Minat Mahasiswa UMY Jadi Nasabah Bank Syariah
Minat Mahasiswa UMY Jadi Nasabah Bank Syariah
Faisal
Email: Mustari_faisal@[Link]
Abstract: This research aims to analyze the factors that affect the interest of the students to
become customers in Islamic banking (case studies of students of Economics and Islamic
banking UMY). The subject in this study is a student of Economics and Islamic
banking UMY for five semesters and seven semesters at the Muhammadiyah University
of Yogyakarta campus environment. In this study the number of samples taken for as
much as 88 respondents were selected using the method of Proportionate Stratified Random
Sampling. Analysis tools are used Multiple Linear regression analysis. Based on the analysis
of the obtained results has done that variable and variable religiosity facilities do not
have the influence significantly to student interestin economics and Islamic banking
muhammadiyah University of Yogyakarta to become customers in Islamic banks,
while variable knowledge and promotion variables influence significantly to student interest
in economics and Islamic banking Muhammadiyah University of Yogyakarta to become
customers in Islamic banks.
Keywords: Islamic Banks, Religiosity, Facilities, Knowledge, Promotion
I. PENDAHULUAN
Latar Belakang
perekonomian suatu negara. Perkembangan industri perbankan yang semakin baik maka
keuangan yang melaksanakan tiga fungsi utama, yaitu menghimpun dana mayarakat,
menyalurkan dana kepada mayarakat dan melakukan pelayanan jasa kepada masyarakat.
Perbankan syariah merupakan suatu lembaga intermediasi yang menyediakan jasa keuangan
bagi masyarakat dimana seluruh aktivitasnya dijalankan berdasakan etika dan prinsip-prinsip
islam sehingga bebas dari riba (bunga), bebas dari kegiatan spekulasi non-produktif seperti
perjudian (maysir), bebas dari kegiatan yang meragukan (gharar), bebas dari perkata yang
tidak sah (bathil), dan hanya membiayai usaha-usaha yang halal. Dalam operasinya, bank
syariah memberikan dan mengenakan imbalan atas dasar prinsip syariah jual-beli dan bagi
hasil sehingga bank ini sering juga dipersamakan dengan bank tanpa bunga (Dita dan
Ritonga, 2012).
Kehadiran bank syariah untuk menawarkan sistem perbankan alternatif bagi umat
Islam yang membutuhkan atau ingin memperoleh layanan jasa perbankan tanpa harus
melanggar larangan riba. Sebagaimana disinyalir oleh para ekonom muslim, ada dua alasan
utama mengenai latar belakang berdirinya bank syari’ah, yaitu: (1) adanya pandangan bahwa
bunga (interest) pada bank konvensional itu hukumnya haram karena termasuk dalam
kategori riba yang dilarang dalam agama, bukan saja pada agama Islam tetapi juga oleh
agama samawi lainnya. Hal ini lebih diperkuat lagi dengan pendapat para ulama yang ada di
Indonesia yang diwakili oleh fatwa MUI Nomor 1 tahun 2004 tentang bunga yang intinya
mengharamkan bunga bank yang didalamnya terdapat unsur-unsur riba; (2) dari aspek
ekonomi, penyerahan resiko usaha terhadap salah satu pihak dinilai melanggar norma
keadilan dan dapat menimbulkan rasa mementingkan diri sendiri (selfishness). Dalam jangka
landasan hukum yang memadai dan akan mendorong pertumbuhannya secara lebih cepat lagi.
Melihat perkembangannya yang impresif, yang mencapai rata-rata pertumbuhan aset lebih
dari 65% pertahun dalam lima tahun terakhir, maka diharapkan peran industri perbankan
dalam perkuliahannya diberikan mata kuliah yang sesuai dengan jurusannya, belajar tentang
pemahaman apa itu bank syariah, bagaimana cara bermuamalat sesuai syariat islam,
yang ada dalam bank syariah, dan sebagainya yang berkaitan dengan perbankan syariah.
