0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
13 tayangan9 halaman

Penyuluhan Tuberkulosis untuk Pasien

Dokumen tersebut merangkum tentang satuan acara menyuluhkan tuberkulosis. Satuan acara menyuluhkan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada pasien dan keluarga tentang penyakit tuberkulosis, termasuk pengertian, gejala, penularan, pengobatan, dan pencegahannya. Penyuluhannya dilakukan secara interaktif dengan metode ceramah dan tanya jawab selama 30 menit.

Diunggah oleh

Tazqirotul Ula
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
13 tayangan9 halaman

Penyuluhan Tuberkulosis untuk Pasien

Dokumen tersebut merangkum tentang satuan acara menyuluhkan tuberkulosis. Satuan acara menyuluhkan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada pasien dan keluarga tentang penyakit tuberkulosis, termasuk pengertian, gejala, penularan, pengobatan, dan pencegahannya. Penyuluhannya dilakukan secara interaktif dengan metode ceramah dan tanya jawab selama 30 menit.

Diunggah oleh

Tazqirotul Ula
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SATUAN ACARA MENYULUHAN

TUBERKULOSIS

Disusun Oleh :

Nama: Akhmad Mutahidin

NIM: 433131440119014

Prodi : D3 keperawatan 2A

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN

PROGRAM STUDI D3 KEPERAWATAN

STIKES HORIZON KARAWANG

TAHUN AKADEMIK 2020 – 2021

Jln. Pangkal Perjuangan KM 01 By Pass – Karawang


BAB I
PENDAHULUAN
A. Biodata pasien
Nama : Tn. U
Usia : 57 Tahun
Jenis kelamin : Lelaki
Pendidikan : SD
Diagnose medis : Tuberkulosis
B. Diagnosa keperawatan : Bersihan jalan napas tidak efektif b.d spasme jalan nafas
d.d ronkhi
Ketidakmampuan membersihkan sekret atau obtruksi jalan napas untuk
mempertahankan jalan napas tetap paten.
C. Data
Tanda gejala mayor
 Subjektif :
- Klien mengatakan sakit dada
- Klien mengatakan sulit batuk dan dahak sulit di keluarakan
 Objektif :
- pasien tampak kurus sehingga kosta terlihat bentuk, rongga dada Nampak
tidak simetris
- pasien menggunakan alat bantu pernafasan
- TTV
TD : 120/80 mmHg
Nadi : 76x/mnt
RR : 38x/mnt
Suhu : 37ºc
- terdengar bunyi pekak di apek paru
- sputum hijau purulent
- pernafasan cepat dan dalam
- ronkhi

D. Intervensi Defisit pengetahuaan tentang ( spesifikasi ) D.0111


BAB II
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

Pokok pembahasan : Tuberkulosis


Sub pokok pembahasan : Tuberkulosis
Sasaran : Pasien dan Keluarga pasien
Hari/tanggal : Sabtu, 14 desember 2019
Tempat : RSUD
Pukul : 09.00 – 09.30
Penyuluhan : Akhmad Mutahidin

A. Tujuan Instruksional Umum


 Setelah diberikan penyuluhan selama 30 menit tentang tuberculosis diharapkan
pasien dan keluarga pasien mengetahui tentang cara pencegahan tuberculosis
 Setelah diberikan penyuluhan, sasaran mampu memahami penyakit TB paru,
pengobatan, dan pencegahannya.
Tujuan Instruksional Khusus
Setelah diberikan penjelasan selama 30 menit diharapkan sasaran dapat :
 Menyebutkan pengertian TB paru dengan benar tanpa melihat catatan/leaflet
 Menyebutkan penyebab TB paru dengan benar tanpa melihat catatan/leaflet
 Menyebutkan tanda dan gejala TB paru dengan benar tanpa melihat catatan/leaflet
 Menyebutkan cara penularan TB paru dengan benar tanpa melihat catatan/leaflet
 Menyebutkan cara pengobatan, perawatan, serta pencegahan TB paru dengan
benar tanpa melihat catatan/leaflet
 Menyebutkan bahaya dan akibat bila penyakit TB paru tidak diobati dan minum
obat tidak teratur dengan benar tanpa melihat catatan/leaflet

