0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
87 tayangan287 halaman

Cinta dan Ketegangan di SMA Makuhari

Dokumen tersebut menceritakan tentang dua siswi SMA bernama Ratu Thella dan Baby Aprilia yang sedang pulang sekolah di bawah teriknya matahari. Aprilia diminta Thella untuk mentraktir es krim karena kalah taruhan. Kemudian terjadi insiden dimana Aprilia tak sengaja melempar kaleng ke arah Bisma, siswa paling disegani di sekolah mereka. Bisma bersikeras menjadikan Aprilia pacarnya untuk bertanggung jawab at

Diunggah oleh

Hijrianti Suharna
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
87 tayangan287 halaman

Cinta dan Ketegangan di SMA Makuhari

Dokumen tersebut menceritakan tentang dua siswi SMA bernama Ratu Thella dan Baby Aprilia yang sedang pulang sekolah di bawah teriknya matahari. Aprilia diminta Thella untuk mentraktir es krim karena kalah taruhan. Kemudian terjadi insiden dimana Aprilia tak sengaja melempar kaleng ke arah Bisma, siswa paling disegani di sekolah mereka. Bisma bersikeras menjadikan Aprilia pacarnya untuk bertanggung jawab at

Diunggah oleh

Hijrianti Suharna
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Siang itu matahari amat terik menyinari 2 siswi SMA yang sedang dalam perjalanan pulang.

Mereka adalah siswi kelas 2 SMA Makuhari.

"PANAAASSSS!!!!!" teriak Ratu sweet thella. Memang benar saat itu hari sangat panas, tetapi ia
tak sadar ia membuat kesal temannya.

"hei April! Traktir aku es krim! Kau bilang kau mau traktir aku" katanya kepada temannya, tak
lain adalah Baby aprilia.

"hm... kapan ya aku bilang begitu?" jawab April.

"OMONG KOSONG! Kau bilang akan traktir aku kalau kau kalah saat adu panco denganku!"

"iya! Iya!tak usah teriak-teriak kenapa!"

lalu mereka masuk ke minimarket terdekat dan membeli es krim.

"hm!! Segar....." kata Thella.

"Apa-apaan kau! Kenapa kau beli banyak sekali" teriak April, dia bete karena Thella beli 1
kantong plastic es krim.

"jangan marah begitu.. ini kan untuk di rumah..."

"huhu...." Isak April. Ia sedih lantaran temannya ini menguras seluruh isi kantongnya.

"huh?" kata Thella. Sepertinya dia menyadari sesuatu.

"hey April! Lihat! Lihat!" katanya ke April dengan bersemangat.

"apaaa???" kata April , sambil melihat kearah yang ditunjuk oleh Thella.

Wow! Disana ada 3 cowok yang paling terkenal di sekolahnya. Bukan hanya tampan, tapi
mereka juga geng nomor 1 dan punya banyak pengikut di sekolah. Dan itu membuktikan bahwa
mereka adalah petarung nomor 1 di sekolah.

Cowok pertama adalah pthellampinnya. Rambutnya berwarna emas. Mungkin untuk banyak
orang, berambut emas membuat mereka terlihat jelek. Tapi rambut emas itu amat cocok
dengannya. Namanya adalah : Bisma karisma.

Cowok ke dua orangnya sangat cool. Mukanya kelihatan pintar, dan gayanya pun juga begitu.
Tapi itu tak membuatnya terlihat seperti kutu buku. Tetapi dia kelihatan cool sekali. Namanya:
Dicky prasetya.

Cowok ketiga orangnya juga tampan. Namun tingkahnya seperti monyet dan selalu tersenyum.
Tak heran namanya adalah : Reza Anugrah.
April terkejut. Salah satu dari mereka adalah Dicky . Dia sudah lama naksir Dicky , dia betul-
betul tipe kesukaan April. Hanya sekedar naksir sih.. tidak sampai benar-benar suka.

April jadi bersemangat saking senangnya melihat cowok-cowok cakep. Dan salah 1nya adalah
Dicky . Dia melepaskan semangatnya ke kaleng kosong di depan kakinya.

Shuuut~~~~ kalengnya melayang di udara. Dan "tuk!" mendarat cukup keras di kepala yang
berambut emas. Yaitu "B.I.S.M.A"....

Semua orang yang melihat kejadian itu terkejut dengan mulut menganga. Tak terkecuali April.
Tak ada satu orang pun yang berani melakukan hal-hal yang bias menyinggung perasaan
petarung nomor 1 di SMA Makuhari.

Wajah April menjadi pucat... tak dia sangka hal itu akan menjadi hal besar seperti ini.

Bisma membalikan badannya dan berjalan kearah April. Teman-temannya mengikuti dia dari
belakangnya.

"mau mati ya?...." kata Bisma ke April.

"hey.. aku berbicara kepadamu.. kamu tuli?!" kata Bisma sekali lagi. April terhentak.

"uhm... maaf, aku tak sengaja.."

"kau pikir dengan minta maaf semua sudah selesai?! Apa bisa kau menarik kaleng itu agar tidak
jatuh ke kepalaku?!"

lalu teman Bisma yang bernama Reza berbisik kepada April," sebaiknya kau melarikan diri.. dia
tidak peduli dengan jenis kelamin. Dia bisa sungguh-sungguh memukul perempuan.."

"sialan...." Gumam April

"apa katamu?! Kau benar-benar mau mati?!" dan Bisma meletakkan tangannya di bahu April

"KYAAAAA!!!!!!!!!" reflek,April berteriak sambil menghentakkan lutut kanannya ke

'senjata masa depan' Bisma.

Bisma jatuh sambil memegang 'permata'nya. Teman-temannya memandang takjub ke arah April.
April memegang tangan Thella dan menariknya untuk pergi dari situ.

April lari sekencang-kencangnya untuk menyelamatkan nyawanya. Dia menengok ke belakang,


tak ada seorangpun yang mengejar dia. Sepertinya teman-teman Bisma terlalu sibuk untuk
menolong Bisma.

'mati aku.......' Kata April dalam hati.


3 HARI KEMUDIAN~

di sekolah: kelas 2-3.

"TING~ TONG~ TING TONG~ TING TONG TING~ TONG~"

bunyi bel tanda istirahat menggema di SMA Makuhari. Semua murid mulai memakan bekalnya
sambil mengobrol dengan teman-temannya. Tak terkecuali April.

"kamu benar-benar gila. Bagaimana kalau mereka menemukanmu! Kita 1 sekolah tahu!

Teriak Thella ke April.

Saat ini April dan Thella sedang bermain 'truth or dare (ini adalah semacam permainan dimana
sebuah botol /benda semacamnya diputar, dan orang yang tertunjuk oleh botol tersebut harus
mthellalih untuk 'jujur' atau 'tantangan. orang yg mthellalih 'jujur' harus berkata jujur oleh
pertanyaan apapun yang diberikan sang penanya. Apabila 'tantangan' orang tersebut harus
melakukan apapun yang dikatakan oleh sang penantang.)' dengan sekelompok murid perempuan
di kelasnya.

"jangan bicara keras-keras bodoh! Nanti ada yang dengar!"

jawab April.

"ah! Kau selanjutnya April!" teriak seseorang kepada April. Ternyata setelah botol itu diputar, itu
mengarah ke April.

"aku pilih..... 'dare' (tantangan)" jawab April.

"BRAAAAAK!" suara pintu kelas dibuka dengan amat keras. Semua beralih kea rah suara itu.
'GHEEEEE?!!!!' PIKIR April. Ternyata itu adalah Reza! Salah satu teman Bisma. Reflek, April
sembunyi dibawah meja selagi yang lain berteriak kegirangan atas kunjungan cowok ganteng itu.

"aku yakin dia bersekolah disini. Seragamnya sama dengan seragam putri kita!" katanya kepada
Dicky dan Bisma.

"berarti dia bukan di kelas ini.." jawab Dicky .

"dasar perempuan hina.... Berani-beraninya dia melakukan itu, bila ketemu akan kuhajar 100 kali
lipat!" kata Bisma, membuat April bergidik ngeri.

Lalu Bisma dan temannya mengarah ke kelas sebelah. Bisa April dengar pintu kelas sebelah
dibuka dengan kasar juga.

"ha...hampir saja.. untung kau segera sembunyi!" kata Thella.


"i...iya... tapi, bagaimana ini?!" April panik.

"aha! Aku tahu kau harus melakukan apa! Kau pilih tantangan kan tadi?!" kata seorang teman
April yang ikut bermain truth or dare.

"iya,,, aku pilih tantangan,, lalu??" jawab April.

"kamu bilang ke Bisma bahwa kau menyukai dia, dan ajak dia menjadi pacarmu!"

"apa! Tidak!"

"kamu mthellalih 'dare' April.... Kamu harus melakukannya, atau,.... Kau tidak berani??"

"ya! Itu ide bagus! Ayo April!" temannya yang lain berteriak dengan semangat.

Tak pernah ada seorangpunyang pernah berkata bahwa April itu bukan pemberani. Spontan,
April menjawab "akan kulakukan! Siapa bilang aku takut?!"

Thella terkejut,"kau gila! Tak bisakah kau lihat mereka akan menghajarmu sampai mati kalau
mereka tahu kau yang melukai 'permata'nya!?"

"tapi tak seorangpun bisa bilang aku bukan pemberani!" kata April dan dia mengarah ke kelas
sebelah dimana Bisma dan temannya berada.

"hei Bisma!" kata April sambil memegang pergelangan tangan Bisma. Dia tahu semua temannya
memperhatikan dia di ambang pintu kelasnya.

"apa-apaan kau... lepas.." kata Bisma.

"uhm..... aku...." Kata April.

"lepaskan... aku tak suka disentuh.."

"aku menyukaimu!"

"apa-apaan kau?...."

"hey! Bisma! Dia cewek yang waktu itu!" kata Reza...

April mengutuknya karena telah menyadarkan Bisma bahwa dia yang telah melukai 'permata
berharga' Bisma.

"apa? Dia orangnya?" kata Bisma

"ya! Aku yakin 100%!" kata Reza meyakinkan.


Spontan, April melepas genggamannya dari tangan Bisma & bersiap untuk lari.

"hey! Mau ke mana kau?!" dia berteriak, tapi seseorang menabraknya dari belakang dan
mengakibatkan dia jatuh dan menimpa April.

"minggrir kau dasar mesum!!!!" teriak April sambil mendorong dada Bisma dan membuat Bisma
dengan posisi berlutut. April cepat-cepat berdiri dan bersedia untuk pergi saat Bisma tiba-tiba
memegang pergelangan tangan April dan berkata.

"karena kau menyukaiku.. aku akan bertanggung jawab atas kejadian tadi dan menjadikanmu
pacarku" kata Bisma tiba-tiba.

"apa?! Tidak! Aku tidak mau jadi pacarmu! Aku tidak suka kau!"

"dthella tuhan... kau bilang kau menyukaiku sebelumnya.. aku tak mengerti perempuan.. tapi,
aku tak peduli kau menyukaiku atau tidak! Aku harus bertanggung jawab!"

dengan itu, Bisma pergi meninggalkan April yang tercengang melihat Bisma berjalan
meninggalkan dia.

"oh tuhan! Kamu benar2 beruntung! Dia itu sangat ganteng!" kata teman2 April yang sedari tadi
mengintip dari ambang pintu.

"wuaaaah!!!!!! Aku tak percaya dia pacaran dengan Bismaaa!!" sebagian penggemar Bisma
menjerit sedih..

tinggal disana seorang diri "April" yang merasa pusing atas kejadian tak terduga.. dari sini, hari2
April yang mendebarkan dimulai...

CRAZY #2

Hari ini aku terbangun dan berharap semua hanya mimpi... kejadian kemarin terus berputar-putar
di kepalaku sampai aku hampir gila..

Tadi malam handphone ku berdering terus. Begitu kuangkat orang disebrang berkata,"hei cewek
mesum! Benar ini nomor telepon genggammu?!" suaranya asing, jadi kututup saja.

Setelah itu Hp-ku berdering lagi," MAU MATI?! KAU PIKIR KAU SIAPA BERANI
MEMUTUS TELPON DARIKU?!"

dan akhirnya aku tahu, dia itu "B.I.S.M.A". Reflek, kututup telponnya.

Dan setelah itu dia meneleponku berkali-kali. ah bukan, maksudku BERPULUH-PULUH kali!
tetapi tak satupun yang kuangkat lantaran takut. [Link]
Telepon darinya baru berakhir setelah jam 3 subuh. Sudah kuduga, dia itu psikopat sinting tak
ada kerjaan. Dan akhirnya aku bisa tertidur setelah itu, Dengan mimpi buruk tentunya....

Kembali ke realita. Aku sedang bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah tetapi kupikir aku akan
cabut saja ke game center terdekat. Habis, bisa mati aku bila ketemu Bisma hari ini!
Mthellakirkannya saja aku sudah merinding... hiiii~

Yah baiklah! Bolos adalah pilihanku hari ini! Hahahaha (dan tolong jangan anggap aku penakut,
kalian semua pasti akan mengambil keputusan yang sama bila menjadi aku kan?)

"aku pergii!" teriakku.

Aku berjalan menuju game center dekat rumahku. Sialnya, game center yang biasanya buka
24jam itu tutup hari ini. AAARRGGH! Apa tak bisa aku lebih sial dari ini?!

Mau tak mau, aku menuju sekolah.

Sesampainya di sekolah, semua anak berbisik-bisik sambil melihat ke arahku.

Mereka pikir aku penyakitan atau apa? Ingin rasanya mencungkil mata mereka dan kubuat jadi
pin bowling.

~TING TONG TING TONG~ TONG TING TENG TONG~~

bel tanda pelajaran dimulai berbunyi. dan begitu aku duduk, Thella bertanya ,"kemarin teman
Bisma mthellanta nomor teleponmu, Apa yang dilakukannya?"

"jadi kau yang beri dia nomor telepon ku?! Di menelponku dari malam sampai subuh sepert
orang sinting!" bisikku kepada Thella.

"habis... Reza imut sekali...."

"reza? Yang seperti monyet itu?"

"terserah apa katamu, yang penting dia imut menurutku."

***************************************************************

pelajaran saat itu berjalan saaaaangaaaattt lama dan membosankan..

ditambah lagi perutku lapar dan aku mengantuk karena si sinting itu membuatku tidur hanya 3
jam semalam...

TING TONG TING TONG~~ bel istirahat berbunyi...

'akhirnya...!' pikirku lega, akhirnya aku bisa makan juga... kekeke


aku akan cepat2 ke kantin agar kebagian roti mi goreng...

+BRAKKKK!!!+

pintu kelasku terbuka dengan sangat kencang. Siapapun itu orangnya, dia pasti kelainan jiwa dan
tak punya pintu di rumah. Sehingga dia tak bisa membuka pintu dengan baik dan benar.

Betul saja perkiraanku, itu Bisma... dia masuk dengan Dicky dan Reza, beserta segerombolan
anak laki2 dari berbagai kelas. Kenapa sih, kemana dia pergi pasti ada pengikutnya? Yang lain
sih aku bodo amat, tapi kenapa Dicky ikut2an dia juga??!! Oh tidak..

Dia masuk ke kelasku, menarik lengan gadis malang di urutan meja paling depan(kelihatannya
gadis itu sih senang saja dipegang Bisma = =') dan berteriak,

"hei mesum! Kenapa kau tak mengangkat teleponku semalam?!" teriaknya

baru kemarin dia bilang akan tanggung jawab kepadaku, sekarang saja dia bahkan keliru
mengenaliku dengan orang lain. Entah dimana ingatannya itu berada... = ='

"hei Kazu.. hei.." kata Reza

"apa?! Jangan ganggu aku!"

"kamu salah orang! Yang kamu cari bukan dia. Tapi yang itu tuh" kata Reza sambil menunjuk ke
arahku. Saat dia menunjuk ke arahku, ingin sekali kujambak rambutnya sampai copot ke akar-
akarnya.

"oh..?" akhirnya dia melepaskan lengan gadis itu dan menuju ke arahku.

"hei cewek mesum! Kenapa kau tak angkat teleponku semalam?!" teriaknya kepadaku

"kenapa sih harus teriak2?! Dan namaku bukan 'cewek mesum'! namaku April! Baby aprilia!"

"jangan menjawabku begitu! Mau mati?!"

"kenapa sih bilang mati-mati terus?!"

"kalau tak mau mati lebih baik kau jangan menjawabku!! Hei, nanti pulang sekolah ikut aku
pergi"

"kemana?"

"terserah aku. Kalau tak mau mati jangan berani2 kau pulang"

setelah itu bisma beserta pengikutnya pergi. Meninggalkanku yang hampir sinting ini tanpa
keterangan mau kemana, dengan siapa, untuk apa, AARGGGHHH!!! BISA GILA!
Jangan bilang dia serius ingin bertanggung jawab atau apalah itu namanya dan membuatku jadi
pacarnya?! Oh tuhaaann~~~~

*sepulang sekolah*

disini aku berdiri, tak berani bergerak, tak berani melangkah sedikitpun untuk pulang...

AAAAKHH!!! Kenapa aku jadi penakut begini sekarang?! Masa aku kalah sama si bule psikopat
itu?! Aduh migrain! Makin mthellakirkannya makin sakit kepalaku!

Tapi aku tak mau sendiri menjalani siksaan ini...

Akhirnya aku menarik Thella (dengan paksa tentunya) untuk menemaniku pergi bersama Bisma
dan kawan2. kekeke, itulah gunanya teman....!!! yeaaahhh!!!

"please April... biarkan aku pulang... aku takut.." kata Thella, dari suaranya aku tahu benar dia
benar2 ketakutan. Tapi apapun yang terjadi dia tak boleh meninggalkan aku di sarang penyamun
itu. Jadi, dia harus menemaniku apapun keadaannya. MUAHAHAHAHAHA!

+BROOOM + BROOOM+ CIIITTTTTT+

motor merah berhenti di depanku, diikuti beberapa motor lain di belakangnya. Tapi tak bisa
kulihat siapa pengendaranya. Dia memakai helm yang ber-film gelap.

"cepat naik"

wuaaaahhhhh... itu Bisma! Tak kuduga dia punya motor sekeren ini....!! oh tuhan.. bukan seperti
motor biasa, tapi ini motor balap yang harganya puluhan juta yen.. dan dia menyuruhku untuk
naik?! Memegang bodi motor ini saja aku gemetar..

"[Link]!" teriaknya

"tidak. Aku tidak mau naik" aku pasti sudah gila saat menjawab tak mau naik. Motor ini keren
sekaliiii! Ingin sekali aku berteriak 'AKU AKAN NAIK! PASTI NAIK!' tapi kutahan dalam2
keinginanku itu.

"apa....? Mau mati?"

"mati -mati lagi.... aku tak akan naik sebelum temanku Thella juga ikut pergi dengan kita"

bisa kulihat Thella gemetaran saat kusebut namanya.

"merepotkan... hhh.... hei Dicky ! Bonceng cewek itu!"

Dicky ?! Thella dibonceng Dicky ?! Betapa beruntungnya dia!


"aku! Aku saja yang memboncengnya! Aku aku aku!" teriak seseorang yang kutahu itu pasti
Reza. Huh... pasti Thella senang sekali... -_-

yah tak apalah, yang penting dia tak dibonceng Dicky -ku... kekekeke

"cepat naik! Sebelum kutarik kau!" teriak Bisma kepadaku.

"iya! Iya sabar"

Cowok ini benar2 tak ada sopan santun, dan perkataannya kasar sekali... ckckckck

Akhirnya aku naik ke motor super 'wow'nya itu. Tapi ada satu hal yang membuatku bingung.

"eum.... aku harus pegangan dimana..?" motor bagus ini sama sekali tak punya pegangan di
bagian belakangnya. Motor mahal macam apa yang membahayakan pengendaranya -_-

"dimana saja, asal jangan coba2 kau peluk aku dari belakang"

akhirnya kuputuskan untuk berpegangan dengan jaket yang digunakan Bisma. Dan, tentu saja dia
mengendarainya dengan kecepatan yang bisa membuat umurku berkurang 7 tahun.

Di perjalanan, aku hanya menutup mataku rapat2.

Dan tak kusangka akhirnya kita sudah sampai di tujuan. Saat menginjak tanah, yang pertama kali
kupikirkan adalah,'terima kasih Tuhan, Kau masih membiarkanku hidup'

Nama tempatnya adalah "cafe X2X".. nama yang aneh, tapi design interiornya elegan dengan cat
hitam-putih yang membuatku berpikir 'tempat ini pasti mahal'.

"ayo masuk" ajak Bisma. Aku dan Thella, beserta pengikut2 Bisma masuk kedalam.

Wuah, disini penuh dengan anak2 seumuranku dari berbagai sekolah. Tapi mereka semua rata2
merokok dan sedang minum minuman keras. Dan aku benci sekali dengan rokok dan minuman
keras. Ingin rasanya pulang, hanya saja ketakutanku akan Bisma mengalahkan keinginanku
untuk pulang.

"duduk disini" kata Bisma, menyuruhku duduk persis di sebelahnya.

Semua gadis yang berada di sini melirik iri terhadapku. MUAHAHAHAHA, asik juga nih punya
pacar yang bisa bikin iri seperti ini... kekekeke

Dan Thella kelihatannya sudah mulai menikmati keberadaannya disini karena Reza.

"Bisma-senpaiiii (senpai: kakak kelas *red) apa kabar?? Hyori kangenn~~"


kata seorang gadis yang akhirnya kutahu bernama "Hyori" kepada Bisma. Bisma
mengacuhkannya dan melirik jijik sesekali kepadanya. Entah kenapa Bisma melakukan itu,
padahal Hyori amat cantik seperti boneka. Kulitnya mulus, rambutnya hitam panjang terurai, dan
bulu matanya terlihat amat lentik.

"jangan dekat2 aku. Kamu bau" kata Bisma. Aku hanya tertawa dalam hati mendengarnya...
kekekeke

"Hyori tidak bau senpaaaii~~ senpai, ini pacar barumu?"

"bukan urusanmu. Enyah."

"dia memang cukup cantik, tapi dadanya rata dan berjerawat... uhuk uhuk , hoek"

hei hei hei, aku tahu dadaku rata dan aku punya jerawat. Lalu kenapa? Jerawatku tak sebanyak
itu sampai dia bilang aku BERJERAWAT..!

"senpai pasti malu ya saat bersama dia?"

ingin sekali kusobek mulut anak ini dan kujahit mulutnya rapat-rapat dengan cinta disetiap
jahitannya. Sekali lagi dia bicara seperti itu akan benar2 kusobek mulutnya!

"malu? Tentu saja" jawab Bisma.


Aku masih bisa tahan bila diledek oleh Hyori. Tapi Bisma? Dia yang mengajakku kemari dengan
paksa dan dia malu terhadapku?!

+BRAK!+
aku berdiri sambil memukul meja sekencang-kencangnya. Semua yang berada di kafe ini
berhenti dari kegiatannya dan melihat kearahku.

Aku sudah tak peduli orang mau berpikir aku seperti apa. Yang pasti aku benar-benar marah
pada Bisma saat itu yang tak melindungiku (bukan berarti aku berharap dia melindungiku) malah
malu terhadapku!

"apa-apaan kau?! Tak bisa kau jaga mulutmu hah gadis binal?!" teriakku sambil menunjuk ke
arah Hyori

aku beralih pada Bisma ," dan kamu bule sialan! Berani2nya kamu mengajakku kemari hanya
untuk dipermalukan! Apa sih maumu?! Belum puas menyiksaku?! Aku benci kau! Lebih benci
dari aku membenci kecoa! Lebih benci dari aku membenci nyamuk! Lebih benci dari aku
membenci apapun! Benci benci benci!!!!!"

setelah berkata begitu,aku berlari keluar dari kafe. Bisa kudengar teriakan Thella memanggil
namaku. Tapi tak kuhiraukan dan aku terus berlari. Aku tak tahu aku berlari kemana, yang
kutahu aku marah sekali sampai-sampai aku menangis dibuatnya.
+BRUK!+
aku terjatuh. Bisa kulihat lututku berdarah parah juga. Disitu aku menangis dan akhirnya
kusadari aku tak tahu dimana aku berada, dan ini sudah malam.

Ada 4 anak berseragam SMA yang berjalan ke arahku dan berkata,"kenapa menangis ...? sini
main saja sama kami biar kamu senang.."
GHEEEE???!!! APA LAGI INI?! TAK BISA AKU LEBIH SIAL DARI INI?!
"ayooo... main sama kitaaa..."
di otakku terbayang sampul koran harian untuk besok ,'SISWI SMU DITEMUKAN
MENINGGAL DI PINGGIR JALAN'
oh tidak tidak..... aku tak mau jadi begitu... Cuma satu yang kupikirkan dan akhirnya kuteriakkan
"BISMAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!"

CRAZY #3

penasaran dengan apa yang terjadi selanjutnya?

pasti kalian penasaran. karena aku saja terkejut dengan kelanjutannya.

setelah aku berteriak,"BISMAAAAAAA!"

dia datang. ya, Bisma datang. TAPI DALAM MIMPIKU!

kenyataannya dia tidak datang seperti yang kuharapkan di film-film, dimana si jagoan datang
setelah si cewek memanggil namanya minta tolong.

heh, sangat menyedihkan bukan? (oh, tolong jangan tertawa. perempuan seperti aku juga boleh
bermimpi kan?? -_-)

setelah aku memanggil nama Bisma, 4 orang ini hanya tertawa,

"kikikik, dia manggil2 Bisma.. namaku bukan Bisma sayang..."

mereka pasti sudah sinting.

putus harapan karena aku tahu sia2 saja aku meneriakkan Bisma, aku berusaha untuk lari.

tapi aku sadar kakiku berdarah karena jatuh tadi. dan bukan berdarah saja, bengkaknya luar biasa
besar dan warnanya ungu!

tak bisakah aku lebih sial dari ini?!!!!

+BUAKHH!!!!+

oh tuhan?
itu,,, itu Bisma,,....! dia datang!!(kumaafkan kamu Bisma karena tak datang saat aku berteriak.
setidaknya kamu datang sekarang.. hehe)

"APA-APAAN KAU?!" kata salah satu diantara mereka

"mau mati.....?" tanya Bisma.

setelah dia berkata begitu, 10 orang, ah tidak bahkan 10 lebih menuju ke arah Bisma.

ya, diantaranya adalah Dicky dan Reza.

"enyah.... atau mati...?" kata Bisma ke 3 orang itu (yang satunya lagi sudah pingsan karena
ditonjok Bisma)

ngeri karena melihat Bisma dan jumlah pAprilnnya,

3 orang itu lari terbirit-birit. mereka bahkan meninggalkan temannya yang pingsan!

teman macam apa mereka itu?!!

"ehm... te.. terima kasih.." kataku kepada Bisma.

Bisma hanya memandang ke arahku dan melirik ke arah lututku yang terluka, tapi dia tak berkata
apa2.

"bereskan mayat ini!" kata Bisma ke anak buahnya.

dan mereka segera menarik bocah pingsan itu dan meletakkannya di tumpukan plastik di
pembuangan sampah.

Dicky dan Reza berjalan ke arahku dan Bisma.

"hei Kazu! cewekmu terluka nih!" kata Reza.

"kamu bisa berjalan?"kata Dicky kepadaku.

ohohoho... aku tidak bisa berjalan.. tolong papah aku pangeran....

ingin aku berkata begitu, tapi kutelan dalam2 keinginan itu.

"bisa... tentu saja bisa.." kataku sambil berusaha berdiri.

luka itu ternyata lebih menyakitkan dari kelihatannya. begitu mencoba berdiri, lututku lemas dan
aku terjatuh lagi.

"naik ke punggungku. biar kuantar ke rumahmu." kata Dicky .


"tak apa-apakah?" kataku, padahal aku mau banget menerkam punggung sexynya itu.

"tak apa-apa.... kan?" kata Dicky sambil melirik ke arah Bisma

"untuk apa melihatku? kalau mau gendong, gendong saja. aku ogah menggendong babi seberat
dia di punggungku" kata Bisma.

apa tak bisa dia sedikit baik mengingat dia yang membuatku begini?!

"aku juga gak mau naik punggung baumu itu!" teriakku,

"jangan menjawabku!" kata Bisma lagi.

yah-yah-yah, terserah apa katamu...

yang penting aku bisa digendong oleh Dicky !! ohohohohohoohoho!!

akhirnya keberuntungan beralih kepadaku juga hari ini!!

aku naik ke punggung Dicky . bahunya lebar sekali, bahkan lebih besar dari bahu ayahku (aku
sering tejatuh, dan ya, ayahku selalu menggendongku

di kala kakiku luka). dan rambutnya wangi sekali, entah apa shampo yang dipakainya.

akhirnya, kami semua berjalan ke jalan yang sedikitnya sudah kukenal sekarang.

dan aku sangat berterima kasih karena Dicky sudah menawariku untuk menungganginya sejauh
ini.

aku jadi berpikir apakah aku berat? tapi tidak mungkin, terakhir kali aku menimbang sepertinya
beratku hanya 45kg, dan tinggiku 164.

45 kg?! dia pasti keberatan ya?! aku saja bawa tas sekolah sudah kecapekan setengah mati, apa
lagi dia yang menggendongku sejauh ini!

"turunkan aku saja kalau kamu kecapekan" kataku ke Dicky

"enggak.. kamu enteng kok."

"beratku 45kg dan kamu bilang aku enteng?! menggendong anjingku yg 10kg saja aku sudah
setengah mati!"

"ehem.. mungkin kamu lupa. hanya saja, aku ini 'cowok' dan 'cowok' lebih kuat dari pada cewek.
jadi menggendongmu gampang saja buatku"

masuk akal juga.


aku tak mengira cowok benar2 sekuat ini. dan yang pasti aku senang sekali dan merasa
beruntung sekali telah menjadi cewek untuk saat ini!

saking senangnya, mungkin bisa saja aku memeluk Dicky sampai dia kehabisan napas hingga
mati.

tapi kebahagiaanku hanya berlanjut sebentar saja, sampai Bisma berkata, "turun..."

"apa?" kataku dan Dicky serentak

"CEPAT TURUN KATAKU CEWEK TULI! TURUN DARI PUNGGUNGNYA! HEI DICKY ,
TAK BISA KAU LIHATKAH? CEWEK INI MELIHAT PUNGGUNGMU SAMPAI

NGILER SEPERTI MAU MEMAKANMU?! SEBAIKNYA CEPAT TURUN SEBELUM


KUTARIK KAU!"

entah apa yang ada di otaknya!

dia gila atau apa sih?! tapi mendengar kata2nya itu aku sempat mengelap mulutku barang
sebentar, takut kata2nya itu benar kalau aku ngiler.

aku turun dari punggung Dicky dan berdiri dengan 1 kaki.

aku marah sekali kepada Bule sialan ini. ingin rasanya aku meremas mulutnya dan kucabut lalu
kubuang ke tempat sampah terdekat.

"hei Dicky , pulang sana. DAN KALIAN SEMUA JUGA PULANG SANA!" kata Bisma ke
Dicky dan pengikut2 lainnya.

Dicky dan yang lainnya akhirnya mengikuti kemauan Bisma.

"hei Baby. maafkan aku ya. sepertinya kau harus jalan sendiri untuk pulang." kata Dicky
sebelum akhirnya dia berjalan pulang mengikuti teman2 yang lainnya.

tinggal aku dan Bisma disini, sampai aku akhirnya meledak saking kesalnya,

"APA SIH MAUMU?! AKU NAIK BUKAN KARENA AKU MENGINGINKANNYA! KAU
TAK BISA LIHAT DIA HANYA BERUSAHA BAIK UNTUK MENGGENDONGKU?!

SETIDAKNYA DIA LEBIH BERMORAL DARIPADA KEPALA EMASMU ITU!"

"tutup mulutmu. jangan bicara seperti itu kepadaku."

"APA?! APA HAH?! HARUS SEPERTI APA AKU BICARA KEPADAMU?! KAU PIKIR
KAU SIAPA?!"
saat aku meneriakinya, dia hanya menutup mata seakan menekan amarahnya [Link]
akhirnya dia mengangkat kakiku dan menggendongku di bahunya.

dia menggendongku seperti menggendong barang saja!

aku mulai berontak dan berteriak," hei turunkan aku dasar psikopat gila! turunkan aku!"

aku berontak dan berteriak sepanjang jalan.

dan akhirnya dia menurunkan aku di pinggir jalan.

"sesuai keinginanmu." katanya sebelum akhirnya dia meninggalkanku.

dan, ya. disinilah aku. terbengong di pinggir jalan seperti seorang gelandangan atau apa.

aku mulai mengutukinya karena telah menurunkanku yang terluka ini (aku memang minta
diturunkan, tapi bukan itu kemauanku sebenarnya.

kau pasti pernah dengar juga kan? 'lain di hati lain di mulut'. jadi tolong, jangan anggap aku sok
jual mahal atau apa)

aku berjalan dengan 1 kaki, sambil berpegangan kepada apapun yg bisa membuatku tetap berdiri.

dan akhirnya aku sampai di rumah.

orang tuaku meneriakiku karena pulang jauh malam tanpa memberi kabar dan pulang dengan
keadaan kotor dan terluka.

adik laki2ku tertawa2 melihatku diomeli oleh orang tuaku. TAK BISAKAH AKU LEBIH SIAL
DARI INI?!!

aku meninggalkan orang tuaku yang sedang meneriakiku ke kamarku. aku tak mengganti baju
dan sama sekali tidak peduli untuk mandi sampai akhirnya

aku merebahkan badanku di kasur dan akhirnya aku tertidur. setelah hari2 melelahkan ini, yang
kuinginkan hanya tidur.........

*************************************************************************

aku terbangun keesokan harinya. dan itu sudah jam 9...sudah terlambat untuk masuk sekolah!

hm.... aku berpikir kenapa orang tuaku tak membangunkan aku?

biasanya mereka akan marah2 padaku kalau bangun tak tepat waktu...

dan juga tak ada suara berisik adikku..


oh iya, ini hari kamis. dia pasti sudah berangkat ke sekolah.

aku turun ke lantai bawah dan menuju dapur untuk mencari minum.

leherku kering sekali sampai terbakar rasanya.

eh? ada surat di meja makan. kuambil suratnya, dan kubuka.

'April, ayah dan ibu harus pergi ke tempat tante Yamada. anak mereka menikah, dan ibu lupa
memberitahumu dan adikmu kemarin.

makan pagi dan malam sudah ibu taruh di kulkas. tinggal dipanaskan saja bila kamu dan adikmu
lapar.

ps: ibu dan ayah akan pulang kira2 2 hari atau 3 hari lagi. jangan lupa belajar'

yang kupikirkan hanya satu, yaitu............

'HORE AYAH DAN IBU TAK ADA!! AKU BEBASSS!! AKHIRNYA KEBERUNTUNGAN
MENGARAH PADAKU! MUAHAHAHHA!'

dan kuputuskan hari itu aku bolos.

ya tentu saja,selain kakiku sakit, sudah telat pula..

asik asik asik! akhirnya aku bisa mengistirahatkan jiwa dan ragaku untuk sementara.

aku langsung pergi mandi,dan mengobati lukaku (yang sudah bernanah dan membengkak karena
kutinggal tidur tanpa diobati semalam).

setelah itu aku makan dan nonton TV sebentar. tak terasa, ternyata aku tertidur lagi di sofa.

tidur yang benar2 nyaman.. tanpa mimpi dan tanpa gangguan sama sekali..

"ka... April.... hei April!!!!"

aku terbangun sampai melompat saking kagetnya. itu Thella! tak bisa apa aku tidur barang
sejenak?!!

AAAARGGGHHH!!!!

"apa maumu? pulang sana!" kataku ke Thella (maafkan aku kalau aku kasar kepada sahabatku
sendiri. tapi, ya. mood-ku jelek kalau baru bangun tidur).

"jangan begitu dong! ayo bangun... ayo,.. ayo bangun..."


"pergi sana.... jangan ganggu aku..."

setelah berkata begitu, aku mencium bau yang amat sedap...

hm... bau ini... RAMEN!!!!! AKH AKU LAPAR!

mataku langsung terbuka. dan langsung kurampas plastik yang berada di tangan Thella.

"hei! itu memang kubawakan untukmu! tapi gak bisa sopan sedikit?!" protes Thella.

ku jitak kepala Thella, "sejak kapan kau belajar sopan santun heh?"

setelah itu aku langsung mengarah ke dapur, dan segera mthellandahkan ramen itu ke mangkuk.

"kenapa kau tidak masuk?" tanya Thella

"tak bisa kaulihat aku sakit?" Kataku sambil makan ramen bawaannya.

"apa yang bisa kulihat?! nafsu makanmu masih gila seperti biasa"

"jangan menjawabku begitu.... mau mati?"

"ih! cara bicaramu sudah benar2 mirip Bisma! lebih baik hentikan itu sebelum kupelintir
lidahmu!"

"oh ehm, baik.. baik.." jujur saja, terkadang aku suka ngeri sama Thella.

bukan karena kata2nya atau ekspresinya. tapi karena auranya.

mungkin dia itu dulu setan atau apa hingga membuatku ngeri begini... -_-

"hei, kenapa semalam kau meninggalkan aku?! aku takut tahu!"

"maaf Thella.. semalam aku cuma emosi saja. Bisma itu benar2 membuatku marah semarah
marahnya!"

"tapi dia keren sekali semalam....tak kusangka gadis sepertimu bisa mendapatkan cowok seperti
dia!"

"apa kerennya?! kalau kau mau ambil saja! dia cowok paling menjijikan yang bisanya
memalukanku saja!"

"memalukanmu?"

"iya! semalam apa kau tak dengar dia bilang dia malu terhadapku? dia cuma membawaku ke
kafe itu untuk dipermalukan!"
membicarakannya benar2 membuatku marah. mengingatkanku kepada kepala kosong emasnya
itu!

"tunggu.. tunggu sebentar... apa maksudmu sih?! bukannya kamu yang bersikap aneh langsung
lari keluar sebelum Bisma selesai bicara?"

" apa sih maksudmu?! jangan membuatku makin kesal deh"

"setelah kau pergi meninggalkan kafe, apa kamu tahu Bisma menampar cewek yang
mengejekmu itu? siapa namanya..? ehm tunggu sebentar kuingat dulu.. ah!Hyori! Hyori
namanya kalau aku tak salah ingat!"

aku tersedak ramen saat dia bicara begini saking kagetnya aku.

"uhuk uhuk! dia menampar Hyori....?tapi, bagaimana bisa...?"

"tentu saja bisa! si rubah betina itu mengejekmu 'senpai pasti sangat malu deh.. lihat saja
ceweknya aneh seperti itu.. kasihan senpai~~ lebih baik sama aku~' lalu +PAAAK!+, si Bisma
menamparnya. terus Bisma bilang ,'tentu saja aku malu... aku malu karena aku membawa dia
kesini hanya untuk dipermalukan!' . setelah itu dia pergi mengejarmu!! KYAAAA!!!! KEREN
SEKALIII! AAAAH!!"

"kamu serius? kamu serius dia bicara begitu...?"

"duh! untuk apa deh aku berbohong??? sungguh, dia itu keren sekali...! tapi tentu saja aku lebih
suka Reza.. kekeke"

setelah bicara begitu, Thella menyibukkan dirinya dengan menonton Tv sambil memakan
cthellalanku.

sementara aku.. terbengong disini,... saking 'shock'nya..

Bisma...?

Bisma si psikopat itu menampar rubah betina itu dthella aku..?

Bisma si mulut penjahat itu??? membelaku???

MEMBELAKU? MEMBELAKU?? MEMBELAKU???

rasanya aku tak percaya sekali...

dan aku juga sangat gembira... lebih gembira dari aku memenangkan lotre pertamaku.. lebih
gembira daripada saat kenaikan uang jajanku.... lebih gembira dari aku menjambak adikku...
pokoknya aku gembira sekali mendengarnya!
ingin sekali rasanya aku memeluk Bisma sekarang juga! BISMAAAAAA.... maafkan aku..
huhu... TT_TT

+DING DING~ CHA CHA CHA~ DING DING ~ CHA CHA CHA~+

ah! hpku berbunyi... caller id "unknown"

kuangkat sajalah....

"halo??" tanyaku

"........." orang di sebrang diam saja

"halo...?????"

"......."

"KOLORKU WARNA BIRU!" teriakku, lalu kututup teleponnya.

siapa sih yang berani2nya menelpon di saat2 aku lagi hepi begini?!

mana gak ngomong apa2 lagi waktu diangkat! bikin marah saja!

+DING DING~ CHA CHA CHA~ DING DING~ CHA CHA CHA~+

hpku berbunya lagi... caller id "unknown"..

pasti ini yang tadi lagi..

"APA SIH?!" teriakku kesal.

"................" dia tetap diam saja

"kalau kau tak bicara dalam waktu 3 detik, kututup!"

"....."

"satu......"

"............."

"dua..........."

"ini aku" akhirnya dia bicara juga

"aku? aku siapa ya?"


"ini aku..."

"iya ini aku! tapi aku siapa!" tanyaku kesal

"ini aku! mau mati?!"

O_O bisma?! ini bisma!!ahahaha! bisma!

"ooh.... kamu...kenapa telepon?"

"kamu siapa...?" kata Bisma.

otak orang ini terbuat dari kacang polong atau apa sih?!

"iya! kamu! kenapa telepon?!" akhirnya aku teriak lagi kepadanya. dia memang paling jenius
dalam membuatku marah.

"siapa aku? sebut namaku."

"kamu,,,,, si bule sinting" candaku.

+tut~ tut~ tuuuuuuuuuuuuuuut~+

ap... apa?! dia memutuskan teleponnya!

ih... dasar bule gila kepala polong sinting! masa dia tak bisa diajak bercanda sih! ckckck

akhirnya aku memutuskan untuk menelponnya

"SIAPA?!" teriak Bisma

"ini aku APRIL! kenapa teriak sih?!"

"siapa itu April?! aku gak kenal!"

"ap... apa katamu...?!"

" hei Reza! siapa itu April?!" dia menyebut nama 'Reza' , sepertinya dia sedang bertanya kepada
Reza siapa April itu.. itu aku! dasar kacang polong! -_-

"April?! oh... itu lho... cewekmu itu... si cewek mesum itu looohhhh..." jawab Reza.

lihat saja nanti kalau ketemu kamu Reza... kupastikan akan kupindahkan rambutmu menjadi bulu
dadamu...

"ohh.... halo? kenapa telepon?" akhirnya dia tahu juga kalau April itu 'aku'..
"tadi kau yang telepon duluan.. harusnya aku yang bertanya... -_-" aku capek teriak2.. jadi aku
coba sabar saja...

"tidak ada apa2! memangnya aku harus ada apa2 kalau mau telepon?!" teriaknya

"oh begituu yaaa~~~~ ya sudah, kututup yaaaaaa~~~ daaaaahhh~~~"

"tunggu-" cegahnya.

ekekeke, sepertinya aku mulai mengerti cara kacang polong ini berpikir?

"apaaa??? katanya tak ada apa2????"

"memang tidak ada apa2! jadi tutup mulutmu dan dengar sajalah!"

".......... -_-'..........."

"ba... bagaimana lututmu?"

O_O!

Jadi dia menelpon untuk menanyakan itu???

aku terharu....TT_TT

"tidak apa2 kok... hanya memar saja... sudah, tak usah kuatir. terimakasih yaa... TT_TT"

"ap.. apa katamu?! siapa yang kuatir sama manusia barbar sepertimu!"

"iya... iya... terima kasih ya.... TT_TT"

"[Link]!"

"iya! kamu tidak kuatir! puas?!"

"jangan menjawabku begitu!"

"oh? oh? begitu ya??? sudah selesai kan ngomongnya?? sudah ya.... DAAAAHHH~~~~"

"TUNGGU!-" kekeke... terjebak lagi si kacang polong ini...

"apa lagi...???! kakiku sakit nih! cepat deh ngomongnya..." hehehehe

"katamu sudah tidak sakit! mana yang benar?!"

"sudah tidak sakit! cepat! ngomong saja!"


"cewek emang resek... "

"ap.. apa katamu?!"

"jangan lihat yang lain..."

"hah?"

"jangan lihat yang lain..."

"apa sih maksudmu?! kamu selalu bikin aku bingung!"

"JANGAN LIHAT YANG LAIN SAAT KAU BERSAMAKU! SAAT AKU BERSAMAMU,
JANGAN BERANI2NYA KAU BERDEKATAN DENGAN YANG LAIN! SAMPAI
KULIHAT KAU SEPERTI KEMARIN LAGI, SIAP2 SAJA UNTUK MATI!"

"itu sebenarnya kata2 yang sangat mengharukan! tapi kenapa kamu harus teriak sih?!"

"aku tidak berusaha untuk mengharukanmu! jadi tutup mulutmu, dengar, dan lakukan!"

"iya... iya... iya sayang...."

"sayang..? siapa dia? dimana sekolahnya?! kamu tak dengar apa yg kubilang barusan?!"

"sayang itu kamu bodoh!"

"namaku 'B.I.S.M.A' bukan 'S.A.Y.A.N.G' "

"yayaya.... terserah... -_-"

"sudah dulu! aku sibuk mau pergi! yang lain menunggu!" kata Bisma.

"eh tunggu-"

"apa lagi?!"

"kamu mau ngapain?"

"kami mau berantem dengan SMU Higashi."

"yayaya, terserah"

"kamu tidak percaya?! datang saja kesini kalau tak percaya! eh tunggu- JANGAN BERANI2
KAU DATANG KEMARI!"

+TUT~TUT~TUT~TUT~TUT+
si kepala emas itu memutuskan teleponnya...

dasar tak punya hati!

tapi tidak apa2...

aku senang telah berbicara dengannya..

sepertinya, hari2ku akan lebih mendebarkan kedepannya.. hem,,, kita lihat saja... hehehe

suasana hatiku jadi bagus hari ini...

dan sepertinya aku akan berjalan2 dan mampir ke toko terdekat untuk jajan dan berpesta di
rumah dengan Thella (mumpung rumah kosooonggg.... hehehehe)

"Thella! ayo kita jalan2 sebentar!"

CRAZY #4

aku dan Thella berjalan-jalan menikmati udara malam yang segar..

sampai akhirnya kami mampir di seven-eleven untuk membeli snack dan beberapa soda.

karena suasana hatiku sedang baik, aku yang membeli semua snack dan sodanya.

dan Thella cukup heran dengan perbuatanku ini (hey! jangan anggap aku pelit! biasanya kami
membeli makanan atau minuman secara patungan, karena memang uangku tak banyak -_-'), dan
akhirnya kami mengarah pulang ke rumahku.

"coba setiap hari kau seperti ini.... aku bisa beli baju baru deh.." kata Thella.

"jangan mimpi kau. minggu depan gantian kau yang traktir aku." balasku. hehehehe

"huh, dasar pelit"

yayaya, aku anggap saja aku tak mendengar kata2nya itu. berhubung suasana hatiku lagi baik,

aku tak mau moodku ini jadi jelek...

"eh lihat itu!" kata Thella sambil menarik siku-ku

"ada apa deh??"

"itu lihat! Bisma!"

O_O hek?!
Bisma? mana? orang yang ditunjuk Thella masih memakai seragam. dan itu adalah seragam dari
sekolah yang sama denganku.

ah benar, itu Bisma! rambut emas itu hanya milik Bisma.

karena belum pernah kulihat ada yang mempunyai rambut emas seperti dia. walaupun aku tak
bisa melihat mukanya karena gelap, tapi rambut emasnya yang berkilau itu sudah cukup bagiku
untuk mengenalinya.

dia sedang berjalan sambil merokok.

entah mau kemana dia.

tapi, bukan itu yang aneh. yang aneh 'kenapa dia sendirian'? biasanya dia selalu pergi dalam
sekelompok besar.

dan bajunya kotor begitu lagi! banyak cap sepatu di sana-sini! bahkan celananya ada bagian yang
robek.

ah! aku ingat. dia kan habis berantem tadi.

dia bilang dia mau berantem sama SMU Higashi. mungkin mereka sudah selesai berantem.

dan aku ingin tahu siapa yang menang. hm....

"Ka-" aku berniat memanggilnya, saat dimana tiba-tiba cowok berseragam SMU Higashi
memukul punggung Bisma dengan kayu dari belakang.

Bisma jatuh, memegangi punggungnya.

dan cowok SMU Higashi itu mengangkat tongkatnya dan mulai mengayunkannya untuk
memukul Bisma lagi.

reflek, aku berteriak "TIDAAAKK!!!" sambil berlari ke arah si cowok Higashi itu.

cowok Higashi itu teralihkan perhatiannya kepadaku. Bisma memandangku kaget.

aku tahu, aku hanya punya waktu 3 detik sebelum cowok Higashi ini kembali sadar dan
mengayunkan kayunya kepadaku.

jadi, aku menahan napasku dan membiarkan instingku berjalan.

+BUAKKKKKK!!!!!+

aku menendang si cowok Higashi itu. tepat di bagian tengah, di tempat paling berharga dan
paling sensitifnya.
Bisma terperangah, sedangkan aku bisa mendengar Thella berteriak, "BULL'S EYE!"

si cowok Higashi itu jatuh dengan kepala lebih dulu. sambil memegang mutiara hidupnya.

Bisma masih dalam keadaan shock, tapi akhirnya dia berkata

,"ja.. jangan pernah kau lakukan itu kepadaku. 'LAGI'!"

didengar dari suaranya,

aku tahu dia bersungguh2 agar aku tak melakukan hal ini lagi kepada dia. (setelah sebelumnya
pernah aku menghentakkan lututku di 'senjata masa depan' Bisma dulu)

dan aku hanya tersenyum saja.

******************************************************************************
*****

"pelan pelan! tak bisakah kamu pelan sedikit! entah kenapa kau bisa lahir sebagai perempuan
dengan perlakuanmu yang seperti ini!" kata Bisma.

kutekan punggungnya dengan kapas beralkohol yang sedang kupegang sekarang untuk
mengobatinya.

"AW! SAKIT! MAU MATI KAMU?!"

"diamlah! kalau kau tak bisa diam, tentu saja akan lebih sakit. tahan saja jangan seperti anak
mami!"

"tutup mulutmu!" teriak Bisma.

ya, disinilah kami. di bangku taman dekat rumahku.

setelah sebelumnya aku pulang untuk mengambil kotak P3K untuk mengobati punggung Bisma
yang terluka cukup parah.

aku menyuruh Thella pulang dan menelpon Reza untuk mengabarkan keadaan Bisma, dan Thella
nurut saja.

tapi aku tahu, sebenarnya Thella nurut saja karena dia takut melihat luka semacam ini. dan dia
juga malu melihat cowok bertelanjang dada (jangan pikir aku mesum atau semacamnya, tentu
saja aku sedikit malu. tapi aku sudah cukup biasa karena adikku sering keluar kamar mandi
hanya dengan celana dalam saja, dan adikku itu kadang2 menambahkan atraksi menari para-
para... -_-)
Punggung Bisma sangat lebar. kira2 sama besarnya dengan Dicky , hanya saja Bisma lebih lebar
sedikit, dan Bisma agak [Link] punggungnya penuh dengan bekas luka. sepertinya
bukan pertama kali dia mendapat luka sepert ini.. -_-

"hei! jangan pencet disitu! itu jerawatku!" teriaknya

"maaf2... kukira ini luka..." di punggung si sinting ini terdapat 1 jerawat yang tak sengaja
kupencet sampai pecah.

aku jadi berpikir apakah otaknya sebesar jerawat ini... hem...

+ckrik+

Bisma menyalakan korek apinya untuk membakar rokoknya.

reflek, kutarik rokok dan koreknya dan kulempar jauh2.

"HEI! apa yang-" protesnya

"aku tidak suka bau rokok. dan kau kira kau bisa enak2an merokok sementara aku terganggu
asapmu itu? lebih baik kau diam saja agar aku bisa merawat lukamu"

"terserah..." dia mengeluarkan rokok dan korek lain dari kantong celananya

huh.. benar2 orang ini,,,

dia benar2 jenius dalam membuatku kesal!

"AKU PERGI!" teriakku

aku membereskan perlengkapan P3K ku dan bergegas pulang.

tapi sebelum aku bisa melakukan itu, Bisma memegang pergelangan tanganku.

"lepas....." kataku

"........................" dia hanya diam sambil merokok saja

"lepaskan aku!" teriakku lagi

"pergi saja sana. katanya mau pergi?"

orang ini mencoba bermain2 dengan emosiku.... -_-

"kalau tidak kau lepas bagaimana aku bisa pergi?!"


"sudah... sana pergi,,, ngapain masih disini?" katanya sambil terus merokok dan memegang
tanganku kuat2.

tindakan dan perkataannya benar2 berlainan.. entah apa yang ada di otaknya itu.

"matikan rokok itu, baru aku tidak pergi."

akhirnya dia menjatuhkan rokoknya dan menginjak rokoknya.

sambil masih terus memegang tanganku dia berkata," kenapa masih disini?! sana pergi...!"

yayaya, terserah saja... aku jadi mengerti cara kerja otaknya... -_-

lalu aku duduk lagi di sebelahnya,"hadap kesana lagi. biar aku bisa merawat punggungmu.
tinggal di perban saja"

dia menurut saja tanpa protes. akhirnya si liar ini bisa diam juga.

kuperban punggungnya dengan melilitnya dari bagian dada hingga ke punggung.

aku malu juga sih.. karena saat aku memutar perban, aku jadi dalam posisi memeluk dia dari
belakang...

hihihi... mantap..

aku baru sadar kalau dia itu sangat wangi saat aku sedang me-merban dia.

wanginya bukan bau deodoran atau parfum laki2 biasa... baunya seperti bedak dan sabun dijadi
satu..

ah! aku tahu bau ini! ini BABY COLOGNE!!! MUAHAHAHAHAHA! dia pakai Baby
cologne!! hahahahaha

"kamu pakai baby cologne ya?" tanyaku

"apa pedulimu?!"

"iih~ kok sinis amat sih baby???"

"TUTUP. MULUTMU! PERBAN SAJALAH DAN JANGAN BANYAK MULUT!"

mulai lagi... -_-

"dasar bule sinting"

"APA-" baru saja dia mau mulai meneriakiku sampai Reza berjalan ke arah kami dan berteriak,
"hei Kazu! bagaimana punggungmu? kamu baik2 saja?" dari kata2nya memang sepertinya Reza
khawatir akan lukanya.

tapi dari ekspresi dan nada bicaranya, sepertinya dia sudah biasa akan Bisma mendapat luka
seperti ini, jadi dia hanya menanyakan keadaannya sebagai sopan santun atau apalah.

di belakang Reza ada Dicky .

Dicky ?! oh cintaku......

saat melihat dia aku memang selalu tersipu... dia tipeku banget...!

mata tajamnyaa.. rambut sutra-nya.. bibir sexynya.. MUAHAHAHAHHAHAH!

aku merasa ada pandangan menusuk dari sampingku. kulihat itu Bisma sedang melirikku dengan
lirikan kematian.

"Lihat apa kau....? mau mati??"

setelah sadar apa yang dimaksud Bisma, aku berhenti memandangi Dicky .

"eh?! ap- apa yang kaulakukan berdua?!" teriak Reza.

dia berkata begitu lantaran aku sedang memegang punggung Bisma (sedang menempelkan
perbannya) yang telanjang dada. -_-

"iih~ April genit yaaa....???" kata Reza dengan ekspresi menjijikan.

"jangan mikir yang bukan2! gak bisa lihat aku sedang memasang perban?! dan jangan sok akrab
dengan memanggilku April!" teriakku

"iih~ April-chan jahaaat... kita kan BFF..."

(*red BFF: Best Friend Forever- teman karib selaamanya )

"BFF kakiku!"

sesaat aku lupa diri dan mulai berteriak2 pada si monyet ini. padahal aku harus jaga image gara2
ada Dicky ..

tapi Dicky tidak memandangku [Link] mungkin sikapku baik2 saja... hahaha

"hei Kazu, orang yang memukulmu sudah kami tangkap dan kami habiskan." kata Dicky .

aku tak mau tahu apa yang terjadi dengan si pemukul itu..
yang pasti aku kasihan padanya karena sudah merasakan tendangan mautku, dan sekarang
berurusan dengan Bisma.. -_-

"kerja bagus.. bagaimana dengan teman2nya?" kata Bisma.

"sudah kami habisi juga."

"hem.. dengan ini mereka gak akan berani2 lagi berurusan dengan kita. hem."

"kenapa sih kalian berantem dengan mereka?" sela-ku.

"Bisma saat itu sedang membeli roti, tapi roti terakhirnya diambil oleh anak yang ternyata adalah
bos di SMU Higashi. dan Bisma mulai memaki-makinya. mereka ngajak berantem. jadi kita oke
saja karena sudah lama tidak gerak badan"

jawab Reza.

kini aku tahu kenapa mereka bisa berteman...

karena sifat mereka semua hampir sama...

p.s.i.k.o.p.a.t!

"sepertinya kamu baik2 saja.. nah, sekarang kami mau nongkrong di rumah Takuya. kamu mau
ikut gak?" tanya Dicky .

aku memandang Bisma dengan tatapan tidak setuju. dia meihatku sejenak dan berkata pada
Dicky ,

"aku lewat hari ini. lukaku belum selesai dirawat. dan aku ingin pulang saja, mau tidur."

aku sangat kaget dengan perkataannya ini. dan lagi, lukanya sudah selesai kurawat. jangan2 dia
masih ingin bersamaku.. ho~ho~ho~!

"apa2an kamu?! kamu tidar pernah tidur sebelum jam 3 pagi! dan lagi ini baru jam sebel-
UPPHH! UPH!"

Reza belum bisa menyelesaikan kata2nya, namun mulutnya keburu dibekap oleh Dicky .

dan Dicky menariknya untuk pergi.

"ya sudah kami pergi dulu! selamat bersenang2!" kata Dicky .

sepertinya dia ingin membiarkan kita berdua... -_-

lalu mereka semua pergi, dan tinggal kami berdua lagi disini.
"kenapa kamu tidak ikut nongkrong? lukamu sudah selesai kurawat kok."

"oh ya sudah, aku pergi nongkrong saja." katanya sambil berdiri.

"tunggu-" kataku sambil memegang tangannya. kenapa keadaannya jadi terbalik begini??

"apa?"

"tetaplah disini" entah kenapa kata2 ini bisa keluar dari mulutku...

Bisma tersenyum kecil dan duduk di sampingku lagi.

dan aku baru sadar, baru pertama kali ini aku lihat dia terseyum!

senyumnya manis sekali... ada lesung di pipi kanan dan dibawah bibirnya..

psti aku akan terbayang senyumannya sepanjang malam... -_-'

"pakai bajumu." kataku sambil menyerahkan kemejanya.

dia mengambil dan mulai mengancinginya satu-satu.

"besok lepas perbannya dan ganti yang baru. jangan dibiarkan saja, nanti bisa membengkak dan
lama sembuhnya."

"iya-iya.. besok kau yang lakukan."

"apa- kenapa harus aku?!"

"diam dan lakukan sajalah." akhirnya aku diam. karena aku memang ingin merawatnya lagi...
hehehe

"eh, apa itu dibawah matamu?" aku melihat ada segaris merah di bawah matanya. tepatnya di
pipi atasnya.

"ah, ini? terluka saat berkelahi tadi. sepertinya ada yang pegang pisau."

"aduh! sini kuobati juga!" kutarik wajahnya agar menghadap ke arahku.

lalu kuolesi luka itu dengan kapas yang berakohol.

ini aneh, kenapa dia diam saja? padahal dari tadi dia mengoceh terus saat aku mengobati
punggungnya.

aku menoleh ke atas. dan pada saat itu aku tahu kenapa dia diam saja. dia sedang melihatku.
bukan melihat. dia memperhatikan wajahku. ada apa ya? jangan2 ada kotoran di mataku. atau
bulu hidungku keluar?

tapi baru pertama kali kulihat mata seperti matanya. matanya coklat. sekilas bila dilihat
warnanya coklat kehitam2an seperti biasa. tapi bila diperhatikan dari dekat, warnanya coklat tua
yang mengarah ke warna hazel.

beberapa saat dia memandangiku, matanya mulai tertutup dan akhirnya dia tertidur.

kusandarkan kepalanya di pundakku, dan tak tersadar akupun juga tertidur.

******************************************************************************
*******

aku terbangun. tapi Bisma sudah tidak ada,dan hari masih gelap.

kulihat Hp-ku, sekarang sudah jam 3 pagi... hem, aku masih mengantuk..

tunggu sebentar,

jam 3 pagi?! aku berarti sudah tertidur selama 4 jam.

dan Bisma meninggalkan aku di taman ini....SENDIRIAN!

APA TAK BISA DIA MAMBANGUNKAN AKU?!

DASAR KEPALA POLONG! KETIAK BUSUK! BENCI BENCI BENCIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII!

lalu aku pulang ke rumah.

untung saja orang tuaku tak ada di rumah hari ini!

entah jadi apa aku kalau mereka melihatku pulang pagi dengan baju kotor penuh darah (darah
Bisma tentunya) -_-

sesampainya di rumah, kulihat tak ada orang sama sekali.

oh ya, tentu saja. adikku sedang menginap di rumah temannya, dan walaupun dia di rumah dia
pasti sudah tertidur jam segini.

aku makan sedikit dan mandi.

lalu aku pergi ke kamar dan berbaring. capek sekali hari ini... setelah bertemu Bisma, rasanya
ada2 saja yang terjadi...
besok aku mau bolos lagi ah.. mumpung tak ada orang, aku mau tidur sampai siang...
muahahahhaha!

lalu aku tertidur,

aku bermimpi Bisma ada di rumahku, dan aku sedang menyuruhnya untuk mthellajat kakiku.

baru saja mau kusuruh dia untuk menggosok toiletku, tapi Hp-ku berbunyi

+DING~ DING~CHA CHA CHA~ DING DING~ CHA CHA CHA~+

oh ya ampun... apa aku tak bisa lebih sial dari ini?!

keinginanku cuma tidur dan tidurku diganggu! AAAAARRRHHH!!!

"APA MAUMU?!" teriakku masih dalam keadaan setengah sadar

"mau mati...?" aku dalam keadaan setengah sadar dan aku tak perduli dengan apapun selain tidur

"MATI SAJA SENDIRI!" teriakku

"jangan menjawabku begitu! kenapa kau tak masuk sekolah?! kau harus mengganti perbanku!"

karena kesal ada yang mengganggu tidurku, kucabut baterai dari dari HPku dan melanjutkan
tidur...

***

saat aku bangun sudah pukul 2 siang.

dan saat aku mengaktifkan HPku, '128 misscall!'

gila! dan itu semua dari...'unknown' ---> 'B.I.S.M.A'

yah biar sajalah,,,,

anggap saja itu pembalasanku karena dia meninggalkanku sendirian di taman.

aku mengarah ke dapur untuk minum.

dan aku mengambil baju dan perlengkapan mandiku, lalu menuju ke kamar mandi.

saat mandi, sepertinya HPku berdering beberapa kali.

bukannya aku tak mau mengangkat... tapi bagaimana bisa?!


selesai mandi, Hpku berhenti berdering.

ya sudah aku biarkan saja.. dan aku pergi nonton TV sambil makan.

lho, kok aku kepingin 'pup' ya?

uh! harus cepat2 ke WC!

+DING~ DING~ CHA CHA CHA~ DING DING~ CHA CHA CHA~+

HPku berbunyi lagi, jadi kusambar saja dan kubawa ke WC sekalian.

"halo?" jawabku sambil......... (kuharap kalian tahu aku sedang menelpon sambil ngapain)

"kamu dimana....?" kata Bisma.

suaranya benar2 marah, tidak seperti biasanya.

"aku? kamu tidak boleh kesini! dan kamu tidak bisa kesini!"

setelah berkata begitu, kututup teleponnya sebelum dia bisa marah2 lagi. tentu saja dia tak boleh
kesini dan dia tak akan bisa kesini..(kecuali dia mau ke sini di WC 'pup' bersamaku.)

maafkan aku karena aku menutup teleponmu,Bisma.

aku cuma ingin melihat bagaimana reaksimu bila bertemu denganku besok.

aku ingin tahu apakah kau akan merindukanku? atau malah akan membunuhku?

kekeke, kita lihat saja besok..

urusanku di wc sudah selesai,dan aku mulai bermalas-malasan lagi sambil menonton TV.

lalu pintuku berbunyi kencang sekali.

+DOK! DOK! DOK!+

"APRIL-CHAN?! KAMU DI DALAM?!"

+DOK! DOK! DOK!+

"APRIL-CHAN?!!!"

April-chan....?

sepertinya itu Reza.. -__-


apa yang dia lakukan mengetok pintu seperti orang kesetanan saja,,,

"APRIL-CHAANNN?!!!!" Teriaknya lagi...

"iya iya sebentar! aku kesana!"

orang ini benar2 tak punya kesabaran! membuatku kesal saja.

"APA?!"teriakku pada Reza begitu aku membuka pintu. entah darimana dia tahu alamat
rumahku..

"hosh...hosh...hosh!" dia tak menjawab tapi hanya tersengal-sengal saja. sepertinya dia berlari
sepanjang perjalanannya kemari..

"dari mana kau tahu rumahku?" tanyaku

"aku mencuri datamu di ruang guru! hosh... hosh..."

"apa?! kau mencuri apa?!" orang ini benar2 sinting.. kenapa dia tak tanya saja ke Thella malah
mencuri data di ruang guru?

IQnya benar2 jongkok!

"IT... ITU TIDAK PENTING! hosh..hosh,, KAZU.. BISMA MENGHILANG!"

"APA KATAMU?! BISMA MENGHILANG?!"

CRAZY #5

"APA KATAMU?! BISMA MENGHILANG?!" teriakku

"iyaaa.... hosh hosh... untuk apa aku bohong!" kata Reza sambil mencoba mengatur napasnya
kembali.

"ooh? hilang ya? hahahahah! kau kira aku bodoh heh?! kuda liar seperti dia masa bisa
menghilang?! bahkan anak TK-pun bisa tahu arah jalan ke rumah!" teriakku.

setelah berteriak pada Reza, aku menutup pintu karena kupikir dia hanya bercanda atau
mengerjaiku.

"tunggu-" katanya sambil menahan pintuku sebelum benar2 tertutup.

"apa?!"

"ak- aku sungguh2! tadi dia mendapat telepon.. sepertinya dari anak di SMA Higashi.. hosh
hosh.."
"lalu? kenapa kalau dia ditelepon anak SMA Higashi? apa masalahnya? dia memang punya
banyak pengikut bukan?"

"bukan begitu! saat menerima telepon itu, dia berteriak2 'JANGAN BERANI KAU SENTUH
DIA! BIARKAN AKU BICARA DENGANNYA' setelah itu dia menutup teleponnya. lalu dia
menelpon orang entah siapa.. dia hanya berkata 'dimana kau sekarang....?' setelah orang itu
menjawabnya, muka Bisma mengeras dan sepertinya dia marah sekali. dan dia langsung berlari
pergi. kami semua mencarinya dan menelponnya, tetapi tak ada yang menemukannya dan dia tak
mengangkat teleponnya!"

tunggu... tunggu... ini aneh..

'kamu dimana...?' ?? Bisma tadi bertanya padaku sewaktu aku di WC tadi..

'JANGAN BERANI KAU SENTUH DIA! BIARKAN AKU BICARA DENGANNYA'

Bisma berkata begitu kepada anak Higashi? sepertinya dia ingin melindungi seseorang yang
diambil/disandera oleh anak Higashi itu.

'kamu tidak boleh kesini! dan kamu tidak bisa kesini!' aku jelas berkata begitu pada dia tadi...

jangan-jangan......

"DIMANA TEMPAT KALIAN BIASA BERKELAHI?!" tanyaku panik

"eh?"

"mungkin Bisma di sana! cepat! ini gawat!"

"kami biasa berantem di gedung kosong sebelah sana... tapi kenapa?"

"sudah! kujelaskan sambil berlari saja!"

lalu kami berlari menuju gedung kosong yang ditunjukan Reza itu.

*****************************************************************************

"apa yang mau kaujelaskan?" tanya Reza sambil kami berlari

"tadi Bisma menelponku." jawabku

"lalu?"

"aku bilang padanya.'jangan kesini dan dia tidak bisa kesini'."

"hem... ya? lalu apa hubungannya dengan semua ini?"


dasar kepala bawang.... masa dia belum mengerti juga.... -_-

"mungkin saja anak SMA Higashi itu ingin balas dendam pada Bisma soal kejadian kemarin, dan
bisa saja mereka bilang mereka menyanderaku. dan dia harus datang sendiri kalau mau
menyelamatkan aku... dan kata2ku kepadanya di telepon itu juga ikut meyakinkan dia tentang
penyanderaanku."

"seperti di film2 dong maksudmu...? bukannya kamu saja yang terlalu banyak nonton film?"

"cobalah kau pikir! manusia dengan otak seperti Bisma apakah tidak akan tertipu dengan hal basi
seperti ini? bayangkan saja kalau kau di posisi Bisma, apa yang akan kau lakukan?? otak kalian
kan sama kadarnya... -_-"

"aku akan pergi menolong pacarku yang disandera. seorang diri tanpa membawa teman2...."

"nah, mungkin itu yang dilakukan Bisma sekarang... ini semua salahku..."

"oh... hem,,, aku mengerti. tenang saja, Bisma akan baik2 saja..."

kata Reza dengan suara yang kurang yakin..

aku tahu dia berusaha menghiburku, dan aku senang dengan perhatiannya ini..

dasar monyet ini.. tahu juga cara menyenangkan orang.

kami berlari dan berlari menuju ke gedung kosong itu. tetapi tidak ada tanda2 dari Bisma sama
sekali.

"ada tempat lain?" tanyaku.

"hem... kami juga biasa berantem di lapangan parkir terbuka dekat seven eleven.."

"ayo kita ke sana!"

"aku sudah menyuruh anak2 kelas 1 untuk mencari kesana, dan tidak ada tanda2 dari Bisma
juga."

"tempat lain...?"

"sudah kami periksa. makanya aku pergi ke rumahmu, kukira siapa tahu saja dia disana."

entah harus mencari kemana lagi.. aku dan Reza berkumpul dengan anak2 yang lain untuk
mencari Bisma.

dan kami telah mencari2 hingga matahari sudah tenggelam, tetapi tetap saja tidak dapat
menemukan Bisma.
dan setiap kali kami berusaha menghubunginya, teleponnya selalu tidak aktif.

"ini semua salahku... harusnya aku tidak bercanda pada saat itu...." kataku

"kita pasti akan menemukannya, dia pasti baik2 saja." kata Dicky .

"ya.. dia tak akan mati semudah itu.." kata Reza.

mati?? kenapa dia harus bilang mati sih???! dasar kera busuk.

"kemana lagi kita harus mencari? kita sudah mendatangi setiap tempat berantem kalian" tanyaku

"hm.... ada satu tempat yang belum kita datangi." kata Dicky

"apa?! jadi masih ada tempat berkelahi lain lagi?! kenapa tidak bilang dari tadi????!" tanyaku

"bukan begitu.. hanya saja ini belum tentu mungkin dia berada di sana.. tapi perasaanku
mengatakan, Bisma berada di SMU Higashi."

SMU Higashi?

berarti kalau dia kesana seorang diri, dia pasti dikeroyok oleh banyak sekali orang dari SMU
Higashi.

tanpa seorangpun membantu...

"CEPAT KITA KESANA!" teriakku

kami menuju ke SMU Higashi dengan pApriln yang banyak.

semua anak membawa motor, dan aku dibonceng oleh Dicky ..

heheehe, Dicky ... aku dibonceng Dicky dan bisa memeluknya dari belakang,., hehehe

April! fokus-fokus! ini bukan saatnya untuk hal seperti ini! nyawa Bisma sedang dipertaruhkan
sekarang!

akhirnya kami sampai di SMU Higashi.

semua anak memarkir motornya di depan gerbang SMU Higashi. sebagian ada yang ikut masuk
kedalam dan sebagian menjaga di luar. dan 1/3 dari orang yang ada membawa pemukul baseball.

kami masuk ke daerah Higashi.

tapi tempat ini amat sepi. memang, kemungkinan besar pasti perkelahian sudah selesai sejak tadi.
dan aku tak mau dan tak berani membayangkan bagaimana keadaan Bisma sekarang.

di sekeliling sekolah tidak ada tanda2 adanya orang maupun tanda bekas terjadi
perkelahian,sampai akhirnya kami masuk ke GYM. di dalam GYM banyak darah berceceran di
lantainya.

ini sudah pasti bekas terjadinya perkelahian.

di sana ada 1,2,3,.... 7 orang pingsan tergeletak di lantai!

oh tidak... aku mencari2 ada tidaknya Bisma di antara orang pingsan itu..

tetapi dia tidak ada. dan aku bersyukur Bisma tidak ada di sini.

"ini jelas telah terjadi perkelahian" kata Dicky .

"tapi tidak ada Bisma disini.. dimana dia?" tanya Reza.

"entahlah, sepertinya kita harus mencarinya lagi. sebaiknya kita mencarinya di sekitar sini, siapa
tahu dia pingsan di sekitar sini." aku tertegun mendengar pernyataan Dicky yang satu ini...

bagaimana jadinya bila Bisma benar2 pingsan di sekitar sini?!

bagaimana bila dia dilukai oleh anak2 lain?

bagaimana kalau dia terluka amat parah?

bagai-

"April! tenanglah!" teriak Dicky .

aku baru sadar ternyata aku gemetar dan air mata keluar dari mataku..

aku sangat ketakutan bila apa2 terjadi pada Bisma.

dan ini semua salahku!

"tenanglah... dia pasti tidak akan kenapa2.. sebaiknya kau pulang, ini sudah terlalu larut untuk
seorang gadis berkeliaran di jalan. aku akan mengantarmu sementara yang lain mencari Bisma."

"tapi aku mau mencarinya juga." kataku

"kau hanya akan menghalangi pencarian kami. sebaiknya kau pulang dan menunggu kabar dari
Bisma, itu lebih berguna untuk sekarang. karena aku tahu, Bisma pasti akan menghubungimu
lebih dulu bila ada apa2."
"benarkah..?"

"tentu saja. kau kan pacarnya."

akhirnya aku memutuskan untuk pulang, dan Dicky mengantarku.

di sepanjang perjalanan aku terus berpikir dimana Bisma berada, hatiku sungguh tak tenang dan
ketakutan.

motornya berhenti 500 meter dari rumahku, karena akan lebih cepat bagi Dicky untuk memutar
balik dari sini daripada mengantarku sampai ke depan rumah. dan aku turun dari motornya.

"tenang saja.. dia tidak akan apa2.. aku berani jamin." kata Dicky

"ya aku tahu.. tapi tetap saja aku sangat ketakutan. dan ini semua salahku karena bicara yang
bukan2 di telepon tadi!"

"tenanglah.. ini bukan salahmu.. semua cowok pasti akan melakukan apa yg dilakukan Bisma."

"tapi... tapi.... hiks, hiks,hiks" tanpa tersadar aku menangis.

dan ini pertama kalinya dalam hidupku aku menangis buat seorang cowok. dan aku tak tahu
kenapa aku menangis.

"sudah, sudah... jangan sedih lagi, dia akan segera kembali" kata Dicky sambil memelukku
dengan sebelah tangan.

dia sangat harum, sama seperti terakhir kali aku digendongnya.

dan baunya menenangkan hatiku. untuk sebentar, aku merasa amat nyaman dan aman.

"ap... apa apaan ini........?" kata seseorang di belakangku

Dicky langsung melepas pelukannya. wajah Dicky mengeras dan dihantui rasa bersalah dan
ketakutan.

aku menghadap kebelakang. itu... itu...

"Bisma......?"

CRAZY #6

"ap... apa-apaan ini...???"

"Ka... Bisma..."
Bisma ada di sana.

wajahnya penuh dengan lebam, bibir bagian kirinya sobek, luka di bawah matanya makin
melebar,dan bajunya sangat kotor penuh dengan darah serta sobekan.

entah sejak kapan dia berada di situ, padahal sedari tadi kami mencarinya kesana kemari.

mukanya mengeras dan penuh dengan amarah,dia berjalan ke arahku dan Dicky .