Penjelasan di atas bahwa motivasi dari mahasiswa EPI adalah memutuskan untuk memilih
menabung di Bank Syariah, karena Bank Syariah sesuai dengan tata cara syariat islam dan
merupakan langka awal untuk mencapai kompetensi yang telah ditargetkan. Peneliti
mengambil responden mahasiswa Ekonomi dan Perbankan Islam UMY karena mahasiswa ini
mempunyai pengetahuan yang kompeten tentang perbankan syariah, selain itu mereka juga
memiliki pengetahuan agama yang cukup luas sehingga hasil dari penelitian nantinya dapat
1. Bank Syariah
Dalam buku Sudarsono (2013), yang dimaksud bank syariah adalah lembaga
keuangan yang usaha pokoknya memberikan kredit dan jasa-jasa lain dalam lalu lintas
syariah. Oleh karena itu, usaha bank akan selalu berkaitan dengan masalah uang sebagai
tentang perbankan adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam
bentuk simpanan dan menyalurkan kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan/atau
bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup orang banyak, sedangkan bank
umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan atau
berdasarkan prinsip syariah, yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas
pembayaran (OJK).
2. Minat
Minat merupakan motivasi yang mendorong orang untuk melakukan apa yang
mereka inginkan bila mereka bebas memilih. Setiap minat akan memuaskan suatu
kebutuhan. Dalam melakukan fungsinya kehendak itu berhubungan erat dengan pikiran
dan perasaan. Pikiran mempunyai kecenderungan bergerak dalam sektor rasional analisis,
sedang perasaan yang bersifat halus/tajam lebih mendambakan kebutuhan. Sedangkan akal
berfungsi sebagai pengingat fikiran dan perasaan itu dalam koordinasi yang harmonis,
agar kehendak bisa diatur dengan sebaik-baiknya (Sukanto, 1985). Ada beberapa tahapan
minat antara lain: informasi yang jelas sebelum menjadi nasabah, pertimbangan yang
Menurut Anshori dalam Ghufron & Risnawita (2010) agama menunjuk pada
aspek-aspek formal yang berkaitan dengan aturan dan kewajiban, sedangkan religiusitas
menunjuk pada aspek agama yang telah dihayati oleh seseorang dalam hati. Ghufron &
ajaran agamanya, maka ajaran agama akan berpengaruh dalam segala tindakan dan
pandangan hidupnya.
4. Fasilitas
Dalam menyediakan sebuah jasa, adanya fasilitas merupakan sesuatu yang sudah
menjadi kewajiban. Tanpa adanya fasilitas yang dapat menunjang keberlangsungan dan
kelancaran layanan jasa yang diberikan maka konsumen akan merasa ada kekurangan
sehinggan mengurangi dorongan pada dirinya untuk menggunakan jasa tersebut. Seperti
yang dijelaskan oleh Tjiptono (2000) dalam bukunya bahwa fasilitas menurutnya
merupakan suatu paket jasa yang diartikan sebagai suatu bundel yang terdiri atas barang
dan jasa yang disediakan dalam lingkungan tertentu. Tjiptono juga menjelaskan bahwa
fasilitas penunjang adalah sumber daya fisik yang harus ada sebelum suatu jasa dapat
5. Pengetahuan
pengetahuan yang merupakan suatu faktor penting dalam membentuk tindakan seseorang.
Menurut Notoatmodjo (2005), pengetahuan adalah hasil penginderaan manusia atau hasil
“tahu” seseorang terhadap objek melalui indera yang dimilikinya, yaitu indra penglihatan,
pendengaran, penciuman, rasa dan raba. Manusia mendapatkan ilmu pengetahuan dengan
berbagai cara, yaitu dengan cara tradisional, seperti bertanya pada orang yang ahli, dari
pengalaman setelah menyelesaikan masalah, dan berpikir kritis (Potter dan Perry, 2005).
6. Promosi
Menurut Kotler (2002), promosi adalah berbagai kegiatan yang dilakukan oleh
dalam memilih suatu produk, sehingga bentuk promosi yang diberikan harus mencakup
hal-hal yang bersifat persuasif agar konsumen tertarik untuk menggunakan produk yang
ditawarkan.
