0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
284 tayangan156 halaman

Kekuatan Magma Keanu Mengguncang Pertempuran

Keanu menggunakan jurus telapak tangannya untuk membuat retakan di tanah dimana magma meletus dan membakar pasukan Mandla. Meskipun Mandla ingin membunuh Keanu, kedatangan Si Lembah Hantu mencegahnya.

Diunggah oleh

Bayu Angga
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
284 tayangan156 halaman

Kekuatan Magma Keanu Mengguncang Pertempuran

Keanu menggunakan jurus telapak tangannya untuk membuat retakan di tanah dimana magma meletus dan membakar pasukan Mandla. Meskipun Mandla ingin membunuh Keanu, kedatangan Si Lembah Hantu mencegahnya.

Diunggah oleh

Bayu Angga
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Hello, Mr. Presdir!

Tarik Pasukan
Tarik Pasukan
Hantaman telapak tangan Keanu langsung membuat cetakan telapak tangan yang besar di atas tanah
dengan diameter satu kilometer. Seolah-olah ada gunung yang tak terlihat terjatuh dari langit.
Hss!
Melihat pemandangan itu, baik itu prajurit dari Tanjung Utara maupun Awan Kidul, sama-sama
terkesiap dengan hawa dingin mengalir di punggung mereka dan kepala berdengung. Semuanya menahan
napas tanpa sadar.
Hanya satu jurus, tapi kekuatannya luar biasa sekali.
Hebat sekali!
Namun dengan segera prajurit Tanjung Utara pulih dari keterkejutan mereka, dan mereka tertawa
terbahak-bahak.
"Telapak tangannya memang luar biasa, tapi sayangnya dia tidak membunuh satu orang pun.
Hahahahaha!"
"Yang Mulia sudah mengetahui kekuatan jurus telapak tangannya dan meminta kita menghindar, jadi
jurus telapak tangan anak ini sia-sia saja. Hahahahahaha."
"Betul. Apa gunanya menggunakan jurus yang hebat tapi tidak memukul satu orang pun juga?"
Ejekan demi ejekan terus menerus terdengar dari pasukan Tanjung Utara, namun Keanu tidak
mengindahkan mereka. Dia turun perlahan dan matanya terfokus pada cetakan telapak tangan yang besar
di atas tanah.
"Hehe …." Pada saat ini, Mandla juga mencibir dengan dingin dan menatap Keanu dengan jijik.
Lalu memangnya kenapa jika anak ini bisa jurus Syailendra? Sayang sekali dia bertemu denganku hari
ini, sehingga usahanya sia-sia saja.
Detik berikutnya, Mandla tidak ingin berbicara panjang lebar lagi. "Seluruh prajurit dengarkan
perintah. Kepung dan hancurkan pasukan Awan Kidul. Jangan ampuni satu orang pun!" perintahnya pada
pasukan Tanjung Utara.
Di hati Mandla, semua kartu terakhir Keanu sudah digunakan, jadi dia tidak perlu membuang-buang
waktu lagi.
"Bunuhhh!"
Pasukan Tanjung Utara mendapatkan kembali semangat mereka dan membuat raungan keras.
Kemudian bagaikan gelombang pasang, mereka bergegas menyerang pasukan Awan Kidul. Untuk sesaat,
pasukan Awan Kidul saling memandang, dan semuanya merasa sedikit panik.
Namun, Keanu tidak gugup sama sekali, melainkan mengangkat kedua sudut mulutnya, dan senyuman
terbentuk di wajahnya. Tidak masalah jika dia tidak memukul seorang pun dengan telapak tangannya,
selama dia berhasil membuat magma meletus!
Keanu bisa melihat dengan jelas di tengah-tengah cetakan telapak tangannya yang besar di atas
tanah, telah muncul retakan-retakan dan setiap retakan itu bersinar dengan cahaya yang sangat panas.
Eh?
Mandla melihat ada sesuatu yang salah, dan dia mengerutkan keningnya.
“Gawat!” Pada saat yang sama, wajah Jaksa di pojok belakang berubah drastis, dan segera
mengingatkan pasukan Tanjung Utara tetapi sudah terlambat. Magma berapi telah mulai meletus.
Krak krak krak.
Saat pasukan Tanjung Utara tiba ke sekitar cetakan telapak tangan Keanu yang besar itu, mereka
mendengar raungan keras dari bawah kaki mereka. Kemudian, seluruh padang rumput itu bergetar hebat.
Segera setelah itu, sebuah retakan yang sangat besar muncul di depan semua orang, dan semburan
magma yang mengandung panas yang tak tertandingi meletus dari retakan tersebut. Dari kejauhan,
semburan magma terlihat bagaikan pilar api yang menyilaukan.
Dikarenakan Keanu sudah punya firasat, dengan cepat dia menarik Satya Malik, Faye dan para
mandraguna kuat lainnya kembali ke Menara Linglong saat magma hampir meletus.
Para prajurit Awan Kidul juga mundur dengan cepat. Mereka telah meminum Pil Penangkal Api
terlebih dahulu. Bahkan jika mereka terkena cipratan magma pun, mereka tidak menderita luka parah
karena perlindungan dari Pil Penangkal Api.
Namun prajurit Tanjung Utara tidak seberuntung itu.
"Aaarrgghh!"
Magma yang sangat panas tiba-tiba menyembur dari tanah, membuat pasukan Tanjung Utara lengah
dan tidak sempat menghindar. Dalam waktu singkat, banyak prajurit yang terbakar magma dan menjerit-
jerit kesakitan sebelum berubah menjadi abu. Formasi pasukan Tanjung Utara pun langsung runtuh dan
berantakan.
Suara jeritan dan erangan terus-menerus terdengar dan udara menyerbak dengan bau darah dan
terbakar.
Wajah Jaksa berubah melihat pemandangan itu. Dia cepat-cepat meledakkan tenaga dalamnya untuk
membentuk lapisan pelindung dan melindungi orang-orang di sekitarnya termasuk Andaru, Ishya dan yang
lainnya.
Sambil melayang di udara, Mandla melihat pasukan Tanjung Utara yang runtuh dan terbakar di
bawahnya. Wajahnya terlihat pucat pasi dan sangat buruk.
Dengan kekuatannya saat ini, Mandla sama sekali tidak takut dengan magma, namun ketika dia
melihat pasukan Tanjung Utara miliknya yang tak terkalahkan itu terbakar satu demi satu menjadi abu oleh
magma, dia hampir menjadi gila saking emosinya.
“Mundur. Cepat mundur dari padang rumput ini.” Raungan kemurkaan keluar dari mulut Mandla.
Prajurit Tanjung Utara masih harus terus mengikutinya menundukkan daratan lainnya, jadi mereka
tidak boleh gugur seluruhnya di sini.
Wus!
Mendengar perintah Mandla, banyak prajurit Tanjung Utara yang melarikan diri dengan tergesa-gesa,
dan dalam keadaan mengenaskan. Meskipun mereka mundur dengan cepat, namun dari beberapa ratus
ribu prajurit, lebih dari setengahnya terkubur di area letusan magma.
Sedangkan sebagian besar prajurit yang berhasil lolos juga menderita luka bakar, dan mereka tidak
bisa lagi bertempur. Bisa dikatakan Mandla mengalami kerugian besar.
Adapun pasukan Awan Kidul karena telah memakan Pil Penangkal Api sebelumnya, dan di bawah
komando Keanu yang sempurna, mereka terlebih dahulu meninggalkan area letusan magma yang
berbahaya. Jumlah korban sangat sedikit, hanya beberapa ratus prajurit yang menderita luka bakar ringan.
Wuah!
Melihat adegan itu, kaisar wanita, Leticia, serta para pejabat Awan Kidul sangat gembira. Bagus sekali.
Rencananya berhasil. Hahahahaha!
Pada saat ini, Keanu tidak bisa menahan tawanya sambil menengadah ke arah langit, tidak bisa
menyembunyikan perasaan puas. "Mandla, aku sudah bilang hari ini aku tidak akan mati, dan kamu belum
tentu bisa menghancurkan Kota Keraton Awan Kidul. Bagaimana? Apakah kamu menerima kekalahanmu?"
ejek Keanu.
Hah!
Mendengar cibiran Keanu, mata Mandla menjadi sangat merah seperti darah. Dia menatap tajam
Keanu, dan meraung, "Dasar bocah. Jika aku tidak membunuhmu hari ini, aku bukan Mandla."
Melihat pasukannya menderita kekalahan seperti itu, api amarah di hati Mandla pun berkobar-kobar.
"Yang Mulia! Bunuh dia!"
Pada saat yang sama, Jaksa yang berada di belakang tidak bisa menahan diri untuk berteriak, "Jika
orang ini tidak disingkirkan, akan membawa masalah yang tak ada habisnya di masa depan."
Keanu bisa tahu ada magma di bawah padang rumput ini dan menggunakan alam untuk mengalahkan
pasukan Tanjung Utara. Lawan seperti ini terlalu mengerikan. Asal tahu saja, Jaksa juga merasa dirinya
memiliki pengetahuan luas dalam astronomi dan geografi, tapi dia tidak menyadari adanya magma di
bawah padang rumput ini.
'Tidak! Jangan bunuh ayahku!" seru Ishya dengan gemetar dan tidak bisa menahan diri untuk berseru
dengan cemas.
Wung.
Pada saat ini, Mandla tidak ragu sedikit pun. Aura yang menakutkan memancar dari tubuhnya, dia
terbang ke arah Keanu sambil mencengkeram Pedang Tiga Mata.
Saat ini, Mandla sudah tidak peduli lagi bagaimana Keanu bisa tahu ada magma di bawah padang
rumput ini. Dia hanya memiliki satu tujuan, yaitu membunuh Keanu.
Setelah mendengar kata-kata Jaksa, tekad Mandla semakin kuat karena Mandla menyadari jika Keanu
tidak mati, dia tidak mungkin menyatukan sembilan daratan.
Tidak masalah jika dia tidak dapat menaklukkan Kota Keraton Awan Kidul hari ini, tetapi Keanu harus
mati hari ini, Mandla bertekad penuh amarah.
Sial!
Merasakan niat membunuh Mandla yang kuat, ekspresi Keanu berubah dan dia berbalik untuk
melarikan diri.
Saat ini Mandla bertekad untuk membunuhnya. Jika dia tidak lari, dia pasti mati.
Siu!
Detik berikutnya, Keanu melarikan diri kembali ke gerbang kota, dan berteriak, "Senior Lembah Hantu,
sudah waktunya menampakkan diri."
Ketika meneriakkan kalimat ini, Keanu berkeringat deras, dan diam-diam merasa sangat bersyukur
pada saat yang sama.
Untung dia memiliki pandangan jauh ke depan dan meminta Si Lembah Hantu untuk tinggal. Jika
tidak, walaupun dia memiliki perlindungan dari para mandraguna kuat seperti Faye dan Satya Malik, mereka
tidak akan bisa menghentikan Mandla yang sedang marah besar seperti sekarang.
Detik berikutnya, terlihat Si Lembah Hantu berjalan keluar perlahan lalu berdiri di samping Keanu.
Hah!
Pada saat ini, mata Mandla, Jaksa, dan semua orang di Pasukan Tanjung Utara terpaku pada Si Lembah
Hantu.
Apa?
Hanya melihat sekilas saja, tubuh Mandla terguncang dan langsung berhenti di udara. Dia menatap
tajam ke arah Si Lembah Hantu dengan terkejut.
Dia Si Lembah Hantu yang terkenal itu?
Pada saat ini, Mandla hanya merasakan otaknya berdengung, dan menjadi bodoh. Sebagai
mandraguna tak tertandingi yang telah hidup selama ribuan tahun, bagaimana mungkin Mandla tidak
mengenal Si Lembah Hantu? Si Lembah Hantu adalah sosok yang telah memengaruhi dunia selama ribuan
tahun!
Uh!
Jaksa yang berada di belakang terkesiap dan terpaku di tempat. Dia tidak salah lihat, bukan? Senior
Lembah Hantu ada di sini?
Ketika Jaksa mendirikan Pasukan Tunggal Kuning dan membuat keonaran di dunia, alasan mengapa
dia selalu berhasil adalah karena dia mempelajari seni perang Si Lembah Hantu. Sejujurnya, meski Si Lembah
Hantu tidak menerimanya sebagai murid, namun di hati Jaksa, status Si Lembah Hantu lebih tinggi daripada
gurunya sendiri.
Sekarang Si Lembah Hantu tiba-tiba muncul di hadapannya, Jaksa mana mungkin tidak terkejut?
Segera, Mandla dan Jaksa bereaksi dan menatap Keanu dengan sorot mata yang rumit.
Mustahil!
Keanu hanyalah seorang anak muda. Bagaimana dia bisa mengenal Si Lembah Hantu yang terkenal di
sembilan daratan itu?
Namun begitulah kenyataannya. Orang tua di sebelah Keanu memancarkan aura yang kuat, apalagi
temperamennya yang unik itu. Tidak mungkin salah, dia benar-benar Senior Lembah Hantu.
Mandla dan Jaksa menyadari bahwa meski Si Lembah Hantu berdiri di samping Keanu dengan ekspresi
datar, namun matanya menatap Keanu dengan sorot yang menunjukkan apresiasi. Tentu keduanya memiliki
hubungan yang sangat dekat.
"Mandla!"
Akhirnya Si Lembah Hantu melihat ke arah Mandla, dan berkata dengan ringan, "Kamu memulai
perang tanpa alasan, bahkan menggunakan rakyat tak bersalah untuk menyerang kota, terlalu tidak
manusiawi. Sekuat apa pun kamu, jika tidak mendapatkan rasa hormat dari orang-orang di dunia, kamu
tidak akan bisa menyatukan sembilan daratan pada akhirnya."
Setelah itu, pandangan Si Lembah Hantu tertuju pada Jaksa dan melanjutkan, "Dan kamu, meskipun
kamu sangat berbakat dalam seni perang, tapi tindakanmu terlalu ekstrem. Jika kamu tidak kembali ke jalan
yang benar pada waktunya, hidupmu juga tidak akan berakhir dengan baik. Itulah saran dariku. Tariklah
pasukanmu."
Saat mengucapkan kalimat terakhir, sorot mata Si Lembah Hantu sangat tenang, tanpa adanya gejolak
sedikit pun.
Sejujurnya, berdasarkan temperamen Si Lembah Hantu, dia tidak ingin repot-repot mengatakan hal
semacam itu kepada Mandla dan Jaksa.
Tapi karena dia telah berjanji untuk membantu Keanu, sudah seharusnya dia membantu sampai akhir.
To be continue ...
Halo Sobat Novelme!
Terima kasih sudah membaca chapter ini, dijamin konfliknya makin seru lho!
Buat kalian yang menyukai novel ini, bisa vote, subscribe, komen review dan kasih hadiah ya supaya
author semangat up-nya.
Terima kasih^^
 Selanjutnya
 Daftar Isi
 Sebelumnya

PustakaTop Up

  Selanjutnya
 Daftar Isi

 Sebelumnya 
Hello, Mr. Presdir!Apakah Aku Pantas?
Apakah Aku Pantas?
“Terima kasih Senior Lembah Hantu atas nasihatnya.” Mandla cepat-cepat menjawab dengan
canggung.
Mandla memiliki kepribadian yang sombong, hanya ada segelintir orang di dunia yang membuatnya
segan, dan Si Lembah hantu adalah salah satunya.
Huft!
Pada saat ini, Jaksa gemetar dan buru-buru membungkuk kepada Si Lembah Hantu, " Jaksa tidak akan
melupakan nasihat Senior," ujarnya dengan hormat.
Saat berbicara, keangkuhan yang dingin yang ditampilkan Jaksa sebelumnya hilang, digantikan
dengan perangai yang sangat sopan. Di depannya adalah Senior Lembah Hantu, siapa yang berani bersikap
angkuh? Selain itu, menerima nasihat dari beliau adalah suatu kehormatan yang bahkan tidak berani
diimpikan oleh kebanyakan orang.
Detik berikutnya, Mandla menoleh dan berteriak, "Seluruh prajurit dengarkan perintah. Mundur dari
Daratan Awan Kidul!"
Mandla memandang Keanu dengan enggan saat memerintahkan hal tersebut. Daratan Awan Kidul
sudah hampir ditaklukkannya! Mandla sebenarnya sangat tidak rela menarik pasukannya kembali.
Namun dia tidak punya pilihan lain. Dengan adanya sosok setara dewa seperti Si Lembah Hantu di
samping Keanu, jika dia meneruskan pertarungan, hanya akan mempermalukan dirinya sendiri.
"Tunggu sebentar!"
Keanu tiba-tiba berteriak pada saat ini. Kemudian dia terbang menuruni menara gerbang dan berhenti
di depan pasukan Tanjung Utara.
Eh!
Pasukan Tanjung Utara sontak merasa kebingungan. Mereka semua menatap Keanu dengan saksama,
dan sangat waspada. Yang Mulia sudah setuju untuk menarik pasukan. Apa lagi yang ingin dilakukan
Keanu?
Mandla mengerutkan kening dan menatap Keanu dengan dingin, wajahnya terlihat sangat tidak
senang.
Kaisar wanita dan para pejabat Awan Kidul juga tercengang, dan mereka sangat khawatir melihat
tindakan Keanu yang tiba-tiba itu. Apakah Keanu ingin menangkap Mandla selagi ada Si Lembah hantu?
Meskipun Mandla sangat segan pada Si Lembah Hantu, namun dia tetap seorang mandraguna yang
tak tertandingi, yang terkenal selama ribuan tahun. Jika Keanu bersikap tergesa-gesa dan membuat Mandla
gusar hingga bertindak kasar, takutnya mereka malah tidak mampu mengendalikan situasinya.
"Nak!"
Akhirnya Mandla bereaksi dan memandang Keanu dengan dingin, "Apa yang kamu inginkan?"
Pada saat ini, Mandla mencoba yang terbaik untuk menahan amarah yang melonjak-lonkak di hatinya.
Sial! Demi menghormati Senior Lembah Hantu, dia tidak lagi menyerang Kota Keraton Awan Kidul dan telah
berjanji untuk menarik pasukannya, tapi Keanu malah tidak tahu diuntung dengan menghentikan
pasukannya?
Mandla telah memikirkannya. Jika Keanu membuat permintaan yang berlebihan, bahkan jika Si
Lembah hantu ada di sana, dia akan tetap membunuh Keanu. Bagaimanapun juga, harga dirinya sebagai
Penguasa Sejati tidak boleh dihina.
Huft!
Merasakan kemarahan Mandla, ekspresi Keanu terlihat tenang, tidak terlihat fluktuasi sedikit pun.
Detik berikutnya, Keanu menunjuk ke arah Andaru dan Ishya. "Kalian pasukan Tanjung Utara boleh
pergi, tapi mereka berdua harus tinggal," ujar Keanu ringan.
Wow!
Mendengar ucapan Keanu, mereka semua terpana, baik itu pasukan Tanjung Utara maupun pihak
kaisar Awan Kidul.
Ternyata Keanu menghentikan prajurit Tanjung Utara karena ingin menahan putra dan putrinya.
Mandla juga tertegun untuk sesaat, lalu tertawa kecil, "Apakah putra dan putrimu bersedia untuk
tinggal di sini adalah urusan mereka, juga urusan dalam keluargamu. Untuk apa kamu bicara padaku?”
respons Mandla sambil menatap Keanu. Saat berkata, Mandla tampak angkuh dan acuh tak acuh. Pada saat
yang sama, sorot matanya memancarkan penghinaan.
Mendengar respons Mandla, Keanu menarik napas dalam-dalam lalu menatap Andaru dengan cermat,
"Andaru, pertempuran ini sudah berakhir. Jangan keras kepala lagi. Kamu dan Ishya tinggallah di sini, ya?"
Sebelumnya saat sedang bertarung, semua energi Keanu dipusatkan untuk menghadapi pasukan
Tanjung Utara, sehingga tidak punya waktu untuk mengkhawatirkan Andaru dan Ishya. Sekarang pasukan
Tanjung Utara telah dikalahkan dan situasinya sudah pasti. Bagaimana mungkin Keanu membiarkan putra
dan putrinya tetap mengikuti Mandla?
"Keanu!"
Andaru menatap Keanu dengan dingin. "Kamu tidak perlu buang-buang waktu membujukku. Aku
tidak akan tinggal denganmu. Tidak hanya hari ini. Di masa depan, ke mana aku akan pergi, tidak ada
urusannya denganmu." Wajah Andaru tampak tegas saat berkata.
Uh!
Keanu tampak malu dan cemas pada saat yang sama. Mengapa anak ini begitu tidak patuh?
"Kak …."
Pada saat ini, Ishya mendekati, meraih lengan Andaru, dan berkata dengan lembut, "Mari kita tinggal
bersama ayah. Ayah telah meminta maaf padamu lebih dari sekali. Bahkan jika dia bersalah padamu
sebelumnya, semuanya telah berlalu. Maafkanlah dia, ya?"
Wajah Andaru terlihat murung dan sorot matanya gelap, tidak menanggapi.
Ishya menggigit bibirnya dan kembali membujuk Andaru, “Setelah beberapa kali bertarung dengan
ayah akhir-akhir ini, apakah kamu tidak melihat ayah seseorang yang peduli dengan dunia? Dia bukan dari
Daratan Awan Kidul, tapi dia datang membantu Daratan Awan Kidul dan menghentikan perang. Tidakkah
kamu seharusnya senang memiliki ayah seperti dia?"
"Peduli dengan dunia?"
Mendengar hal tersebut, luka di batin Andaru seolah-olah dibuka lagi. Tiba-tiba dia menjadi sangat
emosional.
"Ya, dia memang memiliki ambisi yang besar dan pikiran yang luas. Ada begitu banyak orang di dunia,
dan dia ingin mengurus mereka semua tapi bagaimana dengan ibuku? Apa artinya ibuku baginya? Ibuku
memberikan masa mudanya yang indah dan menunggunya begitu lama. Tapi apa yang dia dapatkan
sebagai balasannya? Ketidakpedulian lelaki ini selama sepuluh tahun lebih," cibir Andaru.
"Dia bisa sangat melindungi orang-orang yang belum pernah ditemuinya ini, tapi dia begitu cuek
dengan wanitanya sendiri!"
“Tahukah kamu, meski aku besar di kediaman pangeran dan dilindungi oleh ayahku, panggilan yang
paling sering kudengar bukanlah pangeran, melainkan anak haram! Aku ingat dengan jelas suatu kali, ibuku
difitnah dan digiring di jalanan. Saat itu hujan sangat deras. Tanganku diikat dan diseret di tanah dengan
kereta. Aku sangat kedinginan, dan aku kira aku dan ibu akan mati saat itu."
"Keanu, ketika ibu dan aku membutuhkan perlindungan, kamu tidak pernah ada. Sekarang kamu
muncul setelah aku mampu melindungi ibuku, dan kamu ingin mengajariku cara menjadi manusia dan
meminta aku mengakuimu sebagai ayah? Hahahahaha ….."
"Coba kamu katakan sendiri, apa kamu pantas? Apa kamu pantas?"
Andaru menjadi semakin emosional saat berbicara hingga seluruh tubuhnya bergetar dan matanya
berwarna merah seperti darah. Saat mengucapkan kalimat terakhir Andaru hampir meraung.
Apa aku pantas?
Ketiga kata itu menghantam hati Keanu dengan keras seperti palu godam yang tak terlihat.
Pada saat yang sama, mata Keanu langsung memerah dan merasa sangat sedih setelah mendengar
ucapan Andaru.
“Maafkan aku, Andaru!” Air mata Keanu mengalir deras. Matanya menatap Andaru lekat-lekat, dan
berkata dengan getir, “Maafkan aku, karena telah membuatmu dan ibumu menderita selama ini."
Pada saat ini, akhirnya Keanu mengerti mengapa putranya sangat membencinya. Ternyata meskipun
Andaru dibesarkan di keraton selama ini, namun jiwanya telah mengalami banyak penderitaan.
Setelah mengetahui apa yang dialami putranya, selain sakit hati, Keanu juga didera dengan perasaan
bersalah yang tak ada habisnya.
Pada saat ini, keheningan meliputi dalam dan luar Kota Keraton. Ishya menatap Andaru dengan
tatapan kosong, tidak mampu berkata-kata untuk beberapa saat. Wajahnya yang lembut dipenuhi belas
kasihan. Ternyata kakak telah mengalami begitu banyak penderitaan saat masih kecil.
Ketika Ishya dan Laluna meninggalkan Perguruan Putih dan melanglang buana, mereka tidak memiliki
tempat tinggal yang tetap, namun ilmu Laluna sangat tinggi. Di bawah perlindungan ibunya, Ishya tidak
pernah diintimidasi oleh orang lain.
Melihat Andaru begitu emosional saat ini, Ishya samar-samar mengerti lingkungan hidupnya dan
Andaru sangat berbeda. Karena terlalu banyak liku-liku, menyebabkan Andaru begitu membenci ayahnya,
dan kebencian semacam itu tidak mungkin dihapuskan dalam waktu singkat.
To be continue ...
Halo Sobat Novelme!
Terima kasih sudah membaca chapter ini, dijamin konfliknya makin seru lho!
Buat kalian yang menyukai novel ini, bisa vote, subscribe, komen review dan kasih hadiah ya supaya
author semangat up-nya.
Terima kasih^^
 Selanjutnya
 Daftar Isi
 Sebelumnya
PustakaTop Up

  Selanjutnya
 Daftar Isi

 Sebelumnya 
Hello, Mr. Presdir!Segera Tetapkan Tanggal Pernikahan!
Segera Tetapkan Tanggal Pernikahan!
"Dik!"
Setelah lebih tenang, Andaru menoleh untuk menatap Ishya, dan berkata dengan serius, "Kamu bisa
tinggal di sini jika kamu ingin. Aku akan pergi dari sini bersama pasukan Tanjung Utara." Saat berkata,
Andaru tidak melirik Keanu yang berdiri di depan pasukan sedikit pun.
Saat adegan-adegan tragis yang dialaminya saat kecil melintas kembali dalam benaknya, emosi
Andaru pun melonjak. Dia tidak ingin melihat Keanu saat ini, apalagi tetap tinggal di sini.
Ishya menggigit bibirnya kencang, dan meraih tangan Andaru. "Kak, kamu jangan sedih lagi. Aku akan
pergi bersamamu."
Kemudian Ishya berjalan perlahan melewati pasukan Tanjung Utara sampai ke depan Keanu dan
berbisik, "Ayah, aku tidak bisa tinggal di sini untuk menemanimu. Emosional kakak sedang tidak stabil saat
ini, aku takut dia akan melakukan sesuatu yang ekstrim. Jangan khawatir, aku akan berusaha membujuknya."
Baik!
Keanu memaksakan seulas senyum dan mengangguk, namun hatinya terasa getir. Putrinya sangat baik
dan bijaksana. Dengan adanya Ishya di sisi Andaru, dia tidak perlu terlalu mengkhawatirkan kondisi Andaru.
Ishya tidak berkata apa-apa lagi, dan kembali ke sisi Andaru.
"Seluruh prajurit dengarkan perintah!" Pada saat ini, Mandla, yang sedari tadi menonton drama
keluarga Keanu, mengangkat tangannya dan berkata dengan lantang, "Mundur!"
Kemudian Mandla melirik Keanu dan tidak bisa menyembunyikan cibirannya, "Nak, aku akui kamu
bukan hanya berbakat, juga sangat beruntung. Tapi kamu gagal sekali menjadi manusia, hahahahaha."
Awalnya, Daratan Awan Kidul sudah hampir jatuh ke tangannya tapi Keanu telah mengagalkan
rencananya. Mandla benar-benar membenci Keanu. Namun yang membuat Mandla semakin marah adalah
adanya Si Lembah Hantu di pihak Keanu. Dia tidak berani bertindak gegabah dan terpaksa meninggalkan
Daratan Awan Kidul dengan enggan.
Setelah melihat drama keluarga Keanu dan putranya yang sangat menarik, Mandla secara alami tidak
bisa menahan dirinya untuk melontarkan beberapa cibiran demi melampiaskan kemurkaan yang
dirasakannya.
Setelah mengucapkan kalimat terakhir, Mandla tertawa keras dan memimpin pasukannya
meninggalkan Kota Keraton Awan Kidul.
Keanu menyaksikan Andaru meninggalkannya perlahan-lahan bersama pasukan Tanjung Utara.
Melihat punggung Andaru yang semakin jauh, Keanu sangat sedih dan getir.
Lalu memangnya bagaimana setelah berhasil memenangkan perang ini? Andaru masih saja menolak
untuk memaafkannya dan tetap memperlakukannya sebagai musuh.
Pada akhirnya, akulah yang kalah. Keanu membatin dengan sedih.
Akhirnya, pasukan Tanjung Utara benar-benar menghilang di belakang pegunungan dan hutan di
kejauhan dan tidak terlihat lagi.
Huaaa!
Pada saat ini, seluruh Kota Keraton dan pasukan Awan Kidul bersorak sorai, bahkan banyak orang yang
menangis karena terlalu gembira.
"Akhirnya berhasil memukul mundur pasukan Tanjung Utara!"
"Menang, kita menang!"
"Ya, aku tidak perlu menjadi budak mereka."
Sorakan kegembiraan terus terdengar, namun ekspresi Keanu terlihat acuh tak acuh, bahkan tidak
terlihat gembira sedikit pun.
Melihat semua orang di sekitarnya diliputi dengan kegembiraan dan senyuman lebar, suasana hati
Keanu menjadi semakin melankolis, sedingin angin utara yang bertiup.
Andaru begitu membencinya. Apa yang harus dia lakukan untuk membuat Andaru memaafkannya?
"Baiklah."
Tepat saat Keanu sedang merasa resah diam-diam, Si Lembah hantu berjalan mendekat dan berkata
dengan ringan, "Perang sudah dimenangkan. Sudah waktunya aku pergi."
Selesai berkata, tanpa menunggu jawaban dari Keanu, Si Lembah Hantu langsung mengerahkan
tenaga dalamnya. Begitu melompat, dia langsung mencapai beberapa ratus meter di luar kota. Kecepatan
yang sangat luar biasa dan langka di dunia.
Hss!
Melihat adegan itu, Keanu menahan napas tanpa sadar.
Gila. Begitu melompat, bisa mencapai beberapa ratus meter jauhnya dalam sekejap mata. Jurus
macam apa itu?
Si Lembah Hantu memang pantas menjadi orang terkenal. Jurus dimilikinya luar biasa sekali.
Wus!
Pada saat yang sama, semua orang yang hadir takjub dan terkesiap melihat gerakan Si Lembah hantu.
Kekuatannya tidak bisa digambarkan dengan kata “menakutkan” lagi. Benar-benar sudah di luar
imajinasi.
Sebelum semua orang bisa bereaksi, sosok Si Lembah hantu telah menghilang dari pandangan,
seolah-olah tidak pernah muncul sebelumnya.
Pada saat ini, Keanu pulih dari keterkejutannya. Dia membungkuk ke arah menghilangnya Si Lembah
Hantu dan berteriak pada saat yang sama, "Terima kasih atas bantuan Senior. Keanu mengantar kepergian
Senior dengan hormat."
Dua kalimat ini diucapkan Keanu dengan ketulusan hati yang paling dalam.
Asal tahu saja, Keanu benar-benar sudah putus asa sebelumnya. Bahkan dia sudah membuat persiapan
melarikan diri dari Kota Keraton dan meninggalkan Daratan Awan Kidul bersama kaisar wanita dan Leticia.
Kemunculan Si Lembah Hantu telah menyelamatkan mereka semua.
Siapa yang tidak hormat terhadap sosok yang dapat membalikkan keadaan seperti itu?
Para pejabat sipil dan militer serta prajurit Awan Kidul juga memberikan hormat secara serempak,
“Mengantar Senior Lembah Hantu dengan hormat.” Mereka berteriak secara serempak. Suara mereka
mengguncang bumi, dan semangat mereka menembus awan.
Beberapa jam kemudian, malam pun tiba.
Kota Keraton Awan Kidul terlihat terang benderang. Orang-orang terlihat di mana-mana. Mereka
berkumpul bersama untuk merayakan kemenangan hari ini.
Hari ini, mereka berhasil mengalahkan Mandla dan memaksa mundur pasukan Tanjung Utara. Bisa
dikatakan hari ini adalah hari paling gemilang di Daratan Awan Kidul dalam beberapa ratus tahun terakhir.
Pada saat ini, suasana perayaan yang meriah menyelimuti seluruh Aula Gegana Elok di Keraton Awan
Kidul.
Aula Gegana Elok adalah tempat dimana kaisar wanita menangani urusan pemerintahan dan bertemu
dengan utusan dari daratan lain. Aula ini sangat indah dan anggun tanpa kehilangan kemegahannya.
Biasanya suasana di aula ini sangat serius dan khusyuk, tetapi untuk merayakan kemenangan mereka
hari ini, kaisar wanita sengaja mengadakan perjamuan sebagai bentuk penghargaan terhadap Keanu dan
para jenderal.
Pada saat ini, berbagai hidangan yang mewah dan lezat dihidangkan di Aula Gegana Elok. Para pejabat
sipil dan militer duduk dengan pakaian kebesaran mereka, dan bersulang dengan kaisar wanita yang duduk
di atas singgasana. Suasananya sangat nyaman dan menyenangkan. Bahkan Leticia yang biasanya selalu
terlihat dingin pun tersenyum saat ini.
Kemenangan atas pertempuran hari ini begitu sempurna. Apa mungkin ada yang tidak gembira?
Keanu duduk di kursi utama perjamuan. Dia telah mengganti pakaiannya dan mengenakan jubah
panjang berwarna putih yang elegan, tapi wajahnya terlihat murung, yang tidak selaras dengan perayaan
yang meriah di sekitarnya.
Ya, Keanu masih merisaukan apa yang dikatakan Andaru hari ini.
Para pejabat sipil dan militer di sekitarnya sadar ada yang mengganggu pikiran Keanu saat ini.
Sebenarnya mereka semua ingin menghampirinya, dan bersulang segelas anggur dengannya. Namun
melihat raut wajahnya yang tidak bahagia, mereka pun merasa segan mengganggunya.
"Keanu!"
Pada saat ini, kaisar wanita mengangkat gelas anggur perlahan di tangannya dan tersenyum pada
Keanu, "Hari ini kita bisa mengusir pasukan Tanjung Utara, berkat kontribusimu yang sangat besar. Ayo, aku
ingin bersulang secangkir anggur denganmu."
Kaisar wanita menyadari Keanu sedang risau memikirkan putranya. Dia pun berusaha membujuk
Keanu minum sedikit karena alkohol dapat membuat seseorang melupakan kerisauannya untuk sesaat.
“Terima kasih, Yang Mulia!” Keanu tersenyum, mengangkat cangkirnya, dan bersulang.
Melihat sang kaisar melakukannya, para pejabat sipil dan militer segera mengikuti dan bergegas
menghampiri Keanu untuk bersulang dengan sikap sangat hormat.
Awalnya, para pejabat sipil dan militer memandang rendah Keanu saat Keanu kehilangan posisinya
sebagai Kaisar Barat Kelabu. Namun saat Keanu memimpin pasukan Awan Kidul untuk melawan Mandla
dalam beberapa hari terakhir, bakat militer Keanu yang luar biasa membuat mereka semua sangat terkesan.
Apalagi hari ini Keanu berhasil memukul mundur pasukan Tanjung Utara. Para pejabat sipil dan militer
pun menghormati dan mengagumi Keanu dengan setulus hati.
Keanu tidak menolak undangan bersulang dari semua orang. Anggur di cangkirnya selalu habis dalam
sekali teguk. Setelah beberapa saat, dia pun menjadi sedikit mabuk, dan lupa pada kerisauan yang
menyelimuti batinnya untuk sementara waktu.
"Yang Mulia!"
Pada saat ini, Riharsyah berdiri dan berkata kepada sang kaisar sambil mengangkat cangkirnya,"Yang
Mulia, jasa dan kemampuan Pangeran Keanu sangat luar biasa, dan dia telah mengalahkan pasukan Tanjung
Utara hari ini. Kami semua sangat mengaguminya. Sebagai orang berbakat yang tak tertandingi seperti
Pangeran, adalah pasangan yang serasi untuk Yang Mulia Tuan Putri.”
“Aku punya saran. Bagaimana jika malam ini Yang Mulia menetapkan tanggal pernikahan mereka?
Dengan demikian, kegembiraan kita pun menjadi dua kali lipat!"
Riharsyah adalah pejabat tingkat satu, juga sastrawan terpandang di Daratan Awan Kidul.
Bertahun-tahun yang lalu, Riharsyah pernah bertanding puisi dengan Keanu. Dia kalah telak saat itu
bahkan langsung pingsan karena tidak bisa menerima kekalahannya. Belakangan dia mengingat kembali
puisi yang dibuat Keanu dengan cermat, dan Riharsyah pun mengakui kekalahannya. Dalam beberapa hari
terakhir, Riharsyah melihat kemampuan Keanu memimpin perang, dan dia pun kembali merasa kagum.
Mendengar saran Riharsyah, para menteri di sekitarnya ikut menyetujui.
"Benar, benar. Yang Mulia Tuan Putri dan Pangeran Keanu sama-sama berbakat dan rupawan. Segera
umumkan dekrit pernikahan mereka."
"Ya, memiliki pangeran seperti Keanu, kita Daratan Awan Kidul benar-benar diberkati oleh Tuhan!"
"Aku juga setuju."
Semua orang seia sekata. Sama-sama tidak bisa menyembunyikan rasa hormat dan kekaguman
mereka terhadap Keanu.
Semua orang sadar bahwa meski Keanu sudah diangkat menjadi pangeran, namun selama dia tidak
menikah dengan Leticia, pangeran hanya akan menjadi panggilan fiktif belaka.
Mandla tidak berani menyerang Daratan Awan Kidul untuk sementara waktu karena Keanu. Namun
begitu ada perubahan dalam hubungan Keanu dan Leticia yang membuat Keanu tidak lagi peduli pada
Daratan Awan Kidul, takutnya Mandla akan menyerang lagi.
Karena itu, sebaiknya Keanu dan Leticia menikah secepatnya agar statusnya jelas. Dengan demikian,
tidak ada lagi yang perlu dikhawatirkan.
Haha!
Mendengar hal itu, Keanu duduk di tempatnya dengan ekspresi santai dan tersenyum tanpa
mengucapkan sepatah kata pun.
Keanu adalah seorang yang pintar, bagaimana mungkin dia tidak mengetahui maksud para pejabat
sipil dan militer ini? Menikah dengan Leticia adalah tujuan kedua, sedangkan tujuan utamanya adalah
menggunakan ketenarannya untuk menakut-nakuti Daratan Tanjung Utara.
Namun, Keanu juga tidak peduli dengan hal itu. Bagaimanapun juga, dia dan Leticia telah memiliki
perjanjian untuk menikah sejak lama, cepat atau lambat mereka akan menikah, hanya masalah waktu saja.
Hah!
Tubuh Leticia bergetar karena terkejut dan wajahnya yang halus langsung memerah. Para pejabat ini
biasanya memperlakukannya dengan hormat. Sekarang demi menjilat Keanu, mereka mendiskusikan
pernikahannya secara terbuka. Benar-benar memalukan dan menjengkelkan.
To be continue ...
Halo Sobat Novelme!
Terima kasih sudah membaca chapter ini, dijamin konfliknya makin seru lho!
Buat kalian yang menyukai novel ini, bisa vote, subscribe, komen review dan kasih hadiah ya supaya
author semangat up-nya.
Terima kasih^^
 Selanjutnya
 Daftar Isi
 Sebelumnya

PustakaTop Up

  Selanjutnya
 Daftar Isi

 Sebelumnya 
Hello, Mr. Presdir!Kriterianya Begitu Tinggi
Kriterianya Begitu Tinggi
"Baik!"
Pada saat ini, kaisar wanita mengangguk-angguk, tanda dia sangat setuju dengan saran Riharsyah.
"Benar, sudah saatnya tanggal pernikahan adikku ditetapkan."
Sang kaisar memandang Keanu sambil tersenyum. "Keanu, menurutmu sebaiknya pernikahanmu
dengan adikku ditetapkan pada tanggal berapa?"
Jika sebelumnya, kaisar tidak akan mengambil inisiatif untuk mendiskusikan tanggal pernikahan,
melainkan langsung menetapkan tanggalnya karena sebagai kaisar, dia memiliki otoritas mutlak.
Namun melihat jasa Keanu yang sangat luar biasa hari ini, bahkan kaisar pun sangat mengaguminya,
hingga bersedia berdiskusi dengan Keanu.
"Ini ...."
Keanu duduk dengan malas, dan menggaruk-garuk kepalanya. "Tanggal berapa pun baik," ujarnya
sambil tersenyum.
Di hati Keanu, pernikahan adalah peristiwa yang membahagiakan. Kapan pun harinya adalah hari yang
baik. Saat berbicara, Keanu tersenyum dan melirik Leticia yang duduk di sisi yang berlawanan.
Hahaha ....
Dengan statusnya sebagai Tuan Putri yang dihormati semua orang, Leticia selalu merendahkanku
sebelumnya. Tapi bukankah akhirnya dia tetap harus menikah dan menjadi istriku? Keanu membatin sambil
tersenyum.
Em!
Mendengar jawaban Keanu, sang kaisar mengangguk-angguk, lalu menoleh ke kasim di sebelahnya.
"Coba periksa almanak untuk melihat apakah ada hari baik untuk menikah dalam waktu dekat," perintahnya.
Kasim itu menganggukkan kepalanya dengan cepat.
"Kak Kaisar!"
Saat ini, Leticia tiba-tiba berdiri dan berkata dengan cepat, "Aku ... aku belum ingin menikah
sekarang." Saat berkata, Leticia menoleh dan memelototi Keanu dengan galak.
Dasar Keanu! Pernikahan berhubungan dengan kebahagiaan seumur hidupnya, Keanu malah terlihat
acuh tak acuh, benar-benar terkutuk.
Sejujurnya, penampilan Keanu dalam beberapa hari terakhir telah mengubah opini Leticia tentang
dirinya, namun itu tidak berarti Leticia telah sepenuhnya menerima Keanu.
Oleh karena itu, begitu melihat sang kaisar ingin menetapkan tanggal pernikahannya, Leticia langsung
menghentikannya.
"Belum ingin menikah sekarang?" Sang kaisar mengerutkan alisnya dan menatap Leticia sambil
tersenyum, "Kalau begitu menurutmu kapan waktu yang tepat?"
Walaupun sang kaisar tampak tenang di permukaan, namun sebenarnya dia sangat cemas.
Leticia benar-benar …. Dulu dia dan Keanu sudah bermalam di kamar yang sama di Kota C. Apakah dia
masih ingin menundanya? Jika ditunda terus, bagaimana pandangan dunia terhadap Keluarga Keraton
Awan Kidul?
Wus!
Pada saat ini, mata semua orang di aula tertuju pada Leticia, menunggu jawabannya.
"Aku ...."
Leticia menggigit bibirnya kencang. Wajahnya yang halus memerah dan dia kehabisan kata-kata. Saat
ini, perasaan Leticia kacau balau. Mana dia tahu kapan sebaiknya menikah?
Beberapa detik kemudian, Leticia menarik napas dalam-dalam dan memandang sang kaisar dengan
serius, "Kak Kaisar, menurutku terlalu terburu-buru jika menikah saat ini. Meskipun Keanu lumayan, tapi dia
masih terlalu jauh dari standarku ...." ujarnya kemudian.
Wow!
Begitu mendengar ucapan Leticia, para pejabat sipil dan militer menjadi gempar. Setelah itu, banyak
pejabat yang tidak bisa menahan diri untuk membujuk Leticia.
"Yang Mulia Tuan Putri, tidak orang kedua yang memiliki bakat seperti pangeran di seluruh sembilan
daratan."
"Benar. Bahkan Senior Lembah Hantu bersedia membantu Pangeran. Siapa lagi di dunia ini yang
mendapatkan kehormatan sebesar itu?"
"Yang Mulia Tuan Putri, mungkinkah persyaratanmu terlalu tinggi?"
Para pejabat terus menerus membujuk Leticia. Mendengar bujukan mereka, tubuh Leticia bergetar,
dan mengentakkan kakinya dengan gusar.
Asal tahu saja, biasanya para pejabat ini selalu bersikap hormat padanya dan tidak berani membantah
sepatah kata pun yang dikatakannya. Tapi hari ini para pejabat ini malah berdiri di pihak Keanu mengenai
pernikahannya.
Wajah cantik Leticia pun menjadi merah. Saking marahnya, dia sampai tidak mampu berkata-kata.
Namun wajahnya yang malu sekaligus marah malah terlihat sangat menawan.
"Tutup mulut kalian semua!" Akhirnya, Leticia tidak tahan lagi. Dia melihat ke sekelilingnya dan
membentak dengan dingin.
Begitu dibentak, para pejabat sipil dan militer cepat-cepat menutup mulut mereka, dan tidak berani
berkata-kata lagi.
Leticia memiliki posisi yang tinggi di Daratan Awan Kidul dan sangat bergengsi. Melihat Leticia marah
saat ini, tidak ada pejabat yang tidak takut padanya.
Bahkan Keanu pun merasa gentar tanpa bisa dijelaskan. Dia menatap Leticia dengan sorot mata yang
rumit, dan bergumam diam-diam.
Astaga, Leticia memang pantas menjadi Yang Mulia Tuan Putri yang terhormat. Auranya kuat sekali.
Kelak setelah menikah dengan Leticia, sebaiknya dia tidak membuat Leticia gusar.
"Dik!"
Pada saat ini, sang kaisar menghela napas dan menatap Leticia tanpa daya, "Jika kamu belum ingin
menikah sekarang, kamu harus memberikan alasan yang meyakinkan kepada semua orang. Kamu harus
tahu bahwa pernikahanmu bukanlah urusanmu sendiri, tapi juga berkaitan dengan reputasi Keluarga
Keraton Awan Kidul."
Kemudian wajah kaisar menjadi serius dan melanjutkan, "Kamu belum ingin menikah, tapi kamu juga
tidak memberikan alasan yang meyakinkan. Tidak bisa seperti itu.”
"Aku ...."
Leticia menggigit bibirnya kencang, berpikir sejenak, lalu menatap sang kaisar, "Kak Kaisar, jika aku
harus menikahi Keanu, boleh saja, tapi aku punya satu syarat."
Saat berbicara, Leticia memandang Keanu sambil tersenyum, "Aku khawatir dia tidak mampu
memenuhinya."
Eh?
Menanggapi tatapan Leticia, diam-diam Keanu mengerutkan kening. Trik apa lagi yang dimainkan
wanita ini?
Pada saat yang sama, sang kaisar merenung lalu tersenyum, "Oke, coba katakan. Apa syaratnya?"
Saat ini, para pejabat sipil dan militer menjadi sangat penasaran. Sang Putri memberikan syarat kepada
suaminya. Kira-kira syarat seperti apakah itu?
Setelah Keanu pulih dari keterkejutannya, dia hanya tersenyum tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
Dia bisa melihat Leticia sangat menolak pernikahan ini. Di permukaan Leticia mengatakan ada syarat
yang harus dipenuhi, namun sebenarnya Leticia hanya mencari alasan untuk menunda pernikahan mereka.
Akhirnya Leticia menghela napas dan menatap Keanu dengan saksama, "Syaratku adalah dalam
sebulan, Keanu harus menjadi Kaisar Barat Kelabu. Barulah aku akan menikah dengannya. Aku tidak ingin
menikah dengan seseorang yang tidak bisa mempertahankan takhtanya. Jika dia bisa merebut kembali
takhtanya sebagai Kaisar Barat Kelabu dalam waktu sebulan, aku akan menikah dengannya," ucapnya kata
demi kata.
Apa?
Mendengar ucapan Leticia, seluruh aula menjadi gempar. Semua orang menatap Keanu dengan sorot
mata yang rumit.
Ini ....
Keanu adalah Kaisar Barat Kelabu sebelumnya, namun berhasil direbut kembali oleh Yudha. Dengan
keadaan seperti itu, bagaimana mungkin Keanu bisa menjadi Kaisar Barat Kelabu lagi? Apalagi waktunya
juga dibatasi, dalam satu bulan?
Sial.
Keanu juga sangat terkejut, tidak tahu harus tertawa atau menangis.
Leticia memang pintar. Bisa-bisanya Leticia memikirkan sebuah syarat yang tidak dapat dipenuhinya
dengan mudah. Keanu membatin.
Takutnya Daratan Barat Kelabu telah dikendalikan sepenuhnya oleh Yudha saat ini. Belajar dari
pengalamannya terakhir kali, Yudha pasti memperkuat dan menambah penjagaan yang ketat. Dia mana
punya kesempatan untuk merebut takhta kembali?
Jangankan satu bulan, takutnya jika diberikan batas waktu dua bulan pun, dia belum tentu bisa
melakukannya.
Senyap!
Pada saat ini, seluruh aula menjadi sunyi, bahkan suara jarum terjatuh pun akan terdengar. Sang kaisar
juga ikut terdiam dan menatap Leticia dengan sangat tidak berdaya.
Sang kaisar adalah orang yang pintar, dan secara alami dia tahu bahwa Leticia sengaja mempersulit
Keanu. Namun sang kaisar merasa tidak enak hati memarahi Leticia di hadapan begitu banyak pejabat yang
hadir.
Melihat pemandangan itu, Leticia tersenyum dan menatap Keanu dengan perasaan puas, "Bagaimana?
Apakah kamu mampu melakukannya?"
Pada saat ini, Leticia sangat gembira dan merasa bangga dengan kecerdasannya sendiri.
Aku memang cerdas! Bisa-bisanya terpikirkan olehku sebuah syarat yang sulit dipenuhi seperti ini.
Leticia membatin dengan puas.
To be continue ...
Halo Sobat Novelme!
Terima kasih sudah membaca chapter ini, dijamin konfliknya makin seru lho!
Buat kalian yang menyukai novel ini, bisa vote, subscribe, komen review dan kasih hadiah ya supaya
author semangat up-nya.
Terima kasih^^
 Selanjutnya
 Daftar Isi
 Sebelumnya

PustakaTop Up

  Selanjutnya
 Daftar Isi

 Sebelumnya 
Hello, Mr. Presdir!Keberuntungan yang Sangat Baik
Keberuntungan yang Sangat Baik
"Tuan Putri."
Keanu menggaruk kepalanya dan tersenyum pahit. "Jika aku mencoba sekuat tenaga, bukanlah hal
yang sulit untuk mendapatkan kembali takhta Kaisar Barat Kelabu. Hanya saja waktu satu bulan terlalu
pendek. Bagaimana kalau ...."
Sebelum Keanu selesai berbicara, Leticia langsung memotong ucapannya. "Keanu, jangan harap aku
akan memperpanjang batas waktunya. Pokoknya satu bulan. Jika kamu tidak bisa melakukannya, kamu tidak
memenuhi syarat untuk menjadi suamiku," jawab Leticia dingin.
Ugh!
Keanu menghela napas, tidak bisa berkata-kata lagi. Leticia memang sulit dihadapi. Berpikir demikian,
Keanu pun hampir menyetujui syarat Leticia.
"Yang Mulia!"
Seorang kasim berjalan masuk dengan tergesa-gesa dan melapor kepada kaisar dengan hormat,
"Utusan Barat Kelabu datang dan memohon untuk bertemu Yang Mulia. Dia sedang menunggu di luar
aula."
Eh?
Kaisar, Keanu, dan semua orang yang hadir tertegun untuk beberapa saat. Kebetulan sekali …. Utusan
Barat Kelabu datang saat mereka sedang mendiskusikan apakah Keanu bisa menjadi Kaisar Barat Kelabu lagi
atau tidak.
Detik berikutnya, kaisar bereaksi dan mengangkat tangannya. "Persilakan dia masuk."
“Baik.” Kasim itu menjawab dan keluar dengan cepat.
Beberapa detik kemudian, sang kasim itu masuk kembali sambil diikuti oleh utusan Barat Kelabu.
Samora?
Keanu tercengang melihat utusan Barat Kelabu. Keanu mengenal utusan dari Barat Kelabu ini. Dia
adalah Menteri Tata Negara di Daratan Barat Kelabu. Namanya Samora. Saat Keanu masih menjabat sebagai
Kaisar Barat Kelabu, dia pernah memanggil Samora beberapa kali.
Pada saat ini, mata semua orang di dalam aula terfokus pada Samora, sambil menebak-nebak maksud
kedatangannya di benak mereka. Kemudian terjadilah pemandangan yang mengejutkan semua orang.
Bruk!
Samora berjalan lurus ke hadapan Keanu dan langsung berlutut kepada Keanu. Ekspresi wajahnya
terlihat tulus sekaligus tidak sabar, "Yang Mulia, situasi di Daratan Barat Kelabu kacau balau saat ini. Aku
mohon Yang Mulia dapat segera kembali ke Daratan Barat Kelabu untuk memimpin pemerintahan dan
menenangkan rakyat."
Apa?
Dalam sekejap, semua orang tercengang dan seluruh aula menjadi gempar.
A-apa dia bilang? Utusan Barat Kelabu memanggil Keanu apa? Yang Mulia?
Terutama Leticia. Tubuhnya yang halus gemetar dan matanya menatap Keanu lurus-lurus. Wajahnya
yang cantik terkejut bukan main.
Tidak mungkin. Keanu telah kehilangan takhtanya. Mengapa dia masih bisa menjabat sebagai Kaisar
Barat Kelabu?
Namun, utusan dari Barat Kelabu di depannya ini memanggil Keanu dengan sebutan “Yang Mulia”,
dan Leticia yakin telinganya tidak salah dengar.
Keanu juga tercengang, dia melihat Samora dengan ekspresi bingung, tidak bisa berkata-kata.
Ada apa ini?
Detik berikutnya, Keanu pulih dari keterkejutannya. Dia memandang Samora dan berkata, "Samora,
berdiri dahulu dan jelaskan situasinya." Saat berkata, sorot mata Keanu penuh dengan kecurigaan.
Saat di Perguruan Putih, Ferdinan memimpin pasukan Barat Kelabu kembali mengakui Yudha sebagai
kaisar. Mengapa sekarang bisa tidak ada kaisar di Daratan Barat Kelabu?
Ke mana Yudha?
"Yang Mulia!" Samora menyeka keringat di dahinya, lalu menceritakan apa yang telah terjadi.
Ternyata Yudha terluka parah setelah bertarung dengan Andaru di Perguruan Putih. Setelah itu Yudha
bersembunyi entah di mana untuk memulihkan luka-lukanya dan Yudha tidak pernah kembali ke Daratan
Barat Kelabu. Saat itu hanya beberapa puluh ribu pasukan Barat Kelabu yang kembali. Sedangkan Yudha
seolah-olah menghilang dari permukaan bumi dan tidak pernah kembali lagi. Dalam keadaan seperti itu,
Daratan Barat Kelabu pun kehilangan pemimpin.
Setelah menjelaskan situasinya, Samora memandang Keanu dengan penuh harap dan rasa hormat di
matanya, "Yang Mulia, sekarang seluruh pejabat sedang menunggu Yang Mulia untuk kembali dan
memimpin pemerintahan. Daratan Barat Kelabu tidak dapat berdiri tanpa Yang Mulia. Oleh karena itu,
mohon kembalilah ke Daratan Barat Kelabu bersamaku.”
Akhir-akhir ini Mandla berusaha menaklukkan daratan lain bersama pasukan besarnya. Sama seperti
daratan lainnya, Daratan Barat Kelabu juga merasa tidak tenang.
Tadi malam setelah mengetahui Keanu membantu Daratan Awan Kidul mengalahkan pasukan Mandla,
para pejabat sipil dan militer di Daratan Barat Kelabu buru-buru mengadakan pertemuan mendadak, dan
akhirnya memutuskan untuk mengundang Keanu kembali.
Bagaimanapun juga, hanya Keanu yang bisa menahan serangan Mandla di seluruh sembilan daratan.
Dengan adanya Keanu, Daratan Barat Kelabu baru bisa menghilangkan perasaan khawatir mereka.
Huft ....
Mendengar penuturan Samora, Keanu menarik napas dalam-dalam. Dia pun mengerti.
Ternyata begitu.
"Yang Mulia!"
Melihat Keanu diam dan tidak menanggapi, Samora pun menjadi cemas dan memohon, "Bajingan
Ferdinan telah mengkhianati Yang Mulia di Perguruan Putih dengan membelot dan mendukung Yudha. Dia
pantas dihukum mati. Oleh karena itu sebelum datang kemari, aku dan penjabat lainnya telah bekerja sama
untuk memenjarakan Ferdinan, dan menunggu Yang Mulia kembali untuk menghukumnya secara pribadi!"
"Yang Mulia, aku mengundang Yang Mulia kembali dengan tulus. Aku juga mewakili aspirasi orang-
orang di seluruh Daratan Barat Kelabu. Semoga Yang Mulia mengabulkan permintaan kami. Yang Mulia
memiliki hati yang welas asih. Anda tidak boleh menelantarkan rakyat Daratan Barat Kelabu!"
Setelah berkata, Samora kembali berlutut di lantai dan terus-menerus bersujud kepada Keanu, dengan
sikap yang sangat tulus.
Wow.
Melihat pemandangan itu, semua orang di dalam aula tercengang dan menatap Keanu dengan
tatapan kosong, tidak bisa berkata-kata.
Leticia terhenyak dan gemetar. Dia menggigit bibirnya keras-keras. Sorot matanya menatap Keanu
dengan perasaan rumit dan tidak percaya.
Huft!
Akhirnya Keanu pun bereaksi. Dia melihat Samora dan mengangkat tangannya, "Sudah, sudah. Jangan
bersujud lagi. Aku bersedia menjadi Kaisar Barat Kelabu."
Melihat sikap Samora, jika dia tetap tidak setuju juga, takutnya Samora akan membenturkan kepalanya
sampai berdarah.
Selain itu, menjadi Kaisar Barat Kelabu hanya ada untung dan tidak ada ruginya. Mengapa tidak
setuju?
“Yang Mulia sangat murah hati. Aku mewakili para pejabat sipil dan militer berterima kasih kepada
Yang Mulia atas kebaikan hatimu.” Samora teramat gembira dan berbicara dengan penuh syukur.
Kemudian dia pun berdiri.
Keanu tersenyum, kemudian berkata dengan serius, "Aku bisa kembali untuk memimpin
pemerintahan, tapi bukan sekarang, karena masih ada hal-hal yang lebih penting yang harus aku lakukan.
Kamu kembalilah dulu. Tenanglah, setelah mengetahui aku adalah Kaisar Barat Kelabu, Mandla tidak akan
berani bertindak gegabah."
Awalnya, alasan Keanu datang ke Daratan Awan Kidul adalah untuk mencari Gladys. Sekarang Gladys
belum ditemukan, bagaimana mungkin dia pergi ke Daratan Barat Kelabu untuk menjadi kaisar?
“Baik, Yang Mulia.” Samora menjawab dengan cepat.
Keanu tidak ingin berbicara panjang lebar. Setelah berpesan mengenai beberapa hal, dia pun
membiarkan Samora kembali ke Daratan Barat Kelabu.
Wus!
Begitu Samora melangkah pergi, para pejabat di dalam aula berlutut kepada Keanu dan berseru
serempak.
"Kami memberi hormat kepada Yang Mulia Barat Kelabu."
"Hidup Yang Mulia Barat Kelabu ...."
Meskipun Keanu adalah Kaisar Barat Kelabu, dia juga seorang penguasa tertinggi. Oleh karena itu,
para pejabat dari Daratan Awan Kidul akan tetap berlutut saat bertemu dengannya. Aturan ini tidak boleh
dilanggar. Tentu saja, kecuali Leticia yang masih terbengong-bengong di tempatnya.
Pada saat yang sama, kaisar wanita berdiri dan memandang Keanu sambil tersenyum, "Selamat, Keanu,
karena telah kembali menjabat sebagai Kaisar Barat Kelabu."
Seraya berkata, sang kaisar menunjuk tempat duduk di sampingnya, "Sekarang statusmu sama
denganku. Kita berada di level yang sama. Naik dan duduklah di sini."
Keanu adalah suami adiknya. Awalnya Keanu adalah keluarganya, dan sekarang Keanu adalah Kaisar
Barat Kelabu. Wajar jika Keanu duduk di sampingnya.
Keanu tersenyum simpul, menggelengkan kepalanya dan berkata, "Yang Mulia tidak perlu sungkan.
Aku orangnya santai, duduk di mana pun sama saja."
Kemudian Keanu tersenyum dan memandang Leticia. "Tuan Putri, apakah yang Anda katakan tadi
masih berlaku?"
Wuah!
Mendengar ucapan Keanu, mata semua orang seketika terfokus pada Leticia.
Tadi Leticia mengatakan bahwa jika Keanu kembali menjabat sebagai Kaisar Barat Kelabu dalam waktu
satu bulan, dia setuju untuk menikah.
Dan sekarang, satu jam belum berlalu, Keanu telah berhasil melakukannya. Pada saat ini, Leticia
seharusnya tidak bisa mengatakan apa-apa lagi.
"Aku ...."
Leticia menggigit bibirnya keras-keras sampai hampir berdarah. Setelah menggumamkan satu kata,
dia tidak tahu harus mengucapkan apa lagi.
Leticia sengaja mempersulit Keanu dengan memberikan syarat yang mustahil dilakukan dan mengira
Keanu tidak mungkin memenuhinya. Dia tidak pernah bermimpi bahwa Keanu akan menjadi Kaisar Barat
Kelabu lagi dalam sekejap mata.
Hal ini benar-benar di luar dugaan.
Selain itu, keberuntungan Keanu terlalu bagus, bukan?
To be continue ...
Halo Sobat Novelme!
Terima kasih sudah membaca chapter ini, dijamin konfliknya makin seru lho!
Buat kalian yang menyukai novel ini, bisa vote, subscribe, komen review dan kasih hadiah ya supaya
author semangat up-nya.
Terima kasih^^
 Selanjutnya
 Daftar Isi
 Sebelumnya

PustakaTop Up

  Selanjutnya
 Daftar Isi

 Sebelumnya 
Hello, Mr. Presdir!Pameran Pedang di Villa Pedang Masyhur
Pameran Pedang di Villa Pedang Masyhur
"Dik!"
Melihat Leticia tidak juga mengambil keputusan, kaisar wanita berkata dengan lembut, "Sudahlah.
Anggap saja kamu sedang bercanda saat mengajukan syarat yang kamu sebutkan tadi. Pernikahanmu
berkaitan dengan nasib dua daratan, jadi kamu jangan ragu-ragu lagi. Kamu saja yang tentukan sendiri
kapan tanggal pernikahanmu dilangsungkan."
Sejujurnya, jika utusan Barat Kelabu tidak datang dan adegan barusan tidak terjadi, sang kaisar akan
menyetujui keputusan Leticia dan membiarkan Leticia menunda pernikahannya.
Tapi sekarang Keanu telah menjadi Kaisar Barat Kelabu lagi sehingga statusnya sudah berbeda.
Ditambah lagi, ada begitu banyak pejabat yang hadir dan menyaksikan semua ini. Jika adiknya kembali
mengajukan hal yang tidak masuk akal, hal itu bukan hanya tidak pantas, dia sendiri juga akan kehilangan
muka.
"Kalau begitu …."
Melihat sang kaisar berbicara, Leticia tahu dia tidak bisa menyangkal pernikahannya lagi. Dia pun
menundukkan kepalanya dan berkata dengan lembut, "Kalau begitu sebulan kemudian. Jika dalam waktu
dekat, terlalu terburu-buru. Bagaimanapun juga, menikah adalah hal besar, banyak yang harus
dipersiapkan."
Sebenarnya Leticia benar-benar tidak ingin menikah dengan Keanu. Tapi dia tidak punya pilihan lain.
Dia sendiri yang mengajukan syaratnya, dan Keanu telah memenuhinya. Tidak ada lagi yang dapat dia
katakan.
"Baiklah!"
Senyuman pun tersungging di wajah kaisar. Dia mengangguk dan berkata, "Kalau begitu satu bulan
dari sekarang."
Dengan segera, sang kaisar memerintahkan kepada para pejabat, "Mulai besok, segera persiapkan
pernikahan Tuan Putri. Setiap detail harus diperhatikan dengan baik."
“Baik, Yang Mulia!” Semua pejabat sipil dan militer menanggapi secara serempak. Segera setelah itu,
mereka menghampiri Keanu, dan memberikan ucapan selamat.
"Selamat, Pangeran. Oh bukan, Yang Mulia."
Keanu tersenyum sedikit. Dia tidak terlalu gembira maupun bersemangat. Dia belum menemukan
Gladys, bagaimana dia bisa merasa bahagia?
Dua jam kemudian, pesta perayaan pun berakhir. Kaisar, Leticia, dan para pejabat sipil dan militer
meninggalkan aula satu demi satu.
Pada saat ini, Keanu memanggil para jenderal. “Teruskan perintahku. Sebarkan gambar ini. Apa pun
yang terjadi, wanita ini harus ditemukan.” Keanu mengeluarkan gambar Gladys dan menyerahkannya
kepada para jenderal di depannya, dan memerintahkan dengan ekspresi serius.
Gambar itu dilukis sendiri oleh Keanu sebelum menghadiri pesta perayaan. Saat ada kaisar dan Leticia,
Keanu tidak enak hati mengeluarkannya.
“Baik.” Para jenderal menanggapi dengan serempak, lalu segera menjalankan perintah Keanu.
Pada saat ini, Keanu mendongak dan menatap langit malam di atas kepalanya. Dia mengembuskan
napas panjang, dan berdoa dalam hati, ‘Gladys, aku pasti akan menemukanmu di mana pun kamu
berada.’
***
Berita tentang Keanu memimpin pasukan Awan Kidul dan berhasil mengalahkan pasukan Mandla
dalam satu kali, serta memaksa pasukan Mandla meninggalkan Daratan Awan Kidul tersebar dengan cepat
ke seluruh sembilan daratan.
Dalam waktu singkat, ketenaran Keanu menyebar jauh dan luas, dan dia menjadi sosok yang sangat
terkenal di seluruh daratan.
Apalagi Mandla adalah mandraguna yang kekuatannya tidak tertandingi dan yang telah terkenal
selama ribuan tahun. Keanu bisa mengalahkan sosok seperti itu adalah hal yang sangat luar biasa di dunia.
Sementara itu di Keraton Tanjung Utara.
Di aula utama, Mandla duduk di atas singgasana sambil mengenakan jubah naga dan wajahnya sangat
muram.
Di depannya, Neree dan para pejabat sipil dan militer berdiri dengan gemetaran, tidak berani bersuara
sedikit pun.
Mandla teramat murka saat ini.
Tersiar kabar bahwa dia dikalahkan dan dipaksa menarik mundur pasukannya di Daratan Awan Kidul.
Sekarang semua daratan membicarakan peristiwa itu dan dia menjadi bahan tertawaan di sembilan daratan.
Pamornya sebagai Penguasa Sejati hancur lebur.
Selama ini, Mandla selalu bangga pada dirinya sendiri. Tapi sekarang dia menjadi bahan lelucon di
sembilan daratan. Hal itu lebih kejam daripada membunuhnya.
"Neree."
Akhirnya Mandla menatap Neree dan berkata dengan dingin, "Segera kirim seseorang untuk
memantau gerak-gerik Keanu. Ingat, kamu harus memberi perhatian khusus pada Si Lembah Hantu.
Langsung lapor padaku begitu ada penemuan."
Mandla juga pernah menjadi pemilik Menara Linglong sebelumnya. Tentu saja dia tahu Si Lembah
Hantu dikurung di tingkat keempat Menara Linglong. Oleh karena itu, setelah kembali ke Daratan Tanjung
Utara, Mandla menyadari bahwa Si Lembah Hantu pasti dibebaskan dari Menara Linglong oleh Keanu.
Namun ketika Mandla menguasai Menara Linglong, dia tidak bisa meminta Si Lembah Hantu bekerja
untuknya. Dengan demikian, dia juga tidak percaya jika Si Lembah Hantu akan mengakui Keanu sebagai
tuannya.
Namun, Si Lembah Hantu membantu Keanu, itu adalah fakta. Mandla sangat segan terhadap Si
Lembah Hantu, selama Si Lembah Hantu berada di samping Keanu, Mandla tidak berani bertindak gegabah.
Mandla sudah memikirkannya. Dia harus secepat mungkin mencari tahu ada hubungan apa antara
Keanu dan Si Lembah hantu. Setelah dia tahu jelas situasinya, barulah dia bisa menghadapi Keanu.
“Baik, Yang Mulia!” Neree menjawab dan berjalan keluar dari aula dengan cepat.
Pada saat ini, Mandla menyipitkan matanya dan melihat ke langit di luar aula. Wajahnya tenang, tetapi
hatinya dipenuhi dengan kobaran api amarah.
‘Keanu, sebaiknya kamu jangan membiarkan aku menemukan kesempatan. Jika tidak, aku akan
membuatmu menyesal telah lahir ke dunia ini.’
Dua hari kemudian, di Keraton Awan Kidul.
Pada saat ini, Keanu mengenakan pakaian tidur dari bahan sutra, dan berbaring di ranjang empuk
dengan perasaan tertekan.
Dua hari telah berlalu, dia telah mengirim orang mencari di seluruh pelosok Daratan Awan Kidul,
namun belum juga menemukan keberadaan Gladys.
Apakah telah terjadi sesuatu pada Gladys? Memikirkan hal itu, Keanu menjadi semakin cemas.
"Pangeran!"
Saat itu, seorang komandan militer masuk dengan cepat dan berkata kepada Keanu, "Kabar baik. Kami
telah menemukan jejak Gladys."
Karena dia tidak berada di Daratan Barat Kelabu, Keanu secara khusus berpesan kepada orang-orang
untuk tidak memanggil dirinya Yang Mulia. Oleh karena itu, semua orang memanggilnya Pangeran.
Benarkah?
Mendengar hal itu, hati Keanu bergetar dengan semangat dan hampir melompat dari ranjang, dan
menatap komandan militer itu lekat-lekat, "Di mana dia sekarang?" Seraya berkata, Keanu hendak
mengganti pakaiannya dan segera keluar.
“Pangeran, jangan terlalu bersemangat dulu.” Sang komandan menggaruk kepalanya dan berkata
dengan nada yang rumit, “Kami hanya menemukan jejak Gladys dan belum menemukan orangnya. Selain
itu menurut petunjuk, Gladys telah meninggalkan Daratan Awan Kidul."
Apa?
Mendengar hal itu, semangat Keanu yang awalnya menggebu-gebu, langsung mendingin dalam
sekejap.
Gladys telah meninggalkan Daratan Awan Kidul?
“Pangeran!” Komandan militer itu tampak tidak berdaya dan menceritakan situasinya.
Ternyata saat Mandla memimpin pasukan besarnya untuk menyerang Daratan Awan Kidul
sebelumnya, rakyat Daratan Awan Kidul dilanda kepanikan dan banyak orang meninggalkan rumah mereka
untuk berlindung ke daratan lain. Dalam keadaan seperti itu, Gladys pun tidak bisa tinggal di Daratan Awan
Kidul lagi.
Di akhir penjelasan, komandan militer berkata dengan hati-hati, "Pangeran, berdasarkan petunjuk
yang kami dapatkan, seseorang melihat Gladys mengikuti sekelompok pedagang menuju Daratan Laut
Kuning."
Daratan Laut Kuning?
Keanu mengerutkan kening, dan sesosok wanita cantik yang menyamar menjadi pria muncul di
benaknya. Dia adalah Violeta, putri Ketua Villa Pedang Masyhur di Daratan Laut Kuning.
Keanu ingat dengan jelas saat Kaisar Apokalips mengadakan konferensi bela diri untuk Yousha. Dia
bertemu Violeta pada hari pertama pendaftaran. Pada saat itu, dia mengira Violeta adalah seorang pria.
Namun akhirnya dia mengetahui ternyata Violeta seorang nona muda. Dia juga telah banyak membantu
Violeta saat kompetisi.
Keanu belum pernah ke Daratan Laut Kuning sebelumnya. Bisa dikatakan dia hampir tidak tahu apa-
apa tentang daratan itu. Villa Pedang Masyhur sangat terpandang di Daratan Laut Kuning. Jika dia bisa
meminta bantuan Violeta, dia pasti akan menemukan Gladys.
Berpikir demikian, Keanu langsung memutuskan tanpa keraguan sedikit pun. Dia menatap komandan
di depannya dan berkata, "Tolong atur segera. Aku ingin pergi ke Daratan Laut Kuning sekarang juga."
“Baik, Pangeran!” Komandan itu menjawab dengan hormat, lalu segera pergi untuk mengatur.
Sebenarnya status pangeran yang dimiliki Keanu tidaklah resmi dan dia tidak memiliki hak untuk
memerintah para jenderal dan komandan. Namun Keanu memegang lencana militer di tangannya. Dengan
begitu, Keanu pun memiliki kuasa atas militer. Secara alami para pemimpin militer tidak berani menolak
perintahnya.
Setelah beberapa menit, semuanya telah selesai diatur, dan Keanu berpamitan pada Kaisar Awan Kidul
sebelum bergegas ke Daratan Laut Kuning.
Villa Pedang Masyhur, Daratan Laut Kuning.
Villa Pedang Masyhur terletak di sebelah tenggara Daratan Laut Kuning, dikelilingi oleh pegunungan
dan sungai yang indah.
Villa Pedang Masyhur terkenal dengan teknik pembuatan senjatanya dan telah diwariskan selama
ribuan tahun. Vilanya sangat megah, dengan teras di tengah-tengah danau buatan, termasuk gunung
buatan dan air yang mengalir. Lingkungannya sangat indah dan elegan.
Sebenarnya lokasi Villa Pedang Masyhur agak terpencil, dan karena merupakan tempat untuk
menempa senjata, biasanya pengunjung yang datang sangat sedikit. Tetapi hari ini orang-orang berkumpul
di Villa Pedang Masyhur dan suasananya sangat meriah.
Hari ini Villa Pedang Masyhur mengadakan pameran pedang tahunan.
Pameran pedang adalah pertemuan akbar di dunia bela diri, yang ditetapkan seribu tahun yang lalu
oleh Villa Pedang Masyhur. Pameran ini diadakan setahun sekali. Setiap tahun pada saat ini, Villa Pedang
Masyhur mengundang para mandraguna dari berbagai perguruan dan kelompok di dunia bela diri untuk
memamerkan senjata terbaru mereka.
Harus dikatakan bahwa leluhur Villa Pedang Masyhur memiliki pandangan yang jauh ke depan. Sejak
diadakannya pameran pedang tahunan, reputasi Villa Pedang Masyhur berangsur-angsur meningkat di
Daratan Laut Kuning, dan hubungannya dengan kelompok lain juga sangat harmonis.
Perlu diketahui bahwa setiap senjata yang dibuat oleh Villa Pedang Masyhur adalah senjata berkualitas
tinggi. Bisa mendapatkan senjata yang dibuat oleh Villa Pedang Masyhur adalah impian setiap mandraguna
di Daratan Laut Kuning.
Lingkungan Villa Pedang Masyhur didekorasi dengan sangat meriah saat ini! Di dalam vila, para tamu
berkumpul dan suasananya benar-benar ramai. Jumlah orang yang hadir mencapai puluhan ribu orang.
Bisa dikatakan hampir semua kelompok mandraguna di Daratan Laut Kuning menghadiri pameran ini!
Saat ini di luar gerbang Villa Pedang Masyhur, di sisi jalan yang berlawanan, seorang pria tampan
berdiri dengan tenang.
Pria itu mengenakan pakaian biasa, namun aura yang dipancarkannya sangat unik. Tak lain dan tak
bukan, pria itu adalah Keanu.
Sejak memutuskan untuk meminta bantuan Violeta, dia langsung datang ke Villa Pedang Masyhur
setibanya di Daratan Laut Kuning. Namun saat melihat pemandangan di depannya, Keanu pun terpana dan
terpaku di tempat.
Gila!
Ada apa ini? Bukankah Villa Pedang Masyhur mengkhususkan diri dalam menempa senjata? Daerah di
sekitarnya seharusnya dijaga ketat dan orang luar tidak diizinkan mendekat. Kenapa tempat ini bisa seramai
ini?
Beberapa detik kemudian, Keanu menahan seorang pejalan kaki untuk bertanya. Setelah itu barulah
dia tahu bahwa Villa Pedang Masyhur sedang mengadakan pameran pedang.
“Kalau aku tahu dari awal, aku pasti sudah menyiapkan hadiah.” Keanu bergumam lalu berjalan
menuju gerbang.
Namun, begitu dia mencapai gerbang, dia langsung dihentikan oleh penjaga gerbang, "Eh? Berhenti
kamu."
Penjaga itu seorang pemuda berusia dua puluhan dengan wajah yang angkuh. Pada saat ini, dia
menilai Keanu dari atas ke bawah dan ekspresinya terlihat tidak sabar.
Villa Pedang Masyhur adalah keluarga pembuat senjata terkenal di Daratan Laut Kuning. Para tamu
yang diundang untuk menghadiri pameran pedang tahunan adalah para mandraguna dan pahlawan
ternama. Bukan siapa saja bisa masuk dan menghadiri pameran tersebut.
Keanu tidak tersinggung dengan sikap penjaga. Dia tersenyum dan berkata, "Aku datang ke sini untuk
berkunjung." Selesai berkata, Keanu hendak masuk ke dalam.
"Apa yang terjadi?"
Pada saat ini, pengurus rumah tangga, Maman, yang berada tidak jauh dari sana melihat situasi yang
terjadi di gerbang. Dia langsung menghampiri sambil mengerutkan kening dan berjalan dengan postur
angkuh.
Villa Pedang Masyhur dihormati oleh seluruh Daratan Laut Kuning. Oleh karena itu, para pelayannya
telah mengembangkan sikap sombong dan angkuh.
"Pak, orang ini ingin masuk ke pameran. Kurasa dia ingin mencuri senjata." Penjaga itu buru-buru
berkata.
Dalam beberapa tahun terakhir, setiap kali pameran pedang diadakan, akan ada beberapa penyamun
yang memasuki pameran sambil memanfaatkan keramaian dan mencoba mencuri senjata yang dipamerkan.
Meskipun mereka tidak berhasil, namun hal itu sudah terjadi lebih dari sekali.
Penjaga itu melihat pria di depannya itu mengenakan pakaian biasa, dia pasti tidak diundang, dan dia
pasti tidak berniat baik.
To be continue ...
Halo Sobat Novelme!
Terima kasih sudah membaca chapter ini, dijamin konfliknya makin seru lho!
Buat kalian yang menyukai novel ini, bisa vote, subscribe, komen review dan kasih hadiah ya supaya
author semangat up-nya.
Terima kasih^^
 Selanjutnya
 Daftar Isi
 Sebelumnya

