0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
141 tayangan20 halaman

Audit Siklus Produksi dan Persediaan

Modul ini membahas tentang audit siklus produksi, persediaan, dan penggudangan. Topik utama meliputi sifat siklus produksi, aktivitas pengendalian transaksi pabrikasi, dan pengujian substansi atas saldo persediaan. Tujuannya adalah membantu mahasiswa memahami proses produksi dan aktivitas pengendalian terkait untuk keperluan audit persediaan dan laporan keuangan.

Diunggah oleh

M Fharys Arfandhy F
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
141 tayangan20 halaman

Audit Siklus Produksi dan Persediaan

Modul ini membahas tentang audit siklus produksi, persediaan, dan penggudangan. Topik utama meliputi sifat siklus produksi, aktivitas pengendalian transaksi pabrikasi, dan pengujian substansi atas saldo persediaan. Tujuannya adalah membantu mahasiswa memahami proses produksi dan aktivitas pengendalian terkait untuk keperluan audit persediaan dan laporan keuangan.

Diunggah oleh

M Fharys Arfandhy F
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Moh Faris Arfandhy F

A31115520

BAB V
AUDIT SIKLUS PRODUKSI, PERSEDIAAN DAN PENGGUDANGAN
A. SASARAN PEMBELAJARAN
Setelah mempelajari materi ini mahasiswa diharpakan mampu:
 Memahami sifat siklus produksi
 Memahami aktivitas pengendalian transaksi pabrikasi
 Memahami memahami penggujian substansi atas saldo persediaan

B. RUANG LINGKUP BAHAN MODUL


Pokok bahasan modul ini terkait tentang audit siklus produksi, persediaan
dan pergudangan. Secara lebih rinci, modul ini akan membahas mengenai sifat
siklus produksi, aktivitas pengendalian transaksi pabrikasi, dan pengujian
substansi atas saldo persediaan.

C. MANFAAT MEMPELAJARI MODUL


Manfaat yang akan diperoleh setelah mempelajari modul ini:
 Mampu menjelasakan sifat siklus produksi
 Mampu menjelasakan aktivitas pengendalian transaksi pabrikasi
 Mampu menjelasakan pengujian substansi atas saldo persediaan

D. URUTAN PEMBAHASAN
Adapun pembahasan pada modul ini akan disusun berdasarkan urutan
berikut:
 Sifat siklus produksi
 Aktivitas pengendalian transaksi pabrikasi
 Pengujian substansi atas saldo persediaan
Moh Faris Arfandhy F
A31115520

MATERI PEMBELAJARAN

A. Sifat Siklus Produksi


Merencanakan Audit atas Siklus Produksi
Siklus produksi berhubungan dengan konversi bahan baku menjadi bahan
jadi. Siklus ini meliputi perencanaan serta pengendalian produksi dari jenis-jenis
dan kuantitas barang yang akan diproduksi, tingkat persediaan yang akan
dipertahankan, serta transaksi dan peristiwa yang berkaitan dengan proses
pabrikasi.
Siklus produksi saling berkaitan dengan tiga siklus lain yaitu :
1. Siklus pengeluaran dalam pembelian bahan baku dan pembayaran berbagai
biaya overhead
2. Siklus jasa personalia dalam pembayaran biaya tenaga kerja pabrik
3. Siklus pendapatan dalam penjualan barang jadi 

Menggunakan Pemahaman tentang Bisnis dan Industri untuk


Mengembangkan Strategi Audit
Pada saat mengaudit sebuah perusahaan pabrikasi , auditor biasanya ingin
memahami intensivitas modal dari proses pabrikasi, di samping bauran bahan
baku dan tenaga kerja yang diperlukan dalam proses pabrikasi [Link] ini
merupakan hal yang penting dalam mengevaluasi kelayakan hasil-hasil keuangan
yang dilaporkan , terutama pada saat mengevaluasi tujuan audit seperti
keberadaan persediaan, penilaian persediaan baik pada biaya historis maupun nilai
realisasi bersih, apakah klien memegang hak kepemilikan atas persediaan, serta
masalah penyajian dan pengungkapan. 

