1. Apa factor risiko dari scenario?
[ekstrensik, intrinsic]
Beberapa kondisi berikut dianggap sebagai faktor risiko pergelangan kaki
terkilir/keseleo (ankle sprain) yaitu:
longgarnya ligamen di pergelangan kaki
jenis sepatu tertentu (misalnya sepatu tumit tinggi),
pola berjalan tertentu
Bentuk aktivitas fisik/olahraga yang banyak mengandalkan gerakan melompat
Gejala Ankle Sprain
Gejala pergelangan kaki terkilir/keseleo antara lain:
Timbulnya rasa nyeri, terutama saat kaki yang terkilir menopang berat badan
Terjadi pembengkakan dan terkadang memar
Pergerakan yang terbatas
2. Bagaimana patofisiologi dari scenario berdasarkan biomekanika trauma? [bangunan
anatomi apa saja yang terkena?]
Patofisiologi
Sprain adalah kekoyakan (avulsion) seluruh atau sebagian dari dan disekeliling
sendi, yang disebabkan oleh daya yang tidak semestinya, pemelintiran atau mendorong /
mendesak pada saat berolah raga atau aktivitas kerja.
Kebanyakan keseleo terjadi pada pergelangan tangan dan kaki, jari-jari tangan dan
kaki. Pada trauma olah raga (sepak bola) sering terjadi robekan ligament pada sendi lutut.
Sendi-sendi lain juga dapat terkilir jika diterapkan Jaya tekanan atau tarikan yang tidak
semestinya tanpa diselingi peredaan.
Sedangkan strain adalah daya yang tidak semestinya yang diterapkan pada otot,
ligament atau tendon. Daya (force) tersebut akan meregangkan serabut-serabut tersebut
clan menyebabkan kelemahan dan mati rasa temporer serta perdarahan jika pembuluh
darah clan kapiler dalam jaringan yang sakit tersebut mengalami regangan yang
berlebihan.
DEFINISI ANKLE SPRAIN
Keseleo adalaha cedera olahragaumum tapi bisa juga karena kegiatana umum namun paling
sering ditemukan pasien yang mengalami keseleo ini.
Gerakan memutar pada kaki pada saat mengunjak permukaan tanah yang tidak rata, atau gaya
yang berlebihan yang diberikan pada kaki sehingga keseleo, atau terkilir.
tendon :
‘
3. Bagaimana tujuan dan cara melakukan test ROM? [gambar]
mempertahankan atau memperbaiki tingkat kesempurnaan kemampuan menggerakan
persendian secara normal dan lengkap untuk meningkatkan massa otot dan tonus otot
Jenis ROM ada 2 :
1. Latihan ROM aktif.
Gerak aktif adalah gerak yang dihasilkan oleh kontraksi otot [Link]
yang dilakukan oleh klien sendiri. Hal ini dapat meningkatkan kemandirian dan
kepercayaan diri klien.
2. Latihan ROM pasif
Pada pasien yang sedang melakukan bed rest atau mengalami keterbatasan
dalam pergerakan latihan ROM pasif sangat tepat dilakukan dan akan mendapatkan
manfaat seperti terhindarnya dari kemungkinan kontraktur pada sendi.