PustakaTop Up

  Selanjutnya
 Daftar Isi

 Sebelumnya 
Hello, Mr. Presdir!Apa Kamu Datang Khusus untuk Menemuiku?
Apa Kamu Datang Khusus untuk Menemuiku?
Ingin masuk ke pameran pedang?
Pengurus rumah tangga, Maman, memandang Keanu dari atas ke bawah, dan tidak bisa
menyembunyikan rasa jijiknya. "Wah, kamu tidak boleh masuk jika tidak diundang. Tidak peduli apa
tujuanmu, aku kasih kamu satu kali kesempatan untuk segera keluar dari sini. Jika tidak, jangan salahkan aku
karena bersikap tidak sopan!”
Para penyamun zaman sekarang semakin berani, mereka bahkan memiliki nyali memasuki pameran
pedang secara terang-terangan. Tidak perlu bersikap sopan saat menghadapi orang seperti itu. Maman
membatin.
Seperti penjaga gerbang, Maman juga percaya Keanu ingin menyelinap ke dalam pameran untuk
mencuri senjata yang dipamerkan.
Sial! Apakah semua orang di Villa Pedang Masyhur sesombong ini saat berbicara?
Keanu mengerutkan keningnya dan merasa sedikit tidak senang. Namun dia tetap tersenyum,
menatap Maman dan berkata, "Kamu adalah pengurus rumah tangga Villa Pedang Masyhur, bukan? Tolong
beritahu nonamu ada tamu yang datang berkunjung!" Ketika berbicara, Keanu sangat tidak berdaya.
Ketika dia berpisah dengan Violeta, Violeta pernah mengatakan jika Keanu datang berkunjung ke
rumahnya, dia pasti akan keluar dan menyambutnya secara pribadi.
Keanu tidak menyangka bahwa saat dia datang ke Villa Pedang Masyhur, dia akan diusir oleh
pengurus rumah dan penjaga gerbang. Jika dia tidak bisa masuk dan menemui Violeta, bagaimana dia bisa
meminta Violeta membantunya menemukan Gladys?
Eh?
Mendengar ucapan Keanu, Maman tertegun sesaat, kemudian mencibir, "Nak, apakah kamu tidak
mengerti bahasa manusia? Jangan kira aku tidak tahu kamu ingin masuk untuk mencuri senjata yang
dipamerkan. Beraninya kamu memanfaatkan nona kami sebagai alasan. Aku rasa kamu tidak tahu bertobat
sebelum diberi pelajaran." Selesai berkata, Maman melambaikan tangannya.
Wus!
Dalam waktu singkat, beberapa murid Villa Pedang Masyhur berjalan dengan cepat dan mengepung
Keanu.
Pada saat ini, banyak orang berkumpul di sekitar untuk menonton dan menunjuk-nunjuk Keanu.
"Bocah ini berani buat masalah di Villa Pedang Masyhur? Sudah bosan hidup dia."
"Iya, lihat saja bajunya. Dia pasti tidak diundang. Dia pasti ingin mencuri senjata mumpung banyak
orang."
"Tidak heran. Setiap senjata yang dibuat Villa Pedang Masyhur adalah senjata berkualitas tinggi. Siapa
yang tidak ingin memilikinya?"
Komentar demi komentar dilontarkan oleh orang-orang di sekitarnya dengan pandangan menghina.
Tidak satu pun yang bersimpati pada Keanu.
Sial!
Melihat adegan itu, Keanu merasa konyol sekaligus sedikit marah. Banyak sekali orang di dunia ini
yang memandang rendah orang lain.
"Hei, Nak!"
Melihat Keanu tidak bermaksud pergi, Maman marah dan berteriak, "Kamu tidak mau pergi juga ya?
Sepertinya jika kamu tidak diberi pelajaran, kamu tidak tahu seberapa hebatnya Villa Pedang Masyhur.
Tangkap dan siksa agar dia mengaku."
Wung.
Mendengar perintah Maman, beberapa murid Villa Pedang Masyhur meledakkan tenaga dalam
mereka dan bersiap untuk menyerang Keanu.
Sebenarnya agar tidak menarik perhatian umum, Keanu telah menyembunyikan tenaga dalamnya. Jika
tidak, murid-murid Villa Pedang Masyhur juga tidak akan berani sesembrono ini jika mereka merasakan
kekuatan Keanu yang sesungguhnya.
Melihat beberapa murid Villa Pedang Masyhur yang bergegas menyerangnya, Keanu tidak panik sama
sekali.
Murid-murid ini semuanya berada di level Grand Master. Keanu yakin dia bisa membuat mereka
semua terbaring di tanah hanya dalam waktu satu detik tanpa melukai mereka.
"Hentikan!"
Namun tepat ketika Keanu hendak bertindak, terdengarlah suara seorang wanita muda. Tak lama
kemudian, sesosok tubuh yang langsing berjalan keluar dari halaman.
Dia adalah Violeta.
Violeta sedang berada di halaman dan mengobrol dengan para tamu saat mendengar kerusuhan di
depan gerbang dan dia keluar untuk memeriksa situasi. Ketika dia melihat beberapa murid Villa Pedang
Masyhur mengepung Keanu, dia langsung berteriak untuk menghentikan mereka.
Saat ini Violeta belum melihat Keanu. Dia hanya tahu pameran pedang berhubungan erat dengan
nama baik Villa Pedang Masyhur. Jika mereka bertengkar dengan orang lain tanpa alasan yang kuat, hal itu
hanya akan membuat mereka menjadi bahan lelucon orang-orang. Dalam waktu singkat, orang-orang di
sekitar langsung heboh.
"Nona Violeta datang."
"Cantik sekali."
"Pantas menjadi wanita tercantik di Villa Pedang Masyhur."
Di tengah orang-orang yang berkomentar, banyak pria yang terpana melihat kecantikan Violeta.
Pada saat ini, Violeta mengenakan gaun berwarna kuning cerah, yang menampilkan sosoknya yang
molek dengan sempurna. Wajahnya cantik, dan rambutnya indah dengan jepit rambut mutiara. Sangat
menawan dan sulit dilukiskan dengan kata-kata.
Wow!
Pada saat ini, Keanu juga menatap Violeta sampai terbengong-bengong dan terkesiap diam-diam.
Astaga, apakah ini Violeta yang menyamar sebagai pria? Tidak disangka dia tampak begitu menawan
dan seksi dalam pakaian wanita.
Sebelumnya saat berada di Daratan Apokalips dan berpartisipasi dalam konferensi bela diri, Keanu
selalu melihat Violeta dalam pakaian pria karena jika Violeta mengenakan pakaian wanita untuk
berpartisipasi dalam konferensi, itu adalah sebuah kejahatan besar karena menipu kaisar dan bisa dihukum
mati.
Keanu pun tercengang saat melihat Violeta dalam pakaian wanita dan kecantikannya yang sangat
menawan.
Cantik! Benar-benar cantik.
"Nona!"
Pada saat ini, Maman berjalan cepat menyambut Violeta dengan wajah tersenyum, "Ada seorang
penyamun yang berusaha menyelinap ke dalam pameran pedang. Aku sedang berusaha mengusirnya."
Maman tidak lupa melirik Keanu dengan tatapan jijik saat berkata.
Violeta mengangguk dan berkata dengan lembut, "Meski begitu, jangan lakukan dengan kekerasan.
Ada banyak sekali tamu terhormat di sini, jangan sampai mempengaruhi mereka." Seraya berbicara, Violeta
melirik Keanu sekilas, dan tubuhnya gemetar seketika.
Apakah dia tidak salah lihat? Apakah itu Keanu? Apakah dia yang disebut penyamun oleh pengurus
rumah tangga?
Saat ini, Violeta sangat terkejut sekaligus gembira bukan main. Asal tahu saja, saat konferensi bela diri,
penampilan Keanu sangat luar biasa di setiap pertandingan, terutama pertandingan terakhir yang membuat
semua orang yang menonton terkagum-kagum.
Setelah itu, identitas Keanu pun terungkap, dan dia mengandalkan kekuatannya sendiri untuk
melawan banyak mandraguna kuat dari Keraton Apokalips, yang membuat Violeta benar-benar tercengang.
Dalam hati Violeta, Keanu adalah pahlawan yang berilmu tinggi dan serba bisa. Violeta bahkan
menganggap Keanu sebagai idolanya. Bisakah Violeta tidak gembira saat melihat Keanu saat ini?
Beberapa detik kemudian, Violeta bereaksi dan berjalan cepat mendekati Keanu. Wajahnya yang cantik
terlihat terkejut sekaligus bersinar, "Apakah kamu datang ke sini khusus untuk menemuiku?" tanyanya pada
Keanu. Violeta terlihat sangat gembira saat bertanya.
Keanu berasal dari Daratan Bumi Bulat. Dia tidak mungkin datang untuk berpartisipasi dalam pameran
pedang. Saat mereka berpisah terakhir kali, Keanu mengatakan bahwa dia akan datang berkunjung ke Villa
Pedang Masyhur saat memiliki kesempatan. Mungkinkah seseorang tidak gembira saat idolanya datang
berkunjung?
"Benar." Keanu tersenyum dan mengangguk. Tiba-tiba dia teringat sesuatu, mencondongkan
tubuhnya dan berbisik kepada Violeta, "Aku datang kemari selain untuk bertemu denganmu, ada sebuah hal
penting yang membutuhkan bantuanmu. Untuk berjaga-jaga, jangan ungkapkan jati diriku yang
sebenarnya."
Suaranya sangat kecil, sehingga hanya Keanu dan Violeta yang bisa mendengarnya. Ya, Keanu
berusaha menyembunyikan identitasnya, karena Keanu tahu Mandla pasti sedang mengejar-ejar dirinya saat
ini.
Violeta mengangguk dengan cepat, dan tersenyum seperti bunga, tidak bisa menyembunyikan
kegembiraannya.
Ini ….
Melihat pemandangan itu, semua orang di sekitar terhenyak dan menatap Keanu dengan terbengong-
bengong karena terkejut.
Anak ini ternyata benar-benar mengenal Nona Violeta ….
Pada saat ini, Maman bereaksi dan melihat Keanu dengan sorot mata yang rumit, serta merasa sedikit
tidak nyaman.
Gawat, tadi dia sudah berusaha mengusir pria ini. Apakah nona akan menyalahkannya?
"Maman!" Pada saat ini, Violeta menoleh untuk menatap Maman, dan berkata dengan datar, "Pria ini
adalah temanku, bukan penyamun. Lain kali jangan bertindak seperti ini lagi jika belum jelas situasinya."
Saat berkata, ekspresi Violeta terlihat tenang, tanpa adanya gejolak sedikit pun. Namun di dalam hati,
dia sedang berusaha menekan amarahnya.
Pengurus rumah tangga dan penjaga gerbang menjadi semakin tidak masuk akal mentang-mentang
bekerja dan mengandalkan prestise Villa Pedang Masyhur. Jika bukan karena Keanu enggan
mengungkapkan identitasnya, Violeta benar-benar ingin memarahi mereka.
“Baik, Nona!” Maman menyeka keringat di dahinya dan cepat-cepat mengangguk.
To be continue ...
Halo Sobat Novelme!
Terima kasih sudah membaca chapter ini, dijamin konfliknya makin seru lho!
Buat kalian yang menyukai novel ini, bisa vote, subscribe, komen review dan kasih hadiah ya supaya
author semangat up-nya.
Terima kasih^^
 Selanjutnya
 Daftar Isi
 Sebelumnya

PustakaTop Up

  Selanjutnya
 Daftar Isi

 Sebelumnya 
Hello, Mr. Presdir!Dari Berbagai Kelompok
Dari Berbagai Kelompok
Maman pun tersenyum pada Keanu, "Ternyata Anda adalah tamu terhormat. Mohon maaf, mohon
maaf."
Mulutnya berkata dengan penuh hormat, tapi sorot mata Maman tetap terlihat merendahkan saat
memandang Keanu.
Semua orang di Villa Pedang Masyhur tahu bahwa meski Violeta adalah nona besar, namun dia suka
bepergian dengan menyamar sebagai pria dan memiliki kepribadian yang ceria. Ke mana pun dia pergi, dia
akan mendapatkan banyak teman. Bisa dikatakan teman-teman Violeta berasal dari berbagai kalangan.
Pada saat ini, di mata Maman, meskipun pria ini adalah teman Nona, pria ini pasti bukan seseorang
dari latar belakang yang terpandang. Tadi dia telah bersikap sangat tidak hormat pada pria ini, namun nona
tidak menghukumnya, hanya menegurnya secara ringan.
Jika pria ini benar-benar tamu terhormat, mana mungkin nona memaafkannya semudah itu?
Pada saat yang sama, banyak orang di sekitar bereaksi dan tidak bisa menahan diri untuk
berkomentar.
“Dilihat sekilas saja, jelas pria itu tidak punya latar belakang, dia beneran teman nona Violeta?”
"Ya, kudengar Nona Violeta suka jalan-jalan dan menjalin pertemanan. Pria itu pasti cuma beruntung
saja bisa berkenalan dengan Nona Violeta."
"Sepertinya mulai sekarang aku harus lebih banyak mencari tahu tentang jadwal Nona Violeta. Saat dia
keluar lagi lain kali, aku juga akan bertemu dengannya secara tidak sengaja. Hahahahaha."
Seperti Maman, semua orang juga berpikir bahwa Keanu hanyalah orang kecil yang dikenal Violeta
saat berkelana di dunia bela diri.
Keanu mendengar komentar-komentar di sekitarnya dengan jelas, namun dia tidak mengindahkannya.
Meski Violeta adalah seorang perempuan, tapi dia memiliki kepribadian yang ceria dan tidak terlalu
peduli dengan gosip-gosip yang tidak penting. Saat ini, dengan gembira dia menarik Keanu, "Pameran
pedang akan segera dimulai, ayo kita ngobrol di dalam."
Terlepas dari apakah Keanu mencarinya untuk meminta bantuan maupun ada hal lainnya, adalah suatu
kehormatan bagi Violeta karena Keanu telah bersedia datang dan bertemu dengannya.
Bagaimanapun juga, Keanu adalah pahlawan yang terkenal di sembilan daratan.
“Baik!” Keanu tersenyum dan mengangguk, lalu masuk bersama Violeta.
Pada saat ini, aula di dalam sudah hampir penuh dengan para tamu. Yang datang adalah orang-orang
terpandang dari berbagai perguruan dan kelompok di Daratan Laut Kuning.
Wus!
Saat mereka melihat Violeta datang bersama seorang pria yang berpakaian biasa, mata semua orang
langsung tertuju pada Keanu.
Siapa pria ini? Pakaiannya sangat biasa, tapi disambut sendiri oleh Nona Violeta?
Namun kebanyakan orang tidak terlalu terkejut karena mereka semua tahu Violeta memiliki banyak
teman di dunia bela diri.
"Kamu bisa duduk di sini."
Violeta tidak mengindahkan pandangan orang-orang. Dia langsung menuju barisan kursi paling
depan, lalu menunjuk ke posisi di sebelahnya, sambil tersenyum pada Keanu. "Ini sebenarnya tempat duduk
adik sepupuku. Dia keluar karena ada urusan, jadi kamu duduklah di sini. Jika sebelumnya kamu
memberitahuku akan datang, aku pasti akan menyiapkan tempat duduk yang lebih baik untukmu."
Pada saat ini, wajah cantik Violeta penuh dengan ketulusan dan rasa hormat. Saat sosok seperti Keanu
datang ke pameran pedang, dia seharusnya duduk di kursi utama VIP.
"Haha." Keanu tersenyum, menggelengkan kepalanya dan berkata, "Nona Violeta tidak perlu
sesungkan ini. Duduk di mana pun sama saja bagiku."
Tujuan kunjungannya ke sini adalah menemukan Gladys, bukan untuk berpartisipasi dalam pameran
pedang. Duduk di mana pun tidak menjadi masalah.
Apa?
Melihat pemandangan itu, semua orang di aula kembali tercengang.
Ada apa ini?
Meskipun pria itu adalah teman Nona Violeta, tapi dia jelas bukan siapa-siapa. Mengapa dia bisa
diberikan tempat duduk di kursi VIP?
Selain itu, Nona Violeta dan pria itu tampaknya sangat dekat.
Awalnya para tamu di sekitarnya tidak terlalu memerhatikan Keanu, namun saat mereka melihat sikap
Violeta yang sangat hormat, mereka pun merasa penasaran dan bertanya-tanya.
Meskipun Keanu memiliki reputasi yang baik di sembilan daratan, dia belum pernah datang ke Daratan
Laut Kuning sebelumnya, sehingga orang-orang di Daratan Laut Kuning tidak mengenalnya.
“Eh?”
Akhirnya, saat semua orang sibuk berbisik-bisik, seorang pria tidak bisa menahan diri untuk berdiri.
Dia menilai Keanu dari atas ke bawah, dan bertanya dengan nada yang tidak ramah, "Teman, aku tidak
pernah melihatmu sebelumnya. Numpang tanya dari mana asalmu!"
Orang ini bernama Ananta Duma. Dia adalah kakak sepupu Violeta. Klan Duma di belakangnya adalah
keluarga mandraguna bergengsi di Daratan Laut Kuning, dan kekuasaan mereka sangat besar. Oleh karena
itu, sebagai tuan muda dari Keluarga Duma, Ananta memiliki perasaan superioritas yang tinggi.
Yang lebih penting lagi adalah Ananta telah menyukai Violeta sejak kecil. Saat melihat Violeta
membawa seorang pria berpakaian biasa duduk di sampingnya, apalagi Violeta juga berbincang-bincang
dengan akrab dan tertawa dengan pria itu, seketika Ananta merasa tidak senang.
Tatapan Ananta membuat Keanu kesal, namun dia tetap tersenyum dan menjawab, "Aku hanyalah
orang biasa yang berkelana di dunia bela diri. Beruntung bisa bertemu dan berkenalan dengan Nona
Violeta. Aku bukan siapa-siapa!"
Keanu tahu dengan menyembunyikan identitasnya, dia akan menemui banyak ketidaknyamanan.
Namun dia tidak punya pilihan lain. Sekarang Mandla sedang berusaha menaklukkan daratan lain, dan
membuat situasi di sembilan daratan menjadi sangat tegang. Sedangkan Keanu mengalahkan pasukan
Mandla di Daratan Awan Kidul, yang menyebabkan reputasi Mandla anjlok. Jika Mandla tahu Keanu datang
ke Daratan Laut Kuning sendirian, dia pasti akan mengirim seseorang untuk mencegat dan membunuhnya.
Oleh karena itu, Keanu memutuskan sebaiknya dia menyembunyikan identitasnya demi alasan
keamanan.
Begitu Keanu selesai berkata, Violeta langsung menimpali, “Benar, dia temanku."
Kakak sepupunya ini suka menindas orang-orang yang lebih lemah darinya sejak kecil. Violeta sangat
tidak menyukainya.
Teman?
Mendengar hal itu, Ananta dan semua orang di sekitar melihat Keanu dengan tatapan menarik!
“Hihi ….”
Salah seorang kakak sepupu Violeta tidak bisa menahan tawanya, "Dik Vio, teman macam apa dia?
Penampilannya terlihat seperti orang bodoh."
Pada saat ini, Ananta pun bereaksi. "Dik Vio, kita semua tahu kamu suka berteman dengan orang dari
berbagai kalangan. Tapi hari ini adalah pameran pedang Villa Pedang Masyhur yang sangat bergengsi.
Sebagai nona besar Villa Pedang Masyhur, kamu tidak bisa sembarangan membawa masuk kucing atau
anjing kemari karena akan mempengaruhi citra Villa Pedang Masyhur," cibirnya. Saat mengatakan ini,
Ananta melirik Keanu dengan jijik.
Pakaiannya sangat biasa, apa bedanya dengan kucing atau anjing? Mana pantas dia masuk ke
pameran pedang dan duduk di kursi VIP?
Kucing atau anjing?
Mendengar tiga kata itu, ekspresi Keanu sedikit berubah, namun dia hanya merasa sedikit menusuk
telinga, dan tidak terlalu peduli.
Jika sepuluh tahun yang lalu saat Keanu penuh dengan darah muda, dia pasti sudah tersinggung dan
marah besar.
Namun sekarang Keanu sudah lebih dewasa dan sudah melihat terlalu banyak orang seperti Ananta,
yang menilai orang berdasarkan penampilan luarnya. Jadi tidak perlu mengindahkannya.
Namun Violeta sontak merasa tersinggung mendengar ucapan kakak sepupunya itu. Dia langsung
berdiri dan memelototi Ananta, "Aku adalah nona besar Villa Pedang Masyhur. Dalam pameran pedang ini,
siapa pun yang kuperbolehkan duduk di sebelahku adalah hakku. Tidak perlu kamu urus!" bentaknya.
Violeta benar-benar gusar saat ini. Keanu adalah idolanya, tapi kakak sepupunya malah memanggil
Keanu dengan sebutan kucing atau anjing. Mungkinkah dia tidak marah?
Uh!
Ananta sangat malu karena ditegur adik sepupunya di depan semua orang sampai tidak bisa
berbicara.
Detik berikutnya, Ananta memaksa dirinya tersenyum dan berkata kepada Violeta, "Oh, aku cuma
bercanda. Mengapa kamu marah?"
Selesai berkata, Ananta duduk kembali di kursinya. Namun sorot matanya masih menatap Keanu
dengan sangat dingin.
Sial. Mengapa pria yang tak jelas asal-usulnya ini bisa begitu disukai oleh adik sepupunya? Ananta
membatin dengan tidak rela.
Para tamu di sekitarnya memandang Keanu dan tidak bisa menahan diri untuk berkomentar dengan
suara rendah.
"Nona Violeta terlalu sembrono. Bisa-bisanya dia membawa masuk orang yang tidak jelas."
"Ya, masa pria tanpa latar belakang malah ditempatkan di kursi VIP? Sungguh tidak pantas."
"Sudahlah. Ini urusan Villa Pedang Masyhur. Kita tidak perlu khawatir tentang hal itu."
Saat semua orang sedang sibuk membicarakan Keanu, terlihat seorang pria paruh baya yang
mengenakan jubah sutra berwarna hitam berjalan perlahan memasuki aula. Aura yang dipancarkan pria itu
sangat berwibawa.
Wow!
Begitu pria paruh baya itu muncul, semua tamu yang hadir sontak menyapa dengan hangat.
"Ketua Yonaz, sudah lama tidak bertemu!"
"Haha, Ketua Yonaz tidak berubah sama sekali."
"Ketua Yonaz, senjata ajaib apa lagi yang dibuat Villa Pedang Masyhur tahun ini? Cepat minta
muridmu perlihatkan kepada kami semua."
Para tamu sibuk menyapa dan mengungkapkan pujian kepada pria ini.
Ya, pria yang baru saja muncul adalah Pierre Yonaz, pemilik Villa Pedang Masyhur.
To be continue ...
Halo Sobat Novelme!
Terima kasih sudah membaca chapter ini, dijamin konfliknya makin seru lho!
Buat kalian yang menyukai novel ini, bisa vote, subscribe, komen review dan kasih hadiah ya supaya
author semangat up-nya.
Terima kasih^^
 Selanjutnya
 Daftar Isi
 Sebelumnya

PustakaTop Up

  Selanjutnya
 Daftar Isi

 Sebelumnya 
Hello, Mr. Presdir!Senjata-Senjata yang Bagus
Senjata-Senjata yang Bagus
Hoo!
Pada saat ini, Keanu memandang Pierre dan tidak bisa mengatakan apa pun dan hanya mengangguk
dalam diam.
Ini adalah tuan dari Villa Pedang Mahsyur, ayah Violeta? Pantas saja temperamennya tampak luar
biasa.
Pierre tersenyum dan melambai kepada semua orang.
Pada saat ini, Pierre juga memperhatikan Keanu. Melihat dia duduk di sebelah Violeta, mengenakan
pakaian biasa. Dia tahu bahwa Keanu adalah teman kenalan putrinya di daratan Bumi Bulat.
Pierre sangat menyayangi Violeta. Melihat bahwa Violeta telah memempersilahkan anak laki-laki biasa
di meja VIP, Pierre tidak peduli tentang itu.
Kemudian ketika dia tiba di stan di tengah aula, Pierre berdehem dan berkata dengan suara yang
sangat kuat. “Semua orang yang datang untuk berpartisipasi dalam kompetisi pedang hari ini. Aku adalah
Pierre, pemilik Villa Pedang Mahsyur.”
“Pada tahun lalu, Villa Pedang Mahsyur telah meningkatkan metode penempaan dan membuat
sejumlah senjata baru.”
Kata-kata itu jatuh, Pierre melambaikan tangannya dan tiba-tiba ada seorang murid, memegang pisau
panjang. Mereke perlahan berjalan dan meletakkannya di bilik tengah.
Wow!
Pada saat ini semua orang yang hadir, mata mereka berkumpul menjadi satu. Satu per satu tidak bisa
menyembunyikan getaran batin yang sedang mereka hadapi.
“Perkenalkan, yang pertama ini adalah senjata tingkat biru!”
“Ini adalah pedang yang terkenal. Pedang ini adalah yang pertama ditampilkan di kompetisi
pendekar pedang tahun lalu.”
“Tampaknya keterampilan pembuatang senjata Villa Pedang Mahsyur telah meningkat pesat.”
Banyak orang yang tidak bisa menahan diri untuk berseru. Mereka mulai menghargai dan mengagumi.
Senjata-senjata dunia ini terbagi dalam tujuh level, yaitu merah, oranye, kuning, hijau, biru, dan ungu.
Senjata dengan tingkatan yang terendah adalah tingkat merah dan yang tertinggi adalah ungu.
Senjata pertama yang ditampilkan pada konferensi pertunjukan pedang ini adalah dari peringkat
ringan. Itu tidak akan berhasil jika tidak dikagumi. Sebagian besar orang di sini menggunakan senjata
peringkat kuning. Jarang yang menggunakan senjata dengan peringkat hijau.
Hoo!
Pada saat ini, Keanu melihat pedang panjang peringkat biru dan juga diam-diam mengangguk setuju.
Senjata ini memang layak untuk terkenal, itu adalah senjata biru, luar biasa!
Namun, pedang biru panjang bukanlah apa-apa di mata Keanu. Jadi Keanu dengan cepat memulihkan
ketenangannya.
“Teman ini!”
Pada saat ini, Ananta berdiri dan tersenyum pada Keanu, “Hai bidak baru, kamu di sini untuk pertama
kalinya di Konferensi Apresiasi Pedang. Bagaimana dengan senjata pertama yang dipamerkan?”
Saat dia mengatakan ini, Ananta tersenyum, tapi ada sedikit ekspresi licik di matanya.
Orang biasa yang tak dikenal, seharusnya dia tidak memenuhi syarat untuk berpartisipasi dalam
Konferensi pedang ini. Namun sekarang dia bisa duduk di meja VIP dengan bantuan sepupunya.
Bagaimanapun juga Ananta akan berusaha membuatnya bodoh.
Huh!
Pada saat ini, semua orang di aula hanya fokus pada Keanu.
Para tamu ini awalnya kesal karena Keanu sedang duduk di meja VIP. Lalu saat ini mereka melihat
bahwa Ananta sengaja membuat masalah dengan anak ini. Tentu saja, mereka semua bersuka cita atas
kesenangannya.
‘Kamu!’
Keanu mengerutkan kening dan tidak bisa menahan gumaman di dalam hatinya. Orang bodoh ini,
mengidap penyakit otak.
‘Aku sama sekali tidak akrab denganmu, tetapi kamu berani menganggapku enteng?’
Berpikir tentang itu, Keanu melirik pisau panjang di rak layar dan berkata dengan ringan. “Pisau
panjang tingkat biru ini memiliki ujung yang tajam dan udara yang dingin. Itu layak dibuat oleh Villa Pedang
Mahsyur. Sangat bagus!”
Sejujurnya, Keanu terlalu malas untuk memperhatikan Ananta. Tapi demi menyelamatkan wajah
Violeta, Keanu sedikit merespons perkataannya.
Selain itu, apa yang dikatakan Keanu tidak bertentangan dengan niatnya. Pisau panjang peringkat biru
ini memang sangat bagus.
Tentu saja, untuk orang-orang di sini, senjata dengan tingkat biru ini sudah cukup bagus. Namun bagi
Keanu, ini bukan sesuatu yang istimewa. Lagipula, Keanu memiliki tombak kapak sakti. Pedang panjang
dengan tingkatan biru yang ada di depannya ini menjadi tidak terlalu berarti.
“Haha!”
Ananta mencibir dan memandang Keanu, tidak mampu menyembunyikan rasa jijik di hatinya. “Tentu
saja pedang ini bagus, tapi apakah kamu masih perlu membicarakannya? Senjata yang dibuat oleh Villa
Pedang Mahsyur semuanya adalah senjata berkualitas tinggi. Kamu belum pernah melihatnya sebelumnya,
bukan?”
Ananta tersenyum dan melanjutkan, “Ini baru permulaan. Ada senjata tingkat tinggi dan lebih baik di
belakang. Jangan mengedipkan matamu, jangan kaget dan jatuhkan dagumu, haha!”
Boom!
Suara itu jatuh, ada banyak tawa di sekitar dan banyak orang melihat Keanu dengan tatapan
mengejek.
“Benar, anak ini belum pernah melihat senjata sebagus ini. Tentu saja pedang panjang peringkat biru
itu langsung mengguncangnya.”
“Hehe, sepertinya kamu belum pernah melihat senjata bagus sebelumnya. Pedang panjang peringkat
biru ini dalam pameran, memiliki peringkat terendah. Benar-benar norak!”
“Benar! Dia adalah orang kampungan yang datang dari desa. Nona Violeta, bagaimana Anda bisa
berteman dengan orang seperti ini?”
Cibiran semua orang terus datang dan Keanu diam-diam mengerutkan kening.
Ya Tuhan!
Orang-orang ini sangat menarik, padahal Keanu ini mengatakan senjata ini bagus. Tapi kenaoa dia
malah diejek?
Setelah berpikir lagi, Keanu menyadari bahwa Ananta dengan sengaja mempermalukan dirinya. Tidak
peduli bagaimana dia menjawab barusan, dia punya alasan untuk mengejeknya.
Setelah memahami hal ini, Keanu tersenyum tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Keanu benar-
benar sudah terlalu malas untuk peduli. Melihat Keanu tidak menanggapi, Ananta mengira dia mati kutu
dan tersenyum lebih bangga.
Saat ini Violeta yang melihat perlakuan semua orang kepada Keanu. Alisnya langsung berkerut dan dia
berkata kepada Ananta. “Ananta, kamu benar-benar aneh! Padahal temanku sudah bilang kalau pedang ini
bagus. Tapi kamu masih tertawa, apa itu menarik untukmu?”
Violeta tidak pernah memanggil sepupunya ini. Karena dia memang tidak menyukai Ananta sejak dia
masih kecil.
“Aku hanya membicarakannya dengan santa dan tidak membuatnya seperti lelucon.” Ananta
bergumam dan duduk.
Saat ini, ada senjata baru yang muncul. Bisa dibilang bahwa Villa Pedang Mahsyur layak untuk menjadi
pembuat senjata terkenal di seluruh dunia. Senjata telah ditampilkan satu per satu, kebanyakan dari senjata
itu mempunyai model yang bagus. Kebanyakan dari senjata yang ditampilkan adalah berperingkat biru.
Setiap kali senjata ditampilkan, akan terdengar suara seru dan kekaguman di aula. Bahkan ada banyak
tamu yang ingin langsung berdiri, mata mereka tertuju ke depan. Mereka ingin mengambil senjata itu
secara langsung.
Namun setelah banyak senjata yang ditampilkan, belum ada yang membuat Keanu tertarik. Meskipun
senjata-senjata ini bagus, mereka tidak sebaik tombak kapak sakti.
“Nona Vio!”
Pada saat ini, mengambil keuntungan dari perhatian semua orang di sekitar mereka dan senjata yang
dipamerkan. Keanu tidak bisa menahan diri untuk tidak berbicara kepada Violeta. “Kunjungan ini benar-
benar mendadak, tetapi ada sesuatu yang membutuhkan bantuanmu.”
“Tolong beritahu aku.” Violeta mengangguk dengan serius.
Hoo!
Keanu menarik napas dalam-dalam dan menjelaskan situasi Gladys.
Di akhir pembicaraan, Keanu tampak serius dan berkata, “Aku benar-benar ingin mendapat kabar.
Akan banyak orang yang menyusahkanmu, jadi jangan bertindak gegabah. Katakan saja di mana dia.”
Gladys tidak memiliki ingatan masa lalunya dan Yudha selala mendoktrin Gladys. Hingga membuat
Gldys membenci semua hal yang dilakukan Keanu.
Dalam hal ini, Violeta harus berhati-hati agar tidak menimbulkan kecurigaan pada Gladys.
Mendengar ini, Violeta mengangguk dengan berat. “Oke aku mengerti, ketika konferensi pedang
tingkat rendah selesai. Aku akan mengirim orang untuk mencari tahu dan menemukannya untukmu
sesegera mungkin.”
“Terima kasih banyak,” kata Keanu sambil tersenyum, bersyukur.
Violeta ini tidak hanya cantik, tapi juga baik. Keanu sangat beruntung bisa mengenal teman yang
begitu baik.
“Baiklah!”
Pada saat ini Pierre berdiri di atas panggung dengan senyuman di wajahnya. Dia berkata dengan
keras, “Kalian semua, tiga senjata terakhir hari ini akan ditampilkan. Ketiga senjata ini adalah kebanggan
Villa Pedang Mahsyur. Pembuatan senjata ini membutuhkan waktu sepuluh tahun dengan usaha yang
telaten. Setelah pertunjukan hari ini, acara akan ditutup dan semua orang akan mencobanya.“
Suara itu jatuh dan ketiga murid, masing-masing memegang kotak kaThalithg halus. Mereka perlahan
berjalan ke peron.
Detik berikutnya, kotak kayu dibuka dan tiga senjata yang memesona ditampilkan di depan semua
orang.
Pada saat ini, semua orang yang hadir tidak bisa menahan napas. Keanu juga menoleh dan meliriknya
dan tercengang melihat tampilan ini.
Mereka melihat bahwa tiga senjata di peron adalah dua pedang dan satu pedang. Masing-masing
dibuat dengan indah dan di atas bilahnya, ada lingkaran cahaya samar yang mengalir, seperti air yang
berdeguk.
Lebih penting lagi, ketiga senjata ini semuanya memiliki peringkat ungu. Pangkat ungu adalah pangkat
tertinggi dan ini adalah senjata yang ajaib.
“Senjata yang bagus.” Beberapa detik kemudian, Keanu bereaksi dan tidak bisa menahan napas
dalam hatinya.
Vila pedang Mahsyur ini memang sangat pantas. Mereka telah mengeluarkan tiga senjata peringkat
ungu. Padahal senjata peringkat ungu sangat langka di daratan Kyuju dan memang sangat berharga.
Senjata ini biasanya hanya dimiliki oleh keluarga kerajaan. Sangat sedikit orang yang melihatnya digunakan
oleh mandraguna biasa.
To be continue ...
Halo Sobat Novelme!
Terima kasih sudah membaca chapter ini, dijamin konfliknya makin seru lho!
Buat kalian yang menyukai novel ini, bisa vote, subscribe, komen review dan kasih hadiah ya supaya
author semangat up-nya.
Terima kasih^^
 Selanjutnya
 Daftar Isi
 Sebelumnya

PustakaTop Up

  Selanjutnya
 Daftar Isi

 Sebelumnya 
Hello, Mr. Presdir!Mari Kita Membentuk Sebuah Aliansi!
Mari Kita Membentuk Sebuah Aliansi!
Pada saat ini, banyak orang di sekitar secara bertahap melambat dan tidak bisa menahan diri untuk
bertanya-tanya.
“Senjata tingkat ungu? Apakah aku tidak salah dengar?”
“Ya Tuhan, di sini ada senjata dengan peringkat ungu?”
“Vila Pedang Mahsyur ini benar-benar memiliki penempaan yang luar biasa, sangat mengagumkan.
Mereka bisa menampilka senjata dengan tingkat ungu.”
Dengan takjub, banyak orang memberi selamat kepada Pierre dengan kata-kata yang ke luar dari
mulut mereka. Satu per satu penonton tidak bisa menyembunyikan sanjungan dan rasa kagumnya.
Umumnya sebuah pedang peringkat ungu sudah terkenal dan telah diwariskan selama ribuan tahun.
Tetapi villa Pedang Mahsyur bisa membuat senjata dengan peringkar ungu hanya dalam waktu sepuluh
tahun.
Saat ini, semua orang yang hadir mencoba cara terbaik untuk menyanjung Pierre. Jika mereka memiliki
hubungan yang baik dengan Villa Pedang Mahsyur. Bukan sebuah hal yang mustahil, jika nanti mereka akan
mempunyai senjata dengan peringkat yang bagus.
Menghadapi ucapan selamat semua orang, Pierre tersenyum dan merasa sangat bahagia.
Pertunjukan pedang hari ini telah berakhir dan Villa Pedang mahsyur perlahan-lahan mulai unjuk gigi
di daratan Kyuju. Bukankah ini adalah hal yang cukup layak untuk membuatnya bahagia?
Hoo!
Pada saat ini, Keanu melihat ketiga senjata peringkat ungu itu dengan cermat dan mulai berpikir.
Villa Pedang Mahsyur ini telah menempa tiga senjata peringkat ungu hanya dalam sepuluh [Link]
dia bisa menang, dia pasti mempunyai asisten yang kuat.
Sebenarnya di Benua Awan Kidul, Keanu mengandalkan Si lembah hantu untuk menakut-nakuti
Mandla dan memaksanya mundur. Namun tampaknya ini menjadi damai hanya untuk saat ini saja.
Tapi Keanu tahu bahwa Mandla tidak akan berhenti di situ. Sekarang Si Lembah Hantu telah pergi, dia
harus melawan dua pasukan Mandla dalam jangka waktu cepat atau lambat. Jika tentaranya dipersenjatai
dengan senjata yang dilemparkan oleh Villa Pedang Mahsyur, efektivitas pertempuran mereka pasti akan
meningkat banyak.
Memikirkan hal ini membuat hati Keanu sangat bersemangat.
“Haha!”
Pada saat ini, Ananta menunjuk ke arah Keanu dan tertawa. “Lihat semuanya! Anak ini tampak bodoh
ketika dia melihat tiga senjata tingkat ungu, haha!”
Melihat Keanu menatap ketiga senjata peringkat ungu itu, dia terdiam dan berpikir. Ananta mengira
dia benar-benar ketakutan dan segera mencibir.
Suara itu jatuh dan ada banyak tawa di sekitarnya.
“Haha, aku benar-benar tidak tahu, tiga senjata peringkat ungu. Dia benar-benar terlihat konyol.”
“Tidak heran, jika bukan karena bantuan nona Violeta. Aku yakin dia tidak akan pernah melihat
senjata hebat semacam ini seumur hidupnya.”
“Nak, gunakan kesempatan ini untuk melihat lebih banyak. Aku khawatir, kamu tidak akan melihatnya
di masa depan, haha!”
Bahkan para pelayan di sekitar, tidak bisa menahan tawa.
Orang ini benar-benar dari pedesaan dan kampungan. Apakah dia belum pernah melihat dunia. Saat
baru melihat tiga senjata tingkat ungu, wajahnya benar-benar tampak bodoh.
Menarik!
Cibiran terus datang dan Keanu mengerutkan kening. Kekesalan yang dia rasakan saat ini hampir tak
tertahankan.
Ya Tuhan!
‘Ananta, pria bodoh ini! Kenapa dia harus menanggunguku lagi dan lagi. Namun aku tetap harus
menjaga satu inci.’
“Kalian!”
Violeta juga menginjak kakinya dalam kemarahan, tubuhnya yang halus gemetar. Tersirat sedikit
kemarahan di wajahnya yang lembut.
Kelompok orang ini terlalu membosankan dan sengaja meremehkan Keanu. Apakah menyombongan
diri seperti itu, menjadi hal yang menarik untuk dilakukan?
Jika mereka tahu bahwa orang yang mereka cemooh adalah Keanu. Mandarguna dari Duwara Firdaus
yang terkenal. Mereka tidak akan bisa tertawa sama sekali.
“Boom!”
Tepat ketika semua orang mentertawakan Keanu, tiba-tiba gerbang vila langsung dihancurkan oleh
kekuatan yang sangat kuat.
Kemudian seorang murid dari Villa Pedang Mahsyur berlari dengan panik. Dengan nafas yang
terengah-engah dia berkata kepada Pierre. “Oh, tidak ketua! Ada seseorang menerobos dengan paksa dan
melukai beberapa murid kita.”
Apa?
Setelah mendengar ini, ekspresi Pierre berubah dan dia terkejut sekaligus marah.
Siapa yang begitu berani masuk ke dalam Villa pedang Mahsyur dengan cara yang tidak beradab
seperti itu?
“Pergi, pergi dan lihat!”
Wajah Pierre suram dan dia berkata, buru-buru keluar. Kemudian para tamu yang hadir dengan cepat
mengikuti.
Keanu mengerutkan kening dan berjalan ke luar.
Begitu dia tiba di gerbang, dia melihat puluhan ribu orang mengelilingi Vila Pedang Mahsyur itu.
Semuanya berpakaian hitam, memegang pisau panjang dengan napas yang kuat dan tak terhentikan.
Dipimpin oleh seorang pria tampan dengan jubah putih dan kipas lipat di tangannya. Fitur wajahnya
tampan dan tegas, tetapi ada roh jahat di antara alisnya.
Merasakan kekuatan pria tampan ini, semua orang yang hadir tidak bisa menahan napas.
Melintasi kesengsaraan?
Napas yang mengerikan membuat orang-orang di bawah tekanan tidak bisa bernapas. Pierre terkejut
dan dia buru-buru melangkah maju dan bertanya. “Siapa di sini? Mengapa kamu memaksa masuk ke Villa
Pedang Mahsyur saya
Pria itu tersenyum tipis dan tidak berkata apa-apa.
Saat berbicara, pria berbaju hitam melihat sekeliling penonton dan berkata dengan dingin.
“Perguruan Sanata Angkara telah mengajarkan banyak hal. Namun tujuannya saat ini hanya Villa Pedang
Mahsyur. Jika kalian tidak mau meyerahkannya, itu berati kalian berani menanggung semua risikonya
sendiri!”
Suaranya keras dan nyaring, menyebar ke seluruh vila pedang mahsyur. Suaranya benar-benar
terdengar sangat bangga.
Apa?
Setelah mendengar ini, semua tamu gemetar dan menatap pria cantik itu dengan tatapan kosong. Ada
ketakutan yang tak dapat terkatakan di mata mereka.
Siapa pria ini? Apakah dia Thalith Sabhara, pemimpin dari Perguruan Sanata Angkara?
Perguruan Sanata Angkara adalah organisasi paling misterius di Daratan Laut Kuning. Perguruan ini
baru diwariskan selama dua ratus tahun, tetapi sudah berkembang pesat. Murid-muridnya tersebar di
seluruh Daratan Laut Kuning. Mereka sangat kuat dan tak terkalahkan.
Perguruan Sanata Angkara ini bisa bertindak baik dan jahat. Terutama pemimpinnya Thalith, dia
adalah orang yang paling misterius. Naga itu melihat kepala tetapi bukan akhir.
Hampir tidak ada yang pernah melihat Thalith selama ini. Dikabarkan bahwa dia memiliki makhluk
yang liar dan sulit diatur. Kepribadian dan sifatnya sangat keras dan pedas.
Sepuluh tahun yang lalu, beberapa murid dari Perguruan Rakabuming minum di sebuah kedai.
Kemudian mereka berbicara tentang Thalith dan mengatakan sesuatu yang tidak boleh dikatakan. Thalith
tahu tentang hal itu dan dia langsung menghancurkan Perguruan Rakabuming.
Tiga tahun lalu, ada yang mengembangkan senjata tersembunyi baru. Thalith tahu bahwa nama
senjata tersembunyi itu diambil dari namanya dan melanggar pantangannya. Jadi dia juga langung
mengancurkan perguruan yang membuat senjata itu.
Selama ini sudah ada beberapa perguruan yang Thalith hancurkan.
Hal-hal ini telah menyebar di seluruh Daratan. Perguruang Sanata Angkara juga telah dianggap
sebagai perguruang sihir oleh orang-orang di daratan Laut Kuning. Nama Thalith, semakin lama juga
semakin terkenal.
Dan hari ini, iblis yang begitu menakutkan telah datang ke Villa Pedang Mahsyur?
Hoo!
Untuk sementara, semua tamu yang hadir segera bereaksi. Mereka langsung mundur ke samping dan
berpisah dari Villa Pedang Mahsyur.
Tidak peduli apa tujuan Thalith datang ke Villa Pedang Mahsyur, keberadaan seperti itu akan berarti
kematian jika dia mencoba unrtuk memprovokasi .Tidak ada yang ingin ikut campur dengan urusan ini.
Hoo!
Melihat adegan ini, Keanu tidak bisa menahan cibiran diam-diam.
Ya Tuhan! Sekelompok penjahat yang hanya mencari keuntungan ini, mereka hanya bisa menghargai
senjata. Tetapi sekarang vila pedang Mahsyur itu dalam masalah, mereka pasti akan segera menyelesaikan
masalah ini.
Di permukaan, mereka semua adalah karakter dengan sikap sombong. Tetapi kenyataannya, mereka
semua adalah orang munafik.
Berpikir tentang hal ini membuat mata Keanu tertuju pada Thalith.
Pemimpin dari Perguruan Sanata Angkara, Thalith?
Bukankah ini hal buruk?
Dia benar-benar sudah menakuti penjahat ini satu per satu?
“Master Thalith!”
Pada saat ini, Thalith menunjukkan sedikit senyum dan berkata kepada Pierre. “Kamu tidak perlu
panik, aku ada di Villa Pedang Mahsyur, bukan untuk merepotkanmu. Tetapi untuk bekerja sama
denganmu.”
Kerja sama?
Setelah mendengar ini, mata Pierre berkedip dan dia tanpa sadar bertanya, “Kerja sama apa?”
Thalith mengulurkan kipas lipatnya dan melambai beberapa kali di depannya. Dia mengambil postur
tubuh yang santai dan perlahan berkata. “Villa Pedang Mahsyur adalah ahli dalam menempa senjata. Villa
Pedang Mahsyur ini ini telah terkenal sejak lama. Saya datang ke sini hari ini dengan ketulusan hati saya.
Villa Pedang Mahsyur adalah sekutu.”
Sambil berbicara, Thalith melanjutkan, “Aku dengar bahwa vila pedang mahsyurmur, ini telah
melemparkan tiga senjata peringkat ungu dengan kualitas luar biasa. Setelah kita membentuk aliansi, tiga
senjata peringkat ungu ini akan diserahkan kepadaku.”
“Di masa depan, vila pedang Mahsyurmu ini akan melemparkan sejumlah senjata tingkat biru untuk
pengajaran suara ajaib setiap tahun. Sebagai gantinya, gereja suara ajaib kami akan berfungsi sebagai
pendukung vila pedang mahsyurmu.”
“Aku berjanji, selama aku berada di Perguruan Sanata Angkara. Tidak akan ada seorang pun di
daratan Laut Kuning. Kekuatan apa pun, tidak akan berani menggertak vila pedang mahsyur.”
Ketika dia mengatakan ini, Thalith terlihat santai, tetapi tubuhnya dipenuhi dengan aura yang kuat dan
nadanya tidak diragukan lagi.
Apa?
Mendengar ini, Pierre dan murid dari Villa Pedang Mahsyur sangat marah.
Menyerahkan tiga senjata peringkat ungu dan menempa sekumpulan senjata peringkat biru untuk
mereka setiap tahun?
Di mana aliansi ini? Jelas sekali perampokan!
To be continue ...
Halo Sobat Novelme!
Terima kasih sudah membaca chapter ini, dijamin konfliknya makin seru lho!
Buat kalian yang menyukai novel ini, bisa vote, subscribe, komen review dan kasih hadiah ya supaya
author semangat up-nya.
Terima kasih^^
 Selanjutnya
 Daftar Isi
 Sebelumnya

PustakaTop Up

  Selanjutnya
 Daftar Isi

 Sebelumnya 
Hello, Mr. Presdir!Membuat Villa Pedang Mahsyur Menjadi Lautan Darah?
Membuat Villa Pedang Mahsyur Menjadi Lautan Darah?
“Tuan Thalith Sabhara!”
Akhirnya, Pierre bereaksi dan memandang Thalith dengan tenang. “Kebaikanmu sungguh sangat
bermakna tuan. Villa pedang mahsyurku ini telah diturunkan selama ribuan tahun dan saya tidak pernah
memiliki musuh. Jadi saya tidak perlu Perlindungan dari Perguruan Sanata Angkara. Jadi kita juga tidak perlu
untuk membuat sebuah aliansi.”
Pierre sopan saat mengatakan ini, tapi matanya bersinar dengan tekad.
Ketiga senjata peringkat ungu itu adalah upaya melelahkan dari Villa Pedang Mahsyur selama sepuluh
tahun terakhir. Bagaimana mereka bisa menyerahkannya begitu saja ke Perguruan Sanata Angkara?
Selain itu Villa Pedang Mahsyur adalah perguruan yang otentik. Bagaimana mereka bisa membuat
aliansi dengan perguruan yang magis. Lagipula bukankah semua orang menghindari aliansi dengan
perguruan magis?
Haha!
Mendengar ini, mulut Thalith meringkuk dan menatap Pierre sambil tersenyum sombong. “Tuan
Pierre, aku telah berkata dengan sangat jelas dan datang dengan ketulusan. Jika kamu tidak mau
menerimanya. Jangan salahkan, jika ada sesuatu yang akan terjadi kepadamu.”
“Kamu!”
Pierre gemetar, menunjuk ke arah Thalith, dia benar-benar terlalu marah untuk berbicara.
Semua yang dia lakukan hanyalah merampok!
Pada saat ini, Violeta tidak bisa menahannya, kemudian berjalan keluar dan berteriak pada Thalith.
“Ajaran magis anda terlalu terkutuk, mengapa kita harus menyerahkan senjata dari Vila Pedang Mahsyur?
Kamu terus berkata bahwa dia akan datang dengan ketulusan. Namun kamu hanya merampok senjata
kami!”
Thalith mencibir.
Pada saat ini, seorang pria berkulit hitam di sebelah Thalith berjalan ke luar dan berkata dengan
dingin. “Pierre, hari ini pemimpin kita ada di sini. Seharusnya kamu cukup bangga, karena kamu diajak
dengan cara yang baik.”
“Namun ternyata kamu tidak tahu bagaimana memuji, bahkan jika kamu tidak setuju dengan aliansi
ini. Tiga senjata peringkat ungu itu, harus kamu serahkan kepada kami. Jika tidak, hari ini vila pedang
mahsyurmu ini akan menjadi lautan darah.”
Membuat Villa Pedang Mahsyur menjadi lautan darah?
Mendengar kalimat terakhir ini, banyak tamu yang mundur dan semua gemetar di dalam hati
[Link] wanita yang hadir gemetar ketakutan dan menjadi pucat. Bahkan para murid dari Villa
Pedang Mahsyur merasa lebih ketakutan.
Jika kekuatan lain yang mengatakan hal ini, murid Villa Pedang Mahsyur hanya akan menganggapnya
sebagai lelucon.
Tetapi Perguran Sanata Angkara berbeda, orang-orang ini sangat terkenal dengan kekuatannya yang
mumpuni.
Hoo!
Melihat adegan ini, Keanu juga diam-diam mengerutkan kening.
Pria bernama Thalith ini gila, dia hanya membawa belasan anak buahnya dan mengancam akan
menumpahkan darah ke Villa Pedang Mahsyur?
“Lancang!”
Pada saat ini, sosok tampan bergegas ke luar dari kerumunan dan meneriaki Thalith.
Mereka melihat pria ini, berusia sekitar dua puluh lima tahun. Pria ini mengenakan gaun emas pucat,
memegang pedang panjang. Pria tampan dan bergaya, penampilannya pun tampak luar biasa. Itu adalah
saudara laki-laki Violeta, Vincent.
Vincent adalah master bela diri tingkat keempat. Dia adalah putra tertua dan cucu tertua Keluarga
Yonaz dari vila pedang mahsyur. Bahkan dia adalah pria terbaik di antara generasi muda Keluarga Yonaz.
Amarah Vincent sudah memuncak sama seperti ayah dan adiknya. Saat mendengar Perguaruan Sanata
Angkara mengatakan hal itu, mana mungkin Vincent bisa tetap diam?
“Thalith.”
Pada saat ini, Vincent menatap Thalith dengan seksama dan berteriak. “Kamu mengajarkan hal-hal
magis, kamu melakukan banyak kejahatan di dunia ini. Lalu sekarang kamu membuat masalah di Konferensi
Pedang?”
“Apa kamu benar-benar berpikir bahwa Villa Pedang Mahsyur, adalah tempat yang bagus untuk
penindasan? Hari ini, aku akan bertindak untuk Surga. Aku akan menyingkirkanmu!”
Suara itu jatuh dan Vincent langsung naik ke langit!
Aura yang kuat meledak dari tubuh Vincent. Dengan pedang panjang di tangannya, sinar yang
menyilaukan meledak. Itu menembus hati Thalith dan udara yang ada di sekitarnya langsung terdistorsi.
Momentumnya benar-benar luar biasa.
Pedang panjang Vincent adalah senjata tingkat biru, senjata bagus yang dibuat oleh vila pedang
mahsyur. Pedang ini benar-benar tajam.
Hoo!
Pada saat ini, semua orang di sekitar berkeringat saat melihat Vincent. Mereka tidak memuji tindakan
Vincent. Sebaliknya, mereka semua diam-diam menggelengkan kepala.
Tuan muda dari villa pedang mahsyur ini benar-benar impulsif. Bahkan jika dia memiliki pedang tajam
di tangannya, dia tidak bisa menjadi lawan Thalith.
Bagaimanapun, Thalith sudah mempunyai murid di seluruh daratan. keberadaannya sangat
menakutkan.
“Vincent, jangan impulsif” Pada saat ini, ekspresi Pierre juga berubah dan mencoba unutk
menghentikann ankany. Tapi usahanya masih satu langkah lebih lambat.
Melihat Vincent menyerang, Thalith tampak menghina.
Melihat kekuatan internal Thalith meledak, udara di sekitarnya langsung berputar. Kemudian dengan
gelombang cahaya dari kipas lipat di tangannya, sebuah tameng pelindung langsung memblokirnya.
Boom!
Ketika pedang panjang bertabrakan dengan tameng pelindung. Mereka semua melihat bahwa tameng
pelindung ini tidak rusak sama sekali. Tetapi Vincent mendengus dan terkejut di udara. Dia terbang 100
meter penuh dan akhirnya menabrak pilar sebelum dia jatuh dengan keras.
“Engah!”
Saat dia mendarat, wajah Vincent sangat pucat, seteguk darah muncrat dan dia pingsan!
Melihat pemandangan ini, entah itu murid Villa Pedang Mahsyur atau para tamu di sekitar. Mereka
tidak bisa tidak menghirup udara dengan bebas!
Satu gerakan? Itu hanya trik yang mengejutkan Vincent!
Kekuatan Thalith terlalu menakutkan, bukan?!
“Kakak!” Melihat kejadian ini, tubuh Violeta gemetar dan tidak bisa menahan diri untuk berseru.
Kulit Pierre berubah, ekspresinya sangat jelek dan ledakan amarah muncul di dalam hatinya. Thalith ini
sangat sombong sehingga dia menyakiti putranya di depan umum.
“Tuan Pierre.” Thalith menunjukkan senyuman sambil mengguncang kipas lipat dengan ringan.
Kemudian dia melanjutkan berbicara dengan ekspresi santai. “Aku akan membujukmu, lebih baik bekerja
sama dengan Perguruan Sanata Angkara kami. Jika kamu terlalu keras kepala, itu tidak akan berhasil. Tidak
akan ada gunanya. “
Segera, Thalith melirik Vincent yang pingsan. “Aku baru saja berbelas kasihan, jika tidak, Vincent pasti
sudah berada pada ambang batasnya.”
Sial!
Pierre mengepalkan tinjunya, ekspresinya suram dan kusut.
Villa Pedang Mahsyur tidak pernah takut pada suatu hal. Tetapi kekuatan Thalith terlalu kuat. Jika dia
benar-benar ingin bertarung, bahkan jika Thalith terpaksa mundur, Villa Pedang Mahsyur pasti akan
mengalami kerugian yang besar.
Namun jika menyetujui permintaan Thalith, pamor Villa Pedang Mahsyur akan hancur.
“Paman!”
Pada saat ini, Ananta di sampingnya tidak bisa membantu tetapi berteriak pada Pierre. “Atau Anda
bisa setuju dengan Tuan Thalith. Lebih baik kita bekerja sama dengan Perguruan Sanata Angkata. Apakah
paman sampai hati melihat Vila Pedang Mahsyur berubah menjadi lautan darah?”
Ketika berbicara tentang ini, Ananta tampak cemas, tetapi matanya berkedip dan tidak menatap Pierre.
Ya, meskipun Ananta adalah anggota Villa Pedang Mashyur. Tapi dia bergabung dengan Pergaruan
Sanata Angakara sejak setahun yang lalu. Setahun yang lalu, Ananta secara tidak sengaja memprovokasi
orang-orang untuk bergabung dengan Perguruan Sanata Angkara. Diam-diam dia melakukan sesuatu untuk
Thalith. Tidak ada yang tahu tentang ini.
Konferensi Pedang hari ini, Ananta-lah yang melakukan tanggapan internal untuk memberikan
petunjuk kepada Yu Wen Yan. Jika tidak, Yu Wen Yan tidak akan datang secara kebetulan, hanya ketika tiga
senjata peringkat ungu ditampilkan.
Namun, sebelum Ananta selesai berbicara, dia diganggu oleh Violeta.
“Diam!” Wajah Violeta memerah dan sangat marah. Dia menunjuk ke Ananta dan memarahi. “Kita
adalah bagian dari Vila Pedang Mahsyur.”
Saat berbicara Violeta menoleh dan berteriak pada Pierre. “Ayah, orang-orang di Perguruan Sanata
Angkara ini tidak baik. Saya khawatir jika ayah setuju, mereka akan memperlakukan kita dengan semena-
mena. Jangan ragu-ragu! Kita harus bertarung dengan mereka!”
Beberapa kata dari Violeta ini membangkitkan semangat dan menginspirasi.
Hoo!
Keanu menarik napas dalam-dalam dan menatap Violeta dengan cermat. Matanya penuh dengan
persetujuan.
Pierre benar-benar tidak menyangka, jika putrinya menjadi begitu tegas dan berani.
Walaupun Ananta adalah seorang pria, tapi dia tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan Violeta.
To be continue ...
Halo Sobat Novelme!
Terima kasih sudah membaca chapter ini, dijamin konfliknya makin seru lho!
Buat kalian yang menyukai novel ini, bisa vote, subscribe, komen review dan kasih hadiah ya supaya
author semangat up-nya.
Terima kasih^^
 Selanjutnya
 Daftar Isi
 Sebelumnya

PustakaTop Up

  Selanjutnya
 Daftar Isi

 Sebelumnya 
Hello, Mr. Presdir!Tidak Ada Satu Pun yang Tersisa
Tidak Ada Satu Pun yang Tersisa
Setelah mendengar apa yang dikatakan Violeta, ekspresi Pierre menjadi tegas. Melihat Thalith tanpa
rasa takut, “Jangan bicara omong kosong! Villa pedang mahsyur kami tidak akan bekerja sama
denganmu.”
“Bagus! sangat bagus!”
Thalith tersenyum dan mengangguk, lalu wajahnya menjadi dingin. “Segera ambil senjatanya, dan
binasakan seluruh orang di Villa Pedang Mahsyur, jangan sisakan satu orangpun!”
“Baik!”
Suara jatuh dan puluhan ribu murid Perguruan Sanata Angkara yang ada di belakangnya, meledakkan
kekuatan internal mereka. Tanpa berbicara omong kosong, mereka langsung bergegas menuju kerumunan
murid Villa Pedang Mahsyur.
“Apa!”
Pada saat itu, tidak ada yang bereaksi dan hanya sedikit teriakan yang terdengar. Banyak murid dari
Villa Pedang Mahsyur tidak punya waktu untuk bereaksi, dan mereka langsung jatuh ke tanah.
Murid Perguruan Sanata Angakara ini, mereka sangat kuat. Banyak murid dari Perguruan Sanata
Angkara yang sudah menjadi master, jadi mana mungkin murid dari Villa Pedang Mahsyur bisa
mengalahkan mereka?
“Kalian!”
Pierre kaget dan marah, seluruh tubuhnya gemetar!
Thalith ini terlalu kejam, saat mengatakan bahwa dia akan melakukannya. Dia tidak memberi
kesempatan pada Villa Pedang Mahsyur untuk bereaksi.
Thalith mencibir, dengan wajah muram. “Tuan Pierre, aku sudah memberimu sebuah kesempatan
sekarang. Namun kamu tidak memiliki pemahaman yang baik tentang itu. Jadi saat ini siapa yang bisa
disalahkan?
“Apa?”
Ada teriakan lain dan lebih dari selusin murid dari Villa Pedang Mahsyur dibunuh secara brutal!
Melihat pemandangan ini, tubuh halus Violeta gemetar dan berteriak keras. “Kalian iblis, mengapa
kami harus memberimu senjata kami? Kamu secara terang-terangan telah merenggut dan membunuh
orang-orangku, apa surga menjadi alasanmu?”
Pada saat ini, Violeta tidak menyangka bahwa sikap Thalith begitu sengit. Sehingga dia akan langsung
bertindak jika dia tidak setuju.
Thalith mencibir.
“Iblis akan mati!”
Pada saat ini, Pierre akhirnya tidak bisa menahannya dan dia meraung. Tangannya memegang pedang
panjang dan bergegas langsung ke arah Thalith!
Pierre tahu bahwa jika dia tidak berjuang keras hari ini, Villa Pedang Mahsyur benar-benar akan
dihancurkan. Hanya dengan bekerja keras, masih ada secercah harapan!
“Bunuh!”
Pada saat ini, murid-murid dari Villa Pedang Mahsyur langsung merespons. Kemudian mereka
mengeluarkan senjata. Hanya saja kekuatan sisi musuh terlalu besar dan dalam sekejap mata, banyak anak
dari Villa Pedang Mahsyur jatuh satu per satu.
Dentang! Dentang! Dentang!
Dalam waktu singkat, suara senjata bertabrakan, menderu dan membunuh. Surara itu bergema di
seluruh Villa Pedang Mahsyur.
Hoo!
Melihat pemandangan ini, para tamu yang mundur ke sekitar villa, semuanya memiliki ekspresi yang
rumit. Mereka mengkhawatirkan keselamatan dari Villa Pedang Mahsyur.
Villa Pedang Mahsyur berani terlibat dengan Perguruan Sanata Angkara, siapa yang tidak takut akan
hal ini?
Aku pergi!
Pada saat ini, Keanu mengerutkan kening dan dia sangat cemas.
Bagaimana dia akan mengatasi ini?
Apakah Keanu bisa menolong?
Namun jika dia menolong, identitasnya pasti akan langsung terungkap
Lupakan saja, mari kita amati sebentar.
Thalith perlahan menepi dan diam-diam, menatap situasi di depannya.
Dalam perkelahian itu, Violeta juga menghunus pedangnya.
Melihat banyak murid keluarga tergeletak di genangan darah, Violeta sedih dan cemas. Kemudian
berteriak pada banyak tamu yang berada tidak jauh dari situ. “Semua orang! Ajaran magis dari Perguruan
Sanata Angkara, benar-benar merusak! Jadi tolong bantu kami, untuk memberantas kejahatan mereka.
Tidak banyak orang yang dipimpin oleh Thalith, selama tamu-tamu di sekitarnya membantu pasti akan
dipukul mundur.
Namun demikian.
Mendengar teriakan Violeta, para tamu yang tidak jauh menonton pertandingan saling memandang.
Namun tidak ada dari mereka yang datang untuk membantu.
Perguruan Santa Angkara memang sangat kuat dan Thalith akan membunuh siapa pun yang
memprovokasi mereka. Dalam hal ini, siapa yang berani datang dan membantu akan menemui ajalnya.
Melihat adegan ini, Violeta langsung putus asa.
Huh!
Mata Pierre merah darah dan dia menatap Thalith. “Thalith, apakah kamu ingin menghancurkan Villa
Pedang Mahsyur milikku? Aku khawatir kamu tidak memiliki keterampilan seperti itu, ayolah!”
Wajah Pierre tidak takut dan setelah raungan itu, dia langsung bergegas.
Pertempuran berlangsung semakin sengit dan kekuatan kedua belah pihak terlalu berjauhan. Namun,
para murid dari Villa Pedang Mahsyur saat ini sedang berjuang.
Ada bau darah di udara dan sepertinya mengembun menjadi kabut berdarah.
Dalam sepuluh menit, murid-murid dari Villa Pedang Mahsyur hampir setengahnya sudah tumbang
tak berdaya. Sedangkan sisanya masih melawan mati-matian agar tetap bisa bertahan hidup.
“Kalian akan mati!”
Pierre meraung, menampar telapak tangan dengan keras dan mengguncang beberapa murid
Perguruan Sanata Angkara yang ada di depannya. Dia melihat sekeliling dan melompat dengan marah.
Dia melihat bahwa murid-murid Villa Pedang Mahsyur sudah mati, terluka dan darah hampir
mengotori tanah menjadi merah.
“Bahkan jika Villa Pedang Mahsyur dihancurkan hari ini, aku akan mati bersamamu!” Suara dingin ke
luar dari mulut Pierre.
Detik berikutnya, Pierre melompat ke udara dan mengangkat tangannya! Sebuah kekuatan internal
yang kuat meledak dan di tengah udara, semburan aura langit dan bumi dengan cepat berkumpul di
pedangnya.
“Pedang itu menghancurkan langit!”
Mata Pierre berwarna merah darah, dia hampir meraung dan pedang di tangannya diarahkan kepada
murid Perguruan Sanata Angkara.
“Boom!”
Bayangan pedang yang besar dan menakutkan, merobek langit malam, menebas dengan keras!
“Apa?!”
Dalam waktu singkat, di bawah pemboman bayangan pedang besar itu. Ratusan murid Perguruan
Sanata Angkara menjerit dan jatuh ke dalam genangan darah satu per satu.
Pedang menerobos langit adalah keterampilan seumur hidup milik Pierre!
Apa ini?
Melihat adegan ini, Thalith yang saat ini berada di udara, matanya bersinar dengan serius.
Kekuatan Pierre saat ini benar-benar mengguncang!
Thalith berpikir bahwa dia dapat dengan mudah mengendalikan situasi hari ini. Kemudian
mendapatkan tiga senjata peringkat ungu. Tetapi dia tidak menyangka bahwa Pierre mati-matian melawan
dan membunuh begitu banyak anak buahnya dalam sekejap mata.
Tidak bisa ditunda lebih lama lagi, dia harus melakukan pertarungan cepat.
Berpikir tentang itu, mata Thalith berkedip dan dia mengunci Violeta.
“Tahan Pierre.” Suara dingin keluar dari mulut Thalith.
Mendengar perintah Thalith, banyak murid dari Perguruan Anata Sangkar. Memusatkan mata mereka
ke arah Pierre dan melolong bergegas.
Huh!
Pada saat ini, Thalith tidak ragu-ragu, sosoknya melintas dan telapak tangan menghantam Violeta.
Kecepatan telapak tangan ini benar-benar luar biasa. Violeta tidak bisa menghindarinya, saat itu ia
hanya bisa menggunakan kekuatan internalnya. Jadi dia hanya menyambutnya dengan telapak tangan.
Boom!
Kedua telapak tangan bersentuhan dan ada getaran yang tumpul. Pada saat ini, tubuh Violeta mundur
beberapa langkah, wajahnya langsung muram!
Thalith kuat, Violeta sama sekali bukan lawannya dan Thalith telah berbelas kasihan. Jika tidak, Violeta
mungkin sudah kehilangan nyawanya.
Violeta hanya merasa dadanya pengap, jadi dia menstabilkan tubuhnya. Kemudian menatap Thalith
dengan kaget dan marah.
Thalith ini terlalu menakutkan.
Thalith terkekeh, tanpa berbicara omong kosong. Kemudian bergegas dengan cepat mengangkat
tangannya dan mengetuk dua kali titik akupunktur Violeta.
Dalam waktu singkat, tubuh Violeta menegang dan tidak bisa menggerakkan satu gerakan pun. Thalith
mencubit leher Violeta.
Melihat adegan ini, wajah Pierre berubah drastis dan dia berteriak. “Jangan sentuh putriku!”
Sambil berteriak, Pierre ingin datang dan membantu Violeta. Tetapi saat ini ada terlalu banyak murid
Perguruan Sanata Angkara di depannya dan dia tidak bisa terburu-buru.
To be continue ...
Halo Sobat Novelme!
Terima kasih sudah membaca chapter ini, dijamin konfliknya makin seru lho!
Buat kalian yang menyukai novel ini, bisa vote, subscribe, komen review dan kasih hadiah ya supaya
author semangat up-nya.
Terima kasih^^
 Selanjutnya
 Daftar Isi
 Sebelumnya