A. Subjek Penelitian
dibutuhkan. Variabel dependent dalam penelitian ini adalah minat mahasiswa untuk
B. Jenis Data
Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data primer. Data primer
diperoleh secara langsung melalui kuisioner yang terkait dengan faktor-faktor yang
Sedangkan data sekunder yang mendukung diperoleh dari Otoritas Jasa Keuangan
(OJK), Statistik Perbankan Syariah, buku, jurnal, skripsi, dokumen, atau data
random sampling yaitu tehnik pengambilan sampel yang apabila populasi mempunyai
anggota atau unsur heterogen dan berstrata proposional (Sugiyono, 2009). Dengan
jumlah keseluruhan mahasiswa aktif EPI UMY untuk semester lima dan tujuh yaitu
sebesar 551 mahasiswa. Sehingga sampel dalam penelitian ini secara langsung
cara memberikan atau menyebarkan daftar pertanyaan kepada responden yaitu kepada
mahasiswa EPI UMY untuk semester lima dan tujuh. Selain itu dilakukan wawancara
regresi linier berganda sebagai alat untuk menganalisis data. Pengujian hipotesis
dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan model regresi berganda yaitu
menggunakan program statistik untuk mengolah data dengan program SPSS 15 dan
Sejak tahun berdirinya 1998 Program Studi Muamalat Konsentrasi Ekonomi dan
menyesuaikan kebutuhan tenaga profesional dalam bidang ekonomi Islam pada umumnya
dan perbankan syariah pada khususnya, dengan terus melakukan evaluasi terhadap kurikulum
yang digunakan yakni Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dan berkembang pada
Indonesia (KKNI) PERMENDIKBUD RI Nomor 73 Tahun 2013, hal ini dilakukan dalam
Keseriusan tersebut ditunjukkan dengan perolehan Akreditasi dengan nilai “A” berdasarkan
Hasil Penelitian
Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuisioner, yaitu daftar
pertanyaan yang diberikan pada mahasiswa. Oleh karena itu langkah-langkah yang dilakukan
sebelum melakukan regresi linier berganda, yaitu kuisioner tersebut harus diuji validitas dan
1. Uji Validitas
yang lebih besar dari r tabel pada taraf α = 5% atau bias juga dilihat dari nilai tingkay
signifikan pada analisis menggunakan SPSS yang harus bernilai < 0.05. Dari hasil
analisis diperoleh nilai korelasi antara skor item dan skor [Link] ini kemudian
dibandingkan dengan nilai r tabel. Nilai r tabel untuk degree of freedom (df) = n-k,
sehingga diperoleh nilai r tabel sebesar 0.2096 dengan jumlah sampel total
SPSS 20 yang diperoleh hasil uji validitas terhadap masing-masing pertanyaan yang
TABEL 3.1.
HASIL UJI VALIDITAS
masing-masing item memiliki rhitung > rtabel, dan signifikan yang bernilai dibawah
dinyatakan valid.
2. Uji Reliabilitas
jika jawaban seseorang terhadap pertanyaan konsisten dari waktu ke waktu. Uji ini
dilakukan terhadap seluruh item atau pernyataan pada penelitian ini akan
menggunakan rumus koefisien Cronbach Alpha. Nilai kritis Cronbach’s Alpha pada
penelitian ini menggunakan nilai 0.60 dengan asusmsi bahwa daftar pertanyaan yang
diuji akan dikatakan reliabel bila nilai Cronbach Alpha ≥ 0.60. Adapun hasil uji
TABEL 3.2.
HASIL UJI RELIABILITAS
Alpha dari kelima variabel diatas > 0.60. Dengan demikian dapat disimpulkan
Sebelum melakukan uji hipotesis denagn memakai uji T, uji F dan ujia R2 harus perlu
dilakukan terlebih dahulu uji asumsi klasik yang terdiri dari uji normalitas data, uji
multikolinieritas dan uji heteroskedastisitas. Tujuan dilakukan uji asumsi klasik untuk
variabel dependen dalam model regresi memiliki distribusi normal atau tidak
(Bawono, 2006). Model regresi yang baik adalah yang memiliki distribusi normal
atau mendekati normal. Pada penelitian ini uji normalitas data dilakukan dengan uji
TABEL 3.3.
