic Meter Reading = Attitude 3,72
Universitas Sumatera Utara
92
4.4 Tahap Isolasi Pengaruh Pelatihan
Setelah diketahui dampak perubahan perilaku bekerja maka data tersebut
akan diisolasi kembali untuk di kelolompokkan berapa besar persen pengaruh dari
pelatihan guna mengisolasi data digunakan form yang disediakan didalam
(lampiran). Menghitung nilai isolasi tersebut dengan menggunakan metode
Estimasi yang sudah dijelaskan pada Bab III penelitian ini. Metode Estimasi
dampak adalah mengukur persepsi responden (Peserta, Atasan Peserta,
Manajemen dan Expert terkait) terhadap hal-hal yang mempengaruhi peningkatan
kinerja (Lampiran I). Faktor-faktor tersebut mengadopsi Langevin Lerning
Services (2007), sebuah konsultan training internasional yang berpendapat bahwa
hal-hal yang dianggap memiliki pengaruh terhadap kinerja sesorang dapat
dikelompokkan dalam 7 (tujuh) faktor pengaruh. Faktor-faktor isolasi tersebut
pelatihan dibagi menjadi dua yakni faktor Eksternal dan Internal. Faktor Eksternal
terdiri dari Capacity dan Insentives sedang Faktor Internal terdiri dari Knowledge
and Skill, Measurements, Feedbacks, Conditions dan Standards yang diikuti.
Untuk melakukan penilaian, digunakan form kuesioner persentasi dampak kinerja
berdasarkan persepsi responden. Kuesioner tersebut diisi oleh responden yang
masuk dalam daftar responden dengan memberikan bobot penilaian untuk
perhitungan sesuai dengan tercantum pada Bab III.
Hasil analisis kontribusi pelatihan terhadap kinerja karyawan setelah
mengikuti pelatihan disajikan pada Tabel dibawah ini dimana angaka 1-7 pada
merupakan hasil proporsi dari faktor-faktor dibawah ini:
1. Capacity
2. Insentives
Universitas Sumatera Utara
93
3. Knowledge and Skill
4. Measurements
5. Feedbacks
6. Conditions
7. Standards
TABEL HASIL PENGISIAN KUESIONER
1. Responden Peserta Pembelajaran
Angka dari tabel dibawah ini merupakan Estimasi prosentase / kontribusi
dari faktor-faktor diatas dalam peningkatan kinerja. Total responden
peserta berjumlah 54 responden namun kuesioner yang dapat dikumpulkan
kembali adalah sejumlah 41 responden seperti pada Tabel 4.13.
Tabel.4.13 Responden Peserta Pembelajaran
Faktor
Faktor Internal (%)
No Nama Peserta Eksternal (%) (%)
1 2 3 4 5 6 7
1 Responden 1 10 15 15 20 10 20 10 100
2 Responden 2 15 15 10 10 20 20 10 100
3 Responden 3 15 15 20 15 10 15 10 100
4 Responden 4 15 15 20 17 10 13 10 100
5 Responden 5 10 15 10 5 15 20 25 100
6 Responden 6 15 10 25 10 13 12 15 100
7 Responden 7 10 15 10 5 15 20 25 100
8 Responden 8 20 10 25 10 15 10 10 100
9 Responden 9 20 15 20 10 15 15 5 100
10 Responden 10 20 15 15 15 10 15 10 100
11 Responden 11 15 15 10 10 20 20 10 100
12 Responden 12 15 15 20 10 15 15 10 100
13 Responden 13 25 15 15 15 15 10 5 100
14 Responden 14 25 10 15 10 10 10 20 100
15 Responden 15 20 15 15 15 10 10 15 100
16 Responden 16 10 15 15 10 10 20 20 100
17 Responden 17 15 15 10 15 10 20 15 100
18 Responden 18 15 10 20 20 10 10 15 100
19 Responden 19 10 10 25 10 20 15 10 100
Universitas Sumatera Utara
94
Faktor
Faktor Internal (%)
No Nama Peserta Eksternal (%) (%)
1 2 3 4 5 6 7
20 Responden 20 20 10 25 15 10 10 10 100
21 Responden 21 15 15 25 15 10 10 10 100
22 Responden 22 15 10 20 15 10 15 15 100
23 Responden 23 15 20 14 13 10 18 10 100
24 Responden 24 15 15 20 15 10 15 10 100
25 Responden 25 10 10 25 15 10 15 15 100
26 Responden 26 20 5 10 10 20 20 15 100
27 Responden 27 15 10 25 5 20 5 20 100
28 Responden 28 25 10 15 10 10 10 20 100
29 Responden 29 15 15 15 15 15 15 10 100
30 Responden 30 20 10 20 15 15 10 10 100
31 Responden 31 10 10 25 10 20 15 10 100
32 Responden 32 20 15 15 10 15 15 10 100
33 Responden 33 18 12 20 20 10 10 10 100
34 Responden 34 15 15 15 20 15 10 10 100
35 Responden 35 15 15 20 10 20 10 10 100
36 Responden 36 10 10 15 15 20 15 15 100
37 Responden 37 20 10 15 15 15 15 10 100
38 Responden 38 10 15 20 15 15 15 10 100
39 Responden 39 20 20 15 10 15 10 10 100
40 Responden 40 10 15 25 10 10 20 10 100
41 Responden 41 17 16 20 15 10 12 10 100
13,
Rata-rata 15,85 13,24 17,9 12,8 14,15 12,44 100,00
6
2. Responden Atasan Peserta Pembelajaran
Total responden atasan peserta pembelajaran berjumlah 12
responden namun kuesioner yang dapat dikumpulkan kembali adalah
sejumlah 10 responden seperti pada Tabel 4.14.