Materialitas, Risiko Inheren, dan Prosedur Analitis


 Materialitas
Alokasi materialitas ke akun-akun yang dipengaruhi oleh transaksi dalam
siklus ini akan bervariasi menurut pertimbangan. Petimbangan utama dalam
mengevaluasi alokasi materialitas adalah penentuan besarnya salah saji yang akan
Moh Faris Arfandhy F
A31115520

mempengaruhi keputusan pemakai laporan keuangan yang berakal sehat.


Pertimbangan sekunder adalah hubungannya dengan biaya untuk mendeteksi
kesalahan.

 Risiko Inheren
Risiko inheren dari terjadinya salah saji dalam laporan keuangan yang
disebabkan oleh transaksi persediaan pada jaringan hotel atau distrik sekolah
relatif rendah, karena persediaan bukan merupakan bagian yang material dari
proses inti entitas itu.

 Prosedur Analitis
Prosedur analitis adalah prosedur yang murah dari segi biaya dan dapat
membuat auditor waspada terhadap potensi terjadinya salah saji. Seperti
disebutkan, jika laporan keuangan yang disajikan untuk audit memperlihatkan
kecenderungan naiknya marjin laba yang disertai dengan naiknya jumlah hari
perputaran persediaan, maka persediaan mungkin telah ditetapkan terlalu tinggi.

Pertimbangan Komponen Pengendalian Internal


Sebagai bagian dari penilaian risiko, manajemen harus memperhatikan
risiko yang dibahas dalam bagian terdahulu mengenai risiko inheren dan
merancang pengendalian yang sesuai. Sistem akuntansi untuk persediaan
mencakup penggunaan akun pengendali dan catatan seperti file produk atau file
induk.
Prosedur analitis yang biasa digunakan untuk mengaudit siklus produksi
adalah:
• Perputaran Sediaan
• Pertumbuhan Sediaan dengan pertumbuhan Penjualan
• Barang jadi yang selesai dibuat dengan pemakaian bahan baku
• Barang jadi yang selesai dibuat dengan tenaga kerja langsung
• Produk rusak per juta
Moh Faris Arfandhy F
A31115520

Tujuan Audit Spesifik Tertentu untuk Siklus Produksi

Kategori Tujuan Audit atas Tujuan Audit atas Saldo Akun


Asersi Kelompok Transaksi
Keberadaan Transaksi pabrikasi yang Persediaan yang tercetak dalam neraca
atau dicatat menyajikan bahan, secara fisik ada (E02).
Keterjadian tenaga kerja, dan Harga pokok penjualari menunjukkan
overhead yang ditransfer harga pokok barang yang dikirimkan
ke produksi serta (dijual) selama periode berjalan (E03).
pemindahan produksi
yang sudah selesai ke
barang jadi selama
periode berjalan (EO1).
Kelengkapan Semua transaksi pabrikasi Persediaan mencakup semua bahan,
yang terjadi selama produk, dan perlengkapan yang ada di
periode berjalan sudah tangan pada tanggal neraca (C2).
dicatat (Cl).
Harga pokok penjualan mencakup
dampak semua transaksi penjualan
selama periode berjalan (C3).
Hak dan Entitas memegang hak Entitas pelapor memegang hak milik
kewajiban atas persediaan yang atas persediaan pada tanggal neraca
berasal dan transaksi (R02).
pabrikasi yang dicatat
(ROl).
Penilaian atau Transaksi pabrikasi telah Persediaan telah dinyatakan dengan
Alokasi dijurnal, diikhtisarkan, tepat pada harga yang terendah
dan dibukukan atau antara harga pokok dan harga pasar
diposting dengan benar (VA2).
(VA1).
Harga pokok penjualan didasarkan
Moh Faris Arfandhy F
A31115520

pada penerapan metode arus biaya


yang berlaku secara konsisten (VA3).
Penyajian dan Rincian transaksi Persediaan (PD2) dan harga pokok
pengungkapa pabrikasi mendukung penjualan (PD3) telah diidentifikasi
n penyajiannya dalam dan diklasifikasikan secara tepat
laporan keuangan dalam laporan keuangan.
termasuk klasifikasi dan
pengungkapannya (PD1). Pengungkapan yang berhubungan
dengan dasar penilaian dan
pengagunan atau penjaminan
persediaan sudah memadai (PD4).

