COC PADA IBU PERMASALAHAN FISIK (DISABILITAS)
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Askeb Pada Perempuan dan
Anak Rentan
Dosen Pengampu Vistra Veftisia, [Link].,M. PH
Oleh Kelompok 1
Nada Hilma Husnia (152201058)
Reni Setiyawati (152201061)
Mila Ariessta Lestari (152201062)
Popon Sumarni (152201063)
Sonia Agustin (152201064)
UNIVERSITAS NGUDI WALUYO
PRODI SARJANA KEBIDANAN
TAHUN AKADEMIK
2020/2021
Asuhan Kebidanan Ibu Hamil Pada Ny. R Umur 31 Tahun G2P1A0
Umur Kehamilan 34 Minggu Dengan Sciatica
Di Puskesmas Banyuanyar Surakarta
1. Asuhan Kebidanan Ibu Hamil
Hari/tanggal : Minggu, 6 Januari 2019 Jam : 17.00 WIB
Tempat : Rumah Ny.R
a. Data Subjektif
Ibu mengatakan bernama Ny. R, umur 31 tahun bersuku Jawa, berbangsa
Indonesia, beragama kristen, pendidikan terakhirnya SMK, pekerjaan
wiraswasta bidang perdagangan, sedangkan nama suaminya Tn. S, umur 39
tahun, pendidikan terakhir SMP, bekerja wiraswasta, alamat Bayan RT 2/RW 7,
Kadipiro, Banjarsari, Surakarta.
Ibu mengatakan Menarche pada saat umur 11 tahun, lamanya ± 7 hari, ganti
pembalut 3x/hari, menstruasi tidak teratur dengan siklus 29 hari, mengeluhkan
desminorea saat hari pertama dan kedua. HPHT nya 12 Mei 2018, HPL 19
Februari 2019, umur kehamilan 34 minggu, ANC teratur di Puskesmas
Banyuanyar sebanyak ± 7x pada TM I 1x, TM II 3x, TM III 3x dan
Laboratorium Klinik Budi Sehat sebanyak 4x pada TM I 1x, TM II 1x, TM III
2x, selama hamil ibu sudah mendapatkan penyuluhan tentang Fe, imunisasi TT
5x yaitu saat bayi , SD kelas 1 dan 2, dan capeng. Ibu mengatakan keluhan TM
I, TM II, TM III masih mual dan muntah apabila mencium bau bawang dan
daging ayam serta sapi. Pergerakan janin dalam waktu 24 jam terakhir ±
10x/hari. Tidak memiliki riwayat penyakit kehamilan seperti eklamsia, plasenta
previa, tekanan darah tinggi.
Ibu mengatakan ini kehamilan keduanya, pernah melahirkan 1x tahun 2012
dan belum pernah keguguran. Riwayat kehamilan yang pertama umur
kehamilan cukup bulan ± 37+6 minggu, jenis persalinan normal, terdapat
penyulit kala I lama, penolong dokter di RSUD Dr. Moewardi dengan diinfus
RL dan di induksi, jenis kelamin laki-laki, berat badan lahir 3500 gram, nifas ±
3 minggu, usia anak sekarang 6,5 tahun ,keadaan sehat.
Ibu mengatakan yang pertama pernah memakai alat kontrasepsi kondom
lama pakai hanya beberapa bulan setelah pernikahan, kedua pakai implant ± 4
tahun lepas, pasang lagi lama pakai ±2,5 tahun, keluhan flek-flek, berat badan
naik, tahun lepas bulan April tahun 2018, dengan alasan ingin menambah anak.
Ibu tidak memiliki riwayat penyakit yang pernah diderita yang disebabkan
karena kehamilan seperti tekanan darah selalu tinggi, sakit kepala yang parah,
denyut jantung tidak teratur (hipertensi) , penurunan berat badan yang drastis,
cepat haus dan sering BAK pada malam hari, luka tak kunjung sembuh (DM),
mual, muntah, jarang BAK, volume urine berkurang (ginjal), tidak mengalami
sesak napas, alergi pada debu (asma), nyeri tekan dada bagian kiri, berdebar-
bedar, mudah lelah (jantung), belum pernah mendapat pengobatan, tidak ada
alergi terhadap obat.
Ibu mengeluh sering mengalami nyeri pada punggung seperti ditusuk jarum
panas, dan terasa nyeri sampai ke bokong sebelah kanan hingga betis. Betis
seing mati rasa dan sulit digunakan untuk berjalan.
Ibu mengatakan tidak pernah mengalami nyeri tekan dada bagian kiri,
berdebar-debar, mudah lelah (jantung), tidak pernah mengalami batuk lebih dari
3 bulan sampai mengeluarkan darah, demam (TBC), tidak pernah mengalami
sesak napas, alergi pada debu (Asma), tidak pernah mengalami penurunan berat
badan yang drastis, cepat haus dan sering BAK pada malam hari, luka tak
kunjung sembuh (DM), tidak pernah mengalami perubahan warna kulit, kuku,
dan mata menjadi kuning (hepatitis), tidak pernah mengalami kejang sampai
mengeluarkan busa, sakit kepala, depresi (epilepsi), tidak pernah mengalami
kencing nanah/nyeri saat BAK, keputihan yang lama dan bau busuk, warna
hijau (gonore), tidak pernah mengalami flu/diare yang berkepanjangan,
sariawan tidak kunjung sembuh, penurunan BB (HIV-AIDS), tidak pernah
mengalami keputihan/nanah yang berbau, gatal dan berwarna kuning kehijauan
luka pada daerah kemaluan (sipilis).
Ibu mengatakan dalam keluarganya ada yang memiliki riwayat gejala
penyakit jantung lemah yaitu ibu kandung tetapi sudah sembuh, tidak memiliki
riwayat penyakit TBC, asma, DM, hepatitis, epilepsy, gonorea, HIV-AIDS,
sipilis, dan ibu mengatakan memiliki keturunan kembar dari ibunya suami.
Ibu mengatakan menikah 1x, pada usia 25 tahun dan usia suami 33 tahun,
lama pernikahan ±6,5 tahun, respon ibu terhadap kehamilan yang kedua senang
dan bahagia, keluarga juga senang dengan kehamilannya sekarang, rencana
menyusui dengan ASI Eksklusif sampai 6 bulan. Suaminya merokok, tidak
minum-minuman keras, jamu. Rencana melahirkan di puskesmas di tolong
bidan. Pengambilan keputusan dalam keluarga adalah suami.
Ibu mengatakan pola pemenuhan kebutuhan sehari-hari sebelum hamil
yaitu makan 3-4x sehari, porsi sedang, jenis makanan nasi, sayur, lauk, buah,
tidak ada makanan pantang. Minum 8-9 gelas/hari, jenis air putih dan teh. Tidur
siang ±1 jam/hari, tidur malam ± 7-8 jam/hari. BAK 4-5x/hari, warna kuning
jernih, BAB 1x/2 hari, konsistensi lunak. Personal hygiene Mandi 2x/hari,
keramas 2- 3x/minggu, sikat gigi 2x/hari, ganti pakaian 2x/hari, aktivitas sehari-
hari melakukan pekerjaan rumah tangga, bekerja, mengurus anak, berekreasi 1x
seminggu. Pola hubungan seksual 1x/minggu. Tidak ada keluhan pada pola
pemenuhan kebutuhan sehari-hari sebelum hamil. Saat ini, makan 1-2x/hari, ½
porsi sedang, jenis makanan nasi, sayur, lauk, buah. Minum 9-10 gelas/ hari,
jenisnya air putih dan teh. Tidur siang ± 1 jam, tidur malam 7-8 jam. BAK 5-7
kali/ hari, warna jernih. Aktivitas sehari-hari mengerjakan pekerjaan rumah
tangga, bekerja, mengurus anak, dibantu suami dan keluarga, 1 bulan sekali
berekreasi. Pola hubungan seksual 1x/bulan. Ada keluhan pada pola pemenuhan
kebutuhan sehari-hari selama hamil yaitu mual jika mencium bau bawang serta
makan daging ayam dan sapi.
b. Data Objektif
Pemeriksaan umum, meliputi: keadaan umum baik, kesadaran
composmentis, Tekanan darah 120/90 mmHg, Nadi 85x/menit, Suhu 36,5 0C,
pernapasan 24x/menit. BB sebelum hamil 85 kg, BB saat ini 88 kg, TB 153 cm,
LILA 34 cm.
Pemeriksaan fisik, meliputi: Kepala rambut hitam, panjang, bergelombang,
bersih, tidak rontok, tidak berketombe. Muka simetris, tidak pucat, tidak ada
cloasma gravidarum, tidak odema. Conjungtiva mata sedikit pucat tidak anemis,
sclera tidak ikterus, warna putih. Hidung simetris, berlubang, tidak ada secret,
tidak ada benjolan. Telinga simetris, berlubang, tidak ada serumen. Mulut tidak
ada sariawan. Gusi tidak ada kemerahan, tidak ada stomatitis. Gigi bersih, tidak
berlubang, tidak ada caries, warna putih. Bibir simetris, lembab, merah
kecoklatan. Leher tidak ada pembengkakan kelenjar tyroid, tidak ada
pembesaran limfe. Dada simetris. Mammae simetris, ada hiperpigmentasi, tidak
ada benjolan yang abnormal, belum ada pengeluaran, puting susu menonjol.
Abdomen ada linea, tidak ada bekas operasi, pembesaran perut sesuai
kehamilan. Palpasi Leopold I TFU Pertengahan Pusat- Prosesus Xiphoideus
(PX), teraba bulat, lunak, tidak melenting (bokong). Leopold II bagian kanan
ibu teraba bagian kecil-kecil (ekstremitas). Bagian kiri ibu teraba panjang, keras
(punggung). Leopold III bagian terbawah teraba bulat, keras, melenting
(kepala), masih bisa digerakkan, bagian terbawah janin belum masuk panggul.
Leopold IV : tidak dilakukan Mc Donald (TFU) 27 cm, TBJ : (27-12)x155 =
2325 gram. DJJ (+), frekuensi 157x/menit, irama teratur, punctum maximum
kuadran IV bawah pusat. Genetalia tidak ada keputihan, tidak oedema, tidak
ada varises, tidak ada pengeluaran cairan, tidak ada luka jahit. Ekstremitas atas
simetris, tidak odema, jumlah jari tangan kanan 5/ jari tangan kiri 5 dan
ekstremitas bawah simetris, terasa nyeri, tidak oedema, jumlah jari kaki kanan
5/ jari kaki kiri 5, warna kuku merah muda, ekstremitas bawah tidak ada varises,
pergerakan normal, turgor baik.
Pemeriksaan panggul luar Distasia Spinarum 27,5 cm, Distasia Cristarum
27 cm, Conjugata Externa 22 cm, Lingkar Panggul 105 cm.
Pemeriksaan Lab meliputi Haemoglobin 10,6 gr/dl, HbsAg negatif, HIV
Non Reaktif, Protein Urine negatif, Urine Reduksi Negatif, VDRL Non Reaktif,
Golongan Darah O.
c. Assesment
Ny. R umur 31 tahun G2P1A0 umur kehamilan 34 minggu dengan Sciatica.
janin tunggal, hidup, intrauterine, letak memanjang, presentasi kepala
d. Penatalaksanaan
1) Memberitahu ibu tentang hasil pemeriksaannya
Keadaan umum baik, Kesadaran composmentis, TD 120/90 mmHg, Suhu
36,5 ºC, Respirasi 24x/menit, Nadi 85x/menit, BB sebelum hamil 85 kg, BB
saat ini 88 kg, TB 153 cm, LILA 34 cm. Pemeriksaan fisik dalam keadaan
normal
Evaluasi : Ibu sudah mengetahui hasil pemeriksaannya
2) Memberitahu ibu tentang hasil pemeriksaan janinnya
Palpasi Leopold I TFU Pertengahan Pusat- Prosesus Xiphoideus (PX),
teraba bulat, lunak, tidak melenting (bokong). Leopold II bagian kanan ibu
teraba bagian kecil-kecil (ekstremitas). Bagian kiri ibu teraba panjang, keras
(punggung). Leopold III bagian terbawah teraba bulat, keras, melenting
(kepala), masih bisa digerakkan, bagian terbawah janin belum masuk
panggul. Leopold IV : tidak dilakukan . Mc Donald (TFU) 27 cm, TBJ :
(27-12)x155 = 2325 gram. DJJ (+), frekuensi 157x/menit, irama teratur,
punctum maximum kuadran IV bawah pusat.
Evaluasi : ibu sudah mengetahui hasil pemeriksaan janinnya
3) Mengajurkan ibu untuk menggunakan korset kehamilan untuk mengangkat
baby bump sehingga berat pada perut dapat terdistribusi dengan rata untuk
memengaruhi tekanan pada tulang belakang sehingga membantu meredakan
linu panggul.
Evaluasi: ibu bersedia menggunakan korset kehamilan.
4) Menganjurkan ibu untuk melakukan terapi panas dingin untuk mengurangi
rasa sakit dan memberi kenyamanan maksimal selama 15 menit.
Evaluasi ; ibu bersedia melakukan terapi panas dingin.
5) Menganjurkan ibu untuk menghindari duduk dalam jangka waktu yang lama
serta menjaga postur yang benar saat duduk.
Evaluasi ; ibu bersedia
6) Menganjurkan ibu intuk segera ke fasilitas kesehatan apabila mengalamimati
rasa di daerah panggul atau kehilangan kontrol atas kandung kemih dan usus
9tidak bisa menahan BAK dan BAB) agar ditinjau oleh spesialis melalui
bantuan pemindaian MRI.
Evaliasi ; Ibu bersedia
7) Menjelaskan pada ibu untuk tetap mengkonsumsi makanan bergizi dan
seimbang yang mengandung karbohidrat seperti nasi, roti, gandum. protein,
seperti tahu, tempe, ikan, susu, karena itu selain daging ayam dan sapi.
Vitamin seperti kalsium, Fe. Lemak seperti lemak hewani dan nabati.
Berhubung ibu tidak suka dengan bau daging ataupun masakan yang
berdaging jadi bisa diganti agar tetap tercukupi kebutuhan protein.
Evaluasi : Ibu mengerti dan bersedia untuk mengkonsumsi selain daging agar
tetap terpenuhi sumber proteinnya.
8) Menjelaskan pada ibu tentang tanda bahaya kehamilan trimester III
a) Tanda bahaya kehamilan pada trimester III yaitu gejala preeklamsia,
gerakan janin kurang, perdarahan pervaginam, dan ketuban pecah dini.
b) Gejala preeklamsia yaitu pandangan mata kabur, sakit kepala yang hebat,
nyeri ulu hati, bengkak pada muka dan tangan. Bahayanya terhadap klien
yaitu kejang, kematian, gawat janin.
c) Gerakan janin yang kurang, yaitu kurang dari 10x/12 jam dan bahayanya
bagi janin yaitu gawat janin dan kematian dalam rahim.
d) Perdarahan pervaginam yaitu adanya perdarahan baik berupa bercak
maupun mengalir yang disebabkan solusio plasenta (perdarahan disertai
nyeri perut), plasenta previa (perdarahan tanpa disertai nyeri), bahaya bagi
klien dan janinnya yaitu gawat janin dan syok hipovolemik.
e) Ketuban pecah dini dan bahayanya terhadap klien maupun janinnya, yaitu
gawat janin dan infeksi.
f) Menganjurkan kepada klien untuk datang ke tempat pelayanan kesehatan
jika mengalami salah satu tanda di atas.
Evaluasi : ibu dapat menyebutkan tentang tanda bahaya trimester III seperti
gejala preeklamsia, ketuban pecah dini, gerakan janin yang kurang.
