0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan27 halaman

Minat Mahasiswa UMY Jadi Nasabah Bank Syariah

Dokumen tersebut membahas faktor-faktor yang mempengaruhi minat mahasiswa Ekonomi dan Perbankan Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta untuk menjadi nasabah bank syariah. Penelitian menganalisis pengaruh variabel religiusitas, fasilitas, pengetahuan, dan promosi terhadap minat menjadi nasabah. Hasilnya menunjukkan pengetahuan dan promosi berpengaruh signifikan, sedangkan religiusitas dan fasilitas tidak berpengaruh signifikan.

Diunggah oleh

Nur Maliana
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan27 halaman

Minat Mahasiswa UMY Jadi Nasabah Bank Syariah

Dokumen tersebut membahas faktor-faktor yang mempengaruhi minat mahasiswa Ekonomi dan Perbankan Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta untuk menjadi nasabah bank syariah. Penelitian menganalisis pengaruh variabel religiusitas, fasilitas, pengetahuan, dan promosi terhadap minat menjadi nasabah. Hasilnya menunjukkan pengetahuan dan promosi berpengaruh signifikan, sedangkan religiusitas dan fasilitas tidak berpengaruh signifikan.

Diunggah oleh

Nur Maliana
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT MAHASISWA

UNTUK MENJADI NASABAH DI BANK SYARIAH


(Studi Kasus Mahasiswa Ekonomi dan Perbankan Islam Universitas
Muhammadiyah Yogyakarta)

Faisal
Email: Mustari_faisal@[Link]

Jurusan Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis


Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Jalan Lingkar Selatan, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Yogyakarta 55183

Abstark: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi


minat mahasiswa untuk menjadi nasabah di perbankan syariah (studi kasus mahasiswa
Ekonomi dan Perbankan Islam UMY). Subjek dalam penelitian ini adalah Mahasiswa
Ekonomi dan Perbankan Islam UMY untuk semester lima dan semester tujuh di lingkungan
kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Dalam penelitian ini jumlah sampel yang
diambil sebanyak 88 responden yang dipilih dengan menggunakan metode Proportionate
Stratified Random Sampling. Alat analisis yang digunakan adalah Analisis Regresi Linier
Berganda. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa variabel
religiusitas dan variabel fasilitas tidak memiliki pengaruh secara signifikan terhadap minat
mahasiswa mahasiswa Ekonomi dan Perbankan Islam Universitas Muhammadiyah
Yogyakarta untuk menjadi nasabah di bank syariah, sedangkan variabel pengetahuan dan
variabel promosi memiliki pengaruh secara signifikan terhadap minat mahasiswa Ekonomi
dan Perbankan Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta untuk menjadi nasabah di bank
syariah.
Kata Kunci: Bank Syariah, Religiusitas, Fasilitas, Pengetahuan, Promosi

Abstract: This research aims to analyze the factors that affect the interest of the students to
become customers in Islamic banking (case studies of students of Economics and Islamic
banking UMY). The subject in this study is a student of Economics and Islamic
banking UMY for five semesters and seven semesters at the Muhammadiyah University
of Yogyakarta campus environment. In this study the number of samples taken for as
much as 88 respondents were selected using the method of Proportionate Stratified Random
Sampling. Analysis tools are used Multiple Linear regression analysis. Based on the analysis
of the obtained results has done that variable and variable religiosity facilities do not
have the influence significantly to student interestin economics and Islamic banking
muhammadiyah University of Yogyakarta to become customers in Islamic banks,
while variable knowledge and promotion variables influence significantly to student interest
in economics and Islamic banking Muhammadiyah University of Yogyakarta to become
customers in Islamic banks.
Keywords: Islamic Banks, Religiosity, Facilities, Knowledge, Promotion
I. PENDAHULUAN

Latar Belakang

Bank merupakan suatu lembaga keuangan yang berperan penting dalam

perekonomian suatu negara. Perkembangan industri perbankan yang semakin baik maka

berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi Negara tersebut. Bank merupakan lembaga

keuangan yang melaksanakan tiga fungsi utama, yaitu menghimpun dana mayarakat,

menyalurkan dana kepada mayarakat dan melakukan pelayanan jasa kepada masyarakat.

Perbankan syariah merupakan suatu lembaga intermediasi yang menyediakan jasa keuangan

bagi masyarakat dimana seluruh aktivitasnya dijalankan berdasakan etika dan prinsip-prinsip

islam sehingga bebas dari riba (bunga), bebas dari kegiatan spekulasi non-produktif seperti

perjudian (maysir), bebas dari kegiatan yang meragukan (gharar), bebas dari perkata yang

tidak sah (bathil), dan hanya membiayai usaha-usaha yang halal. Dalam operasinya, bank

syariah memberikan dan mengenakan imbalan atas dasar prinsip syariah jual-beli dan bagi

hasil sehingga bank ini sering juga dipersamakan dengan bank tanpa bunga (Dita dan

Ritonga, 2012).

Kehadiran bank syariah untuk menawarkan sistem perbankan alternatif bagi umat

Islam yang membutuhkan atau ingin memperoleh layanan jasa perbankan tanpa harus

melanggar larangan riba. Sebagaimana disinyalir oleh para ekonom muslim, ada dua alasan

utama mengenai latar belakang berdirinya bank syari’ah, yaitu: (1) adanya pandangan bahwa

bunga (interest) pada bank konvensional itu hukumnya haram karena termasuk dalam

kategori riba yang dilarang dalam agama, bukan saja pada agama Islam tetapi juga oleh

agama samawi lainnya. Hal ini lebih diperkuat lagi dengan pendapat para ulama yang ada di

Indonesia yang diwakili oleh fatwa MUI Nomor 1 tahun 2004 tentang bunga yang intinya

mengharamkan bunga bank yang didalamnya terdapat unsur-unsur riba; (2) dari aspek

ekonomi, penyerahan resiko usaha terhadap salah satu pihak dinilai melanggar norma
keadilan dan dapat menimbulkan rasa mementingkan diri sendiri (selfishness). Dalam jangka

panjang sistem perbankan konvensional akan menyebabkan penumpukan kekayaan pada

segelintir orang yang memiliki kapital besar (Sjahdeini, 1999).

Setelah diberlakukannya Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan

Syariah, maka pengembangan industri perbankan syariah nasional semakin memiliki

landasan hukum yang memadai dan akan mendorong pertumbuhannya secara lebih cepat lagi.

Melihat perkembangannya yang impresif, yang mencapai rata-rata pertumbuhan aset lebih

dari 65% pertahun dalam lima tahun terakhir, maka diharapkan peran industri perbankan

syariah dalam mendukung perekonomian nasional akan semakin signifikan.

