LBM 5 MP
Step 1
1. Critical appraisal: Kajiankritisterhadapmakalahatauartikelilmiah.
Kegiatanunutkmengkajiataumengevaluasijurnal,
menerapkanapakahartikelinilayakditerapkanatautidak.
2. EBM (Evidence Based Medicine): Suatu system ataucarauntukmenyaring data
dalambidangkesehatan. Cara
pendekatanuntukmengambilkeputusandalamtatalaksanapasienataupenyelenggaraanuntuk
mengambilkeputusansecaraeksplisit (secaraluar) dansistematisberdasarkanpenelitian yang
sahihatau yang ter-review.
STEP 3
1. Bagaimana langkah-langkah EBM?
a. Identifikasi dan formulasi masalah (PICO)
Memformulasikan pertanyaan dengan tepat, pertanyaan dapat disusun dengan
menggunakan PICO, yaitu :
i. P : Patient / problem / population
Pertanyaan klinik harus mengidentifikasikan mengenai pasien atau
kelompok pasien dan berbagai informasi yang relevan dengan treatment
atau diagnosis penyakit pasien.
ii. I : Intervention
Intervensi atau pengobatan yang akan dilakukan terhadap pasien.
iii. C : Comparrison
Intervensi alternative yang akan dibandingkan dengan intervensi yang
akan anda lakukan.
iv. O : Outcome
Hasil yang diharapkan dari penerapan intervensi tersebut.
Selanjutnya susunlah PICO tersebut menjadi sebuah pertanyaan klinik yang jelas.
b. Mencari atau menelusuri bukti dengan kajian kritis terhadap bukti
i. Menggunakan berbagai fasilitas search engine untuk mencari pustaka.
ii. Ketika mencari pustaka, keyword tidak perlu sama persis dengan yang ada di
PICO, cukup tulis kata / frase terkait dengan P atau I nya saja.
iii. Agar dapat menemukan literature sebanyak-banyaknya maka cukup dengan
memperluas keywords dengan membuat sinonim terhadap keywords yang
telah ditetapkan.
c. Penerapan pada pasien
i. Apakah pada pasien kita terdapat perbedaan bila dibanding dengan yang
terdapat pada penelitian sehingga hasil penelitian tersebut tidak dapat
diterapkan pada pasien kita?
ii. Apakah terapi tersebut mungkin dapat diterapkan pada pasien kita (our
setting)?
iii. Apakah pasien kita mempunyai potensi yang menguntungkan atau
merugikan bila terapi tersebut ditetapkan?
iv. Apakah nilai dan pengharapan pasien kita, bila hasil akhir kita coba untuk
mengobati, kita tawarkan?
d. Evaluasi
Dilakukan evaluasi keberhasilan terapi yang digunakan
Sumber:Dasar-dasar metodologi Penelitian Klinis,[Link] Sostroasmoro &
[Link] [Link] 426
2. Mengapa harus menggunakan EBM?
• Karena seorang dokter dituntut untuk dapat melakukan praktek dengan baik, tepat,
dapat dipertanggung jawabkan dan sesuai dengan tuntutan pasien (Majalah kedokteran
Atma [Link].4 [Link] 2005)
• Kemajuan teknolgi dan media komunikasi mempengaruhi perkembangan disegala bidang.
(Majalah kedokteran Atma [Link].4 [Link] 2005)
• Pengetahuan bisa berubah dalam waktu yang tidak terlalu lama. (Majalah kedokteran
Atma [Link].4 [Link] 2005)
• Karena tenaga ahli/medis pada aplikasi klinisnya membutuhkan sesuatu abstrak yang
informatif, singkat, tapi jelas.([Link])
⚫ Diperoleh pengobatan,diagnosis dan prognosis yang efektif,tepat dan efisien
⚫ Memudahkan untuk mengambil keputusan berdasar masalah
⚫ Mengembangkan kemampuan dalam menemukan,menilai dan menerapkan bukti-bukti
yang ada
a. Karena tidak semua penelitian berdasarkan pada bukti-bukti sebenarnya
b. Supaya memiliki kemampuan berpikir kritis
c. Karena sering terjadi ketidaktepatan dalam hasil penelitian
Karena dalam menangani pasien seorag dokter harus menggunakan langkah2 yang sudah
terbukti dan teruji.
Karena seorang dokter dituntut untuk dapat melakukan praktek dengan baik, tepat, dapat
dipertanggung jawabkan dan sesuai dengan tuntutan pasien.
Liliana Sugiharto Majalah kedokteran Atma [Link].4 [Link] 2005
a) makin berkembangnya penelitian dibidang kedokteran yang berlangsung terus-menerus
dan memerlukan dana sangat besar ,dan kadang-kadang kurang dimanfaatkan seoptimal
mungkin untuk memperbaiki tatalaksana pasien.
b) pada umumnya para dokter yang bekerja di RS daerah, tidak memiliki akses yang cukup
untuk memperolah informasi mutakhir dan sahih tentang kemajuan ilmu pengetahuan.
c) para dokter sibuk dengan berbagai macam kegiatan diluar bidang medis ,mereka merasa
memiliki kemampuan klinik yang cukup untuk menangani pasien
d) merupakan proses pendekatan terhadap pembelajaran klinik yang akan menjadikan
dokter tersebut memiliki informasi yang mutakhir dan sahih didalam penatalaksanaan
pasien.
e) diketahui bahwa medicine is a live-long study yaitu suatu pembelajaran seumur hidup
yang berorientasi memecahkan masalah dalam penanganan pasien.