HASIL UJI NORMALITAS DATA
diperoleh nilai signafikan 0.200 > 0.05 yang artinya data berdistribusi normal.
2. Uji Multikolinearitas
dengan model regresi. Jika ada hubungan maka terdapat penyimpangan asumsi klasik
Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa VIP dari variabel independen yang
memiliki nilai VIP dibawah 10. Sehingga dapat disimpulkan tidak terdapat
3. Uji Heteroskedastisitas
persamaan residual untuk semua pengamat pada model regresi. Untuk mengetahui ada
TABEL 3.5.
HASIL UJI HETEROSKEDASTISITAS
besar dari 0,05. Hasil penelitian berdasarkan tabel diatas diperoleh hasil signifikan >
0.05. Karena nilai signifikan > 0.05 maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat
untuk mengetahui apakah ada pengaruh keterkaitan antara variabel religiusitas (X1), fasilitas
(X2), pengetahuan (X3) dan promosi (X4) terhadap minat mahasiswa Ekonomi dan
Perbankan Islam UMY untuk menjadi nasabah bank syariah (Y). Prosedur pengujian ini
dapat dilihat dari besarnya t hitung atau nilai signifikansinya. Dalam penelitian ini untuk
memperoleh nilai t tabel maka digunakan degree of freedom sehingga diketahui bahwa n = 88
pada tingkat signifikan 5% (α = 0.05) dengan menggunakan uji 1 sisi diperoleh nilai t tabel
(87 : 0.05) sebesar 1.664. Berikut hasil uji regresi linier berganda adalah sebagai berikut:
TABEL 3.6.
HASIL UJI REGRESI LINIER BERGANDA
Regresi
Variabel
Koefisien
Konstanta 8.605
(3.920)**
Religiusitas 0.027
(0.129)
Fasilitas -0.061
(0.143)
Pengetahuan 0.292
(0.108)***
Promosi 0.329
(0.105)***
R-Squared 0.229
F-statistic 6.152
Prob F-stat 0,000000
Keterangan: Variabel Dependen (Minat menjadi Nasabah) menunjukan standar error signifikan pada
level 10% ; *, signifikan pada level 5% ; **, signifikan pada level 1% ; ***
Dari hasil regresi diatas dapat diperoleh persamaan sebagai berikut:
Promosi + e
Uji Hipotesis
independen dan variabel dependen baik di uji secara individual maupun secara bersama-
sama.
atau
0.835 > 0.05. Berdasarkan pada hasil perhitungan pada uji regresi linier berganda
diperoleh nilai t hitung sebesar 0.209. Dengan demikian t hitung (0.209) < t tabel
(1.664) maka H0 diterima dan Ha ditolak. Angka tersebut menunjukan nilai yang
perbankan syariah.
2. Variabel fasilitas (X2)
0.674 > 0.05. Berdasarkan pada hasil perhitungan pada uji regresi linier berganda
diperoleh nilai t hitung sebesar -0.423. Dengan demikian t hitung (-0.423) < t tabel
(1.664) maka H0 diterima dan Ha ditolak. Angka tersebut menunjukan nilai yang
tidak signifikan, artinya tidak terdapat pengaruh antara variabel fasilitas terhadap
terhadap minat mahasiswa EPI UMY untuk menjadi nasabah di perbankan syariah.