B. Pokok Materi
 Pengertian TB paru
 Penyebab TB paru
 Tanda dan gejala TB paru
 Cara penularan TB paru
 Pengobatan dan perawatan TB paru
 Cara pencegahan TB paru
 Bahaya penyakit TB paru
 Kegiatan Belajar Mengajar

C .Media :

Leaflet

D. Metode Penyuluhan :

ceramah, tanya jawab

E. Langkah-langkah kegiatan :
 Kegiatan Pra Pembelajaran
 Mempersiapkan materi, media dan tempat
 Kontrak waktu
 Membuka Pembelajaran
 Memberi salam
 Perkenalan
 Menjelaskan pokok bahasan
 Menjelaskan tujuan
 Apersepsi
 Kegiatan inti
 Penyuluh menyampaikan materi
 Sasaran menyimak materi
 Sasaran mengajukan pertanyaan
 Penyuluh menjawab pertanyaan
 Penyuluh menyimpulkan jawaban
 Penutup
 Evaluasi
 Penyuluh dan sasaran menyimpulkan materi
 Memberi salam

G. KEGIATAN PENYULUHAN

NO TAHAP KEGIATAN KEGIATAN PESERTA


1. PEMBUKAAN  MENGUCAPKAN SALAM  MENJAWAB
( 5MENIT)  MEMPERKENALKAN DIRI SALAM
 MENJELASKAN TUJUAN  MENDENGARKAN
PROMKES
 APERSEPSI DENGAN
CARA MENGGALI
PENGETAHUAN YANG
DIMILIKI MASYARAKAT

2. PELAKASANAA  MENJELASKAN MATERI  MENERANGKAN


N  MASYARAKAT  BERTANYA
(20 MENIT) MEMPERHATIKAN
MATERI
 MASYARAKAT
PERTANYA TENTANG
HAL YANG BELUM JELAS

3. PENUTUP  MENYIMPULKAN MATERI  MENDENGARKAN


( 5 MENIT)  MENGEVALUASI  MENJAWAB
MASYARAKAT TENTANG SALAM
MATERI YANG TELAH
DIBERIKAN
 MENGAKHIRI
PERTEMUAAN

H. EVALUASI
EVALUASI :
MENANYAKAN KEMBALI TENTANG MATERI YANG JELASKAN PADA
MASYARAKAT TENTANG :
[Link] MENGERTI TENTANG PENYAKIT TB
[Link] PENYEBAB TB
3. APA SAJA TANDA GEJALA PENYAKIT TB
[Link] CARA PENULARAN TB
[Link] CARA PENGOBATAN DARI TB
[Link] CARA PENCEGAHAN DARI TB

MATERI PENYULUHAN TUBERKULOSIS

A. Pengertian

TB paru atau tuberkulosis adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh
kuman TB. Sebagian besar kuman TB menyerang paru, tetapi dapat juga mengenai organ
tubuh lainnya seperti ginjal, usus, abdomen, kelenjar, otak, tulang, atau ke semua organ
(milier).

B. Penyebab

Penyebab utama TB paru adalah kuman/bakteri bernama Mycobacterium Tuberkulosa


dimana ukurannya sangat kecil.

C. KLASIFIKASI TUBERKULOSIS

Klasifikasi 0 Tidak pernah terinfeksi, tidak ada kontak, tidak


menderita TBC
Klasifikasi 1 Tidak penah terinfeksi, ada riwayat kontak, tidak
menderita TBC
Klasifikasi 2 Terinfeksi TBC/test tuberculin (+), tetapi tidak
menderita TBC (gejala TBC tidak ada, radiologi
tidak mendukung dan bakteriologi negatif).
Klasifikasi 3 Sedang menderita TBC

Klasifikasi 4 Pernah TBC, tapi saat ini tidak ada penyakit aktif
Klasifikasi 5 Dicurigai TBC