+BUAAAKHHH!!!+ Bisma menonjok wajah Dicky keras sekali.

"DICKY ???!! APA-APAAN KAMU?!" kataku kepada Bisma sambil memegang Dicky yang
terjatuh ke tanah akibat kencangnya pukulan Bisma.

"apa yang kau lakukan dengannya?!" teriak Bisma

"apa?! apa yang kulakukan dengannya?! dia hanya menghiburku karena aku amat ketakutan kau
belum ditemukan sedari tadi!"

"begitu...? jadi kau akan berpelukan dengan semua lelaki disaat kau ingin dihibur? dimana harga
dirimu!?!"

kata-katanya benar2 menyakiti hatiku saat ini.

aku tak menyangka dia menganggapku serendah ini. dan lagi, dia memukul temannya sendiri
yang berusaha menenangkanku.

"apa katamu?! jangan kau pikir kau bisa memperlakukan aku dengan semaumu! jangan kau pikir
kau bisa mengatur2ku! siapa kau berani berbuat begitu?! aku sudah muak dengan sikapmu itu!
kau selalu merendahkan aku bahkan lebih rendah dari sampah! pergi kau, aku sangat muak
melihat wajahmu! aku tak mau bertemu denganmu lagi!"

aku sangat marah kepadanya, kurasakan wajahku memanas dan air mataku keluar deras sekali.

sorot mata Bisma amat menyedihkan, sekan-akan dia terluka oleh perkataanku.

tapi aku sudah terlalu marah untuk peduli ataupun merasa bersalah.

"jadi begitu..? baiklah, sesuai keinginanmu." setelah berkata begitu, dia membalikkan badannya
dan pergi.

"kamu tidak apa2?" tanyaku kepada Dicky .

"tidak apa2, sebaiknya kau kejar Bisma sekarang." kata Dicky .

"tidak, aku tidak akan mengejarnya. dia yang membuatku berbuat seperti ini kepadanya."
"tapi-"

"apapun yang kau katakan atau kau memohon sekalipun. walaupun itu kau yang mthellanta, aku
takkan melakukannya."

kerasku kepada Dicky .

sepertinya Dicky sadar, apapun yang dia lakukan tak akan membuatku berubah pikiran.

akhirnya dia diam saja.

"masuklah dulu ke rumahku, akan kuobati luka di wajahmu." kataku kepada Dicky .

"tidak, itu tidak perlu. sebaiknya kau sadar apa yang telah kau lakukan kepada Bisma, Baby. kau
menyakitinya."

setelah berkata begitu, Dicky naik ke motornya dan pergi.

aku tahu aku menyakiti dia, tetapi dia yang membuatku jadi begini.

apakah ini akhirnya? inikah akhir hubunganku dengan Bisma..?

terlalu pendek dan menyakitkan untuk kupikirkan.

kepalaku berat sekali rasanya setelah sekian lama menangis.

aku pulang ke rumah dan masuk ke kamarku, tanpa mengganti baju ataupun mandi.

aku merebahkan diriku di kasur, dan kuharap aku bisa melupakan semuanya saat aku terbangun
nanti...

******************************************************************************
*********

saatku membuka mata, sinar matahari sudah sangat terik.

kulihat jamku,sudah jam 2.

semalam aku baru bisa tidur selepas jam 5 pagi.

dan saat aku tertidur, aku terbangun beberapa kali.

ini sangat melelahkan, saat aku benar-benar terjaga yang bisa kupikirkan adalah Bisma.

ingin rasanya aku bertemu dengannya.


melihat wajahnya, mendengar suaranya, dan aku juga merindukan senyumnya.

semua ini membuatku hampir gila, tak pernah sekalipun aku begini.

dan yang bisa membuatku begini hanya satu, yaitu Bisma.

aku bangkit dari tempat tidurku.

dan saat aku menginjak lantai, lututku sangat sakit.

rupanya lukaku membengkak lagi karena tidak kuobati.

aku mengerang, lututku rasanya sakit sekali. mungkin aku harus pergi ke apotek untuk membeli
obat..

akhirnya aku mandi, dan aku merasa lebih segar setelah mandi.

maklumlah, kemarin aku sangat keringatan dan langsung tidur tanpa mandi dulu... -_-

setelah itu aku makan sebentar. setelah makan, aku pergi ke apotek untuk membeli obat untuk
mengobati kakiku.

(ya, persediaan obatku sudah habis karena kupakai untuk mengobati lututku dan punggung
Bisma)

karena sepertinya kakiku sudah harus benar2 diobati.

saat aku keluar dari rumah, aku melihat sebuah korek api tergeletak di depan pagar rumahku.

jangan2 semalam dia berada disni saat kami mencarinya?

tidak-tidak April! jangan pikirkan dia lagi!

sesampainya di apotek,aku mengambil beberapa obat antiseptik dan membawanya ke kasir.

"April-chan?" kata [Link] itu adalah Reza.

"oh kamu. sedang apa kau disini?" tanyaku

"tentu saja membeli obat. untuk apa obat antiseptik itu?"

"untuk lututku yang terluka 2 hari lalu. bengkaknya luar biasa besar dan sudah mengeluarkan
nanah karena aku tak rutin mengobatinya."

"wanita selebor sepertimu mana mungkin bisa melakukan sesuatu secara rutin. hahahahahha!"
"tutup mulutmu, dasar kera busuk!" kataku sambil menjitak Reza.

"aduh! aduh sakit! kasar sekali sih! oh iya, soal Bisma..."

"jangan membicarakan dia!" potongku

"memang kenapa? aku cuma mau bilang dia masuk rumah sakit."

"apa?! dia masuk rumah sakit? tapi kenapa?"

"iya, semalam dia mabuk dan hujan-hujanan. setelah itu, sepertinya dia berkelahi lagi. aku dan
Dicky menemukannya tergeletak di jalan semalam. tapi saat dia melihat Dicky , dia marah
sekali kepadanya dan memaki2 Dicky .

aku tak pernah melihat Bisma memaki-maki Dicky seperti itu. entah kenapa dia begitu.. tapi tak
lama setelah itu, Bisma pingsan. lalu aku dan Dicky membawanya ke rumah sakit"

"apa Bisma terluka parah?"

"ya. dia terluka parah. tangan kirinya patah, dan seluruh tubuh bahkan wajahnya dipenuhi luka.
sepertinya dia harus diopname selama beberapa minggu."

".................."

"aku mau ke rumah sakit sekarang, kamu mau ikut?"

"tidak. sebaiknya aku tidak ikut."

"aaah~ sudahlah ayo ikutt!" kata Reza sambil menarikku pergi.

tenaganya kuat sekali. tak kusangka monyet ini sangat kuat!

aku tak bisa melepas pegangannya, dan dia terus menarikku menuju ke rumah sakit.

akhirnya kami sampai di rumah sakit, dan Reza membawaku ke kamar nomor 93.

"Kazu-chan~~ aku bawa April nihhh~~~~" kata Reza sambil memasuki kamar, dan aku
mengikuti Reza dari belakang.

ada Bisma disitu. lengan kirinya di gips, kepalanya di perban, dan wajahnya ditempel banyak
plester.

dia mengenakan baju rumah sakit, dan itu membuatnya cukup lucu.. hehehe

di dalam ruangan ini ada banyak orang, sebagian sudah kukenali wajahnya namun sebagian
tidak.
tetapi Dicky tak ada disini. biasanya Dicky dan Reza selalu ada disamping Bisma.

ini aneh....

"ha...halo..." sapaku gugup kepada Bisma.

Bisma hanya melihat ke arahku

"untuk apa kau kesini? katanya kau muak melihat wajahku?"

ugh, bisa2nya dia berkata begitu! padahal aku sudah berbaik hati menjenguknya.

"aku cuma mau melihat keadaanmu kok! tapi sepertinya tidak parah" jawabku

"apanya yang tidak parah! tak bisa kau lihat ini!?"

dia tidak ingat kejadian kemarin, atau memang dia tidak mthellakirkan kejadian kemarin?

dia seperti Bisma yang biasa, tidak menyeramkan seperti tadi malam.

aku sangat lega dia Baik2 saja.

dan melihat wajahnya mengobati rasa rinduku kepadanya hari ini.

"kalian semua keluar." kata Bisma kepada semua orang yang ada di dalam ruangannya.

Reza dan yang lainnya menuruti dan mengarah keluar. melihat itu, aku juga mengarah keluar.

"kamu mau kemana?" tanya Bisma.

"hah? siapa?" tanyaku

"ya kamu! nanya lagi. kamu tetap disini, yang lainnya keluar!" teriaknya

"kenapa sih harus teriak2?! dasar sinting"

"tutup mulutmu, dengar, dan lakukan sajalah!"

akhirnya aku menurutinya, entah kenapa semakin hari sifat budakku makin terlihat -_-

aku duduk di samping tempat tidurnya dan bertanya,"kenapa kau suruh mereka keluar?"

"terserah aku." jawabnya.

dasar psikopat egois! -_-


apa salahnya sih menjawab pertanyaanku dengan benar?!

"dimana Dicky ?" tanyaku

"buat apa kau menanyakan dia? kau suka padanya?" sindir Bisma.

"kenapa sih kamu berkata begitu?! aku kan cuma bertanya!"

"aku tidak mau melihat wajahnya! jadi jangan sebut2 namanya di depanku!"

"kau harus minta maaf kepadanya atas kejadian kemarin. kau memukulnya sampai wajahnya
lebam."

"aku tidak akan minta maaf padanya. itu salahnya sendiri"

"apa katamu-"

"aku tak akan minta maaf! tidakkah kau dengar itu?!" teriaknya

aku bangkit berdiri." sebaiknya aku pulang, kita bicara kalau kepalamu sudah dingin."

aku sudah bersiap untuk pergi sampai Bisma menangkap tanganku.

"jangan pergi" katanya

"kita bicara lain kali saja" tegasku sambil melepaskan genggamannya.

"jangan pergi" katanya lagi

"maaf, aku akan datang lagi lain kali."

"TAPI KAPAN?! KAPAN KAU AKAN KEMBALI LAGI KESINI?! HEI- TUNGGU! HEI-"
teriak Bisma

dia belum menyelesaikan kata2nya, tapi aku sudah keluar dari ruangannya.

kulihat Reza amat kaget dan berlari memasuki ruangan karena mendengar Bisma berteriak2.

bisa kudengar Reza meneriakkanku agar aku kembali, tapi aku mengabaikannya.

aku berlari di sepanjang koridor rumah sakit mengabaikan rasa sakit di lututku,

aku harus pergi sebelum Bisma atau Reza menangkapku kembali.

******************************************************************************
hari ini hari Senin, tepatnya sudah 2 hari semenjak kejadian di Rumah Sakit waktu itu.

ibu dan ayahku sudah kembali dari urusannya, dan mereka marah sekali melihat rumah yang
amat kotor karena aku maupun adikku sama sekali tak peduli untuk membersihkan rumah. jadi
sebagai hukuman akhir pekan, aku dan adikku membersihkan rumah sampai ke sudut-sudutnya.
-_-

aku sedang bersiap-siap untuk ke sekolah, sepertinya sudah lama sekali aku tidak sekolah
(wajarlah, aku bolos dari hari Kamis. hehehehhee). dan aku rindu pada Thella.. huhuhu Thella!
banyak yang ingin kuceritakan padamu..

sesampainya di sekolah, aku menceritakan semuanya kepada Thella.

"jadi kau belum ke Rumah Sakit lagi semenjak kejadian itu?" kata Thella

"tentu saja! aku mana mau bertemu dengan Bisma, bisa2 kami berantem lagi nanti.. dan aku juga
merasa bersalah kepada Dicky . dia sepertinya dimusuhi oleh Bisma sekarang..."

"tapi, apa kau tidak merindukan Bisma?" tanya Thella.

rindu? tentu saja aku merindukannya, tetapi aku takut untuk bertemu dengan Bisma..

aku tak menjawab pertanyaan Thella. dan sepertinya ada sesuatu dari ekspresiku yang membuat
dia tidak menanyakan jawabannya.

"Baby! Ratu! jangan berisik di jam pelajaran!" teriak guruku.

aku lupa kami sedang dalam jam pelajaran, dan aku malah curhat kepada Thella.. hahaha

jadi aku dan Thella memutuskan untuk diam. tetapi aku tidak berkonsentrasi sama sekali
terhadap pelajaran -_-

~TING TONG TING TONG~ bel istirahat berbunyi.

yes! akhirnya aku bisa makan! hahaha, aku lapar sekali.

baru saja aku mau pergi ke kantin bersama Thella, tapi Dicky mencariku.

"ada Baby?" tanya Dicky di ambang pintu kelasku.

"ah! aku disini!" teriakku pada Dicky .

akhirnya Dicky melihat ke arahku dan berjalan ke arahku.

"bisa aku bicara sebentar?" tanya Dicky .


"bisa! tentu saja bisa!" kataku.

bisa kulihat semua anak2 cewek di kelasku melirikku iri.

MUAHAHAHAHHA, asik juga nih dikelilingi lelaki tampan! MUAHAHAHHAHA

"ehm April, aku pergi ke kantin dulu ya. aku takut kehabisan roti daging." bisik Thella kepadaku.

oh iya, aku lupa sama Thella. habisnya melihat wajah Dicky membuatku lupa semua sih.. dia
tipeku banget..hahahhaa

"aku nitip roti daging juga." bisikku kepada Thella.

lalu aku dan Dicky menuju ke atap sekolah.

tempat itu sepi tak ada orang sama sekali, cuma aku dan Dicky disini.

ohoho Dicky ~ kamu genit~~

"sebaiknya kamu menjenguk Bisma." katanya

"untuk apa? bahkan dia tak mau minta maaf padamu." jawabku

"dia sudah minta maaf padaku, dan itu aneh. Bisma tidak pernah mthellanta maaf."

"sudah seharusnya dia begitu." jawabku dingin

"hei, dengar- kau ingat kau pernah bilang pada Bisma kau muak melihat wajahnya dan tak mau
bertemu dengannya lagi?"

"i... iya.. lalu?"

"asal kau tahu saja, orang tuanya bercerai. dan dia lahir di saat perceraian itu. bisa dibilang,
orang tuanya tidak menginginkan dia. dia tinggal bersama ibunya sekarang, namun ibunya sibuk
bekerja dan hanya pulang 1 bulan sekali. dia ditolak oleh ibunya. dan kau, orang yang paling
disukainya juga menolak keberadaannya. bisa kau bayangkan betapa sakitnya dia?"

"ap.. apa? tapi-"

"tidak kelihatan bukan, dia ternyata orang yang kesepian?" tanya Dicky . aku hanya
mengangguk-angguk.

"dia memang keterlaluan saat memukulku. tapi itu cuma karena dia takut kehilanganmu saja. dan
lagi, dia sudah mthellanta maaf kepadaku. jadi sebaiknya kau temui dia barang sebentar saja...
aku tahu pasti, kau menyukai Bisma bukan?"
tanya Dicky . aku hanya mengangguk.

aku mulai menangis,

aku tak menyangka ternyata Bisma seperti ini..

dia pasti terluka sekali mendengar perkataanku. dan aku yang bodoh ini, terlalu egois untuk
menemuinya.

saat ini ,satu-satunya yang ingin kulakukan adalah bertemu dengan Bisma.

aku ingin sekali memeluknya dan mthellanta maaf kepadanya.

maafkan aku Bisma....

***********************************************************************

uh! aku udah semangat banget nih mau ketemu sama Bisma.

tapi.... disinilah aku bersama Thella.... di toilet guru!

aku dan Thella dihukum untuk membersihkan toilet guru lantaran kami makan disaat jam
pelajaran.

saat istirahat aku dan Thella tak sempat makan lantaran Thella mthellantaku menceritakan apa
yang kulakukan bersama Dicky di atap tadi. jadinya sisa jam istirahat kugunakan untuk bercerita
kepada Thella tentang kejadian tadi.

dan akhirnya kamipun lupa untuk makan!

perutku dan Thella sudah tak tahan lagi, jadi roti daging yang tadi sudah dibeli kami makan
disaat jam pelajaran.

tidak kami duga, bau roti daging kami kuat sekali. jadinya guru pelajaran kami mencari2 dimana
asal bau itu -_-

kami berdua ketahuan sedang makan, dan saat itulah kami mendapat hukuman untuk
membersihkan toilet guru selama satu minggu.. AHHH!! TIDAK BISAKAH AKU LEBIH SIAL
DARI INI??!! huhuhu... Bismaaaaa!!!!

"ya ampun.. sekarang sudah jam 4 sore lagi! padahal aku mau cepat2 ke rumah sakit untuk
ketemu cintaku."

keluhku kepada Thella.


"tutup mulutmu dan kerjakan saja! ini semua karena kamu bercerita sampai aku lupa makan!"
kata Thella.

"hei jangan menyalahkan aku! kan kamu yang mthellantaku menceritakan apa yang terjadi!"

"hukuman ditambah menjadi dua minggu karena mengobrol di tengah2 masa penghukuman"
kata seseorang yang kutahu akhirnya itu adalah guru yang sedang mengawasi kami bekerja -_-

ukh! jadi 2 minggu! aaaahh!!! tak bisa apa aku lebih sial dari ini!!!!

akhirnya kami selesai membersihkan toilet guru -_-

entah apa yang guru2 itu makan, sampai toilet jadi bau sekali.

sekarang sudah jam 5! ahhh! sudah sore sekali... entah apa aku sempat ke Rumah Sakit!

aku dan Thella langsung berlari pulang setelah itu, lantaran langit sangat mendung dan
sepertinya akan segera hujan.

dan benar saja,sesampainya aku di rumah hujan turun amat besar..

huh, sepertinya memang sudah takdir hari ini aku tidak pergi menemui Bisma... ya sudahlah.. -_-

lalu aku mandi karena badanku lengket sekali .

membersihkan toilet guru benar2 menguras semua tenagaku! toilet itu kotor sekali! ugh... -_-

bukan hanya itu saja, punggungku juga pegal setengah mati karena tadi terus membungkuk untuk
menggosok lubang neraka itu! M.E.N.J.I.J.I.K.A.N!!!!

+JEGER!!!!!+

wuaaaahh! suara petirnya kencang sekali...

hujannya juga sangat besar.. aduh.. -_-

Bisma sabar ya. besok si cantik ini akan menjengukmu pagi2 sekali. kekekeke

~DING DING~CHA CHA CHA~DING DING~ CHA CHA CHA~

HPku berbunyi. deringnya jelek sekali, kapan2 akan kuganti.

"halo?" jawabku tanpa melihat dulu siapa yang menelpon

"............" orang di sebrang diam saja, tapi aku bisa mendengar suara hujan sebagai latar
belakangnya.
"haaaalooooo???????" tanyaku lagi

"........."

"Bisma.......?" tanyaku.

"keluar kamu......." jawabnya

"Bisma?!"

"katanya kau akan datang... kutunggu, tapi kau tidak datang juga..."

"Bisma?! kau mabuk ya? halo?"

"aku terus menunggu... bahkan aku juga mthellanta maaf kepada Dicky berharap kamu datang..
tapi kamu tak kunjung datang.."

"Bisma? kau dimana sekarang???!"

"terus kutunggu tapi kamu tidak datang..."

+TUUT~ TUUT~ TUUT~~+ teleponnya terputus.

reflek,aku langsung berlari keluar untuk mencari Bisma.

bahkan aku tak peduli untuk membawa payung di hujan sederas ini.

Bisma... dia menungguku selama ini..

dia menungguku..!

dimana kau Bisma..?!

aku terus berlari di tengah2 hujan berharap menemukan dia.

tapi aku tak tahu harus kemana. aku mengingat2 dimana kira kira dia akan berada.

ah! taman! mungkin saja dia di taman, tempat aku mengobati lukanya dulu.

aku langsung berlari menuju ke taman itu.

sesampainya di sana, aku mencari2 ada tidaknya tanda2 Bisma.

itu dia! dia disana, tepat di tempat aku mengobati lukanya waktu itu.

aku berlari ke arahnya dan berteriak, "BISMAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!"


CRAZY #7

"BISMAAAAAAAAA!!"

Teriakku sambil berlari ke arahnya.

dia sudah benar2 basah kuyup, entah berapa lama dia berada di sana.

dia duduk tepat di tempat aku mengobati lukanya waktu itu.

di sebelah kakinya banyak tergeletak kaleng2 bir, sepertinya dia mthellanumnya selama dia
disini.

"Bisma! Bisma, apa yang kau lakukan disini?" tanyaku sambil memegang wajah Bisma

"aku terus menunggumu... menunggumu sampai aku hampir gila. menunggumu dan berharap
suatu hari kau akan masuk melalui pintu kamarku.. aku selalu menungu-"

aku memeluknya sebelum dia berhasil menyelesaikan kata2nya, aku memeluknya erat sekali
sampai dia hanya terdiam di pelukanku.

aku bisa merasakan nafas Bisma menggelitik telingaku.

"maafkan aku.. maafkan aku.. maafkan aku.." aku hanya bisa mengulang2 kalimat itu.

aku tak tahu apa yang harus kukatakan lagi, dan itu adalah satu2nya kata yang dapat mewakili
perasaanku saat ini.. 'maafkan aku..'

bisa kurasakan tubuh Bisma melemah di pelukanku. dan aku melepas pelukanku darinya.

"jadi, sekarang kau takkan pergi lagi...?" tanya Bisma kepadaku, sorot matanya amat memelas
mengingatkaknku pada anjing di rumah tetangga.

(maafkan aku kalau kata2ku merusak mood kalian dalam membaca.. hahaha)

"iya.. aku ga akan pergi lagi.. ayo, kita kembali ke Rumah Sakit."kataku.

lalu aku membantu Bisma berdiri. entah bagaimana caranya dia bisa keluar dengan kondisi yang
separah ini.

kebetulan ada taksi yang melewati taman, jadi kuberhentikan taksinya dan aku masuk ke dalam
bersama Bisma.

"ke Rumah Sakit Sakura." kataku kepada pak supir.

bisa kulihat raut muka pak supir tidak rela akan kehadiran kami di taksinya.
maklumlah, kami basah kuyup dan membasahi jok mobilnya. nanti akan kuberi tip pak supirr...
tenang sajaaa aku sedang baik hari ini.

"tidurlah, sesudah sampai di Rumah Sakit aku akan membangunkanmu." kataku kepada Bisma.

dia menyenderkan kepalanya di jendela mobil dan berkata, "ya, nanti jangan lupa bangunkan aku
kalau kau tak mau mati."

dasar bule tengik! dia sudah kembali menjadi dirinya yang biasa.. -_-

dimana perginya Bisma yang dengan mata memelas berkata 'aku menunggumu..' sekarang? huh,
dia memang paling ajaib!

iiihhh ya ampun... disini dingin sekali..

"pak, tolong matikan ACnya dan nyalakan penghangatnya.." pintaku kepada pak supir.

bajuku benar2 basah dan akhirnya aku sadar, 'bajuku berwarna putih!' aduhhh malunyaaa!!! dan
di sisa perjalanan aku memeluk diriku sendiri lantaran malu.

+pluk+

baju basah berwarna biru dilempar ke kepalaku.

ini..? baju Rumah Sakit Bisma.

"pakai itu." kata Bisma.

"tapi..."

"sudah jangan banyak mulut dan pakai sajalah!" kata Bisma.

ukh! aku benar2 mencintai orang ini! coba dia bisa sedikit mengontrol mulutnya.

aku memakai baju Bisma dan Bisma bertelanjang dada.

aku sungguh tak enak kepadanya -_-

sebenarnya siapa yang sakit disini...?

mobill berhenti, kami sudah sampai di tujuan.

"hei, ambil uang di kantung celana sebelah kiriku." kata Bisma

"tapi.." aku baru saja mau bilang aku saja yang bayar taksi, tapi dia menyelaku
"bisa tidak kau jangan terus2an menjawabku?! cepat lakukan sajalah!"

ih.. bisa tidak sih dia memperbaiki mulutnya itu!

lalu aku merogoh kantung celananya (Bisma tidak bisa melakukannya sendiri karena tangan
kirinya di gips, jadi tolong jangan anggap aku mesum -_-) dan mengambil uang di dalamnya. oh
tuhan.. uangnya banyak sekalii!

Bisma memberikan uang kepada pak supir dan memberikan kembaliannya sebagai tip.

padahal kembalinya masih banyak sekalii... oh tidak~

"hei Bisma, kau mau bertelanjang dada begitu masuk ke dalam rumah sakit? sudah, sebaiknya
kau pakai saja ini." kataku sambil melepas kemeja Bisma yang kupakai.

sebelum sempat kulepas, Bisma menghentikanku dan dia berkata. "sudah! jangan banyak mulut
dan pakailah saja! nanti yang lain akan datang, kau mau kelihatan seperti itu di depan
semuanya."

"dasar porno.." kataku

"apa kata-" belum sempat dia menyelesaikan kata2nya, Reza dan Dicky berlari ke arah kami dan
Reza berteriak, "Bisma?! darimana saja kau?! kami kaget sekali waktu suster bilang kau
menghilang! lho? April-chan? kenapa kau disini?"

"oh... halo..."kataku kepada Reza dan Dicky

"kenapa kau memakai kemeja Bisma? dan kenapa kalian basah kuyup begitu?!" tanya Reza.

"sudahlah jangan berisik! aku mau kembali ke kamar dan tidur!" kata Bisma sambil menariku
dengan tangan kanannya

"kenapa kau menarikku?" tanyaku ke Bisma.

"kau pikir kau bisa pulang dengan keadaan begitu hah? sudahlah ikut aku dulu." kata Bisma. dan
aku mengikuti dia saja.

"lalu bagaimana dengan kami?" tanya Reza.

"terserah, sudah kalian pulang saja!" kata Bisma ke Dicky dan Reza.

"iih~ Bisma genit~~ maunya berduaan aja sama April-chan..."

Bisma memandang Reza dengan tatapan membunuh. dan saat itu juga, Reza menutup mulutnya
dan pergi sesuai dengan perintah Bisma. Dicky juga mengikuti Reza dari belakang ,sebelumnya
dia melambaikan tangan kepadaku dan Bisma.
"ayo ke ruanganku." kata Bisma

"ih~ Bisma genit~ " kataku.

"tutup mulutmu!" teriaknya, tapi bisa kulihat telinganya memerah.

hihihi~ ternyata dia malu.. kekekeke

+ruangan no:93+

"ganti bajumu dengan ini." kata Bisma sambil melempar sepasang piyama dan sebuah handuk
kepadaku.

"ini baju rumah sakit kan? tak apa2 kupakai?"

"sudah ganti saja.."

aku menurutinya dan masuk ke wc. aku memakai baju yang diberikan Bisma, tak kuduga
bajunya besar sekali. tanganku sampai tenggelam saking panjang bajunya, jadi kugulung lengan
bajunya sampai ke siku-ku. dan celananya juga panjang sekali, aku juga menggulung celananya
dan kupakai sampai ke perut -_-.

saat aku keluar,aku mendapati Bisma juga sudah mengganti baju dan handuk menggantung di
[Link] bagaimana dia memakai baju dengan tangan di gips seperti itu. dia sedang tertidur
di kasurnya, dan aku berjalan ke arahnya.

kubelai rambut basahnya dan aku berbisik,"selamat tidur.."

saat aku berniat meninggalkan ruangan, Bisma menangkap tanganku.

"tetaplah disini.. setidaknya sampai aku tertidur." katanya sambil tetap menutup matanya.

aku hanya tersenyum dan menurutinya. aku sudah duduk di sampingnya, tapi Bisma masih
menggenggam tanganku kuat2.

mungkin dia pikir aku akan meninggalkannya -_-

kulihat jam di dinding, GHEEE?! sudah jam 12 malam???

mati aku! mana aku tidak bawa HP lagi! (begitu Bisma menelpon, yang kupikirkan hanya keluar
untuk mencarinya, sampai2 aku tidak membawa apapun -_-)

oh ya ampun... pasti aku akan diomeli nih.. semoga saja ayah dan ibu mengira aku berada di
kamar semalaman, jadi aku bisa kembali besok pagi masuk lewat jendela dapur -_-

aku memperhatikan wajah Bisma.


kulitnya begitu mulus! sial, aku saja yang perempuan tidak punya kulit semulus dia -_-

tapi kulit mulusnya terganggu oleh beberapa lebam dan luka.

matanya yang tertutup sangat sexy waktu kuperhatikan (hehehe)

di bibirnya ada luka sobekan, sepertinya ini karena ditonjok deh.. gimana ya rasanya ditinjok
sampai bibirnya sobek begitu? ukh! mthellakirkannya aja aku sudah ngeri..

hoaaammm... aku jadi mengantuk deh..

aku merebahkan kepalaku di pinggir tempat tidur Bisma, dan tanpa kusadari aku tertidur....

************************************************************

mataku langsung terbuka saking kagetnya. jam berapa ini?! aku ketiduran!

oh tidak!!

aku lihat jam di dinding, pukul 04.30 pagi.

huff... masih sempat aku pulang dan menyelinap masuk dari jendela.

harusnya jam segini ibuku belum bangun.

aku merenggangkan badanku, dan akhirnya aku tersadar aku berada di tempat tidur.

sepertinya aku tidak tidur disini barusan? bukannya aku tidur di bangku??

akh! dimana Bisma?!

aku negok ke kanan ke kiri mencari Bisma.

ah, itu dia. Bisma tertidur di sofa, dia meringkuk seperti bola. pasti dingin sekali tidur disitu...
dan aku juga bertanya2 bagaimana dia mthellandahkanku ke tempat tidur?

hhh.. aku benar2 mencintai orang ini! :')

aku turun dari tempat tidur dan berjalan menuju Bisma.

"Bisma.. hei Bisma.. bangun, pindahlah ke tempat tidur. aku harus pulang karena hari ini
sekolah." kataku sambil mengguncang tubuh Bisma dengan berhati2 agar tidak menyakiti
lukanya.

dia membuka matanya, dan sesegera itu dia pindah ke tempat tidur dengan gaya berjalan ala
zombie. hihihi, pasti dia ngantuk sekali.
aku mengikutinya ke tempat tidur dan menyelimutinya.

setelah menyelimuti Bisma, aku mengganti baju dengan baju basahku yang kemarin (sekarang
sih sudah kering, soalnya kemarin kutaruh di beranda biar kering).

aku keluar dari ruangan Bisma dan bergegas untuk pulang.

huh, semoga saja ibu belum bangun..

******************************************************

aku sudah di depan rumah sekarang.

hmm.... lampu belum menyala, berarti ibu belum bangun..

hehehe, aku beruntung hari ini. kekeke

aku memutar ke halaman belakang, dan membuka jendela dapur.

tidak dikunci, memang sih jendela di dapur kuncinya rusak. akan kuingat2 untuk memberitahu
ayah agar membetulkannya sebelum rumah kami kemalingan.

aku membuka jendela cukup lebar agar aku bisa masuk.

ugh, jendelanya tinggi sekali!

aku masuk dengan kepala duluan, dan kepalaku terbentur ujung jendela yang sakitnya setengah
mati. saat aku menaikkan kakiku, kudengar bunyi 'bret!'. dan benar saja, celanaku sobek! ughh,,
gak bisa apa aku lebih sial dari ini?!

akhirnya aku berhasil masuk tanpa membuat kegaduhan. sepertinya aku cocok nih jadi
cewekknya james bond kalo begini. kekekeke

setelah itu aku langsung menuju kamar dan merebahkan badanku di tempat tidur.

hari ini benar2 melelahkan.. sebaiknya aku tidur sebentar sebelum pergi ke sekolah, bisa2 aku
ketiduran nanti pada saat jam pelajaran -_-

sepulang sekolah nanti aku mau langsung ke Rumah Sakit ahh~ hahaha.

akh! aku lupa! aku dapat hukuman untuk membersihkan toilet guru sampai 2 minggu ke depan.
-_-

"April! bangun! kau harus sekolah!!" teriak ibuku.

ternyata aku ketiduran lagi barusan.. ukh, aku ngantuk sekali!


aku mandi dan memakai seragamku, lalu aku turun ke bawah untuk sarapan.

ibu dan ayahku bersikap biasa saja, sepertinya tidak ketahuan aku pergi semalam. untunglah...
tak tau jadi apa aku kalau ketahuan..

"kak Aprila~ semalam kemana~?" bisik adikku. tubuhku mengejang mendengarnya.

"Baby Akito, sebaiknya tutup mulutmu kalau tak mau mati." bisikku kepada adikku sambil
memberikannya tatapan kematian yang kupelajari dari Bisma.

"jadi kau mengancamku? akan kuadukan ke ibu" bisik adikku. sepertinya tatapanku tak se-
ampuh Bisma. -_-

"apa maumu?"

"akan kupikirkan dulu. sebagai upah tutup mulut, kau berhutang satu padaku. kekeke"

bisiknya. dasar bocah tengik! lihat saja nanti pembalasanku.

"aku pergi!!" teriakku. lalu aku langsung menuju sekolah.

setibanya di sekolah yang pertama kali kulakukan adalah tidur di mejaku.

Thella terus menggangguku berharap aku menceritakan kejadian kemarin, tapi aku tak punya
tenaga untuk menceritakannya sekarang. aku butuh tidur, jadi kuacuhkan saja si Thella.

tak terasa aku tidur sampai bel istirahat.

hoaaammmmmm, tidurku nyenyak sekali barusan.

dan sekarang tenagaku sudah terisi, muahahahaha

saat jam istirahat kupakai untuk makan sambil bercerita kepada Thella.

teman2ku yang lain sibuk bermain truth or dare, tetapi aku tidak ikutan karena sudah kapok
dengan akibat dari permainan itu.

Thella hanya tercengang mendengar ceritaku dan mulai berteriak2 'kyaaa kyaa! Bisma keren
sekalii! kyaaa kyaa kyaaa' yang membuatku sakit kuping! ukh!

"gimana dengan Reza?" tanyaku kepada Thella

"proot! uhuk2! hah? ada apa dengannya memang?" Thella langsung memuncratkan makanannya
dan salah tingkah.

ih.. dia kenapa deh..? -_-


"kamu suka dia kan?"

"hah? enggak kok! hahahaha"

ketahuan sekali dia suka pada Reza. -_-

tapi aku diam saja, abis dia salah tingkah begitu sih...

+sepulang sekolah+

inilah hari ke 2 penghukuman kami di neraka.. -_-

sepertinya baru kemarin kami membersihkan toilet ini.. kenapa sekarang sudah kotor dan bau
sekali???

apa sih yang guru2 sinting itu makan dan minum?!

ugh! ini namanya penyalahgunaan hak! dan ini juga merupakan pelanggaran norma dengan
menyuruh dua murid manis membersihkan toilet hina ini!

aku ingin ketemu Bismaaa! huaaa Bisma!!!

"sepulang sekolah nanti kamu mau ke Rumah Sakit ?" tanya Thella.

"iya, aku mau menjenguk cintaku. mau ikut?"

"boleh saja, aku lagi malas pulang. tapi disana ada Reza kaann??"

dasar perempuan picik! ujung2nya ke Reza juga -_-

"iya iya! dia ada kok! memangnya kamu tidak ketemu dengannya disini?"

"tidak, dia tidak kelihatan beberapa hari ini. sepertinya dia bolos deh."

iya juga ya,

semenjak Bisma masuk rumah sakit, Aku jarang melihat Dicky dan Reza di sekolah.

mereka cinta banget sih sama Bisma sampai bolos sekolah..?

apa mereka emang malas sekolah saja? ckck. anak jaman sekarang.. -_-

akhirnya kami selesai, dan sekarang sudah jam setengah 6 sore.

WC itu memang terkutuk! kami capek sekali membersihkannya! tanganku seperti mau patah
dibuatnya!
aku dan Thella segera pergi ke rumah sakit karena takut kemalaman.

sesampainya di rumah sakit, Thella langsung nyamperin Reza yang sedang merokok di luar
gedung Rumah Sakit dengan beberapa temannya (termasuk Dicky ).

jadinya aku masuk sendirian ke dalam gedung..

huh dasar teman gak setia kawan! masa dia meninggalkanku begitu melihat Reza?!

aku akan minta ditraktir sebagai balasannya. kekeke

aku naik lift menuju ke lantai 3.

sebelum menuju ke kamar Bisma, aku pergi dulu ke tempat penjualan minum otomatis untuk
membeli beberapa soda.

ada suara orang bicara di lorong sana,aku menengok sekadar penasaran saja.

aku kaget sekali mendapati suara itu ternyata milik Bisma dan Hyori.

Hyori? apa yang wanita busuk itu lakukan bersama Bisma?

lalu aku melihat Bisma memegang wajah Hyori dengan tangan kanannya.

dia mendekatkan wajahnya ke wajah Hyori dan akhirnya Bisma mencium bibirnya.

bisa kurasakan tubuhku menegang.

tanganku mulai gemetar.

Bisma mencium Hyori?

bukankah Bisma membenci Hyori?

bukankah Bisma dulu menampar Hyori karena dia mengejekku?

kenapa Bisma melakukannya?

peganganku pada kaleng soda yang sedang kupegang melemah.

aku bahkan tak punya tenaga untuk memegang kaleng soda ini sekarang.

tubuhku menjadi lemas seketika melihat perbuatan Bisma ini, dan hatiku amat sakit dibuatnya.

mataku memanas, dan sebentar lagi kaleng soda ini akan lepas dari peganganku.
tapi aku tak bisa membiarkannya terjadi, apabila kaleng soda ini terjatuh, Bisma pasti akan sadar
aku berada di sini.

+grep+

seseorang memegang tanganku. terima kasih kepadanya, kaleng soda yang kupegang ini tidak
jadi terjatuh.

orang ini membalikkan tubuhku menghadap kepadanya dan ia berkata,

"jangan dilihat.."

siapa orang ini?

aku belum pernah melihatnya sebelumnya.

dia sangat ganteng. walaupun matanya tidak ada lipatan mata, matanya terlihat besar. alisnya
tebal, bibrinya pink, hidungnya mancung, dan rambutnya amat hitam.

"kenalkan, namaku Park Han Bum. aku saudara tiri Bisma"

CRAZY #8

"kenalkan, namaku Park Han Bum. Aku saudara tiri Bisma."

orang ini ngomong apa sih?

Saudara tiri Bisma?

Apa sih maksudnya???

"Bisma menuju ke sini. pakai ini cepat!" katanya sambil melingkarkan jaketnya ke tubuhku.

aku menurutinya, dan aku tak tahu kenapa aku menurutinya.

entah mengapa sepertinya aku sangat mempercayainya dan aku merasa seperti sudah
mengenalnya lama sekali.

aku memakai jaketnya dan ia menarik tudung jaketnya ke kepalaku.

jaketnya besar sekali, tanganku sampai tenggelam dibuatnya. dan panjangnya sampai menutupi
bokongku.

ia menarikku merapat ke tubuhnya, dan aku hanya menurut dan terdiam saja.

aku mendengar suara langkah kaki, suara langkah kaki itu pasti suara langkah kaki Bisma.
jangan sampai dia menyadari aku di sini.. tolong, jangan sampai dia tahu aku disini..

suara langkah kakinya makin mendekat. jantungku berdetak kencang, mungkin saking
kencangnya orang ini bisa mendengarnya.

suara langkah kaki Bisma mendekat, sampai akhirnya dia berhenti tepat di belakangku.

Bisma terdiam, sepertinya dia sedang memperhatikan kami berdua.

jangan sampai dia sadar aku disini, semoga saja jaket ini cukup untuk membuatnya tak
mengenalku.

"halo... kakak." kata orang ini kepada Bisma.

"jangan panggil aku kakak. melihatmu saja rasanya aku ingin muntah."jawab Bisma.

setelah berkata begitu Bisma melangkah pergi.

dia tak menanyakan tentang aku yang sedang berada dengan orang ini.

mungkin Bisma terlalu benci untuk peduli dengan apa yang di lakukan orang ini sampai2 dia tak
mengenaliku.

setelah aku yakin Bisma telah pergi, aku membuat suara untuk menarik perhatian orang ini.
"ehem..."

"eh? oh iya, maaf aku lupa aku sedang bersamamu untuk sesaat." kata orang ini

"tolong tanganmu..." kataku karena orang ini masih memegang kedua tanganku dan masih
merapatkan diriku ke dirinya.

"oh! maaf-maaf.." dia terkejut dan melepaskan tanganku.

"kamu... saudara tiri Bisma?"

"ya, aku saudara tirinya. kalau bisa, aku tidak mau bicara disini. bagaimana kalau kita pindah
tempat?"

lalu aku pergi dengannya ke kedai di depan Rumah Sakit dan aku memesan beberapa makanan
kecil.

"apa benar kamu saudara tiri Bisma?" ulangku lagi.

"ya, benar. ayahnya menikah dengan ibuku saat aku berumur 5 tahun." jawabnya

"berapa umurmu sekarang?"


"16 tahun."

lebih muda 1 tahun dariku. umurku dan Bisma sama, berari Bisma sudah ditinggal ayahnya
semenjak umurnya 6 tahun?

.....

"kalau umurmu berapa?" tanyanya

"17.."

"berarti kau lebih tua 1 tahun dariku dong? hahaha, tapi kesannya aku lebih tua. hahaha"

"yayaya, ngomong2 siapa namamu tadi? aku lupa"

"Han Bum. namaku Park Han Bum."

"Han Bum? sepertinya bukan nama orang Jepang.."

"aku memang bukan orang Jepang, aku orang Korea."

"hh.. ya, terserah saja." ledekku dengan tertawa melalui hidung.

"kamu pacar Bisma kan? siapa namamu?"

"bagaimana kau tahu aku pacarnya?"

"tentu saja semua orang tahu. siapa namamu?

"namaku? ah,kalau begitu namaku Rebbeca Reifi Georgina Derru. aku orang meksiko." ledekku
sambil mengulurkan tangan.

"hei! aku serius!" protesnya sambil menampik tanganku

"aku juga serius!" jawabku

"aku benar2 orang Korea. asal kau tahu saja, ayah Bisma pindah ke Korea karena urusan dinas.
dan akhirnya dia menikah dengan ibuku! dan aku lancar berbahasa Jepang karena aku sudah
tinggal dengan ayah Bisma dari umur 5 tahun. dan dia selalu ngomong dalam bahasa Jepang di
rumah!"

"iya, iya! aku percaya! kenapa harus teriak2 sih?!"

sepertinya aku menemukan Bisma nomor 2... -_-

"nah, siapa nama aslimu?"


"April, Baby aprilia."

"baiklah, aku akan memanggilmu April."

"jangan sok akrab kau. jangan pangggil aku dengan nama kecilku!"

+DING~ DING~ CHA CHA CHA~ DING DING~ CHA CHA CHA~+

HP-ku berbunyi, kulihat nama penelponnya----> 'unknown'

ini pasti Bisma.. bagaimana ini?!

aku tidak mau mendengar suaranya.. kalau bicara dengannya aku pasti akan mengingat kejadian
tadi..

+DING DING~ CHA CHA CHA~ DING DING ~ CHA CHA CHA~+

"kenapa tidak diangkat?" tanya Han Bum.

"ehm..."

"dari Bisma ya?" aku mengangguk.

akhirnya aku memutuskan untuk mengangkat teleponnya, "ha... halo?"

"dimana kamu?! kenapa kamu tidak datang juga?!" teriak Bisma.

mendengar suaranya membuatku mengingat apa yang diperbuatnya dengan Hyori tadi.

".................."

"hei! kenapa kau diam saja?! halo?! hei mesum! kau dengar aku tidak?!"

"tutup saja teleponnya kalau kau tak sanggup menghadapinya saat ini." kata Han Bum.

"heuk heuk hiks..." aku mulai menangis dan Han Bum memelukku.

******************************************************************************
*****

"hahahahaha! kau serius pernah begitu?!" tawaku

"iya, aku serius! haahaha! dan kau tahu, saat aku mengunci lemarinya,aku baru tahu kalau itu
bukan Eun Joo! lalu aku dihukum berlutut dengan tangan di atas di tengah lapangan dan
membersihkan WC putra selama 1 bulan!"
saat ini Han Bum sedang bercerita tentang pengalamannya mengunci guru di lemari kelas yang
dia kira itu adalah teman sekelasnya yang bernama Eun Joo.

"hahaha! kau bodoh sekali! bagaimana kau bisa salah orang begitu?"

"badan pak Guru dan badan Eun Joo sama bila dilihat dari belakang. dan lagi pak guru saat itu
memakai kemeja putih, jadi kukira itu Eun Joo. jadi kudorong saja dia dari belakang sampai dia
masuk ke dalam lemari lalu kukunci. betapa kagetnya aku melihat Eun Joo yang asli masuk ke
dalam kelas dan dia berkata padaku,'apa yang kau lakukan?'. saat itulah aku sadar bahwa yang
kukunci di dalam lemari itu bukan Eun Joo."

"HAHAHA! bodoh sekali kau! hahahahaaha!"

"sudah deh jangan tertawa lagi.. -_- eh? sudah jam 11 malam ternyata.."

"apa?! jam 11 malam?!"

ya ampun, waktu sama sekali tidak terasa.

waktu terasa cepat sekali bila bersama Han Bum..

"iya sudah jam 11 malam, ayo kuantar kau pulang."

lalu aku dan Han Bum pergi meninggalkan kedai dan mengarah ke rumahku.

dia yang membayar semua makananku. hehehe

"apa yang kau lakukan di rumah sakit tadi?" tanyaku

"tentu saja mau menjenguk Bisma, apa lagi? ayahku bilang dia sedang diopname, dan aku
sedang berada disini. jadi kupikir sekalian saja aku menjenguk saudara. hahaha"

"oh iya, kenapa kau bisa berada di Jepang? memangnya sekolahmu sedang libur?"

"enggak, aku menemani ibuku disini. saudaranya menikah, jadi aku ikut saja. dan sepertinya aku
akan pindah sekolah kesini."

"apa? kau mau pindah sekolah kesini?"

"iya, hanya saja baru rencana.. belum tentu jadi.."

pasti asyik sekali kalau aku bisa satu sekolah dengan Han Bum..

Andai saja dia benar2 pindah.. hehehe

"oh iya, sepertinya Bisma benci sekali denganmu. kenapa begitu?"


"oh itu karena-"

sebelum Han Bum menyelesaikan kata2nya ada orang yang berteriak, "BABY!!!"

mendengar namaku dipanggil, aku menoleh ke belakang ,"Dicky ??"

Dicky memegang tanganku dan berkata,"kau darimana saja? kamu tidak tahu Bisma mencarimu
sejak sore tadi?! dia keluar dari Rumah Sakit dengan keadaannya yang begitu, padahal dia masih
belum boleh keluar karena keadaannya bertambah parah semenjak dia keluar hujan2an untuk
menemuimu itu."

"apa? sekarang dimana dia?" tanyaku

"aku tidak tahu, semua anak sedang mencari Bisma sekarang... Han Bum...?"

kata Dicky , dia baru sadar akan keberadaan Han Bum.

"oh, halo kak Dicky ..."

"jangan berani kau sebut namaku." kata Dicky sambil menarikku dari sisi Han Bum.

"Baby.. apa yang kau lakukan dengan anak ini?!"

"aku.. aku Cuma.."

"kamu tak tahu apa yang diperbuatnya kepada Bisma?!"

"kamu kenapa sih Dicky ?! kenapa kamu teriak2? dan aku tidak ngapa-ngapain dengannya, jadi
kau jangan berpikir yang aneh2!" teriakku sambil menarik tanganku dari genggaman Dicky .

"ayo ikut aku." kata Dicky sambil menarik tanganku lagi

"tidak! lepaskan aku!" berontakku kepada Dicky .

"lepaskan dia, dia bilang dia tak mau ikut denganmu." kata Han Bum sambil menarik tanganku
yang satunya.

"tutup mulutmu bocah! pergi dan matilah sana!" balas Dicky . aku tak pernah melihat Dicky
semarah ini, entah kenapa dia amat membenci Han Bum.

"kau yang sebaiknya tutup mulut dasar berengsek."

"apa katamu?!" teriak Dicky .

Dicky melepas tanganku dan langsung menyerbu Han Bum.


Dicky melepaskan beberapa tonjokan ke wajah Han Bum, aku terdiam saking shocknya.

sekarang Han Bum berada di bawah Dicky yang terus menerus menonjok wajahnya.

akhirnya aku terlepas dari rasa shock-ku dan aku berlari ke arah Dicky dan berusaha menolong
Han Bum.

"DICKY ! HEI DICKY ! BERHENTI! APA YANG KAU LAKUKAN?!" Teriakku sambil
memeluk Dicky dari belakang berusaha mthellasahkannya dari Han Bum.\

"DICKY !!!" teriakkanku akhirnya berhasil membuat Dicky berhenti. aku langsung menuju ke
Han Bum dan berusaha membantunya.

"kamu kenapa sih Dicky !? kamu sudah gila?!" teriakku kepada Dicky .

wajah Han Bum benar2 babak belur.

bibirnya sobek akibat pukulan yang bertubi2, hidungnya berdarah, mata kanannya membengkak,
dahi dan pipinya terluka

serta lebam.

"Baby! kenapa kau membelanya?! dia itu licik, tak seperti kelihatannya!"

"lalu bagaimana denganmu yang tiba2 memukulnya?! apa itu tak bisa disebut licik!?"

"hentikan semua." kata seseorang yang akhirnya kutahu adalah Bisma.

Bisma? sejak kapan dia berdiri disana? aku tidak melihatnya sejak tadi.

Bisma benar2 acak2an. dia keringatan dan bajunya amat kotor, sepertinya dia langsung
mencari2ku setelah kejadian di telepon itu sampai sekarang.

"hentikan semua ini. Dan Dicky , pulanglah dan bilang kepada yang lain untuk berhenti
mencariku ataupun mencari April."

"tapi-" Dicky baru saja mau protes sampai akhirnya Bisma memberikan pandangan mautnya.

"[Link]." kata Bisma, dan Dicky menurut.

setelah Dicky pergi, Bisma mengalihkan pandangan matanya kepadaku.

dia hanya melihatku dan jaket yang kupakai. pada saat itulah aku baru sadar bahwa aku masih
memakai jaket Han Bum.

"apa yang kau lakukan bersamanya?" tanya Bisma. Tatapan matanya dingin.
"apa? apa yang kulakukan? bukannya aku yang seharusnya bertanya begitu? apa yang kau
lakukan berasama Hyori?"

"apa yang kulakukan? aku tidak melakukan apa2."

"kau menciumnya dan kau berkata kau tak melakukan apa2? heh, lucu sekali kau!"

"aku tak perlu menjelaskan apa2 tentang itu."

"dan aku juga tak perlu menjelaskan apa2 tentang ini!" teriakku kepada Bisma

dia terdiam sejenak dan akhirnya berkata, "kuberi kau satu kesempatan lagi Baby aprilia.
lepaskan bajingan itu dan kemarilah." kata Bisma mengajakku untuk pergi ke sampingnya dan
meninggalkan Han Bum.

"................" aku hanya terdiam saja

"aku akan memberikanmu satu kesempatan lagi. mana yang kau pilih, aku? atau dia?"

".............."

Bisma tertawa lewat hidung lalu berkata," jadi begitu...? heh, hahaha. Park Han Bum, lagi2 kau
berhasil merebut milikku. kau pasti senang sekali."

setelah itu Bisma pergi meninggalkanku dan Han Bum.

'berhasil merebut milikku' ?? apa yang Bisma maksud?

CRAZY #9

'berhasil merebut milikku' ??? apa maksud Bisma mengatakan iu kepada Han Bum?

apa yang sebenarnya Han Bum rebut dari Bisma?

kenapa Bisma dan Dicky amat membenci Han Bum?

"ugh...."Han Bum mengerang

akhirnya aku kembali sadar dan beralih kepada Han Bum,

"kamu tak apa2?" tanyaku kepada Han Bum sambil membantunya berdiri.

"ak- aku tidak apa2.."

aku mengalungkan tangan kanan Han Bum di leherku agar dia bisa berdiri.
lalu aku membantunya berjalan.

"kau mau kuantar ke rumah sakit?" tanyaku kepada Han Bum

"ah, tidak perlu.. luka seperti ini dibawa tidur juga sembuh.."

sepertinya Han Bum sudah biasa dengan luka seperti ini.. -_-

yah, tidak heran sih....

"terserah apa katamu, tapi yang pasti biarkan aku mengobati wajahmu dulu." kataku

"baiklah, tapi obatnya...?"

"obat? oh, aku selalu membawa obat."

aku mengorek tasku dan kukeluarkan kotak P3K ukuran mini milikku, lalu kupamerkan di depan
wajah Han Bum.

"kau selalu membawa barang begituan? kau pasti sering terluka ya?"

aku tak menjawab, aku hanya tersenyum saja.

tentu saja aku harus membawa kotak seperti ini, semenjak mengenal Bisma sepertinya benda
seperti ini amat dibutuhkan dalam keadaan yang tak terduga.

lalu aku duduk dengan Han Bum di taman dekat Rumah Sakit dan aku mengobati luka2 di
wajahnya.

"kenapa kau baik sekali kepadaku?" tanya Han Bum.

"mana mungkin aku meninggalkan orang yang terluka, dasar bodoh."

"lalu, kenapa kau tak pergi kepada Bisma tadi?"

"itu.. itu karena...."

"apapun itu.. terimakasih karena kau tak meninggalkanku." katanya sambil tersenyum kepadaku.

senyum Han Bum benar2 manis dan tulus.. benar2 menyilaukan maksudku.

jantungku sempat berdegup cepat dibuatnya, bagaimana caranya dia melakukan itu?

aku akan mencoba tersenyum seperti itu kapan2, siapa tahu orang akan terbuai seperti aku
terbuai oleh Han Bum.. kekeke
aku mengobati muka Han Bum dengan kapas yang berakohol,dia hanya diam saja dan sesekali
memberikan ekspresi kesakitan.

tidak seperti Bisma.. Bisma pasti akan meneriakiku..

dia pasti akan mengoceh selama aku mengobati lukanya sambil beberapa kali melirik ke arahku..

wangi colognenya pasti akan menggelitik hidungku dan membuatku mthellampikannya


sepanjang tidurku..

berhenti April! jangan mengingat Bisma lagi!

"he- hei! kamu kenapa?" tanya Han Bum kepadaku

"uh? huh? a- apa maksudmu?" tanyaku bingung kepadanya

"kamu menangis..."

"apa? ah, hahaha.. aku tidak menangis kok.. heuk heuk hiks...."

aku sangat merindukan Bisma,

aku sangat merindukan Bisma sampai di titik dimana aku sulit bernafas.

tak kuduga aku bisa begitu merindukannya,

aku sangat ingin melihat wajahnya, mendengar suaranya, mencium aroma cologne nya...

tiba2 Han Bum memelukku dan berkata, "tak apa... menangislah saja sekarang. dengan kau
menangis sekarang, kau dapat tersenyum untuk besok.. lepaskan saja semuanya."

aku menangis sejadi-jadinya di pelukan Han Bum entah sampai berapa lama.

Bisma... aku merindukanmu....

************************************************************

"apa2an kau?! bagaimana bisa kamu begitu jorok! bajuku penuh dengar ingusmu!"

protes Han Bum kepadaku. kami sedang dalam perjalanan pulang ke rumahku (Han Bum
mengantarku)

"kan kamu sendiri yang bilang untuk melepaskan semuanya! ya sudah aku lepaskan semuanya!
jadi kamu jangan protes." jawabku.
Han Bum berkata begitu lantaran jijik karena aku membuang ingus di bajunya disaat aku
menangis tadi. hahaha, habis hidungku sudah mampet banget, jadi sekalian saja.

hahaha XDD

"aku takkan mthellanjamkan badanku lagi kepadamu.."sesalnya

"aku sih tidak apa2, masih banyak cowok yang mau mthellanjamkan badannya padaku."

"cewek macam apa kamu.... -_-"

"jangan kurang ajar! aku masih lebih tua daripada kamu!" kataku sambil menjambak rambut Han
Bum sampai kebawah.

+kraaak!+ O_O!

Leher Han Bum berbunyi karena saking kencang aku menarik rambutnya

"ADUH!" teriaknya

"oh ya ampun! Han Bum! maafkan aku! hei kamu gak kenapa2?!"

"leherku! leherku patah! aouw! sini kamu! akan kubalas!" katanya kepadaku sambil tangan yang
satunya memegang lehernya dan yang satunya lagi berusaha menangkapku.

kulihat dari sudut mataku ternyata rumahku sudah kelihatan.

jadi sebelum Han Bum dapat membalasku, aku lari sekencang2nya dan berteriak

"HAHAAHA! SAMPAI KETEMU LAGI! HAHAHA! RASAKAN!" lalu aku masuk ke rumah
dan meninggalkan Han Bum.

begitu masuk ke dalam rumah, ternyata orang tuaku sudah menungguku.

aku dimarahi habis2an karena pulang malam tanpa pulang terlebih dahulu sehabis dari sekolah.
dan ibuku menghukumku untuk membersihkan toilet saat itu juga.

ibuu! ini kan sudah malaammm! sudah pagi malah!

akhirnya aku selesai membersihkan toilet pukul 1.30 pagi dan aku langsung tidur tanpa mandi
ataupun mengganti baju seragam dan jaket Han Bum yang masih kupakai ini..

*****************************************************

tidurku semalam cukup nyenyak, mungkin karena aku benar2 kecapekan semalam.
tapi tetap saja waktu aku bangun aku ngantuk sekali..

tidurku tak pernah cukup beberapa hari ini..-_-

oh ya ampun, semalam aku lupa mengembalikan jaket Han Bum.

akan kukembalikan begitu bertemu dengannya lagi. tapi kalau tak bertemu lagi, akan kusimpan
jaket ini sebagai souvenir.. kekeke, jaketnya bagus soalnyaa.. kekeke

aku berangkat ke sekolah, dan sesampainya di sekolah Thella langsung menerorku dengan
banyak pertanyaan.

"kamu sudah gila?! kemana kau kemarin?! jantungku hampir berhenti melihat Bisma yang tiba2
mengamuk ingin keluar dari Rumah Sakit. ada 4 orang lebih yang menahannya, tapi dia kuat
sekali dan dia berhasil kabur! dia bilang dia mau mencarimu dan membunuh orang yang
bersamamu! jantungku berhenti saking kagetnya! ya ampun.."bisik Thella [Link]
Thella lupa kita sedang dalam jam pelajaran -_-

lalu aku menceritakan semuanya kepada Thella tentang kejadian kemarin.

wajah Thella menyimak ceritaku amat serius dan sesekali mulutnya terbuka saking kagetnya.

"jadi kau bertemu dengan saudara tiri Bisma? dia ganteng tidak?" bisiknya semangat

"tentu saja dia ganteng. tapi aku lebih suka wajah Bisma. hahaha"

"oh ya ampun, kenapa sih kau bisa ketemu yang ganteng2 semua? lalu kenapa Dicky dan Bisma
amat membenci Han Bum?"

"kalau itu.. aku sendiri juga tidak tahu kenapa.."

+TING~TONG~TING TONG~ TING TONG TING TONG~+

bel istirahat berbunyi. sungguh tak terasa ternyata sudah istirahat saja.

mungkin karena jam pelajaran ini kupakai untuk mengobrol kali ya? jadinya tidak berasa..
kekeke

seperti biasa, aku dan Thella langsung menyerbu ke kantin untuk membeli makanan sebelum
kami kehabisan. saat kami berlari menuju ke kantin, aku menabrak seseorang.

ternyata orang yang kutabrak itu Dicky .

"eh maaf maafkan aku."kataku sambil menunduk-nundukkan kepalaku.

Dicky hanya memandangku dengan dingin lalu pergi melewatiku.


"kenapa dia?" tanya Thella kepadaku.

"aku tidak tahu. mungkin dia masih marah kepadaku karena kejadian kemarin..."

kenapa Dicky bersikap begitu padaku..?

sebenarnya apa sih yang membuat Dicky maupun Bisma begitu membenci Han Bum?

semua ini benar2 membingungkan! membuatku hampir gila!

sisa istirahat dan pelajaran kupakai menerka2 apa yang sebenarnya terjadi diantara Bisma dan
Han [Link] berputar2 sampai tak ada satupun dari pelajaran yang dijelaskan masuk ke
dalam kepalaku.

"hei April! lihat! ada cowok ganteng banget disitu! tapi kenapa mukanya banyak plester begitu
ya?" bisik Thella memecah pikiranku.

"dimana?" tanyaku.

"itu disitu, yang bersandar di gerbang belakang itu." kata Thella sambil menunjuk2 keluar
jendela.

"Ha- Han Bum...? apa yang dilakukannya disini...?"

"itu Han Bum? yang benar saja! dia cakep sekali! tapi masih cakepan Reza sih.. tapi dia cakep
sekali!"

sepertinya Han Bum melihat ke arah jendela kelasku, lalu dia melambaikan tangannya sambil
tersenyum. aku balas melambai.

"ya ampun! cowok itu melambai kepadaku!" bisik cewek yang duduk di depan mejaku.

"tidak! dia melambai kepadaku!" kata yang satunya lagi

mereka saling berebut tentang siapa yang dilambaikan oleh Han Bum.. dasar anak jaman
sekarang... -_-

"hei April! lihat! itu Dicky dan Reza! mereka mendatangi Han Bum dengan membawa anak2
yang lain!" bisik Thella kepadaku.

aku langsung melihat keluar begitu Thella berkata begitu. dan benar saja, itu Dicky dan Reza.
membawa beberapa pengikutnya menghampiri Han Bum.

aku merasakan bahwa suasananya mulai tak enak, aku harus cepat2 keluar untuk menolong Han
Bum.
aku mengangkat tanganku dan berteriak, "mohon izin pak guru! aku ingin berak! sudah tidak
tahan lagi!" kataku kepada pak guru.

setelah berkata begitu aku langsung berlari keluar. aku berlari seperti wanita sinting, setiap orang
yang melihatku berlari memandangku keheranan. dan aku beberapa kali hampir terjatuh saat
menuruni tangga.

akhirnya aku sudah dapat melihat Han Bum dan anak2 lain. disitu Han Bum sedang digiring oleh
4 orang lebih untuk dibawa ke tempat lain.

aku langsung berlari ke arah Han Bum dan menarik tangannya.

"ja-jangan apa-apakan dia! hosh hosh hosh" kataku kepada mereka sambil mencoba mengatur
nafasku kembali.

aku berdiri di antara Han Bum dan yang lainnya dengan posisi melindungi Han Bum.

"sebaiknya kau pergi dari sini Baby.. ini bukan urusanmu." kata Dicky kepadaku

"betul April-chan.. lebih baik kamu pergi saja.." kata Reza kepadaku juga.

"ti-tidak! hosh hosh hosh... kau tak boleh membawanya! kalau kau mau membawanya, habisi
aku dulu!" teriakku kepada Dicky dan Reza

"hei Dicky , bagaimana ini..? dia ceweknya Bisma.. masa kita harus menyingkirkannya?" tanya
salah satu dari pengikut Dicky .

Dicky mengacuhkannya dan berkata," hei bocah.. tidakkah kau malu harus dilindungi wanita..?"

"tentu saja aku malu, tapi aku lebih malu lagi membawa banyak orang untuk menghabisi satu
anak yang lebih muda dariku." sindir Han Bum kepada Dicky .

"sebaiknya jaga mulutmu. dan hari ini kau kubiarkan lolos hanya karena aku masih menghormati
Baby yang melindungi anak bayi sepertimu. sebaiknya kau ingat itu."

setelah berkata begitu, Dicky dan Reza pergi lalu pengikut2nya juga mengikutinya.

"apa yang kau lakukan disini?" tanyaku kepada Han Bum.

"tentu saja untuk bertemu denganmu. aku tak punya teman main selain kamu disini."

jawab Han Bum.

"tapi aku belum pulang sekolah. dan lagi aku harus membersihkan toilet guru sepulang sekolah."

"ya sudah, akan kutunggu sampai kau pulang."


"memangnya kenapa kau mau menemuiku?"

"untuk mengambil jaketku tentu saja."

"cuma karena itu? "

"tentu saja! kau tak tahu berapa harga jaket itu?"

"yayaya, terserah apa katamu. aku akan menemuimu disini pukul 5 sore. dan sebaiknya kau
jangan menungguku di sini, bisa2 Dicky datang lagi."

"aku tak takut kepada Dicky ."

"terserah... pokoknya kau jangan tunggu disini atau aku takkan menemuimu."

"yaya baiklahh...." kata Han Bum. lalu dia pergi dan aku kembali ke kelas.

+sepulang sekolah+

"WC ini benar2 terkutuk! bagaimana bisa WC kembali kotor dalam waktu hanya satu hari?!
menyebalkaaaaannn!!!!!" jeritku.

"sudah. tutup mulutmu dan kerjakan sajalah..." kata Thella.

sekarang sudah pukul 4.30 sore. berarti 30menit lagi Han Bum akan datang untuk menemuiku.

"aku harus cepat2 menyelesaikan ini. anak sinting itu akan datang sebentar lagi." gumamku

"apa?! nanti kau mau bertemu dengan Han Bum??" tanya Thella

"iya, aku harus mengembalikan jaketnya. sepertinya jaketnya mahal sekali..-_-''

"hei.. kau suka kepadanya?"

"kau gila? tentu saja tidak. dia sudah kuanggap adikku sendiri. yah, kalau aku menikah dengan
Bisma dia otomatis akan jadi adikku juga sih.. kekeke"

"bukannya kamu lagi berantem sama Bisma?"

"ukh... untuk sesaat aku lupa.. aku sendiri juga tak tahu sebenarnya kami masih pacaran atau
tidak semenjak kejadian kemarin.."

"itu salahmu bodoh! kenapa kau tak meninggalkan Han Bum saja kemarin dan beralih ke
Bisma!"
"bisa2nya kau bilang begitu! mana mungkin aku pergi ke Bisma setelah aku melihat dia
mencium rubah betina itu?!"

"tapi sepertinya Bisma bukan orang yang seperti itu.. pasti dia ada alasan tersendiri mengapa dia
mencium Hyori.. yah, walaupun Hyori mantan pacar Bisma sih- uph"

Thella membungkam mulutnya sendiri, sepertinya dia kelepasan ngomong.

"ap.. apa katamu? Hyori mantan pacar Bisma?! tapi bagaimana bisa dan kau tahu dari mana??"

"..........." Thella diam saja dan mengalihkan pandangannya dariku, dia berpura2 seakan tak
mendengarku.

"kalau kau tidak menjawab, akan kukirim fotomu yang sedang mengupil ke Reza sekarang juga."

"........'' Thella tetap diam saja. tapi bisa kulihat dia mulai berkeringat.

"oh? kau memutuskan untuk diam? baiklah, akan kukirim" aku mengambil Hpku dari kantong
rok-ku dan mulai bersiap untuk mengirim gambar, tapi Thella mencegahku.

"ah! bagaimana bisa kau mengancam temanmu seperti itu?!" teriaknya.

"bagaimana bisa kau menyembunyikan sesuatu dari temanmu?!" teriakku balik.

"baiklah! baiklah! akan kuceritakan! tapi hapus fotoku itu dari Hpmu!"

"iya2..." kataku sambil berpura2 menghapus gambar, padahal aku tak menghapus gambarnya.
aku tahu gambar ini akan bergun lagi suatu saat nanti. kekekeke

"iya.. jadi si Bisma itu pernah pacaran sama Hyori selama 2 tahunan. tapi dia putus dengannya
karena Hyori menyukai lakii2 lain dan memutuskan Bisma. hanya itu yang kutahu."

"kini masuk akal mengapa Bisma mencium Hyori kemarin.." gumamku

"apa maksudmu?" tanya Thella.

"ya, jelas kan? Bisma pasti masih menyukai Hyori selama ini."

"tidak mungkin ah! dia kelihatan amat menyukaimu!"

"......." aku diam saja. aku tak tahu harus menjawab apa.

aku harap itu benar bahwa Bisma benar2 menyukaiku. tapi bila kupikir, sepertinya mustahil
orang sekeren Bisma bisa menyukaiku.

dan bila dipikir dengan logika, pasti Bisma akan mthellalih Hyori.
secara Hyori lebih cantik dan sangat populer dibandingkan aku... -_-

ukh.. kenapa aku jadi merendahkan diri sendiri begini sih?!

akhirnya kami selesai membersihkan toilet, dan itu sudah pukul 05.30 sore..

aku langsung keluar dan meninggalkan Thella, karena Han Bum pasti sudah menungguku sejak
tadi.

"Han Bum!" teriakku.

Han Bum sedang bersandar di pagar menungguku. sepertinya sudah sejak tadi dia disitu.

"lama sekali..." kata Han Bum

"maafkan aku.. WC itu lebih parah daripada peternakan sapi. kau harus melihat betapa kotornya
WC itu.. -_-"

"oh ya sudah, ayo kita cari makan. aku lapar sekali."

"hah? makan? kukira kamu mau mengambil jaketmu, jaketmu ada di rumahku."

"kau harus bertanggung jawab dulu karena sudah membuatku kelaparan setengah mati. jadi
sebelum mengambil jaketku di rumahmu, kau harus menemaniku dulu hari ini."

"apa-apaan ka-" sebelum aku bisa protes, Han Bum menarikku pergi.

"ayo cepat! hari ini aku yang traktir" kata Han Bum.

kekeke, okelah aku ikut. mumpung di traktir... kekeke

kami pergi ke MCD dekat sekolahku. disana ramai sekali dengan anak2 dari berbagai SMA. aku
mencari tempat duduk di pojok (aku tidak suka tempat yang terlalu ramai, jadi tolong jangan
pikir aku mau ngapa-ngapain Han Bum di pojokkan) sedangkan Han Bum memesan makanan.

"ini dia makanannya." kata Han Bum sambil meletakkan nampan berisi 2 Hamburger, 2 kentang
goreng, 4 ayam goreng, dan 3 soda.

"banyak sekali.. kau mau menghabiskan ini semua?" tanyaku

"tentu saja tidak. tapi aku tahu kau yang akan menghabiskan semuanya."

sial.. bagaimana dia tahu kalau aku berencana menghabiskan makanan ini??

benar saja, 2/3 dari makanan yang ada akulah yang memakannya.
"ah~ kenyangnya! terimakasih makanannya Han Bum!" kataku

"sudah kuduga kau yang akan menghabiskannya...-_-" gumamnya

"tutup mulutmu! akh, aku mau ke toilet."

"sehabis makan kau mau buang kotoran?? kini kutahu kenapa badanmu kurus sekali walaupun
makanmu seperti kuli. pencernaanmu lancar sekali!"

kutarik rambutnya Han Bum dan aku berkata," jangan berkata begitu. aku masih lebih tua
daripadamu tahu!"

sebelum Han Bum bisa protes lagi, aku cepat2 meninggalkannya ke toilet.

ukh, aku tak tahan lagi. perutku sakit sekali.

kata2 Han Bum ada benarnya juga sih...-_-

dan aku benci mengakuinya...-__-

aku langsung cepat-cepat masuk ke toilet dan menyelesaikan urusanku karena sudah tak tahan
lagi.

"ah~ lega~" gumamku

ada suara segerombolan gadis memasuki toilet, mereka cekikikan seperti cewek2 menyebalkan.
bagaimana bisa mereka begitu ribut di toilet? aduh aduh.. anak jaman sekarang..

aku keluar dari toilet karena sudah menyelesaikan urusanku dan berjalan ke arah wastafel untuk
cuci tangan.

"akh!" teriak salah satu gadis sambil menunjukku, yang akhirnya aku sadar itu adalah Hyori.

"ghee?? rubah betina?" kagetku juga.

"siapa yang kausebut rubah betina?" tanya Hyori

"haha, yang merasa saja." candaku

"oh begitu ya? hahaha! lucu sekali! oh iya, kau pacarnya Bisma kan? siapa namamu? hm.. ah!
Fujikawa! aku ingat!" kata Hyori, dan teman2nya cekikikan mendengar kata2 Hyori. apa deh
yang lucu...? = ='

"namaku Baby" kataku sambil mencuci tangan. aku malas melihat wajah cewek yang satu ini.
walaupun kuakui dia cantik sekali...-_-
"yayaya, terserah saja. oh ya BABY, kulihat kau sedang bersama adik Bisma.. sudah mendapat
kakaknya, kamu mau embat adiknya juga? cewek macam apa kamu?"

"lebih baik tutup mulutmu kalau tak mau mati." jawabku tetap sambil mencuci tangan berusaha
mengabaikan wanita ini.

"sok sekali ucapanmu itu... kau sudah merasa hebat berpacaran dengan Bisma? kau takkan bisa
pacaran dengannya kalau aku tidak memutuskan dia, seharusnya kau tahu itu. dan sekarang, aku
berniat mengambil kembali milikku yang sudah jatuh ke tangan wanita kampung sepertimu."

April... santai.. santai...

jangan sampai kau lepas emosi disini..

rubah betina ini hanya berusaha membuatmu marah saja April.. tahan dirimu!

"kok bisa ya? Bisma mau dengan wanita jelek seperti dia? hahaha"

katanya kepada teman2nya, teman2nya ikut2an tertawa.

aku tahu dalam waktu 3 detik aku akan meledak. jadi aku harus cepat2 meninggalkan rubah
betina ini sebelum aku lepas kendali.

(kau tahu kan apa yang kuperbuat kalau aku lepas kendali? aku sudah pernah lepas kendali di
hadapan Bisma dan di hadapan cowok SMA Higashi, dan akibatnya cukup fatal)

"dan kau tahu...?" kata Hyori

3 detik sebelum aku meledak..........

"saat Bisma menciumku rasanya seperti strawberry..."

2 detik sebelum aku meledak..........

"dia benar-benar pintar mencium...."

1 detik sebelum aku meledak...........

"sayang sekali Bisma mthellalih untuk menciumku daripada mencium pacarnya sendiri..
maklumlah, [Link]."

0 detik!............................

+BUAKH!!!!!!!!+

tak kusangka kepalan tanganku terbang mendarat di wajah cantik nan mulus Hyori.
tepatnya di hidung kecilnya itu!! aku kaget sekali aku benar2 lepas kendali!

"KYAAAAA! HYORI-CHAN!!!!!"

"APA2AN KAMU?!"

"HYORI-CHAN! HIDUNGMU BERDARAH!"

teman2 Hyori benar2 panik akan apa yang kuperbuat.

dan aku tahu, INI ADALAH SAATNYA UNTUK KABUR!

ini adalah saatnya aku kabur sebelum teman2 Hyori mengalihkan perhatiannya kepadaku dan
mengeroyokku.

sekuat-kuatnya aku, aku juga tak mungkin menang menghadapi 5 orang sekaligus -_-

jadi aku lari untuk menyelamatkan hidupku.

"PEREMPUAN BUSUK ITU KABUR! KITA HARUS MENGEJARNYA!"

"TAPI BAGAIMANA DENGAN HYORI-CHAN? DIA TAK SADARKAN DIRI MELIHAT


DARAHNYA SENDIRI!"

sepertinya keributan yang kuhasilkan parah juga, jadi aku harus mengajak Han Bum pergi dari
sini sebelum aku tertangkap.

"kenapa kau lama sekali? dan kenapa kau lari2 seperti itu?" tanya Han Bum kepadaku

aku mengambil tas sekolah yang kuletakkan di bangku sebelah Han Bum dan menarik tangan
Han Bum,"tak ada waktu menjelaskan! ayo pergi!" teriakku

sepertinya Han Bum menyadari adanya sesuatu yang tidak beres, jadinya dia mengikutiku berlari
sambil aku tetap memegang tangannya.

"APA?! KAU MENONJOK HYORI?! HYORI DARI SMA SAKURA ITU??" tanya Han Bum
kepadaku sambil kami terus berlari.

aku tak tahu bagaimana Han Bum bisa mengenal Hyori, dia bahkan tahu sekolahnya di mana.
padahal aku saja yang tinggal disini tidak tahu dia sekolah dimana.

