BUKU PANDUAN
MASA PENGENALAN LINGKUNGAN SEKOLAH
TAHUN PELAJARAN 2021/2022
SMK NEGERI 1 SINDANGBARANG
Alamat: Jl. Raya Sindangbarang-Cianjur Km.10 Kp.
Mekar Asih, Desa Jaygiri-Cianjur
LEMBAR PENGESAHAN
KETUA MPLS SEKRETARIS MPLS
Ridwan, [Link]. Rachmatulloh Ramdani, [Link].
Nip.
DATA KELOMPOK
NAMA KELOMPOK
KETUA
ANGGOTA I
ANGGOTA II
ANGGOTA III
ANGGOTA IV
ANGGOTA V
ANGGOTA VI
Kata Pengantar
Puji dan sukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT. Atas selesainya
penyusunan Buku Panduan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah, tahun Pelajaran
2021/2022 dengan berkat bantuan dari bebagai pihak.
Semoga apa yang kami susun di dalam buku ini dapat bermanfaat bagi
semua, serta dapat memberikan penerangan, gambaran, serta panduan khususnya
bagi siswa baru yang mulai tahun ini menginjakan kakinya di SMKN 1
Sindangbarang yang kita Cinati ini.
Kami berharap para siswa siswi baru dapan menjalankan proses MPLS
dengan sebaik- baiknya, sesuai dengan aturan dan tata tertib yang dicantumkan
dalam buku panduan ini.
Akhirnya, dengan segala kekurangan dan keterbatasan materi yang kami
susun, kami berharap mudah-mudahan kegiatan MPLS ini dapat berguna dan
bermanfaat bagi seluruh siswa/siswi baru, terlebih kami berharap apa yang
disampaikan dalam kegiatan ini dapat dijadikan acuan dan dasar dalam kegiatan
belajar mengajar selam berada di SMKN 1 Sindangbarang.
Sindangbarang, Juli 2021
PANITIA
DAFTAR ISI
Lembar Pengesahan
Data Kelompok
Kata Pengantar
Daftar Isi
Tata Tertib
MATERI
Profil Sekolah
Sekolah Ramah Anak
Penguatan Pendidikan Karakter
Narkoba dan Dampaknya Bagi Kesehatan
Sadar Hukum
Budaya Hidup Bersih dan Sehat dan Protokol Kesehatan
Kewirausahaan
Pendidikan Anti Korupsi
Ekstra Kurikuler Sekolah
Peningkatan Pemahaman Ideologi Pancasila
TATA TERTIB
Peserta MPLS SMKN 1 Sindangbarang
Kewajiban Peserta :
1. Hadir 15 menit sebelum acara dimulai Dalam [Link]
2. Mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang telah tercantum dalam jadwal
MOS.
3. Patuh dan taat kepada Panitia, baik dari Guru maupun dari siswa (OSIS
SMKN 1 Sindangbarang)
4. Mengisi daftar hadir setiap kali mengikuti kegiatan (diabsen). Peserta karena
sesuatu dan lain hal berhalangan hadir/tidak dapat mengikuti kegiatan, harus
memberitahukan kepada Panitia.
5. Melaksanakan segala tugas yang di berikan oleh Panitia dan Pembimbing.
Sindangbarang, Juli 2021
Panitia
MATERI
1. PROFIL SEKOLAH
2. SEKOLAH RAMAH ANAK
Oleh : Anisa Widya Prihartini, [Link]
1. Pengertian Sekolah Ramah Anak
Sekolah ramah anak adalah unit satuan pendidikan, baik formal, nonformal, dan
informal yang mengutamakan keamanan, kebersihan, kesehatan, kepedulian,
berbudaya lingkungan hidup, memberikan jaminan, memenuhi, menghargai akan
hak-hak anak serta melindungi anak dari kekerasan, diskriminasi, bullying, dan
tindakan salah lain.
