0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
40 tayangan4 halaman

Memahami ISM Code untuk Keselamatan Kapal

ISM Code adalah standar manajemen keselamatan dan lingkungan untuk industri pelayaran yang dipersyaratkan melalui peraturan perundangan. ISM Code terdiri dari 13 kode yang meliputi kebijakan keselamatan, tanggung jawab perusahaan, personil, rencana operasi, dokumentasi, dan sertifikasi. Penerapan ISM Code diwajibkan bagi kapal berbendera Indonesia melalui peraturan pemerintah dan diaudit oleh lembaga yang ditunjuk.

Diunggah oleh

Fadhil
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
40 tayangan4 halaman

Memahami ISM Code untuk Keselamatan Kapal

ISM Code adalah standar manajemen keselamatan dan lingkungan untuk industri pelayaran yang dipersyaratkan melalui peraturan perundangan. ISM Code terdiri dari 13 kode yang meliputi kebijakan keselamatan, tanggung jawab perusahaan, personil, rencana operasi, dokumentasi, dan sertifikasi. Penerapan ISM Code diwajibkan bagi kapal berbendera Indonesia melalui peraturan pemerintah dan diaudit oleh lembaga yang ditunjuk.

Diunggah oleh

Fadhil
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Mengenal Standar ISM Code untuk Keselamatan Perkapalan

Mengenal Standar ISM Code untuk Keselamatan Perkapalan

ISM Code adalah salah satu contoh standar sistem manajemen K3 dan Lingkungan. Lebih

kurang sejajar dengan OHSAS 18001:2007 dan ISO 14001:2004. ISM Code bukanlah standar

sistem manajemen yang

dijalankan  atas  asas  sukarela  melainkan  merupakan  standar  manajemen  K3  dan  Lingku

ngan  yang

dipersyaratkan  melalui  peraturan  perundangan  dan  persyaratan  lain.  Di  Republik  Indone

sia,  sistem manajemen K3 yang jelas-jelas merupakan kewajiban berdasarkan peraturan

perundang-undangan adalah Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3)

yang telah diamanatkan melalui Peraturan Pemerintah No 50 Tahun 2012.

ISM Code lahir dari kebutuhan pengelolaan keselamatan di kapal yang disebabkan oleh

tingginya angka kecelakaan kerja di bidang maritim dan dunia pelayaran. Berdasarkan

resolusi IMO A.741(18) yang disahkan pada tanggal 4 November 1993 lahirlah International

Management Code for the Safe Operation and for Pollution Prevention. Code atau ketentuan

ini kemudian diadopsi oleh SOLAS (Safety of Life At Sea) dalam satu bab sendiri yaitu pada

bab IX. SOLAS salah satu konvensi internasional untuk keselamatan di dunia maritim.

Di  dalam  Bab  IX  SOLAS  ini,  ISM  Code  dijelaskan  sebagai  Ketentuan  Manajemen  Int

ernasional  untuk  pengoperasian  kapal  secara  aman  dan  pencegahan  pencemaran  yang  d

iadopsi  oleh  Organisasi  dengan  resolusi A.741.
Di Republik Indonesia sendiri, penerapan ISM Code (yang merupakan bagian dari SOLAS

juga) dipersyaratkan berlandaskan kepada beberapa peraturan perundangan sebagai berikut:

1.       UU No 21 tahun 1992 tentang Pelayaran

2.       UU No 17 tahun 2008 tentang Pelayaran yang merupakan penyempurnaan dari UU No 21

Tahun 1992

3.       Keppres No 65 tahun 1980 tentang Ratifikasi SOLAS

4.       SK Dirjen Perla No PY. 67/1/6-96 tanggal 12 Juli 1996 tentang Pemberlakuan

Manajemen Keselamatan Kapal (ISM Code)

Berdasarkan  SK  Dirjen  tersebut  ISM  Code  berlaku  bagi  kapal-kapal berbendera

Indonesia yang digunakan untuk pelayaran dalam negeri dan internasional. Mobile Offshore

Drilling Unit (yang berbobot

kotor  lebih  dari  500  ton)  atau  MODU  yang  digunakan  dalam  proses  pengeboran  miny

ak  juga  termasuk  dalam  kapal  yang diwajibkan memberlakukan ISM Code ini. Seperti

halnya OHSAS 18001:2007 dan ISO 14001:2004, ISM Code terdiri  dari beberapa

elemen/klausul atau di ISM disebut sebagai Code.