Mahasiswa Ekonomi dan Perbankan Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

dalam perkuliahannya diberikan mata kuliah yang sesuai dengan jurusannya, belajar tentang

pemahaman apa itu bank syariah, bagaimana cara bermuamalat sesuai syariat islam,

bagaimana memberikan pelayanan yang baik terhadap nasabah, menjelaskan produk-produk

yang ada dalam bank syariah, dan sebagainya yang berkaitan dengan perbankan syariah.

Penjelasan di atas bahwa motivasi dari mahasiswa EPI adalah memutuskan untuk memilih

menabung di Bank Syariah, karena Bank Syariah sesuai dengan tata cara syariat islam dan

merupakan langka awal untuk mencapai kompetensi yang telah ditargetkan. Peneliti

mengambil responden mahasiswa Ekonomi dan Perbankan Islam UMY karena mahasiswa ini

mempunyai pengetahuan yang kompeten tentang perbankan syariah, selain itu mereka juga

memiliki pengetahuan agama yang cukup luas sehingga hasil dari penelitian nantinya dapat

dipertanggungjawabkan dan praktik-praktik perbankan syariah yang menyimpang dari

prinsip-prinsip syariah dapat dihindari bahkan dapat dihilangkan.

Menganalisis pengaruh variabel reliusitas, fasilitas, pengetahuan dan promosi

terhadap minat mahasiswa Ekonomi dan Perbankan Islam Universitas Muhammadiyah

Yogyakarta untuk menjadi nasabah di bank syariah.


Landasan Teori

1. Bank Syariah

Dalam buku Sudarsono (2013), yang dimaksud bank syariah adalah lembaga

keuangan yang usaha pokoknya memberikan kredit dan jasa-jasa lain dalam lalu lintas

pembayaran serta peredaran uang yang beroperasi disesuaikan dengan prinsip-prinsip

syariah. Oleh karena itu, usaha bank akan selalu berkaitan dengan masalah uang sebagai

dagangan utamanya. Pengertian bank menurut Undang-Undang RI No 10 tahun 1998

tentang perbankan adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam

bentuk simpanan dan menyalurkan kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan/atau

bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup orang banyak, sedangkan bank

umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan atau

berdasarkan prinsip syariah, yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas

pembayaran (OJK).

2. Minat

Minat merupakan motivasi yang mendorong orang untuk melakukan apa yang

mereka inginkan bila mereka bebas memilih. Setiap minat akan memuaskan suatu

kebutuhan. Dalam melakukan fungsinya kehendak itu berhubungan erat dengan pikiran

dan perasaan. Pikiran mempunyai kecenderungan bergerak dalam sektor rasional analisis,

sedang perasaan yang bersifat halus/tajam lebih mendambakan kebutuhan. Sedangkan akal

berfungsi sebagai pengingat fikiran dan perasaan itu dalam koordinasi yang harmonis,

agar kehendak bisa diatur dengan sebaik-baiknya (Sukanto, 1985). Ada beberapa tahapan

minat antara lain: informasi yang jelas sebelum menjadi nasabah, pertimbangan yang

matang sebelum menjadi nasabah, dan keputusan menjadi nasabah.


3. Religiusitas

Menurut Anshori dalam Ghufron & Risnawita (2010) agama menunjuk pada

aspek-aspek formal yang berkaitan dengan aturan dan kewajiban, sedangkan religiusitas

menunjuk pada aspek agama yang telah dihayati oleh seseorang dalam hati. Ghufron &

Risnawita menegaskan lebih lanjut, bahwa religiusitas merupakan tingkat keterikatan

individu terhadap agamanya. Apabila individu telah menghayati dan menginternalisasikan

ajaran agamanya, maka ajaran agama akan berpengaruh dalam segala tindakan dan

pandangan hidupnya.

4. Fasilitas

Dalam menyediakan sebuah jasa, adanya fasilitas merupakan sesuatu yang sudah

menjadi kewajiban. Tanpa adanya fasilitas yang dapat menunjang keberlangsungan dan

kelancaran layanan jasa yang diberikan maka konsumen akan merasa ada kekurangan

sehinggan mengurangi dorongan pada dirinya untuk menggunakan jasa tersebut. Seperti

yang dijelaskan oleh Tjiptono (2000) dalam bukunya bahwa fasilitas menurutnya

merupakan suatu paket jasa yang diartikan sebagai suatu bundel yang terdiri atas barang

dan jasa yang disediakan dalam lingkungan tertentu. Tjiptono juga menjelaskan bahwa

fasilitas penunjang adalah sumber daya fisik yang harus ada sebelum suatu jasa dapat

ditawarkan kepada konsumen.

5. Pengetahuan

Seseorang mendapatkan fakta dan informasi baru dengan menggunakan

pengetahuan yang merupakan suatu faktor penting dalam membentuk tindakan seseorang.

Menurut Notoatmodjo (2005), pengetahuan adalah hasil penginderaan manusia atau hasil

“tahu” seseorang terhadap objek melalui indera yang dimilikinya, yaitu indra penglihatan,

pendengaran, penciuman, rasa dan raba. Manusia mendapatkan ilmu pengetahuan dengan
berbagai cara, yaitu dengan cara tradisional, seperti bertanya pada orang yang ahli, dari

pengalaman setelah menyelesaikan masalah, dan berpikir kritis (Potter dan Perry, 2005).

6. Promosi

Menurut Kotler (2002), promosi adalah berbagai kegiatan yang dilakukan oleh

perusahaan untuk menonjolkan keistimewaan-keistimewaan produknya dan membujuk

konsumen sasaran agar membelinya. Dalam mempromosikan produk hendaknya dapat

dipertimbangkan faktor apa saja yang dapat mempengaruhi pertimbangan konsumen

dalam memilih suatu produk, sehingga bentuk promosi yang diberikan harus mencakup

hal-hal yang bersifat persuasif agar konsumen tertarik untuk menggunakan produk yang

ditawarkan.

II. METODE PENELITIAN

A. Subjek Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan subjek yaitu mahasiswa

Ekonomi dan Perbankan Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dengan

melakukan penelitian dengan terjun langsung untuk memperoleh data yang

dibutuhkan. Variabel dependent dalam penelitian ini adalah minat mahasiswa untuk

menjadi nasabah di bank syariah, sedangkan variabel independent adalah faktor

religiusitas, fasilitas, pengetahuan dan promosi.

B. Jenis Data

Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data primer. Data primer

diperoleh secara langsung melalui kuisioner yang terkait dengan faktor-faktor yang

mempengaruhi minat mahasiswa Ekonomi dan Perbankan Islam Universitas

Muhammadiyah Yogyakarta untuk untuk menjadi nasabah di bank syariah.