0.008 < 0.05. Berdasarkan pada hasil perhitungan pada uji regresi linier berganda
diperoleh nilai t hitung sebesar 2.701. Dengan demikian t hitung (2.701) > t tabel
(1.664) maka H0 ditolak dan Ha diterima. Angka tersebut menunjukan nilai yang
minat mahasiswa EPI UMY untuk menjadi nasabah di perbankan syariah. Berikut
0.002 < 0.05. Berdasarkan pada hasil perhitungan pada uji regresi linier berganda
diperoleh nilai t hitung sebesar 3.140. Dengan demikian t hitung (3.140) > t tabel
(1.664) maka H0 ditolak dan Ha diterima. Angka tersebut menunjukan nilai yang
signifikan, artinya terdapat pengaruh antara variabel promosi terhadap terhadap minat
mahasiswa EPI UMY untuk menjadi nasabah di perbankan syariah. Berikut adalah
religiusitas (X1), fasilitas (X2), pengetahuan (X3) dan promosi (X4) terhadap
minat mahasiswa Ekonomi dan Perbankan Islam UMY untuk menjadi nasabah
nilai signifikan 0.000 < 0.05 sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel
untuk menjadi nasabah bank syariah (Y) sebesar 22.9% dan sisanya sebesar
77.1% minat mahasiswa Ekonomi dan Perbankan Islam UMY untuk menjadi
Pembahasan (Interprestasi)
Dari hasil pengelolahan data dengan menggunakan regresi linier berganda dapat
diketahui bahwa dua variabel independen memiliki pengaruh yang signifikan dan dua
variabel lainnya tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat mahasiswa
nasabah di perbankan syariah. Identifikasi variabel yang signifikan dapat dilihat dari nilai
signifikan variabel yang bersangkutan. Jika signifikan suatu variabel lebih dari 5% maka
variabel tersebut berpengaruh dan signifikan terhadap minat mahasiswa Ekonomi dan
perbankan syariah. Berikut ini adalah interprestasi dari keempat variabel independen terhadap
1. Pengaruh Religiusitas terhadap minat mahasiswa Ekonomi dan Perbankan Islam UMY
dengan tingkat probabilitas sebesar 0.835 yang dimana nilai probilitas tersebut lebih
besar dari alpha 0.05. Hal ini menunjukan variabel religiusitas tidak memiliki pengaruh
yang signifikan terhadap minat mahasiswa Ekonomi dan Perbankan Islam UMY untuk
Tingkat religiusitas seseorang akan menunjukan pada aspek agama yang telah
ajaran agamanya, maka ajaran agama akan berpengaruh dalam segala tindakan dan
pandangan hidupnya. Religiusitas dalam penelitian ini adalah tingkat keimanan dan
Didalam penelitian ini faktor religiusitas tidak memiliki pengaruh yang signifikan
terhadap minat mahasiswa Ekonomi dan Perbankan Islam UMY untuk menjadi nasabah
di perbankan syariah karena fokus kebutuhan mahasiswa saat ini (selama masa
perkuliahan) hanya sekedar untuk menerima uang atau transfer dari orang tua, mengingat
dokumentasi dari wawancara langsung kepada seluruh responden yaitu sebagian besar
besar responden berasal dari pulau jawa (Sumatera,Sulawesi, Kalimantan dll) dimana
masih minimnya fasilitas bank syariah yang disediakan dibuktikan dengan data sebaran
Jaringan Kantor Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah di Indonesia, Januari
2016. Sehingga dalam pemilihan antara bank syariah dan bank konvensional oleh
mahasiswa Ekonomi dan Perbankan Islam UMY tidak didasarkan pada pertimbangan
faktor religiusitas tetapi pertimbangan teknis, misalnya sebagai alat transfer uang dari
orang tua.
bank syariah yang karenakan masyarakat saat ini dalam memilih jasa perbankan syariah
lebih mengutamakan pada aspek yang bersifat ekonomi atau keuntungan dibandingkan
aspek keagamaan dengan kata lain nasabah lebih mengutamakan ekonomi ratiaonale
dalam keputusan memilih bank syariah (Praji, 2011). Namun responden pada penelitian
disebabkan oleh aspek ekonomi sedangkan pada penelitian ini yang diambil adalah
nasabah.
2. Pengaruh Fasilitas terhadap minat mahasiswa Ekonomi dan Perbankan Islam UMY
Berdasarkan uji hipotesis, nilai koefisien variabel fasilitas sebesar -0.061 dengan
tingkat probabilitas sebesar 0.674 yang dimana nilai probilitas tersebut lebih besar dari
alpha 0.05. Hal ini menunjukan variabel fasilitas tidak memiliki pengaruh yang
signifikan terhadap minat mahasiswa Ekonomi dan Perbankan Islam UMY untuk
Fasilitas yang disediakan bank syariah merupakan segala sesuatu yang dapat
memudahkan para nasabah serta akan memperlancar dalam pelaksanaan suatu usaha.