"Kamu tak tahu? dia itu punya banyak peggemar karena wajah cantiknya itu! tak lama lagi Hyori
pasti akan menyuruh para pengikutnya itu untuk menghabisimu!" kata Han Bum lagi.

aku tak tahu Hyori separah itu. asik sekali ya punya wajah cantik?
hanya dengan wajah cantik dia bisa mendapatkan pengikut seperti itu.

aku ngeri dengan apa yang harus kuhadapi kedepannya, jadi aku diam saja dan tidak menjawab
Han Bum dan terus berlari.

"hosh..hosh.. hosh,... sepertinya kita sudah cukup jauh berlari... hosh hosh..."

kataku sambil mencoba mengatur nafasku kembali.

"kau benar2 sudah gila."kata Han Bum. aku tak tahu bagaimana caranya nafasnya tidak
tersengal2 seperti aku padahal kita sudah berlari cukup jauh.

"tu... tutup mul.. mulutmuh! hosh, hosh..."

"kenapa sih kamu bisa begitu marah kepadanya..? yah, dengan pribadi busuknya itu aku bisa
mengerti sih kenapa kamu marah..."

aku tidak menjawab pertanyaan Han Bum karena aku terlalu capek untuk bicara dan juga aku tak
mau mengakui kalau...

yah jujur saja.... aku cemburu mendengar pernyataan si rubah betina itu tadi...-_-

(tolong jangan tertawa, kalian pasti pernah cemburu kan...? -__- )

setelah istirahat sebentar, aku dan Han Bum berjalan mengarah ke rumahku.

setelah berjalan sebentar rumahku sudah mulai kelihatan.

"sebenarnya, tentang aku menemuimu untuk mengambil jaket hanya alibi saja.."

gumam Han Bum

"hah? apa?" tanyaku, aku tak mendengar jelas karena dia bicara dengan volume kecil.

"sebenarnya.." baru saja Han Bum ingin melanjutkan kata2nya, tapi aku memotongnya.

"Ta... Dicky ...?

itu Dicky . Dicky sedang berjongkok sambil merokok di depan rumahku.

aku cepat2 berjalan menuju ke arahnya.

"Dicky ? apa yang kau lakukan disini?" tanyaku

"bisa kita bicara berdua?"


"baiklah, tapi tunggu aku masuk ke dalam sebentar untuk mengambil jaket Han Bum."

mendengar nama Han Bum keluar dari mulutku, ekspresi Dicky sedikit berubah.

"ah, tidak usah! aku akan mengambilnya kapan2! sebaiknya aku pulang dulu, selamat malam
April, selamat malam kak Dicky ."

Dicky langsung memasang ekspresi jijik begitu namanya keluar dari mulut Han Bum.

dan aku tidak mengerti, kenapa Han Bum memanggil Dicky dengan embel2 'kak' dan tidak
denganku? -_- bocah tak sopan...

"kenapa kau bisa bersamanya?" tanya Dicky jijik

"aku mthellanjam jaketnya kemarin tapi aku lupa mengembalikannya. katanya kau mau bicara?
bicara tentang apa?"

"aku ingin bicara tentang Bisma. dan aku akan bercerita kenapa kami amat membenci Han
Bum..."

"apa?! hei! siapa itu?! hei April! jawab aku! dimana kau sekarang?! dan suara siapa itu?!"

kata Bisma, sepertinya Bisma mendengar apa yang diucapkan Han Bum.

"tutup saja teleponnya." kata Han Bum lagi.

"ap- apa?! hei, aku tidak bercanda, dimana kau sekarang?! jawab ak-" sebelum Bisma
menyelesaikan kata2nya, aku mencabut baterai dari Hp-ku.

aku hanya menatap mata Han Bum lekat-lekat. adegan Bisma dan Hyori berciuman terus
berputar-putar di kepalaku.

"tenanglah, kau akan baik2 saja." kata Han Bum sambil memegang wajahku.

CRAZY #10

"aku akan menceritakan kepadamu tentang Bisma. Dan aku akan menceritakan kenapa kami
sangat membenci Han Bum." Kata Dicky kepadaku.

Setelah berkata begitu, Dicky mengajakku ke taman di dekat rumahku. Tepatnya tempat dimana
aku mengobati punggung Bisma dulu. Aku ingin tahu apakah keadaan punggung Bisma sudah
membaik atau belum...

"kau sudah tahu bukan bahwa Han Bum adalah saudara tiri Bisma?" Tanya Dicky memecah
konsentrasiku.
"ya aku sudah tahu, ayah Bisma menikah dengan ibu Han Bum."

"itu benar. Dulu sebelum Bisma tinggal bersama ibunya, dia tinggal bersama ayahnya. Ayahnya
sangat menyayangi Bisma, dan ia membawa Bisma yang berumur 3 tahun pergi bersamanya ke
Korea setelah terjadi perceraian dengan ibu Bisma."

Aku diam saja dan menyimak cerita Dicky .

"Bisma amat bahagia bersama ayahnya sampai pada akhirnya ayahnya menikah dengan ibunya
Han Bum pada saat ia berumur 6 tahun. Bisma merasa ayahnya lebih menyayangi Han Bum dari
pada dia, dan ayahnya juga lebih perhatian kepada Han Bum yang 1 tahun lebih muda daripada
dia itu. Karena merasa dibedakan, akhirnya Bisma memutuskan untuk tinggal bersama ibunya
saat ia berumur 8 tahun.

Ibunya memang memberikan Bisma segalanya, maklumlah ibunya sangat kaya raya.

Walaupun ibunya memberi Bisma segalanya, ibunya sama sekali tak mempedulikan Bisma. Dia
sangat sibuk bekerja, dia hanya pulang 3 bulan sekali. Aku mulai mengenal Bisma saat dia
masuk ke SMP yang sama denganku, tetapi dia anak yang amat tertutup, dia sama sekali tidak
mempedulikan kami yang berusaha mendekatinya. tetapi semua itu berubah sampai Bisma
berumur 14 tahun. Bisma mulai membuka dirinya kepada kami dan akhirnya kami mulai akrab.

Saat berumur 14 tahun Bisma berpacaran dengan Hyori. Kamu tahu Hyori kan?"

Tanya Dicky kepadaku, dan aku mengangguk.

"ya, dia sangat menyayangi Hyori. Bisa kulihat itu. Dan pada saat itu Bisma juga cukup akrab
dengan Han Bum. Han Bum datang ke Jepang dengan tujuan untuk liburan pada saat itu. Dan
kami juga menganggap dia seperti adik kami sendiri, sampai pada akhirnya dia merebut Hyori
dari Bisma dan berpacaran dengannya. Dan sejak saat itulah kami membenci Han Bum. Dia
bukan hanya merebut ayah Bisma saja, tapi dia juga merebut Hyori yang amat dicintai oleh
Bisma. Jadi sebaiknya kau berhati2 dengan Han Bum. Dia itu licik, tak seperti kelihatannya.
Kuharap kau menyadari itu Baby."

Aku hanya tercengang mendengar cerita Dicky . Tak kuduga Han Bum begitu tega terhadap
Bisma kakaknya sendiri.

Tapi bagaimana dengan Bisma yang mencium Hyori? Apakah Bisma masih mencintai Hyori
sampai sekarang?

"jadi... Bisma masih mencintai Hyori sampai sekarang?" tanyaku kepada Dicky

"tidak, dia sangat mencintaimu Baby. Dari cara Bisma melihatmu ataupun dari caranya berbicara
denganmu aku bisa melihat semuanya itu. Dia bahkan lebih mencintaimu daripada dia mencintai
Hyori dulu." Jawab Dicky .
Bisma selalu memaki2 aku dan melihatku dengan pandangan maut.. itu yang Dicky anggap cara
Bisma mencintaiku? Dicky pasti sudah sinting.. -_-'

"aku melihat Bisma mencium Hyori di rumah sakit 2 hari lalu, itu bukti kuat kalau Bisma masih
mencintai Hyori bukan? masalahnya, bukan Hyori yang mencium Bisma. tapi Bisma yang
mencium Hyori."

"ja... jadi, kau melihat mereka berciuman...?" kaget Dicky

"tentu saja! Kau kira kenapa selama ini aku menghindarinya?!"

"hahaha, jadi kau cemburu karena masalah itu??" ledek Dicky

"ap- apa?! Aku tidak cemburu! Si- siapa bilang aku cemburu!" kataku sambil memalingkan
wajahku. Bisa kurasakan wajahku memanas karena malu.

"hahaha, mukamu merah sekali dan kau bilang kau tidak cemburu? Hahaha, kau sangat lucu
Baby."

"tu- tutup mulutmu!"

"ahahaha, iya2... kalau tentang Bisma mencium Hyori, tentu saja aku tahu kenapa."

"kenapa?!" seruku

"yah,,, kau pasti tahu kan Bisma bukan tipe yang suka mencium cewek sembarangan?"

aku menganggukkan kepalaku

"sebenarnya Bisma mencium Hyori dthella melindungimu Baby."

Apa? Melindungiku? Tapi-

"Kau tahu sendiri sifat rubah betina itu. Aku juga bingung kenapa Bisma bisa mencintainya dulu.
Walaupun Hyori sangat cantik tapi kepribadiannya benar2 memuakkanku, untung saja dia punya
wajah yang cantik sehingga walaupun pribadinya busuk tapi masih ada orang yang menyukainya
karena wajahnya itu."

"iya-iya aku tahu dia begitu, lalu apa maksudnya Bisma melindungiku?" tanyaku tak sabar

"oh maaf, aku terbawa suasana karena membicarakan rubah betina itu. Ya, jadi Hyori
mengancam Bisma akan mengincarmu sebagai bulan-bulanannya. Dia akan menghentikan
niatnya untuk menjadikanmu bulan-bulanannya hanya dengan satu syarat.." kata Dicky

"dan syarat yang diajukan rubah betina itu adalah agar Bisma menciumnya...?"
"ya, betul sekali. Jadi Bisma menciumnya bukan karena Bisma menyukainya, melainkan dia
ingin melindungimu..."

mendengarnya membuatku seakan disambar petir!

Tak kuduga aku tak mthellakirkan kebusukan rubah betina itu! Dan aku juga tak menyangka
kenapa aku tak mempercayai Bisma..

Bisma melindungiku...

Di melindungiku dan yang kulakukan padanya adalah mthellalih meninggalkannya dan beralih
ke Han Bum orang yang telah merebut orang-orang yang paling dicintainya...

Kini aku mengerti apa maksud Bisma mengatakan, 'lagi2 kau berhasil mengambil milikku'
kepada Han Bum.... Ternyata yang dia maksud adalah ini...

Maafkan aku Bisma...

"sekarang kau sudah tahu kebenarannya, jadi kuharap kau akan kembali kepada Bisma.. dia
benar2 kacau beberapa hari ini..."

setelah berkata begitu, Dicky pergi meninggalkanku.

Aku masih terduduk di bangku taman saking shocknya.

Aku sangat amat bodoh dan aku adalah orang teregois se-dunia!

Bagaimana aku bisa membuang Bisma seperti itu?

Bisma.... Maafkan aku!!

Saat ini aku ingin sekali memeluk Bisma dan mthellanta maaf kepadanya.

Aku ingin sekali mendengar maki2annya, aku ingin sekali melihat wajahnya..

Tapi ini sudah malam, jadi besok sajalah aku menemuinya. Kekeke

***********************************************************************

hari ini pelajaran terasa amaaaaaattttttttt laaaaamaaaaaaaaaaaaa...........

padahal aku ingin sekali cepat2 bertemu Bisma dan mthellanta maaf kepadanya.

Tapi disinilah aku, di toilet terkutuk untuk meluangkan masa2 hukumanku..


Aku tak percaya keinginanku untuk bertemu Bisma terhalang oleh WC terkutuk ini! Ugh!
Kenapa sih disini bisa begini kotor? Tak bisa apa guru itu lebih bersih sedikit!

Ukh!!!! Aku benci sekali! Siaaaalll!!!!

Akhirnya aku dan Thella selesai membersihkan WC, dan ini sudah pukul 5 sore. Selalu saja
begini, bagaimana kalau aku tidak sempat ke Rumah Sakit untuk bertemu Bisma??

Jadi aku cepat-cepat meninggalkan Thella supaya aku bisa cepat2 ketemu Bisma.

Saat aku keluar meninggalkan Thella, bisa kudengar suara Thella sedang memaki2 aku karena
meninggalkannya. Maafkan aku kawan, saat ini Bisma lebih penting!

Aku berlari keluar, ukh sialan.. gerbang depan ditutup! Mau tak mau aku harus lewat gerbang
belakang...-_-

Aku berlari ke gerbang belakang untuk keluar cepat2, tapi kukurungkan niatku karena aku
melihat Han Bum berada disana.

Apa yang dilakukan anak itu disitu?? Saat ini orang yang paling tidak ingin kutemui adalah dia,
mendengar apa yang dilakukannya kepada Bisma kemarin.

Aku ngumpet di belakang pohon berharap Han Bum tidak melihatku. Dan tiba2 punggungku
ditepuk dari belakang.

"sedang apa kau disini? Bukannya kau mau cepat2 ketemu cintamu itu sampai
meninggalkanku??" Tanya Thella.

"kau mengageti aku saja! Diam, aku sedang ngumpet!" bisikku

"ngumpet? Ngumpet kenapa?"

"aku tak mau bertemu Han Bum!"

"kenapa begitu?"

karena tak ada pilihan lain, aku menceritakan semua kejadian kemarin kepada Thella.

Jadinya disinilah aku berdua dengan Thella, berjongkok di belakang pohon seperti maniak saja...
-_-

"apa?! Bagaimana bisa orang secakep dia melakukan hal itu kepada Bisma??!" bisik Thella
kepadaku.

"mana kutahu! Anak jaman sekarang kan memang seperti itu" jawabku.
Thella menjitakku dan berkata,"gaya bicaramu seperti kau bukan anak jaman sekarang saja!"

"kenapa kau harus menjitakku sih?! Kan sakit!" keluhku.

"terserah apa katamu... sekarang aku mau pulang saja, aku capek sekali hari ini. Dan aku tidak
mau menemanimu berjongkok di balik pohon ini. Seperti orang gila saja.."

setelah berkata begitu Thella meninggalkanku.

Dasar teman tak setia kawan! Aku kan jadi sendirian disini!

Kulihat saat Thella berjalan melewati Han Bum di gerbang, Han Bum memanggilnya dan
berbicara kepada Thella. Aku tak tahu apa yang dibicarakannya. Kemungkinan Han Bum
menanyakan keberadaanku kepada Thella. Aku melihat Thella menggelengkan kepalanya kepada
Han Bum, kemungkinan Thella berkata dia tak tahu aku berada di mana. setelah itu dia pergi
meninggalkan Han Bum.

Sudah 1 jam berlalu, dan matahari sudah terbenam. Han Bum masih berada di sana.

Sebenarnya apa sih yang dia pikirkan dengan terus berada di sana?! Kapan dia akn pergi?! Aku
harus cepat2 ke rumah sakit! [Link]

1 setengah jam berlalu, dan Han Bum masih berada di situ. Oh ya ampun, apakah dia akan
menunggu disitu sampai pagi?! Dan kemungkinan aku akan membusuk bersama pohon ini!

Lalu aku dapat ide, aku akan menaiki dinding! MUAHAHAHAHA, dia pasti tak akan
menyangka aku akan memanjat dinding! Biar saja dia menungguku disitu sampai pagi!
Muahahahahhaha!

Lalu aku memutar balik dan menuju ke samping gedung sekolah.

Aku mengumpulkan tempat sampah dan kusandarkan di dinding alih2 tempatku berpijak untuk
memanjat dinding.

Aku menginjak tempat sampah dan mulai memanjat dinding. Yeah, sukses! Tak kuduga manjat
semudah ini... kekeke.

Aku sudah berada di balik dinding, dan inilah kebodohanku. Aku tak bisa turun karena tak ada
pijakan di balik dinding ini! Dan aku masih bergelantungan dengan kedua tanganku memegang
puncak dinding dan kakiku menggantung di udara!

Oh ya ampun... apa harus aku meloncat?

Yah, aku akan meloncat saja. Paling2 kakiku keseleo, dan yang paling parah adalah patah, tidak
mungkinlah aku sampai mati karena loncat dari ketinggian ini.
Aku baru saja mau menjalankan niatku untuk meloncat, sampai ada suara yang menawariku
bantuan.

"butuh bantuan?" kata orang itu.

Aku melihat siapa pthellalik suara itu, dan GHEEEE??? Itu Han Bum!

Sia2 sudah perjuanganku... TT_TT

Lalu Han Bum membantuku turun, dan aku berkata ,"terima kasih!"

Lalu aku bersiap2 lari sampai akhirnya Han Bum menangkap tanganku,

"kenapa kau menghindariku?" tanyanya

"lepaskan aku!" teriakku

"jawab dulu kenapa kau menghindariku."

Aku menarik tanganku sekuat tenaga agar terlepas dari genggamannya, dan itu berhasil.

+PLAAAKK!+

tak kuduga aku sangat kencang menarik tanganku, sehingga tanganku terlepas dari genggaman
Han Bum dan terbang ke wajahnya.

"aduh!" kata Han Bum sambil memegang pipinya dan dia berjongkok saking ia menahan sakit.

Aku yang sudah bersiap2 meninggalkannya tapi tidak jadi meninggalkannya karena kulihat dia
begitu kesakitan.

Aku menghembuskan napas, bagaimana dia bisa tahu bahwa aku paling tak tahan melihat orang
terluka?? Lalu aku menghampiri Han Bum.

"kamu tak apa2?" tanyaku

"ukh sakit sekali,,,,," erangnya.

Dia melepaskan tangannya dari pipinya, dan kulihat ada darah!

Ternyata saat aku tak sengaja menamparnya kuku-ku mengenainya sehingga menghasilkan luka
garis yang panjang.

"maafkan aku... aku akan mengobatinya." Kataku sambil mengeluarkan kotak P3K miniku dari
tas sekolahku.
"aku tidak merebut Hyori dari Bisma..." kata Han Bum tiba2.

Aku hanya terkejut dan melihat wajah Han Bum lekat2.

"aku tahu kau menghindariku karena pasti kemarin Dicky menceritakan tentangku kepadamu."
Katanya lagi.

Aku tak menjawab dan mengalihkan perhatianku ke kotak P3K miniku.

"aku tidak merebutnya...sungguh.. aku tidak merebut Hyori darinya."

Aku tetap terdiam dan mengobati luka di pipinya.

"saat itu Bisma berpacaran dengan Hyori, dan saat itu aku datang ke Jepang untuk liburan. Dan
Bisma mengajakku berjalan2 keliling Jepang bersama geng-nya termasuk Hyori. Ternyata Hyori
itu naksir padaku, berkali2 dia menggodaku tapi aku selalu menolaknya. Dan saat itu aku sedang
mabuk, dan Hyori menciumku dan bilang kepada semuanya bahwa dia pacaran denganku. Bisma
salah paham , dan dia membenciku semenjak saat itu. Dan aku tak dapat menjelaskan apa2
kepada Bisma dan teman2nya yang sudah terlanjur marah kepadaku.. aku benar2 tidak
merebutnya." Katanya.

benarkah yang Han Bum katakan?

Berarti semua ini salah paham...?

Berarti selama ini Han Bum-lah yang menjadi korban....?

Aku menempelkan luka di pipi Han Bum dengan plester dan bermaksud meninggalkannya
sampai Han Bum menangkap tanganku lagi.

"aku benar2 tidak merebutnya...." Kata Han Bum. Pandangan matanya benar2 terluka.

Aku terdiam.

Lalu Han Bum mengambil tanganku dan menaruh tanganku di dadanya.

Dan bisa kurasakan jantungnya berdetak amat kencang...

"aku tidak merebut Hyori... aku bersungguh2 akan hal itu... tapi bagaimana ini? Aku......
menyukaimu......"

+++

Bisma's hidden story: behind the golden hair

(cerita tersembunyi Bisma: dibalik rambut emas)


Saat itu salju turun amat lebat sehingga seluruh jalanan tertutup oleh salju.

Di malam yang dingin itu ada seorang anak laki2 sedang berjalan di tengah2 hujan salju tanpa
menggunakan payung ataupun jas hujan.

Jalannya lunglai seperti orang mabuk dan ada rokok di mulutnya, sepertinya dia habis minum2
sampai dia semabuk itu. Padahal umurnya masih 14 tahun dan belum cukup umur untuk minum2
ataupun merokok.

Dia sangat merindukan ayahnya yang saat ini sudah membangun bahtera rumah tangga baru
dengan wanita lain yang beranak 1. 'apakah mungkin aku bisa bertemu dengan ayah lagi?'
Pikirnya. Dan dia juga tak mungkin bermanja2 dengan ibunya karena ibunya itu sibuk bekerja
dan tidak peduli dengan apa yang dilakukannya, apalagi perasaannya. Yang ibunya tahu hanya
memberikan dia uang untuk memenuhi kebutuhannya, tak heran dia adalah anak yang
bergelimang harta.

Walaupun semua hal yang ia mau dapat dibeli dengan uang yang diberikan oleh ibunya, Di
dalam hatinya seperti ada suatu yang kurang dan belum terpenuhi. Dia tak tahu apakah yang
kurang itu, dia Cuma tahu bahwa kekosongan itu tak dapat diisinya dengan segala harta yang ia
punya.

Dia berjalan tanpa tentu arah, dan tak sengaja dia menabrak sekelompok anak SMA yang sedang
berjalan dari arah berlainan.

"minta maaf." Kata salah satu anak SMA itu.

"jangan halangi jalanku." Jawab anak itu.

"kau masih SMP dan kami ini sudah SMA! Kau harus menghormati kakak kelasmu!" kata anak
SMA itu sambil menarik kerah si anak.

"tutup mulutmu brengsek!" kata anak itu sambil memukul wajah anak SMA yang menarik
kerahnya itu.

Sekelompok anak SMA itu terkejut karena melihat temannya di pukul oleh anak itu. Lalu
sekelompok anak SMA itu menyergap si anak dari segala sisi dan memukulinya tanpa henti.

anak itu terjatuh ke tanah dan mereka menginjak2 anak itu sampai dia tak bergerak. Merasa puas,
mereka meninggalkan anak itu tergeletak di [Link] itu sudah benar2 tidak berdaya, dan dia
tak dapat mthellanta tolong kepada siapapun. Dia disitu, sendirian tanpa ada yang peduli
kepadanya.

Dia benar2 merasa sendirian di dunia ini. Ayah dan ibunya meninggalkannya, dan dia tak punya
teman yang benar2 peduli kepadanya. Dia terus berpikir bahwa teman-temannya itu mendekati
dia karena hartanya, karena itulah dia tak mau mendekatkan diri dengan mereka.
Dan akhirnya dia tak sadarkan diri.

"tolong aku... keluarkan aku dari kesendirian ini.." dia bergumam di sisa-sisa kesadarannya.

"tidak apa2... kamu tidak sendirian lagi... aku ada disini bersamamu." Dia mendengar suara
perempuan di sela2 kesadarannya. Dan dia tak tahu suara gadis ini hanya dari bagian dari
mimpinya atau bukan.

anak itu membuka matanya dengan keadaan masih setengah sadar, dan dia mendapati dirinya
sedang tertidur di pangkuan seorang gadis. Dia tahu dia sedang berada di bangku taman bersama
gadis ini. Dia berusaha melihat wajah gadis ini, tapi pandangannya buram dan udara dingin
memaksanya untuk menutup matanya lagi.

"kamu tidak sendirian.. dan teman2mu juga memperhatikanmu, mereka tidak mendekatimu
karena hartamu. Tapi mereka benar2 sayang kepadamu. Dan ayahmu juga pasti merindukanmu
walaupun dia sudah punya keluarga sendiri.. tak mungkin dia dapat melupakan anak seperti
kamu. Ibumu-pun pasti menyayaingimu, aku yakin itu."

Kata2 itu menenangkannya, kata2 itu tulus keluar dari mulut gadis ini.

"teman2ku? Mereka mendekatiku bukan karena hartaku...?

"mereka benar2 menyayangimu. Kau harus membuka dirimu pada mereka, mereka itu bukan
semata2 mendekatimu karena hartamu. sebentar lagi mereka datang, mereka semua datang kesini
karena mendengar kau tergeletak di jalan.. aku menelpon mereka dengan HPmu tadi.."

"orang tuaku... benarkah mereka menyayangiku...?"

"tentu saja mereka menyayangimu! hei, kau tahu? kau mengingatkanku pada emas saat aku
melihatmu pertama kali. kau begitu bersinar dan semua orang menginginkanmu begitu
melihatmu. jadi, tidak mungkin orang tuamu tidak menginginkan anak yang begitu hebat dan
bersinar seperti kau! aku yakin itu"

"kamu... suka emas...?"

"hahaha, aku bukan suka emas.. tapi aku suka sekali warna emas!" Tawa gadis itu

"....." anak itu berusaha membuka matanya , tapi ia tak sanggup. Dan dia mendengar gadis itu
berbicara lagi,

"tenanglah, aku disini bersamamu.. kau tidak sendirian lagi." Setelah mendengar kata2 gadis itu,
anak itu kembali pingsan.

"ma... bisma... bangunlah..." ada suara orang yang membangkitkan kesadaran anak itu.

Akhirnya anak itu kembali sadar dan membuka matanya.


Saat ia membuka mata, ia mendapati dirinya masih tertidur di bangku taman itu.

"BISMA! AKHIRNYA KAMU BANGUN JUGA! KAMI SANGAT


MENGKHAWATIRKANMU!"

kata seseorang yang anak itu sadari adalah temannya yang bernama Reza. Ternyata bukan hanya
Reza saja yang berada di sana, tapi ada Dicky dan beberapa anak2 lain.

wajah mereka terlihat benar2 cemas,lalu dia mulai mengingat kata2 gadis itu ,' kamu tidak
sendirian.. dan teman2mu juga memperhatikanmu, mereka tidak mendekatimu karena hartamu.
Tapi mereka benar2 sayang kepadamu'

'Oh iya! Gadis itu!' anak itu mengangkat kepalanya untuk melihat wajah orang yang sedang
menidurkannya di pangkuannya.

Dan ternyata gadis itu masih disana, gadis yang telah menyadarkan dia bahwa dia tidak sendiri di
dunia ini, gadis yang menyadarkan dia bahwa anggapannya terhadap temannya selama ini salah
masih ada disana. Dan dia masih tertidur di pangkuannya.

dia memfokuskan matanya untuk melihat siapa gadis yang telah menyelamatkannya dari
kesendiriannya [Link] itu dia, dia itu "Hyori" gadis tercantik di SMP Sakura yang sedang
populer dibicarakan teman2nya.

Hyori adalah wanita yang telah menopang kekosongan hatinya dan menyadarkannya kalau dia
tidak sendirian di dunia ini, itulah dia! Hyori-lah bagian dari kekosongan di hati anak itu, anak
itu menyadari bahwa yang dapat mengisi kekosongan hatinya adalah 'cinta yang tulus' dan Hyori
memberikan itu kepadanya. dan mulai saat itulah, anak itu mulai mencintai Hyori.

setelah itu Hyori menyerahkan anak itu kepada teman2nya dan Hyori pulang karena ia merasa
tak ada lagi yg bisa dilakukannya.

saat Bisma melihat Hyori meninggalkannya, dia merasa hatinya seperti teriris2..

itulah pertama kalinya dia merasakan sakit saat ditinggal seorang gadis. bahkan rasanya lebih
sakit daripada saat ibunya meninggalkannya.

teman2 anak itu memanggil Taksi dan membawa anak itu masuk untuk diantar ke rumah sakit,
tapi anak itu menyuruh teman2nya pulang saja karena dia ingin pulang beristirahat di rumah
daripada harus ke rumah sakit. dan teman2nya menuruti perkataan anak itu dengan setengah hati.

saat di perjalanan,anak itu hanya termenung mengingat2 percakapannya dengan Hyori saat dia
pingsan tadi.

dia termenung mengingat bagaimana bisa Hyori menenangkan hatinya dengan kata2nya yang
tulus itu. anak itu tersenyum.
+criingg+

ada sebuah benda jatuh dari dalam jaketnya. dia memungutnya dan melihat apa gerangan benda
tersebut.

ternyata benda tersebut adalah kalung emas dengan bandul berbentuk dadu. setiap mata dadunya
berhiaskan berlian imitasi yang begitu cantik.

kemungkinan kalung emas ini milik Hyori. tapi anak itu tak berniat untuk mengembalikannya,
sebaliknya dia malah menyimpan kalung itu sebagai kenangan dari wanita pertama yang dia
cintai .

******************************************************************************
*************

keesokkan harinya, anak itu mthellanta hair stylist milik ibunya untuk merubah warna rambutnya
dari hitam menjadi emas.

dan semua itu dia lakukan untuk menarik perhatian Hyori yang sangat menyukai warna emas.
siapa tahu saat dia merubah warna rambutnya dengan warna kesukaan Hyori, Hyori akan
menginginkannya.

keadaan anak itu belum baik betul, tapi dia langsung pergi ke SMP Sakura begitu dia sudah
merubah warna rambutnya.

dia tak sabar untuk bertemu Hyori, dia ingin sekali bertemu Hyori dan menyatakan perasaannya.

dia sampai di SMP Sakura. dia menunggu Hyori di gerbang karena itu sudah jam pulang sekolah.

jantungnya berdebar amat kencang seiring penantiannya.

akhirnya bel pulang sekolah berbunyi, dan semua anak mulai berhamburan keluar.

mata anak itu mencari2 keberadaan Hyori.

dan itu dia! Hyori amat mudah ditemukan karena dia amat cantik tak seperti orang kebanyakan.

anak itu berteriak,"HYORIII!" lalu dia berlari ke arahnya.

Hyori mencari2 darimana asalnya suara yang memanggil namanya itu, dan ia menemukan
pthellalik suara itu. pthellalik suara itu adalah anak laki2 tampan berambut emas mencolok yang
sedang berlari ke arahnya.

"siapa cowok berambut emas itu? keren sekali dia"

"iya! ya ampun! dia keren sekali" semua gadis berbisik2 seiring anak itu berlari ke arah Hyori.
tapi anak itu mengacuhkan semua itu, yang ada di pikirannya pada saat itu cuma Hyori.

anak itu berhenti di hadapan Hyori, dan Hyori berkata kepada anak itu,"rambutmu berwarna
emas... aku suka sekali...."

anak itu amat senang mendengar hal itu. dan lagi, perasaannya sudah tak terbendung lagi melihat
Hyori yang tersenyum di hadapannya.

"kau... kau mau jadi pacarku...?" tanya anak itu kepada Hyori.

wajah Hyori memerah, dan tak bisa diungkiri Hyori amat senang mendengar pernyataan anak
berambut emas itu kepadanya.

semua gadis yang menonton pernyataan anak itu kepada Hyori mulai berbisik heboh, lalu Hyori
berkata,

"tentu..... tentu saja aku mau jadi pacarmu."

CRAZY #11

"tapi bagaimana ini....? aku menyukaimu...."kata Han Bum kepadaku.

sepertinya Han Bum bersungguh2 dengan ucapannya, karena wajahnya sangat merah dan
matanya menatapku amat dalam.

aku kembali sadar. aku langsung menarik tanganku dari dada Han Bum saking kagetnya.

bisa kurasakan jantungku berdetak kencang sekali, dan wajahku memanas.

"a- aku... aku...." aku tak tahu apa yang harus kukatakan.

kata2 sudah tak dapat keluar saking gugupnya aku dibuat Han Bum.

aku sudah tak dapat berpikir lagi. jadi aku berbalik dan lari meninggalkan Han Bum.

aku berlari dan berlari tanpa sekalipun menengok ke belakang.

Han Bum menyukaiku?

tapi bagaimana bisa dia menyukaiku?

oh aku tidak percaya ini....

aku terus berlari tanpa arah tujuan. aku terus mthellakirkan perkataan Han Bum.

pernyataannya terus menerus berputar di telingaku.


dan ini membuatku hampir gila! ukh!

nafasku memburu, akhirnya tubuhku melemah karena terus berlari.

aku berhenti berlari dan berusaha mengatur nafasku kembali, dan baru aku sadari aku tak tahu
dimana aku berada.

mungkin kepalaku sudah benar2 miring... -__-

ah! aku baru ingat! aku harus ke rumah sakit!

oh ya ampun... ini semua karena Han Bum! aku sampai lupa aku mau menjenguk Bisma...

dan sekarang sudah jam 8 malam, lebih baik aku pergi ke Rumah Sakit dengan taksi saja.

"TAKSI!" panggilku kepada taksi yang lewat.

taksi itu berhenti dan aku langsung masuk ke dalamnya.

*****************************************************************************

aku membayar ongkos taksi dengan uang terakhirku minggu ini..

jadinya aku harus pulang jalan kaki nanti atau aku tak bisa jajan besok.

aku memasuki lobi rumah sakit, dan aku bertanya-tanya apa yang dilakukan Han Bum sekarang.

apakah dia masih berada di depan sekolah seperti tadi?

ukh! berhenti April! sekarang kau harus berkonsentrasi terhadap Bisma! kamu kan mau minta
maaf kepadanya!

aku naik lift menuju ke lantai 3 dan langsung menuju ke kamar nomor 93.

di depan kamar nomor 93 ada 5 orang yang kukenali wajahnya sebagai pengikut Bisma sedang
duduk2 di lantai sambil mthellanum soda dan makan beberapa cthellalan.

aku bertanya2 kenapa mereka duduk di lantai begitu? seperti bodyguard saja..

dan lagi, memangnya boleh ya duduk2 di lorong rumah sakit??

dasar gerombolan yang meresahkan negara... ckckck, tak heran mereka jadi teman Bisma sih...
-_-

aku berjalan menuju ke kamar nomor 93 itu, dan saat aku berniat masuk teman2 Bisma
menghadang jalanku untuk masuk.
"mau apa kau..?" tanya salah 1 teman Bisma.

"te- tentu saja mau menjenguk Bisma.. apa lagi?" jawabku.

"kau tidak bisa masuk." katanya lagi

"kenapa?! kenapa aku tidak bisa masuk?! aku pacarnya!"

"heh? hahaha, kau pacarnya?! mana mungkin pacar meninggalkan pacarnya dan mthellalih laki2
lain?"

"ap-apa katamu?!"

"Bisma tak mau bertemu denganmu."

"aku tak peduli. aku mau masuk. mingir!" teriakku sambil mendorongnya dan memaksa masuk.

aku membuka pintu, dan kulihat Bisma sedang di atas tempat tidurnya memandangku terkejut.

di sampingnya ada Dicky dan Reza yang berdiri begitu melihatku masuk. dan disana ada sekitar
5 orang lainnya yang kukenali juga wajahnya sebagai teman Bisma.

"hei kau tak bisa masuk!" kata salah 1 teman Bisma tadi sambil menarik tanganku.

"hei dasar kau mesum! jangan sentuh aku! lepaskan!" teriakku sambil berusaha melepaskan
genggamannya dari tanganku.

"he- hei! lepaskan dia!" kata Dicky ,akhirnya dia melepaskan aku.

biasanya Bisma akan marah2 bila ada orang yang menyentuhku, tapi kenapa dia diam saja
sekarang dan malah Dicky yang membelaku?

aku mengalihkan pandanganku ke [Link] Bisma menatapku dengan pandangan yang


amat dingin,sama seperti saat dia melihat Han Bum. matanya seolah2 mengatakan kepadaku
bahwa dia muak melihat wajahku dan aku adalah orang terakhir yang ingin dilhatnya. baru kali
ini aku merasa terintimidasi oleh sebuah pandangan mata.

tak sadar, aku mundur selangkah dan untuk sesaat aku berniat untuk lari saja karena merasa
terintimidasi oleh matanya itu. entah bagaimana caranya dia melakukan itu hanya dengan
pandangan mata, kini rasanya aku tahu kenapa banyak sekali orang yang menjadi pengikut
Bisma....

"bawa dia keluar dari sini." kata Bisma kepada teman2nya.

"hei Kazu-chan... jangan begitu.. April-chan sudah susah2 kesini..." kata Reza.
"bawa dia keluar dari sini. sekarang." kata Bisma lagi, dan Reza terdiam.

hatiku sangat sakit mendengarnya. entah bagaimana dia bisa melakukan ini kepadaku.

teman2 Bisma mulai menarikku keluar dari ruangan. aku berontak sambil berteriak,

"hei! lepaskan aku! Bisma! izinkan aku bicara denganmu sebentar saja! hei!"

teman2nya terus menarikku keluar dari ruangan dan aku berontak sekuat tenagaku, kulihat
Bisma membalikkan tubuhnya dan tidur mengahadap tembok.

hatiku sangat sakit dibuatnya, dia begitu membenciku sekarang.

Bisma yang selama ini selalu begitu memperhatikanku, sekarang melihat wajahku-pun bahkan
dia tak mau. aku sudah menyakiti hatimu begitu dalam ya Bisma? bagaimana ini...

tindakan Bisma yang mengacuhkanku dan pandangan matanya yang mengintimidasi aku
membuatku seakan ingin menyerah saja terhadap Bisma..

tidak! kau tak boleh menyerah April!

selama ini Bisma-lah yang terus mengejarku, dan ini giliranku mengejarnya!

aku terus berontak dan berontak. tapi apa daya, sekuat2nya aku tak mungkin aku menang
melawan 5 orang cowok.

aku tahu dalam beberapa detik mereka akan sukses menarikku keluar dari ruangan dan akhirnya
aku berteriak lagi,

"aku akan datang lagi! aku akan datang lagi untuk menemuimu! aku akan terus mengejarmu
sampai kamu muak! aku akan terus kembali dan kembali sampai kau mau bicara denganku lagi!
aku tahu aku salah dan aku telah menyakitimu, dan karena itu aku akan selalu datang dan datang
sampai kau memaafkanku!! maafkan aku! hei- aku menci-"

tanpa selesai menyelesaikan kata2ku,akhirnya aku tertarik keluar dan pintu kamar Bisma
tertutup.

saat itu aku menangis mengingat punggung Bisma yang membelakangiku.

aku terjatuh dan terduduk di lantai saking lemasnya lututku.

hatiku amat sakit karena dia tidak peduli lagi kepadaku...

inikah yang dia rasakan saat aku membalikkan badanku kepadanya dan beralih kepada Han
Bum?
inikah pembalasan atas perbuatanku yang terus menyakitinya selama ini?

selama ini Bisma yang mengejarku dan berusaha meraihku..

selama ini aku terus membalikkan badanku atas cintanya,

dan inilah giliranku mengejar untuk meraihnya.

******************************************************************************
***

beberapa hari ini aku terus ke rumah sakit berusaha untuk menemui Bisma.

tapi usahaku sia2 karena terhadang 5 cowok bodoh yang selalu nongkrong di depan pintu kamar
Bisma itu... -_-

dan hari ini, saat aku datang selesai dari menjalankan hukumanku membersihkan WC guru aku
dapat berita yang mengejutkan. 'pasien dari kamar nomor 93 sudah keluar dari Rumah Sakit pagi
tadi'.

aku tak tahu aku harus senang atau sedih mendengar berita ini... -_-

rumornya sih dia memaksa ke luar dari rumah sakit, padahal dokter belum membolehkannya
keluar dari rumah sakit.

entah apa yang dipikirkan kepala emas itu... -_-

jangan2 dia tak mau bertemu denganku lagi?! karena itukah dia keluar dari rumah sakit?!

oh tidak2... jangan berpikir yang aneh2 dulu...

lalu aku berjalan pulang.

kupikir lebih baik kutelepon Reza saja deh, dia pasti mau menjelaskan kepadaku kenapa Bisma
keluar cepat.

aku memencet nomor telepon Reza yang kudapat dari Thella,

+aku ingin begini~ aku ingin begitu~ ingin ini ingin itu banyak sekali~+

lagu Doraemon?! oh Tuhan, sebenarnya apa yang ada di kepada anak itu sampai2 dia memakai
lagu doraemon sebagai nada dering sambungnya.. -_-

"halo??? April-chan?? tumben kau menelponku! aku kangen sekali!" jawab Reza.

"tutup mulutmu. jangan buat aku merinding deh!" teriakku


"ih~ April-chan kasar deh.. Reza jadi sedih... hiks"

"sudahlah jangan begitu lagi.. hei, aku mau tanya, kenapa Bisma keluar secepat ini dari RS?
bukannya katanya dia harus beberapa minggu diopname?"

"huh. jadi kau menelponku hanya untuk ini? ukh, aku kecewa. kupikir April-chan kangen
padaku..."

ingin rasanya kubanting teleponku,"sudah cepat dan beritahu aku!"

"tidak mau huh! April-chan jahaattt~"

"cepatlah! apa maumu sih!?"

"minta dengan baik dan manis, baru aku jawab."

"manis pantatku! cepat dan jawab sajalah!"

"ya sudah kututup ya daaaaahhhh~~~"

"eh! eeeeeeeehhhh! aku kan cuma bercanda... Reza ini cepat sekali ngambeknya... tunggu dulu
yaa..."

"cepat mintaaaaaa~"

lihat saja nanti kalau aku bertemu denganmu Rezaeee........ akan kucabut gigimu satu persatu dan
kubuat jadi aksesori!

"Reza..."

"Reza-chan! panggil aku REZA-CHAN!"

"Yu- Reza-chan..... "

"iya? ada apa yaaa?"

ukh sialan.. aku merasa dipermainkan....

"tolong ceritakan kepada April-chan mengapa Kazu-chan keluar dari rumah sakit lebih cepat dari
yang diperkirakan..."

tak kuduga kata2 busuk ini keluar dari bibirku! hoek!

"oke baiklah April-chan. Reza-chan akan menceritakkannya dengan senang hati! jadi begini,
Kazu-chan ngotot bahwa dirinya sudah baik2 saja. memang benar sih, Kazu-chan itu cepat sekali
pulihnya! paling hanya tangannya saja yg masih di gips, yang lainnya sih sudah baik2 saja. tapi
aku tahu kenapa sebenarnya dia mau keluar lebih cepat."

"ke- kenapa?" jangan2 dugaanku benar! jangan2 Bisma muak karena aku selalu datang dan
berteriak2 di depan kamarnya.

"pasti sebenarnya karena dia muak dengan suster2 disana! tak heran sih, suster disana genit
sekali. aku pernah memergoki mereka memotret Kazu-chan saat Kazu-chan sedang tidur! dan
hampir setiap 1 jam sekali ada suster yang masuk untuk mengecek keadaannya!"

alasan apa itu.... -_-

tapi syukurlah sejauh Bisma tidak keluar karena dia muak denganku.

tapi aku harus ke Rumah Sakit lagi nih, untuk minta foto Bisma yang lagi tidur pada suster2
disana. kekekeke.

"sudah itu saja?" tanyaku

"yup! itu saja"

"oh begitu ya? ya sudah, makasih ya daaah~"

"hei tung-" sebelum dia selesai protes kututup teleponnya.

kekeke, aku senang sekali memutus telepon duluan. kekekeke

nah, sekarang Bisma sudah keluar dari RS.

kira2 dimana aku harus menemuinya? masa aku datang ke rumahnya sih?

bisa saja sih aku minta alamatnya dengan memaksa Reza atau Dicky . tapi aku sudah tak punya
ongkos.. jadi kukurungkan niatku.. bukan berarti cintaku terhadap Bisma hanya sebatas ongkos
loh..hahaha

+keesokan harinya, di sekolah+

aku hampir saja telat tadi karena aku ketiduran. untung saja aku datang 5 detik sebelum guruku
masuk ke kelas, jadinya aku selamat. dan baru saja aku duduk dan Thella langsung memberiku
informasi,

"hei! kau tahu? Bisma sudah masuk sekolah hari ini!" bisik Thella semangat.

"apa? yang betul? tahu dari mana?" bisikku.

"dari Reza tentunya..!" dasar monyet itu! kenapa dia tak beritahu aku kemarin?!
nanti aku akan mencari Bisma deh...

semoga saja dia berubah pikiran dan mau memaafkanku.. kekeke

dan akhirnya, rencanaku tak dapat berjalan...

karena pada saat istirahat aku bukannya pergi mencari Bisma, tapi aku pergi ke kantin lantaran
aku lapar sekali (hei! tolong jangan pikir aku lebih suka makan daripada Bisma! aku harus
makan karena perutku bunyi sepanjang pelajaran. coba kalian pikir bagaimana kalau menjadi
aku, aku yakin kalian akan malu sekali . karena perutku bunyi sepanjang jam pelajaran yang sepi
dan semua anak sekelas bahkan guru menertawakan aku.. tak terkecuali Thella... -_-)

dan saat pulang sekolah, tentunya aku tak dapat mencari Bisma karena saat aku berniat kabur
untuk mencari Bisma, guru terkutuk itu mencegatku dan membuatku tak bisa kabur atau aku
akan dapat perpanjangan hukuman! ukh!

"tak bisa kupercaya kita masih melakukan hal terutuk seperti ini disaat anak2 lain dapat
menghirup udara segar dan mandi sinar matahari! dan kita?! di toilet bau ini untuk
membersihkan lubang2 neraka! ukh!!!! bisa gilaaa!!! AKKKH!!!! AAAKH!!!"

teriakku sambil memukul2 lantai dengan pel yang kupegang.

mungkin orang lain akan aneh melihat tabiatku ini, tapi tidak dengan Thella. mungkin dia sudah
terbiasa... -_-

"aku sependapat denganmu.. seharusnya guru-guru itu dibeginikan! dibeginikan! dan


dibeginikan!"

kata Thella sambil menghentakkan pel yang dia pegang ke lubang WC berkali2.

kelamaan berteman denganku, dia berubah semakin mirip aku... -_- (tolong jangan pikir aku
bawa pengaruh buruk pada generasi muda.. )

"oh..? begitu ya menurutmu? sepertinya kalian senang sekali membersihkan WC ini.. jadi kuberi
kalian tambahan untuk satu minggu kedepan." kata seseorang yang kutahu itu pengawas kami
dalam menjalani hukuman.

AAAAKHHHH!!! TIDAAAAKKK!!!!!!!!!!! kami masih harus membersihkan tempat terkutuk


ini untuk satu minggu ke depan dan ditambah satu minggu lagi?! MASIH 2 MINGGU LAGI
KAMI HARUS MEMBERSIHKAN TEMPAT BUSUK INI?!!!

AKKHHH!!! MIGRAIN! AKH! AKU BISA GILAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

"yang benar saja! kita tambah masa hukuman 1 minggu lagi!" bisik Thella

"ini karena kamu tadi teriak kencang sekali" bisikku kepada Thella.
"kok kamu menyalahkanku sih! kan kamu duluan!"

"hahaha, iya2 maaf..."

"oh iya, aku sudah tak pernah melihat bocah Han Bum itu lagi. dimana dia?"

oh ya ampun, aku lupa sama sekali pada Han Bum. dan aku juga bertanya2 dimana dan apa yg
dia lakukan sekarang.

"ak.. aku tak tahu" jawabku.

"oh iya, setelah aku meninggalkanmu apa yg kau lakukan selanjutnya pada saat itu?"

oh iya, aku belum menceritakan tentang kejadian Han Bum menembakku. yang keceritakan pada
Thella hanya tentang kejadianku di Rumah Sakit dan perlakuan Bisma kepadaku.

jadinya, aku menceritakan semuanya yang terjadi kepada Thella sembari kami membersihkan
lubang neraka satu per satu.

dan sesekali Thella berkomentar kaget kepada ceritaku.

tak terasa,ternyata kami sudah selesai saja. karena kami membersihkan sambil ngobrol sih jadi
tak terasa!

kulihat jam dari HPku, ternyata sudah jam 6!

oh ya ampun... tidak bisa sudah aku bertemu Bisma hari ini... -_-

jadinya aku langsung mengarah pulang saja karena tak tahu harus mencari Bisma kemana.

di perjalanan pulang, aku mampir sebentar ke seven eleven untuk membeli soda.

aku lelah sekali membersihkan WC bau itu, jadi aku ingin minum soda untuk menghilangkan
dahagaku.

sehabis dari seven eleven aku mengarah pulang dan aku melewati taman dimana aku merawat
luka Bisma.

huh, aku jadi teringat Bisma lagi deh...-_-

sungguh, aku rindu sekali kepada Bisma saat ini...

aku sangat ingin melihat wajahnya, atau mendengar suaranya saja juga sudah cukup.

tapi yang pasti biarkan aku merasakan kehadirannya...


aku merindukan Bisma sampai di titik dimana setiap nafas yang kutarik itu sakit sampai
menyesakkan dada.

dan kurasakan air mataku menetes dan wajahku memanas.

Bisma... Bisma... harus bagaimana lagi agar kau memaafkan aku?

aku harus bagaimana lagi agar kau paling tidak mau bicara denganku?

apa yang harus kuperbuat...?

"hei! itu orangnya!" teriak seseorang yang kutahu pthellalik suara itu adalah laki2 yang berada
sejauh 10 meter dariku kepada teman2nya.

dia berteriak begitu sambil menunjuk ke arahku. dan saat itu kutahu bahwa 'hei itu orangnya'
yang dia maksud adalah aku.

insting melindungi diriku bilang bahwa aku dalam bahaya karena laki2 itu membawa 4 orang
lainnya dan mulai berjalan ke arahku. sepertinya mereka seumuran denganku karena kulihat
mereka memakai seragam, tetapi wajah mereka seperti orang 40 tahun! hoek jelek sekali! jadi
makin rindu aku sama Bisma... [Link]

aku mulai berjalan cepat dan akhirnya aku berlari karena mereka mengejarku.

aku berlari sambil sesekali aku menengok ke belakang. GHEEE?! Mereka masih mengejarku dan
semakin dekat!

eh tunggu-

rasanya aku pernah deh melihat seragam macam itu... tapi dari mana ya?

hm.... coba kuingat2...

ah! aku tahu!

itu seragam itu sama dengan seragam Hyori! (hanya saja ini seragam versi lelaki)

seragam SMA Sakura! dan SMA Sakura itu adalah sekolahnya Hyori!

ukh, mereka itu pastinya suruhan Hyori mengingat aku menonjok hidung Hyori sampai
berdarah...

sekarang semua kata2 Han Bum kalau mereka akan mengincarku terbukti! huk!

Aku menengok lagi ke belakang.


lho? bukannya tadi mereka berjumlah 5 orang? kenapa sekarang tinggal 3 orang?

MUAHAHAHA! yang 2 orang lagi pasti sudah menyerah lantaran aku larinya cepat! kekeke

(sekarang aku sangat kuat lari jarak jauh mengingat frekuensiku berlari tinggi semenjak
mengenal Bisma)

aku mengarahkan pandanganku lagi ke depan dengan puas.

GHEEE?! aku langsung menge-rem kakiku berusaha untuk berhenti.

ternyata yang 2 orang lagi ada di depanku! sial, aku dijebak! mereka pasti memutar dari gang
sebelah dan mencoba menghadangku dari depan! bagaimana aku bisa begitu bodoh terjebak di
daerah dekat rumahku sendiri!!?!!

oh April.. kau pasti mati sekarang....

"hahaha! mau lari kemana kau sekarang?!" kata seseorang dari mereka yang wajahnya
mengingatkanku kepada gorila coklat.

"kh...." desahku.

kurasakan keringat membasahi dahiku.

aku mulai merasakan bahaya, dan aku mulai mengingat2 tekhnik yang kupakai untuk berkelahi
dengan adiku.

siapa tahu saja berguna. uh.

"hahaha! mungkin aku akan memukulmu sekali dua kali sebagai pelajaran karena memukul
Hyori kami yang cantik.." kata gorila coklat itu lagi. teman2nya cekikikan saja.

si gorila coklat mulai mendekat dan aku memasang kuda2.

"khu khu khu! apa2an kau?! kau mencoba melawanku?"

"berisik dasar kau bau..." balasku kepadanya.

aku tak tahu kenapa kata2 ini bisa keluar dari mulutku. padahal aku tahu apa resikonya kalau
membuat gorila ini makin marah... tapi kalian tahu sendiri kan temper-ku tinggi... -_-

"apa katamu?!" kata si gorila coklat sambil mengayunkan tangannya berusaha menamparku.

sebelum dia bisa melakukan itu, kutarik nafas dan kutahan di perut.

lalu aku berteriak "HIAAAAAAHHH!" sambil melempar kepalan tanganku ke wajahnya.


bulls eye! dan itu mengenai pas di mata kanannya sedetik sebelum dia berhasil menamparku. dan
dia oleng ke belakang sambil memegang matanya. sebelum dia terjatuh temannya
menangkapnya.

teman2 gorila coklat shock dengan mulut terbuka.

dan bisa kudengar salah satu dari mereka bergumam "oh my God..." sambil menutup mulutnya
tak percaya.

ohohohoho! aku hebat! aku hebat!

mereka kembali sadar dan menyerbu ke arahku.

aku memasang kuda2 lagi dan membiarkan instingku berjalan untuk mengubur rasa takutku.

salah satu dari mereka menyerbuku dengan tangan terbuka bersiap2 untuk menangkapku dan
berteriak "HIAAAAAAAA!!!" dengan ekspresi seperti kuda liar. aku ngeri dan jijik sekali
melihat ekspresinya, dan aku langsung berjongkok saat dia menyerbuku. karena tindakan
jongkokku yang tiba2 dan tak terduga, dia tersandung dengan tubuhku yg sedang berjongkok dan
akhirnya terjatuh telungkup.

tulang kering kuda liar itu mengenai kepalaku yang membuatku terjengkang ke belakang dengan
posisi terduduk. dan itu sakitnya setengah mati!

2 orang lagi menyerbu ke arahku. satu dari depan dan satu dari belakang.

orang di depan menyerang ke arahku dan berusaha menendangku,aku menutup telingaku dengan
kedua tanganku dan berteriak "TIDAAAKKK!" dan, +BUAKKKHHH!!!!!!+

aku langsung menghentakkan kakiku sekuat tenaga ke 'mutiara hidupnya'. dia langsung
memegang 'mutiara'nya sambil mengerang kesakitan.

orang dari belakang mengunci gerakanku dengan mthellatingku dengan lengannya.

sekuat2nya aku, tak mungkin aku lebih kuat dari cowok berbadan besar ini.

gorila coklat dan juga temannya kembali sadar dan langsung menyerbu ke arahku lalu
memegang kakiku sampai aku tak bisa menggerakkan kakiku bahkan 1 inci-pun. mereka
menekan kepalaku di tanah, dan pipiku sakitnya bukan main saat kerikil menekan masuk ke
pipiku.

aku sudah tak bisa bergerak dibuat mereka.

aku kehabisan stamina karena melawan 5 orang ini dan terlalu letih berlari.
mereka sadar aku sudah melemah, dan mereka memaksaku untuk berdiri dengan satu orang
masih mthellatingku dari belakang untuk berjaga2 supaya aku tidak kabur.

"a- apa mau kalian...?" tanyaku sambil berusaha mengatur nafasku.

"mau kami...? hahaha, coba kupikirkan dulu. tentu saja kami akan membawamu kepada Hyori
dan kami akan menghajarmu mati2an di depannya sampai dia merasa puas!" jawab gorila coklat
yang mata sebelah kanannya berwarna ungu akibat lebam dari tonjokkanku.

"dasar pengecut! beraninya keroyokan! padahal kalian cuma mau menculik seorang gadis!"

"tutup mulutmu!" kata si gorila coklat dan dia menamparku kencang sekali.

kepalaku sakit dan kupingku berdengung saking kencangnya tamparan si gorila coklat ini.

"dasar berengsek! memangnya kalian itu anjingnya Hyori sampai rela menurutinya begitu?!"
teriakku

"lebih baik rapatkan mulutmu atau kutampar lagi kau." kata si gorila coklat. dan aku tahu dia
sungguh2...

aku menangis. karena pipiku panas sekali, kepalaku sakit, dan kupingku berdengung karena
tamparan si gorila coklat ini.

tamparannya masih terasa sampai sekarang. tapi yang paling menyesakkan bukan karena dia
menamparku, tapi karena tidak berdayanya aku sekarang ini.

aku menangis sambil menundukkan kepalaku, setidaknya aku tak ingin 5 orang ini melihatku
menangis.

saat kupikir aku bisa menahan air mataku, aku mengangkat kepalaku untuk membunuh 5 orang
gila ini dengan tatapan membunuhku.

saat aku mengangkat kepalaku, kulihat........ Bisma.............?

kulihat dari sudut mataku Bisma terdiam kaku seperti patung. ekspresinya menunjukkan dia amat
terkejut melihatku yang sedang dibekap oleh 5 orang berbadan besar tak dikenal.

tak berapa lama, Bisma memandangku dengan tatapan dingin lagi dan dia membalikkan
tubuhnya lalu berjalan menjauh seolah tak peduli.

bagaimana bisa dia mengacuhkanku dalam keadaan begini?! teganya dia!

aku mulai menagis lagi.

hatiku sudah cukup sakit mengingat usahaku untuk mengejarnya beberapa hari ini sia2..
tapi mana boleh dia diam saja melihatku dalam situasi seperti ini?!

sebegitu bencinya dia terhadapku bahkan dia sampai hati membiarkan aku mati di tangan 5
makhluk bau ini?

hatiku sakit sekali melihatnya mengacuhkanku di saat dimana hanya dia yang bisa
menyelamatkanku..

ini rasa sakit yang paling menyakitkan dari segala rasa sakit...

rasa dikhianati....... dikhianati oleh orang yang paling kita cintai.....

tidak April!kau tak boleh menyerah!

ini giliranmu mengejarnya agar dia beralih lagi kepadamu!

sudah sepantasnya Bisma bersikap begitu terhadapku, karena aku yang mengkhianatinya duluan!

"BISMAAAAAAAAA!!!!" teriakku.

CRAZY #12

"BISMAAAAAA!" teriakku berharap dia akan mengalih perhatiannya padaku.

tetapi Bisma tetap berjalan pergi meninggalkan aku yang disekap 5 pria homo ini.

hatiku sakit sekali melihat kelakuan Bisma yang tidak mempedulikanku seperti ini. padahal, dari
sisi manapun semua orang bisa melihat bahwa aku dalam posisi hidup atau mati.

"Bisma!! hei! tolong aku!!! uph-!!!" saat aku berteriak lagi mthellanta tolong kepada Bisma,

tangan si gorila coklat membungkam mulutku. ukh! tangannya kasar dan baunya setengah mati!

dan 3 orang lainnya berusaha membungkamku yang terus menerus berontak dengan menendang-
nendang sekuat tenaga dan berusaha untuk melepaskan pitingan si kuda liar ini.

aku sudah benar2 tak berdaya dibuat 5 pria homo ini.

tapi aku tak boleh menyerah! aku harus terus mengejar Bisma selagi aku masih bisa!

lalu kukumpulkan kekuatan pada rahangku dan kugigit tangan si gorila coklat yang
membungkamku dengan sekuat tenaga.

"GYAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!!!!" teriak si gorila coklat.

teman2nya kaget akan teriakkannya dan mulai melepas kakiku untuk menolong si gorila coklat.
aku masih tetap menggigit tangan si gorila coklat sekuat tenaga sampai kurasakan ada sensasi
asin dan amis di lidahku, yang kutahu itu adalah darah si gorila coklat.

pitingan si kuda liar melemah, kupikir inilah satu2nya kesempatanku untuk kabur.

jadi aku berontak sekali lagi dan aku terlepas dari pitingannya.

"BISMA! HEI HEI BISMAAAAA!!!!!!!!!" teriakku kepada Bisma yang sudah berjalan sejauh
10 meter dariku.

aku berusaha mengejarnya. aku berusaha untuk berlari menangkapnya, tetapi itu sia2 karena 5
orang ini menangkapku lagi.

si gorila coklat menyerbu dari belakangku, dan dia memeluk perutku dari belakang dengan
kecepatan tinggi ala pemain rugby. keseimbanganku hilang dan aku terjatuh telungkup
membentur aspal dengan suara 'bum' yang cukup kuat.

4 orang lainnya langsung mengikuti petunjuk si gorila coklat dan mengunci tanganku di
belakang.

Bisma terus berjalan tanpa peduli apa yang terjadi denganku.

bagaimana dia bisa melakukan itu? bagaimana dia bisa membiarkanku mati di tangan 5 sialan
ini?!

wajahku memanas dan kurasakan air mata mengalir deras di pipiku.

aku bukan menangis karena rasa sakit dan tak berdayanya aku sekarang.

tapi aku menangis karena rasa pengkhianatan yang amat dalam kurasakan terhadap Bisma.

teganya Bisma membiarkanku seperti ini..

teganya dia membiarkanku mati di tangan 5 pria sialan ini?!!

setidaknya aku ingin mati di tempat yang lebih elit dan dengan penyakit atau sebab yang keren!

kenapa aku harus disini bersama 5 pria sialan bau ini?!

terlintas lagi di pikiranku sampul koran harian untuk besok,

'SISWI SMA MENINGGAL DI PINGGIR JALAN KARENA DIBEKUK OLEH 5 ORANG


BERBADAN BESAR'

kyaaaaa!!!!!!!! aku tak mau itu!!!! tidak tidak tidak!!


aku kecewa sekali terhadap Bisma, dan aku benci mengakui bahwa saat ini yang bisa
menolongku hanyalah Bisma.

lalu kutarik nafasku dalam2 dan aku berteriak sekuat tenaga,

"DASAR KAU PSIKOPAT PIRANG! BISA2NYA KAU MENGACUHKANKU DITANGAN


5 PRIA HOMO INI! TEGA2NYA KAU MELAKUKAN INI KEPADAKU!! DASAR KEPALA
KOSONG BERWARNA EMAS!!! AKU MENCINTAIMU BODOH!!! KEPALA
KOSONGMU ITU PASTI TAK PERNAH SEKALIPUN MENGETAHUINYA!! DASAR
BUCERI!!!!!!!"

mendengar makianku Bisma berhenti di tempat ia berdiri.

setelah itu dia membalikkan badannya untuk melihatku yang masih tertidur telungkup di tanah
akibat bekukan 5 pria sinting ini.

lalu Bisma berlari ke arahku dan menonjok wajah si gorila coklat yang sedang mengunci
tanganku.

kejadiannya begitu cepat, dan aku tak dapat melihat secara jelas yang benar2 dilakukan Bisma
kepada 5 orang itu.

+BUAKH! BUAKH! BUAKH!+

kulihat Bisma melawan 4 orang itu sendirian (si gorlila coklat pingsan).

dia melepas penyangga tangan kirinya yang di gips itu dan menghentakkan tangannya yang ber-
gips itu ke wajah salah 1 pria sinting itu. dia terkapar ke tanah. dan satu per satu dari mereka
semua terjatuh ke tanah, sebagian dari mereka pingsan dengan mengeluarkan busa dari
mulutnya. ukh, mengerikan sekali.

aku terduduk shock atas kehebatan Bisma berkelahi,5 orang ini benar2 sudah tak bergerak lagi
dibuatnya.

Bisma menghapus keringat dari dahinya dan meludah. lalu dia berjalan ke arahku.

aku masih dalam mode 'shock' ku.

aku bingung kenapa Bisma tiba2 menolongku begitu.

dan aku juga terperangah akan kehebatan Bisma berkelahi.

Bisma jongkok di depanku dan berkata, "hei."

aku diam saja dan masih terbengong-bengong


"hei hei! halooooooo????" katanya sambil mengibas-ngibaskan tangannya di depan wajahku.

"huh uh?? ah ap- apa??" kagetku

dia menatap mataku dalam2, tapi pandangan matanya sudah tidak dingin seperti tadi.

"kau ngomong apa tadi? mau mati?" tanyanya.

"huh? aku ngomong apa memang?"

"jangan balik bertanya! aku yang sedang bertanya di sini! kau ngomong apa tadi?!"

"kenapa sih teriak2?! aku ngomong BUCERI!"

"apa itu BUCERI?"

"BUle ng-CEt sendiRI!"

"APA?! mau mati?!"

"maafkan aku...." gumamku berpura2 takut atas ancamannya.

"bukan itu maksudku, kau ngomong apa yang sebelumnya?"

"kepala kosongmu itu pasti tak pernah sekalipun mengetahuinya?"

"sebelumnya lagi."

"a- aku mencintaimu... bodoh...."

"jadi... kau mencintaiku...?"

"ap- apa?! uph hahahha, hahaha!"

"jawab pertanyaanku!"

"jadi kau menolongku karena itu??? ahahaha! tentu saja aku mencintaimu darling...."

"ap- apa?! siapa yang kau sebut darling?! mau mati ?!"

"iya iya maaf.... ehm.. jadi, kau sudah memaafkanku kan?"

"tutup mulutmu. cepat berdiri!" katanya sambil menarik tanganku untuk berdiri.

walaupun dia menjawabnya begitu, kuanggap itu sebagai 'ya'.


"aduh! pelan2 dasar kentut!" teriakku. kakiku sakit sekali akibat jatuh karena si gorila coklat tadi.

"mau mati...?"

"kakiku sakit tahu!"

"mana? coba kulihat." kata Bisma.

lalu dia melihat kakiku dan berjongkok di depanku.

"cepat naik." katanya sambil menawarkan punggungnya.

"naik?"

"sudahlah cepat naik sebelum kutarik kau!"

"iya iya! ya ampun mami... coba kau bisa sedikit baik..." kataku lalu aku naik ke punggung
Bisma.

dia mengangkatku dengan entengnya seperti mengangkat bayi saja...

"hei.. aku tidak berat?" tanyaku ke Bisma.

"sama sekali tidak. justru aku bingung bagaimana kau bisa seringan ini padahal nafsu makanmu
yang selangit. pasti pencernaanmu lancar ya?"

kujitak kepala Bisma dan aku berkata,"itu tidak sopan!"

"hei! berani sekali kau! bahkan ibuku saja tak pernah menjitakku!" protesnya.

"sayangnya aku bukan ibumu."

"cih....... coba saja kau jadi ibuku..." katanya dengan sedih.

aduh... kok suasananya jadi tak enak begini... -_-

salahku karena membawa topik ibu... -_-

"jadi... kau mau aku jadi istri ayahmu?" tanyaku ke Bisma.

"ap- apa?!"

"tentu saja! kalau kau mau aku jadi ibumu berarti kau mengharapkanku jadi istri ayahmu!"

"tidak! aku tidak mau kau jadi ibuku! kau istriku!" kata Bisma.
"aku tidak mau menikah denganmu!" jawabku

"ap- apa?! katanya kau mencintaiku?!"

"oh iya aku lupa.. aku kan MENCINTAIMU." ledekku

"tu-tutup mulutmu!" katanya. bisa kulihat kuping Bisma memerah.

hihihi, dia malu.. lucu juga... kekekeke!

"aih aih... Kazu-chan malu ya?? ya ampun..."

"berisik! diam atau kuturunkan kau disini!"

kata2nya membungkamku. aku sudah terlalu capek dan kehabisan stamina.

kalau Bisma menurunkanku disini sepertinya aku takkan punya tenaga untuk berjalan pulang dan
kemungkinan aku akan tertidur di jalan.

"tanganmu kan lagi di-gips.. apa tidak sakit tadi memukul orang dengan gipsmu itu?"

"tentu saja tidak bodoh.. justru merekalah yang sakit. gips ini kan sekeras semen. bayangkan saja
kalau semen dipukulkan ke wajah mereka.."

"iya juga ya... punggungmu? sudah sembuh?"

"masih sedikit sakit. makanya kau jangan banyak bergerak! punggungku sakit tahu!"

"iya iya" aku sudah capek teriak2, jadi aku iya2 saja deh...

"pipimu..."

"huh?"

"pipimu merah..."

"oh.. hahaha bagaimana? imut kan?"

"aku tidak bercanda! masih sakit?"

"ah.. sudah tidak kok. cuma sedikit perih saja."

"siapa dari mereka yang melakukannya?"

"kenapa memangnya?"
"tentu saja aku akan menghajarnya!"

"hei! tidak usah! kau sudah menghajar mereka setengah mati barusan!"

"bagaimana kau bisa diincar mereka?"

"eh?"

"kenapa kau bisa diincar mereka?!"

"aku... aku hanya... me- menabrak mereka."

sebenarnya aku mau ngomong jujur kalau aku diincar mereka karena aku menonjok Hyori. tapi
aku takut Bisma akan marah karena aku telah melukai Hyori yang merupakan mantan pacarnya.

"hanya karena itu?! lihat saja nanti, aku akan menghabisi mereka!" kata Bisma.

"itu tidak perlu! kau sudah menghajarnya habis2an tadi!"

"aku tidak puas hanya dengan itu!"

"mereka sudah dalam keadaan setengah mati dan kau masih belum puas?!"

"tentu saja!!"

"............'' aku diam saja. aku benar2 mencintai cowok ini!

"hei. kenapa kau diam saja?"

"turunkan aku." kataku.

"disini?"

"ya" lalu Bisma menurunkanku.

"kenapa kau mau turun?"

"karena aku harus membersihkan bibirmu yang sudah dikotori oleh rubah betina itu!" kataku.

lalu aku mengumpulkan keberanian dan aku meraih wajah Bisma dengan kedua tanganku.

aku memejamkan mataku. lalu aku mengecupnya.

ya. aku yang pengecut ini terlalu takut untuk mencium bibirnya. jadi aku mencium pipi Bisma.

"itu yang kau bilang membersihkan?"


aku tak menjawab karena terlalu malu dan gugup untuk menjawab. jadi aku mengangguk saja.

"kalau membersihkan itu seperti ini!" kata Bisma sambil meraih wajahku dengan kedua
tangannya dan mencium bibirku.

kepalaku kosong seketika.

aku sudah tak dapat berpikir apa2 lagi pada saat itu.

******************************************************************************
******

aku sedang menuju kantin sekarang bersama dengan Thella.

saat aku dan Thella lewat, semua orang melihat ke arah kami.

entah kenapa aku harus mendapat perhatian sebanyak ini! padahal aku cuma ingin pergi ke
kantin beli makanan!

dan tentu saja. perhatian yang kudapatkan ini tak lain dan tak bukan adalah karena manusia
berkepala kosong yang bernama B.I.S.M.A!

dia mengikutiku dari tadi pagi. bahkan dia bolos pelajaran agar bisa membuntutiku.

dia mengikutiku kemanapun aku pergi, bahkan ke toilet sekalipun!

masih mending kalau cuma Bisma yang mengikutiku, tapi pengikut2nya yang banyak itu juga
ikut mengikutiku karena kaptennya selalu mengikutiku kemanapun aku pergi!

mungkin kalian bingung kenapa Bisma mengikutiku dari tadi, jadi sebaiknya kuceritakan dulu
kejadian tadi pagi sebelum aku berangkat sekolah.

-rumah April, 06.30 pagi-

+DING DING~ CHA CHA CHA~ DING DING~ CHA CHA CHA~+

HPku berbunyi.

tumben sekali pagi2 begini ada yang telepon?

siapa kira2 ya?

lalu kulihat layarnya------> 'unknown'

kenapa sih si pirang sinting itu selalu menyembunyikan nomornya?


dengan megngingat si pirang sinting ini saja jantungku sudar berdebar kencang.

aku benar2 menyerah dibuatnya! oh ya ampun... apa lagi mengingat kejadian kemarin..

dia menciumku! ciuman pertamaku! oh tidak!!!

yah, bukan berarti aku tak suka sih.. tapi tetap saja dia merebut ciuman pertamaku yang
sebenarnya ingin kusimpan sampai hari pernikahanku!!

+DING DING~ CHA CHA CHA~ DING DING~ CHA CHA CHA~+

oh ya ampun, aku sampai lupa mengangkat telepon.

"ehem.. ya? halo?" jawabku

"heloo mesum~~~~" kata Bisma

"ap- apa katamu?!"

"santai saja deh... kenapa gugup begitu sih?"

"si- siapa yang gu- gugup?!"

"ini aku! suamimu."

"terserah. apa maumu?!"

"temani aku nanti ke Rumah Sakit."

"siapa yang sakit?"

"aku harus check keadaan tanganku ini. hari ini jadwal checknya sepulang sekolah. dan hari ini
hari jumat dan besok libur! jadi jangan alasan kau tak bisa!"

"Dicky , Reza , dan yang lainnya juga ikut kan?"

"tentu saja mereka ikut. kenapa kau bertanya?!"

"kau pergi saja dengan mereka. aku tidak bisa hari ini"

"apa?! hei! -" sebelum dia lebih jauh marah2, aku tutup teleponnya.

-selesai-

kembali ke realita,
si sinting ini terus mengikutiku kemanapun aku pergi lantaran aku tidak memberi tahunya
kenapa aku tidak bisa pergi dengannya nanti ke RS.

tentu saja ada sebabnya, dan aku tak mau beritahu Bisma.

karena kalau aku beritahu, Bisma pasti akan memaksa ikut!

"mau kemana kau nanti?" tanya Bisma yang sekarang berjalan di sampingku.

entah kenapa posisinya bisa tertukar seperti ini, Thella tidak lagi berada di sampingku, dia berada
di samping Reza -_-.

akhir2 ini mereka makin akrab, aku jadi curiga..

"aku mau pergi berdua sama Thella kok! jadi kau tenang saja, aku tak akan cari cowok lain!"

"aku tidak peduli kalau kau cari cowok lagi."

"oh begitu? baiklah... DICKY -CHAN!!!" ledekku berpura2 memanggil Dicky dan berjalan
menuju ke Dicky yang berada di depanku.

Bisma memegang tanganku erat sekali, "mau mati...?" katanya.

"lho? kan kau yang suruh cari cowok lagi."

"berani menjawabku?"

aku diam saja. aku malas ngeladenin si sinting ini.

"pokoknya aku tak bisa pergi denganmu hari ini!" kataku kepada Bisma.

lalu aku cepat2 berlari dan menyambar Thella. aku berlari membawa Thella dan ngumpet di Wc
putri.

+sepulang sekolah+

hari ini guru pengawas hukuman kami sedang amat baiiikkk...

entah dia kesambet apa sampai baik begitu!

dia membiarkan kami libur 1 hari untuk tidak membersihkan WC! oh ya ampun! hadiah dari
langit!

kujelaskan, sebenarnya aku dan Thella ingin pergi ke kafe parfait dekat stasiun.
hari ini khusus untuk gadis single diberi potongan harga 50%!! yah.. semacam promosi musim
panas begitu..

musim panas kan musimnya orang pacaran, jadinya bagi gadis yang jomblo diberi potongan
harga (mungkin dengan tujuan menghibur gadis2 yang kesepian. makanya mereka membuat
promosi begitu)

parfait disitu enak sekali! jadi aku tak bisa menyia2kan saat2 untuk makan parfait sebanyak2nya!

dan, kalau aku beritahu ke Bisma. dia pasti akan ikut dan aku tak akan dapat diskon!

jadi sepulang sekolah, aku dan Thella langsung keluar dan menuju langsung ke kafe parfait dekat
stasiun itu sebelum Bisma dan yang lainnya melihatku.

dan usaha kami berhasil! kami berhasil sampai di kafe parfait ini tanpa kepergok oleh Bisma cs!
yeahh!!

aku dan Thella mengambil tempat duduk di samping jendela.

oh ya ampuuuunn , sudah lama sekali aku tak jalan2 berdua saja dengan Thella seperti ini!

asiknyaaaa! ini hari para gadis!!

+klining!+ suara bel pintu kafe menandakan ada pelanggan lain yang masuk.

"hahaha, bla bla bla bla!" ramai sekali ... -__-

sepertinya pelanggan barusan yang masuk adalah segerombolan laki2.

aku melihat kebelakang untuk melihat siapa gerangan pelanggan yang membuat kegaduhan
seperti itu.

dan, GHEEEEE?!!! itu Bisma Cs!! oh ya ampun!! apa aku tak bisa lebih sial dari ini?!!

Bisma cs melewati mejaku dan Thella , lalu mereka duduk di meja depan kami.

"bagaimana mereka menemukan kita?" bisik Thella.

"aku tak tahu...." kataku patah semangat. aku tahu aku takkan bisa makan parfait dengan harga
murah lagi sekarang..

oh ya ampun!!!!!