9) Menjelaskan pada ibu untuk memeriksakan kehamilannya untuk memantau
kesehatan dan keadaan ibu dan janinnya, yaitu 2 minggu lagi pada tanggal 16
Januari 2019
Evaluasi : ibu bersedia untuk memeriksakan kehamilannya Evaluasi : Ibu
bersedia untuk lebih banyak beristirahat
10) Memberikan konseling pada ibu tentang tablet Fe
a) Menjelaskan tentang zat besi, yaitu unsur pembentuk sel darah merah
yang sangat dibutuhkan oleh ibu hamil guna mencegah terjadinya anemia
selama kehamilan.
b) Kegunaan zat besi yaitu sebagai zat penambah darah dan mencegah
timbulnya anemia selama kehamilan yang dapat membahayakan jiwa ibu
dan menghambat pertumbuhan janin.
c) Dosis tablet Fe perhari yaitu 60 mg/hari.
d) Kebutuhan tablet Fe selama hamil yaitu minimal 90 tablet.
e) Waktu yang tepat untuk mengkonsumsi tablet Fe yaitu pada malam hari
menjelang tidur, karena untuk mengurangi efek mual.
f) Cara minum tablet Fe yaitu diminum dengan air putih dan bersamaan
dengan vitamin C atau buah yang mengandung vitamin C.
g) Hal yang dapat menghambat penyerapan tablet Fe yaitu, tablet Fe tidak
boleh dikonsumsi bersamaan dengan teh, kopi dan susu karena akan
menghambat penyerapan tablet Fe.
h) Efek samping tablet Fe yaitu mual, susah BAB, warna tinja dapat menjadi
hitam kecoklatan
i) Bahan makanan yang banyak mengandung zat besi yaitu sayuran
berwarna hijau tua, daging merah, kacang-kacangan dan hati.
Evaluasi : ibu sudah paham tentang tablet Fe.
11) Melakukan dokumentasi hasil pemeriksaan Evaluasi : Dokumentasi
telah dilakukan
DATA PERKEMBANGAN I
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA KEHAMILAN
Hari/Tanggal : Kamis, 10 Januari 2019 Jam :
17.30 WIB
Tempat : Laboratorium Klinik Budi Sehat Surakarta
a. Data Subjektif
Ibu mengatakan ingin memeriksakan kehamilannya yang ke 2 di
Laboratorium Klinik Budi Sehat untuk USG. Terakhir USG waktu TM II. Tidak
ada keluhan. Ibu mengatakan Tablet Fe 60 mg masih 12 tablet, Kalsium 500 mg
masih 4 tablet, dan vit. C 50 mg masih 6 tablet.
b. Data Objektif
Didapatkan hasil Keadaan umum baik, Kesadaran composmentis, TD 90/60
mmHg, Nadi 86 x/menit, Respirasi 23x/menit, Suhu 36,5 0C, Hasil USG
plasenta letak diatas, air ketuban jernih, masih banyak, terdapat lilitan tali pusat
1 di leher, BB janin 2635 gram, DJJ 134 x/menit irama teratur. Palpasi Leopold
I TFU Pertengahan Pusat- Prosesus Xiphoideus (PX), teraba bulat, lunak, tidak
melenting (bokong). Leopold II bagian kanan ibu teraba bagian kecil-kecil
(ekstremitas). Bagian kiri ibu teraba panjang, keras (punggung). Leopold III
bagian terbawah teraba bulat, keras, melenting (kepala), masih bisa digerakkan,
bagian terbawah janin belum masuk panggul. Leopold IV : Tidak dilakukan.
Mc Donald (TFU) 29 cm, TBJ : (29-12)x155 = 2635 gram. DJJ (+), frekuensi
134x/menit, irama teratur, punctum maximum kudran IV.
c. Assesment
Didapatkan diagnosa kebidanan Ny. R usia 31 tahun G2P1A0 dengan umur
kehamilan 34+4 minggu janin tunggal, hidup, letak memanjang, presentasi
kepala, punggung kiri, anemia ringan.
d. Penatalaksana
1) Memberitahu ibu hasil pemeriksaan tentang kondisi ibu dan janinnya sehat.
a) pemeriksaan umum, Keadaan umum baik, Kesadaran Composmentis, TD
90/60 mmHg, Nadi 86 x/menit, Respirasi 23x/menit, Suhu 36,5 0C.
b) pemeriksaan Leopold:
(1)Leopold I TFU Pertengahan Pusat- Prosesus Xiphoideus (PX), teraba
bulat, lunak, tidak melenting (bokong).
(2)Leopold II bagian kanan ibu teraba bagian kecil-kecil (ekstremitas).
Bagian kiri ibu teraba panjang, keras (punggung).
(3)Leopold III bagian terbawah teraba bulat, keras, melenting (kepala),
masih bisa digerakkan, bagian terbawah janin belum masuk panggul.
(4)Leopold IV : Tidak dilakukan.
c) Hasil USG : Plasenta letak diatas, Air Ketuban jernih, masih
banyak, terdapat lilitan tali pusat 1 di leher, BB janin 2635 gram.
d) DJJ (+), frekuensi 134x/menit, irama teratur, punctum maximum kuadran
IV bawah pusat.
Evaluasi : Ibu sudah mengetahui hasil pemeriksaan
2) Memberitahu bahwa ibu harus diet karbohidrat dan yang manis-manis seperti
es teh manis, teh manis, kue manis, karena beratnya sudah besar dengan
mengingat TBJ janin sudah 2635 gram dengan UK 34+4 minggu.
Evaluasi : Ibu berssedia untuk mengurangi makan yang manis-manis dan
mengurangi sedikit yang mengandung karbohidrat.
3) Menjelaskan bahwa lilitan tali pusat di leher dan itu hanya satu itu tidak apa-
apa karena masih longgar dan bukan jadi masalah, selama nanti proses
persalinan nya lancar tidak jadi kendala.
Evaluasi: Ibu tidak cemas lagi setelah diberitahu penjelasanya.
4) Memberitahukan untuk kunjungan ulang USG 2 minggu lagi.
USG kehamilan adalah sebuah tes yang menggunakan gelombang suara
frekuensi tinggi untuk menggambarkan organ reproduksi ibu hamil. Jadwal
yang sesuai untuk USG pada usia 6-24 minggu, usia 18- 24 minggu, usia 32-
34 minggu, dan usia 33-34 minggu. Efek samping terlalu sering USG yaitu
meningkatkan peluang keguguran, mengakibatkan pendarahan, memicu
disleksia, menghambat pertumbuhan janin, meningkatkan resiko cacat pada
bayi. Berikut efek samping USG terlalu sering jadi seharusnya USG
sesuai jadwal 3-4 kali saja.
Evaluasi : Ibu bersedia untuk kunjungan ulang USG pada 2 minggu lagi.
5) Melakukan pendokumentasian hasil pemeriksaan. Evaluasi : telah
didokumentasikan hasil pemeriksaan
DATA PERKEMBANGAN II
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA KEHAMILAN
Hari/Tanggal : Senin, 14 Januari 2019 Jam : 19.00 WIB
Tempat : Rumah Ny.R
a. Data Subjektif
Ibu mengatakan susah tidur karena perut semakin membesar. Ibu
mengatakan Tablet Fe 60 mg masih 9 tablet, Kalsium 500 mg masih 3 tablet,
dan vit. C 50 mg masih 4 tablet.
b. Data Objektif
Didapatkan hasil Keadaan umum baik, Kesadaran composmentis, TD 120/80
mmHg, Nadi 87 x/menit, Respirasi 24x/menit, Suhu 36,5 0C, LILA 34 cm.
Pemeriksaan fisik Kepala rambut hitam, panjang, bergelombang, tidak
rontok, bersih. Muka simetris, tidak ada cloasma gravidarum, tidak odema.
Mata simetris, conjungtiva mata sedikit pucat, sclera tidak ikterus. Hidung
simetris, tidak ada secret, tidak ada benjolan. Telinga simetris, tidak ada
serumen. Mulut simetris, Gusi tidak ada kemerahan. Gigi bersih, tidak ada
yang berlubang. Bibir lembab, merah kecoklatan. Leher tidak ada
pembengkakan kelenjar tyroid, tidak ada pembesaran limfe. Dada simetris.
Mammae simetris, ada hiperpigmentasi, tidak ada benjoan yang abnormal,
belum ada pengeluaran, puting susu menonjol keluar. Abdomen ada linea, tidak
ada bekas operasi. Palpasi Leopold I TFU Pertengahan Pusat- Prosesus
Xiphoideus (PX), teraba bulat, lunak, tidak melenting (bokong). Leopold II
bagian kanan ibu teraba bagian kecil-kecil (ekstremitas). Bagian kiri ibu teraba
panjang, keras (punggung). Leopold III bagian terbawah teraba bulat, keras,
melenting (kepala), masih bisa digerakkan, bagian terbawah janin belum masuk
panggul. Leopold IV : tidak dilakukan. Mc Donald (TFU) 30 cm, TBJ : (30-
12)x155 = 2790 gram. DJJ (+), frekuensi 139x/menit, irama teratur, punctum
maximum kuadran IV. Genetalia tidak ada keputihan, tidak oedema, tidak ada
varises, tidak ada hemoroid/ambean. Ekstremitas atas simetris, tidak odema,
jumlah jari lengkap kiri 5/kanan 5, dan bawah simetris, tidak oedema, jumlah
jari lengkap kiri 5/kanan 5, warna kuku merah muda, tidak ada varises.
c. Assesment
Didapatkan diagnosa kebidanan Ny. R usia 31 tahun G 2P1A0 dengan umur
kehamilan 35+1 minggu janin tunggal, hidup, letak memanjang, presentasi
kepala, punggung kiri, anemia ringan.
d. Penatalaksanaan
1) Memberitahu hasil pemeriksaan ibu dan bayinya sehat.
a) Pemeriksaan umum, keadaan umum baik, kesadaran compospentis, TD
120/80 mmHg, Nadi 87 x/menit, Respirasi 24x/menit, Suhu 36,5 0C, LILA
34 cm. Dan pemeriksaan fisik dalam batas normal.
b) Pemeriksaan Leopold:
(1)Leopold I TFU Pertengahan Pusat- Prosesus Xiphoideus (PX), teraba
bulat, lunak, tidak melenting (bokong).
(2)Leopold II bagian kanan ibu teraba bagian kecil-kecil (ekstremitas).
Bagian kiri ibu teraba panjang, keras (punggung).
(3)Leopold III bagian terbawah teraba bulat, keras, melenting (kepala),
masih bisa digerakkan, bagian terbawah janin belum masuk panggul.
(4)Leopold IV : tidak dilakukan.
c) Mc Donald (TFU) 30 cm, TBJ : (30-12)x155 = 2790 gram.
d) DJJ (+), frekuensi 139x/menit, irama teratur, punctum maximum kuadran
IV bawah pusat.
Evaluasi : Ibu sudah mengetahui hasil pemeriksaannya.
2) Menjelaskan pada ibu mengenai ketidaknyamanan yang dialaminya yaitu
susah tidur hal ini adalah perubahan fisiologis dikarenakan dengan semakin
besarnya uterus, maka akan merasa mengganjal dibagian perut dan akibatnya
susah tidur atau tidurnya tidak nyenyak. Cara menanggulanginya yaitu
dengan cara memberi bantal atau guling dibawah perut untuk mengganjal
perut dengan tidur posisi miring kiri, istirahat teratur, minum susu ibu hamil
sebelum tidur.
Evaluasi : Ibu sudah mengetahui dan mau menerima perubahan fisiologis
yang dialaminya sekarang.
3) Menyarankan untuk kunjungan ulang ke puskesmas tanggal 16 januari 2019.
Evaluasi : Ibu telah ingat untuk kunjungan ulang.
4) Melakukan pendokumentasian hasil pemeriksaan. Evaluasi : hasil
pemeriksaan telah didokumentasikan.
DATA PERKEMBANGAN III
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA KEHAMILAN
Hari/Tanggal : Rabu, 16 Januari 2019 Jam : 11.00 WIB
Tempat : Puskesmas Banyuanyar
a. Data Subjektif
Ibu mengatakan ingin memeriksakan kehamilannya yang ke 2. Ibu
mengatakan masih susah tidur karena perut semakin membesar. Ibu mengatakan
Tablet Fe 60 mg masih 6 tablet, Kalsium 500 mg masih 1 tablet, dan vit. C 50
mg masih 2 tablet.
b. Data Objektif
Didapatkan hasil Keadaan umum baik, Kesadaran composmentis, TD 90/60
mmHg, Nadi 80 x/menit, Respirasi 20 x/menit, Suhu 36,6 0C, BB sebelum
hamil 85 kg, BB saat ini 89 kg, Tinggi Badan 153 cm, LILA 34 cm.
Pemeriksaan fisik Kepala rambut hitam, panjang, bergelombang, tidak
rontok, bersih. Muka simetris, tidak ada cloasma gravidarum, tidak odema.
Mata simetris, conjungtiva mata sedikit pucat, sclera tidak ikterus. Hidung
simetris, tidak ada secret, tidak ada benjolan. Telinga simetris, tidak ada
serumen. Mulut simetris, Gusi tidak ada kemerahan. Gigi bersih, tidak ada
yang berlubang. Bibir lembab, merah kecoklatan. Leher tidak ada
pembengkakan kelenjar tyroid, tidak ada pembesaran limfe. Dada simetris.
Mammae simetris, ada hiperpigmentasi, tidak ada benjoan yang abnormal,
belum ada pengeluaran, puting susu menonjol keluar. Abdomen ada linea, tidak
ada bekas operasi. Palpasi Leopold I TFU 3 Jari dibawah prosesus xiphoideus
(px) , teraba bulat, lunak, tidak melenting (bokong). Leopold II bagian kanan
ibu teraba bagian kecil-kecil (ekstremitas). Bagian kiri ibu teraba panjang,
keras (punggung). Leopold III bagian terbawah teraba bulat, keras, melenting
(kepala), bagian terbawah janin sudah masuk panggul 1/5 bagian. Leopold
IV : Divergen yaitu kedua tangan sudah tidak bertemu. Mc Donald (TFU) 32
cm, TBJ : (32-11)x155= 3255 gram. DJJ (+), frekuensi 153x/menit, irama
teratur, punctum maximum kuadran IV. Genetalia tidak ada keputihan, tidak
oedema, tidak ada varises, tidak ada hemoroid/ambean. Ekstremitas atas
simetris, tidak odema, jumlah jari lengkap kiri 5/ kanan 5 dan bawah simetris,
tidak oedema, jumlah jari lengkap kiri 5/ kanan 5 , warna kuku merah muda,
tidak ada varises.
c. Assesment
Didapatkan diagnosa kebidanan Ny. R usia 31 tahun G2P1A0 dengan umur
kehamilan 35+3 minggu janin tunggal, hidup, letak memanjang, presentasi
kepala, punggung kiri, anemia ringan.
d. Penatalaksanaan
1) Memberitahu hasil pemeriksaan ibu dan bayinya sehat.
a) Pemeriksaan umum, keadaan baik, kesadaran composmentis, TD 90/60
mmHg, Nadi 80 x/menit, Respirasi 20x/menit, Suhu 36,6 0C, LILA 34 cm.
Dan pemeriksaan fisik dalam batas normal.
b) Pemeriksaan Leopold:
(1)Leopold I TFU 3 jari dibawah Prosesus Xiphoideus (PX), teraba bulat,
lunak, tidak melenting (bokong).
(2)Leopold II bagian kanan ibu teraba bagian kecil-kecil (ekstremitas).
Bagian kiri ibu teraba panjang, keras (punggung).
(3)Leopold III bagian terbawah teraba bulat, keras, melenting (kepala),
bagian terbawah janin sudah masuk panggul 1/5 bagian.
