0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
62 tayangan4 halaman

Tugas Perpajakan I: Materi dan Jenis Pajak

Tugas ini memberikan ringkasan tentang tugas perpajakan yang mencakup penjelasan mengenai pengertian pajak, ciri-ciri pajak, fungsi pajak, jenis pajak berdasarkan beberapa kriteria, serta asas pemungutan pajak menurut Adam Smith.

Diunggah oleh

yona utama
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
62 tayangan4 halaman

Tugas Perpajakan I: Materi dan Jenis Pajak

Tugas ini memberikan ringkasan tentang tugas perpajakan yang mencakup penjelasan mengenai pengertian pajak, ciri-ciri pajak, fungsi pajak, jenis pajak berdasarkan beberapa kriteria, serta asas pemungutan pajak menurut Adam Smith.

Diunggah oleh

yona utama
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUGAS PERPAJAKAN I

Pertemuan 13

Tugas ini Ditujukan untuk memenuhi tugas


mata kuliah Perpajakan I

Dosen : Bapak Bapak Hafied Noor Bagja,S.H.,[Link].,In.

Oleh:
Yona Utama Putera Rachmat
0119124011
Reguler B2 Kelas A

PROGRAM STUDI S1 AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS WIDYATAMA
BANDUNG
2021
Soal Esai 1. Jelaskan pengertian pajak menurut Psl 1 UU KUP No. 28 Tahun 2007! 2. Jelaskan ciri-
ciri pajak! 3. Jelaskan 2 fungsi utama pajak! 4. Jelaskan 3 unsur sistem perpajakan suatu Negara! 5.
Jelaskan asas pemungutan pajak menurut Adam Smith

Jawaban :
1. Undang-Undang tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan dilandasi falsafah Pancasila dan
Undang-Undang Dasar 1945, yang di dalamnya tertuang ketentuan yang menjunjung tinggi hak warga
negara dan menempatkan kewajiban perpajakan sebagai kewajiban kenegaraan. Undang-Undang ini
memuat ketentuan umum dan tata cara perpajakan yang pada prinsipnya diberlakukan bagi undangundang
pajak material, kecuali dalam undang-undang pajak yang bersangkutan telah mengatur sendiri mengenai
ketentuan umum dan tata cara perpajakannya. 2. Sejalan dengan perkembangan ekonomi, teknologi
informasi, sosial, dan politik, disadari bahwa perlu dilakukan perubahan Undang-Undang tentang
Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. Perubahan tersebut bertujuan untuk lebih memberikan
keadilan, meningkatkan pelayanan kepada Wajib Pajak, meningkatkan kepastian dan penegakan hukum,
serta mengantisipasi kemajuan di bidang teknologi informasi dan perubahan ketentuan material di bidang
perpajakan. Selain itu, perubahan tersebut juga dimaksudkan untuk meningkatkan profesionalisme aparatur
perpajakan, meningkatkan keterbukaan administrasi perpajakan, dan meningkatkan kepatuhan sukarela
Wajib Pajak. 3. Sistem, mekanisme, dan tata cara pelaksanaan hak dan kewajiban perpajakan yang
sederhana menjadi ciri dan corak dalam perubahan Undang-Undang ini dengan tetap menganut sistem self
assessment. Perubahan tersebut khususnya berkaitan dengan peningkatan keseimbangan hak dan kewajiban
bagi masyarakat Wajib Pajak sehingga masyarakat Wajib Pajak dapat melaksanakan hak dan kewajiban
perpajakannya dengan lebih baik.

2. Ciri-Ciri Pajak Psl 1 UU KUP No. 28 Tahun 2007 :

A. Pajak Merupakan Kontribusi Wajib Warga Negara


Artinya setiap orang memiliki kewajiban untuk membayar pajak. Namun hal tersebut hanya berlaku
untuk warga negara yang sudah memenuhi syarat subjektif dan syarat objektif. Yaitu warga negara yang
memiliki penghasilan melebihi Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP). 
PTKP yang berlaku saat ini adalah Rp54 juta setahun atau Rp4,5 juta per bulan. Itu artinya, jika Anda
memiliki pendapatan lebih dari Rp4,5 juta sebulan akan kena pajak. Sementara bila Anda adalah seorang
pengusaha atau wirausaha dengan omzet, tarif PPh Final 0,5% berlaku dari total peredaran bruto (omzet)
sampai dengan Rp4,8 miliar dalam satu tahun pajak (berdasarkan PP 23 Tahun 2018). 