PustakaTop Up

  Selanjutnya
 Daftar Isi

 Sebelumnya 
Hello, Mr. Presdir!Dia Ingin Bersaing dengan Thalith?
Dia Ingin Bersaing dengan Thalith?
Saat ini Thalith berteriak dan mencubit leher Violeta dengan erat. Selama dia mengerahkan sedikit
usaha, Violeta tidak akan bertahan lama!
“Semua orang di Villa Pedang Mahsyur sedang mendengarkan dan mereka segera meletakkan
senjata. Tidak ada yang boleh melawan! Jika tidak, Violeta akan mati!” Thalith menunjukkan senyum gila,
wajah tampannya penuh dengan kesuraman.
“Master Pierre, kudengar Violeta adalah permatamu, sekarang kehidupannya ada di telapak
tanganmu. Jika nyawanya hilang hari ini, kau pasti akan sangat sedih. “
“Selama kamu merasa tunduk pada perintahku, dewa berjanji tidak akan pernah menyakiti siapa pun
di Villa Pedang Mahsyur.”
“Sungguh, kecantikan yang sangat menawan dan aku benar-benar tidak tahan untuk bisa memulai.”
Saat mengatakan ini, nada suara Thalith penuh dengan pelecehan yang kurang ajar.
Sejujurnya dengan kemampuannya sendiri, Thalith cukup percaya diri untuk mengalahkan Pierre.
Namun dia menjunjung tinggi identitasnya sendiri dan tidak akan bergerak dengan mudah. Lebih penting
lagi, dia tidak ingin membuang waktu.
Huh!
Mendengar ini, mata Pierre merah darah dan dia menatap Thalith dari dekat. Kemarahannya benar-
benar luar biasa, Pierre tegak dan perkasa. Tidak peduli kesulitan apa yang akan dia hadapi, tidak ada
ketakutan sama sekali. Dia juga memiliki kelemahan, yaitu putrinya Violeta .
Pierre sangat menyayangi Violeta dan sekarang melihat putrinya ditangkap oleh Thalith. Membuat
hidupnya tergantung pada seutas benang dan dia tiba-tiba bingung.
Ya Tuhan!
Melihat adegan ini, Keanu memandang Thalith dan bergumam diam-diam.
Menggunakan cara yang begitu tercela dan masih berbicara. Bahkan berani tertawa bebas, Thalith ini
adalah manusia yang kejam.
Pada saat yang sama, Keanu tidak bisa melakukan apapun tetapi khawatir tentang Violeta.
“Ayah!”
Melihat Pierre berhenti, Violeta terlalu cemas dan berteriak. “Jangan khawatirkan aku, kamu tidak
boleh memberi mereka senjata. Apalagi bekerja sama dengan Perguruan Sanata Angkara, nama ksatria lita
sudah tumbang lebih dulu. Menyerah hanya akan merusak reputasi kita.”
Violeta tampak tidak takut saat mengatakan ini.
“Wow!” Thalith mengerutkan kening dan langsung menyentuh titik akupuntur Violeta.
Dalam waktu singkat, tubuh Violeta bergetar dan tidak dapat berbicara.
“Tuan Pierre!” Thalith mendesak dengan dingin, “Cepat buat keputusan, kesabaranku ini terbatas
dan aku tidak mempunyai banyak waktu untuk dihabiskan denganmu!”
Krit!
Pada saat ini, Pierre mengepalkan tinjunya dengan erat dan tulang jarinya mengeluarkan suara tajam.
Matanya berkedip dengan tuntutan kemarahan yang tak ada habisnya.
Ya! Pierre berkompromi, dia tidak tahan melihat putrinya mendapatkan perlakukan buruk dari Thalith.
“Tunggu!”
Namun sebelum Pierre bisa berbicara, dia mendengar suara dari kerumunan. Kemudian Keanu
perlahan ke luar dari persembunyiannya.
Saat melihat kekuatan Pierre yang begitu tinggi, sebenarnya Keanu tidak berencana untuk campur
tangan.
Tapi melihat Thalith, menggunakan cara tercela dengan meraih Violeta untuk memaksa Pierre
menyerah, Keanu tidak bisa menahannya lagi. Dalam hati Keanu, Violeta adalah temannya, melihat dia
dalam situasi berbahaya seperti ini, dia tidak bisa duduk diam.
Hah!
Dalam waktu singkat, mata penonton langsung tertuju pada Keanu. Mata semua orang tampak
bersinar karena terkejut.
Terutama para tamu di sekitar, semua tatapan mereka tampak menghina.
Apa yang dilakukan anak ini? Apa dia ingin menemui ajalnya?
Bahkan orang-orang dari Perguruan Sanata Angkara memandang Keanu dari atas ke bawah. Mereka
diam-diam mengerutkan kening.
Orang ini hanya mengenakan pakaian biasa. Sekilas, dia terlihat seperti pria yang tak punya identitas di
daratan ini.
Menghadapi situasi yang ada di depannya, dia tidak menghindarinya sejauh mungkin. Tapi dia malah
berani melangkah maju?
Apakah itu terlalu lama?
Keanu mengabaikan tatapan semua orang di sekitarnya dan memandang Thalith dengan acuh tak
acuh. “Kamu adalah Thalith, pemimpin Perguruan Sanata Angkara benar? Kamu adalah seorang pemimpin
yang bisa dibilang sebagai sosok panutan. Tetapi dengan cara yang begitu tercela, kamu menangkap
putrinya untuk mengancam tuan Pierre. Apakah kamu tidak takut orang-orang di seluruh dunia akan
tertawa melihat sikapmu ini? “
Wow!
Mendengar ini, seluruh orang menjadi gempar. Entah itu tamu di sekitarnya atau murid Perguruan
Sanata Angkara, mereka pikir mereka salah dengar.
Bocah ini, berani menuduh Thalith seperti itu?
Siapa yang memberinya keberanian begitu besar?
Apa dia bilang barusan?
Saat ini, wajah Thalith sangat dingin dan dia melihat Keanu dari atas atas ke bawah. Thalith
memandang dengah tatapan penuh amarah. “Dari mana asal anak tak bernyawa itu? dia berani berbicara
seperti, apakah dia tidak ingin hidup lagi?”
Sebagai pemimpin Perguruan Sanata Angkara, Thalith sudah melintasi seluruh Daratan Laut Kuning.
Semua orang pasti menghindar ketika melihatnya, tetapi anak di depannya ini secara terbuka mengatakan
bahwa Thalith telah melakukan hal tercela. Keanu benar-benar ingin bertemu dengan ajalnya!
Merasakan kemarahan Thalith, Keanu sama sekali tidak panik.
Detik berikutnya, Keanu tersenyum tipis dan memandang Thalith, lalu dia berkata, “Aku hanya pria
tanpa nama dan aku tidak bisa memahami cara mengajar Perguruan Sanata Angkaramu ini!”
Setelah mengatakan itu, Keanu tampak serius dan melanjutkan. “Thalith, ayo kita bertaruh! Kamu dan
aku akan bertanding. Jika kamu kalah, aku akan mengambil Violeta. Jika aku kalah, Villa pedang Mahsyur
akan bekerja sama denganmu. Bagaimana dengan tawaran itu? Apa kamu berani?”
Apa?
Mendengar ini, semua orang di ruangan itu gempar.
Apa yang anak ini katakan? Dia ingin bersaing dengan Thalith?
Dilihat dari penampilannya, dia paling hanya seorang petarung biasa. Pasti Thalih bisa membunuhnya
hanya dengan satu jari!
Semua orang saat ini tidak tahu bahwa Keanu sedang menyembunyikan identitasnya. Dia juga
menyembunyikan kekuatannya yang sebenarnya.
Haha!
Murid Perguruan Sanata Angkara tertawa terbahak-bahak, mereka menunjuk ke arah Keanu satu per
satu dan mengejek.
“Anak ini punya masalah dengan otaknya, dia ingin bersaing dengan pemimpin kita?”
“Aku tidak tahu bagaimana di bisa bilang hal tak masuk akan semacam itu. Rupanya dia begitu lelah
hidup.”
“Dari sudut pandangku, anak ini ingin menjadi terkenal dengan cara yang gila seperti ini.”
Haha!
Thalith langsung bereaksi dan tidak bisa menahan tawa. Dia tidak bisa menyembunyikan penghinaan
batinnya dan berkata dengan ringan kepada Keanu. “Nak, aku mengagumi keberanianmu, tetapi kamu
tidak memenuhi syarat untuk melawanku. Jadi mengapa aku harus bertaruh denganmu? “
Suara itu jatuh, Ananta tidak bisa menahan diri untuk tidak menunjuk ke arah Keanu dan berteriak.
“Nak, apakah kamu ingin mati? Tidak ada tempat bagimu untuk berbicara hal yang tak masuk akal seperti
itu.”
Ananta tahu bahwa Keanu ke luar untuk Violeta. Dalam hati Ananta, anak ini bukanlah lawan Thalith
dan dia pasti akan berakhir dengan tragis. Tapi memikirkan seberapa dekat orang ini dengan sepupunya,
Ananta masih tidak bisa membiarkannya mati dengan sia-sia seperti itu.
Si bodoh ini!
Melihat Ananta keluar lagi, Keanu diam-diam mengerutkan kening dan mengutuk dalam hatinya!
Dalam sekejap Keanu melihat langsung ke arah Thalith, mengucapkan kata demi kata. “Dalam
taruhan ini, kamu harus bertarung denganku, karena aku adalah teman Nona Violeta. Aku tidak bisa
mengabaikannya begitu saja jika kamu menangkapnya.”
“Aku berdiri di sini juga demi keadilan untuk semua orang. Jika kamu memakasa Villa Pedang
Mahsyur untuk memberikan senjata dan kamu masih memerasnya. Aku benar-benar tidak bisa mentolerir
perbuatanmu!”
Keanu mengucapkan beberapa kata itu dengan suara yang lantang.
Hoo!
Melihat pemandangan ini, tubuh Violeta gemetar dan matanya tertuju pada Keanu. Meskipun dia tidak
bisa berbicara, dia sangat tersentuh di dalam hatinya.
Keanu ini awalnya memiliki hal-hal yang penting, lalu dia terpaksa menyembunyikan identitasnya.
Tetapi saat ini diarela mengorbankan itu demi keselamatan dirinya.
Keanu adalah orang yang pantas menjadi idolanya, dia adalah seorang pria sejati yang berdiri tegak.
Sepupu Violeta, serta banyak pelayan di sekitarnya, juga memandang Keanu dengan cara yang rumit.
Mata mereka bersinar dengan cahaya aneh.
‘Teman Nona Violeta, meski tampangnya konyol. Dia berani menantang Thalith di depan umum?’
Keberanian ini layak untuk dihormati.
Untuk sementara waktu, banyak orang di Villa Pedang Mahsyur memiliki pandangan yang berbeda
tentang Keanu.
Tentu saja ini hanya apresiasi, tidak ada yang mengira bisa mengalahkan Thalith.
Huh!
Pada saat ini, penonton diam dan mereka dapat mendengar dengan jelas saat ada yang menjatuhkan
jarum.
“Baiklah!”
Thalith mengerutkan kening ringan, menatap Keanu dengan erat dan mencibir. “Itu bagus untuk
'keadilan'. Karena kamu sangat ingin menemukan kematianmu, aku akan memenuhi keinginanmu.”
To be continue ...
Halo Sobat Novelme!
Terima kasih sudah membaca chapter ini, dijamin konfliknya makin seru lho!
Buat kalian yang menyukai novel ini, bisa vote, subscribe, komen review dan kasih hadiah ya supaya
author semangat up-nya.
Terima kasih^^
 Selanjutnya
 Daftar Isi
 Sebelumnya

PustakaTop Up

  Selanjutnya
 Daftar Isi

 Sebelumnya 
Hello, Mr. Presdir!Sebenarnya Dia Siapa?
Sebenarnya Dia Siapa?
Suara itu jatuh, Thalith melepaskan Violeta dari tangannya dan dia menampar Keanu dengan telapak
tangan! Ke mana pun Thalith bergerak bagian udara itu terdistorsi dan kekuatannya terasa luar biasa.
Pada saat ini, banyak murid dari Villa Pedang Mahsyur tidak bisa menahan keringat dan gemetar saat
melihat Keanu.
Sebenarnya semua orang di Villa Pedang Mahsyur menghargai keberanian Keanu. Tapi bagaimana
mungkin orang yang tidak dikenal bisa menjadi lawan Thalith?
Bahkan Pierre menggelengkan kepalanya diam-diam dan tidak menyangka teman putrinya akan
melakukan tindakan nekat semacam ini.
Teman anak perempuannya ini benar-benar terlalu impulsif.
Melihat Thalith meledak, Keanu tersenyum dan wajahnya tidak panik sama sekali.
“Pergi ke neraka!”
Dalam sekejap mata, Thalith datang ke depan dan menampar Keanu dengan tamparan penuh amarah.
Keanu tersenyum dingin, berdiri di sana dengan tegs seperti Gunung. Didorong oleh kekuatan
internalnya dan menyapanya dengan telapak tangan.
Boom!
Kedua telapak tangan bersentuhan dan ada getaran yang tumpul. Pada saat ini, tubuh Thalith bergetar
dan dia mundur beberapa langkah, wajahnya langsung muram.
Meskipun Thalith sudah berada di tingkat paling tinggi dan Keanu adalah kaisar bela diri tahap kelima.
Namun Keanu memiliki kekuatan internal yang murni. Ketika kedua telapak tangan ini bertabrakan,
keduanya benar-benar setara.
Apa?
Melihat pemandangan ini, semua orang yang hadir tercengang. Mereka menatap Keanu dengan
tatapan kosong. Sepasang mata mereka terbelalak dan melihat Keanu dengan tataoan yang luar biasa.
Anak ini benar-benar melawan kekuatan telapak tangan Thalith?
“Kamu!”
Thalith hanya merasa dadanya pengap, jadi dia menstabilkan tubuhnya. Kemudian dia memandang
Keanu dengan kaget dan marah, wajahnya penuh dengan keterkejutan yang luar biasa!
Bagaimana ini mungkin!
Anak ini hanyalah anak laki-laki tanpa nama, beraninya dia memiliki kekuatan internal yang hampir
setara denganku?
Kenapa ada anak laki-laki yang mempunyai kekuatan semacam itu di Daratan Laut Kuning, tapi aku
tidak tahu?
Berpikir tentang hal ini membuat Thalith menatap Keanu. Kemudian dengan dingin berkata, “Siapa
kamu sebenarnya?”
Keanu tampak santai dan tersenyum sambil menatap Tahlith. “Aku baru saja berkata, aku teman
Nona Violeta, mengapa? Master Thalith bertanya padaku tentang asal-usulku, apakah kamu akan berhenti
dan menyerah?”
Saat mengatakan ini, Keanu memiliki senyuman di wajahnya. Tetapi sebenarnya nada suaranya penuh
dengan ejekan.
Ya, Keanu sengaja ingin memprovokasi Thalith. Tentu saja Keanu paham betul bahwa hal terpenting
dalam pertarungan dengan master adalah bersikap tenang. Begitu hati mereka terburu nafsu dan ada
sedikit kekurangan. Seorang petarung tentu akan menjadi sangat pasif.
Huh!
Mendengar kata-kata ini, wajah Thalith tiba-tiba menjadi sangat dingin. Thalith langsung gelisah saat
mendengar perkataan Keanu, seperti cakar tajam binatang. Cahaya dingin berkedip dan ketajaman tidak
normal muncul dari raut wajah Thalith.
Berengsek!
Pada saat ini, Keanu diam-diam terkejut dan tidak bisa menahan gumaman di dalam hatinya.
Jenis senjata apa yang bisa diubah bentuknya?
Saat ini Keanu belum mengetahuinya. Senjata Thalith bernama “Kotak Putih Kehidupan”, yang berisi
pegas mekanis, senjata ini bisa diubah sesuka hati. Biasanya, Thalith mengubahnya menjadi kipas lipat untuk
menemaninya dan ini bisa menjadi senjata pembunuhan saat menghadapi musuh.
Begitu Kotak Putih Kehidupan ke luar, seluruh tubuh Thalith tiba-tiba meledak menjadi roh jahat yang
mempunyai aura tiada habisnya. Suhu di udara pun langsung turun beberapa derajat.
Menarik!
Pada saat ini Keanu bereaksi dan senyum muncul di sudut mulutnya. Sosoknya seperti guntur dan
kilat, mempercepat gerakan dan melawan Thalith lagi.
Hoo!
Melihat pemandangan ini, para murid Perguruan Sanata Angkara yang ada di sekitarnya semua
bersemangat.
Thalith sudah berinisiatif untuk menggunakan Kotak Putih Kehidupan. Anak ini sudah pasti akan mati.
Sebagian besar meurid perguruan lain yang dibunuh oleh Perguruan Sanata Angkara telah mati di bawah
kekuatan Kotak Putih Kehidupan ini.
Ananta yang berdiri di sana, menatap Keanu di udara, dia menunjukkan senyum menghina.
Pion yang tidak dikenal, berani menjadi pahlawan untuk menyelamatkan sepupunya?
Dalam hati Ananta, meskipun Keanu sudah berhasil menghindar dari telapak tangan Master Thalith.
Tentu saja dia tidak mungkin memenangkan pertempuran ini dan dia pasti akan mati dengan menyedihkan.
Semua orang di Villa Pedang Mahsyur, langsung mengecur keringat dingin saat melihat Keanu.
Terutama wajah cantik Violeta yang penuh dengan kecemasan.
Meskipun Keanu kuat, Thalith memiliki hati yang ganas dan pukulannya akan berdampak lebih fatal.
Violeta takut Keanu akan terluka jika dia tidak berhati-hati.
Thalith sering menggunakan jurus pembunuh, tetapi semuanya dihalangi oleh Keanu. Sebenarnya
Keanu telah bertarung melawan master tak tertandingi seperti Mandla. Apalagi master Thalith, dia pasti bisa
menghadapinya.
Namun, saat ini Keanu masih meremehkan kekuatan Thalith.
Pada awalnya, Keanu tidak meledak dengan seluruh kekuatannya, karena dia berpikir bahwa dengan
kekuatan internalnya saja Thalith dapat ditekan. Tetapi karena pukulan Thalith menjadi semakin ganas,
Keanu perlahan-lahan mulai mengalami kesulitan dan tidak dapat mengatasinya.
Haha!
Melihat pemandangan ini, para murid dari Perguruan Sanata Angkara menunjukkan senyuman yang
menggembirakan.
“Lihat anak ini, dia hampir tidak mungkin menghentikannya.”
“Bocah, berani memprovokasi pemimpin? Dia hanya cari mati saja.”
“Pemimpin itu perkasa!”
Kerumunan murid Perguruan Sanata Angkara terus bersorak. Menurut mereka, Keanu hanya memiliki
kekuatan untuk menangkis dan dia bisa dengan mudah dibunuh oleh Thalith tanpa kekuatan penuh.
Hanya saja mereka tidak tahu bahwa Keanu tidak mengeluarkan seluruh kekuatannya untuk
menyembunyikan identitasnya.
Violeta terlalu cemas, memandang Keanu dengan gugup, tubuhnya yang halus gemetar. Ini membuat
telapak tangannya berkeringat. Dia ingin mengingatkan Keanu untuk berhati-hati, tetapi karena titik
akupunturnya sudah dikunci, dia tidak bisa berbicara sama sekali.
“Nak!”
Pada saat ini, Thalith dengan wajah percaya diri, mencibir Keanu dan berkata. “Kamu tidak bisa
menahannya lagi, selama kamu menyerah aku bisa membuat kematianmu lebih mudah.”
Suara itu jatuh dan Thalith memukul lebih keras dan tajam.
Terlepas dari identitas anak yang ada di depannya ini, dia mungkin akan mati di tangannya sendiri hari
ini.
Mendengar ini, Keanu tidak menanggapi, tetapi diam-diam mengerutkan kening.
Ya Tuhan!
Tidak bisa terus seperti ini, Keanu pikir Thalith akan sangat mudah dihadapi. Tapi Keanu tidak
menyangka orang ini begitu sulit untuk dihadapi. Terutama dengan senjata aneh di tangannya, ini sangat
mempengaruhi kekuatannya.
Sepertinya butuh kekuatan penuh untuk menekannya.
Berpikir tentang itu, Keanu berkata dengan ringan. “Tidak selalu benar, tentang siapa yang menang.”
Klik!
Suara itu jatuh, tombak kapak sakti meledak dengan kuat digenggaman Keanu.
“Krakk!”
Setelah mendengar suara keras, tombak kapak sakti dan dipegang erat oleh Keanu di tangannya!
Ketika mengeluarkan tombka kapak sakti, seluruh tubuh Keanu tiba-tiba bangkit dengan niat
pertempuran yang kuar. Seluruh Villa Pedang Mahsyur juga diselimuti dengan suasana berdarah.
Tombak kapak sakti ini sudah lama tidak digunakan untuk bertarung.
Senjata apa ini?
Sungguh aura yang sangat kuat!
Pada saat ini semua orang yang ada di sana, entah itu Perguruan Sanata Angkara, Villa Pedang
Mahsyur dan semua tamu di sekitarnya. Semuanya tercengang dan terkejut dalam waktu yang sama.
Karena Keanu dan Thalith ada di udara, semua orang tidak dapat melihat senjata di tangannya. Tetapi
aura menakutkan membuat hati semua orang bergetar.
“Kamu!”
Wajah Thalith berubah dan dia menatap tombak kapak sakti yang ada di tangan Keanu. Suaranya
bergetar dan hatinya terkejut.
Memiliki roh jahat yang menakutkan, hanya tombak kapaks sakti dari makam kuno lah yang memiliki
karakteristik ini.
Apakah orang ini ....
Sebagai pemimpin Perguruan Sanata Angkara, Thalith tahu segalanya tentang tombak kapak sakti, dia
tiba-tiba menebak sesuatu. Di dunia ini hanya ada satu tombak kapak sakti, siapa lagi dia?!
Dia adalah Master Duwara Firdaus, Kaisar Daratan Kelabu, Keanu!
To be continue ...
Halo Sobat Novelme!
Terima kasih sudah membaca chapter ini, dijamin konfliknya makin seru lho!
Buat kalian yang menyukai novel ini, bisa vote, subscribe, komen review dan kasih hadiah ya supaya
author semangat up-nya.
Terima kasih^^
 Selanjutnya
 Daftar Isi
 Sebelumnya

PustakaTop Up

  Selanjutnya
 Daftar Isi

 Sebelumnya 
Hello, Mr. Presdir!Nama yang Lama Dikagumi
Nama yang Lama Dikagumi
“Tuan Thalith, pertarungan sudah berakhir.” Wajah Keanu dingin, tanpa ekspresi apa pun.
Dengung!
Suara itu jatuh, Keanu melambai dengan kuat dan napas yang mengguncang dunia ke luar dari
tombak kapak sakti. Kemudian, sentuhan darah merobek dunia, meledak menuju Thalith.
Kulit Thalith berubah secara drastis, terlambat untuk memikirkannya. Dia dengan cepat mendorong
kekuatan internalnya untuk melawan Kotak Putih Kehidupan di depannya.
Huh!
Cahaya darah menghantam Kotak Putih Kehidupan dan mereka semua mendengar Thalith
mendengus. Seluruh orang itu terkejut dan Thalith terbang sejauh 100 meter sebelum jatuh dengan keras
ke tanah.
Saat melawan Keanu barusan, Thalith sepertinya menyerang dengan sangat ganas. Tetapi sebenarnya
dia sudah menghabiskan banyak kekuatan internal. Saat menghadapi Keanu, dia tidak bisa menahan
tombak kapak sakti.
Apa?
Melihat pemandangan ini, semua orang di bawah tidak bisa melakukan apa pun. Mereka menghirup
udara, menatap Keanu dengan hampa, tidak bisa berkata-kata.
Pria muda ini terlalu menakutkan, bukan?!
Apalagi senjata di tangannya, terlihat sangat familiar
Hah!
Pada saat ini, Pierre menatap Keanu dengan cermat, hatinya sangat terkejut. Namun dia juga sangat
bersemangat.
Teman anak perempuannya ini ternyata sangat cakap.
Sebenarnya dia bukan orang biasa!
Tubuh halus Violeta bergetar saat menatap Keanu, perasaan kagumnya benar-benar tak tertandingi.
Keanu adalah orang yang pantas menjadi idolanya, tidak hanya mengalahkan Thalith. Tapi dia juga
menang dan mendominasi.
Ini ....
Ananta yang tidak jauh, memandang Keanu dengan heran. Dia sangat kaget di dalam hatinya,
matanya juga penuh dengan tatapan yang luar biasa.
Tidak mungkin!
Bagaimana pion yang tidak dikenal bisa menjadi lawan dari pemimpin?
Semua orang sangat terpesona melihat Keanu.
Murid Perguruan Sanata Angkara yang ada di bawah, matanya langsung terbelalak. Tatapan mereka
benar-benar tampak bodoh.
Untuk sementara ini, seluruh orang yang ada Villa Pedang Mahsyur terdiam. Bahkan bunyi jarum yang
jatuh pun pasti akan terdengar.
“Tuan!”
“Guru!”
Akhirnya setelah sepuluh detik mereka terdiam, banyak murid Perguruan Sanata Angkara bereaksi.
Mereka bergegas dengan teriakan keras, membantu Thalith berdiri.
“Kamu!”
Thalith menatap Keanu dengan saksama, dia tidak dapat menerima kenyataan bahwa dia seorang
Pemimpin Perguruan Sanata Angkara telah dikalahakan oleh seorang pria tak dikenal. Apalagi dia sudah
kalah di depan begitu banyak orang, kekalahannya juga terasa sangat menyedihkan.
Melihat tombak kapak sakti yang ada di tangan Keanu, suasana hati Thalith menjadi lebih rumit.
Detik berikutnya, Thalith berkata kepada Keanu. “Yang Mulia memiliki kekuatan internal murni dan
tak berujung. Anda juga memiliki tombak kapak Sakti. Jika aku menebak dengan benar, Anda adalah Master
Duwara Firdaus, Keanu.”
Beberapa tahun yang lalu, berbagai aliran Kyuju digerakkan oleh angin. Pada akhirnya, Keanu-lah yang
menemukan makam kuno. Tidak hanya itu dia mendapatkan banyak harta karun, dia juga mendapat tombak
kapak sakti.
Wow!
Suara itu jatuh, semua orang menjadi gempar. Mereka memandang Keanu dengan tatapan kosong,
kaget.
“Apa dia KEanu? Beberapa hari yang lalu, di Daratan Awan Kidul, Master Duwara Firdaus yang
memukul mundur pasukan Mandla?”
“Pantas saja senjata ini terlihat begitu familiar, ternyata tombak kapak sakti.”
“Kekuatannya jelas luar biasa, tentu saja Thalith bukan lawannya. Berarti dia memang sengaja
menyembunyikan kekuatannya.”
Di bawah keterkejutan, banyak orang tidak bisa melakukan apa pun. Tetapi berbicara dengan suara
rendah, mereka tidak dapat menyembunyikan rasa hormat mereka untuk Keanu.
Di Villa Pedang Mahsyur, beberapa sepupu Violeta serta banyak pelayan memandang Keanu dengan
kagum. Ada bintang bersinar di mata mereka.
Apakah ini Keanu dari Kyuju yang terkenal?
Sepertinya baru saja berkelahi, namun dia tampan sekali.
Para tamu yang awalnya mengejek Keanu, kulit mereka memerah dan mereka sangat malu.
Anak ini ternyata adalah Keanu yang terkenal, Master Duwara Firdaus. Orang yang mengalahkan
keberadaan penguasa sejati, Mandla. Tapi tadi dia benar-benar menertawakannya sebagai roti tanah dari
pedesaan.
Ananta gemetar saat melihat Keanu, wajahnya benar-benar bodoh.
Dia ternyata Keanu?
Keanu mengabaikan diskusi semua orang, sosoknya melayang dengan bangga di udara.
Detik berikutnya, Keanu memandang Thalith dan berkata dengan lemah. “Tuan Thalith, kamu telah
kalah, kamu harus menepati janjimu, bukan?”
Suaranya tidak keras, tapi menyebar ke seluruh Villa Pedang Mahsyur. Suaranya mengungkapkan aura
kuat yang tidak bisa disangkal.
Huh!
Suara itu jatuh dan mata semua penonton terkonsentrasi pada tubuh Keanu.
Terutama mereka yang takut dengan ajaran dari perguruan Sanata Angkara, semuanya penuh dengan
pikirannya masing-masing.
Thalith ini adalah monster besar yang membunuh orang tanpa berkedip sedikit pun. Dia selalu
mengendalikan hidup dan mati orang lain. Sekarang dia kalah di tangan Keanu, akankah dia menjadi marah
dan mengingkari perjanjian?
Hoo!
Wajah Thalith memerah dan dia menghela napas dalam-dalam. “Meskipun aku bukan orang yang
baik, tapi aku tidak pernah mengingkari perkataanku. Kali ini aku sudah kalah dalam pertarungan.”
Suara itu jatuh, Thalith mengangkat tangannya dan melambai. “Semua murid mengikuti perintah dan
menyingkir dari Villa Pedang Mahsyur. Mereka semua kembali ke altar utama.”
Saat meneriakkan kalimat terakhir, wajah Thalith penuh keengganan.
Sejujurnya Thalith tidak mau mundur dengan cara seperti ini. Bagaimanapun juga Villa Pedang
Mahsyur, sudah ada di depan matanya. Tiga senjata peringkat ungu hampir masuk dalam jangkauannya.
Tapi tidak mungkin, sekarang Keanu menggunakan tombak kapak Sakti yang melukai hati dan
kekuatan Thalith. Dia tidak lagi memiliki kekuatan untuk bertarung.
Hah!
Mendengar perintah Thalith, puluhan ribu murid Perguruan Sanata Angkara menunjukkan ekspresi
sedih. Mereka perlaha mundur dari Villa Pedang Mahsyur itu.
“Keanu!”
Setelah berjalan beberapa langkah, Thalith tiba-tiba berdiri diam dan menatap Keanu dengan
saksama. “Keanu, aku akan mengingat namamu! Kita akan bertarung lagi nanti!”
Suaranya dingin dan penuh jera.
Mendengar ini, semua orang yang hadir kedinginan.
Saat mendapat tatapan Thalith, hati Keanu merasa sangat tidak nyaman.
Namun!
Keanu tersenyum tipis dan memandang Thalith dan mengangguk. “Oke, aku akan menunggu
pertemuan kita berikutnya! Master Thalith, pelan-pelan saja!”
Keanu memiliki nada santai dan menyenangkan, hal ini sangat kontras dengan kebencian dingin
Thalith.
Thalith tidak menanggapi, ekspresinya sangat dingin. Dia menatap Keanu dalam-dalam dan berbalik
untuk pergi. Dalam sekejap mata, dia bersama puluhan ribu murid menghilang dari pandangan semua
orang.
Hoo!
Thalith telah pergi semua tamu dan murid-murid dari Villa Pedang Mahsyur merasa sangat lega.
Setelah itu, Villa Pedang Mahsyur mulai menyelamatkan korban dan Violeta juga tidak terkunci titik
akupunturnya.
“Keanu!”
Violeta berjalan dengan cepat dan dengan penuh syukur berkata kepada Keanu. “Terima kasih.”
Jika bukan karena dia, Villa Pedang Mahsyur akan benar-benar berakhir hari ini.
Pierre tertawa begitu dia selesai berbicara dan berjalan ke arah Keanu. Kemudian dia mengepalkan
tinjunya. “Sebelumnya saya benar-bebnar merasa canggung, saat bertemu denganmu. Saya kira kamu
hanyalah orang biasa, terima kasih atas kebaikanmu!”
Saat mengatakan ini, nada Pierre tulus dan tatapannya yang menatap Keanu penuh dengan
kekaguman dan kekaguman.
Di usia yang begitu muda, dengan kekuatan dan prestasi seperti itu. Keanu adalah orang yang
memiliki bakat langka.
Keanu tersenyum sedikit dan berkata kepada Pierre dengan rendah hati. “Tuan Pierre anda terlalu
sopan, jika melihat ketidakadilan aku pasti akan membantu. Selain itu, Violeta dan aku masih berteman.
Bagaimana kita bisa mengabaikan situasi ini??”
“Ha ha!”
Mendengar ini, Pierre merasa nyaman dan tertawa keras.
Pada saat ini, Ananta datang menghampiri dan tersenyum canggung. Kemudian dia berkata kepada
Keanu. “Aku tidak berharap kamu menjadi pahlawan terkenal di Daratan Kyuju. Aku sedikit kasar dan
berbicara terlalu banyak, harap maklumi perkataanku.”
Sambil berbicara, Ananta memperhatikan reaksi Keanu.
Sejujurnya, ketika dia tahu bahwa pion yang tidak dikenal ini adalah Keanu. Ananta terkejut pada saat
itu, tetapi setelah bereaksi, dia tidak terlalu kaget. Pada saat yang sama, dia tidak memiliki kekaguman
sedikit pun pada Keanu.
Sebaliknya, kecemburuan di hati Ananta lebih dalam. Dia selalu menyukai Violeta. Saat ini, melihat
Violeta menatap Keanu dengan kagum, dia tiba-tiba cemburu. Selain itu, Ananta adalah anggota dari
Perguruan Sanata Angkara.
Baru saja, pemimpin Thalith telah dikalahkan oleh Keanu. Tentu saja hal ini sangat merusak reputasi
Perguruan Sanata Angkara. Dalam hal ini, Ananta tidak akan memiliki kesan baik kepada Keanu.
Namun, ini Villa Pedang Mahsyur, Ananta harus menyimpan semuanya.
Keanu tersenyum sedikit dan menggelengkan kepalanya untuk menunjukkan bahwa itu baik-baik saja.
Ananta ini, penjahat yang menilai orang berdasarkan penampilan. Keanu tidak tahu berapa banyak
orang semacam Ananta yang telah dia lihat dalam beberapa tahun terakhir.
Jika dia peduli tentang mereka satu per satu, bukankah dia akan bosan sampai mati?
Hah!
Pada saat ini, banyak tamu yang mundur ke kejauhan juga bergegas maju untuk menyenangkan
Keanu. Mereka semua mengajak Keanu untuk mengobrol.
“Master Bawono, kami sudah mengagumi namamu untuk waktu yang lama”
“Ya, pertarungan dengan Thalith barusan benar-benar luar biasa dan mengagumkan.”
“Saya adalah master dari Perguruan Rakabuming, saya sangat mengagumi Master Bawono dan saya
harap kita bisa berteman.”
Ya Tuhan!
Melihat pujian dari orang-orang ini, Keanu menyimpan senyuman di wajahnya. Tetapi dia tidak bisa
menahan kutukan dalam hati.
Benar-benar sekelompok kekacauan.
Sekarang mereka tahu identitas aslinya, Keanu segera mengubah ekspresi wajahnya. Benar-benar
orang yang kejam!
To be continue ...
Halo Sobat Novelme!
Terima kasih sudah membaca chapter ini, dijamin konfliknya makin seru lho!
Buat kalian yang menyukai novel ini, bisa vote, subscribe, komen review dan kasih hadiah ya supaya
author semangat up-nya.
Terima kasih^^
 Selanjutnya
 Daftar Isi
 Sebelumnya

PustakaTop Up

  Selanjutnya
 Daftar Isi

 Sebelumnya 
Hello, Mr. Presdir!Arak yang Harum
Arak yang Harum
“Ketua, kamu benar-benar luar biasa! Bahkan bisa membuat Thalith melarikan diri!”
“Benar, Ketua! Kamu memang orang yang hebat!”
Para tamu terus menerus melontarkan segala pujian kepada Keanu. Namun, Keanu terlalu malas untuk
menanggapi mereka. Dia hanya tersenyum tipis sambil membalas seadanya.
Pierre, si kepala desa yang berdiri mendampinginya juga bersikap tak acuh pada tamu-tamu tersebut.
Sebelumnya, para tamu menunjukkan antusias yang besar ketika pertama kali melihat Pedang Ungu
dari Villa Pedang Masyhur. Namun ketika Perguruan Sanata Angkara datang, mereka semua malah
menghindar.
Orang-orang yang hanya mencari keuntungan di saat-saat tertentu saja tidak perlu dipedulikan.
Ketika merasakan ketidakacuhan Keanu dan Pierre, para tamu merasa canggung. Mereka pun tak
tinggal berlama-lama dan bergegas pergi dari tempat itu.
Sekarang, medan perang di Villa Pedang Masyhur telah dibersihkan. Violeta juga tak melupakan
amanat yang diberikan oleh Keanu. Dia segera menugaskan seseorang untuk mencari informasi tentang
Gladys.
Pada saat yang sama, Violeta juga menawarkan Keanu untuk tinggal di Villa Pedang Masyhur.
Lagipula, mencari keberadaan Gladys tidak dapat diselesaikan dalam sekejap saja.
Keanu pun mengangguk setuju.
Tak terasa, malam pun telah tiba.
Saat ini, di hutan lereng bukit yang berjarak tiga mil dari Villa Pedang Masyhur, Ananta berdiri dengan
ekspresi wajah yang gugup. Wajahnya tampak tegang. Dia tak bisa menyembunyikan kepanikan yang
mendera hati dan pikirannya.
Tak lama sebelumnya, Ananta menerima sebuah perintah rahasia dari Thalith. Dia memintanya untuk
menunggu di sini.
Beberapa saat kemudian, terdengar suara derap langkah kaki yang mendekat perlahan. Thalith yang
sedang berpakaian serba putih tampak sedang berjalan. Wajahnya yang tampan terlihat sangat pucat dan
lemah.
Akibat bertarung melawan Keanu siang hari tadi, tubuh Thalith menderita luka yang amat parah.
Kemungkinan dia membutuhkan waktu setidaknya setengah bulan untuk bisa pulih kembali.
“Ketua!”
Sekujur tubuh Ananta langsung gemetar ketika melihat kemunculan Thalith di depan kedua matanya.
Kemudian dia segera berlutut di tanah dengan cepat. “Aku Ananta, hormat kepada Ketua!”
“Ananta, dosa apa yang telah kamu perbuat?” Thalith menatapnya dengan sorot mata yang dingin.
Kemudian dia melanjutkan dengan nada tegas, “Ketua Duwara Firdaus, Keanu, siang tadi juga ada di sana
selama Konferensi Seni Pedang berlangsung. Mengapa kamu tidak memberitahuku terlebih dahulu?”
Kedua mata Thalith tampak sangat tajam dan dingin. Amarah di hatinya tak dapat terbendung lagi
ektika teringat tentang Keanu yang mengalahkannya siang tadi.
Sekujur tubuh Ananta semakin gemetar hebat begitu merasakan amarah Thalith. Keringat dingin mulai
membasahi dahinya. “Aku tidak bersalaha, Ketua. Keanu menyembunyikan identitas aslinya. Aku benar-
benar tidak tahu kalau itu ternyata dia,” sangkal Ananta.
Ananta ketakutan setengah mati. Jantungnya seolah-olah akan melompat keluar rongga dada.
Sang Ketua memiliki kepribadian yang sangat keras dan kejam. Kalau Ananta tidak menjelaskan
kejadian yang sebenarnya, dia pasti sudah membunuh Ananta!
Huh!
Mata Thalith mengerjap-ngerjap setelah mendengar pernyataan Ananta. Dia menarik napas dalam-
dalam, dan berkata dengan dingin, “Karena kamu memang tidak tahu, maka aku tidak akan
menyalahkanmu. Lain kali, gunakanlah otakmu sedikit. Jika ini terjadi lagi, maka nyawamulah yang akan
menjadi taruhannya,” ancam Thalith tegas.
“Baiklah, baiklah. Terima kasih atas kemurahan hati Ketua,” ujar Ananta dengan nada penuh rasa
bersyukur sambil menyeka keringat dingin yang membasahi dahinya.
Thalith terdiam sejenak. Kemudian dia bertanya, “Barusan, kamu bilang Keanu akan menginap di Villa
Pedang Masyhur malam ini?”
“Benar!”
Ananta mengangguk cepat dan melanjutkan, “Aku dengar dia datang ke Daratan Laut Kuning kali ini
untuk mencari seorang wanita bernama Gladys. Gladys bukan hanya sekadar kekasihnya, namun juga
merupakan Ketua Arts Academy di Daratan Timur Terang. Statusnya bukanlah orang sembarangan.”
Begitu rupanya.
Senyum licik muncul di sudut bibir Thalith. “Kalau begitu, carilah cara untuk menangkap Keanu
malam ini juga. Bawalah dia diam-diam ke markas pusat,” perintahnya pada Ananta.
Sorot kebencian tampak jelas di mata Thalith ketika dia melonattkan kalimat terakhir.
Dia merupakan ketua Perguruan Sanata Angkara yang bermartabat, namun Keanu mengalahkannya di
hadapan banyak orang. Hal ini sungguh memalukan bagi dirinya. Amarahnya tak dapat dia bendung lagi.
Thalith telah memikirkannya matang-matang. Sebagai sepupu Violeta, Ananta memiliki banyak
kesempatan untuk mendekati Keanu selagi dia menginap di Villa Pedang Masyhur malam ini.
Hah?
Ananta tercengang mendengar perintah tersebut. Dengan air muka yang tampak pahit, dia berkata,
“Ketua, dia adalah Ketua Duwara Firdaus. Mana mungkin aku bisa menangkapnya?”
Ananta teringat kembali akan adegan ketika Keanu memegang Tombak Kapak Sakti. Muncul rasa
bimbang yang amat besar di dalam hatinya.
Keanu sama sekali bukan lawan yang sepadan untuk dirinya dalam keadaan seperti sekarang ini.
“Dasar bodoh!”
Thalith marah besar. Dia mengerutkan dahi dan berkata, “Siapa yang menyuruhmu melawannya
secara langsung? Kamu tidak bisa menggunakan otakmu? Pokoknya, aku tidak peduli cara apa yang akan
kamu gunakan. Tangkap saja dia. Jangan biarkan aku kecewa.”
Setelah selesai berbicara, Thalith langsung berbalik dan pergi, menghilang di balik kegelapan malam
dalam sekejap mata.
Ananta hanya bisa terdiam. Dia menarik napas dalam-dalam. Wajahnya tampak sangat menderita.
Sang Keua meminta agar dia memikirkan caranya sendiri. Tapi, mana mungkin dia bisa menemukan
cara tersebut?
Sementara itu, di Villa Pedang Masyhur.
Keanu telah berjasa bagi Pierre karena telah banyak membantunya siang tadi. Oleh sebab itu, Pierre
mengadakan jamuan makan malam secara khusus untuk Keanu di aula.
Setelah selesai makan, Keanu segera beristirahat di dalam kamar tamu yang telah disediakan.
Keanu berbaring di tempat tidur dengan perasaan gelisah. Dia tak bisa tidur. Dua jamtelah berlalu,
namun orang yang ditugaskan Violeta untuk mencari Gladys belum juga memberikan informasi.
Mana mungkin dia bisa beristirahat jika belum mendengar tentang keberadaan Gladys saat ini?
Tok, tok!
Suara ceria tiba-tiba terdengar dari arah pintu. “Ketua, apakah kamu sudah beristirahat?”
Eh?
Keanu mengerutkan keningnya dengan heran. Dia bangkit dan melihat keluar, lalu tertegun seketika.
Tampak Ananta sedang berdiri di depan kamar dengan senyuman ramah di wajah. Sikapnya juga
terlihat sangat sopan.
“Ada apa?” tanya Keanu.
Ekspresi wajahnya datar, hatinya merasa ragu.
Apa yang dicari si bodoh ini?
“Hehehe.”
Ananta tersenyum lebar. Wajahnya dipenuhi rasa kagum. “Ketua, jangan bersikap seperti menjaga
jarak seperti itu. Aku memang telah melakukan kesalahan siang tadi. Tapi kamu adalah orang yang hebat
dan berhati mulia. Jangan pernah dendam pada orang kecil sepertiku. Sejujurnya, aku juga tahu bahwa
siang tadi aku sudah keterlaluan. Setelah memikirkannya dengan baik, aku sangat menyesal. Ketua pasti
belum tahu, kan? Sejak kecil hingga menginjak usia saat ini, aku tidak pernah mematuhi siapapun. Tapi,
hanya ada satu orang yang aku kagumi, yaitu Ketua Keanu. Aku dengar, beberapa hari yang lalu, Ketua
memimpin pasuka Awan Kidul untuk mengalahkan Mandla. Hebat sekali.”
Ananta kemudian melanjutkan kata-katanya dengan sungguh-sungguh, ”Sebagai permintaan maaf,
aku menyiapkan jamuan khusus untukmu di kamarku. Aku harap Ketua mau menghargaiku.”
Ananta terlihat sangat bersemangat dan tulus ketika mengatakan hal tersebut, namun ada sedikit
kelicikan yang tampak pada sorot matanya.
Ini ….
Keanu ingin menolak permintaannya, namun dia tidak tega melihat Ananta yang terlihat penuh harap.
Setelah sekian lama, anak ini tetap menjadi pengagumnya.
Melihat Ananta yang begitu tulus, Keanu memutuskan untuk minum bersamanya.
“Oke,” jawab Keanu sambil mengangguk. “Tapi, jangan minum terlalu lama. Beosk aku masih ada
urusan penting,” lanjutnya dengan nada serius.
‘Mungkin akan ada kabar tentang Gladys besok pagi. Aku haris istirahat lebih awal malam ini. Tentu
saja, aku tidak boleh minum terlalu lama.’
“Baiklah!”
Ananta tersenyum lebar saat Keanu menerima ajakannya. Dengan ramah, dia berkata, “Ketua mau
menemaniku minum malam ini, merupakan kehormatan yang besar bagiku. Tenang sja, aku tidak akan
menyita waktumu terlalu banyak.”
Setelah itu, Ananta memandu Keanu ke kamarnya.
Begitu memasuki pintu, Keanu melihat ada beberapa hidangan lezat di atas meja. Selain itu, juga ada
dua kendi arak yang memancarkan aroma wangi dan memabukkan.
“Araknya sangat harum!” ujar Keanu. Dia menghirup aroma itu dalam-dalam sambil duduk.
Ananta cepat-cepat membuka penutup kendi dan langsung menuangkan arak tersebut untuk keanu.
“Ketua, pengetahuanmu sangat luas, tapi kamu tidak pernah meminum arak semacam ini. Ini adalah arak
khas dari Daratan Laut Kuning. Arak ini terbuat dari buah kiwi yang dipetik di Gunung Salju dan memiliki
aroma yang sangat kuat. Namanya adalah Hidup Dalam Mimpi,” ujarnya sambil tersenyum.
“Arak ini tidak bisa diminum oleh orang biasa. Sebagai orang yang luar biasa, Ketua dipersilakan
untuk mencicipinya hari ini. Tapi, tentu saja, itu akan menaikkan harga dan nilai arak ini. Hahaha.”
Hidup Dalam Mimpi?
Kedua mata Keanu mengerjap-ngerjap ketika mendengar namanya. Dia merasa tertarik, lalu berkata
sambil tersenyum, “Namanya sangat elegan.”
Kemudian, Keanu mengambil mangkuk arak yang telah terisi. Dia menciumnya terlbih dahulu, lalu
meminum semuanya sekaligus.
Setelah berkelana di seluruh dunia selama bertahun-tahun, Keanu sangat berhati-hati dengan apa
yang dia lakukan. Dia mencium arak tersebut terlebih dahulu, untuk memastikan bahwa minuman itu tidak
beracun. Namun sebenarnya, hati dan perut berbeda. Ananta bersikap penuh hormat di hadapannya,
namun siapa tahu bahwa dia diam-diam mencelakainya.
Namun, bahkan jika Ananta meracuninya, Keanu tidak takut. Sepuluh tahun yang lalu, Keanu pernah
mengonsumsi Ekstrak Kalajengking dari makam Syailendra, sehingga dia sudah kebal terhadap ratusan
macam racun.
To be continue ...
Halo Sobat Novelme!
Terima kasih sudah membaca chapter ini, dijamin konfliknya makin seru lho!
Buat kalian yang menyukai novel ini, bisa vote, subscribe, komen review dan kasih hadiah ya supaya
author semangat up-nya.
Terima kasih^^
 Selanjutnya
 Daftar Isi
 Sebelumnya
PustakaTop Up

  Selanjutnya
 Daftar Isi

 Sebelumnya 
Hello, Mr. Presdir!Efek Meminum Arak Hidup Dalam Mimpi
Efek Meminum Arak Hidup Dalam Mimpi
Huh!
Wajah Ananta tampak tenang ketika menyaksikan Keanu meminum semangkuk arak sekaligus. Namun
hatinya sangat gembira dan bersemangat.
Benar. Ananta mengundang Keanu untuk minum bukan karena dia mengaguminya, namun untuk
menyelesaikan misi yang diberikan Thalith padanya untuk menangkap Keanu.
Pikiran Ananta sangat licik. Dia tahu orang kuat seperti Keanu tidak akan bisa terpengaruh oleh racun
biasa. Jadi, dia cukup pintar untuk tidak meracuni araknya! Arak itu memang tidak beracun, namun memiliki
kelebihan tersendiri!
Hidup Dalam Mimpi merupakan jenis arak yang unik di Daratan Laut Kuning. Orang biasa bisa mabuk
selama setengah bulan hanya dengan satu tegukan. Bahkan, seorang Mandraguna saja tidak akan sanggup
untuk meminum alkohol sekuat itu. Semua orang tahu bahwa siapa pun yang ingin meminum arak Hidup
Dalam Mimpi ini, maka dia harus mengonsumsi obat anti mabuk terlebih dahulu.
Rencana yang dimiliki oleh Ananta sangatlah sederhana. Dia sengaja tidak memberitahu Keanu
seberapa kuat arak Hidup Dalam Mimpi itu. Saat Keanu sudah mabuk, dia akan langsung mengikatnya
dengan erat.
Sedangkan Ananta sendiri sudah meminum obat anti mabuk terlebih dahulu, jadi dia tidak takut,
“Ketua.” Ananta memandangi Keanu sambil tersenyum. “Bagaimana rasa araknya?”
“Enak!”
Keanu mengangguk. Dia berseru lantang, “Harum dan kuat. Ada sisa rasa manisnya. Ini benar-benar
arak yang enak.”
Keanu memiliki pengetahuan yang mendalam dalam bidang seni merami pil. Sebelumnya, dia pernah
belajar farmakologi dengan Dimitri. Setelah menyesap arak itu dan tahu bahwa tidak ada racun di dalamnya,
dia segera melonggarkan kewaspadaannya.
Saat ini, Keanu tidak tahu bahwa arak Hidup Dalam Mimpi sangat kuat.
“Haha.”
Ananta tertawa. Lalu dia cepat-cepat menuangkan arak lagi di gelas Keanu. “Karena arak ini adalah
selera yang cocok untuk Ketua, maka Ketua harus minum lebih banyak lagi,” ujarnya.
Wajahnya menunjukkan sebuah senyuman, namun ada rasa dingin dan tajam di matanya.
‘Minumlah. Semakin banyak kamu minum, semakin dalam kamu mabuk.’
Keanu juga tak sungkan. Dia segera menghabiskan arak di dalam mangkuknya, lalu berbincang-
bincang dengan Ananta.
“Ketua!”
Setelah menghabiskan beberapa mangkuk arak, Ananta terus berbicara tanpa henti. “Ketua sangat
murah hati. Aku benar-benar merasa sangat terhormat bisa merasakan kemurahan hati Ketua. Sejujurnya,
aku bersikap jahat kepada Ketua karena aku terlalu menyukai sepupuku. Aku merasa sakit hati ketika
melihat Ketua berjalan begitu dekar dengannya.”
Sejujurnya, Ananta tidak ingin terlalu banyak berbincang-bincang dengan Keanu, namun demi
menyingkirkan kewaspadaan Keanu, dia sengaja menunjukkan sikap akrab.
Ananta memang sangat licik.
Keanu tersenyum mendengarnya. Karena Ananta telah mencurahkan isi hatinya, Keanu benar-benar
meluruhkan segala keraguan di hatinya.
Tanpa rasa waspada, Keanu berbincang-bincang dengan Ananta sambil tertawa bahagia dan minum
dengan gembira.
Setelah tiga putaran anggur dan lima jenis makanan ….
Awalnya, Keanu tidak merasakan apa-apa. Namun, ketika alkoholnya sudah naik perlahan-lahan, dia
merasa ada yang tidak beres.
Sial!
Keanu merasakan kepalanya sangat pusing. Keadaan tubuh yang berada di bawah pengaruh alkohol
membuatnya lemas dan tak bisa duduk dengan tenang.
Mengapa arak ini sangat kuat?
Detik berikutnya, Keanu mengangkat kepalanya dan melihat Ananta dengan pandangan samar dan
dalam kondisi mabuk. “Araknya sangat kuat. Aku tidak mau minum lagi,” ujarnya lemas.
“Haha.”
Ananta tersenyum tipis. “Baiklah, Ketua. Karena kamu sudah mabuk, lebih baik tidak usah
meminumnya lagi. Istirahatlah,” ujarnya.
Begitu selesai berbicara, Ananta segera mengulurkan tangannya dengan cepat, dan langsung
memukul bagian kepala Keanu.
Pak!
Keanu sangat mabuk hingga dia tak sempat bereaksi sama sekali. Pandangannya tiba-tiba gelap dan
dia pun langsung pingsan.
Haha.
Ananta sangat bangga sekaligus bersemangat.
Berhasil. Dia bisa mengalahkan Keanu yang terkenal di seluruh dunia!
Setelah itu, Ananta memanggil dua orang pesuruh dari luar. “Cepat, lepaskan pakaiannya,”
perintahnya.
Kedua pesuruh tersebut segera melaksanakan perintah Ananta.
“Angkat! Cepat!” Ananta melambaikan tangannya sambil berjalan keluar.
Dua orang pesuruh buru-buru mengangkat Keanu dan berjalan mengikuti langkah Ananta dari
belajang. Tak lupa mereka juga membawa pakaian Keanu.
Dengan memanfaatkan kegelapan malam, Ananta dan dua orang pesuruh membawa Keanu ke kamar
Violeta. Saat ini, Violeta belum kembali ke kamar karena masih ada urusan yang harus dia kerjakan.
Setelah melempar Keanu ke tempat tidur Violeta, Ananta buru-buru bersembunyi bersama kedua
pesuruhnya.
“Keanu!”
Setelah bersembunyi, Ananta berkata pada dirinya sendiri sambil tersenyum licik. “Jangan salahkan
aku atas kejahatan yang telah aku lakukan. Lagi pula, siapa yang menyuruhmu memprovokasi kami ke
Perguruan Sanata Angkara dan membuat sepupuku sangat mengagumimu?”
Awalnya, Ananta berencana untuk membawa pergi Keanu keluar Villa Pedang Masyhur setelah Keanu
mabuk dan langsung mengirimkannya ke markas pusat Perguruan Santasa Angkara. Namun, setelah
pertarungan sengit yang terjadi pada siang hari tadi, Villa Pedang Masyhur memperketat penjagaannya
sehingga sulit untuk mengeluarkan Keanu dari tempat ini.
Setelah memikirkannya kembali, Ananta pun merubah rencananya. Dia melepas pakaian Keanu dan
membaringkannya di atas tempat tidur Violeta. Ketika sepupunya kembali dan melihat pemandangan di
kasur, dia pasti terkejut. Pasti dia akan menuduh Keanu berniat melakukan hal tercela. Bagaimanapun,
Keanu sedang mabuk dan tak akan bisa membantah.
Kemudian, kesan sepupunya terhadap Keanu pasti kan menjadi sangat buruk. Violeta sangat disayang
oleh ayahnya. Jika dia tahu bahwa Keanu berniat ingin menodai Violeta, maka dia pasti akan sangat marah.
Setelah itu, barulah Ananta akan mencari alasan lain untuk mengeluarkan Keanu dari villa ini.
Dengan cara ini, dia tidak hanya akan menghancurkan hubungan antara Keanu dan sepupunya, namun
juga bisa menyelesaikan perintah Thalith. Sekali dayung, dua tiga pulau terlewati.
‘Haha. Aku sangat pintar.’
Ananta bersembunyi sambil memikirkan rencananya tersebut. Semakin dipikirkan, semakin
bersemangat dia!
Saat ini, di aula depan Villa Pedang Masyhur
Violeta berdiri dengan postur bermartabat. Wajahnya yang cantik tampak putu asa.
Siang tadi, Keanu telah berjasa untuk membantu Villa Pedang Masyhur melewati malapetaka. Violeta
sangat berterima kasih sehingga ingin menemukan Gladys secepat mungkin untuk membalas kebaikan
Keanu.
Namun, barusan dia baru mendapatkan kabar dari orang yang dia tugaskan bahwa belum ada berita
tentang Gladys.
Violeta menghela napas panjang.
‘Sudahlah, istirahat dulu saja. Besok pagi aku akan menugaskan lebih banyak orang untuk mencari
informasi itu.’
Sudah larut. Waktunya istirahat!
Sambil sibuk tenggelam dalam pikirannya, Violeta meregangkan badan dan berjalan kembali ke
halaman belakang.
Eh?
Begitu hampir tiba di pintu kamar, Violeta tertegun. Dia melihat pintu terbuka. Tak lama kemudian,
juga tercium bau alkohol yang menyengat.
Siapa yang lancang masuk ke dalam kamarnya dalam keadaan mabuk?
Violeta menggigit bibirnya dengan kuat. Dia pun segera masuk kamar dengan perasaan jengkel.
Hah!
Begitu memasuki kamar, tubuh Violeta langsung bergetar. Wajah cantiknya memerah karena malu.
Dia melihat Keanu sedang berbaring di atas tempat tidurnya tanpa mengenakan busana pada tubuh
bagian atasnya. Telanjang!
“Aaaa!”
Dua detik kemudian, Violeta pun tersadar. Dia tak bisa menahan diri untuk tidak berteriak. Jantungnya
berdegup dengan amat kencang.
Mengapa Keanu mabuk begini? Apa yang dia lakukan di kamarku? Apalagi, dia tidak memakai baju.
Mungkinkah dia ingin melakukan sesuatu … itu ….
Otak Violeta seperti berdengung sesaat. Dia benar-benar bingung saat ini.
To be continue ...
Halo Sobat Novelme!
Terima kasih sudah membaca chapter ini, dijamin konfliknya makin seru lho!
Buat kalian yang menyukai novel ini, bisa vote, subscribe, komen review dan kasih hadiah ya supaya
author semangat up-nya.
Terima kasih^^
 Selanjutnya
 Daftar Isi
 Sebelumnya

PustakaTop Up

  Selanjutnya
 Daftar Isi

 Sebelumnya 
Hello, Mr. Presdir!Demi Reputasi Villa Pedang Masyhur
Demi Reputasi Villa Pedang Masyhur
“Adik!”
Ananta yang sedang bersembunyi di luar kamar, langsung masuk bersama dia pesuruhnya.
“Ada apa?” tanya Ananta cemas. Kemudian matanya tertuju pada Keanu yang sedang terbaring di
tempat tidur. Tak lupa dia memasang ekspresi wajah terkejut. “Kenapa Jetua Keanu ada di sini?”
Ananta memang licik. Violeta tidak curiga sama sekali. Dia mengira sepupunya khawatir karena
mendengar teriakannya tadi.
“Aku ….” Violeta menggigit bibirnya perlahan. Wajahnya memerah karena tersipu malu. “Aku juga
tidak tahu.”
Suasana Violeta sangat kacau dan tak karuan. Gadis mana pun yang menghadapi hal seperti ini pasti
akan sulit untuk menenangkan diri.
Wush!
Pierre dan murid-murid Villa Pedang Masyhur yang lain juga bergegas menhampiri setelah mendengar
suara teriakan.
Ini ….
Dalam sekejap, semua orang tercengang ketika melihat situasi di dalam kamar. Ekspresi mereka
campur aduk.
“Kenapa Keanu ada di kamar kakak?”
“Aroma araknya menyengat sekali.”
“Keanu meabuk dan ingin berbuat buruk pada kakak.”
Semua orang tak berhenti berbisik-bisik. Wajah Ananta terlihat sangat terkejut, Namun hatinya puas
tertawa.
Hahaha. Begitu banyak orang yang telah menyaksikan ini. Sekarang Keanu tak bisa membantah lagi!
“Violeta!”
Pierre bereaksi dan langsung bertanya pada putrinya, “Apa yang terjadi?”
Bagi Pierre, Keanu adalah pahlawan yang hebat, bukan seperti yang dikatakan oleh semua orang
barusan!
Violeta menggigit bibirnya. Belum sempat dia membalas pertanyaan Pierre, Ananta langsung
menyelanya.
“Paman, apakah kamu masih perlu bertanya?” seru Ananta. “Keadaannya jelas terlihat. Keanu
mendambakan sepupuku yang cantik. Dia menyelinap ke kamar Violeta sambil mavuk dan mencoba
melakukan sesuatu yang tak senonoh pada sepupuku.”
Ananta melirik Keanu dengan tatapan jijik. “Aku tidak menyangka, orang terkenal seperti ini akan
berbuat hina.”
“Kamu ….”
Tubuh Violeta gemetar mendengarnya. Dia tak bisa menahan untuk tidak beteriak pada Ananta.
“Diam! Keanu bukanlah orang yang seperti itu. Jangan memfitnahnya.”
Keanu adalah orang yang blak-blakan. Jika dia ingin mengagumi Violeta, pasti dia akan
mengatakannya secara langsung. Mana mungkin dia menyelinap ke kamarnya tengah malam seperti ini?
“Adikku!”
Ananta memandang Violeta sambil terkekeh. “Mengenal orang hanya dari tampangnya saja, bukan
dari hatinya. Keanu memang memiliki sikap heroik jika dilihat dari luar. Tapi, tidak ada yang tahu sifat dia
sebenarnya. Kamu baru saja bertemu dengannya beberapa kali. Kamu belum memahaminya. Jangan tertipu
oleh tampangnya.”
Violeta tidak menanggapi perkataan Ananta. Dia hanya menggigit bibir dengan ekspresi campur aduk.
Detik berikutnya, Violeta teringat akan sesuatu. Lalu dia berkata pada Ananta sambil mengerutkan
kening. “Aku ingat, sebelumnya kamu mengundang Keanu untuk minum. Kamu yang membuatnya mabuk!
Benar, kan? Bukankah kamu yang membawanya ke dalam kamarku?”
Violeta pun tersadar. Rasa malunya hilang, dan pikirannya pun cerah kembali.
Ananta selalu mengamatinya. Dia merasa cemburu setiap melihat Violeta dan Keanu dekat, lalu
menjebaknya. Pasti ini masalahnya.
“Benar!”
Ananta mengangguk mengaku. “Sebelumnya, aku memang minum dengan Keanu. Bukankah aku
menertawakannya siang tadi? Maka dari itu, aku mengundangnya minum untuk menebus kesalahanku,”
ujarnya.
Nadanya terdengar bersemangat. Wajahnya tampak polos. “Adikku, kenapa kamu mencurigai aku?
Keanu memang dan minum dan mabuk denganku. Tapi, aku meminta penjaga untuk mengantarkan dia
kembali ke kamar. Siapa tahu dia malah ke kamarmu diam-diam,” lanjutnya.
Begitu selesai berkata, kedua pesuruh yang berdiri di belakangnya langsung mengangguk setuju
dengan cepat.
“Benar, Nona. Kami berdua langsung mengantarkan Ketua Keanu kembali ke kemarnya.”
“Betul. Aku saksinya.”
Ini ….
Violeta langsung bimbang ketika melihat ada yang bersaksi untuk Ananta.
Mungkinkah Keanu menerobos masuk kamarnya?
“Sungguh tak disangka. Keanu terlihat sopan, ternyata dia seperti ini di belakang.” Seorang kakak
sepupu yang berada di sebelah Violeta ikut buka mulut. Wajah cantiknya menunjukkan sedikit ekspresi
menghina. “Padahal aku sangat memujanya siang tadi.”
Beberapa orang pelayan di sekitarnya juga mengangguk setuju tanpa bersuara. Mereka tak bisa
menyembunyikan rasa jijik di hati masing-masing ketika melihat Keanu.
Di depan semua orang, dia tampak seperti pahlawan yang hebat. Tapi di belakang, ternyata dia banyak
tipu muslihat.
Konyol sekali.
“Keanu!”
Untuk membuktikan bahwa dirinya benar, Ananta berjalan mendekat lalu menampar wajah Keanu dan
berteriak, “Sebagi Ketua Duwara Firdaus, Kaisar Barat Kelabu dan pahlawan di seluruh dunia, kamu berani
melakukan hal semacam ini. Jangan tidur! Bangun dan jelaskanlah!”
Dalam situasi yang normal, Ananta tidak akan berani berbuat seperti ini. Mustahil baginya untuk
memancing Keanu.
Namun, dalam hati, Ananta yakin bahwa Keanu sudah mabuk total akibat banyak meminum arak
Hidup Dalam Mimpi. Dia sangat mabuk dan tidak mungkin untuk bangun saat ini.
Huh!
Pierre melambaikan tangannya untuk menyudahkan keributan ini. “Sudahlah, jangan berteriak.
Tunggu sampai dia bangun dan pengaruh alkoholnya hilang. Barulah kita bisa bertanya-tanya dengan benar
kepadanya.”
Ekspresi Pierre tampak lesu, hatinya bimbang.
Sejujurnya, Pierre juga tak percaya bahwa Keanu adalah orang yang kurang ajar. Namun, situsasi
memang terjadi. Selain itu, Keanu juga mabuk.
Meskipun begitu, sebagai pemilik Villa Pedang Masyhur, Pierre harus berhati-hati dalam mengambil
keputusan. Dia akan ambil dulu sebelum bertanya pada permasalahan malam ini.
“Paman!”
Ananta langsung cemas. “Tidak peduli apa situasi sebenarnya. Keanu mabuk dan berbaring di tempat
tidur adik sepupu. Ini adalah fakta. Tidak hanya merugikan nama baik sepupuku, tapi juga merusak nama
baik Villa Pedang Masyhur. Kalau kita berpura-pura tidak tahu, apa yang akan dipikirkan orang tentang Villa
Pedang Masyhur? Bagaimana adikku akan menikah nanti?”
Ananta melihat ke arah para penonton di sekeliling dengan sikap berwibawa. “Menurutku, ikat Keanu
dulu. Tunggu dia bangun baru diinterogasi, agar tidak merusak Villa Pedang kita.”
Banyak orang yang mengananggung saja.
“Iya, demi reputasi Villa Pedang Masyhur kita, memang seharusnya begitu!”
“Keanu ini sangat kuat. Jika benar dia memiliki rencana untuk menodai Nona, kita tetap tidak bisa
apa-apa. Kalau dia menyangkal besok pagi, siapa yang bisa menghentikannya?”
“Betul, betul! Ikat dulu!”
Ucapan semua orang yang bersahutan membuat Pierre mengerutkan kening. Dia tampak ragu.
Status Keanu bukanlah orang biasa. Jika dia diikat saat mabuk, Pierre takut tindakan itu tidak benar.
Tapi, apa yang dikatakan semua orang benar. Apabila dia benar-benar pria yang suka dengan wanita
cantik, begitu pengaruh alkoholnya hilang, maka tidak ada satu pun orang di Villa Pedang Masyhur yang
bisa melawannya.
“Paman!”
Melihat Pierre ragu, Ananta buru-buru berkata, “Siang tadi, Keanu telah mengusir Thalith dan
membantu Villa Pedang Masyhur. Kalau paman merasa tidak nyaman, aku saja yang mengikatnya. Meskipun
jika hal ini hanyalah sebuah kesalahpahaman, maka tidak akan memengaruhi hubungan dia dengan Villa
Pedang Masyhur.”
“Baiklah!”
Pierre tak lagi ragu setelah mendengar bujukan Ananta. Dia pun mengangguk setuju.
Benar. Pierre sebenarnya juga khawatir. Jika Keanu diikat, maka akan sulit untuk mengatakan padanya
bahwa itu adalah sebuah kesalahpahaman.
Lagi pula, Keanu adalah teman baiknya. Jika hubungan mereka memburuk, maka Villa Pedang
Masyhur akan kehilangan sekutu yang kuat.
Ananta terlihat serius ketika mendengar persetujuan Pierre. Namun, hatinya bersuka cita.
Kemudian, Ananta menoleh ke arah Violeta. “Adikku, bagaimana menurutmu?”
Bagaimanapun, Keanu adalah teman adik sepupuya. Dia harus meminta pendapat si adik terlebih
dahulu sebelum mengikatnya.
“Aku ….”
Violeta menggigit bibirnya dengan kuat. Wajahnya yang cantik tampak bimbang. Dia sangat bingung
ketika merasakan tatapan semua orang ditujukan kepadanya. “Aku tidak tahu. Terserah kamu saja,”
bisiknya.
Sebenarnya, Violata tidak percaya bahwa Keanu adalah orang yang bejat. Namu, demi reputasi Villa
Pedang Masyhur dan nama baiknya, tidak masalah jika harus mengikat Keanu!
Violata telah memikirkannya. Apabila ini adalah kesalahpahaman, dia bisa tinggal minta maaf kepada
Keanu. Dia percaya bahwa Keanu memiliki pikiran yang terbuka dan tak akan mempermasalahkan hal itu.
“Cepat!”
Setelah mendengar jawaban Violeta, Ananta langsung melambaikan tangannya tanpa ragu. “Cepat
ikat Keanu.”
Kedua pesuruh Ananta langsung bergegas mengikat Keanu.
Saat ini, Keanu sedang mabuk dan tak sadarkan diri. Dia tidak tahu apa yang sedang terjadi.
“Paman!”
Dengan wajah serius, Ananta berkata pada Pierre, “Malam ini, aku akan menjaga Keanu dengan baik.
Kalian silakan pergi beristirahat.”
Pierre mengangguk dan memerhatikan sekelilingnya. “Baiklah, semuanya pergi dan neristirahatlah!”
Kemudian, dia berjalan keluar ruangan perlahan.
Semua orang di sekitar juga ikut bubar.
“Adikku.” Ananta tersenyum pada Violeta. “Kamu juga harus segera istirahat.”
Setelah itu, dia memerintahkan dua pesuruhnya dan membawa Keanu meninggalkan ruangan.
“Tuan!”
Begitu keluar ruangan, seorang pesuruh tak bisa menyembunyikan rasa penasarannya. “Apa yang
kamu akan Tuan lakukan selanjutnya? Menunggu Keanu bangun besok?”
“Dasar bodoh!” Ananta menatap pesuruh tersebut dengan tajam. “Kejadian di kamar adik sepupu
barusan adalah untuk mengalihkan perhatian semua orang. Sekarang, para murid yang bertuugas berpatroli
tu pasti belum kembali ke pos. Kesempatan ini harus dimanfaatkan. Mari kita bawa Keanu menyelinap
keluar.”
Dia telah berhasil membuat Keanu mabuk. Setelah mengatur permainan sebesar itu, mana mungkin
dia rela membangunkan Keanu di area Villa Pedang Masyhur?
Sebagai sepupu Violeta, Ananta sering datang berkunjung ke Villa Pedang Masyhur. Dia sudah hafal
dengan hampir seluruh titik daerah ini. Dia pun memanfaatkan kesempatan malam ini dan membawa Keanu
keluar dari Villa.
Huh!
Setengah jam kemudian, mereka tiba di lereng bukit yang terletak beberapa mil bagian utara Villa
Pedang Masyhur. Ananta menarik napas dalam-dalam. Wajahnya tampak bahagia.
Hahaha. Akhirnya, bisa berhasil mengeluarkan Keanu. Kemudian, mereka akan pergi ke markas utama
dan menyelesaikan tugas yang diberikan ketua.
Ananta tidak takut dengan pertanyaan Pierre yang curiga dengan keberadaan Keanu. Nanti dia tinggal
mangetakan kepada Pierre bahwa setelah bangun, Keanu sadar bahwa dia telah melakukan sesuatu yang
buruk dan malu untuk tetap berada di Villa Pedang Masyhur. Jadi, dia melarikan diri.
To be continue ...
Halo Sobat Novelme!
Terima kasih sudah membaca chapter ini, dijamin konfliknya makin seru lho!
Buat kalian yang menyukai novel ini, bisa vote, subscribe, komen review dan kasih hadiah ya supaya
author semangat up-nya.
Terima kasih^^
 Selanjutnya
 Daftar Isi
 Sebelumnya

PustakaTop Up

  Selanjutnya
 Daftar Isi

 Sebelumnya 
Hello, Mr. Presdir!Perguruan Puspita
Perguruan Puspita
"Tunggu!"
Ketika hendak berangkat, Ananta tiba-tiba teringat sesuatu. Dia pun berkata kepada dua pesuruhnya,
"Turunkan Keanu dan geledah tubuhnya."
Hahahaha.
Keanu tidak hanya merupakan Ketua Duwara Firdaus, tapi juga Kaisar Barat Kelabu. Dia pasti memiliki
banyak harta karun.
Sebelum membawa Keanu ka markas pusat, dia ingin mengambil harta miliknya terlebih dahulu.
Mungkin dia bisa mendapatkan Kitab Ilmu Ajaib dari Keanu.
Senyum Ananta merekah ketika memikirkannya.
"Baik, Tuan!"
Kedua pesuruh tersebut meletakkan tubuh Keanu di tanah dan mulai menggeledah tubuhnya.
Tak butuh waktu lama, mereka menemukan dua benda di tubuh Keanu. Yang satu merupakan Menara
Linglong, sementara yang satu lagi adalah Uncang Mitologi.
Menara Linglong bisa membesar dan mengecil. Ketika tidak digunakan, Keanu akan mengubahnya
menjadi ukuran terkecil, seukuran jari. Kebanyakan orang bisa mengira bahwa benda itu bukanlah benda
biasa, namun sulit untuk mengungkap misteri yang ada dibaliknya.
“Ini ….”
Ananta mengambil Menara Linglong dan melihatnya berulang kali dengan kening berkerut. “Energi
spiritual di tubuhku bergejolak. Ini pasti harta karun. Tapi, apa gunanya?”
Setelah itu, Ananta menggantung Menara Linglong di leher Keanu lagi.
Lalu, dia mengambil uncang mitologi. “Kantong ini menarik!” serunya gembira.
Meskipun Ananta adalah anak tertua di keluarganya, namun dia menganggur dan memiliki
pengetahuan yang terbatas. Maka dari itu, dia tidak tahu bahwa Menara Linglong merupakan harta arun
yang tak tertandingi nilainya. Sementara itu, ucang mitologi juga merupakan harta yang langka, dan Ananta
tak pernah melihatnya.
Namun, Ananta merasa ada segel kekuatan di mulut kantung tersebut. Segelnya terasa lemah.
Meskipun tak tahu apa yang ada di dalam uncang mitologi tersebut, dia bisa menebak bahwa ada
sesuatu yang bagus di dalamnya!
Klik!
Tanpa ragu, Ananta menggunakan tenaga dalamnya untuk membuka segel itu.
Dia merasa sangat senang. Segel kekuatan uncang mitologi itu memang sangat lengah. Itu hanya
bersifat sebagai isolasi, tujuannya untuk membiarkan makhluk mitologi di dalam untuk beristirahat degan
tenang.
Ahli bela diri mana pun di muka bumi ini pasti bisa membuka uncang mitologi dengan mudah.
Namun, saat ini Ananta tak tahu apa yang ada di dalamnya. Matanya bersinar penuh kegembiraan dan
harapan.
Setelah membuka segel, Ananta langsung mengulurkan tangan dan merogoh ke dalam kantong
tersebut dengan tak sabar.
Seketika, terdengar suara raungan yang mengejutkan datang dari dalam kantong itu. Kemudian sosok
besar menerobos udara dan masuk di hadapan Ananta dan kedua pesuruhnya.
Dia adalah Simaperkasa milik Keanu.
Simaperkasa sedang beristirahat di dalam kantung. Namun tiba-tiba seseorang membuka kantungnya,
dan auranya bukanlah dari Keanu. Simaperkasa bergegas keluar tanpa ragu.
Tubuh Ananta mendadak gemetar. Dia pun jatuh terduduk di tanah sambil menatap Simaperkasa
dengan pupil mata yang kosong. Dia sangat ketakutan.
Kedua pesuruh yang berdiri di belakanganya juga gemetaran, meneteskan keringat dingin.
Auranya kuat sekali.
Tubuhnya sangat besar. Bentuknya seperti harimau, tapi di punggungnya terdapat sepasang sayap.
Apakah dia adalah Simaperkasa yang legendaris itu?
Ananta terdiam untuk beberapa saat. Dia menatap Simaperkasa dengan bingung dan gemetar. Dia
hanya bisa menahan napas.
Ananta pun merasa takjub saat ini.
‘Kupikir akan ada banyak harta karun di dalam kantung ini. Aku tidak pernah menyangka ada
binatang aneh di dalamnya.’
Ananta bisa merasakan dengan jelas bahwa Simaperkasa di depannya sangat kuat. Dia dan
pesuruhnya mengawal bahwa Keanu bukan tandingannya
Sang Simaperkasa meraung lagi. dia uncang mitologi dia gigit dengan mulut. Kemudian, cakarnya
yang paling depan mencengkeram tubuh Keanu. Dia pun mengibaskan sepasang sayapnya yang
menggetarkan dan langsung terbang ke langit.
Simaperkasa dipenuhi dengan aura. Dia bisa merasakan bahwa tiga orang di hadapannya bukanlah
teman Keanu. Simaperkasa hanya akan melancarkan serangan ketika dia menerima perinta. Saat ini, Keanu
sangat mabuk. Jadi, Simaperkasa hanya bisa memawanya pergi.
Begitu Ananta dan kedua pesuruhnya kembali tersadar, Simaperkasa dan Keanu langsung menghilang
dari pandangan mereka.
“Ini ….”
Ananta berusaha menenangkan dirinya. Dia menatap langit yang hampa dengan ekspresi bingung.
Dia sudah susah payah menangkap Keanu, namun Simaperkasa membawanya pergi semudah itu.
Ananta sangat menyesal.
Jika sejak awal tahu soal ini, dia tidak akan sembarangan menggeledah barang-brang Keanu.
Keanu dibawa oleh Simaperkasa. Mereka terbang tinggi di atas pegunungan. Akhirnya, mendarat di
lembah yang indah.
Lembah tersebut dikelilingi oleh pegunungan pada ketuga sisinya, dan juga sebuah danau kecil di
tengahnya. Danau itu tampak jernih, dikelilingi rimbunan bunga dan pepohonan seperti negeri dongeng di
muka bumi.
Simaperkasa merupakan hewan mitologi yang cukup spiritual. Begitu melihat lingkungan di sini bagus
dan masih ada air, dia pun menempatkanku di sarah. Kemudian, dia menggunakan cakar depannya untuk
menyemburkan Keanu, mencoba membangunkan.
Namun Keanu terlalu mabuk. Percikapan air danau tidak membuatnya terbangun. Pada akhirnya,
Simaperkasa menyesal. Dia pun berbaring miring, diam-diam menjaga Keanu.
Keanu tak sadar sudah berapa lama dia mabuk. Begitu dia membuka mata, kepalanya sangat pening.
Gawat!
Saat ini, Keanu terlihat mabuk. Matanya merah. Dia duduk dengan angin berkerut. Ternyata, arak yang
diberikan Ananta kepadanya tadi sangatlah kuat.
Dan … sepertinya, Anantalah yang membuatnya mabuk hingga pingsan.
Eh?
Keanu melihat ke sekelilingnya sambil melihat sekeliling. Tiba-tiba dia tercengang.
Di mana ini?
Di depannya ada danau yang jernih, dengan ombak biru yang beriak. Angin sepoi-sepoi berembus
perlahan. Lembah itu seindah negeri dongeng.
Ada Simaperkasa yang sedang berbaring di sampingnya.
“Tempat apa ini?” tanya Keanu. dia menatap Keanu dengan tatapan heran. “Mengapa aku di sini?
Apa yang terjadi?”
Keanu hanya ingat bahwa dia dan Ananta sedang minum, lalu dia mabuk setelah beberapa mangkuk,
dia tak ingat apa yang terjadi kemudian.
Huh!
Setelah mendengar pertanyaan itu, Simaperkasa menjulurkan lidahnya dan menjilat tangan Keanu
dengan penuh kasih sayang. Kemudian dia mengeluarkan suara rengekan, seolah-olah ingin
mengungkapkan sesuatu. Namun dia tetap tidak bisa bicara. Keanu pun semakin bingung.
Beberapa detik kemudian, Keanu tertawa sendiri. Mengapa dia malah bertanya pada Simaperkasa?
Sambil bergumam dalam hati. Keanu membasuh wajahnya di tepi sungai.
Tak peduli bagaimana caranya dia bisa datang ke sini. Yang penting, tempat ini lebih aman dan lebih
baik.
Air danau yang jernih dan menyegarkan membasuh wajah Keanu. Pengaruh alokohol pun tiba-tiba
mereda.
Huh!
Dengan pikiran yang lebih jernih, Keanu menarik tangan leher dalam-dalam.
Seharusnya, saat ini dia berada di Vila Pedang Masyhur, tapi malah berada di tempat ini? Ngomong-
ngomong, sebelum dia mabuk, sepertinya Ananta menyerangnya.
Anak ini pasti gembira karena Violeta. Hatinya semburu nih. Kemudian dia membuatnya sampai
pingsan dan melemparkannya ke lembah ini.
Sejujurnya, jika hal ini terjadi lebih awal, Keanu pasti tidak akan terima. Dia akan kembali ke Vila
Pedang Masyhur dan balas dendam pada Ananta.
Tapi, setelah dipikir-pikir lagi, begini saja juga tidak apa-apa.
Bagaimanapun, dia tidak bisa tinggal di Vila Pedang Masyhur selamanya tanpa melakukan apa-apa,
hanya menunggu kabar Gladys.
Sebelumnya, Keanu telah memikirkannya. Dia akan pergi meninggalkan Vila Pedang Masyhur dan
pergi mencari Gladys. Dengan begitu, pihak vila dan dirinya akan memiliki peluang yang lebih tinggi untuk
menemukan Gladys.
Akan tetapi ….
Setelah melihat bayangannya di pantulan danau, Keanu mempertimbangkannya lagi. Dia pun
mengeluarkan Bedak Ubah Rupa dari sakunya dan mulai berdandan untuk menyamar. Bedak Ubah Rupa ini
awalnya dia temukan di Paviliun Bodhisatva milik keturunan Kaisar. saat itu, Keanu berpura-pura menjadi
keturunan Kaisar dan mempermainkan Mandla. Masih ada sedikit Bedak Ubah Rupa yang tersisa.
Karena Keanu memutuskan untuk menyelidiki keberadaan Gladys sendirian, maka dia harus
menyembunyikan identitasnya. Bagaimanapun, reputasinya terlalu tinggi dan mudah untuk ditargetkan.
Jadi, lebih baik jika dia menyamar terlebih dahulu.
Setelah bergumam sejenak, Keanu bercermin di pantulan permukaan air sambil tersenyum puas.
Hahaha.
Beda Ubah Rupa ini benar-benar barang bagus.
Saat ini, penampilan Keanu telah benar-benar berubah menjadi orang lain. Auranya juga berbeda dari
pada sebelumnya.
Bedak Ubah Rupa merupakan harta karun yang aneh. Awalnya Cu Pat Kai bercanda dengan Keanu di
Keraton Tanjung Utara. Dia menggunakan Bedak Ubah Rupa dan menyamar sebagai Kaisar Gaius. Dia
berhasil membohongi Keanu. Saat itu, Keanu sangat marah.”
Kemudian, demi menemukan Mutiara Jelita untuk Shareen, Keanu diam-diam menyelinap ke gudang
bawah tanah, tempat harta karun tersebut ditempatkan oleh Kaisar Gaius. Kemudian dia letakkan terus di
tubuh, kalu diperlukan beda gitu.
Demi kemudahan mencari kabar Gladys, Keanu menggunakan Bedak Ubah Rupa.
Keanu sangat puas dengan hasil dandanannya. Dia menyimpang Simaperkasa kembali dan bersiap
untuk meninggalkan lembah.
Namun, tiba-tiba Keanu mendengar suara.
Suara itu terdengar sangat aneh. Dia langsung melihat ke arah seberang danau.
Seluruh tubuh Keanu membeku ketika melihat pemandangan di depannya. Dia hanya bisa tertegun
sambil menahan napas.
Gila, ternyata di sini ada orang?
Mulut Keanu menganga lebar. Dia mengusap mata dengan tangannya. Wajahnya tampak sangat
terkejut.
Tampak beberapa sosok langsing dan lembut sedang terbang ke arahnya. Ada beberapa orang wanita,
semuanya berusia dua puluh tahunan, dengan wajah cantik dan menawan. Semuanya berbalut gaun
lavender. Mereka terbang di udara seperti bidadari.
Kalau boleh jujur, penampilan para wanita ini masih kalah dengan Gladys, Rachel dan yang lainnya.
Namun, wujud mereka yang cantik di hadapannya kini benar-benar seindah lukisan.
Keanu membeku sejenak dengan tatapan kosong.
Beberapa orang wanita mendekat ke arah Keanu. Salah satunya memiliki mata besar dan tajam. Dia
memiliki postur yang paling seksi. Setelah memandangai Keanu dari atas ke bawah, dia bertanya dengan
dingin, “Siapa kamu? Sungguh kurang ajar. Berani masuk tanpa izin ke area terlarang Paviliun Puspita!”
Nadanya terdengar tajam dan tinggi.
To be continue ...
Halo Sobat Novelme!
Terima kasih sudah membaca chapter ini, dijamin konfliknya makin seru lho!
Buat kalian yang menyukai novel ini, bisa vote, subscribe, komen review dan kasih hadiah ya supaya
author semangat up-nya.
Terima kasih^^
 Selanjutnya
 Daftar Isi
 Sebelumnya