(4)Leopold IV : Divergen yaitu kedua tangan sudah tidak bertemu.
c) Mc Donald (TFU) 32 cm, TBJ : (32-11)x155 = 3255 gram.
d) DJJ (+), frekuensi 153 x/menit, irama teratur, punctum maximum kuadran
IV bawah pusat.
Evaluasi : Ibu sudah mengetahui hasil pemeriksaannya.
2) Menjelaskan pada ibu mengenai ketidaknyamanan yang dialaminya yaitu
susah tidur hal ini adalah perubahan fisiologis dikarenakan dengan semakin
besarnya uterus, maka akan merasa mengganjal dibagian perut dan akibatnya
susah tidur atau tidurnya tidak nyenyak. Cara menanggulanginya yaitu
dengan cara memberi bantal atau guling dibawah perut untuk mengganjal
perut dengan tidur posisi miring kiri, istirahat terartur, minum susu ibu hamil
sebelum tidur.
Evaluasi : Ibu sudah mengetahui dan mau menerima perubahan fisiologis
yang dialaminya sekarang.
3) Memberikan terapi pada ibu berupa;
a) Calcium Lactate 500 mg XV, 1x1 kegunaannya untuk mencukupi
kebutuhan kalsium bagi ibu hamil, mencegah kram pada kaki. Waktu
minumnya tidak boleh bersamaan dengan tablet Fe dan diminum disaat
pagi hari.
b) Tablet Fe 60 mg XXX, 1x1 kegunaannya sebagai penambah zat besi
untuk ibu hamil. Waktu minumnya tidak boleh bersamaan dengan kalk
karena dapat menghambat penyerapan dan diminum saat siang dan malam
hari.
c) Vitamin C 50 mg XV 1x1 kegunaannya untuk meningkatkan daya tahan
tubuh ibu hamil, memperbaiki sel, jaringan dan diminum setiap pagi.
Evaluasi : ibu telah bersedia untuk minum obat yang diberikan.
4) Memberitahu ibu untuk kontrol 1 minggu lagi pada tanggal 23 Januari 2019
dan sekalian pemeriksaan laboratorium untuk mengecek ulang Hb pada
ibu.
Evaluasi : ibu bersedia untuk kontrol lagi.
5) Melakukan pendokumentasian hasil pemeriksaan. Evaluasi : hasil
pemeriksaan telah didokumentasikan
DATA PERKEMBANGAN IV
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA KEHAMILAN
Hari/Tanggal : Rabu, 23 Januari 2019 Jam :
10.00 WIB
Tempat : Puskesmas Banyuanyar
a. Data Subjektif
Ibu mengatakan ingin mengecekkan Hb. Ibu mengatakan Tablet Fe 60 mg
masih 18 tablet, Kalsium 500 mg masih 8 tablet, dan vit. C 50 mg masih 7
tablet. Ibu mengatakan sudah bisa tidur
b. Data Objektif
Didapatkan hasil Keadaan umum baik, Kesadaran composmentis, TD 100/60
mmHg, Nadi 82 x/menit, Respirasi 23 x/menit, Suhu 36,6 0C, BB sebelum
hamil 85 kg, BB saat ini 88 kg, Tinggi Badan 153 cm, LILA 34 cm
Pemeriksaan fisik Kepala rambut hitam, panjang, bergelombang, tidak
rontok, bersih. Muka simetris, tidak ada cloasma gravidarum, tidak odema.
Mata simetris, conjungtiva mata sedikit pucat, sclera tidak ikterus. Hidung
simetris, tidak ada secret, tidak ada benjolan. Telinga simetris, tidak ada
serumen. Mulut simetris, Gusi tidak ada kemerahan. Gigi bersih, tidak ada
yang berlubang. Bibir lembab, merah kecoklatan. Leher tidak ada
pembengkakan kelenjar tyroid, tidak ada pembesaran limfe. Dada simetris.
Mammae simetris, ada hiperpigmentasi, tidak ada benjoan yang abnormal,
belum ada pengeluaran, puting susu menonjol keluar. Abdomen ada linea, tidak
ada bekas operasi. Palpasi Leopold I TFU 3 Jari dibawah prosesus xiphoideus
(px) , teraba bulat, lunak, tidak melenting (bokong). Leopold II bagian kanan
ibu teraba bagian kecil-kecil (ekstremitas). Bagian kiri ibu teraba panjang,
keras (punggung). Leopold III bagian terbawah teraba bulat, keras, melenting
(kepala), bagian terbawah janin sudah masuk panggul 1/5 bagian. Leopold IV :
Divergen yaitu kedua tangan sudah tidak bertemu. Mc Donald (TFU) 32 cm,
TBJ : (32-11)x155= 3255 gram. DJJ (+), frekuensi 153x/menit, irama teratur,
punctum maximum kuadran IV. Genetalia tidak ada keputihan, tidak oedema,
tidak ada varises, tidak ada hemoroid/ambean. Ekstremitas atas simetris, tidak
odema, jumlah jari lengkap kiri 5/ kanan 5 dan bawah simetris, tidak oedema,
jumlah jari lengkap kiri5/ kanan 5 , warna kuku merah muda, tidak ada
varises.
Pemeriksaan laboratorium didapatkan Hasil cek Hb 10,4 gr/dl.
c. Assesment
Didapatkan diagnosa kebidanan Ny. R usia 31 tahun G2P1A0 dengan umur
kehamilan 36+3 minggu janin tunggal, hidup, letak memanjang, presentasi
kepala, punggung kiri, anemia ringan.
d. Penatalaksanaan
1) Memberitahu hasil pemeriksaan ibu dan bayinya sehat.
a) Pemeriksaan umum, keadaan baik, kesadaran composmentis, TD 90/60
mmHg, Nadi 80 x/menit, Respirasi 20x/menit, Suhu 36,6 0C, LILA 34 cm.
Pemeriksaan fisik dalam batas normal.
b) Pemeriksaan Leopold:
(1)Leopold I TFU 3 jari dibawah Prosesus Xiphoideus (PX), teraba bulat,
lunak, tidak melenting (bokong).
(2)Leopold II bagian kanan ibu teraba bagian kecil-kecil (ekstremitas).
Bagian kiri ibu teraba panjang, keras (punggung).
(3)Leopold III bagian terbawah teraba bulat, keras, melenting (kepala),
bagian terbawah janin sudah masuk panggul 1/5.
(4)Leopold IV : Divergen yaitu kedua tangan sudah tidak bertemu.
c) Mc Donald (TFU) 32 cm, TBJ : (32-11)x155 = 3255 gram.
d) DJJ (+), frekuensi 153 x/menit, irama teratur, punctum maximum kuadran
IV bawah pusat.
Evaluasi : Ibu sudah mengetahui hasil pemeriksaannya.
2) Menjelaskan pada ibu mengenai hasil cek ulang Hb nya diperoleh hasil 10,4
gr/dl disarankan untuk mengkonsumsi buah-buhanan yang banyak yang
berwarna merah seperti buah naga, buah semangka, pisang, konsumsi
sayur-sayuran yang warna hijau tua seperti bayam, daun ketela,
mengkonsumsi daging yang berwarna merah dan kurangi minum teh jika
bisa malah dihentikan dulu untuk perbaikan Hb. Evaluasi : ibu mengerti
hasil Hb nya dan ibu bersedia untuk mengkonsumsi buah-buhan seperti
buah naga, buah semangka, pisang, sayur-sayuran seperti bayam, daun
ketela, dan daging berwarna merah serta bersedia mengurangi minum teh.
3) Memberitahu untuk tetap melanjutkan terapinya yaitu minum tablet Fe 2x1
setiap hari.
Evaluasi : ibu bersedia untuk melanjutkan terapinya
4) Memberitahu ibu untuk kontrol 1 minggu lagi pada tanggal 30 januari 2019.
Evaluasi : ibu bersedia untuk kontrol lagi.
5) Melakukan pendokumentasian hasil pemeriksaan. Evaluasi : hasil
pemeriksaan telah didokumentasikan
DATA PERKEMBANGAN V
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA KEHAMILAN
Hari/Tanggal : Rabu, 13 Februari 2019 Jam :
11.00 WIB
Tempat : Puskesmas Banyuanyar
a. Data Subjektif
Ibu mengatakan ingin memeriksaan kehamilannya yang ke 2. Ibu
mengatakan jika hasil USG tanggal 11 Februari 2019 kemarin air ketubannya
sudah mulai berkurang
b. Data Objektif
Didapatkan hasil Keadaan umum baik, Kesadaran composmentis, TD 100/70
mmHg, Nadi 86 x/menit, Respirasi 23 x/menit, Suhu 36,5 oc, BB sebelum hamil
85 kg, BB saat ini 90 kg, LILA 34 cm, TB 154,5 cm.
Pemeriksaan fisik Kepala rambut hitam, panjang, bergelombang, tidak
rontok, bersih. Muka tidak ada cloasma gravidarum, tidak odema. Mata
simetris, conjungtiva merah muda, sclera tidak ikterus. Hidung simetris, tidak
ada secret, tidak ada benjolan. Telinga simetris, tidak ada serumen, tidak ada
benjolan. Mulut simetris Gusi tidak ada kemerahan, tidak bengkak, tidak ada
stomatitis. Gigi bersih, tidak ada yang berlubang, warna putih, tidak ada caries.
Bibir lembab, merah kecoklatan. Leher tidak ada pembengkakan kelenjar tyroid,
tidak ada pembesaran limfe, tidak ada pembesaran kelenjar parotis. Dada
simetris. Mammae simetris, ada hiperpigmentasi, tidak ada benjoan yang
abnormal, sudah ada pengeluaran, puting susu menonjol keluar, tidak ada
retraksi/dimpling. Abdomen ada linea, tidak ada bekas operasi, tidak nyeri
lambung, tidak nyeri hepar. Palpasi Leopold I TFU pertengahan pusat -
Prosesus Xiphoideus (PX), teraba bulat, lunak, tidak melenting (bokong).
Leopold II bagian kanan ibu teraba bagian kecil-kecil (ekstremitas). Bagian kiri
ibu teraba panjang, keras (punggung). Leopold III bagian terbawah teraba bulat,
keras, melenting (kepala), bagian terbawah janin sudah masuk panggul 1/5
bagian. Leopold IV : Divergen yaitu kedua tangan sudah tidak bertemu. Mc
Donald (TFU) 34 cm, TBJ : (34-11)x155 = 3565 gram. DJJ (+), frekuensi
148 x/menit, irama teratur, punctum maximum kuadran IV. Ekstremitas atas
simetris, tidak odema, jumlah jari tangan lengkap kiri 5/kanan 5, dan bawah
simetris, tidak oedema, jumlah jari kaki lengkap kiri 5/kanan 5, warna kuku
merah muda, tidak ada varises.
c. Assesment
Didapatkan diagnosa kebidanan Ny. R usia 31 tahun G2P1A0 dengan umur
kehamilan 39+3 minggu janin tunggal, hidup, letak memanjang, presentasi
kepala, punggung kiri, hamil normal.
d. Penatalaksanaan
1) Memberitahu hasil pemeriksaan ibu dan bayinya sehat.
a) Pemeriksaan umum, keadaan baik, kesadaran composmentis, TD 100/70
mmHg, Nadi 86 x/menit, Respirasi 23x/menit, Suhu 36,5 0C, LILA 34 cm,
BB 87 kg, TB 154,5 cm. Dan pemeriksaan fisik dalam batas normal.
b) Pemeriksaan Leopold:
(1) Leopold I TFU pertengahan pusat - Prosesus Xiphoideus (PX), teraba
bulat, lunak, tidak melenting (bokong).
(2) Leopold II bagian kanan ibu teraba bagian kecil-kecil (ekstremitas).
Bagian kiri ibu teraba panjang, keras (punggung).
(3) Leopold III bagian terbawah teraba bulat, keras, melenting (kepala),
bagian terbawah janin sudah masuk panggul 1/5.
(4) Leopold IV : Divergen yaitu kedua tangan sudah tidak bertemu.
c) Mc Donald (TFU) 34 cm, TBJ : (34-11)x155 = 3565 gram.
d) DJJ (+), frekuensi 146 x/menit, irama teratur, punctum maximum kuadran
IV bawah pusat.
Evaluasi : ibu paham dan mengerti hasil pemeriksaan fisik dirinya dan
janinnya.
2) Memberitahu untuk melanjutkan terapinya Evaluasi : ibu bersedia untuk
meminum terapinya
3) Memberitahu ibu untuk mengikuti saran dari dokter jika dalam 1 minggu
kedepan belum lahir untuk dilakukan tindakan persalinan. Evaluasi : ibu
mengerti dan menerima keputusan yang akan dilakukan nanti.
2. Asuhan Kebidanan Ibu Bersalin
Asuhan Kebidanan Ibu Bersalin Pada Ny. R Umur 31 Tahun G2P1A0 Umur
Kehamilan 40+1 Minggu Persalinan Dengan Induksi
Di RS. Triharsi
Hari/tanggal : Senin/18 Februari 2019 Jam :
10.00 WIB
Tempat : RS. Triharsi
a. Data Subjektif
Ibu mengatakan bernama Ny.R umur 31 tahun, bersuku Jawa, bangsa
Indonesia, beragama kristen, pendidikan terakhirnya SMK, pekerjaan
wiraswasta bidang perdagangan, sedangkan nama suaminya Tn. S, umur 39
tahun, pendidikan terakhir SMP, bekerja wiraswasta, Alamat Bayan Rt 2/ Rw
27 Kadipiro, Banjarsari, Surakarta.
Ibu mengatakan merasakan pegal-pegal sejak hari sabtu pagi jam 07.00
WIB, kemudian mules-mules 1x setiap 10 menit, lamanya ± 10 detik, belum
mengeluarkan lendir darah, air ketuban masih ada.
Ibu mengatakan menarche pada umur 11 tahun, lamanya ± 7 hari, ganti
pembalut 3x/hari, menstruasi tidak teratur dengan siklus 29 hari, mengeluhkan
desminorea saat hari pertama dan kedua. HPHT 12 Mei 2018, HPL 19 Februari
2019, umur kehamilan 40+1 minggu, ANC teratur di puskesmas banyuanyar
sebanyak 10x pada TM I 1x, TM II 3x, TM III 7x, di Laboratorium Klinik Budi
Sehat sebanyak 4x di TM I 1x, TM II 1x, TM III 2x, dan di [Link] pada
TM III 1x, selama hamil penyuluhan yang pernah didapat Fe, gizi ibu hamil,
perawatan payudara, bodi mekanik, posisi meneran, teknik relaksasi, tanda
bahaya kehamilan, P4K, imunisasi TT 5x yaitu saat bayi, SD kelas 1 dan 2, dan
capeng. Ibu mengatakan keluhan TM I, II, III mual dan muntah apabila
mencium bau bawang dan daging ayam serta sapi, pergerakan janin dalam
waktu 24 jam terakhir ± 10x/hari, tidak memiliki penyakit kehamilan seperti
eklamsia, plasenta previa, tekanan darah tinggi, tidak memiliki riwayat operasi.
Ibu mengatakan ini kehamilan keduanya, pernah melahirkan 1x tahun 2012
dan belum pernah keguguran. Riwayat kehamilan yang pertama umur
kehamilan cukup bulan ± 37+6 minggu, jenis persalinan normal, terdapat
penyulit kala 1 lama, penolong dokter di RSUD Dr. Moewardi dengan di infus
RL dan di induksi, jenis kelamin laki-laki, berat badan lahir 3500 gram, nifas ±
3 minggu, usia anak sekarang 6,5 tahun, keadaan sehat.
Ibu mengatakan yang pertama pernah memakai alat kontrasepsi kondom
lama pakai hanya beberapa bulan setelah pernikahan, kedua pakai implant ± 4
tahun lepas, pasang lagi lama pakai ±2,5 tahun, keluhan flek-flek, berat badan
naik, tahun lepas bulan April tahun 2018, dengan alasan ingin menambah anak.