Gerakan ROM
[Link], yaitu gerakan menekuk persendian
2 Ekstensi, yaitu gerakan meluruskan persendian
3. Abduksi, yaitu gerakan menjauhi sumbu tubuh
4. Adduksi, yaitu gerakan mendekati sumbu tubuh
5. Rotasi, yaitu gerakan memutar atau menggerakkan satu bagian melingkari aksis
tubuh
6. Pronasi, yaitu gerakan memutar ke bawah/ menelungkupkan tangan
7. Supinasi, yaitu gerakan memutar ke atas/ menengadahkan tangan
8. Inversi, yaitu gerakan ke dalam
9. Eversi, yaitu gerakan ke luar
4. Bagaimana cara pemeriksaan dan tujuan dari Ottawa ankle rule?
Ottawa Ankle Rules
Ottawa Ankle Rules (OAR) adalah pedoman klinis yang digunakan untuk
membedakan ankle fracture dengan ankle injury lainnya. Berikut ini adalah
komponen pemeriksaan yang perlu dilakukan berdasarkan Ottawa Ankle Rules. [3]
Nyeri pada area malleolar disertai dengan:
Nyeri tekan pada tepi posterior atau ujung dari lateral malleolus (6 cm bagian
terbawah dari tulang fibula), atau
Nyeri tekan pada tepi posterior atau ujung dari medial malleolus (6 cm bagian
terbawah dari tulang tibia), atau
Ketidakmampuan pasien untuk menopang berat badan (tubuh) dan berjalan 4 langkah
setelah cedera pada saat evaluasi
Nyeri pada area midfoot disertai dengan:
Nyeri tekan pada bagian dasar dari metatarsal ke-5, atau
Nyeri tekan di atas tulang navicular, atau
Ketidakmampuan pasien untuk menopang berat badan (tubuh) dan berjalan 4 langkah
setelah cedera pada saat evaluasi
OAR dinyatakan positif apabila terdapat nyeri baik pada area malleolar atau nyeri
pada area midfoot yang disertai dengan beberapa gejala yang disebutkan diatas, dan
sebaliknya bila negatif. [3]
Ottawa Ankle Rules (OAR) bertujuan untuk membantu dalam membedakan ankle
fracture dengan ankle sprain pada pasien dengan acute ankle injury. Hasil OAR yang
positif membutuhkan pemeriksaan X-ray untuk memastikan adanya fracture.
Manfaat lainnya dari OAR adalah dapat menurunkan kebutuhan penggunaan X-ray
pada semua pasien dengan acute ankle injury sekitar 30-50% dengan angka
sensitivitas yang cukup tinggi yaitu sekitar 95%-99%, namun spesifisitasnya hanya
sekitar 26-50%.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa efektivitas penggunaan OAR masih sangat
bervariasi. Namun, OAR sudah cukup banyak didukung oleh beberapa studi besar
untuk menjadi pedoman bagi para tenaga medis dalam
membedakan fracture dari ankle sprain dalam praktik sehari-hari.
5. Bagaimana alur diagnosa dari scenario? Dan bagaimana interpretasi pemeriksaan
status lokalis?
Pemeriksaan fisik pada pergelangan kaki terkilir/keseleo menunjukkan adanya
kerusakan ligamen yang luas.
Pemeriksaan foto rontgen seringkali dilakukan untuk menentukan apakah terdapat
tulang yang patah atau tidak, tetapi tidak dapat digunakan untuk mengevaluasi
ligamen.
Untuk mengetahui dugaan kerusakan ligamen, tendon serta jaringan lunak yang cukup
parah, maka dibutuhkan pemeriksaan USG Muskuloskeletal atau MRI. Namun pada
kondisi yang ringan MRI tidak diperlukan.
Pemeriksaan menggunakan USG Muskuloskeletal memungkinkan dokter untuk
mengamati ligamen secara langsung saat pergelangan kaki digerakkan.
Hal ini membantu dokter untuk menentukan berapa banyak ligamen yang rusak dan
stabilitas ligamen tersisa.
Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter akan menentukan derajat terkilir/keseleo yang
terjadi.
Hal ini dinilai berdasarkan tingkat kerusakan yang terjadi.
Terkilir dapat berkisar dari robekan kecil di serat yang membentuk ligamen hingga
robekan besar dan lengkap.
DERAJAT 1
erjadi peregangan minimal dari ligamen dan secara miskrospis akan
ditemukan robekan-robekan kecil pada serat ligamen
Nyeri ringan dan pembengkakan terjadi di sekitar pergelangan kaki.
DERAJAT 2
Sebagian serat ligamen yang terlibat robek
Terjadi pembengkakan yang cukup berat di sekitar pergelangan kaki dan
memar di bagian atas dan bawah sendi pergelangan kaki.
Terdapat kelonggaran atau ketidakstabilan pergelangan kaki pada saat
dilakukan pemeriksaan oleh dokter.