B. Aktivitas Pengendalian Transaksi Pabrikasi

Komponen aktivitas pengendalian dalam pengendalian internal terdiri atas


empat kategori aktivitas:
 Pemisahan tugas, pengendalian umum, dan pengendalian aplikasi
 Pengendalian pemrosesan informasi yang mencakup otorisasi yang tepat
 Pengendalian fisik
 Penelaah kinerja dan akuntabilitas

Dokumen dan catatan yang umum


 Production Order
 Material requirement report
 Material issue slip
 Time ticket
 Move ticket
 Daily production activity report
 Completed production report
 Inventory subsidiary ledgers or master file (perpetual record)
Moh Faris Arfandhy F
A31115520

 Standard cost MF
 WIP Inventory MF
 FG Inventory MF

Fungsi-Fungsi dan Pengendalian Terkait


Pelaksanaan dan pencatatan transaksi pabrikasi serta pengamanan
persediaan melibatkan fungsi-fungsi pabrikasi berikut ini :
1) Memulai produksi :
 Merencanakan dan mengendalikan produksi
 Mengeluarkan bahan baku
2) Memindahkan barang :
 Memroses barang dalam produksi
 Memindahkan pekerjaan yang sudah selesai ke barang jadi
 Melindungi persediaan
3) Mencatat transaksi pabrikasi dan persediaan :
 Menentukan dan mencatat biaya-biaya pabrikasi
 Menjaga kebenaran saldo-saldo persediaan

Penetapan Resiko Pengendalian


Penetapan resiko pengendalian merupakan proses pengevaluasian
efektifitas kebijakan dan prosedur pengendalian intern dalam mencegah dan
mendeteksi salah saji material dalam laporan keuangan. Proses penentuan resiko
pengendalian meliputi identifikasi salah saji.

Fungsi Salah Saji Pengendalian Pengujian


Potensial yang Perlu Pengendalian
Perencanaan Produksi Order produksi Mengajukan
dan melebihi order harus disetujui pertanyaan
pengendalian terlebih dahulu mengenai prosedur
produksi dalam persetujuan order
perencanaan dan produksi
Moh Faris Arfandhy F
A31115520

pengendalian
produksi
Pengeluaran Penggunaan Slip pengeluaran Memeriksa slip
bahan baku material tanpa material yang pengeluaran mate-
(material) otorisasi ditanda-tangani rial, dan memban-
harus ada da-lam dingkannya
pengeluaran dengan order
barang produksi
Pengolahan ·  Jam tenaga kerja ·   Time ·    Mengamati peng-
bahan baku langsung tidak ticket diguna-kan gunaan time
menjadi produk dibe-bankan ke untuk mencatat ticketdan prosedur
jadi order produksi jam kerja dalam pen-catatan waktu
·  Karyawan order produksi ·    Memeriksa move
departe-men ·   Move ticket final untuk
produksi akhir ticket final melihat adanya
mengklaim ditandatangani tanda tangan ter-
barang yang petu-gas gudang otorisasi
tidak diterima barang jadi
bagian gudang untuk setiap pe-
nerimaan barang
jadi
Perlindungan ·  Persediaan ·   Akses ke·    Mengamati pro-
persediaan dicuri dari persediaan hanya sedur penjagaan
pemanufakturan gudang diberikan ke- keamanan
·  Barang dalam pada karyawan
proses dicuri berwenang ·    Mengamati pro-
selama proses ·   Move sedur dan meme-
produksi ticket yang di- riksa move ticket
tandatangani
diguna-kan
untuk mengen-
dalikan
Moh Faris Arfandhy F
A31115520

perpindahan
fisik barang
antar departemen
produksi
Penentuan dan · Ketidaktepatan ·   Tarif Mengajukan
pencatatan tarifoverhead ya penerapanoverhe pertanyaan
biaya atau harga ng digunakan ad dan biaya mengenai prosedur
pokok · Biaya standar harus penentuan tarif
pemanufakturan pemanufak-turan dise-tujui dahulu
(produksi) yang dialo- oleh manajemen Memeriksa
kasikan ke ·   Data yang rekonsiliasi
barang dalam digunakan dalam
proses tidak pengalokasian
tercatat direkonsiliasi
· Harga pokok dengan data dari
produk selesai laporan aktivitas
tidak ditransfer produksi harian Memeriksa
ke barang jadi ·   Data yang rekonsiliasi
digunakan dalam
pencatatan
produk selesai
direkonsiliasi
dengan data dari
laporan produksi
selesai
Penjagaan Kuantitas Mengadakan Mengamati
ketepatan saldo persediaan perhitungan perhitungan
persediaan tercatattidak indepen-den independen
sesuai dengan secara periodik
kuantitas di atas persediaan
tangan di tangan dengan
Moh Faris Arfandhy F
A31115520