"permisi, mau pesan apa?" kata pelayan kafe itu sambil menyerahkan menu pada kami.
pelayan kafe itu laki2 berbadan tegap dan tinggi. wajahnya sih biasa saja, tapi lumayan lah...
hehehe

"ehm... aku pilih yang nomor 2 ini." kata Thella.

"aku yang ini!" tunjukku semangat pada parfait nomor 9.

"itu saja?" tanya pelayan itu lagi.

"iya itu saja." kataku dan Thella serentak.

"oh ya, hari ini kami sedang ada promosi musim panas bagi para gadis single akan diberi
potongan harga sebesar 50%. apakah kalian single?" tanyanya pada kami.

"tentu saja aku single! makanya aku datang kemari berdua dengannya" kata Thella semangat
sambil menunjukku.

bisa kulihat di meja depan Reza melotot kepada pelayan yang sedang berbicara kepada Thella
itu.

"oke... kalau anda?" kata pelayan itu kepadaku.

"oh? aku... aku.... sing-"

"aku pacarnya." kata Bisma yang tiba2 sudah berdiri di samping bangkuku.

"pergi kalau tak mau mati.." geram Bisma ke pelayan itu dengan tatapan mengerikan.

pelayan itu bergidik ngeri lalu meninggalkan meja kami.

aku turut kasihan kepada pelayan itu... -_-

Bisma langsung duduk di sebelahku.

begitu Bisma duduk di sebelahku, pengikut2 Bisma juga ikut bergabung di mejaku.

hhhh..... aku sudah tak bisa berkata apa2 lagi.... -_-

huhuhu!! aku tak dapat diskon jadinya!!! siaaaaaaaaaaaaallllllllllllllllll!!!!!!!!!!!!!!!!

"hahaha! kau pikir kau bisa kabur dariku?! hahaha!" kata Bisma kepadaku.

".............." aku diam saja.

"hei. kok tumben kau diam saja? biasanya kau pasti akan teriak2?"
".............." aku tetap diam.

"hei!" teriak Bisma.

sebenarnya si kepala kentut ini mengharapkanku ngapain sih?! aku diam salah, aku teriak2 salah!

maunya apa sih!?!?!

aku benar2 jengkel.. hanya hari ini saja aku minta dia agar tak mengikutiku...

hanya hari ini saja! aku ingin sekali makan parfait di sini..

disini parfaitnya enak namun tak terbeli karena harganya mahal... dan hanya hari inilah
kesempatanku untuk makan parfait seenak ini sepuasku.. tapi semuanya gagal karena pacar
bloon-ku ini!!!

"hiks........" isakku.

aku menangis saking jengkelnya aku terhadap Bisma.

aku jengkel sekali karena ini hari yang kunanti-nantikan selama ini supaya bisa makan parfait
sebanyak2nya dihancurkan berkeping2 oleh kepala kentut ini! aku jengkeeelllllllllll
sekaliiiiiiiiiiiiii!!!!!!!!!!! aku jengkel.... jengkel....

Bisma beserta pengikutnya sangat kaget melihat aku menangis. tak terkecuali Thella,Dicky ,dan
Reza, mereka juga kaget melihatku menangis (oh tolong jangan anggap aku cengeng, tapi kalian
juga pernah kan menangis karena jengkel akan sesuatu yang dinanti tapi tak terpenuhi??)

"he- hei! kamu menangis?!" tanya Bisma gugup.

"tentu saja kepala bau! kamu ga liat aku sedang menangis hah?! hah?! hah?! heuk heuk hiks...."
isakku

"kenapa kamu menangis?! siapa yang membuatmu menangis?! pelayan jelek tadi ya?! biar
kuhajar!"

"tentu saja karena kamu bodoh! kau kira gara2 siapa aku tak bisa memakan parfait sebanyak2nya
dengan setengah harga hah?! aku sudah menantikan hari ini sejak 1 minggu lalu tahu! dasar
BUCERI!!"

"ap- apa..? heh! jadi kau menangis cuma karena tumpukan es yang bernama parfait itu?! masa
beli parfait saja perlu diskon!!?!"

"HEUK HEUK HUWEEEEEEEEEEEE!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! kurang ajar! aku ingin sekali makan


ini tahu! aku benciiiiiii!! benciiiii!!!!!!!!!" tangisku kencang.
"hei! hei! jangan menangis lagi! cukup! berhenti! akan kubayar semua parfaitmu! kau bisa
makan sebanyak yang kau mau!" kata Bisma.

tangisku mulai berhenti," sungguh...?"

"iya! sungguh!"

"baiklah... janji ya..... hiks..." kataku sambil mengacungkan jari kelingkingku. dan Bisma melilit
jari kelingkingku dengan jari kelingkingnya.

"pelayan!! aku mau pesan lagi!!" teriakku senang sambil mengacungkan tanganku ke atas.

******************************************************************************
*********

"uwahhh!!!! aku puas sekali!! terima kasih ya Bisma! kamu memang paling TOP!" Kataku
kepada Bisma.

"kau memakan 6 gelas parfait dan kau bilang kau puas? aku pasti sudah muntah2 kalau jadi
kau!" teriaknya.

kutarik rambut Bisma," brisik ah! kan kamu yang bilang aku boleh makan sepuasnya!"

"beraninya kau-" sebelum Bisma bisa protes, kucium pipi Bisma.

lalu aku mencoba mempraktekkan senyum menyilaukan ala Han Bum kepada Bisma sambil aku
berkata,

"terima kasih ya. hehehe"

Bisma terdiam sesaat lalu berkata," ada apa dengan senyummu itu? menjijikan sekali."

okay..... berarti aku tak bisa meniru senyum ala Han Bum dengan sempurna, yah setidaknya aku
telah mencoba walaupun hasilnya menjijikan.

"hei, kenapa kau suruh yang lainnya pulang sedangkan aku mau pulang tidak kau perbolehkan?"
tanyaku kepada Bisma lantaran dia menyuruh semua temannya pulang sehabis dari kafe parfait
tadi. -_-

"kau kan harus menemaniku check ke RS!"

"jadi sekarang kita mau ke RS?"

"tentu saja! mau kemana lagi kau pikir!"


"jangan teriak2 kenapa si.....h? hei kemari cepat!" kataku sambil menarik Bisma ngumpet di
belakang tiang listrik.

"kenapa sih?!" tanya Bisma.

"ssstt! diam! lihat itu!" bisikku sambil menunjuk ke arah 2 orang yang sedang berbicara.

"itu... Han Bum dan Hyori...? apa yang mereka lakukan?"

CRAZY #13

"itu Han Bum dan Hyori... apa yang mereka lakukan?" kata Bisma.

manusia berharga diri tinggi seperti Bisma biasanya bukan tipe yang senang menguping.

tapi Bisma menguping, dan kemungkinan berarti ini penting....

yah.. aku ikutan aja deh..

"kau kan yang mengirim 5 orang itu untuk menghabisi April?!" teriak Han Bum kepada Hyori.

GHEEE?! mampus aku, Bisma jadi tahu deh kalau aku berbohong saat aku bilang aku diincar 5
orang itu karena aku menabraknya.

tangan Bisma mengejang mendengar perkataan Han Bum.

feelingku, Bisma mulai tahu aku berbohong... -_-'

"kalau memang iya, apa urusannya denganmu? untuk apa kamu peduli?" jawab Hyori dengan
gaya yang arogan.

ukh, melihatnya membuatku ingin mengacak2 wajah cantiknya itu!

"dia pacar Bisma dan kau tahu itu!" kata Han Bum.

"tentu.. tentu saja aku tahu."

"lalu? kenapa kau melakukan itu?! kau tak puas hanya menghancurkan hidupku saja hah?!"

"Bisma milikku! dan cewek jelek itu harus mengembalikkan padaku yang sebenarnya adalah
milikku!"

"dia bukan milikmu rubah busuk. kau meninggalkan Bisma. ah, bukan meninggalkan, kau
MEMBUANGNYA!"
"lebih baik jaga mulutmu bocah. kau pikir kau bisa bicara seenaknya mentang2 aku menyukaimu
dulu? dulu kau menolakku, sekarang kau mau menggodaku?"

"menggodamu? hah! lebih baik aku menggoda anjingku daripada harus menggoda wanita bau
sepertimu."

"ap-"

"karena perbuatanmu itu sekarang Bisma dan yang lainnya membenciku! karena kau mengaku2
telah berpacaran denganku! bisa2nya kau berbuat seperti itu disaat aku mabuk!"

"mengaku2?! hahaha, lucu sekali kau! kau yang menciumku duluan!"

"mungkin kau pikir aku tidak ingat, tetapi walau dalam keadaan mabuk aku ingat semuanya! kau
yang menciumku dan mengatakan pada semuanya bahwa kita telah pacaran! menjijikan."

"begitu..? hahaha, walaupun kau ingat, tak ada satupun yang mempercayaimu. apa maumu
sekarang? lebih baik kau jangan mengungkit2 masa lalu."

DASAR RUBAH BUSUK!!!!!!

ADUH! ADUH KEPALAKU! RASANYA AKU INGIN SEKALI MENCAKARI WAJAHNYA


ITU!

OH YA AMPUN!!!!! TANGANKU GATAL SEKALI RASANYA!!!!!!

"aku percaya kepadanya." kata Bisma.

aku baru sadar ternyata Bisma sudah keluar dari tempat persembunyian kami dan berjalan ke
arah Han Bum dan Hyori.

"aku percaya kepada Han Bum." kata Bisma lagi.

"Bisma......" gumam Han Bum.

"senpai....." gumam Hyori, bisa kulihat dari mata Hyori bahwa ia ketakutan setengah mati.

sekarang Bisma sudah berdiri menghadap Hyori. tangan Hyori gemetar.

"kau mendengar semuanya...?" tanya Hyori kepada Bisma.

"memangnya ada yang perlu kudengar?" tanya Bisma kepada Hyori dengan gaya yang amat
cool.

wuaaahhh.... Bisma keren sekali.


"i- itu semua bohong.. sungguh, dia menjebakku." kata Hyori sambil menunjuk ke arah Han
Bum.

"apa katamu-" Han Bum belum menyelesaikan kata2nya tapi Bisma mengangkat tangannya
untuk menyuruh Han Bum berhenti bicara.

lalu Bisma memutar badannya dan berbalik menghadap Han Bum.

+BUAAAAAKHHH!!!!!!!!!!!!!!!+ Bisma menonjok wajah Han Bum kencang sekali.

Han Bum jatuh ke tanah.

"Han Bum!!! Bisma kenapa kau-" aku berteriak sambil berlari ke arah Han Bum,

"itu untuk ketidak jujuranmu kepada kakakmu sendiri." kata Bisma kepada Han Bum.

'pada kakakmu sendiri'...? berarti Bisma sudah mengakui Han Bum sebagai adiknya lagi?!

bisa kulihat mata Han Bum bersinar2 karena senang.

Bisma sudah memaafkan Han Bum! akhirnya segala kesalah pahaman terkuak disini.

Hyori mundur beberapa langkah dan bersiap untuk lari.

tapi dia terlambat, Bisma keburu memegang pergelangan tangannya.

"kau pikir kau mau kemana...?"

"aku... uh, aku......"

+PLAAAAKKK!!+ Bisma menampar pipi Hyori 'cukup kencang'. tetapi Hyori tersungkur ke
tanah sambil memegangi pipinya.

aku tak tahu kenapa dia tidak menampar rubah sialan itu sekencang2nya..

padahal seharusnya Bisma menampar wajahnya sampai wajah cantiknya itu tak berbentuk sama
sekali!

yah, sebenarnya aku tahu sih kenapa..

walaupun Hyori telah berbuat sejahat itu kepada Bisma,tapi dia adalah mantan pacar yang pernah
begitu dicintai Bisma.

jadi mana mungkin tega Bisma memukulnya sepenuh hati.


jujur saja, melihatnya hatiku cukup sakit. ternyata Bisma masih menyimpan perasaan pada Hyori
walau cuma sedikit....

"kakak! bagaimana mungkin kau menamparku?! aku ini Hyori! aku pacar yang dicintaimu!"
teriak Hyori sambil menangis deras sekali.

lalu Bisma berjongkok di sebelah Hyori dan mencengkeram pipinya,

Bisma memutar wajah Hyori menghadap kepadaku.

"kau lihat dia? dia pacarku. bukan kamu. lihat baik2. tidak ada lagi yang namanya 'pacar yang
pernah dicintaimu'. cuma dia seorang bagiku, kau mengerti? dan satu lagi, kalau kau berani
menyentuhnya bahkan seujung rambutpun, kau akan mati di tanganku. kau tahu bukan aku selalu
menepati perkataanku? bagaimana kalau kau coba...?" bisik Bisma di kuping Hyori.

bisa kulihat mata Hyori membelalak lebar dan air matanya tidak keluar saking ketakutannya dia.

tapi sekujur tubuhnya gemetar mendengar ancaman Bisma.

Bisma melepaskan wajah Hyori dengan hentakkan kecil lalu ia berdiri dan berjalan ke arahku
dan Han Bum.

aku masih dalam keadaan syok melihat perbuatan Bisma kepada Hyori tadi.

aku saja begini shock-nya, aku bertanya2 apa yang dirasakan Hyori saat Bisma mengancamnya
seperti itu.

kini aku tahu benar kenapa Bisma bisa mthellaliki pengikut yang banyak, karena dia mempunyai
aura yang luar biasa.

dia bisa benar2 menakutkan dan dia juga bisa benar2 menenangkan.

tipe yang begitu cocok sebagai pthellampin...

"cepat berdiri..." kata Bisma kepadaku.

"eh? oh i- iya..." sadarku dari keadaan shock-ku.

"kamu juga berdiri. kita harus bicara." kata Bisma kepada Han Bum.

"baiklah..." kata Han Bum sambil ia berdiri.

lalu kami ber-3 pergi meninggalkan Hyori.

aku kasihan sekali kepada Hyori, dia masih terduduk di jalanan saking schock-nya.
matanya masih mebelalak dan dia hanya memandangi tanah saking takutnya, dan bisa kulihat dia
gemetaran serta keringatan.. huh, aku turut berduka cita.

******************************************************************************
*****

aku, Bisma dan Han Bum pergi mengarah ke MCD (sebenarnya Bisma menyuruhku pulang saja
karena dia mau bicara berdua saja dengan Han Bum, tapi aku berkeras ikut. dan lagipula aku
lapar sekali, jadinya aku juga memaksa mereka ke MCD saja. hahaha) dan menempati tepat
paling pojok agar tidak berisik.

sebenarnya tidak perlu di pojok juga tidak apa2 sih, karena tempat ini sepi lantaran sudah lewat
jam makan malam.

aku duduk sedangkan Bisma dan Han Bum pergi memesan makanan. ukh, mereka memang
cocok sebagai kakak beradik.

dasar rubah busuk, bagaimana bisa dia menghancurkan hubungan keluarga mereka! ukh!

lalu Bisma kembali diikuti Han Bum di belakangnya. aku melihat nampan yang dibawa Bisma,
isinya hanya 1 porsi Hamburger, 1 porsi kentang goreng, dan 1 soda.

"Mana punyaku?!" tanyaku kepada Bisma.

"kalau kau mau makan, pesan sendiri." jawabnya.

dasar bule tengik! tega sekali dia tidak memesankan makananku juga..

aku berdiri bersiap untuk berjalan ke konter makanan, tapi Han Bum mencegahku.

"sudah kubelikan. duduk saja." katanya

di nampan yang dibawa Han Bum ada 2 hamburger, 2 ayam goreng, 1 kentang goreng, dan 2
soda.

ukh Han Bum... kau memang yang paling mengerti aku! [Link]

"jadi kau beli banyak sekali ternyata untuk babi ini?!" tanya Bisma sambil menunjukku.

"apa katamu?! babi?!" aku sudah bersiap maju untuk memukul Bisma, tapi dia menahan
kepalaku dan terus berbicara.

"kupikir kau beli sebanyak itu lantaran nafsu makanmu tinggi karena sedang puber! untuk apa
kau belikan dia?!"
"karena kulihat kau tidak membelikan dia, jadi kubelikan saja. habis dia kelaparan, kau tak lihat
wajahnya?" kata Han Bum kepada Bisma.

Bisma menengok ke arahku untuk melihat ekspresiku, lalu aku langsung merubah ekspresiku
seperti anak anjing yang memelas.

"ukh... aku lapaar...." kataku sambil mengedip2kan mataku.

"hentikan itu. menjijikan, aku bisa muntah di wajahmu." kata Bisma.

dasar sialan...

yayaya, terserah saja. aku tak peduli, pokoknya aku mau makan sekarang.

aku mau duduk di sebelah Han Bum sampai Bisma memegang tanganku," kau kira kau mau
duduk dimana?"

"akan lebih mudah makannya kalau aku duduk di sebelah Han Bum. karena nampannya ada di
dia."

"duduk disini." Bisma menarik tanganku sampai aku terduduk di sampingnya.

jadi aku duduk berdua dengan Bisma dan menghadap Han Bum yang duduk sendiri.

Han Bum menyerahkan Hamburger dan sodanya kepadaku. aku mengambilnya dan membuka
bungkus hamburgernya.

"selamaaat makaaaa-" kataku bersiap2 melahap Hamburger yang sudah berjarak 1 senti dari
mulutku.

tapi aku tak berhasil melahapnya karena Bisma meletakkan tangannya diantara mulutku dan
Hamburger itu.

"jangan makan pemberiannya. ini makan punyaku saja!" kata Bisma.

dasar...dia aneh sekali sih!?

masa makan hamburger pemberian Han Bum saja tidak boleh? tadi dia ga mau kasih burgernya
padaku...

dasar aneh...

lalu aku menggigit tangan Bisma yang berada di depan mulutku kuat2.

"aduh!!!!!!!! apa2an kau!"protes Bisma.


"cepat berikan burgermu aku lapar!!!kenapa sih kau tak membiarkanku makan burger dari Han
Bum?! ohoho... kau cemburu ya....?" ledekku

"uph! ha! hahaha! ap- apa??! heh! cemburu?! aku tidak cemburu!" jawab Bisma gugup, tapi bisa
kulihat kupingnya memerah. kupingnya selalu memerah bilamana dia merasa malu. kekeke.

"oh ya?! oh ya?!"

"tutup mulutmu!"

"hahahaahahaha!" tiba2 Han Bum tertawa. ups, untuk sesaat aku lupa Han Bum berada disini.

"kenapa kamu ketawa?" tanyaku.

"ka- kalian mesra sekali...hahaha"

"mesra gigimu! kau tak lihat kami sedang berantem?!" tanya Bisma.

"ahaha, sungguh.. kalian mesra sekali.. aku sampai cemburu melihatnya.. hahaha" jawab Han
Bum.

entah mengapa walaupun ia tertawa tetapi dari perkataannya terdengar sedih.

ah... aku lupa... Han Bum pernah bilang dia menyukaiku... ya ampun, bagaimana aku bisa lupa!?

Karena merasa tidak enak, aku hanya menunduk saja sambil memakan burgerku dalam diam.

"kembali ke topik, kenapa kau tak memberitahuku kalau rubah betina itu menjebakmu?" tanya
Bisma.

Han Bum terdiam sesaat lalu dia berkata,"beberapa kali aku ingin menjelaskannya, tapi
teman2mu itu tak membiarkanku bicara denganmu. dan lagi, sepertinya kau marah sekali..."

"......... yah sudahlah, lain kali kalau ada apa2 kau sebaiknya langsung memberitahu aku. jangan
sampai kejadiannya jadi berlarut seperti ini dan menjadi kesalah pahaman diantara kita."

wuaahh... Bisma bisa juga bijaksana... kekeke

"oh iya ada satu lagi... aku akan pulang ke Korea besok.." kata Han Bum

"PROOOTT!!! AP- APA?!" teriakku sampai memuncratkan burger yang masih berada di dalam
mulutku.

"oh ya ampun jorok sekali!! bagaimana bisa kau terlahir sebagai wanita?!" kata Bisma lantaran
aku memuncratkan burgerku ke tangan Bisma.
"Kau mau pulang ke Korea besok??!" tanyaku lagi mengacuhkan komentar Bisma.

"iya besok... hei sebaiknya kau bersihkan dulu mulutmu itu." kata Han Bum.

aku mengusap sisa burger yg menempel di mulutku dan bertanya lagi," kenapa begitu cepat?!"

"yah... karena memang urusanku sudah selesai disini. lagipula aku sudah berbaikan dengan
Bisma, tak ada lagi yang benar2 kuinginkan selain ini di kedatanganku ke Jepang. aku senang
sekali."

"................" aku dan Bisma terdiam saja.

"hahaha! kalian sedih ya aku pulang secepat ini?! tenang saja, aku akan main kesini lagi kok!"
kata Han Bum.

tiba2 aku teringat,"oh iya, bukankah kau bilang mungkin akan pindah sekolah disini?
bagaimana? tidak jadi?"

"oh itu, ya tidak jadi. lagipula itu kan hanya rencana. aku tidak bisa meninggalkan teman2ku
begitu saja di Korea." jawabnya.

"oh......." gumamku kecewa.

"kau besok berangkat jam berapa?" tanya Bisma.

"jam 2 siang." jawab Han Bum.

"aku akan pergi mengantar."

"aku ikut!" kataku sambil mengangkat tanganku keatas.

"iya2 ya ampun... sudah, makan makananmu dan jangan berisik!" kata Bisma.

ukh,dasar manusia kejam!

jadi Han Bum akan pulang besok...?

kenapa begitu cepat?

padahal dia baru saja kembali baikan sama Bisma.. kenapa dia harus cepat2 pulang...?

aku akan mengantar Han Bum besok dan mengucapkan terima kasih atas segalanya yang dia
lakukan padaku.

dan lagi tadi dia sengaja mendatangi Hyori karena dia membelaku..
entah bagaimana caranya dia bisa tahu kalau aku dikeroyok 5 orang.

sisa waktu saat itu kupakai dengan memakan burger dalam diam.

******************************************************************************
**

saat ini aku, Bisma, Dicky , Reza, dan Thella sedang berada di bandara untuk mengantar Han
Bum .

aku sedih sekali karena Han Bum harus pulang secepat ini.. [Link]

"hei, baik2lah disana..." kata Bisma sambil menepuk bahu Han Bum.

"ya, hati2 di jalan.. dan maafkan kami atas selama ini." kata Dicky .

"hati2 lah dijalan Han Bum-kun!!" teriak Reza.

"aku tak kenal kamu, tapi hati2 ya di jalan." ini komentar manusia planet tak lain tak bukan
adalah Thella.

mereka saling berjabat tangan perpisahan.

dan satu2nya yang belum mengucapkan perpisahannya hanyalah aku.

lalu aku maju dan melangkah ke depan Han Bum sehingga posisi kami sekarang berhadapan.

"hei..." kataku.

"hei...." jawab Han Bum.

"terima kasih atas segalanya..."

"tidak perlu sungkan..."

"tentang itu....." aku mau bicara tentang pengakuan Han Bum padaku yang belum kujawab. tapi
ada Bisma disini sehinggatak mungkin aku ngomong disini.

".... tak perlu kau jawab... tentu saja aku sudah tahu jawabannya.. baik2lah dengan Bisma.."
jawab Han Bum.

aku melirik Bisma, sepertinya ia tak mendengar apa yang dikatakan Han Bum karena sedang
sibuk memperhatikan anjing penjaga di pintu masuk bandara. untunglah, jadi dia pasti tak akan
nanya macam2...
tiba2 ada perempuan berumur kira2 39 tahunan berdiri di samping Han Bum. itu pasti ibunya,
mata dan bibir mereka mirip.

"hei Bisma... tidakkah kau mau mengunjungi kami kapan2 ke Korea? sebenarnya ayahmu
merindukanmu, dia selalu menelponku menanyakan keadaanmu saat aku berada di sini. kalau
kau segan pergi sendiri,ajak saja teman2mu..." kata ibu Han Bum kepada Bisma.

"a- akan kupikirkan lagi.." jawab Bisma. kupingnya memerah, sepertinya dia senang dengan
mendengar bahwa ayahnya merindukannya. apakah anggapan Bisma selama ini akan ayahnya
yang tak memperhatikannya itu salah?

ya, pasti salah. melihat dia bisa salah paham juga kepada Han Bum.. -_-

ibu Han Bum tersenyum senang atas jawaban Bisma. ia berbisik kepada Han Bum ," jangan
lama2 ya, ibu duluan." dan akhirnya pergi duluan kedalam tempat pemeriksaan karcis.

"nah... aku harus pergi sekarang..." kata Han Bum

"ya. hati-hatilah di jalan" kata kami bergantian.

"sebelum aku pergi...." Han Bum menarik tanganku untuk membuatku lebih dekat dengannya
lalu dia mencium pipiku.

0_0

aku kaget sekali.

"ap-apa apaan kau!?" sebal Bisma.

"hahaha! itu balasan karena kau salah paham kepadaku! sekarang kita impas!" kata Han Bum
kepada Bisma sambil ia berlari ke tempat pemeriksaan karcis.

"cih.. bocah busuk, kuampuni kali ini lantaran kami impas." gumam Bisma.

aku masih terbengong karena Han Bum menciumku.

sebenarnya Han Bum bukan hanya menciumku saja, tapi dia juga berbisik di telingaku,

"terima kasih juga atas semuanya... jangan lupa, aku... menyukaimu...."

kita rahasiakan hal ini dari Bisma ya! hihihi....

"KAU HARUS MEMBERSIHKAN PIPIMU DARI RACUN ANAK ITU!!" kata Bisma
kepadaku.

CRAZY bonus chapter: Han Bum's version


kau pernah menyukai orang yang sudah pasti tak akan mungkin menjadi milikmu?

kau pernah menyukai seseorang sampai ia tak lepas dari pandanganmu?

kau pernah menyukai seseorang sampai di titik dimana kamu sulit bernafas?

ya, aku pernah...

dan aku menyukai gadis yang baru kutemui 3 hari lalu.

yang tak lain adalah pacar dari kakak tiriku.. Bisma...

aku tahu ini tak mungkin, tapi apa dayaku?

apakah ini salahku karena aku telah menyukai dia?

maafkan aku... tapi aku menyukaimu...

********************************************************************

disini aku menunggu di gerbang belakang sekolahnya.

hatiku berdebar amat cepat menunggu April keluar dari sekolahnya.

kenapa dia tidak keluar2 juga?

memang sih dia bilang dia dapat hukuman membersihkan WC selama sthellanggu ini, tapi
kenapa dia tak keluar juga?

padahal ini sudah jam setengah 6 sore.

kemarin Dicky berbicara kepada April. dia bilang dia akan memberitahu April semua kejadian
kenapa dia dan Bisma amat membenciku.. bagaimana ini?

Bisma dan yang lainnya telah membenciku karena berita fitnah itu, masa sampai April juga akan
ikut2an membenciku karena masalah ini?

kumohon...

tak apa2 jika mereka membenciku, tapi tolong jangan kamu..

aku masih bisa tahan kalau mereka membenciku, tapi aku tak mau kalau kau ikut2an juga
membenciku.

aku melihat ada cewek yang sedang mengarah kesini, kalau tak salah itu teman April yang
bernama Thella.
akan kutanya kemana April.

"maaf, kamu teman April kan?" tanyaku kepada cewek ini selagi dia melewatiku.

dia berhenti," iya aku temannya, kenapa?"

"kau tahu April dimana?"

"ehm.... a- aku tidak tahu..." katanya gugup sambil sesekali melirik ke arah pohon besar yang
berada di halaman sekolah.

perilakunya aneh. jadi aku melihat ke arah pohon yang dia lirik sesekali itu, dan aku melihat
April sedang berjongkok disana.

ternyata dia sembunyi di belakang pohon itu... bersembunyi dariku...

"oh, ya sudah terimakasih. akan kutunggu dia." kataku sambil tersenyum kepadanya.

dia melotot melihat senyumku dan bertingkah gugup.

entah kenapa dia begitu.. apakah ada sesuatu yang salah di wajahku?

akhirnya dia pergi dan aku tetap menunggu April.

aku tidak mau menghampirinya, aku akan menunggunya sampai dia keluar.

sudah 2 jam aku menunggu dia untuk keluar dari tempat persembunyiannya, namun ia tak
keluar2 juga.

aku amat sedih karenanya. dia benar2 membenciku sekarang. dia bahkan tidak mau bertemu
denganku sampai rela bersembunyi selama ini untuk menghindariku.

kumohon... kumohon jangan sampai kamu ikut membenciku...

lalu aku melihatnya berdiri dan berlari ke arah samping sekolah. feeling-ku dia pasti akan
mencoba kabur dariku dengan memanjat tembok, lalu aku berputar ke arah dimana dia akan
turun.

dan benar saja dugaanku, dia menggantung di tembok karena tidak bisa turun..

hahaha, dia memang benar2 bodoh...

"butuh bantuan?" kataku kepadanya.

dia menengok ke belakang dengan wajah amat bersyukur karena ada yang memberinya bantuan.
tapi setelah dia tahu orang itu adalah aku, ekspresinya berubah kelam.
"terimakasih." katanya sambil menundukkan kepalanya.

setelah jeda beberapa detik dia bersiap untuk kabur, namun usahanya gagal karena aku
menangkap tangannya.

"kenapa kau menghindariku?" tanyaku pedih.

"lepaskan aku!" teriaknya sambil berusaha melepas genggamanku dari tangannya,

"jawab dulu kenapa kau menghindariku."

dia tidak menjawab melainkan menarik tangannya [Link] terlepas dari tangannya
akibat kuatnya dia memberontak, tangannya terbang dan kukunya menggores wajahku yang telah
terluka sebelumnya karena dipukul Dicky dan menciptakan luka garis yang panjang dan amat
perih rasanya. tapi rasa perih di wajahku tak seperih luka di hatiku karena dia menghindariku.

dia melihat wajahku yang terluka dan dia mengurungkan niatnya untuk kabur. lalu dia mulai
mengeluarkan kotak P3K yang selalu dibawanya dan mulai mengobati lukaku.

kenapa?

kenapa dia tak pergi saja meninggalkanku?

perasaan dalam dadaku meluap2 seakan akan meledak kapan saja.

aku memakai kesempatan ini untuk menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya, bahwa Hyori telah
menjebakku dan aku korban dari semua ini. dia menyimakku sambil mengobati luka di wajahku.

bisakah kau obati juga luka di hatiku?

kumohon jangan hindari aku, kumohon.. kumohon...

perasaan ini sudah meluap dan tak terbendung lagi...

aku mengambil tangannya yang tengah mengobati lukaku dan kutaruh di dadaku,

"aku tidak merebut Hyori... aku bersungguh2 akan hal itu... tapi bagaimana ini? Aku......
menyukaimu......"

kata2 ini mengalir begitu saja dari mulutku. tanpa aku sendiri sadar atas apa yang kukatakan.

bagaimana aku bisa begini bodoh? bagaimana aku bisa lepas kendali dan menghancurkan
semuanya?

dia terperangah, sampai akhirnya dia menarik tangannya dari dadaku.


dia memandangku dengan ekspresi tak percaya. wajahnya merah sekali lantaran kaget atas
pengakuanku.

"a- aku... aku...." gumamnya, sampai akhirnya dia berlari meninggalkanku.

aku terduduk melihatnya berlari. aku terus memandang sosoknya sampai benar2 hilang dari
pandangan.

bagaimana aku bisa lepas kendali? aduh, bodohnya aku!

sadarlah Park Han Bum! dia pacar kakakmu! dia objek yang tak boleh kau sentuh. kau tak boleh
menyentuhnya, apalagi menyukainya.

tidak boleh....

"Park Han Bum... kau bodoh..." gumamku.

******************************************************************************
***

setelah kejadian kemarin aku tak lagi pergi ke sekolah [Link] dengan tidak menemuinya
aku akan melupakannya.

tapi ternyata itu sia2.. langkahku membimbingku kemana dia berada. aku mengikutinya setelah
dia pulang dari sekolah, aku berusaha agar dia tidak sadar aku mengikutinya. dan itu berhasil.
orang begitu cuek dan lemot seperti dia pasti takkan sadar bila dibuntuti..

entah kenapa aku jadi seperti ini. karena dia aku jadi kehilangan kendali dan mengikuti dia
seperti stalker saja -_-

dari berhari2 aku mengikuti dia, aku mendapati bahwa setiap harinya sehabis pulang dari sekolah
dia selalu pergi ke RS tempat Bisma di [Link] usahanya untuk menemui Bisma tidak pernah
berhasil karena Bisma tak mau bertermu dengannya dan teman2nya juga menghalangi agar April
tak dapat bertemu dengan Bisma.

pasti semua ini karena kejadian waktu itu. pasti Bisma marah karena pada saat itu April lebih
mthellalih untuk bersamaku dari pada ke Bisma. ini semua salahku...

kenapa sih aku bisanya bikin kacau saja?! seharusnya aku tak usah datang ke Jepang! ugh!

hari ini April tidak pergi ke RS lantaran Bisma sudah keluar dari RS, jadinya dia langsung
mengarah pulang.

entah kenapa dia lesu sekali..


di perjalanan pulang dia mampir ke 7eleven. jadi aku memutuskan untuk berputar2 saja di
kompleks rumahnya agar dia tak melihatku saat dia keluar nanti. saat aku sedang berputar2 di
sekitar rumahnya, heuk! itu Bisma! heh? sedang apa dia mondar-mandir di depan rumah April
begitu? dia mondar-mandir sambil sesekali melihat jendela kamar di lantai 2. dan setahuku
kamar April berada di sana.

setahuku dia tak mau bertemu April, lalu apa yang dia lakukan di depan rumahnya begitu?

hahaha, ternyata bukan aku saja yang kehilangan kendali karena April. tapi cowok berkarisma
seperti Bisma ternyata juga kelihatan bodoh kalau berkaitan dengan April. kekeke, perasaanku
jadi lebih baik.

setelah beberapa lama Bisma bolak-balik, akhirnya dia pergi juga dari depan rumah April.

ngomong2, kenapa April lama sekali? kenapa dia tak kembali2 juga dari 7eleven? ini aneh..

aku langsung bergegas menuju ke arah 7eleven, dan di jalan aku melihat April sedang disekap
oleh 5 orang cowok berbadan besar. dari seragamnya, itu seragam SMA Sakura. mereka pasti
suruhan rubah betina itu!

bagaimana dia bisa begitu licik mengirimkan 5 orang untuk menghabisi April?! oh ya ampun,
aku pasti akan membuat perhitungan kepada rubah busuk itu.

aku sudah bersiap2 untuk menolong April, tapi kukurungkan niatku karena aku melihat Bisma
sedang berjalan ke arahku.

aku langsung sembunyi sebelum Bisma dapat melihatku. Bisma berjalan melewatiku, dia tidak
sadar akan keberadaanku yang sedang bersembunyi di balik tiang karena dia sedang
berkonsentrasi dengan pikirannya sendiri.

tiba2 dia berhenti dan terperangah. dari ekspresi terkejut-nya bisa kuketahui bahwa dia melihat
April yang sedang di keroyok 5 orang itu. ternyata keputusanku utuk sembunyi tepat, April pasti
lebih suka kalau Bisma yang menolongnya.

Bisma hanya berdiri mematung dalam keterkejutannya, tapi selang beberapa detik dia mengubah
ekspresi shock-nya dengan ekspresi dingin dan berbalik meninggalkan April.

"BISMAAAAAA!" teriak April mthellanta pertolongan dari Bisma yang meninggalkannya.

kenapa Bisma meninggalkannya?! bagaimana dia bisa tahan membiarkan April dibekap oleh 5
orang begitu?!

padahal keadaan April sudah parah dengan luka sana-sini. tak kuduga Bisma bisa bersikap begitu
kepada April.
yah, aku tidak heran sih. orang dengan harga diri tinggi seperti Bisma pasti akan melakukannya
kepada orang yang telah membuangnya..

bisa kulihat ekspresi April amat terluka karena Bisma meninggalkannya. April terus
memberontak dari bekukan 5 orang itu, tetapi usahanya tak membuahkan hasil.

"Bisma!! hei! tolong aku!!! uph-!!!" teriak April sekali lagi mthellanta tolong, tapi dia keburu
dibekap oleh si muka gorila sebelum dia bisa menyelesaikan [Link] menegang
melihat April diperlakukan begitu kasarnya. ingin rasanya aku melompat ke arahnya dan
menolong, tapi kutahan keinginanku ini dalam2. entah kenapa, aku percaya pasti Bisma tidak
akan tega meninggalkan April begitu saja.

aku melihat ke arah Bisma, ekspresinya.. ekspresi Bisma begitu terluka..

mungkin April tak dapat melihatnya karena Bisma membelakangi April, tapi aku dapat
melihatnya dengan amat jelas.

ternyata walaupun Bisma memang berjalan meninggalkannya, tetapi hatinya begitu terluka
karena meninggalkan April.

ekspresinya tidak bisa bohong kali ini. harga dirinya yang tinggi mengharuskan dia berjalan
meninggalkannya. aku tahu Bisma begitu terluka karena April membuangnya, tapi aku tahu dia
lebih terluka lagi saat ini. akan kulihat sampai kapan harga dirinya itu dapat menahan dirinya
untuk tidak menolong April.

"GYAAAAAAA!!!!" suara si muka gorila yang membuatku mengalihkan perhatianku lagi


kepada April dari Bisma.

0_o! ternyata April menggigit tangan si muka gorila yang membungkam mulutnya itu. wuahh...
aku tak percaya April begitu gigihnya melawan mereka.

si gorila dengan reflek melepaskan pitingannya dan April berhasil kabur. dia berteriak2
memanggil2 Bisma sambil berlari ke arah Bisma berusaha meraihnya. tapi usahanya gagal
karena dia kembali ditangkap oleh 5 orang [Link] terhjatuh dan dia dibekap dengan wajah
mencium tanah. hatiku begitu sakit melihat April diperlakukan seperti itu. tapi aku tak boleh ikut
campur, ini adalah momen mereka. aku menahan diriku sangat kuat agar aku tak melompat ke
sana dan masuk ke celah diantara mereka.

April menangis, air mata mengalir deras di pipinya. dia putus asa dan di sela2 keputus asaannya
dia berteriak,

"DASAR KAU PSIKOPAT PIRANG! BISA2NYA KAU MENGACUHKANKU DITANGAN


5 PRIA HOMO INI! TEGA2NYA KAU MELAKUKAN INI KEPADAKU!! DASAR KEPALA
KOSONG BERWARNA EMAS!!! AKU MENCINTAIMU BODOH!!! KEPALA
KOSONGMU ITU PASTI TAK PERNAH SEKALIPUN MENGETAHUINYA!! DASAR
BUCERI!!!!!!!"
buceri...? apa itu...?

aku tak tahu artinya, namun bisa2nya April memaki2 Bisma di sela2 pengakuan cintanya..

hahaha... dia benar-benar..bodoh...

Bisma mematung mendengar perkataan April. selang beberapa detik dia langsung memburu 5
orang itu dengan kecepatan kilat dan menghabisi mereka. aku takjub dengan kehebatan Bisma
dalam berkelahi. bahkan dengan tangan di-gips dan badan yang baru sembuh begitu dia masih
dapat berkelahi selincah dan sekuat itu.

ternyata pengakuan cinta April menghancurkan harga diri Bisma. hahaha, bahkan orang seperti
Bisma bisa dibuat April terlihat bodoh. aku kagum dengan April.

5 orang itu ambruk ke tanah, sebagian dari mereka mengeluarkan busa dari mulutnya. entah
kenapa aku jadi kasihan sama 5 orang itu... -__-

Bisma menghampiri April, dan Bisma berbicara dengan April cukup panjang.

dari percakapan mereka aku jadi tahu apa arti BUCERI itu.. dan aku juga tahu bahwa yang
membuat Bisma menolong April dan membuang harga dirinya itu adalah pengakuan April 'AKU
MENCINTAIMU BODOH!!' kepadanya.

hahaha, tebakkanku benar..

ternyata Bisma kalah dengan pernyataan yang keluar dari mulut April dan membuang rasa 'harga
diri tinggi' nya untuk tidak menolong April.2 orang ini memang tercipta untuk bersama...

aku membalikkan badanku dan pergi.

aku tak tahan dengan rasa nyeri yang timbul di hatiku akibat menyaksikan kebersamaan mereka.

ingin rasanya aku melawan takdir dan merebut April dari sisi Bisma, tapi aku tahu itu tidak
mungkin.

yah, mungkin ini saatnya.

ini saatnya untukku pergi sebelum rasa suka yang dalam ini berubah menjadi cinta.

ya, aku akan pulang ke Korea. aku pulang karena kelemahanku dan untuk melindungi diriku agar
tak jatuh lebih dalam lagi dalam perasaan ini..

tapi sebelum itu, masih ada 1 hal yang harus kulakukan......

****************************************************************
aku pergi ke SMA Sakura untuk membuat perhitungan dengan Hyori.

selama ini aku sudah terlalu lama bersabar dan terlalu lama diam. selama ini aku diam dan tak
sekalipun membuat perhitungan dengan rubah busuk ini walaupun dia telah menghancurkan
hubunganku dengan Bisma. dengan dia mengirim 5 orang untuk menghabisi April, dia telah
sukses membuat kesabaranku habis.

ini saatnya aku membuat perhitungan dengannya. walaupun membuat perhitungan dengannya
tidak merubah apapun, setidaknya itu memuaskanku. apa perlu kutambah 1 atau 2 pukulan di
wajahnya.....?

aku menunggunya keluar dari sekolah sampai hari sudah sore, tapi rubah busuk itu tak juga
memunculkan batang [Link] mencegat cewek yang kutahu adalah pengikut Hyori dan
kutanya dimana Hyori berada. cewek ini pertamanya tak mau memberitahuku dimana si rubah
itu berada, tapi aku menjalankan trik yang biasanya berhasil kulakukan kepada cewek2 tipe
seperti dia (kalau dia bisa berteman dengan Hyori, pasti paling tidak sifatnya sama bukan? Hyori
saja seperti wanita gampangan, apalagi pengikutnya? *tolong jangan anggap aku jahat, tapi
memang itu faktanya*)

banyak orang bilang aku ganteng (jangan bilang aku sombong atau ke-PDan plis..) dan banyak
cewek yang naksir padaku karena wajah ini, jadi tak ada salahnya bukan sesekali kupakai wajah
ini untuk mendapatkan apa yang kumau?

aku mendekatkan wajahku ke wajah cewek ini dan memojokkannya di tembok lalu
mengurungnya dengan tanganku.

bisa kulihat cewek ini gugup setengah mati, tapi matanya tetap terpaku kepadaku tanpa berkedip
sekalipun.

"bisa kasih tahu aku dimana Hyori...? kalau kau beri tahu, akan kuberi hadiah..." kataku dengan
merendahkan suaraku berharap aku berhasil menirukan om-om yang sedang merayu gadis SMU
seperti yang ada di film2. dan aku berhasil!

cewek ini tidak merasa jijik dengan perbuatanku ini, tapi wajahnya makin memerah dan dia
makin gugup.

aku sendiri jijik dengan perbuatanku ini, tapi aku harus tahu cepat dimana Hyori berada. aku
sudah pulang besok, jadi aku harus cepat2 memburu dan membuat perhitungan dengan rubah
busuk itu!

"Hyo.. Hyori.. *glek* kabur tadi karena melihatmu berada disini. sekarang dia sedang dalam
perjalanannya ke rumah..." kata cewek ini gugup sambil masih menatap wajahku lekat2 tanpa
berkedip sekalipun.

sialan... rubah itu kabur?! bisa2nya dia kabur tanpa ketahuan olehku..
aku langsung berlari ke arah yang mungkin dilewati Hyori dalam perjalanannya dan
meninggalkan cewek gugup itu tanpa memberi salam perpisahan atau hadiah yang kujanjikan.
aku benci sekali dengan tipe cewek macam itu, dan aku sendiri juga benci sekali dengan
kenyataan bahwa aku menggoda cewek macam itu untuk mencari Hyori -__-.

rubah itu benar2 telah menghancurkan hidupku!

beruntung, aku menemukannya tak lama setelah aku berlari. aku langsung menangkap tangannya
dan dia sontak kaget.

"ada yang perlu kubicarakan denganmu rubah tengik." kataku dengan menahan hasratku untuk
mengobrak abrik wajah orang yang berada di hadapanku ini.

"Ha- Han Bum... oh ya ampun, lama tak bertemu.." katanya pura2 senang. padahal aku tahu dia
ketakutan sekali.

"bisa2nya kau berpura2 manis. kau kira kau cantik dengan berpura2 begitu? kamu menjijikan
tahu." sindirku.

tubuh Hyori menegang dan akhirnya wajah aslinya keluar. ekspresinya berubah dari cewek sok
imut menjadi ekspresi dengan senyum jahat yang ada di film2.

"jangan berbicara kepadaku seperti itu. apa urusanmu? cepat katakan, aku tak ada waktu
meladenimu." katanya dengan ekspresi sebal.

"jangan bertingkah sok. kalau aku mau, aku bisa mengacak-acak wajahmu sekarang." kataku.

Hyori menelan ludah dan diam saja atas perkataanku. sepertinya dia sadar bahwa lebih baik diam
daripada membuatku makin marah.

"kau kan yang mengirim 5 orang itu untuk menghabisi April?!" teriakku kepadanya.

dia tertegun,"kalau memang iya, apa urusannya denganmu? untuk apa kamu peduli?"

aku ingin bilang bahwa tentu saja itu urusanku karena aku menyukainya, tapi kutahan dalam2,

"dia pacar Bisma dan kau tahu itu!" kataku.

"tentu.. tentu saja aku tahu."

"lalu? kenapa kau melakukan itu?! kau tak puas hanya menghancurkan hidupku saja hah?!"

"Bisma milikku! dan cewek jelek itu harus mengembalikkan padaku yang sebenarnya adalah
milikku!"
dasar perempuan busuk. dia yang meninggalkan Bisma dan masih meng-klaim bahwa Bisma
adalah miliknya? sebenarnya apa yang ada di pikirannya?! aku sama sekali tidak dapat mengerti..

"dia bukan milikmu rubah busuk. kau meninggalkan Bisma. ah, bukan meninggalkan, kau
MEMBUANGNYA!"

"lebih baik jaga mulutmu bocah. kau pikir kau bisa bicara seenaknya mentang2 aku menyukaimu
dulu? dulu kau menolakku, sekarang kau mau menggodaku?"

"menggodamu? hah! lebih baik aku menggoda anjingku daripada harus menggoda wanita bau
sepertimu."

"ap-"

"karena perbuatanmu itu sekarang Bisma dan yang lainnya membenciku! karena kau mengaku2
telah berpacaran denganku! bisa2nya kau berbuat seperti itu disaat aku mabuk!"

"mengaku2?! hahaha, lucu sekali kau! kau yang menciumku duluan!"

"mungkin kau pikir aku tidak ingat, tetapi walau dalam keadaan mabuk aku ingat semuanya! kau
yang menciumku dan mengatakan pada semuanya bahwa kita telah pacaran! menjijikan."

"begitu..? hahaha, walaupun kau ingat, tak ada satupun yang mempercayaimu. apa maumu
sekarang? lebih baik kau jangan mengungkit2 masa lalu."

aku benci bahwa perkataannya benar. tak mungkin ada yang mempercayaiku. kejadian ini telah
lama berlalu dan fakta tak lagi perlu untuk diungkapkan.

"aku percaya kepadanya."

......?!

Ka... Bisma....?!

bagaimana dia bisa ada disini?

sejak kapan dia berada disana? sejauh mana dia mendengar percakapanku dengan rubah ini?

"aku percaya kepada Han Bum." kata Bisma lagi.

Hyori ketakutan setengah mati. bahkan dia ketakutan lebih daripada saat aku mengancamnya
tadi,

"senpai... kau mendengar semuanya...?" kata Hyori dengan suara bergetar.


MUAAHHAHAHAHAHA!!! HAHAHAHAH!!! hatiku bersorak melihat rubah busuk ini dalam
situasi seperti ini. bahkan aku rela terjun dari atas gedung di dalam momen membahagiakan
seperti ini!

"senpai....." gumam Hyori, bisa kulihat dari mata Hyori bahwa ia ketakutan setengah mati.

"memangnya ada yang perlu kudengar?" kata Bisma berpura2 bodoh.

"i- itu semua bohong.. sungguh, dia menjebakku." Hyori panik. bisa kulihat bicaranya mulai
ngaco saking paniknya, dan dia mulai memakai alasan apapun untuk melindungi dirinya. tapi
bagaimana bisa dia bilang aku menjebaknya?

"apa katamu-" aku baru mau mulai protes tapi Bisma mengangkat tangannya menghentikanku
untuk bicara.

lalu Bisma memutar tubuhnya sampai mengarah kepadaku,

+BUAAAAAAKHHHHHHHHHH!!!+ Bisma melancarkan bogemnya ke wajahku kencang


sekali.

aku terjatuh ke tanah dan terbengong atas perlakuan Bisma. April berlari ke arahku berusaha
menolongku yang sedang terbengong ini dan meneriaki Bisma.

apa salahku sampai dipukul begini? apakah ini karma karena aku bersorak atas ketakutan Hyori?

"itu untuk ketidak jujuranmu kepada kakakmu sendiri." kata Bisma.

ap... apa....?

kakak?! oh aku tak percaya ini...

dia telah memaafkanku?! Kakakku 'Bisma' telah memaafkanku?!

hatiku lebih bersorak lagi sekarang daripada tadi. aku bahkan rela mati dalam momen ini.

kegembiraanku pecah karena aku melihat Hyori yang berusaha melarikan diri.

tapi ternyata usaha Hyori sia2 karena Bisma menangkapnya sebelum ia berhasil kabur.

MUAAHHHAAHAHAHAHAHAH!!! HARI INI AKU BAHAGIA SEKALI!!!!

+PLAAAKK!!!+ Bisma menampar Hyori.

cih... cuma ditampar saja... padahal dia lebih pantas kalau digebukin sampai matanya copot.
rasanya ini tak adil... aku sang 'korban' dapat tonjokan keras sampai gigiku otek, namun sang
'pelaku' mendapat tamparan yang hanya akan terasa sakit untuk 5 menit ke depan... -_-

"kakak! bagaimana mungkin kau menamparku?! aku ini Hyori! aku pacar yang dicintaimu!"
teriak Hyori sambil menangis deras sekali.

aku melihat Bisma tertegun mendengar perkataan Hyori. lalu Bisma berjongkok di samping
Hyori lalu mencengkram pipinya. lalu Bisma memutar wajah Hyori menghadap ke arah April
yang berada di sisiku.

"kau lihat dia? dia pacarku. bukan kamu. lihat baik2. tidak ada lagi yang namanya 'pacar yang
dicintaimu'. cuma dia seorang bagiku, kau mengerti? dan satu lagi, kalau kau berani
menyentuhnya bahkan seujung rambutpun, kau akan mati di tanganku. kau tahu bukan aku selalu
menepati perkataanku? bagaimana kalau kau coba...?" ancam Bisma dengan suara yang amat
menawan namun mengerikan dan dengan aura yang luar biasa.

Hyori amat ketakutan. pandangan matanya gelap dan dahinya berkeringat. dia gemetaran dan
giginya mulai gemelutuk.

Bisma menghentakkan wajah Hyori dan berjalan ke arahku dan April.

wuah... aku takjub sekali dengan kejadian barusan...

Bisma keren sekali... aku bangga punya kakak seperti dia! (walaupun hanya kakak tiri sih..)

mungkin gak ya aku bisa seperti dia kemudian hari? hahahaha

"cepat berdiri..." kata Bisma kepada April. bisa kulihat Bisma cukup cemburu karena April
berdiam di sampingku.

"kamu juga berdiri. kita harus bicara." kata Bisma kepadaku.

"baiklah..." kataku.

lalu kami meninggalkan Hyori yang masih dalam mode 'shock'-nya.

ini saatnya kebenaran terungkap, aku akan menceritakan semua yang terjadi kepada Bisma.

tak satupun akan kusembunyikan.

eh- ada satu yang akan kusembunyikan. akan kusembunyikan perasaanku pada April dalam2...

**************************************************************

sebenarnya urusan ibuku sudah selesai di Jepang,tetapi dia masih ingin berlibur disini sampai 1
minggu ke depan.
tapi aku mengajaknya kembali ke Korea. ajakanku untuk pulang yang cukup memaksa membuat
ibuku menurutiku. aku harus pergi dari sini, aku harus pulang secepatnya. semakin jauh aku dari
dirinya, akan semakin cepat aku melupakannya ,sebelum perasaanku jatuh lebih dalam lagi
kepadanya.

setelah kejadian dengan Hyori kemarin aku beserta April dan Bisma pergi ke MCD.

disana aku memberitahukan mereka akan kepulanganku hari ini.

dan disinilah mereka, di bandara mengantar kepergianku.

tak kuduga Dicky dan Reza sampai ikut mengantarku (teman April yang bernama Thella juga
mengantarku sih.. tapi aku tak terlalu peduli.) berarti mereka sudah benar2 memaafkanku.
ternyata kedatanganku ke Jepang tidak sia2.

"hei, baik2lah disana..." kata Bisma sambil menepuk bahuku.

"ya, hati2 di jalan.. dan maafkan kami atas selama ini." kata Dicky .

"hati2 lah dijalan Han Bum-kun!!" teriak Reza.

"aku tak kenal kamu, tapi hati2 ya di jalan." kata Thella. kini aku tahu kenapa dia bisa berteman
dengan April.. cara pikir mereka sama -__-'

mereka menjabat tanganku satu-persatu. dan kini tinggal April yang belum mengucapkan apa2
padaku.

dia merasa canggung. pasti karena pengakuanku belum lama ini yang tak kunjung dijawabnya
juga.

yah.. aku memang tak perlu jawabannnya sih...

"hei..." katanya memecah kecanggungan.

"hei..." balasku.

"terimakasih atas segalanya.."

"tak perlu sungkan.."

"tentang itu....." aku tahu dia pasti mau membahas tentang pengakuanku. tapi ini bukan saat yang
tepat, Bisma disini.

".... tak perlu kau jawab... tentu saja aku sudah tahu jawabannya.. baik2lah dengan Bisma.."
selaku.
ibuku datang memecah kecanggunganku dengan April. dan aku bersyukur atasnya.

"hei Bisma... tidakkah kau mau mengunjungi kami kapan2 ke Korea? sebenarnya ayahmu
merindukanmu, dia selalu menelponku menanyakan keadaanmu saat aku berada di sini. kalau
kau segan pergi sendiri,ajak saja teman2mu..." kata ibuku ke Bisma.

ya, itu benar. ayah selalu menanyakan keadaan Bisma. lebih tepatnya 'ayah merindukan Bisma'.
entah kenapa Bisma tidak lagi berhubungan dengan ayah..tetapi setelah ibu berkata begitu
kepada Bisma, kulihat air muka Bisma berubah menjadi senang. seperti anak kecil yang bahagia
karena mendapat mainan baru. perkataan ibu menyenangkannya...? tidakkah dia tahu selama ini
ayah merindukannya?

"a- akan kupikirkan lagi.." jawab Bisma canggung.

ibu tersenyum mendengar jawaban Bisma dan berbisik kepadaku, " jangan lama2 ya, ibu
duluan."

lalu ibu pergi ke tempat pemeriksaan karcis .

nah, ini saatnya. saatnya aku berpisah dengan semuanya. terutama, April.

"nah... aku harus pergi sekarang..."

"ya. hati-hatilah di jalan" kata mereka serentak.

ini yang terakhir.. setidaknya biarkan aku jujur atas perasaanku untuk yang terakhir kalinya.

aku tak mau kembali ke Korea sebagai pengecut yang telah kabur karena takut jatuh cinta.

jadi, biarkanlah aku jujur terhadap perasaanku sebelum akhirnya aku bisa melepaskanmu dan
melangkah maju.

"sebelum aku pergi...." kataku.

lalu aku menarik tangan April agar merapat kepadaku.

aku berbisik di telinganya dengan volume yang hanya bisa didengarku dan April,

"terima kasih juga atas semuanya... jangan lupa, aku... menyukaimu...."

lalu aku mengecup pipi April dan melepas genggamanku atas tangannya.

ini satu langkah bagiku untuk maju dan melupakannya..

aku melihat Bisma melotot kaget atas kelakuanku,"ap-apa apaan kau!?" teriak Bisma.
aku tersenyum nakal kepadanya, "hahaha! itu balasan karena kau salah paham kepadaku!
sekarang kita impas!"

aku berkata begini karena aku tahu bahwa dia pasti akan memaafkan aku karena telah mencium
April supaya impas.

lalu aku berlari meninggalkan mereka.

kulihat Bisma ngamuk2 dengan berteriak2. tapi Bisma tidak marah beneran, melainkan marah
seperti anak kecil yang marah pada dirinya sendiri. bisa kulihat April 'shock' atas perbuatanku,
Dicky dan Reza sedang menenangkan Bisma yang sedang mencak2, dan Thella yang melambai2
kepadaku.

aku melambaikan tanganku sambil tersenyum kepada mereka walaupun aku tahu mereka tak
melihat (Thella melihatku ding, dia sedang melambai padaku soalnya -__-)

lalu aku pergi ke tempat pemeriksaan karcis dan masuk ke pesawat yang akan membimbingku
pulang ke Korea.

CRAZY #14

hari ini Bisma kelihatan bete dan sedikit uring2an.

aku bertanya2 kenapa dia begitu...

mungkinkah dia masih marah karena kejadian di bandara?

ah tidak mungkin.. kalau mengingat kejadian di bandara seharusnya akulah yang [Link]
bagaimana tidak!

saat perjalanan pulang dari bandara, tiba2 Bisma berhenti di toko buku dan membeli thinner.
ternyata thinner itu dibeli Bisma untukku! jelasnya untuk men-sterilkan pipiku dari ciuman Han
Bum. tentu saja aku menolak. masa aku memakai thinner untuk wajah?!

seharian ini si Bisma kelihatan bete terus. aku juga jadi ikut bete melihatnya. padahal aku cuma
mau menggunakan jam istirahat ini untuk makan dengan tenang, tapi kenapa sih Bisma
mengekor terus dengan muka bete?! kalau dia sedang bete, kenapa dia tidak bete sendiri saja
malah MENGEKORIKU?! mana pengikutnya juga ikut mengekor lagi! huh!

"apa sih maumu?! dari tadi kamu mengekor dengan muka bete begitu! setidaknya beri tahu
alasanmu!"

".........."Bisma diam saja.

"hei.. kau masih marah karena aku tak mau pakai thinner untuk membersihkan pipiku? tenang
sajalah! aku sudah cuci muka 10 kali begitu sampai rumah!"
"kencan...."

"hah?"

"ayo kita kencan..."

"kamu sudah sinting?"

"sudahlah jangan banyak cing-cong. aku sedang tak mau bercanda.."

kh, sepertinya Bisma tidak bercanda.. " kencan? maksudmu kamu dan aku? berdua?"

"tentu saja... memang apa definisi kencan menurutmu?"

dasar kepala kosong berwarna emas! dia memperlakukan aku sudah seperti orang idiot saja.

tentu saja aku tahu kalau kencan itu berdua. tapi kemanapun kami pergi, biasanya pasti pengikut
Bisma ikut serta.

makanya aku sedikit takjub waktu Bisma mengajakku kencan.

"ih... mau kemana memangnya?"

"terserah kau saja. yang penting aku sedang ingin kencan." jawab Bisma lesu.

terserah?! wuah... Bisma sedang kesambet apa ya..?

biasanya dia yang menentukan kemana kami akan pergi. bahkan kalau aku menolak dia akan
memaksaku atau menarikku ke tempat tujuannya. wuah... ini benar2 aneh!

sebenarnya sih aku lagi malas pergi2... tapi kalau aku menolak Bisma pasti akan bersikeras
mengajakku kencan.

daripada membuang tenaga melawan psikopat ini, lebih baik aku menurutinya [Link] dia
lagi baik hari ini... hmm....

rasanya aku ingin deh ke taman hiburan.. tapi aku lagi gak ada duit...

"kamu yang traktir nih?"

"terang sajalah! dimana2 kencan cowok yang membayar! sudah ga usah banyak tanya deh!
tentukan saja tujuannya!"

akhirnya dia teriak juga.. hehehe.. rasanya aku belum tenang kalau belum bikin dia
marah ,"baiklah, aku ingin ke taman hiburan!"
"dari semua tempat di kota ini, kau mthellalih taman hiburan? dasar aneh.."

"apanya yang aneh! kau yang mthellantaku menentukan pilihannya kan? sudahlah jangan
protes!"

"hhh........." Bisma hanya menghela napas panjang.

aku bertanya2 kenapa dia tak membalas. mood-nya benar2 tidak bagus ya hari ini?

dia kenapa sih?!

"tunggu di gerbang belakang sepulang sekolah." kata Bisma.

"tapi aku ada hukuman membersihkan toilet hari ini."

"akan ku-urus. kau tunggu aku saja."

setelah berkata begitu Bisma dan pengikutnya pergi.

'akan ku-urus'? apakah bisa dipercaya...?

yah.. tak ada salahnya mempercayai dia kali ini. aku juga malas sih membersihkan toilet hari ini.

+sepulang sekolah+

sudah 15 menit aku menunggu si emas itu datang. tapi dia tak datang2 juga!!

akhhh!! lihat saja kalau dia tak datang dalam 5 menit! akan kujambak dia sampai botak!!!

*BROOOM BROOOOM!!! CIIIT~*

motor merah berhenti di depanku. motor ini adalah motor yang dipakai Bisma waktu itu.

walaupun ini kali kedua aku melihat motor ini, tetap saja aku bergidik melihat motor super 'wow'
ini.

Bisma mengangkat kaca helm-nya ,"cepat naik."

"eh? kita pergi naik motor?"

"ya tentu saja-lah! kalau kau bertanya lagi akan kutarik kau!"

tidak berubah... tetap saja 'akan kutarik kau' adalah kata2 yang dia lontarkan kepadaku.. -___-'

aku naik ke motor super 'wow'nya itu. wuih mantap kali...


memang ada sensasi tersendiri kalau naik motor mahal..

tetapi tetap saja motor ini membuatku bingung dimana aku harus berpegangan. -_-

"pegangan." kata Bisma sambil menarik tanganku ke perutnya.

dulu dia tak mau kalau aku berpegangan dengan pose seperti ini. sekarang malah dia yang
menyuruhku berpegangan dengan memeluknya. ternyata dia bisa manis juga, hihihi~

Bisma mulai mengendarai motornya dengan kecepatan yang kali ini membuat umurku hilang
setengahnya dibawa angin. aku melirik ke speedometer dan ternyata itu menunjukkan
150km/jam. oh may got... bisa kurasakan motor ini berjalan meliuk2, sepertinya Bisma
mengendarainya dengan menyalip sana-sini . karena ngeri, akhirnya aku memeluk perut Bisma
dengan erat dan menyandarkan kepalaku di punggungnya. dan itu sukses membuatku tidak bisa
konsentrasi ataupun mengalihkan perhatianku pada jalan. sebaliknya aku malah terlena dengan
punggung lebar Bisma.

semakin lama motor melaju, aku makin jauh terlena dengan Bisma.

tubuh Bisma sangat harum. belum pernah aku mencium wangi yang membuatku setenang ini.

dan aku bahkan tidak bisa percaya dia ada di dalam dekapanku sekarang.

rasanya Bisma adalah milikku dan bagian dari diriku. andai saja waktu bisa membeku
sekarang....

*ciiiit~* motornya berhenti.

"sudah sampai." kata Bisma.

aku langsung tersadar dari buaian punggung Bisma dan meloncat kaget.

ini sudah di parkiran, ternyata memang sudah sampai. dan aku baru sadar akan hal itu.

ba- bagaimana bisa aku tak sadar selama perjalanan?!

a- ap- apa yang kulakukan?!

berbahaya! sungguh berbahaya! akan kuingat agar tidak terbuai lagi dengan punggungnya itu di
kesempatan mendatang!

sial, aku malu sekali!!!!

"kau memelukku begitu erat. pasti kau senang sekali ya mengambil kesempatan memelukku dari
belakang?"
"ap- apa- katamu?! cih, ha! e- enak saja!" aku tak bisa menjawab apa-apa, secara tebakan Bisma
tepat di sasaran.

dan Bisma juga menyadari hal itu.

Bisma tertawa lewat hidung dan berkata," ayo masuk." lalu kami membeli tiket di loket dan
masuk ke dalam.

"ayo! ayo naik ini cepat!!" kataku sambil menarik tangan Bisma ke roller coaster yang amat
besar.

"iya! iya! ya ampun! sabar kenapa! kamu seperti tidak pernah naik beginian saja!" protes Bisma.

yayaya, terserah kamu mau bilang apa. aku tak peduli!

aku menarik Bisma ke roller coaster. saat di roller coaster, aku melirik ke arah Bisma yang
duduk di sebelahku.

wajahnya kelam dan menanamkan ekspresi ingin muntah. wuahhahahaha! jagoan seperti dia ciut
naik beginian?! kekekeke!

setelah roller coaster, aku menarik Bisma ke sana kemari untuk menaiki wahana yang memacu
adrenalin.

dia sama sekali tidak berontak. atau... dia tak punya kekuatan untuk berontak?

aku benar2 puas setelah menaiki 10 wahana lebih. sebaliknya Bisma, sepertinya nyawanya sudah
keluar dari mulutnya.

dia benar2 pucat. matanya setengah tertutup menerawang ke tanah dengan pandangan tidak
fokus, dahinya keringatan , dan wajahnya pucat. aku bertanya2 apakah dia baik2 saja. yah, dari
manapun dia tidak terlihat baik2 saja sih...

lalu aku membawanya ke bangku di dekat air mancur. karena hari sudah malam, lampu warna-
warni di dalam air mancur dinyalakan dan itu indah sekali. coba saja Bisma tidak sedang dalam
keadaan begini, ini bisa romantis sekali!

"hei, kau tak apa2?" tanyaku sambil menyodorkan soda yang kubeli barusan.

"kau diam dulu lah.. aku mual sekali..."

menuruti perkataannya, lalu aku memutuskan untuk diam.

sudah sekitar 10 menit aku hanya menerawang memandangi air mancur. lalu aku kembali sadar
saat Bisma tiba2 menidurkan kepalanya di pangkuanku.
deja vu...?

sepertinya ini pernah terjadi deh....

"biarkan aku istirahat sebentar." kata Bisma.

"dasar kau.. masa naik begituan saja kamu tak tahan. padahal lagakmu seperti jagoan."

"diamlah... siapapun pasti mual kalau naik benda2 berputar seperti itu. hanya manusia tak normal
seperti kamu saja yang bisa tahan."

"apa kata-"

"diamlah dulu, biarkan aku istirahat agar sedikit membaik."

"iya.. iya... oh ya, hei, bagaimana dengan tugasku membersihkan toilet? apa yang kau maksud
dengan 'akan ku-urus'?"

"tenang sajalah... sudah kusuruh anak kelas 1 untuk menggantikanmu membersihkannya."

"apa?! kau menyuruh anak kelas 1?! mampus aku. pasti besok aku akan diomeli habis2an dan
masa hukumanku ditambah atas tuduhan meneror adik kelas!! akh!!!!! harusnya tak
kupercayakan padamu!!"

" ah, kamu terlalu berisik!" kata Bisma lalu kembali dalam posisi duduk.

dia mengusap2 perutnya sambil menghembuskan napas beberapa kali.

dia bangun dari tempat duduknya," ayo pulang."

"hei, kau sudah sembuh?!"

"tentu saja. mainan seperti itu hanya se-upil bagiku."

upil kakiku. coba dia bisa melihat wajah pucatnya tadi... -__-

lalu kami mengarah ke pintu keluar saat sebelumnya aku membeli beberapa souvenir. lalu kami
menuju ke tempat parkir yang berada di lapangan sebelah patung besar.

"terimakasih ya Bisma! aku senang sekali hari ini!"

"pasti bagian yang paling kau senangi adalah bagian waktu naik motor."

sialan.. bagaimana dia bisa tahu?

"a-apa? cih.. mana mungkin!"


"sudahlah mengaku saja..."

"ap-"

"aku akan menge-cat rambutku kembali ke warna asalnya." kata Bisma tiba2.

entah mengapa tiba2 dia ingin menge-cat rambut.. dia itu memang aneh!

"apa? kenapa?"

"karena warna emas sudah tak berarti lagi bagiku."

jujur, aku tak mengerti apa maksud Bisma. tapi aku tak mau bertanya dan berpura2 mengerti
saja.

yah.. agar kelihatan tidak bego-bego amat...

"hei! jangan! jangan di-cat ulang!"

"...? " Bisma mengangkat alis kanannya.

sial, dia terlihat menyebalkan sekali kalau melakukan itu..

memang sih dia tak berkata apa2, tapi ekspresinya itu seakan berkata 'apa sih maksudmu..?
seperti idiot saja'

"iya, jangan di-cat ulang. karena aku suka sekali warna emas!"

Bisma menegang. ekspresinya shock seperti melihat setan.

memangnya ada yang salah dari perkataanku?

"hyo... hyori....." gumam Bisma.

Hyori...? si rubah betina itu...?

dia menyebut nama Hyori?

ah tidak, mungkin saja aku salah dengar. karena memang Bisma bergumam dengan suara yang
kecil sekali.

ya, pasti aku salah dengar. tidak mungkin Bisma menyebut2 nama rubah betina itu..

walaupun mungkin, apa hubungannya dan apa maksudnya?


"apa katamu?" tanyaku berusaha meyakinkan kalau Bisma benar2 tidak menggumamkan nama
Hyori.

"tidak... tidak apa2..." kata Bisma mengalihkan mukanya.

tapi aku masih melihat ada ekspresi shock di wajahnya.

aku masih ingin bertanya tentang apa yang dikatakannya barusan, tetapi aku mendengar nama
Bisma dipanggil.

,"zuma....Bisma!!!" suara itu makin jelas terdengar.

aku dan Bisma menengok kearah suara itu.

"i.... ibu.....?" kata Bisma melihat pthellalik suara yang memanggilnya itu.

CRAZY #15

"i.... ibu.....?" kata Bisma melihat pthellalik suara yang memanggilnya itu.

ibu....? ibu Bisma?? kenapa dia bisa ada disini???

+PLAAAAAKKK!!!!!+

"KYAAAA!" teriakku kaget melihat Bisma ditampar oleh ibunya dengan begitu keras.

"Bisma! kamu tidak apa2?!"

"....." Bisma diam saja sambil tetap memegang pipi kirinya yang memerah karena ditampar. pasti
ibunya adalah sebab kenapa Bisma bete dan uring2an sejak tadi pagi. aku yakin itu!

"beraninya! bisa2nya kamu jalan2 sama cewek ini, disaat seharusnya kamu pergi bersama
ibumu?! apa kau tidak tahu bahwa acara ini penting sekali?!" teriak ibu Bisma.

aku melongo saja, saking shock-nya ngeliat ibu Bisma marah2.

masalahnya, dia teriak2 disini. di depanku dan di depan beberapa orang yang sedang lalu lalang.

apakah sedikitpun ibu Bisma tak merasa malu atau setidaknya kasihan kepada Bisma...?

Bisma pasti terluka sekali....

"itu acara yang penting untukmu. bukan untukku." kata Bisma dengan suara datar.

walau Bisma menjawabnya dengan nada biasa, namun ada yang berbeda dari sorot matanya.
sorot mata Bisma saat memandang ibunya mengingatkanku pada caranya memandang Han Bum
dulu.

tetapi ini sedikit berbeda. sorot mata Bisma lebih terlihat seperti 'terluka' daripada 'benci'.

tetapi unsur 'pergi, aku tak membutuhkanmu!' tidak pergi dari sorot matanya kali ini.

"beraninya kau bicara begitu pada ibumu! tentu saja acara itu penting. sepenting apa sih cewek
ini sampai kau malah pergi bersama dia daripada ke acara yang begitu penting?! tak tahukah kau
bahwa banyak sekali sponsor yang membatalkan dananya karena kau tak datang ke acara ini?!
mereka merasa tidak dihargai atas ke-absenanmu hari ini!"

heuk!?! sponsor?! acara apa sih sebenarnya?!

"aku sama sekali tidak peduli dengan sponsor-mu itu. karena kau-lah yang membutuhkan dana
itu, bukan aku. dan kuingatkan, namanya 'April' bukan 'cewek ini'. dia adalah pacarku, dan tentu
saja dia jauh lebih penting dari acara sampah yang kau anggap penting itu."

sungguh, aku terharu mendengar Bisma membelaku.... [Link]

tapi apa boleh dia bicara seperti itu kepada ibunya?

"ayo pergi." kata Bisma sambil menggandengku pergi.

"tunggu! dimana sopan santunmu itu?! aku ini ibumu, dan kamu anakku! berani2nya kau bicara
selancang itu kepadaku!"

teriak ibu Bisma .

Bisma berhenti seakan tertegun oleh perkataan ibunya . dia membalikkan badan menghadap ke
ibunya. "mungkin kau menganggapku sebagai anakmu, tapi aku sama sekali tidak
menganggapmu sebagai ibuku. kau saja memperlakukan anakmu seperti sampah, bukankah anak
adalah cerminan dari orang tua?. jadi, tolong jangan bicara sopan santun denganku, ataupun
coba2 untuk mengaturku." kata Bisma yang lalu menarikku pergi dari sana meninggalkan ibu
Bisma yang terbengong tidak percaya.

aku saja tidak percaya Bisma bisa berkata seperti itu kepada ibunya. bagaimana bisa kata2
seperti itu keluar dari mulut seorang anak..? sebegitu besarnyakah luka Bisma terhadap
ibunya...?

Bisma....

Bisma terus menarikku berjalan menjauh dari ibunya. dia menggenggam tanganku erat sekali,
sampai perih rasanya.
aku diam saja menahan rasa perih di tanganku. karena aku tahu, Bisma pasti lebih sakit daripada
ini.

setidaknya aku bersyukur dia bisa membagi sedikit kepedihannya kepadaku.

setelah 10 menit berlalu dengan berjalan tak tentu arah, Bisma berhenti.

"bisa kau pulang naik bus saja? aku sedang ingin sendiri." kata Bisma menyembunyikan
wajahnya.

aku berpikir apakah sebaiknya aku meninggalkan Bisma sendiri atau tidak. tetapi jawabannya
'tidak'.

aku tahu Bisma membutuhkanku sekarang. dia pasti akan lebih terluka lagi kalau kutinggalkan
sendiri.

"aku tidak mau pulang." kataku.

"apa...?" tanya Bisma bingung sekaligus kesal karena aku menolak permintaannya.

"aku ingin bersamamu. aku tak mau meninggalkanmu sendiri untuk saat ini."

"hhhh..... terserah....." Kata Bisma sebelum akhirnya dia berjalan dengan cepat meninggalkanku.

aku mengikuti Bisma dengan memberi jarak 5 langkah diantara kami, untuk memberinya waktu
sebentar untuk berpkir.

punggung Bisma terlihat begitu sedih dan terluka dari belakang sini.

tak tahan rasanya melihat Bisma seperti itu...

ayahnya sudah punya keluarga lagi.. dan ibunya memperlakukannya seperti itu...

aku punya ayah dan ibu yang menyayangiku,jadi aku tidak betul2 tahu apa yang dirasakan Bisma
sekarang.

Maka, apapun yang kukatakan untuk menghiburnya pasti akan terdengar klise..

tapi aku ingin membantu Bisma. aku ingin Bisma membagi kepahitannya juga kepadaku. aku tak
ingin dia melalui ini semua seorang diri lagi.

"Bisma...." kataku.

"hm?" jawabnya masih terus berjalan 5 langkah di depanku.

"kamu... kamu tidak apa2?"