Tabel.5.14 Responden Peserta Pembelajaran
Faktor
Nama Atasan Faktor Internal (%)
No Eksternal (%) (%)
Peserta
1 2 3 4 5 6 7
1 Responden 1 20 10 20 15 10 15 10 100
2 Responden 2 18 15 20 15 12 12 8 100
3 Responden 3 5 15 20 15 15 15 15 100
4 Responden 4 15 10 15 20 15 10 15 100
Universitas Sumatera Utara
95
Faktor Eksternal
Nama Atasan Faktor Internal (%)
No (%) (%)
Peserta
1 2 3 4 5 6 7
5 Responden 5 10 15 15 20 10 10 20 100
6 Responden 6 10 20 25 10 15 10 10 100
7 Responden 7 15 15 20 20 10 10 10 100
8 Responden 8 10 20 20 10 20 15 5 100
9 Responden 9 20 15 15 15 10 15 10 100
10 Responden 10 25 5 10 5 20 10 25 100
14,5 100,
Rata-rata 14,80 14,00 18,00 13,7 12,2 12,8
0 0
3. Responden Manajemen (Tabel 4.15)
Total responden manajemen unit berjumlah 5 responden
Tabel.4.15 Responden Manajemen
Faktor
Eksternal Faktor Internal (%)
No Nama Manajemen (%) (%)
1 2 3 4 5 6 7
1 Responden 1 15 15 20 20 10 10 10 100
2 Responden 2 15 25 20 10 10 10 10 100
3 Responden 3 10 20 25 10 10 15 10 100
4 Responden 4 5 15 30 15 10 10 15 100
5 Responden 5 15 20 10 15 15 15 10 100
Rata-rata 12,00 19,00 21,0 14,00 11,00 12,00 11,0 100,0
4. Responden Expert (Tabel 4.16)
Total responden Expert unit berjumlah 2 responden
Tabel.4.16 Responden Expert
Faktor Eksternal
Faktor Internal (%)
No Nama Expert (%) (%)
1 2 3 4 5 6 7
1 Responden 1 15 15 20 15 10 15 10 100
2 Responden 2 10 5 15 5 40 20 5 100
Rata-rata 12,50 10,00 17,50 10,00 25,00 17,50 7,50 100,0
Universitas Sumatera Utara
96
Hasil dari tabel diatas kemudian diolah sesuai dengan rumusan pada bab
III yaitu sebagai berikut :
∑ 𝐸𝑠𝑡𝑖𝑚𝑎𝑠𝑖 𝑃𝑒𝑠𝑒𝑟𝑡𝑎 ∑𝐸𝑠𝑡𝑖𝑚𝑎𝑠𝑖 𝐴𝑡𝑎𝑠𝑎𝑛 𝑃𝑒𝑠𝑒𝑟𝑡𝑎
Estimasi Dampak = ( 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎 ℎ 𝑅𝑒𝑠𝑝𝑜𝑛𝑑𝑒𝑛
x 15% ) + ( 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎 ℎ 𝑅𝑒𝑠𝑝𝑜𝑛𝑑𝑒𝑛
x
∑ 𝐸𝑠𝑡𝑖𝑚𝑎𝑠𝑖 𝑀𝑎𝑛𝑎𝑗𝑒𝑚𝑒𝑛 ∑ 𝐸𝑠𝑡𝑖𝑚𝑎𝑠𝑖 𝐸𝑠𝑘𝑝𝑒𝑟𝑡
25% ) + ( 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎 ℎ 𝑅𝑒𝑠𝑝𝑜𝑛𝑑𝑒𝑛
x 30% ) + ( 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎 ℎ 𝑅𝑒𝑠𝑝𝑜𝑛𝑑𝑒𝑛
x 30% )
Dari hasil rumusan diatas maka didapatkan tabel rekapitulasi dan perhitungan
seperti yangdijelaskan pada Tabel 4.17 dibawah ini :
Tabel 4.17. Nilai Isolasi Dampak Pengaruh Pembelajaran terhadap Kinerja
No 1 2 3 4
Perserta Atasan Peserta Manajemen Expert
RATA -
RATA
RESPONDEN BERDASARKAN JENJANG JABATAN Persepsi Nilai Persepsi Nilai Persepsi Nilai Persepsi Nilai PERSEPSI
Bobot Bobot Bobot Bobot
(Survey) Persepsi (Survey) Persepsi (Survey) Persepsi (Survey) Persepsi
Kesehatan Mental/ Fisik,
Mood yang dibangun dari 15,85 15% 2,38 14,80 25% 3,70 12,00 30% 3,60 12,50 30% 3,75 13,43
keluarga
Insentif,
Reward/Achievement 13,24 15% 1,99 14,00 25% 3,50 19,00 30% 5,70 10,00 30% 3,00 14,19
Oriented
Training (Skill Individu) 17,90 15% 2,69 18,00 25% 4,50 21,00 30% 6,30 17,50 30% 5,25 18,74
Sistem Pengukuran Kinerja
yang jelas, Transparan,
FAKTOR
adanya sistem yang baku
12,80 15% 1,92 14,50 25% 3,63 14,00 30% 4,20 10,00 30% 3,00 12,75
PENCAPAIAN
dari perusahaan
KINERJA
Dukungan Manajemen dan
Bimbingan dalam pekerjaan 13,61 15% 2,04 13,70 25% 3,43 11,00 30% 3,30 25,00 30% 7,50 16,27
(Care)
Situasi dan Kondisi Kerja
yang Kondusif, ketersediaan
alat, Fasilitas dan Peraturan
14,15 15% 2,12 12,20 25% 3,05 12,00 30% 3,60 17,50 30% 5,25 14,02
yang mendukung
SOP/BPM yang jelas 12,44 15% 1,87 12,80 25% 3,20 11,00 30% 3,30 7,50 30% 2,25 10,62
TOTAL 100 100 100 100 100,00
Berdasarkan Tabel 4.17 terlihat bahwa hasil isolasi pengaruh pelatihan
terhadap dampak kinerja berdasarkan dengan metode estimasi oleh Peserta,
Atasan Peserta, Manajemen dan Expert adalah sebesar 18,74%. ebagaimana
disajikan pada Gambar 4.7. Hasil persentase penilaian pengaruh pelatihan
tersebut selanjutnya akan dijadikan sebagai dasar perhitungan ke dalam
perhitungan Return on Training Investment.