jumlah dicatat

Pengujian Pengendalian Persediaan


Prosedur pengujian pengendalian yang dapat diterapkan untuk siklus
persediaan terdiri atas:
 Pengujian pengendalian catatan perpetual
Difokuskan pada transfer persediaan ke dan dari bahan baku, barang dalam
proses dan barang jadi.
 Pengujian pengendalian pembebanan biaya ke barang dalam proses
Difokuskan pada akumulasi biaya tenaga kerja dan overhead untuk barang
dalam proses.

C. Pengujian Substansi atas Saldo Persediaan

Bagian ini berhubungan dengan pengujian substatntif atas presediaan


barang dagang yang dibeli dan disimpan oleh pedagang grosir serta eceran dan
juga persediaan bahan baku, barang dalam proses, serta barang jadi yang dimiliki
pabrikan. Audit atas saldo persediaan memerlukan perencanaan yang cermat dan
investasi waktu, biaya, dan upaya audit yang sangat substansila. Guna memastikan
bahwa pemeriksaan ini efisien dan efektif dalam mendapatkan bukti kompeten
yang mencukupi, harus dipertimbangkan secara cermat penentuan tingkat risiko
deteksi yang dapat diterima dan perancangan pengujian substantif yang sesuai
untuk asersi-asersi persediaan.

Tujuan Pengujian Substantif Terhadap Persediaan

 Memperoleh keyakinan tentang keandalan catatan akuntansi yang


bersangkutan dengan sediaan. Untuk tujuan ini, auditor melakukan
rekonsiliasi antara saldo sediaan yang dicantumkan di neraca dengan akun
sediaan di buku besar dan selanjutnya ke jurnal pembelian atau register
bukti kas keluar (jika klien menggunakan voucher system dengan basis
Moh Faris Arfandhy F
A31115520

waktu), jurnal pengeluaran kas atau stock register (jika klien


menggunakan voucher system dengan basis tunai), jurnal pemakaian bahan
baku, jurnal umum, dan ke buku pembantu sediaan.
 Membuktikan asersi keberadaan sediaan yang dicantumkan di neraca dan
keterjadian transaksi yang berkaitan dengan sediaan. Untuk tujuan ini,
auditor melakukan berbagai prosedur audit guna membuktikan eksistensi
aktiva yang bersangkutan dan keterjadian transaksi yang berkaitan dengan
aktiva tersebut, membuktikan kepemilikan atas aktiva tersebut,
membuktikan kewajaran penilaian aktiva tersebut pada tanggal neraca,
membuktikan kewajaran penyajian dan pengungkapan aktiva tersebut di
dalam laporan keuangan.
 Membuktikan asersi kelengkapan transaksi yang berkaitan dengan sediaan
yang dicatat dalam catatan akuntansi dan kelengkapan saldo sediaan yang
disajikan di neraca. Transaksi yang berkaitan dengan timbul dan
berkurangnya sediaan mempunyai pengaruh langsung terhadap
perhitungan saldo sediaan pada tanggal neraca, sehingga ketepatan dalam
penetapan pisah batas transaksi yang bersangkutan dengan sediaan akan
berdampak langsung terhadap perhitungan saldo akun sediaan dan kos
barang yang dijual. Oleh karena itu, salah satu pengujian substantif untuk
membuktikan asersi kelengkapan sediaan adalah pemeriksaan terhadap
ketepatan pisah batas (cut-off) transaksi yang bersangkutan dengan
sediaan.
 Membuktikan asersi hak kepemilikan klien atas sediaan yang dicantumkan
di neraca. Sebagian sediaan bisa saja bukan merupakan hak milik klien,
karena sediaan yang ada di tangan klien merupkan barang titipan
perusahaan lain atau digadaikan sebagai jaminan atas utang.
 Membuktikan asersi penilaian sediaan yang dicantumkan di neraca. Nilai
sediaan yang disajikan di neraca harus dipilih di antara yang lebih rendah
antara kos dengan harga pasar sediaan tersebut pada tanggal neraca.
Moh Faris Arfandhy F
A31115520

 Membuktikan asersi penyajian dan pengungkapan sediaan di neraca.