2. Latar Belakang SRA*
Banyaknya kasus kekerasan yang terjadi pada anak baik di sekolah maupun diluar
sekolah menjadi hal yang sangat disayangkan oleh banyak pihak, hal itu dikarenakan
anak - anak adalah generasi penerus bangsa yang harus kita jaga dan kita didik
sebaik mungkin. Banyaknya kasus kekerasan yang terjadi pada anak akan
memberikan banyak dampak negatif terhadap perkembangan psikis anak.
Seperti di beritakan dalam Kompas bahwa sebanyak 3.683 anak menjadi korban
kekerasan selama bulan januari - juni 2021. Selain itu dikutip dari Berita satu
disebutkan bahwa kasus kekerasan di kota Tangerang meningkat 40% selama masa
pandemi, dan masih banyak lagi berita mengenai kasus kekerasan pada anak ini.
Selain kasus kekerasan pada anak banyak terjadi juga kasus berupa bullying terhadap
siswa - siswa di sekolah baik berupa verbal, non verbal maupun cyber bullying..
Banyak diberitakan di media massa elektronik bahwa banyak sekali terjadi kasus
bullying kepada siswa yang mengakibatkan trauma kepada siswa itu sendiri maupun
pelaku bullying. Bahkan jika kita mencari tentang kasus bullying dan kekerasan
terhadap anak di mesin pencarian google banyak sekali kasus - kasus perundungan
dan kekerasan tersebut.
Hal ini yang menyebabkan pemerintah berupaya untuk mewujudkan sekolah menjadi
sekolah Ramah Anak dimana Sekolah diharapkan menjadi wadah atau tempat yang
nyaman untuk anak, terbebas dari kekerasan baik verbal, non verbal maupun cyber
bullying, hal itu dikarenakan waktu belajar anak di sekolah relatif lama yaitu sekitar
8 jam per hari dan akan lebih dari 8 jam jika mereka mengikuti kegiatan
ekstrakurikuler. Jadi 1/3 waktu anak dihabiskan di sekolah maka dari itu alangkah
baiknya jika Sekolah tempat anak - anak menghabiskan 1/3 waktunya bisa menjadi
tempat berlindung dari tindak kekerasan, sekolah menjadi tempat yang
memperhatikan serta memenuhi hak - hak anak dan sekolah juga menjadi tempat
mengadu anak - anak dari kekerasan baik verbal, non verbal maupun cyber crime.
Karena hal - hal tersebut maka pemerintah berupaya mewujudkan Program Sekolah
Ramah Anak.
3. Konsep Sekolah Ramah Anak
Konsep ini mengacu pada perlindungan dan pemenuhan hal anak selama di sekolah
berdasarkan gerakan BARISAN, yaitu sebagai berikut.
B = Bersih
A = Aman
R = Ramah
I = Indah
I = Inklusif
S = Sehat
A = Asri
N = Nyaman
4. Prinsip Sekolah Ramah Anak
Prinsip dibawah ini merupakan hal yang mendasari terciptanya sekolah ramah anak.
Adapun isinya adalah sebagai berikut.
1. Nondiskriminasi, artinya setiap anak bisa mendapatkan haknya tanpa adanya
diskriminasi.
2. Kepentingan terbaik bagi anak, artinya semua kebijakan atau keputusan yang
dibuat nantinya benar-benar terbaik bagi pendidikan anak.
3. Hidup, kelangsungan hidup, dan perkembangan, artinya lingkungan sekolah
memperhatikan martabat anak dan memberikan jaminan akan perkembangan setiap
anak.
4. Penghormatan terhadap pandangan anak, artinya menghormati setiap pandangan
anak yang berpengaruh pada perkembangannya.
5. Pengelolaan yang baik, artinya adanya jaminan akan keterbukaan, akuntabilitas,
partisipasi, dan supremasi hukum di sekolah.
5. Komponen Sekolah Ramah Anak
Adapun komponen yang harus dikembangkan adalah sebagai berikut.