Sedangkan data sekunder yang mendukung diperoleh dari Otoritas Jasa Keuangan
(OJK), Statistik Perbankan Syariah, buku, jurnal, skripsi, dokumen, atau data

literature lain yang berhubungan dengan penelitian ini.

C. Teknik Pengambilan Sampel

Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah proportionate stratified

random sampling yaitu tehnik pengambilan sampel yang apabila populasi mempunyai

anggota atau unsur heterogen dan berstrata proposional (Sugiyono, 2009). Dengan

jumlah keseluruhan mahasiswa aktif EPI UMY untuk semester lima dan tujuh yaitu

sebesar 551 mahasiswa. Sehingga sampel dalam penelitian ini secara langsung

diambil sebanyak 88 responden yang diperoleh dari perhitungan rumus proportionate

stratified random sampling.

D. Tehnik Pengumpulan Data

Dalam pengumpulan data metode digunakan menggunakan kuisioner dengan

cara memberikan atau menyebarkan daftar pertanyaan kepada responden yaitu kepada

mahasiswa EPI UMY untuk semester lima dan tujuh. Selain itu dilakukan wawancara

langsung kepada responden.

E. Metode Analisis Data

Dalam penelitian ini peneliti menggunakan uji validitas dan reliabilitas

sebagai alat untuk menguji pertanyaan-pertanyaa dalam kuisioner dan menggunakan

regresi linier berganda sebagai alat untuk menganalisis data. Pengujian hipotesis

dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan model regresi berganda yaitu

untuk menguji pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Penulis

menggunakan program statistik untuk mengolah data dengan program SPSS 15 dan

Microsoft Excel 2010.


III. HASIL DAN PEMBAHASAN

Gambaran Umum Obyek/Subjek Penelitian

Sejak tahun berdirinya 1998 Program Studi Muamalat Konsentrasi Ekonomi dan

Perbankan Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (EPI FAI UMY) berkembang

menyesuaikan kebutuhan tenaga profesional dalam bidang ekonomi Islam pada umumnya

dan perbankan syariah pada khususnya, dengan terus melakukan evaluasi terhadap kurikulum

yang digunakan yakni Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dan berkembang pada

Kurikulum Pendidikan Tinggi (KPT) mengacu pada Kerangka Kualifikasi Nasional

Indonesia (KKNI) PERMENDIKBUD RI Nomor 73 Tahun 2013, hal ini dilakukan dalam

rangka mendukung output yang berdaya saing tinggi di tengah-tengah masyarakat.

Keseriusan tersebut ditunjukkan dengan perolehan Akreditasi dengan nilai “A” berdasarkan

SK BAN PT Depdikbud RI Nomor 324/SK/BAN-PT/S/V/2015.

Hasil Penelitian

Uji Kualitas Instrumen dan Data

Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuisioner, yaitu daftar

pertanyaan yang diberikan pada mahasiswa. Oleh karena itu langkah-langkah yang dilakukan

sebelum melakukan regresi linier berganda, yaitu kuisioner tersebut harus diuji validitas dan

reabilitasnya terlebih dahulu.

1. Uji Validitas

Uji validitas dilakukan dengan menggunakan rumus Korelasi Product

Moment atau pertanyaan/pernyataan yang inyatakan valid jika mempunyai r hitung

yang lebih besar dari r tabel pada taraf α = 5% atau bias juga dilihat dari nilai tingkay

signifikan pada analisis menggunakan SPSS yang harus bernilai < 0.05. Dari hasil

analisis diperoleh nilai korelasi antara skor item dan skor [Link] ini kemudian
dibandingkan dengan nilai r tabel. Nilai r tabel untuk degree of freedom (df) = n-k,

dalam hal ini n adalah jumlah sampel dan k adalah konstruk.

Pada penellitian ini, besarnya df dapat dihitung 88-2 = 86 dengan α = 5%

sehingga diperoleh nilai r tabel sebesar 0.2096 dengan jumlah sampel total

keseluruhan sebanyak 88 responden. Uji validitas dalam penelitian ini menggunakan

SPSS 20 yang diperoleh hasil uji validitas terhadap masing-masing pertanyaan yang

digunakan untuk mengukur variabel religiusitas, fasilitas, pengetahuan, promosi, dan

minat menabung. Berikut hasil pengujian validitas :

TABEL 3.1.
HASIL UJI VALIDITAS

Variabel Item r pearson r Signifikan Kesimpulan


correlation tabel
Religiusitas R1 0.631** 0.000 Valid
R2 0.642** 0.000 Valid
R3 0.731** 0.2096 0.000 Valid
R4 0.737** 0.000 Valid
R5 0.609** 0.000 Valid
Fasilitas F1 0.543** 0.000 Valid
F2 0.737** 0.000 Valid
0.2096
F3 0.745** 0.000 Valid
F4 0.552** 0.000 Valid
F5 0.455** 0.000 Valid
Pengetahuan P1 0.650** 0.000 Valid
P2 0.679** 0.000 Valid
0.2096
P3 0.768** 0.000 Valid
P4 0.626** 0.000 Valid
P5 0.620** 0.000 Valid
Promosi I1 0.759** 0.000 Valid
I2 0.699** 0.000 Valid
I3 0.786** 0.2096 0.000 Valid
I4 0.782** 0.000 Valid
I5 0.810** 0.000 Valid
Minat M1 0.678** 0.000 Valid
Menabung M2 0.780** 0.000 Valid
M3 0.708** 0.2096 0.000 Valid
M4 0.692** 0.000 Valid
M5 0.459** 0.000 Valid
Berdasarkan Tabel 3.1. dari hasil pengolahan data uji validitas variabel

religiusitas, fasilitas, pengetahuan, promosi dan minat menabung diketahui

masing-masing item memiliki rhitung > rtabel, dan signifikan yang bernilai dibawah

0.05. Dengan demikian masing-masing butir pertanyaan dalam kuisioner untuk

variabel religiusitas, fasilitas, pengetahuan, promosi dan minat menabung

dinyatakan valid.

2. Uji Reliabilitas

Menurut Bawono (2006), pengujian reliabilitas suatu angket dikatakan reliabel

jika jawaban seseorang terhadap pertanyaan konsisten dari waktu ke waktu. Uji ini

dilakukan terhadap seluruh item atau pernyataan pada penelitian ini akan

menggunakan rumus koefisien Cronbach Alpha. Nilai kritis Cronbach’s Alpha pada

penelitian ini menggunakan nilai 0.60 dengan asusmsi bahwa daftar pertanyaan yang

diuji akan dikatakan reliabel bila nilai Cronbach Alpha ≥ 0.60. Adapun hasil uji

reliabilitas yang diperoleh dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

TABEL 3.2.
HASIL UJI RELIABILITAS

Variabel Cronbach Alpha Kesimpulan

Religiusitas 0.680 Reliabel


Fasilitas 0.744 Reliabel
Pengetahuan 0.763 Reliabel
Promosi 0.797 Reliabel
Minat Menabung 0.768 Reliabel

Dari hasil pengujian diatas diperoleh perhitungan koefisien Cronbach

Alpha dari kelima variabel diatas > 0.60. Dengan demikian dapat disimpulkan

bahwa semua pertanyaan/pernyataan variabel religiusitas, fasilitas, pengetahuan,

promosi dan minat menabung dapat dikatakan reliabel.