Universitas Sumatera Utara
97
Gambar 4.7 Hasil persentase penilaian pengaruh pelatihan.
Persentase Pengaruh Kinerja
10,62% 13,43% Capacity
Insentives
14,02% Knowledge and Skill
14,19%
Measurements
16,27% Feedbacks
18,74% Conditions
Standards
12,75%
4.5 Tahap Konversi Data Menjadi Monetary Values
4.5.1 Perhitungan Benefit Pelatihan
Setelah data diisolasi maka akan terlihat seberapa besar kontribusi
pelatihan terhadap kinerja yang dilakukan oleh eks peserta pelatihan . Langkah
selanjutnya adalah mengkonversi data isolasi kedalam nilai rupiah. Ini adalah
langkah yang paling sulit karena harus menetapkan parameter untuk dihitung
sebagai nilai benefit pada perhitungan Return on Training Investment.
Setelah selesai dalam pembelajaran, peserta diminta untuk menyusun
workplan hasil pembelajaran untuk diterapkan dalam pekerjaan dengan
menentukan target pelaksanaan kegiatan selama periode program agar tercapai
kinerja peningkatan penjualan. Workplan inilah yang kemudian ditetapkan
sebagai Action Learning dan pencapaiannya akan dievaluasi secara berkala.
Universitas Sumatera Utara
98
Dalam program pilot project kinerja peningkatan penjualan UP3 Lubuk Pakam
ditetapkan workplan sebagai berikut :
Tabel 4.18 Workplan Action Learning Pilot Project UP3 Lubuk Pakam.
NO JUDUL KEGIATAN SATUAN PIC
TARGET
Manager
Melaksanakan probing Bagian
(Problem Mapping) kepada Pemasaran
plg 30
30 calon pelanggan dan PP dan
premium. Manajer
ULP
WORKSHOP
1
KAM Melaksanakan probing Manager
(Problem Mapping) kepada Bagian
10 pelanggan potensial yang Pemasaran
plg 10
belum terlayani sampai dan PP dan
dengan akhir Mei 2018 ( > Manajer
105 KVA) ULP
Memonitor Load Profile / Manager
Diagram Phasor pelanggan plg Bagian 140
AMR TEL
Pelaksanaan pemeriksaan
Manager
WORKSHOP fisik (dilapangan) pelanggan
2 plg Bagian 90
AMR AMR hasil monitoring load
TEL
profile dan diagram phasor
Manager
Penggantian CT, PT, Kwh
plg Bagian 18
Meter pelanggan
TEL
Realisasi pencapaian dari masing-masing workplan kemudian dihitung
berda- sarkan besar rupiah hasil kontribusi dari kegiatan-kegiatan tersebut.
Adapun kegiatan tersebut yaitu :
1. Pelanggan Captive Power
Kegiatan ini adalah Probing terhadap calon pelanggan potensial
dimana peserta mencari pelanggan baru / pelanggan lama yang sudah
Universitas Sumatera Utara
99
tidak berlangganan untuk menjadi pelanggan PLN. Berikut adalah
benefit hasil pelanggan Captive Power pada Tabel 5.19.
Tabel 4.19. Benefit Pelanggan Captive Power.
PELANGGAN CAPTIVE POWER
NAMA ID DAY PERIODE TOTAL RUPIAH
TARI
No PELANGG PELANGGA A PEMAKAIA PEMAKAIA TAGIHA
F
AN N (VA) N N (KWH) N
PT. MARKS AGUSTUS -
Rp
1 DYNAMICS 126130430959 I2 23000 DESEMBER 8275
8.929.135
INDONESIA 2018
PT. ADHI MEI - Rp
1 KARYA 126160650477 LB2 53000 DESEMBER 70645 117.828.55
(Persero) 2018 8
PT. ADHI MEI -
Rp
2 KARYA 126160650485 LB2 33000 DESEMBER 48189
80.221.512
(Persero) 2018
AGUSTUS - Rp
I NYOMAN 19700
3 126140686786 LI2 DESEMBER 176332 199.653.57
SULATRA 0
2018 6
AGUSTUS -
I NYOMAN 10500 Rp
4 126140686778 LI2 DESEMBER 71336
SULATRA 0 78.195.695
2018
Rp
TOTAL 366502 484.828.47
6
sebelum dilaksanakan kegiatan ini maka pendapatan dari captive power
sebesar Rp. 0,- dan setelah dilaksanakan didapatkan keuntungan dari
pemakaian kWh sebesar Rp 484.828.476,- sehingga ∆ Learning Benefit
dari kegiatan ini sebesar Rp 484.828.476,-
2. Probing Pelanggan Premium (Perubahan Tarif)
Kegiatan ini adalah Probing terhadap calon pelanggan yang ingin
merubah layanan ke tarif yang lebih tinggi. Pelanggan dengan
layanan tarif sesuai dengan pilihan layanannya akan mendapatkan
benefit berupa layanan premium sesuai dengan kontrak. Kegiatan ini
akan mendapatkan benefit dari selisih tarif yang digunakan oleh
Universitas Sumatera Utara
100
pelanggan. Perhitungan benefit dari kegiatan ini dijelaskan pada
Tabel 4.20.
Tabel 4.20. Benefit Perubahan Tarif Pelanggan Premium.