Penyajian unsur-unsur laporan keuangan dan pengungkapannya harus
didasarkan pada prinsip akuntansi berterima umum.

Menentukan Risiko Deteksi untuk Pengujian Rincian


Sesuai dengan model audit yang telah diuraikan dan diterapkan, spesifikasi
auditor mengenai tingkat risiko deteksi yang dapat diterima untuk pengujian
rincian atas asersi-asersi persediaan akan mencerminkan suatu hubungan terbalik
dengan penilaian risiko inheren, risiko pengendalian, dan risiko prosedur analitis
yang relevan yang berkaitan dengan asersi-asersi.
Karena gabungan antara penilaian risiko inheren dan pengendalian
seringkali paling tinggi untuk asersi keberadaan atau keterjadian dan penilaian
atau alokasi atas saldo persediaan, maka tingkat risiko deteksi keseluruhannya
yang dapat diterima mungkin harus diperkecil untuk asersi-asersi ini
dibandingkan untuk yang lainnya.

Prosedur Awal
1. Dapatkan pemahaman bisnis dan industri dan tentukan:
a. Pentingnya HPP dan sediaan bagi entitas
b. Faktor ekonomi yang mempengaruhi HPP, laba kotor, dan
kemungkinan keusangan sediaan
c. Banyaknya klien memiliki barang amanat dan barang titipan
(konsinyasi)
d. Adanya komitmen pembelian dan konsentrasi pemasok

2. Lakukan prosedur awal saldo sediaan dan catatan yang harus diaudit lebih
lanjut:
a. Lacak saldo awal sediaan ke KKA tahun lalu
b. Review aktivitas akun sediaan dan selidiki ayat yang tampak tidak
biasa
Moh Faris Arfandhy F
A31115520

c. Verifikasi jumlah catatan perpetual dan skedul sediaan serta


kesesuaian dengan saldo akhir buku besar
Prosedur Analitis
3. Lakukan prosedur analitik
a. Review riwayat dan tren industri
b. Periksa analisis perputaran sediaan
c. Review hubungan saldo sediaan dengan pembelian, produksi,
penjualan dan retur penjualan belakangan
d. Bandingkan saldo sediaan dengan antisipasi volume penjualan

Pengujian Rincian Transaksi


4. Usut sampel ayat pada akun sediaan dokumen pendukung (faktur supplier,
biaya produksi, laporan produk selesai, dan penjualan serta retur
penjualan)
5. Berdasar sampel, lacak data dari catatan pembelian, produksi, produksi
selesai, dan penjualan ke akun sediaan

6. Lakukan uji pisah-batas pembelian dan retur penjualan, perpindahan


barang antar departemen produksi (routing), dan penjualan (shipping).

Pengujian Rincian Saldo

7. Amati penghitungan sediaan yang dilakukan oleh klien (stock-opname)

a. Putuskan waktu dan luas pengujian


b. Evaluasi kecukupan metode penghitungan sediaan
c. Amati penghitungan dan lakukan pengujian
d. Lihat indikasi adanya sediaan yang lambat, rusak, atau usang
e. Cek seluruh tag sediaan dan daftar penghitungan yang digunakan
dalam penghitungan pisik
8. Uji kecermatan daftar sediaan:

a. Hitung ulang jumlah dan perkalian


b. Lacak uji hitung ke daftar
Moh Faris Arfandhy F
A31115520

c. Usut item dalam daftar ke tag sediaan dan daftar hitungan


d. Rekonsiliasi perhitungan pisik ke catatan perpetual dan saldo buku
besar dan review ayat penyesuaian
9. Uji harga sediaan:

a. Periksa faktur supplier yang sudah dibayar untuk pembelian sediaan


b. Periksa kelayakan tarip tenaga kerja langsung dan overhead pabrik,
biaya standar, dan disposisi varian ke sediaan barang jadi
10. Konfirmasi sediaan yang ada di lokasi di luar entitas

