PROPOSAL
“POPOK RAMAH LINGKUNGAN (PORALI) ”
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Konsep Inovasi Keperawatan
Dosen pengampu :
Ns. Heri Hermansyah [Link]., [Link]
Disusun Oleh :
Annisah Gemah (CKR0190084) Indy Mutia Teguh P (CKR0190100)
Cintia Rindyantika (CKR0190089) Nuraini (CKR0190111)
Dini Supandi (CKR0190092) Nita Rihlatussalamah (CKR0190110)
Fina Astuti Herfiana (CKR0190096) Rika Ruslianawati (CKR0190115)
Gita Sri Wahyuni (CKR0190099) Tia sopiah (CKR0190120)
KEPERAWATAN C TINGKAT 2
SEMESTER 4
PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN SEKOLAH TINGGI
ILMU KESEHATAN KUNINGAN TAHUN AJARAN 2020/2021
Jl. Lingkar Bayuning No.2 Kadugede, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat 45561
Telp. (0232) 875847 Fax. (0232) 875123 Email : info@[Link]
KATA PENGANTAR
Puji syukur ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya
sehingga kami dapat menyelesaikan tugas proposal yang berjudul “popok ramah lingkungan
(porali)” ini tepat pada waktunya.
Adapun tujuan dari penulisan proposal ini adalah untuk memenuhi salah satu tugas mata
kuliah konsep inovasi keperawatan. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang
sudah membantu dalam pembuatan inovasi ini, terutama kami ucapkan terimakasih kepada
bapak Ns. Heri hermansyah [Link]., [Link] selaku dosen di mata kuliah Konsep Inovasi
Keperawatan yang telah memberikan tugas ini sehingga kami dapat menambah pengetahuan dan
juga wawasan sesuai dengan bidang studinya.
Kami menyadari dalam pembuatan proposal ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh
karena itu, kami meminta saran dan juga kritikan yang bersifat membangun dari berbagai pihak
untuk kemudian kami jadikan bahan evaluasi demi menyempurnakan proposal ini untuk
kedepannya.
Kuningan, 17 Juni 2021
Penulis
i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ................................................................................................................ i
DAFTAR ISI ............................................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN ........................................................................................................... 1
1.1 Latar belakanng ............................................................................................................. 1
1.2 Rumusan masalah .......................................................................................................... 2
1.3 Tujuan ............................................................................................................................. 2
1.4 Manfaat ........................................................................................................................... 3
BAB II ANALISIS PRODUK ................................................................................................... 4
2.1 Deskripsi produk ............................................................................................................ 4
2.2 Nama dan karakteristik produk ................................................................................... 4
2.3 Keuunggulan produk ..................................................................................................... 4
2.4 Cara perawatan produk ................................................................................................ 4
BAB III ANALISIS PASAR ...................................................................................................... 6
3.1 Target pasar ................................................................................................................... 6
3.2 Pesaing ............................................................................................................................ 6
3.3 Promosi .......................................................................................................................... 6
BAB IV ANALISIS PRODUKSI .............................................................................................. 7
4.1 Bahan dan peralatan ...................................................................................................... 7
4.2 Cara pembuatan ............................................................................................................. 8
BAB V ANALISIS KEUANGAN .............................................................................................12
ii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Seiring kemajuan zaman jenis-jenis perlengkapan balita saat ini makin
berkembang dan mudah didapatkan. Salah satunya adalah popok balita. Disposable
diapers merupakan popok sekali pakai berdaya serap tinggi yang terbuat dari plastik dan
campuran bahan kimia untuk menampung sisa metabolisme berupa air seni dan feses
(Diena, 2009).