"tentu saja... memangnya kenapa...?"

selalu saja begini. kenapa sih dia suka sekali menjalani semuanya sendiri?

kenapa dia selalu membuat semua hal seperti tidak terjadi apa2?

bukankah dia hanya akan menyakiti dirinya sendiri dengan begini?!

aku dapat merasakan pedihnya hati Bisma sampai terasa sakit.

selama ini dia pasti kesepian dan jenuh dengan ibunya yang memperlakukannya seperti itu.

aku bahkan bisa percaya bahwa Bisma bukan anaknya,bila dilihat dari perlakuannya yang begitu
kejam pada Bisma.

aku berlari menghampirinya, aku merasa dia terlalu jauh dan tidak terjangkau oleh tangan ini,
aku harus segera mendekapnya dan menghilangkan lukanya. saat dia sudah mendekat dalam
jamahanku, aku memeluknya erat2.

"maafkan aku... maafkan aku..."

"hei...? apa maksudmu? kenapa kamu minta maaf?"

"maafkan aku... huhuhu... hiks.. " aku merasa amat bodoh dan tak berguna.

dimana aku membutuhkan Bisma, dia selalu ada untukku.

tapi disaat2 dia membutuhkanku, aku tak bisa melakukan apa2.

"sudah2...." kata Bisma sambil memelukku dengan 1 tangan dan tangan 1nya lagi mengelus
kepalaku.

"kenapa kau menyimpan semuanya sendiri? ada aku disini bersamamu. walaupun aku tak bisa
membantumu, aku ingin kau membagi sedikit kepedihanmu padaku.. apa itu salah?" isakku
masih dalam dekapan Bisma.

"sudahlah... berhenti menangis.. aku tidak apa2 sungguh. ibuku memang begitu, aku sudah
terbiasa."

"maafkan aku... maafkan aku yang tak bisa membantumu.. maafkan aku yang tak bisa
membelamu.. maafkan aku yang tak bisa berbuat apa2... hiks"

"hei.. sudah dong. ini bukan salahmu.. apa sih yang membuatmu menangis? aku tidak apa2 kok
sungguh." kata Bisma sambil melepas pelukannya.
"tapi aku tidak bisa berbuat apa2 saat kau diperlakukan begitu oleh ibumu. aku bahkan tak bisa
menghiburmu sekarang. hiks..."

"itu tidak benar. aku sangat berterimakasih kau masih disini bersamaku. kau sangat membantu.
mungkin saja aku bisa lepas kendali kepada ibuku kalau kau tidak ada disana. kau benar2
membantu." kata Bisma sambil menghapus air mataku dari pipiku dengan ibu jarinya.

"hiks.... hiks....."

"hei..." Bisma mengangkat daguku keatas dan menghadapkan wajahku ke wajahnya.

"terimakasih...." bisik Bisma sampai akhirnya dia mengecup bibirku.

tangisanku berhenti dalam sekejap begitu Bisma mengecup bibirku.

aku yang takjub sekaligus bahagia hanya bisa memandang Bisma dengan heran.

Bisma tak menjawab apa2, dia hanya tersenyum kecil melihatku. lalu aku memeluknya lagi
dengan amat erat.

"hei....." kata Bisma.

entah kenapa hari ini sepertinya Bisma romantis sekali, "hm...?" kataku sambil terus
membenamkan wajahku di dada Bisma.

"jangan peluk aku kuat2 begini.. nanti ingusmu nempel di bajuku."

dan.... kata2nya itulah yang mengakhiri masa2 romantis kami......

CRAZY #16

setelah kejadian ingus, aku dan Bisma pulang seperti tidak terjadi apa2.

kami tetap berantem seperti biasa, dan dia tetap menyebalkan seperti biasa.

entah kemana perginya Bisma yang romantis itu...?

ah ya! kini aku tahu apa pekerjaan ibunya Bisma , yang sampai membuatnya begitu sibuk.

ternyata ibu Bisma adalah pthellalik hotel paling terkemuka di Jepang!

oh ya ampun..

tapi walapun mereka kaya raya, mereka tidak bahagia.

perbandingan yang kontras sekali dengan keluargaku..


+AAAANNGKAAAATT!!!! ANGKAAAATT!!!! ANKGKAATTT TELPONNYAAAA!!!!
ANGKAAAT!!!+ Hp-ku berbunyi keras sekali.

aku mengganti nada dering HP ku lantaran dering yang kemarin jelek [Link] sepertinya
dering yang ini malah lebih parah -_-

kulihat layar HPku -----> "unknown"

ini pasti Bisma... apa yang dia lakukan telepon malam2 begini?

"hei ingus~~" kata Bisma.

sialan... pasti dia akan memanggilku 'ingus' untuk 2 minggu kedepan... -_-

"siapa ya?" tanyaku pura2 bodoh.

"mau mati....?"

"tidak mau tuh..."

"siapa aku?"

"kamu si pentolan emas."

+TUT~ TUT~ TUUUUT~~~+

sialan.. dia menutup teleponnya begitu saja...

awas. lihat saja besok kalau ketemu. akan kucolok matanya.

aku menekan nomor telepon Bisma lagi,"gitu aja kok marah sih?! " protesku.

"siapa....?" tanya Bisma.

"ini April!"

"siapa itu April?" ukh, dia benar2 bikin aku kesal!!!

"si ingus!! puas?!!"

"oh kamu.... ada apa?" dia sungguh2 bertanya begitu? bukannya aku yang seharusnya bertanya?!

"aku yang nanya kenapa! kenapa telepon tadi?!"

"ga usah teriak2 bisa kan! jadi cewek kok kasar sekali!"
"kan kamu duluan!"

"hhh... ya ampun.... hei, besok ikut aku."

huh, lagi2 dia memerintahku begini! "ikut kemana?!"

"ke butik."

"hah?"

"ke butik!! apa kau tuli?!"

"iya! iya! tidak usah teriak2 kenapa?!!!?! untuk apa ke butik?"

"untuk cari baju lah! nanya lagi!" dia benar2 sukses membangkitkan amarahku...

"tentu saja aku tahu! tapi cari baju buat apa?!"

"acara ibuku."

"oh..." aku langsung tertegun mendengarnya.

"jadi kau ikut kan?"

"ya, aku ikut." tentu saja aku ikut! kapan lagi aku bisa lihat Bisma memakai berbagai macam
pakaian! dia pasti ganteng banget deh..

hihihi........ hahaahahahahahahaaaaaaaaaa!!!!!!!

"oke." +TUT~ TUT~ TUT~ TUUUUT~~~+

dia benar2 kejam. bisa2nya dia langsung menutup telepon cuma setelah bilang 'oke'.. -_-

teryata Bisma masih akan datang ke acara ibunya, kukira dia tidak akan mau pergi ke acara
ibunya lagi.

yah, meski kasar di mulut, tapi aku tahu pasti Bisma menyayangi ibunya walaupun ibunya
sejahat itu.

pasti butik yang mau didatangi Bisma butik ternama yang mahal deh.. -_-

tapi untuk apa ya Bisma mengajakku ikut ke butik segala? masa sih dia memerlukan pendapatku
dalam berpakaian?

apa dia cuma mau sekedar memamerkan pakaian mahal yang dia pakai?
ah, tidak perlu dipikirkan. aku akan tahu jawabannya besok.

**************************************************************

+di sekolah+

"Aprilaaaaaaaa!!! dengar deh!!! dengar!! KYAAAA!!!!" teriak Thella semangat ,tepat di


kupingku.

padahal aku baru saja melangkahkan kakiku masuk ke dalam kelas. tetapi Thella langsung
menyambutku dengan teriakkan super kerasnya itu. huh, setidaknya aku ingin pagi yang tenang
-_-

"iya2! aku dengar kok! kenapa deh harus teriak2 huh!!"

"kau tahu? kau tahu?! aku jadian dengan Reza!! KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!"

apa?! jadian?!

yah... aku tidak kaget sih.. aku sudah bisa menebaknya sejak kapan tau.

mungkin aku tidak kaget, namun penggemar2 Reza yang mendengar teriakkan Thella, semua
melonjak kaget.

"apa?! Reza dengan Thella jadian?!"

"setelah Bisma, aku tak percaya bahkan sampai Reza juga kepincut oleh duo binal itu!! aaah!!"

yah... itu hanya sebagian dari komentar orang sirik.. tapi aku tak peduli.

"oh kalian jadian?" tanyaku kepada Thella dengan nada datar. Thella mengangguk dengan
antusias.

"oh, selamat ya." kataku menepuk pundak Thella, lalu berjalan menuju ke mejaku.

"cuma seperti itu reaksimu?! tidak bisakah kau lebih senang sedikit?! iiih!!! hei, setidaknya kau
harus dengar kronologi jadian kami!!!"

sebetulnya aku tak tertarik, apalagi peduli untuk mendengar, karena aku tahu pasti kalau itu
hanya cerita bodoh.

tapi kalau aku menolak mendengar, pasti Thella pasti akan menggangguku lebih jauh lagi.

tidak ada salahnya juga sih mendengar ceritanya.

"iya2... cerita saja, aku dengar kok." kataku cuek sambil terus membereskan buku2ku di meja.
"aahahahha! ehem! jadi begini, kau tahu kan aku benci sekali sama dokter gigi? kemarin itu
gigiku sakit sekali sampai2 pipiku bengkak. nah, ayahku menarikku paksa ke dokter gigi
beberapa blok dari rumahku. tentu saja aku berontak sampai menangis. eh tahu2nya Reza
datang! dia menarikku dari tangan ayahku!! di bilang,'hei botak! apa yang kau lakukan kepada
pacarku?!'. aku bengong saja saking syoknya melihat Reza datang tiba2. 'jangan berani2 kau
sentuh dia dasar penjahat botak!!' teriak Reza lagi keras2. takut Reza bertindak lebih jauh lagi,
aku mencolek dia dan aku berbisik padanya ,'dia ayahku.'. Reza terkejut sekali, lalu dia langsung
berlutut di tanah ,'maafkan aku ayahanda!! aku sama sekali tidak tahu bahwa ayahanda adalah
ayah dari Thella! dan lagi, ayahanda sama sekali tidak botak! rambutmu sangat indah!' teriaknya.
ayahku sih bengong saja melihat kelakuan Reza saking takjubnya, lalu ayahku bertanya,'Thella..
ini pacarmu?' . 'eh? ehm... i iya...' kataku karena masih dalam keadaan panik dan bingung.
mendengar aku mengakui Reza sebagai pacarku, Reza langsung berdiri dan meloncat2
'HOREEEEEEEEE!!! KAU MAU JADI PACARKU!!!!'. begitulah ceritanya!! selesai!!!"

betul kan...?

apa tebakanku, pasti cuma cerita bodoh -_-

daripada mendengar ceritanya, aku malah lebih takjub mendengar Thella yang bisa bercerita
begitu cepat dan berentet seperti kereta api, tanpa bernafas sama sekali. keren.

"jadi.. apa kamu jadi ke dokter gigi kemarin? sepertinya pipimu tidak bengkak hari ini."

"tentu saja aku jadi. aku jadi berani ke dokter gigi karena Reza menemaniku. pasti inilah yang
namanya kekuatan cinta!!"

yah, terserah saja deh dia mau ngomong apa.. -_-

yang penting bagiku, nanti aku bisa melihat Bisma dengan baju yang keren2!!

dia pasti ganteng sekali KYAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!

+pulang sekolah+

sepanjang pelajaran sampai pulang, si Thella ngoceh tiada henti tentang Reza.

kupingku panas sekali mendengarnya. bahkan sewaktu kami membersihkan toilet, dia juga masih
tetap mengoceh.

pasti dia masih akan mengoceh sampai 2 minggu ke depan... -_-

ah ya, ngomong2 tentang membersihkan toilet, hukumanku ditambah 2 minggu lagi.

itu semua, karena... BISMA!! aku disangka melakukan pemaksaan kepada anak kelas 1, dan
mendapat hukuman tambahan.
bukan aku saja sih yang ditambah masa Hukumannya, tapi Thella juga kena. dia mendapat
tambahan masa penghukuman atas tuduhan membantuku dalam pemaksaan anak kelas 1.. untung
Thella lagi bahagia2nya hari ini, jadi dia gak protes.

karena itulah aku mau mendengar dia ngoceh sepanjang waktu. yah, sebagai tanda penyesalanku
atas penambahan masa hukumannya itu...

kembali ke realita, saat ini aku sedang menunggu si psikopat emas untuk menjemputku.

dia bilang dia akan menjemputku selesainya aku membersihkan toilet. tapi dimana
dia?!!!!!!!!!!!!!!!!!!

sudah 30 menit aku menunggu! mana sudah malam dan lampu sekolah sudah dimatikan lagi!

kalau ada setan gimanaaaaaaaaaa!!! aaaaah!!!

*BROOOM BROOOOM!! CIIII~T!*

seperti biasa, dia datang disaat2 aku sudah bermaksud untuk membunuhnya.

dia memang tepat waktu.... -_-

"LAMA SEKALI SIH!!!!" protesku.

"yang penting aku sudah datang kan? naik." kata Bisma datar.

aku malas untuk membalasnya, jadi aku naik saja tanpa protes lebih jauh.

setelah kali ke 3 aku menaiki motor 'wow' ini, tentu saja aku sudah tidak bergidik seperti kali
pertama dan kedua.

tapi tetap saja smasih ada sensasi tersendiri (tolong jangan anggap aku norak)

yah, yang penting aku harus mengingat agar tidak terlena oleh punggung Bisma hari ini! terlalu
berbahaya, hem!!!

"sudah siap?" tanya Bisma

"sudah!" kataku sambil memeluk perut Bisma.

+BROOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOM!!!!+

Bisma langsung menarik gas-nya dalam kecepatan penuh.

***********************************************************
di perjalanan tadi, walaupun aku sudah terus mengingatkan diriku agar tidak terlena oleh
punggung Bisma, hasilnya adalah 'aku tidak berhasil'. aku terlena oleh punggung lebarnya itu,
malah lebih dalam lagi!

oh ya ampun... lebih baik jangan naik motor lagi deh.. -__-

sekarang aku sudah sampai di butik yang disebut Bisma.

ternyata 'butik' yang dia sebut itu adalah 'Gucci'!! manalagi toko ini ditutup hanya untuk Bisma..

oh ya ampun..

tempat ini sungguh besar dan mewah. dilihat-pun baju2 yang berada disini memang
menggunakan bahan2 yang bagus dan bermodel glamor, pastilah Mahal harganya..

tadi aku iseng2 membuka label harga di sebuah baju yang menurutku sih biasa saja, tapi ternyata
harganya jutaan yen!

ahh!! aku tidak boleh pegang2 barang disini. dibayar dengan 1 bulan gaji ayahku saja mungkin
tidak cukup!

"hei. ngapain sih kamu bengong disitu? cepat cari baju sana. seperti idiot saja." kata Bisma.

"hah? cari baju? bukannya aku hanya menemanimu kesini?"

"untuk apa aku mengajakmu kesini kalau bukan untukmu mencari baju! kau harus menemaniku
di acara ibuku!"

apa?! aku harus menemani Bisma di acara ibunya itu!!!?!!!!

#17

apa?! aku harus menemani Bisma di acara ibunya itu!!!?!!!!

oh ya ampun...

belum pergi saja aku sudah bisa membayangkan, disana pasti perkumpulan orang2 glamor yang
pakai bling2 sana sini.

dan pasti aku disana bengong doang kayak kambing conge. kenapa sih Bisma mengajakku
segala?!

"kenapa?! kenapa aku harus menemanimu?!" teriakku panik.


"bisa gak sih tidak teriak? telingaku bakal putus lama2. tentu saja kamu harus temani aku, kamu
mau aku lepas kendali dan ngamuk2 disana? kalau kamu ikut, setidaknya ada yang bisa
menahanku."

jadi itu maksudnya...

yah betul juga sih. siapapun yang punya ibu seperti ibu Bisma pasti bawaannya ingin marah2
terus. apalagi manusia bertemper tinggi seperti Bisma, dia pasti akan meledak sewaktu2. kemarin
saja, aku takjub Bisma tidak memukul balik ibunya (yah, tidak mungkin juga sih Bisma
melakukannya.. -_-)

"apa tidak ada yang lain? ah! bagaimana kalau kau ajak Dicky atau Reza saja?!"

"kau gila? Reza kan sudah pacaran sama teman bau-mu itu, dia mana ada waktu. lagipula apa
tidak aneh membawa teman cowok ke pesta? nanti aku dikira homo lagi. dimana2 kalau pergi
tentu saja bawa pacar! gimana sih!"

aku memang senang dia begitu mengakuiku sebagai pacarnya, tetapi kenapa sih dia kasar sekali!

pasti senang kalau aku bisa menarik lidahnya.

"ehm.. kalau boleh tau, sebenarnya acara apa sih sampai begitu penting?" tanyaku ragu.

"kau benar2 banyak tanya.. kenapa sih tidak nurut saja.. hhh.."

"setidaknya kau harus beritahu aku kan! aku berhak tahu!"

"iya! iya! ya ampun! jangan teriak2 kenapa!.. aku juga tak begitu tahu, sepertinya 10 tahun
berdirinya hotel atau semacamnyalah. aku tak peduli."

"lalu kenapa kau harus ikut?"

"entahlah.. sepertinya ibu mau memperkenalkan aku sebagai anaknya atau apa.. katanya sih ada
pak menteri, jadi aku harus datang. tapi aku sama sekali tak mengerti apa pentingnya menteri itu
bertemu denganku."

APA!?!?! menteri?!?!?!

oh ya ampun... tak kuduga ternyata Bisma orang sepenting itu...

tentu saja Bisma harus datang ke acara tersebut! masa anak tidak ikut serta dalam bisnis
keluarganya!

yah, bukan berarti ikut serta sih, tapi tentu saja setidaknya Bisma harus nampang disitu biar
sopan.
masa, pak menteri yang sudah bela2in datang tidak disalami oleh pthellalik acara? itu kan bodoh
sekali...

ya.. Bisma bodoh sekali sampai dia tak mengerti. pacarku yang bodoh -__-

"hhh.... dasar kau itu. ya sudah, akan kutemani. tapi jangan harap kau bisa mengaturku ini-itu di
pesta nanti."

"siapa juga yang mau mengaturmu. kau kan tidak bisa diatur."

"apa-"

"hei, carikan baju yang pas untuknya." kata Bisma kepada pelayan toko memotong perkataanku.

tiba2 saja aku sudah ditarik pelayan toko masuk kedalam kamar pas, dan aku disuruh mencoba
gaun yang sudah dipilihkan.

tapi ada yang mengganggu pikiranku, kenapa Bisma duduk dan menonton saja? bukannya dia
harus cari baju juga?

aku mencoba gaun pertama yang berwarna soft. gaun ini melilit tubuhku dengan ketat, dan
dengan panjang selutut. pelayan toko membuka pintu kamar pas dan menyuruhku keluar agar
Bisma bisa melihatnya.

oh ya ampun, masa harus minta pendapat Bisma segala???! aku malu sekaliii!!

aku keluar dari kamar pas dengan malu2 dan pelayan toko bertanya pada Bisma, "bagaimana
dengan yang ini? model ini baru saja keluar 2 minggu lalu. dan warna soft cocok sekali dengan
kulit nona ini."

Bisma cuma memandangku bosan dan menggeleng," uh-huh, ganti dengan yang lain."

dasar sialan.. cuma itu saja komentarnya?! ukh menyebalkan.

aku dibawa masuk lagi ke kamar pas oleh sang pelayan toko yang masih melayaniku dengan
senyum bisnisnya.

aku mencoba gaun ke 2 yang diserahkannya, kali ini adalah long dress berwarna hitam.

saat Bisma melihatnya, dia cuma berkomentar begini, "jelek. dadamu kelihatan rata sekali."

sial... bisa2nya dia ngomong seenak itu... -__-

kali ini gaun ke 3. long dress satin berwarna putih, berlengan panjang dengan jahitan di bagian
pinggang menjulur ke [Link] memperlihatkannya pada Bisma ,"kayak sadako." begitu
komentarnya. dan aku terus mengganti dan mengganti [Link] ini butik mahal dan
ternama, sepertinya butik ini tidak kunjung memuaskan Bisma. aku saja sampai capek ganti baju
terus, mau mati rasanya.

apakah ini salahku sampai semua gaun mahal ini terlihat jelek?

atau memang Bisma saja yang matanya belok?

ada beberapa gaun yang kuanggap manis, tapi tetap saja Bisma tidak menyukainya.

sebenarnya dia mau apa sih?!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

mungkin ini gaun ke-20ku, aku sudah capek sekali dibuat psikopat itu. aku benar2 menyerah!

kalau baju ini tidak juga memuaskan Bisma, aku akan pergi ke pesta itu menggunakan kaos
kutang dan kolor saja!

pokoknya gaun ini adalah gaun terakhir yang akan kucoba! huh!!

sang pelayan toko masih menyunggingkan senyum bisnisnya. tapi kali ini aku lihat ada yang
berbeda dari senyumnya itu, kali ini alis sebelah kanannya terangkat kesal dan keringat keluar
dari dahinya.

yah.. tolong jangan marah kepadaku, disini aku juga korban. kalau mau marah, tolong marahlah
saja ke si kepala bolong itu huhu...

kali ini gaun yang diberikan pelayan toko padaku adalah gaun lengan buntung berwarna
biru,dengan potongan dari leher sampai ke dada. saat kupakai gaunnya, terasa pas sekali di
tubuhku. bukan itu saja, gaun ini membuatku terlihat cantik (tolong jangan pikir aku narsis, tapi
ini kenyataannya) dengan panjang 5 cm diatas lutut yang membuatku terlihat makin tinggi. dan
lagi, bahannya yang lembut sangat nyaman untuk dipakai. aku sangat suka gaun ini! tapi kalau
Bisma tidak suka, aku juga tidak bisa apa2 (secara dia yang membayar gaun yang akan dibeli.)

aku keluar dari kamar pas untuk menunjukkan gaun (terakhir) ini pada [Link] masih
memandangku dengan bosan, tetapi kedua alisnya meninggi. dan dia berkata ,"yah.. itu boleh..."
cuma begitu saja...

aku memang tidak mengharapkan dia terbengong2 melihatku, lalu bergumam,'kamu cantik...'
seperti yang ada di film2 sih..

tapi tetap saja reaksinya datar sekali.. mengesalkan.... -__-

setelah itu aku kembali ke kamar pas dan mengganti gaun dengan seragamku, gaun itu langsung
dibungkus dengan cekatan oleh si pelayan toko, dan di bawa ke kasir.

saat aku keluar dari kamar pas, Bisma masih duduk di tempatnya sambil memandangi lantai
dengan bosan.
"hei, bagaimana dengan bajumu? kamu sudah beli?" tanyaku.

"tentu saja sudah. kita kesini kan untuk mencarikanmu baju, karena aku tahu, kau pasti tidak
punya pakaian formal."

sial... bagaimana dia tahu..?

sthellaskin itukah aku dimatanya..? yah, terserah saja deh..

dan dengan ini, hancur sudah harapanku melihat Bisma dalam balutan baju2 keren... [Link]

aku menunggu di luar saat Bisma sedang membayar gaun lengkap dengan sepatunya (Bisma
mthellalihkan sepatu ber heels-9cm berwarna biru untukku). sebenarnya alasanku menunggu
diluar adalah, karena aku tak mau tahu berapa harga dari gaun dan sepatunya!

kalau aku tahu harganya, pasti aku akan mengasihani diriku sendiri atas betapa 'kere'nya aku...
-__-

"ayo berangkat" kata Bisma tiba2.

sejak kapan dia berada disini? kaget sekali aku, huh.

"berangkat? kemana? bukannya kita mau pulang?"

"sudahlah ikut saja."

"tidak mau." aku harus lebih memperkuat pertahanan diriku, jangan sampai sifat budakku makin
terlihat. aku takkan membiarkan Bisma menyuruh2ku se-enak jidat! ukh!!

"apa katamu....?" kata Bisma memberi tekanan pada suaranya.

"baik bos." akhirnya aku mengikutinya dan mengalir dengan laju motornya... -_-

**********************************************************

kini aku tahu alasan Bisma mengajakku pergi lagi. dia ingin aku membantunya membeli kado
untuk ibunya.

ternyata besok ibunya ulang tahun! dan ternyata..... acara yang dimaksud Bisma juga dimulai
besok!!

akhhh!!! bagaimana bisa dia tak memberitahu aku dari jauh hari?! setidaknya dia harus
memberitahu aku, agar aku dapat menyiapkan hatiku!! dia mengajakku mencari baju hari ini, dan
besok sudah acaranya!! dasar kepala bolong!!!!!!

tapi disini aku bisa merasakan, bahwa sebenarnya jauh dalam hati Bisma, dia mencintai ibunya.
hanya saja dia tidak bisa mengungkapkannya.

buktinya, Bisma mau repot2 mencari kado padahal sudah malam begini. orang tercuek sedunia
seperti Bisma bisa melakukan ini.. aku sungguh takjub. semoga saja ibunya suka dengan kado
pemberian Bisma.

"hei!! sebenarnya kau mau cari apa sih?!" aku berteriak kepadanya, karena sudah 1 jam kami
mutar2 pakai motor.

"......" Bisma diam saja. mungkin dia tidak dengar aku. yah, wajar saja sih, saat ini kami sedang
melaju dengan kecepatan tinggi.

"hei! kau dengar aku?! kau mau cari kado apa?!"

"...."

"aku tahu kamu dengar!!"

"aku... aku tidak tahu mau cari kado apa."

apa?! jadi dari tadi kami mutar2 tanpa tahu tujuan?!

apa ada orang lebih bodoh dari Bisma?!!?!?!?!?!?!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

+PLAAAAKK!!!!+ aku membenturkan helm-ku kuat2 ke helm Bisma.

dan serentak dengan itu, Bisma mengerem motornya.

"apa2an sih kamu?!" Teriak Bisma kesal sambil membuka helm-nya.

aku membuka helm-ku juga,"aku kesal!"

"kesal kenapa sih?! kalau kesal apa urusannya sampai kau menyundul kepalaku begitu!?!"

"karena kau bego sekali!"

"apa-"

"pertama2 kau harus memutuskan dulu mau membeli apa! barulah kau bisa membeli kado!
gimana sih!"

"tentu saja aku tahu! kau sangka aku sebodoh itu!?"

"lalu, apa yang kau putuskan untuk kau beli?"

"......." tuh kan dia tak bisa menjawab. IQ-nya benar2 tengkurap!!!
"hhhh........ apa kesukaan ibumu..?"

"kesukaan?"

"tentu saja!"

"bukankah yang penting beli saja yang bagus dan mahal?" oh ya ampun...

" !!!!?!!!! harga itu tidaklah penting! yang penting adalah memberikan apa yang disenangi oleh
penerima. dengan begitu dia pasti senang sekali!"

Bisma mengusap2 dagunya,"hmm... kesukaan yaa...?"

"iya..."

"dia suka lukisan monalisa."

"...."

"jadi aku harus membelinya?"

"yang lain! yang lain! pasti ada hal lain yang dia suka!"

"hm.... ah, dia suka musik klasik dan benda antik."

selera yang tak biasa....

musik klasik dan benda antik..? apa ya yang sesuai dengan kriteria itu...?

"ah!! bagaimana kalau kau membelikan kotak musik?! dia pasti suka!"

Bisma mengangkat sebelah alisnya, "kotak musik..?"

aku mengangguk dengan antusias.

"oke baiklah... kotak musik. kau benar2 membantu." kata Bisma sambil mengecup pipiku.

...............

........................

............................dia mencium pipiku..?

........................................................ bagaimana bisa dia semanis itu?! KYAAAA!!!!!

wah, aku jadi semangat lagi!!!!


nah, saatnya mencari kotak musik!!!

CRAZY #18

kami berputar2 mencari kotak musik dari toko yang satu ke toko lainnya, tetapi kami tidak
kunjung menemukan yang benar2 pas. memang sih ada kotak musik yang lumayan bagus, tapi
terbuat dari plastik dan tidak antik sama sekali -__-

jadi kami memutuskan untuk mencari ke toko lain lagi. tapi kali ini target kami adalah toko
barang antik. nah, ini dia yang sulit, tidak banyak dan hampir tidak ada toko barang antik di kota
ini! akhh mengesalkan!!

lagipula bisa2nya si kepala bolong ini baru mencari kado, padahal besok sudah ulang tahunnya!
mana kadonya susah didapat lagi... hhh...

sepertinya alam juga tak mendukung kami, hujan deras-pun mulai turun, jadinya Bisma menepi
untuk memakai jas hujan.

jas hujannya hanya ada 1, dan Bisma menyuruhku untuk memakainya.

padahal Bisma-lah yang seharusnya memakai jas hujan ini. bisa terbayang kan, bagaimana
menyusahkan dan dinginnya berkendara motor dengan kecepatan tinggi di malam yang hujan
begini?

hiiih~ aku saja yang dibonceng Bisma sudah kedinginan setengah mati! apalagi Bisma yang
hanya memakai jaket?!

saat aku menyuruh Bisma untuk dia saja yang memakainya, dia melotot dengan pandangan yang
mematikan.

aku tahu tak ada gunanya aku berbuat begini, jadi daripada ribut dan membuat pencarian makin
terhambat, aku menuruti Bisma dan memakai jas hujannya dalam diam.

setelah itu kami langsung berangkat lagi. tujuan kami kali ini adalah toko barang antik yang
berada di pinggiran sungai.

dari tempatnya saja sudah kedengaran antik, semoga saja kami menemukan kotak musik yang
kami cari disana (dan aku juga sangat berharap kami menemukannya, karena ini sudah toko ke-9
yang kami kunjungi, dan ini sudah pukul 8 malam -_-).

sepertinya perjalanan ini akan memakan waktu cukup lama. ini juga membuatku makin khawatir
sama Bisma.

apa dia baik2 saja? bagaimana kalau dia masuk angin? ukh, pasti dingin sekali deh...
lalu aku memeluk perut Bisma dengan erat, berharap dengan begitu dia akan merasa sedikit
hangat.

tapi sepertinya tidak, aku malah membuat dia sesak napas, karena aku mendengar dia terbatuk
saat aku mengencangkan pelukanku. jadinya kukurungkan niatku untuk memeluk dia dengan erat
lebih lama lagi.

+CIIITT~~+

Motornya berhenti. sepertinya kami sudah sampai.

"sudah sampai?!" teriakku agar Bisma bisa mendengarku di sela2 suara hujan yang amat besar.

"sudah, cepat turun! hujannya deras sekali!"

Aku turun dari motor. di sela2 hujan yang mengganggu penglihatanku, aku melihat ada sebuah
toko ala Victoria yang bertuliskan "toko barang antik : HELLEN". sepertinya itu toko antik yang
dimaksud Bisma.

Bisma berlari ke arah toko itu, dan aku mengikutinya dari belakang.

+KLINING~+ lonceng berbunyi saat kami memasuki toko.

sinar lampu oranye dan wangi khas dari barang antik menyambutku saat aku memasuki toko.

desain dan penempatan barang2 yang akan dijual ditata begitu rapi dan apik, sehingga enak
dipandang mata.

barang yang dijual macam2, mulai dari boneka, pensil, hingga kursi-pun dijualnya. tapi, yah,
tentu saja semua barang antik.

huh, aku jadi tidak enak karena telah mengotori toko yang cantik ini dengan tubuh basah kami...
-_-

"sedang cari apa?" kata gadis penjaga toko tiba2.

wuah, aku kaget sekali. bagaimana bisa dia tiba2 muncul seperti itu!

"kami sedang mencari kotak musik. yang antik dan bagus dan yang mengeluarkan musik klasik."
jawab Bisma.

sepertinya tanpa dia bilang begitu si penjaga toko juga sudah tahu. secara ini toko barang antik,
pastilah barang yang ada di sini adalah barang antik! dan kotak musik biasanya mengeluarkan
musik klasik! ugh memalukan, aku ingin menjambak Bisma sakin bloon-nya dia. tapi
kukurungkan niatku dalam2 mengingat pengorbanannya saat naik motor tadi.
"kotak musik? ah, tunggu sebentar."

lalu gadis penjaga toko itu mulai mencari2 diantara boneka dan pernak-pernik, setelah itu dia
mengeluarkan sebuah peti kecil dari sela-selanya, dan membawanya kepada kami.

"ini." katanya sambil menyerahkan peti kecil itu pada kami.

ternyata peti kecil yang dia berikan itu adalah Sebuah kotak musik yang terbuat dari kayu. di
penutupnya berukirkan "memory". saat Bisma membuka pentupnya, gerigi-gerigi mulai berputar
dan melantunkan lagu klasik karya Ludwig van Beethoven, "fur elise". sewaktu lagu itu mulai
melantun, 'merry go round' yang berada di dasar kotak mulai naik ke atas dan berputar sesuai
dengan alunan lagu. melihatnya, aku jadi mengingat saat2 dimana ayah dan ibuku mengajakku
ke taman hiburan untuk yang pertama kali saat aku kecil dulu, dan saat2 dimana kami menaiki
'merry go round' bersama2.

kotak musik yang begitu indah, benar2 membangkitkan memori terindah kita. ini kado yang
benar2 pas untuk ibu Bisma.

inilah yang kami cari!! akhirnya kami menemukannya!! yaaayy :DD

"kami beli ini." Kata Bisma sependapat denganku.

***************************************************************

Perjuangan kami mencari kotak musik kesana kemari ternyata tidak sia2.

Sangat beruntung kami bisa mendaatkan kotak musik yang begitu bagus! Kuharap ibu Bisma
menyukainya. :DD

Aku memang senang kami sudah menemukan kado yang sesuai untuk ibu Bisma, tetapi ada yang
mengganggu pikiranku sekarang, dan itu adalah BISMA.

Saat dia mengantarku pulang, aku mendengar dia bersin2 terus di sepanjang perjalanan. Jangan2
dia masuk angin lagi! Bisa gawat! Besok kan acara yang penting sekali!!

Yah, aku berdoa saja agar dia tidak sakit...

+keesokan harinya+

benar2 tidak ada kabar dari Bisma..

sekarang sudah jam 10 pagi, dan Bisma tidak juga menelpon atau mengirim pesan padaku.
Bukankah hari ini acaranya? Aduh, aku juga bodoh sih!! Bagaimana bisa aku tidak tanya jam
berapa dan dimana acara itu diadakan. Aaaakhhh!!! Aku jadi pusing sendiri kalau
mthellakirkannya!!
Ini sudah ke 10 kalinya aku menelpon Bisma, tetapi tak satupun yang diangkat olehnya.

Ukh! Sebenarnya dia kenapa sih?! Kok teleponku gak diangkat-angkat!

Ah, pasti dia tidur deh! Ya! Pasti dia begitu ! >:(

+ANGKAAAAT~~~ ANGKAT TELEPONYAAAA~~~!!+

hp-ku berbunyi. ini pasti Bisma.

"hei! gimana sih?! sebenarnya jadi tidak sih mau pergi?!" protesku.

"..... hosh.... hosh...."

apa2an Bisma ini? dia mendesah seperti orang tolol saja.

"hei! jawab yang benar!!!"

"......April....+tut tut tut~~+ "

hah? apa2an dia??

dia cuma bilang, 'April...' lalu dimatikan begitu saja?

dia sinting apa?!

aku menelponnya lagi, tapi tidak diangkatnya.

kenapa ya dia aneh begitu? jangan2 dia kerApriln? ah tidak tidak, itu tidak mungkin.

atau.. jangan2 dia sedang sakit? ah iya! pasti begitu! dari suaranya saja dia lemas sekali!

dan lagi dia tersengal2 seperti kecapekan begitu! dia pasti sedang sakit karena kehujanan
kemarin! oh ya ampun Bisma....

apa yang harus kulakukan sekarang?!

bagaimana ini? apakah tidak ada yang merawatnya?

ah! Dicky ! pasti Dicky bisa membantuku!

aku langsung menelpon Dicky , "Halo?! Halo Dicky ?!"

"halo... oh, Baby... ada apa....?" suaranya lemas banget, pasti Dicky sedang tidur saat aku
menelponnya. ah.. suaranya saat baru bangun tidur juga sexy..
Tidak April! fokus! fokus! Bisma sedang sakit!

"apakah ada yang merawat Bisma di rumahnya?!" tanyaku buru2.

"ehm...? apa maksud...mu...?" tanya Dicky masih setengah tidur.

"sepertinya Bisma sakit, apakah ada orang di rumahnya yang merawatnya?!"

"apa? dia sakit?"

"iya! cepat!"

"oh iya2 maaf, ehm, dia tinggal sendiri. dia tinggal di apartemen."

apartemen...? jadi tidak ada orang yang merawatnya?!

"baiklah, berikan aku alamatnya, cepat!"

"oh, oh iya, alamat apartemennya di jalan XXX , nomor kamarnya '9'."

"terimakasih!!!" aku langsung menutup teleponku.

sesegera itu, aku langsung menjejalkan obat, gaun, dan sepatu yang dibeli kemarin kedalam tas
olahraga-ku. lalu aku langsung pergi menuju ke apartemen Bisma.

CRAZY #19

aku sampai di apartemen yang ditunjukkan oleh Dicky .

sungguh, apartemen ini keren sekali,ini terlalu keren untuk ukuran anak SMA... O_o!

aku masuk ke lobi apartemen dan menaiki lift menuju kamar nomor '9'.

aku menekan bel dan berbicara pada interphonenya,"Bisma~~ main yuk~~"

tapi tidak dibuka. kucoba lagi, tetap tidak dibuka juga.

bagaimana nih? masa aku harus menunggu disini sampai Bisma keluar?!

aku mencoba membuka pintu, dan ternyata pintunya tidak dikunci.

dasar Bisma.. bagaimana kalau ada maling masuk?

pacarku yang bodoh...

aku masuk ,"permisii....."


tapi tidak ada orang sama sekali. yah, jelas saja sih tidak ada orang, Bisma kan tinggal sendiri.

apakah dia membuat makanan dan mencuci baju sendiri selama ini? aku tak bisa membayangkan
Bisma memasak ataupun mencuci...

aku melepas sepatuku dan meninggalkannya di atas keset, lalu aku masuk melewati ruang tamu
dan dapur, mengarah ke kamar yang berada di pojok.

saat aku membuka pintu kamar, betapa terkejutnya aku menemukan Bisma sedang tertidur di
lantai. dan bukan itu saja, dia masih memakai baju seragam yang kemarin dia pakai! berarti dia
langsung rubuh tanpa mampu melepas bajunya! oh ya ampun Bismaaa!!

"BISMA!!!" teriakku sambil berlari ke arah Bisma.

"uh.. huh? A.. April?" tanya Bisma masih dalam keadaan setengah sadar.

"iya ini aku! kamu tidak apa2?!"

aku menaruh tanganku ke dahi Bisma. ya ampun, dia panas sekali.

"hei, ayo naik ke kasur." kataku, mengalungi tangan kanannya ke bahuku.

Bisma mengerang dan berusaha membuat tubuhnya berdiri. aku membimbingnya naik ke kasur
dan menidurkannya.

pertama, dia harus mengganti baju dulu. bisa2 Bisma tambah sakit memakai baju yang lembab
begini.

aku membuka lemari pakaian Bisma dan meraih apapun yang bisa kujangkau.

lalu kubawa bajunya kepada Bisma,

"Bisma, hei, kau bisa mendengarku? kau harus ganti bajumu." Bisma tak bergthellang.

kurasa aku yang harus menggantikan baju untuknya (tolong jangan anggap aku mesum).

lalu aku mulai membuka kancing Bisma satu per satu, ukh sial! six pack?! tak kuduga! pantas
saja aku merasa perutnya kencang sekali saat aku [Link] aku mengobati punggungnya
dulu, aku tak bisa melihat tubuhnya dengan jelas lantaran gelap. tapi sekarang, aku bisa melihat
dengan jelas! kupikir Bisma langsing saja, tak kuduga ternyata dia berotot begini.. wuih!!! suit
suit!!

April! fokus! fokus! kau tidak boleh begini! Bisma sedang sakit!

setelah aku berhasil membuka kemeja Bisma, aku memakaikan T-shirt yang tadi kuambil.
nah, inilah saatnya... aku.. harus.. membuka.. celananya...

ukh, aku akan menutup mataku. eh tidak tidak, kalau menutup mata bagaimana bisa aku
menggantinya?

ah sudahlah! tak ada waktu berpikir! terobos saja!

baru saja aku bermaksud membuka kancing celana Bisma, tapi Bisma menangkap tanganku.

"kau kira kau mau ngapain...?" kata Bisma tentu saja masih dalam keadaan setengah sadar.

"eh a- aku-"

"keluar dulu sana."

aku langsung keluar tanpa berkata apa2 lantaran malu.

wuah, hampir saja. aku bersyukur aku tidak harus sampai menggantikan celana Bisma juga.

sungguh, aku tidak bohong, aku benar2 bersyukur.

sembari menunggu, aku mengambil kotak P3K yang berada di atas kulkas.

isinya lengkap dari obat antiseptik sampai obat demam. tapi rata2 obat antiseptiknya tinggal
sedikit sekali.

yah, tak heran sih.. Bisma kan sering berantem, pasti obat ini juga sering digunakannya.

dimana sih termometernya? nah, ini dia !

+tok tok tok+ aku mengetuk pintu kamar Bisma.

"sudah selesai gantinya belum..?" tanyaku.

Bisma tidak menjawab apa2. yah, kuanggap itu sebagai 'ya'.

saat aku masuk, Bisma sudah mengganti celananya dan tidur menghadap tembok.

aku menariknya lembut agar dia tidur dengan posisi terlentang dan menyelimutinya.

aku mengambil termometer dan memasukkan termometer itu ke mulutnya.

saat kuambil kembali dan kulihat, '38 derajat'... ya ampun...

Bisma harus istirahat hari ini. dia takkan bisa pergi ke pesta dengan keadaan begini.
sekarang yang pasti Bisma harus minum obat.

aku membangunkan Bisma dalam posisi duduk dan mthellanumkan obat demam cair kepadanya
(Bisma takkan bisa menelan pil dengan kondisi seperti ini, jadinya kuberi dia obat cair).

setelah itu aku menidurkannya lagi.

Bisma butuh banyak istirahat hari ini. sebaiknya dia tak usah datang ke acaranya itu..

mungkin aku akan membiarkannya tidur saja. tapi kalau keadaannya sudah membaik nanti sore,
baru akan kubangunkan.

aku mengelap keringat Bisma dengan handuk yang sudah kuperas dengan air, setidaknya ini bisa
sedikit menurunkan demamnya.

setelah keadaannya cukup membaik, aku pergi ke dapur dan mencoba untuk membuat bubur.
tapi aku menyerah pada percobaan kedua-ku, dan memutuskan untuk delivery saja.

ini sudah jam 4..

biasanya acara2 orang kaya itu diadakan saat malam kan?

biasanya jam 7an.. yah, lihat saja dulu keadaan Bisma sampai jam 6 nanti. kalau demamnya
turun, aku akan membangunkannya untuk pergi ke pesta. kalau belum turun juga, ya sudah
takkan kubangunkan. akan kuterima resikonya nanti, yang penting Bisma tidak tambah sakit.

aku menonton TV sambil menunggu pesanan bubur datang, ternyata pesanannya sampai tidak
selama yang kukira. niatnya sih, aku mau makan bubur ini bersama Bisma saat dia bangun nanti.
tapi apa daya, aku lapar sekali.... jadi kusikat saja bubur bagianku. hehehe

bubur Bisma pasti sudah dingin saat dia terbangun, sebaiknya kupindahkan saja dulu ke pot agar
mudah menghangatkannya nanti.

aku kembali ke kamar Bisma, dia masih tertidur dengan mulut sedikit terbuka.

sedikit mengesalkan sih, melihat Bisma yang masih cakep walau dalam keadaan tidur, dan aku
bertanya2 kapan dia bisa terlihat jelek... hm...

aku mengelap keringatnya lagi dan memeras handuknya di baskom yang sudah kusiapkan.

lalu aku menggenggam tangan Bisma, dan mengamati wajah tidurnya.

duh, puas2in deh aku ngeliatin Bisma seperti ini. kapan lagi aku bisa melihatnya terlihat lemah
selain saat ini? kekeke................................

ukh... aku jadi ngantuk... hem..... nyem nyem nyem....


*********************************************

aku terbangun saking kagetnya,

ukh! jam berapa ini?! harus pergi ke pesta!!

"uh.........." erang Bisma.

ups, sepertinya dia ikut terbangun saat aku menghentakkan tanganku, saat aku terbangun tadi.

"kau sudah bangun..?"tanyaku.

"jam... jam berapa ini....?"tanya Bisma lemah dengan mata masih setengah tertutup.

"uh.. hem.. sekarang jam... jam setengah delapan.."

"pagi?"

"malam."

"apa...? cepat siap-siap..."

"apa?! kamu masih sakit!" kataku sambil merasakan suhu Bisma dari dahinya. dan dia masih
sepanas tadi.

"sudahlah... cepat....."

"tapi-" aku berniat protes lebih jauh, tapi melihat Bisma yang bersikeras seperti ini, aku juga
tidak bisa apa2.

"baiklah...." jawabku lunglai dan mengarah keluar untuk mengganti bajuku.

aku ke kamar mandi dan mencuci mukaku, lalu aku mengganti bajuku dengan gaun yang dibeli
kemarin.

ukh... gaunnya sedikit lecek karena kujejalkan begitu saja ke dalam tas.

yah, tapi tak apalah.. tidak terlihat kok leceknya. inilah bedanya pakaian mahal dan murah!
pakaian mahal tidak mudah lecek!

(mungkin cuma perasaanku saja, tapi biarlah.... )

sedari tadi aku sudah sengaja men-cepol rambutku. agar saat dibuka nanti, hasilnya jadi keriting.

dan, syukurlah... rambutku terurai seperti harapanku.


nah! aku harus terlihat cantik!

mungkin memalukan, tapi aku jujur saja.. AKU TAK TAHU CARA BERDANDAN. jadinya
aku cuma memakai bedak yang kubawa dari rumah secukupnya. tapi begini saja aku sudah
cantik kok, jadi gak usah pakai macam2 deh.

saat aku masuk ke kamar Bisma, aku terpaku di tempatku berdiri seakan aku menemukan
sebongkah emas.

ya, dia kelihatan bersinar sekali, walaupun saat ini dia masih keringatan karena demam, dan
rambutnya acak2an sehabis bangun tidur. Bisma terlihat keren sekali dalam balutan jas itu!

wuah... sungguh, [Link]! cowok emang paling keren kalau pakai jas!

Bisma memakai jas berwarna coklat tua dengan kemeja biru. kalau tidak salah, ini jas yang
dikeluarkan Gucci untuk musim gugur, aku melihat gambarnya tepampang di Gucci store
kemarin. sepertinya jas itu benar2 tercipta untuk Bisma, karena jas itu terlihat begitu sempurna
dalam tubuh Bisma, dan Bisma juga terlihat begitu sempurna dalam jas itu! wuiiih.....

"hhh.........." Bisma menghela napas panjang yang membuatku terbangun dari lamunanku.

sepertinya Bisma kecapekkan sekali, padahal dia cuma bangun dan mengganti baju.

apakah dia bisa bertahan di pesta nanti..?

aku menghampirinya,"kamu tidak apa2...?"

Bisma [Link] memperhatikanku sebentar, lalu dia tersenyum kecil dan berkata ,"kamu
cantik...."

+DUARRR!!!!!!!!!!+

Bisma memujiku?! apakah aku salah dengar?!

apakah otaknya mulai tak beres karena panas di kepalanya?!

aaaaakkhh!!!!!!!!

"te- te- terimakasih..." jawabku malu2. bisa kurasakan wajahku memanas saking malunya.

"ayo keluar..." kata Bisma meletakkan tangannya di pinggangku, menuntunku untuk keluar.

sebenarnya bagian pinggang adalah titik geli-ku sih.. tapi aku tak tega menampik tangan Bisma
saat ini.
huh,coba dia bisa sakit seperti ini terus.. kepribadiannya berubah 180 derajat! seperti gentleman
sejati!!

"tunggu dulu." aku langsung berbalik mengambil handuk kecil dari lemari Bisma.

"kamu membutuhkan ini kalau mau tampil bersih di pesta nanti. kamu keringatan sekali." kataku
sambil mengelap keringat dari wajah Bisma.

Bisma tersenyum, "ayo turun...".

lalu membimbingku turun menuju pintu keluar.

*************************************************

saat aku melihat mobil jemputan Bisma, aku tidak kaget lagi karena aku bisa menduganya.

mobilnya adalah mobil mercedes berwarna hitam yang sungguh elegan.

tetapi ada yang menggangguku, walaupun ini mobil bagus, tapi kenapa pak supir
mengendarainya lama sekali seperti kutu?!

apakah cuma perasaanku saja, karena sudah terbiasa berkendara dengan kecepatan tinggi
bersama Bisma?!

tapi, terimakasih pada pak supir, aku jadi bisa lebih berlama2 bersama Bisma yang tidur di
pundakku. hihihi

sekarang sudah jam 8 lebih, semoga saja kami tidak terlalu terlambat.

dan lagi keadaan Bisma mengkhawatirkan, kami tidak boleh berlama2 disini.

aku dan Bisma sudah berada di lobi dan sedang mengarah ke tempat acara, tapi ada yang
mengganggu pikiranku..

daritadi Bisma nenteng-nenteng kantung kertas seperti orang o'on saja, sebenarnya apa sih isi
kantung itu??

dan juga, kenapa sih orang2 melirikku begitu? apa aura miskinku terpancar?!

hotel ini mengintimidasiku... sepertinya tempat ini tidak menerima keberadaanku disini..

tempat ini terlalu beda dari tempatku berada! disini perkumpulan orang2 glamor dan manusia
bling2..

tapi aku akan bertahan dthella Bisma! semangat!!


kami memasuki ballroom tempat acara diadakan. ballroom ini sungguh besar dan megah,
mengingatkanku dengan 'titanic'.

ya, tidak ada kata lain yang lebih tepat selain titanic.

banyak sekali orang di ballroom ini, tapi mataku masih saja dapat menemukan ibu Bisma.

yah, ibu Bisma memang yang paling menonjol dari orang2 yang berada disini.

selain dia yang paling cantik, gaun merahnya itu sangat mengundang mata untuk menatapnya.

sepertinya ibu Bisma juga melihat kedatangan kami, dia tersenyum kepada tamu yang sedang
berbincang dengannya, dan memohon diri untuk pergi.

ibu Bisma berjalan ke arah kami , "Bisma, ikut ibu sebentar" kata ibu Bisma masih dengan
senyum merekah di bibirnya.

aku bermaksud untuk menunggu saja, tetapi Bisma menggandeng tanganku, dan mau tidak mau
aku harus mengikutinya.

sesekali orang memberi salam dan membungkuk saat ibu Bisma lewat, tetapi tak kalah banyak
juga orang yang menyalami Bisma,dan aku cuma mengikuti Bisma dengan kepala tertunduk.

ibu Bisma membimbing kami ke private room yang berada di ujung ballroom, lalu kami masuk
ke dalam.

sesudah kami masuk ke dalam, ibu Bisma berdiri terdiam membelakangi kami dengan kedua
tangan disilangkan.

dia menghela napas panjang , lalu berbalik ke arah Bisma,

+PLAAAAKKK!!!!+ ditamparnya pipi Bisma.

aku terhentak kaget.

bagaimana bisa, ibu Bisma selalu menampar setiap kali dia bertemu Bisma?! apakah itu salam
diantara mereka?!

ditambah lagi, Bisma sedang sakit! dia memperparah keadaan Bisma!

"Bisma!! tante- bagaimana bisa tante melakukan ini pada Bisma?!" teriakku marah, dan sedikit
lepas kendali.

aku tahu kalau aku tak boleh ikut campur dalam urusan keluarga, tetapi aku tak tahan lagi!

"lebih baik kau diam. ini bukan urusanmu." kata ibu Bisma dingin.
aku ingin membalas, tetapi aku mengurungkan niatku sekuat mungkin. karena aku tahu, kalau
aku membalas, keadaan malah makin parah.

"kau pikir sekarang jam berapa?" tanya ibu Bisma dingin kepada Bisma.

aku mengepalkan tanganku kuat2 dengan harapan, aku dapat menahan amarahku.

"....." Bisma diam saja.

"apa kau tak tahu acara ini amat penting?! pak menteri sudah pulang! tak tahukah kau betapa
sibuknya dia?! bisa2nya kau sama sekali tak punya sopan santun untuk sekedar memberi salam
kepadanya!"

bisa2nya nenek tua ini bicara seenak kentut! padahal dia tak tahu pengorbanan Bisma dari
kemarin hingga saat ini!

ingin sekali kuacak2 make upnya itu dan kucabuti bulu hidungnya satu per satu!!! ukh!!!!!

April... tarik nafas.... jangan biarkan kamu lepas kendali..

"tidak bisa kupercaya, kau adalah anakku..."

tahan April... kau pasti bisa... tahan....

"padahal kau cuma anak pembangkang yang tak berguna!"

cukup! ini sudah sampai batasnya! aku tidak sanggup lagi menahan diri!!

tanpa peringatan dariku, ternyata tanganku sudah lebih dulu bekerja sebelum pikiranku sendiri
dapat menangkap apa yang sedang tanganku lakukan. bisa dibilang, tanganku bekerja sendiri....

+SPLASSSSHHH!!!!!!!!+

[Link].

CRAZY #20

+pluk, pluk, pluk+

perlahan2 orange juice yang kusiram mulai menetes dari rambut ibu Bisma.

aku cuma bisa ternganga atas kelakuanku.

aku tak percaya aku bisa lepas kendali pada calon mertua-ku !!!

manalagi yang kusiram itu bukan air putih, melainkan orange juice yang pastinya 'lengket' sekali.
tapi yang aneh, aku lebih merasa lega daripada merasa menyesal.

"apa.. apaan kau.....?" kata ibu Bisma dengan nada yang mengerikan.

dia menatapku dengan tatapan mematikan yang sedikit membuatku bergidik ngeri. tapi
tatapannya itu masih tidak ada apa2nya dibandingkan tatapan mengintimidasi Bisma dulu.

"ehm... ma- maafkan aku." kataku dengan nada menyesal. tapi aku tahu bahwa ibu Bisma
menyadari ketidak sesalanku dari ekspresiku, dan aku juga mengharapkan itu.

"beraninya kau... terhadapku.. kau pikir siapa dirimu hah?! kau bangga karena sudah bisa
menjadi pacar anak bodohku ini?! kau seharusnya lebih menyadari statusmu itu! kau sudah
merasa hebat?!"

"apa katamu-" aku mau protes lebih lanjut, tapi Bisma mengangkat tangannya di hadapanku,
memberi kode agar aku tidak bicara lebih jauh lagi.

"sudah cukup..." kata Bisma.

"cih...." aku mendengus saking bencinya aku pada ibu Bisma.

UNTUNG BISMA MENGHENTIKANKU! KALAU TIDAK, SUDAH KUACAK2 MAKE UP


TEBALMU ITU NENEK TUA!!!

"sebaiknya kau jaga perilaku gadismu itu! dia sama sekali tidak punya tata krama seperti monyet
saja! bukankah sebaiknya kau mencari gadis lain yang lebih bermartabat dari ini?! kau sudah
tidak bermartabat, setidaknya carilah gadis yang bermartabat untuk menutupinya!"

APA?! MONYET?! AKU DISEBUT MONYET?! AAAAH!!! BISA GILA AKU!!! AAAHH!!!!
KEPALAKU MAU PECAH!!

DAN BISA2NYA DIA BICARA TENTANG MARTABAT! PADAHAL DIA SENDIRI


ADALAH NENEK TUA YANG TIDAK BERMARTABAT!!! AAAAKHH!!! GATAL
SEKALI TANGANKU!!! AAAAHH!!!

"ibu....." panggil Bisma.

"kau hanya menyusahkan! padahal aku hanya mthellantamu untuk hadir pada acara ini dan
menyalami pak menteri! tapi apa yang kaulakukan padaku?! kau membawa gadis monyet ini,
dan dia menyiramku!!!"

"ibu....."

"lihat bagaimana keadaanku sekarang! padahal aku masih harus menyalami banyak tamu!!
apakah-"
"ibu!!!" teriak Bisma. saat itu juga, ibu Bisma menutup mulutnya dan terdiam seperti anak kecil
yang ketakutan. aku yang sedang asyik mengutuki ibu Bisma dalam hati, ikut berhenti juga
mendengar teriakan Bisma.

Bisma mengangkat kantung kertas yang dia bawa sejak tadi ke hadapan ibunya.

"ibu...." kata Bisma dalam.

".......selamat ulang tahun......."

".............." ibu Bisma terdiam , dan hanya memandangi Bisma heran.

jadi.... kantung itu berisi kotak musik yang kami beli kemarin...?

sedari tadi dia memegang kantung itu bak benda berharga, ternyata itu hadiah untuk ibunya.

aku saja sudah lupa kalau hari ini ibunya berulang tahun karena kemarahanku kepadanya. tapi
Bisma masih ingat, dan masih sudi memberi hadiah kepada ibu yang telah mengutukinya itu...

Bisma....

ibu Bisma terdiam memandangi Bisma dengan tatapan terluka sekaligus tidak percaya.

semoga saja dia bisa mengerti perasaan Bisma lewat hadiah itu...

sial, aku terharu sekali melihat Bisma seperti ini.... huhuhu!! BISMAAAAA!!!!!!

"kami pergi dulu." kata Bisma sambil menggandengku menuju pintu keluar.

aku menengok ke belakang untuk sesaat, pada saat itu, ibu Bisma masih memandangi sosok
Bisma dengan wajah penuh rasa sesal.

bagaimana..? kau pasti menyesal bukan, telah menyia2kan anak sebaik Bisma...?

sebaiknya kau belajar dari kesalahanmu hari ini, nenek tua....

******************************************************

berjalan menuju ke mobil saja, sudah merupakan perjuangan keras bagi Bisma.

keadaannya makin parah sekarang. dan aku yakin demamnya naik lagi, karena tubuh Bisma
benar2 panas dibanding tadi.

tadinya aku ingin membawanya ke RS, tapi Bisma menolak dan mthellanta pulang saja. jadinya
aku memapah Bisma ke kamar apartemennya, dengan bantuan dari pak supir. karena kali ini
Bisma sudah benar2 tidak bisa bergerak.
setelah merebahkan Bisma di kasur, pak supir memohon diri. dan tinggalah kami berdua disini.

aku kehabisan napas saking capeknya, tenagaku terkuras untuk memapah Bisma sampai ke sini.

hhh.... sebaiknya aku istirahat sebentar sebelum merawat Bisma lagi..

hari ini benar2 melelahkan lahir batin! faktor utamanya tentu saja karena nenek tua itu..

mengingat mukanya saja aku kesal..... >:(

Bisma keringatan sekali, dia harus mengganti bajunya.

ini sudah ke 2 kalinya aku menggantikan pakaian untuk Bisma, jadinya aku sudah tak segugup
yang pertama.

aku mengelap badannya dengan lap basah, karena pastilah tak enak tidur dengan badan lengket
sehabis keringatan.

setelah mengelap badan Bisma, aku memakaikan T-shirt kepadanya.

nah, aku tahu dibalik celana panjang ini Bisma memakai celana pendek lagi.

jadi, aku hanya perlu membuka celana panjangnya saja. jadi aku tak perlu melakukan dan
melihat yang tidak2.

aku mengukur lagi suhu badan Bisma, yang benar saja! '39 derajat'!

oh ya ampun.. makin tinggi saja demamnya...

aku harus mthellanumkannya obat dan menyuruh Bisma makan, karena Bisma belum makan
sejak tadi pagi. ah, mungkin dia belum makan dari kemarin malam! huh, pantas saja demamnya
terus naik.. dia tidak punya energi karena belum makan! aduh bodohnya aku ini..

aku mengelap keringat di wajah Bisma sampai ke lehernya. setelah Bisma kelihatan tidur lebih
nyenyak, aku memutuskan untuk pergi keluar membeli obat dan membeli bubur (bubur yang
kubeli untuk Bisma tadi siang sudah basi, jadinya aku harus beli lagi -_-).

kalau tak salah, di depan apartemen ini ada tempat makan dan apotek.

untunglah tempat ini begitu strategis, jadinya aku tak perlu berlama2 meninggalkan Bisma.

Kasihan Bisma..

apakah selama ini dia selalu sendiri seperti ini?

apakah kalau dia sakit tidak ada yang merawatnya?


Bisma... kamu pasti kesepian sekali..

coba saja ibumu lebih perhatian sedikit dan tidak bertindak seenak jidat! pasti kamu lebih
bahagia..

sekarang sudah jam 11 malam, ayah dan ibu pasti mencariku.

tapi aku tidak bisa meninggalkan Bisma sendirian untuk saat ini,sebaiknya aku menelpon untuk
bilang aku menginap di rumah teman hari ini.

"halo, ibu? ibu, ini aku April. hari ini aku menginap di rumah teman bu, lagipula besok hari
minggu. ya, aku akan pulang besok siang. ya, sampai jumpa."

syukurlah ibu tak bertanya aku menginap di rumah siapa. jadinya aku tak perlu berbohong..

aku bilang menginap di rumah 'teman' kan? jadi, pada dasarnya aku tak berbohong.....

.....................

..............................

ya! baiklah aku mengaku kalau aku hanya mencari alasan untuk menutupi dosaku!

tapi kali ini Bisma benar2 gawat, aku tidak bisa meninggalkannya!

lagipula aku takkan berbuat aneh2 padanya kok..

yah, tetap saja sih.. yang namanya berbohong tetap saja berbohong... MAAFKAN AKU IBU,
AYAH!!!

nah, sebaiknya aku pergi membeli obat dan bubur sekarang (dan membeli makanan untukku juga
tentunya)!

kunci apartemen Bisma kubawa, tidak apa2 kan? toh tidak seperti aku mau mencuri atau mau
menjual apartemennya. jadi tak apalah aku pinjam kuncinya sebentar.. daripada ada maling
masuk nanti.

aku keluar dari apartemen Bisma dan mengunci pintunya, aku turun ke lobi dan mengarah
keluar.

wuah, ternyata tempat ini benar2 strategis!

begitu keluar, aku langsung bisa mendapati apotek 24 jam dan rumah makan.

oh ya ampun.. pasti asyik deh tinggal disini... -__-


aku membeli obat demam dan plester penurun panas di apotek 24 jam, lalu aku pergi ke rumah
makan membeli bubur untuk Bisma, dan ramen untukku. syukurlah aku membawa cukup banyak
uang hari ini.. kalau tidak bisa mampus si Bisma itu.. -__-

hmm, apakah sebaiknya aku beli minuman isotonik untuk Bisma? sepertinya dia memerlukan
minuman isotonik, dia mengeluarkan banyak keringat sih. jadi sebaiknya aku beli beberapa
untuk persediaan.

betapa baiknya aku ini.. sepertinya aku sudah cocok jadi istri.. kekeke..

aku mengarah kembali ke apartemen dengan barang belanjaan penuh di kedua tanganku.

aku harus cepat2 kembali nih, sebelum Bisma benar2 mati..

aku menaiki lift dan menuju ke kamar nomor '9',

eh? lho lho lho? siapa itu di depan pintu? untuk apa dia malam2 begini mondar-mandir di depan
kamar Bisma?

penguntit? pembunuh? pemerkosa? perampok?

ah, perasaanku saja.... ternyata itu adalah ............... ibu Bisma.....

APA?! IBU BISMA?! SEDANG APA DIA DISITU?! NGAPAIN DIA MONDAR MANDIR
SEPERTI MANIAK DISITU?!

yah, tak ada salahnya mencari tahu..

aku mendekati nenek sihir itu,"apa maumu...?"

"eh- a- aku cuma mau bertemu Bisma" jawabnya gugup.

"untuk apa? menamparnya lagi?"

"sebaiknya jaga mulutmu. biarpun begitu, aku masih tetap ibunya." katanya angkuh.

cih.. masih bisa bicara sok?!

"dia tidak bisa ditemui." kataku cuek sambil membuka kunci apartemen.

"biarkan aku..."

"hah?"

"biarkan aku.."
"apa maksud tante?"

"biarkan aku bertemu dengannya..."

bertemu...? bagaimana bisa dia seegois ini setelah menyakiti Bisma begitu jauh?!

"bisa2nya tante bicara seegois itu?! padahal tante sendiri yang telah melukainya! jadi apa
gunanya bertemu kalau untuk menyakitinya!"

teriakku mulai kehilangan kontrol atas emosiku.

"biarkan aku bertemu dengan anak bodohku itu.." kata ibu Bisma masih dengan gaya angkuhnya.

"tidak bisa."

"kenapa?! apa hak-mu melarangku begitu?! dia anakku!"

"dia sedang sakit.."

"apa?"

"ya! dia sedang sakit! kau yang menyebut dirimu ibunya, bahkan tidak tahu bahwa Bisma sedang
sakit!"

"....." ibu Bisma diam saja sambil menatapku tak percaya.

sudah terlanjur ngomong, jadi sekalian sajalah! sekalian melampiaskan amarahku padanya ,"
mungkin kau tidak tahu atau bahkan kau sama sekali tidak peduli, tetapi dia sedang sakit! dia
bahkan rela menyeret tubuh sakitnya itu, untuk menurutimu hadir di pesta! tapi apa yang kau
lakukan padanya?! kau hanya menghakiminya tanpa tahu kebenarannya! kau cuma bisa melihat
dia dari segi negatifnya! dan kau tahu kenapa dia bisa sakit..? itu karena dia mencari hadiah
untuk hari ulang tahunmu itu, yang tepatnya [Link]..."

"apa...? apa katamu?"

"ya! dia rela hujan2an sampai malam hanya untuk mencari hadiah untuk orang yang sama sekali
tidak menghargainya!dan orang itu adalah ibunya sendiri.. Kau! "

"bisa2nya... bisa2nya..." gumam ibu Bisma, segelintir air mata mulai jatuh ke pipinya.

"bagaimana bisa dia melakukan itu... dia yang kupikir selama ini tidak menganggapku sebagai
ibu, melakukannya... bagaimana bisa...?"

"........" aku terdiam saja melihat air mata mulai mengalir deras di pipi ibu Bisma.
"aku pikir dia tidak mencintaiku.. dia yang lebih mthellalih tinggal bersama ayahnya daripada
bersamaku...namun saat dia kembali, aku ingin mempertahankan dia disisiku untuk selamanya.
walaupun aku tahu aku bukan ibu yang pantas baginya... aku hanya ingin menyampaikan rasa
[Link] entah sejak kapan, rasa sayang itu tersampaikan menjadi luka dihatinya...
entah sejak kapan kata2 cinta berubah jadi kutukan di bibirku...aku.. aku hanya tak tahu
bagaimana cara meng-ekspresikan rasa sayangku...kumohon, biarkan aku bertemu dengannya...
kesempatan kedua ini takkan ku sia2kan...."

"..........."

ternyata sama saja seperti Bisma,

mereka berdua sama2 tidak bisa mengekspresikan rasa sayang mereka satu sama lain.

dan tanpa mereka sengajai, mereka salah mengekspresikan cinta menjadi benci.

andai saja mereka bisa mengekspresikan diri lebih baik, pasti mereka akan lebih bahagia.

memang buah tak jatuh jauh dari pohonnya -__-

"baiklah, tante boleh masuk... tapi Bisma sedang tidur, jadi tolong jangan berisik."

entah siapa yang ibunya disini.... = ='

"hiks... baik." katanya sambil mencoba menghentikan tangisnya.

aku membuka pintu dan membawa belanjaanku masuk, ibu Bisma mengikutiku dari belakang.

aku menyuruhnya menunggu di ruang tamu sebentar selagi aku meletakkan barangku di dapur.

"disini kamarnya.. ayo masuk" kataku.

ibu Bisma terlihat gugup, tapi dia mengikutiku masuk.

"Bisma...." gumam ibu Bisma melihat anaknya yang sedang terbaring lemah.

ibu Bisma berjongkok di sisi kasur Bisma, dan dia membelai rambut yang ada di dahi Bisma.

"maafkan ibu.... maafkan ibu..." isaknya.

perlahan air mata mulai menetes dari pipinya dan jatuh di atas pipi Bisma.

"ng...?" erang Bisma.

"i... ibu....?"
"iya, ini ibu.. maafkan ibu ya Bisma.. ibu bersalah..."

Bisma heran dengan keberadaan ibunya disini, dan dia mulai memaksa badannya untuk duduk.

"kenapa ibu bisa ada disini...?"

"ibu ingin mthellanta maaf padamu Bisma.. maafkan ibu... ibu telah banyak melukaimu selama
ini.."

"........."

"maafkan ibu.... maafkan ibu...."

Bisma membelai pundak ibunya,"ibu... tidak apa2 kok, sungguh. memangnya ibu salah apa?"

aku tahu sebenarnya Bisma tahu mengapa ibunya minta maaf, tapi dia berpura2 tak tahu apa2
agar tidak membuat ibunya jauh lebih sedih.

aku bangga punya pacar seperti Bisma.

uh sialan, aku jadi ikut menangis deh... ukh! jangan sampai aku menangis! bakal memalukan
sekali!

"Bisma... Bisma..." isak ibu Bisma.

"ibu... sudahlah...."

"......... hiks..............."

"sudahlah ibu.... jangan menangis lagi.. aku tidak apa2, sungguh."

ibu Bisma menyeka air matanya," Bisma, ibu ada permintaan, mau kan kamu datang lagi ke
pesta berikutnya? kali ini ibu akan mengenalkan anak kebanggaan ibu ini kepada semuanya."
kata ibu Bisma sambil mengacak2 rambut Bisma.

Bisma tersenyum," ya. "

******************************************************

sudah hampir 30 menit aku meninggalkan ibu Bisma dan Bisma berdua agar bisa mendapat
privasi, tapi ibunya tak kunjung keluar juga.

hmmm..... berarti semuanya baik2 saja.......

senang rasanya melihat mereka berdua rukun seperti itu :DD


aku sudah memakan ramen yang tadi kubeli, dan bubur yang kubeli untuk Bisma sudah
kuserahkan pada ibunya agar dia bisa menyuapi Bisma. pertama sih, ibu Bisma menolak karena
malu untuk menyuapi Bisma, tapi kupaksa saja dia.

dan akhirnya? dia senang tuh bisa menyuapi anaknya. dasar orang tua jaman sekarang.... = ='

sambil menunggu, aku iseng2 duduk di sofa sambil ngthellal dan nonton Tv.

wuah,chanel Tv di apartemen Bisma banyak sekali! pasti asyik sekali deh, kalau chanel TV di
rumahku sebanyak ini.

nah, acara apa ini? kayaknya bagus nih film bule.. untung ada subtitle-nya jadi aku mengerti.
coba2 sajalah aku menonton ini, siapa tahu bagus..

lho lho lho? mereka mulai ngapain tuh? kok mereka buka baju?! iiih! oh ya ampun!!

oh tidak! aku harus cepat2 mengganti chanel!! dimana remotenya?! dimana?!

"asyik banget nonton filmnya.. sudah kuduga kau pasti suka film mesum seperti ini."

ASTAGA NAGA! sejak kapan ibu Bisma berada disitu?! oh tidak! dia pasti menyangka aku
sedang nonton bokep!

ah tidak!! aku malu sekaliii!!!!

"eh- eh! i- ini tidak seperti yang tante pikirkan! aku tak bermaksud menonton ini, sungguh!"

"ah sudahlah, gejolak masa muda 'kan memang sulit untuk dilawan.. apalagi di masa2 remaja ini,
hormon berkembang dengan amat cepat.."

"a- apa?! tidak tante! sungguh! bukan seperti itu!"

"sudahlah... hei, aku mau pulang. dimana tas-ku?"

"eh, lho? kok sudah mau pulang? Bisma gimana...? i- ini tas-nya."

"dia tertidur. tentu saja aku harus pulang, karena rambutku lengket sekali akibat orange juice-mu
itu."

ups mati aku...

ibu Bisma berjalan menuju pintu keluar, dan aku mengikutinya dari belakang sambil terus
mengutuki diriku sendiri akan betapa bodohnya aku bisa kehilangan kendali atas calon mertua-
ku sendiri.
tiba2 dia berhenti dan membalikkan badannya," hei... asal kau tahu, aku belum mengakui gadis
monyet sepertimu sabagai menantuku."

ya ya ya, aku juga tahu kok ibu mertua... = ='

"tapi, kau harus datang ke pesta berikutnya yang diadakan 7 hari lagi."

apa?! dia mengundangku?!

ahaaha!!!!dan lagi, tadi dia menyebut 'belum mengakui' bukannya 'tidak mengakui' , berarti aku
masih punya harapan!!

yaaaaayyy!!!!!

"lagipula,sepertinya punya menantu monyet kayak kamu tidak jelek2 amat.."

dia memang mengucapkan ini dengan suara yang amat kecil, tapi aku bisa mendengarnya.

cuma saja, aku berpura2 tidak mendengar dan tersenyum dalam hati. hihihi

"iya!! selamat jalan ibu mertua!! hati2 di jalan!!" kataku sambil membungkukkan badanku.

"apa katamu..? cih, dasar anak monyet.." kata ibu Bisma.

walaupun dia menyembunyikan wajahnya, aku bisa melihat kupingnya memerah karena malu
aku menyebutnya 'ibu mertua'. hehehe, dia memang sama seperti Bisma! Kuping Bisma juga
memerah setiap kali dia merasa malu. hihihi

aah.... entah mengapa lega sekali rasanya..

ternyata ibu Bisma tidak parah2 amat, dia baik juga.

pasti beban berat yang selama ini dipikul Bisma-pun telah hilang ^^

ukh! senang sekali rasanya!

mood-ku lagi bagus nih!akan kurawat Bisma sebaik mungkin hari ini! hehehe

aku mau ambil air dan handuk ah, untuk mengelap keringat Bisma agar tidurnya lebih nyenyak
lagi :DD

dan setelah itu, aku akan memandangi wajah tidur Bisma sepuas2nya! hahaha!!

aku membawa baskom berisi air dan handuk ke kamar Bisma.

Bisma terlihat nyenyak dengan senyum kecil tersungging di bibirnya.


dia pasti sedang bermimpi indah sekarang ^^

aku memeras handuk dan menyeka wajah Bisma, Bisma bergerak terlihat menikmatinya.

"em... nyem nyem nyem..." igau Bisma.

hehehe, ternyata dia bisa mengigau juga? hahaha, dia pasti sedang mimpi indah sekali sekarang
^^

pasti nyaman ya dibasuh dengan handuk dingin begini, Bisma? akan kuseka lagi wajahmu!

"sih....." igau Bisma lagi.

heh? 'sih...' ? apa maksudnya..?

"terimakasih.. telah...membantuku.. hari ini...."

hm??? jadi dia mthellampikan hari ini?? hahaha, pasti dia senang sekali hari ini, sampai2 terbawa
mimpi ^^

"terima kasih telah membantuku hari ini........"

dia berterimakasih pada siapa sih sebenarnya? dari tadi ngoceh begitu terus, kekeke.

"terimakasih..... hyori........"

apa.....?

Hyori.....?

tidak, tidak... aku pasti salah dengar....

"Hyori........" igau Bisma sambil berguling menghadap tembok.

Bisma mthellampikan Hyori....?

sejak tadi kau mthellampikan rubah betina itu...?

senyum yang tersungging di wajah tidurmu itu, juga karena kau mthellampikannya...?

apakah kau begitu gembira karena dapat bertemu dengannya walau hanya dalam mimpi...?

apakah kau begitu merindukan waktu yang kau lewatkan bersamanya, sampai2 kau
mthellampikannya...?

tidak, April!
kamu tidak boleh berpikir yang aneh2 seperti itu!

tidak mungkin Bisma masih menyukai rubah betina itu!

itu cuma mimpi! mimpi'kan tidak bisa diatur, mimpi pasti datang dengan sendirinya!

kamu juga pernah'kan mthellampikan cowok lain selain Bisma..

ya... aku juga bermimpi tentang Dicky kok minggu lalu...

dan itu cuma mimpi, mimpi tidak berarti apa2...

ya, itu tidak berarti apa2....

huh...?

apa ini...?

air mata...? sejak kapan aku mulai menangis?

aku sama sekali tidak berniat menangis. tapi kenapa air mata ini jatuh dengan sendirinya?

walau aku tahu itu cuma mimpi, tapi kenapa hatiku begitu sakit mendengar nama Hyori keluar
dari bibir Bisma?

apakah jauh di dalam hatiku, aku tahu bahwa di hati kecil Bisma, Hyori masih berada disana?

apakah selama ini aku hanya berpura2 tidak menyadarinya, agar aku dapat mempertahankan
Bisma disisiku?

tidak April.. itu hanya mimpi... tidak lebih.....

malam itu, aku menangis tanpa suara agar Bisma tidak mendengarnya...

