FILSAFAT
PENGERTIAN
Beni Barliansyah
• Apakah Filsafat itu?
• Bagaimana definisinya?
• Demikianlah pertanyaan pertama yang kita hadapi
tatkala akan mempelajari ilmu filsafat.
Istilah "filsafat" dapat ditinjau dari dua segi, yakni:
A. Pengertian Filsafat
• Segi Semantic :
• Dari Bhs Arab = FALSAFAH
• Dari Bhs Yunani = PHILOSOPHIA
'philos' = cinta, suka (loving), dan
'sophia' = pengetahuan, hikmah (wisdom).
Jadi 'philosophia' berarti cinta kepada kebijaksanaan atau cinta kepada kebenaran.
Maksudnya, setiap orang yang berfilsafat akan selalu mencari kebenaran, kalau
sudah menemukan akan menjadi bijaksana.
Orang yang cinta kepada pengetahuan disebut 'philosopher', dalam bahasa
Arabnya 'failasuf’.
Pecinta pengetahuan ialah orang yang menjadikan pengetahuan sebagai tujuan
hidupnya dan selalu mencari kebenaran hakiki, atau perkataan lain, mengabdikan
dirinya kepada pengetahuan.
• Segi Praktis :
Dilihat dari pengertian praktisnya, filsafat berarti 'alam pikiran' atau
'alam berpikir'. Berfilsafat artinya berpikir.
Namun tidak semua berpikir bererti berfilsafat. Berfilsafat adalah berpikir
secara mendalam dan sungguh-sungguh.
Sebuah semboyan mengatakan bahwa "setiap manusia adalah filsuf".
Semboyan ini benar juga, sebab semua manusia berpikir. Akan tetapi
secara umum semboyan itu tidak benar, sebab tidak semua manusia yang
berpikir adalah filsuf.
Filsuf hanyalah orang yang memikirkan hakikat segala sesuatu dengan
sungguh-sungguh dan mendalam. Tegasnya, Filsafat adalah hasil akal
seorang manusia yang mencari dan memikirkan suatu kebenaran dengan
sedalam-dalamnya.
Dengan kata lain, Filsafat adalah ilmu yang mempelajari dengan sungguh-
sungguh hakikat kebenaran segala sesuatu.
Beberapa definisi :
Karena luasnya lingkungan pembahasan ilmu filsafat, maka tidak
mustahil kalau banyak di antara para filsafat memberikan
definisinya secara berbeda-beda. Coba perhatikan definisi-definisi
ilmu filsafat dari filsuf Barat dan Timur di bawah ini:
a. Plato (427SM - 347SM) seorang filsuf Yunani yang
termasyhur murid Socrates dan guru Aristoteles,
mengatakan: Filsafat adalah pengetahuan tentang
segala yang ada (ilmu pengetahuan yang berminat
mencapai kebenaran yang asli).
b. Aristoteles (384 SM - 322SM) mengatakan : Filsafat
adalah ilmu pengetahuan yang meliputi kebenaran, yang
di dalamnya terkandung ilmu-ilmu metafisika, logika,
retorika, etika, ekonomi, politik, dan estetika (filsafat
menyelidiki sebab dan asas segala benda).
c. Marcus Tullius Cicero (106 SM - 43SM) politikus dan ahli
pidato Romawi, merumuskan: Filsafat adalah pengetahuan
tentang sesuatu yang maha agung dan usaha-usaha untuk
mencapainya.
d. Al-Farabi (meninggal 950M), filsuf Muslim terbesar
sebelum Ibnu Sina, mengatakan : Filsafat adalah ilmu
pengetahuan tentang alam maujud (alam nyata/konkret/ada)
dan bertujuan menyelidiki hakikat yang sebenarnya.