Masyarakat awam tidak mengetahui bahwa popok kain jauh lebih aman
dibandingkan popok sekali pakai yang banyak di jual diberbagai tempat dengan beragam
iklan yang membuat para ibu tertarik dan tidak ragu lagi untuk menggunakannya pada si
balita. Dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat, popok sekali pakai seakan sudah
menjadi sesuatu yang harus ada disetiap harinya bagi si balita terutama ketika tidur
malam dan berpergian jauh. Dibalik penggunaannya yang praktis, diketahui adanya
kemungkinan bahaya dari penggunaan disposable diapers yaitu adanya kandungan zat
kimia yang dapat membahayakan balita, salah satunya adalah formaldehida (Anonim,
2008). Formaldehida digunakan sebagai anti wet agent dan untuk menekan kontaminasi
mikroorganisme (Anonim, 2010). Bahaya jangka pendek formaldehida akan
menimbulkan perubahan warna pada kulit, seperti kulit menjadi merah, dan ada rasa
terbakar, sedangkan bahaya jangka panjang dapat menyebabkan kulit terasa panas, mati
rasa, gatal-gatal serta memerah, pengerasan kulit dan kepekaan pada kulit, dan terjadi
radang kulit (Judarwanto, 2006).
Dampak dari merebaknya popok balita sekali pakai ini dapat diamati dari
berserakannya benda tersebut di saluran air maupun tempat sampah sehingga sangat
mengganggu secara estetika. Selain itu apabila limbah disposable diapers dibakar di
bawah suhu 800°C akan menghasilkan gas dioksin yang dapat terhirup secara langsung
oleh manusia maupun melalui rantai makanan akan masuk ke dalam tubuh manusia. Gas
ini bersifat toksik (karsinogenik) dan sangat berbahaya bagi tubuh manusia. Berdasarkan
p emikiran tersebut, penulis menilai perlu adanya inovasi terhadap pembuatan diapers
yang lebih aman, tidak menyebabkan gangguan pada lingkungan maupun estetika. Salah
1
satu solusi yang ditawarkan adalah popok balita dengan memanfaatkan kain yang
dikemas dengan desain unik dan menarik dengan branding nama yaitu PORALI (Popok
Ramah Lingkungan). Bentuk dan desain popok ini diusahakan cukup menarik dan mudah
dirawat. Karena desainnya menarik dan bahannya mudah didapat sehingga masyarakat
diharapkan tertarik untuk membuat dan menggunakannya pada si balita.
1.2 Rumusan masalah
Semakin maraknya permasalahan lingkungan di era modern ini, maka muncul
permasalahan mengenai bagaimana cara membuat popok kain yang mempunyai ciri khas
dan keunggulan yaitu ramah lingkungan dan aman bagi balita, dan dapat diterima oleh
berbagai kalangan masyarakat sehingga permasalahan lingkungan akibat pembuangan
disposable diapers ditanggulangi serta tetap perlu bagi balita dan kebutuhan balita tetap
terpenuhi
1.3 Tujuan
1.3.1 Tujuan umum
Tujuan dari pembuatan Popok ini yaitu sebagai sarana informasi kepada
masyarakat tentang popok, menjawab permasalahan tentang cara
mengatasi ketergantungan popok sekali pakai agar menjadikan ibu-ibu
ataupun calon ibu lebih cerdas memilih popok untuk mengurangi sampah
yang mencemari lingkungan
1.3.2 Tujuan khusus
1) Sebagai himbauan kepada orang tua khususnya ibu dan calon ibu
agar bersikap bijak dalam memilih popok yang tidak mencemari
lingkungan
2) Memberikan informasi kepada orang tua tentang manfaat clodi
agar dapat mengerti dan memahami bahaya popok sekali pakai
sehingga dapat beralih ke popok kain modern
3) Mengajak para ibu dan calon ibu untuk berpikir manfaat jangka
panjang penggunaan popok kain modern dari segi keuangan dan
segi kebersihan lingkungan
4) Meyakinkan para ibu bahwa popok kain modern lebih aman,
nyaman dan higienis
2
1.4 Manfaat
Manfaat yang diharapkan adalah:
1. Melalui program ini secara kontinuitas dapat meningkatkan kemampuan
masyarakat dalam mengatasi permasalahan lingkungan.
2. Selain itu pada perkembangan lebih lanjut, program ini dapat dikembangkan
menjadi produk kewirausahaan dan mampu menyerap masyarakat sekitar sebagai
tenaga kerja produksi sehingga angka pengangguran dapat menurun.