CRAZY #21

aku ingin menangis,

ingin menangis sekeras2nya,

kalau saja air mata ini tak mengering, pasti aku sudah melakukannya..

April...

kamu bodoh...
kamu adalah pacar terburuk di dunia...

seharusnya kau lebih mempercayai Bisma...

apa kau tak ingat masa2 yang kau jalani bersama Bisma?

tak mungkin bukan, dia pacaran denganmu sedangkan dia menyukai wanita lain....?

aduh, mikir apa sih aku ini?

kalau berpikir seperti ini, malah memojokkan diriku sendiri!

aku malah tambah stress kalau [Link] aku lebih mempercayai Bisma.

selama ini aku telah menolak untuk mempercayainya dan membuatnya terluka berulang kali,
tetapi kenapa aku malah melakukannya lagi?

aku juga sudah terus mengatakan kepada diriku agar mempercayainya, tetapi mengapa diriku
menolak untuk percaya?

apakah sesungguhnya aku menjadi penghalang Bisma dan Hyori...?

*NYUUT*

dengan menyebutkan nama Hyori saja, hatiku sudah senyeri ini..

aku tak mau Bisma kembali kepadanya, aku ingin menahan Bisma disisiku..

tapi apakah aku boleh menjadi begini egois?

oh ya ampun April, berhenti mthellakirkannya!!

dari tadi aku hanya menatap layar televisi tanpa satu acara-pun yang dapat masuk ke otakku.

walaupun aku terlihat sedang menonton, tapi pikiranku tetap fokus kepada Bisma.

kenapa aku jadi stress begini sih cuma gara2 mimpi?! bodoh! bodoh!

"ngapain kamu mukulin diri sendiri? seperti idiot saja..." komentar Bisma, heran melihat
tingkahku.

"Bisma?! mengagetkan saja, kamu sudah bangun?!" tanyaku kaget.

"tentu saja, kau pikir jam berapa sekarang?"

heuk! sudah jam setengah sepuluh?!


berarti semalaman aku tidak tidur?!

tak bisa kupercaya aku jadi se-sinting ini!

"kamu yang merawatku semalam?" tanya Bisma lagi.

"eh? uh, i- iya"

Bisma tersenyum kecil,"oh..... hem, te- terima kasih untuk kemarin..."

wajah apa itu?!

Bisma bisa juga malu2?! hahaha!

wajahnya culun sekali kalau malu2 begitu! dan lagi dia berterimakasih padaku, jarang2 ini
terjadi!

"hahaha, hei-" baru saja aku bermaksud meledeknya, tapi tiba2 rasa nyeri melanda hatiku lagi.

begitu nyeri dan pedih sampai sulit bernafas.

"hm?" tanya Bisma.

aku memalingkan wajahku,"eh.. ti- tidak apa2..."

"...? kenapa kamu? aneh sekali, seperti idiot saja.."

sakit.. terlalu sakit.. aku harus pergi dari sini..

hatiku sakit sekali melihat Bisma.. aku tak tahan lagi..

"a- aku pulang dulu.."

"heh? kau pulang secepat ini..?"

"i- iya..." kataku sambil mengambil tas-ku bersiap untuk pergi.

Bisma menangkap tanganku," hei, kau aneh sekali. ada apa sih? setidaknya sarapan dulu disini."

"eh- uhm, a- aku.. i- ibuku mencariku, di- dia butuh pertolonganku karena kepala adikku
nyangkut di pintu."kataku.

aduh, bodohnya aku... spontan aku jawab seperti itu..

mana mungkin Bisma percaya!


"oh.... baiklah...." dia percaya....

"a- aku pulang!"kataku langsung berlari keluar.

"eh- tunggu dulu, hei!" sebelum Bisma dapat menangkapku lagi, aku menutup pintu tepat di
depan wajahnya.

aku berlari pergi dari apartemen Bisma.

aku harus terus pergi, jangan sampai Bisma mengejarku.

jangan sampai dia menyadari ketidak percayaanku akannya.

karena hanya satu cara yang bisa membuatnya tetap disisiku untuk menuruti segala keegoisanku,
itu adalah 'membohongi diriku dan dirinya'

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
------

-Thella's POV-

beberapa hari ini, sahabatku 'April' aneeehh sekali.

dia yang biasanya di kelas kerjaannya makan atau tidur, sekarang malah bengong.

dia yang biasanya cerewet, sekarang jadi agak pendiam.

tidak cuma itu saja, kalau diajak ngomong, dia juga gak nyambung dan seperti tidak menyimak.

aku jadi bingung. sepertinya dia sedang ada masalah deh, tapi setiap kali aku tanya, pasti
jawabannya 'tidak ada apa2 kok' atau

'eh? memangnya aku kenapa?'. dia itu kenapaaa sihhhh?!!!!!!!

"hei April! kamu kenapa sih?! seperti orang stress aja! kenapa sih?! cerita doongg!!!"

"uh, eh? memangnya aku kenapa?" tanya April bingung.

tuh kan... benar apa kataku, dia pasti jawab begitu.

iih!! aku kesal!! kenapa sih dia tak mau cerita?! aku ini sahabatnya bukan sih?!!

Rezaee!!!! sekarang aku cuma punya kamu!! April menyebalkann!!!

"hhhh.... ya sudahlah, aku menyerah. nanti pulang sekolah, aku dan Reza mau pergi dengan
Bisma dan yang lainnya. Bisma bilang, kamu harus ikut."
"....." April diam saja, matanya fokus memandangi lantai seperti tidak menyimak perkataanku.

"hei April..."

"...."

"APRIL!!"

"eh?! apa apa?! ih, kenapa harus teriak2 sih?!"

bisa2nya April berkata begitu! kenapa sih dia tidak menyimakku dari tadi?!

"gak tau ah! aku kesal!" kataku pergi keluar kelas meninggalkan April.

aku hampir menangis dibuatnya. bukan karena April meneriakiku, tapi aku merasa tidak
dianggap.

dia sama sekali tidak bicara apa2 padaku, padahal aku tahu sesuatu terjadi sama dia.

apakah selama ini cuma aku yang menganggapnya sahabatku?!

aku berlari ke kelas Reza dan membuka pintunya keras2,

"Reza!" teriakku tak peduli pada orang2 yang mulai melihat ke arahku .

"Thella-chan!?! sinii! siniii!" Reza memanggilku dengan senyum khas-nya.

sungguh, melihat Reza tersenyum begitu, hatiku jadi tenang!

aku beruntung punya pacar seperti Reza!

REZA, I LOVE YUUU!!!!!

"huhuuu.....! Rezaee!!" kataku berlari ke tempat duduknya.

"nah, ayo duduk, ayo duduk." kata Reza sambil menarikkan bangku untukku di sebelah mejanya.

"eh? ternyata ada Bisma dan Dicky ? halo selamat siang.." sapaku sambil menundukkan
kepalaku.

"selamat siang Ratu-san." balas Dicky .

si makhluk planet Bisma, diam saja sambil merokok, melihat ke arahku saja tidak. huh! dasar
cowok dingin!

tapi aku sudah biasa sih...


"hei, memangnya boleh merokok di kelas??" tanyaku ke si kepala emas.

Bisma diam saja, tidak menjawab pertanyaanku.

melainkan, dia melirik ke arahku dengan pandangan penuh tanya, dan menaikkan sebelah
alisnya.

ukh!! aku benci sekali setiap kali dia melakukan itu!!

rasanya aku seperti orang ter-bego sedunia dengan menanyakan pertanyaan itu!

aku lebih pilih dia mengataiku langsung deh, daripada dia melakukan itu!!

"cuekin aja si Kazu-chan, dia kan memang begitu.. oh iya Thella-chan, jangan lupa lho nanti kita
pergi!! tunggu aku ya! sepertinya pak guru akan menahanku sebentar karena aku makan di
kelas... hiks" kata Reza.

uuhh Rezae!!! kamu kasihan sekali hhuhu!!!!!

"tentu saja akan kutunggu Reza!! "

"KYAAA Thella-chann!!!" teriak Reza senang mendengar jawabanku sambil merentangkan


kedua tangannya.

"KYAAA Rezaee!!!" teriakku, sambil menyambut tangan Reza.

"pasangan bego." komentar Bisma.

huh, aku tahu sebenarnya dia sirik melihat kami yang begitu mesra!!

"nanti Baby ikut pergi?" tanya Dicky .

"hem??? oh, April? aku tidak tahu"

"kenapa bisa kau bisa tidak tahu?! bukannya aku sudah suruh kau tanyain dia!?!" teriak Bisma
sambil menggebrak meja.

ih!! dasar diktator!! masih untung April masih bertahan jadi pacarmu sampai hari ini!

April memang hebat, bisa pacaran sama cowok se-pemarah ini!!!

"Kazu-chan!! jangan membentak Thella seperti itu!!" oh Reza!!! kau memang penyelamatku!!!

dengar tuh dasar yankee!! kusumpahi saat tua kepalamu botak!

"aah brisik! kenapa kau tidak tanyai si 'ingus' itu mau ikut atau tidak?!" teriak Bisma lagi.
"sudah kutanyain kok, tapi dia tidak menyimakku.. aku kesal, jadinya aku tinggal saja." jawabku.

"apa sih maksudmu tidak menyimak!?! makanya kalau mengajak orang yang benar!"

aku mengumpat di balik punggung Reza,"huhuhu! Rezae!! aku takut!"

"Kazu-chan!!!" tegur Reza.

"cih!" Bisma mendengus.

"hmm... tidak menyimakmu ya? Baby belakangan ini aneh..." kata Dicky .

oh syukurlah... akhirnya ada juga yang mengerti maksudku...

"iya! iya! dia aneh sekali belakangan ini!!" teriakku setuju.

Bisma mengangkat sebelah alisnya lagi,"..........?"

"iya! aku juga merasakannya kok! April-chan jadi aneh sekali! masa dia tidak marah saat kukatai
'perempuan berdada papan'!!!"

sambung Reza.

"kamu tidak merasa aneh Bisma?" tanya Dicky .

"aneh ya...? hmm....", pikir Bisma.

"iya, belakangan ini dia tidak membalasmu atau protes kepadamu setiap kali kau
menyuruh2nya."

"itu yang kau maksud aneh...? bukannya itu cuma karena dia sudah mulai merasakan aura-ku ?
ya, itu jawabannya!! bagus kan?! dia sudah mulai menurutiku dan gak banyak tanya lagi! itu
perubahan yang baik!" kata Bisma sambil membuang rokoknya keluar jendela saking
semangatnya.

aura pantatku! sungguh, baru kali ini aku bertemu orang se-bolot laki2 ini!!

Aprilaa!!! malang nian nasibmuuu!!!!!

"tidak2, bukan itu maksudku... hhh...." sepertinya Dicky sudah menyerah untuk menjelaskan
kepada Bisma lebih lanjut.

ih! membuatku kesal! kenapa sih dia bolot sekali!?!


"bukan itu saja!! belakangan ini, April sering bengong! walaupun dia berada disini, tapi rohnya
seperti di tempat lain! dia juga suka ga menyimak dan gak nyambung setiap kali diajak
ngomong!" teriakku tak sabar

"......? jadi.... roh-nya dimana?" tanya Bisma dengan mimik muka serius.

dia sungguh bertanya begitu padaku?! otaknya ada dimana sih?!

aaah!! Rezaee!!! aku tak tahan lagi!!! huhuhu, APRILAAAAAA!!!!!

"Jadi... selama ini April-chan tidak punya roh?!" tanya Reza.

AAAAHH YA AMPUNNN!! REZAEE!! INI DAMPAK KAU TERLALU BANYAK


BERKUMPUL DENGAN BISMAAA!!! AAAH!!!

****************************************************************

+pulang sekolah+

"kamu ikut kan?" tanyaku kepada April sambil memasukkan buku2ku ke dalam tas.

"eh, huh? ikut kemana?"

"hhh... daritadi'kan aku sudah bilang. Bisma cs ngajak kita pergi hari ini.. mau ke cafe X2X,
setelah itu ke game center deh kayaknya.. aku juga kurang tahu." ini kali ke 3 aku membicarakan
tempat tujuan kami ke April, semoga saja kali ini dia menyimakku..

"eh? mau cafe dan game center? sepertinya aku tidak-"

"hei ingus!" teriak Bisma sambil membuka pintu kelas sekencang2nya dan berjalan ke arah
kami.

tadi April mau ngomong apa ya? sepertinya dia baru saja mau menolak, tapi sudah keburu
dipotong oleh Bisma.

"eh...? i- iya ada apa?" tanya April gugup kepada Bisma.

ini benar2 aneh.. kenapa April tidak marah, padahal dia dipanggil 'ingus'.

dan lagi, sepertinya April menghindari kontak mata dengan Bisma. April terus2an melihat ke
samping atau pura2 sibuk membereskan buku. pasti dia sedang ada masalah sama Bisma, aku
yakin itu!

"nanti kau harus ikut kami pergi!" teriak Bisma dengan gaya arogannya.

"eh, ehm.. tapi...." jawab April ragu, masih tetap mengalihkan matanya dari Bisma.
"tidak ada tapi2an! itu sudah jelas, [Link]!"

"eh, ya.. ba- baiklah...."

mendengar April menyetujui perintah Bisma, Bisma melirikku dan memberikan senyum puas
seakan dia berkata, "bagaimana..? benar'kan dia nurut kepadaku sekarang..?".

dasar cowok super bego! masa sih dia gak sadar akan keanehan April!!!! malah bangga lagi!!!
iiih!!!

setelah itu, kami berjalan menuju halaman belakang sekolah dimana yang lainnya menunggu
kami. disana ada Reza, Dicky , dan beberapa teman Bisma yang kukenali wajahnya. begitu
melihat Reza, rasanya aku hidup kembali. kekhawatiranku rasanya hilang begitu saja. pasti ini
yang namanya kekuatan cinta!!! KYAAAA!!!

"REZAEE!!!" teriakku sambil berlari ke arah Reza.

"Thella-chaaan!!!" teriak Reza sambil melambai kepadaku.

"jadi, kita mau kemana?" tanyaku semangat.

"kita mau nonton film!! asikk!!" jawab Reza.

"lho? tidak jadi ke cafe?"

"uhm, tidak. tiba2 saja, mood Bisma berubah. dia ingin nonton film."

"huh?? kenapa kita harus menuruti kemauan Bisma??" bisikku, takut kedengaran Bisma yang
sedang sibuk ngobrol di belakangku.

"tidak tahu ya... habis, Bisma tahu tempat yang asik2. lagipula dia yang bayar."

"apa? dia yang bayar? semua anak yang ikut hari ini?"

"iya dia yang bayar. hahaha, ini mah belum seberapa.. dengan uangnya, Bisma bisa saja
mentraktir 1 sekolah."

apa sebenarnya pekerjaan orangtuanya itu...? pasti Yakuza, aku yakin sekali.

"semuanya, ayo berangkat! jangan diam disini saja! gerah tau!!" teriak Bisma.

Bisma berjalan diikuti dengan April baru kami semua. April memang berjalan mengikuti Bisma,
tapi dia hanya memandangi tanah, dan sepertinya dia sedang berpikir keras. sedangkan Bisma?
dia masih tetap menyunggingkan senyum kepuasan karena telah membuat April menjadi
penurut.. = ='
aku sungguh ingin tahu apa isi otak Bisma, bisa2nya dia sebolot itu.. untung saja aku tidak punya
pacar seperti dia!!

Rezaee!!!! cuma kau yang kucintaiii!!!!!

tiba2, langkah April berhenti. dia menarik ujung baju Bisma dan berkata," Bisma, maaf aku tidak
bisa ikut..."

setelah itu dia berlari meninggalkan kami.

kami semua hanya terbengong2 melihat tingkah April dan hanya memandangi sosoknya yang
berlari menjauh.

tak lama setelah itu, Bisma berkata," hei kalian......."

pandangan kami semua beralih ke Bisma, "April aneh........" komentar Bisma heran.

????????!!!! baru sekarang dia sadar?!!!

"kami 'kan sudah bilang kalau dia aneh!!!" teriakku dan Dicky serentak.

"kenapa aku bisa baru sadar ya..?" Bisma bertanya2.

aku ingin sekali berteriak padanya, "KARENA KAMU BODOH!!" tapi tidak kulakukan lantaran
takut.

tapi ini benar2 aneh.. aku yakin sekali dia sedang ada masalah!

"aku akan mengejarnya."kataku.

"mengejar April? aku juga ikut!" kata Bisma.

"aku juga ikut!! aku!! aku!!" teriak Reza ikut2an sambil mengacungkan jarinya ke udara.

"tidak, jangan. biar aku sendiri saja!" kataku.

kalau mereka ber 2 ikut, pasti April malah tambah kacau.

"tidak bisa! mana mungkin kubiarkan Thella-chan sendiri!!" Teriak Reza.

huhuhu Reza... sungguh aku terharu! tapi kamu tidak bisa ikut!!

"tidak mau! seharusnya aku yang mengejarnya!!" kata Bisma bersiap2 lari mengejar, tetapi
Dicky keburu mengunci tubuh Bisma dari belakang.

"hei- apa2an kau-" protes Bisma.


"terkadang, masalah wanita, hanya wanitalah yang bisa menyelesaikannya. ini bukan saatnya
kita, kaum pria, untuk ikut campur." kata Dicky kepada Bisma.

wuah... Dicky memang keren..

dia memang yang paling mengerti cewek! dan lagi, kata2nya sungguh bijaksana!!

tak heran, dulu April naksir padanya!! KYAAAAA!! DICKY MEMANG PALING TOP!!
KYAAAA!

oh tidak, bagiku Reza tetap nomor 1!!! maafkan aku Reza!! itu cuma pikiran sesaat kok!!!

"apa katamu?! siapa juga yang peduli!! hei- hei!! lepaskan aku!!!" berontak Bisma.

"Ratu,cepat kejar April!! Reza dan yang lainnya, cepat bantu aku menahan Bisma!!" perintah
Dicky .

saat itu juga, semua orang membantu Dicky menahan Bisma.

aku mengangguk dan berlari menuruti perintah Dicky .

saat sebelumnya aku mendengar Reza berteriak,"pergilah kejar April-chan, Thella-chan!!!


berjuang!!!"

"hei-apa2an kalian?! kalau tidak mau mati, cepat lepaskan aku!! hei!" protes Bisma, sampai
akhirnya dia dilempar paksa ke dalam taksi.

***************************************************************

aku menekan bel rumah April. semoga saja dia berada di rumah, aku benar2 harus mencari tahu
apa masalahnya sampai dia uring2an beberapa hari ini!

+ting tong~ ting tong~ ting tong ting tong ting tong!!!!!+

pencetku berkali2 karena tidak sabar.

"iya... siapa..?" kata April lesu, sambil membuka pintu.

kenapa sih dia?! kalau April yang biasa, dia pasti sudah teriak2 marah karena aku memencet bel
seperti itu.

"E... Thella..? kenapa kau kemari? bukkannya kamu mau pergi?"

"tidak.. aku mau bicara denganmu.." jawabku.


aku langsung nyelonong masuk sebelum dia menawariku masuk, lalu aku duduk di sofa ruang
tamu.

"tidak ada orang di rumah?" tanyaku.

"hem, tidak ada. pada pergi semua. kamu mau minum apa?"

"apa saja. eh, kalau bisa orange juice."

setelah itu April pergi dan kembali membawa 2 gelas orang juice dingin. dia duduk di sebelahku.

"hari ini panas sekali ya?" basa-basi April.

"...." aku diam saja sambil meneguk orange juice-ku.

"coba kalau hari ini hujan, pasti asyik deh-"

"kamu kenapa sih?" potongku.

"heh? aku? tidak kenapa2 kok. memangnya aku kenapa?" tanya April.

"belakangan ini kamu aneh. kamu kenapa sih? ada yang gak kamu ceritakan ya, sama aku?"

"ah, enggak kok. perasaanmu saja kali.. oh iya, ngomong2 aku beli dvd yang kau bilang ingin
nonton selama ini lho."

"......"

"harganya sih memang mahal, tapi rasanya setimpal karena gambarnya juga bagus."

"April..."

"bagaimana kalau kita nonton bareng? kebetulan aku juga belum nonton."

"April..."

"dan juga, pasti asyik kalau kita nonton bersama sambil makan popcorn-"

"April!!!" potongku.

dia itu kenapa sih?! kenapa tiba2 mengganti topik pembicaraan?!

kalau memang benar tidak terjadi apa2, kenapa dia aneh begini?!

kenapa dia tidak mau menceritakannya padaku?! bukannya aku ini sahabatnya?!
bisa kurasakan, wajah dan mataku memanas saking marahnya. air mata mulai mengalir deras di
pipiku.

"kamu itu kenapa sih?! kenapa selama ini kamu diam saja?! kenapa kamu gak mau cerita?!
padahal, kukira selama ini kau sahabatku!! lalu kenapa kau tidak menceritakan masalahmu
padaku?!!! atau jangan2, selama ini hanya aku yang menganggapmu sahabatku...? huhuhu.. hiks"

"Thella...."

"kamu jahat... hiks... "

"....." April mulai menangis

"aku khawatir tahu......!!"

"......"

"hiks....."

April memelukku,"maafkan aku Thella! maafkan aku! aku tidak bermaksud untuk membuatmu
khawatir!"

tangisanku makin deras "huweeeeeee!!!!"

"akan kuceritakan semuanya padamu... maafkan aku... maafkan aku membuatmu khawatir.."

hari itu, aku dan April menangis lamaaaaa sekali sambil berpelukan. setelah itu, April
menceritakan semua kesulitannya kepadaku.

nah, April. mulai sekarang, persahabatan kita pasti lebih erat dari sebelumnya :)

*the end of Thella's POV*

CRAZY #22

setelah menangis sekian lama dan mencurahkan kesulitanku kepada Thella, rasanya semua
bebanku seperti terangkat.

memendam masalah sendiri itu memang tak baik. selain menyakiti diri sendiri, juga menyakiti
orang2 yang berada di sekitar kita.

aku bersyukur mempunyai sahabat seperti Thella yang begitu memperhatikanku, dan aku takkan
membiarkannya sedih lagi seperti kemarin.

karena dia, teman yang berharga.


selain itu, aku menjadi sadar bahwa sebenarnya ini semua adalah kesalahanku karena
mempermasalahkan masalah kecil.

betapa bodohnya aku yang jadi stress sendiri dan menyia2kan Bisma hanya karena Bisma
mthellampikan Hyori.

aku tahu, aku kalah karena ketakutan di dalam diriku. dan sekarang bukan waktunya bermuram
durja, melainkan ini waktunya untuk melangkah maju.

ah! benar juga! kenapa aku baru ingat ya?

besok 'kan acara dengan ibu Bisma! aduh, aku lupa total!!

padahal ibu Bisma sudah mengundangku begitu.. aku pakai baju apa nih? masa pakai gaun yang
kemarin lagi?

"APRILAAAA!!"

wuah! suara teriakan putus asa milik siapa itu?

siapa juga yang teriak malam2 begini?? mana meneriaki nama-ku lagi! kan malu sama tetangga!!

aku membuka jendela,"siapa sih yang teriak2?!!"

"disini bodoh! dasar ingus tulen!!" teriak Bisma sambil melambai2kan tangannya.

lha? jadi dia di depan rumahku, ngapain dia disitu?

"ngapain kamu kesini?!" teriakku lagi.

"susah2 aku kesini, cuma itu reaksimu?! harusnya aku yang tanya kamu kenapa!!!!"

ih, kenapa deh dia marah2 begitu. mengesalkan saja.

tunggu- dia sudah susah2 kesini dthella bertanya keadaanku?

huh, aku pasti sudah membuatnya khawatir beberapa hari ini... maafkan aku Bisma.

"apa?! aku tidak apa2 kok! kamu kali yang kenapa2!"

"jangan menjawabku begitu! tadinya kau 'kan penurut, kenapa sekarang kau kembali jadi wanita
liar begitu sih?!"

"apa katamu-"
"nih ambil!!!" potong Bisma sambil melemparkan sebuah kantung plastik hitam yang sukses
medarat di wajahku.

"uphh!!!!"

"itu untukmu! aku pulang!!" kata Bisma sampai akhirnya dia berlari pergi.

....? apa ini....?

aku mulai membuka ikatan plastiknya, dan di dalamnya ada sebuah kain berwarna hitam.

saat kuangkat keluar, ternyata itu gaun. gaun yang amat cantik. gaun dengan panjang 5cm diatas
lutut, dengan jahitan2 berwarna biru menawan dan dengan lipatan2 yang sempurna. gaun ini
pasti amat pas dengan high-heels biru yang dulu. hm, Bisma memang hebat!

aku jadi makin sayang padanya XDD

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

aku sudah siap untuk pergi ke pesta!

rambut tergerai dengan ikal, check!

bedak wajah, check!

parfum,check!

gaun rapi dan anggun,check!

sepatu mengkilap,check!

nah, semuanya sudah sempurna, tinggal menunggu Bisma menjemputku saja!

ngomong2, dimana si kepala emas itu...?

dia bilang akan menjemputku pukul setengah 6 sore, tapi sudah jam berapa sekarang?!

sudah jam 6!! lewat setengah jam dari waktu janjian!!! bisa2nya dia belum datang!!! grrrrr!!!

aku menghubungi ponsel Bisma,"hei bule gila!!! dimana kamu?! katanya mau menjemputku jam
setengah 6?! sekarang sudah jam 6 lewat ya!!!!"

"ugh... mmh... kenapa sih kamu teriak2.... santai saja deh... ugh..." erang Bisma.

oh ya ampun.... dari suaranya, sepertinya dia baru bangun tidur deh... BISA-BISANYA DIA
BARU BANGUN SEKARANG?!
"Kau baru bangun tidur ya?! bisa2nya kau-"

+tut~tut~ tuuuuut~+ Bisma memutus teleponnya.

AAAAAAGGHHH!!!!!!!! beraninya dia memutus telepon begitu!!! aaaahh!!! kesaalll!!

padahal aku sudah siap dari tadi! dan ternyata dia baru bangun?! oh ya ampun... ah! aduh!
migrainn!!

********************************************************************

akhirnya Bisma datang menjemputku pukul 7. saat dia datang, aku sudah tidak punya kekuatan
untuk marah.

karena semua energi-ku sudah kuhabiskan untuk memukuli bantal yang sudah kutempel dengan
foto Bisma.

yah, itu sedikit melenyapkan amarahku sih.. tapi akibatnya, dandananku yang sempurna jadi
acak2an dan aku harus membereskan dandananku lagi dari ujung rambut ke ujung kaki! ukh
mengesalkan!

sekarang Bisma menyalahkanku akan ketelatan ini karena aku terlalu lama berdandan. yah
memang benar sih, waktu mendengar dia datang, aku bercermin dan mendapatkan diriku yang
berantakan. jadinya, dia harus menungguku memperbaiki diri selama 15 menit. tapi cuma 15
menit tidak parah lah! aku menunggumu selama 1jam setengah!! bayangkan!

ya sudahlah, yang sudah lewat tak perlu dipermasalahkan, yang penting kami harus tiba di pesta
secepatnya.. -_-

karena kami harus sampai ke pesta secepat mungkin, Bisma mthellanta pak supir untuk
mempercepat laju mobilnya.

dan benar saja, si pak supir mengendarainya seperti orang sinting! waktu itu dia mengendarainya
pelaaaan sekali seperti keong, namun begitu diminta cepat, dia mengendarai secepat ini... hhh....

ternyata kami sampai di tempat tujuan lebih cepat dari perkiraanku.

yah, wajar saja sih.. dengan kecepatan segitu, tidak heran kami bisa sampai hanya dalam 20
menit.

padahal jarak tempuhnya memakan kira2 45 menit...

tentu saja bayarannya setimpal, sepertinya 1/3 dari nyawaku sudah tertinggal di kilometer 8 tadi..
-_-
sesegera itu, Bisma langsung membuka pintu mobil dan berjalan masuk ke lobi tanpa repot2
menungguku. dasar emas kentut! mengesalkan sekali.. setidaknya dia harus menungguku turun
dari mobil 'kan? dia malah ngeloyor meninggalkanku begitu. kalau saja ini bukan di pesta, pasti
sudah kukejar dan kutendang bokongmu itu! dasar @#$$%#!!!!

"hei!! cepatlah!! lama sekali kau!!" teriak Bisma.

ternyata dia berdiri di pintu masuk menungguku, kukira dia benar2 meninggalku.

huh, perbuatan dengan mulutmu itu memang benar2 berlainan! coba kau bisa memperbaiki
sedikit cara bicaramu itu, kau pasti jadi cowok sempurna Bisma...-_-

"iya iya! sabar kenapa! kau tak tahu'kan perjuangan seorang wanita harus berjalan dengan hak
9cm! apa kau pernah mencobanya?! dasar kepala bokong!" balasku.

ups, aku benar2 lupa disini adalah tempat umum. aku sampai meneriakinya begitu lagi! untung
saja tak ada orang di sekitar sini.. kalau ada, pasti aku di-cap sebagai wanita yang tak punya
sopan santun deh... disini 'kan tempat2 orang kaya yang sok perfeksionis, aku harus jaga image
nih..

aku menghampiri Bisma yang menungguku di pintu masuk lobi, dan dia menyelipkan tangannya
ke pinggangku untuk mengarahkan aku masuk.

kutampik tangannya,"kau kira kau pegang dimana? dasar mesum."

"a- apa? mesum katamu?! ini hal wajar bodoh!" kata Bisma, sekali lagi menyelipkan tangannya
ke pinggangku.

kutampik lagi tanggannya,"wahahaha! geli bodoh! sebenarnya itu titik geli-ku! jangan dipegang!
hahaha!"

Bisma menaikkan sebelah alisnya," dasar cewek bego..." lalu akhirnya dia menggandengku
masuk ke dalam.

***********************************************************

pesta kali ini bahkan lebih mewah dari pesta yang sebelumnya. dan orang2 yang hadir disini
lebih banyak lagi.

aku malas untuk jalan sana-sini mengikuti Bisma yang sedang menyalami tamu di sisi ibunya,
jadi aku duduk saja di bangku VIP milik Bisma (hehehe). sungguh, memakai high-heels setinggi
ini benar2 perjuangan! aku yakin sekali tungkai kakiku lecet dan sudah hampir putus, karena
sakitnya sudah 'wuih...'. tapi mau sesakit apapun, tidak mungkin aku melepasnya. mana sopan
aku bertelanjang kaki di pesta se-mewah ini..
dan aku juga tak mungkin bilang kalau kakiku sakit kepada Bisma, itu hanya akan mengganggu
pestanya dan membuatnya khawatir.. -__-

"pulang yuk." kata Bisma yang tiba2 sudah ada di depanku sambil menurunkan dasi yang
mengikat lehernya.

"ah, huh? sudah mau pulang?" tanyaku, kami baru 1 jam disini dan Bisma sudah mau pulang?

"tentu saja! mau ngapain lagi disini memangnya!"

"ih! aku kan nanya baik2! gak bisa apa jawab baik2 juga?! hhihh!!"

"aku sudah menyalami tamu2 penting, dan ibu sudah memperbolehkanku pulang kok. aku pusing
kalau kelamaan di tempat ramai. ayolah, cepat berdiri."

"aku lapar...." rengekku.

"ada makanan sebanyak ini disini, dan kau masih belum juga kenyang?!"

"aku belum makan sama sekali bodoh! aku malas mengambil makanan karena kakiku sakit..
uph!" aku langsung menutup mulutku. wuah, aku keceplosan! padahal aku tak mau membuat
Bisma khawatir, tapi aku malah keceplosan soal kakiku ini kepadanya! aaah!! April bodoh!!!!

"kakimu sakit..?" kata Bisma, lalu dia berjongkok di depanku.

"sini kulihat." katanya langsung menarik kakiku.

kugebuk kepalanya dengan tas tangan yang kubawa, +bugh!!!+

"apa2an sih kamu?!" teriak Bisma kesal sambil mengusap2 kepalanya.

"dasar mesum! kau jangan menarik kakiku begitu! aku pakai rok tahu!"

"memangnya kenapa kalau pakai rok?!?! oh, aah...." sepertinya Bisma baru menyadarinya
sekarang.. -__-

aku berdiri, "ayo pulang." kataku lalu langsung berjalan ke arah pintu keluar meninggalkan
Bisma.

bukannya aku tidak mau menunggunya, tapi aku tidak kuat lagi nih..

sesampainya di luar, aku akan langsung bertelanjang kaki!

aaah!! kelupaan pamit sama ibu Bisma!! sialan!

aku langsung berbalik ke tempat pesta, mengacuhkan Bisma yang sedang berlari mengejarku.
"huh? mau kemana kau? hei!!" kata Bisma bingung melihatku yang berjalan masuk lagi ke
tempat pesta, tapi aku tidak menghiraukannya.

aku berjalan cepat ke arah ibu Bisma yang sedang asyik berbincang dengan tamunya.

aku menunggunya selesai berbicara dulu, lalu baru aku memanggilnya,"ehm.. permisi tante.."

"hem? oh, April!!" kata ibu Bisma mengembangkan senyum manisnya.

bagaimana bisa dia manis sekali terhadapku? biasanya dia selalu bicara sinis... pasti kepalanya
konslet.

"maaf, saya permisi dulu, saya harus bicara dengan anak ini." kata ibu Bisma sopan kepada
tamu2nya. lalu dia menggiringku menjauh dari tamu2nya itu.

"ada apa bocah sepertimu memanggilku, hah?" tanya ibu Bisma, senyum manis sudah hilang dari
wajahnya dan digantikan dengan ekspresi bosan.

"saya mau izin pulang dulu tante.. Bisma sudah mengajak pulang.. permisi tantee.." kataku
sambil menundukkan kepalaku.

"dasar bocah tidak sopan, harusnya kau lebih lama sedikit disini." walau ucapannya kasar, tapi
aku tahu maksudnya baik. dia memang sama seperti Bisma, dan benar2 cocok menjadi ibu
Bisma..-__-

"baiklah tante! lain kali kita habiskan waktu bersama ya!" jawabku gembira.

wajah ibu Bisma memerah,"a- apa?! siapa juga yang mau menghabiskan waktu dengan bocah
bau sepertimu! hah!"

tuh kan.. reaksinya-pun sama seperti Bisma.

"sedang apa kau dengan nenek tua ini disini?" tanya Bisma yang tiba2 sudah berada di
belakangku.

"eh? Bisma?" tanyaku.

"apa katamu hah?! nenek tua?! kau mau mati?!" ancam ibu Bisma dengan suara berbisik.

"tuh kan benar.. kamu itu nenek tua.." ejek Bisma lagi.

"apa katamu-"

"ayo pulang, dia mulai mengamuk." kata Bisma menarikku pergi.

hahaha, sepertinya hubungan mereka sudah membaik! walaupun hubungan yang aneh sih..
"dasar kau- beraninya kau pulang setelah mengatai ibumu sendiri?!"

aku yang takjub akan kthellaripan mereka, berteriak kepada ibu Bisma,"tante!! lain kali kita main
yaa!"

dan Bisma terus menarikku keluar.

*************************************************************

"aduh! istirahat dulu dong! kakiku sakit nih!!" protesku kepada Bisma.

yah wajar saja, dia terus2an menarikku lantaran dia kesal karena mobil jemputannya tidak
kunjung tiba.

karena tidak sabar, dia lalu mengajakku naik taksi dan berhenti di dekat rumahku. aku tidak
mengerti kenapa dia malah berhenti di taman ini, bukannya memberhentikan taksinya di depan
rumahku saja. seperinya dia benar2 menyukai taman dekat rumahku ini.. -__-

"cih.. dasar lemah.."ejek Bisma lalu dia duduk di bangku taman dimana aku pernah mengobati
lukanya dulu.

walaupun perkataannya kasar, toh dia benar2 duduk untuk membiarkanku beristirahat. Bisma-ku
memang begitu.. hehehe

aku duduk di sebelahnya," dasar kau itu.. tak bisa apa bicara manis sedikit?"

"manis.." katanya.

"apa maksudmu?"

"kau menyuruhku bicara manis 'kan tadi?"

"hahaha! kau kira itu lucu hah?! dasar ketus!"

"apa katamu- hei! kau juga ya! dasar wanita bermulut pedas!" balas Bisma

"apa katamu-" baru aku mau protes lebih lanjut, tapi Bisma berdiri dari tempat duduknya.

"tunggu disini. jangan kemana2." katanya, lalu berlari meninggalkanku sendiri.

apa2an dia itu? dia meninggalkanku malam2 begini di taman?

dasar laki2 tak berhati!! masa dia membiarkanku berduaan dengan lampu taman?!

aaaah!!! mengesalkan!!!!!!
bisa2nya dia bilang ,"tunggu [Link] kemana2." memangnya aku mau menurutimu,hah?!

setidaknya kau harus bilang mau kemana! sehingga aku bisa menunggumu dengan tenang huh!!

bagaimana kalau, tiba2 ada kucing garong melompat ke arahku diantara semak2 dan
membunuhku?

bagaimana kalau, ada om-om mesum yang menggodaku? secara aku masih memakai gaun
formal ini!

aaaah!! dia benar2 mengesalkan!!!

...........

dan inilah akhirnya...

walaupun aku sudah mengutukinya sedthellakian rupa, toh akhirnya aku tetap menunggunya.

aku memang benar2 wanita baik sampai menurutinya begini... atau, ini adalah salah satu bukti
dari kepecundangan-ku akan Bisma? atau jangan2 sifat budakku mulai benar2 terlihat? aaaaah!!!
mikir apa aku ini.

lho? huh? siapa itu yang berlari kesini?

wuah, mampus aku, Bismaaaa!! dimana kau?!!!

oh, ternyata itu Bisma ding. kukira siapa, dasar mengagetkan saja.

"ini..." kata Bisma sambil menyerahkan plastik berlogo 7eleven kepadaku.

ternyata dia ke 7eleven toh.. memang sih, ada 7eleven di dekat sini.

"apa ini?" tanyaku.

"katanya kamu lapar!! bagaimana sih!"

saat kubuka bungkusnya, ternyata isinya adalah berbagai macam makanan. dimulai dari
onigiri,sandwich,burger, hotdog, dan katsu. wuah.. Bisma perhatian sekali...

dia berjongkok di hadapanku," rapatkan dudukmu dan berikan kakimu." kata Bisma.

aku menurutinya, malas bertanya lebih lanjut karena makanan ini sudah benar2 menggiurku
untuk peduli dengan apa yang mau Bisma lakukan. ternyata Bisma sedang mengobati tungkai
kakiku yang lecet. sepertinya Bisma membeli obat dan plester juga. Bisma memang baik sekali,
aku jadi makin suka!! hahaha
"nah, selesai." kata Bisma sambil menempukkan kedua tangannya.

"oh.. mahahih yha!!(oh.. makasih ya!!)" kataku dengan makanan yang memenuhi mulutku.

"menjijikkan.. sudah, habiskan saja makananmu itu, jangan banyak bicara."

yayaya, terserah saja kau mau ngomong apa Bisma.. aku tidak peduli..

tak kusangka aku sudah menghabiskan semua makanan yang dibeli Bisma, sedangkan Bisma
sedang merokok sambil menungguku selesai makan.

"wuah... aku aku kenyang..." kataku.

"kau bilang kau kenyang setelah makan sebanyak itu? kalau aku jadi kau, pasti aku sudah
muntah2. dasar perut karet!" ejek Bisma.

hehehe, aku sudah makan nih..jadinya aku sudah punya kekuatan untuk membalas..

"apa sih?! masih lebih baik aku tahu daripada kamu! pada dasarnya orang yang merokok itu
lebih rendah dari knalpot!! knalpot saja mengeluarkan asap, tapi kau malah menghisap asap!
dasar psikopat!" teriakku.

"mau mati...?" kata Bisma kesal sambil menginjak rokoknya.

"tidak mau tuh! weeek!!" ejekku lagi.

"dasar cewek bego..."

"apa katamu-"

"cepat naik." kata Bisma yang tiba2 sudah berjongkok dan menawarkan punggungnya.

"huh? naik buat apa?"

"kakimu sakit kan!? cepat naik, sebelum kutarik kau!!"

"iya iya!! ya ampun!! pemarah banget sih?!" protesku lalu naik ke punggung Bisma.

Bisma mengangkatku dengan entengnya. memang inilah perbedaan cewek dan cowok ya?
disaat2 seperti ini, aku selalu menyadari betapa berbedanya cowok dari cewek, dan aku kagum
pada kekuatan cowok.

"hei.. kenapa kau melakukan ini..?" tanyaku kepada Bisma.

"melakukan apa?" tanya Bisma.


"semuanya... membelikan aku makanan, mengobati kakiku, menggendongku, kenapa kau begitu
baik padaku?"

"jadi kau mau aku jahat padamu, hah?"

"bukan begitu maksudku... huh."

"hmm... kenapa aku melakukannya, ya?"

"iya. kenapa?"

"ya tentu saja karena kau pacarku! dan kau adalah milikku yang harus kulindungi dan kujaga
baik2, dasar bodoh!"

"hehehe.... iya2......" dasar Bisma, bisa2nya dia bilang begitu, membuatku malu saja!

Aku membenamkan dagu-ku di bahu Bisma sambil tersenyum2 kecil karena mendengar
pengakuan Bisma tadi.

aku bersyukur aku tidak perlu terbuai dengan punggung lebar Bisma, secara aku tidak bisa
melihat punggungnya yang sedang mengangkatku begini. tapi sebagai gantinya, wangi rambut
Bisma membuatku sinting!

rambutnya wangi sekali, membuatku berpikir shampo apa yang dia pakai. aku belum pernah
mencium wangi shampo seperti ini, walaupun aku sudah sering berganti2 shampo. oh, apakah
rambut Bisma memang mengeluarkan wangi khas tersendiri?

tapi apakah bisa rambut mengeluarkan baunya tersendiri? ah, mikir apa sih aku ini? aku pasti
sudah sinting.

setelah bertemu Bisma, aku jadi mengetahui sisi-sisi gila-ku yang selama ini belum kuketahui..
Bisma benar2 membuatku GILA!

+BUAGHH!!!!+

ukh! aku terjembab di rambut Bisma dan hidungku membentur kepalanya karena Bisma berhenti
dengan amat tiba2.

kenapa sih dia berhenti tiba2 begitu?! yah, memang salahku juga sih yang terlalu berkonsentrasi
kepada wangi Bisma sehingga tidak memperhatikan jalan, tapi tetap saja!!

"hei! kenapa sih berhenti tiba2 begitu?!" protesku.

"....." Bisma diam saja.

"hei.. Bisma...?" tanyaku sambil memajukkan kepalaku agar bisa melihat wajah Bisma.
ekspresi Bisma tegang memandang lurus ke depan, aku berpikir apa yang sedang dilihatnya itu.

"Hyo.... Hyori....?" gumam Bisma.

tenyata pandangan Bisma terarah kepada Hyori yang sedang terpojok dikerubungi oleh 3 pria.

sepertinya orang2 itu sedang mengganggu Hyori..

Bisma... apa yang akan kau lakukan..?

CRAZY #23

"Hyo... Hyori...?" gumam Bisma.

Bisma... apa yang akan kau lakukan sekarang...?

Bisma masih tetap terdiam memandangi sosok Hyori yang sedang dikerubungi 3 laki2 itu.

jantungku berdetak amat kencang. dari satu sisi, aku ingin menolong Hyori karena aku tahu apa
rasanya berada di posisinya sekarang ini. tapi di sisi lain, aku tidak mau Bisma menolongnya.
karena aku tahu, kalau Bisma pergi kepadanya, dia takkan kembali lagi kesisiku.

perasaan sakit yang sudah hilang kembali lagi mengecamku.

begitu perih, begitu sakit.. ternyata selama ini, luka perih ini masih terkubur di hatiku. dan
sekarang dia mencuat lagi ke permukaan. bagaimana ini? kumohon, biarkan aku mempercayai
Bisma. kumohon, jangan siksa aku begini.

aku tahu ini keegoisanku untuk menahannya di sisiku, tapi aku mencintai Bisma lebih daripada
Hyori mencintai Bisma, aku tahu pasti itu. kumohon, biarkan Bisma di sisiku.. jangan siksa aku
dengan perasaan ini lagi!

"Kyaaaaaa!!!!!" teriak Hyori, lalu dia berlari dan ke 3 pria itu mengejarnya.

Bisma menggeram, dan tubuhnya menegang.

+deg deg deg+ jantungku berpacu amat kencang.

Bisma mulai berjongkok bermaksud untuk menurunkanku.

+deg deg deg+

Bisma menurunkanku dan mendudukkanku di tanah di samping tiang listrik.

+deg deg deg+


"aku harus pergi" kata Bisma. matanya tidak melihatku, dia masih mengarahkan pandangannya
ke arah dimana Hyori berlari.

+DEG DEG DEG+

Bisma berdiri bersiap untuk lari, tapi aku menangkap tangannya.

"jangan pergi..." kataku. aku tahu aku egois, tapi aku tak bisa melepasmu begitu saja.

kumohon Bisma, jangan pergi.. jangan tinggalkan aku...

+DEG DEG DEG DEG+

"lepaskan aku April, aku harus pergi menolongnya." kata Bisma.

ya, aku tahu. aku tahu pasti bahwa Hyori memang amat membutuhkan bantuan saat ini.

tapi bukan itu masalahnya. aku sama sekali tidak peduli kalau kau menolongnya, aku sama sekali
tidak keberatan.

tapi bisakah kau menolong dia dengan dirimu yang tidak mencintainya?

aku takkan keberatan kalau kau menolong perempuan yang kau sama sekali tak punya perasaan
khusus terhadapnya.

tapi ini Hyori. aku tahu, ah bukan, aku berusaha menutup mataku akan kebenaran bahwa jauh di
dalam hati kecilmu, kau masih mencintai dia. jadi aku tidak rela membiarkanmu menolongnya.
maafkan kecemburuanku, dan keegoisanku, Bisma. tapi aku tidak bisa menahan ego-ku. maafkan
aku.

+DEG! DEG! DEG!+

"jangan pergi.. kumohon, jangan pergi..."

+DEG! DEG! DEG!+

"kakimu sudah kuobati bukan? pasti kau sudah bisa berjalan sendiri! hei April, aku serius,
lepaskan aku."

+DEG! DEG! DEG! DEG! DEG!+

"apa... apa kau mencintaiku...?" tanyaku kepadanya.

saat itu, gerimis mulai turun membasahi rambutku. seakan langit juga ikut menangis merasakan
kepedihanku.
+DEG! DEG! DEG! DEG! DEG!+

"..........." Bisma diam saja sambil menatapku.

+DEG DEG DEG DEG DEG!!+

Tolong, bilang saja kau mencintaiku, berbohong-pun tak apa, katakan kau mencintaiku dan aku
akan membiarkanmu menolongnya. tolong....

"aku.... ma- maafkan aku....." kata Bisma sambil menarik tangannya dari genggamanku, dan
berlari ke arah Hyori.

+deg.... deg..... deg..... deg......+

begitu Bisma berlari meninggalkanku, badanku langsung terkulai lemas tersandar di tembok.

tubuh ini tak bisa bergerak, terlalu lemas- terlalu perih untuk dapat bergerak.

detak jantungku-pun mereda beriringan dengan jatuhnya rintik2 hujan di wajahku.

pandanganku kabur terhalang oleh air mata yang satu per satu mulai membasahi pipiku.

kenapa air mata ini keluar? padahal aku sama sekali tidak bermaksud untuk menangis.

begitu perih-kah hingga air mata ini keluar tanpa menunggu perintah dariku?

kenangan bersama Bisma, sekejap melintas di depan mataku.

"JANGAN LIHAT YANG LAIN SAAT KAU BERSAMAKU! SAAT AKU BERSAMAMU,
JANGAN BERANI2NYA KAU BERDEKATAN DENGAN YANG LAIN! SAMPAI
KULIHAT KAU SEPERTI KEMARIN LAGI, SIAP2 SAJA UNTUK MATI!"

pembohong.........

"aku terus menunggumu... menunggumu sampai aku hampir gila. menunggumu dan berharap
suatu hari kau akan masuk melalui pintu kamarku.. aku selalu menungu-"

pembohong.... pembohong.....

"kuingatkan, namanya 'April' bukan 'cewek ini'. dia adalah pacarku, dan tentu saja dia jauh lebih
penting dari acara sampah yang kau anggap penting itu."

pembohong....... pembohong...... pembohong.............

"ya tentu saja karena kau pacarku! dan kau adalah milikku yang harus kulindungi dan kujaga
baik2, dasar bodoh!"
PEMBOHONG!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

dasar Bisma pembohong!!

bisa2nya kau berkata padaku begitu, padahal hatimu mencintai Hyori.

berarti, selama ini, kata2 yang kau keluarkan itu semua untuk Hyori?

dan berarti, selama ini aku hanya penggantinya dan tidak lebih?

apa gunanya selama ini aku tulus mencintaimu?

kenapa kau mempermainkan ketulusanku dan membuatku terikat padamu?

tidak bisakah kau rasakan ketulusanku?

apakah ini balasan dari dosaku karena telah menyangkalmu dulu?

tetapi bagaimana kau bisa begini kejam? padahal setelah kejadian itu, mataku selalu terpaku
kepadamu dan sama sekali tidak pernah melihat ke arah [Link] ini bukan hanya
kecurigaanku, semuanya terbukti.

luka yang begitu perih muncul lagi seiring terbukanya mataku yang selama ini menyangkal
kenyataan yang ada.

tapi ini keterlaluan... terlalu perih... terlalu sakit......

kumohon, tolong aku.... kumohon.... kumohon......

"Huwaaaaa....." tangisku, aku sudah tak dapat lagi menahan perasaan sedih ini.

"HUWAAAAAAA!!!!"

aku menangis malam itu diiringi hujan besar yang ikut merasakan kepedihanku.

********************************************************************

......?

dimana aku...?

ukh, kepalaku sakit sekali.....

"April...? kau sudah bangun?" tanya Thella.

"huh..? Thella?" tanyaku.


"April!! huhuhu!! Aprilaa!!!" kata Thella sambil memelukku.

"hei... kenapa sih kamu?" aku mau meneriaki Thella karena kelakuan anehnya itu, tapi terlalu
lemas untuk kulakukan.

"ibumu menemukanmu pingsan di jalan kemarin, kehujanan, dan masih memakai gaun pesta.
sebenarnya apa yang terjadi?!"

huh...? pingsan di jalan....?

+NYUUUUUT+ hatiku begitu sakit saat aku dapat mengingat kembali.

benar juga, kemarin aku menangis di jalan dan hujan turun deras sekali.

tapi setelah itu aku tidak ingat apa2, pasti aku pingsan setelah itu.

Bisma......

"April!! apa yang terjadi??!" teriak Thella sambil mengguncang2 tubuhku.

"huh....?"

"apa yang terjadi April?? jawab aku...."

Thella menangis... selalu saja aku membuatnya terluka, maafkan aku Thella...

aku merebahkan badanku kembali ke kasurku, dan menutup mataku dengan lenganku.

cairan panas mulai mengalir dari mataku dan membasahi tangan serta pipiku.

"aku tidak tahu...." jawabku.

"hiks... April....."

"........."

"pasti Bisma bukan?! kenapa dia selalu membuatmu terluka begini?!" teriak Thella

"ini bukan salahnya Thella....."

"tidak, ini salahnya kau jadi begini."

"............" aku diam saja berusaha menahan air mataku yang menetes setiap kali aku mengingat
Bisma.

"aku akan membuat perhitungan padanya!" kata Thella. dia berdiri bersiap untuk pergi.
"jangan!" teriakku sambil menangkap tangan Thella.

akh.. kepalaku sakit sekali... aku melepas tangan Thella dan kembali tidur saking sakitnya.

"April?! kau tidak apa2?!" teriak Thella sambil memegang tanganku.

"iya.. tak apa, hanya sedikit pusing kok."

".... maafkan aku......."

"sudahlah, hei, berjanjilah padaku."

"berjanji apa?"

"jangan membuat perhitungan atau melakukan apapun kepada Bisma.."

"kalau itu....."

"berjanjilah..."

"hhh... baiklah. tapi ingat, aku melakukan ini karena aku menurutimu, bukan karena aku takut
pada Bisma."

"iya.... hei, ngomong2, apa Reza tahu keadaanku saat ini?"

"Reza? tidak tuh. aku langsung kesini begitu aku mendengar kabarmu."

"kalau begitu, jangan beritahu."

"huh? kenapa?"

"nanti... nanti Bisma juga bisa tahu... aku tak mau bertemu Bisma saat ini."

"........."

aku menceritakan semua yang terjadi kepada Thella. dan sedikit banyak, aku menjadi lega
karena tak perlu menyimpannya sendirian. Thella menangis, namun dia menyimak setiap kata
yang keluar dari mulutku. dia memang sahabatku yang paling baik, dan dia yang paling mengerti
aku. aku beruntung mempunyai sahabat sebaik Thella.

dan tanpa kusadari, aku tertidur setelah bercerita kepadanya....

******************************************************

"kak... kakak... bangunlah dan minum obat ini." kata adikku sambil mengguncang2 tubuhku.
aku mengerang ," huh...?"

"ini... obat dari ibu.. minumlah."

aku mengangkat tubuhku dan berhenti dalam posisi duduk.

aku menerima obat yang dibawakan adikku dan meneguknya dengan air.

"ini.. terimakasih ya." kataku sambil menyerahkan gelas kosong ke adikku.

"dasar bego... bagaimana bisa kau jatuh sakit begini.." komentarnya.

lihat saja kalau aku sudah sembuh, akan kujambak rambutmu dik.

"brisik ah.."

"cepat sembuh bego...." katanya sambil keluar dari kamarku.

walau mulutnya tajam, tapi maksudnya baik. apakah akhir2 ini semua orang seperti itu?

+cklek+ adikku membuka pintu kamarku lagi dan mengintip dari sana.

"ngapain sih ngintip begitu..?" tanyaku.

"tadi ada yang mencarimu." katanya

"siapa?"

"aku tidak tahu. cowok, rambutnya disepuh emas."

"........."

"tadi dia datang dan bersikeras masuk. tapi kubilang kau tidur, dan dia akhirnya menyerah,lalu
pulang."

"......."

setelah berkata begitu, adikku menutup pintu.

tak lama setelah itu, dia membuka pintu dan mengintip lagi.

"apa lagi....?"

"jangan lupa...."

"apa?"
"kau masih hutang padaku."

"iya.. iya aku tahu...."

"cepatlah sembuh.... dengan begitu hutangmu kuanggap lunas." kata adikku lalu menutup pintu.

huh, dasar adik sialan...

bisa juga dia berkata semanis itu... hihihi

akan kuingat untuk bersikap baik padanya disaat aku sembuh nanti.

akh.. kepalaku sakit sekali...

huh, mana aku keringatan terus lagi.. pasti aku sedang demam sekarang..

tapi ini tidak sakit, sama sekali tidak sakit dibandingkan dengan hatiku.

andai saja hati yang sakit bisa disembuhkan dengan obat, pasti akan bagus sekali.

jadi... apa yang harus kulakukan sekarang?

apa yang harus kulakukan bila bertemu Bisma sekarang?

ah... pertama2 aku harus merelakan dia dulu dan putus secara baik2. ]

aku tidak mau menjadi penghalang baginya.

...........

tidak, sebenarnya bukan itu alasannya.

bukan 'aku tidak mau menjadi penghalang' alasannya.

alasan sebenarnya adalah karena ke-pengecutanku. aku terlalu takut untuk disakiti lagi oleh
Bisma, mungkin itu alasannya.

hanya saja aku berusaha menutupinya. lagipula, Bisma tidak mencintaiku.. apa lagi gunanya
semua ini...

+ANGKAAAT!!!! ANGKATT!! ANGKAT TELEPONNYAA!!!!+ HPku berbunyi.

dimana HPku itu berada? ah, itu dia diatas meja belajar.

ukh, terlalu jauh dari jangkauanku, malas ah mengambilnya. lagipula kepalaku sakit sekali.
akhirnya Hp-ku berhenti berdering. tapi tak lama setelah itu, Hp-ku berdering lagi.

+ANGKAAAAT!!!! ANGKATT!!! ANGKAT TELEPONNYA!!!!!+

mengesalkan sekali.. siapa sih? palingan Thella, sudahlah biarkan saja.

aku memang membiarkan Hp-ku, tapi HPku terus berdering, lama2 aku jadi pusing juga!

terpaksa, aku turun dari kasur dan mengambil Hp-ku.

begitu aku menginjakkan kaki di tanah dan mencoba berdiri, kepalaku sakitnya bukan main.
sepertinya aku sakit parah juga nih.. baru kali ini aku sakit sampai begini.

aku mengambil Hp-ku lalu menjawabnya lemas," ya.... halo....."

"hei ingus! kenapa lama sekali mengangkatnya?!" BISMA?!

spontan,aku langsung menutup teleponnya.

kenapa Bisma menelponku?!

ukh, aku belum siap untuk berbicara kepadanya!

+ANGKAT!!!!! ANGKAAT!!!! ANGKAT TELEPONNYA-+

Aku langsung mencabut baterai dari Hp-ku dan membantingnya ke kasur.

napasku tersengal2 saking gugupnya.

tak kuduga Bisma menelponku. dan lagi, dia menyebutku 'ingus' seperti tidak terjadi apa2.

sebenarnya apa yang dipikirkannya!?

"Aprila!! hei, aku tahu kau mendengarku!! hei keluarlah! aku mau bicara sebentar!!" teriak
seseorang dari depan rumahku.

aku mengintip dari jendela. dan benar saja, itu Bisma!

bagaimana bisa dia berada disitu?!

dan lagi, apa yang mau dibicarakannya?!

"hei! biarkan aku bicara denganmu! keluarlah sebentar!!"

mendengar suara Bisma saja, hatiku sudah melonjak senang begini..?


apakah aku benar2 tak dapat melupakannya?

"hei!! aku tahu kau mendengarku!! biarkan aku bicara padamu!! hei!!"

maaf..

maafkan aku Bisma..

aku tidak dapat menemuimu sekarang..

bukan sekarang saja, mungkin nanti juga, aku tidak sanggup melihat wajahmu.

"hei!! keluarlah!! ma- maafkan aku!!!"

Bisma mthellanta maaf?

orang berharga diri setinggi Bisma rela teriak2 mthellanta maaf padaku..?

tidak, jangan April. ingat, kau hanya penghalang baginya dengan terus mencintainya.

kau harus melepaskan Bisma agar dia bisa bahagia.

ya, aku harus melepaskannya.

"April!!!!! biarkan aku bicara padamu-"

"hei! jangan teriak2! ini sudah malam! kami butuh tidur bocah! dasar anak sinting!" teriak
seseorang dari rumah sebelah karena terganggu oleh teriakan Bisma.

"sebaiknya kau yang berhenti teriak2 dasar botak. sebelum aku menonjok wajahmu." kata Bisma
kepada orang itu.

sepertinya orang itu mengerti bahwa bisa bahaya kalau membuat Bisma lebih marah lagi,
sehingga dia membiarkan Bisma.

kenapa semua orang selalu bersikap begitu terhadapnya?

huh, Bisma.... kau benar2...

"April! ayolah, biar aku bicara denganmu!! sebentar juga tidak apa2!!" teriak Bisma lagi.

perih... terlalu perih mendengarnya...

"hei, setidaknya biarkan aku melihat wajahmu! sebentar juga tidak apa2"
kepalaku makin sakit... aku berjalan menuju kasurku dan membenamkan wajahku disana. dan
aku menutup telingaku dengan bantal, berharap aku dapat meredam suaranya.

"biarkan aku melihat wajahmu! hei, April! biarkan aku melihat wajahmu dan biarkan aku tahu
kau baik2 saja!"

tolong... jangan biarkan aku masuk ke perangkapmu lagi... biarkan aku pergi....

"begitu aku melihatmu, aku akan berhenti! aku berjanji! hei, aku akan menunggumu disini
sampai kau mau menunjukkan wajahmu padaku!"

pergilah... pergilah... jangan biarkan aku jatuh lebih dalam lagi dalam mimpi yang dipenuhi oleh
dirimu...

"aku akan menunggumu!" teriaknya.

CRAZY #24

sudah 3 hari aku sakit, tapi tidak kunjung sembuh juga.

ibu bilang, kalau aku tidak sembuh2 juga, aku akan dibawa ke Rumah Sakit.

uuh, aku tak mau itu. aku memang cukup senang sih jatuh sakit, karena aku tak perlu pergi ke
sekolah (hehehe).

tapi kalau sakitnya menyiksa seperti ini sih, aku masih lebih pilih masuk sekolah!

bayangkan saja, hidungku mampet sampai tak bisa tidur, badanku panas dan terus2an
mengeluarkan keringat, dan lagi, tenggorokanku sakit sekali sampai2 aku susah makan. aaah,
makan itu adalah surga dunia setelah tidur. masa aku tak bisa dapat salah satunya?? ini
keterlaluan!

tapi yang paling parah bukan itu. yang paling parah adalah sakit di hatiku.

setiap harinya, Bisma datang dan berteriak2 di depan rumahku. dia selalu mengulangi itu setiap
hari.

dan dia datang juga pada pagi hari. perkiraanku dia bolos sekolah.

mendengar suaranya saja, sudah membuatku begini tersiksa. apalagi kalau aku melihat
wajahnya?

aku rindu dia, itu tak bisa dibantah. tapi terlalu sulit untuk menghadapi Bisma, sementara aku
tahu segala kebenarannya.
cintanya kepada Hyori mennyakitiku, membuatku berpikir kalau selama ini semuanya hanya
bohong belaka, dan aku tak bisa terima itu. aku ingin Bisma melihatku seorang seperti aku yang
hanya melihatnya. terlalu egois memang, tapi aku tidak bisa berbuat apa2 lagi.

dan hari ini, Bisma kembali berteriak2 di depan rumahku.

ingin sekali aku menurutinya dan bertemu dengannya, tapi ingatan dari beberapa hari lalu
melandaku, dan menghentikan semua niatku. terlalu sakit untuk diingat, dan terlalu perih untuk
dilupakan.

Bisma... maafkan aku.

"Kakak!! cowok di depan itu benar2 membuatku sinting! bertemulah sebentar dengannya biar
dia pulang! aku sudah tak tahan lagi mendengar teriakkannya, begitu juga ibu!! ayolah kak!" kata
adikku yang mendobrak masuk ke kamarku.

sialan... kau pikir aku tidak pusing mendengar Bisma teriak2 begitu?

yang paling pusing itu aku bodoh!!!

aduh, aku malas meladeni adikku yang satu ini, aku pura2 tidur sajalah...

".........."

"kakak, kau tahu kau hanya pura2 tidur! cepatlah bangun! kalau tidak, cowok itu akan kubiarkan
masuk ke rumah!"

"jangan!!" teriakku.

"hehe...." adikku tersenyum licik.

sial.. bagaimana aku bisa masuk dalam jebakannya itu??

"sudah, cepat temui dia." kata adikku lagi.

"aku tidak bisa.. kau tidak mengerti." jawabku.

"aku memang tidak mengerti, dan aku juga tidak peduli apa yang terjadi! yang aku inginkan
adalah si bule sinting itu pergi, atau setidaknya, BERHENTI BERTERIAK!!!"

"kau.. beraninya kau bicara begitu padaku? lihat saja kau kalau aku sudah sembuh, kutarik bulu
ketiakmu sampai putus."

"nyah nyah nyah, terserah kau mau mengancamku. disini, kau yang berhutang padaku. kau lupa
kau masih punya hutang 1 permohonan padaku?"
benar2 sialan... dia sudah bisa menjebakku sekarang...? bukannya dia bilang hutangku lunas
kalau aku cepat sembuh?! (yah.. aku belum sembuh2 juga sih, berarti aku masih hutang
padanya... sial..)

"aku ingat.. apa maumu?"

"[Link]."

"baiklah akan kulakukan." aku tidak bilang kalau aku akan melakukannya sekarang kan?

"cih... bisa2nya cewek jelek sepertimu digilai cowok seperti dia.. dunia memang sudah
terbalik."kata adikku sampai akhirnya dia keluar dan menutup pintu kamarku.

"APA KATAMU-"

aaah... kepalaku sakit sekali...

benar2 si bocah itu.. lihat saja nanti...

aku merebahkan tubuhku kembali untuk menghilangkan sakit di kepalaku.

saat itu, Hp-ku bergetar.

huh? sms?

ternyata dari Bisma...

kubuka smsnya,"hei, keluarlah, aku mau bicara sebentar."

kubiarkan smsnya tak terbalas. tapi beberapa menit kemudian, Bisma mengirim sms lagi.

"sungguh, biarkan aku bicara denganmu."

lagi,"ayolah!! kenapa sih dengan dirimu!?! mengesalkan sekali! dasar ratu ingus!"

lagi,"cepat keluar.. sebelum aku memecahkan kaca jendelamu..."

dan lagi,"aku hanya ingin melihat wajahmu.. aku merindukanmu."

heuk! Bisma merindukanku? baru kali ini dia ngomong semanis ini padaku.

+nyuut+ ukh, perih sekali. entah mengapa hatiku begini perih disaat aku merasa senang atas
pengakuan Bisma.

apakah hatiku terus mengingatkanku akan kebenaran yang ada?


1 sms masuk lagi," sialan! baru kali ini bicaraku kacau begini! ini semua karena kamu! sial,
kutarik kata2ku tadi! memalukan!"

dasar sinting.... otaknya pasti tidak beres...

hpku bergetar lagi,"tidak.. kata2 yang barusan itu benar... jadi biarkan aku bertemu denganmu..."

sekarang aku benar2 bingung yang mana yang benar yang mana yang salah...-___-

+shaaaaaaa+

apa itu? suara hujan?

wuah, bagaimana ini? hujannya deras sekali..

dan Bisma masih ada di depan, dia pasti kehujanan.

April! hei, ingat! jangan perhatikan dia lagi, kau lupa bagaimana sakitnya?

kau tidak boleh menekan Bisma terus! kau harus mencoba melupakannya.

itu yang terbaik bagimu, dan juga baginya.

tapi... bagaimana kalau Bisma terus2an berada di sana?

dia baru saja sembuh bukan? oh ya ampun Bisma...

kamu harus pulang, jangan terus menungguku disana..

Aaah! April! jangan pikirkan dia lagi!

+BBZZZT+ hp-ku bergetar lagi.

ternyata sms dari Bisma lagi, apa yang ingin dia katakan..?

kubuka smsnya,"hei ingus, hujan nih.. aku pulang dulu, nanti aku datang lagi."

-____-' sialan......

ini akibat dari kebanyakan nonton drama ... -__-

aku sampai lupa dan mengira Bisma akan menungguku sambil hujan2an seperti di film2..

padahal ini 'Bisma' si manusia antik.. seharusnya aku sudah bisa menebaknya..

*********************************************************
"aku mencintaimu.." kata Bisma.

"sungguh...?" tanyaku ragu.

"ya, hanya kamu seorang."

"hanya aku..?"

"hanya kamu, tak ada yang lain..." Kata Bisma sambil memelukku.

"hanya kamu, tak ada yang lain................ Hyori.........."

aku terbangun saking kagetnya atas pernyataan Bisma.

ukh, sialan...

ternyata semua hanya mimpi...

ya, semua hanya mimipi...

"hosh... hosh... hosh..." aku tersengal2, dan keringat keluar dari seluruh tubuhku.

ini cuma mimpi April... kenapa kau begitu takut?

cuma mimpi, mimpi buruk, mimpi yang sangat buruk..

jangan dipikirkan, mimpi bisa datang kapan saja.. jangan dipikirkan...

"hei ingus!!! keluarlah!! aku ingin bicara padamu!!"

Bisma?! itu suara Bisma?!

jadi... yang tadi itu bukanlah mimpi...?

tidak, tidak! Bisma memang selalu berada di depan rumahku beberapa hari ini,kau jadi kacau
April.

kau sudah mulai tidak bisa membedakan mana yang mimpi dan mana yang realita.

kuasai dirimu April... jangan termakan oleh pthellakiranmu sendiri!

"apa kau mencintaiku....?" pertanyaanku kepada Bisma beberapa hari lalu, melintas begitu saja di
otakku.

"aku... aku... Maafkan aku..." jawab Bisma.


maafkan aku? apa maksudnya Bisma?

kenapa tidak kau katakan kau mencintaiku?

bukankah selama ini kau mencintaiku seperti aku mencintaimu?

kenapa tidak kau bilang kau mencintaiku?! kenapa?!

"ukh- hoeek!!!" aku mengambil ember yang berada di sisi ranjangku dan muntah disana.

mual... begitu mual.... setiap kali aku mengingat kejadian waktu itu, aku selalu mual.

sepertinya tubuhku ikut bereaksi untuk mengurangi rasa sakit di hatiku. tapi semua itu tak
sedikitpun mengurangi rasa sakit ini, malah memperburuk semuanya.

"April?! kau tidak apa2?!" ibuku mendobrak masuk ke dalam kamarku.

"uhuk- hoeekk!!!" aku terus memuntahkan semua isi perutku.

"ini, minum airnya." kata ibuku panik sambil menyodorkanku segelas air.

"hoek!!!"

tidak bisa berhenti. kau payah April! tahan dirimu! ini hanya masalah kecil, kau bisa
mengatasinya.

"hooek!!!!"

"April! ayo, ayo kita ke Rumah Sakit sekarang." kata ibuku sambil mengelus2 punggungku.

aku mengangkat tanganku di depan wajah ibuku, untuk memeberinya kode bahwa aku tidak
mau.

"tidak bu... aku tidak mau.." kataku.

"APRIL!!! AYOLAH, HANYA SEBENTAR, SEBENTAR SAJA. BIARKAN AKU


BERTEMU DENGANMU! SEMENIT, AH TIDAK, 30 DETIK JUGA TAK APA! AYOLAH,
AKU INGIN MELIHAT WAJAHMU!!" teriak Bisma lagi.

tolong berhenti!! berhenti!!

kumohon, sakit sekali Bisma.. biarkan aku melupakanmu barang sejenak.

aku ingin melupakanmu! kumohon, jangan siksa aku begini.

"hooek!!!"
"April!! oh ya ampun anakku..." ibuku mulai menangis.

"APRIL! AKU INGIN MELIHAT WAJAHMU! TOLONGLAH! BIARKAN AKU


MELIHATMU! AKU TIDAK DAPAT MENAHANNYA LAGI!" teriak Bisma.

"HOOEKK!!!"

"April... oh April.. April.... bertahanlah 'nak"

bertahan? bagaimana caranya bu?

kau 'kan ibuku, tak bisakah kau ajari aku cara bertahan? kumohon bu... kumohon...

"APRIL! INI YANG TERAKHIR! SUNGGUH, INI YANG TERAKHIR, BIARKAN AKU
BICARA DENGANMU!!" teriak Bisma lagi.

terakhir? apa maksudnya..?

kau selalu bicara yang tidak kumengerti! tadi kau bilang ingin bertemu denganku, sekarang kau
bilang ini yang terakhir. jangan permainkan aku lagi! kumohon, pergilah dari sini!

"i- ibu..." aku berusaha untuk bicara.

"ya? ada apa April? ibu disini." isak ibuku.

"pergi...."

"apa? ibu tidak mengerti April.."

"suruh dia pergi...."

"dia?"

"kumohon, suruh orang itu pergi..."

"oh ya ampun April... jangan seperti itu, kasihan dia..."

"SURUH DIA PERGI, BU!! SURUH DIA PERGI!! AKU TAK INGIN BERTEMU
DENGANNYA ATAUPUN MENDENGAR SUARANYA!! KUMOHON BU!!"

aku menangis, menangis keras sekali tak tertahankan.

jangan siksa aku lagi! tolong, lepaskan aku! lepaskan aku!!!!!

"baik... akan ibu suruh dia pergi.... tahan April, kendalikan dirimu!"
"SEKARANG IBU!!! SEKARANG!!!!" aku berteriak keras sekali dalam frustasiku.

Bisma, tolong biarkan aku beristirahat sebentar.. sebentar saja...

biarkan aku melupakanmu sejenak, kau terlalu sakit untuk diingat Bisma..

kumohon,kumohon,kumohon!!!

ibuku berlari keluar dari kamarku.

semoga saja dia bisa meyakinkan Bisma untuk pergi dari sini.

dan semoga Bisma bisa mengerti.

semua ini terlalu berat bagiku.

perutku mual, kepalaku sakit, aku hanya ingin melupakannya sekarang.

aku ingin tidur... ya, aku hanya ingin tidur. tapi aku tidak bisa kalau Bisma tetap datang
menghantui setiap mimpiku. Bisma... tolong aku... ibu, ayah, Thella... siapa saja, tolong aku!!

aku mendengar samar2 ibu sedang berbicara dengan Bisma diluar. sepertinya Bisma menolak
untuk pergi, apa yang harus kukatakan padanya agar dia mau meninggalkanku? tapi aku tak
dapat berbicara dengannya. lebih2 bicara, mendengar suaranya saja aku sudah tak sanggup lagi.

"mengertilah.. keadaan April tidak memungkinkan untukmu menemuinya." aku mendengar suara
ibuku berbicara kepada Bisma.

"apa dia yang mthellantamu berkata begitu?" tanya Bisma.

"kumohon, 'nak Bisma. mengertilah, keadaan April saat ini-"

"apa April berkata bahwa dia tak ingin bertemu denganku?! dan kau mengusirku dari sini?!"

"i- itu, tidak begitu."

"aku harus bertemu dengannya!" teriak Bisma.

"hei! kau tidak bisa masuk seenaknya! tunggu 'nak Bisma! jangan seenaknya begitu!!"

masuk seenaknya...?

Bisma masuk kedalam?

dia pasti akan kesini!


+DRAP DRAP DRAP!!+ derap langkah Bisma mendekat.

oh tidak, dimana adikku? kenapa dia tidak menghalangi Bisma?!

atau, ayah?! ya, ayah?! dimana ayah?! kenapa dia tidak membantu ibu menghalangi Bisma?!

+DRAP! DRAP! DRAP!+ Derap langkah Bisma semakin mendekat.

bagaimana ini?! Bisma semakin mendekat!

ah, pintu! harus segera kukunci sebelum Bisma dapat masuk!!

aku menjatuhkan badanku ke lantai dan merangkak menuju pintu.

aku harus mengunci pintunya! tak peduli sesakit apa kepalaku, dan semual apapun perutku,
takkan kubiarkan Bisma masuk kesini. dan takkan kubiarkan hatiku terpenuhi atas kerinduanku
akan Bisma.

tidak akan!!

+DRAP! DRAP! DRAP DRAP DRAP!!+ derap langkah Bisma benar2 dekat sekarang.

sedikit lagi April, sedikit lagi! kau harus meraih kuncinya!

tubuhku semakin dekat dengan gagang pintu, dan aku mengangkat tubuhku setinggi mungkin
dari tanah, dan menekan kuncinya.

+Klik, BRUAKKK!!!+

Berhasil. aku berhasil mengunci pintunya tepat sebelum Bisma dapat membuka pintu kamarku.

aku bersandar lemah di pintu, wajahku memanas sehingga air mata keluar dengan sendirinya.

tapi aku berhasil mengunci pintunya...

kau hebat April, kau sudah [Link] ini akan segera berakhir..

+DOK! DOK DOK!! DOK!+ Bisma menggedor2 pintu kamarku.

"hei!!! BUKA PINTUNYA!!! KENAPA KAU MELAKUKAN INI KEPADAKU!?!"

berhenti... tolonglah, jangan ganggu aku lagi..