Ibu mengatakan riwayat kesehatan sekarang merasakan pegal- pegal sejak
hari sabtu pagi jam 07.00 WIB, kemudian mules-mules 1x setiap 10 menit,
lamanya ± 10 detik, belum mengeluarkan lendir darah, air ketuban masih ada.
Ingin USG dan EKG untuk memastikan kondisi janinnya, saat ini tidak
memiliki penyakit yang diderita, tidak sedang dalam masa pengobatan, tidak
alergi pada obat.
Ibu mengatakan tidak pernah mengalami nyeri tekan dada bagian kiri,
berdebar-debar, mudah lelah (jantung), tidak pernah mengalami batuk lebih dari
3 bulan sampai mengeluarkan darah, demam (TBC), tidak pernah mengalami
sesak napas, alergi pada debu (Asma), tidak pernah mengalami penurunan berat
badan yang drastis, cepat haus dan sering BAK pada malam hari, luka tidak
kunjung sembuh (DM), tidak pernah mengalami perubahan warna kulit, kuku,
dan mata menjadi kuning (hepatitis), tidak pernah mengalami kejang sampai
mengeluarkan busa, sakit kepala, depresi (epilepsi), tidak pernah mengalami
kencing nanah/nyeri saat BAK, keputihan yang lama dan bau busuk, warna
hijau (gonore), tidak pernah mengalami flu/diare yang berkepanjangan,
sariawan tidak kunjung sembuh, penurunan BB (HIV-AIDS), tidak pernah
mengalami keputihan/nanah yang berbau, gatal dan berwarna kuning kehijauan
luka pada daerah kemaluan (sipilis).
Ibu mengatakan riwayat kesehatan keluarga, tidak pernah mengalami nyeri
tekan dada kiri, berdebar-debar, mudah lelah (jantung), tidak pernah mengalami
batuk lebih dari 3 bulan sampai mengeluarkan darah, demam (TBC), tidak
mengalami sesak napas, alergi pada debu (Asma), tidak mengalami penurunan
berat badan yang drastis, cepat haus, sering BAK pada malam hari, luka tidak
kunjung sembuh (DM), tidak pernah mengalami perubahan warna kulit, kuku,
mata (hepatitis), tidak pernah mengalami kejang sampai keluar busa, sakit
kepala, depresi (epilepsi), tidak pernah mengalami kencing nanah/ nyeri saat
BAK, keputihan yang lama, bau busuk, warna hijau (Gonore), tidak pernah
mengalami flu/diare yang berkepanjangan, sariawan tidak kunjung sembuh,
penurunan BB (HIV/AIDS), tidak pernah mengalami keputihan/ nanah yang
berbau, gatal, berwarna kuning kehijauan, luka pada daerah kemaluan (sipilis),
memiliki keturunan kembar dari ibunya suami.
Ibu mengatakan menikah 1x, pada usia 25 tahun dan usia suami 33 tahun,
lama pernikahan ±6,5 tahun, respon ibu terhadap kehamilan yang kedua senang
dan bahagia, keluarga juga senang dengan kehamilannya sekarang, rencana
menyusui dengan ASI Eksklusif sampai 6 bulan. Suaminya merokok, tidak
minum-minuman keras, jamu. Rencana melahirkan di puskesmas di tolong
bidan. Pengambilan keputusan dalam keluarga adalah suami.
Ibu mengatakan pola pemenuhan kebutuhan saat ini yaitu makan 1x, porsi
sedang, jenis makanan nasi, sayur, lauk, tidak ada makanan pantang. Minum
terakhir 4 gelas, jenis air putih. Tidur siang terakhir ±1 jam, tidur malam ± 7
jam. BAK 2x, warna kuning jernih, BAB terakhir 1x, konsistensi lunak.
Personal hygiene terakhir Mandi 1x, keramas 1x, sikat gigi 1x, aktivitas sehari-
hari melakukan pekerjaan rumah tangga, mengurus anak, berekreasi terakhir
1x seminggu. Pola hubungan seksual 1x/minggu. Tidak ada keluhan pada pola
pemenuhan kebutuhan sehari-hari.
b. Data Objektif
Didapatkan hasil Pemeriksaan Keadaan umum baik, Kesadaran
composmentis, Tekanan darah 101/74 mmHg, Nadi 85x/menit, Pernapasan
23x/menit, Suhu 36,60C, Tinggi badan 154 cm, BB sebelum hamil 85 kg, BB
saat ini 90 kg.
Pemeriksaan fisik Kepala rambut hitam, panjang, bergelombang, tidak
rontok, bersih. Muka simetris, tidak odema, tidak ada cloasma gravidarum.
Mata simetris, conjungtiva merah muda, sclera tidak ikterus. Hidung simetris,
tidak ada secret, tidak ada benjolan. Telinga simetris, tidak ada serumen, tidak
ada benjolan. Mulut simetris, gusi tidak ada kemerahan, tidak bengkak, tidak
ada stomatitis, gigi bersih, tidak ada yang berlubang, warna putih, tidak ada
caries, bibir lembab, warna merah kecoklatan. Leher simetris, tidak ada
pembengkakan kelenjar tyroid, tidak ada pembesaran limfe, tidak ada
pembesaran kelenjar parotis. Dada simetris. Mammae simetris, ada
hiperpigmentasi, tidak ada benjolan abnormal, sudah ada pengeluaran, puting
susu menonjol keluar, tidak ada retraksi/dimpling. Abdomen pembesaran perut
sesuai usia kehamilan, bentuk perut memajang, ada linea, tidak ada bekas
operasi, tidak nyeri lambung, tidak nyeri hepar, pergerakan janin ±10x/hari.
Palpasi Leopold I TFU pertengahan pusat- Prosesus Xiphoideus (PX), teraba
bulat, lunak, tidak melenting (bokong). Leopold II bagian kanan ibu teraba
bagian kecil-kecil (ekstremitas). Bagian kiri ibu teraba panjang, keras
(punggung). Leopold III bagian terbawah teraba bulat, keras, melenting
(kepala), bagian terbawah janin sudah masuk panggul 2/5. Leopold IV: divergen
yaitu kedua tangan sudah tidak bertemu. Mc Donald (TFU) 35 cm, TBJ : (35-
11)x155= 3.720 gram. DJJ (+), frekuensi 145x/menit, irama teratur, punctum
maximum kuadran IV bawah pusat. Kontraksi 2x/10 menit durasi 20 detik.
Osborn test (+). Palpasi suprapubik kosong. Genetalia belum ada pengeluaran,
belum ada pembukaan, tidak ada varises, tidak ada keputihan, tidak odema,
tidak ada pembesaran kelenjar bartolini, tidak ada hemoroid/ambean.
Ekstremitas atas LILA 34 cm, simetris, tidak odema, jumlah jari tangan kiri 5/
jari tangan kanan 5, dan ekstremitas bawah simetris, tidak odema, tidak ada
varises, jumlah jari kaki kiri 5/ jari kaki kanan 5, warna kuku merah muda.
Pemeriksaan penunjang Dilakukan tanggal 28 Januari 2019 Protein urine
negatif, Urin reduksi negatif, Hb terakhir 11,3 gr/dl, Golongan darah O.
Pemeriksaan USG pada tanggal 18 Februari 2019 Kepala sudah masuk panggul,
punggung kiri, air ketuban berkurang, DJJ 145 x/menit, irama teratur, umur
kehamilan 40+1 minggu. Dilakukan pemeriksaan EKG jam 10.30 WIB.
c. Assesment
Didapatkan diagnosa kebidanan Ny. R G2P1A0 Umur 31 Tahun, Hamil 40+1
minggu, Janin tunggal, Hidup, Intrauterine, Letak memanjang, Presentasi
kepala, Punggung kiri.
d. Penatalaksanaan
1) Memberitahu hasil pemeriksaan yang dilakukan
a) Pemeriksaan umum, keadaan umum baik, kesadaran composmentis,
tekanan darah 101/74 mmHg, nadi 85x/menit, pernapasan 23x/menit, suhu
36,60C, TFU 35 cm, pemeriksaan fisik batas normal, belum ada
pengeluaran, belum ada pembukaan.
b) Dokter melakukan pemeriksaan USG, kepala sudah masuk panggul,
punggung kiri, air ketuban berkurang banyak, DJJ 145 x/menit, irama
teratur, umur kehamilahn 40+1 minggu.
c) Telah dilakukan pemeriksaan EKG pukul 10.30 WIB dengan hasil baik.
Evaluasi : Ibu sudah mengerti akan hasil pemeriksaannya
2) Bidan menyarankan ibu untuk tetap disini dan dilakukan tindakan induksi
dengan oksitosin untuk proses persalinannya karena air ketuban mulai
berkurang banyak.
Evaluasi : ibu bersedia untuk tetap di rumah sakit guna dilakukan tindakan
induksi.
3) Menganjurkan ibu untuk makan minum, jalan-jalan, miring kiri. Evaluasi :
ibu bersedia untuk makan minum, jalan-jalan dan miring kiri
4) Bidan memberitahu terapi/advis dokter, antara lain:
a) Pemasangan infus RL
b) Pengambilan darah vena
c) Inform concent tindakan induksi
d) Tindakan induksi
e) Pemeriksaan TTV dan VT
Evaluasi :
a) Pukul 12.00 WIB infus RL 20 tpm terpasang pada lengan kanan.
b) Ibu bersedia untuk dilakukan pengambilan darah vena untuk dicek di
laboratorium
c) Keluarga/suami bersedia dilakukan tindakan induksi.
d) Pukul 13.00 WIB telah dilakukan induksi dengan oksitosin 5 unit/ IV
(Intra Vena) yang di drip dalam cairan RL 8 tpm dan ¼ tablet per
vagina.
e) Pukul 13.40 WIB telah dilakukan pemeriksaan TTV dan VT dengan hasil
TD 108/71 mmHg, Nadi 86x/menit, pernapasan 23x/menit, suhu 36,50C.
pembukaan 1 cm porsio lunak, ketuban rembes, DJJ 156x/menit, irama
teratur, kontraksi 2x dalam 10 menit durasi 20 detik.
5) Melakukan pendokumentasian hasil pemeriksaan Evaluasi : hasil
pemeriksaan telah didokumentasikan
Lembar Observasi Induksi Oksitosin 5 unit/ IV (Intra Vena) dengan cairan RL
Jam DJJ HIS Tpm
13.00 wib 145x/menit 2x/10 menit 20 detik 8 tpm
13.30 wib 156x/menit 2x/10 menit 20 detik 12 tpm
14.00 wib 148x/menit 2x/10 menit 20 detik 16 tpm
14.30 wib 147x/menit 2x/10 menit 25 detik 20 tpm
DATA PERKEMBANGAN KALA I
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA PERSALINAN
Hari/tanggal : Senin/ 18 Februari 2019 Jam :
13.40 WIB
Tempat : Ruang Observasi [Link]
a. Data Subjektif
Tidak ada
b. Data Objektif
Didapatkan hasil pemeriksan Keadaan umum baik, Kesadaran composmentis,
Tekanan darah 108/71 mmHg, Nadi 86x/menit, Pernapasan 23x/menit, Suhu
36,50C, DJJ 156x/menit, irama teratur.
Pemeriksaan dalam 1 cm, porsio lunak, tipis, ketuban rembes, warna jernih,
presentasi kepala, tidak ada molase, penurunan kepala di hodge 1, tidak ada bagian
janin yang menumbung.
c. Assesment
Didapatkan diagnosa kebidanan Ny. R G2P1A0 Umur 31 Tahun, Hamil 40+1
minggu, Janin tunggal, Hidup, Intrauterine, Letak memanjang, Presentasi kepala,
Punggung kiri, inpartu kala 1 fase laten.
d. Penatalaksanaan
1) Memberitahu ibu hasil pemeriksaan
a) Pemeriksaan umum, keadaan umum baik, kesadaran composmentis, tekanan
darah 108/71 mmHg, nadi 86x/menit, pernapasan 23x/menit, suhu 36,50C,
DJJ 156x/menit, irama teratur.
b) Pemeriksaan dalam pembukaan 1 cm, porsio lunak, tipis, ketuban rembes,
warna jernih, presentasi kepala, tidak ada molase, penurunan kepala di hodge
1, tidak ada janin yang menumbung.
Evaluasi : ibu mengerti hasil pemeriksaanyang dilakukan
2) Menganjurkan ibu untuk tidur miring kiri guna mempercepat penurunan kepala
janin serta memperlancar transfer oksigen dari ibu ke janin.
Evaluasi : ibu bersedia untuk miring kiri.
3) Mengajarkan ibu teknik relaksasi guna pengurangan rasa nyeri, yaitu ketika
timbul his/ kontraksi maka ibu tarik napas panjang melalui hidung, kemudian di
keluarkan melalui mulut, di lakukan saat ada kontraksi.
Evaluasi : ibu bersedia untuk melakukan teknik relaksasi
4) Melakukan massase pada bagian punggung untuk mengurangi rasa nyeri
Evaluasi : ibu bersedia untuk dimassase pada bagian punggung
5) Menganjurkan ibu untuk makan dan minum di sela-sela kontraksi. Evaluasi :
ibu bersedia untuk makan dan minum di sela-sela kontraksi.
6) Memberikan dukungan mental kepada ibu dan menjelaskan bahwa persalinan
ini adalah hal yang normal, serta memberikan dukungan agar ibu tenang dan
yakin bahwa persalinannya lancar. Evaluasi : ibu telah di berikan suport dan ibu
sudah tenang
7) Melakukan pendokumentasian hasil pemeriksaan dan pengawasan kemajuan
persalinan Evaluasi : hasil pemeriksaan telah didokumentasikan
Pengawasan Kemajuan Persalinan
NO Jam Lamanya Kekuatan His TTV DJJ Pengeluaran VT Induksi/
His Kuat/ Sedang/ Pervaginam Tpm
Lemah
1 13. 2x/10 Lemah TD:108/71 156x Belum ada Pembukaan 8 tpm
40 menit 20 N:86x Irama 1 cm,
detik R:23x teratur porsio
S: 36,5oC lunak,
N:86x ketuban
2x/10 Lemah 148x - rembes,
2 14. menit 20 Irama 16 tpm
00 detik N: 87x teratur
3
14. 2x/10 Sedang 147x - 20 tpm
40 menit 25 TD:110/78 Irama
detik N:87x teratur
2x/10 R:24x
4 19. menit 25 S: 36,6oC
05 detik Sedang 152x -
Irama Pembukaan
teratur 2 cm,
porsio
N : 88x lunak,
5 longgar,
21. 3x/10 ketuban
00 menit 25 148x rembes,
detik Sedang TD:110/87 Irama jernih
N: 88x teratur
S: 36,5oC
6 4x/10
23. menit 40 149x
00 detik Kuat Irama Lendir kental
teratur. Pembukaan
5 cm,
ketuban
rembes,
N : 89x tidak ada
7 23. 4x/10 [Link]
30 menit 39 146x ala turun
detik Kuat Irama 2/5 bagian
teratur.
8
00. 4x/10 Kuat N : 83x 141x -
00 menit 40 Irama
detik teratur.
9 00.
30 4x/10 Kuat N : 88x 142x
menit 40 Irama -
10 detik teratur.
01. 4x/10 Kuat N : 84x 140x
00 menit 45 Irama -
detik teratur.
11 5x/10 146x
01. menit 43 Kuat N : 90x Irama
30 detik teratur. -
12
02. 5x/10 146x
10 menit 46 Kuat N : 83x Irama
detik teratur Lendir kental Pembukaan
bercampur 10 cm, KK
darah -, tidak ada
molase,
kepala
turun 0/5
bagian
DATA PERKEMBANGAN KALA II
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA PERSALINAN
Hari/tanggal : Selasa/19 Februari 2019 Jam :
02.10 WIB
Tempat : VK RS. Triharsi
a. Data Subjektif
Ibu mengatakan kenceng-kencengnya semakin kuat dan sering.