PustakaTop Up

  Selanjutnya
 Daftar Isi
 Sebelumnya 
Hello, Mr. Presdir!Bawa Dia Keluar!
Bawa Dia Keluar!
Perguruan Puspita? Setelah mendengar perkataan ini, Keanu langsung tercengang.
Bukankah ini hanya suatu perguruan yang indah? Bagaimana tempat itu bisa dilarang?
Sebenarnya Perguruan Puspita itu tempat macam apa?
Sebagai Master Duwara Firdaus, Keanu memiliki banyak informasi. Meskipun dia belum pernah ke
Daratan Laut Kuning sebelumnya, dia juga tahu banyak tentang semua perguruan di Daratan Laut Kuning.
Dia belum pernah mendengar tentang Perguruan Puspita.
Keanu tidak tahu bahwa Perguruan Puspita adalah perguruan yang baru muncul dalam kurun waktu
sepuluh tahun terakhir. Murid-muridnya memiliki jalur rahasia. Mereka tidak pernah berinteraksi dengan
perguruan lain. Apalagi Keanu, dia berasal dari daratan bumi bulat.
Wanita cantik ini dipanggil Aylin, dia merupakan murid tertua dari Perguruan Puspita.
Huh!
Saat ini, Keanu langsung bereaksi dan tidak bisa menahan diri untuk menelan ludahnya. Kemudian dia
tersenyum pada Aylin. "Wanita cantik, kamu telah salah paham. Aku tidak sengaja menerobos. Aku hanya
kebetulan lewat. Ayo pergi!"
Suara itu jatuh dan Keanu berbalik untuk pergi.
Dalam hati Keanu saat ini, yang paling penting adalah mencari Gladys. Dia tidak ingin menumbuhkan
benih asmara di hati wanita lain.
"Kamu ingin pergi tanpa membobol area terlarang?"
Saat Keanu berbalik, alis aylin langsung berkerut dan dia mengeluarkan suara dingin. Lalu sosok
wanita itu terbang langsung ke arah Keanu.
Keanu belum sepenuhnya tersingkir dan dia tidak bisa melawan sama sekali. Aylin memukul dan
langsung menyegel titik akupunturnya. Tiba-tiba, Keanu menjadi kaku dan tidak bisa bergerak.
"Ahhhh!"
Keanu ingin menangis tapi dia terlalu malu untuk melakukannya. Kemudian dia berkata dengan
senyum masam. "Aku benar-benar hanya lewat sini saja, aku tidak berbohong padamu. Wanita cantik, jika
kamu ingin mengatakan sesuatu, bukankah harus dilakukan dengan cara yang benar?"
"Ini sangat tidak elegan, kenapa wanita cantik yang menawan bisa bertindak sangat kasar?"
Keanu saat ini sangat tertekan.
Sungguh memalukan bahwa dia ditangkap oleh beberapa murid perempuan. Sedangkan dia
merupakan Master Duwara Firdaus yang bermartabat, Kaisar Daratan Barat Kelabu dan pahlawan dari
Daratan Bumi Bulat.
Tapi tidak mungkin, siapa yang bisa membiarkan dirinya minum begitu banyak. Padahal saat ini
alkohol yang ada di tenggorokannya masih belum turun.
Tapi Keanu juga sedikit beruntung hari ini.
Untungnya, sebelum para wanita ini datang, dia sudah mengubah penampilan. Jadi wanita ini tidak
akan tahu identitas aslinya.
"Diam!"
Teriakan Keanu membuat pipi beberapa wanita memerah. Namun Aylin tidak bisa menahan diri untuk
tidak berteriak.
‘Orang ini yang tampaknya jujur, tetapi bisa berbicara dengan lancar tanpa rasa bersalah. Jelas dia
bukanlah orang yang baik.’
Uh!
Mendengar perkataan Aylin, membuat Keanu merasa malu. Kemudian dia tersenyum masam dan
berhenti berbicara.
Beberapa menit kemudian, Keanu dibawa oleh Aylin ke altar utama Perguruan Puspita.
Huft!
Keanu langsung menahan napas dalam-dalam dan membuat seluruh orang tercengang.
Keanu melihat altar utama Perguruan Puspita dibangun di bagian lembah yang paling dalam dan ini
berdekatan dengan danau.
Tempat ini adalah sekelompok bangunan kuno yang megah. Karena daerah sekitarnya ditutupi oleh
hutan bambu, sulit untuk menemukannya dari kejauhan.
Keanu melihat di dalam altar utama ini ada koridor dan paviliun yang bisa di lihat dari berbagai arah.
Di antara altar utama ini ada banyak bunga dan tanaman aneh. Namun ini memnibulkan kesan yang sangat
tenang dan elegan.
Di sebuah monumen yang ada di gerbang, ada beberapa karakter elegan tertulis. Karakter ini sangat
menarik perhatian: Perguruan Puspita!
Berengsek!
Pada saat ini, Keanu menatap semuanya dengan kosong.
Keanu pikir pemandangan di Villa pedang mahsyur sudah cukup indah. Tetapi dia tidak pernah
menyangka akan ada perguruan tersembunyi di tepi gunung dan danau yang dalam ini. Pemandangan di
perguruan ini bahkan lebih menawan seperti gulungan gambar.
Yang lebih mengejutkan Keanu adalah bahwa di Perguruan Puspita ini, tidak ada satu pria pun.
Penghuni perguruan ini semuanya wanita!
Tampaknya Perguruan Puspita ini, seperti Perguruan Putih. Mereka hanya akan menerima murid
perempuan.
Keanu bergumam di dalam hatinya, matanya terus menatap para murid perempuan. Keanu diam-diam
mengagumi gadis-gadis ini.
Sesungguhnya perguruan ini sudah benar-benar didukung oleh alam.
Tidak hanya pemandangannya yang indah, tetapi orang-orang yang menghuni juga lebih indah.
"Lihat aku lagi dan lihat bola matamu itu."
Saat ini Aylin membawa Keanu menuju gerbang dan berkata dengan dingin. "Hei kamu! Ikuti aku!"
Keanu tersenyum dan tidak punya pilihan selain mengikutinya dengan baik.
Sejujurnya jika dengan kekuatan Aylin, titik akupuntur Keanu hanya dapat disegel sementara. Dalam
perjalanan tadi, Keanu diam-diam telah membuka titik akupuntur yang menguncinya.
Tapi Keanu tidak mau pergi begitu saja. Dalam hatinya, ini adalah kesalahpahaman belaka. Dia tidak
perlu melakukan banyak hal. Keanu percaya bahwa selama dia menjelaskan situasinya, Perguruan Puspita
tidak akan menghukum dirinya.
Ada banyak pohon tua yang menjulang tinggi mengelilingi Perguruan Puspita. Jalan menuju aula
utama dinaungi oleh pepohonan hijau. Tentu saja ini memberi orang perasaan berjalan di tengah tempat
yang berkelok-kelok.
Tidak hanya itu, di kedua sisi lorong ada murid perempuan dari Perguruan Puspita. Keanu merasa
bahwa semakin dalam, semakin kuat kekuatan dari para murid yang berjaga-jaga ini. Itu menunjukkan
bahwa Perguruan Puspita memiliki aturan yang ketat dan tindakan pencegahan yang ketat.
Akhirnya, di aula bagian dalam, Keanu tiba-tiba merasa bodoh!
Baru masuk ke dalam aula, Keanu langsung melihat ada ratusan murid perempuan berdiri tertata rapi.
Semua wanita itu mengenakan gaun putih dan mengambang seperti abadi. Di ketinggian terdalam, ada
takhta yang halus.
Tahta ini diukir dari seluruh bagian emas, dengan lingkaran kuning mengalir di semua sudutnya.
Ukiran ini terlampau indah. Tahta ini sangat berharga!
Saat ini di kursi Tahta ada seorang wanita yang duduk dengan gaun sutra merah jambu. Wanita ini
menampakkan lekuk tubuh menawan yang menjulang. Dia duduk di atasnya dengan malas, namun
kecantikan wajahnya yang menawan tak dapat terlukiskan lagi. Kemudian, pada saat yang sama dia
menampakkan tampilan baru. Temperamen yang kuat dan tak bisa diganggu gugat .
Wanita ini adalah penguasa Perguruan Puspita, Thalia.
Hah!
Thalia melihat Keanu dibawa masuk, semua mata penonto di seluruh aula tiba-tiba tertuju pada
[Link]-murid perempuan yang hadir semuanya terkejut dan mengerutkan kening.
Perguruan Puspita memiliki aturan ketat dan melarang siapa pun memasuki altar umum.
Kenapa seorang pria dibawa masuk?
Siapa orang ini?
Wajah halus Thalia juga menunjukkan sedikit kemuraman. Thalia dengan merendahkan memandang
Keanu.
Saat ini, Keanu menghadapi mata musim gugur Thalia. Mata Keanu langsung lurus menatapnya dan
dia tidak bisa menahan diri menelan ludahnya.
Keanu benar-benar tidak menyangka bahwa ada begitu banyak murid cantik Perguruan Puspita. Hali
ini telah membuat pusing dan pemimpin dari perguruan ini bahkan lebih seksi dan menawan.
“Kami berani melihat perguruan Puspita dengan kepala mendongak seperti itu? Berani-bearninya
kamu! Cepat berlutut!” Tepat ketika Keanu terpesona olehnya, Aylin langsung berteriak di belakangnya.
Aylin berjalan mendekat dan menendangnya dengan ganas.
Keanu tidak bisa berdiri dengan stabil, jadi dia berlutut.
Apa ini!
Saat ini Keanu tiba-tiba menjadi sedikit kesal kepada wanita bernama Aylin ini. Dia sudah bersikap
terlalu tidak masuk akal. Dia hanya berlari ke tempatnya karena suatu kesalah pahaman, padahal dia tidak
melakukan apapun. Namun tiba-tiba dia menganggap Keanu seperti seorang musuh.
"Aylin!"
Saat ini, Thalia berkata dengan lembut. "Ada apa? Mengapa kamu membawa kembali seorang pria?
Apakah kamu lupa aturannya?"
Suaranya tidak nyaring, tapi memiliki aura yang kuat dan memenuhi seluruh altar.
Tubuh halus Aylin gemetar dan dengan cepat berkata. “Saya tidak sengaja melanggar aturan. Orang
inilah yang masuk ke danau suci kita. Saya melihatnya bertingkah mencurigakan, jadi saya menangkapnya
dan silahkan anda menginterogasinya sendiri.
Apa?
Mendengar ini, semua murid perempuan yang ada di aula langsung mengubah eksprei wajah mereka.
Mata Thalia berkedip, dia menatap Keanu dengan dingin, bibir merahnya terbuka ringan. "Apa kamu
sudah cukup berani?! Kamu berani masuk ke area terlarang Perguruan Puspita. Kamu dengan sengaja
masuk ke Danau Suci?!"
Berbicara tentang ini, Thalia mengarahkan tatapannya kepada Aylin. "Jika dia sudah masuk ke dalam
area danau suci, kamu tidak perlu membawanya kemari. Kamu bisa langsgung menyeretnya ke luar dan
membunuhnya!"
Danau suci bukan hanya area terlarang bagi Perguruan Puspita. Tetapi juga simbol kesucian semua
murid perempuan. Karena setiap tahun ketika murid baru direkrut, mereka akan mandi di danau suci dan
dibaptis. Jika tempat itu diricuh oleh seorang pria, tentu ini sebuah penodaan bagi seluruh murid Perguruan
Puspita.
“Baik!” jawab Aylin, lalus dia berjalan mendekat. Kemudian dia meraih Keanu sebelum menyeretnya
ke luar untuk dieksekusi.
To be continue ...
Halo Sobat Novelme!
Terima kasih sudah membaca chapter ini, dijamin konfliknya makin seru lho!
Buat kalian yang menyukai novel ini, bisa vote, subscribe, komen review dan kasih hadiah ya supaya
author semangat up-nya.
Terima kasih^^
 Selanjutnya
 Daftar Isi
 Sebelumnya

PustakaTop Up
  Selanjutnya
 Daftar Isi

 Sebelumnya 
Hello, Mr. Presdir!Tidak Meyakinkan
Tidak Meyakinkan
Apa?
Keanu sangat terkejut hingga ingin menangis.
Pria itu tidak sengaja memasuki Danau Sutji. Dia hanya mencuci wajahnya di sana dan tidak melakukan
hal lain. Dia akan dipenggal karena hal itu?
Ini terlalu kejam.
Saat ini, Keanu tidak berdaya.
Dia pikir itu masalah kecil yang bisa diselesaikan dengan kata-kata. Namun, ia benar-benar tidak
pernah berpikir itu akan menjadi begitu serius sampai-sampai dirinya harus dipenggal.
Awalnya, agar identitasnya tidak terungkap, Keanu tidak ingin melawan. Namun, dengan situasi seperti
sekarang, tidak ada cara lain.
Jika dirinya tidak melawan, dia akan mati!
Keanu berpikir bahwa dirinya akan menggunakan kekuatan tenaga dalamnya untuk mulai melawan.
“Hm ….”
Namun, saat ini, ia mendengar suara dehaman Thalia yang duduk di atas takhta. Tiba-tiba, wanita itu
bergumam kesakitan.
Gumaman itu sepertinya memiliki daya pikat yang mematikan. Keanu merasakan tulang di sekujur
tubuhnya melemah. Dia pun berdesis.
Sesaat berikutnya, pria itu tanpa sadar melihat ke belakang. Tiba-tiba, ia berusaha untuk menghirup
napas. Wanita itu tampak menggila.
Lihat saja. Thalia sebelumnya masih baik-baik saja, tetapi saat ini tubuh rampingnya meringkuk di atas
takhta. Keringat dingin menetes di sekujur tubuhnya dan tubuhnya terus-menerus gemetar. Wajah
cantiknya itu terlihat pucat. Sangat menyakitkan untuk dilihat!
Apa yang sebenarnya terjadi?
Argh!
Saat ini, semua murid wanita di aula panik.
“Ketua!”
“Gawat, racun dinginnya sudah menyebar di tubuh Ketua!”
“Ayo, cepat ambilkan Rumput Atma!”
Setelah mendengar seseorang berteriak, beberapa murid wanita keluar dari aula dengan tergesa-gesa.
Racun dingin?
Melihat pemandangan ini, Keanu mengerutkan kening.
Tak lama kemudian, beberapa murid wanita yang tadi keluar pun cepat kembali. Masing-masing
memegang Rumput Atma yang baru dipetiknya.
“Cepat!”
Pada saat ini, seorang wanita cantik dengan gaun kuning panjang mengambil alih Rumput Atma.
Dengan kemampuannya untuk memurnikan dan melelehkan, dia kemudian mulai membantu Thalia
mengeluarkan racun dingin dari tubuhnya.
Ia adalah tetua Perguruan Puspita dan dokter pribadi Thalia, Amara.
Usianya baru 25 tahun. Sosoknya tampak anggun dan memiliki raut wajah yang lembut dan menawan,
seperti bunga daffodil yang baru saja mekar. Dia pendiam dan memiliki kecantikan murni.
Segera setelah menggunakan Rumput Atma, wajah pucat Thalia berangsur-angsur normal kemerahan.
“Huh!”
Dalam sekejap, semua orang di aula merasa lega.
“Hm?”
Kali ini, tatapan Thalia tertuju pada Keanu dan berkata dengan dingin, “Kenapa pria ini masih di
sini?”
Di matanya, Keanu hanyalah orang biasa yang tidak sengaja telah menerobos area terlarang. Dia tidak
ingin melihatnya untuk kedua kalinya.
Aylin, murid tertua pun menghampirinya dan buru-buru berkata, “Barusan kami mencemaskan soal
racun dingin di tubuh Ketua, jadi kami menundanya. Kami akan melakukannya.”
Kemudian, dia akan menyeret Keanu keluar.
“Tunggu sebentar!”
Saat ini, Keanu berteriak, dan kemudian bertanya pada Thalia, “Izinkan saya bertanya. Apakah kamu
terkena racun dingin dari ulat sutra es?”
Tadi, wajah ketua perguruan itu pucat dan seberkas warna biru kehijauan muncul di antara alisnya.
Jelas sekali, Thalia telah terpapar racun dingin dari kodok es. Endapan di dalam tubuhnya berubah menjadi
penyakit dan akhirnya menjadi racun dingin.
Keanu pernah tinggal di Gua Petani Suci selama beberapa waktu. Selama tinggal di sana, dia
mempelajari beberapa keterampilan medis bersama Dimitri, jadi ia bisa mengetahuinya meski hanya melihat
sekilas.
Hah?
Mendengar ini, Thalia tercengang. Orang-orang di sekitar Thalia pun sangat terkejut sembari melihat
Keanu.
Bagaimana dia bisa melihat itu?
“Bagaimana kamu tahu?”
Thalia langsung bereaksi. Manik matanya menatap lekat-lekat ke arah Keanu, lalu dengan membalas
dengan dingin, “Katakan dengan jelas. Jika ada sedikit saja yang kamu disembunyikan, saya tidak akan
mengampunimu dan akan membuatmu kesakitan hingga memohon untuk mati.”
Ya, racun dingin di tubuh Thalia memang disebabkan oleh gas dingin yang terbentuk dari ulat sutra es.
Lima tahun lalu, Thalia melakukan perjalanan dan tidak sengaja memasuki gua ulat sutra es. Dia
terluka karena hewan berusia ribuan tahun itu dan menyebabkan gas dingin mengendap di tubuhnya.
Akhirnya, racun dingin itu terbentuk dalam tubuhnya. Setiap musim panas, racun di tubuhnya itu akan
menyerangnya dan membuatnya menderita.
Namun, masalah ini hanya diketahui oleh orang-orang Perguruan Puspita. Bagaimana pria yang baru
saja menerobos area terlarang secara tidak sengaja itu tahu tentang hal itu?
Selagi berpikir, raut wajah Thalia yang lembut itu berubah suram dan terlihat dingin.
Sejak berdirinya Perguruan Puspita, para murid jarang berjalan-jalan di Kota J. Namun, beberapa
orang di kota itu penasaran dengan keberadaan Perguruan Puspita dan ingin melihatnya dari dekat,
termasuk beberapa orang jahat yang menghuni kota itu. Ketika mereka mengetahui bahwa ada begitu
banyak wanita cantik di Perguruan Puspita, mereka berusaha keras untuk masuk ke dalamnya.
Setelah berpikir cukup lama, Thalia menganggap jika pria di depannya itu sengaja menerobos area
terlarang dengan tujuan lain. Dia tidak akan membiarkannya lolos begitu saja.
“Haha!”
Keanu tidak peduli dengan tatapan orang-orang sekitar. Dia tersenyum dan berkata pada Thalia,
“Jangan gugup, Ketua. Saya mempelajari keterampilan medis dan berfokus pada empat metode dasar, jadi
wajar saja kalau saya bisa melihatnya!”
Apa?
Mendengar ini, bukan hanya Thalia saja, tapi semua murid wanita di sekitar pun terkejut.
Namun, tidak sedikit murid yang bereaksi sebaliknya dan tidak bisa menahan tawa.
“Pria ini berpakaian seperti orang kampung dan terlihat bodoh. Bisa-bisanya dia mengaku kalau dia
belajar tentang medis? Lucu sekali!”
“Dia terlihat seperti orang jujur, tapi ternyata pandai membual!”
Kali ini, Aylin juga buru-buru berkata pada Thalia, “Ketua, orang ini pandai bersilat lidah, jadi kata-
katanya tidak bisa dipercaya.”
Saat mengatakan ini, Aylin tidak lupa menatap Keanu.
Saat ia membawa Keanu ke aula utama tadi, pria ini terus mengoceh tanpa henti. Berapa banyak dari
kata-katanya yang benar?
Sialan!
Mendengar ini, Keanu tidak tahu bagaimana harus menanggapinya. Dia menatap Aylin tanpa
mengucapkan sepatah kata pun.
‘Kejam sekali wanita ini. Barusan aku sudah menggodamu dan ternyata kamu mengingatnya.
Sekarang kamu malah mau membunuhku.’
Setelah berpikir sejenak, Keanu bergegas menuju Thalia dan berkata, “Ketua, mana berani saya
menipumu? Apa yang saya katakan itu benar. Leluhur saya dulu berasal dari keluarga medis. Mereka sudah
mewariskan keterampilannya secara turun temurun. Awalnya saya tidak mau mempelajarinya, tapi leluhur
saya meninggalkan buku-buku medis, jadi tidak sedikit yang saya pelajari.”
Keanu tidak bisa mengungkapkan identitas aslinya, jadi ia hanya bisa mengarang bebas.
Hm!
Mendengar penjelasan Keanu, Thalia tampak acuh tak acuh. “Apa menurutmu setelah mengatakan
ini, saya akan melepaskanmu karena kamu orang yang berbakat?”
Setelah mengatakannya, Thalia yang terlalu malas untuk berbicara omong kosong pun memberi
isyarat pada Aylin untuk menyeretnya keluar dan menghukumnya.
“Ketua!”
Keanu tiba-tiba cemas. Dia menatap Thalia dan berusaha menjelaskan kata per kata. “Tentu saja
bukan itu maksud saya. Maksud saya, saya tahu cara untuk mengeluarkan racun dingin dari tubuhmu secara
menyeluruh.”
Setelah itu, Keanu melanjutkan, “Menurut keterampilan medis yang diajarkan di keluarga saya, dalam
kasusmu, Rumput Atma memang bisa menekan racun dingin, tapi itu hanya mengobati gejalanya saja,
bukan memberantas dari akar. Saya punya resep untuk menyembuhkanmu, tapi Ketua harus meminum obat
sesuai dengan resep saya selama enam bulan.”
Apa?
Mendengar ini, semua orang di tempat itu tercengang dan memandang Keanu tanpa sanggup
berkata-kata.
Beberapa saat kemudian, banyak murid wanita terkekeh. Mereka semua menatap ke arah Keanu
dengan tatapan mengejek.
“Semakin dia berbicara, dia terlihat semakin tidak meyakinkan!”
“Lucu sekali. Dr. Amara yang punya keterampilan medis yang luar biasa saja tidak bisa
menyembuhkan Ketua sepenuhnya. Tapi, pria kampungan dan bodoh ini beraninya membual dan bilang
kalau dia bisa menyembuhkan Ketua. Benar-benar lucu!”
“Luar biasa. Pria seperti dia benar-benar mengerikan.”
Tawa semua murid wanita terdengar saling bersahutan. Bahkan, Amara yang berdiri di sana pun tidak
bisa menyembunyikan seringainya.
To be continue ...
Halo Sobat Novelme!
Terima kasih sudah membaca chapter ini, dijamin konfliknya makin seru lho!
Buat kalian yang menyukai novel ini, bisa vote, subscribe, komen review dan kasih hadiah ya supaya
author semangat up-nya.
Terima kasih^^
 Selanjutnya
 Daftar Isi
 Sebelumnya

PustakaTop Up
  Selanjutnya
 Daftar Isi

 Sebelumnya 
Hello, Mr. Presdir!Pria itu Bisa Meramu Pil?
Pria itu Bisa Meramu Pil?
Amara menatap Keanu dengan jijik dan berkata dengan dingin, “Kamu benar-benar nekat. Bahkan,
kamu nekat menipu Ketua kami. Saya menghabiskan tiga tahun untuk mempelajari racun dingin di tubuh
Ketua. Saya sudah membaca semua buku medis yang ada dan menggunakan metode yang tak terhitung
jumlahnya, tapi tetap tidak berhasil. Kamu hanya pernah membaca beberapa buku medis yang diturunkan
oleh leluhurmu, tapi kamu berlagak seolah bisa menyembuhkannya. Siapa yang ingin kamu tipu?”
Huh!
Saat ini, Thalia juga tidak memiliki kesabaran. Dia melihat ke arah Keanu, lalu berkata dengan dingin,
“Dasar pria arogan dan kurang ajar. Beraninya kamu mengejek saya? Bagaimana mungkin orang sepertimu
bisa menyembuhkan saya?”
Sebagai pemimpin Perguruan Puspita, bagaimana mungkin Thalia bisa menahan diri setelah diejek
oleh seorang pria? Lagipula, benarkah pria itu bisa menyembuhkannya? Jika dia tidak waspada, bisa jadi kan
jika pria itu mencoba untuk meracuni dan melukainya? Dia harus benar-benar waspada. Thalia masih belum
tahu apakah harus memercayai pria itu atau tidak.
Hah!
Mendengar penolakan Thalia, Keanu tersenyum kecut dan berkata tak berdaya, “Ketua, kita tidak
punya masalah satu sama lain. Kenapa saya harus mengejekmu? Apa yang saya katakan itu benar. Saya
melakukannya karena saya ingin dibebaskan dari sini!”
Setelah mengatakan hal itu, raut wajah Keanu penuh dengan ketulusan. “Lagi pula, sekarang hidup
saya ada di tanganmu, Ketua. Bagaimana kalau kamu memercayai saya sekali saja dan mencobanya? Jika
metode saya berhasil, Ketua harus melepaskan saya. Jika gagal, kamu belum terlambat untuk membunuh
saya.”
Ini ….
Entah kenapa Thalia tiba-tiba merasa iba. Melihat ketulusan Keanu, Thalia mengatupkan bibirnya dan
merenung.
Benar juga. Jika apa yang dia katakan itu benar dan racun dingin di tubuhnya benar-benar hilang,
Thalia tidak akan menderita karena racun itu lagi.
Setelah berpikir cukup lama, Thalia melihat ke arah Keanu dengan tatapan tajam dan ekspresi rumit,
“Baiklah, saya akan percaya padamu sekali. Jika kamu berani menipu saya, saya tidak akan pernah
mengampunimu.”
Setelah menyetujuinya, Thalia melambaikan tangan dan memberi isyarat pada Aylin untuk melepaskan
Keanu.
‘Apa?’
‘Ternyata Ketua mengiakannya.’
Amara yang berdiri di dekatnya mengernyit dalam-dalam. Kenapa tiba-tiba Thalia percaya begitu saja
kepada pria itu? Awalnya, Amara sangat ingin membujuk Thalia agar tidak percaya pada pria itu. Dia sendiri
bahkan belum percaya jika pria itu bisa meramu pil untuk menangkal racun yang ada di tubuh Thalia.
Namun, saat melihat raut wajah Thalia yang serius, dokter muda itu menahan diri.
“Nona-nona cantik ….”
Saat ini, Keanu menyapu pandangannya ke arah murid wanita di sekitarnya sambil tersenyum.
“Tolong bantu saya siapkan tanaman astralagus, bunga matahari, dan biji dodder.”
Seolah sudah tidak asing dengan semua itu, Keanu menyebutkan apa saja yang dibutuhkannya satu
per satu.
Huh!
Wajah para murid wanita Perguruan Puspita mendadak merah padam. Mereka malu sekaligus marah.
‘Beraninya pria ini berbicara santai dan menyebut kami nona cantik?!’
Namun, karena menganggap pemimpin mereka telah menyetujui permintaannya, murid-murid wanita
itu tidak mengatakan apa pun meski kesal. Mereka pun keluar dari aula satu per satu untuk membantu
Keanu mendapatkan tanaman herbal.
Di altar utama Perguruan Puspita, terdapat berbagai macam tanaman langka yang tak terhitung
jumlahnya, termasuk tanaman herbal yang dibutuhkan oleh Keanu. Setelah mencari beberapa saat, semua
bahan sudah siap.
“Baiklah.”
Setelah melihat tanaman herbal di hadapannya, pria itu berbalik dan meminta tolong pada Aylin,
“Tolong bawakan tungku tembaga kemari. Saya akan mulai meramu.”
Nada bicaranya yang lembut membuat dirinya tidak perlu dipertanyakan lagi.
Ya, Keanu sengaja melakukannya.
Aylin memiliki paras yang cantik, tapi sikapnya terlalu kejam. Keanu dan Aylin sama sekali tidak saling
kenal, tapi mereka bertemu karena dirinya menerobos ke area terlarang dan hampir membuat dirinya
terbunuh. Sekarang, dengan kesempatan bagus ini, dia bisa memanggil wanita itu.
“Kamu ….”
Wajah Aylin memerah dan marah. Padahal nyawa pria itu sedang berada di ujung tanduk, tapi dia
justru berani menyuruhnya untuk membantu. Itu menjijikkan.
Dalam hati Aylin, dia tidak yakin jika Keanu benar-benar bisa membuktikan bualannya dan
mengeluarkan racun dingin dari tubuh pemimpinnya.
Namun, setelah melihat ekspresi Thalia yang tampak yakin, Aylin tidak berani mengabaikannya.
Akhirnya, dia mengajak beberapa juniornya untuk menyiapkan tungku tembaga itu.
Apa?
Saat ini, murid wanita yang tersisa di aula, Amara, dan Thalia, memandang Keanu dengan terheran-
heran. Mata mereka berbinar karena terkejut.
Ini tidak mungkin! Pria itu bisa meramu pil? Tapi, bagaimana bisa?
Seperti yang mereka tahu, keterampilan meramu pil tidak hanya menuntut bakat yang sangat tinggi,
tapi juga membutuhkan pemahaman dan kreativitas yang luar biasa. Itu bukanlah sesuatu yang bisa
dipelajari orang biasa sekalipun mereka ingin mempelajarinya.
Di hadapan semua orang, Keanu hanya seorang pria biasa. Namun, dia tidak hanya mengerti soal
medis, tapi juga bisa meramu pil.
Ini tidak bisa dipercaya.
Tak lama berselang, Aylin dan beberapa murid wanita membawakan tungku tembaga pada Keanu.
Pria itu memandangi tungku yang terbuat dari tembaga berwarna kemerahan itu. Tungku yang bagus.
Setelah itu, Keanu kembali meminta tolong pada Aylin, “Nona cantik. Tolong saya ….”
Thalia tidak bisa menahan diri untuk tidak berdiri dan berjinjit. Untuk sesaat, suasana di aula besar itu
sunyi.
Tak lama berselang, beberapa murid wanita tidak tahan untuk berseru. Kaki-kaki mereka terasa lemah
untuk berdiri.
Di dasar tungku, terdapat pil berwarna merah darah dan beraroma seperti besi. Tidak hanya itu, aroma
pil juga menyebar di udara.
Apa yang baru saja mereka lihat?
Jadi, pria itu benar-benar meramu pil itu di atas tungku?
Saat ini, pikiran semua orang mendadak kosong. Saat melihat pil di tungku tembaga, mereka seolah
tidak percaya.
Aylin yang berdiri tak jauh dari sana pun menggigit bibirnya dengan erat. Dia menatap Keanu dengan
tubuh yang gemetar. Wanita itu kehabisan kata-kata.
Saat ini, perasaannya campur aduk. Selain merasa syok yang tiada tara, Aylin semakin dibuat
penasaran oleh identitas pria yang berpakaian biasa sebenarnya. Bagaimana mungkin orang biasa seperti
Keanu bisa meramu?
To be continue ...
Halo Sobat Novelme!
Terima kasih sudah membaca chapter ini, dijamin konfliknya makin seru lho!
Buat kalian yang menyukai novel ini, bisa vote, subscribe, komen review dan kasih hadiah ya supaya
author semangat up-nya.
Terima kasih^^
 Selanjutnya
 Daftar Isi
 Sebelumnya

PustakaTop Up

  Selanjutnya
 Daftar Isi

 Sebelumnya 
Hello, Mr. Presdir!Ajari Aku Meramu Pil
Ajari Aku Meramu Pil
“Ketua!”
Dengan segera, Keanu mengeluarkan pil tersebut dan menatap Thalia dengan senyum sipit. “Pil-nya
telah selesai kusempurnakan. Pil Rawi Mangkus ini berguna untuk memperkuat tubuh, dan juga memiliki
efek ajaib untuk mengeluarkan racun dingin di dalam tubuh. Ketua, coba minum pil ini dan rasakan
kehebatannya.”
Benar sekali. Pil yang baru saja Keanu ramu adalah Pil Rawi Mangkus.
Yuna Incota, cucu perempuan Raja Agung Singa Emas Istana Aldabra di Daratan Bumi Bulat pernah
menderita sakit yang luar biasa selama periode menstruasinya dikarenakan tubuh bawaannya yang dingin.
Saat itu, Keanu meramu Pil Rawi Mangkus dan mengatasi rasa sakit di tubuh Yuna.
Meskipun racun dingin yang menyiksa tubuh Thalia berbeda dengan yang dialami Yuna. Tapi Pil Rawi
Mangkus ini adalah penangkal aura dingin, tetap bisa menyembuhkan Thalia.
Keanu kemudian berjalan pelan menuju Thalia, hendak memberikan pil tersebut.
“Berhenti di sana!”
Namun, langkah Keanu dihentikan oleh Aylin. Tatapan sinis tertuju pada Keanu, tidak mampu
menyembunyikan kecurigaan batinnya. “Jangan pikir aku nggak tahu, kamu itu sengaja meramu sebuah pil
dan asal menamainya supaya bisa mengelabui Ketua kami. Benar kan?” cetusnya.
Aylin kemudian menoleh ke arah Thalia, lalu berkata, “Ketua, asal usul orang ini tidak jelas. Kita tidak
tahu pil apa yang diramunya barusan. Bagaimana kalau dia sengaja menjebak Ketua dengan meramu pil
beracun?”
Tanpa ragu, para murid perempuan di sekitar ikut mengangguk setuju.
“Benar kata kakak senior, orang ini penuh keanehan, sebaiknya Ketua jangan memercayainya.”
“Iya benar. Dia terlihat biasa-biasa saja, tapi bisa meramu pil. Patut diwaspadai.”
“Menurut pendapatku, sepertinya dia adalah mata-mata yang sengaja diutus oleh perguruan lain
untuk memata-matai Perguruan Puspita.”
Keanu mengernyit dan tersenyum kecut mendengar tudingan semua orang. ‘Sialan. Sepertinya
wanita-wanita di Perguruan Puspita punya hobi berprasangka buruk. Susah payah aku meramu pil, malah
dikira penipu.’
‘Um ...’
Kening Thalia berkerut mendengar ucapan Aylin beserta murid lainnya, muncul sedikit keraguan dalam
hatinya.
‘Sebenarnya yang dikatakan murid-murid bukan tidak masuk asal. Orang ini kelihatan biasa saja, tapi
ternyata tahu cara meramu pil, memang sangat meragukan.’
‘Tapi dia sudah terperangkap dalam markas pusat Perguruan Puspita, dan tidak bisa melarikan diri
lagi. Apa gunanya dia meracuniku?’
Sembari membatin, Thalia kesusahan membuat pilihan, dan menoleh ke arah Amara. “Bu Amara,
bagaimana menurutmu?”
Hmph!
Amara menarik napas pajang, menatap erat pil ajaib yang ada di tangan Keanu.
Beberapa saat kemudian, wajah cantiknya dipenuhi dengan kegirangan dan persetujuan. “Ketua,
orang ini ti-tidak berbohong. Yang diramunya benar-benar adalah Pil Rawi Mangkus.” Terdengar nada
bergetar dari Amara, susah untuk menyembunyikan kegembiraan dalam hatinya.
Sejak kecil Amara sudah belajar dan juga membaca banyak buku-buku kedokteran. Sebab itu,
pengetahuannya tentang pil ajaib pun cukup luas.
Meskipun Pil Rawi Mangkus adalah obat mujarab yang telah lama hilang. Tapi Amara pernah
membaca tentang pil tersebut di sebuah buku kuno. Dikatakan bahwa Pil Rawi Mangkus tersebut berwarna
merah darah dengan aura positif yang kuat.
Sementara pil yang digenggam Keanu sekarang sama persis dengan yang dijelaskan dalam buku kuno.
Tentu saja Amara bisa sesemangat itu sekarang.
‘Apa?’
Mendengar itu, Aylin dan juga murid perempuan lainnya sontak tercengang. Begitu juga dengan
Thalia sendiri. ‘Be-benarkah dia meramu Pil Rawi Mangkus? Bukan pil beracun?’
Dengan penuh penasaran, Amara berjalan pelan mendekat dan mengambil pil tersebut. Tatapan
matanya tidak lepas dari wajah Keanu.
Detik berikutnya, Amara mengirimkan pil itu ke hadapan Thalia, lalu berkata dengan lembut, “Ketua,
orang itu berkata jujur. Pil Rawi Mangkus memang berkekuatan untuk melawan racun dingin. Harap Ketua
segera mencobanya.”
Thalia mengangguk ringan, dan meminum pil tersebut tanpa ragu. ‘Aku sangat memercayai Amara.
Jika dia bisa memastikan keaslian pil ini, maka tidak mungkin salah lagi.’
Saat itu juga, tatapan Aylin dan murid lainnya terfokus pada Thalia, diam-diam menahan napas dan
juga menunggu hasil.
Sementara Keanu masih berwajah santai tidak panik sama sekali.
Satu menit.
Dua menit.
Lima menit kemudian, wajah pucat Thalia sudah lebih beraura dan berubah kemerahan. Jauh berbeda
dibanding sebelumnya, sekarang dia tampak sangat menawan dan juga seksi.
Segera setelah itu, Thalia berkata dengan penuh senyuman di wajahnya, “Pil Rawi Mangkus ini benar-
benar luar biasa. Kekuatannya jauh lebih hebat dibanding Rumput Atma yang biasa kukonsumsi.”
Karena racun dingin di dalam tubuhnya sudah menumpuk, setiap kali Thalia mengonsumsi Rumput
Atma, dia tetap harus merangsang kekuatan internalnya untuk menekan rasa dingin di tubuhnya.
Tapi sekarang, setelah meminum Pil Rawi Mangkus, rasa dingin di tubuh Thalia otomatis mereda. Dan
tubuhnya terasa lebih nyaman.
Woah!
Mendengar pernyataan sang ketua, semua murid Perguruan Puspita tampak bahagia dan juga
bersemangat.
‘Wajah Ketua tampak lebih bersinar. Benar-benar berbeda dengan sebelumnya.’
‘Iya, seperti dua orang yang berbeda.’
‘Pil Rawi Mangkus ini sangat dahsyat!’
Sedangkan Amara memandang saksama Keanu, tidak bisa menyembunyikan kekaguman dan juga rasa
hormatnya. ‘Tak kusangka pria ini bisa meramu Pil Rawi Mangkus yang sudah hampir punah. Benar-benar
langka.’
Tanpa basa-basi, Keanu pun menuliskan resep Pil Rawi Mangkus dan menyerahkannya pada Amara.
Segera setelah itu, Keanu tersenyum sipit memandang Thalia. “Ketua, aku telah menuliskan resepnya.
Selama setengah tahun ke depan Ketua harus minum sebiji Pil Rawi Mangkus ini setiap harinya. Dengan
begitu racun dingin di tubuh Ketua akan bisa hilang sepenuhnya.”
Wajah Keanu saat ini penuh dengan kepuasan dan juga keberhasilan. “Bolehkah Ketua melepaskanku
sekarang?” tanyanya gembira.
Mungkin orang lain tidak akan begitu murah hati memberikan resep obat mujarab seperti resep Pil
Rawi Mangkus itu. Tapi tidak begitu dengan Keanu. Dia sendiri sudah memiliki Kitab Seni Meramu Pil yang
tak terhingga jumlah resepnya. Memberi satu resep Pil Rawi Mangkus kepada orang lain bukan apa-apa
baginya.
Saat ini, Keanu hanya ingin segera pergi dari tempat itu, dan mencari Gladys.
‘Hmph.’
Mendengar itu, Thalia hanya diam mengangguk dengan sedikit senyuman di wajah, tanpa berkata
apapun. Detik berikutnya, dia menatap erat Keanu, tidak mampu menyembunyikan kekagumannya.
“Keterampilanmu dalam meramu pil sangatlah luar biasa. Jujur aku sangat mengagumi pria berbakat
seperti kamu. Bagaimana kalau aku membuat sebuah pengecualian, dan mengajakmu untuk tinggal di
perguruan kami. Setelah racun dingin dalam tubuhku sudah benar-benar hilang, kamu boleh pergi saat
itu.” Nada bicara Thalia terdengar lembut, namun tersimpan aura yang tak terbantahkan.
Bicara jujur, meski sudah ada dokter handal seperti Amara dan juga tersedia banyak bunga beserta
tanaman langka di markas pusat Perguruan Puspita. Tapi keterampilan medis Amara sendiri masih kurang.
Sementara pria hebat seperti Keanu yang memiliki keterampilan medis tingkat tinggi sangat jarang
ditemukan. Jika Keanu tinggal di sana, maka akan menguntungkan Perguruan Puspita.
Perguruan Puspita memang punya aturan bahwa pria dilarang masuk apalagi tinggal di dalam. Namun
Thalia tentu tidak akan segampang itu melepaskan orang berbakat seperti Keanu.
Mendengar ucapan Thalia, Amara pun menatap Keanu dan ikut membujuk, “Karena Ketua sudah
buka suara, tinggallah di sini. Walaupun kamu sudah sepenuh hati memberikan resep pil tersebut, namun
dengan keahlianku yang belum seberapa, aku masih ragu apakah bisa berhasil meramu Pil Rawi Mangkus
tersebut. Harap kamu bisa tinggal di sini dan membimbingku.”
Ketika mengatakan itu, wajah halus Amara sangat serius, hatinya bahkan lebih mendesak lagi.
Amara sangat terobsesi dengan dunia medis. Melihat keterampilan meramu Keanu yang luar biasa,
bagaimana mungkin Amara melepaskannya? Tentu saja dia berharap Keanu bisa tinggal dan mengajarinya.
To be continue ...
Halo Sobat Novelme!
Terima kasih sudah membaca chapter ini, dijamin konfliknya makin seru lho!
Buat kalian yang menyukai novel ini, bisa vote, subscribe, komen review dan kasih hadiah ya supaya
author semangat up-nya.
Terima kasih^^
 Selanjutnya
 Daftar Isi
 Sebelumnya

PustakaTop Up

  Selanjutnya
 Daftar Isi

 Sebelumnya 
Hello, Mr. Presdir!Terkagum-kagum oleh Keterampilannya
Terkagum-kagum oleh Keterampilannya
‘Waduh!’
Keanu sempat terkejut, kemudian tersenyum pahit.
‘Sial banget. Aku kira dengan membantu Perguruan Puspita, mereka akan melepaskanku pergi.
Nyatanya setelah tahu kehebatanku, mereka malah memintaku untuk tinggal. Ini namanya nyusahin diri
sendiri.’
Sambil berpikir, Keanu menatap balik Thalia, lalu berucap penuh keengganan, “Aku terima niat baik
Ketua, tapi sebaiknya aku pergi sekarang.”
‘Aku masih belum menemukan Gladys, mana boleh tinggal di sini selama setengah tahun,’ gumam
Keanu dalam hati.
Saat itu juga keheningan menyelimuti seluruh aula. Sorotan mata sinis tertuju pada Keanu.
‘Bisa-bisanya dia menolak permintaan Ketua?’
‘Harus tahu bahwa Perguruan Puspita memiliki pemandangan yang indah dan dipenuhi oleh banyak
wanita cantik. Tidak tahu berapa banyak pria ingin masuk ke sini.’
‘Padahal Ketua sudah membuat pengecualian dan membiarkannya tinggal. Tapi dia malah
menolak?’
Di Perguruan Pustika, tidak ada satu pun yang berani membantah perintah sang ketua seperti itu.
Saat itu juga, wajah cantik Thalia berubah kesal. Tentu saja. Keanu menolak permintaannya di hadapan
semua murid, harus taruh di mana muka Thalia ketua Perguruan Puspita itu?
Dalam sesaat, suasana seluruh aula berubah tegang. Bahkan Aylin dan para murid lain tidak berani
mengembuskan napas.
Dan akhirnya, Thalia tersenyum ringan, lalu berkata, “Baiklah kalau begitu. Kalau kamu tidak bersedia,
aku juga tidak bisa memaksa. Aylin, seret keluar dan bunuh dia.” Senyum Thalia sangat menawan. Tapi
nadanya dingin tak dapat diganggu gugat.
Bagaimanapun juga Thalia adalah Ketua Perguruan Puspita yang sangat diagungkan oleh siapapun.
Meskipun dia terlihat seperti wanita lemah, tapi kepribadiannya sangat kuat. Siapapun yang menantangnya
di depan umum, akan langsung disingkirkannya.
‘Astaga.’
Keanu terkejut, ingin rasanya menangis dalam hati. ‘Ketua ini terlalu kejam. Apakah aku akan
dibunuh jika menolak permintaannya?
“Oke, oke, oke.”
Keanu menyeka keringat dingin di dahinya, dan tersenyum pahit melihat Thalia. “Harap Ketua jangan
marah. Aku akan tinggal di sini,” ucapnya penuh penolakan dalam hati.
Menurut logika, dengan kekuatan yang Keanu miliki sekarang, sebenarnya tidak ada satupun yang
sanggup menahan Keanu jika dia benar-benar memaksa untuk pergi. Tapi Keanu adalah pria berprinsip, dia
tidak akan menyakiti wanita tanpa sebab.
Lebih penting lagi, Keanu sendiri juga tidak memiliki dendam apa pun dengan Perguruan Puspita,
sehingga tidak perlu bertikai dengan mereka.
Saat ini Keanu sudah memikirkannya. Dia hanya berpura-pura setuju, ketika malam tiba dia akan diam-
diam menyelinap keluar.
Mendengar jawaban Keanu, senyuman muncul di wajah Thalia. Sembari mengangguk, dia berkata,
“Bagus, bagus sekali. Oh iya, sampai sekarang aku belum tahu namamu.”
“Namaku Nugraha Santoso.” Keanu berpikir sejenak dan menjawab.
Dari awal Keanu ingin menyembunyikan identitasnya, tentu saja dia tidak akan mengatakan nama
aslinya. Nugraha Santoso ini adalah nama samaran yang Keanu gunakan saat dia berada di Perguruan Suci
Agung Daratan Tanjung Utara. Karena situasinya mendadak, Keanu tak lagi mencari nama baru yang lain.
Thalia mengangguk dan memberi pengarahan pada Aylin. “Aylin, segera siapkan kamar agar Pak
Nugraha bisa beristirahat.”
Thalia memang keras kepala, tapi dia sangat menghormati orang berbakat. Melihat keterampilan
medis Keanu begitu luar biasa dan juga menuruti ucapannya, Thalia pun memanggilnya dengan hormat.
“Baik, Ketua,” jawab Aylin dan segera keluar.
Mendadak, suatu pemikiran melintas di benak Thalia. Dia menatap serius Keanu dan berkata, “Pak
Nugraha, karena kamu setuju tinggal di sini, ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan.”
“Peraturan Perguruan Puspita sangatlah ketat. Jika tidak ada hal penting, sebaiknya jangan
berkeluyuran, terutama pas malam hari. Jika kamu kedapatan melanggar peraturan tersebut, jangan
salahkan aku kalau bertindak kasar.”
‘Murid Perguruan Puspita semuanya murid perempuan. Mana boleh membiarkannya berjalan sesuka
hati?’ batin Thalia.
“Ketua tenang saja,” angguk Keanu. “Aku orang yang jujur, tidak akan berbuat hal yang tak
senonoh.”
Keanu tampak berwajah serius. Namun dia tertawa dalam hati. ‘Haha. Ketua ini cukup berhati-hati,
takut aku akan menyakiti murid perempuannya.’
‘Ketua nggak tahu, seluruh wanita yang aku miliki seperti Rachel, Gladys, Fenna, dan Shareen adalah
wanita cantik bagaikan dewi turun dari kahyangan. Boleh dibilang kecantikan mereka berlipat ganda
dibanding murid perempuan Perguruan Puspita. Mana mungkin aku bisa tertarik dengan mereka?’
‘Lagipula aku nggak berniat tinggal lama di sini. Malam nanti, aku akan menyelinap keluar dari
perguruan ini.’
Jawaban Keanu tentu membuat Thalia gembira. Dia mengangguk kepala, dan memberi beberapa
arahan lain. Kemudian memerintahkan muridnya untuk membawa Keanu beristirahat.
Malam harinya. Suasana sunyi senyap menyelimuti Perguruan Puspita.
Keanu sedang duduk bersila di dalam kamar. Dengan perlahan dia membuka matanya, dan tersenyum
menyeringai. ‘Hahaha. Jika aku pergi sekarang, sepertinya tidak akan ada yang menyadari.’
Setelah masuk kamar tadi, Keanu pun bersemadi dan melatih diri, menunggu saat-saat ini tiba.
Keanu pun bersiap sedia meninggalkan ruangan tersebut dengan perasaan gembira. Namun, saar
berjalan ke arah pintu, terdengar suara ketukan dari luar pintu.
‘Gawat.’
Keanu membeku, tidak berani mengeluarkan suara. ‘Siapa malam-malam datang mencariku? Jangan-
jangan itu Ketua?’ Sembari bergumam dalam hati, Keanu menghela napas, dengan enggan membuka
pintu.
Krek.
Saat pintu terbuka, pemandangan di depan mata mengejutkan Keanu. Terlihat sesosok wanita
menawan sedang berdiri di depan pintu dengan senyuman indah, bagaikan bunga di bawah sinar rembulan.
Itu Amara.
Saat ini, dia mengenakan terusan panjang ketat yang menampakkan kaki panjangnya yang cukup
menggiurkan. Hampir membuat mata Keanu lurus tak berkedip.
Selang beberapa detik, Keanu lantas bertanya, “Bu Amara? Sudah larut malam, apakah butuh
sesuatu?”
‘Ngapain wanita ini mencariku tengah malam?’ batin Keanu merasa aneh.
Amara hanya tersenyum malu dan mengigit bibir bawahnya, tak sanggup menahan diri untuk
bertanya, “Pak Nugraha, sudah berkali-kali aku meramu Pil Rawi Mangkus sesuai instruksi, tapi masih saja
gagal. Aku tidak dapat menemukan alasannya, jadi sengaja datang ke sini untuk bertanya.” Wajah Amara
memerah saat mengucapkan itu, dia menatap Keanu penuh harapan.
Sebenarnya Amara sendiri juga segan datang menemui Keanu selarut ini. Bagaimanapun juga dia
adalah seorang wanita. Tapi Amara terlalu terobsesi dengan keterampilan medis. Jika malam ini dia tidak
bertanya, maka tidak akan bisa tidur nyenyak.
‘Oh, ternyata karena ini.’
Mendengar itu, Keanu lantas menggaruk kepala dan tertawa ringan. “Baiklah,” balasnya.
Ingin sekali Keanu menolak. Tapi jika dia menolak permintaan Amara, akan mudah bagi wanita itu
untuk mencurigainya.
“Baguslah!”
Jawaban Keanu membuat Amara bersorak gembira seperti seorang anak kecil.
Segera setelah itu, Amara tersenyum manis. “Pak Nugraha, ruang peramuan pil-nya ada di sana. Yuk
ikut aku ke sana,” ucapnya sembari berbalik dan membawa Keanu berjalan menuju ruang peramuan di
halaman belakang.
Tak lama kemudian, mereka sampai di ruang peramuan pil. Di saat itu pula Keanu terkejut. ‘Gila!
Perguruan Puspita ini memang luar biasa!’
Ruang peramuan pil di hadapan Keanu itu sebesar dua lapangan basket. Di sekelilingnya tersusun rak
kayu yang terisi rapi dengan berbagai jenis bahan-bahan peramuan dan juga tumbuhan langka.
Seperti bunga roh batu, buah peri, dan lain sebagainya. Itu semua adalah bahan langka yang sangat
diperlukan dalam meramu pil ajaib.
Sementara di tengah-tengan ruangan tersebut, ada sebuah tungku tembaga yang sedang membara.
Di atas meja kecil sebelah tungku, diletakkan beberapa pil yang gagal diramu.
“Pak Nugraha.”
Pada saat ini, Amara menggigit lembut bibirnya, dan berucap, “Aku meramu Pil Rawi Mangkus sesuai
petunjuk yang kamu tulis di dalam resep ini. Aturan dan juga bahan-bahannya sudah benar, tapi heran
mengapa tetap tidak bisa disempurnakan.”
Keanu segera memeriksa api di dalam tunggu tembaga, lalu tertawa ringan. “Aturannya memang
sudah benar. Tapi suhu api di dalam tungku tidak terkontrol dengan baik. Kamu perlu tahu bahwa hal
terpenting dalam meramu pil adalah mengendalikan api tersebut.”
Tanpa tunggu lama, Keanu segera menjelaskan secara rinci bagaimana cara mengendalikan suhu api.
Setelah mendengar penjelasan Keanu, mata Amara berbinar terang. Dengan bimbingan Keanu, Amara
segera mencoba untuk meramu lagi dan berhati-hati mengendalikan api di dalam tungku.
Wush!
Beberapa saat kemudian, tungku pil bergetar dan Pil Rawi Mangkus akhirnya berhasil disempurnakan
oleh Amara.
“Pak Nugraha, kamu benar-benar luar biasa.”
Senyuman Amara secantik sekuntum bunga mekar, tak henti-hentinya memuji Keanu. “Benar-benar
nggak nyangka, keahlian meramu-mu bisa selihai itu. Tanpa bimbinganmu, sepertinya aku nggak bakalan
bisa berhasil meramu Pil Rawi Mangkus ini.”
Amara tersenyum manis menatap erat Keanu, tidak dapat menyembunyikan kekagumannya.
To be continue ...
Halo Sobat Novelme!
Terima kasih sudah membaca chapter ini, dijamin konfliknya makin seru lho!
Buat kalian yang menyukai novel ini, bisa vote, subscribe, komen review dan kasih hadiah ya supaya
author semangat up-nya.
Terima kasih^^
 Selanjutnya
 Daftar Isi
 Sebelumnya

PustakaTop Up

  Selanjutnya
 Daftar Isi

 Sebelumnya 
Hello, Mr. Presdir!Sedang Tidak Mood
Sedang Tidak Mood
Keanu membalas senyuman Amara, dan perlahan berkata, “Setiap jenis pil memerlukan suhu api yang
berbeda. Jika kamu sering meramu, maka bisa lebih mudah mengendalikan api tersebut.”
Amara mengangguk kepala tanda mengerti, kemudian bertanya penuh rasa ingin tahu, “Pak
Nugraha, selain Pil Rawi Mangkus, apakah kamu masih punya resep untuk pil lain?”
Amara yang saat ini sudah tergila-gila dengan ilmu peramuan. Sebenarnya dia sendiri juga menguasai
banyak ramuan pil, tapi itu semua hanya pil biasa yang tidak seberapa dibanding dengan pil ajaib seperti Pil
Rawi Mangkus.
‘Pak Nugraha di depanku ini menguasai Pil Rawi Mangkus yang sudah lama menghilang, pasti ada
formula pil langka lain yang dia kuasai. Aku harus memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar darinya,’
batin Amara.
“Tentu saja ada,” jawab Keanu santai. Kemudian berbicara tanpa henti. “Contohnya, Pil Sumsum
Dingin yang memiliki efek berbeda dengan Pil Rawi Mangkus. Pil ini bisa meredakan api yang sedang
berkobar di dalam tubuh. Jika mandraguna meminumnya juga bisa mencegah kesurupan.”
Saat ini Keanu ingin secepat kilat menjawab pertanyaan Amara agar bisa segera pergi dari tempat itu.
Waktu tidak menunggu siapa pun. Jika Keanu tidak menyelinap malam ini, maka dia harus menunggu
malam berikutnya. Ekspresi memelas Amara saat ini juga membuat Keanu tak sanggup untuk menolak.
Amara berdiri menatap Keanu penuh kekaguman. Dia mendengar setiap ucapan Keanu dengan sangat
serius, takut kehilangan sepatah kata pun.
Di akhir pembicaraan, Keanu tersenyum tipis dan berkata, “Tentu saja, untuk meramu Pil Sumsum
Dingin, kita memerlukan api yang berbeda dengan api Pil Rawi Mangkus. Yang kita butuhkan adalah api
dingin.”
“Seperti namanya, suhu dari api dingin sangatlah rendah, seperti es dan tidak mudah dikendalikan.
Jika ingin menaikkan suhu api dingin, maka kita memerlukan fosfor putih dan juga kayu suram.”
Mendengar itu, Amara sontak bertepuk tangan. “Kebetulan sekali! Kita punya fosfor putih dan kayu
suram di sini!”
Tidak tunggu lama, Amara segera mengambil beberapa fosfor putih dan kayu suram dari rak samping,
lalu tersenyum manis. “Pak Nugraha, karena kamu telah membahas Pil Sumsum Dingin, mohon ajari aku
cara meramu pil tersebut.”
Sesuatu kemudian melintas di benak Amara, dia pun melanjutkan, “Apakah fosfor putih dan kayu
suram bisa menaikkan suhu api dingin ya? Apa kita perlu membakar keduanya dengan kekuatan internal
kita?”
Tanpa menunggu aba-aba dari Keanu, Amara sudah memfokuskan kekuatan internalnya ke dalam
fosfor putih dan juga kayu suram.
“Eh, jangan!”
Saat itu juga Keanu berteriak menghentikan.
Perlu tahu bahwa kayu suram itu diambil dari dasar laut dan menyimpan aura dingin yang sangat kuat.
Saat meramu pil, kayu suram harus dinyalakan terlebih dahulu.
Pada saat yang sama, orang tersebut harus berdiri jarak tiga meter jauhnya agar kayu suram tersebut
bisa melepaskan seluruh aura dinginnya, kemudian baru ditambahkan dengan fosfor putih untuk
membentuk api dingin dengan suhu yang pas.
Jika aura dingin dalam kayu suram tidak sepenuhnya dikeluarkan, maka orang yang ada di sekitar akan
diserang balik oleh aura dingin yang masih tersisa dalam kayu suram tersebut.
Saat ini, tindakan Amara mengaktifkan kayu suram dan fosfor putih secara bersamaan itu sangatlah
berbahaya.
Dalam kondisi terkejut, Keanu segera melangkah maju ingin menjatuhkan kayu suram yang ada di
genggaman Amara. Namun semuanya sudah terlambat.
Wush!
Fosfor putih dan kayu suram yang sudah terdorong kekuatan internal pun segera terbakar membentuk
api biru sedingin es. Dalam sekejap, suhu udara di sekitarnya turun drastis.
Detik berikutnya, api biru sedingin es itu menjalar ke kayu suram dan menyebar ke tubuh Amara.
“Dingin sekali!”
Tubuh Amara bergetar, merasakan sebuah hawa dingin yang tak terlukiskan perlahan-lahan menjalar
ke seluruh tubuhnya. Wajahnya memucat tak beraura.
Pada saat ini, Amara seperti sedang berada di gua es yang dingin. Tubuhnya menggigil dan otaknya
membeku, merasa sangat sengsara.
“Di-dingin sekali!”
Amara berteriak kesakitan seolah-olah telah kehilangan akal sehatnya, dan mendadak memeluk erat
Keanu.
Siapapun yang mengalami perasaan menyakitkan itu, pasti akan mencari kehangatan di sekitar. Begitu
juga dengan Amara yang memeluk Keanu untuk mendapatkan kehangatan.
Hmph!
Tiba-tiba dipeluk oleh Amara, sebuah aroma wangi menyapu wajah Keanu dan membuatnya terlena.
Gluk!
Merasakan keindahan tubuh Amara, Keanu tidak bisa menahan diri untuk menelan ludah. Dia tidak
menyangka Amara bukan hanya seksi, tapi pelukannya juga sangat hangat.
Setelah dipeluk beberapa saat, Keanu akhirnya beraksi dan mulai memusatkan kekuatan internalnya
untuk menyingkirkan aura dingin di tubuh Amara.
Di saat itu pula Keanu membatin. ‘Haish, Amara ini nggak sabaran banget. Kalaupun ingin
mempelajari cara meramu Pil Sumsum Dingin, dia seharusnya mendengarkan arahanku sampai akhir. Lihat
sekarang, dia juga yang menderita, bukan?’
Untungnya aura dingin kayu suram yang menyerang Amara itu berbeda dengan racun dingin di tubuh
Thalia. Yang ini tidak terlalu serius, akan segera pulih jika disingkirkan tepat waktu.
Dua menit kemudian, aura dingin di tubuh Amara berhasil diusir oleh Keanu. Tubuhnya sedikit
menggigil dan pikirannya tersadar. Betapa terkejutnya Amara ketika tahu bahwa dia sedang memeluk erat
Keanu.
“Agh!”
Dengan segera Amara melepaskan diri dari pelukan Keanu, lalu memelototi Keanu dengan malu dan
juga marah. “Mau ngapain sih kamu?” bentaknya.
‘Dasar Nugraha! Sia-sia aku begitu menghormatinya, dia malah mengambil kesempatan dalam
kesempitan untuk memelukku!’
Keanu sangat tak berdaya, kembali tersenyum pahit. “Bu Amara, apa salahku? Kamu sendiri yang
seenak hati menyalakan kayu suram sehingga aura dingin masuk ke tubuhmu. Dan kemudian berinisiatif
untuk memelukku.”
“Aku-lah yang telah menyingkirkan aura dingin di dalam tubuhmu itu,” ucap Keanu serius.
‘Hmm ...’
Amara menggigit erat bibirnya, merenung dalam hati. ‘Sepertinya benar yang dikatakan Pak
Nugraha. Aku-lah memeluknya terlebih dahulu karena tidak tahan dengan siksaan aura dingin ini.’
Memikirkan hal itu, Amara tersipu malu, mukanya merah laksana kepiting rebus. Wajar saja. Amara
sangat menyayangi dirinya dan jarang berdekatan dengan pria. Tapi siapa sangka dirinya bisa memeluk
Keanu hari ini. ‘Benar-benar memalukan!’ batinnya.
“Pak Nugraha!”
Selepas itu, Amara mengigit bibirnya dan berjalan ke arah Keanu dengan wajah penuh permohonan.
“Sebaiknya masalah hari ini kita lupakan saja. Aku mohon jangan bahas ke siapapun ya. Please?”
Suara Amara sangat kecil, hampir tidak bisa kedengaran.
Sebagai tetua Perguruan Puspita, Amara memang kelihatan lembut tapi sebenarnya dia sangat keras
kepala. Tidak pernah sekalipun dia bermimpi akan memohon ataupun bermanja-manja di depan seorang
pria.
Keanu tersenyum menyeringai. “Hah? Apa yang barusan terjadi, Bu Amara? Aku sama sekali tidak
mengingat apapun,” balasnya kegirangan, sengaja bersandirawa di hadapan Amara.
‘Hahaha ... Amara ini memang lucu. Kita hanya berpelukan sebentar, nggak lakuin apa pun. Tapi dia
bisa sepanik itu.’
Fiuh!
Amara lantas menghela napas lega, lalu mengangguk dan berbisik, “Pak Nugraha, sudah larut malam,
aku mau tidur sekarang. Sebaiknya kamu segera kembali ke kamarmu dan beristirahat.” Saat mengucapkan
itu, Amara menundukkan kepalanya tidak berani melihat wajah Keanu.
Awalnya Amara masih ingin terus bertanya tentang ilmu meramu pil. Tapi setelah apa yang barusan
terjadi, wanita itu tentu merasa segan dan kehilangan keberanian untuk membahas lagi.
To be continue ...
Halo Sobat Novelme!
Terima kasih sudah membaca chapter ini, dijamin konfliknya makin seru lho!
Buat kalian yang menyukai novel ini, bisa vote, subscribe, komen review dan kasih hadiah ya supaya
author semangat up-nya.
Terima kasih^^
 Selanjutnya
 Daftar Isi
 Sebelumnya

PustakaTop Up

  Selanjutnya
 Daftar Isi

 Sebelumnya 
Hello, Mr. Presdir!Dokter Sakti
Dokter Sakti
“Baiklah, kalau begitu sampai jumpa besok, Bu Amara,” angguk Keanu sembari tersenyum.
Meskipun Keanu tampak tenang, tapi hatinya sangat lega.
‘Huft, akhirnya selesai. Kalau Amara terus bertanya, sepertinya malam ini aku nggak bakalan bisa
pergi dari sini.”
Seusai berbicara, Keanu dan Amara pun bersiap hendak meninggalkan ruang peramuan pil.
“Bu Amara!”
Belum sampai di depan pintu, seorang murid perempuan sudah berjalan masuk ruangan dan memberi
hormat pada Amara. “Master ada di sini dan dia terluka. Ketua sangat khawatir dan meminta Bu Amara
segera pergi ke sana untuk memeriksa.”
‘Master datang ke sini?’
Amara tercengang. Wajahnya yang santai sontak berubah serius. “Baiklah, aku pergi sekarang!”
Tidak lupa Amara menoleh ke arah Keanu, tertawa segan lalu berkata, “Kebetulan Pak Nugraha juga
di sini, ikutlah denganku. Kekuatan Master kami sangat kuat, jika dia bisa terluka berarti kondisinya cukup
parah.”
‘Waduh ...’
Keanu kebingungan harus tahu menjawab apa. Awalnya dia berencana untuk meninggalkan Perguruan
Puspita setelah berpisah dengan Amara. Siapa sangka datang lagi seorang Master yang terluka.
‘Aneh juga, bukankah kedudukan tertinggi di Perguruan Puspita itu Ketua ya? Mengapa bisa muncul
seorang Master? Siapa itu Master?’
Diselingi rasa penasaran, Keanu pun mengangguk cepat. “Baiklah!” balasnya.
Sebenarnya Keanu ingin sekali menolak, waktunya sudah banyak terpakai saat di ruang peramuan pil
tadi. Jika tidak pergi sekarang, maka malam ini dia tidak berkesempatan untuk pergi lagi.
Tapi saat ini Keanu benar-benar tidak menemukan alasan untuk menolak. Bagaimanapun juga dia
dianggap sebagai seorang dokter di Perguruan Puspita ini. Jika ada yang sakit dan Keanu malah tidak
muncul, maka gerak-geriknya akan dicurigai oleh yang lain.
Tanpa berkomentar lagi, Amara pun membawa Keanu menuju aula depan.
Saat ini, di aula depan Perguruan Puspita.
Thalia sedang duduk di atas kursi dengan mengenakan gaun sutra merah. Tampak sangat menawan
dan juga menggoda. Tubuhnya yang sempurna menunjukkan sosok seksinya.
Di sekitarnya, puluhan murid perempuan Perguruan Puspita berdiri tangguh menjaga sang ketua.
Sementara di kursi seberang Thalia, duduk seorang pria tampan dengan wajah pucat dan terlihat
sedikit menyeramkan.
Pria itu adalah Thalith, Ketua Perguruan Sanata Angkara.
Benar sekali. Thalith bukan hanya Ketua Perguruan Sanata Angkara, dia juga adalah Master Perguruan
Puspita.
Nama Thalith hampir mirip dengan nama Thalia, meskipun mereka tidak memiliki hubungan darah,
tapi hubungan mereka sangat dekat.
Baik Thalith maupun Thalia adalah yatim piatu. Saat masih kecil, mereka diadopsi oleh seorang
mandraguna dan mempelajari banyak ilmu-ilmu sakti. Setelah mereka dewasa, Thalith dan Thalia diam-diam
mendirikan Perguruan Puspita. Dan belakangan ini, Thalith bernasib baik bisa menjadi Ketua dari Perguruan
Sanata Angkara.
Karena Perguruan Puspita selalu menjauhkan diri dari dunia luar, maka semua orang hanya tahu ada
ketua secantik dewi di Perguruan Puspita. Tidak ada yang tahu bahwa ada juga seorang Master di sana,
yang berstatus sebagai Ketua Perguruan Sanata Angkara.
Pada saat ini, Thalia memandang khawatir wajah Thalith. Bisa dirasakan pria itu sedang dalam kondisi
yang lemah. “Kenapa kamu bisa terluka? Siapa yang menyakitimu?” tanyanya risau.
Thalith pun menjawab dengan gusar tanpa bisa menyembunyikan kebenciannya, “Keanu Bawono
alias Pahlawan Daratan Bumi Bulat, Ketua Duwara Firdaus, dan juga Kaisar Barat Kelabu!”
‘Sudah begitu lama aku berkuasa dalam di Daratan Laut Kuning, tidak ada satu pun yang berani
melawanku. Dan sekarang di depan begitu banyak petangguh, aku malah dikalahkan oleh Keanu. Benar-
benar terhina!’ hujat dalam hati.
‘Apa?’
Mendengar nama Keanu, tubuh Thalia gemetar, sama sekali tidak menyangka. “Keanu? Apakah dia
yang memimpin Pasukan Barat Kelabu untuk mengusir Mandla sang Penguasa Sejati?”
Meskipun jarang menjelajahi dunia, namun Thalia cukup memahami kondisi sembilan daratan. Tentu
saja dia tahu siapa itu Keanu.
Perlu diketahui bahwa Keanu adalah orang termasyur di sembilan daratan. Tiba-tiba Keanu muncul di
Daratan Laut Kuning dan melukai Thalith, bagaimana mungkin Thalia tidak terkejut?
Huft!
Thalith menghela napas panjang. “Kekuatan Keanu itu memang sangat kuat. Tubuhku terkena
pukulan Tombak Kapak Sakti-nya, setidaknya butuh setengah bulan untuk pulih. Sepertinya aku bakalan
menganggumu selama beberapa waktu ini.”
Markas pusat Perguruan Puspita memiliki lingkungan yang tenang dan juga dipenuhi dengan banyak
bunga dan tanaman langka. Sebab itu beberapa tahun ini, setiap terluka ataupun ingin bersemadi, Thalith
akan datang ke Perguruan Puspita.
Thalia tersenyum manis dan berkata, “Jangan terlalu segan denganku. Tenang saja, kamu bisa
beristirahat dan menyembuhkan lukamu. Tidak ada yang berani mengganggumu di sini. Oh iya, aku sudah
meminta agar Bu Amara datang kesini dan memeriksa lukamu.”
Thalith kemudian tersenyum agung sembari mengangguk kepala. ‘Amara adalah dokter ternama di
Perguruan Puspita. Dengan bantuannya, lukaku pasti akan segera sembuh.’
Di saat itu pula Amara dan Keanu masuk ke dalam aula depan.
“Ketua, Master!”
Baru saja masuk, Amara sudah dengan hormat menyapa. Kemudian berbicara dengan Thalia,
“Barusan saja aku dan Pak Nugraha sedang mendiskusikan masalah peramuan di dalam ruang meramu.
Saat tahu Master terluka, aku pun sekalian membawa Pak Nugraha datang ke sini.”
Mendengar penjelasan Amara, Thalia tentu tersenyum mengerti.
Siapa sangka pada saat itu pula tatapan mata Thalith tertuju pada Keanu. Dia menatapnya dengan
penuh terkejut dan juga penolakan.
Keanu menggunakan Bedak Ubah Rupa, tentu saja Thalith tidak bisa mengenalinya. Namun peraturan
sangat jelas bahwa pria dilarang keras masuk ke dalam Perguruan Puspita, sebab itu Thalith pun terkejut.
‘Astaga!’
Pada saat yang sama, Keanu juga tercengang saat melihat Thalith di sana.
‘Ternyata Master Perguruan Puspita adalah Thalith? Bukankah dia Ketua Perguruan Sanata Angkara?
Kenapa bisa menjadi Master Perguruan Puspita?’
Seribu pertanyaan muncul di benak Keanu. Kepalanya berdengung sangat tidak mengerti.
“Siapa dia?” Thalith bertanya ketus. “Bagaimana bisa seorang pria tinggal di dalam markas pusat
Perguruan Puspita?”
Saat berucap, Thalith memindai tubuh Keanu dari atas ke bawah. Tatapannya sangat tajam, seolah-
olah akan menghabisinya.
Thalia tersenyum tipis dan memperkenalkan, “Ini adalah Pak Nugraha, Nugraha Santosa. Dia adalah
salah satu penerus dari keluarga medis di dunia bela diri. Sebelumnya dia tidak sengaja masuk ke Danau
Sutji Perguruan Puspita, dan ditangkap ke sini oleh murid kita.”
Beberapa menit kemudian, Thalia menjelaskan seluruh kronologis kejadian yang sudah terjadi.
Di akhir kata, Thalia tersenyum lebar ke arah Keanu penuh kekaguman, dan berucap, “Keterampilan
medis Pak Nugraha ini sangat mengesankan. Siang hari tadi, dia berhasil meramu Pil Rawi Mangkus dan
menghilangkan racun dingin di dalam tubuhku.”
‘Apa?’
Thalith terbengong-bengong mendengar penjelasan Thalia, menatap Keanu dengan tatapan rumit.
‘Orang ini terlihat biasa saja, tapi memiliki ketrampilan medis begitu hebat? Aku sendiri sebagai
Ketua Sanata Angkara pernah mengutus murid-murid untuk mencari obat sakti di seluruh dunia, tapi masih
belum menemukan apa pun yang bisa menyembuhkan Thalia.’
‘Benarkah pria di depanku ini menguasai keterampilan medis dan juga cara meramu pil?’
To be continue ...
Halo Sobat Novelme!
Terima kasih sudah membaca chapter ini, dijamin konfliknya makin seru lho!
Buat kalian yang menyukai novel ini, bisa vote, subscribe, komen review dan kasih hadiah ya supaya
author semangat up-nya.
Terima kasih^^
 Selanjutnya
 Daftar Isi
 Sebelumnya

