100% menganggap dokumen ini bermanfaat (3 suara)
4K tayangan2 halaman

Prosedur Terapi Wicara di RSJD

Terapi wicara adalah ilmu yang mempelajari komunikasi verbal dan non verbal untuk memberikan terapi pada pasien dengan gangguan komunikasi. Tujuannya adalah memperbaiki kemampuan berbicara pasien agar dapat berinteraksi dengan lingkungan secara normal. Prosedurnya meliputi persiapan ruang dan alat, pemberian latihan berbicara sesuai gangguan pasien, serta edukasi kepada keluarga untuk terus melakukan terapi di rumah.

Diunggah oleh

indra aida
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (3 suara)
4K tayangan2 halaman

Prosedur Terapi Wicara di RSJD

Terapi wicara adalah ilmu yang mempelajari komunikasi verbal dan non verbal untuk memberikan terapi pada pasien dengan gangguan komunikasi. Tujuannya adalah memperbaiki kemampuan berbicara pasien agar dapat berinteraksi dengan lingkungan secara normal. Prosedurnya meliputi persiapan ruang dan alat, pemberian latihan berbicara sesuai gangguan pasien, serta edukasi kepada keluarga untuk terus melakukan terapi di rumah.

Diunggah oleh

indra aida
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TERAPI WICARA

RSJD No. Dokumen: No. Revisi: Halaman:


SUNGAI BANGKONG
PROVINSI KALIMANTAN BARAT 1
1/2

Ditetapkan:
Direktur Rumah Sakit Jiwa
Daerah Sungai Bangkong
STANDAR Tanggal terbit:
Provinsi Kalimantan Barat
PROSEDUR
4 Februari 2021
OPERASIONAL

dr. Batara Hendra Putra Sianipar


NIP. 197606132006041012

PENGERTIAN Terapi Wicara adalah Ilmu yang mempelajari perilaku komunikasi


verbal/non verbal yang dipergunakan untuk memberikan terapi
pada penderita gangguan perilaku komunikasi, yaitu kelainan
kemampuan bahasa, bicara, suara, irama/kelancaran, sehingga
penderita mampu berinteraksi dengan lingkungan secara wajar.
TUJUAN Suatu usaha perbaikan pembicaraan terhadap individu yang
mengalami gangguan dalam bahasa dan bicara dengan cara
bagaimana anak dapat mengeluarkan ide-ide yang ada dalam
bentuk kata-kata serta penguasaan bahasa.
KEBIJAKAN Keputusan Direktur Rumah Sakit Jiwa Daerah Sungai
Bangkong Provinsi Kalimantan Barat Nomor 57 Tahun 2021
Tentang Panduan Pelayanan Anak Berkebutuhan Khusus.
REFERENSI Peraturan Mentri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 81
Tahun 2014 Tentang Standar Pelayanan Terapi Wicara
PROSEDUR 1. Terapis menyiapkan ruangan dan alat peraga terapi wicara
2. Mencuci tangan / menggunakan APD sesuai standar
3. Terapis memberi salam dan menerima pasien masuk ke
ruang terapi yang telah dipersiapkan
4. Terapis memberikan Terapi Wicara pada Anak sesuai
dengan gangguan yang didapati, dengan beberapa jenis-
jenis terapi sebagai berikut:
a. Untuk organ bicara dan sekitarnya yang sifatnya
fungsional, Terapis mengikut sertakan latihan-latihan oral
motor exercises yang sesuai dengan organ yang
mengalami kesulitan.
b. Untuk artikulasi atau pengucapan menjadi kurang
sempurna karena adanya gangguan, latihan untuk
pengucapan diikutsertakan cara dan tempat pengucapan
(place and manners of articulation). Kesulitan pada
artikulasi/pengucapan biasanya dapat dibagi menjadi;
- penggantian (subtitution), misalnya: rumah menjadi
lumah
- Penghilangan (emision), misalnya: sapu menjadi apu
- Pengucapan untuk konsonan terdistorsi (distortion)
- Tidak jelas (indistint)
- Penambahan (addition).
5. Terapi Wicara diberikan pada pasien selama 50 menit
6. Terapis mencatat kegiatan terapi wicara yang diberikan dan
program terapi mandiri yang akan dilanjutkan orangtua di
TERAPI WICARA

RSJD No. Dokumen: No. Revisi: Halaman:


SUNGAI BANGKONG
PROVINSI KALIMANTAN BARAT 1
2/2

rumah di buku penghubung. Kemudian membuat laporan


terapi harian sesuai materi yang diberikan
7. Terapis memberikan edukasi serta informasi kepada
orangtua dan keluarga pasien tentang kegiatan terapi wicara
yang diberikan dan rencana kegiatan terapi mandiri yang
dilakukan dirumah
8. Terapis menyampaikan terima kasih, dan mengingatkan
orangtua melanjutkan terapi mandiri dirumah dan mencatat
kegiatan tersebut pada buku penghubung yang disediakan
9. Terapis merapikan ruangan dan menyiapkan alat peraga
terapi wicara pada pasien berikutnya
UNIT TERKAIT
Instalasi Anak Berkebutuhan Khusus

Anda mungkin juga menyukai