Sudah ingin meneran dan sudah ada pengeluaran lendir darah
b. Data Objektif
Didapatkan hasil pemeriksaan Keadaan umumbaik, Kesadaran composmentis,
Tekanan darah 110/80 mmHg, Nadi 83x/menit, Respirasi 24x/menit, Suhu
36,50C, DJJ 146x/menit, irama teratur, Kontraksi Uterus dilakukan bidan 5 x
dalam 10 menit lamanya 45 detik, palpasi suprapubik kosong, vaginal toucher,
pembukaan 10 cm, porsio tidak teraba, ketuban pecah, presentasi kepala, tidak
ada molase, penurunan kepala hodge 4, UUK di jam 12, warna ketuban jernih,
tidak ada bagian janin yang menumbung.
Ditemukan tanda-tanda persalinan yaitu terasa ada dorongan untuk meneran,
terdapat tekanan pada anus, perineum menonjol, vulva dan anus telah membuka.
c. Assesment
Didapatkan diagnosa kebidanan Ny. R G2P1A0 Umur 31 Tahun, Hamil 40+1
minggu, Janin tunggal, Hidup, Intrauterine, Letak memanjang, Presentasi kepala,
Punggung kiri, inpartu kala II.
d. Penatalaksanaan
1) Memberitahu ibu hasil pemeriksaan
a) Pemeriksaan umum, keadaan umum baik, kesadaran composmentis, tekadan
darah 110/80 mmHg, nadi 83x/menit, pernapasan 24x/menit, suhu 36,50C,
DJJ 146x/menit, irama teratur, kontraksi 5x dalam 10 menit durasi 45 detik
b) Pemeriksaan dalam pembukaan 10 cm, porsio tidak teraba, ketuban pecah,
presentasi kepala, tidak ada molase, penurunan kepala hodge 4, UUK di jam
12, warna ketuban jernih, tidak ada bagian janin yang menumbung.
c) Ditemukan tanda-tanda persalinan yaitu terasa ada dorongan untuk meneran,
terdapat tekanan pada anus, perineum menonjol, vulva dan anus telah
membuka.
Evaluasi : ibu sudah mengerti akan pemeriksaan yang dilakukan
2) Membantu ibu memposisikan ibu dengan nyaman dan aman yaitu posisi
berbaring dengan kaki posisi litotomi. Evaluasi : ibu bersedia melakukan posisi
nyaman dan aman tersebut.
3) Mengajarkan ibu teknik mengejan yang benar, yaitu pada saat kontraksi atau
kenceng, ibu tarik napas panjang kemudian mengejan dengan gigi saling
menekan, dagu ibu di tempel kan pada dada ibu, kemudian pandangan ibu
melihat ke arah perut. Evaluasi : Ibu mengerti dan bersedia melakukan nya
dengan benar.
4) Memberi semangat dan dukungan emosional pada ibu saat ibu meneran nanti.
Evaluasi : ibu telah di berikan semangat dan dukungan emosional
5) Tindakan telah dilakukan di ruang bersalin oleh bidan Evaluasi : pihak keluarga
tidak bisa mendampingi
6) Berdasarkan informasi bidan didapatkan hasil bayi lahir pukul 02.30 WIB
jenis kelamin laki-laki, menangis spontan, tonus otot kuat, kulit kemerahan,
berat 3700 gram. Evaluasi : keluarga telah mengetahui hasilnya
7) Melakukan pendokumentasian hasil pemeriksaan Evaluasi : hasil pemeriksaan
telah didokumentasikan
DATA PERKEMBANGAN KALA III
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA PERSALINAN
Hari/tanggal : Selasa/ 19 Februari 2019 Jam :
02.22 WIB
Tempat : VK [Link]
a. Data Subyektif
Ibu mengatakan sangat senang dengan kelahiran bayinya, dan perutnya masih
mules. Telah di suntik oksitosin sebanyak 1x setelah bayi lahir untuk merangsang
rahim berkontraksi untuk mengeluarkan ari-ari.
b. Data Objektif
Berdasarkan hasil dari wawancara bidan didapatkan Keadaan umum baik.
Kesadaran Composmentis. Telah terjadi proses kala III berlangsung baik dan lahir
plasenta berlangsung spontan. Perdarahan kurang lebih 300cc. Kandung kemih
Kosong. Kontraksi Uterus Keras. TFU 3 jari dibawah pusat. Perineum terdapat
robekan derajat II.
c. Assesment
Ny. R Umur 31 tahun G2P1A0 Inpartu kala III
d. Penatalaksanaan
1) Memberitahu ibu bahwa telah di lakukan pertolongan melahirkan plasenta.
Evaluasi : Ibu bersedia dan mengatakan perutnya mules.
2) Tindakan dilakukan diruangan bersalin oleh bidan dengan hasil plasenta lahir
spontan, selaput utuh, perdarahan kurang lebih 300cc, kontraksi keras, TFU 3
jari dibawah pusat, Perineum dilakukan penjahitan derajat II. Evaluasi :
keluarga tidak bisa mendampingi dan telah dilakukan penjahitan luka perineum
DATA PERKEMBANGAN KALA IV
ASUHAN KEBIDANA KOMPREHENSIF PADA PERSALINAN
Hari/Tanggal : Selasa/19 Februari 2019 Jam :
02.38 WIB
Tempat : VK [Link]
a. Data Subyektif
Ibu mengatakan sangat bahagia dan bersyukur dengan kelahiran bayi dan ari-
arinya, serta perut ibu masih mules.
b. Data Objektif
Keadaan umum baik, kesadaran composmentis, telah lahir bayi laki-laki pada
tanggal 19 Februari 2019 jam 02.30 WIB, dan telah lahir plasenta lengkap jam
02.40 WIB. Tekanan darah 110/80 mmHg, Nadi 84x/Menit, Respirasi 24 x/menit,
suhu 36,80C, TFU 2 jari di bawah pusat, Kontraksi uterus Keras, Kandung kemih
kosong, perdarahan ± 100ml.
c. Assesment
Ny. R umur 31 tahun P2A0 Persalinan kala IV
d. Penatalaksanaan
1) Memberitahu hasil pemeriksaan yang dilakukan
Keadaan umum baik, Tekanan darah 110/80 mmHg, TFU 2 Jari di bawah pusat
(normal), Kontraksi uterus (rahim) keras, Pengeluaran darah ±50ml, Placenta
lahir dengan lengkap, terdapat luka penjahitan perineum dalam 2 luar 3 jahitan..
Evaluasi: ibu telah mengetahui hasil pemeriksaannya.
2) Mengajarkan ibu dan keluarga cara masasse uterus selama 15 detik, dengan
cara memutar searah jarum jam secara teratur untuk mempertahan kan kondisi
rahim yang keras. Evaluasi : ibu dan keluarga bersedia memasase uterus
3) Menganjurkan ibu untuk makan dan minum guna mengembalikan kondisi atau
tenaga ibu setelah persalinan. Evaluasi : ibu bersedia makan dan minum.
4) Melakukan Observasi kala IV yaitu pemantauan tekanan darah, nadi, suhu,
TFU, Kontraksi Uterus, Kandung kemih dan perdarahan 15 menit pada 1 jam
pertama, dan 30 menit pada jam ke dua. Evaluasi : Hasil dari observasi kala IV
yaitu
a) Pukul 02.45 WIB tekanan darah 110/80 mmHg, Nadi 82x/menit, Suhu
36,50C, TFU 2 jari di bawah pusat, kontraksi uterus keras, kandung kemih
kosong, darah yang keluar ±50 ml
b) Pukul 03.00 WIB tekanan darah 100/80 mmHg, Nadi 82x/menit, TFU 2 jari
di bawah pusat, kontraksi uterus keras, kandung kemih kosong, darah yang
keluar ±10 ml.
c) Pukul 03.15 WIB tekanan darah 110/70 mmHg, Nadi 82x/menit, TFU 2 jari
di bawah pusat, kontraksi uterus keras, kandung kemih kosong, darah yang
keluar ±10 ml.
d) Pukul 03.30 WIB tekanan darah 110/80 mmHg, Nadi 82x/menit, TFU 2 jari
di bawah pusat, kontraksi uterus keras, kandung kemih kosong, darah yang
keluar ±5 ml.
e) Pukul 04.00 WIB tekanan darah 100/80 mmHg, Nadi 82x/menit, Suhu
37,50C, TFU 2 jari di bawah pusat, kontraksi uterus keras, kandung kemih
kosong, darah yang keluar ±5 ml
f) Pukul 04.35 WIB tekanan darah 110/80 mmHg, Nadi 82x/menit, TFU 2 jari
di bawah pusat, kontraksi uterus keras, kandung kemih kosong, darah yang
keluar ±5 ml.
3. Asuhan Kebidanan Bayi Baru Lahir
Asuhan Kebidanan Bayi Baru Lahir Pada By. Ny. R Umur 2 Jam Di
[Link]
Hari/Tanggal : Selasa/ 19 Februari 2019 Jam : 04.37 WIB
Tempat : VK [Link]
a. Data Subjektif
Ibu mengatakan bayinya bernama By. Ny. R, jenis kelamin laki- laki, Ibu
mengatakan bernama Ny.R umur 31 tahun, bersuku jawa, bangsa Indonesia,
beragama Kristen, pendidikan terakhirnya SMK, pekerjaan wiraswasta bidang
perdagangan, sedangkan nama suaminya Tn. S, umur 39 tahun, pendidikan
terakhir SMP, bekerja wiraswasta, Alamat Bayan Rt 2/ Rw 27 Kadipiro,
Banjarsari, Surakarta.
Ibu mengatakan ini G2P1A0 Umur kehamilan 40+1 minggu, ANC teratur di
puskesmas banyuanyar sebanyak 10x pada TM I 1x, TM II 3x, TM III 7x, di
Laboratorium Klinik Budi Sehat sebanyak 4x di TM I 1x, TM II 1x, TM III 2x,
dan di [Link] pada TM III 1x, imunisasi TT 5 kali yaitu saat bayi, SD
kelas 1 dan 2, capeng dipuskesmas, kenaikan BB ±5kg.
Ibu mengatakan tanggal persalinannya tanggal 19 Februari 2019, jam 02.30
WIB, jenis persalinan normal dengan induksi, lama persalinan kala I ±10 jam,
kala II 20 menit mulai jam 02.10 WIB : DJJ 146X/menit, irama teratur, warna
air ketuban jernih, tidak ada caput, tidak ada cephal haematoma, anak lahir
seluruhnya jam 02.30 WIB, penolong persalinan bidan, tidak ada penyulit
persalinan, tidak dilakukan IMD. APGAR Score pada menit I denyut
jantung >100/menit, pernafasan lambat dan tidak teratur (tangisan kuat), tonus
otot menggerakkan anggota badan/gerakan aktif, reaksi terhadap rangsangan
batuk dan bersin, warna kulit anggota badan biru, total 8. 5 menit II denyut
jantung >100/menit, pernafasan lambat dan tidak teratur (tangisan kuat), tonus
otot menggerakkan anggota badan/gerakan aktif, reaksi terhadap rangsangan
batuk dan bersin, warna kulit anggota badan merah jambu, total 9. 10 menit III
denyut jantung >100/menit, pernafasan teratur(tangisan kuat), tonus otot
menggerakkan anggota badan/gerakan aktif, reaksi terhadap rangsangan batuk
dan bersin, warna kulit anggota badan merah jambu, total 10.
b. Data Objektif
Didapatkan hasil pemeriksaan Keadaan Umum bayi baik, Kesadaran
Composmentis, Respirasi 44x/menit, Nadi 85x/menit, Suhu 37,40C.
Pemeriksaan fisik Kepala Ubun-ubun kecil dan ubun-ubun besar belum
menutup, masih berdenyut, datar, sutura teraba terpisah, tidak ada cephal
hematoma, tidak ada caput sucsedaneum. Mata simetris, tidak ada tanda-
tanda infeksi, conjungtiva merah muda, sclera putih, tidak ada kelainan pada
mata, tidak ada secret, terdapat selaput tipis berwarna merah dibagian mata
kanan. Telinga simetris, tidak ada kelainan, tidak ada serumen. Tidak ada
pernapasan cuping hidung, tidak ada sekret, tidak ada kelainan bawaan. Mulut
atas dan bawah simetris, warna bibir merah muda, tidak ada kelainan bawaan.
Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid dan vena jugularis. Dada simetris,
payudara ada puting, tidak ada bunyi nafas, tidak ada retraksi sternum. Bahu,
lengan dan tangan gerakan normal, tidak ada kelainan, simetris, jumlah jari
kanan dan kiri lengkap. Bentuk perut cembung, tidak ada perdarahan tali pusat,
tidak ada penonjolan tali pusat saat bayi menangis, tali pusat basah, tidak layu,
tidak ada kelainan. Punggung tidak ada pembengkakan dan pencekungan, tidak
ada spina bifida. Bentuk tungkai dan kaki simetris, gerakan normal, jumlah jari
kanan dan kiri lengkap. Testis sudah turun pada skrotum. Penis berlubang,
digland penis. Tidak ada kelainan. Anus berlubang. Warna kulit putih
kemerahan, tidak ada tanda lahir pada kulit bayi.
Pemeriksaan Reflek, Reflek moro (+) bayi mampu terkejut ketika di berikan
rangsangan dengan menggerakakn tangan seperti huruf C. Reflek Rooting (+)
bayi mampu menggerakkan kepala ke kanan dan ke kiri kearah pipi yang di
sentuh. Reflek babinsky (+) bayi mampu mencengkram dengan baik ketika di
sentuhkan benda ke telapak tangan bayi. Reflek sucking (+) yaitu bayi mampu
menghisap puting dengan baik dan kuat. Reflek grasping (+) yaitu bayi mampu
menggenggam jika telapak tangan bayi disentuh dengan jari. Reflek walking (+)
yaitu bayi mampu menggerakkan kaki seperti melangkah. Reflek swallowing
(+) yaitu jika benda yang dimasukkan kedalam mulut bayi maka akan
dihisap/menelan
Antropometri BB 3700 gram, PB 52 cm, LD 34 cm, LK 35 cm, LILA 9,5
cm
Eliminasi Urine : pertama jam 02.30 WIB. Belum BAB Pemeriksaan
penunjang tidak dilakukan
c. Assesment
Didapatkan diagnosa kebidanan pada By. Ny. R Umur 2 Jam cukup bulan,
sesuai masa kehamilan.
d. Penatalaksanaan
1) Memberitahu ibu hasil pemeriksaan yang dilakukan
a) Keadaan umum baik, kesadaran composmentis, berat badan 3700 gram,
panjang badan 52 cm, respirasi 44x/menit, nadi 80x/menit, suhu 37,40C,
LK/LD 35cm/34cm.
b) Pemeriksaan fisik terdapat selaput tipis berwarna merah dimata kanan
yang akan hilang dengan sendirinya dan pemeriksaan fisik lainnya dalam
batas normal.
c) Pemeriksaan reflek dalam batas normal Evaluasi : ibu mengerti akan hasil
pemeriksaan.
2) Menjaga kehangatan dan kebersihan bayi dengan memakaikan baju bayi
serta memakaikan bedong bayi dengan prinsip menghangatkan bayi, serta
membungkus tali pusat bayi dengan kasa steril dengan tujuan mencegah
infeksi pada tali pusat bayi dan meletakkan bayi pada ruangan yang hangat.
Evaluasi : Kehangatan bayi dan kebersihan bayi telah terjaga.
3) Melakukan pendokumentasian hasil pemeriksaan. Evaluasi : hasil
pemeriksaan telah didokumentasikan.