PELANGGAN PERUBAHAN TARIF
NAMA ID PERIODE PERUBA-
NO PELANGG PELAN PEMAKAIA HAN PERHITUNGAN
AN G-GAN N TARIF
TARIF BARU Rp 1.095
KANTOR TARIF LAMA Rp 1.036
OPERSION MEI -
1261014 SELISIH Rp 59
1 AL DESEMBER B3 KE LB3
48814
KUALANA 2018 KWH PEM
MU 209.252
RUPIAH
Rp 12.332.190
BENEFIT
TARIF BARU Rp 1.181
TARIF LAMA Rp 1.132
PT. MEI -
'126120 SELISIH Rp 49
2 ANGKASA DESEMBER B3 KE LB3
706899
PURA II 2018 KWH PEM 31.648.464
RUPIAH
Rp [Link]
BENEFIT
TARIF BARU Rp 1.252
TARIF LAMA Rp 1.124
PT. SINAR NOVEMBER
SURYA '126130 - SELISIH Rp 128
3 I3 KE LI3
KENCANA 430974 DESEMBER
ABADI 2018 KWH PEM
801.646
RUPIAH
Rp 102.727.609
BENEFIT
TARIF BARU Rp 1.177
TARIF LAMA Rp 1.122
PT. SINAR NOVEMBER
SURYA '126130 - SELISIH Rp 49
4 I3 KE LI3
KENCANA 852760 DESEMBER
ABADI 2018 KWH PEM
542.542
RUPIAH
Rp 26.756.436
BENEFIT
TARIF BARU Rp 1.175
TARIF LAMA Rp 1.122
PT. SINAR NOVEMBER
SURYA 1261309 - SELISIH Rp 53
5 I3 KE LI3
KENCANA 72730 DESEMBER
ABADI 2018 KWH PEM
283.726
RUPIAH
Rp 14.966.609
BENEFIT
TARIF BARU Rp 1.170
PT MARKS NOVEMBER TARIF LAMA Rp 1.115
DYNAMICS '126130 - SELISIH Rp 55
6 I3 KE LI3
INDONESI 851193 DESEMBER
A 2018 KWH PEM 892.004
RUPIAH
Rp 48.675.131
BENEFIT
Universitas Sumatera Utara
101
PELANGGAN PERUBAHAN TARIF
NAMA ID PERIODE PERUBA-
PELANGG PELAN PEMAKAIA HAN PERHITUNGAN
AN G-GAN N TARIF
TARIF BARU Rp 1.117
TARIF LAMA Rp 1.036
MEI -
SALAM 1261308 SELISIH Rp 81
DESEMBER B3 KE LB3
ABI 20748
2018 KWH PEM 215.476
RUPIAH
Rp 17.484.035
BENEFIT
TARIF BARU Rp 1.179
PT TARIF LAMA Rp 1.125
AQUAFAR OKTOBER -
1261403 SELISIH Rp 55
MS DESEMBER I3 KE I2
53819
NUSANTA 2018 KWH PEM 3.377.140
RA
RUPIAH
Rp 184.687.012
BENEFIT
TARIF BARU Rp 1.138
TARIF LAMA Rp 1.066
PT. I MEI -
1261508 SELISIH Rp 72
NYOMAN DESEMBER B3 KE LB3
63477
SULATRA 2018 KWH PEM 448.626
RUPIAH
Rp 32.358.674
BENEFIT
TOTAL
BENEFIT Rp [Link]
RUPIAH
sebelum dilaksanakan kegiatan probing perubahan tarif ini maka
pendapatan dari pemakaian tarif eksisting pelanggan adalah sebesar
Rp. [Link],- dan setelah dilaksanakan perubahan tarif
pelanggan premium dengan tarif baru maka penggunaan tagihan
listrik pelanggan sebesar Rp [Link],- sehingga
∆ Learning Benefit dari kegiatan ini sebesar Rp [Link],-
3. Pemeliharaan Meter (HARMET)
Dalam kegiatan ini adalah peserta menganalisa kelainan baca meter
menggunakan fasilitas Automatic Meter Reading (AMR) dengan
memonitor Load Profile / Diagram Phasor pelanggan kemudian
menindaklanjuti temuan tersebut dengan pemeliharaan fisik
Universitas Sumatera Utara
102
kelapangan berupa pemeliharan/penggantian meter, current
transformator CT/ Potensial Transfirmator (PT). Kegiatan ini akan
mendapatkan benefit dari saving kwh akibat selisih kelainan / tagihan
susulan akibat kesalahan baca meter. Perhitungan benefit dari
kegiatan ini dijelaskan pada Tabel 4.21
Tabel 4.21. Benefit HARMET / AMR.
TAHUN 2018
NO KEGIATAN Ket
JULI AGUSTUS
3 4 Total 1 2 3 4 Total
Memonitor Load Profile /
Diagram Phasor pelanggan REALISASI 15 16 31 15 13 15 14 57
AMR
REAL PERIKSA 9 16 25 6 2 - - 8
Pelaksanaan pemeriksaan fisik
(dilapangan) pelanggan AMR REAL KWH TEMUAN 53.450 370 53.820 10.486 1.798 - - 12.284
hasil monitoring load profile
1
dan diagram phasor REALISASI
AP2T 53.450 370 53.820 8.783 1.798 - - 10.581
BAYAR KWH
REAL GANTI 4 6 10 3 1 - - 4
Penggantian CT, PT, Kwh
Meter pelanggan
SAVING KWH 53.450 370 53.820 8.783 1.798 - - 10.581
TOTAL SAVING KWH 107.640 21.162
TARIF RATA" TUL 309 Rp 1.088,95 Rp 1.089,84
SAVING RUPIAH Rp 117.214.578 Rp 23.063.194
TAHUN 2018
NO KEGIATAN Ket
SEPTEMBER OCTOBER
1 2 3 4 Total 1 2 3 4 Total
Memonitor Load Profile /
sebelumREALISASI
Diagram Phasor pelanggan dilaksanakan kegiatan
15 10 ini 5 maka5 perusahaan
35 20 15berpotensi
15 15 65
AMR
kehilangan rupiah akibat 5kesalahan
REAL PERIKSA - 5 baca9 meter.