+DOK! DOK! DOK! DOK! DOK!!+


"KENAPA?! KENAPA KAU MENGUNCI PINTUNYA?! KENAPA KAU BEGITU TEGA
MELAKUKAN INI?"

jangan ganggu aku Bisma...sejenak saja...

+DOK! DOK! DOK! DOK! DOK! DOK!+

"APRIL! AKU TAHU KAU ADA DI DALAM! BICARALAH!! PALING TIDAK, BIARKAN
AKU MENDENGAR SUARAMU, HEI APRIL! INI YANG TERAKHIR!!!!"

jangan mendekat lagi Bisma... jangan biarkan aku jatuh lebih dalam lagi... tinggalkan aku
sendiri....

+DOK! DOK! DOK! DOK!+

"Satu kata saja, satu kata dan aku akan pergi dari sini... SATU KATA SAJA!!!"

pergi... pergilah... PERGILAH!!!!!!

"Putus....." aku berusaha sekuat mungkin untuk berbicara.

"apa? kau berkata sesuatu April?! ulangi lagi! aku tidak mendengarnya!!!."tanya Bisma.

"putus...."

"apa katamu..?"

"kita...putus saja ya Bisma...."

"....... ap...a.....?"

"........." aku hanya terdiam. tak sanggup lagi mengeluarkan kata2 yang lebih menyakiti diriku.

maafkan aku Bisma, tapi aku tidak bisa menahannya lagi.

aku sudah tak sanggup lagi kalau terus2an seperti ini.. kumohon, mengertilah.

"APA KATAMU?! TIDAK! AKU TIDAK MAU PUTUS! KALAU AKU TIDAK MAU
PUTUS, KAU BISA APA?! KAU BISA APA KALAU AKU INGIN SELALU
BERSAMAMU?!" teriak Bisma.

mengertilah Bisma... ini juga berat bagiku... jadi kumohon, dengarkanlah aku kali ini saja...

"AKU TIDAK MENGAKUINYA! AKU TIDAK PEDULI KAU MAU PUTUS ATAU TIDAK,
TAPI AKU TETAP TIDAK MENGAKUINYA!"
sakit... kepalaku sakit... hatiku perih...

aku butuh bantuan..seseorang, aku butuh seseorang yang dapat membantuku untuk saat ini..

Dicky ... ya, Dicky ... Dicky pasti bisa menolongku...

"JANGAN BERANI2NYA KAU BERKATA BEGITU LAGI PADAKU! JANGAN


BERANI2NYA KAU UCAPKAN SELAMAT TINGGAL! KARENA AKU TAKKAN
PERNAH MELEPASKANMU!"

"'nak Bisma, kumohon tenanglah.... tenanglah 'nak Bisma." kata ibuku berusaha menenangkan
Bisma.

aku mengambil Hp-ku dan menekan nomor Dicky .

"TIDAK! AKU TAKKAN BISA TENANG SEBELUM APRIL MENARIK KATA2NYA


BARUSAN!"

ayo Dicky ... angkat.... angkat teleponnya....

"HEI APRIL! AYO KITA LURUSKAN SEMUA INI! PASTI ADA KESALAHPAHAMAN
DISINI!!!"

angkat Dicky .... kumohon.... angkatlah!!!!

+Pik+

"halo? Baby?" tanya Dicky mengangkat teleponnya.

CRAZY #25

"halo? Baby?" tanya Dicky .

"Dicky ... tolong aku... tolong aku cepat..." tangisku.

"APRIL!! KELUARLAH!! MARI BICARAKAN TENTANG SEMUA INI! PASTI ADA


KESALAHPAHAMAN DISINI! APRIL!" teriak Bisma.

" 'nak Bisma, tolong mengertilah keadaan April sedang tidak baik hari ini. kembalilah lain kali.."
bujuk ibuku.

"kenapa Bisma berteriak2 begitu?! dimana kau sekarang Baby?!" tanya Dicky .

"di rumahku.. cepatlah kemari.. kumohon, bawa Bisma pergi dari sini.."

"apa?! bagaimana-" sebelum Dicky bisa bertanya lebih lanjut, kuputuskan teleponnya.
kumohon Dicky .. segeralah kemari. aku sudah tak tahan lagi....

+DOK! DOK! DOK! DOK!+

"APRIL!! AYOLAH, JANGAN KEKANAK2AN BEGINI! MASA HANYA KARENA AKU


MENOLONG ORANG LAIN SAJA KAU MAU PUTUS DENGANKU?! CEPAT BUKA
SEBELUM KUDOBRAK PINTU INI!!"

" 'nak Bisma, jangan seperti ini, April sedang sakit."

"Setidaknya dia harus membiarkan aku masuk tante! aku tak bisa menerimanya!!"

"iya, tapi saat ini April juga sedang kacau, bicaralah padanya nanti kalau dia sudah membaik."

"aku tidak peduli! aku takkan pergi sebelum April menarik perkataannya tadi!!"

" 'nak Bisma.. tolonglah-"

"April!! buka pintunya!! kita bicarakan ini!! hei! buka pintunya!!!"

"HEI APRIL! KALAU KAU TIDAK MEMBUKA PINTU INI DALAM WAKTU 3 DETIK,
AKU AKAN BENAR2 MENDOBRAKNYA!" teriak Bisma lagi.

" jangan begini 'nak Bisma, kalau kau begini terus, terpaksa aku akan memanggil bantuan."
ancam ibuku.

" satu..... "

Dicky , cepatlah datang!!

"dua........ "

Dicky ....!!!

"tiga......."

"Bisma!! hentikan!! jangan berbuat lebih jauh dari ini!!" teriak Dicky .

Dicky ? itu Dicky ?!

"jangan halangi aku!! hei, lepaskan aku!!!" teriak Bisma.

"kalian! cepat bantu aku menahan Bisma! cepat!!" teriak Dicky lagi.

"Kazu-chan!!! jangan begitu!!!" teriak Reza.


"lepaskan aku dasar bajingan!! aku berjanji, aku akan menghabisi kalian semua sampai mati
kalau kalian tidak melepasku sekarang! hei- lepaskan aku!"

"Bisma, tahan dirimu! ini tidak seperti dirimu!! kau hanya akan menyusahkan Baby dan dirimu
sendiri!"

"Dicky benar Kazu-chan, ayolah! kita pergi dari sini!"

"persetan dengan Dicky ! memang siapa Dicky itu?! Dicky bos-mu?! kalian sudah seperti
anjing suruhannya saja! lepaskan aku sekarang!!! lepaskann!!!" suara Bisma menjauh, sepertinya
yang lain berhasil membawanya pergi.

"maafkan kami yang telah membuat keributan tante.. maafkan kami." kata Dicky . lalu terdengar
suara langkah kaki Dicky yang menjauh menyusul Bisma.

terimakasih Dicky ... terimakasih.....

kau memang selalu bisa kuandalkan, aku berhutang padamu Dicky ..

tapi, aku mthellanta maaf padamu juga Bisma...

bukannya aku tidak mencintaimu, tapi aku tidak bisa menahan rasa sakit ini lebih lama lagi.

aku hanya ingin beristirahat sebentar dari semua drama gila ini.

hanya sebentar saja.. sebentar saja...

+DOK DOK DOK!!!+

"April?! April?! kau baik2 saja???" teriak Thella panik.

Thella? bagaimana dia bisa ada disini? dan darimana dia tahu segala kekacauan ini?

"April!? kumohon, bukalah pintunya. biarkan aku masuk, setidaknya aku ingin memastikan
bahwa kau baik2 saja."

maaf Thella, tapi aku tak mau bertemu siapa2 untuk saat ini..

"sakit ya April? huhu... pasti kau terluka sekali..." isak Thella.

"Ratu, biar aku saja.." kata seseorang kepada Thella.

+tok, tok, tok!+ suara ketukan pintu yang amat lembut.

"Baby? ini aku, Dicky . bisakah kau biarkan kami berdua masuk? sebentar saja juga tak apa,
Bisma sudah pergi, anak2 menyeretnya keluar."
Dicky ...? kenapa dia masih ada disini...?

yah, semenjak aku berhutang padamu, akan kubukakan pintunya.

aku memaksa diriku untuk berdiri dengan sisa2 kekuatan yang ada, dan aku memutar gagang
pintunya.

pintunya terbuka, dan aku langsung berjalan menuju kasurku dan merebahkan diriku disana
tanpa peduli untuk mempersilahkan mereka masuk. aku tidur secara tengkurap agar mereka tidak
bisa melihat wajah kacau-ku saat ini.

"terimakasih karena sudah membiarkan kami masuk.." kata Dicky sambil masuk kedalam
kamarku, diikuti Thella yang masih terisak-isak.

Dicky duduk di lantai di sisi ranjangku," kau tidak apa2 Baby?" aku menggeleng kecil.

"syukurlah kau baik2 saja. fiuh, keadaan tadi amat kacau. Bisma mengamuk, memang sering
terjadi. tapi baru kali ini dia mengamuk karena tidak mau berpisah dari [Link] saja
waktu kau telepon aku ada di dekat sini. kalau tidak keadaannya pasti akan lebih parah. kau
benar2 sukses dalam membuatnya mengamuk Baby."

aku tidak tahu harus bereaksi senang atau sedih untuk saat ini. tapi yang pasti, perkataan Dicky
sama sekali tak merubah apapun.

"kenapa kau meninggalkan Bisma? kenapa kau melakukannya lagi Baby? bukankah kejadian
yang lalu sudah cukup untuk membuatmu sadar akan betapa terlukanya Bisma? kenapa kau
melakukan ini...?" tanya Dicky .

bagaimana bisa dia memojokkanku begitu?! padahal dia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi!

aku bangun dan menghadap ke Dicky ," kau tidak tahu apa2 Dicky ! jadi sebaiknya jaga
bicaramu itu! dari keputusan yang kuambil ini, yang paling terluka adalah aku! kau tidak tahu
betapa beratnya keadaanku sekarang!"

"heh, akhirnya kau bicara juga sekarang.." dengus Dicky .

ukh sialan.. aku termakan omongannya..

aku mengerang dan kembali merebahkan diriku di kasur.

"Dicky -sama berhenti mengganggu April! April sudah cukup pusing!"

"Dicky -sama....? sejak kapan kau mulai memanggilku begitu?" (red*sama: tuan, nona, panggilan
hormat.)

"sejak kau memberi ceramah pada Bisma dan Reza waktu itu..." jawab Thella malu2.
"ceramah...? ah, sudahlah, tak usah dipikirkan. yang penting, aku ingin bertanya pada April. ah,
maksudku, pada Baby."

"tidak apa2, panggil saja aku April." kataku masih dalam posisi tengkurap dan wajahku terbenam
pada bantal.

"oh, oke. kalau begitu, ada yang ingin kutanyakan pada April."

"apa?" tanyaku dan Thella serentak.

"apa kau sungguh mau berpisah dengan Bisma?"

"......." aku diam saja. aku tak tahu harus menjawab apa.

"Dicky -sama! April sedang pusing, tak bisakah kau bertanya masalah itu nanti saja??!"

"tidak bisa. ini harus diluruskan sebelum terlambat."

terlambat pantatku. dari awal saja, aku jadian dengan Bisma dimulai dari sebuah kesalahan.

jadi apa yang bisa kuharapkan?

aku saja yang terlalu bodoh dan menjalani hubungan ini tanpa berpikir ke depannya.

"dari awal semua memang sudah terlambat. bukan April yang memulai, tapi Bisma duluan! dan
April adalah korban disini!" teriak Thella.

bagus Thella. kau memang tahu apa yang mau kukatakan.

senang rasanya Thella disini, jadi aku tak perlu bicara macam2.

"tunggu, tunggu... apa maksudmu dengan 'Bisma yang memulai'?"

"Bisma menyukai si rubah betina itu bukan?!" tantang Thella.

"menyukai? apa maksudmu menyukai?"

"alah~ kau jangan pura2 tak tahu. aku yakin kau sendiri sadar akah hal ini."

".............."

"benar kan? huh, makanya kau diam saja. kau tidak tahu kan mau jawab apa lagi??"

Thella... itu agak keterlaluan...


"Ratu, sebaiknya kau jangan macam2 denganku." kata Dicky dengan nada yang datar dan biasa,
namun entah mengapa rasanya menakutkan.

benar kan Thella...? kau sudah agak keterlaluan.

walaupun Dicky yang paling baik dan paling bijak diantara kelompok2 Bisma, paling tidak kau
harus ingat bahwa dia adalah teman Bisma -___-

"ba- baiklah Dicky -sama!!" kata Thella.

sepertinya siapapun yang melihat sifat Thella yang begini, tidak akan ada yang bisa marah pada
Thella deh..

dan aku yakin Dicky juga merasakannya. mana mungkin dia tega marah ke gadis sepolos
Thella?

"sudahlah.. lupakan saja..." kata Dicky .

"tapi, bagaimana bisa kalian menyimpulkan bahwa Bisma menyukai rubah itu?" tanya Dicky .

"dari mendengar semua cerita April, semua sudah jelas. dan lagi, Bisma pernah tiba2
menggumam nama Hyori dan mthellampikan Hyori. tidak cuma itu, dia juga meninggalkan April
yang kakinya sedang terluka di pinggir jalan dthella menolong Hyori, dan pada saat itu hujan
deras! kau pikir kenapa April jatuh sakit sekarang?"

walaupun semua yang dikatakan Thella benar adanya, tapi bagaimana bisa dia berkata sejujur itu
dan menusukku dengan kenyataan yang ada -__-

"........." Dicky diam saja.

aku yakin, Dicky pasti sudah menyadari lebih lama daripada aku akan hal ini.

makanya dia tidak bisa menjawab apa2 sekarang.

tunggu- tiba2 aku jadi teringat sesuatu.

sudah mengganjal sejak dulu, tapi tidak kusadari dan tidak kunjung kutanyakan. sebaiknya
kutanyakan sekarang.

aku bangun dari posisiku, dan duduk bersila di Kasurku.

"wow, April.. kamu seram sekali sungguh." komentar Thella saat melihatku.

"kalau boleh jujur, Ratu benar." kata Dicky sambil tertawa kecil.

sialan... bagaimana bisa kau berpenampilan begini di depan Dicky ..


sudah beberapa hari aku sakit, sehingga aku belum mandi. dan lagi, rambutku pasti acak2an,
mukaku pasti kusam, dan pastinya mataku sembab seperti ikan mas koki karena terlalu lama
menangis.

tapi aku sudah terlalu pusing untuk peduli pada penampilanku. lagipula apa yang kau harapkan
dari penampilan gadis yang sedang sakit?

"Dicky ... ada yang ingin kutanyakan. ini agak menggangguku sejak lama." kataku kepada Dicky
.

"apa? tanyakan saja. akan kujawab kalau itu memungkinkan." jawab Dicky .

"ya.. ini sedikit mengganjal, dan kupikir ini ada hubungannya dengan Bisma dan Hyori."

"apa itu?" tanya Dicky .

"ya! apa? apa??" tanya Thella ikut2an.

"begini.. dulu kau pernah cerita tentang Bisma. kau bilang, Bisma adalah orang yang tertutup.
tapi saat berumur 14 tahun, Bisma mulai membuka dirinya dan akhirnya kalian mulai akrab."

"ehm... yeah.. aku memang berkata begitu... lalu apa hubungannya dengan Hyori?"

"dan kau juga bilang, saat berumur 14 tahun, Bisma juga berpacaran dengan Hyori."

"ya.... lalu....?"

"pada saat umur 14 tahun, Bisma berubah dan membuka diri. dan pada saat umur 14 juga, dia
berpacaran dengan Hyori. apakah Hyori.. yang membuat perubahan itu pada Bisma.....?"

"......."

"jawab aku Dicky . aku perlu tahu yang sesungguhnya."

"....... yah, bisa dibilang begitu.... tapi ini sama sekali tidak ada hubungannya-"

"cukup, aku tak perlu mendengar pembelaan darimu. tapi, apakah kamu tahu, apa yang membuat
Bisma berubah?"

"ehm... itu...."

"jawablah Dicky ! kumohon, jangan menutupinya!"

"y- ya baiklah! tapi aku benar2 menceritakan padamu apa yang kutahu. tak ada yang
kusembunyikan untuk membela Bisma, sungguh."
"ya, ceritakanlah."

"ehm, aku tak tahu pasti apa yang terjadi.. tapi perubahan pada Bisma jelas terlihat sehabis Hyori
menolongnya."

"Hyori menolongnya...? apa maksudmu?"

"yah, waktu itu teleponku berdering, dan rubah itu bilang, dia berada di taman bersama temanku
yang adalah Bisma. saat aku dan anak2 sampai disana, kami mendapati Bisma yang babak belur
sedang tertidur di pangkuan Hyori, pokoknya kondisinya saat itu parah sekali. setelah itu kami
membawanya pulang, dan keesokan harinya Bisma langsung mengubah warna rambutnya
menjadi emas. seketika itu juga, dia sudah jadian dengan Hyori. hanya itu yang kutahu.."

"apa...? haha, kini semuanya menjadi jelas.. kenapa Bisma masih menyukai Hyori, kenapa Bisma
menggumamkan nama Hyori saat aku bilang padanya kalau aku suka warna emas, dan kenapa
Bisma tidak bisa bilang dia mencintaiku. terang saja, karena dia mempunyai kisah cinta yang
begitu dalam dengan Hyori..."aku membenamkan wajahku di kasur lagi dalam keputusasaan.

semua ini sia2.. waktu2 yang kujalani dengan Bisma ternyata sama sekali tak berarti.

karena selama ini dia melakukannya untuk Hyori, bukan untukku. tetapi aku harus
berterimakasih padanya karena sudah memberiku banyak memori yang begitu indah, karena
pada saat itu aku benar2 bahagia . dan sebaliknya, aku juga harus mthellanta maaf padanya juga,
karena sudah membuatnya menjalani hari2 yang hanya menyenangkanku dan tidak
menyenangkannya. pastilah Bisma tidak senang selama ini, karena dia menjalaninya denganku,
bukan dengan gadis yang dicintainya.

"jadi.. kau menyerah sampai disini saja?" tanya Dicky .

aku malas meladeni perkataan Dicky yang memojokkanku, jadinya aku diam saja.

"cih... aku selama ini menganggapmu sebagai wanita yang kuat, ternyata dugaanku salah."

apa maksudmu? kenapa kau malah memojokkanku? disini akulah korbannya!!

"Dicky -sama! tolong jangan bicara seperti itu, kau juga harus mengerti keadaan April!" kata
Thella berusaha menghentikan sikap Dicky yang memojokkanku.

"Ratu, ini bukan urusanmu. jadi sebaiknya kau diam saja. dan aku tidak perlu mengerti keadaan
April, karena aku bukan wanita. sebaliknya, aku mengerti sekali apa yang Bisma rasakan!"
jawab Dicky .

"pergilah.. pembicaraan sudah selesai." kataku.

"heh, jadi hanya begitu saja? kau pengecut." kata Dicky .


tahan April... kau harus menahan dirimu... jangan lepas kendali dan masuk dalam permainannya..

"Dicky -sama!!" teriak Thella merasa Dicky sudah keterlaluan.

"kau seharusnya lebih memahami dia!"

sudah cukup, aku tak mau menahan diri lagi," aku berbuat begini juga bukan karena kemauanku
tahu! coba kau pikir, apa gunanya melanjutkan hubungan tanpa cinta?! dan lagi aku memberi
Bisma kesempatan untuk lepas padaku dan kembali pada orang yang dicintainya! apa itu salah?!"
teriakku.

semuanya terdiam mendengar teriakkanku.

tak lama setelah itu, Dicky melanjutkan, "bisa2nya kau bilang begitu. darimanapun terlihat jelas
bahwa kau melakukan ini bukan untuk memberi Bisma kesempatan. tapi kau melakukan ini
karena kepengecutanmu. kau terlalu takut untuk melanjutkan hubungan kalian, kau terlalu takut
untuk disakiti. tapi tak pernahkah kau lihat, seberapa seringpun Bisma disakiti olehmu, dia terus
maju dan terus mempertahankan hubungan kalian?!"

"apa yang kau tahu?! setidaknya walaupun aku pernah menyakitinya, hatiku selalu untuknya! tak
pernah kuberikan hatiku untuk yang lain! dan dia? dia mencintai orang lain, bukan aku! jadi apa
yang harus kulakukan?! terus2an menjadi pengganti wanita yang dicintainya itu?!"

"jadi begitu...? sekarang, cobalah buka matamu Baby aprilia. bukalah matamu lebar2, dan lihat,
siapa yang bersama Bisma sekarang. apakah kamu, atau rubah betina itu. kamu bukan?! apalagi
yang kamu ragukan?! padahal selama ini Bisma berada disisimu, pacarmu, dan bukan pacar
rubah betina itu! kalau dia benar2 mencintai rubah betina itu, gampang saja baginya untuk
kembali bersama rubah itu, tapi kenapa dia malah bersamamu?! dia sudah menyangkal rubah itu
berkali2 dthella kamu, tak sadarkah kau akan hal itu?! kau perlu kata2 untuk membuktikan
bahwa dia mencintaimu?! padahal sudah terlihat jelas siapa yang benar2 dicintainya bukan?! dan
juga, jawaban sebenarnya sudah ada dalam dirimu, dan kau tahu itu..."

tahu..? aku tahu apa...?

jawaban apa yang kutahu..?

kenapa Dicky bicara sesuatu yang tidak dapat kumengerti?

"hanya itu saja yang ingin kukatakan April, aku akan pergi. dan kau pasti tahu apa yang harus
kau lakukan selanjutnya." Dicky berkata begitu, lalu keluar dari kamarku.

sedangkan aku, menangis disini tak mengerti setiap kata dan fakta yang diucapkan Dicky .

apa yang harus kulakukan sekarang? mana yang harus kupercaya sekarang?
Thella mengusap punggungku,"April... setelah dipikir2, semua kata2 Dicky benar adanya.
bukankah begitu?"

"aku tidak tahu Thella... sungguh, aku tidak tahu...." isakku.

"sudahlah.. masih banyak waktu untuk berpikir... tenanglah April....." hibur Thella sambil
memelukku.

terimakasih Thella... kau masih menemaniku sampai saat ini...

tapi, bisakah kau memberitahuku apa yang harus kulakukan......?

CRAZY #26
huh...?
jam berapa sekarang...?
ukh, kepalaku sakit sekali...
pasti karena kemarin aku terlalu banyak menangis..

aku benci menangis.


benci dimana mataku harus mengeluarkan air mata,
benci dimana aku tidak bisa tersenyum,
dan aku benci dimana aku mengingat hal yang membuatku menangis.

semua yang Dicky katakan memang benar adanya, aku tahu itu.
tapi kenapa aku tidak bisa menerima kenyataannya?
kebersamaanku bersama Bisma dan kebersamaan Bisma dengan Hyori saling tumpang tindih di
kepalaku.
aku tidak bisa menerima kenyataan yang ada, karena masa lalu Bisma menjawab seberapa
cintanya Bisma pada Hyori.
aku tidak bisa terima....

aku bangun dari posisiku.


sekarang sudah jam 5 sore. berarti aku sudah tertidur selama 15 jam. tak heran badanku sakit
semua.
akh.. ini menyiksaku..
andai saja aku bisa tidur lebih lama lagi, jadi aku tidak perlu menghadapi kenyataan yang ada.

aku mengukur suhu badanku dengan menempelkan telapak tanganku di dahi.


hmm... panasku sudah turun, dan sepertinya aku sudah bisa berjalan hari ini.
sebaiknya aku mandi. bau badanku sudah tak karuan secara aku belum mandi beberapa hari ini.
menjijikan......

aku turun dari ranjangku. saat aku mthellajakkan kakiku di lantai, rasa pening masih
menghantuiku.
tapi kuacuhkan rasa pening itu dan aku mulai melangkah keluar dari pintu.
saat aku keluar dari kamarku, aku melihat Thella sedang berjalan menaiki tangga.
"eh? April? kau mau kemana??" tanya Thella.

"aku mau mandi. sudah lama aku tidak mandi. ini menjijikan..." jawabku.

"yah, itu keputusan yang tepat. itu keputusan yang bijak melihat betapa kacaunya penampilanmu
sekarang..." kata Thella jijik.
sialan... aku tahu aku pasti parah sekali sekarang. tapi kenapa dia harus berkata begitu sih?!

"yayaya, terserah kau saja. mau apa kau kesini?"

"ih! kok sinis banget sih?! tentu saja aku kesini karena khawatir akan keadaanmu!"

"aku sudah tidak apa2 kok. makasih ya."

"iya. aku tunggu kau di kamarmu." kata Thella lalu masuk ke dalam kamarku.

apa2an dia itu?


rasanya aku belum mengizinkan dia masuk ke kamarku.... -__-

aku langsung mengarah ke kamar mandi di lantai 1.


ayah pasti sedang bekerja, dan adikku pasti masih belum pulang.
tapi ibu juga tidak ada, dimana dia?
lha...? berarti bagaimana caranya Thella bisa masuk tadi..?
ah, tidak perlu dipikirkan. Thella 'kan memang ajaib -__-

aku masuk ke kamar mandi dan mulai menggosok gigiku di wastafel.


ukh sialan.. benar apa kata Thella, aku kacau sekali.
wajahku sudah dekil karena keringatan, mataku sembab karena terlalu banyak menangis, dan
rambutku acak2an seperti orang sinting.
keputusanku untuk mandi memang keputusan yang bijaksana.

selesai menggosok gigi, aku mencuci mukaku.


ah segarnya... rasanya seperti dilahirkan kembali.
selama 17 tahun, baru pertama kali aku merasa dilahirkan kembali karena mandi.
kok bisa ya, kadang aku malas mandi? padahal mandi begini menyegarkan.

aku mulai membuka semua bajuku dan pergi ke shower untuk keramas.
begitu air menyentuh ubun2ku, aku benar2 merasa seperti di surga!
wuah.... sepertinya semua bebanku terlepas dan aku merasa segar sekali.
aku benar2 merindukan sensasi ini setelah beberapa hari tidak mandi... oh ya ampun...

aku mengambil shampo dan mencuci rambutku,

+DOK!! DOK!! DOK!!+


"APRIL! BUKA PINTUNYA! INI PENTING!"
wuah! Thella?! ngapain dia teriak2 begitu?!
ah sialan, mataku kemApriln shampo 'kan?!
aduh, aduh! perih sekali!!!

+DOK DOK DOK DOK DOK!!!+


"APRIL!! CEPAT BUKA!! INI ADA TELEPON DARI DICKY !!!" teriak Thella lagi.

telepon dari Dicky ?


cuma gara2 telepon dari Dicky dia menggedor2 seperti orang sinting begitu?!

"IYA! IYA SEBENTAR!! AKU LAGI KERAMAS TAHU!!!" teriakku sambil mencuci mataku
dengan air.

"CEPAT APRIL! INI TENTANG BISMA!!!"

Bisma....?
ukh, kenapa sih Thella menyebutkan namanya?
padahal aku sudah bisa tidak mthellakirkan Bisma barang sejenak, kenapa Thella
mengingatkanku lagi?!

".......... tutup saja... aku tidak mau mendengar apapun tentang Bisma." jawabku.
tuh 'kan..?
benar saja, hanya dengan mengucapkan nama Bisma dari bibir ini, luka di hatiku muncul lagi.
kerinduanku akan Bisma sudah memompa jantungku, dan aku tak tahan untuk melihat wajahnya.

"APRIL! DICKY TIDAK BERCANDA! INI PENTING!" teriak Thella lagi.

ukh sial... apa sih mau Dicky ?!


ini 'kan bukan urusannya, tapi kenapa dia sok ikut campur begitu sih?!

"BILANG PADANYA, [Link]!!" teriakku.

Thella terdiam sejenak, lalu dia berteriak lagi,"KATA DICKY , 'KAU BERKATA BEGITU
KARENA KAU PENAKUT! TIDAK MAU MENERIMA KENYATAAN!!'"

APA?! siapa yang penakut?!


ukh, makin hari bicara Dicky makin ngawur saja!
aku tidak bisa terima ini!

aku membilas rambutku yang masih berbusa sejadinya saja, lalu buru2 aku berlari ke arah pintu.
"sini teleponnya!" teriakku pada Thella sambil mengeluarkan tanganku dari balik pintu.

Thella menyerahkan teleponnya, lalu aku menutup pintunya lagi.

"siapa yang penakut!?! aku begini karena fakta yang membuktikan!!" teriakku kepada Dicky .
"fakta? fakta apa? coba jelaskan fakta yang membuatmu seperti ini itu!" jawab Dicky .

"dia masih mencintai Hyori! itu faktanya! kau juga tak bisa membuktikan bahwa Bisma sudah
tidak mencintai Hyori lagi bukan?"

"dia tidak mencintai Hyori. dia mencintaimu. aku tahu pasti itu."

"Bisma bahkan tidak bilang padaku kalau dia mencintaiku. apakah itu bukan bukti yang kuat?!"

"jadi.. kau butuh kata2 untuk menyadari bahwa sesungguhnya yang Bisma cintai adalah kau? tak
bisakah kau lihat bahwa Bisma benar2 mencintaimu?!
aku sungguh2 tidak mengerti perempuan.. kenapa kata2 selalu lebih penting dari kenyataan yang
ada?!"

"Bisma mencintai Hyori... dia punya kenangan yang begitu dalam dengan Hyori. tak mungkin
Bisma melupakan Hyori semudah itu."

"itu masa lalu...."

"itu memang masa lalu, tapi masa lalu itu membuktikan semuanya."

"kenapa kau berkata begitu? itu masa lalu, dan masa lalu tak bisa diubah. aku yakin, kalau Bisma
dapat menghapus masa lalunya, pasti dia akan melakukan itu. tapi masalahnya, masa lalu tidak
bisa dihapus atau diulang lagi. jadi kau harus bisa menerima Bisma apa adanya."

"aku menerima Bisma apa adanya! tapi apakah aku salah, kalau aku tidak bersamanya untuk
membiarkannya bersatu dengan orang yang dicintainya?!"

"kau pasti sudah tahu jawabannya, bukan? masa kau tidak merasakan cinta Bisma padamu?"

"kau selalu bilang begitu! kau selalu bilang kalau pasti aku sudah tahu jawabannya. tapi aku
tidak tahu apa2! bahkan aku tak menyadari apapun! jadi tolong, beritahu aku yang
sesungguhnya!"

"Bisma mencintaimu... itu yang sesungguhnya."

"tidak. dia tidak mecintaiku."

"dia mencintaimu."

"tidak."

"kenapa sih, kau menutup mata dari fakta yang ada?! itulah kebenaran yang kau cari selama ini!"

"tidak... itu bohong.. kalau itu benar, kenapa Bisma tidak menjawab saat kutanya apakah dia
mencintaiku?!"

"kata2 tidak bisa menutupi fakta yang ada. dari sikap Bisma, siapapun tahu kalau dia
mencintaimu. dan kau bisa melihat siapa yang bersanding di samping Bisma sekarang. kamu,
bukan? bukan rubah itu? jadi, apa yang kau tunggu lagi?"

"sudah cukup, hentikan. jadi ini yang Thella maksud dengan 'penting'. bagiku tidak ada
pentingnya sama sekali."

"hampiri Bisma sekarang."

"aku takkan melakukan itu."

"Bisma akan pergi..."

"ap- apa maksudmu?" tanyaku gugup kepada Dicky .

"hari ini dia berangkat ke Amerika bersama ibunya." jawab Dicky .

"bohong....." sanggahku tak percaya.

"aku tidak bohong. ibunya mengajak Bisma tinggal bersamanya disana. pasti kau yang paling
tahu kalau hubungan Bisma dan ibunya sudah membaik."
apa sih yang dikatakan Dicky ?
Bisma akan pergi?
dia akan tinggal bersama ibunya di Amerika?

"dia sudah berangkat ke bandara setengah jam lalu. pasti sebentar lagi dia akan sampai. kalau
tidak cepat, kau akan benar2 kehilangannya." kata Dicky .

"bohong....." gumamku.
aku tidak bisa percaya ini...
tak mungkin Bisma pergi begitu saja.. tidak mungkin!

"tidak ada gunanya aku berbohong,April... terserah kau saja. ini kesempatan terakhirmu sebelum
dia pergi." kata Dicky .

terakhir...?
pantas saja Bisma mengatakan 'ini yang terakhir' kemarin...
jadi kemarin adalah saat terakhir sebelum dia pergi meninggalkanku..

"kalau kau cepat, kau pasti bisa mengejarnya sekarang. apa kau rela kehilangan Bisma..?" tanya
Dicky .

kehilangan Bisma?
apakah aku benar2 rela kehilangan Bisma?
apakah aku benar2 bisa melepaskannya?
tidak April! kau harus melepaskan Bisma! biarkan dia pergi, jangan menjadi bebannya!

"tidak, aku tidak akan kesana... biarkan saja Bisma pergi.." jawabku.

"hhh.... terserah kau saja. kali ini aku sudah benar2 menyerah. tapi satu hal yang harus kau ingat.
sebenarnya, kaulah yang hidup di masa lalu. kaulah yang selalu terbayang2 akan masa lalu
Bisma, padahal Bisma sudah benar2 meninggalkan masa lalunya." kata Dicky .

+tut~ tut~ tut~+ Dicky memutus teleponnya.

apa katanya...?
hidup di masa lalu? terbayang2 masa lalu?
apakah benar aku begitu?

aku bersandar di pintu dan terduduk di lantai saking lemasnya.


masa lalu Bisma dengan Hyori yang begitu dalam memang menjadi beban dalam hatiku yang
membuatku menolak untuk percaya bahwa Bisma mencintaiku. tapi apakah benar semuanya
tinggal masa lalu?
perasaan Bisma... masa lalu Bisma... semuanya berputar2 menjadi satu.
sampai2 aku tak tahu lagi apa yang harus kupercaya sekarang...

+BZZZTTT~ BZZT~+ teleponku bergetar.

huh...? sms?
dari siapa ini?
Bisma... sms dari Bisma...

tanganku gemetar.
apakah harus kubuka? bagaimana ini? apa yang harus kulakukan?
akhirnya, dengan ragu kubuka sms dari Bisma.

isinya : 'hei... aku mencintaimu.'

apa2an ini...?
mengapa tiba2 Bisma berkata begini..?
pesan yang amat singkat, namun amat dalam.

seketika itu , semua perkataan Dicky terbukti.


kalau aku membutuhkan kata2 sebagai bukti, kini Bisma sudah berkata bahwa dia mencintaiku.
apalagi yang dapat kujadikan dalih untuk menolak perasaan Bisma yang sesungguhnya?

ini Bisma.
ini benar2 Bisma.
padahal kenyataan yang sebenarnya sudah di depan mata, tapi kenapa selama ini aku
mengingkarinya seperti orang tolol saja?!
sekarang bagaimana?
semua sudah terlalu terlambat karena kebodohanku.
semua ini terjadi karena aku belum siap menerima Bisma apa adanya.
lebih lagi, semua ini terjadi karena aku takut untuk disakiti.
dan Bisma selalu yang menjadi korban...
harusnya aku sadar kalau aku menyakiti diri sendiri, terlebih lagi, aku menyakiti Bisma.

ya, semua ini sudah terlambat.


Bisma pasti sudah tak dapat memaafkanku atas semua yang sudah kulakukan padanya.
aku sudah menyakiti Bisma terlalu dalam......

+DOK! DOK DOK!!!+


"APRIL?! HEI, APA YANG SEDANG KAU LAKUKAN?! CEPATLAH, DAN KEJAR
BISMA! DIA PASTI MASIH DI BANDARA SEKARANG!!"teriak Thella memecah
lamunanku.

"sudah terlambat...dia pasti terlanjur membenciku sekarang." jawabku lemas.

"JANGAN MEMBUAT PERKIRAAN SENDIRI! SEBAIKNYA SEKARANG KAU KELUAR,


DAN KEJAR BISMA UNTUK MEMBUKTIKAN KEBENARANNYA! KAU SEPERTI
ORANG SINTING SAJA SELALU MEMBUAT PERSEPSI SENDIRI!"

perkataan Thella seakan membuka mataku.


ya, kenapa aku selalu membuat persepsi sendiri?
kenapa aku selalu memutuskan pikiranku sendiri seperti orang sinting?
aah! aku tak bisa percaya betapa bodohnya aku ini! kenapa aku selalu membuat pthellakiran2
yang menyakiti diri sendiri seperti ini?!
bodoh! bodoh! bodoh! kau bodoh April!!!

"APRIL!! CEPATLAH!!" teriak Thella lagi.

oh sial, lagi2 aku malah bengong.


aku harus cepat untuk menyusul Bisma!
ah, tapi aku belum sabunan. sebodo amat lah!! tancap saja!

nah, mana bajuku?!


aduh, aku lupa mengambil baju sebelum kesini tadi!! aaah!! bagaimana ini?!

oh? apa itu?


baju aneh milik siapa di gantungan itu?
GHEE?! piyama berbentuk kelinci?! ini pasti milik adikku, dia 'kan suka pakai piyama yang
aneh2.
ya sudahlah, kupakai saja, aku harus cepat sebelum Bisma berangkat!!

aku memakai piyama berbentuk kelinci milik adikku dengan kecepatan cahaya.
ukh, aku pasti disangka orang sinting karena aku memakai pakaian seperti ini di bandara nanti.
tapi aku tidak peduli lagi, aku harus mengejar Bisma!!

aku keluar dari kamar mandi , "ah! April! ayo kita kejar Bisma- apa yang kau kenakan?!" tanya
Thella begitu melihat pakaianku.

"ini piyama adikku. sudahlah, tidak ada waktu untuk mengganti baju." kataku sambil berlari ke
pintu keluar.

"ukh, ba- baiklah." jawab Thella yang masih takjub dengan kostum kelinci yang kukenakan.

aku berlari ke jalan besar dengan piyama kelinci dan rambutku yang basah berkibar seiring aku
berlari.
aku bisa mendengar Thella berkata ,"aku tidak kenal dia. aku tidak kenal dia." kepada semua
orang menoleh ke arahku disaat aku lewat.
lihat saja kau nanti Thella... akan kujambak kau sampai botak...

"TAKSIII!!!!!!!" teriakku sambil melambaikan tangan.


aku langsung masuk ke dalam taksi begitu taksi itu berhenti, dan Thella juga mengikutiku
masuk.

mata pak supir membelalak begitu melihatku dan dia bertanya," ma- mau kemana ya?"

"ke bandara Narita pak!! cepat!!!" teriakku.

"ba- baik." jawab pak supir gugup.

Bisma... kumohon, jangan pergi dulu!!!

CRAZY #27
"pak supir! perbuatlah sesuatu!! bapak 'kan supir profesional, ayolah percepat laju mobilnya!!
ayo pakk!!!!" teriakku sambil memajukan badanku ke tempat duduk pak supir.

"aduh, iya2 non.. lihat dong, ini sudah cepat kok." keluh pak supir.

"tambah lagi kecepatannya pak!! ini kurang!! apa bapak tega melihat anak gadis remaja seperti
saya kehilangan cinta?! ayo pakk!! cepat!!!!!!!!!"

"huhuhu....." tangis pak supir menyesali ketidakberuntungannya hari ini.

"sudah, sudah April.... jangan bicara yang menyusahkan pak supir begitu." kata Thella sambil
menarik bahuku untuk kembali bersandar pada jok belakang.

"ugh... tapi tetap saja...." keluhku.

"hei, aku penasaran. sebenarnya ini baju apa sih? bagaimana bisa kau punya baju semacam ini?"
kata Thella sambil menarik2 kostum kelinci yang kukenakan.

kutampik tangan Thella ,"kau kira aku sudah tak waras apa? tentu saja ini bukan milikku. ini
milik adik bodohku itu...cih"

"lalu kenapa kau pakai?"

"karena cuma ini yang ada digantungan kamar mandi!! aku kan harus cepat2!"

"tapi tetap saja... walaupun mendesak, tidak seharusnya kau memakai pakaian seperti ini. apalagi
kita mau ke bandara, pasti kau dianggap orang sinting."

"aku tahu! aku tahu! bisa gak sih jangan buat aku lebih despresi lagi?!"

"iya! iya! oh, sebaiknya kau pakai kupluknya! nah 'kan?! jadi seperti kelinci sungguhan?!!
hahahahaha!!" kata Thella sambil menarik kupluk bajuku keatas kepalaku.

yang benar saja.. tidak akan kupakai kupluknya!


karena, kupluknya mempunyai sepasang telinga kelinci yang menjulur [Link] pasti terlihat
lebih sinting kalau memakai ini.

aku menurunkan kupluknya dari kepalaku,"sialan Thella!! jangan bercanda lagi!!" protesku.

"hahahaha! iya iya maaf... habis kau bodoh sekali sih!! hahahahahahaha!" tawa Thella.

ingin sekali aku merobek mulut Thella, tapi rasa malu yang kurasakan lebih besar dari amarahku.
lebih jelasnya "AKU SUDAH TERLALU MALU UNTUK BISA MARAH!!!" aaaahh!!!!!

tak lama setelah itu, tawa Thella sudah diganti dengan mimik muka yang agak serius, dan dia
berkata "hei.. aku agak penasaran tentang ini.. dan ini cukup penting

"apa lagi?!" tanyaku malas.

"ehm... kau pakai baju ini karena terdesak 'kan?"

"itu sudah jelas bukan?! tadi aku sudah ngomong begitu, kenapa nanya lagi?!"

"iya iya! bisa gak sih tidak teriak2?!"

"kh...."

"nah, kalau kau saja tidak sempat mengambil baju... berarti kau tidak sempat mengambil uang
dong..?" tanya Thella serius.

"YA TENTU SA....ja...." teriakku beriringan dengan sadarnya aku akan apa yang Thella maksud.
"sudah sampai." kata pak supir. dan benar saja, kami sudah sampai di bandara.

"jadi.... bagaimana kita bayar taksi? aku tidak punya uang..." tanya Thella.
sial... aku benar2 tidak mthellakirkan soal [Link] langsung masuk ke taksi tanpa mthellakirkan
soal [Link] kamu April.. kamu tidak punya otak!

"..............." aku terdiam sambil menatap Thella, keringat mengalir dari dahiku.

"............." Thella juga terdiam, dia menelan ludah.

"..........." pak supir juga terdiam, sepertinya dia mulai mengerti apa yang terjadi sekarang.

"..........." aku memegang gagang pintu dengan hati2, mataku masih terpaku pada Thella.

"jangan berani2 kau melakukan itu...." kata Thella mengerti apa yang mau kulakukan.

"..........." pak supir tetap terdiam dengan mulut terbuka, sambil memandang heran ke arahku dan
Thella secara bergantian.

tidak ada kesempatan lain, aku harus kabur sekarang.


bukannya aku tidak mau bayar ongkos taksi, tapi sekarang benar2 sudah terjepit.
pilih lari dengan memalukan sebagai penjahat ongkos, atau diam disini dan kehilangan Bisma...
aku lebih pilih lari sebagai penjahat ongkos!!!

aku menarik gagang pintunya kuat2 dan berlari keluar dari dalam taksi. Thella dan pak supir
tercengang melihat [Link] tahu keadaannya gawat, dan dia berusaha mengikutiku
untuk keluar dari taksi. tapi sudah terlambat, pak supir keburu menangkap tangan Thella
sehingga dia tak bisa kabur.

disela2 pelarianku ke dalam bandara, aku mendengar teriakkan pak supir dan Thella, "bayar
ongkosnya dulu!!" .

"huhu pak...!! ini bukan salahku!! dia yang seharusnya membayar! aku dijebak! dia yang
menarikku masuk! kumohon, lepaskan aku pak!!" tangis Thella

"aku tidak mau tahu! pokoknya ongkos ini harus dibayar bagaimanapun caranya!" ancam pak
supir.

"APRILAAA!!!!!!!!! KURANG AJAR!!! LIHAT SAJA KAU NANTI APRIL!!!!!


AAASSSSSSSSSSUUUUKAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!" teriak keputusasaan Thella.

aku terus berlari masuk ke dalam bandara tanpa sekalipun menengok ke belakang.
maafkan aku Thella, tapi tak ada lagi yang dapat kuperbuat.
aku harus cepat2 mengejar Bisma, bagaimana kalau dia keburu pergi?!
kalau perlu ditangkap polisi nanti, itu tak masalah kok. yang penting aku harus mencari Bisma
dulu!!!
nah, sekarang aku harus mencari Bisma dimana?
daritadi aku lari2 tak tentu arah, aku tetap tak menemukan rambut emas Bisma.
dimana aku harus mencari Bisma di tempat sebesar ini?!

ugh, kalau aku tetap lari tak tentu arah begini, bisa2 Bisma keburu pergi....
Dicky .. ya! Dicky ! aku harus tanya Dicky dimana Bisma berada!
HP, dimana HP-ku?! lho?! kenapa tidak ada?!!
aaahhh!! pasti tertinggal di kamar mandi saking kalutnya aku tadi...
kamu bodoh April!! bodoh!!! APRIL BODOHHH!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

karena kebodohanku, Bisma jadi tersakiti...


karena keegoisanku, Bisma jadi lepas dari genggamanku..
ini kesempatan terakhirku untuk menggapai Bisma. kalau kesempatan ini tersia2kan, habislah
sudah..

dimana Bisma...?
dimana dia sekarang....?
Bisma... Bisma.... Bisma....

"BISMAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!" teriakku ditengah2 kerumunan orang yang lalu


lalang.
orang2 yang sudah memperhatikanku karena kostum yang kupakai, kini lebih memperhatikanku
lagi.
pasti orang ini sudah benar2 yakin bahwa aku orang sinting, tapi aku sudah terlalu putus asa
untuk peduli.

aku berlari memutari bandara untuk kesekian kalinya.


wajahku memanas dan air mata mulai keluar dari sudut mataku.
aku tak mau kehilangan Bisma. aku tak mau melepas senyumnya, aku tak mau melepas
suaranya, aku tak melepas Bisma!!

Bisma... Bisma....
kumohon, jangan tinggalkan aku...
aku berjanji, aku takkan meninggalkanmu sebelum kau meninggalkanku.
aku berjanji, aku takkan mengucapkan kata selamat tinggal lagi.
dan aku juga berjanji, aku akan mempercayaimu dalam keadaan apapun.
jadi, jangan tinggalkan aku....

"Bismaaaaaaaaaa!!!!" teriakku sambil terus berlari.

Bisma..... Bisma.... Bisma.......


di kepalaku sekarang cuma ada Bisma. aku tak dapat mthellakirkan yang lain selain Bisma.
dan yang dapat kulakukan sekarang hanya menyebut namanya berharap dia dapat mendengarku,
tapi aku tahu yang kulakukan sia2.
Bisma sudah pergi... dia pergi meninggalkanku... aku tak mau Bisma pergi. aku tak mau, dan
takkan pernah mau!!!

"Bismaaaaaaaaa!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!" aku berteriak sekuat tenaga dalam keputusasaanku.


jangan pergi Bisma... jangan pergi!!!!!

"ukh... huhuhu.... hiks...." aku tidak kuat lagi berlari. aku memeluk lututku dan menangis.
aku tidak peduli orang2 mengira aku orang sinting karena menangis di tengah bandara begini,
yang penting aku tak mau kehilangan Bisma.
yang kuinginkan Bisma berada disini, yang kuinginkan adalah mendengar suara lembut Bisma.
kalau itu terlalu muluk, aku ingin melihat Bisma walau barang sebentar saja sebelum dia pergi.
setidaknya aku punya kenangan terakhir sebelum dia benar2 meninggalkanku.

"Bisma.... Bisma........" isakku.


nama Bisma terus mengalir keluar dari mulutku, bahkan tanpa aku sadari.
sebegitu besarnyakah cintaku akan Bisma sampai namanya-pun terus berada di dalam otakku,
bahkan keluar dari mulutku tanpa kusadari?
tapi kenapa aku bisa begitu bodoh dengan membuat Bisma terluka?! bahkan aku sempat
menyangkal keberadaannya.
Bisma...... maafkan aku.... maafkan aku..... Bisma..... Bisma......

"April?" tanya seseorang.

"April? hei, sedang apa kau berjongkok disitu? dan lagi, apa yang kau pakai..?" tanya orang itu
lagi.

aku mengangkat wajahku, dan kudapatkan Dicky sedang menatapku heran sambil
membungkukkan badannya.

"huhuhu.... Dicky ...." isakku.

"sudah2.. jangan menangis lagi...." kata Dicky seiring mengangkatku berdiri dan menghapus air
mataku.

"Bisma... dimana Bisma?!" tanyaku spontan.

"Bisma...? huh? oh! Bisma?! uh, ehm... dia disana! dia sedang masuk ke tempat pemeriksaan
karcis" kata Dicky gugup sambil menunjuk ke arah pemeriksaan karcis 500 meter di depanku.
aku tak mengerti kenapa Dicky gugup begitu, tapi aku sudah terlalu kalut untuk peduli.

"Bisma disana?! oh ya ampun, Bismaaaaaaaaaa!!!!" teriakku sambil berlari ke tempat


pemeriksaan karcis yang ditunjuk Dicky .

"lho? April-chan? kok kamu disini? bukannya sedang sakit? eh- lho? hei- tunggu!!" tanya Reza
yang heran melihatku berlari, tapi aku mengacuhkannya dan tetap berlari ke tempat pemeriksaan
karcis itu.
"REZA!! TAHAN APRIL!! BISA2 DIA MENEROBOS MASUK KE DALAM TEMPAT
PEMERIKSAAN KARCIS!!" teriak Dicky yang jauh berada dibelakangku.

"hah? uh- oh, baiklah!" jawab Reza seraya mengejarku.

aku harus cepat2, aku harus berlari lebih cepat lagi! kalau tidak, bisa2 Reza dan Dicky
menangkapku!
dan kalau mereka berhasil menangkapku, mereka pasti takkan membiarkanku mengejar Bisma,
dan Bisma akan benar2 pergi meninggalkanku!
aku akan tetap mengejar Bisma. walaupun Bisma tak mau bertemu denganku, aku akan
bersikeras untuk menemuinya. ini harapan terkahirku, dan aku tak mau menyerah!

"APRIL-CHAN!! HEI- TUNGGU!! JANGAN BERTINDAK GEGABAH BEGITU!!!" teriak


Reza panik.
bertindak gegabah?! kau pikir aku mau bunuh diri atau semacamnya apa?!

"SIAPAPUN, TOLONG BANTU SAYA! TANGKAP WANITA BERBAJU KELINCI ITU!!"


teriak Reza lagi.
sialan, tidak cukup apa dia mempermalukanku?!
kalau saja aku tidak sedang dalam keadaan mendesak, sudah kupastikan bogemku masuk ke
mulutmu.

"REZA! LARIMU LAMBAT!!!!" teriak Dicky . perkiraanku, pasti Dicky sudah mendahului
Reza.

akhirnya aku sudah berada di depan tempat pemeriksaan karcis yang ditunjuk Dicky .
tapi dimana Bisma?! dimana dia?!Bisma... Bisma...
ugh, pasti dia sudah masuk. aku harus menerobos ke dalam!!

"permisi! aku mau masuk!! BISMAAA!!!!" teriakku sambil mencoba menerobos masuk ke
dalam tempat pemeriksaan karcis. dan berharap, dengan aku meneriakkan nama Bisma, Bisma
akan mendengarku dan mengurungkan niatnya untuk pergi.

"maaf, anda tidak boleh masuk." kata satpam penjaga tempat pemeriksaan sambil menghalangiku
masuk.

"tapi aku harus masuk!!! permisi!!!! BISMAAA!!!!!" teriakku lagi.

"nona, tolong jangan berbuat yang menyusahkan kami. atau kami akan memanggil keamanan."

"aku harus masuk!!!" kataku sambil terus mencoba masuk.

"April! hentikan!!" kata Dicky sambil memeluk perutku dan menarikku mundur.

"lepaskan aku Dicky !! aku harus mengejar Bisma!!!" berontakku.


"sabar April!! dia pasti akan kembali lagi!!!" kata Dicky sambil terus menarikku mundur.

"tidak!! aku yakin dia pasti takkan kembali!! lepaskan aku Dicky , ini kesempatan terakhirku!!!!
LEPASKAN AKU 'SEKARANG!!!'"

"tidak! aku tidak akan melepaskanmu!" jawab Dicky keukeuh.

"lepas.... lepaskan aku... kumohon... lepaskan, lepaskan aku... aku harus mengejar Bisma..."
isakku putus asa, karena aku tahu aku takkan bisa melepaskan diri dari bekapan Dicky . tapi aku
harus kesana Dicky ... kenapa kau tidak mengerti!? ini kesempatan terakhirku untuk meraih
Bisma. jadi tolong, lepaskan aku. akan kulakukan apapun, mengthellaspun aku rela, agar kau
melepaskan aku sekarang... lepaskan aku..... aku harus mengejar Bisma..... Bisma.....

"........" Dicky diam saja, tapi badannya gemetar, aku tahu pasti dia ikut sedih melihatku begini.

kehabisan tenaga, aku jatuh berlutut, tapi Dicky tetap tidak melepaskan aku.

"lepaskan aku.... Bisma... Bisma... Bisma...." air mata berjatuhan dari mataku beriringan dengan
fakta bahwa aku kehilangan Bisma.

kini Bisma benar2 pergi...dia benar2 meninggalkan aku....


dan kata2 terakhir yang kuucapkan pada Bisma adalah "putus", itu yang paling membuatku
menyesal...
aku ingin kata2 terakhir kami adalah kata2 yang terindah, bukkannya kata 'putus'. kalau saja aku
bisa mengucapkan salam terakhir dengan benar, pasti aku takkan semenyesal ini. tapi mau
apapun yang kulakukan atau kusesali, takkan bisa merubah kenyataan. penyesalan memang
selalu datang terlambat.
Bisma..... maafkan aku.....

"BISMAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!" Teriakku sekuat tenaga, masih berharap


barangkali Bisma mendengarnya dan kembali kesini.

"ngapain kau teriak2 begitu? seperti idiot saja...."

.....?!
BISMA?!
Itu suara Bisma?!

aku mengangkat wajahku, dan mendapatkan Bisma berdiri di hadapanku.


Bisma?! ini kenyataan...? atau ini hanya ilusi belaka..?

CRAZY #28
aku mengangkat wajahku, dan mendapatkan Bisma berdiri di hadapanku.
Bisma?! ini kenyataan...? atau ini hanya ilusi belaka..?
"ha...? uh???" gumamku bingung sambil terus mengusap2 mataku berharap ini semua kenyataan.
Bisma menaikkan sebelah alisnya bingung akan perilakuku.

i- ini benar2 Bisma?


ta- tapi, tadi kata Dicky Bisma sudah pergi.
jadi dia siapa?! siapa manusia berambut emas di hadapanku ini?! apakah aku bermimpi saking
tak relanya aku melepas Bisma?!

"ka- kamu...? kamu benar2 Bisma?" tanyaku sambil menunjuk jariku ke arah Bisma.
Bisma tetap memandangku heran seperti aku sudah tidak waras, dia berkacak pinggang.

"ta- tapi- tadi kamu- katanya, kamu pergi" omonganku mulai ngawur saking bingungnya.
sebenarnya apa yang terjadi?!
apa benar yang dihadapanku ini Bisma?!
si- siapa dia?!

Bisma menghela nafas panjang lalu berkata,"kau sudah sinting ya? tentu saja ini aku!
memangnya siapa lagi!?!"

aku makin bingung dan cuma bisa memandang Bisma berharap sosoknya takkan hilang sewaktu
aku berkedip.
aku mengedip2kan mataku berulang2 kali, tapi sosok Bisma yang berada di hadapanku ini tidak
hilang juga.
aku mulai berpikir bahwa ini bukan ilusi, sampai aku merasakan Dicky yang masih
membekapku gemetaran.
Dicky ...? kenapa dia gemetaran begini? apakah Bisma yang ada di hadapanku ini benar2 hanya
ilusiku, sampai2 Dicky gemetaran saking sedihnya melihatku yang berfantasi? jadi manakah
yang benar? ini ilusi, atau ini kenyataan?!

gemetaran Dicky bertambah kuat. makin lama, bekapannya makin melemah.


"khu...khu khu khu khu khu" Dicky cekikikan.
huh?! Dicky cekikikan?! apa maksudnya.

"puhahahahahahahahaha! aku tidak tahan lagi! aku tidak tahan lagi!", tawa Dicky sambil
melepaskan pelukkannya atas perutku dan tertawa sekencang2nya sambil memukul2 lantai.
melihat tingkah Dicky , aku hanya memandangnya heran.
kenapa dia tertawa begitu? segitu lucunyakah aku yang berfantasi Bisma ada disini?
tidak, kupikir itu tidak lucu. cuma satu yang dapat kusimpulkan melihat tingkah laku Dicky , dia
pasti sudah sinting.

"PUAHAHAHAAHAHAHA!!!!!! HAHAHAHAAHHAAHAHA!!!" seseorang tertawa dengan


amat keras.
aku melihat kesamping untuk mencari darimana asal suara ketawa itu, dan ternyata itu adalah
Reza.
dia tertawa sambil memegang perutnya, wajahnya merah dan air mata keluar saking gelinya.
aku tidak mengerti apa yang lucu dan apa yang mereka tertawakan. pertama Dicky , lalu Reza,
apakah sinting itu menular?!

"hahahahahaha hahahahaahaha!" Dicky terus tertawa terbahak2 sampai bergelung di lantai


memeluk perutnya sendiri.

"KYA HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA!!!" Reza juga tertawa tak kalah hebohnya sambil


menunjuk2 aku.

"kalian sudah sinting ya?" komentar Bisma melihat tingkah laku teman2nya.

"puh, hahaha, hahaha... ha... haaah...."akhirnya Dicky bisa mengendalikan dirinya. sebaliknya,
Reza terus tertawa sampai sekarang aku yakin ibunya salah mengandung.

Dicky menepuk pundakku,"haha... haha... haaa.... maafkan aku April... hahaaha.." katanya
sambil tertawa.

"hah....? huh....?" gumamku bingung.

"iya.. hahaha, maafkan aku....."

"a-apa maksudmu....?" tanyaku makin bingung lagi. aku benar2 tak mengerti apa yang terjadi,
dan aku berharap aku mengerti.

"Ka- Bisma tidak pergi. aku membohongimu. yang pergi cuma ibunya.. Bisma cuma ikut
mengantar.. haha- hahaha...."

"a- apa katamu? ulangi lagi?" tanyaku.

"iya, sebenarnya Bisma tak pergi kemana2. aku hanya membohongimu. tapi tak kusangka
jadinya semenarik ini... puh- hahaha! hahahahahaha!!!" Dicky tertawa lagi.

"HAHAHAHAA!!! hei, April-chan!! lihat ini!!! Hahahahahahahahaha!!!" kata Reza sambil


menunjukkan layar Hp-nya di depan wajahku.

di layar Hp Reza, kulihat sesosok gadis berkostum kelinci yang berlari sambil meneriakkan nama
'Bisma' seperti orang sinting.
dan bukan hanya itu, kulihat gadis itu juga berusaha menerobos masuk kedalam tempat
pemeriksaan karcis, tapi dia dihalangi oleh penjaganya. Tak lama, Dicky datang dan membekap
gadis itu agar tidak berbuat sesuatu yang lebih buruk. tetapi anehnya, wajah Dicky disitu tidak
seperti bayanganku, wajahnya menunjukkan ekspresi menahan tawa. sampai akhirnya aku sadar,
bahwa gadis sinting berkostum kelinci itu adalah ''A.K.U" dan ternyata sedari tadi aku
dipermainkan!! berarti, tadi Dicky gemetaran bukan karena sedih, melainkan dia berusaha
semampu mungkin untuk menahan tawa!!!
AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAHHHHHHHHHHH!!!!!!!! AKU TAK BISA PERCAYA
INI!!! AKU DIPERMAINKAN!!! AKU DIJEBAK!!! DAN AKU BENAR2 TERJEBAK!!!!!
aku melepaskan pandanganku dari layar Hp Reza, dan memandang Dicky dan Reza tidak
percaya secara [Link] kurasakan wajahku memanas saking malunya. aku ingin protes,
tapi aku tidak dapat menemukan kata2 yang pas untuk protes. aku ingin marah, tapi aku sudah
terlalu malu untuk marah. aku ingin teriak, tapi suaraku tak bisa keluar seakan menyangkut
[Link] bisa kulakukan hanya memautkan alisku jadi satu, dan memandang
mereka dengan tatapan mematikan, berharap tatapanku ini bisa mengeluarkan sinar laser dan
melubangi kepala mereka.
aku benar malu!! malu semalu-malunya!! kalau ada lubang, mau itu lubang sumur atau lubang
comberan, pasti aku akan melompat masuk ke dalamnya. tapi sayangnya, disini tidak ada lubang
yang kuharapkan itu. melainkan, aku jadi tersadar, ternyata ada....BANYAK SEKALI ORANG
BERKERUMUNAN DI SEKITARKU UNTUK MELIHAT APA YANG SEBANARNYA
TERJADI!!! aaaaahhh!!! malu sekali!! sialan!! sialaaann!!!!

"bagaimana April-chan?? kamu sudah sadar???? AHAHAHAHAHAHAHA!!!!


AHAHAHAHAHAHA!!! BEGO! BEGO! DASAR BEGO!!! HAHAHAAHAHA!!!" gempar
Reza dengan ekspresi yang amat menyebalkan. siaalll, siallllllll,
SIAAAAAAAALLLLLLLLLLLL!!!!
AAAH!!!! AKU BENCI SEKALI!!! AKU DIPERMALUKAN!!!
BENCIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii!!!!!!!!!!!!

"sudahlah Reza, kasihan April.. dia sedih karena Bisma pergi....puh-


HAHAHAHAAHAHAHA!!!" bahkan Dicky yang biasanya 'cool' saja sampai tertawa seperti
orang sinting. berarti aku sudah benar2 menghibur mereka.
ini benar2 gila. aku benci sekali ini!!!! hatiku miris diperlakukan seperti ini!!!

"kalian-" kataku sambil menarik kerah Reza dan Dicky dengan kedua tanganku.

mereka terkejut akan perbuatanku dan mata mereka membelalak. tapi 1 detik setelah itu, mereka
kembali tertawa, "HAHAAHAHAHAHAHAHAHA!!! APRIL MARAH!! APRIL
MARAHH!!!" tawa Dicky .

"HAHAHAAHA!!! KELINCI MARAH!!! KELINCI MARAH!! DIA BERMAKSUD


MEMUKUL KITAA!!!! AAAHHAHAHAHAHAHA!! TAKUUT!" tawa Reza.

"hei- berhenti tertawa!! berhenti kataku!!!" ancamku dengan menakutkan (kuharap aku
melakukannya dengan menakutkan)

"HA! HAHAHAHAHAHAHAHA!!!" tapi mereka terus tertawa seperti tak ada hari esok.
aku benar2 ingin menghajar mereka saat ini, tapi di lain sisi, aku malu sekali seperti mau mati
saja.
tapi aku tak bisa menahannya! aku harus menghajar mereka berdua dulu, baru setelah itu aku
akan mati karena malu!

saat aku berniat untuk membenturkan kepala Dicky dan Reza, kudengar orang2 yang
berkerumun diantara kami mulai ikut tertawa juga,
"HAHAAHAHAHAA!! HAHAAHAHAHAHA!"
sebagian ada yang berkomentar," lihat badut berkostum kelinci itu, tadi dia sudah panik seperti
orang kesetanan, tapi ternyata laki2 yang dicarinya tidak jadi pergi!! HAAHAHAHAHAA!"

ada juga yang berkomentar begini,''lihat cewek itu.. ckckck, aduh kasihan ya.. ditinggal pacar
jadi begitu...."

ada lagi yang berkomentar begini," ini ada apa sih? lagi shooting ya? mana artisnya? apa?!
artisnya yang pakai kostum kelinci itu?! cih, hancur sudah dunia perfilman kita...."

Sialan..... sialan.....
SIAAAAAAAAAAAAAAAAALLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL!!!!!!!!!
!!!!!!!!
aku malu sekali!!! semua orang menertawakanku!! terlebih lagi dua manusia kentut ini!!
bagaimana bisa mereka tega mengerjaiku begini?!!
oh ya ampun. kumohon, seseorang, tolong keluarkan aku dari dari sini. bawa aku pergi dari
sini....
masa mudaku hancur... MASA MUDAKU SUDAH HANCUR!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

aku berbalik dan menatap Bisma dengan pandangan paling memelas sedunia. berusaha dengan
begitu Bisma akan menolongku dan mengusir semua orang yang menertawakan aku seperti yang
biasa dia lakukan. tapi sepertinya usahaku sia2... Bisma menyilangkan tangannya dan
memandangku dengan menaikkan sebelah alisnya. lalu setelah itu, dia memandang sekeliling
dengan pandangan bingung. sepertinya Bisma masih belum mengerti apa yang sebenarnya
terjadi, jadi dia hanya berdiri dan menonton saja. yah, memang apa yang bisa kuharapkan dari
otak bolot seperti Bisma.. seharusnya aku tak banyak berharap...

putus asa karena yakin tidak ada yang bisa menolongku dari situasi ini, kini aku hanya bisa
mengandalkan diriku sendiri.
tiba2 aku dapat ide yang brilian. aku dapat ide untuk keluar dari situasi yang memalukan ini.

aku menaruh lenganku di dahi dan berkata dengan suara keras agar bisa didengar semua
orang,"Aaaaaah~ aku pusing......" lalu aku menjatuhkan diriku di lantai dengan bunyi +duk!+
yang cukup keras. sial,sepertinya aku jatuh terlalu kencang barusan. tak sengaja, kepalaku
membentur lantai dan sakitnya bukan [Link], ini di luar rencana. bisa dibilang, aku terbentur
karena kebodohanku. tapi sebodo amatlah, aku harus melanjutkan akting pingsanku ini dengan
sebaik mungkin.

semuanya mulai gaduh dengan fakta aku pingsan. orang2 mulai berbisik2 heran, sebagian orang
menyangka bahwa Dicky atau Reza melakukan tindak kekerasan padaku sampai pingsan. tapi
aku tidak peduli. aku malah senang orang2 menyalahkan Dicky dan Reza atau mencurigai
mereka melakukan tindak kekerasan. anggap saja itu hukuman karena mengerjai aku. tapi
hukuman yang mereka dapat tak seberapa! itu tidak setimpal!
tapi ya sudahlah, yang penting aku harus menjalankan peran pingsanku dengan sebaik mungkin.

"A- April-chan?! kamu kenapa?!" tanya Reza gugup sambil mengguncang2 tubuhku. aku harus
tetap diam dan meneraturkan nafas. tapi sulit rasanya bila diguncang2 begini. tapi aku harus
berusaha! jangan sampai ketahuan aku cuma pura2 pingsan.

"hei... aku tahu kau cuma pura2 pingsan. bangunlah, jangan bikin malu." komentar Dicky .
heuk?! bagaimana dia bisa tahu aku cuma pura2 pingsan? apa aktingku tidak meyakinkan?!

"bagaimana bisa April-chan pura2 pingsan?! itu tidak mungkin! mana mungkin April-chan
menunjukkan wajah tidurnya ini di depan semua orang, wajah tidurnya ini kan jelek sekali!!"
komentar Reza.
sialan.. bagaimana dia bisa berkata sejujur itu dengan suara keras?! ukh, Reza sialan... akan
kusobek mulutnya begitu aku terbangun nanti.

"huff...terserah kau saja Reza.... hei April, hei, ayo bangun. kami malu nih." kata Dicky sambil
menepuk2 pipiku.

"Hei! kau pikir apa yang kau lakukan padanya?!" teriak Bisma tiba2. terimakasih Bisma!!! kau
memang penyelamatku!!! i love yuuu!!!!!

"hah? uh? a- aku?" tanya Reza ketakutan.

"bukan! bukan kau! tapi Dicky ! kau pikir karena dia pingsan, kau bisa seenaknya saja
megang2nya hah?!" jawab Bisma.

"megang2? hah?" Tanya Dicky heran. yah, bisa dibilang memang Dicky memegangku sih.
karena memang Dicky berjongkok di sampingku dan dia mengangkat tubuh bagian atasku
dalam posisi terduduk dalam pelukannya.

"[Link]." ancam Bisma.

"oh? baiklah." jawab Dicky lalu melepasku tiba2. akibatnya, kepalaku membentur lantai untuk
yang kedua kalinya. aku mengernyit sakit.

"HEI KALIAN! SEMUANYA BUBAR!! KALIAN PIKIR KAMI INI TONTONAN APA?!
PERGI SEBELUM KUTONJOK!!" teriak Bisma.
seketika itu juga, aku mendengar semua orang bubar dengan bergumam sebal atas perilaku
Bisma. yah, setidaknya mereka sudah bubar, dan aku berterimakasih banyak sama Bisma.

"nah, sekarang gimana?" tanya Dicky .

"tinggal saja.. toh katamu April-chan pura2 pingsan. berarti dia akan bangun sendiri nanti." usul
Reza.
sialan, entah apa salahku pada Reza sampai dia begini membenciku.

"ya, ide bagus. kita tinggal saja." jawab Bisma.


apa?! sampai Bisma juga?! jangan tinggalkan aku Bisma!!!
"ya. ayo kita pulang." ajak Dicky .

"ayo." jawab Bisma dan Reza serentak.

hei, hei ,hei!!!!!! masa kalian benar2 meninggalkanku disini sih?!


bagaimana bisa kalian meninggalkanseorang gadis tergeletak kasihan begini ditengah2 bandara?!
setidaknya kalian harus mthellandahkan aku ke pinggir atau ke bangku bukan?!
aduh, tak bisa kubayangkan posisiku sekarang ini... seorang gadis remaja, tergeletak di tengah2
kerumunan orang banyak, memakai kostum kelinci....
aaaaaaaaahhh!!!! benciiiiiiiii!!!!!!!

jadi, bagaimana ini?! apa sebaiknya aku sudahi saja kepura2an ini?!
masa aku benar2 harus diam saja tergeletak disini menunggu belas kasihan orang yang lewat?!
membayangkannya saja aku tak sanggup!!
cih, tapi kalau aku melakukannya, pasti aku akan lebih malu lagi!! dan Reza pasti akan
meledekku habis2an!!!
aaaaaahhhh!!!!!!! aku tidak bisa terima ini!!! kembalilah Bisma!! kembalilah...!!!!!!!!!!

"huh.... tidak menyerah juga ternyata.... hei Bisma, dia tak menyerah. jadi sebaiknya kau
gendong saja dia." kata Dicky .
Dicky ?! huhuhuhu! Dicky !! kau memang yang paling mengerti aku!!!

"menggendongnya? cih, ogah. aku tak mau menggendong babi seberat dia." jawab Bisma cuek.
Bisma sialan... kau tidak tahu kalau aku berada di situasi ini sekarang dthella kamu?! jadi ini
balasanmu padaku yang berjuang mati2an untuk menahanmu pergi?!

"dasar.. tidak kamu, tidak April, sama saja kekanak2annya." keluh Dicky sampai akhirnya dia
menggendongku dalam posisi pengantin.
wuaah.... khu khu khu... Dicky memang paling top! dari jarak sedekat ini, aku sampai bisa
mendengar detak jantung Dicky . bukan hanya itu, aku juga dapat mencium wangi Dicky .
wanginya memang tidak senyaman Bisma, tapi wangi Dicky selalu berhasil membuatku tenang.
entahlah, aku tidak bisa mengekspresikannya. tetapi aku selalu merasa tenang bila berada di
dekat Dicky . seperti rasa tenang yang diberikan ayah bilamana ayah berada di sisiku. tapi bukan
berarti aku menganggap Dicky sebagai ayahku juga.... ah! aku tahu harus menyebutnya apa,
kakak laki2ku! ya, kakak laki2. rasanya begitu tepat. kakak laki2 yang selalu kuidam2kan dan
selalu kuharapkan agar kupunya, tapi fakta membuktikan bahwa yang kupunya bukanlah kakak
laki2 yang kuidamkan melainkan adik laki2 yang berengsek. tapi akhirnya aku menemukannya,
kakak laki2ku...Dicky . terima kasih Dicky ....

"pasti berat ya...? huhu.. kasihan Dicky ...." kata Reza.


sungguh, aku ingin sekali menyumpal mulutnya itu dengan sepatu!

"hah? tidak kok,enteng sekali malah. masih lebih berat tas sekolahku." jawab Dicky .
kekeke! rasakan! makan itu Reza! aku tidak berat!

"ah, kau pasti bercanda! coba, sini coba! biarkan aku coba menggendongnya! pasti dia berat
sekali deh, makannya kan seperti sapi!"
sialan... benar2 sialan.....

"mau coba? nih, kau pasti akan kaget betapa entengnya dia."
Dicky ?! kenapa kau membiarkan manusia barbar ini mencoba menggendongku?! aku tak mau!!!
dia bau!!

"mau! mau! sini sini!!" jawab Reza semangat.

"ini... hati2.... hup." kata Dicky seiring mengoperku kepada Reza.


mereka pikir aku barang apa?! mereka mengoperku seperti tanpa berdosa begitu, padahal
ceritanya 'kan aku sedang pingsan! kok malah dibuat oper2an sih!?!

"uh.. oh? kamu bohong ah! kamu bilang masih lebih berat tas sekolahmu, ini mah masih beratan
April-chan! yah, tapi benar juga sih katamu Dicky . April-chan enteng sekali! tidak kuduga dia
bisa seenteng ini, padahal makannya banyak sekali." kata Reza mengakui.
hah! rasakan! perkiraanmu salah bukan?! aku tidak berat! khukhukhu HAHAHAHA!!!
yah, karena kamu jujur mengakui bahwa aku tidak berat, aku juga jujur deh... perkiraanku juga
salah kok, kupikir kamu bau, tapi ternyata kamu cukup wangi.
tapi tentu saja masih kalah wangi sama Bisma dan Dicky . tapi okelah..... sebenarnya aku juga
menganggapmu teman baikku lho. makanya aku senang saja saat kau pacaran dengan Thella. aku
yakin kau pasti bisa menjaga Thella dan jadi cowok yang baik buatnya..

"tapi ini sih kelewat enteng! aku yakin, pasti April-chan mengidap penyakit a... an...." kata Reza.

"anoreksia." jawab Dicky membetulkan.

"aaah! iya2! anoreksia! dia pasti memuntahkan semua isi perutnya sehabis makan! pantas saja
dia selalu ke toilet setelah makan!"
yak, kucabut semua kata2ku barusan. Reza tidak lebih dari monyet berketek bau!!!
aku selalu ke toilet setelah makan, bukan karena aku memuntahkan semua isi perutku!
memangnya salah punya pencernaan yang lancar?!!!!

"hentikan semua!" teriak Bisma tiba2.

"hei Reza, sebaiknya cepat kau serahkan April padaku!" teriak Bisma lagi.

"lha lho? tadi 'kan Kazu-chan bilang tak mau menggendongnya... masa cuma Dicky yang boleh
menggendongnya, aku kan cuma mencoba........" jawab Reza dengan suara memelas.

"si- siapa bilang aku tak mau menggendongnya?! dan siapa bilang Dicky boleh
menggendongnya?! cepat berikan padaku!" protes Bisma.

"huh. iya... ini...." keluh Reza sambil menyerahkanku pada Bisma.


Bisma merebutku dengan kasar dari tangan Reza, yang mengakibatkan beberapa rambutku yang
ternyata menyangkut di kancing baju Reza tercabut. dan itu sakitnya bukan main. dan lagi,
tempat tercabutnya rambutku, adalah tempat dimana kepalaku 2 kali terbentur di lantai. sakitnya
jadi triple. aku mengernyit, dan bisa kudengar Dicky cekikikan. entah karena dia geli melihat
perilaku Bisma, atau dia sadar aku kesakitan.

"cih, dasar...." gumam Bisma sambil membekapku erat.