4. Asuhan Kebidanan pada Ibu Nifas
Asuhan Kebidanan Ibu Nifas Pada Ny. R Umur 31 Tahun P2A0 6 Jam Post
Partum Normal Di [Link]
Hari/Tanggal : Selasa/ 19 Februari 2019 Jam :
10.35 WIB
Tempat : VK [Link]
a. Data Subjektif
Ibu mengatakan bernama Ny. R, umur 31 tahun bersuku Jawa, berbangsa
Indonesia, beragama Kristen, pendidikan terakhirnya SMK, pekerjaan
wiraswasta bidang perdagangan, sedangkan nama suaminya Tn. S, umur 39
tahun, pendidikan terakhir SMP, bekerja wiraswasta, alamat Bayan RT 2/RW 7,
Kadipiro, Banjarsari, Surakarta
Ibu mengatakan telah melahirkan anak kedua nya 2 jam yang lalu di RS.
Triharsi penolong bidan, Tanggal 19 Februari 2018 Jam 02.30 WIB, jenis
persalinan normal dengan induksi, tidak ada komplikasi dalam persalinan. Ibu
mengatakan perutnya masih mules namun ibu sangat bahagia karena bayi nya
telah lahir dengan selamat dan sehat.
Ibu mengatakan menarche pada umur 11 tahun, lamanya ± 7 hari, ganti
pembalut 3x/hari, menstruasi tidak teratur dengan siklus 29 hari, mengeluhkan
desminorea saat hari pertama dan kedua. HPHT 12 Mei 2018, HPL 19 Februari
2019, umur kehamilan 40+1 minggu, ANC teratur di puskesmas banyuanyar
sebanyak 10x pada TM I 1x, TM II 3x, TM III 7x, di Laboratorium Klinik Budi
Sehat sebanyak 4x di TM I 1x, TM II 1x, TM III 2x, dan di [Link] pada
TM III 1x, tidak memiliki riwayat operasi.
Ibu mengatakan tempat persalinannya di [Link], penolong bidan,
tanggal 19 Februari 2019, jam 02.30 WIB, jenis persalinan normal dengan
induksi, tidak ada komplikasi dalam persalinan, plasenta ukuran ± 400 gram,
panjang tali pusat ±30 cm insersio sentralis/ditengah, tidak ada kelainan,
perineum terdapat ruptur dan dijahit, perdarahan kala I ±10cc, kala II ±60cc,
kala III ±100cc, kala IV ±100cc, lama persalinan kala I ±10 jam, kala II 20
menit, kala III 10 menit, kala IV 2 jam, keadaan bayi BB 3700 gr, PB 52 cm,
apgar score menit I 8, 5 menit II 9, 10 menit III 10, tidak ada cacat bawaan.
Ibu mengatakan anak kedua lahir normal, penolong bidan, tidak ada
komplikasi, jenis kelamin laki-laki, berat lahir 3700 gram, nifas baik, usia anak
sekarang 8 jam.
Ibu mengatakan riwayat kehamilan yang pertama umur kehamilan cukup
bulan ± 37+6 minggu, jenis persalinan normal, terdapat penyulit kala I lama,
penolong dokter di RSUD Dr. Moewardi dengan diinfus RL dan di induksi,
jenis kelamin laki-laki, berat badan lahir 3500 gram, nifas ± 3 minggu, usia
anak sekarang 6,5 tahun ,keadaan sehat. Kehamilan yang kedua umur
kehamilannya 40+1 minggu, jenis persalinan normal, terdapat penyulit kontaksi
kurang kuat, penolong bidan di [Link], jenis kelamin laki-laki, berat badan
lahir 3700 gram, nifas saat ini usia anak 6 jam, sehat
Ibu mengatakan yang pertama pernah memakai alat kontrasepsi kondom
lama pakai hanya beberapa bulan setelah pernikahan, kedua pakai implant ± 4
tahun lepas, pasang lagi lama pakai ±2,5 tahun, keluhan flek-flek, berat badan
naik, tahun lepas bulan April tahun 2018, dengan alasan ingin menambah anak.
Ibu mengatakan perutnya masih mules, tidak memiliki penyakit yang
diderita, tidak sedang dalam masa pengobatan, tidak alergi obat.
Ibu mengatakan tidak pernah mengalami nyeri tekan dada bagian kiri,
berdebar-debar, mudah lelah (jantung), tidak pernah mengalami batuk lebih dari
3 bulan sampai mengeluarkan darah, demam (TBC), tidak pernah mengalami
sesak napas, alergi pada debu (Asma), tidak pernah mengalami penurunan berat
badan yang drastis, cepat haus dan sering BAK pada malam hari, luka tak
kunjung sembuh (DM), tidak pernah mengalami perubahan warna kulit, kuku,
dan mata menjadi kuning (hepatitis), tidak pernah mengalami kejang sampai
mengeluarkan busa, sakit kepala, depresi (epilepsi), tidak pernah mengalami
kencing nanah/nyeri saat BAK, keputihan yang lama dan bau busuk, warna
hijau (gonore), tidak pernah mengalami flu/diare yang berkepanjangan,
sariawan tidak kunjung sembuh, penurunan BB (HIV-AIDS), tidak pernah
mengalami keputihan/nanah yang berbau, gatal dan berwarna kuning kehijauan
luka pada daerah kemaluan (sipilis).
Ibu mengatakan dalam keluarganya ada yang memiliki riwayat gelaja
penyakit jantung lemah yaitu ibu kandung tetapi sudah sembuh, tidak memiliki
riwayat penyakit TBC, asma, DM, hepatitis, epilepsy, gonorea, HIV-AIDS,
sipilis, dan ibu mengatakan memiliki keturunan kembar dari ibunya suami.
Ibu mengatakan menikah 1x, pada usia 25 tahun dan usia suami 33 tahun,
lama pernikahan ±6,5 tahun, respon ibu terhadap kelahiran yang kedua senang
dan bahagia, keluarga juga senang dengan kelahirannya sekarang, rencana
menyusui dengan ASI Eksklusif sampai 6 bulan. Suaminya merokok, tidak
minum-minuman keras, jamu. Rencana melahirkan di puskesmas di tolong
bidan. Pengambilan keputusan dalam keluarga adalah suami.
Ibu mengatakan pola pemenuhan kebutuhan sehari-hari sebelum hamil yaitu
makan 3-4x sehari, porsi sedang, jenis makanan nasi, sayur, lauk, buah, tidak
ada makanan pantang. Minum 8-9 gelas/hari, jenis air putih dan teh. Tidur siang
±1 jam/hari, tidur malam ± 7-8 jam/hari. BAK 4-5x/hari, warna kuning jernih,
BAB 1x/2 hari, konsistensi lunak. Personal hygiene Mandi 2x/hari, keramas
2- 3x/minggu, sikat gigi 2x/hari, ganti pakaian setiap hari, aktivitas sehari-hari
melakukan pekerjaan rumah tangga, bekerja, mengurus anak, berekreasi 1x
seminggu. Pola hubungan seksual 1x/minggu. Tidak ada keluhan pada pola
pemenuhan kebutuhan sehari-hari sebelum hamil. Saat ini, makan 1-2x/hari, ½
porsi sedang, jenis makanan nasi, sayur, lauk, buah. Minum 7 gelas/ hari,
jenisnya air putih dan teh. BAK 3 kali/ hari, warna jernih. Aktivitas sehari-hari
menyusui bayinya.
Ibu mengatakan tau tentang masa nifas masa setelah melahirkan selama 40
hari, tau tentang manfaat ASI sebagai nutrisi bayi, daya tahan tubuh, tau tentang
rencana menyusui selama 6 bulan ASI Eksklusif, tau tentang perawatan
payudara dan sudah dipraktekkan selama hamil, tau tentang perawatan bayi
harus dijaga kehangatan bayi, hindari dari suhu dingin.
b. Data Objektif
Didapatkan hasil pemeriksaan Keadaan umum baik, Kesadaran
composmentis, Tekanan Darah 120/80 mmhg, Nadi 85x/menit, Respirasi
23x/menit, Suhu 36,80C, BB sebelum hamil 85 kg, BB saat ini 90 kg, TB 154
cm, LILA 34 cm.
Pemeriksaan fisik Rambut bersih, tidak ada ketombe warna hitam. Muka
simetris, tidak ada odema, tidak ada flek-flek hitam. Mata simetris, konjungtiva
merah muda, sclera warna putih tidak ikterik. Hidung simetris, bersih tidak ada
secret, tidak ada benjolan pada hidung. Telinga simetris, tidak ada serumen.
Leher tidak ada pembesaran kelenjar tiroid dan parotis. Mammae simetris tidak
ada benjolan abnormal, puting menonjol, pengeluaran ASI colostrum, tidak
neyri tekan. Perut tidak ada bekas oprasi, TFU 2 jari bawah pusat, kontraksi
keras, palpasi supra pubik kosong dan tidak ada massa. Genetalia terdapat
pengeluaran lochea rubra sebanyak ±15 ml, dan vulva vagina terdapat luka
jahit post partum dan nyeri tekan luka jahit , tidak ada odema, konsistensi cair
dan terdapat gumpalan, bau khas, warna merah segar, tidak ada hemoroid.
Ekstremitas atas tidak odem, simetris, jari lengkap, ekstremitas bawah tidak
odem, simetris, jari lengkap, tidak ada varices.
c. Assesment
Didapatkan diagnosa kebidanan pada Ny.R umur 31 tahun P2A0 6 jam post
partum normal.
d. Penatalaksanaan
1) Memberitahu ibu hasil pemeriksaannya
a) Keadaan umum baik, kesadaran composmentis, tekanan darah 120/80
mmhg, nadi 85x/menit, respirasi 23x/menit, suhu 36,80C.
b) Pemeriksaan fisik payudara simetris, pengeluaran Colostrum, puting
menonjol tidak ada nyeri tekan payudara, Pemeriksaan palpasi tinggi
fundus uteri 2 jari di bawah pusat, kontraksi uterus keras, palpasi supra
pubik kosong. Vulva vagina terdapat luka jahit post partum dan nyeri
tekan luka jahit , tidak ada odema, pengeluaran pervaginam lochea
Rubra sebanyak ±15 ml, konsistensi cair dan terdapat gumpalan, bau khas,
warna merah segar.
Evaluasi : ibu mengerti akan hasil pemeriksaan yang dilakukan
2) Menganjurkan ibu untuk miring kanan dan kiri, jika tidak pusing dilanjutkan
untuk duduk dan belajar untuk menyusui bayinya, namun jika pusing maka
di sarankan untuk kembali berbaring di tempat tidur untuk menstabilkan
kondisi ibu. Evaluasi : ibu bersedia untuk miring kanan dan kiri.
3) Meganjurkan ibu untuk selalu menjaga kebersihan bagian vagina, yaitu
mengganti pembalut minimal 4 jam sekali untuk mencegah terjadinya
infeksi, kemudian setelah BAK dan BAB membersihkan dari depan ke
belakang serta selalu menjaga kelembaban bagian vagina, dan tidak boleh
dalam kondisi lembab, harus dalam kondisi kering. Evaluasi : ibu bersedia
untuk selalu menjaga kebersihan bagian vagina.
4) Melakukan pendokumentasian hasil pemeriksaan Evaluasi : hasil
pemeriksaan telah didokumentasikan.
5. Asuhan Kebidanan Pada Keluarga Berencana
Asuhan Kebidanan Keluarga Berencana pada Ny. R umur 31 tahun P2A0
Dengan Aseptor KB MAL (Metode Amenore Laktasi )
Di Puskesmas Banyuanyar
Hari/tanggal : Selasa / 12 Maret 2019 Jam :
11.00 WIB
Tempat : Puskesmas Banyuanyar
a. Data Subjektif
Ibu mengatakan bernama Ny. R, umur 31 tahun bersuku Jawa, berbangsa
Indonesia, beragama kristen, pendidikan terakhirnya SMK, pekerjaan wiraswasta
bidang perdagangan, sedangkan nama suaminya Tn. S, umur 39 tahun, pendidikan
terakhir SMP, bekerja wiraswasta, alamat Bayan RT 2/RW 7, Kadipiro, Banjarsari,
Surakarta.
Ibu mengatakan sampai saaat ini belum menstruasi dan ibu berencana memakai
KB Alami yaitu KB MAL.
Ibu mengatakan saat ini tidak ada keluhan. Menarche pada saat umur 11 tahun,
lamanya ± 7 hari, ganti pembalut 3x/hari, menstruasi tidak teratur dengan siklus 29
hari, mengeluhkan desminorea saat hari pertama dan kedua, mentruasi terakhir
tanggal 12 Mei 2018.
Ibu mengatakan riwayat kehamilan yang pertama umur kehamilan cukup bulan
± 37+6 minggu, jenis persalinan normal, terdapat penyulit kala I lama, penolong
dokter di RSUD Moewardi dengan diinfus RL dan di induksi, jenis kelamin laki-
laki, berat badan lahir 3500 gram, nifas ± 3 minggu, usia anak sekarang 6,5 tahun
,keadaan sehat. Kehamilan yang kedua umur kehamilannya 40+1 minggu, jenis
persalinan normal, terdapat penyulit kontaksi kurang kuat, penolong bidan di
[Link], jenis kelamin laki-laki, berat badan lahir 3700 gram, nifas saat ini usia
anak 21 hari, sehat.
Ibu mengatakan riwayat kesehatan sekarang saat ini belum mentruasi dan ibu
berencana memakai kb alami dengan MAL, saat ini tidak memiliki penyakit yang
diderita, tidak sedang dalam masa pengobatan, tidak alergi pada obat.
Ibu mengatakan tidak memiliki sakit kuning seperti kuning di mata, kulit, kuku
kaki dan tangan, tidak mengalami perdarahan pervaginam seperti flek-flek, keluar
darah banyak saat hamil, tidak memiliki keputihan yang lama sampai berwarna
hijau, berbau, rasa gatal, tidak memiliki tumor pada payudara seperti benjolan
abnormal, kista payudara, tidak memiliki tumor rahim seperti kista, miom, tidak
memiliki tanda-tanda diabetes seperti mudah haus, sering BAK dimalam hari lebih
dari 6-8x, luka tak kunjung smebuh, penurunan berat badan yang derastis, tidak
memiliki kelainan pembekuan darah, tidak memiliki tumor/ keganasan gynekologi
seperti kanker rahim.
Ibu mengatakan riwayat kesehatan keluarga, tidak pernah mengalami nyeri
tekan dada kiri, berdebar-debar, mudah lelah (jantung), tidak pernah mengalami
batuk lebih dari 3 bulan sampai mengeluarkan darah, demam (TBC), tidak
mengalami sesak napas, alergi pada debu (Asma), tidak mengalami penurunan
berat badan yang derastis, cepat haus, sering BAK pada malam hari, luka tak
kunjung sembuh (DM), tidak pernah mengalami perubahan warna kulit, kuku,
mata (hepatitis), tidak pernah mengalami kejang sampai keluar busa, sakit kepala,
depresi (epilepsi), tidak pernah mengalami kencing nanah/ nyeri saat BAK,
keputihan yang lama, bau busuk, warna hijau (Gonore), tidak pernah mengalami
flu/diare yang berkepanjangan, sariawan tidak kunjung sembuh, penurunan BB
(HIV/AIDS), tidak pernah mengalami keputihan/ nanah yang berbau, gatal,
berwarna kuning kehijauan, luka pada daerah kemaluan (sipilis), memiliki
keturunan kembar dari ibunya suami.
Ibu mengatakan menikah 1x, pada usia 25 tahun dan usia suami 33 tahun, lama
pernikahan ±6,5 tahun, ibu mengatakan selalu menjalankan ibadah sesuai dengan
agama, hubungan dengan keluarga sangat baik dan harmonis, adat istiadat
sehubungan dengan pemakaian kontrasepsi tidak ada yang melarang, ibu
mengetahui jenis-jenis kb, dan manfaatnya, serta kerugiannya.