Uji Asumsi Klasik

Sebelum melakukan uji hipotesis denagn memakai uji T, uji F dan ujia R2 harus perlu

dilakukan terlebih dahulu uji asumsi klasik yang terdiri dari uji normalitas data, uji

multikolinieritas dan uji heteroskedastisitas. Tujuan dilakukan uji asumsi klasik untuk

mengetahui ada tidaknya penyimpangan terhadap asumsi klasik.

1. Uji Normalitas Data

Uji normalitas dilakukan untuk menguji apakah variabel independen dan

variabel dependen dalam model regresi memiliki distribusi normal atau tidak

(Bawono, 2006). Model regresi yang baik adalah yang memiliki distribusi normal

atau mendekati normal. Pada penelitian ini uji normalitas data dilakukan dengan uji

Kolmogorov-Smirnov. Hasil uji normalitas data dilihat pada tabel berikut:

TABEL 3.3.
HASIL UJI NORMALITAS DATA

Kolmogorov-Smirnova Unstandardized Residual


Statistic 0.068
Df 88
Sig. 0.200

Dari hasil uji normalitas dengan menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov

diperoleh nilai signafikan 0.200 > 0.05 yang artinya data berdistribusi normal.

2. Uji Multikolinearitas

Uji multikolinearitas dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya penyimpangan

asumsi klasik multikolinearitas, yaitu adanya korelasi antara variabel independen

dengan model regresi. Jika ada hubungan maka terdapat penyimpangan asumsi klasik

multikolinearitas. Untuk mendeteksi ada tidaknya multikolinearitas didasarkan pada

nilai Variance Inflation Factor dan tolerance.


TABEL 3.4.
HASIL UJI MULTIKOLINEARITAS

Variabel X Tolerance VIF Kesimpulan

Religiusitas 0.946 1.057 Non Multikolinearitas


Fasilitas 0.540 1.853 Non Multikolinearitas
Pengetahuan 0.963 1.038 Non Multikolinearitas
Promosi 0.537 1.862 Non Multikolinearitas

Hipotesis dalam uji multikolinearitas adalah:

H0 : VIF < 10 artinya tidak terkena multikolinearitas

H0 : VIF > 10 artinya terkena multikolinearitas

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa VIP dari variabel independen yang

memiliki nilai VIP dibawah 10. Sehingga dapat disimpulkan tidak terdapat

multikolinearitas pada model regresi.

3. Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya

penyimpangan asumsi klasik heteroskedastisitas, yaitu adanya persamaan varian dari

persamaan residual untuk semua pengamat pada model regresi. Untuk mengetahui ada

tidaknya heteroskedastisitas maka dilakukan uji glejser.

TABEL 3.5.
HASIL UJI HETEROSKEDASTISITAS

Variabel Independen Signifikan Kesimpulan

Religiusitas 0.071 Non Heteroskedastisitas


Fasilitas 0.701 Non Heteroskedastisitas
Pengetahuan 0.786 Non Heteroskedastisitas
Promosi 0.527 Non Heteroskedastisitas
Dikatakan tidak terkena heteroskedastisitas apabila nilai signifikannya lebih

besar dari 0,05. Hasil penelitian berdasarkan tabel diatas diperoleh hasil signifikan >

0.05. Karena nilai signifikan > 0.05 maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat

heteroskedastisitas dan hasil uji dapat dilanjutkan.

Analisis Regresi Berganda

Pengujian hipotesis dalam penelitian menggunakan analisis regresi linier berganda

untuk mengetahui apakah ada pengaruh keterkaitan antara variabel religiusitas (X1), fasilitas

(X2), pengetahuan (X3) dan promosi (X4) terhadap minat mahasiswa Ekonomi dan

Perbankan Islam UMY untuk menjadi nasabah bank syariah (Y). Prosedur pengujian ini

dapat dilihat dari besarnya t hitung atau nilai signifikansinya. Dalam penelitian ini untuk

memperoleh nilai t tabel maka digunakan degree of freedom sehingga diketahui bahwa n = 88

pada tingkat signifikan 5% (α = 0.05) dengan menggunakan uji 1 sisi diperoleh nilai t tabel

(87 : 0.05) sebesar 1.664. Berikut hasil uji regresi linier berganda adalah sebagai berikut:

TABEL 3.6.
HASIL UJI REGRESI LINIER BERGANDA

Regresi
Variabel
Koefisien
Konstanta 8.605
(3.920)**
Religiusitas 0.027
(0.129)
Fasilitas -0.061
(0.143)
Pengetahuan 0.292
(0.108)***
Promosi 0.329
(0.105)***
R-Squared 0.229

F-statistic 6.152
Prob F-stat 0,000000
Keterangan: Variabel Dependen (Minat menjadi Nasabah) menunjukan standar error signifikan pada
level 10% ; *, signifikan pada level 5% ; **, signifikan pada level 1% ; ***
Dari hasil regresi diatas dapat diperoleh persamaan sebagai berikut:

Y = 8.605 + 0.027 Religiusitas - 0.061 Fasilitas + 0.292 Pengetahuan + 0.329

Promosi + e

Uji Hipotesis

Pembuktian koefisien regresi dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh variabel

independen dan variabel dependen baik di uji secara individual maupun secara bersama-

sama.

1. Uji t (Uji Parsial)

Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan criteria yaitu sebagai berikut:

1) Jika nilai probabilitas βi > 0.05 artinya tidak signifikan.

2) Jika nilai probabilitas βi < 0.05 artinya signifikan.

atau

1) Jika T hitung > t tabel maka H0 ditolak dan Ha diterima.

2) Jika T hitung < t tabel maka H0 diterima dan Ha ditolak.

a. Variabel religiusitas (X1)

Dari hasil pengujian hipotesis diperoleh nilai probabilitas kesalahan sebesar

0.835 > 0.05. Berdasarkan pada hasil perhitungan pada uji regresi linier berganda

diperoleh nilai t hitung sebesar 0.209. Dengan demikian t hitung (0.209) < t tabel

(1.664) maka H0 diterima dan Ha ditolak. Angka tersebut menunjukan nilai yang

tidak signifikan, artinya tidak terdapat pengaruh antara variabel religiusitas

terhadap terhadap minat mahasiswa EPI UMY untuk menjadi nasabah di

perbankan syariah.
2. Variabel fasilitas (X2)

Dari hasil pengujian hipotesis diperoleh nilai probabilitas kesalahan sebesar

0.674 > 0.05. Berdasarkan pada hasil perhitungan pada uji regresi linier berganda

diperoleh nilai t hitung sebesar -0.423. Dengan demikian t hitung (-0.423) < t tabel

(1.664) maka H0 diterima dan Ha ditolak. Angka tersebut menunjukan nilai yang

tidak signifikan, artinya tidak terdapat pengaruh antara variabel fasilitas terhadap

terhadap minat mahasiswa EPI UMY untuk menjadi nasabah di perbankan syariah.