Didalam penelitian ini fasilitas tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat
mahasiswa Ekonomi dan Perbankan Islam UMY untuk menjadi nasabah di perbankan
syariah karena mereka belum merasakan fasilitas yang disediakan oleh bank syariah
sehingga fasilitas bukan menjadi variabel mahasiswa Ekonomi dan Perbankan Islam
UMY untuk menabung atau menjadi nasabah di bank syariah hal ini didasarkan dengan
posisi mereka sebagai orang yang terpelajar dan mengetahui resiko, keamanan, dan
dimana fasilitas yang disediakan bank syariah akan menjadi tolak ukur apakah
masyarakat akan memilih antara bank syariah atau bank konvesional (Imam, 2016).
Namun berbeda pada penelitian ini fasilitas tidak berpengaruh terhadap minat menjadi
nasabah di bank syariah yang disebabkan resonden dalam hal ini mahasiswa belum
3. Pengaruh Pengetahuan terhadap minat mahasiswa Ekonomi dan Perbankan Islam UMY
dengan tingkat probabilitas sebesar 0.008 yang dimana nilai probilitas tersebut lebih
kecil dari alpha 0.05. Hal ini menunjukan variabel pengetahuan memiliki pengaruh yang
signifikan terhadap minat mahasiswa Ekonomi dan Perbankan Islam UMY untuk
dan mendapatkan apa yangdia inginkan, dan juga sebagai alat ukur untuk menentukan
pilihan dalam berbagai hal, salah satunya dalam memilih bank sebagai tempat
minat mahasiswa Ekonomi dan Perbankan Islam UMY untuk menjadi nasabah di
perbankan syariah karena semakin luas pengetahuan yang dimiliki mahasiswa, maka
semakin mendorong mereka untuk menjadi nasabah bank syariah dan menggunakan
produk dan jasa bank syariah. Mahasiswa EPI UMY telah banyak mempelajari dan
banyak dibekali pengetahuan dan ilmu-ilmu tentang bank syariah, jadi secara tidak
langsung kesuksesan dosen-dosen pengajar EPI UMY terbukti bisa diserap oleh
mahasiswanya.
masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta untuk menjadi nasabah Bank Syariah yang ini
dikarenakan pengetahuan yang dimiliki masyarakat tentang bank syariah sudah cukup
luas karena diperoleh dari pembelajaran atau pengalaman yang mereka pahami (Dianto,
2016).
4. Pengaruh Pomosi terhadap minat mahasiswa Ekonomi dan Perbankan Islam UMY untuk
Berdasarkan uji hipotesis, nilai koefisien variabel promosi sebesar 0.329 dengan
tingkat probabilitas sebesar 0.002 yang dimana nilai probilitas tersebut lebih kecil dari
alpha 0.05. Hal ini menunjukan variabel promosi memiliki pengaruh yang signifikan
terhadap minat mahasiswa Ekonomi dan Perbankan Islam UMY untuk menjadi nasabah
di bank syariah.
mempromosikan produk-produk serta jasanya harus jelas dan mudah dimengerti oleh
minat mahasiswa Ekonomi dan Perbankan Islam UMY untuk menjadi nasabah di bank
syariah karena dalam proses perkuliahan mahasiswa EPI UMY secara tidak langsung
dosen-dosen pengajar telah memperkenalkan bank syariah, selebihnya lagi tim pengajar
ada yang berasal dari pihak bank syariah itu sendiri. Semakin baik promosi yang
dilakukan maka akan membuka wawasan dan pengetahuan mahasiswa tentang bank
syariah dimana dalam arti mengetahui secara teknis, konsep, mengetahui untung dan
rugi, sistem bagi hasilnya, keungulan, resiko serta seluk-beluk tentang bank syariah,
menjadi nasabah Bank BPD DIY Syariah yang ini dikarenakan Bank Syariah mampu
mempromosikan produk-produk serta jasanya dengan jelas dan mudah dimengerti oleh
nasabah sehingga meningkatkan minat konsumen untuk menabung di Bank BPD DIY
IV. PENUTUP
Penutup
Yogyakarta untuk menjadi nasabah Bank Syariah, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai
berikut:
1. Variabel religiusitas tidak memiliki pengaruh terhadap minat mahasiswa Ekonomi
nasabah di Bank Syariah, dengan nilai signifikansi diatas nilai alpha (α = 0.05).