1. Kebijakan untuk menjalankan program sesuai dengan perencanaan yang telah
ditetapkan.
Yaitu berupa Komitmen tertulis dalam bentuk pakta integritas sebagai komitmen
semua pihak dalam mencegah tindak kekerasan dan pelecehan pada anak.
2. Pelaksanaan kurikulum harus ramah pada anak, sehingga pelaksanaan
pembelajaran bisa berjalan dengan optimal.
Penilaian hasil belajar mengacu kepada apa yang menjadi hak-hak bagi anak. Tak
hanya itu, pada proses pembelajaran diharapkan bahan yang digunakan bebas dari
unsur pornografi dan kekerasan. Proses pembelajaran dapat meningkatkan kedekatan
antara pendidik dan peserta didik.
3. Pendidik dan tenaga kependidikan harus terlatih dan memahami dengan baik akan
hak-hak anak.
Komponen tersebut antara lain pimpinan satuan pendidikan, guru, guru bimbingan
konseling, petugas perpustakaan, tata usaha, petugas keamanan, petugas kebersihan,
dan pembimbing ekstrakurikuler.
Pelatihan hak-hak anak serta pembinaannya bisa dilakukan dalam bentuk grup kerja.
4. Sarana dan prasarana harus mampu memberikan jaminan kenyamanan bagi anak
dalam beraktivitas.
Sarana dan prasarana Sekolah Ramah Anak (SRA) harus memenuhi aspek
keselamatan, kesehatan, kenyamanan, kemudahan, keamanan dan kelengkapan
fasilitas yang mendukung aspek tersebut.
5. Partisipasi anak yang ditunjukkan dalam bentuk ketaatan pada aturan yang berlaku
serta anak mampu bersosialisasi di lingkungan sekolah.
Pada komponen partisipasi juga setiap anak diberi jaminan dalam proses pengaduan
dari kasus yang mungkin dialami. Peserta didik diberi hak membuat komunitas anti
kekerasan serta memberikan hak untuk ikut kegiatan ekstrakurikuler yang diminati.
6. Partisipasi dari orang tua dengan memantau kegiatan anak selama di sekolah.
Kebijakan Sekolah Ramah Anak dibuat dengan melibatkan partisipasi berbagai
elemen di masyarakat seperti pihak orang tua, dunia usaha, lembaga masyarakat,
para alumni maupun pemangku kepentingan lainnya dalam rangka memberikan
masukan dan keterlibatan positif dalam pelaksanaan SRA tersebut.
6. Syarat² Sekolah Ramah Anak
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak era Kabinet Kerja,
Yohana Yambise, menyatakan bahwa untuk menciptakan sekolah ramah anak suatu
sekolah harus memenuhi syarat berikut.
1. Memiliki kantin sehat
2. Merupakan kawasan bebas rokok
3. Merupakan kawasan bebas miras dan NAPZA
4. Merupakan kawasan bebas LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender)
5. Merupakan kawasan bebas kekerasan, baik kekerasan verbal maupun nonverbal
7. Tugas😊😊 :
1. Mencari berita tentang kekerasan terhadap anak/perempuan/bullying minimal 3
berita yang ada di media elektronik.
2. Screenshoot berita tersebut sertakan sumber beritanya.
3. Buat Video dari kolase berita tadi disertai caption berupa SLOGAN "STOP
Kekerasan Pada Anak " buat semenarik mungkin.
4. Video boleh menggunakan aplikasi edit video apa saja asal sopan.
5. Durasi Video maksimal 30 detik.
Selamat Mengerjakan..🙂🙂
Berikut ada kutipan menarik yang bisa mdisimak oleh kita semua :
"Saya tidak menyukai kekerasan,
karena ketika kekerasan digunakan untuk melakukan kebaikan, kebaikan itu
hanyalah sementara; kejahatan yang dilakukannya permanen"
~ Mahatma Gandhi ~
Sekian materi Sekolah Ramah Anak
Terimakasih^^