0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
25 tayangan4 halaman

Proposal Gotong Royong Sekolah 2021

Proposal ini merangkum rencana kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan sekolah dan taman di SMA N 2 Mandau. Kegiatan ini akan diikuti seluruh siswa dan dilaksanakan pada tanggal 08:00-selesai tanggal 26 Oktober 2021. Tujuannya adalah membersihkan lingkungan sekolah beserta taman depan kelas dengan peralatan seperti sapu dan cangkul. Anggaran kegiatan berasal dari kas OSIS sebesar Rp 2.000.000 dengan

Diunggah oleh

Juan Carlos
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
25 tayangan4 halaman

Proposal Gotong Royong Sekolah 2021

Proposal ini merangkum rencana kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan sekolah dan taman di SMA N 2 Mandau. Kegiatan ini akan diikuti seluruh siswa dan dilaksanakan pada tanggal 08:00-selesai tanggal 26 Oktober 2021. Tujuannya adalah membersihkan lingkungan sekolah beserta taman depan kelas dengan peralatan seperti sapu dan cangkul. Anggaran kegiatan berasal dari kas OSIS sebesar Rp 2.000.000 dengan

Diunggah oleh

Juan Carlos
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROPOSAL

KEGIATAN GOTONG ROYONG

OLEH :
NAMA : JUAN CARLOS FIESTA LUMBAN
TOBING
KELAS : XI MIPA I
1. Latar Belakang

Gotong Royong merupakan salah satu ciri khas bangsa Indonesia.


Sebagaimana yang tertuang pada sila Ke-3 “ Persatuan Indonesia”.
Perilaku gotong royong yang dimiliki bangsa Indonesia sudah ada
sejak jaman dahulu. Gotong Royong merupakan kepribadian
bangsa dan merupakan budaya yang telah berakar kuat dalam
kehidupan masyarakat.

Gotong Royong adalah suatu kegiatan yang dilakukan secara


Bersama-sama agar kegiatan yang dikerjakan dapat berjalan
dengan lancar, mudah dan ringan. Salah satu kegiatan Gotong
Royong adalah membersihkan lingkungan sekitar.

2. Tujuan Kegiatan

Tujuan dari kegiatan ini adalah membersihkan lingkungan sekolah


dan taman di depan kelas.

3. Peserta

Peserta dari kegiatan ini adalah seluruh warga SMA N 2 Mandau

4. Kegiatan Yang Dilakukan

 Membersihkan kelas masing-masing


 Membersihkan dan menghias taman depan kelas

5. Alat Yang diperlukan


 Sapu
 Kain Pel
 Cangkul
 Tanah
6. WAKTU DAN TEMPAT
Waktu : 08:00 WIB – Selesai
Tempat : Kelas Masing-masing
7. Susunan Acara
 Susunan Kepanitiaan :
Penanggung jawab : Kepala SMA N 2 Mandau
Ketua : Juan Carlos
Wakil ketua : Tomliwafa
Sekretaris : Elon Musk
Bendahara : Sri Mulyani
Koordinator Acara : Carlos Fiesta
Konsumsi : Budi Utomo
Dokumentasi : Darwis Triadi
 Anggaran Dana

Pemasukan
 Kas OSIS : Rp. 2.000.000,00
Pengeluaran
 Konsumsi : Rp. 1.500.000,00
 Peralatan : Rp. 500.000,00

8. Penutup
Kiranya Proposal yang saya buat ini dapat terlaksanakan dan dapat
berjalan dengan lancar. Terimakasih kami ucapkan atas
perhatiannya.

Duri , 26 Oktober 2021


Mengetahui,
Kepala sekolah, Ketua panitia,

Haem Bastian,[Link]. Juan Carlos [Link]

Common questions

Didukung oleh AI

Susunan acara gotong royong dibuat dengan distribusi peran yang jelas, dimana setiap anggota memiliki tugas spesifik yang meningkatkan rasa tanggung jawab. Keterlibatan maksimal diupayakan melalui pembagian tugas yang merata, sehingga seluruh siswa dan staf terlibat aktif sesuai perannya masing-masing, misalnya dengan membersihkan kelas masing-masing dan menghias taman depan kelas. Selain itu, pengorganisasian oleh kepanitiaan yang terdiri dari siswa dan guru memastikan bahwa semua pihak terlibat dalam persiapan hingga pelaksanaan, menandakan pembagian beban kerja yang merata dan keterlibatan aktif dari keseluruhan warga sekolah .

Strategi komunikasi yang efektif mencakup penggunaan platform komunikasi terpadu seperti aplikasi perpesanan grup untuk mengoordinasikan informasi penting yang berhubungan dengan kegiatan. Penggunaan media visual seperti poster atau pengumuman di papan sekolah dapat membantu menjelaskan tugas-tugas dan waktu kegiatan secara jelas. Mengadakan rapat singkat sebelum hari kegiatan untuk memberikan pengarahan langsung dari ketua maupun koordinator acara dapat memastikan semua anggota paham tugas dan alur kegiatan. Feedback setelah kegiatan melalui survei untuk menangkap masukan berharga, meningkatkan komunikasi, dan koordinasi di masa mendatang dapat memperkuat strategi ini .

Pengaruh langsung dari kegiatan gotong royong terhadap kelestarian lingkungan sekolah adalah meningkatkan kebersihan dan ketertiban area sekolah, terutama ruang kelas dan taman depan kelas yang menjadi fokus pembersihan. Manfaat jangka panjangnya termasuk peningkatan estetika dan kenyamanan lingkungan belajar, yang dapat meningkatkan mood dan semangat siswa serta guru dalam kegiatan sehari-hari. Pelestarian taman juga menambah aspek hijau sekolah, mendukung edukasi lingkungan dan penghijauan yang bermanfaat secara ekologis. Pada tingkat lanjut, kegiatan berkelanjutan seperti ini dapat membentuk pola pikir dan kebiasaan siswa untuk peduli dan ikut serta aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan .

Ketua panitia dapat memotivasi timnya dengan memberikan visi yang jelas tentang manfaat dan tujuan dari kegiatan gotong royong, menekankan pentingnya peran setiap anggota dalam suksesnya acara. Selain itu, memberikan apresiasi secara personal dan kelompok untuk kerja keras yang dilakukan, serta menyediakan dukungan moral dan material untuk tantangan yang dihadapi, dapat meningkatkan semangat tim. Penggunaan pendekatan kepemimpinan yang inklusif dimana anggota diberdayakan untuk menyampaikan ide dan saran mereka juga membangun lingkungan kolaboratif yang penuh motivasi untuk mencapai hasil yang optimal .

Prinsip gotong royong mengajarkan perilaku kerjasama dimana semua peserta, dalam hal ini siswa-siswa SMA N 2 Mandau, bekerja bersama-sama untuk mencapai tujuan yang sama, yaitu membersihkan lingkungan sekolah. Kegiatan semacam ini tidak hanya membuat pekerjaan lebih mudah dan cepat selesai, tetapi juga meningkatkan rasa kebersamaan dan persatuan, karena siswa belajar berkolaborasi dan saling mendukung dalam mencapai hasil yang lebih baik. Selain itu, prinsip ini selaras dengan sila ketiga Pancasila, 'Persatuan Indonesia', yang mendorong persatuan dan solidaritas sosial .

Pembagian tugas dalam kepanitiaan acara gotong royong tampaknya dibuat proporsional, dengan peran-peran yang sudah mencakup seluruh aspek operasional kegiatan. Namun, efektivitas bergantung pada kesesuaian tugas dengan kompetensi anggota tim. Sebagai ketua, Juan Carlos mungkin perlu memastikan bahwa semua anggota seperti sekretaris dan bendahara tidak hanya mengetahui peran mereka secara teoritis tetapi juga mampu menanggapi situasi praktis yang mungkin muncul. Evaluasi berkala untuk menyesuaikan kembali tugas berdasarkan kemampuan dan keterampilan yang diperiksa selama pelaksanaan kegiatan dapat memastikan bahwa setiap peran tidak hanya proporsional dalam pembagiannya tetapi juga efektif dalam implementasinya .

Anggaran dalam proposal kegiatan gotong royong di SMA N 2 Mandau menunjukkan total pemasukan sebesar Rp. 2.000.000 dari kas OSIS. Pengeluaran terbagi menjadi konsumsi sebesar Rp. 1.500.000 dan peralatan sebesar Rp. 500.000. Anggaran ini tampak efisien, karena dana hampir sepenuhnya digunakan, menunjukkan sedikit sisa yang berarti perencanaan telah mencakup seluruh kebutuhan tanpa pemborosan yang berlebihan. Namun, alokasi untuk konsumsi lebih besar daripada peralatan, yang mengindikasikan prioritas utama pada kenyamanan peserta, meski pelaksanaan gotong royong sebaiknya lebih fokus pada pembelian dan pemeliharaan peralatan yang digunakan. Penyesuaian pada disiplin alokasi dana mungkin diperlukan untuk memastikan semua aspek kegiatan didukung sesuai kebutuhan .

Acara seperti gotong royong penting dalam membentuk karakter siswa karena mendorong nilai-nilai positif seperti kolaborasi, tanggung jawab sosial, dan kemandirian. Melalui gotong royong, siswa belajar bekerja sama menuju tujuan bersama, yang mengasah keterampilan komunikasi dan kerjasama tim. Kegiatan ini juga menumbuhkan rasa memiliki terhadap lingkungan sekolah karena siswa langsung terlibat dalam perawatan dan perbaikan ruang mereka. Selain itu, kesadaran akan peran individual dalam kontribusi terhadap komunitas yang lebih besar dapat memperkuat norma-norma sosial yang baik, mendukung perilaku kolektif yang bermanfaat untuk pembangunan sekolah yang berkelanjutan .

Dalam usulan kegiatan gotong royong di SMA N 2 Mandau, setiap anggota kepanitiaan memiliki peran dan tanggung jawab yang spesifik. Penanggung jawab kegiatan adalah Kepala SMA yang memastikan kebijakan dan izin pelaksanaannya. Ketua panitia, Juan Carlos, bertugas mengoordinasikan dan mengawasi keseluruhan kegiatan. Wakil ketua, Tomliwafa, membantu ketua dalam pelaksanaan tugas. Sekretaris, Elon Musk, bertugas mencatat dan mengurus administrasi kegiatan. Bendahara, Sri Mulyani, mengelola anggaran dan keuangan. Koordinator acara, Carlos Fiesta, bertanggung jawab atas kelancaran acara, sedangkan bagian konsumsi, Budi Utomo, mengatur makanan dan minuman untuk peserta. Dokumentasi dilaksanakan oleh Darwis Triadi yang bertugas merekam jalannya kegiatan .

Alat yang dibutuhkan untuk melaksanakan kegiatan gotong royong di SMA N 2 Mandau antara lain adalah sapu, kain pel, cangkul, dan tanah. Penggunaan sapu dan kain pel sangat efektif untuk membersihkan ruangan kelas dan koridor dari debu dan kotoran, sementara cangkul dan tanah bermanfaat untuk kegiatan di taman, seperti menggemburkan tanah dan menanam tanaman baru. Dengan alat-alat tersebut, proses pembersihan dapat dilakukan lebih menyeluruh dan efisien, sementara kegiatan di taman dapat memperindah dan memperbaiki tata ruang hijau lingkungan sekolah .

Anda mungkin juga menyukai