PustakaTop Up

  Selanjutnya
 Daftar Isi

 Sebelumnya 
Hello, Mr. Presdir!Caranya dengan Mandi Obat!
Caranya dengan Mandi Obat!
Sembari membatin, Thalith kembali mengamati tubuh Keanu dari atas ke bawah, merasa luar biasa.
“Apa benar kamu menguasai keterampilan medis, dan pandai meramu pil?”
Sejujurnya, meskipun Amara dan Thalia berkata demikian, tapi Thalith sendiri masih belum terlalu
mempercayainya. Wajar saja. Orang di depannya terlihat terlalu biasa, tampangnya sama sekali tidak seperti
dokter terkenal.
“Benar sekali!” Keanu menjawab dengan senyuman tipis di wajahnya. Terlihat tenang, tapi tidak
begitu di dalam hatinya. ‘Beneran nggak nyangka. Setelah mengalahkan Thalith semalam, hari ini bisa
bertemu lagi dengan dia.’
Tapi Keanu juga diam-diam merasa lega. ‘Untung saja aku sudah mengubah wajahku, dan Thalith ini
pun nggak bisa mengenaliku. Kalau tidak, bakalan terjadi pertempuran sengit nih.’
Sebenarnya Keanu tidak takut pada Thalith, tapi sekarang ini dia sudah terperangkap dalam markas
pusat Perguruan Puspita. Jika mereka benar-benar bertarung, sepertinya Keanu yang bakalan dirugikan.
‘Haha.’
Mendengar jawaban pasti Keanu, Thalith terkekeh dan berkata dengan nada dingin, “Terlalu banyak
dokter abal-abal yang mengaku dirinya sebagai dokter terkenal di dunia ini. Siapa tahu kamu salah
satunya?”
Setelah itu, Thalith menoleh ke arah Thalia. “Dalamnya lautan bisa diukur, dalamnya hati siapa tahu?
Jangan tertipu oleh omongan pria itu.”
Thalia kemudian tersenyum ringan dan menggelengkan kepalanya. “Siang tadi, Pak Nugraha sendiri
yang meramu Pil Rawi Mangkus. Setelah aku meminumnya, tubuhku pun berangsur membaik. Kalau dia itu
dokter abal-abal, mana mungkin aku membiarkannya tinggal di sini?”
Tak tunggu lama, Amara segera menambahkan, “Benar, Master. Pak Nugraha ini memang adalah
dokter sakti. Bisa dibilang kemampuannya lebih hebat dibanding punyaku. Terlebih lagi, dia memiliki
pengetahuan yang mendalam tentang meramu pil.”
Huft!
Thalith menghela napas dalam, memerhatikan wajah Keanu lebih lama lagi. Meskipun kecurigaannya
sudah berkurang banyak, tapi ekspresi di wajahnya masih acuh tak acuh.
Thalith berkepribadian sombong. Dalam hatinya, tidak banyak orang di dunia ini yang membuatnya
kagum. Sekalipun jika itu adalah orang ternama, Thalith juga tidak akan memandang tinggi orang tersebut.
Pada saat ini, Keanu sudah benar-benar merasa lega. ‘Lebih baik Thalith jangan terlalu
memperhatikanku, agar identitasku nggak bocor.’ Sembari berpikir, Keanu pun berusaha mencari sebuah
alasan baru untuk meninggalkan tempat itu.
“Bu Amara!”
Tetapi pada saat itu, Thalia tiba-tiba memanggil dan berkata, “Ayo coba periksa luka Master,
kemudian cari beberapa obat mujarab untuk menyembuhkannya.”
“Baik!” sahut Amara segera, dan berjalan mendekati Thalith.
Sesampainya di sana, Amara pun memeriksa bagian luka Thalith. “Master, sepertinya pembuluh darah
jantungmu terluka. Aku akan menyiapkan beberapa obat yang bisa melancarkan sirkulasi darah. Master bisa
pulih setelah sepuluh hari beristirahat,” ucapnya dengan lembut.
‘Sepuluh hari?’
Mendengar hal tersebut, Thalith mengerutkan kening dan menggelengkan kepalanya. “Terlalu lama.
Masih banyak hal yang harus kuurus di Perguruan Sanata Angkara. Apakah kamu punya cara lain untuk
mempercepat penyembuhanku? Atau kamu bisa menambah dosisnya agar aku bisa cepat pulih.” Nada
suara Thalith terdengar sedikit cemas.
Benar yang dikatakan Thalith. Sejak pengepungan Villa Pedang Masyhur gagal, pamor Perguruan
Santana Angkara di dunia bela diri pun menurun drastis. Banyak sekali perguruan bela diri lain yang diam-
diam mendiskusikan cara untuk menjatuhkan Perguruan Santana Angkara.
Apalagi ketika Thalith dikalahkan oleh Keanu di depan umum, otomatis prestise Perguruan Santana
Angkara ikut terguncang. Dalam kondisi begini, bagaimana mungkin Thalith sang ketua bisa tinggal di
markas pusat Perguruan Puspita selama sepuluh hati?
“Master!”
Sempat ragu sejenak, Amara mengigit bibirnya dan menjelaskan, “Dosis obat yang aku berikan sudah
yang paling pas. Jika dosisnya dinaikkan, aku khawatir akan menimbulkan efek samping yang lain.”
Tanpa Amara sadari, dia menatap ke arah Keanu yang ada di sampingnya. Matanya berbinar, dan
berucap, “Oh iya, Pak Nugraha pasti punya cara lain.”
‘Dia?’
Thalith melirik ke arah Keanu dan mengerutkan keningnya. Hatinya penuh dengan penolakan. Orang
keras kepala semacam Thalith hanya memercayai anggotanya sendiri. Dia tidak akan membiarkan orang
yang tak dikenal merawat lukanya.
Akan tetapi Amara sangat mengagumi Keanu. Dengan segera dia meraih tangannya dan tersenyum.
“Aku hampir lupa kalau Pak Nugraha di sini. Keterampilan medisnya jauh lebih hebat dibanding punyaku,
tentu saja ada cari lain untuk menyembuhkan luka Master dalam waktu singkat.”
“Benar, benar.” Terdengar juga suara Thalia yang menyetujui. “Benar yang dikatakan Bu Amara. Pak
Nugraha ini adalah dokter sakti, tentu ada cara lain.”
Tanpa segan-segan, Thalia pun berkata pada Keanu, “Pak Nugraha, maaf telah merepotkanmu.”
Keanu tampak tak berdaya. ‘Sial, apaan ini?’
‘Aku yang melukai Thalith, aku juga yang harus mengobatinya?’
Tapi dihadapan begitu banyak orang terutama Amara dan Thalia, Keanu tentu hanya bisa menuruti
permintaan, dan berjalan menghampiri mereka.
Di hadapan Thalith, Keanu pun tersenyum santai. “Karena Ketua dan Bu Amara begitu memercayaiku,
aku akan berusaha semampuku. Mohon beri tahu aku secara rinci bagaimana Master terluka, agar aku bisa
mencari obat yang tepat untuk menyembuhkan Master.”
Sebenarnya Keanu sangat jelas dengan kondisi Thalith, tapi dia tetap harus berlagak tidak tahu dan
bertanya agar tidak begitu kentara.
Namun Thalith sama sekali tidak bekerja sama, dan dengan sengaja mengajukan pertanyaan,
“Bukankah kamu dokter ternama yang hebat? Kamu seharusnya bisa mengetahuinya langsung setelah
melihat lukaku tanpa harus aku jelaskan.”
Keanu tentu terkejut dengan balasan Thalith. ‘Kurang ajar! Sepertinya dia itu sengaja mempersulit
dan menguji kemampuan medisku. Untung saja aku yang melukainya, dan tahu jelas kondisinya itu. Kalau
tidak, sangat susah untuk menilai hanya dengan mengamati penampilan.’
Sembari menggumam dalam hati, Keanu tersenyum paksa dan berkata, “Benar yang dikatakan
Master barusan. Biarkan aku memeriksanya sekarang.”
Seusai berucap, Keanu segera mengelilingi Thalith, mondar-mandir secara perlahan dan mengamati
dengan cermat.
“Master!”
Akhirnya, setelah mengamati selama dua menit penuh, Keanu menunjukkan senyuman dan mulai
menjelaskan teorinya. “Kalau tidak salah tebak, sepertinya sebuah artefak sakti telah melukai pembuluh
jantung Master.”
Saat berucap, Keanu sengaja membuat mimik muka serius, kemudian melanjutkan, “Selain itu, artefak
sakti tersebut memiliki aura negatif yang sangat kuat. Biar kutebak, mungkinkah itu Tombak Kapak Sakti
milik Atticus?”
‘Apa?’
Tubuh Thalith terguncang. Dia menatap Keanu penuh takjub, benar-benar tidak percaya.
‘Keterampilan medis orang ini memang brilian. Tidak hanya tahu kondisi lukaku, tapi juga bisa
menebak sengaja apa yang melukaiku?’
‘Benar-benar dokter sakti!’
Huft!
Bukan hanya Thalith, Thalia sendiri juga merasa takjub. Matanya bersinar terang penuh dengan
kekaguman.
‘Pilihanku tidak salah. Pak Nugraha ini memang dokter sakti. Tidak ada satupun yang
memberitahunya bagaimana Thalith terluka, tapi dia bisa menebaknya dengan tepat hanya melalui
pengamatan,’ batin Thalia.
Amara beserta murid di sekitar sontak gempar. Masing-masing menatap Keanu dengan tatapan luar
biasa.
“Kehebatan medis Pak Nugraha memang tiada tandingnya.”
“Benar banget. Dia bisa menebak hanya dengan mengamatinya.”
“Benar-benar lihai!”
‘Hahaha.’
Melihat kekagetan mereka, Keanu memang tampak santai berwajah agung, namun diam-diam tertawa
lucu. ‘Lucu banget orang-orang di Perguruan Puspita ini. Aku hanya asal berucap, tapi mereka malah
terkejut seperti itu. Aku-lah Keanu yang menyakiti Thalith, mana mungkin aku salah tebak?’
“Pak Nugraha memang luar biasa.”
Pada akhirnya, Thalith pun memuji Keanu. “Tebakanmu benar, sangat mengagumkan. Iya, aku
memang dilukai dengan Tombak Kapak Sakti. Pak Nugraha, apakah ada cara mujarab untuk
menyembuhkanku dengan cepat?”
Cara pandang Thalith ke Keanu mulai berubah. Bisa terdengar nada suaranya mengungkapkan sedikit
kekaguman dan kesopanan, tidak lagi searogan sebelumnya.
“Tentu saja ada!” Keanu tersenyum sipit. “Caranya dengan mandi obat!”
‘Mandi obat?’
Mendengar dua kata itu, seluruh orang di aula tentu terkejut, saling menatap penuh kebingungan.
“Mandi obat. Seperti namanya, ini adalah sebuah metode dengan cara pemandian obat langka untuk
menghilangkan rasa sakit,” ucap Keanu sembari melayangkan tatapannya ke sekeliling.
Keanu kemudian menatap Thalith dan berkata, “Perintahkan seseorang untuk menyiapkan sebuah
bak mandi kayu, lalu masukkan beberapa tanaman langka ke dalamnya. Setelah itu, Master harus berendam
selama satu jam di dalam sana. Dengan begitu, luka di tubuh Master akan berangsur sembuh.
Keanu kemudian berpikir sejenak, dan melanjutkan, “Tapi urutan resepnya tidak boleh salah, dan
diperlukan cara khusus untuk menyembuhkan luka tersebut. Sebab itu, aku harus berdiri di sebelah untuk
mengawasi.”
Wajah Keanu tampak khusyuk saat mengucapkan itu, tapi hatinya tertawa terbahak-bahak.
Sebenarnya Keanu punya banyak cara untuk menyembuhkan Thalith, tapi dia sengaja tidak memilih
cara itu. Thalith itu berhati kejam, mana mungkin Keanu mau segampang itu menyembuhkannya?
Tapi tentu saja. Pemandian obat yang dikatakan Keanu memang benar ada. Tujuan lain Keanu
menggunakan metode ini karena ingin mengambil kesempatan untuk meninggalkan Perguruan Putih.
Keanu sudah merencanakannya. Saat Thalith mandi obat, Keanu akan segera pergi. Bahkan jika Thalith
mengetahuinya, Thalith yang tanpa busana itu tentu malu untuk bangkit dan mengejar Keanu.
Woah!
Ucapan Keanu barusan mengheningkan suasana. Thalia, Amara, dan juga para murid di sana
memandang kaget Keanu. Mata mereka bersinar dengan cahaya aneh.
Begitu juga dengan Thalith. Ekspresi wajahnya berubah dan memerah penuh amarah. Detik berikutnya,
dia menggelengkan kepalanya dengan tegas. “Metode ini tidak bagus, ganti yang lain,” ucapnya penuh
malu sembari memiringkan kepala menghindari tatapan mata Keanu.
Di saat bersamaan, Thalia juga berdeham dan berkata dengan lembut, “Iya, Pak Nugraha. Bisakah
ganti metode lain? Metode ini sepertinya tidak begitu pantas ...” Thalia merasa segan dan berhenti
berbicara.
‘Ckck.’
Keanu merasa tidak puas dengan penolakan-penolakan tersebut.
‘Apanya yang tidak pantas? Kita sama-sama pria, apa sih yang perlu ditakutkan?’
Pada saat ini Keanu masih belum tahu bahwa Thalith sebenarnya adalah seorang wanita yang
menyamar sebagai pria tampan.
Sebenarnya saat mereka mendirikan Perguruan Puspita, Thalith masih berdandan sebagai seorang
wanita. Tapi akhirnya setelah melewati beberapa tantangan dan menjadi Ketua Perguruan Sanata Angkara,
Thalith mulai berdandan sebagai seorang pria.
Perguruan Sanata Angkara memiliki aturan ketat di mana perempuan tidak boleh menjadi ketua.
Sebab itu, Thalith terpaksa berpura-pura menjadi laki-laki. Dan jika rahasianya terbongkar, maka posisinya
sebagai Ketua Perguruan Sanata Angkara bisa terancam.
“Selain mandi obat, aku masih punya metode lain.” Keanu menggaruk kepalanya dan berkata, “Tapi
metode-metode tersebut hampir mirip dengan yang dikatakan Bu Amara, butuh sepuluh hari
penyembuhan. Metode mandi obat inilah yang tercepat.”
Keanu bersikeras mengatakan seperti itu, untuk mengambil kesempatan agar bisa melarikan diri saat
Thalith mandi.
Hmm!
Thalith mendengus penuh keraguan. Tapi akhirnya mengangguk. “Baiklah! Tapi saat aku mandi, Pak
Nugraha harus tutup mata,” ucapnya tegas tidak bisa diganggu gugat.
‘Aku adalah wanita yang masih perawan, mana boleh dilihat oleh sembarang pria?’
To be continue ...
Halo Sobat Novelme!
Terima kasih sudah membaca chapter ini, dijamin konfliknya makin seru lho!
Buat kalian yang menyukai novel ini, bisa vote, subscribe, komen review dan kasih hadiah ya supaya
author semangat up-nya.
Terima kasih^^
 Selanjutnya
 Daftar Isi
 Sebelumnya

PustakaTop Up

  Selanjutnya
 Daftar Isi

 Sebelumnya 
Hello, Mr. Presdir!Berani-beraninya Dia Mengintipku!
Berani-beraninya Dia Mengintipku!
‘Astaga!’
Keanu tertegun. Wajar saja, dia sama sekali tidak tahu bahwa Thalith itu wanita. Di saat itu pula Keanu
berbisik dalam hati, ‘Thalith ini memang gila, kenapa aku harus tutup mata saat dia mandi? Seorang pria
jantan takut tubuhnya dilihat oleh pria lain? Apakah dia itu punya masalah jiwa ya?’
Keanu akhirnya mengangguk. “Baiklah, tidak masalah!”
‘Tidak peduli ada apa denganmu, tunggu setelah kamu masuk bak mandi, aku bakalan melarikan
diri!’ batin Keanu.
Mendengar janji Keanu, Thalith menghela napas lega. Kemudian mengangkat tangan dan memberi
arahan agar murid-muridnya segera pergi ke kamar untuk menyiapkan bak mandi kayu dan air panas.
Selepas itu, Thalith bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menuju kamar. Keanu segera
mengikuti dari belakang.
Sementara Thalia yang mengkhawatirkan kondisi Thalith pun membawa Amara ikut ke arah kamar.
Dengan segera, bak mandi kayu dan air panas sudah disediakan. Keanu segera mengukur jumlah
tanaman langka dengan proporsi yang sama dan memasukkannya ke dalam air panas.
Sesudah itu, seorang murid perempuan datang membawa sehelai kain hitam dan menutup mata
Keanu.
Huft!
Untuk sesaat, tatapan mata Keanu penuh dengan kegelapan.
Namun Keanu sama sekali tidak panik. Dia diam-diam menarik napas dan berkata pada Thalith,
“Sekarang Master boleh masuk ke dalam air. Setelah tubuh Master sudah sepenuhnya terendam, maka aku
akan mengajarkankan cara penyembuhan selanjutnya.”
Tak hanya itu, Keanu pun berkata pada Thalia yang menunggu di depan pintu. “Ketua, Bu Amara, cara
perawatan mandi obat ini adalah tradisi keluarga kami. Mohon kalian berdua keluar dulu.”
“Baiklah, kalau begitu kita akan menjaga di depan pintu,” jawab Thalia sambil mengangguk. Lalu
membawa Amara dan murid lainnya menunggu di depan pintu.
Tidak semua tradisi keluarga boleh disebarluaskan, apalagi pengobatan medis seperti ini. Thalia tentu
tahu tentang itu.
Namun saat ini Thalia tidak tahu bahwa Keanu sengaja mengatakan seperti itu agar bisa mengalihkan
perhatian mereka.
Dalam sekejap, hanya tersisa Keanu dan Thalith di dalam ruangan penuh uap.
Melihat mata Keanu sudah tertutup, Thalith segera membuka bajunya dan perlahan masuk ke dalam
bak mandi.
“Master, pembuluh darah jantungmu terluka. Setelah masuk ke dalam air, Anda perlu mendorong
kekuatan internal yang ada di dalam titik pusat tubuh ke sekitar pembuluh darah jantung Anda,” ucap
Keanu serius setelah mendengar suara percikan air.
“Umm.”
Thalith menjawab singkat. Kemudian mengikuti metode yang Keanu ajarkan barusan, berendam
sambil mendorong kekuatan internal untuk menyembuhkan pembuluh darah jantungnya.
Dalam waktu singkat, Thalith mulai terfokus. Dia menutup matanya, hatinya perlahan tenang. Untuk
beberapa saat, ruangan itu sunyi hampir tidak terdengar apapun di sana.
‘Hahaha!’
Meskipun tidak bisa melihatnya, tapi Keanu dengan jelas merasakan bahwa pikiran Thalith sudah
terpusat dan memulai metode pemandian obat tersebut.
‘Inilah saat yang tepat untuk melarikan diri!’
Keanu bergumam dan segera membuka kain hitam yang menutup matanya. Lalu bergerak hendak
menuju jendela di belakangnya.
‘Hmm?’
Pada saat itu juga Keanu tercengang saat melihat situasi di dalam bak mandi kayu.
Terlihat jelas di tengah-tengah kabut, sesosok wanita dengan tubuh anggun sedang berendam di
dalam bak mandi. Mata Keanu terbelalak melihat keindahan wanita tersebut.
Bukan itu saja, wajah cantik wanita tersebut membuat Keanu terlena dan menghirup napas dingin.
Hatinya benar-benar tercengang.
‘Aku nggak salah lihat? Ternyata Thalith itu perempuan ya?’
‘Cantik!’
‘Benar-benar cantik!’
Pada saat ini, mata Keanu benar-benar tidak berkedip, tidak dapat menyembunyikan kekagumannya.
Siapa sangka, tepat ketika Keanu masih menatapnya, sebuah tatapan mengenaskan pun tertuju pada
Keanu.
“Kamu! Cari mati kamu!”
Tidak tahu sejak kapan Thalith membuka matanya, sebuah teriakan pun terdengar. Wajah cantiknya
memerah, dia menatap Keanu dingin penuh aura pembunuhan.
‘Huft! Benar-benar mengerikan!’
Keanu sempat berkeringat dingin. Tapi dengan segera dia menenangkan hatinya. ‘Sekarang ini dia
tidak berbusana, ngapain aku panik?’
“Kamu!”
Kali ini Thalith menggigit erat bibirnya, matanya dipenuhi dengan kebencian. “Kamu telah mencemari
keperawananku, akan kubunuh kamu!”
Jeritan Thalith terdengar menyeramkan. Wajahnya diselimuti amarah yang menggebu-gebu. ‘Aku
sebagai Ketua Perguruan Sanata Angara yang bermartabat dilecehi oleh seorang pria kecil!’ batinnya.
“Master!’
Merasakan kemarahan Thalith, Keanu tersenyum sipit. “Jangan panik, Master. Aku bukan sengaja mau
mengintip, tapi kain hitamnya lepas sendiri. Dan lagi, aku sama sekali tidak tahu bahwa Master adalah
perempuan.”
Saat berbicara, Keanu tak henti-hentinya memindai tubuh Thalith. ‘Harus diakui, Thalith ini benar-
benar adalah dewi yang turun dari kayangan, kecantikannya luar biasa.’
“Kamu!”
Saat itu juga Thalith ingin membunuh Keanu. Tapi terpikir bahwa dirinya sedang tak berbusana, dia
pun mengurungkan niatnya.
Beberapa detik kemudian, Keanu tak lagi menatap tubuh Thalith. Dia segera berucap, “Master,
kembalilah berendam. Aku akan pergi sekarang.”
‘Kalau tidak pergi sekarang, sepertinya tidak ada kesempatan lari lagi!’
Keanu segera mengaktifkan kekuatan internalnya dan melompat keluar jendela. Di luar pintu ada
Thalia dan Amara yang menjaga, tentu saja dia harus keluar melalui jendela.
Fiuh!
Setelah melompat keluar jendela, Keanu menghela napas lega dan berlari ke arah gerbang depan.
“Semuanya!”
Dengan kondisi sekarang, Thalith sama sekali tidak bisa mengejar. Dia lantas berteriak marah,
“Tangkap bajingan itu, lalu bunuh dia!”
‘Hmm?’
Mendengar teriakan tersebut, Thalia dan yang lain segera mendorong pintu dan bergegas masuk.
Semuanya terkejut melihat pemandangan di dalam kamar. Tampak Thalith sedang berendam di bak
mandi dengan wajah merah penuh dengan aura pembunuhan. Sementara Pak Nugraha sudah hilang entah
ke mana.
“Nugraha itu memang bangsat! Berani-beraninya dia mengintipku saat berendam, lalu melarikan diri
lewat jendela!”
Saat semua orang masih tercengang, Thalith kembali berteriak dengan nada gusar, “Cepat, tangkap
dia sekarang juga!”
‘Apa?’
‘Apakah benar Pak Nugraha mengintip Master mandi?’
Thalia dan Amara benar-benar tidak menyangka. Tubuh mereka merinding.
“Tunggu apa lagi? Cepat kejar bajingan itu!” Sesaat kemudian, Thalia bereaksi kembali dan
memerintah murid-muridnya. Pada saat yang sama, Thalia juga ikut keluar dari kamar.
Saat ini juga, di sisi Keanu.
Kecepatan Keanu memang luar biasa. Sebentar saja sudah sampai di gerbang utama markas pusat.
“Nugraha, berhenti di sana!”
Di saat itu juga, terdengar suara jeritan Thalia datang dari belakang.
‘Sial!’ Keanu sontak terkejut. Saat dia menoleh, tampak Thalia, Amara beserta puluhan murid
perempuan sudah mengejar di belakang. ‘Cepat sekali mereka mengejarku!’
Keanu tak lagi menghiraukan mereka. Dia malah meningkatkan kecepatannya.
“Pak Nugraha, jangan lari. Sebenarnya apa yang terjadi? Kamu bisa jelaskan kepada kami.” Amara
berteriak cemas sembari mengernyit.
‘Meskipun tidak begitu mengenal Pak Nugraha, tapi aku sangat pasti kalau dia bukanlah pria yang
sembrono. Buktinya saat aku diserang hawa dingin, Pak Nugraha berinisiatif membantuku. Aku sangat yakin
kalau dia pria yang berpendirian,’ batin Amara.
To be continue ...
Halo Sobat Novelme!
Terima kasih sudah membaca chapter ini, dijamin konfliknya makin seru lho!
Buat kalian yang menyukai novel ini, bisa vote, subscribe, komen review dan kasih hadiah ya supaya
author semangat up-nya.
Terima kasih^^
 Selanjutnya
 Daftar Isi
 Sebelumnya
PustakaTop Up

  Selanjutnya
 Daftar Isi

 Sebelumnya 
Hello, Mr. Presdir!Menangis Tanpa Air Mata
Menangis Tanpa Air Mata
Thalia malah berwajah muram. Terutama saat melihat Keanu masih terus berlari, kemarahannya pun
meluap.
Dia mengangkat tangannya, bisa terlihat beberapa cahaya dingin keluar dari tangan Thalia dan
menembus langit malam lalu meluncur cepat ke arah Keanu.
Wush-wush-wush ...
Terdengar suara angin kencang bertiup mendekati Keanu.
‘Waduh, suara apa itu? Begitu menganehkan!’ batin Keanu berusaha menghindar.
Tapi belum sepenuhnya menghindar, kilau cahaya tersebut sudah mengenai tubuh Keanu. Saat itu
juga tubuh Keanu menegang tidak bisa bergerak sedikitpun.
Shu-shu-shu ...
Segera setelah itu, beberapa pantulan cahaya juga jatuh tepat di hadapan Keanu. Dengan bantuan
sinar bulan, Keanu melihat ada beberapa jarum perak yang ukurannya lebih pendek dibanding jarum yang
digunakan saat akupuntur.
Uniknya, bersinar cahaya ungu muda di ujung jarum, dan ekor jarumnya juga diukir menjadi bentuk
bulu.
‘Apa!’
Keanu lantas tertegun. ‘Bisa-bisanya dia mengunakan jarum perak ini untuk menghentikanku. Dilihat
dari bentuk, sepertinya ini bukan jarum biasa.’
Yang lebih mengejutkan Keanu adalah setelah titik akupuntur di belakang tubuhnya ditusuk, Keanu
sama sekali tidak bisa bergerak.
Perlu tahu bahwa dengan kekuatan Keanu yang hampir mendekati level Grand Emperor, biasanya akan
sangat mudah baginya untuk melepaskan tusukan sengaja tersebut. Namun saat ini, sudah berkali-kali
Keanu berusaha mendorong dengan kekuatan internalnya, jarum tersebut masih saja menusuknya.
Keanu tidak tahu bahwa senjata yang Thalia gunakan saat ini adalah senjata andalannya, Jarum Bulu
Langit.
Jarum Bulu Langit, terbuat dari besi halus emas ungu khusus. Setelah ditusuk ke titik akupuntur, maka
darah di sekitar titik tersebut akan diblokir. Jangankan Keanu, bahkan mandraguna yang sudah mencapai
level Grand Emperor juga tidak dapat berbuat apa-apa.
Tepat ketika Keanu masih kebingungan dengan Jarum Bulu Langit tersebut, Thalia dan Amara sudah
berhasil mengejarnya.
“Nugraha!”
Thalia menatap dingin Keanu. “Berani-beraninya kamu mengintip saat Master kita mandi. Sia-sia aku
begitu memercayaimu, tak kusangka kamu itu pecundang yang nggak tahu malu!” bentaknya penuh
kemarahan.
Wajar saja. Thalia dan Thalith memiliki hubungan yang dekat. Sekarang saat Thalith dirugikan, tentu
saja Thalia tidak akan tinggal diam.
“Ketua salah paham.” Keanu tersenyum pahit berusaha menjelaskan, “Mana berani aku mengintip
Master mandi. Hanya saja kain hitam itu secara tak sengaja jatuh. Aku beneran nggak sengaja, dan juga
tidak tahu bahwa Master itu ternyata adalah perempuan.”
Saat berucap, wajah Keanu terlihat sangat polos dan tulus. Bicara jujur, Keanu terlalu malas untuk
menceritakan semuanya. Tapi apa boleh buat, jarum sakti milik Thalia ini terlalu hebat dan membekukan
tubuh Keanu. Jika dia tidak menjelaskannya sekarang, takutnya salah paham akan semakin besar.
Huft!
Mata Thalia bersinar dingin. “Kalau kamu nggak bersalah, kenapa harus lari?” tanyanya kesal.
“Ketua!”
Keanu menjelaskan dengan wajah masam. “Master akan membunuhku, tidak mungkin aku berdiam di
sana menunggu kematian, bukan?”
Sembari berucap, Keanu diam-diam memperhatikan reaksi Thalia. Pada saat yang sama, dia juga
merasa dongkol. ‘Sial banget sih aku. Bentar lagi bakalan berhasil lari dari Perguruan Puspita, tapi malah
terkena jarum milik Thalia!’
‘Tapi untungnya, mereka tidak tahu tujuanku sebenarnya adalah meninggalkan Perguruan Puspita,’
pikirnya lega.
“Ketua!”
Melihat situasi tersebut, Amara mengigit bibirnya dan berkata penuh perhatian, “Sepertinya ini hanya
sebuah salah paham. Aku percaya Pak Nugraha bukan segaja. Jika benar dia sengaja, mana mungkin dia
hanya melihat Master mandi tanpa berbuat hal-hal genit lainnya. Dan lagi, Pak Nugraha juga tidak tahu
identitas asli Master sebelumnya.”
Akhirnya Thalia mengangguk setuju, tapi masih saja tidak mencabut jarum perak di belakang
punggung Keanu.
Pada saat itu juga, Thalith datang mengenakan baju tidur, tampak terlihat kaki putih mulusnya yang
teramat seksi. Hanya saja wajah cantiknya sudah dipenuhi dengan amarah besar. Namun lekuk tubuh
indahnya masih membuat Keanu terpesona.
“Dasar pria jahanam!”
Merasakan tatapan genit Keanu, tubuh Thalith bergetar dan meraung, “Bunuh dia sekarang juga!
Sebelum membunuhnya, congkel dulu kedua matanya!”
‘Sudah mengintipku mandi, tapi matanya masih saja menatapku seperti itu! Benar-benar brengsek!’
hujat Thalith dalam hati.
‘Astaga! Wanita sialan! Hanya menatap sekejap juga harus congkel mata? Kalau aku menyentuhmu,
sepertinya aku bakalan dicincang-cincang!’ Keanu tentu terkejut.
Segera dia mengalihkan pandangannya lalu berucap, “Master jangan marah, ini benar-benar salah
paham.”
Tiba-tiba Thalia berjalan ke arah Thalith berusaha menenangkan. “Pak Nugraha sudah menjelaskan
segalanya. Kain hitam itu tidak sengaja jatuh, dia benar-benar tidak sengaja. Sebaiknya kita lupakan saja
masalah ini ya.”
“Iya benar!” Amara segera meneruskan, “Karena ini adalah kesalahpahaman, Master jangan marah
lagi ya. Lagipula Pak Nugraha juga akan mengobati luka Master.”
Thalith diam tak berkutik. Tatapannya masih mengunci ke arah Keanu, penuh dengan aura kebencian.
Untuk sekejap, keheningan menyelimuti sekitar, suasana terasa sangat mencekam.
Gluk!
Keanu diam-diam menelan ludah, lapisan keringat dingin mulai muncul di dahinya. ‘Si Thalith ini
nggak bakalan membunuhku, kan? Sekarang tubuhku sudah ditotok dengan jarum perak. Jika benar Thalith
akan membunuhku, aku juga nggak bakal bisa melawan lagi.”
Piak!
Thalith berjalan menghampiri dan menampar wajah Keanu dengan kekuatan penuh. Tentu saja tidak
ada komentar apapun dari orang-orang di sekitar.
“Nugraha, masalah hari ini bisa aku hiraukan. Tapi sekali lagi kamu berbuat tak senonoh, akan kubuat
kamu mati sengsara!” bentak Thalith.
Sebenarnya Thalith sendiri tahu bahwa ini semua hanya salah paham, Nugraha di hadapannya tidak
benar-benar mau mengintipnya. Tapi bagaimanapun juga Thalith merasa dirugikan. Meski tidak membunuh
Keanu, Thalith juga tidak akan melupakannya begitu saja.
Sembari berucap, Thalith mengangkat tangannya dan menotok beberapa titik akupuntur di tubuh
Keanu. Kemudian dia menarik jarum yang sedang menusuk punggung Keanu itu.
“Mulai sekarang, ikuti semua pergerakannya.” Thalith memerintah dengan wajah cantik Thalith
sedingin es, tanpa ekspresi sama sekali. “Dia tidak diizinkan berjalan-jalan di Perguruan Puspita. Kalau dia
berani membangkang, bunuh saja langsung,” kecamnya sambil memelototi Keanu.
Thalith pun membatin, ‘Ingin sekali kubunuh sekarang juga. Tapi benar yang dikatakan Amara, dia
adalah dokter sakti yang bisa mengobatiku. Aku terpaksa bersabar untuk saat ini.’
“Baik, Master!” Beberapa murid serempak menjawab, kemudian membawa Keanu kembali ke kamar
bagaikan seorang tahanan.
‘Waduh!’
Keanu hanya bisa menangis tanpa air mata.
‘Thalith ini terlalu berbahaya. Sudah kubilang hanya salah paham, dia masih saja menamparku dan
mengawasiku dengan ketat. Bagaimana caraku meninggalkan tempat ini?’
Jika di masa lalu, Keanu tentu akan senang jika dikerumuni oleh banyak murid perempuan. Tapi di
saat-saat genting seperti ini, tentu saja Keanu tidak lagi memiliki mood untuk mempertimbangkan masalah
itu lagi.
To be continue ...
Halo Sobat Novelme!
Terima kasih sudah membaca chapter ini, dijamin konfliknya makin seru lho!
Buat kalian yang menyukai novel ini, bisa vote, subscribe, komen review dan kasih hadiah ya supaya
author semangat up-nya.
Terima kasih^^
 Selanjutnya
 Daftar Isi
 Sebelumnya

PustakaTop Up

  Selanjutnya
 Daftar Isi

 Sebelumnya 
Hello, Mr. Presdir!Seperti Seorang Peri yang Turun dari Langit
Seperti Seorang Peri yang Turun dari Langit
Di sisi lain, di Daratan Tanjung Utara.
Di dalam aula utama, Mandla yang mengenakan jubah naganya sedang duduk di atas singgasana. Dia
tengah mendengarkan para pejabat untuk melaporkan berbagai kondisi dan situasi di seluruh wilayah
kekaisaran.
Sejak Mandla berhasil menaklukkan Daratan Awan Kidul dan akhirnya dikalahkan oleh Keanu, Mandla
tidak lagi mengirimkan pasukan untuk menginvasi daratan lain. Tetapi, dia justru memerintahkan seluruh
pasukan untuk terus berlatih dengan keras agar mereka selalu siap jika diperlukan sewaktu-waktu.
Di saat yang sama, Mandla juga terus mengirim orang untuk menyelidiki keberadaan Keanu dan Si
Lembah Hantu. Jika Si Lembah Hantu berada bersama Keanu, Mandla tidak akan berani untuk menyerang
Keanu.
“Yang Mulia!”
Tiba-tiba, Neree bergegas berjalan memasuki aula. Wajahnya yang cantik dipenuhi dengan
kegembiraan dan keceriaan. Dia lantas berkata dengan hormat, “Yang Mulia, aku sudah memeriksanya.
Ketika kami meninggalkan Daratan Awan Kidul, Senior Lembah Hantu sudah berpisah dengan Keanu.”
“Dan juga, aku juga sudah memeriksa, kalau Senior Lembah Hantu memang dibebaskan oleh Keanu
dari Menara Linglong. Jadi, tidak heran kalau Senior Lembah Hantu menganggap Keanu sebagai tuannya.
Namun, dengan kepribadian Senior Lembah Hantu yang sangat keras, dia pasti lebih memilih mati dari pada
mengakui Keanu sebagai tuannya. Keanu bahkan butuh memohon padanya beberapa kali sampai Senior
Lembah Hantu setuju untuk membantunya melawan pasukan kita.”
Benarkah?
Begitu mendengar laporan dari Neree, kedua mata Mandla berbinar. Dia tidak bisa menahan dirinya
untuk tidak memperhatikan Neree dengan saksama.
“Benarkah apa yang kamu katakan ini, Neree?”
“Benar, Yang Mulia. Hamba tidak akan berani membohongi Yang Mulia.”
Wajah Neree tampak serius. Dia bahkan mengangguk dengan sungguh-sungguh. “Sekarang, Senior
Lembah Hantu telah berkeliling dunia. Aku tidak tahu dia ada di mana sekarang. Tetapi aku tahu kalau
Keanu sekarang berada di Daratan Laut Kuning seorang diri. Entah apa yang dia lakukan di sana.”
Haha…
Mandla mendongakkan wajahnya ke langit dan tertawa terbahak-bahak. Dia merasa sangat bahagia
saat ini.
Setelah sekian lama, ternyata Si Lembah Hantu ternyata sama sekali tidak ada hubungannya dengan
Keanu. Rasa cemburu Mandla pada Keanu selama ini ternyata hanya sia-sia saja.
“Yang Mulia!”
Tiba-tiba, Neree memunculkan sebuah senyum kecil di wajahnya. “Karena Keanu tidak ada
hubungannya dengan Senior Lembah Hantu, kita sudah tidak perlu khawatir tentang hal itu. Keanu tidak
ada di Daratan Bumi Bulat sekarang. Aku pikir ini adalah saat yang tepat bagi kita untuk menyerang Daratan
Bumi Bulat.”
Begitu mengatakannya, kedua mata Neree memandang Mandla dengan penuh binar percaya diri. Dia
lalu melanjutkan, “Bukankah Yang Mulia mau menangkap Keanu hidup-hidup? Keanu selalu merasa
bertanggung jawab untuk menjaga Daratan Bumi Bulat. Jika kita menyerang daratan itu, aku yakin, Keanu
pasti akan muncul tanpa diminta.”
“Benar!”
Begitu mendengar saran dari Neree, Mandla tersenyum sambil mengangguk puas. “Saranmu benar-
benar bagus, Neree. Cara ini sangat cocok dengan keinginanku. Kalau begitu, segera kirim pasukan untuk
menyerang Daratan Bumi Bulat!”
Di saat yang sama, wajah Mandla tidak henti-hentinya memancarkan senyum bahagia.
“Baik!”
Beberapa menit kemudian, ratusan ribu tentara Daratan Tanjung Utara segera berkumpul. Di bawah
kepemimpinan Mandla, mereka berbaris rapi menuju Daratan Bumi Bulat.
Setelah beberapa jam melakukan perjalanan, para tentara akhirnya mencapai perbatasan Daratan Bumi
Bulat.
Saat ini…
Di perbatasan Daratan Bumi Bulat sebelah Barat Daya, jauh di dalam pegunungan yang tak berujung,
seorang penebang kayu membawa keranjangnya bersama dengan putranya yang masih kecil. Mereka
berjalan perlahan menyusuri jalanan pegunungan.
Penebang kayu ini telah lama tinggal di sana, bahkan hingga beberapa generasi. Dia mencari nafkah
dengan mendaki gunung untuk memotong kayu dan berburu. Untuk pertama kalinya, pada hari ini dia
membawa anaknya keluar untuk mengajarinya cara berburu.
“Rrrrraarrr!”
Tiba-tiba, terdengar suara gemuruh yang mengejutkan mereka berdua. Suara itu datang dari hutan di
hadapannya, diikuti seekor harimau besar berbelang hitam yang melompat keluar.
Sshh!
Begitu melihat harimau itu, sang tukang kayu hanya bisa gemetar ketakutan.
“Ayah, ada harimau… aku… aku takut!” Anak laki-laki itu bahkan merasa jauh lebih takut lagi. Dia
bersembunyi di belakang tubuh ayahnya dengan seluruh tubuhnya yang gemetar.
“Jangan takut. Jangan takut…” Sang tukang kayu terus berusaha menenangkan putranya. Tetapi,
wajahnya terlihat pucat pasi. Dia juga merasa sangat ketakutan. Dia bukanlah pemburu harimau, mana
mungkin dia bisa melawan seekor harimau besar?
“Rrrraawrrr!”
Tiba-tiba, harimau besar itu kembali meraung. Dengan matanya yang semerah darah, dia menatap
ayah dan anak itu bergantian. Mulutnya yang besar terbuka lebar, dan mengeluarkan embusan napas yang
keras.
Tamat sudah!
Begitu melihat harimau besar itu melompat siap untuk menerkamnya, si tukang kayu itu
menggendong putranya dengan erat. Dia memejamkan matanya dengan putus asa.
Kalau aku tahu aku akan bertemu dengan binatang buas hari ini, aku tidak akan mengajak anakku
keluar, batin si tukang kayu.
“Hewan jahat! Jangan sakiti orang yang tidak bersalah!”
Namun tiba-tiba, terdengar suara ringan tak jauh dari tempat mereka berada.
Sshh!
Begitu mendengar suara itu, si tukang kayu langsung membuka matanya, dan menoleh ke arah
sumber suara. Begitu melihat sosok itu, tubuhnya langsung tertegun.
Dia melihat sesosok wanita kurus yang terbang di udara dengan begitu anggun. Gaun putih yang
menutupi tubuhnya menjuntai, menampilkan lekuk tubuhnya yang semampai. Wanita itu terlihat sangat
cantik, seperti seorang peri yang turun dari langit.
Wanita itu adalah Gabie Rasta.
Sebelumnya, di Gunung Putih, ketika Gabie dikubur hidup-hidup oleh Andaru, dia hanya
mengandalkan teknik tahan napas untuk melewati masa-masa itu.
Saat itu, dia terus memikirkan bahwa penyebab dari semua hal yang menimpa dirinya adalah dirinya
sendiri. Gabie menyadari semua kesalahannya. Dia pun melepaskan semua ketenaran dan kekayaannnya,
dan memutuskan untuk meninggalkan Gunung Putih.
Beberapa saat ini, di setiap tempat yang dia kunjungi, Gabie melakukan banyak hal baik. Dia selalu
menghukum kejahatan dan menyebarkan kebaikan. Dia selalu memberikan manfaat bagi orang-orang
untuk menebus dosa-dosanya.
Hari ini, ketika kebetulan lewat, Gabie melihat seekor harimau besar yang ingin menyerang seorang
tukang kayu dan putranya. Tanpa pikir panjang, Gabie segera datang untuk menghentikan harimau itu.
Fuh!
Begitu melihat Gabie, si tukang kayu hanya bisa menganga sambil tertegun.
Betapa cantiknya wanita ini….
Apakah dia seorang peri yang turun ke bumi?
“Rrraawrr!”
Saat ini, begitu merasakan ancaman dari Gabie, harimau itu kembali meraung. Dia pun segera
melompat dan bergegas menerkam Gabie.
“Hewan jahat, mati kamu!”
Gabie sama sekali tidak merasa panik begitu melihat harimau itu melompat dan berusaha
menerkamnya. Wajahnya yang lembut terlihat sangat tenang. Dengan langkah ringan, Gabie langsung
melayang di udara untuk menghindari serangan harimau itu. Di saat yang sama, dia mengulurkan
tangannya dan memukulkannya ke arah kepala si harimau.
Plakk!
Terdengar suara pukulan yang menghantam benda tumpul. Tangan Gabie menghantam tengkorak
harimau besar itu hingga hancur. Seketika, harimau itu pun mati. Tubuhnya yang besar langsung berdebum
keras menghantam tanah.
Tak lama kemudian, Gabie perlahan turun dari udara.
Ini….
Begitu melihat situasi ini, si penebang kayu dan anaknya hanya bisa tertegun.
“Terima kasih, Peri, kamu sudah menyelamatkanku.” Setelah beberapa detik terdiam, penebang kayu
itu akhirnya bersuara. Dia lantas bersujud sambil terus berterima kasih pada Gabie.
Dia bisa membunuh seekor harimau dengan begitu mudah. Bukankah dia seorang peri?
Gabie tersenyum ringan sambil melambaikan tangannya. “Kakak tidak perlu sungkan-sungkan. Aku
bukanlah seorang peri, aku hanya seorang pejalan kaki biasa.”
Begitu mengatakannya, Gabie melihat sekeliling dan melanjutkan, “Lingkungan di sini sangat terjal.
Kamu harus berhati-hati saat pergi berburu di pegunungan.”
“Ya, terima kasih, Peri, karena sudah mengingatkanku.” Penebang kayu itu mengangguk berkali-kali.
Dia lalu membawa turun putranya dari gunung.
Fuh!
Setelah melihat ayah dan putra itu pergi, Gabie menghela napas lega. Dia merasa sangat tenang Hari
ini, dia berhasil menyelamatkan dua orang lagi. Apa sekarang dosanya sudah banyak berkurang?
Prok prok prok…
Saat ini, terdengar suara tapal kuda di jalan pegunungan. Gabie lalu menyapukan pandangannya ke
arah sekitar. Seketika, sekujur tubuhnya bergetar.
Tidak jauh dari jalan itu, terlihat ratusan ribu pasukan yang tersusun rapi. Pasukan itu mengenakan
baju besi hitam. Tidak hanya itu, di atas mereka, ada ribuan burung raksasa yang memenuhi langit. Di atas
masing-masing burung raksasa itu ada seorang prajurit berdiri. Jaraknya sangat jauh dari permukaan bumi.
Semua yang ada di hadapan Gabie saat ini sungguh membuat siapapun yang melihatnya akan terasa sesak
dan gemetar.
Di depan pasukan itu, melayang seorang pria bertubuh tinggi. Dia mengenakan baju besi emas yang
terlihat megah diikuti dengan seekor anjing hitam besar di sampingnya.
Dia adalah Sang Penguasa Sejati, Mandla dan Anjing Derukasa.
To be continue ...
Halo Sobat Novelme!
Terima kasih sudah membaca chapter ini, dijamin konfliknya makin seru lho!
Buat kalian yang menyukai novel ini, bisa vote, subscribe, komen review dan kasih hadiah ya supaya
author semangat up-nya.
Terima kasih^^
 Selanjutnya
 Daftar Isi
 Sebelumnya

PustakaTop Up

  Selanjutnya
 Daftar Isi

 Sebelumnya 
Hello, Mr. Presdir!Untuk Apa Kamu Mencari Keanu?
Untuk Apa Kamu Mencari Keanu?
Ini….
Begitu melihat pemandangan ini, wajah Gabie berubah menjadi pucat pasi. Tubuhnya terus bergetar
hebat.
Mandla memimpin pasukan Tanjung Utara untuk menyerang Daratan Bumi Bulat?
Sebelumnya, Gabie pernah terperangkap di Istana Tanjung Utara, sehingga dia bisa mengenali
Mandla.
Huft!
Beberapa detik kemudian, Gabie menarik napas dalam-dalam dan bergegas untuk turun gunung.
Saat ini, Gabie sudah mengira bahwa tentara Tanjung Utara datang untuk menginvasi Daratan Bumi
Bulat. Saat ini situasinya sudah sangat mendesak, dan Gabie merasa dia harus memberi tahu perguruan bela
diri di Daratan Bumi Bulat sesegera mungkin.
Sebenarnya, setelah memaksa para master beda diri Daratan Bumi Bulat untuk meminum Pil Langit
Hitam, Gabie merasa sangat malu untuk kembali ke Daratan Bumi Bulat. Tetapi, demi keselamatan Daratan
Bumi Bulat, dia harus melupakan peristiwa itu sejenak.
Saat ini, di kota Z, kediaman klan Sagara.
Di arena, muncul hari-hari damai yang jarang sekali muncul. Sementara itu, klan Sagara juga berusaha
memulihkan ketenangan mereka. |
Namun, tanpa diduga, hari ini, semua perguruan bela diri di Daratan Bumi Bulat berkumpul di sini
untuk bersama-sama memilih Keanu sebagai pemimpin dunia bela diri.
Sebenarnya, sebelum mereka mengakui Gabie sebagai pemimpin mereka, mereka sama sekali tidak
bersedia. Tetapi karena mereka dipaksa untuk menelan Pil Langit Hitam, hidup dan mati mereka berada di
tangan Gabie.
Dan sekarang, Gabie sudah dikubur hidup-hidup oleh Andaru, dan kini dia sudah mati.
Yang lebih penting lagi, beberapa waktu lalu, Mandla memimpin pasukan Daratan Tanjung Utara dan
melakukan invasi di berbagai daratan. Hal ini membuat semua orang menjadi sangat panik. Kini, Daratan
Bumi Bulat belum memiliki pemimpin, dan seorang pemimpin harus dipilih hari ini untuk memimpin
mereka.
Sebelumnya, Keanu berada di Daratan Awan Kidul dan berhasil memukul mundur pasukan Daratan
Tanjung Utara. Berita ini menyebar ke seluruh dunia. Sehingga, dia adalah kandidat terkuat untuk menjadi
pemimpin mereka.
Saat ini, di aula.
Riska, Kana, Yousha, Fenna, Askara, dan Marko semuanya duduk berkumpul dengan ekspresi tenang.
Keanu terpilih sebagai pemimpin. Tentu saja mereka merasa sangat bahagia.
Di kursi tamu di bawah, semua kepala perguruan ada di sana. Terlihat wajah-wajah yang sudah tak
asing di Daratan Bumi Bulat, mereka adalah Master Janu dari Perguruan Putra Nusa, Pendekar Kusno dari
Perguruan Pagar Sakti, serta ketua dari Perguruan Asoka, Perguruan Tapak Beso, dan Perguruan Paus
Gergasi.
“Para hadirin semuanya!”
Saat ini, Riska tersenyum tipis sambil menyapukan pandangannya ke sekeliling. Dia lalu berkata
dengan lembut, “Terima kasih karena kalian sangat mendukung Keanu. Tetapi, sekarang Keanu tidak
berada di sini. Dia sedang keluar untuk melakukan suatu tugas. Jadi, mari kita tunggu dia sebelum kita
membicarakan masalah pemimpin ini.”
Riska sebelumnya berada di Daratan Barat Kelabu. Dan ketika Keanu memimpin pasukan untuk
kembali ke Daratan Bumi Bulat, Riska pergi bersamanya.
Apa?
Keanu tidak ada di sini?
Begitu mendengar ucapan Riska, para master dari berbagai perguruan bela diri sontak terkejut. Wajah
mereka tertegun sambil menatap kosong Riska.
Pemimpin belum bisa diputuskan. Jika Mandla memimpin pasukan Daratan Tanjung Utara untuk
menyerang Daratan Bumi Bulat, maka saat itu tiba, tidak akan ada yang bisa memimpin Daratan Bumi Bulat.
Mereka akan tersebar seperti butiran pasir, dan hal ini sangat membahayakan bagi mereka.
“Semuanya, jangan panik!”
Tiba-tiba, Marko berdiri dari duduknya dan berkata sambil tersenyum, “Keanu ada di Daratan Awan
Kidul. Dia sudah memukul mundur Daratan Tanjung Utara, dan berita ini sudah tersebar ke seluruh dunia.
Mandla sudah mengalami kekalahan, dan pasti dia tidak akan buru-buru untuk datang ke sini.
Marko mengatakannya dengan hati-hari. Dalam sekejap, apa yang dikhawatirkan semua orang lenyap.
Begitu mendengar ucapan Marko, semua orang bersorak dalam hati. Senyuman kecil mulai muncul di
wajah mereka.
“Benar. Apa yang dikatakan ketua Istana Aldabra benar. Meskipun Ketua Keanu tidak ada di sini,
Daratan Tanjung Utara tidak akan berani menyerang dengan semudah itu.”
“Aku juga sudah mendengar tentang perang di Daratan Awan Kidul. Ketua Keanu menggunakan
tentaranya seperti seorang dewa.”
“Haha! Ada dewa pelindung seperti Ketua Keanu. Apa lagi yang perlu kita khawatirkan?”
Saat ini, terdengar diskusi-diskusi kecil di antara para master perguruan bela diri. Sementara itu, Marko
hanya bisa tersenyum tanpa berkata sepatah kata pun.
Askara dan Yousha yang berada di sampingnya juga diam-diam tersenyum.
Orang-orang ini benar-benar menarik, pikir Yousha. Ketika mereka bergabung dengan Gabie, mereka
meremehkan Keanu dan terus berusaha menghancurkan Keanu dengan berbagai cara. Sekarang, ketika
Gabie sudah mati, mereka justru berbalik untuk mendukung Keanu.
Krrrekkk!
Tepat ketika semua orang tengah berada dalam huru-hara tentang Keanu, pintu aula tiba-tiba terbuka,
diikuti kemunculan sesosok wanita anggun yang perlahan masuk.
Dia adalah Gabie.
Setengah jam yang lalu, Gabie sudah mengunjungi berbagai perguruan bela diri, dan mengetahui
bahwa semuanya tengah berada di kediaman klan Sagara. Tanpa berani menundanya lagi, Gabie pun segera
menuju ke sini.
Saat ini, Gabie berdiri di sana dengan kelelahan di wajahnya. Di matanya, terlihat kecemasan.
Apa?
Begitu melihat Gabie berdiri di sana, semua orang yang berada di aula itu hanya bisa tercengang.
Gabie?
Bukankah dia sudah dikubur hidup-hidup di Gunung Putih oleh pangeran dari Daratan Apokalips?
Kenapa dia masih hidup?
Gabie sudah terkubur beberapa meter di dalam tanah, tetapi dia masih bisa selamat. Bagaimana dia
melakukannya?
Dalam sekejap, kepala mereka terasa berdengung. Mereka menatap Gabie sambil menganga. Luar
biasa!
Akhirnya, Fred adalah orang yang pertama bereaksi. Dia pun lantas menudingkan jarinya ke arah Gabie
sambil berteriak, “Gabie, kamu… Wanita keji berhati ular! Berani sekali kamu masih muncul di sini!”
Fred adalah orang yang sangat oportunis. Kini, begitu Keanu terpilih sebagai pemimpin bela diri, dia
lantas berbalik dan menjadi pendukung terbesar Keanu. Dan meskipun Gabie selamat dari kematiannya, dia
tidak akan lagi memiliki kekuatan besar.
“Wah!”
Begitu suara itu terdengar, semua orang dari perguruan lain satu persatu mulai memaki Gabie.
“Gabie, apa yang kamu lakukan di masa lalu bahkan tidak bisa kamu bayarkan dengan kematianmu.
Jika kamu selamat dari kematianmu, seharusnya kamu mencari tempat lain untuk menghabiskan hidupmu.
Jangan lagi ikut campur dengan urusan kami!”
“Benar, di sini bukanlah tempatmu. Keluar dari sini!”
“Menurutku, dia pasti datang untuk meminta Keanu menerimanya. Hehe, sungguh wanita berhati
picik!”
Semakin lama semakin banyak orang yang menghardik Gabie, tetapi wanita itu sama sekali tidak
mendengarnya.
Sedetik berikutnya, Gabie memandang Riska dengan cemas. Dia lalu berkata dengan hati-hati, “Bu
Riska, di mana Keanu? Aku mencarinya karena ada hal genting yang harus aku beri tahu padanya!”
Keanu adalah pahlawan Daratan Bumi Bulat. Dia memiliki kemampuan yang begitu mumpuni dan
begitu berbakat dalam seni perang. Hanya dia yang bisa menghentikan invasi dari Daratan Tanjung Utara.
“Dia…”
Riska tampak tenang. Dia sedikit pun dia terpengaruh oleh situasi di sekitar. “Dia tidak ada di sini.”
Sebenarnya, Riska juga merasa terkejut begitu melihat Gabie hidup kembali. Tetapi, begitu memikirkan
apa yang sudah Gabie lakukan, Riska terlalu malas untuk berbasa-basi dengannya.
Tidak ada?
Begitu mendengarnya, sekujur tubuh Gabie bergetar. Wajah cantiknya menjadi semakin pucat. Hatinya
merasa sangat cemas.
Gawat!
Tentara Daratan Tanjung Utara telah melewati perbatasan saat ini, dan Keanu tidak ada di sini. Benar-
benar gawat!
Begitu memikirkannya, Gabie kembali bertanya, “Ke mana dia pergi? Apakah kalian bisa
menghubunginya?”
Riska merasa ragu untuk kembali menjawab Gabie. Ketika dia menimbang-nimbang untuk menjawab,
Askara langsung menyelanya.
“Gabie!”
Askara menatap Gabie lekat-lekat dengan kedua matanya yang terbuka lebar penuh dengan api
permusuhan. Dia lalu berkata dengan nada dingin, “Untuk apa kamu mencari Keanu? Apa kamu belum
cukup menyakitinya? Kamu ingin membunuhnya? Aku beri tahu padamu, kami bahkan tidak tahu ada di
mana Keanu sekarang. Bahkan jika kami mengetahuinya, kami tidak akan memberi tahukannya padamu.”
Begitu suara itu jatuh, Kana, Yousha, dan yang lainnya mengangguk setuju.
Gabie adalah seorang wanita dengan hati licik. Jadi, mereka harus terus waspada dengannya.
Namun, tidak ada seorang pun dari mereka yang tahu bahwa Gabie sudah insaf. Dan kini, Gabie
berusaha menebus dosa-dosanya.
Begitu mendengar ucapan Askara, Gabie tersenyum masam tanpa berusaha membantahnya. Ya, dia
memang sudah menjadi wanita yang sangat kejam.
Segera, Gabie menenangkan suasana hatinya. Dia lantas memandang sekeliling, dan berkata kepada
semua perguruan bela diri yang hadir, “Situasinya sekarang sangat mendesak. Aku tidak akan banyak
bicara. Para Ketua Perguruan, cepatlah kerahkan pasukan ke daerah Gunung Slaimber untuk melawan
pasukan Daratan Tanjung Utara.”
Begitu mengatakannya, wajah Gabie terlihat sangat serius. Dia lalu kembali melanjutkan, “Lima jam
yang lalu, aku melihat dengan mata kepalaku sendiri kalau Mandla memimpin pasukan besar melewati
perbatasan Barat Daya. Sekarang, mungkin mereka sudah mencapai daerah Gunung Slaimber.”
To be continue ...
Halo Sobat Novelme!
Terima kasih sudah membaca chapter ini, dijamin konfliknya makin seru lho!
Buat kalian yang menyukai novel ini, bisa vote, subscribe, komen review dan kasih hadiah ya supaya
author semangat up-nya.
Terima kasih^^
 Selanjutnya
 Daftar Isi
 Sebelumnya

PustakaTop Up

  Selanjutnya
 Daftar Isi

 Sebelumnya 
Hello, Mr. Presdir!Tidak Percaya
Tidak Percaya
Apa?! Mandla akan datang?!
Seketika, timbul gelombang huru-hara di sekitar. Semua yang berada di aula itu merasa sangat
terkejut.
Sedetik berikutnya, Fred tidak bisa menahan hinaan di wajahnya. Dia lalu mengejek Gabie, “Gabie,
apa ini trik yang kamu mainkan lagi? Pasukan Mandla dari Daratan Tanjung Utara sudah dikalahkan oleh
ketua Keanu di Daratan Awan Kidul belum lama ini. Mana mungkin dia berani datang menyerang Daratan
Bumi Bulat?”
Begitu ucapan itu menggema di seluruh aula, yang lainnya mulai merespons ucapan Fred.
“Benar, wanita ini pasti sedang menyusun konspirasi.”
“Gabie, kamu mau menipu kami lagi? Kamu mau menggunakan cara-cara picik untuk mengelabui
kami lagi? Haha, kali ini, rencanamu gagal!”
“Benar, wanita ini penuh dengan tipu daya. Jangan percaya dia!”
Semua orang yang berada di sana tidak percaya kalau Mandla akan datang menyerang.
Gabie seketika menjadi sangat cemas. Dia lalu berkata kepada orang-orang itu, “Apa yang aku
katakan kali ini benar. Tentara Daratan Tanjung Utara memang sudah datang. Jika kalian tidak mengerahkan
pertahanan tepat waktu, Daratan Bumi Bulat akan berakhir!”
Haha!
Fred kembali mengejek Gabie, “Singkirkan topengmu itu, Gabie. Jangan munafik! Kalau kami
mendengarkan ucapanmu, mungkin Daratan Bumi Bulat malah yang akan benar-benar berakhir.”
Begitu mengatakannya, Fred terlihat tenang di permukaan, padahal, di dalam kedua matanya bersinar
cahaya penuh dendam.
Karena Gabie, sebelumnya Fred harus menjilat seperti anjing. Jadi, hari ini, Fred bertekad akan
mendapatkan kembali martabatnya yang sudah Gabie renggut.
Pfft!
Tepat setelah Fred selesai berbicara, orang-orang di sekelilingnya tertawa sambil menatap Gabie
penuh cemoohan dan penghinaan. Mereka pikir, mereka sudah berhasil keluar dari tipu muslihat Gabie yang
lainnya.
Begitu tawa keras itu menggema di seluruh ruangan aula, Gabie menghentakkan kakinya dengan
gemas. Dia tidak bisa menahannya lagi. Dia menatap Fred lekat-lekat dan berkata dengan dingin, “Fred
Siantar, aku akui sebelumnya memang aku sudah menipu kalian. Tapi hari ini, aku jamin, apa yang aku
katakan benar! Mandla sedang menuju Daratan Bumi Bulat! Jika kalian terus tenang seperti ini, jangan
salahkan aku kalau aku bersikap kasar.”
Begitu mengatakannya, wajah Gabie seolah tertutup es yang sangat dingin.
Fred ini benar-benar adalah seorang pria munafik. Ketika Gabie menjadi pemimpin, Fred terus
menyanjungnya. Sekarang, setelah Gabie tidak lagi memiliki apa pun, pria itu dengan segera memutuskan
hubungan dan bahkan merendahkan Gabie.
“Kamu….”
Begitu merasakan hawa dingin yang keluar dari tubuh Gabie, tubuh Fred seketika gemetar. Tanpa
sadar, kakinya mengambil langkah mundur.
Setelah berada di bawah kekuatan Gabie begitu lama, Fred memiliki ketakutan sampai ke dalam
tulangnya.
Begitu melihat amarah Gabie saat ini, Fred merasa sedikit gugup. Namun, setelah melihat orang-orang
di sekitarnya, Fred kembali merasa percaya diri. Dia pun lantas menunjuk ke arah Gabie dan berteriak
marah, “Gabie, kamu jangan berlagak di depanku! Bahkan meskipun kamu kuat, klanku adalah klan yang
sangat pemberani. Aku tidak akan menyerah pada wanita keji sepertimu!”
Setelah mengatakannya, Fred lalu berteriak ke arah kerumunan, “Semuanya, Gabie ini adalah orang
yang jahat. Kalian semua juga sudah merasakan kekejiannya. Apa kalian masih bisa mentolerir sikap
sombongnya di depan kita?”
Wah…
Begitu suara itu jatuh, semua orang lantas mengingat kembali kenangan pahit ketika mereka dipaksa
dan diancam oleh Gabie. Seketika, di dalam hati mereka muncul kemarahan dan dendam pada Gabie.
“Apa yang Fred katakan benar. Gabie sudah melakukan begitu banyak kejahatan dan kita tidak boleh
mentolerirnya lagi!”
“Benar! Gabie ini sudah bersikap sangat kejam. Dia bahkan memandang rendah kita! Benar-benar
keji!”
“Gabie, kalau kamu tidak pergi juga, jangan salahkan kami kalau kami bersikap kasar!”
Semua orang bersaut-sautan menyuarakan amarah mereka kepada Gabie. Mereka tidak bisa
menyembunyikan kebencian mereka pada wanita itu.
Dulu, Gabie menggunakan Pil Langit Hitam untuk memaksa master dari berbagai perguruan untuk
mengakuinya sebagai pemimpin dunia bela diri. Hal ini dianggap sangat memalukan bagi perguruan bela
diri di Daratan Bumi Bulat, dan mereka tidak akan pernah melupakannya.
Gabie sama sekali tidak memedulikan makian cacian dari orang-orang itu.
Awalnya, Gabie sudah mempertimbangkannya dengan matang. Demi keselamatan Daratan Bumi Bulat,
dia ingin mengajak semua perguruan bela diri untuk bersama-sama melawan tentara Daratan Tanjung
Utara. Namun, Gabie tidak menyangka kalau kini para master tidak lagi mempercayai perkataannya. Tidak
hanya itu, mereka bahkan menghina dan mencaci Gabie.
Saat ini, Gabie sudah tidak bisa menahannya lagi. Matanya tertuju pada tubuh Fred. Sekujur tubuhnya
gemetar. “Fred, aku tanya padamu. Jadi sebenarnya kamu setuju atau tidak untuk membawa murid-murid
untuk bertempur ke Gunung Slaimber?”
Saat ini, Gabie sudah merasa sangat emosi. Wajahnya berubah menjadi pucat setelah melihat wajah
munafik Fred. Tubuhnya bahkan bergetar halus.
“Bertempur?”
Kini, di sekitar Fred, ada master dari berbagai perguruan yang akan mendukungnya. Jadi, Fred sama
sekali tidak takut dengan ancaman Gabie. Dia justru menunjuk Gabie sambil mencibir, “Gabie, memangnya
kamu pikir kamu hebat? Semuanya sudah tahu trik busukmu. Dan kamu masih berlagak sekarang? Aku beri
tahu padamu. Kamu sudah berbuat jahat pada Daratan Bumi Bulat. Hari ini, aku tidak akan mempersulitmu.
Tetapi kalau kamu terus mengatakan omong kosong pada kami, jangan salahkan aku kalau aku akan
bersikap kasar padamu!”
Meskipun ucapannya ini diucapkan untuk membela Daratan Bumi Bulat, tetapi di mata Fred terlihat
kilat-kilat amarah.
Haha!
Gabie, Gabie. Memangnya kamu pikir kamu bisa menguasai kami lagi?
Begitu mendengar ucapan Fred, Gabie hampir meledak karena marah. Dia menatap Fred lekat-lekat
dan berkata, “Kamu bilang aku bicara omong kosong?”
Saat ini pasukan Daratan Tanjung Utara sedang menyerang dan Daratan Bumi Bulat tidak memiliki
pertahanan apapun. Namun saat ini, mereka justru terus menerus menghina Gabie.
Betapa bodohnya mereka.
Saat ini, master dari perguruan lain juga merasa tidak sabar. Mereka satu persatu meneriaki Gabie.
“Fred benar! Kalau kamu tidak pergi juga, kami akan bertindak keras padamu!”
“Benar! Lihat kami di sini. Kami tidak mempersulitmu, Gabie. Kamu juga jangan menipu kami!”
“Iya! Kami sudah melepaskanmu hari ini, seharusnya kamu bersyukur!”
Satu persatu ejekan itu menggema di dalam aula. Gabie tidak bisa menahan apa yang mereka akan
katakan lagi. Dia pun lantas berteriak, “Baik, baik. Kalian semua, teruslah berpura-pura jujur dan baik.
Tetapi sebenarnya kalian tidak bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Sekarang aku
sudah bukan pemimpin Perguruan Putih lagi, apalagi pemimpin dunia bela diri. Sekarang aku juga sudah
tidak peduli dengan ketenaran dan kekayaan. Kenapa aku harus bohong pada kalian? Sebaliknya, kalian
semua, terus mengungkit kesalahanku. Kalian benar-benar berpikiran sempit. Tetapi kalian justru seolah-
olah berdiri di sisi yang benar. Konyol!”
Setelah mengatakannya, Gabie menarik napas dalam-dalam. Nada bicaranya penuh dengan
keteguhan. “Aku tidak akan banyak bicara lagi. Hari ini, apapun yang terjadi, kalian semua harus ikut
denganku ke Gunung Slaimber. Kalau kita sampai terlambat satu langkah saja, maka Daratan Bumi Bulat
akan jatuh ke tangan mereka. Dan kalau sampai itu terjadi, tidak ada seorang pun di sini yang bisa lepas dari
tanggung jawab itu.”
Wah!
Ucapan Gabie sontak membuat seluruh aula besar itu tercengang. Ekspresi semua orang menjadi
berubah. Mereka berdiri dan kembali meneriaki Gabie.
“Apa katamu?”
“Apa hakmu sampai kamu berani bicara seperti itu kepada kami?”
“Kamu benar-benar tidak tahu diri, Gabie!”
Tiba-tiba, Fred melompat ke depan. Dia menghunus pedang panjangnya sambil berteriak,
“Semuanya, apa yang harus aku lakukan pada wanita kejam ini? Mari kita sama-sama menangkapnya!”
Begitu suara itu jatuh, Fred langsung menghunuskan pedangnya ke arah dada Gabie.
Di saat yang sama, lebih dari dua puluh orang dari berbagai perguruan bela diri segera maju dan
mengelilingi Gabie.
Hanya klan Sagara yang masih duduk di sana sambil saling bertukar pandang satu sama lain.
“Ibu!”
Tiba-tiba, Kana mengerutkan keningnya dalam-dalam. Dia berbisik kepada ibunya dengang sangat
cemas, “Kalau pertempuran ini pecah, apa kita juga perlu turun tangan?”
Begitu mengatakannya, Kana melirik Gabie dengan tatapan jijik. Setelah Gabie menjebak Keanu
berkali-kali, wanita itu memiliki kesan yang sangat buruk di mata Kana.
Riska menarik napas panjang. Dia menggelengkan kepalanya dengan lemah sambil berkata, “Kita
lihat situasinya dulu.”
Riska adalah wanita yang sangat bijaksana. Meskipun dia tidak tahu apa yang dikatakan Gabie itu
benar atau salah, dia tahu bahwa Gabie bukanlah wanita bodoh. Gabie tidak akan datang ke depan pintu
mereka seorang diri hanya untuk melakukan perlawanan.
Begitu mendengar ucapan Riska, Kana hanya terdiam dan berhenti bicara.
Yousha, Marko dan yang lainnya yang berada di samping juga duduk di sana dan hanya menonton
dengan tenang, tanpa niat untuk ikut campur.
Bodoh!
Sekelompok orang-orang bodoh!
Begitu melihat para master yang mengepungnya, wajah cantik Gabie menjadi semakin dingin.
Kemarahan di dalam hatinya benar-benar muncul ke permukaan. Dia menangkat sebelah tangannya dan
memegang pedang panjang miliknya dengan kuat.
Trangg! Trang!
Dalam sekejap, sosok Gabie terlihat sangat lincah. Dia terus mengayunkan pedang panjangnya untuk
menangkis serangan dari para master. Tetapi hanya dalam beberapa menit, langkahnya dipaksa mundur.
Sebenarnya, dengan kekuatan Gabie, ini bukanlah masalah untuk menghalau kepungan semua orang.
Awalnya, Gabie ingin memberikan pelajaran pada mereka yang sangat keras kepala. Tetapi akhirnya, Gabie
mengurungkan niatnya.
Bagaimanapun juga, orang-orang di hadapannnya ini adalah kekuatan utama milik Daratan Bumi
Bulat, dan mereka masih dibutuhkan untuk melawan pasukan Daratan Tanjung Utara. Jika mereka terluka,
maka Daratan Bumi Bulat juga akan melemah.
To be continue ...
Halo Sobat Novelme!
Terima kasih sudah membaca chapter ini, dijamin konfliknya makin seru lho!
Buat kalian yang menyukai novel ini, bisa vote, subscribe, komen review dan kasih hadiah ya supaya
author semangat up-nya.
Terima kasih^^
 Selanjutnya
 Daftar Isi
 Sebelumnya
PustakaTop Up