Code  tersebut  lebih  kurang  identik  dengan  klausul-klausul  yang  menjadi  persyaratan

OHSAS dan ISO.


Berikut adalah aturan, ketentuan, kode (atau klausul) yang terdapat  di ISM:

1.       Code 1: Umum (terdiri dari Definisi, Tujuan, Aplikasi dan persyaratan fungsional untuk

safety management system)

2.       Code 2: Kebijakan Keselamatan dan Perlindungan Lingkungan

3.       Code 3: Tanggung Jawab dan Kewenangan Perusahaan

4.       Code 4: Personil yang ditunjuk

5.       Code 5: Tanggung Jawab dan Kewenangan Nakhoda

6.       Code 6: Sumber Daya dan Personil

7.       Code 7: Pengembangan Rencana Pengoperasian di Kapal

8.       Code 8: Kesiagaan Keadaan Darurat

9.       Code 9: Laporan dan Analisis Ketidaksesuaian, Kecelakaan dan Kejadian Berbahaya

10.   Code 10: Pemeliharaan Kapal dan Peralatannya

11.   Code 11: Dokumentasi

12.   Code 12: Verifikasi, Peninjauan dan Evaluasi Perusahaan

13.   Code 13: Sertifikasi, Verifikasi dan Pengendalian


Sertifikat ISM Code ini terdiri

dari  dua  sertifikat  yaitu Document   of  Compliance  (DOC)  dan  Safety

Management  Certificate  (SMC).  DOC  diberikan  kepada  Perusahaan

pemilik  kapal  sedangkan  SMC  diberikan  kepada  Kapal.  Untuk  kapal berbendera

Indonesia, baik DOC dan SMC diterbitkan oleh Pemerintah

Indonesia.  Sedangkan  untuk  kapal  berbendera  asing,  sertifikatnya  diterbitkan  oleh  negar

a  asal.  Kedua  sertifikat  ini  berlaku  selama  5 tahun.

Sebagai  konsekuensi  kegagalan  penerapan  ISM  Code  di  Indonesia  sebagaimana  telah  d

iamanatkan  melalui  persyaratan  perundang- undangan, apabila kapal-kapal berbendera

Indonesia belum dilengkapi  dengan sertifikat ISM Code, maka kapal tersebut tidak

diperkenankan  untk  melakukan  pelayaran  internasional  untuk  menyinggahi  pelabuhan-

pelabuhan mereka. Demikian pula kapal-kapal asing yang singgah di Indonesia.

Sebagaimana  disebutkan  bahwa  sertifikatnya  diterbitkan  oleh

pemerintah,  di  Indonesia  melalui  peraturan  perundangan  pula,  ditunjuk  satu  lembaga  se

bagai  perwakilan  pemerintah  untuk  melakukan  audit  penerapan  ISM  Code  ini,  baik  ke

pada  perusahaan  (untuk  mendapatkan  DOC)  dan  kapal  (untuk  mendapatkan  SMC).

Dalam sertifikasi penerapan OHSAS 18001 dan ISO 14001 dikenal pre-

assessment,  audit  surveillance  dan  audit  sertifikasi.  Dalam  penerapannya di Indonesia,

ISM Code dapat diaudit melalui 5

macam  jenis  audit  yaitu  Audit  Pertama  (registrasi),  Audit  Tahunan,  Audit  Antara,

Audit Pembaharuan dan Audit Setiap saat.

Anda mungkin juga menyukai