Berikut adalah pengaruh variabel fasilitas secara grafik :

3. Variabel pengetahuan (X3)

Dari hasil pengujian hipotesis diperoleh nilai probabilitas kesalahan sebesar

0.008 < 0.05. Berdasarkan pada hasil perhitungan pada uji regresi linier berganda

diperoleh nilai t hitung sebesar 2.701. Dengan demikian t hitung (2.701) > t tabel

(1.664) maka H0 ditolak dan Ha diterima. Angka tersebut menunjukan nilai yang

signifikan, artinya terdapat pengaruh antara variabel pengetahuan terhadap terhadap

minat mahasiswa EPI UMY untuk menjadi nasabah di perbankan syariah. Berikut

adalah pengaruh variabel pengetahuan secara grafik :

4. Variabel promosi (X4)

Dari hasil pengujian hipotesis diperoleh nilai probabilitas kesalahan sebesar

0.002 < 0.05. Berdasarkan pada hasil perhitungan pada uji regresi linier berganda

diperoleh nilai t hitung sebesar 3.140. Dengan demikian t hitung (3.140) > t tabel

(1.664) maka H0 ditolak dan Ha diterima. Angka tersebut menunjukan nilai yang

signifikan, artinya terdapat pengaruh antara variabel promosi terhadap terhadap minat

mahasiswa EPI UMY untuk menjadi nasabah di perbankan syariah. Berikut adalah

pengaruh variabel pengetahuan secara grafik :


a. Uji F (Uji Serempak)

Uji F membuktikan secara simultan apakah terdapat pengaruh variabel

religiusitas (X1), fasilitas (X2), pengetahuan (X3) dan promosi (X4) terhadap

minat mahasiswa Ekonomi dan Perbankan Islam UMY untuk menjadi nasabah

bank syariah (Y).

Berdasarkan Tabel 3.6. diatas diperoleh F hitung sebesar 6.152 dengan

nilai signifikan 0.000 < 0.05 sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel

religiusitas, fasilitas, pengetahuandan promosi secara simultan berpengaruh

signifikan terhadap minat mahasiswa Ekonomi dan Perbankan Islam UMY

untuk menjadi nasabah bank syariah (Y).

b. Uji Koefisien Determinasi (R2)

Berdasarkan Tabel 3.6. hasil perhitungan regresi linier berganda

ditemukan hasil dari jumlah sampel sebanyak 88 responden dengan nilai R

Square sebesar 0.229 yang dapat diartikan bahwa variabel independen

(religiusitas, fasilitas, pengetahuan dan promosi) menjelaskan variasi dari

variabel dependen minat mahasiswa Ekonomi dan Perbankan Islam UMY

untuk menjadi nasabah bank syariah (Y) sebesar 22.9% dan sisanya sebesar

77.1% minat mahasiswa Ekonomi dan Perbankan Islam UMY untuk menjadi

nasabah bank syariah dipengaruhi diluar variabel penelitian ini.

Pembahasan (Interprestasi)

Dari hasil pengelolahan data dengan menggunakan regresi linier berganda dapat

diketahui bahwa dua variabel independen memiliki pengaruh yang signifikan dan dua

variabel lainnya tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat mahasiswa

Ekonomi dan Perbankan Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta untuk menjadi

nasabah di perbankan syariah. Identifikasi variabel yang signifikan dapat dilihat dari nilai
signifikan variabel yang bersangkutan. Jika signifikan suatu variabel lebih dari 5% maka

variabel tersebut berpengaruh dan signifikan terhadap minat mahasiswa Ekonomi dan

Perbankan Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta untuk menjadi nasabah di

perbankan syariah. Berikut ini adalah interprestasi dari keempat variabel independen terhadap

variabel dependen, yaitu:

1. Pengaruh Religiusitas terhadap minat mahasiswa Ekonomi dan Perbankan Islam UMY

untuk menjadi nasabah di bank syariah

Berdasarkan uji hipotesis, nilai koefisien variabel religiusitas sebesar 0.027

dengan tingkat probabilitas sebesar 0.835 yang dimana nilai probilitas tersebut lebih

besar dari alpha 0.05. Hal ini menunjukan variabel religiusitas tidak memiliki pengaruh

yang signifikan terhadap minat mahasiswa Ekonomi dan Perbankan Islam UMY untuk

menjadi nasabah di bank syariah.

Tingkat religiusitas seseorang akan menunjukan pada aspek agama yang telah

dihayati didalam hatinya. Apabila individu telah menghayati dan menginternalisasikan

ajaran agamanya, maka ajaran agama akan berpengaruh dalam segala tindakan dan

pandangan hidupnya. Religiusitas dalam penelitian ini adalah tingkat keimanan dan

keislaman seseorang dalam menentukan aspek-aspek dari perbankan syariah.

Didalam penelitian ini faktor religiusitas tidak memiliki pengaruh yang signifikan

terhadap minat mahasiswa Ekonomi dan Perbankan Islam UMY untuk menjadi nasabah

di perbankan syariah karena fokus kebutuhan mahasiswa saat ini (selama masa

perkuliahan) hanya sekedar untuk menerima uang atau transfer dari orang tua, mengingat

dokumentasi dari wawancara langsung kepada seluruh responden yaitu sebagian besar

besar responden berasal dari pulau jawa (Sumatera,Sulawesi, Kalimantan dll) dimana

masih minimnya fasilitas bank syariah yang disediakan dibuktikan dengan data sebaran

Jaringan Kantor Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah di Indonesia, Januari
2016. Sehingga dalam pemilihan antara bank syariah dan bank konvensional oleh

mahasiswa Ekonomi dan Perbankan Islam UMY tidak didasarkan pada pertimbangan

faktor religiusitas tetapi pertimbangan teknis, misalnya sebagai alat transfer uang dari

orang tua.