11. Periksa kontrak dan perjanjian konsinyasi

Pengujian Rincian Saldo: Estimasi Akuntansi

12. Evaluasi nilai realisasi neto sediaan

a. Periksa faktur penjualan sesudah akhir tahun dan lakukan uji


LCOM
b. Bandingkan sediaan dengan katalog dan laporan penjualan
c. Tanyakan tentang sediaan yang slow-moving, berlebih, atau
usang dan tentukan perlunya harganya diturunkan
d. Evaluasi proses managemen untuk mengestimasi NRV dengan
menggunakan perkiraan
e. Evaluasi NRV sediaan dengan menggunakan informasi tentang:
– Tren industri
– Tren perputaran sediaan
– Sediaan lambat terjual

Prosedur yang Diwajibkan

Observasi atas perhitungan persediaan fisik yang dilakukan seperti pada


langkah 7.

Penyajian dan pengungkapan

13. Bandingkan penyajian sediaan dengan PABU dan


Moh Faris Arfandhy F
A31115520

a. Konfirmasi perjanjian penggadai dan penjaminan sediaan

b. Review penyajian dan pengungkapan sediaan dalam draft laporan


keuangan dan tentukan kesesuaian dengan PABU

Jasa-Jasa Bernilai Tambah dalam Siklus Produksi


Manajemen persediaan merupakan proses inti yang harus dikelola dengan
baik oleh setiap perusahaan pabrikasi, pedagang grosir, serta pengecer agar dapat
mencapai tujuan profitabilitas dan arus kas.
Lebih jauh lagi, prosedur analitis yang ditempuh auditor akan membahas
efektivitas proses manajemen persediaan. Biasanya auditor akan mengevaluasi
perputaran persediaan suatu usaha entitas. Jika peringkat klien mendekati tingkat
paling bawah dalam industrinya, maka akuntan publik biasanya akan coba
membahas masalah bagaiman klien dapat memperbaiki proses manajemen
persediaannya.

Pertimbangan Program Audit


 Prosedur Inisial
Meliputi penelaahan saldo awal persediaan, menentukan penyesuaian audit
berkaitan dengan catatan periode tahun lalu, data- data yang ada dalam buku besar
hendaknya diteliti untuk menentukan adanya transaksi yang tidak biasa yang
menuntut prosedur khusus dan juga menentukan apakah skedul persediaan sesuai
dengan saldo yang ada dalam buku besar.

 Penerapan Prosedur Analitis


Rasio yang dapat dipergunakan dalam prosedur analitis ini antara lain:
a.      Rate of gross profit
b.      Merchandise inventory turnover
c.       Number of sales in inventory
d.      Rasio persediaan per aktiva lancer
 Pengujian Detail Transaksi
Moh Faris Arfandhy F
A31115520

Meliputi prosedur untuk menelusuri dan mengusut data- data persediaan


untuk mendapatkan bukti mengenai pemrosesan transaksi individual yang
mempengaruhi saldo persediaan.

 Observasi Perhitungan Persediaan Klien


Prosedur ini terutama digunakan bila:
a.      Persediaan sangat material bagi laporan keuangan perusahaan klien.
b.      Prosedur ini memang dapat diterpkan secara efektif dan efisien untuk
audit perusahaan tersebut.

 Vouching Pembelian Tercatat dengan Dokumen Pendukung


Prosedur pengujian ini dilakukan dengan cara melihat ke buku pembantu
persediaan. Auditor kemudian memilih sampel transaksi pembelian yang akan
ditelusuri buktinya. Setelah itu, auditor memeriksa keberadaan dokumen
pendukungnya.

 Mempertimbangkan Bukti dari Tes Pisah Batas Penjualan dan


Pembelian
Pengujian ini meliputi:
a.      Pengujian dokumen pengiriman beberapa hari sebelum atau sesudah
tanggal pisah batas.
b.      Mencocokkan dokumen pengiriman ke catatan persediaan dan penjualan
untuk membuktikan penjurnalan dilakukan pada periode akuntansi yang
tepat.
c.       Memeriksa bukti untuk memastikan validitas dan ketepatan pemahaman
dan penjurnalan terkait.
d.      Wawancara manajemen tentang pengiriman melalui pihak ketiga dan
penjurnalannya.