19 - Namun
5 setelah
3 35 43
Pelaksanaan pemeriksaan fisik
REAL KWH TEMUAN 40.957 - 734.053 110.210 885.220 - 28.457 - 195.464 223.921
pemeliharaan dan dilaksanakannya tagihan susulan maka perusahaan
(dilapangan) pelanggan AMR
hasil monitoring load profile
1
dan diagram phasor REALISASI
AP2T 29.138 - 734.053 46.434 809.625 - 28.457 - 13.700 42.157
mendapatkan
BAYAR KWH saving kWh / kWh yang terselamatkan sebesar dari
REAL GANTI 3 - 2 2 7 - 1 - 4 5
sebesar
Penggantian CT, PT, Kwh
Rp [Link],- sehingga
Meter pelanggan
SAVING KWH 29.138 - 126.065 11.188 166.391 - 28.457 - 3.096 31.553
TOTAL SAVING KWH 976.016 73.710
TARIF RATA" TUL 309 Rp 1.088,95 Rp 1.078,96 Rp 1.100,23
SAVING RUPIAH ########### Rp [Link] Rp 81.097.953
Universitas Sumatera Utara
103
NO KEGIATAN Ket GRAND TOTAL
NOVEMBER
1 2 3 4 Total
Memonitor Load Profile /
Diagram Phasor pelanggan REALISASI 15 10 5 5 35 223
AMR
REAL PERIKSA 3 5 3 1 12 107
Pelaksanaan pemeriksaan fisik
(dilapangan) pelanggan AMR REAL KWH TEMUAN - 1.126 - 2 1.128 1.176.373
hasil monitoring load profile
1
dan diagram phasor REALISASI
BAYAR KWH
AP2T - - - 87.847 87.847 1.004.030
REAL GANTI - - - - - 26
Penggantian CT, PT, Kwh
Meter pelanggan
SAVING KWH - - - - - 262.345
TOTAL SAVING KWH 87.847 1.266.375
TARIF RATA" TUL 309 Rp 1.088,95 Rp 1.098,99
SAVING RUPIAH ########### Rp 96.542.975 Rp [Link]
∆ Learning Benefit dari kegiatan ini sebesar Rp [Link],-
Total ∆ Benefit dari pemenuhan workplan program adalah
penjumlahan dari seluruh aktivitas pemenuhan workplan sebagaiman
ditunjukkan pada tabel 5.22.
Tabel 4.22 Total ∆ Benefit program pilot project UP3 Lubuk Pakam 2018
No BENEFIT PROGRAM
1 PELANGGAN CAPTIVE POWER Rp 484.828.476
2 PELANGGAN PERUBAHAN TARIF Rp [Link]
3 SAVING KWH (HARMET) Rp [Link]
TOTAL BENEFIT Rp [Link]
4.5.2 Perhitungan Biaya Pelatihan
Biaya pelatihan dihitung dengan mempertimbangkan komponen‐komponen
sebagai berikut:
a. Needs assessment: biaya ini diperhitungkan karena program pembelajaran
Pilot Project UP3 Lubuk Pakam ini didasari dari pembahasan Fact Finding
saat menentukan solusi pembelajaran dan non pembelajaran dan untuk
Universitas Sumatera Utara
104
pelaksanaan tersebut mengeluarkan biaya. Biaya dari pelaksanaan ini adalah
sebesar Rp. 9.130.000,-
b. Design and Development Cost: komponen biaya yang dikeluarkan untuk
mendesain dan membangun pelatihan (biaya persiapan, rapat tim dan
penyusuanan materi) dari ketiga materi yang dibuat berdasarkan SK
Honorarium PLN Pusdiklat mengenai Pembayaran Honor penyusunan
Materi Pembelajaran. Biaya dari pelaksanaan ini adalah sebesar Rp.
19.800.000,-
c. Acquisition: biaya ini dikeluarkan apabila program training dibeli dari pihak
ketiga. Komponen biaya ini tidak diperhitungkan karena program pelatihan
tidak dibeli dari pihak ketiga.
d. Delivery: komponen biaya ini diperhitungkan dimana besarnya biaya
pelatihan yang timbul selama pelaksanaan 3 materi pembelajaran. Biaya ini
meliputi : Perjalanan dinas, honor instruktur, biaya ATK, biaya penginapan,
makan, dsb . Biaya dari pelaksanaan ini adalah sebesar Rp. 53.623.302,-
e. Evaluasi: komponen biaya ini diperhitungkan dimana evaluasi monitoring
action learning terdapat penyelenggaraan pertemuan secara langsung untuk
membahas progres dari pemenuhan workplan selama melaksanakan action
learning hasil dari pembelajaran program. Biaya dari pelaksanaan ini adalah
sebesar Rp. 19.800.000,-
Universitas Sumatera Utara
105
f. Closing: komponen biaya ini diperhitungkan dimana acara closing program
adalah pembahasan hasil program pembelajaran pilot project kepada
manajemen puncak PLN UIW Sumatera Utara dari hasil peningkatan
penjualan terhadap target yang sudah ditentukan serta memberikan
kesimpulan dari hasil dampak program tersebut. Biaya tersebut meliputi
biaya perjalanan dinas pegawai PLN Pusdiklat, honorarium expert,
konsumsi rapat dsb. Biaya dari pelaksanaan ini adalah sebesar Rp.
13.090.000,-
Sehingga total biaya keseluruhan untuk program pembelajaran pilot project
UP3 Lubuk Pakam mencapai Rp. 1157.443.302,- dimana rinciannya
disajikan pada Tabel 4.23.
Tabel 4.23 Biaya Pelaksanaan Program Pilot Project UP3 Lubuk Pakam.
