0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
83 tayangan8 halaman

Proposal Terapi Mewarnai Anak Pra Sekolah

Proposal terapi bermain mewarnai gambar pada anak usia pra sekolah di rumah sakit bertujuan untuk mengurangi stres akibat rawat inap dengan memberikan stimulasi perkembangan melalui aktivitas bermain mewarnai. Terapi akan dilaksanakan selama 15 menit dengan menggunakan alat pensil warna dan buku gambar untuk meningkatkan kreativitas dan konsentrasi anak.

Diunggah oleh

Rizky Fara Anisya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
83 tayangan8 halaman

Proposal Terapi Mewarnai Anak Pra Sekolah

Proposal terapi bermain mewarnai gambar pada anak usia pra sekolah di rumah sakit bertujuan untuk mengurangi stres akibat rawat inap dengan memberikan stimulasi perkembangan melalui aktivitas bermain mewarnai. Terapi akan dilaksanakan selama 15 menit dengan menggunakan alat pensil warna dan buku gambar untuk meningkatkan kreativitas dan konsentrasi anak.

Diunggah oleh

Rizky Fara Anisya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROPOSAL TERAPI BERMAIN MEWARNAI GAMBAR

PADA ANAK USIA PRA SEKOLAH DI RUANG LUKMAN RSI KENDAL

Disusun Oleh:

Rizky Fara Anisya

G3A020175

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN DAN KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG
2021
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Aktivitas bermain merupakan salah satu stimulasi bagi perkembangan anak
secara optimal. Dalam kondisi sakit atau anak dirawat di rumah sakit, aktivitas
bermain ini tetap dilaksanakan, namun harus disesuaikan dengan kondisi anak. Pada
saat dirawat di rumah sakit, anak akan mengalami berbagai perasaan yang sangat
tidak menyenangkan, seperti marah, takut, cemas, sedih, dan nyeri. Perasaan tersebut
merupakan dampak dari hospitalisasi yang dialami anak karena menghadapi beberapa
stressor yang ada dilingkungan rumah sakit. Untuk itu, dengan melakukan permainan
anak akan terlepas dari ketegangan dan stress yang dialaminya karena dengan
melakukan permainan anak akan dapat mengalihkan rasa sakitnya pada permainannya
(distraksi) dan relaksasi melalui kesenangannya melakukan permainan. Tujuan
bermain di rumah sakit pada prinsipnya adalah agar dapat melanjutkan fase
pertumbuhan dan perkembangan secara optimal, mengembangkan kreatifitas anak,
dan dapat beradaptasi lebih efektif terhadap stress. Bermain sangat penting bagi
mental, emosional, dan kesejahteraan anak seperti kebutuhan perkembangan dan
kebutuhan bermain tidak juga terhenti pada saat anak sakit atau anak di rumah sakit
(Wong, 2009).
Berdasarkan sensus penduduk pada tahun 2003 didapatkan jumlah anak usia
toddler (3 - 6 tahun) di Indonesia adalah 13,50 juta anak. Anak-anak pada usia toddler
dapat memainkan sesuatu dengan tangannya serta senang bermain dengan warna, oleh
karena itu bermain dengan mewarnai gambar menjadi alernatif untuk
mengembangkan kreatifias anak dan dapat menurunkan tingkat kecemasan pada anak
selama dirawat. Mewarnai gambar dapat menjadi salah satu media bagi perawat untuk
mampu mengenali tingkat perkembangan anak.
Dinamika secara psikologis menggambarkan bahwa selama anak bermain
dengan sesuatu yang menggunakan alat mewarnai seperti crayon atau pensil warna
akan membantu anak untuk menggunakan tangannya secara aktif sehingga
merangsang motorik halusnya. Oleh karena sangat pentingnya kegiatan bermain
terhadap tumbuh kembang anak dan untuk mengurangi kecemasan akibat hospitalisai,
maka akan dilaksanakan terapi bermain pada anak usia pra sekolah dengan cara
mewarnai gambar

B. TUJUAN

1. TUJUAN UMUM
 Meminimalkan dampak hospitalisasi pada anak.

2. TUJUAN KHUSUS

 Untuk mengurangi kejenuhan anak pada saat menjalani perawatan.


 Untuk meningkatkan adaptasi efektif pada anak terhadap stress karena
penyakit dan dirawat.
 Untuk meningkatkan kemampuan daya tangkap atau konsentrasi anak.
 Untuk meningkatkan koping yang efektif untuk mempercepat
penyembuhan.
 Untuk menambah pengetahuan mengenali warna.
 Untuk mengembangkan imajinasi pada anak.

C. SASARAN KEGIATAN
Peserta yang akan mengikuti kegiatan terapi bermain adalah orang tua dan
anak di tempat terapi bermain ruangan lukman
BAB II
DESKRIPSI KASUS

A. Karakteristik sasaran
Peserta : anak usia 5 tahun
Jumlah : 1 anak dengan didampingi orang tua ( ibu)
Anak menjalani rawat inap di ruang lukman di RSI Kendal
Kriteria :
- Anak bisa duduk/boleh duduk
- Anak bersedia mengikuti terapi bermain
- Prinsip bermain

B. Prinsip bermain
Prinsip bermain yang akan dilakukan adalah bermain aktif, dimana dalam bermain aktif
anak akan memperoleh kesenangan dari apa yang dia lakukan sendiri dan dapat melatih
motorik halus sekaligus koordinasi mata dan tangan dalam bermain.

