0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
155 tayangan8 halaman

Perhitungan Balok dengan Pengaku Baja

Dokumen tersebut memberikan informasi mengenai perhitungan kekuatan balok baja dengan pengaku badan. Ringkasannya adalah: (1) memberikan data bahan dan profil balok, (2) menjelaskan perhitungan momen nominal yang mempertimbangkan pengaruh tekuk lokal pada sayap dan badan, (3) menjelaskan perhitungan momen nominal untuk balok plat berdinding penuh.

Diunggah oleh

Hidayat Dani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
155 tayangan8 halaman

Perhitungan Balok dengan Pengaku Baja

Dokumen tersebut memberikan informasi mengenai perhitungan kekuatan balok baja dengan pengaku badan. Ringkasannya adalah: (1) memberikan data bahan dan profil balok, (2) menjelaskan perhitungan momen nominal yang mempertimbangkan pengaruh tekuk lokal pada sayap dan badan, (3) menjelaskan perhitungan momen nominal untuk balok plat berdinding penuh.

Diunggah oleh

Hidayat Dani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PERHITUNGAN BALOK DENGAN PENGAKU BADAN

[C]2011 : M. Noer Ilham

A. DATA BAHAN

Tegangan leleh baja (yield stress ), fy = 240 MPa


Tegangan sisa (residual stress ), fr = 70 MPa
Modulus elastik baja (modulus of elasticity ), E= 200000 MPa
Angka Poisson (Poisson's ratio ), u= 0,3

B. DATA PROFIL BAJA


Profil : WF 200.100.5,5.8
ht = 200 mm
tf bf = 100 mm
tw = 5,5 mm
tf = 8 mm
tw r= 11 mm
h h2 ht A= 2130 mm2
4
Ix = 18400000 mm
4
Iy = 1340000 mm
rx = 82,4 mm

r ry = 22,9 mm
h1 Sx = 184000 mm
3

Sy = mm3
bf Berat : w=
26,8
213 N/m

BALOK DENGAN PENGAKU BADAN

C. DATA BALOK

Panjang elemen [Link]. x, Lx = 4600 mm


Panjang elemen [Link]. y ( jarak dukungan lateral ), Ly = 3800 mm
Jarak antara pengaku vertikal pada badan, a= 1000 mm
Tebal plat pengaku vertikal pada badan, ts = 12 mm
Momen maksimum akibat beban terfaktor, Mu = 9498500 Nmm
Momen pada 1/4 bentang, MA = 3342200 Nmm
Momen di tengah bentang, MB = 5305900 Nmm
Momen pada 3/4 bentang, MC = 2994700 Nmm
Gaya geser akibat beban terfaktor, Vu = 169976 N
Faktor reduksi kekuatan untuk lentur, fb = 0,90
Faktor reduksi kekuatan untuk geser, ff = 0,75

D. SECTION PROPERTIES
G=E/[2*(1+u)]= 76923 MPa
h1 = tf + r = 19,00 mm
h 2 = ht - 2 * h 1 = 162,00 mm
h = ht - tf = 192,00 mm
J = S [ b * t /3 ] = 2 * 1/3 * bf * tf + 1/3 * (ht - 2 * tf) * tw = 44337,7 mm
3 3 3 4

6
Iw = Iy * h2 / 4 = 1,235E+10 mm
X1 = p / Sx * √ [ E * G * J * A / 2 ] = 14552,5 MPa
2 2
X2 = 4 * [ Sx / (G * J) ]2 * Iw / Iy = 0,0001073 mm /N
3
Zx = tw * ht2 / 4 + ( bf - tw ) * ( ht - tf ) * tf = 200152,0 mm
3
Zy = tf * bf2 / 2 + ( ht - 2 * tf ) * tw2 / 4 = 41391,5 mm

G= modulus geser, Zx = modulus penampang plastis thd. sb. x,


J= Konstanta puntir torsi, Zy = modulus penampang plastis thd. sb. y,
Iw = konstanta putir lengkung, X1 = koefisien momen tekuk torsi lateral - 1,
h= tinggi bersih badan, X2 = koefisien momen tekuk torsi lateral - 2,

E. PERHITUNGAN KEKUATAN

Syarat yg harus dipenuhi untuk balok dengan pengaku, maka nilai : a / h ≤ 3.0
a/h= 5,208 > 3,00
 tidak berlaku rumus balok dg pengaku
Ketebalan plat badan dengan pengaku vertikal tanpa pengaku memanjang harus meme-
nuhi : h / tw  7.07 * √ ( E / fy )
34,909 < 204,09  tebal plat badan memenuhi (OK)