HARGA
TANGGAL
VOLUM SATUA /
NO KEGIATAN PELAKSANA BIAYA
E N SATUA
AN
N
A Pembahasan Peningkatan Kinerja Unit
Rp
Sub Total A
9.130.000
B Desain & Pengembangan Materi
Rp
Sub Total B
19.800.000
C Penyelenggaraan Pembelajaran ( 3 x Pembelajaran)
Rp
Sub Total C
53.623.302
D Action Leaming (3-6 Bulan)
EVALUASI I
EVALUASI II
Universitas Sumatera Utara
106
HARGA
TANGGAL
VOLUM SATUA /
NO KEGIATAN PELAKSAN BIAYA
E N SATUA
AAN
N
EVALUASI III
EVALUASI IV
Rp
Sub Total D
19.800.000
E Penutupan
Rp
Sub Total E 13.090.0
00
Rp
G Biaya Tak Terduga
-
Rp
H Pengeluaran dari Kantor Induk Pusdiklat
-
Rp
TOTAL 115.443.
302
4.6 Perhitungan ROTI
Perhitungan Return on Training Investment (ROTI) dilakukan dengan
menggunakan formula sebagai berikut:
dimana Net Benefits of Training merupakan keuntungan bersih yang diperoleh
dari hasil penerapan pelatihansetelah memperhitungkan faktor isolasi yang
telah diperhitungkan pada tahap sebelumnya dikurangi dengan realisasi biaya
pelatihan yang dikeluarkan. Berdasarkan hasil perhitungan manfaat dan biaya
pelatihan sebagaimana disajikan pada Tabel 4.4.1 s.d Tabel 4.4.6, besarnya
ROTI dapat dihitung sebagai berikut:
Universitas Sumatera Utara
107
Manfaat pelatihan (∆ Learning = (Dilaksanakan action learning -
Benefit) Tidak dilaksanakan action learning)
didapatkan dari manfaat 3 kegiatan = (Rp. [Link].124,- -
yang dilaksanakan saat Action Rp. [Link])
Learning yaitu :
1. Pelanggan Captive Power = Rp. [Link] ,-
2. Perubahan Tarif
3. Pemeliharaan Meter dan tagihan
Susulan
Total Biaya pelatihan (Cost of
Rp. 115.443.302 ,-
Training)
Nilai Isolasi 18,74%
Manfaat Bersih Pelatihan ( Net
Benefit of Training)
Rp. 722.730.236,42
(∆ Learning Benefit x Nilai Isolasi) -
Cost of Training
Return On Training Investment
(ROTI)
526%
𝑵𝒆𝒕 𝑩𝒆𝒏𝒆𝒇𝒊𝒕 𝒐𝒇 𝑻𝒓𝒂𝒊𝒏𝒊𝒏𝒈
𝒙 𝟏𝟎𝟎%
𝑪𝒐𝒔𝒕 𝒐𝒇 𝑻𝒓𝒂𝒊𝒏𝒊𝒏𝒈
Universitas Sumatera Utara
108
4.7 Pembahasan
Sebagaimana telah diuraikan pada Bab 1, evaluasi 3 dan 4 pada program
pilot project yang dilaksanakan oleh PT PLN (Persero) UPDL Tuntungan selama
ini belum spesifik menganalisa perubahan knowledge, skill dan attitude eks-
peserta. Dari hasil penelitian ini dapat dinyatakan bahwa program pilot project
peningkatan penjualan UP3 Lubuk Pakam tahun 2018 yang dilaksanakan oleh
PLN UPDL Tuntungan memiliki dampak yang positif bagi perubahan knowledge,
skill dan attitude peserta pembelajaran dan juga terhadap kinerja perusahaan.
Hasil pengukuran terhadap program pilot project peningkatan penjualan UP3
Lubuk Pakam tahun 2018 didapat nilai ROTI sebesar 526%, angka ini
menunjukkan hasil yang lebih wajar jika dibandingkan dengan perhitungan
eksisting yaitu sebesar 8974%. Nilai ini menyatakan bahwa investasi yang
dikeluarkan untuk kegiatan pelatihan memberikan manfaat finansial sebesar 5,26
kali bagi perusahaan dalam bentuk rupiah yang didapatkan perusahaan melalui
penjualan tenaga listrik. Hasil ini sejalan dengan penelitian yang dilakuakan oleh
Lynch dkk (2006) yang menyatakan bahwa metode evaluasi ROTI merupakan
indikator yang baik didalam menilai program pelatihan dan memiliki dampak
keuangan yang positif bagi perusahaan. Selain temuan tersebut dari hasil
penelitian ini juga ditemukan beberapa hal, yaitu:
1. Perubahan Kompetensi dan Implementasi Pelatihan
Penelitian yang dilakukan menunjukkan umumnya eks‐peserta
pelatihanberpendapat bahwa program pilot project memiliki
relevansi yang kuat dengan pekerjaannya sehari‐hari. Penelitian yang
Universitas Sumatera Utara
109
dilakukan menunjukkan bahwa peserta percaya diri dengan ilmu
yang diterimanya dan berkomitmen untuk menerapkannya dalam
pekerjaan. Peserta pelatihan menyatakan bahwa umumnya tujuan
pelatihan telah tercapai dengan adanya peningkatan pengetahuan dan
kemampuan eks‐peserta dikaitkan dengan pekerjaan sehari‐hari yang
dihadapinya. Besarnya pengaruh pelatihan terhadap peningkatan
kemampuan peserta mencapai 18,74%.
2. Perubahan Perilaku Pegawai
Berdasarkan hasil wawancara dengan pimpinan dan karyawan eks-
peserta pelatihan, salah satu dampak dari pelatihan yang dirasakan
oleh peserta adalah terjadinya perubahan prilaku. Sebelum
mengikuti pelatihan, peserta masih belum mampu melakukan
mapping dan penyusunan business proposal dalam pelaksanan
probing ke calon pelanggan premium dan captive power. Peserta
juga lebih tajam dalam menganalisa kesalahan baca meter pelanggan
yang berpotensi merugikan perusahaan dengan bantuan Automatic
Meter Reading sehingga menghasilkan saving kWh yang
menguntungkan perusahaan.