C. Karakteristik permainan
- Karakteristik dalam permainan ini adalah melatih motorik halus dan kasar
- Mengembangkan kreativitas dan imajinasi anak
- Anak dibimbing untuk mewarnai sebuah pola yang disediakan dengan
warna pilihannya sendiri.
BAB III
Metodelogi Bermain

A. Deskripsi permainan
Bermain adalah kegiatan yang dilakukan berulang-ulang secara sukarela untuk
memperoleh kesenangan atau kepuasan, tanpa mempertimbangkan hasil akhir (Erlita,
2006).
Mewarnai adalah proses memberi warna pada suatu media. Mewarnai gambar
diartikan sebagai proses memberi warna pada media yang sudah bergambar.
Mewarnai gambar merupakan terapi permainan yang kreatif untuk mengurangi stress
dan kecemasan serta meningkatkan komunikasi pada anak.

B. Tujuan permainan
1. Untuk mengurangi kejenuhan anak pada saat menjalani perawatan.
2. Untuk meningkatkan adaptasi efektif pada anak terhadap stress karena penyakit
dan dirawat
3. Untuk meningkatkan kemampuan daya tangkap atau konsentrasi anak.
4. Untuk meningkatkan koping yang efektif untuk mempercepat penyembuhan.
5. Untuk menambah pengetahuan mengenali warna.
6. Untuk mengembangkan imajinasi pada anak.

C. Keterampilan yang diperlukan


Dalam permaianan ini keterampilan harus dimiliki oleh anak dan perawat.
Anak harus memiliki pengetahuan tentang cara bermain, kreativitas yang tinggi dan
semangat untuk bermain. Sedangkan keterampilan yang harus dimiliki oleh perawat
adalah perawat memiliki kemampuan untuk menjelaskan permainan sehingga anak
menjadi tahu tentang cara melakukan permainannya, kesabaran dalam membimbing
proses bermain dan komunikasi yang baik sehingga anak dapat membentuk
hubungan saling percaya dengan perawat.

D. Jenis Permainan
 Mewarnai buku gambar berpola
E. Alat bermain
1. Pensil warna
2. Buku gambar berpola

F. Proses Bermain

1. Perawat memberikan mainan hewan kepada anak

2. Anak memilih mainan hewan

3. Membantu mengenalkan nama hewan yang anak pilih

4. Membantu menjelaskan nama-nama hewan lainnya

5. Membimbing anak untuk mengucapkan nama-nama hewan yang disebut

6. Memberi apresiasi kepada anak

G. Waktu Pelaksanaan
Hari/Tanggal : Kamis, 3 juni 2021
Pukul : 13.00 WIB
Tempat : Kamar anak diruang lukman
No Waktu Kegiatan Peserta
.
1 5 menit . Pra kegiatan :
Memfasilitasi media terapi bermain
Mempersiapkan pasien untuk terapi
bermain

2 5 menit Pembukaan :
Membuka kegiatan dengan Menjawab salam
mengucapkan salam.
Memperkenalkan diri
Menjelaskan tujuan dari terapi Mendengarkan
bermain Memperhatikan
Kontrak waktu anak dan orang tua Memperhatikan
3 15 menit Kegiatan bermain :
Menjelaskan tata cara pelaksanaan Memperhatikan
terapi bermain mewarnai kepada anak
Memberikan kesempatan kepada anak
untuk bertanya jika belum jelas Bingung
Membagikan kertas bergambar dan
pensil warna. Antusias saat menerima
Fasilitator mendampingi anak dan peralatan
memberikan motivasi kepada anak Memulai untuk
Menanyakan kepada anak apakah mewarnai gambar
telah selesai mewarnai gambar Menjawab pertanyaan
Memberitahu anak bahwa waktu yang
diberikan telah selesai Mendengarkan
Memberikan pujian terhadap anak Memperhatikan
yang mampu mewarnai gambar
sampai selesai
4 10 menit Kegiatan penutup:
Memotivasi anak untuk menyebutkan Menceritakan
apa yang diwarnai
Membagikan reward kepada seluruh
peserta
Gembira

5 5 menit Terminasi:
Memberikan motivasi dan pujian Memperhatikan
kepada anak yang telah mengikuti
program terapi bermain
Mengucapkan terima kasih kepada Mendengarkan
anak dan orang tua
Mengucapkan salam penutup Menjawab salam
H. Hal-Hal Yang Harus Diwaspadai
1. Anak tidak mau bermain karena sakit yang dia rasakan
2. Anak menangis karena takut
3. Anak merasa bosan dengan permain yang di berikan
4. Anak kurang mau berinteraksi dengan otrang lain selain orang tuanya
I. Antisipasi meminimalkan hambatan
1. Mencapai lingkungan senyaman mungkin
2. Membina hubungan saling percaya
3. Memfokuskan anak kembali dengan permainan yang diberikan
4. Melibatkan orang tua umtuk mendampingi anaknya dalam bermain
J. Pengorganisasian
: Perawat/ terapis
: Pasien An.V
: Ibu pasien
: Pembimbing

K. System evaluasi
1. Evalusi Struktur
a. Anak hadir di ruangan
b. Penyelenggaraan terapi bermain dilakukan di ruang lukman
c. Pengorganisasian penyelenggaraan terapi dilakukan sebelumnya.
2. Evaluasi Proses
a. Anak antusias dalam kegiatan mewarnai gambar
b. Anak mengikuti terapi bermain dari awal sampai akhir
c. Tidak terdapat anak rewel atau malas untuk mewarnai gambar
3. Kriteria Hasil
a. Anak terlihat senang dan gembira
b. Kecemasan anak berkurang
c. Mewarnai gambar sesuai dengan contoh
d. Anak mampu menyebutkan warna yang dipakai

Anda mungkin juga menyukai