DERAJAT 3
Terdapat robekan lengkap dari ligamen yang terlibat
Nyeri yang signifikan dan pembengkakan hebat di sekitar pergelangan kaki
Pada pemeriksaan akan didapatkan ketidakstabilan hebat dari sendi
pergelangan kaki.
Derajat Terkilir Berdasarkan Pembengkakan yang Terjadi pada Pergelangan Kaki
6. Apa usulan dari pemeriksaan penunjang di scenario? [contoh]
7. Bagaimana diagnosis pada scenario? Dan apa diagnosis banding pada scenario?
fraktur
Proses terjadinya fraktur
Untuk mengetahui mekanisme terjadinya fraktur, harus diketahui lebih dahulu
keadaan fisik tulang dan keadaan trauma yang dapat menyebabkan tulang patah.
Tulang kortikal mempunyai struktur yang dapat menahan kompresi dan tekanan
memuntir. Kebanyakan fraktur terjadi karena kegagalan tulang menahan tekanan
memuntir dan kompresi.
Trauma dapat bersifat:
• • Trauma Langsung
Trauma langsung dapat menyebabkan tekanan langsung pada tulang dan terjadi
fraktur pada daerah tekanan. Fraktur yang terjadi biasanya bersifat komunitif dan
jaringan lunak ikut mengalami kerusakan.
• • Trauma Tidak Langsung
Tanda pasti fraktur :
1. Deformitas
2. Krepitasi
3. false movement
Dislokasi :
Dislokasi adalah terlepasnya kompresi jaringan tulang dari kesatuan sendi.
Dislokasi ini dapat hanya komponen tulangnya saja yang bergeser atau
terlepasnya seluruh komponen tulang dari tempat yang seharusnya (dari mangkuk
sendi). Seseorang yang tidak dapat mengatupkan mulutnya kembali sehabis
membuka mulutnya adalah karena sendi rahangnya terlepas dari tempatnya.
Dengan kata lain: sendi rahangnya telah mengalami dislokasi.
Dislokasi yang sering terjadi pada olahragawan adalah dislokasi sendi
bahu dan sendi pinggul (paha). Karena terpeleset dari tempatnya, maka sendi
itupun menjadi macet. Selain macet, juga terasa nyeri. Sebuah sendi yang pernah
mengalami dislokasi, ligamen-ligamennya biasanya menjadi kendor. Akibatnya,
sendi itu akan gampang dislokasi lagi.
Ruptur tendon Achilles adalah robekan komplet atau parsial pada tendon
Achilles, yaitu tendon yang menghubungkan otot betis dengan kalkaneus.
Pasien dengan ruptur tendon Achilles akan mengeluhkan perasaan seperti
ditembak atau dipukul di bagian belakang kaki. Keluhan timbul setelah manuver
lari atau melompat yang eksplosif, dengan rasa sakit dirasakan mendadak dan
berat, disertai ketidakmampuan untuk melanjutkan aktivitas. [3]
ankle impingement syndrome
Gejala berupa nyeri yang dirasakan di bagian depan atau samping pergelangan
kaki.
Seringkali mungkin terjadi setelah pergelangan kaki terkilir yang mungkin telah
sembuh tetapi nyeri benturan tetap ada.
Penyebab :
Jaringan di sendi pergelangan kaki bisa terperangkap di antara tulang.
Tumbukan posterior di bagian belakang pergelangan kaki lebih sering terjadi
pada penari balet dan dapat disebabkan oleh tonjolan tulang di bagian belakang
pergelangan kaki.
Saat ligamen yang robek atau pecah sembuh, tubuh membentuk terlalu banyak
jaringan parut di sepanjang bagian depan dan di sekitar sisi sendi pergelangan
kaki sehingga menimbulkan lesi meniscoid.
Pengobatan:
Istirahat hingga 4 minggu.
Sebuah gips atau belat mungkin dipasang untuk membatasi gerakan pergelangan
kaki.
Terapi dingin atau es dapat diterapkan untuk mengurangi rasa sakit dan
peradangan.
8. Bagaimana tatalaksana non farmakoterapi dari kasus di atas? Apakah tujuan dari do
price dan don’t harm?