Fokus kebutuhan mahasiswa saat ini hanya sekedar untuk menerima uang atau
transfer dari orang tua sehingga tidak didasarkan pada pertimbangan faktor
religiusitas tetapi pertimbangan teknis, misalnya sebagai alat transfer uang dari
orang tua.
nasabah di Bank Syariah, dengan nilai signifikansi diatas nilai alpha (α = 0.05).
Mahasiswa belum merasakan fasilitas yang disediakan oleh bank syariah sehingga
fasilitas bukan menjadi variabel mahasiswa Ekonomi dan Perbankan Islam UMY
dibawah nilai alpha (α = 0.05). Mahasiswa EPI UMY telah banyak mempelajari
dan banyak dibekali pengetahuan dan ilmu-ilmu tentang bank syariah sehingga
menjadi nasabah di Bank Syariah, dengan nilai signifikansi dibawah nilai alpha (α
semakin baik promosi yang dilakukan maka akan membuka wawasan dan
Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan yang telah dijelaskan diatas, maka
peneliti akan menyampaikan saran yang kiranya dapat bermanfaat bagi pihak terkait. Adapun
1. Bank syariah perlu melakukan harus meningkatkan promosi YANG optimal dan lebih
baik lagi kepada calon nasabah agar lebih tertarik untuk menggunakan produk dan jasa
bank syariah.
ini memberikan pengetahuam yang lebih luas lagi tentang bank syariah kepada
mahasiswa.
3. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan rujukan untuk
peneliti selanjutnya yang akan meneliti dalam bidang perbankan islam khususnya faktor-
faktor yang mempengaruhi minat mahasiswa Ekonomi dan Perbankan Islam Universitas
Keterbatasan Penelitian
1. Objek penelitian yang tidak terlalu luas yaitu penelitian ini hanya di meneliti
informasi responden.
DAFTAR PUSTAKA
Ancok, Djamaludin dan Suroso, F.N. 2008. Psikiologi Islam: Solusi Islam atas Problem-
Problem Psikiologi. Yogyakarta: Pustaka Islam.
Antonio, S. 2001. Bank Syariah: Dari Teori ke Praktik. Jakarta: Gema Insani.
Apriani, Munica. 2011. Analisis Pengaruh Fasilitas, Kualitas Pelayanan dan Kepuasan
Pelanggan Terhadap Minat Mereferensikan. Semarang: Universitas Diponegoro.
Arifin, Zainul. 2006. Dasar-Dasar Manajemen Bank Syariah. Jakarta: Pustaka Alvabet.
Aromasari, T. 1991. “Hubungan Antara Sikap terhadap Tabungan Berhadia dengan Minat
Menabung Mahasiswa pada Bank di Beberapa Universitas di Yogyakarta”. Skripsi.
Universitas Gajah Mada.
Bawono, Anton. 2006. Multivariate Analysis dengan SPSS. Salatiga: STAIN Salatiga Press.
Basuki, Agus Tri. 2015. Regresi Dalam Penelitian Ekonomi dan Bisnis. Yogyakarta: Dasis
Bisnis.
Basuki, Agus Tri dan Yuliadi, Imamudin 2015. Ekonometrika (Teori dan Aplikasinya).
Yogyakarta: Mitra Pustaka Nurani (MATAN).
Dianto, Suwarna. 2016. “Faktor Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Minat Masyarakat
Untuk Menjadi Nasabah Bank Syariah (Studi Empiris Pada Masyarakat di DIY).