Ibu mengatakan pola pemenuhan kebutuhan sehari-hari yaitu makan 3-4x
sehari, porsi sedang, jenis makanan nasi, sayur, lauk, buah, tidak ada makanan
pantang. Minum 8-9 gelas/hari, jenis air putih dan teh. Tidur siang ±1 jam/hari,
tidur malam ± 7-8 jam/hari. BAK 4- 5x/hari, warna kuning jernih, BAB 1x/2 hari,
konsistensi lunak. Personal hygiene Mandi 2x/hari, keramas 2-3x/minggu, sikat
gigi 2x/hari, ganti pakaian setiap hari, aktivitas sehari-hari melakukan pekerjaan
rumah tangga, bekerja, mengurus anak, berekreasi 1x seminggu. Tidak ada keluhan
pada pola pemenuhan kebutuhan sehari- hari.
Ibu mengatakan persalinan terakhirnya tahun 2012, jenis persalinan normal,
datang atas petunjuk suami, perencanaan anak dalam keluarga cukup 2. Jenis alat
kontrasepsi yang dipakai kondom lama pakai hanya beberapa bulan setelah
pernikahan alasan ingin memiliki anak, kedua pakai implant ± 4 tahun lepas,
pasang lagi ± 2,5 tahun, keluhan flek-flek, berat badan nambah, tahun lepas bulan
april tahun 2018 alasannya ingin memiliki anak.
b. Data Objektif
Didapatkan hasil pemeriksaan Keadaan umum baik, Kesadaran Composmentis,
Tekanan darah 110/90mmHg, Nadi 82x/menit, Suhu 36,80C, Pernapasan
24x/menit. Berat badan 83 kg.
Pemeriksaan fisik Rambut bersih, tidak ada ketombe warna hitam. Muka
simetris, tidak ada odema, tidak ada flek-flek hitam. Mata simetris, konjungtiva
merah muda, sclera warna putih tidak ikterik. Hidung simetris, bersih tidak ada
secret, tidak ada benjolan pada hidung. Telinga simetris, tidak ada serumen. Leher
tidak ada pembesaran kelenjar tiroid dan parotis. Mammae simetris tidak ada
benjolan abnormal, terdapat puting lecet, puting menonjol, pengeluaran ASI. Perut
tidak ada bekas oprasi, TFU tidak teraba dan tidak ada massa. Genetalia tidak
terdapat pengeluaran, dan terdapat bekas luka jahitan post partum yang sudah
mengering. Ekstremitas atas tidak odem, simetris, jari lengkap, ekstremitas bawah
tidak odem, simetris, jari lengkap, tidak ada varices.
c. Assesment
Didapatkan diagnosa kebidanan pada Ny. R umur 31 tahun P2A0 dengan calon
Aseptor KB alami yaitu KB MAL
d. Penatalaksanaan
1) Memberitahu hasil pemeriksaan pada ibu
a) Keadaan umum baik, Kesadaran Composmentis, Tekanan darah
110/90mmHg, Nadi 82x/menit, Suhu 36,80C, Pernapasan 24x/menit, Berat
badan 83 kg
b) Pemeriksaan fisik dalam batas normal Evaluasi : ibu mengerti akan hasil
pemeriksaannya
2) Menganjurkan pada ibu untuk tetap memberikan ASI Eksklusif setiap 2 jam
sekali atau secara on demand (setiap saat) selama 6 bulan tanpa tambahan
apapun. Karena disitulah syarat utama sebagai calon akseptor KB alami dengan
MAL (Metode Amenore Laktasi). Evaluasi : ibu bersedia untuk memberikan ASI
Eksklusif secara on demand/setiap 2 jam sekali selama 6 bulan.
3) Meminta ibu untuk memilih KB yang akan digunakan dan kapan ibu akan
menggunakan KB agar ibu tidak menyesal dikemudian hari. Evaluasi : ibu
memilih menggunakan KB kondom dikemudian hari, dan akan menggunakan KB
kondom setelah KB MAL serta setelah datangnya menstruasi
4) Melakukan pendokumentasian hasil pemeriksaan Evaluasi : hasil pemeriksaan
telah didokumentasikan.
e. Pembahasan
Dalam studi kasus ini peneliti akan membahas tentang
asuhan kebidanan yang diberikan pada ibu hamil, bersalin, bayi
baru lahir, nifas, dan KB yang dilaksanakan dari usia kehamilan
Trimester III yaitu 32 minggu sampai dengan 6 minggu post
partum yang dimulai dari bulan Desember 2018 – bulan Mei
2019 di Puskesmas Banyuanyar dimana asuhan ini diberikan
pada Ny. R usia 31 tahun.
Pada BAB ini yang berisi mengenai suatu pembahasan
kasus yang diambil, peneliti akan mencoba membahas dengan
cara membandingkan antara teori dengan mengacu pada
pendekatan Asuhan Kebidanan, menyimpulkan data,
menganalisa data dan melakukan penatalaksanaan asuhan sesuai
dengan Asuhan Kebidanan.
1. Kehamilan
Pada tanggal 31 Desember 2018, peneliti bertemu dengan
Ny. R sebagai objek untuk pengambilan studi kasus tugas
akhir dan Ny. R bersedia menandatangani informed consent
yang diberikan. Selama kehamilan pasien melakukan ANC
sebanyak 14 kali, TM I sebanyak 1 kali, TM II sebanyak 3
kali, TM III Peneliti telah memberikan asuhan pelayanan ANC
sebanyak 10 kali. Peneliti mendampingi baik saat Ny. R
melakukan ANC di Puskesmas Banyuanyar, Laboratoriun
Klinik Budi Sehat, RS. Triharsi maupun kunjungan rumah
klien. Sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh kebijakan
WHO dalam Rukiyah, dkk (2009), bahwa pemeriksaan
kehamilan dilaksanakan sebanyak 4 kali selama kehamilan,
yaitu 1 kali pada TM I, 1 kali pada TM II, 2 kali pada TM III.
Hal ini tidak ada kesenjangan antara praktek dan teori.
Dalam melakukan pendampingan ANC peneliti melakukan
pengkajian, anamnesa riwayat medis Ny. R meliputi
(identitas, riwayat persalinan, riwayat kontrasepsi, riwayat
kehamilan yang lalu, riwayat penyakit, riwayat sosial
ekonomi, riwayat pemenuhan nutris
Menurut Kemenkes (2010), pelayanan antenatal sesuai standar meliputi
anamnesis, pemeriksaan fisik (umum dan kebidanan), pemeriksaan laboratorium
sesuai indikasi. Terdapat standar pelayanan ANC meliputi timbang berat badan,
ukur LILA, tekanan darah, ukur tinggi fundus uteri, hitung denyut jantung janin
(DJJ), tentukan presentasi janin, pemberian imunisasi tetanus toksoid (TT),
pemberian tablet Fe, pemeriksaan laboratorium, dan KIE.
Peneliti mendampingi Ny. R melakukan “10T” timbang berat badan dengan
hasil selama hamil berat badan naik 5 kg. Sesuai dengan anjuran Kemenkes (2010),
bahwa standar pelayanan pemeriksaan ANC terdapat “10T” yaitu pengukuran
berat badan untuk mengetahui adanya komplikasi gangguan pertumbuhan janin,
pertambahan berat badan dalam kategori normal adalah 11,5-16 kg selama
kehamilan, dan hasil penambahan berat badannya adalah 5 kg selama hamil yang
berarti masih dalam batas normal. Karena IMT Ny. R sudah termasuk dalam
kategori obesitas golongan 2. Pada pengukuran lingkar lengan atas (LILA)
didapatkan hasil 34 cm. Sesuai dengan teori Kemenkes (2010), pengukuran LILA
digunakan untuk melakukan pendeteksian kekurangan energi kronik, dianggap
KEK apabila hasil kurang dari 23,5cm. Pengukuran tekanan darah dari awal
peneliti mendapatkan hasil 100/70 mmHg. Sesuai dengan anjuran menurut
Kemenkes (2010), bahwa pengukuran tekanan darah bertujuan untuk mendeteksi
adanya hipertensi, dianggap normal apabila kurang dari 140/90 mmHg.
Pengukuran tinggi fundus uteri (TFU) yang dilakukan setiap kali kunjungan
ANC didapatkan hasil sesuai dengan usia kehamilan yaitu umur kehamilan 34
minggu TFU 27cm dan usia kehamilan 40+1 minggu TFU 35cm. Sesuai anjuran
Kemenkes (2010), pengukuran TFU bertujuan untuk mengetahui sesuai atau tidak
dengan usia kehamilan jika tidak sesuai kemungkinan ada gangguan pertumbuhan
janin. Pada pemeriksan detak jantung janin (DJJ) didapatkan hasil
normal yaitu 130-150x/menit. Sesuai pendapat Kemenkes (2010), pengukuran DJJ
digunakan untuk menentukan kesejahteraan janin, DJJ normal 120-160x/menit jika
gawat janin kurang dari 120 atau lebih dari 160 x/menit. Sebagai persiapan
kehamilan Ny.R melakukan sebanyak 2 kali pada sebelum menikah dan hamil anak
pertama. Sesuai dengan anjuran Kemenkes (2010), bahwa pemberian imunisasi
tetanus toxoid (TT) digunakan untuk mencegah terjadinya tetanus toxoid
neonatorum sehingga ibu hamil mendapatkan imunisasi TT. Serta menurut
Saifuddin (2009), bahwa imunisasi TT diberikan 2 kali, yaitu sejak diketahui positif
hamil dimana biasanya diberikan pada kunjungan pertama ibu hamil kesarana
kesehatan. Yang kedua diberikan sebelum kehamilan 8 bulan. Jarak pemberian TT1
dengan TT2 adalah minimal 4 minggu.
Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan hasil klien pada TM I 1 kali dengan
hasil 13,1 gr/dl, TM III 3 kali dengan hasil 10,6 gr/dl, 10,4 gr/dl dan 11,3 gr/dl.
Sesuai dengan teori Kemenkes (2010), klasifikasi anemia yaitu normal 11 gr/dl,
anemia ringan 9-10 gr/dl, anemia sedang 7-8 gr/dl, anemia berat >7 gr/dl.
Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan Ny. R mengalami anemia ringan
sehingga peneliti memberikan tatalaksana pemberian tablet Fe yang mengandung
fe fumarat 60 mg, diminum 2x1 sehari sebagai penambah darah dan memberikan
konseling tentang tablet Fe serta gizi seimbang. Sesuai pendapat Kemenkes (2010),
bahwa pemberian tablet Fe bertujuan untuk mencegah anemia, setiap ibu hamil
harus mendapatkan zat besi minimal 90 tablet selama kehamilan diberikan sejak
kontak pertama. Dalam hal ini tidak ada kesenjangan antara teori dan praktek.
Evaluasi dari penatalaksanaan selama umur kehamilan 34 minggu sampai 37+1
minggu didapatkan hasil laboratorium bahwa Hb klien sudah normal yaitu 11,3
gr/dl. Dalam hal ini tidak ada kesenjangan antara teori dan praktek.
2. Persalinan
Pada tanggal 18 Februari 2019 pukul 09.00 WIB peneliti mendampingi Ny. R
USG di RS. Triharsi untuk kunjungan ulang. HPL Ny. R pada tanggal 19
Februari 2019 dan umur kehamilan sudah 40+1 minggu, TTV normal namun air
ketuban mulai berkurang dan sudah mendekati HPL tetapi belum ada tanda-tanda
persalinan. Kemudian saran dokter untuk dilakukan EKG dan tindakan induksi.
Sesuai dengan pendapat Nugroho (2012), adalah tindakan atau langkah untuk
memulai persalinan yang sebelumnya belum terjadi, bisa secara mekanik
(amniotomi, Insersi Foley Catheter, dan lamainaria) maupun
kimiawi/farmakologik (Misoprostol tablet, oksitosin drip). Dalam etiologi induksi
persalinan menurut Nugroho (2012), meliputi kehamilan sudah lewat waktu,
terjadi metabolisme, air ketuban berkurang dan makin mengental. Dalam hal ini
tidak ada kesenjangan antara teori dan praktek.
Pada proses persalinan Ny.R pada pukul 13.00 WIB hasil pemeriksaan bidan
belum ada pembukaan, ketuban rembes dan diberikan induksi 5 unit oksitosin yang
didrip dengan RL dan ¼ tablet kromalut per vagina.
Evaluasi dari penatalaksanaan tersebut setelah dilakukan induksi telah ada
kemajuan persalinan, pada pukul 13.40 WIB pembukaan 1 cm, kontraksi 2x/10
menit durasi 20 detik, DJJ 156x/menit irama teratur, pada pukul 19.05 WIB
pembukaan 2 cm, kontraksi 3x/10 menit durasi 25 detik, DJJ 152x/menit irama
teratur, pada pukul 23.00 WIB pembukaan 5 cm, kontraksi 4x/10 menit durasi 40
detik, DJJ 149x/menit irama teratur, pada pukul 02.10 WIB pembukaan lengkap,
kontraksi 5x/10 menit durasi 45 detik, DJJ 146x/menit irama teratur, pada pukul
02.20 WIB tanggal 19 Februari 2019 bayi lahir normal, jenis kelamin laki-laki,
tidak dilakukan IMD karena bayi dilakukan penyedotan lendir. Setelah bayi lahir,
10 menit kemudian plasenta
lahir normal, lengkap. Observasi kala IV dilakukan didalam ruang bersalin.
Sesuai dengan pendapat Prawirohardjo (2011), bahwa IMD sangat membantu
stabilisasi pernafasan bayi, mengendalikan suhu tubuh yang baik dibandingkan
dengan inkubator, menjaga kolonisasi kuman yang aman bagi bayi dan mencegah
infeksi nosocomial. Sedangkan kontarindikasi pada bayi tidak di IMD antara lain
bayi kejang-kejang, bayi sakit berat, bayi dengan cacat bawaan, asfiksia, caput
sucsedaneum. Dalam hal ini terdapat kesenjangan antara teori dan praktek.
Pada kasus ini dilakukan tindakan induksi persalinan karena pada pemeriksaan
didapatkan air ketuban sudah berkurang, kehamilan sudah memasuki tanggal
perkiraan lahir.
Sesuai dengan pendapat Nugroho (2012), dilakukan penatalaksanaan induksi
persalinan dengan indikasi yaitu faktor ibu meliputi (hipertensi pada kehamilan,
preeklampsia berat/eklampsia yang tidak membaik dengan obat-obatan, diabetes
mellitus). Faktor janin meliputi (kematian janin dalam kandungan/IUFD,
pertumbuhan janin terlambat/IUGR). Keadaan kehamilan meliputi (prolonged
pregnancy/usia kehamilan lebih dari 41 minggu, ketuban pecah dini (KPD)/usia
kehamilan lebih dari 34 minggu, partus tidak maju, amnionitis). Dalam hal ini tidak
ada kesenjangan antara teori dan praktek.
Pada saat dilakukan induksi persalinan peneliti telah melakukan asuhan berupa
observasi kemajuan persalinan selama 30 menit meliputi observasi keadaan umum
ibu, tanda-tanda vital, kontraksi dan DJJ. Pemantauan kemajuan persalinan dengan
hasil keadaan umum baik, tanda-tanda vital dalam batas normal, nadi 84-
87x/menit, kontraksi bertambah 2-5x/10 menit durasi 20-40 detik, DJJ normal 146-
156x/menit, kala I berlangsung selama ±13 jam, kala II ±20
menit, kala III 10 menit, kala IV 2 jam. Tidak terdapat kesenjangan antara teori dan
parktek.