1. MOMEN NOMINAL PENGARUH LOCAL BUCKLING

1.1. Pengaruh tekuk lokal (local buckling) pada sayap

Kelangsingan penampang sayap, l = bf / tf = 12,500


Batas kelangsingan maksimum untuk penampang compact ,
lp = 500 / √ fy = 32,275
Batas kelangsingan maksimum untuk penampang non-compact ,
lr = 625 / √ fy = 40,344
Momen plastis, Mp = fy * Zx = 48036480 Nmm
Momen batas tekuk, Mr = Sx * ( fy - fr ) = 31280000 Nmm
Momen nominal penampang untuk :
a. Penampang compact , l  lp
→ Mn = Mp
b. Penampang non-compact , lp < l  lr
→ Mn = Mp - (Mp - Mr) * ( l - lp) / ( lr - lp)
c. Penampang langsing , l > lr
→ Mn = Mr * ( l r / l ) 2

l < lp dan l < lr


Berdasarkan nilai kelangsingan sayap, maka termasuk penampang compact
Momen nominal penampang dihitung sebagai berikut :
compact : Mn = Mp = 48036480 Nmm
non-compact : Mn = Mp - (Mp - Mr) * ( l - lp) / ( lr - lp) = - Nmm
Mn = M r * ( l r / l ) =
2
langsing : - Nmm
Momen nominal untuk penampang : compact Mn = 48036480 Nmm
1.2. Pengaruh tekuk lokal (local buckling) pada badan

Kelangsingan penampang badan, l = h / tw = 34,909


Batas kelangsingan maksimum untuk penampang compact ,
lp = 1680 / √ fy = 108,444
Batas kelangsingan maksimum untuk penampang non-compact ,
lr = 2550 / √ fy = 164,602
l < lp dan l < lr
Berdasarkan nilai kelangsingan badan, maka termasuk penampang compact
Momen nominal penampang dihitung sebagai berikut :
compact : Mn = Mp = 48036480 Nmm
non-compact : Mn = Mp - (Mp - Mr) * ( l - lp) / ( lr - lp) = - Nmm
Mn = M r * ( l r / l ) =
2
langsing : - Nmm
Momen nominal untuk penampang : compact Mn = 48036480 Nmm

2. MOMEN NOMINAL BALOK PLAT BERDINDING PENUH

Kelangsingan penampang badan, l = h / tw = 34,909


Untuk penampang yang mempunyai ukuran : h / tw > lr
34,909 < 40,344
maka momen nominal komponen struktur, tidak harus dihitung dengan rumus :
Mn = Kg * S * fcr
dengan, Kg = 1 - [ ar / (1200 + 300 * ar) ] * [ h / tw - 2550 /  fcr ]
a. Untuk kelangsingan : lG ≤ lp → fcr = fy
b. Untuk kelangsingan : lp < lG ≤ lr
→ fcr = Cb * fy * [ 1 - ( lG - lp ) / ( 2 * ( lr - lp ) ) ] ≤ fy
c. Untuk kelangsingan : lG > lr → fcr = fc * ( lr / lG )2 ≤ fy
Untuk tekuk torsi lateral : → f c = Cb * f y / 2 ≤ fy
Untuk tekuk lokal : → fc = fy / 2
Koefisien momen tekuk torsi lateral,
Cb = 12.5 * Mu / ( 2.5*Mu + 3*MA + 4*MB + 3*MC ) = 1,86 < 2.3
 diambil, Cb = 1,86
Perbandingan luas plat badan terhadap luas plat sayap,
ar = h * tw / ( bf * tf ) = 1,320
Momen inersia,
3
I1 = Iy / 2 - 1/12 * tw * 1/3 * h2 = 669251 mm4
Luas penampang, A1 = A / 2 - 1/3 * tw * h2 = 768 mm2
Jari-jari girasi daerah plat sayap ditambah sepertiga bagian plat badan yang mengalami
tekan, r1 =  ( I1 / A1 ) = 30 mm

2.1. Momen nominal berdasarkan tekuk torsi lateral

Jarak antara pengekang lateral, L = Ly = 3800 mm


Angka kelangsingan, l G = L / r1 = 128,727
Batas kelangsingan maksimum untuk penampang compact ,
lp = 1.76 * √ ( E / fy ) = 50,807
Batas kelangsingan maksimum untuk penampang non-compact ,
lr = 4.40 * √ ( E / fy ) = 127,017
Tegangan acuan untuk momen kritis tekuk torsi lateral,
f c = Cb * f y / 2 = 222,69 MPa
fc < fy maka diambil, fc = 222,69 MPa
lG > lp dan lG > lr
Tegangan kritis penampang dihitung sebagai berikut :
lG ≤ lp fcr = fy = - MPa
lp ≤ lG ≤ lr fcr = Cb* fy* [ 1 - ( lG - lp) / ( 2*( lr - lp) ) ] = - MPa
lG > lr fcr = fc * ( lr / lG )2 = 216,81 MPa
fcr = 216,81 MPa
fcr < fy maka diambil, fcr = 216,81 MPa
Modulus penampang elastis, S = Sx = 184000 mm3
Koefisien balok plat berdinding penuh,
Kg = 1 - [ ar / (1200 + 300 * ar) ] * [ h / tw - 2550 /  fcr ] = 1,114
Momen nominal penampang, Mn = Kg * S * fcr = 44455597 Nmm