e. Immanuel Kant (1724 -1804), yang sering disebut raksasa pikir
Barat, mengatakan : Filsafat itu ilmu pokok dan pangkal segala
pengetahuan yang mencakup di dalamnya empat persoalan,
yaitu: "apakah yang dapat kita ketahui? (dijawab oleh metafisika)
"apakah yang dapat kita kerjakan? (dijawab oleh etika)" sampai di
manakah pengharapan kita? (dijawab oleh antropologi)
f. Prof. Dr. Fuad Hasan, guru besar psikologi UI, menyimpulkan:
Filsafat adalah suatu ikhtiar untuk berpikir radikal, artinya mulai
dari radiksnya suatu gejala, dari akarnya suatu hal yang hendak
dimasalahkan. Dan dengan jalan penjajakan yang radikal itu
filsafat berusaha untuk sampai kepada kesimpulan-kesimpulan
yang universal.
g. Drs H. Hasbullah Bakry merumuskan: ilmu filsafat adalah
ilmu yang menyelidiki segala sesuatu dengan mendalam
mengenai ketuhanan, alam semesta dan manusia, sehingga
dapat menghasilkan pengetahuan tentang bagaimana
hakikatnya sejauh yang dapat dicapai oleh akal manusia, dan
bagaimana sikap manusia itu seharusnya setelah mencapai
pengetahuan itu.
Kesimpulan :
• Filsafat adalah 'ilmu istimewa' yang mencoba menjawab
masalah-masalah yang tidak dapat dijawab oleh ilmu
pengetahuan biasa kerana masalah-masalah tersebut di luar
jangkauan ilmu pengetahuan biasa.
• Filsafat adalah hasil daya upaya manusia dengan akal budinya
untuk memahami atau mendalami secara radikal dan integral
serta sistematis hakikat yang ada, yaitu: " hakikat Tuhan, "
hakikat alam semesta, dan" hakikat manusia, serta sikap
manusia sebagai konsekuensi dari paham tersebut.
• Perlu ditambah bahwa definisi-definisi itu sebenarnya tidak
bertentangan, hanya cara mengesahkannya saja yang
berbeda.
B. Objek Filsafat
Objek filsafat sama halnya dengan objek ilmu pengetahuan yaitu :
Objek Material filsafat ialah segala sesuatu yang menjadi masalah filsafat,
segala sesuatu yang dimasalahkan oleh atau dalam filsafat, yang pada garis
besarnya dapat kita bagi atas 3 persoalan pokok :
a. Hakikat tuhan
b. Hakikat alam
c. Hakikat manusia
Objek Formal filsafat ialah usaha mencari keterangan secara radikal
(sedalam-dalamnya sampai ke akarnya) tentang objek materia
filsafat.
C. Metode Filsafat
1. Metode historis/ sejarah
Metode ini baik karena dengan demikian pertumbuhan filsafat
itu dapat diikuti dari jumlahnya akan tetapi harus agak panjang
untuk penularannya dan bisa menimbulkan kesalahpahaman.
2. Metode Ikhtisar
Metode ini membentuk soal-soal yang dibicarakan dalam
filsafat dan menguraikan jawaban.
3. Metode Sistematis
Metode ini mencari arti serta maksud dari kodrat manusia yaitu
bagaimana manusia karena kodratnya akan penyelidikan yang
biasanya disebut filsafat itu lalu dicari akibat-akibatnya
4. Metode Kombinasi
Metode ini adalah kombinasi dari cara-cara tersebut yaitu
sistematis, tetapi tidak lepas dari sejarah dan dengan
memperhatikan soal-soal terpenting yang timbul bagi setiap
manusia yang hidup sadar dan mampu menggunakan pikirannya.
D. Peran, Tujuan dan Manfaat Filsafat
Menurut Harold H. Titus, filsafat adalah suatu usaha memahami
alam semesta, maknanya dan nilainya.
Apabila tujuan ilmu adalah kontrol, dan tujuan seni adalah
kreativitas, kesempurnaan, bentuk keindahan komunikasi dan
ekspresi, maka tujuan filsafat adalah :
Pengertian dan kebijaksanaan (understanding and wisdom).
Dr. Oemar A. Hoesin mengatakan: Ilmu memberi kepada kita pengatahuan, dan filsafat
memberikan hikmah. Filsafat memberikan kepuasan kepada keinginan manusia akan
pengetahuan yang tersusun dengan tertib, akan kebenaran.