3. Daya dukung lingkungan terhadap kehidupan manusia akan semakin baik karena
sebagian pencemaran tertanggulangi.
3
BAB II
ANALISIS PRODUK
2.1 Deskripsi produk
Popok kain atau biasa disebut cloth diapers pertama kali di produksi di Kanada
sekitar 10 tahun lalu. Munculnya popok jenis ini dikarenakan Kanada sudah merasakan
dampak dari tingginya sampah yang dihasilkan oleh diapers, yang jumlahnya sudah
mencapai 40% dari total sampah rumah tangga (Hendra Gunawan dan Fahriyadi, 2010)
Cloth diapers (clodi) adalah popok kain modern yang mampu menyerap urine
balita dan dapat digunakan berulang kali. Clodi terbuat dari bahan kain yang dapat di cuci
kembali.
2.2 Nama produk dan Karakteristik produk
2.2.1 Nama produk
PORALI (Popok Ramah Lingkungan)
2.2.2 Karakterisistik produk
Produk yang kami buat terbuat dari bahan yang sangat aman dan tidak
mengandung bahan kimia berbahaya. Untuk bagian outer kami menggunakan
bahan kain PUL dan untuk bagian inner menggunkan bahan microfiber.
2.3 Keunggulan produk
1) Berbentuk celana full elastic untuk penyesuaian ukurnnya (tanpa kancing)
sehingga sangat nyaman digunkan, dan sangat praktis
2) Insert microfiber 3 layer sudah terjahit didalamnya
3) Bisa dicuci dan dikeringkan dengan mesin
4) Sangat praktis saat memakaikan ke bayi bahkan saat anak berdiri sekalipun
5) Lebih hemat karena dapat dipakai kembali
6) Aman karena tidak menggunakan bahan kimia
2.4 Cara perawatan produk
1) Untuk cara pencucian popok ramah lingkungan ini hanya boleh dicuci dengan
detergen cair, supaya tidak merusak kualitas kainnya
2) PORALI ini juga bisa dicuci menggunkan mesin maupun manual
3) khusus mencuci dimesin, PORALI ini harus di masukan ke laundry net
4
4) ketika menjemur POLARI ini harus di balik, dimana bagian dalam dijemur paling
depan
5
BAB III
ANALISIS PASAR
3.1 Target pasar
Produk “popok ramah lingkungan (PORALI)” untuk saat ini produk kami
ditujukan ke calon ibu dan ibu yang mempunyai balita.
3.2 Pesaing
Untuk saat ini pesaing kami yaitu POSPAK (popok sekali pakai). Karena
POSPAK ini lebih dikenal masyarakat
3.3 Promosi
Promosi yang akan kami lakukan adalah dengan menyebarkan brousur tempat-
tempat ramai dan menyebarkan di sosial media seperti blogger, facebook, twitter,
whatsapp, instagram, dll. Seperti yang kita tau sosial media membawa pengaruh bebas
dalam promosi produk di zaman sekarang
6
BAB IV
ANALISIS PRODUKSI
4.1 Bahan dan peralatan
4.1.1 Bahan
1. Outer (lapisan luar)
Pada pembuatan popok kain ramah lingkungan ini menggunakan bahan
yang anti air (waterproof) atau kain PUL (Polyurethane Laminated). Kain ini
terbuat dari campuran bahan polyester (kapas) dan katun. Meskipun hampir sama
dengan plastik, PUL ini bersifat breathable karena memiliki sirkulasi udara dan
memiliki pori-pori yang halus. Jadi clodi dapat menahan pipis balita hingga tidak
bocor dan dapat memberikan sirkulasi udara sehingga kulit balita tetap kering dan
tidak lembab.