  Selanjutnya
 Daftar Isi

 Sebelumnya 
Hello, Mr. Presdir!Serangan dari Daratan Tanjung Utara
Serangan dari Daratan Tanjung Utara
Apa?
Begitu melihat pertempuran ini, Riska dan Marko diam-diam mengerutkan kening mereka. Kekuatan
Gabie tidak selemah ini. Kenapa dia bisa kalah telak seperti ini? Apa dia tidak mengeluarkan seluruh
tenaganya?
Ini tidak sesuai dengan kepribadian Gabie. Bagaimana mungkin dia masih menunjukkan belas kasihan
pada Fred?
“Ada apa ini?” Askara mengerutkan keningnya dalam-dalam. Dia terlihat sangat kebingungan.
Begitu suara Askara terdengar, Marko yang berada di sebelahnya menarik napas dalam-dalam dan
perlahan berkata, “Ini memang agak aneh. Gabie adalah orang yang sangat kuat. Dia tidak pernah
mengeluarkan kekuatannya setengah-setengah. Dia tampaknya sengaja….”
Tiba-tiba, Yousha yang terdiam seketika menautkan alisnya. Dia berkata, “Benar. Gabie memiliki
kepribadian yang keras kepala. Dia sudah dipermalukan oleh perguruan bela diri dan dia tidak akan pernah
bersikap santai seperti ini. Tetapi mau dia mengeluarkan seluruh kekuatannya atau tidak, kita harus tetap
berjaga-jaga. Bagaimanapun juga, tidak ada seorang pun dari klan Sagara yang turun tangan.”
Setelah mengatakannya, Yousha berkata kepada Riska, “Gabie adalah orang yang sulit ditebak.
Apapun tujuannya, kita tidak boleh menganggapnya enteng.”
Benar.
Begitu mendengarnya, Riska menganggukkan kepalanya. Dia tidak berkata apa-apa, dan terus
menyaksikan pertempuran itu dengan cermat.
Daarrr!
Saat ini, orang-orang sudah mengepung Gabie dengan tergesa. Tiba-tiba, Fred menemukan celah
untuk menghancurkan pedang panjang Gabie dari belakang.
Setelah itu, seorang master deri Perguruan Pagar Sakti memanfaatkan kesempatan ini untuk
mengambil langkah dan menyegel titik akupuntur Gabie.
Dalam waktu singkat, tubuh Gabie bergetar hebat. Wajahnya menjadi pucat dan dia tidak bisa
bergerak.
“Haha!”
Seketika, Fred merasa sangat bangga. Dia berjalan dengan cepat ke hadapan Gabei dan mengejeknya.
“Gabie, kamu sudah kalah!”
Sebelumnya, kamu tidak pergi dari sini. Jadi, aku harus menangkapmu. Batin Fred.
Gabie tidak menanggapi sedikit pun ucapan Fred. Di dalam hatinya, tidak ada gunanya baginya untuk
berdebat dengan orang munafik seperti Fred.
Plak!
Begitu diabaikan oleh Gabie, Fred merasa seolah-olah dia sudah dipermalukan. Dia pun lantas
menampar wajah Gabie dengan penuh amarah.
Berkat tamparan itu, tubuh Gabie lunglai dan hampir jatuh ke tanah.
“Gabie, barusan saja kami memberimu kesempatan. Kamu malah tidak angkat kaki dari sini. Jadi,
maklumi saja tindakan kami padamu,” ujar Fred dingin.
Beberapa saat kemudian, Fred lantas menoleh ke arah Riska sambil tersenyum. Dia lalu berkata
dengan penuh keramahan, “Nyonya Riska, apa yang harus aku lakukan pada Gabie?”
Keanu telah dihormati oleh semua orang sebagai pemimpin dunia bela diri, dan Riska adalah ibu
angkatnya, jadi semua orang juga menghormatinya.
Seketika, tatapan para master dari berbagai perguruan terfokus pada Riska.
Meskipun klan Sagara tidak turun tangan dalam pertempuran barusan, tetapi bagaimanapun juga, ini
adalah wilayah dari klan Sagara, dan belum lagi, Keanu terpilih sebagai pemimpin dunia bela diri.
Oleh karena itu, tindakan apa yang harus mereka ambil juga harus mengikuti keputusan dari klan
Sagara.
Di bawah tatapan smeua orang, Riska berdiri perlahan-lahan. Dia menatap Gabie dalam-dalam dan
berkata dengan ringan, “Untuk sementara, kurung dia.”
Suara Riska tidak terdengar nyaring, tetapi sangat tegas.
Saka Sagara sudah meninggal, dan Keanu sedang tidak berada di sana, sehingga Riska adalah
penguasa klan Sagara. Setiap kata dan perbuatannya mewakili klan Sagara.
Begitu ucapan Riska terdengar, dua murid klan Sagara segera berjalan dan meninggalkan aula
bersama Gabie.
Begitu melihat Gabie dibawa pergi oleh murid klan, ekspresi di wajah Riska sama sekali tidak berubah.
Tetapi, sorot matanya terlihat sangat rumit.
Reaksi Gabie barusan sangat tidak normal. Apa dia sengaja untuk tidak melawan? Apakah benar yang
dia katakan bahwa pasukan Daratan Tanjung Utara akan datang?
Begitu memikirkannya, Riska menjadi ragu. Dia lalu berkata kepada beberapa orang murid di
sekitarnya, “Segera kirim seseorang untuk menyelidikinya. Jika ada berita mengenai invasi Daratan Tanjung
Utara, segera laporkan padaku.”
“Baik, Nyonya!” jawab murid itu dan segera keluar dari aula.
“Nyonya Riska!”
Tiba-tiba, Fred keluar dari kerumunan dengan tatapan bingung.
“Kamu tidak benar-benar percaya dengan ucapan Gabie, kan? Dia adalah wanita yang sangat licik.
Dia hanya berusaha menipu kita semua!”
Ucapan Fred lalu diikuti orang-orang di sekitarnya yang mengangguk dalam-dalam.
“Benar, aku sama sekali tidak percaya dengan wanita itu.”
“Lebih baik kita segera memanggil ketua Keanu untuk datang untuk mengangkatnya sebagai
pemimpin dunia bela diri.”
Begitu mendengarnya, Riska tersenyum tipis sambil berkata, “Terima kasih sudah mengingatkan,
tetapi aku tahu apa yang harus aku lakukan.”
Begitu mengatakannya, Riska berbalik dan kembali berbicara, “Kalian semua berkumpul dan
mengangkat Keanu sebagai pemimpin. Ini tidak hanya membuat klan Sagara berkembang, tetapi juga
mengembalikan kehormatan Keanu. Aku akan menyuruh orang untuk menyiapkan jamuan untuk kalian.
Semuanya, kalian pasti sangat lelah. Beristirahatlah terlebih dahulu. Tunggu sampai Keanu kembali, dan aku
baru akan memanggil semuanya untuk membahas hal ini.”
Begitu mendengar ucapan Riska, semuanya sontak tersenyum.
“Nyonya, Anda baik sekali.”
“Ya, Anda begitu repot-repot.”
Begitu mendapatkan pujian dari semua orang, Riska hanya tersenyum tanpa mengucapkan sepatah
kata pun. Dia pun lantas memerintahkan pelayan untuk menyiapkan jamuan bagi semua roang.
Setelah beberapa saat, jamuan makan telah siap. Setelah menerima sambutan dari Riska, semua orang
satu persatu segera duduk dan meneguk cangkir mereka. Suasana aula saat itu sangat hidup.
Beberapa jam kemudian, jamuan makan berakhir. Riska segera mengatur kamar-kamar untuk
ditempati para ahli bela diri.
Setelah larut malam, seluruh kediaman klan Sagara terasa sangat sunyi.
Braaakkk!
Tiba-tiba, pintu utama rumah itu dibanting dengan keras. Seorang murid klan Sagara langsung
menghambur masuk. Tubuhnya sudah berkeringat deras. Dia lalu berteriak dengan panik.
“Gawat! Tentara Daratan Tanjung Utara telah datang! Mereka sudah berhasil menguasai Gunung
Slaimber, dan sekarang mereka sudah mendekati kota Y!”
Apa?
Begitu mendengar teriakan itu, satu persatu master dari berbagai perguruan dan murid klan Sagara
terbangun dari mimpi mereka. Wajah mereka yang semula damai dalam tidur sontak berubah drastis.
Jadi, Gabie tidak berbohong?
Daratan Tanjung Utara benar-benar datang untuk menyerang?
Di saat yang sama, perasaan mereka terasa campur aduk.
Jarak waktu setelah Gabie ditangkap sudah lima sampai enam jam. Kalau saat itu mereka semua
mempercayainya, mereka akan datang tepat waktu ke Gunung Slaimber. Mungkin saat itu mereka bisa
menghentikan Daratan Tanjung Utara tepat waktu.
“Cepat!” Riska yang juga terkejut segera keluar dar kamarnya. Dia lalu berteriak keras, “Para ketua
sekalian, segera kumpulkan murid-murid kalian untuk mempertahankan kota Y!”
Darrr darrr darrr!
Begitu mendengar perintah dari Riska, semua perguruan bela diri segera menyalakan kembang api
darurat. Dalam waktu singkat, seluruh kobaran kembang api itu menerangi langit malam di atas kediaman
klan Sagara, tetapi tidak seorang pun dari mereka yang menikmati keindahannya.
Lebih dari sepuluh menit kemudian, semua murid dari berbagai perguruan segera berkumpul di dalam
kediaman klan Sagara. Mereka berjumlah total hingga mencapai ratusan ribu orang. Mereka pun segera
berbaris menuju pusat kota Y.
Di sisi lain, di Daratan Laut Kuning, Perguruan Puspita.
Setelah identitas wanita itu ketahuan, Thalith tidak lagi berpura-pura menjadi laki-laki. Dia
mengenakan gaun panjang dan tetap membiarkan Keanu membantunya pulih dari cederanya.
Tentu saja, dengan kesalahpahaman sebelumnya, Thalith berhenti menggunakan bak obat dan
menyuruh Keanu mengubah metodenya.
Namun, meskipun Thalith terus membiarkan Keanu mengobatinya, tetapi dia sama sekali tidak
mengubah sikapnya terhadap Keanu. Dia terus memperlakukan Keanu selayaknya bawahannya sendiri.
Dalam hati Thalith, dia selalu melihat Keanu dengan penuh kebencian. Bahkan menurutnya, tidak
membunuh Keanu adalah sebuah kebaikan yang bisa dia berikan kepada pria itu. Mana mungkin Thalith
bisa bersikap baik padanya?
Dengan situasi seperti ini, Keanu merasa sangat tertekan.
Tanpa disadari, dua hari telah berlalu.
Saat ini, Keanu tengah duduk di kursi di dalam kamar. Dia melihat ke arah luar jendela dan mendapati
beberapa murid wanita yang menjaga di luar. Keanu lantas menghela napas berat. Hatinya merasa sangat
dilema.
Sial!
Mungkin Keanu bisa memaklumi kalau Thalith menganggapnya sebagai bawahannya. Tetapi, kalau
ada orang yang mengawasinya sepanjang waktu, kapan Keanu bisa pergi dari Perguruan Puspita?
Sebenarnya, dalam dua hari ini, Keanu sudah memikirkan berbagai cara untuk pergi dari sana. Tetapi,
akhirnya dia menyerah.
Dalam hati Keanu, asalkan dia bisa meninggalkan Perguruan Purpita, tidak masalah jika dia harus
bertarung. Tetapi begitu dia kembali memikirkan Jarum Serabut Mentari, Keanu seketika langsung
kehilangan kepercayaan dirinya.
Bagaimanapun juga, Jarum Serabut Menndari milik ketua perguruan ini setipis rambut.
Kemunculannya tanpa suara. Sangat sulit untuk mengelak darinya.
Drap drap!
Tiba-tiba, terdengar suara langkah kaki dari luar pintu. Suara kaki itu terdengar sangat ringat.
Setelah suara langkah itu terhenti, tiba-tiba terdengar suara dari Thalia yang berada di luar ruangan,
“Kalian semua turun. Aku ada urusan dengan Pak Nugraha.”
“Baik, Ketua!” Beberapa murid yang mengawasi Keanu di luar pintu segera menjawab perintah
Thalia dan pergi dari sana.
Saat ini, Thalia mengetuk pintu dengan ringan, disusul suaranya yang lembut, “Pak Nugraha, apa
kamu sudah tidur?”
Suaranya terdengar sangat ringat dan halus.
“Belum. Ada uruan apa ketua mencariku?” tanya Keanu dari dalam kamar. Hatinya diam-diam
menjadi waspada.
Ada apa Thalia mencariku tengah malam begini?
“Emm…”
Di balik pintu, Thalia sedikit bergumam. Dia lalu berbisik pelan, “Aku ingin meminta bantuanmu.”
Saran? Ada apa malam-malam begini meminta bantuan dari orang lain?
Huf!
Begitu berbisik dalam hati, Keanu segera berjalan dan membukakan pintu kamarnya. Begitu pintu itu
terbuka, sosok di balik pintu itu membuat Keanu tercengang.
Seketika terlihat Thalia yang mengenakan gaun sutra panjang berwarna hitam dengan kedua kaki
putihnya yang terbuka, membuat dia terlihat sangat anggun dan menawan.
Glek!
Keanu susah payah menelan ludahnya. Dia tidak bisa memalingkan tatapannya dari Thalia barang
sedetik pun.
Keanu diam-diam mengakui bahwa ketua Perguruan Puspita di hadapannya dan Master Thalith adalah
wanita paling cantik di Perguruan Puspita, terutama Thalia. Dia memiliki paras yang begitu cantik dan
kepribadian yang begtiu lembut. Dia juga adalah sosok wanita yang cerdas. Pria mana pun tidak akan ada
yang bisa berpaling darinya.
“Kalau begitu, aku akan menyalakan lampunya dulu,” ujar Keanu sambil tersenyum tipis. Dia pun
beranjak hendak menyalakan lilin.
“Jangan!”
Tiba-tiba, Thalia menggigit bibirnya sambil menggelengkan kepalanya ke arah Keanu. Wajahnya yang
menawan terlihat sedikit cemas. “Jangan nyalakan lampunya. Begini saja tidak apa-apa.”
Apa?
Jangan nyalakan lampunya?
Ketua Perguruan Puspita ini benar-benar misterius. Sebenarnya apa yang dia ingin lakukan?
Begitu bergumam dalam hati, Keanu memandangi wajah Thalia dengan penuh keheranan. Dengan
cahaya bulan yang bersinar dari jendela kamar, Keanu bisa melihat wajah lembut Thalia. Dia terlihat sangat
aneh. Gerak-geriknya juga mencurigakan.
Sedetik berikutnya, Keanu tersenyum lembut dan bertanya pada Thalia, “Ketua, sebenarnya ada
apa?”
To be continue ...
Halo Sobat Novelme!
Terima kasih sudah membaca chapter ini, dijamin konfliknya makin seru lho!
Buat kalian yang menyukai novel ini, bisa vote, subscribe, komen review dan kasih hadiah ya supaya
author semangat up-nya.
Terima kasih^^
 Selanjutnya
 Daftar Isi
 Sebelumnya
PustakaTop Up

  Selanjutnya
 Daftar Isi

 Sebelumnya 
Hello, Mr. Presdir!Aku Ada Urusan Denganmu
Aku Ada Urusan Denganmu
“Aku…” Thalia menundukkan kepalanya dengan penuh rasa ragu. Tiba-tiba, suaranya yang ringan
berkata dengan lembut, “Pak Nugraha, aku datang mencarimu tengah malam karena hari ini aku meminum
Pil Rawi Mangkus. Aku merasa tidak enak badan. Jadi, aku mau menanyakannya padamu.”
Tidak enak badan?
Begitu mendengarnya, Keanu tertegun. Dia lalu berkata dengan tenang, “Harusnya tidak. Pil Rawi
Mangkus adalah musuh dari racun di dalam tubuh Ketua. Setelah meminumnya, hanya akan menghilangkan
rasa nyeri. Bagaimana mungkin pil itu membuat Ketua jadi tidak enak badan?”
“Sungguh!” Thalia menggigit bibir bawahnya dengan cemas. Dia melirik Keanu sambil
menundukkan kepalanya dan berkata dengan lembut, “Hari ini a-aku sedang menstruasi. Setelah
mengonsumsi pil itu, nyeri di perutku tidak sembuh, justru malah bertambah parah. Pak Nugraha, apa
karena itu jadi mempengaruhi efek dari pil ini?”
Kali ini, suara Thalia terdengar semakin pelan. Hampir samar-samar seperti suara nyamuk. Jika tidak
didengarkan baik-baik, suara itu bahkan tidak dapat terdengar.
Benar. Thalia hari ini sedang datang bulan. Dia merasa tidak enak badan setelah meminum Pil Rawi
Mangkus. Tetapi, dia tidak nyaman jika harus bertanya pada Keanu di depan umum tentang hal semacam
ini. Jadi, dia merasa dia harus datang sendirian di tengah malam.
Meskipun Thalia adalah kepala Perguruan Puspita, dia adalah seorang wanita. Dan saat ini, dia merasa
sangat malu karena harus menanyakan urusan pribadi wanita di hadapan Keanu.
Meskipun suaranya terdengar lembut, Keanu bisa mendengarnya dengan jelas.
Haha…
Tiba-tiba, Keanu mengangguk perlahan. Dia merasa sangat senang.
Ternyata karena itu….
Ketua Perguruan Puspita ini benar-benar menarik. Dia memiliki martabat yang sangat tinggi, tetapi
hanya karena hal kecil dia bisa merasa sangat malu.
Begitu memikirkannya, Keanu tersenyum kecil sambil mengangguk. “Ternyata begitu. Tebakan Ketua
benar. Menstruasi bisa menyebabkan beberapa gangguan dalam tubuh, dan itu bisa mempengaruhi efek
dari Pil Rawi Mangkus. Tetapi Ketua tidak perlu panik.”
Huft!
Begitu mendengar ucapan Keanu, Thalia mengangguk dalam diam sambil menghela napas lega.
Tak lama kemudian, Thalia menggigit bibirnya erat-erat dan bertanya kepada Keanu, “Apa Pak
Nugraha tahu bagaimana cara mengatasinya?”
Begitu mengatakannya, kedua mata Thalia penuh dengan binar harapan.
Meskipun biasanya dia tidak terlalu khawatir tentang hal ini, tetapi dia merasa tubuhnya tidak sehat.
Dia percaya bahwa keterampilan medis Keanu pasti bisa menyembuhkannya.
Ini….
Keanu menggaruk tengkuknya. Dia berkata dengan nada berat, “Bisa, tetapi hal ini agak sulit
ditangani.”
Thalia tampak begitu senang. Dia lalu dengan cepat berkata, “Katakan saja kalau Pak Nugraha tahu
caranya. Aku punya banyak bunga dan rumput ajaib di dalam Perguruan Puspita. Selangka apa pun rumput
dan bunga yang dibutuhkan, aku pasti bisa mendapatkannya.”
Saat ini, Thalia mengira bahwa cara-cara Keanu akan membutuhkan ramuan yang langka.
Tiba-tiba, Keanu menggelengkan kepalanya dan tersenyum lembut. “Ketua, ini bukan masalah bahan
obat. Metodeku ini melibatkan pria dan wanita. Dengan kata lain, Anda perlu melepaskan rok Anda, dan aku
akan menempelkan tanganku pada Titik Rembulanmu. Di titik akupuntur ini, aku akan mendorong kekuatan
internalmu dan membantunya untuk mengatur kekuatannya.”
Begitu mendengar ucapan Keanu, wajah Thalia lantas memerah. Dia menggigit bibirnya erat-erat
menahan malu.
Cara ini benar-benar memalukan! Pikirnya.
Titik Rembulan berada tepat di bawah perut bagian bawah. Bukankah dengan cara ini, Keanu bisa saja
mencari keuntungan bagi dirinya sendiri?
Seketika, wajah Thalia terlihat sangat kusut.
“Ketua!”
Tiba-tiba, Keanu tersenyum dan berkata dengan lembut, “Ketua Thalia, aku benar-benar tidak ada
niatan untuk menyinggung perasaanmu. Tetapi tidak ada cara lain. Jika Anda tidak mau, kembali dan
beristirahatlah. Aku percaya bahwa Ketua Perguruan Puspita adalah wanita yang kuat. Hanya sakit sedikit,
Anda pasti bisa melewatinya.”
Sebenarnya, meskipun cara ini terkesan memanfaatkan Thalia, tetapi Keanu sama sekali tidak ada
niatan seperti itu. Saat ini, Keanu hanya memikirkan cara yang paling cepat dan secepat mungkin untuk
pergi dari sana.
“A-aku….”
Thalia mengerutkan keningnya dalam-dalam. Dia merasa sangat ragu. Dia menggigit bibirnya erat-erat
sebelum berkata, “Pak Nugraha, aku mau menggunakan metode ini.” Suaranya terdengar sangat kecil,
bahkan seperti sebuah cicitan. Jika tidak mendengarkannya dengan seksama, mungkin suara itu terdengar
seperti suara nyamuk.
Sebenarnya, Thalia sangat tidak mau membiarkan dirinya melepaskan rok panjangnya dan
membiarkan seorang pria menyentuh Titik Rembulannya. Tetapi, dia tidak bisa menahan rasa nyeri di
perutnya. Nyeri itu benar-benar tidak tertahankan.
“Baiklah!” Keanu mengangguk. Ekspresinya terlihat serius, padahal diam-diam dia sedikit merasa
gemas.
Sedetik berikutnya, Keanu melanjutkan, “Kalau begitu, ayo kita mulai.”
Baiklah!
Begitu Thalia bergumam pelan, dia berbalik dan perlahan melepaskan rok panjangnya.
Glek!
Keanu hanya bisa menelan ludahnya. Beberapa detik kemudian, Keanu mulai mengobati Thalia.
Awalnya, Thalia merasa sangat gugup, terutama ketika dia merasakan suhu dingin dari tangan Keanu.
Dia hanya bisa menggigit bibirnya erat. Tubuhnya bergetar halus, dan perlahan-lahan rasa sakit di tubuhnya
berangsur-angsur menghilang. Thalia pun tersenyum tenang.
Setengah jam pun berlalu.
“Sudah selesai.” Keanu lalu menarik tanganya sambil menatap Thalia. “Sakitnya sudah aku obati.”
Thalia menghela napas lega. Dia tidak bisa menyembunyikan rasa terima kasihnya pada Keanu. Dia
pun berkata dengan lembut, “Terima kasih, terima kasih, Pak Nugraha. Kamu memang seorang dokter
yang luar biasa. Aku sudah jauh merasa lebih baik sekarang.”
Tok tok tok!
Tiba-tiba, terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar itu.
Saat ini, Keanu dan Thalia sama-sama terkejut.
Sial!
Keanu diam-diam mengerutkan keningnya dalam-dalam sambil mengumpat dalam hati.
Siapa lagi yang mencariku tengah malam begini? Batin Keanu. Mungkinkah Amara yang datang untuk
bertanya tentang meramu pil?
Begitu bergumam dalam hati, Keanu bertanya dengan tenang, “Siapa?”
“Buka pintunya.”
Begitu Keanu bertanya, terdengar suara dingin dari balik pintu. Suara itu terdengar tak acuh seperti
sebuah perintah. Suara itu datang dari Thalith.
Dalam dua hari belakangan ini, Keanu sudah sangat berhati-hati agar tidak menyinggung Thalith.
Tetapi, dalam hati Thalith, dia selalu merasa kalau Keanu bermasalah. Bagaimanapun juga, Keanu adalah
orang yang ahli dalam pengobatan. Sangat mencurigakan!
Oleh karena itu, Thalith diam-diam mengirim seseorang untuk menyelidiki keluarga medis yang
dikatakan oleh Keanu.
Hasilnya, orang suruhan Thalith ini sudah melakukan penyelidikan selama dua hari, dan dia pun
kembali dengan informasi bahwa keberadaan keluarga medis itu tidak ditemukan.
Begitu menerima kabar ini, Thalith semakin meragukan identitas Keanu. Jadi, dia datang di tengah
malam dan berencana untuk menginterogasi Keanu.
Apa?
Begitu mendengar suara Thalith, ekspresi di wajah Keanu dan Thalia seketika berubah.
Wajah Thalia kini dipenuhi dengan kecemasan dan kepanikan.
Gawat!
Saat ini, pakaiannya berantakan, dan Thalia hanya berdua saja dengan Keanu di kamar. Kalau sampai
Thalith melihatnya, dia pasti akan salah paham!
Keanu dengan segera bisa langsung memahami perasaan Thalia. Dia lantas berkata kepada Thalith,
“Oh, ternyata Master. Aku baru saja beristirahat. Kalau ada sesuatu, Master kembali saja besok.”
“Nugraha!”
Saat ini, Thalith yang berada di luar pintu sudah kehabisan kesabarannya. “Kalau kamu sudah tidur,
cepatlah berpakaian. Buka pintunya. Ada sesuatu yang mau Master tanyakan padamu.” Suara itu tidak
kencang, tetapi penuh dengan ketegasan.
Sial!
Begitu mendengar ucapan Thalith, Keanu merasa sangat kesal. Apa Thalith ini benar-benar
memperlakukanku sebagai pelayan? Apa yang dia minta harus aku turuti, termasuk bangun di tengah
malam dan membukakannya pintu? Batin Keanu.
Begitu memikirkannya, Keanu segera berkata dengan ringan, “Master, aku benar-benar sudah tidur
dan pakaianku sangat kotor, jadi aku tidak bisa mengenakannya. Benar-benar tidak nyaman.”
To be continue ...
Halo Sobat Novelme!
Terima kasih sudah membaca chapter ini, dijamin konfliknya makin seru lho!
Buat kalian yang menyukai novel ini, bisa vote, subscribe, komen review dan kasih hadiah ya supaya
author semangat up-nya.
Terima kasih^^
 Selanjutnya
 Daftar Isi
 Sebelumnya

PustakaTop Up

  Selanjutnya
 Daftar Isi

 Sebelumnya 
Hello, Mr. Presdir!Tidak Mengganggu Lagi
Tidak Mengganggu Lagi
“Jangan bicara omong kosong. Kalau kamu tidak membukakan pintu, maka aku akan
mendobraknya.” Thalith sudah malas untuk berbasa-basi dengan Keanu. Jadi, dia memutuskan untuk
bersikap tegas.
Semakin lama Keanu tidak membukakan pintu, maka Thalith semakin meragu atas identitasnya.
Begitu situasinya semakin genting, Keanu merasa sangat dilema. Dia lalu menoleh ke arah Thalia dan
berbisik, “Ketua, apa yang harus aku lakukan?”
“Sshh!”
Thalia meletakkan satu jarinya ke arah bibirnya sebagai isyarat agar Keanu diam. Wajahnya yang cantik
terlihat kusut dan tegang.
“Jangan biarkan dia tahu aku ada di sini. Ini sudah larut malam. Dia pasti salah paham.”
Begitu mengatakannya, Thalia berbalik dan naik ke atas tempat tidur Keanu. Dia lalu menarik selimut
dan menutupi sekujur tubuhnya.
Ini….
Begitu melihat tindakan Thalia, Keanu benar-benar ingin menangis saat itu juga. Thalia adalah orang
yang sangat menjaga reputasinya, jadi agar Thalith tidak salah paham, dia justru naik ke tempat tidur Keanu.
Tepat ketika Keanu diam-diam menghela napas, pintu kamarnya tiba-tiba terbuka. Wajah cantik
Thalith yang terlihat dingin langsung terlihat di ambang pintu.
“Nugraha!”
Begitu dia masuk, Thalith memandang Keanu dari ujung kaki hingga ujung kepalanya. Sementara itu,
Keanu merasa sangat terganggu dengan tatapan Thalith yang penuh dengan amarah.
“Nugraha, kamu berani membohongiku?” Thalith mengerutkan keningnya. Dia lalu berkata dengan
pelan, “Aku mengirim seseorang untuk menyelidikumu. Di Daratan Laut Kuning tidak pernah ada keluarga
medis dengan margamu.”
Begitu mengatakannya, kedua mata Thalith menatap Keanu penuh curiga. “Jadi, katakan. Siapa kamu
sebenarnya?”
Sial!
Jantung Keanu seketika berdegup kencang. Dia merasa sangat gugup.
Thalith ini bertindak terlalu hati-hati. Dia bahkan diam-diam menyelidiki Keanu.
Di saat yang sama, Keanu diam-diam juga merasa lucu.
Haha, keluarga medis yang aku sebutkan sama sekali tidak ada. Jadi tentu saja kamu tidak bisa
menemukannya! Batin Keanu.
Begitu memikirkannya, Keanu menanggapi dengan serius. “Master, kampung halamanku ada di
Daratan Awan Kidul, dan keluargaku sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu. Jadi, tentu saja Master tidak
bisa menemukannya di Daratan Laut Kuning.”
Begitu mengatakannya, Keanu terus memperhatikan reaksi Thalith.
Agar Thalith tidak meragukan identitas aslinya, Keanu sengaja tidak mengatakan bahwa dia berasal
dari Daratan Bumi Bulat, dan mengatakan kalau kampung halamannya berada di Daratan Awan Kidul.
“Apa katamu?”
Thalith tertegun sesaat. Dia menatap Keanu dengan cermat dan berkata dengan ragu, “Jadi kamu
bukan orang Daratan Laut Kuning? Jadi untuk apa kamu melakukan perjalanan sepanjang ini sampai ke sini?
Apa kamu sengaja datang ke sini untuk membobol daerah terlarang di Perguruan Puspita? Apa tujuanmu?
Cepat katakan!”
Saat ini, Thalith menjadi semakin tidak sabaran. Di hatinya, amarah semakin menumpuk. Tetapi, dia
sudah terlalu malas untuk berbasa-basi dengan Keanu. Jadi, dia pun berbalik dan pergi dari sana.
Huf!
Saat ini, Ketua Perguruan Puspita yang bersembunyi di atas tempat tidur Keanu segera
mengembuskan napasnya. Dia merasa sangat gugup. Begitu menyadari Thalith sudah pergi, dia pun diam-
diam merasa sangat lega.
Tetapi, dia tidak tahu kalau ternyata Thalith belum pergi jauh.
Eh?
Begitu mendengar embusan napas panjang, Thalith segera berbalik. Matanya langsung terkunci pada
tempat tidur Keanu. Sedetik berikutnya, dia langsung memelototi Keanu dan menggeram, “Kamu benar-
benar lancang! Beraninya kamu menyembunyikan murid perempuan Perguruan Puspita di tempat tidurmu!
Cepat bawa dia ke mari!”
Di seluruh Perguruan Puspita, tidak ada orang luar kecuali pria ini. Tetapi ada orang lain yang
bernapas di atas tempat tidurnya. Dia benar-benar bermasalah! Pikir Thalith.
Di dalam pikiran Thalith, Keanu sudah berani mengintipnya sebelum mandi. Dia benar-benar memiliki
pikiran yang kotor! Jadi, saat ini pasti dia sedang menyembunyikan seorang murid perempuan di atas
tempat tidurnya.
Thalith adalah seorang master di Perguruan Puspita. Jadi, mana mungkin dia bisa membiarkan hal ini
terjadi?
Kacau!
Saat ini, Keanu rasanya ingin menangis saja. Dia melirik ke arah tempat tidur dengan tidak berdaya.
Ketua, masa kamu tidak bisa menahannya sebentar saja?
Begitu memikirkannya, Keanu tersenyum tipis dan berkata dengan lembut, “Master sudah salah
paham. Tidak ada seorang pun di atas tempat tidurku. Kamu salah dengar.”
Keanu tahu bahwa Thalia tidak ingin diketahui oleh Thalith. Jadi, sebisa mungkin, Keanu juga terus
menutupinya.
Meski demikian, semakin Keanu berusaha menutupinya, Thalith menjadi semakin curiga.
‘Aku salah dengar?’
Thalith membalas senyuman Keanu dengan kekehan sinis. Dia lalu berkata dengan nada dingin,
“Nugraha, kamu kira Master ini bocah ingusan usia tiga tahun yang bisa kamu bodohi?”
Begitu mengatakannya, Thalith segera merangsek masuk ke kamar Keanu. Dia lalu menghampiri
tempat tidur Keanu dengan langkah lebar dan cepat, sehingga Keanu bahkan tidak bisa mencegahnya.
Sedetik berikutnya, Thalith langsung menyingkap selimut yang menutupi tubuh Thalia.
Begitu melihat pemandangan di hadapannya, tubuh Thalith seketika bergetar hebat. Raut wajahnya
berubah menjadi rumit.
Dia melihat Ketua Perguruan Puspita meringkuk di atas tempat tidur Keanu. Karena sudah terlalu lama
menunggu, wajahnya cantiknya merona merah.
“Kamu…”
Akhirnya, setelah beberapa detik tertegun, Thalith bereaksi. Kedua alisnya bertaut. Kedua matanya
menatap Thalia dengan tercengang. “Kenapa kamu ada di sini…. Kamu dan Nugraha?”
Begitu mengatakannya, suasana hati Thalith terasa sangat rumit. Di matanya, Nugraha hanyalah
seorang tabib yang ahli dalam hal pengobatan.
Di saat yang sama, Thalith sangat yakin kalau Ketua Perguruan Puspita tidak akan dengan mudah
menerima seorang pria.
Tetapi, Thalith sama sekali tidak menyangka bahwa Thalia sudah menyukai Nugraha, dan bahkan
datang ke kamarnya tengah malam begini untuk berkencan. Ternyata hubungan mereka sudah sampai ke
tahap ini?!
Sebenarnya, situasi di hadapan Thalith ini sangat mungkin untuk diragukan.
Thalia masih berbaring di atas tempat tidur Keanu, dan pria itu tidak akan membukakan pintu untuk
siapapun, seperti sebelumnya.
Jadi sudah jelas, mereka baru saja melakukan sesuatu hubungan antara pria dan wanita sekarang ini.
Begitu memikirkannya, Thalith tidak bisa menahan rona di wajahnya.
“Dik, kamu dan Nugraha, sejak kapan berkencan?” Saat ini, Thalith tidak bisa menahan rasa
penasarannya. “Kalau kamu benar-benar menyukainya, katakan padaku. Jangan kamu sembunyikan.
Apalagi sebelum menikah seperti ini kalian sudah berhubungan intim. Bukankah ini salah?”
Thalith dan Thalia memiliki hubungan yang dekat seperti saudara kandung.
“Aku….”
Begitu merasakan kerumitan di mata Thalith, Thalia menggigit bibir bawahnya erat-erat. Wajahnya
memerah. Dia membuka bibirnya hendak menjelaskan semuanya.
“Kak, kamu salah paham. Aku dan Pak Nugraha tidak….”
Saat ini, jantung Thalia berdegup sangat cepat. Dia merasa sangat cemas. Namun, sebelum dia sempat
menyelesaikan kalimatnya, Thalith segera memotongnya.
“Sudahlah, tidak perlu dijelaskan lagi.” Thalith lantas mengatupkan bibirnya dan menggenggam
tangan Thalia. “Dik, cinta antara pria dan wanita adalah hubungan antara dua orang. Hal itu sangat umum
di dunia ini. Kamu tidak perlu merasa tidak enak denganku. Lagipula, aku juga bukan orang yang keras
denganmu.”
Begitu mengatakannya, wajah Thalith berpaling pada Keanu yang berada di sebelahnya. Nada
bicaranya seketika berubah menjadi dingin. “Nugraha, karena kamu dan adikku sudah memiliki hubungan
yang sangat dekat, aku tidak akan bicara apa-apa lagi.”
“Ugh!” Keanu merasa sangat malu. Dia tersenyum gugup sambi menggaruk kepalanya. “Master,
kamu benar-benar salah paham. Aku dan Ketua tidak berbuat apa-apa.”
Saat ini, Keanu juga merasa sangat canggung.
Sial! Kesalahpahaman ini harus secepatnya diselesaikan!
Begitu mendengar ucapan Keanu, wajah Thalith seketika berubah. Matanya menatap Keanu dengan
niat membunuh.
“Nugraha!” Thalith berkata dengan nada dingin. Kedua matanya sudah dipenuhi dengan api
amarah. “Beraninya kamu bicara seperti itu! Kamu mau mati, ya?”
Begitu mengatakannya, Thalith memegang Kotak Kahuripan dengan erat di tangannya. Dia nampak
siap menembak kapan saja.
Dalam hati Thalith, dengan melihat situasi di hadapannya saat ini, dia yakin kalau Thalia dan Nugraha
memiliki hubungan yang sangat dekat. Thalia mungkin bisa menyangkalnya karena dia adalah ketua
perguruan dan dia malu akan hal itu. Tetapi Nugraha di hadapannya ini, sebagai seorang pria, dia justru
berani menyangkalnya. Benar-benar tidak bertanggung jawab!
Sial!
Begitu melihat Kotak Kahuripan, Keanu diam-diam mengerutkan keningnya. Thalith sudah
beranggapan bahwa Keanu memiliki hubungan dengan Ketua Thalia, dan akan sangat sulit membuatnya
percaya akan kondisi yang sebenarnya.
Begitu memikirkannya, Keanu tersenyum pahit. Dia lalu berkata, “Master tenanglah. Masalah yang
terjadi antara aku dan Ketua Thalia ceritanya panjang. Tapi, dengarkan dulu penjelasan dari Ketua Thalia.”
Karena Thalith sudah salah paham, akan sangat sulit jika Keanu yang menjelaskan langsung
kepadanya. Lebih baik, jika Thalia yang menjelaskannya.
Begitu Keanu mengatakannya, Ketua Thalia menggigit bibirnya dan berkata kepada Thalith, “Benar,
Kak. Jangan emosi dulu. Apa yang dikatakan Pak Nugraha benar. Masalah ini sebenarnya rahasia. Aku
merasa tidak enak badan, dan Pak Nugraha menyembuhkanku, jadi….”
Sebelum Thalia sempat menyelesaikan kalimatnya, Thalith sudah memotongnya.
“Menyembuhkanmu? Di dalam selimut?” tanya Thalith lembut. Dia berusaha menahan senyumnya.
Ini….
Wajah Thalia seketika memerah. Dia tidak bisa berkata apa-apa untuk membalas ucapan Thalith.
Bagaimana menjelaskannya, ya?
Saat ini, Thalia merasa sangat cemas.
“Sudahlah!”
Saat ini, Thalith mengembuskan napas panjang. Dia lalu berkata kepada Thalia, “Sudahlah, jangan
mengelak lagi. Aku sudah bisa menebak apa yang sebenarnya terjadi. Aku selalu menganggapmu sebagai
adikku. Karena aku sudah memergoki kalian, aku harap kalian bertanggung jawab. Meskipun cinta adalah
hal yang lumrah, tetapi tidak boleh bebas seperti ini, dong.”
Begitu mengatakannya, Thalith menoleh ke arah Keanu dan berkata dengan dingin, “Nugraha,
sepertinya adikku sangat menyukaimu.”
Thalith dan Thalia tumbuh besar bersama, sehingga mereka saling mengenal satu sama lain dengan
sangat baik. Selama bertahun-tahun, Thalith belum pernah melihat Thalia begitu gugup di hadapan seorang
pria. Tapi hari ini, Thalith melihat kalau Thalia sangat takut Thalith akan membunuh Nugraha.
Dalam situasi ini, Thalith yakin kalau Thalia memiliki hubungan yang dekat dengan Keanu. Kalau tidak,
Thalia tidak akan begitu gugup dan khawatir tentang Keanu.
Keanu menggaruk kepalanya dengan salah tingkah sambil tersenyum kecut.
Thalith lantas memandang Keanu sambil melanjutkan, “Karena adikku sangat menyukaimu, aku tidak
akan memisahkan kalian. Tetapi ada satu syarat yang harus kamu penuhi. Kalau tidak, aku akan
membunuhmu meskipun adikku akan menyalahkanku.”
Sial!
Hati Keanu bergetar. Diam-diam, dia mengerutkan keningnya dalam-dalam.
Sebenarnya apa yang mau dilakukan Thalith?
Bahkan meskipun aku ada apa-apa dengan Thalia, tidak ada hubungannya denganmu! Batin Keanu.
Sudahlah, kita lihat saja apa yang sebenarnya mau dia katakan.
Begitu memikirkannya, Keanu menunjukkan seulas senyum simpul di wajahnya, sebagai isyarat kepada
Thalith untuk melanjutkan.
“Syaratnya sangat sederhana.” Thalith berhenti sejenak sambil menatap Keanu dalam-dalam. Nada
bicaranya merendah, dan dia melanjutkan dengan perlahan. “Mulai sekarang, kamu harus mencintai Thalia
dengan sepenuh hati dan tinggal di Perguruan Puspita bersama dengannya selamanya.”
Apa?
Begitu mendengar syarat yang diajukan Thalith, Keanu hampir melompat saking terkejutnya.
Tinggal di Perguruan Puspita selamanya?
Aku akan menjadi menantu di perguruan ini?
Selain itu, aku dan Thalia benar-benar tidak melakukan apa-apa! Kenapa aku harus tinggal di sini
selamanya? Batin Keanu merasa begitu tertekan.
Seketika, wajah Thalia juga memerah. Dia menghentakkan kakinya dengan cemas. “Kak, aku dan Pak
Nugraha benar-benar tidak ada hubungan apa-apa. Ini tidak seperti yang kamu pikirkan. Sebenarnya
kami….”
Thalia tahu kalau Thalith melakukan ini semua demi dirinya. Tetapi, ini hanyalah kesalahpahaman.
Dirinya tidak melakukan apa-apa dengan Nugraha. Ini semua hanyalah kesalahpahaman saja!
Tanpa menunggu Thalia selesai berbicara, Thalith melambaikan tangannya di udara, “Sudahlah, Dik.
Aku tahu kamu pasti khawatir dengan reputasimu. Sudahlah akui saja. Kamu tidak perlu menjelaskannya!”
Begitu mengatakannya, Thalith melirik Keanu dan kembali berbicara. “Tapi sekali lagi, jika itu hanya
kesalahpahaman, aku akan membunuh Nugraha sekarang juga.”
Thalith memiliki kepribadian yang tegas dan tidak suka menunda-nunda. Jadi, jika benar di antara
mereka hanyalah kesalahpahaman, maka Nugraha harus mati. Bagaimanapun juga, sebelumnya, Nugraha
sudah mengintipnya ketika mandi. Dan malam ini, dia juga sudah melihat Thalia. Thalith merasa, kalau dia
terus menerus menolerirnya, mau ditaruh di mana reputasinya?
Ini….
Begitu mendengar ucapan Thalith, Thalia menggigit bibirnya erat-erat. Dia terdiam seribu bahasa.
Benar. Jika Thalith tahu ini hanyalah kesalahpahaman, maka dia tidak akan mengampuni Nugraha.
Saat ini, Thalia merasa sangat menyesal. Jika tadi dia tidak bersembunyi di atas tempat tidur Nugraha,
dan Nugraha lekas membuka pintu, maka kesalahpahaman ini tidak akan terjadi.
Begitu melihat keheningan dari Thalia, Thalith berhenti berbicara.
Sedetik berikutnya, Thalith kembali menatap Keanu sambil berkata dingin, “Nugraha, Master memiliki
batas kesabaran. Jika kamu setuju dengan persyaratan yang aku ajukan, aku akan mengumumkan di depan
semuanya bahwa kamu akan diangkat sebagai raja dari Ketua Perguruan Puspita. Kalau kamu tidak setuju,
jangan salahkan aku kalau aku bersikap kejam.”
Berengsek!
Begitu mendengar ucapan Thalith, seketika otak Keanu berdengung dan pikirannya kosong. Dia
menatap Ketua Perguruan dengan tatapan kosong. Sementara itu, tidak ada satu patah kata pun yang dapat
keluar dari tenggorokannya.
Kalau aku setuju, aku akan menjadi raja dari Perguruan Puspita? Dan duduk sejajar dengan Thalia dan
Thalith? Tidak hanya itu, tetapi aku juga akan menjadi suami dari Ketua Thalia? Batin Keanu.
Ini terlalu mendadak!
Sebenarnya, Ketua Thalia adalah wanita yang sangat menawan. Sangat menguntungkan jika seorang
pria bisa mendapatkannya.
Namun, Keanu harus mencari Gladys. Di saat yang sama, masih ada begitu banyak masalah di Daratan
Bumi Bulat. Bagaimana mungkin Keanu bisa tinggal di sana ketika semua keluarganya menunggunya di
Daratan Bumi Bulat?
Tubuh Thalia semakin bergetar. Wajahnya yang halus memerah. Dia merasa sangat cemas dan
khawatir.
“Nugraha!”
Thalith benar-benar tidak sabar ketika melihat keheningan Keanu. “Kamu sudah
mempertimbangkannya masak-masak?”
“Ugh!”
Keanu membalasnya dengan senyum masam. “Master sudah berkata seperti itu. Kalau aku
menolaknya, bukankah sama saja aku tidak bisa membedakan mana yang baik dan buruk? Baiklah, aku
setuju.”
Begitu mengatakannya, Keanu diam-diam mengedipkan matanya kepada Thalia.
Sebenarnya, Keanu sama sekali tidak berpikir untuk menerimanya. Tetapi, jika dia menolaknya saat ini
juga, dia harus berurusan dengan Thalith. Dan jika dia bertarung, dia akan mengeluarkan kekuatannya, dan
akhirnya identitasnya pasti akan terbongkar.
Baiklah!
Begitu melihat persetujuan Keanu, Thalith mengangguk puas.
Thalith lalu tersenyum kepada Ketua Thalia. “Baiklah, kalau begitu, aku tidak akan mengganggu kalian
lagi. Kalau begitu, selamat beristirahat!”
To be continue ...
Halo Sobat Novelme!
Terima kasih sudah membaca chapter ini, dijamin konfliknya makin seru lho!
Buat kalian yang menyukai novel ini, bisa vote, subscribe, komen review dan kasih hadiah ya supaya
author semangat up-nya.
Terima kasih^^
 Selanjutnya
 Daftar Isi
 Sebelumnya

PustakaTop Up

  Selanjutnya
 Daftar Isi

 Sebelumnya 
Hello, Mr. Presdir!Gladys Ditemukan!
Gladys Ditemukan!
Begitu dia selesai mengatakan hal yang ingin dia ucapkan, Thalith langsung berbalik badan dan
meninggalkan kamar.
Keanu diam-diam menghela napas lega. Akhirnya, akhirnya Thalith pergi juga dari ruangan ini.
“Pak Nugraha.”
Wajah Thalia memerah. Matanya mengarah pada Keanu. Sorot matanya nampak tidak senang,
“Kenapa kamu menyetujuinya?”
Bagi Thalia, Pak Nugraha hanyalah seorang laki-laki yang memiliki keterampilan medis yang baik.
Meski lelaki itu terlihat sempurna, namun Thalia sama sekali tidak mencintainya. Bagaimana bisa dia tiba-
tiba menjadi pasangannya?
Alasannya kekanak-kanakan sekali.
“Ketua Thalia!” Keanu menyunggingkan senyum pahit. “Aku bukan orang yang sesembarangan itu.
Tadi kamu juga melihat sendiri kan situasinya bagaimana. Jika aku menolaknya, Master Thallith pasti akan
membunuhku.” Lelaki itu berusaha menjelaskan dengan susah payah.
Tiba-tiba Keanu teringat akan sesuatu saat sedang berbicara. Lelaki itu pun kembali membuka
mulutnya, “Karena Master sudah salah paham, jika aku terus tinggal di sini, takutnya semakin lama
kesalahpahaman itu akan semakin parah.”
“Bagaimana kalau begini aja, Ketua membiarkanku pergi dari sini. Tunggu sampai aku sudah nggak di
sini lagi, barulah Ketua menjelaskannya pada Master Thalith.”
Raut wajah Keanu terlihat sangat serius saat menjelaskannya. Lelaki itu sangat menunggu-nunggu
jawaban dari Thalia.
Ketua perguruan yang satu ini sangat polos dan sangat mencintai dirinya sendiri. Jadi, dia pasti tidak
akan membiarkan Keanu terus berada di tempat ini.
“Mm-hmm.”
Benar saja. Tepat sesuai dengan dugaan Keanu, ketua perempuan itu langsung bergumam dan
menyetujui saran Keanu.
“Sepertinya memang hanya bisa begitu caranya. Aku akan urus sekarang. Kamu boleh pergi sebelum
fajar tiba,” ujar Thalia seraya mengangguk-angguk.
Kalau boleh bekata yang sejujurnya, menurut Thalia keterampilan medis yang dimiliki oleh Keanu
sangatlah brilian dan berharga, perempuan itu sebenarnya tidak mau melepaskan Keanu begitu saja.
Akan tetapi, tidak ada cara lain. Jika Thalia membiarkan lelaki itu tetap ada di sini, maka dia pasti akan
dijadikan sebagai pasangan Thalia.
Keanu sebenarnya meninggalkan kesan yang baik di mata ketua Perguruan Puspita ini. Namun, Thalia
tidak mau sampai hubungan antara sepasang pria dan wanita terbentuk karena peristiwa yang semacam ini.
Akhirnya, usai menyatakan bahwa dia setuju dengan usul Keanu, Thalia pun langsung pergi.
Ha ha ha ....
Keanu tidak menyembunyikan rasa senangnya begitu melihat sang ketua telah setuju dengan
tawarannya.
‘Akhirnya, akhirnya aku bisa pergi juga dari sini.’
Setelah beberapa waktu berlalu, Thalia kembali lagi ke ruangan yang sama. Dia sudah mengganti
pakaiannya dengan pakaian yang lebih santai. “Ayo pergi, aku akan mengantarmu,” ujarnya pada Keanu.
Bila saja saat ini adalah situasi yang normal, Keanu bisa saja langsung pergi begitu Thalia
menyuruhnya pergi.
Namun, saat ini keadaannya tidak semudah itu. Sekarang, Thalith telah salah paham akan hubungan
Keanu dan Thalia. Jika Thalia memerintahkan seseorang untuk mengantar kepergian Keanu, hal itu pasti
akan langsung diketahui oleh Thalith.
Maka dari itu, demi menjaga keamanan, Thalia memutuskan dirinya sendirilah yang mengantar
kepergian Keanu.
Sementara itu, Keanu hanya mengangguk-angguk usai mendengar perintah Thalia. Mereka berdua
lantas beranjak dari ruangan tersebut.
Saat ini Perguruan Puspita diselimuti keheningan. Angin malam berhembus pelan melingkupi malam
yang tenang ini.
“Pak Nugraha.” Begitu mereka berdua tiba di pintu gerbang, keraguan muncul dalam benak Thalia.
“Jika kesalahpahaman ini berhasil aku bereskan, apakah kamu akan datang lagi ke Perguruan
Puspita?” tanya perempuan itu dengan suara lemah lembut.
Thalia sama sekali tidak tahu mengapa alasannya dia bertanya demikian. Jelas-jelas dia tidak memiliki
perasaan apa-apa pada Pak Nugraha alias Keanu. Akan tetapi, begitu dihadapkan pada kenyataan bahwa
Pak Nugraha akan pergi, sebersit keengganan tiba-tiba muncul dalam benaknya.
Keanu menggaruk kepalanya bingung. Dia tidak tahu harus menjawab apa.
Lelaki itu pun lantas menarik kedua sudut bibirnya sambil melihat ke arah Thalia. “Ketua Thalia sudah
memperlakukanku dengan sangat baik selama aku ada di sini. Kalau nanti ada kesempatan, aku pasti akan
mengusahakan untuk datang ke perguruan ini.”
Kemudian kedua orang itu pun melangkah ke luar pintu gerbang.
“Baiklah, sudah waktunya untuk pergi!” ujar Thalia.
Keanu pun menarik napasnya dalam-dalam. Dia lagi-lagi memasang seulas senyuman. “Terima kasih,
Ketua, karena telah mengantarkanku sampai sini. Sampai jumpa nanti.”
Thalia membalas salam perpisahan Keanu dengan sebuah anggukan. Dia membalas tatapan mata
Keanu. Ada sorot perasaan campur aduk di sana.
Sreek. Sreek. Sreek.
Namun, tiba-tiba saat mereka baru ingin berpisah jalan, tiba-tiba di sisi danau terdengar beberapa
orang murid yang berjalan dengan anggun tapi cepat ke arah mereka berdua.
Thalia merasa heran saat melihat mereka. Kernyitan muncul di dahinya. Dia pun bertanya pada murid-
muridnya itu, “Ada apa?”
Sembari berbicara, tatapan matanya juga mengarah ke seorang wanita yang sedang mereka papah.
Seketika Thalia terpana.
Wanita ini cantik sekali ....
‘Apa!?!’
Sementara itu, begitu Keanu melihat dengan jelas siapa wanita yang sedang mereka papah, lelaki itu
langsung tidak mau pergi dari tempat ini. Rasa kaget sama sekali tidak bisa disembunyikan dari kedua bola
matanya. Namun, mata itu juga berkilat senang di saat yang sama.
Ternyata wanita yang sedang mereka papah adalah perempuan yang Keanu sangat kenal. Dia adalah
Gladys Rana.
Hanya saja, kondisi Gladys tidak terlihat begitu baik. Wajah cantiknya itu terlihat pucat. Kelopak
matanya tertutup rapat. Nampaknya Gladys sedang pingsan.
‘Gladys!’
Keanu merasa senang saat melihat perempuan itu, tapi kesedihan juga menyelimuti hatinya. Gladys
telah kehilangan ingatan, mengembara seorang diri ke mana-mana. Keanu yakin, perempuan itu pasti
sangat menderita akhir-akhir ini.
Sungguh tak diduga-duga, Keanu akan bertemu dengannya di sini!
“Lapor, Ketua!” Seorang murid yang merupakan ketua tim patroli memberi sapaan hormat pada
Thalia.
“Saat kami sedang berpatroli di dekat Danau Sutji, kami menemukan wanita ini. Dia terjatuh dari
tebing. Kalau melihat kondisinya, sepertinya dia sedang dikejar oleh seseorang. Jadi, kami memutuskan
untuk membawa dia ke sini,” jelasnya.
Thalia pun mengangguk-angguk sembari setelah mendengar penjelasan itu. Kemudian dia melihat ke
arah Keanu yang belum juga pergi. Perempuan itu terlihat tercengang. “Pak Nugraha, kenapa kamu masih
belum pergi?”
Namun, Keanu tidak menanggapi pertanyaan Thalia itu. Dia justru memandang Gladys lekat-lekat.
Rasa bersalah dan sakit hati terpancar dari sorot matanya.
Begitu menyadari ada yang janggal dengan reaksi Keanu, ketua perguruan itu kembali bertanya, “Pak
Nugraha? Kamu kenal dengan wanita ini?”
Kali ini Keanu akhirnya bereaksi. Dia dengan cepat menyunggingkan sebuah senyuman, “Ya, aku
kenal. Wanita ini temanku ....”
Raut wajah lelaki itu tidak dapat terbaca.
Gladys telah hilang ingatan. Perempuan itu benar-benar melupakan sosok Keanu yang dahulu dia
kenal. Keanu terpaksa menyebut dirinya sendiri sebagai teman Gladys, walau sebenarnya hubungan mereka
sudah lebih dari sekadar teman ....
Namun, kepedihan hati Keanu itu sedikit tertutupi oleh rasa bahagia yang dia rasakan.
Hari ini benar-benar hari keberuntungan Keanu. Dia tidak hanya bisa keluar dari Perguruan Puspita,
tapi juga menemukan Gladys.
“Begini saja ....”
Thalia terlihat ragu untuk menentukan langkah selanjutnya. Dia menggigit bagian dalam pipinya
sekilas, lantas berkata, “Hmm, kalau begitu kamu bawa saja wanita ini, kalian berdua bisa pergi dari sini
sekarang.”
Walaupun kondisi wanita yang Thalia tidak kenal ini sedang buruk, tapi dia pasti bisa diobati oleh Pak
Nugraha, berhubung lelaki itu cukup mahir dalam bidang medis. Ditambah lagi, wanita itu adalah teman Pak
Nugraha, jadi lelaki itu pasti akan berusaha untuk mengobatinya.
‘Haa??’
Sebaliknya, murid-murid Perguruan Puspita yang sedang berpatroli tercengang-cengang mendengar
keputusan ketua mereka.
Bukankah Ketua seharusnya membiarkan Pak Nugraha tetap berada di sini jadi dia bisa mengobati
racun dingin yang ada dalam tubuh Ketua? Terlebih lagi, Master Thalith juga membutuhkan bantuan Pak
Nugraha untuk menyembuhkan luka-lukanya, lantas mengapa lelaki itu dibiarkan pergi begitu saja?
Akan tetapi ... meski rasa heran menyelimuti benak mereka, para murid perempuan itu tetap tidak bisa
berkata banyak. Mereka tidak berani bertanya langsung pada sang Ketua.
“Baiklah, terima kasih banyak, Ketua Thalia.” Keanu mengangguk sekilas seraya berterima kasih pada
Thalia. Kemudian lelaki itu memapah Gladys dan hendak berjalan pergi.
“Ada apa ini?”
Tiba-tiba dari arah bangunan perguruan terdengar suara bernada dingin. Tak lama kemudian,
muncullah sosok Thalith yang sedang berjalan perlahan.
Perempuan itu sedang mengenakan rok panjang berwarna gelap. Auranya yang kuat semakin terlihat
di bawah temaram sinar rembulan.
Beberapa saat yang lalu, Thalith sedang bersiap-siap untuk beristirahat. Akan tetapi, begitu dia
mendengar kabar bahwa beberapa orang muridnya telah menyelamatkan seorang wanita di dekat Danau
Sutji, dia tidak jadi pergi tidur dan memutuskan untuk mengecek.
‘Sial.’
Keanu sontak terkejut begitu melihat Thalith. Hatinya mencelus.
‘Habislah sudah, aku nggak bisa pergi dari sini sekarang juga.’
Sejujurnya, saat ini Keanu ingin sekali langsung memeluk Gladys dan pergi secepat mungkin. Akan
tetapi, karena lelaki itu harus membawa seseorang yang sedang terluka, dia jadi tidak bisa bergerak dengan
cepat. Kalaupun dia memutuskan untuk pergi, Keanu pasti tetap akan berhasil dikejar oleh Thalith.
Keanu tidak mau dirinya bertindak gegabah. Keselamatan Gladys adalah yang utama.
Pada saat ini, raut wajah Thalia juga tampak tidak berdaya.
Bila saja tadi Pak Nugraha cepat-cepat pergi, dia pasti sudah tidak terlihat lagi di sini. Tetapi,
kesempatan itu telah lewat, kepergian Pak Nugraha telanjur diketahui oleh perempuan yang mereka hindari
sedari tadi.
Thalith akhirnya tiba di pintu gerbang. Dia melirik Gladys yang sedang pingsan, lantas bertanya, “Ini
wanita yang kalian selamatkan di Danau Sutji?”
Air muka Thalith nampak acuh tak acuh ketika sedang bertanya. Namun, ada sebersit rasa iri yang
berkilat di kedua iris matanya.
‘Perempuan ini cantik sekali, terlihat seperti seorang peri.’
Selama ini, Thalith selalu merasa percaya diri dengan paras dan penampilannya. Akan tetapi, setelah
dia melihat Gladys Rana, entah mengapa dia merasa iri.
Untuk saat ini Thalith masih belum tahu kalau wanita yang diselamatkan ini tidak hanya kekasih Keanu,
tapi juga wanita yang sangat berbakat dan terkenal dari Daratan Timur Terang yang memiliki jabatan tinggi
di Arts Academy.
Thalia pun mengangguk menanggapi pertanyaan Thalith. Kemudian dia menatap Keanu sembari
tersenyum. “Wanita ini kebetulan adalah teman Pak Nugraha, bukan begitu?”
‘Teman?’
Thalith agak terkejut saat mendengar penjelasan itu. Dia pun menatap Keanu lekat-lekat.
“Benarkah?”
Deg!
Entah mengapa, dada Keanu langsung naik turun begitu ditodong pertanyaan oleh Thalith. Tanpa
sadar dia menelan ludahnya sendiri untuk menghilangkan rasa tegang.
Keanu berusaha menutupinya dengan anggukan dan seulas senyum. “Benar, aku sudah lama nggak
bertemu dengan dia. Nggak nyangka, aku malah berpapasan sama dia di sini.”
“Oh begitu ternyata. Ya sudah, bawa dia masuk,” perintah Thalith. Lalu dia langsung berbalik dan
masuk ke bangunan perguruan.
Keanu pun menghela napas panjang. Mau tidak mau dia harus mematuhi perintah Master itu.
To be continue ...
Halo Sobat Novelme!
Terima kasih sudah membaca chapter ini, dijamin konfliknya makin seru lho!
Buat kalian yang menyukai novel ini, bisa vote, subscribe, komen review dan kasih hadiah ya supaya
author semangat up-nya.
Terima kasih^^
 Selanjutnya
 Daftar Isi
 Sebelumnya

PustakaTop Up

  Selanjutnya
 Daftar Isi

 Sebelumnya 
Hello, Mr. Presdir!Jangan Curigai Dia
Jangan Curigai Dia
Hanya dalam waktu singkat, mereka sudah tiba di aula. Lantas Keanu mulai memeriksa dan mengobati
Gladys di bawah pengawasan semua orang.
Setelah dicek, ternyata Gladys sama sekali tidak terluka. Dia hanya terlalu lelah sampai-sampai jatuh
pingsan.
Setelah beres memastikan kondisi tubuh Gladys saat ini, Keanu pun meminta Amara untuk meramukan
Pil Hati. Pil tersebut memiliki khasiat untuk menghilangkan rasa letih dan memulihkan energi.
Perguruan Puspita memiliki banyak bunga-bunga dan rerumputan aneh di tamannya, setidaknya pasti
ada bahan herbal yang bisa digunakan untuk meramu Pil Hati.
Sesuai dugaan Keanu, Amara bisa langsung membawakan Pil Hati, ternyata dokter perempuan itu
bahkan masih memiliki stok Pil Hati.
“Erghh ....”
Gladys langsung mengerang seusai meminum pil tersebut. Perlahan-lahan dia mulai bangun dari
pingsannya.
“Kamu ....”
Detik berikutnya, Gladys mengedarkan pandangan ke sekelilingnya. Dia melihat ada Keanu dan
beberapa orang dari Perguruan Puspita di sana. Raut wajah perempuan itu dipenuhi akan rasa ragu dan
waspada.
“Ka—kalian siapa? Kenapa aku bisa ada di sini?”
Apa??
Sekejap, semua orang yang hadir mengelilingi Gladys pun ganti menunjukkan raut wajah bingung.
Mata mereka berganti-gantian menatap Keanu dan Gladys di saat yang sama.
Bukankah Pak Nugraha tadi mengatakan kalau perempuan ini adalah temannya?
Lantas ... kenapa perempuan ini tidak mengenali Pak Nugraha?
Pada saat ini, Keanu juga merasa teramat canggung. Dia memandang Gladys dengan perasaan campur
aduk.
Lelaki itu nyaris saja melupakan fakta bahwa Gladys telah kehilangan ingatannya. Ditambah lagi
sekarang Keanu sedang mengubah penampilannya, sehingga semakin sulit bagi Gladys untuk mengenali
lelaki itu.
Keanu pun berusaha memutar otak. Tidak lama, dia akhirnya buka mulut, “Gladys, gimana
perasaanmu saat ini? Kamu usah panik. Tempat ini adalah Perguruan Puspita, orang-orang yang ada di sini
semuanya baik-baik, mereka nggak akan mungkin menyakitimu.”
Saat sedang berbicara sambil menatap lurus mata Gladys, rasa perih semakin menusuk dalam benak
Keanu.
Dia masih tidak percaya bahwa perempuan yang dia sayangi ini sampai-sampai jatuh pingsan karena
terlalu letih. Terlihat sekali bahwa Gladys sangat menderita belakangan ini.
‘Perguruan Puspita?’ Gladys mengerutkan alisnya.
Dia belum pernah sekali pun mendengar tentang perguruan ini.
Pada saat yang sama, perempuan itu masih menaruh rasa curiga pada Keanu. Dia memandang Keanu
waspada dan berkata, “Siapa kamu? Kenapa kamu bisa tahu namaku?”
Keanu mengubah penampilan dan wajahnya, tentu akan sulit bagi Gladys untuk langsung
mengenalinya.
Hah!?
Orang-orang lain yang berada di tempat ini pun seketika gempar.
Kerutan di dahi Thalith menjadi semakin dalam, dibandingkan dengan beberapa saat lalu. Akhirnya dia
sudah tidak tahan lagi untuk tidak bertanya pada Keanu, “Sebenarnya apa yang sedang terjadi saat ini,
Nugraha? Bukannya kamu tadi bilang kalau dia adalah temanmu, terus kenapa dia tidak mengenalimu?”
Sembari berbicara, Thalith juga mengerlingkan matanya beberapa kali pada Thalia. Sikap Nugraha ini
justru membuat Thalith memandang saudara perempuannya dengan sebelah mata.
Pasti Nugraha ini adalah tipe laki-laki yang sering mengatakan bahwa semua wanita cantik yang
ditemuinya adalah temannya. Thalith benar-benar tidak habis pikir, bagaimana bisa saudaranya itu
menyukai lelaki macam ini.
Pertanyaan Thalith membuat Thalia dan para murid semakin mendekatkan telinga mereka ke arah
Keanu. Mereka menunggu-nunggu tanggapan dari lelaki itu. Mata mereka berkedip-kedip cepat, ada sorot
yang tak terjelaskan di sana.
Baru saja tadi Keanu menjelaskan bahwa perempuan yang pingsan itu adalah temannya, tapi ternyata
perempuan itu tidak mengenali Keanu. Sangat mencurigakan.
“Master, mohon jangan salah paham dulu.” Keanu menggaruk-garuk kepalanya sekilas.
Dia berusaha untuk menjelaskan sambil tersenyum masam, “Temanku ini, namanya adalah Gladys
Rana. Dia sempat mengalami beberapa kejadian besar sebelum ini yang mengakibatkan dia jadi amnesia.
Makanya dia nggak mengenaliku.”
Benak Keanu semakin dipenuhi rasa bersalah pada Gladys.
Hilang ingatan yang dialami oleh perempuan itu sedikit banyak disebabkan oleh kelalaian Keanu.
Lelaki itu merasa bahwa dia harus menebus kelalaiannya itu.
‘Amnesia?’
Semua orang yang mendengarnya langsung bertukar pandang. Nampaknya hubungan di antara Pak
Nugraha dan perempuan ini menjadi semakin menarik untuk ditelusuri.
Dan sepertinya ... jawaban Keanu ini terdengar seperti dibuat-buat.
“Nugraha!”
Tiba-tiba terdengar suara Aylin dari balik kerumunan. Dia berjalan perlahan. Mata perempuan itu
dipenuhi akan sorot menghina.
“Udahlah, nggak usah bicara omong kosong lagi di sini. Perempuan itu kelihatannya adalah orang
yang cerdas dan cerdik, gimana mungkin dia terlihat seperti orang yang menderita amnesia? Kalau dari
sepenglihatanku, kamu memang mengenal dia, tapi dia sama sekali tidak kenal denganmu,” cibirnya.
Kemudian Aylin pun melihat ke sekeliling. Lantas kembali mencemooh Keanu, “Kamu pasti tadi bilang
kamu adalah temannya hanya karena dia terlihat cantik ‘kan? Ditambah lagi perempuan itu sedang
pingsan, kuyakin kamu pasti sedang merencanakan untuk berbuat sesuatu padanya, ya ‘kan?”
Begitu Aylin mengucapkan kalimat terakhir, matanya menatap Keanu lamat-lamat. Penuh akan
penghinaan.
Meskipun Aylin adalah murid tertua di Perguruan Puspita, tapi dia adalah jenis orang yang berpikiran
sempit dan konservatif. Saat awal-awal Keanu datang ke perguruan ini, gaya berbicara lelaki itu sangat
sembrono dan membuat Aylin merasa tidak suka padanya.
Lalu, ketika Keanu sedang meramu Pil Rawi Mangkus, dia juga menyuruh Aylin untuk membantunya.
Hal ini membuat Aylin kesal dan malu, bagaimana bisa dia malah disuruh-suruh oleh orang macam Keanu.
Kemudian ada kejadian lain lagi, yaitu Keanu mengintip Thalith saat perempuan itu sedang mandi.
Meski pada saat itu ternyata hanya sebuah kesalahpahaman belaka, tapi Aylin malah semakin membenci
Keanu karenanya.
Beberapa hari terakhir ini, Aylin berusaha untuk mencari cara menyingkirkan Keanu. Akan tetapi, lelaki
itu sedang ditugaskan untuk menyembuhkan luka Master Thalith dan Ketua Thalia.
Posisinya di dalam perguruan ini menjadi istimewa, Keanu bahkan dijaga oleh seorang murid. Alhasil,
Aylin sama sekali tidak punya kesempatan untuk mengusik Keanu.
Kalau dilihat berdasarkan peristiwa yang saat ini sedang berlangsung, Keanu sepertinya memiliki
semacam niat buruk. Tentu saja Aylin tidak akan melewatkan kesempatan besar ini untuk menjatuhkan lelaki
itu. Dia harus mengekspos wajah sebenarnya dari seorang Nugraha.
Setelah melontarkan dugaannya, beberapa orang murid perempuan yang berada di sekitarnya
mengangguk-angguk setuju.
“Yang Kakak ini katakan sepertinya benar. Kejadian ini terlalu aneh, Pak Nugraha pasti punya maksud
lain.”
“Wah, bener-bener nggak menyangka, keahlian medis yang dimiliki oleh Pak Nurgaha sangat brilian,
tapi ternyata orangnya ....”
“Hmm, berarti bisa disimpulkan, pas kemarin dia mengintip Master mandi itu disengaja ....
Menyeramkan banget melihat ada orang macam ini yang dibiarkan tinggal di perguruan, hiii.”
Senyum di bibir Aylin semakin lebar begitu dia menyimak reaksi dari orang-orang.
‘Nugraha Santosa, kau adalah orang yang hina dan tidak tahu malu. Jangan harap kamu bisa terus
tinggal di Perguruan Puspita, ha ha,’ pikir Aylin.
Kemudian perempuan itu pun mengalihkan pandangannya pada Thalia dan Thalith, “Master, Ketua,
Anda dapat melihat dengan jelas ‘kan semua ini. Nugraha memiliki niat buruk. Dia mengaku-ngaku kalau
dia adalah temannya wanita itu, padahal sebenarnya dia mau berbuat yang tidak-tidak.”
Aylin berusaha membuat perkataan terlihat lebih meyakinkan.
Dia pun mengucapkan tiap kata dengan penuh penekanan. “Orang macam dia, kalau dibiarkan
tinggal di Perguruan Puspita bisa menimbulkan bencana. Saya mohon Ketua dan Master untuk membunuh
Nugraha atau mengusir dia dari sini.”
Begitu Aylin selesai berbicara, tidak sedikit murid-murid yang mengangguk-angguk mengamini.
Thalith sedikit mengerutkan keningnya begitu mendengar hal ini. Dia terlihat seperti sedang berpikir
keras.
Kalau boleh mengatakan yang sebenarnya, di dalam benak Thalith dia juga berpikiran demikian. Dia
menganggap bahwa Keanu adalah lelaki yang memiliki motif buruk. Kalau saja Thalith bisa betindak sesuka
hatinya, dia pasti sudah membunuh Nugraha di tempat.
Akan tetapi, setelah melihat apa yang telah terjadi di antara Nugraha dan adiknya malam tadi, jika
Thalith membunuh lelaki itu begitu saja, Thalia pasti akan sakit hati.
Sementara itu, Thalia yang saat ini berdiri di sebelah Thalith sedang menggigit bagian dalam pipinya.
Dari raut wajahnya dapat terlihat bahwa sekarang dia sedang merasa agak canggung.
Perempuan itu dalam benaknya sangat berharap Nugraha sudah meninggalkan Perguruan Puspita
malam ini juga. Kalau lelaki itu terus berada di perguruan ini, kesalahpahaman pasti akan terus terjadi dan
menjadi semakin parah.
Namun, dengan adanya kehadiran Thalith saat ini, Thalia tidak bisa menyuruh Pak Nugraha pergi
begitu saja.
‘Apa-apaan ini??’ Keanu mengerutkan keningnya sekilas. Diam-diam dia merasa kesal pada Aylin.
Perempuan itu ternyata orang gila. Orang yang tidak punya otak.
Keanu tidak pernah sekali pun menyinggung Aylin secara langsung sampai timbul konflik, tapi Aylin
malah terus memojokkan Keanu. Bahkan meminta Thalith untuk membunuhnya.
Apakah ini jangan-jangan karena sebelum ini Keanu meminta bantuannya untuk meramu pil, makanya
sekarang Aylin balas dendam pada Keanu?
Lelaki itu pun tertawa dalam hati begitu memikirkan kemungkinan ini. Akan tetapi, dia masih belum
membuka mulutnya.
Keanu tahu betul, jika dia berusaha menjelaskan dalam situasi yang semacam ini pasti tidak akan ada
gunanya.
Untuk sementara, aula dipenuhi akan kesunyian. Atmosfernya terasa tidak enak dan menegangkan.
“Aku ....”
Pada akhirnya, Gladys kembali bersuara. Dia melihat ke sekeliling dan berkata dengan lembut,
“Memang benar aku kehilangan ingatan. Ada banyak kejadian-kejadian yang nggak bisa kuingat.”
Kemudian perempuan itu menoleh ke arah Keanu, lantas bertanya, “Karena kamu tahu namaku, kamu
pasti tahu apa yang terjadi padaku sebelumnya kan. Nah, apakah kamu bisa menjelaskannya padaku? Oh
iya, ngomong-ngomong namamu siapa?”
Gladys adalah seorang perempuan yang bijaksana. Meskipun semua wanita yang saat ini ada di
sekitarnya mengatakan bahwa lelaki yang ada di hadapannya ini memiliki niatan buruk, tapi Gladys merasa
tidak ada satu pun yang salah dengan ucapannya. Tidak ada kata-kata senonoh yang lelaki itu ucapkan.
Justru Gladys malah merasakan sorot mata tulus dari lelaki itu.
“Namaku Nugraha Santosa.” Keanu tersenyum kecil dan menatap Gladys.
“Kita saling mengenal semenjak sepuluh tahun yang lalu, tapi sudah cukup lama kita belum pernah
bertemu lagi. Maaf sekali, aku nggak bisa menceritakan apa yang terjadi sebelum-sebelum ini padamu,
karena aku nggak terlalu tahu.”
“Tapi, kamu tenang aja, aku tahu cara untuk menyembuhkanmu. Aku pasti bisa menemukan cara
untuk memulihkan ingatanmu,” jelas Keanu.
Raut wajah lelaki itu terlihat tenang dan penuh kelembutan saat sedang berbicara, walau sebenarnya
dalam benak Keanu sedang dipenuhi rasa pahit.
Sejujurnya, Keanu ingin sekali memberi tahu Gladys bahwa dia adalah Keanu Bawono, bahwa dia
adalah suami Gladys.
Akan tetapi, dengan adanya Thalith, Thalia, dan begitu banyak murid Perguruan Puspita, bagaimana
bisa dia mengungkapkan hal itu secara gamblang? Itu sama saja dengan membuka identitasnya sendiri.
“Mm-hmm.” Gladys sontak mengangguk-angguk usai mendengar penjelasan keanu. Seulas senyum
terbit di wajahnya.
Sebenarnya Gladys masih belum bisa mengingat siapa lelaki yang ada di hadapannya ini, tapi entah
mengapa lelaki tersebut terasa familier.
Apa??
Semua orang yang memerhatikan pun tercengang-cengang begitu mendengar ucapan Gladys.
Jadi ... perempuan ini benar-benar amnesia rupanya.
Selain itu, tampaknya Pak Nugraha sangat mengenal perempuan ini.
Hal ini membuat Aylin merasa sangat malu. Wajahnya langsung memerah tanpa dia sadari. Namun,
masih ada sedikit rasa tidak yakin yang bergumul dalam kepalanya.
Benarkah mereka saling mengenal? Kenapa bisa begitu kebetulan?
Aylin pun bertanya pada Thalith, “Master, sepertinya karena perempuan ini telah kehilangan
ingatannya, kita justru malah harus lebih waspada lagi.”
“Saya menyarankan agar Nugraha dikurung dan disiksa dengan kejam. Walaupun dia kelihatannya
peduli pada perempuan itu, bisa aja dia sebenarnya punya niat busuk!” saran Aylin.
Apa-apaan!??
Amarah Keanu seketika terbit usai mendengar tuduhan Aylin. Nyaris saja dia melontarkan umpatan
keras-keras.
Perempuan bernama Aylin ini benar-benar tidak punya otak rupanya.
Keanu dengan Gladys saling mengenal ataupun tidak, adalah urusan di antara mereka berdua.
Bagaimana bisa Aylin malah membuat tuduhan tak berdasar semacam ini?
“Cukup!”
Thalith melambaikan tangannya seraya berkata pada Aylin, “Perempuan ini tadi sudah bilang kalau
dia hilang ingatan. Pak Nugraha juga nggak berbuat yang aneh-aneh padanya, jadi jangan lagi mencurigai
dia.”
“Baik, Master.” Aylin menjawab dengan enggan. Dia pun kembali lenyap ke dalam kerumunan.
Pada saat yang sama, dia mengerlingkan tatapan tajam pada Keanu.
Aylin benar-benar tidak habis pikir, bagaimana bisa Nugraha dipandang begitu baik. Meskipun lelaki
itu memang punya keahlian medis yang baik, kenapa Master bisa melindunginya sampai seperti ini?
To be continue ...
Halo Sobat Novelme!
Terima kasih sudah membaca chapter ini, dijamin konfliknya makin seru lho!
Buat kalian yang menyukai novel ini, bisa vote, subscribe, komen review dan kasih hadiah ya supaya
author semangat up-nya.
Terima kasih^^
 Selanjutnya
 Daftar Isi
 Sebelumnya