Sebelumnya terdapat dari penilitian terdahulu yang menyatakan bahwa variabel

religiusitas tidak secara signifikan mempengaruhi intensitas menabung masyarakat di

bank syariah yang karenakan masyarakat saat ini dalam memilih jasa perbankan syariah

lebih mengutamakan pada aspek yang bersifat ekonomi atau keuntungan dibandingkan

aspek keagamaan dengan kata lain nasabah lebih mengutamakan ekonomi ratiaonale

dalam keputusan memilih bank syariah (Praji, 2011). Namun responden pada penelitian

terdahulu adalah masyarakat sehingga tidak berpengaruhnya minat menabung

disebabkan oleh aspek ekonomi sedangkan pada penelitian ini yang diambil adalah

mahasiswa sehingga terdapat perbedaan alasan tidak berpengaruhnya minat menjadi

nasabah.

2. Pengaruh Fasilitas terhadap minat mahasiswa Ekonomi dan Perbankan Islam UMY

untuk menjadi nasabah di bank syariah

Berdasarkan uji hipotesis, nilai koefisien variabel fasilitas sebesar -0.061 dengan

tingkat probabilitas sebesar 0.674 yang dimana nilai probilitas tersebut lebih besar dari

alpha 0.05. Hal ini menunjukan variabel fasilitas tidak memiliki pengaruh yang

signifikan terhadap minat mahasiswa Ekonomi dan Perbankan Islam UMY untuk

menjadi nasabah di bank syariah.

Fasilitas yang disediakan bank syariah merupakan segala sesuatu yang dapat

memudahkan para nasabah serta akan memperlancar dalam pelaksanaan suatu usaha.

Didalam penelitian ini fasilitas tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat

mahasiswa Ekonomi dan Perbankan Islam UMY untuk menjadi nasabah di perbankan
syariah karena mereka belum merasakan fasilitas yang disediakan oleh bank syariah

sehingga fasilitas bukan menjadi variabel mahasiswa Ekonomi dan Perbankan Islam

UMY untuk menabung atau menjadi nasabah di bank syariah hal ini didasarkan dengan

posisi mereka sebagai orang yang terpelajar dan mengetahui resiko, keamanan, dan

keberkahan bank syariah.

Sebelumnya terdapat dari penilitian terdahulu yang menyatakan bahwa variabel

fasilitas secara signifikan mempengaruhi keputusan menjadi nasabah bank syariah

dimana fasilitas yang disediakan bank syariah akan menjadi tolak ukur apakah

masyarakat akan memilih antara bank syariah atau bank konvesional (Imam, 2016).

Namun berbeda pada penelitian ini fasilitas tidak berpengaruh terhadap minat menjadi

nasabah di bank syariah yang disebabkan resonden dalam hal ini mahasiswa belum

merasakan fasilitas yang ada pada bank syariah.

3. Pengaruh Pengetahuan terhadap minat mahasiswa Ekonomi dan Perbankan Islam UMY

untuk menjadi nasabah di bank syariah

Berdasarkan uji hipotesis, nilai koefisien variabel pengetahuan sebesar 0.292

dengan tingkat probabilitas sebesar 0.008 yang dimana nilai probilitas tersebut lebih

kecil dari alpha 0.05. Hal ini menunjukan variabel pengetahuan memiliki pengaruh yang

signifikan terhadap minat mahasiswa Ekonomi dan Perbankan Islam UMY untuk

menjadi nasabah di bank syariah.

Pengetahuan merupakan suatu kelebihan yang dimiliki olehseseorang, yang

diperoleh dari pembelajaran atau pengalaman yang dialami secara langsung.

Pengetahuan terdiri dari tahu (know), memahami (comprehension), aplikasi

(application), analisis (analysis), sintesis (synthesis), dan evaluasi (evaluation). Dimana

dengan adanya pengetahuan tersebut akan mempermudah seseorang untuk bersosialisasi

dan mendapatkan apa yangdia inginkan, dan juga sebagai alat ukur untuk menentukan
pilihan dalam berbagai hal, salah satunya dalam memilih bank sebagai tempat

menyimpan uang, khususnya menyimpan uang dibank syariah.

Didalam penelitian ini pengetahuan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap

minat mahasiswa Ekonomi dan Perbankan Islam UMY untuk menjadi nasabah di

perbankan syariah karena semakin luas pengetahuan yang dimiliki mahasiswa, maka

semakin mendorong mereka untuk menjadi nasabah bank syariah dan menggunakan

produk dan jasa bank syariah. Mahasiswa EPI UMY telah banyak mempelajari dan

banyak dibekali pengetahuan dan ilmu-ilmu tentang bank syariah, jadi secara tidak

langsung kesuksesan dosen-dosen pengajar EPI UMY terbukti bisa diserap oleh

mahasiswanya.

Kesimpulan ini sejalan dengan kesimpulan dari penilitian terdahulu yang

menyatakan bahwa variabel pengetahuan berpengaruh secara signifikan terhadap minat

masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta untuk menjadi nasabah Bank Syariah yang ini

dikarenakan pengetahuan yang dimiliki masyarakat tentang bank syariah sudah cukup

luas karena diperoleh dari pembelajaran atau pengalaman yang mereka pahami (Dianto,

2016).

4. Pengaruh Pomosi terhadap minat mahasiswa Ekonomi dan Perbankan Islam UMY untuk

menjadi nasabah di bank syariah

Berdasarkan uji hipotesis, nilai koefisien variabel promosi sebesar 0.329 dengan

tingkat probabilitas sebesar 0.002 yang dimana nilai probilitas tersebut lebih kecil dari

alpha 0.05. Hal ini menunjukan variabel promosi memiliki pengaruh yang signifikan

terhadap minat mahasiswa Ekonomi dan Perbankan Islam UMY untuk menjadi nasabah

di bank syariah.

Promosi Kegiatan mengkomunikasikan produk dan jasa perbankan syariah yang

akan ditawarkan harus bisa menyakinkan nasabah sehinnga nantinyamempengaruhi


keputusan nasabah untuk memilih bank syariah. Sesuai dengan teori marketing dalam

mempromosikan produk-produk serta jasanya harus jelas dan mudah dimengerti oleh

nasabah sehinga akan menarik nasabahnya.

Didalam penelitian ini promosi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap

minat mahasiswa Ekonomi dan Perbankan Islam UMY untuk menjadi nasabah di bank

syariah karena dalam proses perkuliahan mahasiswa EPI UMY secara tidak langsung

dosen-dosen pengajar telah memperkenalkan bank syariah, selebihnya lagi tim pengajar

ada yang berasal dari pihak bank syariah itu sendiri. Semakin baik promosi yang

dilakukan maka akan membuka wawasan dan pengetahuan mahasiswa tentang bank

syariah dimana dalam arti mengetahui secara teknis, konsep, mengetahui untung dan

rugi, sistem bagi hasilnya, keungulan, resiko serta seluk-beluk tentang bank syariah,

telah disampaikan oleh dosen-dosen EPI UMY.