D. Tanda dan gejala yang muncul pada pasien dengan TB paru, diantaranya :

 Batuk berdahak lebih dari 3 minggu


 Dahak bercampur darah
 Nyeri dada
 Sesak nafas
 Demam
 Penurunan berat badan
 Penurunan kekuatan tubuh (malaise)
 Berkeringat malam hari
 Kehilangan nafsu makan

E. KOMPLIKASI
1. Kerusakan otak
2. Gangguan mata
3. Kerusakan tulang dan sendi
4. Kerusakan hati
5. Kerusakan ginjal
6. Kerusakan jantung

Cara Penularan

Penularan mudah terjadi di lingkungan yang kumuh, antar anggota keluarga, antar
tetangga dan juga diantara anak-anak sekolah. Penularan dapat terjadi pada semua orang
yang dalam keadaan tubuhnya lemah, kurang gizi, kurang protein, kurang istirahat, dan
lain-lain dengan cara:

Penularan Langsung
Bila penderita batuk atau bersin berhadapan dengan orang lain, basil tuberkulosa
tersumbar dan terhisap ke dalam paru orang sehat.

Penularan Tidak Langsung


Bila penderita batuk dan atau meludah terutama yang berisi dahak di tempat teduh dan
lembab, ludah tersebut akan mengering dan diterbangkan angin. Ludah yang
mengandung bakteri ini akan terhisap oleh orang sehat.
Akibat bila TB Paru tidak Diobati

 Tidak dapat sembuh


 Menular pada orang lain
 Dapat menyebabkan kematian

Cara Pengobatan dan Perawatan TB paru

 Datang sesegera mungkin ke Puskesmas/Rumah Sakit/elayanan kesehatan lain


yang terdekat untuk dilakukan pemeriksaan penunjang yang diperlukan.

Syarat Pengobatan TB Paru


Keberhasilan pengobatan TB paru ditentukan oleh 4 faktor diantaranya :

 Pengawasan minum obat (PMO)


 Ketepatan dosis
 Keteraturan berobat
 Lama pengobatan

Awal pengobatan obat harus diminum setiap hari selama 2 bulan pertama hingga 60 kali
(7 kali seminggu)
Selama 4 bulan berikutnya obat harus diminum sebanyak 54 kali secara berkala 3 kali
seminggu
Setelah 6 bulan paru-parunya di foto rongten kembali.

Bahaya bila minum obat TB paru tidak tuntas/tidak teratur :


 Kuman TB semakin ganas/resisten
 Penyakit menjadi sulit sembuh
 Harus mengulang pengobatan dari awal

Penularan TB paru dapat dicegah dengan cara :

 Menutup mulut pada waktu batuk dan bersin dengan tissu atau kain/saputangan
 Meludah hendaknya pada tempat tertentu yang sudah diberi desinfektan (lisol,
savlon, atau air sabun/detergen)
 Imunisasi BCG diberikan pada bayi berumur 3-14 bulan
 Menghindari udara dingin
 Mengusahakan sinar matahari dari udara segar masuk secukupnya ke dalam
ruangan terutama tempat tidur
 Menjemur kasur, bantal, dan tempat tidur terutama pagi hari secara rutin
 Semua barang yang digunakan penderita harus terpisah, begitu juga mencucinya
dan tidak boleh digunakan secara bersama-sama dengan orang lain
 Makanan harus tinggi karbohidrat dan tinggi protein
 Cukup istirahat dan jangan mengerjakan pekerjaan yang terlalu berat
 Mencuci tangan 6 langkah dengan benar
 Modifikasi Lingkungan untuk Penderita TB Paru
 Buka jendela rumah agar sinar matahari dapat masuk ke dalam ruangan setiap hari
 Bersihkan rumah setiap hari
 Jemur kasur dan ganti sprei paling sedikit 1 minggu sekali.

DAFTAR PUSTASKA
Price, Silvia Anderson. 2009.
Patofisiology. Jakarta: EGC.

Anda mungkin juga menyukai