Skripsi. Universitas Muhammadoyah Yogyakarta.
Ghozali, I. 2005. Aplikasi Analisis Multivariate dengan SPSS. Semarang: Badan Penerbit
UNDIP.
Ghufron, Sofiniyah. 2015. Edukasi Profesional Syariah, Konsep dan Implementasi Bank
Syariah. Jakarta: Renaisan.
Ghufron, M.N, & Risnawita, R. 2010. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Menggunkan
Program SPSS. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Karim, Adiwarman. 2004. Bank Islam: Analisis Fiqih dan Keuangan. Jakarta: PT Raja
Grafindo Persada.
Kasmir. 2010. Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Kotler, P., and Armstrong, A. 2008. Prinsip-Prinsip Pemasaran, edisi 12, jilid 1. Jakarta:
Erlangga.
Kotler, P. 2002. Manajemen Pemasaran, Jilid II Edisi Milenium. Jakarta: Prenhallindo.
Lubis, Irsyad. 2010. Bank dan Lembaga Keuangan Lain. Medan: USU Press.
Lupiyoadi, R., dan Hamdani, A., 2006, Manajemen Pemasaran Jasa, Salemba Empat,
Jakarta.
Masruroh, Atik. 2015. “Analisis Pengaruh Tingkat Religiusitas dan Disposible terhadap
Minat Menabung Mahasiswa di Perbankan Syariah. Skripsi. STAIN Salatiga.
Moeliono, Anton M, dkk. 1999. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Nazaruddin, I., dan Basuki, A.T. 2015. Analisis Statistik dengan SPSS. Yogyakarta: Danisa
Media.
Nikmah, Zahrotun. 2013. “Pengaruh Dimensi Religiusitas Masyarakat Santri Desa Kajen
Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati terhadap Minat Menabung”. Skripsi. IAIN
Walisongo.
Notoatmodjo. 2005. Promosi Kesehatan: Teori dan Aplikasinya. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Otoritas Jasa Keuangan. Statistik Perbankan Syariah, [Link]
perbankan-syariah. Diakses tanggal 17 Februari 2016.
Pertiwi, Dita dan Ritonga, Haroni, D.H. 2012. “Analisis Minat Menabung Masyarakat Pada
Bank Muamalat Di Kota Kisaran”. Jurnal Ekonomi dan Keuangan, Vol. No. 1.
Potter, P., and Perry, A. 2005. Buku Ajar Keperawatan: Konsep, Proses, dan Praktik. Jakarta:
Yasmin Asih et al, Edisi 4, EGC.
Perwataatmadja, Karnaen dan Antonio, Muhammad S. 1992. Apa dan Bagaimana Bank
Islam. Yogyakarta: Dana Bhakti Wakaf.
Prawoto, Nano, dkk. 2014. Pedoman Penulisan Usulan Penelitian Skripsi dan Publikasi
Karya Ilmiah. Yogyakarta: UPFE UMY.
Raharja, Dawan. 1999. Islam dan Transformasi Sosial Ekonomi. Jakarta: Lembaga Studi
Agama dan Filsafat.
Sudarsono, Heri. 2013. Bank dan Lembaga Keuangan Syariah: Deskripsi dan Ilustrasi.
Yogyakarta: Ekonisia.
Sukardi dan Anwar. 1984. Manfaat Menabung dalam Tabanas dan Taska. Jakaarta: Balai
Aksara.
Tika, Pabundu. 2006. Metodologi Riset Bisnis (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D).
Jakarta: PT Bumi Aksara.
Thouless, H. Robert. 1995. Pengantar Psikiologi Islam. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Wawan, A., dan Dewi, M. 2011. Teori dan Pengukuran Pengetahuan Sikap, dan Perilaku
Manusia. Yogyakarta: Nuha Medika.
Wibowo, E., dan Widodo, U. H. 2005. Mengapa Memilih Bank Syariah. Bogor: Ghalia
Indonesia.
Zuriah, Nurul. 2006. Metodologi Penelitian : Sosial dan Pendidikan. Jakarta: PT Bumi
Aksara.