S. Takdir Alisyahbana menulis dalam bukunya: filsafat itu dapat memberikan ketenangan
pikiran dan kemantapan hati, sekalipun menghadapi maut.
Dalam tujuannya yang tunggal (yaitu kebenaran) itulah letaknya kebesaran, kemuliaan,
malahan kebangsawanan filsafat di antara kerja manusia yang lain.
Kebenaran dalam arti yang sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya baginya, itulah tujuan
yang tertinggi dan satu-satunya.
Bagi manusia, berfilsafat itu berarti mengatur hidupnya seinsaf-insafnya, senetral-netralnya
dengan perasaan tanggung jawab, yakni tanggung jawab terhadap dasar hidup yang
sedalam-dalamnya, baik Tuhan, alam, atau pun kebenaran.
Radhakrishnan dalam bukunya, History of Philosophy, menyebutkan:
Tugas filsafat bukanlah sekadar mencerminkan semangat masa ketika kita
hidup, melainkan membimbingnya maju. Fungsi filsafat adalah kreatif,
menetapkan nilai, menetapkan tujuan, menentukan arah dan menuntun
pada jalan baru.
Filsafat hendaknya mengilhamkan keyakinan kepada kita untuk menopang
dunia baru, mencetak manusia-manusia yang menjadikan penggolongan-
penggolongan berdasarkan 'nation', ras, dan keyakinan keagamaan
mengabdi kepada cita mulia kemanusiaan.
Filsafat tidak ada artinya sama sekali apabila tidak universal, baik dalam
ruang lingkupnya maupun dalam semangatnya.
(lanjutan)
Studi filsafat harus membantu orang-orang untuk membangun
keyakinan keagamaan atas dasar yang matang secara
intelektual.
Filsafat dapat mendukung kepercayaan keagamaan seseorang,
asal saja kepercayaan tersebut tidak bergantung pada konsepsi
pra ilmiah yang usang, yang sempit dan yang dogmatis. Urusan
(concerns) utama agama ialah harmoni, pengaturan, ikatan,
pengabdian, perdamaian, kejujuran, pembebasan, dan Tuhan.
Soemadi Soerjabrata, yaitu mempelajari filsafat adalah untuk
mempertajamkan pikiran. berbeda dg H. De Vos yg
berpendapat bahwa filsafat tidak hanya cukup diketahui, tetapi
harus dipraktekkan dalam hidup sehari-sehari.
Orang mengharapkan bahwa filsafat akan memberikan
kepadanya dasar-dasar pengetahuan, yang dibutuhkan untuk
hidup secara baik. Filsafat harus mengajar manusia, bagaimana
ia harus hidup secara baik.
Filsafat harus mengajar manusia, bagaimana ia harus hidup
agar dapat menjadi manusia yang baik dan bahagia.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa :
Tujuan filsafat adalah mencari hakikat kebenaran sesuatu, baik
dalam logika (kebenaran berpikir), etika (berperilaku), maupun
metafisik (hakikat keaslian).
E. Cabang-Cabang Filsafat
• Telah kita ketahui bahwa filsafat adalah sebagai induk yang mencakup
semua ilmu khusus. Akan tetapi, dalam perkembangan selanjutnya
ilmu-ilmu khusus itu satu demi satu memisahkan diri dari induknya,
filsafat.
• Mula-mula matematika dan fisika melepaskan diri, kemudian diikuti
oleh ilmu-ilmu lain.
• Adapun psikologi baru pada akhir-akhir ini melepaskan diri dari
filsafat, bahkan di beberapa insitut, psikologi masih terpaut dengan
filsafat.
• Setelah filsafat ditinggalkan oleh ilmu-ilmu khusus, ternyata ia tidak
mati, tetapi hidup dengan corak baru sebagai 'ilmu istimewa' yang
memecahkan masalah yang tidak terpecahkan oleh ilmu-ilmu khusus.
• Yang menjadi pertanyaan ialah : apa sajakah yang masih merupakan
bagian dari filsafat dalam coraknya yang baru ini?