Bisma... ya, ini Bisma... Bisma yang selalu kurindukan...


kini dia berada disini, dan aku dalam pelukkannya. entah sudah berapa lama aku merindukkan
sentuhannya ini. entah sudah berapa lama aku berharap untuk dapat mencium harum wanginya.
tapi kini dia berada disini, benar2 berada disini, memelukku dalam hangat pelukkannya. saat2
yang begitu kurindukan, kini menjadi kenyataan. entah bagaimana bisa aku pernah bermaksud
untuk melepas Bisma yang membuatku merasa begini aman. entah apa yang kupikirkan pada
saat itu, tapi yang pasti itu takkan terjadi lagi. ini serasa terasa amat tepat, disinilah tempatku
berada, hatiku berada.
aku bergelung membenamkan wajahku di dada Bisma untuk memenuhi kerinduanku atas Bisma
selama ini. bisa kudengar Bisma tertawa lewat hidungnya melihat kelakuanku. tapi Bisma tidak
menolak, dia malah memelukku lebih erat lagi. mungkinkah Bisma juga merindukanku seperti
aku merindukannya? ya, kuharap Bisma merindukanku juga...

"Thella....? lho? apa yang dilakukannya disini? Thella-chan!!!!!" kata Reza biungung.
sial, aku benar2 lupa soal Thella! dia masih disini, berarti pak supir masih menahannya sedari
tadi??
huff... tapi untunglah, setidaknya dia tidak dibawa ke kantor polisi karena ulahku.

"hah? uh? REZAEEEEEEEE!!! REZAE!! AKU DISINI!! HUHUHUHU!!!!!!!!!" tangis Thella.


kelihatannya Thella sedih sekali... ukh, aku harus minta maaf nih padanya. yah, sebagai
balasannya, aku tidak akan menyakiti Reza seperti yang sudah kurencanakan deh. anggap saja itu
permintaan maafku.

"Thella-chan??? kok kamu bisa ada disini?! hihihi! senang deh bisa ketemu disini! ini pasti
takdir!"
takdir pantatku. ya, pasti pantatku yang menakdirkan kalian bertemu disini.

"aku juga senang bertemu denganmu Reza!! tapi sebelum itu, dimana April?!!!" upss...
sepertinya Thella marah nih, untung aku pura2 pingsan. dan lagi, aku ada dalam gendongan
Bisma. Thella 'kan takut sama Bisma, dia pasti tidak akan apa2in aku. huufff......

"eh? April-chan?? itu.. itu-tuh dia disitu." kata Reza.

"mana? eeeh??! April?! dia sakit lagi???!" tanya Thella panik.

"huh? ah tidak kok. dia cuma pura2 pingsan saja."


sialan Rezaee..................

"pura2 pingsan??"
"iya, dia malu karena termakan jebakan Dicky ! Bisma tidak pergi! hahahahaha!!!"

"oh? jadi itu hanya bohongan?? lalu kenapa kamu tidak beritahu aku dari awal?!"

"aku juga tidak tahu! aku baru tahu apa yang terjadi pas April-chan teriak2 seperti orang sinting
di dalam! hahahaha! Dicky , kamu jenius!!"

"ooh begitu ya..... hahaha! itu hebat sekali! Dicky -sama betul2 jenius!" kata Thella kagum
sambil bertepuk tangan.

bisa kudengar Bisma juga berkata "ooh....." dalam suara yang amat kecil. tapi aku bisa
mendengarnya. sepertinya dia baru sadar akan apa yang sebenarnya terjadi. cih, kini Bisma tahu
apa yang terjadi, dan aku lebih malu lagi!!

"hahaha, jadi begitu ya? kamu segitu takutnya aku pergi?" bisik Bisma. tapi aku tidak merespon.
lebih jelasnya, terlalu malu untuk merespon.

"yah, sekarang tinggal tunggu April sadar saja.. dan aku pasti mati. hahahaha" kata Dicky .
tidak kok Dicky ... walaupun kamu sudah mempermalukan aku begitu, aku ga akan menyakiti
kamu...
yah, paling aku akan menjambak sampai beberapa rambutmu rontok saja... hehehe

"sudahlah, jangan bicara yang tidak penting. aku mau bawa April ke suatu tempat." kata Bisma.
suatu tempat? kemana? jangan2 Bisma mau balas dendam dan membuangku di pinggir jalan?!

"aku ikut! ikut!!" kata Reza senang.

"tidak. kami akan pergi b.e.r.d.u.a yang artinya tidak boleh siapapun ikut!" ancam Bisma.

"iiih~ Bisma genit ya........." goda Reza.

"mau mati......?"
mendengar ancaman Bisma, Reza langsung diam seribu bahasa.
hahaaha! itu akibatnya kalau mencari gara2 dengan Bisma-ku!!

"sudah, aku pergi dulu." kata Bisma lalu berjalan pergi.

"eh, hei! tunggu dulu! kau harus bertanggung jawab!!" kata Thella membuat langkah Bisma
berhenti.

"mau mati....?" tanya Bisma.

"bukan bertanggung jawab apa, maksudku, kau harus bertanggung jawab atas perbuatan
istrimu!!" kata Thella lagi.

".........." Bisma diam saja. tapi bisa kubayangkan Bisma sekarang pasti sedang memandang
Thella dengan menaikkan sebelah alisnya.

"iya! istrimu ini, datang kesini memakai taksi ini, tanpa membayar dan langsung pergi!! dan aku
menjadi sandera pak supir karena tidak membayar!! kau harus bertanggung jawab!!!"

"mana taksinya?"

"huh? Taksinya? yang ini....."

"oh, yang itu."


bisa kurasakan Bisma berbalik arah. dia pasti berjalan ke arah Taksi yang ditunjuk Thella. dia
merendahkan badannya, lalu aku merasa aku sudah berada di atas pangkuan Bisma. pasti
sekarang Bisma sudah duduk di dalam Taksi yang disebutkan Thella tadi. sebenarnya sih aku
mau mengecek apa yang terjadi, tapi aku terlalu takut untuk membuka mataku barang sedikit
saja. aku takut ketahuan kalau aku pura2 pingsan (yah.. walaupun sebenarnya memang sudah
ketahuan sih.... -__-)

"lho? lho? kamu mau ngapain disitu??!" tanya Thella lagi.

"brisik ah. hei pak supir, ayo jalan. nanti akan kubayar ongkos yang tadi dan akan kuberi tip."
kata Bisma.

"oh? ya! iya! baiklah!" kata pak supir. bisa kudengar langkah kakinya yang buru2 masuk ke
dalam mobil begitu mendengar perkataan Bisma. cih, dasar mata duitan.... -__-

"mau kemana ya?" tanya pak supir manis.

"ke laut di sebelah sana." jawab Bisma.

"oh, ya baiklah!!"
setelah itu, kurasakan mobil sudah berjalan maju. dan kudengar Thella, dan Reza berteriak
'selamat bersenang'. bersenang2 kakiku. memangnya kalian pikir kami mau ngapain? aku berani
taruhan, Bisma pasti akan membuangku ke laut sesampainya kami disana.

"hei... kau tak mau bangun juga?" tanya Bisma. aku tetap diam saja. entah kenapa, aku tak berani
merespon.

"oh, jadi tak mau bangun juga? kalau kau tak mau bangun, nanti kucium nih."
cih, kau pikir aku bisa terjebak atas ancaman mesummu itu? aku sudah takkan lagi tertipu!
kejadian tadi menjadi pelajaran yang takkan bisa kulupakan seumur hidup!

"kuhitung sampai 3 nih..... satu......"


aku takkan terjebak!

"dua............."
tahan April... itu hanya jebakkannya saja......
"ti........"
akh!!!!!!!!!! aku sudah tak tahan lagi!!!!!!!!!!!!!

saat aku membuka mataku, aku melihat wajah Bisma hanya berjarak 5 cm dari wajahku.
aku tersentak. saking kagetnya aku langsung bangun dari posisiku dan membentur kepala Bisma
dengan bunyi +dukkk!!+ yang amat keras. sakiiitt, sakiit sekali. tapi aku sudah terlalu gugup
untuk bisa merasakan sakit.

"aduh........." gumam Bisma sambil mengusap2 dahinya.

"a- apa yang mau kau lakukan tadi?! dasar mesum!" teriakku gugup.

"aku 'kan sudah bilang, jadi itu tak bisa dianggap mesum!"

"tetap saja! i- itu namanya pelecehan seksual!"

"a- apa katamu?! aku?! pelecehan seksual?! hah! kau pasti bercanda!"

"tetap saja.... huh." gumamku sambil memegangi dadaku yang bergedup tidak karuan saking
gugupnya.

"tadi sepertinya kau sedih sekali aku mau pergi...kok sekarang begini....??? tidak takut aku
pergi??" ledek Bisma.
sejak kapan dia mulai meledek?! cih, ini pasti akibat terlalu lama berteman dengan Reza!

"jangan ungkit itu lagi!!" teriakku.

"iya! iya! tidak usah teriak2 kenapa sih?!" protesnya.

lagi2 begini. kenapa sih kami malah bertengkar setelah sekian lama tidak bertemu?! huh, aku tak
mau seperti ini!!!

"ehm... sebenarnya... mau ngapain sih kita pergi ke laut?" tanyaku membuka pembicaraan.

"lihat saja nanti." jawab Bisma cuek sambil terus memandang keluar jendela.
dasar emas imitasi!! apa susahnya sih menjawab dengan benar?!
dia memang paling jenius dalam membuatku marah!

"hei buceri!!! kenapa sih kau bersikap begini?! aku kan nanya dengan baik2! kau tidak tahu 'kan
betapa sedihnya aku saat mendengar kau akan pergi ke Amerika! apa kau tak dengar dari tadi
aku meneriaki namamu seperti wanita sinting?! tapi kau malah bersikap begini padaku! padahal
sudah lama kita tak bertemu, aku tak mau kita berkelahi setelah sekian lama kita tidak
bertemu........" teriakku sedikit kehilangan kendali.

"hei... apa yang membuatmu berpikir aku benar2 akan meninggalkanmu?" tanya Bisma sambil
menatap mataku dalam2.

aku mengindari kontak mata dengannya," karena saat itu kau bilang, 'ini yang terakhir'........"

Bisma mengangkat wajahku untuk melihat ke wajahnya," jadi itu yang membuatmu berpikir
begitu..?"

"i- iya......"

"hahaha, bodoh sekali kau." dengus Bisma sambil memalingkan wajahnya.

"jadi, kalau bukan untuk pergi, apa maksudmu berkata 'ini yang terakhir'?"

"oh, itu... maksudku adalah ini." kata Bisma sambil mengeluarkan kotak kecil berwarna merah
dari kantongnya.

benda apa itu....?

CRAZY #29
"apa itu...?" tanyaku.

"ini.... adalah benda kenangan." jawab Bisma.

"benda kenangan....?"

"iya. mungkin kamu benar. mungkin aku memang masih mthellakirkan Hyori selama ini,
walaupun sedikit." kata Bisma.
aneh... padahal kemarin hatiku sakit bukan main hanya dengan mendengar nama Hyori. tapi kali
ini, aku bahkan mendengar nama Hyori keluar dari bibir Bisma. tapi aku sama sekali tidak
merasa [Link] sakit dan bayang2 masa lalu Bisma bahkan sudah tak kembali
menyerangku. ini aneh, namun aku senang akan keanehan ini. ini berarti aku sudah selangkah
mendekati kedewasaan. juga berarti aku sudah benar2 percaya kepada Bisma dan benar2 sudah
mencintai Bisma apa adanya. aku sama sekali tidak masalah walaupun Bisma masih mengingat
Hyori. karena itu memang suatu hal yang tak dapat dilupakan. dan juga, mengingat bukan berarti
masih mencintai. aku tahu hati Bisma hanya untukku, tak ada keraguan sama sekali akan hal itu
dan takkan pernah ada lagi yang akan membuatku ragu akan kesungguhan hati Bisma.
semua juga pasti tahu, bahwa cinta pertama takkan pernah dilupakan. jadi, Bisma mengingat
Hyori, kupikir itu bukan suatu yang buruk. melainkan, memang sudah wajar untuk terjadi.
begini2, aku juga pernah jatuh cinta sebelum aku bertemu Bisma, dan aku masih mengingat
cowok itu sampai sekarang. dan itu tidak berarti aku masih mencintainya.

"tapi kali ini, aku akan benar2 melepaskan dia. aku ingin menunjukkan padamu bahwa aku
benar2 sudah tidak suka padanya. dan sebagai buktinya, aku akan membuang benda yang selama
ini kusimpan sebagai benda berharga ini. karena benda ini mengingatkanku akan dia." kata
Bisma lagi.
"dan aku sebenarnya mau menjadikan hari itu, hari terakhirku menyimpan benda ini. dan aku
ingin kau melihat saat aku membuangnya. karena benda ini melambangkan masa laluku yang
akan kubuang jauh2. tapi hari itu, kau malah minta putus denganku... jadinya... se- sebenarnya
aku ingin membuangnya seorang diri, tapi rasanya.. rasanya tidak tepat saat kau tak ada
disana...." kata Bisma. bisa kulihat kesedihan terpancar dari matanya.
bagaimana bisa aku membuatnya se-sedih ini? apakah aku menyakitinya begitu dalam saat aku
bilang ingin putus dengannya? entah bagaimana bisa aku berbuat sebodoh itu...

"jadi... hari ini aku ingin membuang benda ini... karena- karena kau sudah berada di sini." kata
Bisma lagi sambil menatap mataku dalam2.

bodoh April... kamu memang bodoh! seharusnya aku menyadari semuanya lebih cepat, sehingga
aku tak perlu menyakiti Bisma segini dalam. dari semula, semua kata2 Bisma bertujuan untuk
mempertahankan hubungan kami. bagaimana aku juga tak sadar akan hal itu?! dan bagaimana
bisa saat dia berkata 'ini yang terakhir', kupikir dia akan meninggalkanku tanpa mendengar
penjelasannya lebih dulu?! bagaimana bisa aku mengadili Bisma seenaknya tanpa peduli untuk
mendengarkan atau mencari kenyataannya?! aku terlalu bodoh, terlalu jahat, untuk diperlakukan
sebaik ini oleh Bisma.....

"he- hei? kenapa kau menangis?? apa aku salah bicara?? he- hei-" tanya Bisma kaget melihatku
menangis. aku bahkan tidak sadar bahwa aku sudah menangis.

"u- ukh.... maafkan aku....." isakku.

"kenapa kau minta maaf???" tanya Bisma sambil berusaha menenangkanku.

"karena segalanya... karena aku telah menyakitimu... karena aku tidak percaya padamu...
semuanya.. hiks"

"tidak.. tidak apa2...." kata Bisma sambil mengelap air mataku, dan tangan sebelahnya
memegang tangan kananku.

"kumohon, lupakan semuanya yang kukatakan... lupakan aku saat aku mengusirmu pergi..
lupakan saat aku mthellanta putus... aku minta maaf atas semua itu..."

"jadi.... kita tidak putus?" aku menggeleng.

"oh syukurlah! kupikir kita sudah benar2 putus saat itu! aku tak tahu harus bagaimana kalau kita
benar2 putus." teriak Bisma senang sambil memelukku. baru kali ini aku melihat Bisma bersikap
seperti ini, sepertinya dia benar2 senang dengan fakta bahwa kami tidak putus. aku sangat
menyesal karena sudah menyakitinya atas perkataanku...

"tapi... apakah kau memaafkanku?" tanyaku ragu.

Bisma melepaskan pelukannya,"tentu saja sudah...tapi, aku juga minta maaf padamu karena aku
sudah membuat hatimu terluka dan jatuh sakit.. aku benar2 menyesal.... aku takkan membuatmu
begitu lagi."

"tidak, itu tidak ada apa2nya sungguh. dibandingkan perbuatanku yang selama ini......"

"sudahlah! pokoknya kita lupakan saja! aku tidak tahan berada dalam sesi maaf-memaafkan ini
terus! pokoknya kita mulai saja lagi dari awal! bagaimana...??" tanya Bisma sambil tersenyum
lebar memamerkan giginya yang putih bersinar.

"iya!" kataku sambil mengangguk dengan semangat.

"eh tunggu- masih ada satu lagi." kataku.

"......?" Bisma menatapku heran dengan menaikkan sebelah alisnya.

"benda itu... tidak usah kau buang." kataku lagi.

"huh..? kenapa?"

"ehm, yah tidak apa2. dengan menyimpan benda itu, bukan berarti kau menyimpan perasaanmu
pada Hyori juga bukan? aku percaya padamu. dan aku percaya hatimu tetap untukku walaupun
kau menyimpan benda itu."

"jadi begitu.... tapi..... aku tetap akan membuang benda ini."

"apa?! kenapa?! aku kan sudah bilang aku percaya padamu! jadi kau tak perlu membuangnya!"

"kalau aku mau buang memangnya kenapa sih?! kenapa juga kamu harus teriak2?! aku mau
membuang benda ini bukan karena apa, tapi karena memang benda ini sudah tak berarti lagi
bagiku! dan coba kau pikir, apa yang akan orang pikirkan bila mereka tahu aku menyimpan
benda kecewek2an seperti ini?!"

"kenapa harus teriak2 sih?!" protesku.

"kan kamu duluan!!" protesnya juga.

"huh!" dengusku dan Bisma serentak sambil membuang muka ke jendela.


dan itulah akhir pembicaraan serius kami. yah, ini termasuk rekor juga bisa bicara secara serius
lumayan lama dengan Bisma. tapi tetap saja akhirnya begini... -__-

"ehem.. maaf mengganggu, tapi kita sudah sampai." kata pak supir. sial, aku benar lupa bahwa
kami berada di dalam mobil. berarti daritadi pak supir mendengar pembicaraan kita??? aaakhhh!
aku malu sekalii!!

"oh sudah sampai ya? ini uangnya, kembaliannya ambil saja."kata Bisma. pak supir pasti senang
sekali tuh, kembaliannya kan banyak sekali. huh, Bisma memang begitu....-__-
"cepat turun sebelum kutarik kau!" teriak Bisma.

"iya iya sebentar! gak sabaran banget sih?!" protesku.


yap. Bisma kembali ke dirinya yang lama dengan sukses! aku bertanya2 dimana dirinya yang
romantis tadi? dan sekarang aku jadi susah membedakan apakah kejadian tadi benar2 terjadi atau
hanya ilusiku saja... -__-

aku turun dari mobil dan mengikuti Bisma dari belakang. saat itu bisa kudengar suara taksi yang
kami tumpangi barusan, menjauh pergi. matahari sudah terbenam, dan satu2nya penerangan yang
ada hanyalah sinar bulan dan beberapa lampu maram yang berada di atas jembatan kayu. aku
mempercepat jalanku agar bisa berjalan beriringan dengan Bisma. jujur, aku takut juga kalau
berjalan sendirian di belakang. aku berjaga2 agar aku tidak tersandung akibat gelapnya malam
dan kostum kelinci yang merepotkan ini. tapi ada enaknya juga sih memakai kostum ini, kostum
ini benar2 melindungiku dari dinginnya angin laut. kurasakan telingaku juga dingin akibat
hembusan angin laut, jadi kupluk bertelinga kelinci yang sedari tadi kubiarkan saja menggatung
tidak terpakai, kunaikkan ke kepalaku dengan harapan membantu menghalangi hembusan angin.
dan itu berhasil.

"hahaha, jadi mirip kelinci beneran..." ledek Bisma melihat penampilanku.

"biarin." kataku sambil menjulurkan lidahku.

Bisma berjalan menaiki jembatan yang menjulur ke tengah laut. semakin kami berjalan ke tengah
laut, semakin kencang hembusan angin menerpa kami. aku melihat ke bawah, airnya berwarna
hitam memancarkan kedalaman dan hitamnya langit. aku bergidik ngeri dan memeluk lengan ke
Bisma berharap aku akan sedikit lebih tenang dengan mengetahui Bisma berada di sisiku. sial,
ini mengerikan. kalau saja aku salah langkah sedikit, pasti aku akan tercebur ke laut. dan baju
kelinci ini akan menyerap air dan membuatku tenggelam sampai ke dasar laut. hiii! aku jadi
terbayang film titanic saat dimana mayat Jack tenggelam ke dasar laut. kalau itu sih, cara mati
yang keren dan romantis! tapi aku tak mau menirunya dan mati karena terpeleset dan tenggelam.
rasanya... sangat tidak elit dan menyedihkan.. -__-

"takut ya?" tanya Bisma.

"ten- tentu saja tidak. aku cuma takut terpeleset saja." bantahku.

"tenang saja, aku disini." kata Bisma dengan nada yang begitu tenang namun sexy.
kata2nya itu benar2 menenangkanku, entah kenapa aku merasa sangat aman begitu mendengar
perkataannya tadi.
aku benar2 senang Bisma berada disini.....

kami terus berjalan ke tengah laut dan sampai akhirnya jembatan kayu itu sudah sampai pada
batasnya. Bisma memegang tanganku dan membimbingku untuk duduk di ujung jembatan itu,
dan aku menurutinya.
wuahh... pemandangannya begitu indah. saking gelapnya, aku sampai bisa melihat bintang yang
seharusnya tak pernah terlihat di kota besar ini. cerminan sinar bulan dan bintang terpantul di air
laut dengan indahnya, hembusan angin malam yang begitu segar menggelitik kulitku, dan
percikkan air laut perlahan mengenai kakiku seiring ombak berlalu membentur pondasi
jembatan. aku tak pernah tahu ada tempat seindah ini. dan aku takkan pernah tahu bila Bisma tak
membawaku kesini.

"bagaimana...? indah bukan?" tanya Bisma sambil memandangku lekat2. sosok Bisma yang
bermandikan sinar bulan sungguh indah. rambut emasnya berpijar seiring angin malam
berhembus dengan lembutnya.
untuk sesaat aku tidak dapat bernafas dan jantungku berdentum2 seperti mau pecah. Aku tak
dapat percaya bahwa sosok yang di depan mataku ini adalah kekasihku. Mimpipun aku tak
pernah membayangkannya.

"ya... sangat indah." Jawabku, ragu sebenarnya ini merupakan jawabanku atas pertanyaan Bisma
atau hal yang lain. Aku bisa merasakan wajahku memanas saking malunya. Untung saja disini
gelap, jadinya Bisma tidak perlu melihat wajahku yang merona merah. Akan sangat memalukan
bila dia dapat melihat wajahku yang merona seperti ini.

Bisma mengeluarkan kotak merah itu lagi dari kantongnya, dan menggenggamnya kuat2. Kalau
itu benar2 benda yang berharga, aku lebih suka kalau Bisma menyimpannya.

"hei, kau tahu, kalau benda itu benar2 berharga, lebih baik kau simpan saja benda itu. Jangan
sampai kau menyesal." Kataku berusaha agar Bisma mengambil keputusan yang takkan
disesalinya.

"tidak. Aku akan tetap membuangnya. Lagipula, tak ada gunanya juga aku menyimpannya."
Jawab Bisma.

"kalau boleh Tanya.... Sebenarnya, apa yang membuat benda itu begitu spesial?"

"ehm, entahlah. Hanya saja benda ini adalah benda yang dijatuhkan Hyori saat dia menolongku
malam itu. Dan malam itu, adalah malam yang mengubah hidupku."

Sedih memang mengakui fakta bahwa pada hari itu yang berada di posisi Hyori bukanlah aku.
Tapi itu masa lalu, dan masa lalu itu telah menciptakkan Bisma yang sekarang. Setidaknya, aku
berterimakasih kepada Hyori yang menolong Bisma yang begitu kucintai ini.

"pada saat itu, dia benar2 menyadarkanku bahwa di dunia ini aku tidak hidup sendiri. Hanya
kata2 sederhana keluar dari mulutnya. Hanya kata2, 'kamu tidak sendirian lagi di dunia ini.'
Dapat membuatku mampu membuka mata bahwa sebenarnya aku dikelilingi begitu banyak yang
memperhatikanku." Kata Bisma lagi.

"itu semua memang berarti. Tapi semua hal itu, semua kata2 yang merubah hidupku, terlupakan
begitu aku melihatmu. Mungkin aku sedang bermimpi, tapi kuharap aku takkan terbangun
selamanya kalau semua ini memang mimpi. Mengetahui kau berada di sini saja, rasanya semua
bebanku sudah sirna. Dan aku tak percaya bahwa kau benar2 milikku."
"jadi, apa gunanya aku terus menyimpan benda ini untuk mengingatkanku bahwa aku tidak
sendirian di dunia ini, padahal aku sudah punya kau yang selalu bersamaku? Bagiku, benda kecil
ini bahkan sama sekali sudah tak berarti. Jadi apa gunanya aku terus menyimpannya? Benda ini
hanya akan menjadi bebanku bila terus menerus kusimpan. Lebih baik, benda ini berada di dasar
laut yang indah sebagai memori yang takkan kulupakan." Kata Bisma sambil membuka kotak
merah itu. Bisma mengeluarkan isi kotak merah itu, dan diangkatnya. Rantai emasnya menari ke
kanan dan ke kiri seiring berhembusnya angin. kalung emas yang begitu cantik, dengan bandul
berbentuk dadu yang berhiaskan berlian di setiap mata dadunya. Begitu cantik, sampai2
membuatku berpikir 'APAKAH ITU EMAS ASLI?' (tapi aku yakin berlian itu berlian imitasi.
Karena berlian itu tidak bersinar seindah kalungnya). Tapi walaupun sudah dijatuhkan oleh
pthellaliknya, apakah ini tidak termasuk dalam kasus pencurian?? karena kalung emas itu terlihat
mahal !(yah, mungkin bagi Bisma tidak mahal. tapi aku yakin itu pasti emas asli dan mahal
harganya!)

Bisma berdiri. Dia menarik nafas dalam2, lalu menghembuskannya. Dia memandang kalung
yang berada dalam genggamannya itu dalam2 sebagai salam terakhir.

"sudah saatnya. Kini, aku akan melepaskanmu." Kata Bisma lalu bersiap2 melemparkannya.

Tunggu- rasanya aku pernah melihat kalung itu. Ya, ya! Ya! Aku pernah melihatnya!! Aku yakin
itu!! Tunggu- Bisma akan membuangnya?! Tunggu!! Tunggu dulu Bismaaa!!!

"Bismaaaaaaaaa!!!! Tunggu! Jangan dilempar dulu!!!!" teriakku sambil memeluk kaki Bisma
yang berdiri di sebelahku dengan reflek.

Bisma oleng. dengan spontan, aku melepaskan pelukanku atas kaki Bisma.

+BYUUUURRRR!!!!!!+ Bisma tercebur ke dalam laut akibat perbuatanku.

Oh ya ampun!! Bisma!!! Bisma tercebur!!! Oh ya ampun! Aku harus bagaimana?! Bagaimana


kalau Bisma tenggelam sampai dasar laut??! Apakah aku harus menyusulnya?! Aku belum mau
mati, dan kalau mati dengan alasan menolong pacar yang tercebur, rasanya terlalu muluk! Oh ya
ampun... bagaimana ini??!!

"BISMA?! BISMA!! JANGAN MATI DULU! JANGAN TINGGALKAN AKU SENDIRI


DISINII!!!!" teriakku mencari2 sosok Bisma yang tak kunjung mucul ke permukaan.

"BISMA!! JANGAN MATII!!!" teriakku lagi.

"mati kepalaku! Apa maksudmu dengan menjegalku barusan?!" maki Bisma yang tiba2 muncul
ke permukaan.

"oh, itu dia kau. Kukira kau tenggelam dan mati. Hehehe...." Cengirku.

"bisa2nya kau tertawa seperti itu! Padahal kau hampir saja jadi pelaku pembunuhan!"
"ah sudahlah, jangan cengeng! Tercebur saja kok sampai berkata begitu." Omelku sambil duduk
santai dan menggoyang2kan kakiku.

"apa katamu?! Mau mati?! Cepat bantu aku naik! Dasar cewek barbar!"

"apa?! Bar- barbar?! Barbar katamu?! Tidak! Kau tidak akan kubantu naik!"

"kalau begitu, akan kulepaskan peganganku dari kalung ini. Dan +syuuut+ kalung ini akan
tenggelam sampai dasar laut." Ancam Bisma.
Cih, sekarang dia sudah bisa mengancamku begitu. Kepintaran Bisma sudah meningkat. Entah
ini pengaruh buruk atau baik dari Dicky ... --__--

"iya! Baiklah! Sini!" kataku sambil menjulurkan tanganku untuk membantu Bisma naik.

"cepat! Cepat tarik aku! Dinginnya setengah mati!!" teriak Bisma tak sabar.

"iya! Iya!!" balasku sambil menarik Bisma kembali ke jembatan kayu dengan sekuat tenaga.
Huuufff... Bisma berat sekali, tanganku serasa mau putus saat menariknya ke atas.

"tadi, kenapa kau tidak langsung muncul ke permukaan?" tanyaku kepada Bisma yang sedang
sibuk memeras bajunya.

"kalungnya terlepas dari genggamanku. Jadinya aku sedikit menyelam untuk mengambilnya
kembali." Jawab Bisma sambil berusaha memeras celana jeansnya juga, Namun akhrinya dia
menyerah. lalu ia duduk di sampingku dengan bertelanjang dada. Bajunya digelar di sampingnya
dengan harapan angin malam dapat mengeringkannya. Tapi aku tahu itu sia2.

"oh iya! Lalu, sekarang mana kalungnya?! Mana? Mana?!!"

"ada kok. Ini dia." Kata Bisma memamerkannya di depan wajahku, bermaksud menyerahkannya
padaku. Tapi dia menariknya lagi.

"tunggu, kenapa kau tidak membiarkanku membuangnya? Pasti kau mau menjual kalung ini
ya?!" Tanya Bisma curiga.

"kau pikir aku sepertimu yang sanggup mencuri benda mahal seperti itu?!"

"a- apa?! Mencuri?! Siapa yang mencuri?!"

"sudahlah, cepat berikan padaku!" kataku sambil merebut kalung emas itu dari tangan Bisma.

Aku memperhatikan kalung itu dalam2. Berusaha menggali ingatanku yang sudah kabur untuk
mengingat dimana aku pernah melihat kalung ini sebelumnya. Rasanya aku pernah melihat
kalung ini. Dulu... duluuu sekali.. tapi kapan ya? Cih, ingatanku memang lemah! Dan kepalaku
suka sakit kalau berusaha mengingat sesuatu. Tapi kalung ini terlalu familiar, terlalu special
untuk dilupakan. Tapi entah dimana aku pernah melihatnya... entah dimana aku pernah
mendapatkannya... mendapatkannya?! Ah!! Ya!! Aku ingat sekarang!! Aku ingat!!!

CRAZY #The last chapter

*April's lost memory : the golden boy*


Hari itu, turun salju amat lebat. Dan sialnya, aku terjebak dalam hujan salju tanpa memakai
payung ataupun jas hujan. Cih, ramalan cuaca hari ini meleset! Katanya hari ini 100% cerah,
hanya udaranya saja yang dingin. tapi apa buktinya?! Inilah akibatnya kalau stasiun televisi itu
hanya peduli untuk memakai gadis seksi, dan mereka mengesampingkan bahwa yang benar2
dibutuhkan oleh penonton adalah keakuratan perkiraan cuacanya! Huh, kusumpahi stasiun
televisi itu terkena badai salju dan rubuh!
Aduh.... Brrr~ dingin sekali.... Huh, kalau saja aku tadi menuruti ibu untuk membawa jas hujan,
pasti aku takkan basah begini deh. Dan parahnya lagi, jaketku ini sudah basah kuyup karena
salju. Jadi sebenarnya, pakai jaket-pun percuma saja. Karena hanya membuatku tambah
kedinginan. Sudah tahu dingin begini, kenapa juga sih sekolah tidak diliburkan saja?! Kan
kasihan muridnya harus pulang di tengah hujan salju yang lebat begini! Mana hujan saljunya
tidak berhenti2 lagi, jadi kalau tak mau menginap di sekolah, harus diterobos... -__-
Ukh, hari ini benar2 mengesalkan. Biasanya aku tidak benci pada salju, tapi kalau begini
caranya, aku benci sekali!!
Aku memasukkan tanganku ke dalam kerahku berusaha mencari2 benda yang menggantung di
leherku. Aku menemukannya dan aku menggenggamnya dengan erat. Ya, kalung pemberian
nenek ini memang selalu sukses dalam menenangkanku. Entahlah, dengan menggenggamnya
aku bisa merasakan kehangatan nenek seolah2 mengalir ke seluruh tubuhku. Bukan berarti aku
menggunakannya sebagai jimat, aku benci sekali benda2 mistis seperti itu. tapi kalung ini selalu
kupakai karena memang ini bukti cinta dari nenekku dan aku amat menghargainya. Yak! Dengan
begini aku jadi semangat lagi! aku harus menembus hujan salju ini secepatnya! Dan sesampainya
di rumah, aku akan langsung berendam di air hangat sambil minum segelas cappuccino. Ah!
Sempurna sekali! Hehehe, aku harus cepat2 pulang nih!
Akhirnya aku berhasil, sebentar lagi sampai! Ayooo Aprilaa! Percepat jalanmu...! Kau pasti mau
cepat2 sampai di rumah dan berendam air hangat bukan?? Ayo Aprila.. tinggal sedikit lagi...
oh???! 7eleven? Aku mampir sebentar ah, untuk membeli beberapa penghangat yang bisa
digenggam. Memang sudah tak berguna sih untuk sekarang, karena memang rumahku sudah
dekat. Yah, tapi kan bisa kupakai untuk besok. Tak ada salahnya sedia payung sebelum hujan.
Aku masuk ke dalam 7eleven dengan keadaan basah kuyup. Dan aku sedikit lega karena aku
tidak diusir oleh penjaga toko walaupun aku bisa mengotori seluruh lantai dengan air yang
menetes dari tubuhku. Sepertinya dia iba melihatku yang basah kuyub ini.. tapi tak apalah...
+duakkh+ seseorang menyenggolku dengan kencang sekali.
"hei! Hati2 kalau jalan!" protesnya.
Hati2 kakiku! Jelas2 kau yang menabrakku dasar muka unta! Mau jadi apa kau sudah besar
nanti! Masih SMA saja sudah meresahkan warga seperti itu! Kuharap ada orang yang cukup
bijaksana untuk melucuti seragam SMA yang menempel di badanmu itu!!!
Si muka unta keluar dari took bersama teman2nya. Cih, aku benci sekali dengan mereka. Mereka
suka merokok lalu membuang rokoknya sembarangan, mereka juga suka minum bir sampai
mabuk dan kencing sembarangan! Dan yang paling parah, mereka itu beraninya keroyokan. Aku
pernah melihat mereka mengeroyok 1 orang dan menggebukinya sampai setengah mati, tapi
ternyata orang yang mereka keroyok itu membawa pAprilnnya dan datang untuk membuat
perhitungan dengan mereka. Tetapi mereka ketakutan dan kabur dengan gaya selangit. Cih,
anak2 jaman sekarang... ckckck
Aku mengambil beberapa penghangat dan 2 kaleng cappuccino dari dalam lemari penghangat.
Tapi mau penghangat atau cappuccino itu sama2 tidak hangat, melainkan dingin. udaranya
terlalu dingin, sampai2 lemari penghangat-pun tidak berfungsi. Tapi ya sudahlah, ini bisa
kuhangatkan di rumah dan kupakai besok kok. Tapi yang penting, sekarang beli saja dulu. Aku
membawa penghangat dan Cappucino itu ke kasir, lalu membayarnya. Aku sedikit terkejut
melihat uangku ternyata ikut basah juga. Tapi semua uangku basah, jadi mau tak mau aku
membayarnya dengan uang yang basah itu. Sekali lagi, sang penjaga toko yang baik hati
membiarkanku membayar dengan uang yang basah itu, aku sangat bersyukur padanya.
Aku keluar dari 7eleven sambil menenteng belanjaanku riang. Aku senang sekali membayangkan
dalam waktu beberapa menit lagi, aku sudah berada di dalam bak berisi air hangat sambil
mthellanum segelas cappuccino. Uuh, musim dingin yang sempurna.
+buakh! Buak! Duakhh!!+
Huh? Suara orang berkelahi? Siapa orang sinting yang berkelahi di tengah hujan salju begini?
Cih, ternyata kelompok si muka unta itu. Entah kenapa aku harus bertanya2 siapa yang
berkelahi, sudah pasti mereka yang tidak waras itulah yang berkelahi di tengah hujan salju ini.
Bodoh sekali aku sampai harus bertanya2, padahal jawabannya sudah tertebak. Nah, kali ini,
siapakah manusia tidak beruntung yang jadi bahan keroyokkan mereka..?
Huh?! Apa2an itu?! Itu mah anak seumuranku!! Grrr!! Beraninya mereka mengeroyok yang
lebih muda! Seharusnya mereka malu mengeroyok anak SMP seperti itu! Dan, oh ayolah, anak
itu sudah tergeletak tak berdaya begitu, dan mereka masih saja menggebukinya?! Dasar tak
punya otak!!
Kalau melawan mereka seorang diri, aku pasti takkan menang. Jadi sebaiknya aku
mengumpulkan senjata dulu. Aku mulai memunguti batu2 yang berada di tanah dan
mengumpulkannya jadi satu di dalam plastik belanjaanku. Nah, sepertinya ini sudah cukup
banyak untuk melawan otak udang seperti mereka.
"sudah, tinggalkan saja." Kata si muka unta meninggalkan anak itu sambil memberinya
tendangan terakhir. Sepertinya anak itu sudah tak sadarkan diri. Cih, dasar manusia2 hina! Aku
kesal sekali pada pengecut macam mereka!!!
Kuambil 1 batu yang sudah kukumpulkan sebelumnya dan kulempar tepat ke kepala si muka
unta. +tukk!!!!+ yeah!! Bulls eye!! Tepat, dan kencang mengenai kepalanya!!!
"hei muka kuda!! Beraninya keroyokan! Dasar pengecut berkaki belah!!" teriakku kepada si
muka unta.
Si muka unta dan teman2nya membalikkan badan berusaha untuk menemukan pelaku
pelemparan tersebut.
"aku disini jelek!!" kataku sambil melempari mereka dengan yang kupunya satu per satu. Semua
batu yang kulempar tepat mengenai mereka dan membuat mereka amat kesakitan. Tapi yang
paling membuatku bahagia, adalah pada saat aku melempar batu berukuran amat besar dan tepat
mengenai 'senjata masa depan' si muka unta. Wuaaahh, tak ada yang lebih memuaskan dari pada
itu!! Ahahaaahaaaa!!!!
"he- hei!! Apa2an kamu?! Dasar cewek gila! Apa maksudmu melempari kami?!!" protes si muka
unta.
"tentu saja untuk menghukum kalian, Dasar bego! Ini balasan atas perbuatan kalian selama
ini!!!" teriakku sambil terus melempari batu yang kupunya kearah mereka.
"apa2an kau?! Hei! Sini kalau berani!! Hadapi kami! Jangan berani2nya Cuma melempari batu!
Ayo lawan kami!!" tantangnya.
"kata ayahku, cara pengecut harus dilawan dengan cara pengecut juga! Untuk apa aku bunuh diri
dengan menyerahkan diriku dikeroyok banci macam kalian?!"
"a- apa?! Banci katamu?! Teman2! Seraanggg!!!" pertintah si muka unta kepada teman2nya.
Entah mereka terlalu bodoh atau tidak sadar, tapi aku masih punya banyak batu untuk melukai
mereka. Dan mereka yang menyerbu ke arahku, Cuma mempermudah aku melempar batu ini
lebih akurat ke sasaranku.
"hahaha!! Rasakann!!" teriakku puas melihat perbuatan bodoh mereka yang berusaha
menyerangku. Lemparan batuku begitu akurat dan lebih bertenaga karena jarak yang lebih dekat.
Bisa kulihat mereka sudah bersimbah darah akibat lemparan batuku.
"hosh, hosh , hosh, cewek sialan....." maki si muka unta sambil berusaha mengatur nafasnya. Aku
hanya tersenyum puas.
"bagaimana ini bos?! Dia masih melempari kita dengan batu!" Tanya salah satu anak buah si
muka unta.
"tenang saja! Dan lihat- hahaha! Batunya sudah habis! Hahaha! Sekarang apa yang akan kau
lakukan gadis kecil???" kata si muka unta sambil tertawa puas. Sungguh, wajahnya jelek sekali
kalau tertawa begitu. Seharusnya dia melihat dirinya di cermin sekarang, dan aku yakin dia pasti
akan kena serangan jantung karena melihat wajah jelek bersimbah darah itu.
"nah, ayo! Serang!!!!!!!!!!!" teriak si muka unta. Dan teman2nya mengikuti komandonya dan
berlari ke arahku.
Cih, hehehe, mereka bodoh sekali. Mereka pikir aku menantang mereka tanpa persiapan disaat
batuku habis? Hahaha! Mereka terlalu naïf!
Mereka menyerbu ke arahku dengan kecepatan cahaya, kalau saja gerakan mereka bisa diatur
dalam gerakan slow motion, kalian pasti akan tertawa melihat betapa jelek ekspresi mereka itu.
Dengan cekatan, aku mengeluarkan cappuccino-ku dari dalam plastik belanjaanku. Maafkan aku
cappuccino... bukan maksudku membuangmu, tapi saat ini Cuma kau satu2nya senjata yang
kupunya. Untuk menambah efek dramatis, aku mengocok2 cappuccino-ku sampai kupikir sudah
cukup berbusa (yah, ini hanya untuk efek dramatis saja, tidak akan menyembur seperti soda sih...
-__-) dan aku membuka penutup kalengnya. Dengan kuda2 ala bruce lee, saat kupikir mereka
semua sudah cukup dekat, aku menyiram semua isi cappuccino-ku kearah mereka sambil
berteriak,"jurus semburan nagaaaaa!!!"
+BYURRR!!+ cappuccinoku sukses membasahi mereka semua sesuai harapanku.
Mereka terdiam di tempat setelah menerima 'jurus semburan naga'ku dengan mulut menganga.
Tak lama setelah itu, mereka semua mulai
berteriak,"DINGIIIINNNNNNNNNNNN!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!" ya, tentu saja dingin. Pasti dingin
sekali disiram air di cuaca sedingin ini. Pasti mereka serasa ditusuk2 jarum saking dinginnya.
"uwahh!! Dingin!!!!!!!" satu per satu dari mereka mulai berlari pontang panting karena
kedinginan. Hahaha, rasakan itu. Itulah akibatnya karena telah berani macam2 disini!!!!
"rasakan itu!! Asal kalian tahu, keluargaku sering membunuh kalau sedang iseng!!!" teriakku
dengan suara keras yang kuyakin mereka pasti dapat mendengarnya. Nah, dengan begini, mereka
pasti takkan berani lagi datang kesini..
Aku bermaksud pulang sampai akhirnya kakiku menyandung sesuatu. Oh ya ampun!!
Bagaimana bisa aku melupakan anak ini saking asiknya mengerjai bandit2 itu?! Oh ya
ampuun!!!
"hei! Hei! Kau tidak apa2?? Sadarlah! Hei!" kataku sambik mengguncang2 tubuhnya.
"hei.. hei.. sadarlah.." kataku sambil menepuk2 pipinya.
"ukh... uh...." Dia mengerang sambil mencoba membuka matanya. Saat itu, rasanya aku tak bisa
bernafas dan jantungku bergedup kencang, sangat kencang. Co-cowok ini cakep sekali...
walaupun wajahnya babak belur, tapi luka2 di wajahnya ini malah membuatnya tampak macho.
oh ya ampun, belum pernah aku melihat cowok secakep ini. Dan lebih parahnya lagi, kulitnya
benar2 lembut! Bahkan lebih lembut daripada kulitku, padahal aku perempuan. Juga, rambut
hitamnya begitu halus (sama halusnya dengan rambutku. Rambutku adalah salah satu yang
kubanggakan dari diriku lho..). oh ya ampun... dia benar2 karya seni. Wajahnya, rambutnya,
kulitnya, dan yang paling mematikan adalah rahang super sexy-nya! Aaah! Dia pasti cakep sekali
kalau sudah besar nanti.. hehehe
"hei? Kau mendengarku? Siapa namamu, dan dimana kau tinggal??" tanyaku.
"bunuh..... bunuh aku......" Gumamnya.
Bunuh...? Apa maksudnya? Dia pikir aku pembunuh???
"tolong... bunuh saja aku... aku tidak mau sendiri lagi.... biarkan aku mati.... Biarkan aku
mati........." isaknya. Air mata mulai berlinang dari matanya yang terpejam. Apa maksudnya?
Kenapa dia berkata begitu?
"ukh... ayahku.. meninggalkanku dan berkeluarga lagi.... Ibuku..tidak menginginkanku....
Teman2ku...hanya tertarik pada hartaku...." Gumamnya.
"jadi, bunuhlah aku..... aku tidak mau sendiri lagi... tolong, tolong aku.... Biarkan aku mati...."
Gumamnya lagi. Airmata masih terus mengalir deras dari matanya yang terpejam. Aku tidak
tahu apakah cowok ini berkata begitu dalam keadaan sadar atau tidak. Tapi yang pasti, aku tahu
kata2nya barusan berasal dari hatinya yang terdalam. Dan dia benar2 mengharapkan itu. Entah
seperti apa yang telah dilaluinya sampai dia berharap untuk mati saja. Untuk anak seumuranku
berharap untuk mati, pasti dia sudah terlalu kesepian dan menjalani kehidupan yang berat.
"bunuh aku... bunuh aku...." Gumamnya lagi.
Tanpa sadar, dia sudah berada didalam pelukanku. Dan aku menangis merasakan kepedihannya.
"jangan takut.... Kau tidak sendirian lagi di dunia ini... ada aku disini.." bisikku ke telinganya.
Mendengar perkataanku, airmatanya berhenti mengalir dan isakkannya juga berhenti. Perlahan,
nafasnya mulai teratur dan dalam. Saat itu aku tahu, bahwa dia sudah tertidur.
*********************************************************************
Satu... dua.... Tiga...!!
Uffhh... huh... huh.... Huh.....
Se..di..kit lagi...! ayo April! Berjuang!
Sedikit lagi...!! huh, fuuuh.... !!!!!
"haaaahhh!!!!!" aku menghembuskan nafas lega setelah berhasil menaruh cowok ini di bangku
taman yang berjarak tak terlalu jauh dari rumahku.
Fuh! Haaaah! Sial, bisa juga aku...
Bahkan aku saja kagum atas kekuatanku sendiri yang sudah bisa menggendong cowok ini
sampai kesini. Huuufff... untung saja tubuhku masih lebih besar dari cowok ini. Ternyata
memang benar, cewek lebih dulu puber dari pada cowok. Untung saja pertumbuhan cowok
sedikit lebih lama disbanding cewek, Tak bisa kubayangkan kalau cowok ini sudah berukuran
yang seharusnya dan aku menggendongnya sampai kesini. Aku yakin pada saat itu akulah yang
mati. Heeeehhh, aku capek sekali..... aku butuh minum, minum... ingin rasanya aku mthellanum
cappuccino yang barusan kubeli, tapi aku tak bias, karena cappuccino yang kubeli sudah
setengah beku.
Setiap kali aku menarik nafas lewat hidungku, begitu menyiksa tenggorokkanku saking dingin
hawa yang kuhirup. Aduh... dingin sekali..
Aku mengangkat kepala cowok ini dan menidurkannya di pangkuanku. Aku sedikit memajukan
badanku, untuk menghalangi salju yang turun agar tidak jatuh ke cowok ini. melainkan Aku tak
tahu apa yang harus kulakukan sekarang. Coba kalau aku bisa menghubungi orang tua atau
kenalannya, pasti aku takkan sebingung ini.... Oh iya!! Menghubungi!! Ya ampun! Kau bodoh
sekali sih April?! Pasti cowok ini punya Hp kan?! Bodoh!! Bodohh!!!
Aku mulai mengorek2 kantongnya dan menarik benda yang kucari. Uh sial, ini Hp model terbaru
yang kuidam2kan! Cih, dia pasti anak orang kaya. Nah, sekarang siapa yang harus kutelepon...
coba kita lihat....
Ah! Ini ibu! Ya, ini pasti nomor telepon ibunya, nah akan kutelepon dia.
+tu~t tu~t tu~t tu~t+
Tidak diangkat2 juga. Huh, coba lagi deh.
Ukh, tetap saja tidak diangkat. Cih, ibu macam apa sih dia?! Tidak perhatian banget!
Oh iya- kalau tidak salah tadi cowok ini bilang,' ibuku tidak mennginginkanku'.... Berarti
menelpon ibunya adalah keputusan yang salah. Jadi, siapa nih yang harus kutelepon? Bagaimana
kalau ayah? Ah, ya... ayahnya....
"nomor yang anda hubungi berada di luar area" begitu mendengarnya, langsung kumatikan
teleponnya. Cih, ayahnya juga sama saja..... jadi bagaimana ini?! Apa yang harus
kulakukan?!!!!!!
+bzzzttt+
Hpnya bergetar. Sms ternyata.... Maaf ya, ganteng.. aku membuka sms-mu.. tapi tak ada jalan
lain lagi, aku tak tahu siapa yang harus kuhubungi.. jadi maafkan aku yang sudah sembarangan
membuka sms-mu....
Kubuka smsnya,"hei, kami mau pergi kumpul di rumah Reza. Kuharap kau mau ikut. -Dicky -"
Sepertinya orang ini temannya.. yah, tak ada salahnya menghubungi orang ini. Habis tak ada
pilihan lain...
Aku menghubungi orang yang sms sebelumnya, kalau tidak salah... namanya Dicky ya tadi? Uh,
ingatanku memang jelek.
"halo?! Bisma ?! kau mau ikut?!" tanyanya riang begitu mengangkat teleponnya. Hmmm...
sepertinya nama anak ini adalah Bisma. nama yang bagus.
"ehm... halo? Maaf, sayangnya aku bukan Bisma." Jawabku.
"halo? Kau siapa?! Bukankah ini Hp Bisma?!" tanyanya kesal. Dia pikir aku mencuri Hp-nya
apa?! Iih, curigaan sekali...
"hei, tenang dulu... aku mau bertanya, apakah kau bisa menjemputnya? Dia babak belur, dan dia
pingsan sekarang."
"a- apa?! Apa yang terjadi padanya?!"
"ada sekelompok anak SMA mengeroyoknya tadi. Tapi kau tenang saja, mereka sudah
kubereskan."
"dimana kalian sekarang?!"
"kami berada di taman di jalan XXX"
"baiklah, aku akan segera kesana! Jangan kemana2!" Setelah berkata begitu, orang itu menutup
teleponnya.
Sepertinya orang tadi benar2 mengkhawatirkan cowok ini. Apakah dia temannya? Tapi cowok
ini tadi bilang bahwa teman2nya hanya mengincar hartanya. Tapi, apakah teman yang hanya
peduli hartanya bisa se-khawatir itu mendengar bahwa cowok ini babak belur? Kurasa, ada
kesalahpahaman disini.
"tolong aku... keluarkan aku dari kesendirian ini.." gumam cowok ini tiba2. Huh?? Dia sudah
sadar?? Oh ya ampun, syukurlahh!!!
"tidak apa2... kamu tidak sendirian lagi... aku ada disini bersamamu." Kataku mencoba untuk
menenangkannya. Aku yakin sebenarnya cowok ini sebenarnya dikelilingi orang yang
memperhatikannya. Tapi dia sudah terlalu banyak terluka untuk percaya. sehingga dia menutup
dirinya dari orang lain, berharap dengan begitu dia takkan terluka lagi. cowok yang begitu jujur,
tulus, dan juga naïf... kuharap dia dapat membuka matanya, dan sekali lagi mengizinkan orang
lain masuk dalam kehidupannya.
"kamu tidak sendirian.. dan teman2mu juga memperhatikanmu, mereka tidak mendekatimu
karena hartamu. Tapi mereka benar2 sayang kepadamu. Dan ayahmu juga pasti merindukanmu
walaupun dia sudah punya keluarga sendiri.. tak mungkin dia dapat melupakan anak seperti
kamu. Ibumu-pun pasti menyayaingimu, aku yakin itu." Kataku tulus. Aku yakin ayah dan
ibunya pasti sayang pada cowok ini. Bagaimanapun, dia adalah anak mereka, bohong kalau
mereka sedikitpun tidak mengasihi cowok ini. Kemungkinan, cara penyampaian kasih sayang
mereka beda dari biasanya, atau bisa juga mereka hanya kurang komunikasi dengan cowok ini.
Semua orang dewasa-kan begitu... ayahku juga sibuk kok. Tapi aku tahu dia sayang padaku.
"teman2ku? Mereka mendekatiku bukan karena hartaku...?" tanyanya seakan tidak percaya.
"mereka benar2 menyayangimu. Kau harus membuka dirimu pada mereka, mereka itu bukan
semata2 mendekatimu karena hartamu. sebentar lagi mereka datang, mereka semua datang kesini
karena mendengar kau tergeletak di jalan.. aku menelpon mereka dengan HPmu tadi.." Kataku
untuk membenarkan bahwa temannya tidak mendekati dia semata2 untuk harta saja. Tentu saja,
mana mungkin orang yang kutelepon tadi (aku lupa namanya) bisa sebegitu khawatirnya dan rela
menjemput dia kesini ditengah2 hujan salju, kalau dia tidak benar2 menyayangi cowok ini.
Hahaha, sebenarnya cowok ini banyak dicintai dan sangat mudah untuk dicintai. Tapi sayangnya,
cowok ini tidak sadar akan hal itu. Buktinya, entah mengapa saat berada disamping cowok ini,
aku merasakan kehangatan yang tak wajar. Hmmm, seperti apa ya....? Aah! Seperti saat aku
menggenggam kalung emas-ku ini! Ya! Itu dia! Rasanya aku tenang sekali kalau berada
disampingnya.
"orang tuaku... benarkah mereka menyayangiku...?" tanyanya lagi berharap bahwa semua
omonganku benar adanya.
"tentu saja mereka menyayangimu! hei, kau tahu? kau mengingatkanku pada emas saat aku
melihatmu pertama kali. kau begitu bersinar dan semua orang menginginkanmu begitu
melihatmu. jadi, tidak mungkin orang tuamu tidak menginginkan anak yang begitu hebat dan
bersinar seperti kau! aku yakin itu"
ya, mungkin kata2ku terdengar muluk, tapi hanya kata2 itu yang bisa mewakili perasaanku
dengan tepat. Cowok ini begitu melambangkan emas. Hanya saja, dia tidak dapat melihat sinar
dari kilauannya sendiri. Suatu saat nanti, pada waktu dia sudah bisa melihat kilauannya sendiri,
dia pasti akan tumbuh menjadi orang yang begitu hebat dan dicintai siapa saja.
"kamu... suka emas...?" tanyanya lemah.
"hahaha, aku bukan suka emas.. tapi aku suka sekali warna emas!" jawabku. Benar kok! Aku
sangat suka sama warna emas. tapi aku biasa saja sama emas. buktinya, aku memang punya
banyak barang berwarna emas, tetapi emas asli yang benar2 kupunya hanya kalung pemberian
nenek ini.
Angin dingin berhembus, dan salju yang meleleh dari bajuku menetes ke wajah terluka cowok
ini. Dia mengerang. Badannya bergidik saking dinginnya, dan aku memegang tangannya dengan
harapan dapat menghangatkan tangan dinginnya.
"tenanglah, aku disini bersamamu.. kau tidak sendirian lagi." kataku untuk membuatnya tahu
bahwa aku masih ada disampingnya. Mendengar perkataanku, tubuhnya menjadi rileks, dan dia
kembali tertidur.
Wajah tidurnya begitu tenang dan polos. Siapapun takkan menyangka bahwa anak ini telah
menjalani hidup yang begitu berat bila melihat wajah polosnya ini. Huh, rasanya aku tak ingin
meninggalkan dia. Entah mengapa, rasanya begitu tepat. Dan aku menikmatinya. Tapi........ oh ya
ampun, DISINI DINGIN SEKALI!!! Huh! Bisa2 kami mati kedinginan nih! Mana saljunya tidak
berhenti2 lagi. bajuku dan baju anak ini juga sudah basah kuyup. Oh ya ampun... ayolaaaahhh!!
Mana sih orang yang ketelpon tadi itu?! Katanya mau dating menjemputnya?! Kok gak
datang2?! Aku sudah gak tahan nihh... brrr~ dingin sekali!!
"lho? Itu Fujiwara kan??" Tanya seseorang. Aku mengangkat wajahku untuk melihat siapa
pthellalik suara itu. Ternyata pthellalik suara itu adalah seorang gadis. Gadis yang sangat imut,
imut sekali. Sungguh, belum pernah aku melihat gadis secantik- seimut dia. Matanya besar,
hidungnya kecil-mancung, bibirnya pink, ah pokoknya tanpa cela!!! Apakah aku melihat
malaikat? Jangan2, sebenarnya aku sudah mati kedinginan dan gadis ini akan membawaku ke
surga??
"hah? Uh? Siapa?" tanyaku bingung.
"dia. Cowok itu. Yang tidur di pangkuanmu." Katanya sambil menunjuk cowok ini.
"oh dia?" tanyaku lagi.
"iya, dia. Dia Bisma karisma , bukan?"
Bisma... Bisma....? Ah! Oh iya! Itu nama cowok ini! Tadi orang yang di telepon menyebut nama
Bisma!
"kamu kenal cowok ini?!" tanyaku semangat, karena akhirnya ada juga yang menjemput cowok
ini.
"iya. Aku pacarnya." Jawabnya.
Pacarnya...? Apakah benar gadis ini pacarnya? Kalau benar pacarnya, kenapa tadi dia
bertanya ,"lho itu Fujiwara kan?" seperti orang baru kenal saja. bukankah biasanya kalau sudah
pacaran akan memanggil nama kecil? Dan bukankah kalau pacaran berarti sudah kenal lama dan
dia pasti akan langsung menyadari cowok ini adalah pacarnya tanpa harus bertanya dulu...?
Aaahh! Aku mikir apa sih?? Aku saja bingung sama pikiranku sendiri. Untuk apa aku bertanya2,
sudah pastilah gadis secantik-seimut ini pacarnya! Mereka begitu serasi!
"ooh, jadi begitu. Tolong jangan salah paham, aku hanya membantunya karena tadi dia
dikeroyok sekelompok anak SMA. Dan aku juga sudah menelpon temannya untuk
menjemputnya." Kataku berusaha agar cewek ini tidak salah paham.
"tidak apa2, tenang saja. terimakasih sudah membantunya." Jawab gadis itu. Benar2 gadis yang
baik!
"ehm, bagaimana kalau aku saja yang menjaganya sampai temannya datang?" Tanya gadis itu
lagi.
"oh! Ohh! Oh iya, maaf! Silahkan, ini silahkan duduk disini!" kataku panik sambil
mthellandahkan kepala cowok ini dari pangkuanku. Duh, bodoh sekali sih aku !!!
"terimakasih.." katanya manis sambil menidurkan kepala cowok itu di pangkuannya.
+nyuut+
lho? Apa ini? Kenapa hatiku rasanya seperti diremas2? Apakah hatiku sakit melihat cowok itu
tertidur di pangkuan pacarnya? Apakah.... Aku cemburu?? Tidak, tidak April!! Lihatlah
pasangan yang begitu serasi itu!! Cowok itu terlalu jauh untuk kau gapai, jangan bermimpi!!
+shuuuuu+ angin dingin berhembus, mengingatkanku inilah saatku untuk pulang. Aku
membalikkan badan dengan berat hati untuk berjalan pulang. Tapi, ada sesuatu yang ingin
kutanyakan.
"ehm, hei. Kalau boleh tahu... siapa namamu?" tanyaku kepada gadis imut itu yang sedang
mengusap wajah cowok itu dengan sapu tangan pink-nya.
"boleh. Tentu saja boleh. Namaku.... Hyori." Jawabnya sambil tersenyum. Hyori... nama yang
begitu cantik.
"terimakasih. Tolong, jaga dia baik2." Kataku sebagai pesan terakhir sambil berlari pulang.
Ya... kuharap cowok tadi bisa bahagia bersama gadis imut itu. Mereka benar2 pasangan yang
amat serasi, kuakui itu. Nah, April. Kamu harus berjalan maju dan melupakan semuanya. Biarlah
cowok tadi tinggal di sudut hatimu yang paling dalam sebagai cinta pertama yang takkan pernah
sampai.
"hhhhmmmmmffff........" aku menarik nafas dalam2.
"nah April! Lupakan semuanya, dan..... AYO BERENDAM DI AIR HANGAAATTT!!!" Kataku
sambil berlari pulang.
*****************************************************************
Aku memperhatikan kalung itu dalam2. Berusaha menggali ingatanku yang sudah kabur untuk
mengingat dimana aku pernah melihat kalung ini sebelumnya. Rasanya aku pernah melihat
kalung ini. Dulu... duluuu sekali.. tapi kapan ya? Cih, ingatanku memang lemah! Dan kepalaku
suka sakit kalau berusaha mengingat sesuatu. Tapi kalung ini terlalu familiar, terlalu special
untuk dilupakan. Tapi entah dimana aku pernah melihatnya... entah dimana aku pernah
mendapatkannya... mendapatkannya?! Ah!! Ya!! Aku ingat sekarang!! Aku ingat!!!
Ya!! Kalung ini adalah milikku! Kalung pemberian nenek yang kuhilangkan bebarapa tahun lalu!
Aku tak ingat bagaimana aku bisa menghilangkannya, tetapi aku ingat aku menangis selama
berhari2 karena kehilangan kalung ini! Tapi, bagaimana bisa kalung ini berada di tangan Bisma?!
Dan lagi, dia bilang ini adalah benda kenangannya bersama Hyori. Tapi aku yakin sekali ini
adalah milikku! Aku yakin sekali!
"hei! Darimana kau mendapatkan ini?! Ini milikku tahu!!" teriakku pada Bisma.
"a- apa katamu?! Tidak mungkin ini milikmu!" bantah Bisma sambil menarik kalungnya dari
tanganku.
"tidak, sungguh! Itu milikku!!" teriakku sambil merebut kalungnya dari tangan Bisma.
"kalau kau percaya, coba lihat ini!!" kataku sambil menunjukkan bandul dadu itu di depan mata
Bisma.
"sisi dadu bermata 6 ini, berlian imitasi di bagian kiri paling atas tidak ada bukan?? Berlian itu
copot karena pada saat itu, aku gigit2 karena lapar!" jelasku.
"dan ini, lihat ini!"kataku sambil memutar sisi dadu di paling atas.
"kau pasti tidak akan menyangka bukan, kalau kaitnya diputar, dadunya akan terbuka??" jelasku
lagi sambil memutar kait penyambung antara dadu dan rantai kalung. Dan sesegera itu, bandul
dadu itu terbuka sesuai dengan ucapanku.
"dan lihat ini! Di dalamnya ada tulisan dengan huruf hiragana bukan?? Coba baca apa
tulisannya! "kataku menunjukkan huruf yang kumaksud di depan mata Bisma.
"A....SU....KA....." baca Bisma dengan suara kecil.
"nah? Apakah masih kurang bukti bahwa kalung ini benar2 milikku?! Cepat kembalikan!"
teriakku marah.
"tapi... itu tidak mungkin......." Gumam Bisma sambil menatapku tidak percaya.
".....? apa yang tidak mungkin....?" Ledekku dengan menaikkan sebelah alisku. Semoga saja aku
bisa meniru Bisma dengan benar.
Tiba2 Bisma memegang bahuku dengan kedua tangannya. Aku tersentak kaget.
"ka- kamu ngapain sih?!" tanyaku bingung. Kini Bisma memandang wajahku lekat2 dengan
tatapan tidak percaya.. sebenarnya dia kenapa sih?! Kok tiba2 memegang bahuku seperti orang
sinting. Dan apa2an dia itu?! Melihatku sudah seperti melihat setan saja, sebenarnya apa
salahku??? Aku-kan hanya meng-klaim benda milikku, apa itu salah???
"bagaimana bisa kalung itu milikmu?" Tanya Bisma tidak percaya.
"ya tentu saja bisa. Memang kenapa tidak bisa?!" tanyaku bingung.
"bu- bukan itu maksudku. Bagaimana kau bisa mendapatkannya??"
"eh, uhm... aku dapat dari nenekku?"
"lalu, bagaimana kau menghilangkannya?!" Tanya Bisma lagi. kali ini dia meremas bahuku
dengan kuat sekali.
"iih! A- apa sih maksudmu?! Lepaskan aku! Aku tidak tahu!!" teriakku sambil menampik tangan
Bisma.
"coba diingat, bagaimana kau menghilangkannya???" kali ini Bisma mengambil tanganku dan
menggenggamnya dengan erat. Matanya bergetar mencoba mencari2 jawaban dariku.
"aku tidak tahu! aku benar2 tidak ingat!" jawabku jujur.
Memangnya Bisma mengharapkan jawaban apa sih dariku? Dia aneh sekali sekarang. Sudah
seperti maniak saja, memandangku sampai keringatan begitu.
Bisma memegang wajahku dan mendekatkan wajahnya padaku. Dia memandangku lekat2
dengan tatapan memelas lalu berkata,"tolong diingat.... Kumohon?"
+deg!+
rasanya jantungku berhenti berdetak melihat apa yang dilakukan Bisma barusan. Cih, sial...
bagaimana caranya dia melakukan itu?? Sial, pandangan mata yang memelas seperti anak anjing
itu, bagaimana caranya melakukannya? Siapa yang bisa menolak permintaannya bila dia seperti
itu? Ukh, jantungku rasanya seperti mau pecah! Dan wajahku panas sekali!
"uh... oh- oh, ba- baiklah..." kataku sambil menelan ludah.
Jarak kita terlalu dekat! Uh, sial...!!! Bisma selalu saja dapat menyerang titik lemahku!!
Aku memejamkan mataku supaya aku tidak perlu melihat wajah memelas Bisma. Aku berusaha
lagi untuk menggali ingatanku akan kalung itu.
Uuughh, waktu itu nenek memberikannya padaku. Lalu aku selalu memakainya kemanapun aku
pergi. Kalung itu juga tak pernah kulepas walaupun aku sedang tidur ataupun mandi. Tapi suatu
hari aku sadar kalau ternyata kalung itu sudah tak ada lagi di leherku dan aku mencari2nya
kesana kemari. Padahal waktu itu sedang turun hujan salju....... AAAAKHH!! Sekeras apapun
aku berusaha mengingat, aku tidak bisa! Aku tidak bisa mengingatnya!! Aaah!!! Lagipula untuk
apa sih Bisma perlu tahu???!
Aku membuka mataku dalam keputusasaan. Tiba2 wajah Bisma menjadi cerah dan dia
bertanya,"bagaimana? Kau ingat sesuatu?? Dimana kau menghilangkannya??!"
"di..... sekolah?" jawabku. Sepertinya jawabanku lebih mirip pertanyaan dari pada jawaban -___-
"tolonglah April.... Tolong diingat...." Paksa Bisma dengan wajah memelasnya lagi.
tidak. Aku takkan terjebak lagiiii!!!! "aku tidak bisa ingat!! Aku tidak bohong!! Maksa banget
sih?!" teriakku kesal.
"sungguh sama sekali tidak ada yang kau ingat? Bagaimana dengan cuaca saat itu? Saat kau
menghilangkannya?"
"hmm...... hujan salju?" jawabku (tanyaku) lagi.
"ah! Iya! Hujan salju! Lalu, apakah ada kejadian menarik sebelum kau menghilangkannya?!!"
Tanya Bisma gembira. Aku tak mengerti kenapa dia bisa se-senang itu. Tapi ya sudahlah....
"kejadian menarik ya.....? hmmm.........."
"iya! Iya! Kejadian menarik!"
"sepertinya tidak ada. Samar2 yang kuingat saat itu hujan salju amat besar dan... saat itu... aku
pulang dari sekolah tanpa memakai paying ataupun jas hujan menerobos hujan salju..... lalu.....
aaahh!! Aku ingat!!!"
"apa?! Apa?!"Tanya Bisma penasaran.
"saat itu aku berkelahi!! Ya! Aku berkelahi!!"
"berkelahi.....?" Tanya Bisma bingung sambil menaikkan sebelah alisnya.
"iya! Aku berkelahi dengan sekelompok anak SMA! Karena anak SMA itu mengeroyok seorang
anak SMP!! Huh! Mengingatnya saja aku masih kesal!"
"ya! Lalu, apa yang terjadi pada anak itu?!" kata Bisma semakin gembira.
"anak itu...... tidak sadarkan diri. Dan aku menggendongnya ke taman di dekat rumahku, taman
tempat aku pernah mengobati punggungmu dulu itu...." Jawabku.
"apakah kau berkata sesuatu pada anak itu?" Tanya Bisma lagi.
"engg.... Rasanya tidak." Jawabku ragu.
"tidak?! Kau tidak bilang apa2 pada anak itu?!"
"iya.... Rasanya tidak.... Ah! Tapi anak itu mengatakan sesuatu padaku!"
"iya! Apa itu?!"
"bunuh aku."
"hah?" Bisma heran sambil mengangkat sebelah alisnya.
"iya! Dia berkata begitu! Ehm... sebentar, ah aku ingat! Aku juga berkata pada anak itu!! Aku
berkata,' jangan takut, kamu tidak sendirian.......lagi......?"
tunggu- aku jadi bingung dengan ucapanku sendiri... tunggu- tunggu- kalau tak salah kata Bisma
Hyori juga berkata begitu pada Bisma... berarti.......?
Tiba2 Bisma memelukku, Memelukku eraaaat sekali. Aku tersentak.
"Ka- Bisma....? Kamu kenapa....?" Tanyaku gugup.
"itu kamu... itu kamu... itu memang kamu....." kata Bisma. Bisa kudengar kerinduan yang begitu
dalam dari suara Bisma. Tapi aku masih tidak mengerti apa yang terjadi. Samar2 aku memang
mengerti, tapi aku tidak sungguh2 paham akan apa yang terjadi.
"ternyata... sejak dulu aku tak pernah mencintai perempuan lain selain kamu.... Itu kamu...."
Katanya lagi. suara Bisma dengan kerinduan yang begitu dalam merasuki tubuhku dengan begitu
hangatnya. Entah mengapa, rasanya aku pernah merasakan perasaan ini. Perasaan yang sudah
sangat familiar bagiku.
Bisma melepaskan pelukkannya dan bertanya," lalu, apa yang kau lakukan pada cowok itu?"
"yang kulakukan...? Hmm... aku membawanya ke taman, mengambil Hp-nya dan menelpon
temannya. Tak lama setelah itu, ada seorang gadis yang mengenal cowok itu, jadi aku
meninggalkan cowok itu padanya." Jawabku.
Bisma memelukku lagi, sama eratnya dengan pelukkan yang sebelumnya.
"kenapa kau berikan cowok itu padanya? Harusnya kau terus bersamanya sampai dia bangun!
Dasar bodoh!
aku melepaskan diriku dari pelukkan Bisma," bodoh katamu?! Gadis itu mengaku sebagai pacar
cowok itu! Terang saja kalau kubiarkan mereka bersama!"
"pacar.....? cih, dasar rubah sial. Dia merusak segalanya." Gumam Bisma.
Rubah sial....? Maksudnya Hyori......? Tunggu-
Ingatanku tentang hari itu seakan terulang sekali lagi di depan mataku. Saat aku berkelahi
dengan sekelompok anak SMA, saat aku menggendong cowok itu, setiap percakapanku pada
cowok itu, seakan terulang kembali dan berputar di ingatanku. Aku ingat semuanya!
Aku ingat saat dimana dadaku bergedup kencang seakan mau pecah, aku ingat saat dimana aku
merasakan kehangatan yang familier dengan kehangatan Bisma, dan aku ingat saat2 dimana aku
memaksa diriku untuk melupakan semuanya. Ya, saat itu aku memaksakan diriku untuk
melupakan semuanya. Tak heran, selama ini aku tidak ingat akan hal itu. Karena itu adalah
kenangan manis sekaligus pahit tentang cinta pertamaku yang takkan pernah sampai... dan
ternyata, cowok yang kutolong saat itu adalah Bisma...?
"jadi..... cowok itu..... kamu.....?" tanyaku tak percaya kepada Bisma.
"iya.... Dan ternyata, orang yang memebaskanku dari neraka kesendirianku adalah kamu.
Ternyata aku sudah mencintaimu semenjak dulu... April...." Kata Bisma dengan senyum
termanisnya.
Bisma memelukku lagi. perasaan yang familier, perasaan yang kudapat dari cowok 3 tahun lalu
itu tidak pernah berubah. Selalu sukses dalam menenangkanku, dan memberiku rasa aman. Ya,
kehangatan yan bisa kudapat hanya dari Bisma. Entah kenapa aku tidak menyadarinya sejak
dulu. Padahal kehangatan seperti ini hanya dapat kurasakan saat2 aku bersama Bisma. Ternyata
cinta pertamaku adalah Bisma, cinta pertama yang selalu tersimpan dalam lubuk hatiku yang
paling dalam
Bisma melepaskan pelukannya, dan memandangku lekat. Dia berbisik,"terimakasih atas selama
ini......" dan dia memegang wajahku dan mendekatkan wajahnya ke wajahku. Tanpa kusadari,
bibirnya sudah menempel dengan bibirku. Bibir Bisma terasa begitu manis, lembut, dan
[Link] begitu sempurna. Bisa kurasakan jantungku berdetak tidak karuan bereaksi
dengan sentuhan Bisma. Bisma memelukku lebih erat lagi, tangan kanannya menekan tengkukku
agar lebih dekat kepadanya. Sesaat aku tersentak dan membuka mata. Aku terkejut melihat
Wajah Bisma begitu dekat dengan wajahku. Matanya terpejam, bahkan aku bisa melihat betapa
lembut kulitnya. Aku memejamkan mataku lagi, memeluk Bisma berharap waktu akan berhenti
untuk kami berdua. Aku tak menyangka ternyata semua kerinduanku akan Bisma dan kerinduan
Bisma akanku ternyata bisa tersampaikan melalui ciuman ini. Kerinduan yang telah kami simpan
begitu lama, ingatan tentang cinta pertamaku yang selalu kusimpan dalam hati, semuanya
tersampaikan melalui ciuman ini. Aku mendorong Bisma dan memecahkan ciuman kami untuk
mengambil nafas. Bisma memandangku dalam2 sambil berusaha mengatur nafasnya kembali.
Jadi kurasa, memecahkan ciuman kami untuk mengambil nafas bukanlah tindakkan yang salah.
Aku mengelap bibirku, dan bisa kurasakan wajahku memanas saking malunya. "da... dasar
mesum...." Kataku.
"mesum apanya?! Kau juga membalas ciumanku kok!" balasnya.
"aaaaahh!! Berhenti! Jangan bahas lagi!! dasar mesum!!" kataku sambil mengibas2kan tanganku
saking paniknya.
Bisma menarik tanganku, dan menciumku lagi. walaupun ini yang kesekian kalinya, sensasi
hangat dan menggetarkan masih terasa dalam tubuhku. Aku mendorongnya lagi.
"ap- apa2an kau?! Da- dasar genit!" teriakku sambil bangkit berdiri.
"siapa yang genit? Kau pasti juga menikmatinya bukan?" ejek Bisma.
"a- apa- apa katamu?! Ukh, huh! Terserah!!" teriakku sambil berjalan kea rah pantai
meninggalkan Bisma.
"hei! April! Tunggu aku! Tunggu suamimu yang begitu pintar mencium ini!!" teriak Bisma
sambil mengejarku. Tapi aku tak peduli, lebih jelasnya, TERLALU MALU UNTUK PEDULI,
dan terus berjalan meninggalkannya.
Mungkin setelah ini, kami masih akan bertengkar dan mendapat masalah-masalah lain yang tak
pernah kami pikirkan sebelumnya. Tapi aku yakin, dalam pertengkaran2 dan masalah2 yang
akan kami hadapi kedepannya, takkan membuat kami berpisah malah akan membuat hubungan
kami semakin kuat. kuakui, Bisma merubah hidupku. Membuat hari2ku yang biasa2 saja
menjadi berarti. Kesenangan2 dan kegilaan2 yang kami lewati, akan selalu hidup menjadi
kenangan manis bagiku. Bisa dibilang, Bisma membuatku jadi GILA! Akannya ;)

Anda mungkin juga menyukai