Kesimpulan ini sejalan dengan kesimpulan dari penilitian terdahulu yang

menyatakan bahwa variabel promosi berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan

menjadi nasabah Bank BPD DIY Syariah yang ini dikarenakan Bank Syariah mampu

mempromosikan produk-produk serta jasanya dengan jelas dan mudah dimengerti oleh

nasabah sehingga meningkatkan minat konsumen untuk menabung di Bank BPD DIY

Syariah (Imam, 2016).

IV. PENUTUP
Penutup

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan peneliti mengenai faktor-faktor yang

mempengaruhi minat mahasiswa Ekonomi dan Perbankan Islam Universitas Muhammadiyah

Yogyakarta untuk menjadi nasabah Bank Syariah, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai

berikut:
1. Variabel religiusitas tidak memiliki pengaruh terhadap minat mahasiswa Ekonomi

dan Perbankan Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta untuk menjadi

nasabah di Bank Syariah, dengan nilai signifikansi diatas nilai alpha (α = 0.05).

Fokus kebutuhan mahasiswa saat ini hanya sekedar untuk menerima uang atau

transfer dari orang tua sehingga tidak didasarkan pada pertimbangan faktor

religiusitas tetapi pertimbangan teknis, misalnya sebagai alat transfer uang dari

orang tua.

2. Variabel fasilitas tidak memiliki pengaruh terhadap minat mahasiswa Ekonomi

dan Perbankan Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta untuk menjadi

nasabah di Bank Syariah, dengan nilai signifikansi diatas nilai alpha (α = 0.05).

Mahasiswa belum merasakan fasilitas yang disediakan oleh bank syariah sehingga

fasilitas bukan menjadi variabel mahasiswa Ekonomi dan Perbankan Islam UMY

untuk menabung di bank syariah

3. Variabel pengetahuan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat

mahasiswa Ekonomi dan Perbankan Islam Universitas Muhammadiyah

Yogyakarta untuk menjadi nasabah di Bank Syariah, dengan nilai signifikansi

dibawah nilai alpha (α = 0.05). Mahasiswa EPI UMY telah banyak mempelajari

dan banyak dibekali pengetahuan dan ilmu-ilmu tentang bank syariah sehingga

pengetahuan mereka sudah luas dan banyak.

4. Variabel promosi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat mahasiswa

Ekonomi dan Perbankan Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta untuk

menjadi nasabah di Bank Syariah, dengan nilai signifikansi dibawah nilai alpha (α

= 0.05). Dosen-dosen pengajar telah memperkenalkan bank syariah, sehingga

semakin baik promosi yang dilakukan maka akan membuka wawasan dan

pengetahuan mahasiswa tentang bank syariah.


Saran

Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan yang telah dijelaskan diatas, maka

peneliti akan menyampaikan saran yang kiranya dapat bermanfaat bagi pihak terkait. Adapun

saran-saran yang dapat disimpulkam adalah sebagai berikut:

1. Bank syariah perlu melakukan harus meningkatkan promosi YANG optimal dan lebih

baik lagi kepada calon nasabah agar lebih tertarik untuk menggunakan produk dan jasa

bank syariah.

2. Bagi tim pengajar atau dosen-dosen Ekonomi Perbankan Islam Universitas

Muhammadiyah Yogyakarta agar lebih meningkatkan kualitas pengajarannya dalam hal

ini memberikan pengetahuam yang lebih luas lagi tentang bank syariah kepada

mahasiswa.

3. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan rujukan untuk

peneliti selanjutnya yang akan meneliti dalam bidang perbankan islam khususnya faktor-

faktor yang mempengaruhi minat mahasiswa Ekonomi dan Perbankan Islam Universitas

Muhammadiyah Yogyakarta untuk menjadi nasabah di Bank Syariah.

Keterbatasan Penelitian

Peneliti semaksimal mungkin mengusahakan sebuah penelitian yang sempurna,

namun ternyata masih banyak keterbatasan dalam penelitian ini, meliputi:

1. Objek penelitian yang tidak terlalu luas yaitu penelitian ini hanya di meneliti

mahasiswa Ekonomi dan Perbankan Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

semester lima dan tujuh.

2. Kuisioner yang digunakan peneliti masih kurang sempurna dalam menggali

informasi responden.
DAFTAR PUSTAKA

Afifah, H.A. 2016. “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Masyarakat Muslim


Tidak Menabung di Bank Syariah di Kota Yogyakarta. Skripsi. Universitas
Muhammadoyah Yogyakarta.

Ancok, Djamaludin dan Suroso, F.N. 2008. Psikiologi Islam: Solusi Islam atas Problem-
Problem Psikiologi. Yogyakarta: Pustaka Islam.

Anoraga, Pandji. 1995. Dinamika Koperasi. Jakarta: Rineka Cipta.

Antonio, S. 2001. Bank Syariah: Dari Teori ke Praktik. Jakarta: Gema Insani.

Apriani, Munica. 2011. Analisis Pengaruh Fasilitas, Kualitas Pelayanan dan Kepuasan
Pelanggan Terhadap Minat Mereferensikan. Semarang: Universitas Diponegoro.

Arifin, Zainul. 2006. Dasar-Dasar Manajemen Bank Syariah. Jakarta: Pustaka Alvabet.

Assauri, Sofjan. 2011. Manajemen Pemasaran. Jakarta: Rajawali Pers.

Aromasari, T. 1991. “Hubungan Antara Sikap terhadap Tabungan Berhadia dengan Minat
Menabung Mahasiswa pada Bank di Beberapa Universitas di Yogyakarta”. Skripsi.
Universitas Gajah Mada.

Bawono, Anton. 2006. Multivariate Analysis dengan SPSS. Salatiga: STAIN Salatiga Press.

Basuki, Agus Tri. 2015. Regresi Dalam Penelitian Ekonomi dan Bisnis. Yogyakarta: Dasis
Bisnis.

Basuki, Agus Tri dan Yuliadi, Imamudin 2015. Ekonometrika (Teori dan Aplikasinya).
Yogyakarta: Mitra Pustaka Nurani (MATAN).

Dianto, Suwarna. 2016. “Faktor Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Minat Masyarakat
Untuk Menjadi Nasabah Bank Syariah (Studi Empiris Pada Masyarakat di DIY).
Skripsi. Universitas Muhammadoyah Yogyakarta.

Fetzer, John E. 1999. Multidimensional Measurement of Religiousness/ Sprituality for use in


Health. Kalamazo: John E. Fetzer Insitute.

Ghozali, I. 2005. Aplikasi Analisis Multivariate dengan SPSS. Semarang: Badan Penerbit
UNDIP.

Ghufron, Sofiniyah. 2015. Edukasi Profesional Syariah, Konsep dan Implementasi Bank
Syariah. Jakarta: Renaisan.