2.2. Momen nominal berdasarkan local buckling pada sayap

Kelangsingan penampang sayap, lG = bf / ( 2 * tf ) = 6,25


Faktor kelangsingan plat badan, ke = 4 /  ( h / tw ) = 0,677 < 0.763
diambil, ke = 0,677
Batas kelangsingan maksimum untuk penampang compact ,
lp = 0.38 * √ ( E / fy ) = 10,97

Batas kelangsingan maksimum untuk penampang non-compact ,


lr = 1.35 * √ ( ke * E / fy ) = 32,07
Tegangan acuan untuk momen kritis tekuk lokal, fc = fy / 2 = 120,00 MPa
lG < lp dan lG < lr
Tegangan kritis penampang dihitung sebagai berikut :
lG ≤ lp fcr = fy = 240,00 MPa
lp ≤ lG ≤ lr fcr = Cb* fy* [ 1 - ( lG - lp) / ( 2*( lr - lp) ) ] = - MPa
lG > lr fcr = fc * ( lr / lG )2 = - MPa
Tegangan kritis penampang, fcr = 240,00 MPa
fcr < fy maka diambil, fcr = 240,00 MPa
Modulus penampang elastis, S = Sx = 184000 mm3
Koefisien balok plat berdinding penuh,
Kg = 1 - [ ar / (1200 + 300 * ar) ] * [ h / tw - 2550 /  fcr ] = 1,107
Momen nominal penampang, Mn = Kg * S * fcr = 48896807 Nmm
3. MOMEN NOMINAL PENGARUH LATERAL BUCKLING

Momen nominal komponen struktur dengan pengaruh tekuk lateral, untuk :


a. Bentang pendek : L  Lp
→ Mn = Mp = fy * Zx
b. Bentang sedang : Lp < L  Lr
→ Mn = C b * [ M r + ( M p - M r ) * ( L r - L ) / ( L r - L p ) ]  Mp
c. Bentang panjang : L > Lr
Mn = Cb * p / L*√ [ E * Iy * G * J + ( p * E / L ) * Iy * Iw ]  Mp
2

Panjang bentang maksimum balok yang mampu menahan momen plastis,
Lp = 1.76 * ry * √ ( E / fy ) = 1163 mm
Tegangan leleh dikurangi tegangan sisa, fL = fy - fr = 170 MPa
Panjang bentang minimum balok yang tahanannya ditentukan oleh momen kritis tekuk
2
torsi lateral, Lr = ry * X1 / fL * √ [ 1 + √ ( 1 + X2 * fL ) ] = 3409 mm
Koefisien momen tekuk torsi lateral,
Cb = 12.5 * Mu / ( 2.5*Mu + 3*MA + 4*MB + 3*MC ) = 1,86
Momen plastis, Mp = fy * Zx = 48036480 Nmm
Momen batas tekuk, Mr = Sx * ( fy - fr ) = 31280000 Nmm
Panjang bentang [Link]. y (jarak dukungan lateral), L = Ly = 3800 mm

L > Lp dan L > Lr


 Termasuk kategori : bentang panjang
Momen nominal dihitung sebagai berikut :
Mn = Mp = fy * Zx = - Nmm
Mn = C b * [ M r + ( M p - M r ) * ( L r - L ) / ( L r - L p ) ] = - Nmm
Mn = Cb * p / L*√ [ E * Iy * G * J + ( p * E / L ) * Iy * Iw ] = 53648499 Nmm
2

Momen nominal balok untuk kategori : bentang panjang Mn = 53648499 Nmm


Mn > Mp
Momen nominal yang digunakan, Mn = 48036480 Nmm

4. TAHANAN MOMEN LENTUR

a. Momen nominal pengaruh local buckling :


Momen nominal pengaruh local buckling pada sayap, Mn = 48036480 Nmm
Momen nominal pengaruh local buckling pada badan, Mn = 48036480 Nmm
b. Momen nominal balok plat berdinding penuh :
Momen nominal berdasarkan tekuk torsi lateral, Mn = 44455597 Nmm
Momen nominal berdasarkan local buckling pd. sayap, Mn = 48896807 Nmm
c. Momen nominal berdasarkan pengaruh lateral buckling , Mn = 48036480 Nmm
Momen nominal (terkecil) yang menentukan,  Mn = 44455597 Nmm
Tahanan momen lentur, fb * Mn = 40010038 Nmm
Momen akibat beban terfaktor, Mu = 9498500 Nmm
Syarat yg harus dipenuhi : Mu  fb * Mn
9498500 < 40010038  AMAN (OK)