2. Inner (Lapisan Bagian Dalam)
Pada bagian dalam popok ramah lingkungan ini terbuat dari bahan kain
microfiber. Microfiber merupakan istilah terminology yang digunakan untuk
menjelaskan serat yang diproduksi secara sangat halus dan merupakan nama
teknologi untuk pengembangan serat ini sendiri. Bahan microfiber sendiri
merupakan jenis serat yang sangat halus dengan kualitas superior. Referensi nama
microfiber terbentuk oleh pengembangan teknologi serat yang sangat halus yang
kalau diukur hanya mempunyai ukuran diameter 0,006 mm, yang mempunyai arti:
10 kali lebih halus dari pada sutra
30 kali lebih halus dari katun
40 kali lebih halus dari wol
100 kali lebih halus daripada rambut manusia
Kain yang terbuat dari bahan microfiber pada umumnya menggunkan kreasi dari
dua polymers, yaitu nylon dan polyester. Polyester merupakan lyophilic yang
akan mengangkat kotoran dan minyak, sedangkan polyamide (nylon) yang
bertugas menyerap air.
7
Keunggulan kain microfiber yaitu :
Kain microfiber adalah hypoallergenic tidak menyebabkan masalah bagi
penderita alergi atau asma
Kain microfiber menyerap dengan super, menyerap 7 kali dari berat air
yang diserapnya
Kain microfiber lebih cepat kering
Kain microfiber ramah lingkungan, tidak membutuhkan sabun atau kimia
apapun
Kain microfiber tidak mengelupas atau tidak abrasive
Kain microfiber dapat digunakan berkali-kali dalam waktu yang lama
3. Pocket (kantung)
Pocket terdapat diantara outer dan inner. Di dalam pocket diisi oleh insert.
4. Insert (Kain Penyerap)
Insert terbuat dari bahan yang memiliki daya serap tinggi terhadap cairan.
Dengan menggunakan clodi yang bahannya terbuat dari kain, kesehatan balita
akan lebih terjaga dan dapat terhindar dari resiko alergi seperti ruam kulit, iritasi,
dan alergi yang timbul karena adanya campuran bahan kimia seperti dalam popok
sekali pakai
5. Karet celana
6. Kain puring
7. Pita
4.1.2 Peralatan
1) Mesin jahit
2) Benang
3) Gunting
4) Penggaris
5) Kapur jahit
6) Meteran
7) Kertas karton
4.2 Cara pembuatan
Bagian 1 (bagian dalam)
8
1) siapkan bahan yang akan dibutuhkan
2) bentuk pola di kertas karton, lalu gunting
3) potong kain microfiber menjadi 4 bagian
4) tumpuk kain microfiber yang tadi lalu jahit
bagian 2 (bagian luar)
1) bentuk pola dikertas karton, lalu guntimg. Disini kami membuat 2 pola untuk
bagian depan dan insert serta untuk bagian samping
2) gunting kain PUL sesuai pola tadi, untuk bagian depan dan samping serta bagian
insert
Bagian depan bagian samping
Bagian insert
9
3) gunting bagian insert sama seperti kain PUL
4) buat karet untuk di pinggang dan untuk bagian paha
bagian 3
1) Satukan potongan kain microfiber tadi dengan bagian dalam insert lalu jahit
sesuai pola
2) Selanjutnya jahit kain PUL untuk outer dengan bagian yang pertama tadi
3) Lalu jahit pula bagian pinggir dan beri karet untuk bagian paha
Karet untuk bagian paha
10
4) Setelah semua dijahit langkah terakhir yaitu jahit bagian pinggang serta beri karet
celana.
5) Rapihkan jahitan samping dengan gunting
6) Popok kain pun siap digunakan
Tampak luar tampak dalam
Selain membuat popok nya, kami juga membuat laundy net, caranya :
1) Gunting kain puring seperti kantong
2) Jahit bagian pinggir, membentuk seperti kantong
3) Tambahkan aksen pita gunanya untuk menutup kantong puring tadi
11
BAB V
ANALISIS KEUANGAN
Nama produk Unit Harga
Kain microfiber 4 buah Rp. 72.000
Kain PUL 1 meter Rp. 175.000
Puring 1 buah Rp. 3.000
Pita 1 meter Rp. 3.000
Karet kain ukuran 4cm dan 2 roll Rp. 10.000
2cm
Kertas karton 2 buah Rp. 6.000
Jumlah Rp. 269.000
Jadi kebutuhan modal awal dalam pembuatan popok ini serta dengan pengeluaran yang tak
terduga yaitu Rp. Rp.300.000
12