Ghufron, M.N, & Risnawita, R. 2010. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Menggunkan
Program SPSS. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Gujarati, D. 2003. Ekonometri Dasar, Terjemahan: Sumarno Zain. Jakarta: Erlangga.

Hantoro, S. 2005. Kiat Sukses Berwirausaha. Yogyakarta: Adicita Karya Nusa.


Imam, I.N. 2016. “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Menjadi Nasabah BPD
DIY Syariah”. Skripsi. Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga.

Istiqomah, Rahayu. 2015. “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Mahasiswa


Perbankan Syariah STAIN Salatiga untuk Menjadi Nasabah di Perbankan Syariah”.
Skripsi. STAIN Salatiga.

Jalaluddin. 2010. Psikologi Agama. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Kamarni, Neng. 2012. “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Masyarakat Dalam


Berhubungan Dengan Bank Syariah”. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan ,
Volume 3, Nomor 1, Januari 2012 ISSN : 2086 – 5031.

Karim, Adiwarman. 2004. Bank Islam: Analisis Fiqih dan Keuangan. Jakarta: PT Raja
Grafindo Persada.

Kasmir. 2012. Dasar-Dasar Perbankan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Kasmir. 2010. Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Kotler, P., and Armstrong, A. 2008. Prinsip-Prinsip Pemasaran, edisi 12, jilid 1. Jakarta:
Erlangga.
Kotler, P. 2002. Manajemen Pemasaran, Jilid II Edisi Milenium. Jakarta: Prenhallindo.

Lubis, Irsyad. 2010. Bank dan Lembaga Keuangan Lain. Medan: USU Press.

Lupiyoadi, R., dan Hamdani, A., 2006, Manajemen Pemasaran Jasa, Salemba Empat,
Jakarta.

Lestari, Alfi Mulikhah. 2015. “Pengaruh Religiusitas, Produk Bank, Kepercayaan,


Pengetahuan, dan Pelayanan Terhadap Preferensi Menabung Pada Bank Syariah”.
Skirpsi. Universitas Brawijaya.

Mappiare, Andi. 1997. Psikologi Remaja. Surabaya: Usaha Nasional.

Masruroh, Atik. 2015. “Analisis Pengaruh Tingkat Religiusitas dan Disposible terhadap
Minat Menabung Mahasiswa di Perbankan Syariah. Skripsi. STAIN Salatiga.

Muhammad. 2005. ”Permasalahan Agency dalam Pembiayaan Mudharabah pada Bank


Syariah di Indonesia”. Disertasi. Yogyakarta: UII Yogyakarta.

Moeliono, Anton M, dkk. 1999. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Nazaruddin, I., dan Basuki, A.T. 2015. Analisis Statistik dengan SPSS. Yogyakarta: Danisa
Media.

Nikmah, Zahrotun. 2013. “Pengaruh Dimensi Religiusitas Masyarakat Santri Desa Kajen
Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati terhadap Minat Menabung”. Skripsi. IAIN
Walisongo.

Notoatmodjo. 2005. Promosi Kesehatan: Teori dan Aplikasinya. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Otoritas Jasa Keuangan. Statistik Perbankan Syariah, [Link]
perbankan-syariah. Diakses tanggal 17 Februari 2016.
Pertiwi, Dita dan Ritonga, Haroni, D.H. 2012. “Analisis Minat Menabung Masyarakat Pada
Bank Muamalat Di Kota Kisaran”. Jurnal Ekonomi dan Keuangan, Vol. No. 1.
Potter, P., and Perry, A. 2005. Buku Ajar Keperawatan: Konsep, Proses, dan Praktik. Jakarta:
Yasmin Asih et al, Edisi 4, EGC.

Perwataatmadja, Karnaen dan Antonio, Muhammad S. 1992. Apa dan Bagaimana Bank
Islam. Yogyakarta: Dana Bhakti Wakaf.

Praji, Vita W. 2011. “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Intensi Menabung di Bank


Syariah”. Skripsi. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.

Prasetijo, R., dan Ihalauw, J. J. 2005. Perilaku Konsumen. Yogyakarta: Andi.

Prawoto, Nano, dkk. 2014. Pedoman Penulisan Usulan Penelitian Skripsi dan Publikasi
Karya Ilmiah. Yogyakarta: UPFE UMY.

Raharja, Dawan. 1999. Islam dan Transformasi Sosial Ekonomi. Jakarta: Lembaga Studi
Agama dan Filsafat.

Sahlan, Asmaun. 2011. Religiusitas Perguruan Tinggi: Potret Tradisi Keagamaan di


PERGURUAN Tinggi Islam. Malang: UIN Maliki Pres.

Sari, Retno S. 2016. “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kurangnya Minat Masyarakat


Muslim Menabung di Bank Syariah (Studi Kasus Masyarakat Muslim di Kabupaten
Bantul, Yogyakarta)”. Skripsi. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Sudarsono, Heri. 2013. Bank dan Lembaga Keuangan Syariah: Deskripsi dan Ilustrasi.
Yogyakarta: Ekonisia.

Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta.

Sukanto, M.M. 1985. Nafsiologi. Jakarta: Integritas Press.

Sukardi dan Anwar. 1984. Manfaat Menabung dalam Tabanas dan Taska. Jakaarta: Balai
Aksara.

Sutanto, A. 2002. Kewiraswastaan. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Syah, M. 2004. Psikologi Belajar. Bandung: Grafindo Persada.

Syofian, Siregar. 2014. Metode Penelitian Kuantitatif. Jakarta: Kencana.

Tika, Pabundu. 2006. Metodologi Riset Bisnis (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D).
Jakarta: PT Bumi Aksara.

Thouless, H. Robert. 1995. Pengantar Psikiologi Islam. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Tjiptono, Fandy. 2000. Manajemen Jasa. Yogyakarta: ANDI.


Umar, Husein. 2002. Riset Pemasaran dan Perilaku Konsumen. Jakarta: PT Gramedia
Pustaka Utama.

Wawan, A., dan Dewi, M. 2011. Teori dan Pengukuran Pengetahuan Sikap, dan Perilaku
Manusia. Yogyakarta: Nuha Medika.

Wibowo, E., dan Widodo, U. H. 2005. Mengapa Memilih Bank Syariah. Bogor: Ghalia
Indonesia.

Widiastini. 2014. “Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Masyarakat Untuk


Menabung Pada Bank Syariah”. Skripsi. Universitas Muhammadiyah Yogyakara.

Zuriah, Nurul. 2006. Metodologi Penelitian : Sosial dan Pendidikan. Jakarta: PT Bumi
Aksara.

_______. 2015. Panduan Akademik 2015/2016 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.


Yogyakarta: Biro Akademik UMY.

Anda mungkin juga menyukai