 Pengujian Detail Saldo


a.      Observasi Perhitungan Persediaan Fisik Klien
Moh Faris Arfandhy F
A31115520

Observasi persediaan menjadi prosedur yang diwajibkan karena persediaan


bersifat material bagi perusahaan. Dalam beberapa kasus, perusahaan klien
menyewa spesialis untuk menghitung banyaknya persediaan yang dimiliki
oleh perusahaan.
b.      Waktu dan Luas Pengujian
Waktu penghitungan persediaan tergantung pada sistem persediaan klien
dan efektifitas pengendalian internal.
c.       Perencanaan Perhitungan Persediaan
Biasanya, auditor diminta untuk membantu menyusun perencanaan
penghitungan oleh klien. Auditor biasanya bertanggung jawab untuk
merencanakan prosedur, menentukan banyaknya tenaga kerja yang
dibutuhkan, dan menunjuk anggota tim audit untuk lokasi tertentu.
d.      Melakukan Pengujian
Luasnya perhitungan yang dilakukan oleh auditor bergantung pada kehati-
hatian yang diterapkan oleh pekerja yang melakukan perhitungan, sifat dan
komposisi persediaan, dan efektifitas yang berkaitan dengan penjagaan
fisik persediaan dan pemeliharaan catatan perpetual. Kesimpulan berisi
penyimpangan dari rencana perhitungan, luas penghitungan, kesimpulan
pada keakuratan penghitungan dan kondisi umum persediaan.
e.       Mengajukan Pertanyaan pada Manajemen Mengenai Kepemilikan
Manajemen harus memisahkan persediaan milik pelanggan. Sehingga bila
dilakukan perhitungan fisik, persediaan tersebut tidak ikut dihitung. Oleh
karena itu, auditor perlu mengajukan pertanyaan kepada manajemen
mengenai kepemilikan persediaan.
f.       Menelaah Data Mengenai Kualitas Persediaan
Auditor perlu menentukan apakah persediaan klien yang tercantum dalam
neraca benar- benar dalam kondisi baik, dan siap untuk dijual dan
dikonsumsi.

 Pengujian Penetapan Harga Persediaan


Pengujian ini terdiri atas 2 langkah, yaitu:
Moh Faris Arfandhy F
A31115520

· Menentukan ketepatan dan konsistensi penentuan harga persediaan


· Membandingkan harga pokok per unit yang digunakan klien ke dokumen
pendukungnya

 Menelaah Penyajian dan Pengungkapan Persediaan dalam Laporan


Keuangan
Auditor harus memahami persyaratan penyajian dan pengungkapan
persediaan dan harga pokok produksi serta harga pokok penjualan sesuai dengan
prinsip akuntansi yang berterima umum. Auditor juga dapat menentukan apakah
pengungkapan persediaan yang rusak/ cacat dan lambat perputarannya sudah
memadai. Bukti dapat dihimpun melalui penelaahan atas notulen rapat pertemuan
dewan komisaris dan mengajukan pertanyaan pada manajemen.

LATIHAN

 Jelaskan apa yang dimaksud dengan sifat siklus produksi!


 Jelaskan apa yang dimaksud dengan aktivitas pengendalian transaksi
pabrikasi!
 Jelaskan apa yang dimaksud dengan pengujian substansi atas saldo
persediaan!

RANGKUMAN
Audit atas siklus produksi bagian ini mencangkup pertimbangan sistem
pengendalian internal yang berkaitan dengan transaksi pabrikasi dan memberikan
perhatian khusus pada pengujian substantif atas saldo persediaan baik untuk
persediaan yang dibuat maupun yang dibeli. Audit atas siklus jasa personalia
memusatkan perhatian pada sistem pengendalian internal untuk transaksi
penggajian serta pengujian substantif atas saldo akun terkait.

Siklus produksi merupakan salah satu aktivitas utama bagi perusahaan.


Pengendalian pada transaksi pabrikasi merupakan bagian yang tak terpisahkan
Moh Faris Arfandhy F
A31115520

dari perusahaan manufaktur. Siklus ini meliputi perencanaan serta pengendalian


produksi dari jenis-jenis dan kuantitas barang yang akan diproduksi, tingkat
persediaan yang akan dipertahankan, serta transaksi dan peristiwa yang berkaitan
dengan proses pabrikasi. Dalam melakukan pengendalian substantif terhadap audit
siklus produksi perlu dilakukan melalui beberapa prosedur yang terinci. Dalam
melakukan pengujian damn pengendalian terhadap siklus produksi auditor perlu
pula memerhatikan materialitas, risiko inheren, dan prosedur audit yang akan
dilakukan.
TES FORMATIF

 Sebut dan jelaskan tujuan pengujian substantif terhadap saldo persediaan!