3. Dampak Training Terhadap Kinerja Pegawai
Sesuai dengan tujuan penyelenggaraannya, maka fokus utama
dampak program pembelajaran pilot project peningkatan penjualan
UP3 Lubuk Pakam tahun 2018 adalah peningkatan kWh dan rupiah
Universitas Sumatera Utara
110
pendapatan dalam perhitungan penjualan tenaga listrik. Sebagaimana
dikemukakan diatas bahwa dalam kegiatan action learning hasil dari
pembelajaran program pilot project seperti : (1) Probing pelanggan
Captive Power, (2) Probing Calon Pelanggan Premium (Perubahan
Tarif) dan (3) Pemeliharaan Meter dan Tagihan Susulan (TS) akibat
kesalahan baca meter menghasilkan ∆ Learning Benefit sebesar Rp.
[Link],- .
Berdasarkan uraian tersebut dapat dinyatakan bahwa program
pembelajaran pilot project peningkatan penjualan UP3 Lubuk Pakam
tahun 2018 yang dilaksanakan PLN UPDL Tuntungan secara
signifikan memberikan dampak positif baik bagi individu karyawan
maupun bagi perusahaan.
Universitas Sumatera Utara
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan analisis dan pembahasan yang dilakukan, dapat ditarik beberapa
kesimpulan sebagai berikut :
1. Terjadi perubahan yang cukup signifikan atas kompetensi
(Knowledges, Skills, dan Attitudes) eks‐peserta program pembelajaran
pilot project kinerja peningkatan penjualan PT PLN (Persero) UP3
Lubuk Pakam tahun 2018, setelah mereka mengikuti pelatihan
tersebut. Hal ini terlihat dari nilai rata‐rata perubahan kompetensi eks
peserta pelatihan yang relatif tinggi (kategori bagus) sebagai berikut :
Hasil self Assessment Peserta :
Tabel 5.1 Hasil self Assessment Peserta atas perubahan KSA.
Pembelajaran Knowledge Skill Attitude
Key Account Marketing
3,61 3,50 3,56
– Team Development
Key Account Marketing –
3,72 3,75 3,69
Business Proposal
Automatic Meter Reading
3,56 3,61 3,72
(AMR)
111
Universitas Sumatera Utara
112
Penilaian Atasan Peserta :
Tabel 5.2 Hasil Penilaian Atasan Peserta atas perubahan KSA.
Pembelajaran Knowledge Skill Attitude
Key Account
Marketing – Team 3,69 3,64 3,46
Development
Key Account
Marketing – Business 3,47 3,53 3,42
Proposal
Automatic Meter
3,72 3,83 3,83
Reading (AMR)
2. Nilai Return on Training Investment (ROTI) program pilot project
kinerja peningkatan penjulan PT PLN (Persero) UP3 Lubuk Pakam
tahun 2018 pada penelitian ini adalah sebesar 526%. Nilai tersebut
menunjukkan bahwa manfaat yang diberikan oleh program
pembelajaran tersebut jauh lebih besar dibandingkan dengan biaya
yang dikeluarkan untuk penyelenggaraan program pilot project
tersebut.
3. Perhitungan Return on Training Investment (ROTI) dengan
pendekatan metode Jack J. Phillips pada kinerja peningkatan
penjualan tenaga listrik akan menghasilkan nilai ROTI yang lebih
wajar bila teknik isolasi pengaruh pembelajaran dihitung
Universitas Sumatera Utara
113
menggunakan metode Estimasi dan nilai Learning Benefit
(Perubahan kinerja) diambil berdasarkan hasil Action Learning
(ROTI = 526%) jika dibandingkan dengan perhitungan ROTI yang
sudah dilaksanakan pada program pilot project tersebut (eksisting)
dimana teknik isolasi pengaruh pembelajaran dihitung dengan
menggunakan metode Base Value dan nilai Net Learning Benefit
(Perubahan kinerja hasil dari pembelajaran) diambil berdasarkan
selisih penggunaan tenaga listrik berdasarkan rumus ∑( Rp bulan
(tahun N) – Rp bulan (tahun (N-1))) (selama Pilot Project
dilaksanakan) (ROTI = 8974%). Pada perhitungan eksisting
dikhawatirkan banyak faktor yang mempengaruhi kenaikan kinerja
penjualan sehingga perhitungan akan menjadi bias. Oleh karena itu,
PT PLN (Persero) UPDL Tuntungan dapat menggunakan
perhitungan ROTI kinerja penjualan dengan menggunakan
pendekan metode pada penelitian ini untuk mendapatkan nilai
ROTI yang lebih wajar.
5.2 Saran
Terdapat beberapa saran yang dapat dikemukakan, baik untuk keperluan
manajemen PT PLN (Persero) maupun untuk kepentingan penelitian
lanjutan.
Universitas Sumatera Utara
114
5.2.1 Saran Untuk Manajemen
1. Manajemen PT PLN (Persero) menyadari bahwa penetapan Base
Value pada nilai isolasi pengaruh pembelajaran terhadap peningkatan
kinerja memiliki kelemahan karena sesungguhnya nilai isolasi yang
lebih tepat dapat diperoleh dari responden terkait bukan dari nilai
penetapan Base Value. Oleh karena itu, dengan mempertimbangkan
kendala waktu dan biaya, jika memungkinkan pihak manajemen PT
PLN (Persero) dapat menggunakan metode estimasi dalam
pengukuran Return on Training Investment (ROTI) pada setiap
program pembelajaran Pilot Project agar nilai isolasi pengaruh
pembelajaran terhadap peningkatan kinerja mendapatkan nilai yang
lebih tepat.