PENANGANAN ANKLE SPRAIN
Tingkat kerusakan yang terjadi akan menentukan tindakan pengobatan terkilir/keseleo
yang harus dijalani.
Kebanyakan kasus terkilir termasuk cedera yang ringan yang dapat sembuh dengan
perawatan rumah hanya dengan menerapkan prinsip penanganan dasar cedera yaitu
PRICE
rasa sakit dan memeprcepat penyembuhan
Penanganan awal terkilir/keseleo yang bisa dilakukan untuk kaki terkilir antara lain :
P (PROTECTION) Melindungi area yang mengalami cedera. Gunakan brace atau
penyangga, elastic bandage, dan semacamnya yang dapat melindungi pergelangan
agar tetap stabil.
Rest. Mengistirahatkan dan membatasi pergerakan pergelangan kaki yang terkena.
istirhatkan dengan mengihandari stress pada jaringan yang Sudha merdang dengan
menggunakan breast atau splin atau binai .
1. Mencegah cedera lebih lanjut
2. Membuat proses penyembuhan luka lebih cepat
.
Ice. Kompres dingin dengan es batu, maksimal selama 15-20 menit, dan bisa diulang
jika diperlukan. Secara umum manfaat penggunaan es pada cedera jaringan lunak
adalah:
· Membatasi pembengkakan
· Mengurangi nyeri
· Mengurangi spasme otot
Pemberian es dilakukan dengan memasukkan pecahan es ke dalam kantung plastik
seluas area cedera atau lebih. Setelah itu bungkus plastik dengan handuk yang sudah
dibasahi, kemudian ditempelkan pada area cedera. Kemudian tutup dengan elastic
verban melebihi permukaan dari kantung es tadi.
Compress. Penekanan, misalnya dengan memasang perban elastik oleh dokter.
kita tekan atau press dengan perban jangan terlalu erat.
Kompresi adalah aplikasi gaya tekan terhadap lokasi cedera. Kompresi digunakan
untuk membantu aplikasi es dan membatasi pembengkakan yang merupakan faktor
utama untuk mempercepat masa rehabilitasi.
Elevation. Meninggikan kaki yang terkilir.
Elevasi adalah meninggikan bagian yang mengalami cedera melebihi
ketinggian jantung sehingga dapat membantu mendorong cairan keluar dari daerah
pembengkakan. Metode Pembebatan pada Kaki Terkilir/Keseleo
Terapi fisik kaki terkilir/keseleo ini sangat diperlukan untuk
1. mengembalikan gerakan kaki,
2. memperkuat otot-otot sekitar pergelangan kaki,
3. dan memperbaiki keseimbangan,
don’ts HARM
Plantar flexion 0–50
ROM Ankle
Dorsiflexion 0–20
a. Heat, menggunakan panas saat penanganan pertama cedera akan
meningkatkan pembengkakan karena panas akan membuat pembuluh darah
semakin melebar, seperti pemberian balsam, jahe, minyak kocok, saina,
berendam di bathtub dan shower panas.
b. Alcohol, meminum alkohol atau merendam bagian yang cedera dengan
alkoholakan meningkatkan pembengkakan serta memperlambat penyembuhan.
c. Running, berlatih dalam 48-72 jam saat cedera akan memperburuk kondisi.
Seseorang dinyatakan aman bermain kembali setelah dilakukan pemeriksaan
dan diagnosa dari dokter/ fisioterapis.
d. Massage (pijatan) pada saat cedera akan meninggalkan aliran darah
sehingga akan membuat semakin bengkak, dan dapat terjadi kerusakan pada
jaringan yang cedera. Misalnya ligamennya terluka lalu diberikan massage
maka luka sobeknya akan semakin melebar dan pada saat kembali ke lapangan
akan menjadi kendor dan terganggu stabilitasnya sehingga memudahkan
terjadinya cedera ulang.
9. Bagaimana tatalaksana farmakoterapi yang perlu diberikan pada pasien di scenario?
Penatalaksanaan sprain adalah :
1. Pembedahan.
Mungkin diperlukan agar sendi dapat berfungsi sepenuhnya; pengurangan-
pengurangan perbaikan terbuka terhadap jaringan yang terkoyak.