Selain itu peneliti juga memberikan asuhan antara lain berupa memposisikan
klien untuk miring kiri agar mempercepat penurunan, memberi klien asupan nutrisi
disela-sela kontraksi, mengajarkan ibu untuk melakukan teknik relaksasi napas
panjang, melakukan massage pada punggung bawah klien, memberikan dukungan
emosional, menganjurkan ibu untuk berdo’a sesuai dengan agamanya. Sesuai
dengan pendapat Prawirohardjo (2011), dalam perubahan psikologi ibu bersalin
biasanya mengalami perubahan emosional yang tidak stabil, maka diperlukan
asuhan yang sifatnya mendukung selama persalinan. Dalam hal ini tidak ada
kesenjangan antara teori dan praktek.
Dalam melakukan asuhan kebidanan bersalin pada Ny.R peneliti mengalami
keterbatasan yaitu peneliti tidak bisa melakukan pemeriksaan seperti DJJ, VT, dan
tidak bisa mengikuti proses persalinan dari kala II, kala III, kala IV dikarenakan
kebijakan pihak rumah sakit.
3. Bayi Baru Lahir
Bayi Ny. R lahir pada tanggal 19 Februari 2019 pukul 02.30 WIB, lahir normal
dilakukan pemeriksaan bidan meliputi pemeriksaan fisik normal tidak ditemukan
adanya cacat bawaan, bayi menangis spontan, warna kulit kemerahan, jenis
kelamin laki-laki, tidak cacat kongenital, BB 3700 gram, PB 52cm, LK 35 cm, LD
34 cm, LILA 9,5 cm, nadi 125x/menit, respirasi 44x/menit, reflek sudah ada dan
terbentuk dengan baik (rooting, sucking, morro, grasping).
Sesuai dengan pendapat Karyumi (2009), bayi baru lahir adalah bayi yang lahir
dengan berat lahir antara 2.500 gram- 4000 gram pada usia kehamilan 37-40
minggu. Serta pendapat menurut Dewi (2010), bayi baru lahir normal memiliki
panjang 48-52 cm, lingkar dada 30-38 cm, lingkar lengan 11-12 cm, frekuensi
denyut jantung 120-
160x/menit, pernapasan 40-60x/menit, lanugo tidak terlihat dan rambut kepala
tumbuh sempurna, kuku agak panjanag dan lemas, nilai apgar >7, reflek-reflek
sudah terbentuk dengan baik (rooting, sucking, morro, grasping), organ genetalia
pada bayi laki-laki testis sudah berada pada skrotum dan penis berlubang,
mekonium sudah keluar dalam 24 jam pertama berwarna hitam kecoklatan. Dalam
hal ini tidak ada kesenjangan dalam teori dan praktek.
Pada asuhan BBL dalam kasus ini peneliti telah melakukan kunjungan BBL
sebanyak 6 kali, yaitu yang pertama 2 jam, yang kedua 12 jam, yang ketiga 4 hari,
yang keempat 14 hari, yang kelima 21 hari, yang keenam 1 bulan 8 hari. Sesuai
dengan anjuran menurut Depkes RI (2009), kunjungan neonatus (KN) dilakukan
minimal sebanyak 3 kali yaitu usia 6-48 jam KN I, pada usia 3-7 hari KN II, pada
usia 8-28 hari KN III. Hal ini menunjukkan tidak ada kesenjangan antara
pemberian asuhan yang dilakukan oleh peneliti dengan teori terkait jumlah
kunjungan BBL.
Peneliti melakukan kunjungan BBL yang pertama dan berdasarkan data dari RS.
Triharsi dan Ny. R telah dilakukan pemeriksaan fisik pada bayi tidak ditemukan
adanya masalah, diberikan vitamin K1 untuk mencegah perdarahan, diberikan salep
mata, imunisasi Hb0, bayi dilakukan rooming in, peneliti hanya memberikan
asuhan konseling kepada ibu untuk menjaga bayi agar tetap hangat, melakukan
observasi BAB dan BAK.
Pada kunjungan pertama (12 jam), bayi sudah BAB dan BAK. Peneliti
melakukan asuhan kebidanan pemeriksaan head to toe dengan hasil terdapat
selaput tipis berwarna merah dibagian mata sebelah kanan dan pemeriksaan fisik
lainnya dalam batas normal. Pemeriksaan refleks yang hasilnya normal. Dilakukan
pemberian informasi tentang ASI Eksklusif, perawatan tali pusat.
Pada kunjungan kedua (4 hari) bayi sudah BAB dan BAK keadaan bayi normal.
Asuhan kebidanan yang diberikan adalah pemeriksaan
head to toe yang hasilnya masih terdapat selaput berwarna merah dimata sebelah
kanan dan fisik yang lain dalam batas normal. Dalam pemberian informasi untuk
tetap menjaga kehangatan bayi, menjaga kebersihan tali pusat, menjaga kebersihan
bayi, pemberian ASI Eksklusif, konseling tanda bahaya bayi baru lahir, dan
memberitahu bahwa selaput berwarna merah akan hilang dengan sendirinya.
Pada kunjungan ketiga (14 hari) bayi sudah BAB dan BAK, keadaan normal.
Peneliti melakukan asuhan kebidanan dengan pemeriksaan head to toe yang
hasilnya selaput warna merah dimata kanan sudah mulai hilang dan fisik yang lain
dalam batas normal, tali pusat sudah lepas. Anjuran untuk menyusui bayinya secara
on demand, menyarankan untuk imunisasi BCG pada hari selasa tanggal 12 Maret
2019. Evaluasi terkait asuhan yang diberikan dan ibu tidak ada keluhan.
Pada kunjungan keempat (21 hari) bayi sudah mendapatkan imunisasi BCG dan
polio 1, sudah BAB dan BAK. Peneliti melakukan asuhan kebidanan dengan
pemeriksaan head to toe dan hasilnya selaput warna merah dimata sebelah kanan
sudah hilang dan fisik lainnya dalam batas normal, untuk tetap menjaga suhu tubuh
bayi, menganjurkan untuk pemberian ASI Eksklusif secara on demand.
Pada kunjungan kelima (1 bulan 8 hari) peneliti melakukan asuhan kebidanan
pemeriksaan fisik head to toe dan hasilnya normal, menberikan informasi untuk
perawatan bayi baru lahir sehari-hari, memberitahu tentang imunisasi berikutnya,
memberitahu tentang tumbuh kembang bayi sesuai usia bayi. Dalam hal ini tidak
ada kesenjangan antara teori dan praktek.
Sesuai dengan teori menurut Saifuddin (2009), asuhan bayi baru lahir yaitu
pembersihan jalan nafas, pemotongan tali pusat, perawatan mata, berikan vitamin
K, identitas bayi, jaga bayi agar tetap hangat, menyusui bayi secara on demand,
IMD, BBL patologis. Dalam hal ini tidak ada kesenjangan antara teori dan praktek.
Sesuai dengan anjuran Depkes RI (2009), kunjungan neonatus hari pertama
mempertahankan suhu tubuh bayi, pemeriksaan fisik bayi, imunisasi Hb0,
pemberian ASI, tidak ada tanda hipotermi. Kunjungan neonatus kedua menilai
dalam menjaga kebersihan tali pusat, menjaga kebersihan bayi, konseling tanda
bahaya bayi baru lahir, menjaga suhu tubuh bayi, pemberian ASI, pemeriksaan
tanda bahaya. Kunjungan neonatus ketiga menilai adanya menjaga kehangatan
tubuh bayi, melakukan pemeriksaan fisik, mengenali adanya tanda bahaya,
menjaga kebersihan bayi, memeriksa pemberian ASI, menanyakan keluhan yang
lain.
Evaluasi dari penatalaksanaan bayi pada Ny. R ibu mengerti perawatan tali
pusat, dan mengerti akan kondisi fisik bayinya. Bayi menyusu dengan kuat,
gerakan aktif, tidak terjadi tanda-tanda bahaya pada BBL, tidak terdapat tanda
infeksi pada BBL. Bayi menyusu dengan kuat, tidak terjadi tanda bahaya pada
BBL, idak terdapat tanda infeksi pada BBL. Bayi sudah imunisasi BCG dan polio
1. Dari penatalaksanaan tersebut terdapat masalah pemeriksaan fisik karena
terdapat selaput tipis berwarna merah dimata sebelah kanan, yang terjadi karena
trauma persalinan, yang hilang dengan sendirinya tanpa obat/terapi lain. Sesuai
dengan pendapat Amanda Soebadi (2010), bahwa selaput warna merah pada mata
yang terjadi setelah proses persalinan masih dikatakan normal dan akan hilang
dengan sendirinya tanpa obat/terapi, terkecuali jika selaput warna merah pada mata
menunjukkan tanda-tanda infeksi seperti bengkak, merah, mengeluarkan nanah,
segera dibawa kepelayanan kesehatan.
4. Nifas
Asuhan masa nifas Ny.R dilakukan sebanyak 6 kali. Pertama pemeriksaan
dilakukan 6 jam setelah persalinan, yang kedua pada hari ke 1 hari pasca
persalinan, yang ketiga pada hari ke 7 hari, yang keempat pada hari ke 13, yang
kelima pada hari ke 21, yang ke enam pada hari ke 37. Menurut Prawirohardjo
(2012), bahwa kunjungan
nifas minimal dilakukan 4 kali pada kunjungan I (6-8 jam setelah persalinan),
kunjungan II (6 hari setelah persalinan), kunjungan III (2 minggu setelah
persalinan), kunjungan IV (6 minggu setelah persalinan) yang bertujuan untuk
menilai keadaan ibu dan bayi baru lahir dan untuk mencegah, mendeteksi, dan
menangani masalah- masalah yang terjadi.
Pada kunjungan yang pertama (6 jam) pemeriksan umum didapatkan hasil
keadaan umum baik, kesadaran composmentis, tekanan darah 120/80 mmHg, nadi
85 x/menit, respirasi 23 x/menit, suhu 36,5ºC. Keluhan ibu nyeri luka jahitan,
diberikan KIE untuk selalu menjaga kebersihan bagian genetalia, mengajari
mobilisasi.
Evaluasi dari penatalaksanaan tersebut menurut Prawirohardjo (2012),
kunjungan nifas pertama yaitu mencegah perdarahan masa nifas karena atonia
uteri, mendeteksi dan merawat penyebab lain perdarahan, rujuk jika perdarahan
berlanjut, pemberian ASI awal, memberikan konseling pada ibu atau salah satu
anggota keluarga bagaimana mencegah perdarahan masa nifas atonia uteri,
melakukan hubungan antara ibu dan bayi baru lahir, menjaga bayi tetap sehat
dengan cara mencegah hipotermia, jika petugas kesehatan menolong persalinan,
harus tinggal dengan ibu dan bayi baru lahir untuk 2 jam pertama setelah kelahiran,
atau sampai ibu dan bayi dalam keadaan stabil. Dalam hal ini tidak ada
kesenjangan antara teori dan praktek.
Pada kunjungan kedua (1 hari) keluhan ibu jahitan masih sedikit nyeri dan
perutnya masih sedikit mulas. Hasil pemeriksaan keadaan umum baik, kesadaran
composmentis, tekanan darah 107/80 mmHg, nadi 86 [Link], responsi 24 x/menit,
suhu 36,5ºC, TFU 2 jari dibawah pusat, perdarahan ±15 ml, ASI keluar lancar.
Diberikan penatalaksanaan KIE perawatan luka perineum untuk mencegah
terjadinya infeksi, menganjurkan untuk makan-makan yang bergizi dan seimbang,
memassase perutnya untuk memastikan kontraksinya baik, mengajari teknik
menyusui yang baik dan benar.
Sesuai teori Prawiroharjo (2012) pada kunjungan kedua yaitu memastikan
involusi uterus berjalan normal, uterus berkontraksi, fundus dibawah umbilikus,
tidak ada perdarahan abnormal, tidak ada bau. Menilai tanda-tanda demam,
infeksi/perdarahan abnormal. Memastikan ibu mendapatkan makanan, cairan dan
istirahat. Memastikan ibu menyusui dengan baik, dan tak memperlihatkan tanda-
tanda penyulit.
Pada kunjungan ketiga (7 hari) melakukan pemeriksaan didapatkan hasil
keadaan umum baik kesadaran composmentis, tekanan darah 110/80 mmHg, nadi
85 x/menit, respirasi 22 x/menit, suhu 36,7ºC, TFU pertengahan pusat-simpisis,
perdarahan 10ml, ASI lancar, tidak ada tanda-tanda infeksi dan tidak ada keluhan.
Sesuai teori Prawiroharjo (2012), sama seperti asuhan kunjungan kedua yaitu
memastikan involusi uterus berjalan normal, uterus berkontraksi, fundus dibawah
umbilikus, tidak ada perdarahan abnormal, tidak ada bau. Menilai tanda-tanda
demam, infeksi/perdarahan abnormal. Memastikan ibu mendapatkan makanan,
cairan dan istirahat. Memastikan ibu menyusui dengan baik, dan tak
memperlihatkan tanda-tanda penyulit. Memberikan konseling pada ibu mengenai
asuhan pada bayi, tali pusat, menjaga bayi tetap hangat dan merawat bayi sehari-
hari. Dalam hal ini tidak ada kesenjangan antara teori dan praktek.
Pada kunjungan keempat (13 hari) tidak ada keluhan dan perdarahan masih
keluar sedikit. Diberikan penatalaksanaan KIE tanda-tanda bahaya ibu nifas,
menganjurkan ibu untuk istirahat yang cukup.
Sesuai teori Prawiroharjo (2012) pada kunjungan keempat yaitu menanyakan
pada ibu penyulit-penyulit yang ibu atau bayi alami, memberikan konseling untuk
KB secara dini.
Pada kunjungan kelima (21 hari) tidak ada keluhan dan jahitan sudah bagus,
perdarahan lancar.
Pada kunjungan keenam (37 hari) tidak ada keluhan, ASI lancar,
perdarahan dalam batas normal, pemeriksaan fisik dalam batas
normal. Diberikan penatalaksanaan KIE macam-macam KB meliputi
(metode MAL, pil progrestin, suntik progestin, implant, AKDR).
Dalam hal ini tidak ada kesenjangan teori dan praktek.
5. KB
Kemudian peneliti memberikan asuhan tentang macam-macam KB
yang aman bagi ibu menyusui antara lain, MAL, KB kalender, IUD,
implant, suntik 3 bulan, serta pengertian, indikasi, kontraindikasi,
keuntungan dan kelemahan masing-masing KB. Menurut Handayani
(2010), bahwa macam-macam mmetode kontrasepsi sederhana (MAL,
coitus interuptus, metode kalender, metode lendir servik, metode suhu
basal badan, simtotermal, kondom, diafragma, cup servik dan
spermisida), metode kontrasepsi hormonal yang dibagi menjadi 2
yaitu kombinasi dan progesteron saja (pil, suntik, dan implant),
metode alat kontrasepsi mantap (tubektomi/MOW dan
vasektomi/MOP).
Metode Amenorea Laktasi (MAL) Adalah kontrasepsi yang
mengandalkan pemberian ASI. MAL dapat dikatakan sebagai
kontasepsi alami dalam keadaan –keadaan seperti berikut, menyusui
secara penuh, tanpa susu formula dan makanan pendamping, belum
haid selama masa nifas, umur bayi kurang dari 6 bulan. Beberapa
keuntungan kontasepsi MAL adalah efektifitas tinggi ( keberhasilan
98% pada pasca 6 bulan persalinan), segera efektif, tidak mengganggu
senggama, tidak ada efek samping secara sistem, tidak perlu
pengawasan medis dan tidak perlu biaya.
Dalam kasus KB didapatkan hasil bahwa Ny.R memilih KB MAL
dikarenakan masih menyusui secara ASI Eksklusif. Dalam hal ini
tidak ada kesenjangan teori dan praktek.