2. Sebagaimana telah dikemukakan sebelumnya, pelatihan bukanlah
satu‐satunya faktor yang berpengaruh terhadap peningkatan kinerja
pegawai, melainkan masih terdapat enam faktor lainnya (peningkatan
kapasitas pegawai, penetapan standar kerja, sistem penilaian kinerja,
pemberian feedback, kondisi kerja, serta sistem insentif). Dalam
kaitannya dengan hal tersebut, maka perusahaan perlu memperhatikan
pula perkembangan faktor‐faktor lainnya tersebut agar kinerja
perusahaan dapat meningkat secara signifikan.
Universitas Sumatera Utara
115
5.2.2 Saran Untuk Penelitian Lanjutan
1. Untuk lebih memperkuat hasil pengukuran Return on Training
Investment (ROTI) menggunakan metode Jack J. Phillips perlu
adanya sosialisasi terlebih dahulu kepada responden terkait untuk
meningkatkan pemahaman akan pengukuran ROTI ini, karena hasil
pengukuran ROTI juga bergantung pada hasil estimasi responden pada
kuesioner yang diberikan.
2. Dalam melakukan pengukuran Return on Training Investment (ROTI)
pada sebuah program pelatihan sangat perlu memperhatikan cara
konversi hasil perubahan kinerja akibat dari pelatihan kedalam nilai
finansialnya, karena akan sangat berpengaruh terhadap hasil
perhitungan ROTI.
3. Dalam melakukan pengukuran Return on Training Investment (ROTI)
pada sebuah program pelatihan tentu akan memakan waktu yang lama
dalam pelaksanaannya jika merujuk pada teori Jack J. Phillips,
mempertimbangkan hal tersebut dapat dicari solusi atau cara yang
lebih mudah bagi peneliti selanjutnya dengan mengintegrasikan hasil
evaluasi level 1 – level 4 sebelum pengukuran ROTI dilaksanakan.
Universitas Sumatera Utara
DAFTAR PUSTAKA
Almeida, Rita (2008).The Return to Firm Investments in Human Capital. SP
Discussion Paper No. 0822. Social Protection & Labor, The World Bank.
Anonymus (2005). 5 Creative ways to Measure Training Return on
[Link]’S Report on Managing Training & Develovment, 3,1-3
Arikunto, Suharsimi (2004), Tujuan Evaluasi. Dikutip tanggal 20 Maret 2019 “
[Link]
Barker, Kathryn. (2002). Why Train? Calculating the Return on Training
Investment. Burnaby : Open Learning Agency.
Bartel, Ann P. (2000). Measuring the Employer’s Return on Investments in
Training: Evidence from Literature. Industrial Relations, Vol 39, No. 3 (july
2000).
rd
Burns,Alvin [Link] Bush, R.F.(2000).Marketing Research 3 [Link] Cliff,
New Jersey: Prentice-Hall
Burrow,Jim&Berarnidelli,Paula (2003). Systematic Performance Improvement –
Refining the Space Between Learning and Result. Journal of Workplace
Learning ,15, 6-13
Carr,Wendy F.” Designing an Efective Training Evaluation Process”, SHRM
White Paper,December 1999.
Cyrs, Thomas E ( 1998). Evaluating Distance Learning Program and
[Link] Develovment Associates,3, 1-2.
Dessler, Gary. (2006). Manajemen Sumber Daya Manusia Jilid 1. Jakarta:
[Link].
Goldstein,Irwin (1993).”Training in Organizations : Needs
Universitas Sumatera Utara
rd
Assesment,Development, and Evaluation.3 [Link]:Brooks/cole/Pub-
ishingCompany.
Gomes, Faustino Cardoso. (2003), Manajemen Sumber Daya Manusia,
Yogyakarta : Cetakan Keempat, AndiOffset,
Gordon,Edward E” Training ROI” , Answering the Return on Invesment Puzle”,
SHRM White Paper,August 1999.
Hamalik, Oemar. (2007). Proses Belajar Mengajar. Jakarta : Bumi Aksara.
Hardjana. (2002). Training SDM yang Efektif, Yogyakarta: Kanisius Press.
Kirpatrick, Donald L. (1998). Evaluating Training Programs. San Fransisico:
Berret –Koehler.
Kirpatrick, Donald L and Kirkpatrick, James D. (2009). Evaluating Training
Programs 3rd Edition. San Fransisico: Berret –Koehler.
Lilly, Frances.” Four Steps to Computing Training ROI” , SHRM White
Paper,February 2001.
Lynch,Kara.,Akridge, Jay T.,Schaffer, Scott P. and Gray, Allan. (2006). A
Framework for Evaluating Return on Investment inManagement
Development Programs1. International Food and Agribusiness
Management Review. Volume 9, Issue 2, 2006.
Moekijat. (1990). Pengembangan dan Motivasi. Bandung : Pionir Jaya.
Nasution, Harmein. (2015). Pengelolaan Modal Manusia. Medan : USU Press.
nd
Noe,Raymond A. (2002). Employe Training and Development. 2 ed. New York:
McGraw-Hill
Philips,Jack J.(1997). Return on Invesment in Training and Performance
Improvement [Link] : Gulf Publishing company.
Universitas Sumatera Utara
Philips,Jack J.(2002). Return on Invesment in Training and Performance
Improvement Programs 2nd Edition. Houston : Gulf Publishing company.
Phillips, Jack. (2006) Return on Investment (ROI) Basics. Houston : ASTD Press.
Sudjana (2008), Training Evaluation. Dikutip 20 Maret 2019 “
([Link]
model-part-1/).
Tupamahu, Stefan dan Soetjipto, Budi W. (2005). Pengukuran Return on
Training Investment (ROTI). Lembaga Management, Fakultas Ekonomi
Universitas Indonesia.
Ulrich, Dave. (2009). The HR Scorecard mengaitkan Manusia, Strategi dan
Kinerja. Jakarta : Erlangga.
Widoyoko, Eko Putro. (2015). Teknik Penyusunan Instrumen Penelitian.
Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Yadapadithaya. (2001). Evaluating Corporate Training and Development: An Indian
Experience. Volume5, Issue4, 2001.
Universitas Sumatera Utara