2. Kemotherapi.
Dengan analgetik Aspirin (100-300 mg setiap 4 jam) untuk meredakan nyeri dan
peradangan. Kadang diperlukan Narkotik (codeine 30-60 mg peroral setiap 4 jam)
untuk nyeri hebat.
3. Elektromekanis.
1. Penerapan dingin
Dengan kantong es 24oC
2. Pembalutan / wrapping ekstemal.
Dengan pembalutan, cast atau pengendongan (sung).
3. Posisi ditinggikan.
Jika yang sakit adalah bagian ekstremitas.
4. Latihan ROM.
Tidak dilakukan latihan pada saat terjadi nyeri hebat dan perdarahan. Latihan
pelan-pelan dimulai setelah 7-10 hari tergantung jaringan yang sakit.
5. Penyangga beban.
Menghentikan penyangga beban dengan penggunaan kruk selama 7 hari atau lebih
tergantung jaringan yang sakit.
Analgesik adalah zat yang dapat mengurangi rasa nyeri tanpa menghilangkan
kesadaran
Atas dasar kerja farmakologisnya, analgetika dibagi menjadi 2 kelompok besar :
1. Analgetika perifer (nonnarkotik) : terdiri dari obat2 yang tdk bersifat narkotik
dan tidak bekerja sentral
Analgetika perifer/non-narkotik adalah analgetik yang digunakan untuk mengatasi
sakit ringan sampai sedang dan tidak bersifat aditif
Secara kimiawi, analgetika nonnarkotik dibagi menjad beberapa kelompok :
a. Parasetamol
b. Salisilat : asetosal,salisilamid
c. NSAID : Ibuprofen
d. Derivat antranilat : Mefenamat, floktafenin
e. Derivat2 pirazolinon : aminofenazon, metamizol
f. Lainnya : Benzidamin
2. Analgetika Sentral/narkotik/opioida : khusus digunakan untuk mengatasi nyeri
hebat
Analgesik narkotik/opioida disebut juga agonis narkotik, diresepkan utk mengatasi
nyeri sedang sampai berat.
Analgesik narkotik bekerja langsung pada SSP. Narkotik tidak hanya menekan rasa
nyeri, tapi juga dapat menekan pada pusat pernafasan, antitusif, dan antidiare.
Efek samping golongan narkotik :
a. Supresi SSP (sedatif, euforia,menekan pernafasan, perubahan jiwa)
b. Konstipasi
c. Menekan saluran pernafasan
d. Hipotensi
e. Ketergantungan dan abstinensia
Nyeri adalah suatu perasaan sensoris dan emosional yang tidak enak dan berkaitan
dengan kerusakan jaringan
Rasa nyeri dibagi menjadi 5 :
a. Nyeri akut,nyeri yang terjadi mendadak dan memberikan respon thdp pengobatan
(narkotik-nonnarkotik)
b. Nyeri kronik,nyeri menetap selama 6 bulan (narkotik-nonnarkotik)
c. Nyeri supervisial,nyeri pada permukaan seperti kulit dan selaput mukosa
(nonnarkotik)
10. Bagaimana pencegahan agar tidak terjadi komplikasi dari kasus di atas?
1. PENCEGAHAN ANKLE SPRAIN
Pencegahan pergelangan kaki terkilir/keseleo (ankle sprain) dapat dilakukan dengan
beberapa hal sebagai berikut:
Lakukan pemanasan sebelum berolahraga
Hati-hati saat berjalan, berlari, atau bekerja di permukaan yang tidak rata
Gunakan sepatu yang tepat ukurannya dan sesuai untuk aktivitas yang
dikerjakan
Tidak menggunakan sepatu berhak tinggi
Tidak memaksakan diri melakukan olahraga atau kegiatan yang tidak biasa
atau tidak bisa dilakukan
Jaga kekuatan dan fleksibilitas otot
Lakukan latihan keseimbangan
Gunakan alat penyangga untuk membantu menstabilkan kaki dan pergelangan
kaki pada orang yang mudah terkilir
ANKLE SPRAIN. Pergelangan Kaki Terkilir/Keseleo ([Link])