UMPAN BALIK ATAU TINDAK LANJUT

Cocokkan jawaban tes formatif Anda dengan kunci jawaban tes formatif
yang ada di bagian akhir modul ini.

KUNCI JAWABAN TES FORMATIF

Adapun tujuan dari pengujian substantif terhadap saldo persediaan, yaitu:

 Memperoleh keyakinan tentang keandalan catatan akuntansi yang


bersangkutan dengan sediaan. Untuk tujuan ini, auditor melakukan
rekonsiliasi antara saldo sediaan yang dicantumkan di neraca dengan akun
sediaan di buku besar dan selanjutnya ke jurnal pembelian atau register
bukti kas keluar (jika klien menggunakan voucher system dengan basis
waktu), jurnal pengeluaran kas atau stock register (jika klien
menggunakan voucher system dengan basis tunai), jurnal pemakaian bahan
baku, jurnal umum, dan ke buku pembantu sediaan.

 Membuktikan asersi keberadaan sediaan yang dicantumkan di neraca dan


keterjadian transaksi yang berkaitan dengan sediaan. Untuk tujuan ini,
auditor melakukan berbagai prosedur audit guna membuktikan eksistensi
aktiva yang bersangkutan dan keterjadian transaksi yang berkaitan dengan
Moh Faris Arfandhy F
A31115520

aktiva tersebut, membuktikan kepemilikan atas aktiva tersebut,


membuktikan kewajaran penilaian aktiva tersebut pada tanggal neraca,
membuktikan kewajaran penyajian dan pengungkapan aktiva tersebut di
dalam laporan keuangan.

 Membuktikan asersi kelengkapan transaksi yang berkaitan dengan sediaan


yang dicatat dalam catatan akuntansi dan kelengkapan saldo sediaan yang
disajikan di neraca. Transaksi yang berkaitan dengan timbul dan
berkurangnya sediaan mempunyai pengaruh langsung terhadap
perhitungan saldo sediaan pada tanggal neraca, sehingga ketepatan dalam
penetapan pisah batas transaksi yang bersangkutan dengan sediaan akan
berdampak langsung terhadap perhitungan saldo akun sediaan dan kos
barang yang dijual. Oleh karena itu, salah satu pengujian substantif untuk
membuktikan asersi kelengkapan sediaan adalah pemeriksaan terhadap
ketepatan pisah batas (cut-off) transaksi yang bersangkutan dengan
sediaan.

 Membuktikan asersi hak kepemilikan klien atas sediaan yang dicantumkan


di neraca. Sebagian sediaan bisa saja bukan merupakan hak milik klien,
karena sediaan yang ada di tangan klien merupkan barang titipan
perusahaan lain atau digadaikan sebagai jaminan atas utang.

 Membuktikan asersi penilaian sediaan yang dicantumkan di neraca. Nilai


sediaan yang disajikan di neraca harus dipilih di antara yang lebih rendah
antara kos dengan harga pasar sediaan tersebut pada tanggal neraca.

 Membuktikan asersi penyajian dan pengungkapan sediaan di neraca.


Penyajian unsur-unsur laporan keuangan dan pengungkapannya harus
didasarkan pada prinsip akuntansi berterima umum.
Moh Faris Arfandhy F
A31115520

DAFTAR PUSTAKA

Basuki, Apri Hartono. 2010. “Modul Pertemuan 5 dan 6: Audit of The Production
Cycle (Audit Terhadap Siklus Produksi)”. Program Studi S-1 Akuntansi,
Fakultas Ekonomi, Universitas Mercu Buana

Jusup, Al - Haryono. 2011. “Auditing Edisi 2”. Yogyakarta : Penerbitan STIE


YKPN
William C. Boynton, Raymon N. Johnson, dan Walter G. Kell. 2003. “Modern
Auditing (Eds. Ke – 7, jilid 2)”. Jakarta: Erlangga

Anda mungkin juga menyukai