Mu / ( fb * Mn ) = 0,2374 < 1.0 (OK)

5. TAHANAN GESER

Tahanan geser nominal plat badan dengan pengaku dihitung sebagai berikut :
Untuk nilai, h / tw ≤ 1.10 *  ( kn * E / fy )
Tahanan geser plastis :
→ Vn = 0.60 * fy * Aw
Untuk nilai, 1.10 *  ( kn * E / fy ) ≤ h / tw ≤ 1.37 *  ( kn * E / fy )
Tahanan geser elasto plastis :
→ Vn = 0.60 * fy * Aw * [ 1.10* ( kn * E / fy ) ] / ( h / tw )
Untuk nilai, h / tw > 1.37 *  ( kn * E / fy )
Tahanan geser elastis :
→ Vn = 0.90 * Aw * kn * E / ( h / tw )2

2
Luas penampang badan, Aw = tw * ht = 1100 mm
2
kn = 5 + 5 / ( a / h ) = 5,1843
Perbandingan tinggi terhadap tebal badan, h / tw = 34,909
1.10 *  ( kn * E / fy ) = 72,302
1.37 *  ( kn * E / fy ) = 90,048
h / tw < 1.10* ( kn*E / fy ) dan h / tw < 1.37* ( kn*E / fy )
 Tahanan geser plastis
Tahanan geser nominal dihitung sebagai berikut :
Vn = 0.60 * fy * Aw = 158400 N
Vn = 0.60 * fy * Aw * [ 1.10* ( kn * E / fy ) ] / ( h / tw ) = - N
2
Vn = 0.90 * Aw * kn * E / ( h / tw ) = - N
Tahana geser nominal untuk geser : plastis Vn = 158400 N
Tahanan gaya geser, ff * Vn = 118800 N
Gaya geser akibat beban terfaktor, Vu = 169976 N
Syarat yg harus dipenuhi : Vu  ff * Vn
169976 > 118800  TIDAK AMAN (NG)
6. INTERAKSI GESER DAN LENTUR

Elemen yang memikul kombinasi geser dan lentur harus dilakukan kontrol sbb. :
Syarat yang harus dipenuhi untuk interakasi geser dan lentur :
Mu / ( fb * Mn ) + 0.625 * Vu / ( ff * Vn )  1,375
Mu / ( fb * Mn ) = 0,2374
Vu / ( ff * Vn ) = 1,4308
Mu / ( fb * Mn ) + 0.625 * Vu / ( ff * Vn ) = 1,1316
1,1316 < 1.375 AMAN (OK)

7. DIMENSI PENGAKU VERTIKAL PADA BADAN

Luas penampang plat pengaku vertikal harus memenuhi,


As ≥ 0.5 * D * Aw * (1 + Cv) * [ a / h - (a / h)2 /  (1 + (a / h)2 ) ]
Tebal plat pengaku vertikal pada badan (stiffner ), ts = 12 mm
Tinggi plat pengaku, hs = ht - 2 * tf = 184 mm
Luas penampang plat pengaku, As = hs * ts = 2208 mm2
Untuk sepasang pengaku, D= 1
2
Cv = 1.5 * kn * E / fy * 1 / ( h /tw ) = 5,3177
0.5 * D * Aw * (1 + Cv) * [ a / h - (a / h) /  (1 + (a / h) ) ] =
2 2
325 mm2
Syarat yang harus dipenuhi :
As ≥ 0.5 * D * Aw * (1 + Cv) * [ a / h - (a / h)2 /  (1 + (a / h)2 ) ]
2208 > 325  AMAN (OK)

Pengaku vertikal pada plat badan harus mempunyai momen inersia :


Is ≥ 0.75 * h * tw
3
untuk a / h ≤ 2
3 3
Is ≥ 1.5 * h * tw / a
2
untuk a / h > 2

Momen inersia plat pengaku, Is = 2/3 * hs * ts3 = 211968 mm4


untuk, a/h= 5,208 > 2
Batasan momen inersia pengaku vertikal dihitung sebagai berikut :
0.75 * h * tw =
3
- mm4
1.5 * h3 * tw3 / a2 = 1766 mm4

Momen inersia minimum = 1766 mm4


Kontrol momen inersia plat pengaku,
Is = 211968 > 1766  AMAN (OK)

Anda mungkin juga menyukai