PustakaTop Up

  Selanjutnya
 Daftar Isi

 Sebelumnya 
Hello, Mr. Presdir!Berkah Bagi Nugraha
Berkah Bagi Nugraha
“Nugraha.”
Tatapan mata Thalith terpaku pada Keanu. Dia berkata dengan nada serius, “Karena perempuan ini
adalah temanmu, kamu harus jaga dia dengan baik-baik. Kamu harus berhenti melakukan tindakan yang
menimbulkan kecurigaan, mengerti?”
Thalith berbicara sambil terus memperhatikan reaksi Thalia.
Ya, Thalith mengatakan ini semua semata-matanya untuk menjaga Ketua Thalia. Bagaimanapun juga,
Pak Nugraha adalah lelaki yang disukai oleh adiknya, bagaimana mungkin Thalith akan membiarkan lelaki
itu malah dekat-dekat dengan wanita lain?
Keanu sendiri juga bukan seorang laki-laki yang bodoh, dia menyadari adanya sindiran dalam
perkataan Thalith barusan. Lelaki itu lantas menjawab seraya mengangguk, “Tenang aja, Master. Saya
mengerti.”
Keanu memang mengatakan bahwa dia sanggup melaksanakan perintah dari Thalith, tapi lelaki itu
sebenarnya sudah merencanakan hal lain dalam benaknya.
Dia akan menunggu sampai kondisi Gladys sudah cukup membaik, barulah dia akan membawa
perempuan itu pergi. Sekalipun Keanu sampai harus mengusik Perguruan Puspita.
“Bagus.” Thalith pun mengangguk begitu melihat Keanu yang menyanggupi. Seulas senyum
tersungging di bibirnya.
Lalu pada detik berikutnya, Master mengedarkan pandangan ke sekeliling. Bibir merahnya sedikit
membuka. Lantas dia berkata, “Kebetulan hampir semua orang sedang hadir di sini. Aku nyatakan, mulai
dari hari ini, Pak Nugraha secara resmi akan menjadi raja Perguruan Puspita kita.”
“Dia juga akan menjadi suami dari Master Thalia. Status dia di perguruan ini sama seperti Master dan
Ketua. Jadi, untuk selanjutnya, kalian semua harus memperlakukan Pak Nugraha dengan sikap hormat,
mengerti?”
Kemudian Thalith menolehkan kepalanya ke arah Thalia dan tersenyum padanya. “Ini bukan hanya
keinginanku, tapi juga keinginan Ketua, bukan begitu?”
Seketika tubuh Thalia meremang. Dia menggigit bibirnya kencang. Air muka terlihat canggung dan
malu.
Sayangnya dia tidak bisa langsung membantah titah Thalith itu. Rasa cemas dan tidak berdaya saling
menumpuk-numpuk dalam benak Thalia.
Dia sangat enggan mengakui Pak Nugraha sebagai suaminya tepat di hadapan semua orang.
Akan tetapi, tidak ada jalan keluar. Tadi malam dia jelas terlihat sedang berada di dalam kamar tidur
Pak Nugraha dan kebetulan ditangkap basah oleh Thalith. Hal ini sama sekali tidak bisa dia bantah.
Apa??
Hanya dalam waktu singkat, semua orang yang hadir terperangah. Tubuh mereka seketika membatu.
Mereka memandang Keanu dengan tatapan tidak percaya.
Ja—jadi Pak Nugraha sekarang menjadi suami Ketua Thalia? Dan dia juga menjadi salah satu penguasa
di Perguruan Puspita?
Hal ini rasanya terlalu tiba-tiba. Sejak kapan dia dengan Ketua Thalia memiliki hubungan baik yang
seperti ini?
Terutama Aylin. Dia tidak bisa melepaskan tatapan matanya dari Keanu. Dia merasa teramat kaget.
Sangat, sangat kaget.
Akan tetapi, hal ini seketika menjelaskan semua kebingungan yang tadinya Aylin rasakan.
Pantas saja Master sangat melindungi lelaki itu, ternyata dia adalah pasangan Ketua Thalia. Master dan
Ketua adalah sepasang kakak-adik yang memiliku hubungan baik, wajar saja jika Master akan melindungi
lelaki yang adiknya sukai.
‘Hmm?’
Pada saat ini, Gladys tidak sekaget orang-orang itu. Namun, dia memandang Keanu dengan sorot
mata heran.
Lelaki ini ternyata raja dari Perguruan Puspita.
Meskipun Gladys sama sekali belum pernah mendengar tentang keberadaan perguruan ini, tapi dia
tahu jika seorang lelaki menduduki posisi yang setinggi itu dalam sebuah perguruan berarti bukanlah orang
biasa.
‘Astaga!!’ Keanu tersenyum pahit. Perasaannya saat ini begitu campur aduk, berbagai macam hal
tiba-tiba dia rasakan pada saat bersamaan.
Thalith ini ternyata tipe orang yang akan melakukan apapun yang telah dia katakan sebelumnya. Dia
betul-betul mengumumkannya di muka umum. Terlebih lagi, tepat di depan Gladys.
Untungnya untuk sementara ini Gladys masih kehilangan ingatannya. Bisa saja perempuan itu tidak
amnesia, dia pasti akan sangat sedih begitu mengetahui lelaki yang sudah menjadi pasangannya justru
menjalin kasih dengan perempuan lain.
Lantas Keanu pun menoleh dan memandang Gladys. Hatinya terasa semakin sakit dibanding sebelum-
sebelumnya.
‘Gladys, kamu nggak usah khawatir. Aku nggak akan menetap di Perguruan Puspita, aku pasti akan
sesegera mungkin membawamu pergi dari sini!’
“Master!”
Lagi-lagi Aylin menunjukkan batang hidungnya. Dia melangkah keluar dari kerumunan dan berkata
pada Thalith, “Master, sejak Perguruan Puspita ini didirikan, kita tidak pernah sekali pun menerima murid
laki-laki, bahkan menolak mereka untuk masuk.”
“Sedangkan Pak Nugraha ini, tidak apa-apa kalau misalkan dia menjadi pasangan Ketua. Tetapi, kalau
dia sampai diangkat menjadi raja, rasanya itu tidak patut! Saya harap Master akan mempertimbangkan
ulang mengenai hal ini.”
Raut wajah Aylin penuh akan rasa cemas.
Dia sama sekali tidak menduga, lelaki yang sangat dia benci itu menjalin hubungan dengan Ketua
Thalia. Tidak hanya itu, dia juga akan memiliki status yang sama dengan Master dan Ketua. Sungguh di luar
dugaan!
Aylin ini tidak hanya seorang yang konservatif, tapi dia juga orang yang sangat arogan. Mana sudi dia
membiarkan seorang laki-laki memiliki kedudukan yang lebih tinggi daripada dirinya?
Memikirkan dia harus menghormati Keanu dan tunduk padanya saja sudah membuat Aylin muak.
Pada saat ini, barulah Thalith kembali mengeluarkan ekspresi dinginnya.
“Aylin, ini adalah keputusan Master dan Ketua. Kamu tidak mau menerima keputusan ini? Kamu mau
memberontak ya?” tegur Thalith.
Suara bernada dingin itu terdengar hingga ke seluruh penjuru aula. Atmosfer yang sebelumnya sudah
tegang, kini semakin tegang.
Kalau boleh mengatakan yang sejujurnya, Thaith sebenarnya sama sekali tidak ingin memberikan
Keanu jabatan yang setinggi itu.
Akan tetapi, adiknya sudah telanjur menjalin hubungan dengan lelaki itu. Demi membuat Keanu
memperlakukan Thalia dengan baik, Thalith terpaksa harus mengambil keputusan ini.
Bruuk.
Tubuh Aylin seketika gemetaran hebat. Dia buru-buru berlutut. Wajahnya terlihat pucat pasi. Lantas
perempuan itu berbicara dengan ketakutan, “Hamba tidak berani memberontak. Master sudah berkata
demikian, hamba pasti akan mematuhinya.”
Thalith selalu dikenal sebagai orang yang tidak segan-segan untuk menjalankan hukuman. Dia adalah
pribadi yang sangat tegas. Hal ini membuat Aylin takut untuk melanggar perintahnya.
Namun, pada saat menyatakan bahwa dirinya akan patuh, sebenarnya Aylin merasa jauh lebih kesal
pada Keanu. Gara-gara lelaki itu, Aylin terpaksa harus memohon maaf pada Master.
Entah pil atau ramuan jenis apa yang Nugraha Santosa ini cekoki pada Master dan Ketua sampai
membuat dua orang yang berpengaruh itu tak berkutik. Bisa-bisanya membuat Master sampai berpaling
dari Aylin.
“Hormat pada Raja!”
Pada saat ini, murid-murid perempuan yang berada di aula saling bertukar pandang. Sedetik
berikutnya mereka satu per satu berlutut ke arah Keanu.
Sekarang Pak Nugraha telah menjadi penguasa alias raja, mereka tentu harus memberi hormat pada
lelaki itu.
Sebaliknya, Kenau sama sekali tidak merasa senang saat menyaksikan kejadian ini. Dia sungguh
merasa tidak berdaya.
Lelaki itu pun melambaikan tangannya sekilas seraya tersenyum miring. “Sudah, sudah. Kalian nggak
usah bersikap hormat padaku. Ayo bangun.”
Kemudian Keanu mengalihkan pandangannya pada Thalith dan berkata, “Aku mau istirahat dulu.”
Lalu dia langsung meninggalkan aula.
Sudah semalam penuh Keanu tidak bisa tidur. Dia merasa sangat lelah.
Pada saat yang sama, Gladys juga dipapah oleh beberapa orang murid ke sebuah kamar agar
perempuan itu bisa beristirahat dengan benar.
“Dik.” Thalith tersenyum pada Thalia.
“Kemarin malam kamu juga nggak bisa tidur nyenyak kan, sekarang istirahatlah.”
Sembari berbicara, mata Thalith berkedip-kedip menggoda adiknya,
Seketika wajah Thalia langsung memerah. Dia sadar bahwa kakaknya itu masih mengira telah terjadi
sesuatu di antara dirinya dan Pak Nugraha tadi malam.
Sebenanya saat ini Thalia ingin sekali menjelaskan kejadian yang sebenarnya, tapi dia akhirnya
menyerah. Perempuan itu hanya merespon seadanya dan langsung meninggalkan aula.
“Aylin!” Begitu bayangan Thalia sudah menghilang, Thalith langsung memberikan perintah pada
Aylin, “Suruh seseorang pergi keluar untuk memeriksa asal usul wanita bernama Gladys Rana ini.”
Raut wajah Thalith terlihat tenang saat memerintahkan Aylin, tapi matanya memancarkan sorot yang
penuh makna.
Thalith sendiri juga meragukan hubungan Nugraha dan Gladys. Akan tetapi, beberapa saat yang lalu
Thalia masih ada di ruangan ini, sehingga Thalith tidak bisa dengan leluasa membicarakan hal ini. Terlebih
karena Keanu telah menjadi pasangan Thalia.
Berhubung sekarang adiknya itu sudah tidak ada di sini, Thalith tidak perlu mengkhawatirkannya lagi.
Thalith sudah memutuskan, bila ternyata Nugraha dan Gladys benar-benar hanya berteman, Thalith
tidak akan mempermasalahkannya. Akan tetapi, jika ternyata ada hubungan yang tidak biasa di antara
keduanya, Thalith akan langsung wanita yang bernama Gladys Rana itu.
Thalia adalah saudara yang sangat Thalitih sayangi. Adalah sebuah berkah dan keberuntungan besar
bagi Nugraha jika dia bisa menjalin kasih dengan Thalia. Maka dari itu, bagaimana mungkin Thalith akan
membiarkan lelaki itu memiliki wanita lain?
“Baik, Master!” sahut Aylin, dengan sigap dia mulai menjalankan perintah Thalith.
To be continue ...
Halo Sobat Novelme!
Terima kasih sudah membaca chapter ini, dijamin konfliknya makin seru lho!
Buat kalian yang menyukai novel ini, bisa vote, subscribe, komen review dan kasih hadiah ya supaya
author semangat up-nya.
Terima kasih^^
 Selanjutnya
 Daftar Isi
 Sebelumnya

PustakaTop Up

  Selanjutnya
 Daftar Isi

 Sebelumnya 
Hello, Mr. Presdir!Percayalah Padaku
Percayalah Padaku
Pada saat ini, di belahan dunia lain.
Daratan Bumi Bulat.
Kota Y!
Kota Y, yang terletak hanya beberapa kilometer dari Gunung Slaimber, adalah satu-satunya kota besar
yang terletak di bagian barat daya Daratan Bumi Bulat. Kota tersebut juga wilayah militer yang sangat
penting.
Ratusan ribu tentara Pasukan Tanjung Utara yang dipimpin oleh Mandla telah mengepung Kota Y ini.
Ketika Mandla menaklukkan Gunung Slaimber, berbagai perguruan masih berkutat di kediaman
Sagara. Mereka sama sekali tidak memercayai ucapan Gabie. Akan tetapi, begitu mereka mendapat
informasi dari murid keluarga Sagara, barulah mereka bergerak.
Tepat beberapa saat yang lalu, keluarga Sagara, perguruan Duwara Firdaus, dan berbagai perguruan
datang ke kota ini dengan cepat. Sebelum Pasukan Tanjung Utara menyerang kota, pertahanan segera
dikerahkan di Kota Y.
Pada saat ini, Riska, Marko, Askara Saputra, dan para tetua dari berbagai perguruan sedang berdiri di
lereng bukit di luar Kota Y. Raut wajah mereka terlihat sangat serius.
Beberapa ratus meter di depan mereka ratusan ribu Pasukan Tanjung Utara telah berkumpul. Mereka
semua mengenakan baju zirah berwarna hitam. Aura mereka terasa begitu kuat, memancarkan hasrat ingin
membunuh.
Atmosfernya terasa begitu mencekam.
“Apa yang harus kita lakukan?” Wajah Fred Siantar terlihat tegang. “Penguasa Sejati Mandla sendiri
yang memimpin pasukan ini. Bisakah kita menghentikan serangan mereka?”
Usai berkata demikian, para tetua yang berada di sekitarnya pun ikut terlihat tegang. Semua. itu
terlihat jelas di mata mereka.
Enam bulan yang lalu, Gabie terperangkap di Keraton Tanjung Utara. Berbagai perguruan pun pergi ke
sana untuk menyelamatkannya.
Pada saat itulah mereka melihat sendiri seberapa kuat Pasukan Tanjung Utara. Kali kedua mereka
bertemu dengan pasukan ini membuat keberanian diri mereka untuk bertarung menjadi ciut.
Riska pun menarik napas dalam-dalam begitu mendengar kepanikan orang-orang di sekitarnya. Lantas
dia berkata dengan nada lembut dan menenangkan, “Semuanya, tolong jangan panik. Ikuti saja perintahku,
seharusnya dengan begitu jadi tidak ada masalah.”
Riska selama ini juga dikenal sebagai wanita yang berbakat. Salah satu alasan dia terkenal adalah
karena dia berbakat dalam membuat formasi pasukan.
Kemudian semua orang pun mengangguk usai menyimak arahan Riska.
“Baik, kami akan mematuhimu, Bu Riska.”
“Nyaris saja lupa kalau Bu Riska sangat ahli dalam bidang formasi. Dengan kemampuannya itu,
mungkin saja dia bisa menghentikan Pasukan Tanjung Utara.”
Untuk sementara waktu, orang-orang merasa sedikit lebih tenang.
Nguung!!
Tiba-tiba terdengar suara dengungan di udara. Semua orang bisa merasakan bahwa ada aura kuat
yang memenuhi udara.
Kemudian mereka pun melihat sesosok orang yang mengenakan baju zirah emas dan sedang
melayang di udara. Aura yang sosok itu pancarkan terasa luar biasa kuat.
Dia adalah Mandla, sang Penguasa Sejati.
“Perhatian, kalian semua.”
Mandla mengedarkan pandangan pada Riska dan orang-orang yang berada di belakangnya.
“Aku memimpin pasukanku untuk mengepung Daratan Bumi Bulat bukan karena ingin menaklukkan
kalian. Melainkan kami ingin menyelesaikan sebuah tujuan besar, yakni penyatuan kembali Daratan Kyuju.”
“Ini semua semata-mata untuk memberikan manfaat yang besar bagi seluruh orang di dunia. Jadi,
dimohon jangan membuat perlawanan yang tidak perlu dan tunduklah pada kami. Aku nggak akan
memperlakukan kalian dengan buruk.”
Suara lelaki itu sama sekali tidak keras, tapi berhasil menyebar hingga ke seantero Kota Y.
Senyap!
Pihak Daratan Bumi Bulat sangat tertegun begitu mendengar penjelasan Mandla. Tanpa sadar mereka
menahan napas.
Pantas saja lelaki itu memiliki julukan Penguasa Sejati, ternyata memang karena kharisma yang dia
pancarkan sangatlah kuat.
Terutama Riska, ucapan Mandla itu cukup membuat dirinya gentar. Kepercayaan diri yang tadi dia
miliki menghilang seketika.
Namun, perempuan itu dengan sigap menanggapi perkataan Mandla. Tanpa rasa takut dia
memandangi lelaki itu.
“Sekarang di semua daratan, orang-orang biasa hidup dan bekerja dalam keadaan damai dan merasa
puas.”
“Apa yang salah dengan diri Anda sampai harus mengirim pasukan untuk berperang di mana-mana,
membuat orang-orang menderita karena perang, membuat mereka terlantar. Apakah ini yang tadi Anda
bilang memberikan manfaat bagi seluruh dunia?”
Riska menghirup napasnya sejenak, lantas kembali melanjutkan, “Jika Anda memang ingin
menyerang kami, makan kami tidak akan menyerah. Kami tidak akan menyerahkan Daratan Bumi Bulat kami
pada kalian.”
Riska adalah perempuan yang bijaksana.
Dia tahu betul bahwa sebelum ini Keanu pernah berhasil menembus Pasukan Tanjung Utara saat di
Daratan Awan Kidul. Kalau tidak, bagaimana bisa Mandla melepaskan keluarga Sagara dan berbagai
perguruan Daratan Bumi Bulat pada saat itu?
Setelah mendengar ucapan Riska, wajah Mandla perlahan-lahan berubah menjadi dingin. “Aku nggak
akan menahan diriku lagi! Seluruh pasukan! Serang mereka!”
Sebelumnya pada saat di Daratan Awan Kidul, Mandla pernah bertarung beberapa kali melawan
Keanu. Dia sangat terkejut dengan cara Keanu memimpin.
Jika saat ini Keanu ada di kota ini, Mandla pasti tidak akan begitu berani utnuk mengusik Kota Y.
Namun, karena dia tahu bahwa Keanu sedang tidak ada di Daratan Bumi Bulat, Mandla pun tanpa ragu
melancarkan serangannya.
“Serang!!!”
Ratusan ribu Pasukan Tanjung Utara serta merta bergegas menuju Kota Y bak air pasang.
“Semuanyaa! Jangan panik!!” Riska menggigit bibirnya lantas berseru. “Seperti yang sudah
kubilang tadi, mulai perkuat pertahanan!!”
Usai mendengar perintah dari Riska, hampir 500 ribu murid dari berbagai perguruan mengubah posisi
mereka dan membentuk sebuah formasi besar.
Pada saat ini, Pasukan Tanjung Utara juag bergegas maju. Mereka mengirimkan serangkaian serangan
untuk menghancurkan pasukan dari Daratan Bumi Bulat. Tidak butuh waktu lama, sejumlah besar murid dari
berbagai perguruan muncul dan menghalau serangan Pasukan Tanjung Utara.
Riska tersenyum kecil begitu melihat peristiwa ini. Para pemimpin perguruan yang ada di sisinya juga
terlihat sangat bersemangat.
“He he, serangan kami cuma segini, tapi kalian sudah sekuat tenaga untuk menahan serangan? Ha ha
ha!” Tepat pada saat ini, muncullah seorang sosok dari kerumunan Pasukan Tanjung Utara. Sosok itu
perlahan melayang di udara. Wajahnya menampakkan raut mencemooh.
Dia adalah Jaksa Gemilang.
Formasi yang dibentuk oleh Riska terlihat cerdik jika dilihat dari kacamata orang biasa. Namun, di mata
Jaksa, formasi yang Riska buat sangatlah remeh.
Detik berikutnya, Jaksa Gemilang pun memimpin pasukan untuk melancarkan serangan lagi.
Tang! Tang! Tang!
Di bawah komando Jaksa, Pasukan Tanjung Utara tanpa ragu menyerang lagi. Mereka berusaha
meruntuhkan pertahanan yang telah dibuat oleh Riska.
Beberapa celah berhasil dibuka dengan cepat. Suara senjata yang saling berdentangan seketika
terdengar di mana-mana. Erangan-erangan dari mulut para murid dan tentara terdengar hingga ke seantero
Kota Y.
Tidak butuh waktu lama, medan perang telah dipenuhi oleh mayat-mayat!
Tentu saja, korban yang berjumlah lebih banyak adalah di pihak Daratan Bumi Bulat.
Apa??
Sekejap mata wajah Riska berubah menjadi pucat pasi. Tubuhnya bergetar pelan saat melihat Jaksa
yang sedang melayang-layang di udara.
Jadi inilah strategi yang digunakan Mandla, yakni mengerahkan Jaksa untuk ikut berperang?
Jaksa Gemilang benar-benar kuat. Pertahanan yang telah Riska bangun dengan susah payah dengan
mudah dapat dipatahkan oleh lelaki itu.
Riska bergegas-gegas ke bagian depan barisan pasukan Daratan Bumi Bulat.
Dia menghunuskan pedang panjangnya dan berseru, “Semuanya! Sebagai orang Daratan Bumi Bulat,
kita harus mempertahankan setiap senti daratan tercinta ini sampai kita mati! Berjuang sampai titik darah
penghabisan!!”
Wajah Riska yang menawan penuh akan tekad. Sosoknya terlihat berkobar-kobar, menyulutkan
semangat para tetua dan murid Daratan Bumi Bulat.
Hari ini, bahkan jika hari ini mereka akan mati, mereka tidak boleh sampai membiarkan Kota Y jatuh ke
tangan Tanjung Utara!
“Sampai mati!!!”
“Serang!!!”
Marko, Askara dan pemimpin berbagai perguruan yang tadinya berada di belakang Riska pun
langsung merangsek maju. Mereka meraungkan semangat untuk menyelematkan Kota Y.
Semua orang di daratan ini tahu betul, Kota Y adalah pertahanan Daratan Bumi Bulat di sisi barat daya
daratan.
Begitu Kota Y jatuh, maka Pasukan Tanjung Utara bisa dengan mudah masuk ke dalam daratan ini.
Kalau saat itu tiba, maka seluruh Daratan Bumi Bulat berada dalam bahaya!
***
Di sisi lain.
Perguruan Puspita, Daratan Laut Kuning.
Keanu beristirahat selama beberapa jam. Dia berhasil memulihkan energi yang tadinya hilang. Lelaki
itu pun langsung bangkit dan pergi menemui Gladys.
Pada saat ini, Keanu telah menjadi raja di Perguruan Puspita. Semua murid yang dia temui di
sepanjang jalan selalu memperlakukannya dengan penuh hormat.
Akan tetapi, tidak ada sedikit rasa gembira dalam benak Keanu karena status barunya ini. Lelaki itu
malahan merasa amat cemas. Sebagai seorang raja, setiap pergerakannya pasti akan diperhatikan. Hal ini
membuat Keanu bahkan lebih sulit untuk meninggalkan Perguruan Puspita.
Namun, lelaki itu berusaha untuk mengesampingkan masalah itu untuk sementara ini. Yang terpenting
adalah menuggu Gladys untuk pulih terlebih dahulu. Begitu Gladys sudah sehat, barulah Keanu akan
membawanya pergi dari tempat ini.
Alasan mengapa Keanu tidak mau membawa Gladys kemarin malam, karena perempuan itu masih
dalam kondisi yang buruk dan sangat lemah. Sekarang beberapa jam telah berlalu, Keanu yakin Gladys
sudah pulih dan memiliki energi yang cukup dibanding kemarin malam.
Tok! Tok!
Hanya dalam waktu singkat, Keanu pun tiba di kamar Gladys. Lelaki itu meminta para murid untuk
menunggu di luar. Setelah para murid itu pergi, barulah Keanu mengetuk pintu dengan suara lembut.
“Siapa?” Begitu suara ketukan pintu bergema, Gladys pun menyahut. Suaranya terdengar begitu
ringan dan lemah lembut.
Keanu menarik napasnya dalam-dalam, lantas berkata, “Gladys, ini aku.”
Gladys pun membuka pintu kamar. Matanya langsung berserobok dengan mata Keanu. Perempuan itu
menyunggingkan seulas senyum ringan. “Ah kamu rupanya. Ada urusan apa mencariku?”
Sampai detik ini, Gladys masih mengira bahwa Keanu adalah teman lamanya. Dia sama sekali tidak
menyadari siapa sebenarnya Keanu itu.
Krieet.
Keanu balas tersenyum. Lelaki itu lantas menutup pintu dengan hati-hati.
“Gladys, waktu kita sempit, aku nggak bisa menjelaskannya dengan rinci padamu. Tapi, kumohon
percayalah padaku,” uajr Keanu serius.
Kemudian dia meraih tangan Gladys. “Pergilah dari tempat ini bersamaku. Ketika kita sampai di
tempat aman, barulah aku akan menjelaskannya padamu.”
Pipi Gladys yang lembut sontak memerah begitu tangannya digenggam oleh Keanu. Lalu dia berusaha
melepaskan diri dari genggaman tangan itu.
“Nugraha, ap—apa yang kamu lakukan??” tanyanya marah.
Bagi Gladys Rana, Nugraha hanyalah seorang teman. Lelaki ini padahal sudah menjadi pasangan ketua
Perguruan Puspita, tapi malah menggenggam tangannya, tentu Gladys merasa heran.
Perempuan itu pun menggigit bibirnya dan berkata dengan nada ringan, “Tinggal di tempat ini
sepertinya baik-baik saja, terus kenapa kamu malah mau pergi? Ditambah lagi, kalau misalkan kamu pergi,
terus Ketua Thalia bagaimana? Aku lihat, dia sangat baik padamu.”
Ketika sedang berbicara, Gladys dengan sengaha membuat jarak di antara dirinya dan Keanu. Sorot
matanya memancarkan keraguan.
“Aku ....” Keanu merasa bingung harus menjawab apa.
Lelaki itu pun menggaruk kepalanya sekilas, lantas berkata, “Gladys, aku nggak punya hubungan apa-
apa dengan Ketua Thalia. Kalau misalkan aku tetap berada di sini, takutnya aku nggak bisa pergi sama
sekali. Aku ini sebenarnya bukan orang Perguruan Puspita.”
Sekarang Keanu sedang merasa kebingungan.
Gladys masih mengira bahwa dia adalah pasangan ketua Perguruan Puspita, sulit untuk
menjelaskannya dengan detail dalam situasi genting macam ini.
To be continue ...
Halo Sobat Novelme!
Terima kasih sudah membaca chapter ini, dijamin konfliknya makin seru lho!
Buat kalian yang menyukai novel ini, bisa vote, subscribe, komen review dan kasih hadiah ya supaya
author semangat up-nya.
Terima kasih^^
 Selanjutnya
 Daftar Isi
 Sebelumnya

PustakaTop Up

  Selanjutnya
 Daftar Isi

 Sebelumnya 
Hello, Mr. Presdir!Jangan Menetap di Sini!
Jangan Menetap di Sini!
“Gladys!”
Raut wajah Keanu tampak sangat serius. “Ini bukan tempat tinggal kita, bukan tempat yang bisa kita
tinggali dalam waktu lama. Jadi, kumohon cepatlah pergi dari sini bersamaku. Begitu kita sampai di tempat
yang aman, aku pasti akan menjelaskannya padamu, oke?”
Usai berkata demikian, Keanu kembali melangkahkan kakinya, hendak meraih tangan Gladys lagi.
Kalau boleh mengatakan yang sejujurnya, saat ini Keanu sangat ingin mengungkapkan identitas
aslinya. Akan tetapi, dia memutuskan untuk menelan lagi rencananya itu.
Gladys telah kehilangan ingatannya, dan Yudha Dante memanfaatkan hal itu untuk menanamkan
dalam pikiran Gladys bahwa Keanu adalah orang yang tidak-tidak.
Takutnya, jika Keanu mengungkapkan identitas aslinya, Gladys tidak akan mau lagi menuruti perkataan
Keanu, lebih-lebih tidak mau lagi berbicara dengannya.
Yang tidak kalah penting lagi, mereka saat ini masih di Perguruan Puspita. Bila Keanu membuka
identitas aslinya dan diketahui oleh orang-orang perguruan ini, pasti akan jadi jauh lebih merepotkan.
“Untuk saat ini aku nggak mau pergi ke mana-mana.”
Tanpa menunggu Keanu melangkah mendekatinya, Gladys sudah menghindarinya duluan. Kedua bola
mata perempuan itu penuh akan rasa waspada. “Menurutku tempat ini cukup bagus. Oh iya, Nugraha,
kumohon kamu jangan begini lagi.”
Wajah Gladys yang lembut penuh akan perlawanan.
Dia sebenarnya tidak pernah berpikir untuk terus tinggal di tempat ini, tetapi perilaku Keanu
membuatnya enggan untuk menuruti perkataan lelaki itu. Maka dari itu, dia sengaja mengatakan kalau dia
tidak mau, hanya demi mengenyahkan Keanu.
Bagaimana pun, Gladys telah kehilangan ingatannya. Dia tidak bisa mengingat apapun. Sulit untuk
memastikan apakah Nugraha yang ada di depannya ini benar-benar temannya atau bukan. Mana bisa
Gladys menuruti permintaan lelaki itu hanya karena dia memintanya?
‘Aghh!’
Keanu semakin bingung menghadapi Gladys yang melawan. Kini dirinya merasa benar-benar sudah
terpojok. “Gladys, sebenarnya aku ini ....”
Ya, Keanu sudah tidak memiliki solusi lain. Mau tidak mau dia harus mengungkapkan identitas aslinya.
Krieet.
Namun, baru saja lelaki itu mengucapkan beberapa patah kata, pintu kamar tiba-tiba didorong
terbuka dari luar. Beberapa detik kemudian, muncullah Thalith yang sedang masuk sambil tersenyum.
Jantung Keanu sontak mencelus begitu melihat Thalith. Tanpa sadar dia langsung menghela napas
dan merasa sedikit panik.
‘Sial, kenapa tiba-tiba wanita ini muncul?’
‘Habislah aku. Tadi pas aku ngomong, dia nggak dengar kan.’
Pada saat yang sama, pipi Gladys merona merah. Dia merasa gugup bukan main.
Nugraha ini adalah pasangan ketua Perguruan Puspita. Lelaki itu ada di dalam kamarnya saat ini dalam
keadaan pintu yang tertutup. Akankah Thalith salah paham dengan situasi ini?
Bagaimana pun, Master itu memiliki hubungan yang baik dengan adiknya ....
“Ohh ...?”
Thalith berjalan ke arah mereka berdua dan menatap Keanu dengan dingin. “Nugraha, kamu ada di
sini juga toh. Kamu lagi membantu menyembuhkan temanmu? Terus kenapa pintunya ditutup, nggak takut
orang akan salah paham?”
Senyuman memang tersungging di kedua sudut bibir Thalith, tapi sorot mata perempuan itu berkata
lain.
Thalith bermaksud untuk mencari tahu identitas Gladys, karenanya dia memutuskan untuk datang ke
kamar Gladys dan mencari informasi secara langsung. Akan tetapi, begitu dia melihat Keanu juga berada di
tempat yang sama dengan pintu kamar yang tertutup, rasa tidak senang sontak memenuhi benak Thalith.
Nugraha ini sepertinya memang benar-benar memiliki niatan lain terhadap Gladys. Jika lelaki itu
melakukan hal yang tidak-tidak pada Gladys, mana sudi Thalith membiarkan adiknya berhubungan dengan
Nugraha.
Akan tetapi, setelah memperhatikan Keanu dan Gladys masih berpakaian rapi dan tidak sedang
bersentuhan, Thalith pun hanya bisa memendam rasa amarahnya.
‘Ughh.’
Keanu merasa sangat canggung.
Lantas lelaki itu tersenyum, dan menjelaskan, “Tebakan Master tepat sekali, aku memang sedang
membantu menyembuhkan Gladys. Kemarin malam dia jatuh pingsan, jadi dia nggak boleh sampai masuk
angin hari ini. Makanya aku menutup pintu, biar nggak ada angin yang masuk. Nggak ada maksud lain,
kok.”
Sembari berbicara, Kenau diam-diam mengedipkan matanya pada Gladys.
Kedatangan Thalith yang begitu tiba-tiba membuat Keanu tidak bisa mencegah wanita itu untuk
masuk. Dia jadi terpaksa mencari cara lain agar Gladys tidak semakin menolak tawaran Keanu.
Keanu sama sekali tidak takut jika Gladys menuduhnya. Bagaimanapun juga, dia tidak melakukan
apapun padanya sampai saat ini. Keanu sangat mengenak Gladys, perempuan itu pasti tidak sampai hati
melaporkan Keanu.
Kalaupun Gladys merasa agak tidak nyaman dengan tindakan Keanu, dia tetap tidak akan
menyalahkan Keanu.
Pada saat ini, tatapan Thalith terpaku pada Gladys. Perempuan itu tersenyum, dan berkata, “Benarkah
begitu, Mbak Gladys?”
Situasi yang tampak di hadapan Thalith saat ini terlihat sangat mencurigakan. Dia sama sekali tidak
bisa memercayai perkataan Keanu.
“Hmm ....”
Gladys menggigit bibirnya sekilas, lantas mengangguk. “Iya, benar. Tadi saya merasa agak nggak
enak badan, jadi pintunya saya tutup. Untungnya Nugraha merawat saya. Badan saya jadi agak enakan
sekarang.”
Sejujurnya, Gladys merasa muak dengan tindakan Keanu tadi. Akan tetapi, dia menyadari bahwa
Nugraha ini sedang berada dalam posisi sulit dan terpaksa untuk menetap di Perguruan Puspita.
Gladys benar-benar seseorang yang berhati baik. Kalaupun Keanu tidak mengedipkan mata padanya,
perempuan itu tetap tidak akan melaporkan Keanu. Gladys tahu, jika dia menceritakannya pada Thalith,
maka Nugraha bisa terjebak dalam masalah.
Sampai detik ini juga, Gladys masih belum tahu bahwa Nugraha yang ada di depan mata ini
sebenarnya adalah Keanu. Alasan sesungguhnya Keanu masih berada di perguruan ini adalah karena Gladys
seorang.
Thalith pun mengangguk kecil setelah mendengar penjelasan Gladys. “Kalau ternyata begitu,
baguslah.”
Kemudian perempuan itu menatap lurus mata Gladys. “Saya senang melihat kondisimu yang
membaik. Ngomong-ngomong, setelah ini kamu berencana akan pergi ke mana?” tanyanya.
“Nggak!” Gladys menggelengkan kepala kuat-kuat. Raut wajahnya terlihat campur aduk. “Aku juga
masih nggak tahu harus pergi ke mana.”
Gladys datang ke Daratan Laut Kuning setelah berhasil menghindar dari sebuah pertempuran. Dia
sama sekali belum terbiasa dengan tempat ini, serta tidak tahu ke mana harus dia pegi.
Kedua kelopak mata Thalith berkedip-kedip. Dia kembali berkata, “Mbak Gladys, berhubung kamu
adalah teman Nugraha dan seorang perempuan. Ditambah lagi kamu juga hilang ingatan, bagaimana kalau
kamu mempertimbangkan untuk bergabung dengan Perguruan Puspita saja?”
“Kalaupun kamu nggak mau, aku akan mengutus seseorang untuk mengantarmu pergi.”
Saat sedang berbicara, wajah cantik Thalith terlihat tenang, tapi sebenarnya benak perempuan itu
dipenuhi perasaan tak terjelaskan.
Sejujurnya. Thalith sangat berharap Gladys pergi.
Setelah perempuan itu pergi, Nugraha pasti akan memperlakukan Thalia dengan sepenuh hati. Lelaki
itu tidak akan lagi menengok kabar perempuan lain. Hanya saja, Thalith terlampau menjaga citra dirinya, jadi
tidak mungkin bagi perempuan itu untuk mengatakan isi hatinya secara gamblang.
‘Hmm ....’
Gladys menggigit bagian dalam pipinya. Dia menundukkan kepala dan terdiam. Perempuan itu
nampak sangat bimbang.
Sejak kehilangan ingatannya, satu-satunya tempat yang paling akrab baginya adalah Perguruan
Shankara. Akan tetapi, ternyata adik seperguruannya, Yudha Dante telah menipu Gladys dan membuatnya
terpaksa meninggalkan perguruan itu. Hal ini membuat Gladys merasa frustrasi.
Perempuan itu sama sekali tidak punya nyali jika harus berhadapan dengan guru Perguruan Shankara.
Namun, jika Gladys memutuskan untuk tetap tinggal di tempat yang tidak dia kenal ini, apakah dirinya
sanggup?
Keanu diam-diam menghela napas. Dia sangat mengkhawatirkan keputusan Gladys.
‘Sial, apa yang sedang Thalith pikirkan? Dia sengaja ingin membuat Gladys tetap berada di sini?’
‘Nggak, ini nggak boleh sampai terjadi.’
Keanu pun terus mengirimkan kode pada Gladys, dengan harapan perempuan itu akan menolak
tawaran Thalith.
Dia sudah memutuskan, selama Gladys memutuskan untuk pergi dari perguruan ini, Keanu akan
memakai alasan dia yang akan mengantar Gladys untuk melarikan diri dari sini.
Akan tetapi, perempuan itu kerap tenggelam dalam pikirannya sendiri, sama sekali tidak menangkap
kode-kode yang dilayangkan oleh Keanu.
“Baiklah!”
Pada akhirnya Gladys bersuara. Dia menghela napas sejenak baru berbicara lagi, “Aku memutuskan
untuk tinggal di Perguruan Puspita.” Perempuan itu menatap lurus mata Thalith.
Gladys akan berusaha untuk menyesuaikan diri. Meskipun dia sama sekali tidak mengenal Perguruan
Puspita, tapi pemandangan di sini sangat indah dan tenang. Bagi Gladys, ini adalah tempat yang sangat baik
untuk bermeditasi dan berlatih. Dia tidak perlu khawatir akan diganggu orang.
Ngiing!
Begitu menyimak perkataan Gladys, seketika bunyi dengungan memenuhi kepala Keanu. Kepalanya
seketika menjadi kosong.
Habislah sudah. Akan lebih sulit bagi Keanu untuk mengajak Gladys pergi dari perguruan ini.
“Baiklah kalau begitu.” Thalith mengangguk dan tersenyum simpul.
“Bagus juga kalau Mbak Gladys memutuskan untuk tetap di sini. Tunggu sebentar ya, aku akan
mendiskusikannya dulu dengan Ketua. Kami akan memilih tanggal untuk mengadakan upacara
penyambutanmu.”
Kemudian Thalitih pun menoleh pada dua orang murid yang sedang berada di luar. “Mbak Gladys
memutuskan untuk tinggal di sini, dia jadi bagian dari kita. Jadi, tolong antar dia untuk berkeliling-keliling di
perguruan ini, biar dia lebih familier dengan lingkungannya.”
“Baik, Master.” Kedua orang murid itu pun masuk ke dalam ruangan. Mereka mengajak Gladys dan
membawanya keluar.
‘Tamatlah riwayatku.’
Wajah Keanu yang tadinya terlihat cukup tenang menjadi agak berubah. Perasaan campur aduk dapat
terlihat pada air mukanya.
Gladys Rana benar-benar sudah memutuskan untuk menetap, semakin sulit bagi Keanu untuk
mengajaknya pergi.
Pada saat yang sama, Keanu merasa sedikit menyesal. Kalau saja dia tahu hal ini akan terjadi, lebih baik
dia tidak usah repot-repot berdiskusi dengan Gladys, dan langsung membawanya pergi dengan paksa.
Tetapi, sudah terlambat sekarang. Sudah tidak ada gunanya lagi berandai-andai. Untuk sementara
waktu, hanya Keanu dan Thalith yang tersisa di dalam kamar. Atmosfer dalam ruangan itu pun menjadi agak
menegangkan.
“Nugraha.”
Thalith menatap Keanu dengan lekat-lekat. Dia mencibir pada lelaki itu, “Sepertinya hubungan kamu
dan Gladys lumayan baik.”
Keanu merasa agak tersinggung saat mendengar ucapan Thalith. “Apa maksudmu?” balasnya kaku.
“Ha ha ha.”
Thalith terkekeh. “Bukannya ini karena kamu makanya dia mau tetap tinggal di Perguruan Puspita,
padahal ini baru pertama kalinya dia ke sini?
Tidak hanya suara Thalith yang terdengar menusuk saat mengatakan hal ini, tapi tatapannya juga
berkilat tajam.
Keanu mengembuskan napas pelan usai mendengarnya. Dia menjawab sambil tersenyum masam,
“Jadi, maksud Master adalah Gladys memiliki hubungan yang sangat akrab denganku? Bukankah tadi aku
sudah bilang kalau kami hanya berteman?”
‘Astaga, si Thalith ini gila rupanya. Sebagai Master Perguruan Puspita dia sepertinya nggak punya
banyak hal yang bisa dia urus. Lihat aja, dia malah mengorek-ngorek soal aku dan Gladys. Kurang kerjaan.’
Akan tetapi setelah dipikirkan ulang, Keanu pun akhirnya memahami sesuatu.
Thalith salah paham terhadap hubungan Keanu dan Thalia. Dia mengira bahwa Keanu dan adiknya
adalah saling menyukai. Sebagai kakaknya, Thalith pun berusaha membantu Thalia untuk mengawasi tindak
tanduk Keanu. Dia tidak mau membiarkan seorang wanita dekat dengan lelaki yang disukai adiknya.
To be continue ...
Halo Sobat Novelme!
Terima kasih sudah membaca chapter ini, dijamin konfliknya makin seru lho!
Buat kalian yang menyukai novel ini, bisa vote, subscribe, komen review dan kasih hadiah ya supaya
author semangat up-nya.
Terima kasih^^
 Selanjutnya
 Daftar Isi
 Sebelumnya

PustakaTop Up

  Selanjutnya
 Daftar Isi

 Sebelumnya 
Hello, Mr. Presdir!Tidak Masuk Akal
Tidak Masuk Akal
Thalith mendengus keras. Dia terlalu malas untuk membicarakan hal-hal yang tidak masuk akal.
Perempuan itu pun berkata dingin, “Nugraha, apakah kamu dan Gladys benar-benar hanya
berteman? Yah, hanya kamu sendiri yang tahu jawabannya apa.”
“Tapi tolong diingat baik-baik, jika kamu sekali saja memperlakukan Thalia dengan buruk dan
membuatnya sedih, aku nggak akan melepaskanmu gitu aja.”
Nada suara Thalith semakin mendingin. “Selain itu, aku akan memberitahukanmu satu hal lagi, aku
sudah mengutus seseorang untuk mencari identitas Gladys Rana. Jika ternyata hubungan kalian berdua
tidak sesuai dengan yang kamu katakan barusan, lihat saja nanti aku akan berbuat apa.”
“Gladys Rana nggak akan mungkin bisa bertahan, dan kamu, kamu pasti akan mati.”
Ketika mengucapkan kalimat terakhir, Thaith menyunggingkan senyum penuh artinya. Dia menatap
lurus mata Keanu. Lantas pada detik berikutnya dia berbalik dan meninggalkan ruangan.
Apa??
Tubuh Keanu seketika menegang. Lambat laun dia melihat bayangan Thalith menghilang. Barulah
pada saat itu, rasa amarah terbit dalam benaknya.
‘Brengsek. Wanita itu ternyata lebih gila dari yang kukira. Dia sampai-sampai menyuruh orang untuk
menyelidiki riwayat hidup Gladys. Gila.’
Hal ini juga membuat Keanu semakin terdorong untuk sesegera mungkin membawa Gladys keluar dari
tempat ini.
Raut wajah lelaki itu terlihat sangat serius saat dia melangkah ke luar ruangan.
“Aihh!”
Sesampainya di taman yang berada di luar, Keanu langsung menhela napasnya keras-keras. Dia
bertanya pada Naga Tanjaya dan beberapa orang lainnya yang berada di dalam Menara Linglong, “Naga,
Satya Malik, apakah kalian punya ide?”
“Untuk urusan ini ....” Sakti merenung sejenak, lantas berkata getir, “Bila saja ini tentang astronomi,
geografi, geologi, saya masih mampu untuk memberikan solusi pada Tuan. Tapi, kalau tentang hubungan
antara pria dan wanita ini, mohon maaf saya benar-benar tidak memahaminya.”
Kemudian Naga pun tersenyum dan mengamini, “Tuan, mohon maaf, saya juga tidak bisa
membantu.”
‘Sial!’
Keanu langsung terdiam begitu mendengar tanggapan kedua orang itu.
“Tuan!”
Tiba-tiba Ajarkara sang Dewa Kaligrafi bersuara, “Tuan sekarang sedang diselimuti oleh emosi. Tentu
Tuan menjadi lebih sulit memikirkan sebuah solusi dengan pikiran jernih. Setelah Tuan merasa lebih tenang,
mungkin Tuan bisa menemukan jalan keluarnya.”
Tenang?
Keanu merasa tidak berdaya begitu mendengar kata itu. Dia pun menjawab, “Dalam situasi yang
seperti ini, gimana bisa saya tenang?”
Gladys telah memilih untuk tinggal di Perguruan Puspita. Thalith mengutus orang untuk menyelidiki
asal-usul Gladys. Bagaimana bisa Keanu merasa tenang??
“Tuan, menulis adalah cara terbaik untuk memulihkan suasana hati Anda yang buruk.” Ajarkara
berkata dengan sangat hati-hati. “Saya cukup baik dalam bidang kaligrafi, saya akan menceritakan hal-hal
yang saya tahu.”
“Kalau Tuan berkenan untuk berlatih menulis kaligrafi, emosi yang memenuhi kepala Tuan pasti akan
menghilang seiring Tuan berlatih. Mungkin dengan cara ini Tuan bisa menjadi lebih tenang.”
Keanu menyimak baik-baik saran Ajarkara. Lantas lelaki itu mengangguk pelan. “Baiklah, aku akan
melakukannya.”
Lelaki itu sama sekali tidak bisa memikirkan solusi apapun saat ini. Mungkin memang lebih baik jika
dia berlatih menulis kaligrafi dan menstabilkan emosi, seperti yang dikatakan Ajarkara.
Setelah itu, Ajarkara pun mulai menjelaskan pada Keanu mengenai hal-hal yang dia pelajari dalam
bidang kaligrafi.
Keanu dengan tenang menyimaknya. Dia duduk di sebuah bangku yang ada di taman sembari
memegang ranting pohon. Dia berlatih menulis di tanah.
Sebelum-sebelumnya Keanu memang mampu untuk menulis kaligrafi dengan cukup baik. Tetapi
setelah berlatih dengan Dewa Kaligrafi, keterampilannya pun langsung meningkat pesat.
Entah sudah berapa lama waktu berlalu sejak Keanu mulai berlatih. Begitu malam tiba, suasana hati
lelaki itu sudah jauh lebih tenang jika dibandingkan dengan sebelum-sebelumnya. Namun, sayangnya dia
masih belum bisa memikirkan solusi apapun.
Melihat hari yang semakin gelap, Keanu pun memutuskan untuk kembali ke kamarnya.
“Raja!”
Begitu dia tiba di depan kamar, Keanu melihat ada seorang murid perempuan yang menungguinya.
Murid itu pun menyapa Keanu dengan hormat, lantas berkata, “Master mengatakan, karena Anda
sekarang adalah raja dan suami Ketua Thalia, jadi tidak patut jika tinggal di kamar ini. Oleh karena itu, mulai
dari hari ini, Raja akan beristirahat di kamar yang sama dengan Ketua.”
Apa?
Keanu tercengang mendengar pernyataan murid itu. Butuh beberapa detik baginya untuk meresapi
kata-kata tersebut. Dia benar-benar tidak tahu harus bereaksi seperti apa.
‘Sialan. Thalith bukan hanya orang gila, tapi juga terlalu ambisius. Bisa-bisanya dia yang menentukan
kalau aku dan Thalia harus tidur bersama. Kelewatan,’ batin Keanu.
Kemudian lelaki itu melirik ke dalam kamar, ternyata ranjang tidurnya sudah tidak ada di sana. Tidak
mungkin jika Keanu memaksakan diri untuk tidur di kamar itu.
Dia pun tersenyum masam seraya mengangguk. “Baiklah.”
Usai berkata demikian, Keanu mengikuti murid itu dan berjalan menuju kamar ketua Perguruan
Puspita.
Begitu dia memasuki kamar tersebut, lelaki itu lagi-lagi terperangah.
Ruangan tersebut penuh akan aroma harum. Nampaknya habis didekor ulang.
Dua orang murid berdiri di dalam kamar dengan sikap hormat. Tepat di antara mereka berdua,
duduklah Thalia di atas sebuah sofa. Air muka nampak sangat malu.
Jelas terlihat bahwa Thalia sebenarnya tidak ingin beristirahat di ruangan yang sama dengan Keanu.
Namun, sayangnya dia tidak bisa membantah Thalith.
Wajah Thalia sontak tersipu malu begitu melihat Keanu.
Detik berikutnya ketua Perguruan Puspita itu berkata pada beberapa murid perempuan yang ada di
dalam kamar, “Sudah, silakan kalian semua keluar dari sini.”
“Baik, Ketua!” Murid-murid itu menjawab dengan sigap. Kemudian mereka undur diri. Tetapi,
sebelum pergi mereka tidak lupa melirik pada Keanu sambil terkikik pelan.
Nugraha Santosa telah menjadi seorang raja. Dia adalah suami Ketua Thalia. Tapi, entah mengapa
ekspresi lelaki itu sangat konyol dan polos saat dia memasuki kamar Ketua. Sangat menarik untuk dilihat,
haha.
Hanya dalam waktu singkat, Keanu pun ditinggalkan berdua dengan Thalia. Seketika suasana di dalam
ruangan itu berubah menjadi agak canggung.
Setelah beberapa puluh detik berlalu, Keanu perlahan bisa menenangkan dirinya. Kemudian lelaki itu
pun menatap Thalia sambil tersenyum, “Ketua, maaf sudah menunggu lama. Hari sudah larut, lebih baik
kita berdua beristirahat saja.”
Usai berbicara, Keanu berjalan menuju ranjang tidurnya.
Kalau boleh mengatakan yang sebenarnya, suasana hati Keanu sedang buruk karena tidak berhasil
mengajak Gladys pergi dari perguruan ini. Akan tetapi, setelah dia melihat Thalia, dia merasa jadi lebih
santai.
“Berhenti!” Baru dua langkah Keanu ambil, Ketua Thalia tiba-tiba menghentikannya.
“Siapa yang menyuruhmu tidur di atas ranjang? Kamu benar-benar menganggap dirimu adalah
seorang raja? Kubilang nih ya, semua barang yang ada di ruangan ini adalah milikku. Jangan menyentuhnya
sembarangan.”
Jantung Thalia berdetak cepat. Amarah membuat tubuhnya bergetar tanpa sadar.
Jelas-jelas Nugraha tahu bahwa Thalith telah salah paham. Kalau lelaki itu memang tidak mau
memikirkan cara untuk meluruskannya, ya sudah tidak apa. Namun, sekarang Nugraha malah lancang
berada di dalam kamar tidurnya.
Thalia sama polosnya seperti selembar kertas putih, mana sudi dia membiarkan Keanu tidur di ranjang
yang sama dengannya?
Keanu pun membalikkan badannya dan menatap Thalia.
Lelaki itu tersenyum dan angkat suara, “Ketua Thalia, hari sudah larut. Jika aku nggak tidur di ranjang,
terus aku harus tidur di mana? Selain itu, Master Thalith-lah yang mengatuurnya menjadi seperti ini, bukan
aku yang melakukannya. Kenapa kamu malah marah padaku?”
Saat ini Keanu merasa dirinya benar-benar terperangkap.
‘Kalau aja bukan karena Thalia ini, mana mungkin aku jadi terpaksa tinggal di perguruan ini, bertemu
dengan Thalitih, sampai-sampai menimbulkan keributan separah ini.’
Melihat air muka Keanu yang sedang tersenyum, Ketua Thalia semakin marah. Wajahnya pun
memerah.
“Ini kamarku, apapun yang terjadi, akulah yang memiliki keputusan terakhir. Kamu nggak boleh tidur
di ranjang. Kalau kamu mau istirahat, tidur aja di lantai. Jangan buka pakaianmu,” ujarnya dingin dan tegas.
Thalith sudah telanjur mengatur mereka berdua menjadi sekamar, sehingga sulit bagi Thalia untuk
mengusir Nugraha dari sini. Pasti akan sangat merepotkan jika kabar tentang pengusiran hinggap di telinga
Thalith.
Namun, satu syarat tetap harus berlaku. Ranjang milik Thalia tidak boleh disentuh oleh Keanu. Sama
sekali.
‘Tidur di lantai? Nggak boleh lepas baju?’
Keanu tidak bisa menahan diri untuk tidak berkomentar, “Mengapa begitu? Kan sekarang aku shda
menjadi raja Perguruan Puspita dan suamimu. Buat apa kamu melarang-larangku tidur di mana dan gimana
aku berpakaian saat tidur? Bukannya itu berlebihan?”
Thalia pun mendengus. Dia mengabaikan ucapan Keanu.
‘Aihh ....’
Kali ini ganti Keanu yang mengela napas. Lelaki itu melangkah maju. “Yah, aku pasti nggak akan
melepas pakaianku. Aku juga nggak akan berbuat apa-apa padamu. Tapi, aku tetap harus tidur di atas
ranjang, karena aku tahu betul betapa nggak enaknya tidur di lantai!”
To be continue ...
Halo Sobat Novelme!
Terima kasih sudah membaca chapter ini, dijamin konfliknya makin seru lho!
Buat kalian yang menyukai novel ini, bisa vote, subscribe, komen review dan kasih hadiah ya supaya
author semangat up-nya.
Terima kasih^^
 Selanjutnya
 Daftar Isi
 Sebelumnya

PustakaTop Up

  Selanjutnya
 Daftar Isi

 Sebelumnya 
Hello, Mr. Presdir!Kaligrafi yang Sangat Berharga
Kaligrafi yang Sangat Berharga
“Kamu ....”
Air muka Ketua Thalia terlihat tidak enak. Nugraha ini ternyata sangat menyebalkan, bagaimana bisa
dia meminta untuk tidur di atas ranjang?
Semakin memikirkannya membuat Thalia merasa semakin marah. Perempuan itu pun mengentakkan
kakinya dan berseru, “Enyah dari sini!”
Setelah berkata demikian, Thalia berjalan dengan cepat hendak memukul Keanu.
‘Dasar lelaki nakal, bisa-bisanya meminta tidur seranjang dengan diriku!’
‘Dasar tukang mimpi!’
Plak!
Keanu dengan cepat menyadari pergerakan perempuan itu. Dia pun segera melesat ke samping dan
menghindar. Lalu dengan cepat dia menekan titik akupuntur Thalia.
Gerakan Keanu sangat cepat, Thalia sama sekali tidak punya kesempatan untuk menghindar.
Hanya dalam waktu sekejap, tubuh perempuan itu pun bergetar pelan dan akhirnya tidak bisa
bergerak sama sekali. Kemudian dia berkata sengit, “Nugraha?? Apa yang kamu lakukan?”
Keanu terkekeh pelan. Dia memandang Thalia sambil berkelakar, “Apa yang kamu bicarakan? Tentu
saja biar kamu bisa menemani suamimu ini tidur.”
Lalu Keanu menggendong Thalia ke tempat tidur.
Deg!
Tanpa sadar Keanu menahan napasnya saat bersentuhan dengan Thalia.
Boleh dibilang, ketua Perguruan Puspita ini tidak hanya terlihat cantik menawan, tapi juga memiliki
proporsi tubuh yang bagus.
Namun, begitu Keanu teringat kembali akan rencananya yang gagal karena menjadi suami ketua ini,
rasa amarah pun kembali bangkit. Semakin Thalia marah pada Keanu, justru Keanu semakin ingin balas
dendam padanya.
Andaikan saja pada hari pertama Keanu tiba di Perguruan Puspita dan dibiarkan pergi oleh Thalia,
Keanu pasti bisa menemukan Gladys lebih cepat. Gladys tidak akan sampai pingsan di sisi Danau Sutji.
Mereka tidak akan terjebak di tempat ini.
Sementara itu, Thalia sama sekali tidak bisa melawan. Wajahnya sudah memerah karena geram.
“Kamu! Kamu lepaskan aku sekarang juga!”
Keanu tidak bisa menahan tawanya. Dengan sengaja dia menggelengkan kepala kuat-kuat dan
berkata, “Gimana bisa aku melakukannya? Aku kan suamimu sekarang, dan kamu adalah istriku. Aku punya
hak untuk tidur bersamamu.”
Thalia nyaris menangis usai mendengar ucapan Keanu itu. Dia mengigit bagian dalam pipinya
kencang-kencang. Hampir saja gigitan itu membuat darah menetes dalam mulutnya.
Sedari awal Keanu memang hanya menggoda-goda Thalia, dia sama sekali tidak punya maksud untuk
tidur bersama wanita itu.
Pada saat ini, di sudut mata Thalia mulai menggantung beberapa tetes air mata. Keanu pun tersenyum,
lantas berbicara, “Oke, oke, malam ini aku nggak akan tidur seranjang denganmu. Aku akan tidur di lantai.
Tapi, kamu harus memanggilku ‘Suami’ dulu, baru aku mau.”
“Kau—”
Wajah Thalia memanas dengan cepat. Tubuhnya bergetar marah. Dia merasa malu pada saat yang
sama.
Nugraha ini makin licik! Penuh akal bulus!
Tetapi, jika Thalia tidak memanggilnya dengan sebutan itu, bisa-bisa dia terpaksa harus tidur
seranjang dengan lelaki itu.
Seperti yang sudah dikatakan sebelum-sebelumnya, Thalia masih sangat suci. Bagaimana bisa dia tidur
di ranjang yang sama dengan Nugraha?
Kemarin saja Thalith sudah salah paham pada mereka. Bagaimana kalau mereka bedua terlihat sedang
tidur seranjang, mau separah apa nanti hasilnya?
Akan tetapi, sulit sekali bagi Thalia untuk melontarkan satu kata panggilan itu. Dia harus bagaimana?
Melihat wajah cantiknya yang memerah dan tampak bimbang, Keanu pun tersenyum dan semakin
mendesak, “Cepat, mau panggil aku dengan sebutan itu nggak? Kalau nggak, aku akan betulan naik ke
ranjangmu.”
“Kamu—”
Amarah Thalia semakin memuncak. Dia menatap Keanu dengan sengit. Jika saja tatapannya itu bisa
membunuh seseorang, Keanu pasti sekarang sudah tidak bernyawa.
Thalia pikir, Nugraha adalah seorang lelaki dengan keterampilan dalam bidang medis yang baik. Dia
sungguh tidak menyangka bahwa lelaki itu ternyata adalah seorang bajingan!
Saat ini, Thalia merasa sangat menyesal, dia menyesal karena menyuruh Nugraha untuk menuliskan
resep Pil Rawi Mangkus serta tidak mau membiarkan lelaki itu pergi. Alhasil, sekarang Thalia malah
dipermainkan oleh Nugraha.
“Wah, wah, tabiatnya Ketua Thalia ternyata sangat keras kepala.” Keanu berkata sambil menarik
kedua sudut bibirnya. “Aku telah memberimu kesempatan. Jika kamu masih nggak mau melakukannya, aku
akan berbaring di ranjang sekarang dan beristirahat di sana.”
Usai berkata demikian, lelaki itu perlahan melangkah menaiki ranjang.
Kecemasan sontak menyergap benak Thalia. Dia mencicit, “Ja—jangan, Suami ....”
Begitu kata itu terlontar, seketika wajah Thalia memerah bak tomat rebus.
‘Ha ha ha.’
Keanu berhasil memaksa perempuan itu melakukan hal yang dia minta.
Ada sebersit rasa senang dalam benak Keanu.
Meskipun lelaki itu masih belum berhasil terpikirkan cara untuk membawa Gladys pergi, setidaknya
untuk saat ini Keanu bisa menghibur dirinya sendiri dengan tingkah Thalia. Bukan suatu hal merugikan bagi
Keanu mendengar Thalia yang memanggil dirinya dengan sebutan “Suami”.
Ketua perguruan itu pun menggigit bibirnya. Dia merasa sangat malu. Dia tidak pernah sekali pun
membayangkan dirinya akan memanggil pria bernama Nugraha ini dengan sebutan “Suami”.
“Aku sudah menyebut kata itu. Sana tidur di lantai!” ujar Thalia dingin.
“Oke, oke.” Keanu menyunggingkan seulas senyum dan mengangguk. Dia tidak mengganggu Thalia
lagi.
Tentu saja Keanu belum melepaskan titik akupuntur Thalia yang dia kunci. Semata-mata untuk
berjaga-jaga siapa tahu Thalia akan menyerangnya pada saat Keanu tidur.
Detik berikutnya, Keanu mengedarkan pandangan ke sekeliling dan melihat ada tumpukan gulungan
kaligrafi dan tulisan. Lelaki itu mengambil dan menggelarnya di atas lantai.
Tidak ada cara lain.
Tidak ada alas tidur tambahan di kamar ini. Hanya ada kaligrafi dan lukisan-lukisan ini saja yang bisa
dijadikan sebagai alas.
Sreeek.
Namun, tanpa sengaja Keanu malah merobek sebagian gulungan kaligrafi.
“Kau—”
Thalia mengerling tajam pada Keanu. “Ini adalah kaligrafi karya Master Itou, tamatlah riwayatmu.”
Saat sedang mengatakannya, ada kilat mata kesal tapi angkuh di bola mata Thalia.
‘Tamatlah riwayatku?’
Keanu mengerutkan kening dan menatap Thalia heran. “Bukannya ini hanya sebuah kaligrafi? Kenapa
sampai mengancam separah itu?”
“Ha ha ha ha!”
Thalia terkekeh. “Kamu tahu nggak, kaligrafi ini dihadiahkan oleh Thalith padaku di saat Perguruan
Puspita baru saja dibangun. Benda ini sangat berarti baginya. Kalau sampai dia tahu kamu merusaknya, dia
pasti nggak akan memaafkanmu.”
Apa yang dikatakan Thalia memang benar, kaligrafi yang dirusak Keanu khusus dihadiahkan oleh
Thalith pada saat perguruan ini baru didirikan. Kaligrafi tersebut melambangkan persaudaraan di antara
mereka, tentu memiliki arti yang luar biasa dalam.
Jika kaligrafi itu dirusak pada hari-hari biasa, Thalia pasti akan langsung marah bukan main. Akan
tetapi, hari ini lain kasusnya. Thalia justru merasa senang karena Keanulah yang merusaknya.
Hal ini karena Thalith adlaah seorang wanita yang sangat emosional. Entah itu hadiah yang dia berikan
atau yang dia dapatkan, Thalith pasti akan menghargainya. Bila perempuan itu tahu apa yang telah terjadi
pada hadiah yang dia berikan pada Thalia, Thalith pasti tidak akan tinggal diam.
Thalia sudah memutuskan. Besok subuh dia akan memberitahukan Thalith bahwa kaligrafi itu telah
dirusak oleh Nugraha.
Kalau saat itu telah tiba, kepala Thalith pasti akan langsung mendidih. Jika Nugraha tidak dibunuh di
tempat, paling tidak dia akan diusir dari Perguruan Puspita.
Dengan begini, Thalia pun tidak lagi menjadi pasangan Nugraha. Status yang sangat memalukan.
Kalau boleh jujur, perempuan itu sebenarnya juga merasa sedih saat melihat kaligrafi yang penuh arti
itu rusak. Namun, dia berusaha mengenyahkan perasaan itu demi bisa keluar dari hubungan cinta yang
canggung ini.
‘Apa!??’
Sebaliknya, Keanu terpaku. Kaligrafi ini ternyata sepenting itu?
Detik berikutnya, Keanu memperhatikan tulisan-tulisan yang ditorehkan di atasnya. Seketika dia
merasa konyol.
‘Ha ha.’
‘Siapa yang menulsi kayak gini? Biasa banget kelihatannya.’
Keanu pun tersenyum kecil. Dia berkata pada Thalia, “Ini yang kamu sebut kaligrafi?”
Belajar kaligrafi di bawah bimbingan Ajarkara benar-benar membuat keterampilan Keanu berkembang
pesat. Inilah yang membuat kaligrafi tersebut nampak biasa saja di mata Keanu.
“Apa kamu bilang??”
Thalia terdiam sejenak, lantas melanjutkan, “Kaligrafi ini dibuat seabad yang lalu. Ini adalah tulisan
tangan Master Itou.”
Master Itou merupakan seorang biksu Budha yang sangat terkenal di Daratan Laut Kuning. Namun, dia
lebih dikenal karena karya kaligrafinya yang luar biasa.
Bisa dikatakan, nyaris seabad lamanya nama biksu tersebut harum di Daratan Laut Kun karena kaligrafi
yang dia buat.
Dan orang bernama Nugraha Santosa yang ada di depan mata Thalia ini justru mencemooh karya
sang master yang luar biasa itu.
Dasar sombong.
To be continue ...
Halo Sobat Novelme!
Terima kasih sudah membaca chapter ini, dijamin konfliknya makin seru lho!
Buat kalian yang menyukai novel ini, bisa vote, subscribe, komen review dan kasih hadiah ya supaya
author semangat up-nya.
Terima kasih^^
 Selanjutnya
 Daftar Isi
 Sebelumnya

PustakaTop Up

  Selanjutnya
 Daftar Isi
 Sebelumnya 
Hello, Mr. Presdir!Penghujung Pertarungan
Penghujung Pertarungan
Thalia memandang Keanu lamat-lamat. “Nugraha, kalau sampai Thalith tahu kamu merusak kaligrafi
ini, dia pasti nggak akan mengampunimu. Mumpung saat ini dia belum tahu apa-apa, cepatlah pergi dari
sini. Tinggalkan Perguruan Puspita. Jangan kembali lagi ke sini.”
Sang ketua perguruan itu benar-benar sudah hilang respek pada Nugraha. Satu-satunya hal yang
perempuan itu inginkan sekarang adalah agar lelaki pembawa masalah itu segera pergi dari perguruannya.
Selama Nugraha sudah pergi dari tempat ini, maka Thalia bisa membuktikan bahwa dirinya tidak
bersalah dan semua ini kesalahpahaman belaka.
Sementara itu, Keanu merasa ingin menangis sekarang juga. Kalau saja Thalia memintanya melakukan
hal itu sejak dua hari yang lalu, Keanu pasti akan langsung pergi tanpa ragu. Dia pasti tidak akan mengulur-
ulur masa tinggalnya di perguruan ini.
Akan tetapi, sekarang Gladys juga ada di Perguruan Puspita. Mana mungkin Keanu rela meninggalkan
perempuan itu begitu saja?
“Huh ....”
Keanu pun menghela napas panjang dan mengarahkan kedua bola matanya pada Thalia. “Bukannya
itu cuma kaligrafi biasa? Sini aku tuliskan ulang.”
Apa?
Bahu Thalia sontak terguncang pelan. Dia memandang Keanu dengan sorot mata heran. “Nugraha,
aku tahu kamu memang ahli dalam bidang medis, tapi kamu jangan sok gitu deh. Ini kaligrafi. Bukan obat-
obatan,” ujar perempuan itu tanpa bisa menahan tawanya.
“Kaligrafi ini namanya ‘Pada Dewa Kaligrafi’. Karya ini merupakan tiruan dari karya buatan Dewa
Kaligrafi pada masa itu, kamu tahu tentang dewa itu nggak? Dia adalah pembuat kaligrafi terkenal di masa
kekaisaran lama dari Daratan Bumi Bulat.”
“Sebagai bentuk penghargaan pada Dewa Kaligrafi, Master Itou pun membuat tiruannya. Jadi,
kaligrafi ini sungguh bukan kaligrafi biasa, ini adalah karya yang menunjukkan bahwa Master Itou sangat
menghormati Dewa Kaligrafi.”
“Ah sudahlah, kamu kan orang dari Daratan Awan Kidul, mana mungkin kamu tahu tentang Dewa
Kaligrafi ini. Oh iya, aku baru ingat, nama aslinya adalah Ajarkara.”
Hingga detik ini, Thalia masih mengira bahwa Nugraha berasal dari Daratan Awan Kidul.
Apa yang tadi perempuan itu jelaskan memang benar adanya. Kaligrafi yang tidak sengaja dirusak
oleh Keanu ini memang ditulis oleh Master Itou sebagai bentuk penghormatan pada Dewa Kaligrafi
Ajarkara.
Ratusan tahun silam, ada semacam pembatas di antara sembilan daratan. Namun, pembatas itu hanya
bisa menghalangi orang biasa. Sebaliknya, para Mandraguna bisa melewati pembatas itu dan mengunjungi
ke daratan-daratan lain.
Pada masa itu, beberapa orang Mandraguna membawa karya-karya dan teknik yang dimiliki Dewa
Kaligrafi ke daratan lain.
Tepatnya tiga ratus tahun yang lalu, Master Itou dari Daratan Laut Kuning melihat karya asli Dewa
Kaligrafi untuk pertama kalinya. Dia merasa kagum dengan karya tersebut dan menganggapnya sebagai
sebuah mahakarya.
Dewa Kaligrafi pun menjadi pujaan Master Itou.
‘Dewa Kaligrafi? Ajarkara?’
Keanu sontak terpegun saat mendengar nama itu tersebut. Detik berikutnya, dia nyaris saja tidak bisa
menahan tawanya.
Ha ha ha.
Ternyata Dewa Kaligrafi yang Thalia maksud dari tadi adalah Ajarkara. Siapa yang menduga kalau
Master Itou dari Perguruan Puspita sangat mengagumi Dewa Kaligrafi yang satu itu.
Sungguh sebuah kebetulan saat ini Keanu memiliki kuasa atas Ajarkara di dalam Menara Linglong
miliknya. Yang lebih kebetulan lagi, baru saja siang tadi Keanu belajar menulis kaligrafi pada dewa itu.
Keanu pun tidak mengucapkan sepatah kata lagi. Tangannya bergerak mengambil pena, tinta, dan
kertas yang ada di atas sebuah penyangga kayu.
“Kamu ... apa yang mau kamu lakukan?” Dahi Thalia sedikit mengernyit saat melihat Keanu berbuat
demikian.
Sungguh, rasanya Thalia ingin marah dan tertawa melihat Keanu yang sok-sokan mengambil peralatan
untuk menulis kaligrafi.
Nugraha ini, setelah dia menjadi raja di Perguruan Puspita, dia langsung menggila, bak bisa melakukan
segalanya. Kaligrafi ini karya Master Itou, bagaimana mungkin Nugraha bisa menirunya?
Selain itu, setahu Thalia lelaki itu hanya ahli dalam bidang medis, bukan bidang kaligrafi.
Sreek. Sreek. Sreek.
Kesangsian Thalia sepertinya tidak masuk ke dalam telinga Keanu. Lelaki itu malah mencelupkan pena
ke dalam tinta dan mulai menulis kaligrafi di atas kertas dengan gaya yang meyakinkan.
Ketika siang tadi, kemampuan menulis Keanu telah mencapai tingkat yang tinggi, nyaris tidak bisa
dicapai oleh orang biasa.
Berhubung tadi Keanu sudah belajar menulis kaligrafi langsung pada Ajarkara, jadi bagaimana
mungkin jika hasil karyanya akan terlihat buruk?
Bagaimana pun dia adalah seorang Dewa Kaligrafi.
“Sudah!”
Hanya dalam waktu kurang dari dua menit, Keanu sudah berhasil menuliskan sebuah frase. Lelaki itu
pun meletakkan pena yang sedari tadi dia pegang. Lantas mengerlingkan matanya pada Thalia seraya
tersenyum.
“Bagaimana? Kata-kata yang kutuliskan ini terlihat lebih kuat dan tegas dibandingkan dengan yang
dituliskan oleh si Master Itou, ‘kan?”
“Hah, tulisanmu mana mungkin bisa disetarakan dengan milik Master Itou,” balas Thalia. Tatapan
matanya masih terpaku pada jendela yang berada di seberang ruangan.
Kemudian perempuan itu pun mulai menggerakkan kepalanya ke arah kaligraifi yang Keanu buat.
Detik berikutnya, tubuh Thalia serta merta berguncang. Sorot matanya nampak kosong seketika.
Deg!
Dia tanpa sadar menahan napasnya. Wajahnya yang bergaris lembut penuh akan keterkejutan.
Sangat, sangat terkejut.
Dia bisa menilai bahwa garis-garis yang ditorehkan oleh Keanu nampak gesit, namun anggun. Seolah-
olah kata-kata yang ditulisnya hidup. Setiap kata ditulis dengan sangat sempurna. Pesona yang terpancar
dari kaligrafi itu terasa begitu menakjubkan.
Tulisan Master Itou yang sebelumnya Thalia bangga-banggakan seketika berubah bagaikan ditulis
oleh seorang anak kecil. Karya yang dia hasilkan sungguh jauh berbeda dengan kaligrafi yang dibuat oleh
Nugraha.
Semenit lamanya berlalu, ketua perguruan tersebut akhirnya tersadar dari keterkejutannya dan
menatap Keanu. “Ap—apakah ini benar-benar kamu yang menulisnya?”
Detik berikutnya, wajah Thalia langsung memerah. Dia merasa malu. Jelas-jelas tadi Nugraha menulis
kaligafi ini tepat di depan matanya, lantas kenapa dia malah menanyakan hal konyol seperti ini?
‘Apa yang terjadi padaku?’ batin Thalia.
Akan tetapi, bukankah Nugraha adalah seorang dokter? Bagaimana bisa dia juga memiliki bakat yang
begitu hebat dalam bidang kaligrafi?
Otak Thalia sontak berdengung. Dia lagi-lagi kembali merasa terkejut. Dia sangat terpana melihat
Keanu.
Sebagai seorang ketua dari sebuah perguruan, tentu Thalia juga dituntut untuk harus mampu berkarya
dalam bidang seni. Untuk menunjukkan bahwa dia punya kebolehan lain.
Perempuan itu pun sangat menekuni bidang kaligrafi dan melukis.
Atas alasan inilah Thalith menghadiahi Thalia kaligrafi karya Master Itou ini.
Akan tetapi, tepat pada hari ini, Thalia pun tersadar ada yang lebih hebat daripada Master Itou yang
sangat dia kagumi.
Setelah melihat kaligrafi buatan Nugraha, ahli kaligrafi yang terkenal selama ratusan tahun di Daratan
Laut Kuning itu ternyata tidak ada apa-apanya dibandinga Nugraha.
Ha ha ha.
Sementara itu, Keanu sedikit terkekeh melihat reaksi Thalia yang ada di depannya. Lelaki itu tersenyum
dan berkata, “Bagaimana? Kalau dibandingkan dengan kaligrafi Master Itou, yang kubuat ini pasti nggak
ada masalahnya, ‘kan?”
Keanu terlihat sangat santai saat berbicara.
Meskipun Master Itou yang sedari tadi disebut-sebut oleh Thalia adalah kaligraf terkenal di Daratan
Lau Kuning, tapi dia ternyata bahkan menyalin kaligrafi Dewa Kaligrafi yang dia kagumi.
Sebaliknya, Keanu justru adalah tuan dari Dewa Kaligrafi tersebut, tentu Keanu bisa merasakan secara
langsung bagaimana teknik yang dilakukan oleh Ajarkara, bukankah begitu?
Bagaimana bisa Keanu dibanding-bandingkan oleh Master Itou yang biasa itu?
“Mm-hmm.” Thalia menanggapi sambil mengangguk sekilas.
Kaligrafi yang dituliskan oleh Nugraha ini jauh lebih bagus daripada buatan Master Itou, baik dari segi
teknik maupun nilai artistik.
“Baiklah. Kaligrafi ini kuberikan padamu sebagai gantinya. Aku mau istirahat dulu.” Keanu sudah
terlalu malas untuk berbasa-basi lagi. Dia pun langsung berbaring di lantai untuk beristirahat.
Sementara itu, Thalia sama sekali tidak bisa terlelap. Dia berkali-kali menggigit bibirnya sambil
menatap Keanu lamat-lamat. Sorot matanya terlihat campur aduk.
Sebenarnya ada berapa banyak lagi rahasia yang disembuyikan oleh Nugraha ini?
Pada saat ini, pandangan Thalia terhadap Keanu langsung berubaha banyak. Jauh di dalam lubuk
hatinya, tumbuh rasa kagum yang tak tergambarkan.
***
Di sisi lain.
Kota Y, Daratan Bumi Bulat.
Pada saat ini, tanah di sekitar Kota Y telah berlumuran oleh darah. Satu per satu murid dari berbagai
perguruan jatuh ke dalam kubangan darah.
Sudah sehari semalam berbagai perguruan dari Daratan Bumi Bulat bertarung sengit dengan Pasukan
Tanjung Utara.
Selama siang dan malam, ada korban yang terus menerus berjatuhan. Awalnya oraang-orang yang
berada di pihak Daratan Bumi Bulat berjumlah 500 ribu orang.
Namun, begitu pertarungan pecah di antara mereka dan Pasukan Tanjung Utara, sekarang hanya 50
ribu orang saja yang tersisa!
Sebaliknya, pihak Tanjung Utara yang berada di bawah komando Jaksa Gemilang hanya kehilangan 30
ribu orang. Saat ini pasukan mereka masih memiliki tentara sebanyak 100 ribu orang lebih.
Begitu jumlah orang-orang Daratan Bumi Bulat hanya tersisa 50 ribu orang, ketegangan yang terus
melingkupi kedua belah pihak pun mulai luruh.
Pada saat ini, berbagai perguruan besar di Daratan Bumi Bulat sebenarnya sudah tidak bisa bertahan
lagi. Namun, mereka masih berusaha sekuat tenaga mereka. Mereka belum mau menyerah, meski sorot
keputusasaan telah berkilat-kilat di bola mata mereka.
Jika mereka terus bertarung seperti ini, maka semua orang akan terbunuh dalam pertempuan.
Kemudian seluruh penduduk daratan akan musnah. Daratan Bumi Bulat sudah tidak memiliki harapan lagi.
Di tengah-tengah medan pertempuran, Riska yang awalnya mengenakan gaun putih panjang, kini
pakaiannya itu telah berubah menjadi merah. Ternodai oleh cipratan darah. Darah musuh, darah kawan,
maupun darahnya sendiri.
Wajah perempuan itu terlihat pucat dan sangat lemah.
Pertempuran yang menghabiskan waktu siang dan malam ini telah berhasil membuatnya nyaris
menggunakan seluruh tenaga dalam yang dia miliki.
Riska merasa sangat putus asa. Banyak orang dari daratan yang dia cintai telah terjatuh. Dadanya
terasa sesak memikirkan kematian mereka semua.
Situasinya semakin parah, apa yang harus Riska lakukan?
Apakah serahkan saja Kota Y pada lawan?
“Tarik mundur semua orang, kita sudah tidak bisa melindungi Kota Y lagi!”
Tiba-tiba dari tengah-tengah kerumunan terdengar teriakan seseorang. Entah siapa yang berteriak.
Kemudian banyak murid pun berbalik badan dan melarikan diri. Air muka mereka nampak panik.
Mereka telah kehilangan semangat untuk bertarung yang sebelumnya mereka miliki.
Sejujurnya, tidak ada satu pun dari mereka yang mau menyerahkan Kota Y ke tangan lawan. Akan
tetapi, situasi yang mereka hadapi saat ini sudah tidak bisa dikendalikan. Jika mereka terus bertarung,
mereka pasti akan mati sia-sia!
To be continue ...
Halo Sobat Novelme!
Terima kasih sudah membaca chapter ini, dijamin konfliknya makin seru lho!
Buat kalian yang menyukai novel ini, bisa vote, subscribe, komen review dan kasih hadiah ya supaya
author semangat up-nya.
Terima kasih^^
 Selanjutnya
 Daftar Isi
 Sebelumnya

