PEMERINTAH KOTA SUBULUSSALAM
DINAS KESEHATAN
PUSKESMAS RUNDING
JL. Perjuangan Pasar Rundeng Kode Pos 24782.
Email : pkmrunding@[Link]
LAPORAN PELAKSANAAN PERJALANAN DINAS JABATAN
I. Pendahuluan
A. Umum / Latar Belakang : Acute Flaccid Paralysis adalah kelumpuhan yang bersifat layuh
terjadi dalam waktu kurang dari 14 hari yang bukan disebabkan oleh trauma- trauma akan
tetapi karena gangguan lower motor neuron. Dalam rangka mendapatkan sertifikasi Indonesia
bebas polio, diperlukan surveillance kasus AFP/ lumpuh layuh akut yang maksimal.
Diharapkan tidak ada seorang anakpun mengalami lumpuh layuh akut yang tidak dilaporkan
oleh tenaga kesehatan, masyarakat ke kesehatan setempat. Angka cakupan AFP pada
beberapa daerah masih sangat rendah.
Upaya pemberantasan polio dilakukan melalui 4 strategi yaitu : imunisasi rutin,
imunisasi tambahan, surveilans AFP, dan pengamanan VPL di laboratorium. Dengan
intensifnya program imunisasi polio, maka kasus polio makin jarang ditemukan. Berdasarkan
rekomendasi WHO tahun 1995 dilakukan kegiatan surveilans AFP yaitu menjaring semua
kasus dengan gejala mirip polio yaitu lumpuh layuh mendadak (Accute Flaccid Paralysis/
AFP), untuk membuktikan masih terdapat kasus polio atau tidak di populasi.
Surveilans AFP adalah pengamatan yang dilakukan terhadap semua kasus
kelumpuhan yang sifatnya layuh (flaccid) seperti kelumpuhan pada poliomielitis dan terjadi
pada anak berusia < 15 tahun, dalam upaya untuk menemukan adanya transmisi virus polio
liar. WHO memperkirakan terdapat lebih 200 diagnosa yang dapat digolongkan kepada kasus
AFP, sebagian besar (30-60 %) kasus AFP yang dilaporkan adalah GBS. Di Indonesia sampai
saat ini dilaporkan sekitar 32 diagnosa yang termasuk sebagai kasus AFP.
Strategi penemuan kasus AFP dilaksanakan melalui surveilans berbasis Puskesma dan
berbasis masyarakat. Oleh sebab itu tenaga kesehatan di puskesmas, maupun masyarakat
mempunyai peran yang sangat penting dalam surveilans AFP.
B. Landasan Hukum : 1. tercantum pada Keputusan Menteri Kesehatan Nomor
636/Menkes/SK/VII/ 1997 tentang Pelaksanaan Surveilans Acute Flaccid Paralysis Menuju
Indonesia Bebas Polio Tahun 2000.
2. Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan bahwa setiap kegiatan
dalam upaya untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakatyang setinggi
tingginya dilaksanakan berdasarkan prinsip non diskriminatif,pastisipatif dan berkelanjutan.
C. Maksud dan Tujuan : kegiatan ini dilakukan untuk menemukan kasus AFP di
Puskesmas Rundeng, pencegahan dan penanggulangan AFP di Masyarakat.
II. Kegiatan Yang dilakukan : Kegiatan dilaksanakan di desa dan di lakukan di rumah
pasien yang menderita penyakit lumpuh layu
III. Hasil Yang di Capai : Dari hasil pelacakan kasus AFP di desa lae mate tidak
terdapat positif AFP
IV. Kesimpulan : Dari hasil pelacakan kasus AFP di desa lae mate tidak
terdapat yang menderita AFP positif
V. Penutup:
Demikian surat tugas ini dibuat dengan sebenarnya dan dapat dipergunakan
semestinya.
Mengetahui Runding, April 2019
Kepala Puskesmas Runding Yang melaporkan
SAPRIADI Irda Marlina,[Link]
NIP. 19781025 200604 1 006 NIP. 19770306 200504 2 002