B. Pajak Bersifat Memaksa untuk Setiap Warga Negara


Jika seseorang sudah memenuhi syarat subjektif dan objektif, maka wajib untuk membayar pajak Dalam
undang-undang pajak sudah dijelaskan, jika seseorang dengan sengaja tidak membayar pajak yang
seharusnya dibayarkan, maka ada ancaman sanksi administratif maupun hukuman secara pidana.

C. Warga Negara Tidak Mendapat Imbalan Langsung


Pajak berbeda dengan retribusi. Contoh retribusi: ketika mendapat manfaat parkir, maka harus membayar
sejumlah uang, yaitu retribusi parkir, namun pajak tidak seperti itu. Pajak merupakan salah satu sarana
pemerataan pendapatan warga negara. Jadi ketika membayar pajak dalam jumlah tertentu, Anda tidak
langsung menerima manfaat pajak yang dibayar. Yang akan Anda dapatkan, misalnya berupa perbaikan
jalan raya di daerah Anda, fasilitas kesehatan gratis bagi keluarga, beasiswa pendidikan bagi anak Anda,
dan lainnya.

D.  Berdasarkan Undang-undang
Artinya pajak diatur dalam undang-undang negara. Ada beberapa undang-undang yang mengatur tentang
mekanisme perhitungan, pembayaran, dan pelaporan pajak.

3. Pajak dapat digunakan untuk menstabilkan kondisi dan keadaan perekonomian, seperti untuk mengatasi
inflasi, pemerintah menetapkan pajak yang tinggi, sehingga jumlah uang yang beredar dapat dikurangi.
Sedangkan untuk mengatasi kelesuan ekonomi atau deflasi, pemerintah menurunkan pajak, sehingga
jumlah uang yang beredar dapat ditambah dan deflasi dapat di atasi.
Keempat fungsi pajak di atas merupakan fungsi dari pajak yang umum dijumpai di berbagai negara. Di
Indonesia, pemerintah lebih menitikberatkan pada dua fungsi pajak sebagai pengatur dan budgeter.
Lembaga pemerintah yang mengelola pajak negara di Indonesia adalah Direktorat Jenderal Pajak (DJP)
yang berada di bawah Kementerian Keuangan.
Tanggung jawab atas kewajiban membayar pajak berada pada anggota masyarakat sendiri untuk memenuhi
kewajiban tersebut, sesuai dengan sistem self assessment yang dianut dalam Sistem Perpajakan
Indonesia. Self assessment berarti wajib pajak menghitung, memperhitungkan, menyetor, dan melapor
kewajiban perpajakannya sendiri. Jadi tidak memaksa wajib pajak membayar pajak sebesar-besarnya, tapi
sesuai dengan aturan perundang-undangan.
DJP sesuai fungsinya berkewajiban melakukan pembinaan, penyuluhan, pelayanan, serta pengawasan
kepada masyarakat. Dalam melaksanakan fungsinya tersebut, DJP berusaha sebaik mungkin memberikan
pelayanan kepada masyarakat sesuai visi dan misinya.