PustakaTop Up

  Selanjutnya
 Daftar Isi

 Sebelumnya 
Hello, Mr. Presdir!Rencana Keanu
Rencana Keanu
“Mundur! Cepat mundur semuanya!”
Garis pertahanannya yang Riska bentuk benar-benar runtuh. Dia memimpin orang-orang yang berada
di sekitarnya untuk mundur dan menerebos Pasukan Tanjung Utara yang menghalangi pergerakan mereka.
Kalau boleh mengatakan yang sejujurnya, Riska sama sekali tidak mau menyerah atas Kota Y. Namun,
jika dia terus memaksakan diri untuk bertarung, semua perguruan di Daratan Bumi Bulat pasti akan dihabisi.
Ditambah lagi, untuk saat ini hanya satu kota saja, yakni Kota Y yang terpaksa dibiarkan jatuh ke
tangan musuh. Daratan Bumi Bulat belum sepenuhnya runtuh.
Biarlah sekarang mereka mundur dari pertempuran terlebih dahulu untuk mengumpulkan kembali
kekuatan berbagai perguruan. Nanti, jika kesempatannya telah tiba, mereka pasti akan membalikkan situasi
ini.
Jika semuanya mati saat ini juga, maka mereka tidak akan memiliki kesempatan untuk membalikkan
keadaan.
Hanya dalam waktu singkat, semua orang dari Daratan Bumi Bulat langsung mengikuti arahan Riska.
Kebanyakan dari mereka berhasil menerobos Pasukan Tanjung Utara.
Namun, sayangnya beberapa orang juga ditangkap hidup-hidup oleh Pasukan Tanjung Utara.
Terdapat banyak anggota keluarga Sagara di antara para tawanan tersebut. Ada Kana Sagara, Yousha
K, dan lain-lain.
“Kejar!!”
Begitu melihat pihak Daratan Bumi Bulat sedang mundur dari pertarungan, beberapa orang jenderal
Pasukan Tanjung Utara pun meraung. Mereka segera memimpin pasukan mereka untuk melakukan
pengejaran.
Pada saat ini, Jaksa Gemilang melayang di udara seraya tersenyum. “Tidak usah dikejar. Hanya
beberapa orang pihak kita yang berhasil mereka bunuh. Bukan masalah,” ujarnya.
Kemudian dia memberikan instruksi pada para jenderal, “Segera masuk ke dalam Kota Y!”
Sembari berbicara, mata Jaksa terarah pada Riska yang sedang melarikan diri. Tatapannya terlihat
sangat menghina.
Bagi Jaksa, dia seluruh Daratan Kyuju orang yang paling aneh selain Si Lembah Hantu adalah Keanu
Bawono. Riska dan orang-orang yang tadi dia hadapi benar-benar dipandang sebelah mata oleh Jaksa.
“Baik, Pak.” Semua jenderal langsung memberikan tanggapan mereka dengan serempak. Kemudian
mereka mengarahkan para tentara untuk masuk ke Kota Y.
Ha ha ha!
Mandla pun tertawa terbahak sambil mendongakkan kepala. Dia berseru pada Jaksa, “Penasihat
Militer, kamu benar-benar seorang dewa. Hebat juga kamu bisa mendapatkan Kota Y dalam waktu singkat.
Bagus, bagus.”
Kemudian lelaki itu mengerlingkan matanya pada Andaru yang berada di belakangnya. “Komandan
Andaru, para tawanan yang berhasil kita tangkap ini kuserahkan padamu. Jangan sampai membuat
kesalahan dan mengecewakanku.”
Saat sedang berbicara pada Andaru, mata Mandla seakan-akan sedang tersenyum. Namun,
sebenarnya benak lelaki itu dipenuhi perasaan campur aduk.
Sejak dia mengetahui bahwa Andaru adalah putra kandung Keanu, Mandla tidak lagi memercayainya.
Dia tidak lagi membiarkan Andaru memegang kendali dalam penyerangan. Mandla hanya memerintahkan
Andaru untuk melakukan hal-hal di luar itu.
“Baik, Yang Mulia!” Keanu menjawab dengan ekspresi yang terlihat agak tertekan.
Dia bisa merasakan sikap Mandla pada dirinya berubah.
Jika diingat-ingat lagi, Andaru awalnya ingin mengikuti Manlda untuk menaklukkan berbagai daratan,
membangun citra dan kemampuannya, serta menjadi orang yang dikenal oleh seluruh dunia.
Akan tetapi, setelah menyadari bahwa Mandla tidak lagi meminta bantuannya, Andaru menjadi merasa
tertekan dan bimbang. Sudah dua hari ini dia mulai berpikir untuk pergi dari sisi Mandla.
Namun, kini Daratan Bumi Bulat sudah berada di bawah kendali Mandla. Hidup dan mati Ayahanda
Pandu dan Ibunda Fenna berada di tangan Mandla. Hal ini membuat Andaru merasa dilema. Dia tahu, dia
harus berhati-hati.
Mau tidak mau, akhirnya Andaru memilih untuk tetap tinggal.
Lelaki itu pun menarik napasnya dalam-dalam. Lantas dia bergegas menghampiri para prajurit dan
berkata, “Ikat semua tawanan ini. Kurung mereka di tempat yang sama.”
Sembari memberi perintah, Andaru mengelilingi para tawanan sambil menunggangi kudanya. Dia
bersiap untuk mengawal perpindahan lokasi tawanan ini secara pribadi.
Tepat sepuluh detik setelah berputar-putar, Andaru membeku. Dia melihat seorang sosok yang
dikenalnya. Hati lelaki itu mencelus seketika. Tanpa sadar dia langsung menahan napas.
Sosok itu terlihat cantik dan anggun, begitu mencolok di antara kerumunan tawanan. Wajahnya yang
cantik penuh akan peluh karena lelah setelah bertarung sengit.
Dia adalah Yousha K.
‘Bibi?’
Andaru belum pernah benar-benar berpartisipasi dalam sebuah pertarungan sebelumnya. Dia sama
sekali tidak tahu siapa saja orang yang akan dia lawan di Kota Y.
Begitu saat ini dia tiba-tiba melihat Yousha, otak lelaki itu sontak berdengung. Benaknya langsung
dipenuhi rasa kalut.
Andaru selalu menganggap, setelah Pandu naik takhta, Yousha dan ibu kandungnya menghilang dan
tinggal dalam pengasingan. Dia tidak pernah menyangka bahwa Yousha ada di Kota Y dan muncul tepat
pada saat Andaru sedang datang ke daratan ini.
Ditambah lagi, setelah perempuan itu menolong pihak Daratan Bumi Bulat, dia justru menjadi tawanan
Pasukan Tanjung Utara.
Bagi Andaru, orang-orang yang paling dekat dengan dirinya di dunia ini selain Pandu, ibunya, dan
Ishya Bachin adalah Yousha K. Dia akan selalu mengingat kebaikan yang dilakukan oleh Yousha K sepanjang
hayatnya.
Namun, sekarang Yousha justru menjadi seorang tawanan. Terlebih lagi, dia jugalah yang menjadi
jenderal bagi para tawanan lain.
Sungguh sebuah kebetulan yang luar biasa!
Beberapa puluh detik berlalu, raut wajah Andaru nampak tak terbaca. Hati semakin lama semakin
merasa kalut.
Apa yang harus dia lakukan? Apakah lebih baik dia lepaskan saja Bibi yang dia sayangi itu?
Akan tetapi, kalau Mandla sampai tahu tentang ini, Andaru pasti akan langsung disingkirkan dari sisi
Mandla.
Semenit lamanya Andaru berkubang dan kekalutannya. Barulah setelah itu dia tersadar. Alih-alih
menunjukkan bahwa dia tahu tentang Yousha, lelaki itu justru melambaikan tangan untuk memerintahkan
para tentara menangkap para tawanan.
Andaru telah memutuskan, sekarang ada begitu banyak mata dan telinga di sekitarnya, tentu akan
sangat merepotkan kalau ada yang sampai tahu Andaru mengenali Yousha.
Lebih baik dia mencari waktu lain untuk mengunjungi Yousha seorang diri.
***
Pada saat yang sama.
Perguruan Puspita, Daratan Laut Kuning.
Keanu berhasil beristirahat selama semalam di kamar Thalia. Pada keesokan paginya, dia dibangunkan
oleh teriakan para murid dari luar kamar.
“Raja, Ketua, bangunlah! Master memanggil Anda semua!”
Pada saat ini, murid-murid perempuan yang sedang berada di luar pintu itu terkikik-kikik. Mereka
menutupi mulut mereka yang sedang tertawa dengan telapak tangan. Sorot mata mereka terlihat
bersemangat.
Nugraha Santosa dan Ketua Thalia beristirahat bersama untuk pertama kalinya tadi malam. Bagai
sepasang pengantin baru, mereka pasti tidur larut semalam. Buktinya, mereka berdua masih terlelap sampai
saat ini.
“Iya, iya! Jangan teriak-teriak lagi,” balas Keanu. Dia terduduk dengan tampang bingung. Ada
semacam perasaan gundah dalam benaknya.
‘Sialan! Apa sih maunya Thalith? Aku terpaksa jadi raja karena dia, dan sekarang tidurku juga
direnggut gara-gara dia, huh.’
Kemarin malam Keanu sempat ada konflik dengan Thalia, sehingga dia pun tidur terlau larut. Lelaki itu
merasa sangat lelah.
Keanu pun memiringkan kepalanya dan melirik ke arah tempat tidur. Ternyata ketua perguruan juga
sudah bangun. Pada saat ini, perempuan itu sedang berbaring di sana. Lekukan tubuhnya yang sempurna
terlihat dengan sangat jelas.
Kedua pipinya bersemu merah. Sorot matanya nampak campur aduk.
Begitu melihat pemandangan ini, Keanu serta merta menyungginngkan bibirnya.
He he he.
Titik akupuntur Thalia telah Keanu tekan kemarin malam. Alhasil perempuan itu tetap dalam posisi
yang sama semalaman penuh.
Setelah mengingat-ingat kembali kejadian itu, Keanu pun mendekati Thalia dengan langkah cepat. Dia
membuka kunci titik akupuntur perempuan itu.
“Jangan lihat aku seperti itu, aku cuma takut tiba-tiba kamu menyerangku di tengah malam. Makanya
aku nggak buka titik akupunturmu,” jelas Keanu sambil tersenyum.
Lelaki itu lantas terdiam sejenak, barulah berbicara lagi, “Kalau kamu mau berjanji malam ini nggak
akan menyerangku secara mendadak saat aku tidur, aku nggak akan menekan titik akupunturmu.”
“Kamu boleh yakin, aku nggak akan tinggal di sini dalam waktu lama. Aku tahu, kehadiranku di sini
membuatmu merasa nggak nyaman. Aku pasti akan meninggalkan Perguruan Puspita begitu aku punya
kesempatan, oke?”
Usai mengucapkan kalimat terakhir, Keanu pun melangkah mundur menjauhi Thalia.
Sudah semalaman penuh Keanu menekan titik akupunturnya, dia yakin Thalia pasti tidak akan berani
untuk berbuat banyak.
“Mm-hmm.” Thalia langsung menanggapi.
Lubuk hati Keanu sama sekali tidak menduga ketua perguruan itu akan mengiakan semudah dan
secepat ini. Tidak ada sanggahan darinya. Tidak hanya itu, tatapan Thalia juga nampak lebih lembut
dibanding sebelum-sebelumnya.
Keanu masih belum tahu, bahwa kata-kata yang dia torehkan kemarin malam telah menyentuh hati
Thalia. Perempuan itu pun mulai menaruh rasa kagum padanya.
Beberapa menit berselang, Keanu dan ketua Perguruan Puspita sudah membersihkan diri dan sedang
menuju aula depan.
Begitu masuk ke dalam aula, Keanu langsung dibuat tercengang oleh situasi di dalamnya.
Terlihatlah semua murid teratas Perguruan Puspita sedang berdiri rapi. Sementara itu, dia atas
singgasana duduklah Thalith dengan postur tenang. Hari ini dia mengenakan gaun berwarna merah. Sangat
memukau.
Namun, wajah cantiknya berbanding terbalik dengan warna yang dia kenakan. Seluruh wajahnya
terlihat dingin. Sekujur tubuhnya memancarkan aura tidak ingin dibantah.
Sementara itu, di tengah-tengah aula berdirilah Gladys Rana dengan raut wajahnya yang tenang.
‘Apa yang sedang terjadi?’
Keanu diam-diam mengerutkan kening. Dia merasa sedikit khawatir.
‘Jangan-jangan Thalith berhasil menemukan identitas Gladys, makanya dia diminta menghadap
Thalith?’
To be continue ...
Halo Sobat Novelme!
Terima kasih sudah membaca chapter ini, dijamin konfliknya makin seru lho!
Buat kalian yang menyukai novel ini, bisa vote, subscribe, komen review dan kasih hadiah ya supaya
author semangat up-nya.
Terima kasih^^
 Selanjutnya
 Daftar Isi
 Sebelumnya

PustakaTop Up

  Selanjutnya
 Daftar Isi

 Sebelumnya 
Hello, Mr. Presdir!Bertemu Kawan Lama
Bertemu Kawan Lama
“Semuanya!” Thalith mengedarkan pandangan ke sekeliling ruangan.
Lantas dia berkata, “Master hendak mengumumkan satu hal pada kalian. Gladys Rana telah
memutuskan untuk bergabung dengan Perguruan Puspita. Maka dari itu, Master memutuskan untuk
mengadakan upacara penyambutan untuknya hari ini.”
Apa?
Keanu nyaris saja melompat karena terlalu kaget. Kecemasan seketika menyergap seluruh kepalanya.
Thalith ini ternyata tipe orang yang akan melakukan semua hal yang dia katakan. Jadi, dia benar-benar
ingin Gladys bergabung dengan perguruannya sampai-sampai dia mengadakan upacara penyambutan
secepat ini?
Bila Gladys sudah menjadi bagian dari Perguruan Puspita, pasti akan lebih susah untuk pergi dari
tempat ini.
Wow!
Pada saat yang sama, murid-murid yang berada di sana dibuat gempar. Mata mereka sontak terpusat
pada Gladys seorang. Mereka menyunggingkan seulas senyum dan mengangguk kecil sebagai bentuk
salam pada Gladys.
“Gladys!”
Akhirnya Keanu memutuskan untuk bersuara. Dia memandang perempuan itu dengan saksama.
“Kita berdua ini kan teman, aku mengenalmu dengan cukup baik. Kamu ada tipe orang yang nggak
suka dibatasi oleh peraturan dan hukum-hukum di suatu tempat.”
“Kebetulan sekarang kamu hilang ingatan. Ini memang tempat yang sangat bagus untuk ditinggali.
Tapi, begitu ingatanmu kembali pulih, kamu pasti akan menyesalinya,” ucap lelaki itu.
Pada titik ini, mata Keanu berkilat-kilat mendesak, tapi juga penuh harap. “Jadi, kalau kamu benar-
benar ingin bergabung dengan Perguruan Puspita, ada baiknya jika kamu berpikir-pikir lagi.”
Lelaki itu merasa sangat cemas sekarang.
Begitu mendengar ucapan Keanu, Gladys sedikit mengerutkan keningnya dan merenung.
‘Hmm, yang Nugraha katakan ini benar juga. Sekarang aku sedang hilang ingatan. Menurutku
tempat ini juga memang bagus, tapi kalau nanti ingatanku kembali, apakah aku akan menyesalinya?’
“Nugraha!” Thalith melemparkan senyuman penuh makna pada Keanu.
Perempuan itu lantas menarik napas dalam-dalam dan berkata, “Keputusan untuk tinggal ini adalah
keinginan Mbak Gladys sendiri. Sebagai temannya, masa kamu mengusir dia dari ini? Betapa tidak
pantasnya perkataanmu itu.”
Nada bicara Thalith terdengar datar dan biasa saja. Namun, sorot matanya tidak bisa berbohong.
Sejujurnya Thalith selalu ingin Gladys pergi dari tempat ini, demi menjamin kebahagiaan adiknya,
Thalia.
Namun, baru saja tadi Thalith memerhatikan pada saat Nugraha sedang berbicara, sorot mata lelaki itu
menatap Gladys dengan begitu lembut. Hal itu benar-benar membuat Thalith merasa tidak senang.
Thalith adalah orang yang cerdas dan cerdik. Dia pun langsung menyadari bahwa ternyata Nugraha
sangat ingin Gladys pergi dari tempat ini. Alasannya semata-mata karena takut Thalith akan menyakiti
perempuan itu.
Semakin dalam Nugraha memikirkan keselamatan Gladys, entah mengapa Thalith justru semakin ingin
menghalangi lelaki itu untuk memenuhi keinginannya.
“Mbak Gladys.”
Kali ini Thalith menatap Gladys sambil tersenyum. “Kamu nggak usah gubris apa yang baru saja
Nugraha katakan. Jika kami sungguhan menyukai tempat ini dan memutuskan untuk tinggal, katakan saja
padaku. Master akan memberikanmu tempat di sini.”
Sembari berbicara, perempuan itu melirik ke arah Keanu dengan sorot arogan.
‘Nugraha oh Nugraha, semakin kamu peduli sama wanita ini, semakin aku nggak akan
membiarkannya pergi. Bukan hanya itu, aku juga yang akan menentukan hidup dan matinya. Haha, lihat
saja, apakah kamu berani untuk berbuat yang nggak-nggak pada adikku.’
Sebaliknya, bibir merah Gladys pun merekah begitu melihat ketulusan Thalith. Dia berkata perlahan,
“Aku—”
Namun, belum selesai dia menjawab tiba-tiba ada seseorang yang memotongnya.
“Master, Ketua!”
Seorang murid berlari dengan panik ke dalam aula. Dia berkata dengan tersengal-sengal pada Thalith
dan Thalia, “Buruk, buruk ....”
Keringat bercucuran deras dari kedua sisi dahi murid itu.
“Kenapa kamu panik begini?” Thalith mengerutkan keningnya. Lantas perempuan itu memarahinya,
“Berapa kali aku sudah memberitahumu, sebagai murid Perguruan Puspita, kamu harus tenang dan tidak
gegabah. Kenapa kamu hari ini malah begini?”
Murid perempuan itu gemetaran. Dia hampir menitikkan air mata karena terlampau cemas.
“Ada apa? Cepat katakan.” Thalith menyesap tehnya dengan santai.
Murid perempuan itu pun menggigit bibirnya sekilas. Lalu berkata dengan nada yang lebih rendah dan
tenang, “Master, ada orang yang masuk ke dalam Danau Sutji. Dia enggan untuk pergi dan berbicara
dengan nada kasar pada murid-murid yang sedang berpatroli. Dia juga sangat kuat, kami—”
Apa??!
Begitu kata-kata tersebut terlontar dari bibir sang murid, semua orang yang ada di aula pun menjadi
gempar!
Siapa yang begitu berani masuk ke area terlarang Perguruan Puspita?? Dia juga enggan untuk pergi?
Keanu yang sedari tadi menyaksikan juga ikut tertegun.
‘Wah, bukan main. Siapa berani-beraninya mengusik Perguruan Puspita?’
Akan tetapi, kalau dipikir-pikir lagi siapa pun yang datang itu telah membantu Keanu untuk mengusik
upacara penyambutan Gladys. Ada untungnya juga ternyata.
Brak!
Air muka Thalith seketika berubah. Dia menggebrak meja sambil bangkit dari singgasananya. “Pergi.
Cepat pergi ke sana!”
Usai berkata demikian, perempuan itu langsun pergi dari aula dengan langkah lebar-lebar.
Keanu, Ketua Thalia, Gladys Rana, dan semua murid juga mengikuti Thalith.
Hanya dalam waktu singkat, mereka pun tiba di sekitaran Danau Sutji. Dari kejauhan dapat terlihat ada
seorang pria berbaju putih sedang berdiri menghadap beberapa murid yang sedang berpatroli.
Pria itu berteriak tanpa henti, “Hei, murid-muid cantik! Kok kata-kata kalian bisa-bisanya terdengar
tidak masuk akal?!? Aku kan sudah bilang, aku membawa istriku untuk berjalan-jalan.”
“Saat aku melihat pemandangan indah di tempat ini, aku memutuskan untuk berhenti dan melihat-
lihat. Sebentar lagi aku juga mau pergi kok. Tapi, kenapa kalian tiba-tiba bilang ini tempat terlarang dan
mengusir kami? Maksudnya apa??”
“Danau seluas ini, masa semuanya punya Perguruan Puspita?? Lucu sekali. Aku ini orangnya rasional
dan tahu banyak hal, jadi jangan main-main padaku. Kalau tidak, aku akan murka. Aku akan hukum kalian
untuk menemaniku mandi di danau ini!”
Sembari berbicara, mata lelaki itu tanpa henti melihat satu per satu murid-murid itu. Sekilas terlihat
sangat tidak senonoh.
Ternyata dia adalah Cu Pat Kai!
Deg.
Sementara itu, begitu para murid mendengar ancaman Cu Pat Kai, wajah mereka langsung memerah.
Mereka merasa malu dan canggung. Namun, tidak ada satu pun orang yang bernai bertindak gegabah.
Apalagi mereka ditekan oleh seseorang yang begitu menakutkan.
Tepat di belakang lelaki itu, berdirilah Rosa Manda dengan raut tenang. Dia sedari tadi menyimak
ucapan Cu Pat Kai yang menggoda murid-murid perempuan ini.
Wajahnya yang cantik penuh akan senyuman. Dia nampak biasa saja melihat Cu Pat Kai berbuat
demikian.
Rosa dan Cu Pat Kai sudah lama bersama. Rosa pun sudah terbiasa akan tabiat Cu Pat Kai yang satu
itu.
‘Hah? Apa-apaan ini?’
Otot muka Keanu seketika menegang. Hatinya kini tercampur aduk antara perasaan kaget dan senang.
‘Cu Pat Kai? Kenapa dia bisa ada di sini?’
Begitu Keanu menyadari bahwa Rosa juga sedang bersama lelaki itu, Keanu pun merasa agak kagum
pada Cu Pat Kai.
‘Bisa juga si Cu Pat Kai ini. Dia berhasil merebut istrinya Yudha Dante rupanya. Bukan main.’
Pada saat ini, Keanu sangat ingin segera menghampiri kawan lamanya itu. Akan tetapi, dia langsung
teringat bahwa saat ini dia sedang mengubah penampilannya. Dia juga menggunakan identitas palsu.
Terpaksa Keanu tidak bisa menyapa Cu Pat Kai saat ini juga.
“Master, Ketua!”
Para murid yang sedang berpatroli itu pun melihat Thalith bersama dengan semua orang. Mereka
langsung merasa senang dan lega. Para murid itu dengan sigap menyapa Thalit dan Thalia dengan hormat.
Kemudian, murid perempuan yang tadi mengabarkan tentang kejadian ini di aula pun membuka
mulut, “Master Thalith, kedua orang inilah yang masuk ke area Danau Sutji. Mereka enggan untuk pergi
dan berbicara dengan sangat kasar.”
Wajah murid perempuan itu terlihat agak bersemu saat mengatakan kalimat terakhir. Sepertinya dia
merasa tidak nyaman setelah tadi digoda-goda oleh Cu Pat Kai.
Sementara itu, air muka Thalith seketika menjadi dingin. Dia menatap Cu Pat Kai dengan sangat
cermat. Dari sorot matanya dapat terlihat bahwa dia sangat tidak suka pada lelaki itu.
‘Lelaki ini nampaknya seseorang yang berbakat, tapi cara bicaranya sangat nggak enak. Sekali lihat
juga bisa ditebak bahwa dia bukan laki-laki baik-baik.’ Thalith membatin.
Pada saat ini, Cu Pat Kai tidak bisa menyembunyikan keterpanaannya karena bisa melihat begitu
banyak wanita berparas cantik dalam satu waktu. Diam-diam dia menarik napas dalam-dalam dan
menikmati hal ini.
Detik berikutnya, lelaki itu pun memberi tanggapan sambil melihat mereka satu per satu. Sorot
matanya terlihat seakan-akan dia sedang mabuk.
“Ck ck, nggak sangka, di lembah terpencil ini ternyata nggak hanya pemandangan yang indah, tapi
juga ada banyak perempuan yang cantik dan molek. Aku pasti sedang bermimpi ya?”
Kemudian Cu Pat Kai pun mengedarkan pandangan ke sekeliling. Matanya langsung terpaku pada
Thalith dan Thalia. Saat itu juga dia langsung tertarik pada mereka.
Sementara itu, Keanu dan Gladys yang berdiri di belakang dua pemimpin Perguruan Puspita itu sama
sekali belum terlihat oleh Cu Pat Kai.
‘Cantik!’
‘Sangat cantik!’
Cu Pat Kai semakin merasa senang saat melihat dua perempuan itu. Dia tidak bisa menyembunyikan
rasa kekagumannya.
Kebetulan hari ini Thalith sedang mengenakan gaun berwarna merah. Gaun tersebut membuatnya
terlihat sangat seksi. Jelas, bisa langsung menarik perhatian seorang pria. Pada sisi lain, Thalia sedang
mengenakan gaun putih, nampak begitu lembut dan anggun.
Begitu keduanya berdiri bersisian, masing-masing dari mereka memancarkan pesonanya sendiri-
sendiri.
Cu Pat Kai memang pada dasarnya adalah seorang pria yang penuh akan hawa nafsu. Begitu dia
melihat ada wanita cantik di depannya, kedua bola matanya langsung tidak bisa terlepas dari Thalia dan
Thalith.
To be continue ...
Halo Sobat Novelme!
Terima kasih sudah membaca chapter ini, dijamin konfliknya makin seru lho!
Buat kalian yang menyukai novel ini, bisa vote, subscribe, komen review dan kasih hadiah ya supaya
author semangat up-nya.
Terima kasih^^
 Selanjutnya
 Daftar Isi
 Sebelumnya

PustakaTop Up
  Selanjutnya
 Daftar Isi

 Sebelumnya 
Hello, Mr. Presdir!Biar Aku Saja
Biar Aku Saja
Tatapan Cu Pat Kai membuat Thalith merasa tidak nyaman. Niat ingin membunuh langsung terbiat
dalam benaknya.
Pada detik berikutnya, perempuan itu pun memelototi Cu Pat Kai dan berteriak, “Dari mana
datangnya orang gila ini! Berani-beraninya kau menerobos Perguruan Puspita-ku! Kamu juga berkata kasar,
cari mati ya!?”
Thalith adalah master yang sangat bermartabat di Perguruan Puspita, dia juga pengajar di Perguruan
Sanata Angkara. Siapa pun yang akan bersikap hormat padanya.
Akan tetapi, lelaki yang berdiri di hadapannya asat ini justru menatapnya tanpa berkedip.
Thalia sendiri juga mengerutkan keningnya. Dia memandang ke arah Cu Pat Kai dengan penuh rasa
jijik dan permusuhan.
Orang ini sangat lancang! Dia benar-benar tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa!
“Oh iya, ya?”
Cu Pat Kai sama sekali tidak merasa panik melihat tatapan membunuh Thalith yang ditujukan padanya.
Lelaki itu malah tersenyum, dan berkata, “Aku memujimu karena kamu cantik. Kenapa kamu malah
marah? Lihat tuh matamu, kamu ingin membunuhku ya? Aduh, tapi sayangnya kamu sama sekali bukan
lawan yang sepadan untukku, takutnya nanti kamu malah terluka.”
“Kau!”
Thalith benar-benar sudah tidak tahan lagi. Emosinya langsung memuncak. Perempuan itu pun
mengeluarkan Kotak Kahuripan dan ingin segera membunuh Cu Pat Kai.
Akan tetapi, begitu dia merasakan kekuatan yang dikeluarkan oleh Cu Pat Kai, Thalith langsung
menahan diri. Dia tidak mau bertindak gegabah.
Thalith bisa dengan jelas merasakan bahwa orang di depannya ini sangat kuat. Dia bahkan tidak bisa
menebak seberapa kuat lelaki itu sebenarnya.
Meskipun Thalith sendiri sudah berada dalam level Grand Emperor, tapi sepertinya dia sama sekali
tidak memiliki peluang jika harus bertarung dengan Cu Pat Kai.
Akan tetapi, lelaki ini sudah menggoda dirinya tepat di hadapan semua orang, mana sudi Thalith
diperlakukan demikian?
“Master!”
Tiba-tiba terdengar sebuah suara. Kemudian muncullah Keanu. Lelaki itu berkata, “Master Thalith,
tenanglah. Biar aku aja yang memberinya pelajaran.”
Usai mengatakan hal ini, Keanu pun menatap Cu Pat Kai lekat-lekat. Sorot matanya terlihat dingin,
tetapinya hati Keanu sebenarnya merasa bersemangat.
Hahaha.
Kalau ada Cu Pat Kai di sini, berarti Keanu punya kesempatan untuk melarikan diri.
Keanu telah memikirkan masak-masak. Dia dengan sengaja berinisiatif untuk melawan Cu Pat Kai.
Rencananya, pada saat bertarung dia akan diam-diam memberitahukan identitasnya pada kawan
lamanya itu. Kemudian Keanu meminta Cu Pat Kai untuk membantu dia dan Gladys pergi dari tempat ini.
Kalau berbicara berdasarkan fakta, Cu Pat Kai adalah orang yang sangat kuat. Kekuatannya setara
dengan Keanu. Dia juga pasti bisa membawa Gladys secara paksa pergi dari tempat ini.
Akan tetapi, dalam situasi semacam ini, tidak ada jaminan Gladys bisa dibawa pergi dalam keadaan
selamat. Bisa saja dia terluka dalam proses melarikan diri ini.
Maka dari itu, Keanu memutuskan untuk menggunakan metode yang aman.
“Baiklah,” sahut Thalith seraya mengangguk. Raut wajahnya terlihat sungguh-sungguh.
Thalith hingga saat ini masih menjabat sebagai Master di Perguruan Puspita, jadi dia sama sekali tidak
boleh mengambil langkah yang gegabah. Ditambah lagi, pria yang menerobos masuk ini sangat kuat. Maka
dari itu, akan lebih baik jika dia membiarkan Nugraha menghadapi pria itu.
“Nugraha!”
Namun, tiba-tiba Ketua Thalia yang sedari tadi berdiri di sebelah Thalith meraih lengan Keanu.
Wajahnya terlihat penuh akan rasa khawatir. “Nugraha, apa yang mau kamu lakukan?”
Kalau saja peristiwa ini terjadi sehari yang lalu, Thalia pasti tidak akan repot-repot mencemaskan
keselamatan Nugraha. Dia pasti akan membiarkan lelaki itu pergi begitu saja.
Akan tetapi, setelah melihat kaligrafi karya Nugraha semalam, rasa jijik dalam hati Thalia perlahan-
lahan berubah menjadi perasaan kagum. Begitu dia menyaksikan Nugraha ingin mengorbankan diri, ada
sedikit rasa cemas yang terbit dalam benak Thalia.
Di mata ketua Perguruan Puspita ini, Nugraha hanya memiliki kekuatan rata-rata. Sementara itu,
kekuatan pria yang ada di hadapan mereka masih belum tertebak seberapa kuat, takutnya Nugraha akan
mati jika berhadapan dengannya.
Hingga saat ini, Thalia masih belum tahu bahwa identitas sebenarnya dari Nugraha adalah seseorang
yang bernama Keanu. Dia merupakan pahlawan Daratan Bumi Bulat, kaisar Daratan Barat Kelabu, dan
pemimpin Perguruan Duwara Firdaus. Sebenarnya dia memiliki kekuatan hebat yang disembunyikan.
Bibir Keanu pun terbuka. Dia menatap Ketua Thalia sembari menyunggingkan seulas senyum.
“Pria ini telah berbicara dan menatap Ketua serta Master dengan tidak senonoh. Sebagai suamimu,
gimana mungkin aku mengabaikannya? Aku harus memberi pelajaran pada pria itu.”
Saat berbicara, Keanu tampak begitu santai. Nada bicaranya juga terdengar percaya diri.
Dia dan Cu Pat Kai adalah kawan baik. Jadi, mana mungkin mereka akan bertarung dengan satu sama
lain?
Deg!
Usai menyimak ucapan Keanu, kedua pipi Thalia sontak bersemu.
‘Nugraha ini, dia benar-benar nggak bisa menahan diri kalau sedang berbicara tentang sesuatu. Ada
banyak murid yang sedang menyaksikan. Dia kan bisa cukup mengatakan kalau dia mau bantu. Buat apa sih
sampai bawa-bawa tentang masalah hubungan suami-istri ini?’
Detik berikutnya setelah bergumam dalam hati, Thalia pun berbisik, “Nugraha, tolong jangan
gegabah. Kita nggak tahu asal orang ini, dan dia juga nampaknya sangat kuat. Kalau kamu bertindak
sembarangan, bisa-bisa kamu terluka parah ...!”
Begitu mengucapkan kalimat terakhir, Thalia sudah tidak bisa lagi menyembunyikan kecemasan
batinnya.
Ho ho ho!
Sebaliknya, Keanu justru merasa senang melihat wajah Thalia yang sangat khawatir.
Ketua perguruan ini sangat menarik rupanya. Padahal tadi malam dia mengusir Keanu pergi. Namun,
hari ini tepat pada saat Keanu mau mengajukan diri, perempuan itu malah merasa cemas.
Keanu pun tertawa dalam hati ketika membayang-bayangkannya. Lantas lelaki itu berkata sembari
menarik kedua sudut bibirnya, “Nggak apa-apa.”
Untuk lebih menenangkan Thalia, Keanu pun melambaikan tangannya sekilas. Seakan mengatakan
bahwa ini bukan masalah besar. Kemudian lelaki itu pun langsung berjalan menuju Cu Pat Kai.
“Hei!” Thalia berseru cemas. Dia tidak bisa melepas pandangannya dari punggung Keanu.
Woah ...!
Sementara itu, beberapa orang murid yang berada di sekitar mereka mulai berkasak-kusuk dengan
suara rendah.
Raja mau menantang pria ini?
“Wah, Pak Nugraha benar-benar seorang laki-laki! Jantan sekali!”
“Ya, padahal kan dia nggak terlalu kuat. Tapi di saat kritis seperti ini, dia mampu membela Ketua
Thalia dan punya keberanian sebesar ini. Mengagumkan!”
“Pantas saja Ketua Thalia bersikap baik padanya, siapa yang nggak akan suka pada pria macam
gitu?”
Tidak sedikit murid perempuan yang memuji-muji tindakan dan keberanian Keanu.
Pada saat yang sama, Gladys yang juga berdiri di tengah kerumunan diam-diam merasa khawatir.
Meskipun raut wajah yang dia tunjukkan tidak terlihat ada perubahan sama sekali.
‘Nugraha ini gila, ya?’
Pria berpakaian putih itu jelas-jelas mengeluarkan aura yang begitu kuat. Master Thalith dan Ketua
Thalia saja bahkan tidak berani untuk bertindak gegabah bertarung dengannya. Akan tetapi, lelaki itu justru
berinisiatif untuk bertarung.
Gladys Rana pada dasarnya adalah seorang perempuan yang berhati lembut. Meskipun dia tidak
menyukai kelakuan Nugraha, tapi melihat lelaki itu dengan berani menunjuk diri untuk melawan Cu Pat Kai,
membuat Gladys diam-diam mengkhawatirkannya.
“Kak!”
Tiba-tiba di ujung lain kerumunan, seorang murid perempuan menyentuh lengan Aylin sekilas. Dia
menunjuk ke arah sosok Keanu. “Aku benar-benar menantikan Raja bertarung dengan pria berbaju putih
itu!”
“He he he, apanya yang keren. Dia justru lagi cari mati!” hardik Aylin.
Walaupun Nugraha saat ini telah menjadi raja di Perguruan Puspita, tetapi Aylin masih memandang
rendah Keanu.
Bagi Aylin, Nugraha ini hanya orang yang beruntung semata. Hanyalah sebuah kebetulan dia bisa
memenangkan hati Thalith dan Thalia dan berhasil mendapatkan jabatan tinggi di Perguruan Puspita.
Kekuatan yang dia miliki bisa dibilang hanya rata-rata. Mana mungkin dia bisa melawan pria berbaju
putih itu?
Ini semua tidak lain dan tidak bukan hanyalah kepongahan Nugraha semata.
“Hei, kawan!”
Pada saat ini, Keanu sudah tiba di hadapan Cu Pat Kai. Dia memandang kawan lamanya itu sambul
tersenyum. “Hei, nggak pantas kamu datang ke wilayahku ini untuk membuat onar.”
Sebenarnya, Keanu sangat ingin memanggil Cu Pat Kai dengan namanya langsung. Akan tetapi,
dengan adanya Thalith beserta murid-muridnya di sekitar, Keanu pun terpaksa untuk menahan diri.
‘Wilayahku?’
Cu Pat Kai mengerutkan kening. Dia memandang Keanu dari atas sampai bawah. “Kamu siapa?”
tanya Cu Pat Kai dengan suara kasar.
“Aku adalah raja di Perguruan Puspita. Dengan kata lain, aku adalah laki-laki yang memiliki kendali di
perguruan ini.” Keanu menyunggingkan senyum kecil. Pertanyaan ini terlampau mudah untuk dia jawab.
‘Laki-laki yang memiliki kendali?’
Mata Cu Pat Kai berkedip-kedip cepat begitu mendengar penjelasan Keanu. Kemudian tawa
menyembur dari mulutnya. “Ha ha, jadi kamu orang yang bertanggung jawab di sini?”
Saat berbicara, Cu Pat kai melihat ke arah Thalith dan Thalia. Lantas dia lanjut berkata, “Jadi, dua
wanita cantik yang bagai dewi itu adalah wanita-wanitamu? Wah, wah, boleh juga kamu. Muda tapi ternyata
hebat juga.”
Cu Pat Kai tadi baru saja menggoda dua perempuan itu. Setelah itu, barulah pemuda itu melangkah
maju. Sepertinya kedua perempuan itu memiliki banyak hubungan dengannya.
Deg!
Kata-kata Cu Pat Kai itu sontak membuat wajah Thalith memerah. Matanya memancarkan amarah dan
tertuju pada Cu Pat Kai seorang.
‘Orang ini benar-benar kurang ajar.’
Thalith adalah Master Perguruan Puspita yang bermartabat, bagaimana mungkin dia menjadi wanita
milik Nugraha?
Nugraha ini, dia sudah sangat beruntung karena berhasil mendapatkan adiknya. Lelaki itu tidak pantas
jika menjadi pasangan Thalith juga.
To be continue ...
Halo Sobat Novelme!
Terima kasih sudah membaca chapter ini, dijamin konfliknya makin seru lho!
Buat kalian yang menyukai novel ini, bisa vote, subscribe, komen review dan kasih hadiah ya supaya
author semangat up-nya.
Terima kasih^^
 Selanjutnya
 Daftar Isi
 Sebelumnya
PustakaTop Up

  Selanjutnya
 Daftar Isi

 Sebelumnya 
Hello, Mr. Presdir!Perbincangan di Udara
Perbincangan di Udara
“Hei, anak muda!”
Pada saat ini, Cu Pat Kai menngarahkan jari telunjuknya pada Keanu. Lantas dia berkata, “Apa yang
kamu inginkan? Kamu mau mengusirku hah?”
“Memangnya apa lagi?” jawab Keanu sambil tersenyum.
‘Hmm?’
Cu Pat Kai tertegun melihat Keanu yang terlihat sangat santai dan tenang.
Lelaki itu lalu terkekeh, “Wah, dengan kekuatanmu, kamu sama sekali nggak memenuhi syarat untuk
menjadi lawankau. Awas saja, jangan sampai nanti kamu mati di tanganku.”
Ketika sedang membalas ucapan Keanu, Cu Pat Kai terlihat sangat merendahkan.
Dia masih belum tahu kalau orang yang ada di depannya adalah Keanu. Dia bahkan tidak menyadari
bahwa Keanu saat ini sedang menyembunyikan kekuatannya.
“Nggak usah omong kosong lagi, ayo bertarung sekarang juga.” Lagi-lagi Keanu menampakkan
wajah santai. Dia bahkan menyunggingkan senyum.
“Baik, baiklah!”
Cu Pat Kai kembali terkekeh. “Aku telah memperingatimu lho ya. Kamu masih juga bersikap bodoh
dan menantangku. Jangan salahkan aku, kalau aku akan menyerangmu sampai mati!”
Usai berkata demikian, Cu Pat Kai pun mengangkat kedua tangannya. Dua sumber cahaya muncul
seketika!
“Hei anak muda, ini adalah sebuah kesempatan langka kamu bisa membuatku mengeluarkan
serangan duluan.” Suara Cu Pat Kai yang dingin menyerbak ke seluruh penjuru.
Kemudian dua buah kata keluar dari mulutnya, “Semesta Aum!!”
Roarr!
Begitu Cu Pat Kai selesai melontarkan kata-kata itu, auman harimau yang lantang bergema ke semua
tempat.
Lalu muncullah seekor harimau berloreng kuning. Tubuhnya besar. Hewan itu muncul begitu saja dari
langit. Aura yang kuat memenuhi seluruh tubuhnya. Harimau loreng kuning itu memiliki panjang lebih dari
sepuluh meter.
“Bunuh!!” raung Cu Pat Kai. Dia mengarahkan tangannya ke arah Keanu.
Semesta Aum adalah salah satu jurus terhebat Cu Pat Kai. Awalnya, lelaki itu berpikir bahwa pemuda
yang ada di hadapannya ini, tidak memenuhi syarat sampai membuat Cu Pat Kai harus mengeluarkan jurus
pamungkasnya itu.
Akan tetapi, begitu dia melihat ada begitu banyak wanita cantik di Perguruan Puspita, pikiran Cu Pat
Kai pun langsung tertuju ke sana. Dia tidak ingin berlama-lama bertarung dengan pemuda ini. Dia hanya
ingin cepat-cepat mendapatkan para wanita cantik.
Cu Pat Kai telah memikirkannya dengan baik, setelah mengalahkan anak muda ini, dia akan
menempati seluruh Perguruan Puspita. Dia akan memegang kendali atas seluruh wanita yang ada di sini.
Hanya dalam waktu sekejap, harimau tersebut mengaum liar. Hewan itu langsung bergegas menuju
Keanu. Ke manapun dia pergi, celah besar langsung terbuka di udara.
Tanpa sadar, baik Thalith, Thalia maupun para murid, semuanya menahan napas.
Kuat sekali!
Pria berpakaian putih ini sepertinya ingin membunuh Nugraha hanya dengan satu pukulan. Makanya
dia menggunakan jurus pamungkasnya!
Harimau loreng kuning itu penuh akan aura yang kuat, meski dia hanya terbentuk dari tenaga dalam
Cu Pat Kai. Siapa yang mampu menghentikan serangannya?
“Nugraha!” Ketua Thalia buru-buru berseru. Dia ingin sekali bergegas untuk membantu lelaki itu.
Namun, mana sempat?
‘Wow ....’
Pada saat ini, Keanu sendiri juga terperangah.
‘Kekuatan Kak Pat Kai ternyata sudah sekuat ini?’
Kalau boleh yang mengatakan sejujurnya, sebenarnya ini adalah pertama kali Keanu bertarung
melawan Cu Pat Kai sejak mereka saling mengenal.
Akan tetapi, yang lebih mengejutkan lagi. Keanu tidak panik sama sekali
Dia terlihat tenang berhadapan dengan Semesta Aum. Lelaki itu pun mundur beberapa langkah,
barulah melompat dan terbang di udara. Dia berhasil menghindari serangan-serangan harimau dengan
cerdik.
Woah!
Begitu melihat pemandangan ini, semura orang dari Perguruan Puspita pun berseru terkejut, tapi
senang.
Apa yang sedang terjadi??
Kekuatan yang dimiliki Nugraha jelas tidak sebanding dengan pria berbaju putih itu. Tetapi,
bagaimana bisa dia lolos dari pukulan maut itu? Sepertinya selama ini Nugraha menyembunyikan
kekuatannya ....
Sementara itu, Thalith mengerutkan alisnya. Dia menatap Keanu lamat-lamat. Matanya berkilat-kilat
penuh akan perasaan campur aduk.
‘Nugraha Santosa selama ini ternyata menyembunyikan kekuatannya..’
“Bagus juga kau, anak muda!”
Raut wajah Cu Pat Kai saat ini berubah menjadi serius. Dia berkata pada Keanu, “Kamu ternyata
berhasil lolos dari serangan barusan. Sepertinya aku harus menganggapmu lawan yang serius.”
Nguung!
Usai berkata demikian, Cu Pat Kai langsung bergegas menuju Keanu.
Boleh dibilang, pergerakan lelaki itu sangat cepat. Hanya dalam sekejap mata dia telah tiba di depan
Keanu!
Ada raut serius di garis-garis wajahnya yang tampan. Saat ini, Cu Pat Kai hanya ingin menyingkirkan
anak muda ini secepat mungkin.
Lalu dia pun memukul Keanu dengan satu tangan.
Jika saja ini adalah keadaan yang normal, Keanu pasti akan lebih memilih untuk menghindar.
Namun, saat ini keanu sangat ingin Cu Pat Kai mendekat padanya.
Bukannya menghindar, Keanu justru mengulurkan tangan dan menyambut pukulan Cu Pat Kai. Detik
berikutnya, kedua telapak tangan itu pun bertubrukan!
Wow!!
Begitu fenomena ini terjadi, seketika muncul keributan di bawah.
“Raja dan orang itu bertarung menggunakan tenaga dalam mereka?”
“Ini ... ini bukannya sama aja kayak bunuh diri?”
“Ya, pria berbaju putih itu punya tenaga dalam yang tak terduga. Bagaimana mungkin Raja bisa
menang melawannya?”
Pada saat ini, Cu Pat Kai sendiri juga merasa terkejut.
Kalau anak muda ini berani menyerangnya menggunakan tenaga dalam, berarti sama saja dengan cari
mati.
“Kak Pat Kai!”
Begitu kedua telapak tangan bersatu, Keanu merendahkan suaranya dan berseru pelan, “Ini aku, aku
Keanu.”
Keanu dan Cu Pat Kai tentu sedang berada di tengah-tengah udara. Suara mereka sangat rendah,
sehingga tidak ada yang bisa mendengar suara itu kecuali mereka berdua.
Apa?
Tubuh Cu Pat Kai tiba-tiba berguncang. Dia menatap Keanu lamat-lamat. Nampak tidak percaya.
‘Ini adalah Keanu? Dik Keanu?’
‘Kenapa penampilannya ....’
Begitu menyadari tatapan bingung Cu Pat Kai, Keanu pun menarik kedua sudut bibirnya dan lanjut
berbicara, “Aku menggunakan Bedak Ubah Rupa untuk menyembunyikan identitasku.”
Ohh!
Cu Pat Kai langsung memberikan reaksi begitu mendengar penjelasan Keanu. Dia pun menarik napas
dalam-dalam, dan berkata, “Saudaraku, apa yang telah terjadi di sini? Kenapa kamu menggunakan
identitas palsu di Daratan Laut Kuning?”
Ketika sedang berbicara, mata Cu Pat Kai dipenuhi akan rasa ragu. Dia bahkan merasa otaknya tidak
mampu untuk memproses semua ini.
Waktu itu, setelah Cu Pat Kai terluka parah di Daratan Tanjung Utara akibat perbuatan Mandla, dia
membawa Rosa Manda untuk mencari tempat persembunyian.
Pada saat yang sama, dia diam-diam mencari tahu tentang situasi di Daratan Tanjung Utara. Saat itu,
Mandla mengatakan bahwa dia dan Hanum bekerja sama untuk menggulingkan kaisar.
Setelah Kaisar Gaius meninggal, Cu Pat Kai awalnya tidak menaruh perhatian. Namun, setelah
dipikirkan lagi secara cermat, rasanya ada yang janggal.
Akan tetapi, yang membuat Cu Pat Kai merasa dilema adalah hilangnya Permaisuri Hanum. Hal ini pun
akhirnya lenyap seketika. Atas kejadian inilah, lelaki itu memutuskna untuk membawa Rosa dan bermain-
main dengannya ke sana kemari.
Beberapa waktu yang lalu, dia mendapat kabar bahwa Mandla memimpin pasukan untuk menaklukkan
Daratan Awan Kidul dan berhasil dikalahkan oleh Keanu.
Maka dari itu, Cu Pat Kai selalu mengira Keanu selama ini berada di Daratan Awan Kidul. Dia sama
sekali tidak menyangkan justru akan bertemu kawannya itu di sini.
Sementara itu, saat ini Keanu sedang tersenyum pahit.
Dia menjawab dengan kelu, “Sulit untuk menjelaskannya, Kak Pat Kai. Kita sebaiknya jangan bicara
terlalu lama. Pura-puralah nggak kenal kau. Tunggu sampai kesempatannya tiba untuk membantuku
membawa Gladys pergi dari sini.”
Sembari berbicara, Keanu berhasil terbang memosisikan dirinya tepat di hadapan Cu Pat Kai.
‘Gladys? Gladys Rana?’
Cu Pat Kai mengerutkan kening. Kemudian dia pun melihat ke bawah. Tidak butuh waktu lama, dia
berhasil menemukan Gladys di antara kerumunan. Seketika dia terkejut.
‘Sebenarnya apa yang sedang Keanu lakukan? Gladys adalah kekasihnya, lantas mengapa dia
meminta bantuanku untuk membawanya pergi?’
Cu Pat Kai pernah tinggal di kediaman Sagara. Di tempat itulah dia mengenal Gladys.
Pada saat ini Cu Pat Kai masih belum tahu bahwa Gladys menderita amnesia dan benar-benar lupa
akan Keanu.
Detik berikutnya, Cu Pat Kai pun menjawab, “Oke, akan kulakukan apa yang kamu minta,
Saudaraku.”
Meskipun Cu Pat Kai belum sepenuhnya memahami situasi ini, tapi dia sangat memercayai Keanu.
Keanu pun tersenyum kecil. Setelah itu dia langsung membeberkan rencananya.
Saat ini, orang-orang yang sedang berada di bawah menatap ke arah Keanu dan Cu Pat Kai dengan
tajam. Sorot mata mereka tidak dapat dijelaskan.
“Apakah tenaga dalam Raja memang sekuat itu?”
“Benar juga, mereka berdua telah bertarung selama ini, tapi Raja masih saja bertahan.”
“Jangan-jangan Pak Nugraha mengeluarkan seluruh tenaga dalamnya?”
Semua orang terus berkasak-kusuk. Mereka tidak bisa menyembunyikan rasa khawatir dan kagum
mereka. Bahkan sampai ada beberap murid yang memandang Keanu dengan penuh kekaguman.
Orang-orang Perguruan Puspita itu nampaknya sama sekali tidak menyadari bahwa mereka berdua
bukan sedang bertarung, melainkan sedang berbincang.
To be continue ...
Halo Sobat Novelme!
Terima kasih sudah membaca chapter ini, dijamin konfliknya makin seru lho!
Buat kalian yang menyukai novel ini, bisa vote, subscribe, komen review dan kasih hadiah ya supaya
author semangat up-nya.
Terima kasih^^
 Selanjutnya
 Daftar Isi
 Sebelumnya

PustakaTop Up

  Selanjutnya
 Daftar Isi

 Sebelumnya 
Hello, Mr. Presdir!Katakan yang Sejujurnya
Katakan yang Sejujurnya
“Baiklah!” tanggap Cu Pat Kai setelah Keanu menjelaskan rencananya.
“Kak Pat Kai, kurang lebih begitu, ayo kita jalankan!” ucap Keanu lirih.
“Oke!” Cu Pat Kai mengangguk. Lantas dia melepaskan tangannya dan berseru, “Anak muda,
tamatlah riwayatmu.”
Begitu suara itu jatuh, telapak tangan Cu Pat Kai tiba-tiba mendorong ke arah depan. Dia terlihat
sangat perkasa. Akan tetapi, pada kenyataan telapak tangan itu tidak memiliki tenaga dalam sama sekali.
“Arghh!”
Detik berikutnya, Keanu pura-pura terluka karena serangan Cu Pat Kai. Dia berteriak kesakitan dan
terlempar ke tanah.
Apa??
Raja telah kalah?
Begitu melihat hasil pertarungan ini, para murid pun tertohok. Mereka mengira raja mereka yang
berani bertarung itu akan berhasil menang melawan pria berbaju putih. Namun, tak disangka, sang raja
malah kalah.
Semua orang sama sekali tidak tahu bahwa kekalahan itu disengaja oleh Keanu dan Cu Pat Kai.
“Nugraha!!” Beberapa detik kemudian, Thalia bereaksi. Dia dengan langkah cepat mendekati Keanu.
Tangan putihnya langsung menopang tubuh Keanu dan bertanya prihatin, “Kamu gimana? Nggak apa-apa
kan?”
Pada saat yang sama, ada beberapa orang murid yang juga menghampiri Keanu. Semuanya terlihat
khawatir.
Hanya Thalith seorang yang tetap berdiri di tempat yang sama. Dia memandang ke arah Keanu tanpa
perubahan ekspresi sedikit pun.
Meskipun Keanu dan Cu Pat Kai tadi diam-diam berbicara di tengah udara, ternyata Thalith yang
berkemampuan tinggi ini juga tidak menyadarinya.
Akan tetapi, menurut Thalith, sungguh mencurigakan melihat Nugraha yang kekuatannya biasa saja ini
tiba-tiba menjadi kuat.
Sementara itu, Keanu tersenyum dan menggelengkan kepalanya begitu melihat Thalia dan para murid
mengkhawatirkannya. “Aku nggak apa-apa!” ucap Keanu.
Lalu lelaki itu berkata pada Thalia, “Pria berbaju putih itu sangat kuat. Aku nggak bisa melawannya,
jadi kalian harus hati-hati padanya.”
Ketua Perguruan Puspita itu pun mengulum bibirnya dan mengangguk.
Whuush.
Tepat pada saat perhatian semua orang terfokus pada Keanu, Cu Pat Kai cepat-cepat melintas dan
bergegas menuju Gladys Rana.
Tik. Tik. Tik.
Detik berikutnya, Cu Pat Kai membentuk kilatan listrik dan menekan beberapa titik di tubuh Gladys.
Hanya dalam waktu singkat, tubuh Gladys langsung bergetar. Dia sama sekali tidak bisa bergerak.
Perempuan itu sangat kaget dan marah. “Ap—apa yang kamu lakukan??”
Gladys merasa sangat bingung. Dia tidak menduga pria berbaju putih itu akan tiba-tiba menghampiri
dan menekan titik akupunturnya.
“Hahaha.”
Cu Pat Kai tersenyum sambil mengeluarkan sorot mata tidak senonoh. “Oh, wanita cantik yang satu
ini. Kamu benar-benar mempesona. Aku suka sama gayamu. Hanya kamulah yang berhasil membuat
seorang Cu Pat Kai terpesona. Ayo ikut denganku, ha ha ha.”
Usai berkata demikian, Cu Pat Kai pun meraih tangan Gladys. Pada saat yang sama dia memberikan
isyarat pada Rosa Manda. Dengan cepat ketiga orang itu terbang menuju kejauhan.
Ya, apa yang baru saja dilakukan oleh Cu Pat Kai, semuanya persis seperti yang direncanakan oleh
Keanu.
Rencana Keanu sederhana, dia berpura-pura kalah dari Cu Pat Kai dan berlagak seakan-akan terluka
untuk menarik perhatian semua orang. Kemudian pada saat itulah Cu Pat Kai menghampiri Gladys dan
membawanya pergi.
Sebenarnya Keanu sama sekali tidak ingin merepotkan Cu Pat Kai, tapi dia tidak punya cara lain.
Pengaruh dari Yudha Danter berhasil membuat Gladys membencinya.
Jika Keanu mengungkapkan identitas aslinya, Gladys pasti tidak akan mau ikut pergi. Malahan
perempuan itu akan melawan sekuat tenaga.
Yang lebih penting lagi, ini adalah markas pusat Perguruan Puspita. Kalau kondisinya berubah tak
terkendali, takutnya mereka tidak akan mungkin berhasil membawa Gladys pergi.
Maka dari itu, setelah mempertimbangkan masak-masak, maka ini adalah solusi yang terbaik.
Semua peristiwa itu terjadi dengan sangat cepat. Ketika semua orang dari Perguruan Puspita
menyadarinya, Cu Pat Kai sudah telanjut menghilang dari pandangan mereka.
Hahaha.
Begitu melihat keberhasilannya, Keanu langsung sangat bersuka cita.
Berhasil! Gladys berhasil dibawa pergi oleh Cu Pat Kai. Akhirnya Keanu bisa juga pergi dari sini dengan
tenang.
Sebaliknya, raut wajah Thalith justru terlihat tidak mengenakkan. Dia sangat kesal melihat Cu Pat Kai
yang membawa Gladys pergi begitu saja.
Perguruan Puspita selama ini slealu dianggap sebagai tempat yang menakutkan dan sangat menjaga
kesuciannya dalam beberapa tahun terakhir. Akan tetapi, sekarang salah seorang angggotanya justru
berhasil dibawa pergi oleh seorang pria.
“Cepat!”
Thalia tampak cemas. Sembari menopang Keanu, dia memberikan instruksi pada murid-muridnya,
“Cepat susul orang itu. Selamat Gladys Rana!”
Setelah mengubah sudut pandangnya terhadap Keanu, Ketua Thalia juga telah memutuskan untuk
menganggap Gladys sebagai teman dari suaminya. Begitu dia melihat Gladys dibawa pergi, tentu dia juga
merasa cemas.
Hingga saat ini, Thalia masih belum tahu kalau Keanu melakukan ini semua dengan sengaja.
“Baik, Ketua!” Semua murid menjawab. Mereka hendak mengejar Cu Pat Kai. Akan tetapi, Thalith
justru menghentikan mereka.
“Tidak usah,” ucap Thalith datar.
Dia memasang senyum di wajahnya, “Gladys Rana ini kan juga belum melewati upacara
penyambutan, berarti dia belum dianggap sebagai anggota Perguruan Puspita. Nyawa perempuan itu tidak
ada sangkut pautnya dengan kita.”
Awalnya Thalith merasa kesal saat Gladys dibawa kabur. Namun, setelah memikirkan tentang
kecurigaan Thalith pada Nugraha, perempuan itu pun memutuskan untuk membiarkan Gladys pergi saja.
Untuk saat ini, mengetahui identitas asli Nugraha Santosa adalah hal yang paling penting bagi Thalith.
Sebaliknya, para murid dibuat tercengang oleh ucapan master mereka.
Sementara itu, Keanu mengerutkan keningnya.
‘Bukan main, Thalith ini nggak cuma tegas, tapi juga kejam. Sebelum ini, Gladys dia minta untuk
bergabung ke perguruannya. Sekarang, dia malah tidak memedulikannya. Sungguh aneh.’
Namun, Keanu berusaha tidak menaruh perhatian pada hal ini. Bagaimanapun juga, Gladys telah
berhasil dibawa pergi. Jadi, Keanu tidak perlu mengkhawatirkan apapun lagi.
“Nugraha!”
Pada saat ini Thalith berjalan perlahan sambil menatap Keanu. Senyuman tidak lepas dari wajahnya.
“Orang kepercayaanmu telah mereka ambil, kenapa kamu nggak terlihat panik sama sekali?”
Mata Thalith terbuka lebar. Seolah-olah dia ingin melihat setiap perubahan ekspresi Keanu.
“Panik, lah!”
Keanu tersenyum pahit, lantas menjawab, “Tapi apa gunanya kalau aku panik? Aku terluka gara-gara
tenaga dalam orang itu. Dan kamu, Master, kamu juga belum tentu mau membantuku. Jadi, aku nggak
punya pilihan lain.”
“Bohong. Terus saja berbohong,” cibir Thalith.
Nada suaranya terdengar semakin dingin, “Kekuatan pria tadi berada di atas level Grand Emperor,
kamu orang yang cuma dari level Emperor kenapa bisa tahan bertarung dengannya? Hmm, rupanya kamu
menyembunyikan kekuatanmu, ya kan? Sangat mencurigakan.”
Mata Thalith semakin menajam seraya dia berbicara, “Benar kan? Dan aku yakin, nama aslimu pasti
bukan Nugraha Santosa. Katakan, kamu sebenarnya siapa?”
Deg!
Seketika Ketua Thalia dan para murid menyimak langsung tertegun. Semua mata sontak tertuju pada
Keanu.
Memang benar, apa yang dikatakan oleh Master Thalith memang benar adanya.
Awalnya mereka semua mengira Nugraha Santosa hanyalah seorang dokter berketerampilan tinggi.
Tidak ada satu pun dari mereka yang menduga dia memiliki kekuatan yang luar biasa. Identitas lelaki itu
memang patut dicurigai.
Terutama Thalia. Dia menatap Keanu lurus-lurus. Jantung perempuan itu juga berdegup kencang.
Nugraha ini tidak hanya unggul dalam bidang medis, dia juga mahir dalam kaligrafi. Sekarang,
terkuaklah kekuatan yang sebenarnya dia miliki.
Dengan begitu banyaknya kemampuan yang dia miliki, bagaimana bisa namanya tidak dikenal siapa
pun?
Dia sebenarnya siapa?
“Master!”
Keanu tersenyum kecil. Dia menjawab dengan santai, “Aku kan sudah bilang sebelumnya, namaku
Nugraha Santosa, aku adalah preman. Kenapa kamu sangat tertarik pada identitasku?”
Sorot mata Keanu tidak terlihat panik sama sekali.
Kalaupun Thalith mencurigainya, perempuan itu tidak memiliki bukti yang solid. Jadi, dia tidak akan
bisa menahan Keanu, meski Thalith ingin.
Keanu tentu sudah memutuskan, begitu dia punya kesempatan, dia akan langsung pergi dari sini.
“Katakan yang sejujurnya.” Thalith tiba-tiba kehilangan kesabarannya. Dia berkata dengan dingin,
“Kamu nggak takut aku akan membunuhmu?”
To be continue ...
Halo Sobat Novelme!
Terima kasih sudah membaca chapter ini, dijamin konfliknya makin seru lho!
Buat kalian yang menyukai novel ini, bisa vote, subscribe, komen review dan kasih hadiah ya supaya
author semangat up-nya.
Terima kasih^^
 Selanjutnya
 Daftar Isi
 Sebelumnya

PustakaTop Up

  Selanjutnya
 Daftar Isi

 Sebelumnya 
Hello, Mr. Presdir!Penyamaran Usai
Penyamaran Usai
Sialan!
Keanu merasa sedikit emosi. Thalith ini benar-benar suka cari gara-gara. Tidak ada habisnya dia
mengusik Keanu.
Detik berikutnya, Keanu terkekeh pelan dan berkata dengan nada sambil lalu, “Master, kalau kamu
benar-benar mau melakukannya, kamu nggak akan mungkin bisa mengalahkanku. Kalau kamu nggak
percaya, aku bisa buktikan.”
Keanu langsung naik darah mendengar ucapan Thalith. Gladys sudah pergi, jadi dia tidak perlu lagi
berpura-pura.
Tentu saja Keanu tidak mau bertindak secara impulsif. Dia tetap ingin mencari kesempatan yang bagus
untuk meninggalkan Perguruan Puspita.
Sementara itu, kata-kata Keanu barusan berhasil membuat orang-orang yang menyaksikannya
gempar.
“Ini ....”
“Nugraha kenapa? Kenapa dia tiba-tiba bicara begitu pada Master?”
“Master kan hanya menanyakan identitasnya, kenapa dia kelihatan sensi begitu? Wah, kayaknya ada
masalah besar nih.”
Aylin juga ikut mencibir pada Keanu, “Heh Nugraha, kamu berani ya bicara gitu. Berani ya menentang
Master?”
“Jangan lupa kalau statusmu sebagai raja itu Master yang memberikannya. Tanpa Master, kamu
bukan apa-apa.” Aylin tidak bisa menyembunyikan rasa jijiknya.
Keanu pun terkekeh. Dia sudah terlalu malas untuk menanggapinya.
Aylin sontak merasa seakan dia telah dihina karena tidak dipedulikan oleh Keanu. Tubuhnya pun
bergetar marah.
Lalu Aylin berkata pada Thalith, “Master, Nugraha ini orang nggak benar. Dia memanfaatkan
hubungannya dengan Ketua Thalia. Dia sama sekali tidak menghormati Master. Dia juga melupakan
bantuan yang Master berikan padanya.”
“Gimana bisa orang yang tidak tahu terima kasih macam dia bisa bersikap baik pada Ketua Thalia
nanti? Gimana bisa dia mengurus Perguruan Puspita dengan sepenuh hati?”
Usai berkata demikian, para murid yang mendengarnya mengamini ucapan Aylin.
“Ya, dia orang nggak bener. Baru beberapa hari, sudah bersikap sesombong ini.”
“Kataku nih ya, orang ini nggak hanya mencurigakan, tapi juga bukan orang baik-baik.”
“Saya mohon, Master, suruhlah dia turun dari jabatannya.”
Komentar semua orang terus berdatagan. Wajah cantik Thalith pun mendingin. Tidak ada respon
darinya.
Di mata para murid, Nugraha berani berbuat seperti ini karena dia sudah menjadi suami Ketua Thalia.
Atas alasan inilah, lelaki itu berani untuk menentang Master Thalith.
Kalau pun mereka benar-benar bertarung, Nugraha bukanlah lawan yang sepadan bagi Master.
Sementara itu, Thalia yang sedari tadi berada di sisi hanya bisa mengigit bagian dalam pipinya.
‘Apa yang terjadi pada Nugraha? Kenapa dia menentang Thalith secara terang-terangan?’
‘Apakah ini semua hanya demi menghindar dari pertanyaan Thalith tentang identitasnya?’
“Nugraha!”
Akhirnya Thalith memberikan balasan. “Kamu barusan mengatakan apa? Kamu mau bersaing
denganku? Kamu juga bilang aku bukan lawan sepadan untukmu? Oke, bagus, sini kita coba,” cibirnya.
Nguung!
Seketika sebuah dorongan udara yang kuat keluar dari tubuh Thalith. Hanya dalam waktu sekejap, air
danau yang tadinya tenang menjadi penuh dengan ombak. Udara di sekitarnya juga ikut terdistorsi.
Aura dari level Grand Emperor ini membuat semua orang merasa tertekan.
Akan tetapi, Keanu lagi-lagi tidak merasa panik saat berhadapan dengan situasi genting. Dia
mengangguk sembari menyunggingkan bibirnya. “Oke.”
Berhubung dia tidak perlu lagi berpura-pura, berarti sudah tidak ada lagi yang perlu dia khawatirkan.
Sembari berkata, Keanu menoleh dan melihat ke arah Thalia. “Ketua, aku mau berdiskusi dengan
Master. Aku harap kamu nggak akan ikut campur, oke?”
Beberapa hari yang lalu, Keanu mengintip Thalith yang sedang mandi. Pada saat dia mau pergi dari
sana, tubuhnya justru ditusuk oleh Ketua Thalia.
Kejadian itu masih terasa segar di ingatan Keanu. Dia tidak mau bertindak gegabah dan merasakan hal
itu lagi.
Sekarang, dia ingin menyelesaikan urusan dengan Thalith. Maka dari itu, Thalia tidak boleh ikut
campur.
“Baik.” Thalia mengangguk dan menjawab cepat.
Nugraha sudah mengatakan, mereka hanya akan mendiskusikan sebuah urusan, jadi Thalia tidak boleh
mengganggunya.
Pada saat ini Thalia masih belum tahu kalau Keanu sama sekali tidak ingin berdiskusi. Dia justru akan
pergi melawan Thalith.
Begitu melihat peristiwa ini, para murid pun terdiam.
Suara embusan napas yang pelan bahkan nyaris terdengar nyaring karena terlampau hening.
Keanu dan Thalith berdiri berseberangan di tepi danau. Suasananya terasa menegangkan. Tidak ada
satu pun orang yang berani bernapas normal.
“Master!” Tiba-tiba seorang murid berjalan dengan cepat dari kejauhan. Kemudian dia
mengucapkan beberapa patah kata di telinga Thalith.
Murid perempuan ini adalah murid yang diutus oleh Thalith untuk menyelidiki identitas Gladys pada
dua hari yang lalu. Dia juga merupakan orang kepercayaan Thalith.
Deg.
Setelah menyimak laporan dari murid itu, tubuh Thalith seketika berguncang. Dia tidak mampu
menyembunyikan rasa terkejutnya.
Tiba-tiba Thalith teringat akan sesuatu. Matanya langsung terpaku pada Keanu, “Kamu begitu
memedulikukan Gladys Rana, jangan-jangan ... kamu adalah Keanu Bawono?”
Hah!
Keanu sontak terpegun karena Thalith tiba-tiba berhasil mengungkapkan identitasnya.
Master Perguruan Puspita ini benar-benar luar biasa. Begitu dia tahu siapa itu Gladys, dia bisa
langsung menebak siapa sebenarnya Nugraha Santosa itu.
Lima detik kemudian, Keanu menanggapi sambil tersenyum, “Nggak salah!”
Kemudian lelaki itu mengulurkan tangan dan menghapus penyamaran di wajahnya. Akhirnya dia
kembali pada penampilan asli.
Wajah yang awalnya terlihat biasa saja, tiba-tiba berubah menjadi berparas tampan.
Woah!
Hanya dalam waktu singkat, baik Thalia maupun murid-muridnya gemetar karena kaget. Mereka
menatap Keanu dengan tatapan kosong, kehilangan kata-kata.
Orang—orang ini adalah Keanu?
Dia adalah orang yang sangat terkenal di Daratan Kyuju. Beberapa waktu lalu dia berhasil memukul
mundur Pasukan Tanjung Utara, dia juga pemimpin Perguruan Duwara Firdaus dan Kaisar Daratan Barat
Kelabu.
Udara di sekitar Danau Sutji seolah-olah berhenti berembus seketika.
Ternyata dia adalah Keanu yang terkenal itu!
Jantung Thalia pun berdegup kencang.
Dia langsung teringat kejadian tadi malam. Setelah melihat kaligrafi buatan Keanu, Thalia langsung
menyadari bahwa lelaki itu bukan orang biasa. Akan tetapi, dia tidak menyangkan latar belakang Nugraha
seluarbiasa ini.
Pemimpin Perguruan Duwara Firdaus, pahlawan Daratan Bumi Bulat, kaisar Daratan Barat Kelabu,
dengan begitu banyaknya gelar yang dia sandang, dia sama sekali bukan orang biasa.
Aylin yang tidak jauh dari sana tidak kalah kagetnya. Dia hanya bisa memandang Keanu dengan
tatapan kosong.
Terkejut. Sangat terkejut.
Orang ini ternyata Keanu Bawono??
Dan Aylin ... sedari kemarin dia mengusik lelaki yang luar biasa kuat itu?
“Keanu Bawono!”
Thalith akhirnya bersuara lagi. Dia menatap Keanu lekat-lekat. Perempuan itu menggertakkan gigi.
“Ternyata kamu. Hari ini, aku nggak akan membiarkanmu pergi hidup-hidup.”
Nada bicara Thalith terdengar sangat dingin. Sorot matanya terlihat ingin membunuh.
Dia telah dikalahkan oleh Keanu di depan umum saat di Vila Pedang Masyhur. Ini adalah momen
terhina yang tidak pernah sekali pun Thalith lupakan.
Kalau mengingat-ingat lagi bahwa lelaki itu telah mengintipnya mandi dua hari silam, emosi Thalith
semakin memuncak.
Aura yang kuat seketika melingkupi perempuan itu. Dia mengangkat tangan, hendak menampar
Keanu!
“Kak! Jangan—” Thalia berseru tertahan. Perempuan itu merasa sangat cemas.
Meskipun ini adalah kali pertama dia melihat Keanu, tapi reputasinya sudah tersebar ke mana-mana.
Ditambah lagi, Thalia bisa merasakan dengan jelas bahwa kekuatan Keanu yang sebenarnya sangat
kuat. Jika Thalith bersikeras untuk menyerangnya, mungkin saja dia yang justru terluka.
He he he!
Keanu justru terkekeh melihat serangan Thalith. Perempuan itu memang sangat agresif.
Lalu Keanu pun bergerak dengan cepat dan sengaja menubrukkan tangannya ke telapak tangan
Thaltih.
Boom!
Seketika terdengar suara keras. Gelombang kekuatan besar langsung menyapu sekitar Danau Sutji.
Kemudian terlihatlah Thalith yang tersedak. Tubuhnya terlempar di udara hingga beberapa puluh
meter. Sementara itu, Keanu sudah berhasil menstabilkan posisinya meski dia juga terpukul mundur.
To be continue ...
Halo Sobat Novelme!
Terima kasih sudah membaca chapter ini, dijamin konfliknya makin seru lho!
Buat kalian yang menyukai novel ini, bisa vote, subscribe, komen review dan kasih hadiah ya supaya
author semangat up-nya.
Terima kasih^^
 Selanjutnya
 Daftar Isi
 Sebelumnya
PustakaTop Up

  Selanjutnya
 Daftar Isi

 Sebelumnya 

Anda mungkin juga menyukai