4. Jenis Pajak Berdasarkan Sifat


A. Berdasarkan sifatnya, pajak digolongkan menjadi 2 jenis, yaitu: pajak tidak langsung dan pajak
langsung.
 Pajak Tidak Langsung (Indirect Tax)
Pajak tidak langsung merupakan pajak yang hanya diberikan kepada wajib pajak bila melakukan
peristiwa atau perbuatan tertentu. Sehingga pajak tidak langsung tidak dapat dipungut secara berkala,
tetapi hanya dapat dipungut bila terjadi peristiwa atau perbuatan tertentu yang menyebabkan kewajiban
membayar pajak. Contohnya: pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM), di mana pajak ini hanya
diberikan bila wajib pajak menjual barang mewah.
 Pajak Langsung (Direct Tax)
Pajak langsung merupakan pajak yang diberikan secara berkala kepada wajib pajak berlandaskan surat
ketetapan pajak yang dibuat kantor pajak. Di dalam surat ketetapan pajak terdapat jumlah pajak yang
harus dibayar wajib pajak.
Pajak langsung harus ditanggung seseorang yang terkena wajib pajak dan tidak dapat dialihkan kepada
pihak yang lain. Contohnya: Pajak Bumi dan Penghasilan (PBB) dan pajak penghasilan.
B. Jenis Pajak Berdasarkan Instansi Pemungut
Berdasarkan instansi pemungutnya, pajak digolongkan menjadi 2 jenis, yaitu:

pajak daerah dan pajak negara. Pajak Daerah (Lokal)


 Pajak daerah merupakan pajak yang dipungut pemerintah daerah dan terbatas hanya pada rakyat
daerah itu sendiri, baik yang dipungut Pemda Tingkat II maupun Pemda Tingkat I. Contohnya
pajak hotel, pajak hiburan, pajak restoran, pajak kendaraan bermotor, BPHTB, PBB (perdesaan
dan perkotaan), dan pajak daerah lainnya. 
Pajak Negara (Pusat)
 Pajak negara merupakan pajak yang dipungut pemerintah pusat melalui instansi terkait, yakni
DJP. Contohnya: PPN, Pajak Penghasilan (PPh), PPnBM, bea meterai, PBB (perkebunan,
perhutanan, dan pertambangan).
C. Jenis Pajak Berdasarkan Objek Pajak dan Subjek Pajak
Berdasarkan objek dan subjeknya, pajak digolongkan menjadi 2 jenis, yaitu pajak objektif dan pajak
subjektif.
Pajak Objektif
 Pajak objektif adalah pajak yang pengambilannya berdasarkan objeknya. Contohnya: pajak impor,
pajak kendaraan bermotor, bea meterai, dan masih lainnya. 
Pajak Subjektif
 Pajak subjektif adalah pajak yang pengambilannya berdasarkan subjeknya. Contohnya pajak
kekayaan dan pajak penghasilan.
Semua administrasi yang berhubungan dengan pajak pusat, dilaksanakan di Kantor Pelayanan Pajak (KPP),
Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP), Kantor Wilayah Direktorat Jenderal
Pajak serta Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak.
Sedangkan pengadministrasian yang berhubungan dengan pajak daerah, dilaksanakan di Kantor Dinas
Pendapatan Daerah atau Kantor Pajak Daerah di bawah Pemerintah Daerah setempat.
Pahami Manfaatnya
Demikian ulasan mengenai pengertian pajak dan fungsinya, semoga bermanfaat bagi kita semua. Sebagai
warga negara kita wajib taat membayar pajak. Sedangkan pemerintah sebagai pengelola harus dapat
memanfaatkan pajak semaksimal mungkin untuk kemakmuran rakyat. Semoga kita semua dapat merasakan
manfaat dari pajak secara maksimal.

Sumber : (berdasarkan PP 23 Tahun 2018). 

5. Pemungutan pajak menurut adam smith


Adam Smith

1. Asas Equality, pemungutan pajak yang dilakukan oleh negara harus sesuai dengan kemampuan
dan penghasilan wajib pajak. Negara tidak boleh bertindak diskriminatif terhadap wajib pajak.
2. Asas Certainty, semua pungutan pajak harus berdasarkan UU, sehingga bagi yang melanggar
akan dapat dikenai sanksi hukum.
3. Asas Convinience of Payment, pajak harus dipungut pada saat yang tepat bagi wajib pajak (saat
yang paling baik), misalnya disaat wajib pajak baru menerima penghasilannya atau disaat wajib
pajak menerima hadiah.
4. Asas Efficiency, biaya pemungutan pajak diusahakan sehemat mungkin, jangan sampai terjadi
biaya pemungutan pajak lebih besar dari hasil pemungutan pajak.

Anda mungkin juga menyukai