Wiryo, Hananto. Kajian Kritis Makalah Ilmiah Kedokteran Klinik Menurut Kedokteran
Berbasis Bukti (KBB). Sagung Seto; Jakarta
Berawal dari perkembangan bidang teknologi & informasi (IT) yang berkembang begitu
cepat termasuk informasi bidang kesehatan → keseluruhan informasi tidak semuanya
valid utk diterima sbg tambahan IP → kebutuhan utk mengendalikan data2 yg
terpaparkan baik dari kepustakaan, makalah ataupun website → dikembangkan suatu
ilmu yang dinamakan EBM (Evidence Based Medicine)
Buku Petunjuk Praktikum LBM 5 Modul Metodologi Penelitian, 2011
3. Apa tujuan dari EBM?
TUJUAN
• Mensurvei suatu cakupan yang luas tentang jurnal medis internasional yang
menerapkan ukuran-ukuran tegas untuk mutu dan kebenaran riset Untuk
mengembangkan kemampuan berpikir kritis.
• Menghasilkan pemikiran yang akurat.
• Memanfaatkan informasi untuk menyelesaikan masalah.
• Untuk menilai obat baru agar diketahui kelebihan/kekurangan suatu obat.
• Menentukan pengobatan pada penderita yang sedang kita hadapi.
• Menilai suatu obat baru yang akan dipasarkan
[Link]
➢ untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis
➢ menghasilkan pemikiran yang akurat
➢ pemeriksaannya secara teliti agar diagnosisnya tepat untuk memperoleh penyembuhan
penyakit
Sumber :liliana sugiharto, bagian anatomi FK unika atma jaya
✓ Memperoleh study penelitiankritis
✓ Memudahkanaksesdalammenemukandanmenilaibukti
✓ Untukmemperbaikitatalaksanapasien
✓ Untukmemperolehinformasi yang mutakhirdansahtentangkemajuanilmupengetahua
✓ Untukmemecahkanmasalahdalampenangananpasien
✓ Meningkatkankualitaspelayanandan outcome klinis
[Link]
4. Apa manfaat dari EBM?
MANFAAT
1. Membantu menurunkan mortalitas atau kematian pasien.
2. Memperbaiki derajat kesehatan dan perawatan.
3. Mengevaluasi dan merencanakan terapi.
4. Memilih pola hidup dan perawatan kesehatan terbaik.
Sugiarto , Bagian Ilmu Penyakit Dalam RS Dr Moewardi / Fakultas kedokteran Universitas
Sebelas Maret Surakarta, Materi Kuliah Budaya Ilmiah 29 September 2009
a. Memperoleh study penelitian kritis
b. Memudahkan akses dalam menemukan dan menilai bukti
c. Untuk memperbaiki tata laksana pasien
d. Untuk memperoleh informasi yang mutakhir dan sah tentang kemajuan ilmu
pengetahua
e. Untuk memecahkan masalah dalam penanganan pasien
f. Meningkatkan kualitas pelayanan dan outcome klinis
[Link]
➢ Agar seorang dokter selain hanyaterampil dalam keahlian klinis dan pengetahuan
mengenai penyakit, namun dia juga terampil dalam mengevaluasi tindakan klinis yang
akan diambil.
Sumber : liliana sugiharto, bagian anatomi FK unika atma jaya
KEUNTUNGAN
a. agar dokter tidak salah mendiagnosis
b. agar dokter tidak kesalahan memberikan terapi pada pasien
c. agar dapat menigkatkan kualitas hidup pasien
Wiryo, H., 2002, Kajian Kritis Makalah Ilmiah Kedokteran Klinik Menurut
Kedokteran Berbasis Bukti, Sagung Seto, Jakarta
• Untuk memperbaiki tata laksana pasien.
• Untuk memperoleh informasi mutakhir dan sah tentang kemajuan ilmu
pengetahuan.
• Memecahkan masalah dalam penanganan pasien.
• Meningkatkan kualitas pelayanan efisiensi dan outcome klinis.
[Link]/gostudy/[Link]
5. Apa saja sumber yang dapat digunakan untuk EBM?
Sumber Bukti (“4S”)
1. “Sistem” - sumber rujukan online yang memberikan hasil-hasil kajian dan
materi pendukung EBM lainnya, tentang informasi terkait dengan pertanyaan
klinis.
Sumber:
BMJ Clinical Evidence ([Link] UpToDate
([Link]
PIER: The Physician’s Information and Education Resource
([Link]
2. “Sinopsis” - ringkasan riset asli yang berbasis bukti.
Sumber:
ACP [American College of Physicians] Journal Club([Link]
EBM ([Link]
3. “Sintesis” (systematic review) – rangkuman beberapa artikel asli.
Sumber:
The Cochrane Library Web site ([Link]
cgibin/mrwhome/106568753/HOME)
DARE ([Link]/inst/crd/[Link])
4. “Studi” – artikel riset asli.
Sumber:
Medline/ PubMed Clinical Queries ([Link])
EMBASE (OVID) ([Link])
6. Kenapa harus menggunakan EBM
• Untuk memanfaatkan informasi dalam menyelesaikan masalah
• Untuk menentukan pengobatan pada penderita yang sedang kita hadapi
• Untuk mensurvey suatu cakupan tentang jurnal medis internasional yang menerapkan
• ukuran” tegas untuk mutu dan kebenaran risetnya.
• Karena seorang dokter dituntut untuk melakukan praktik denganbaik, tepat dan dapat
• dipertanggungjwabkan sesuai tuntutan [Link] sering terjadi ketidaktepatan
dalam
• hasil penelitian
• Salah satu cara untuk menuntut ilmu (belajar seumur hidup).
• Untuk mengambil keputusan klinik untuk kepentingn pencegahan, diagnosis,
terapeutik
• maupun rehabilitasi yang didasarkan bukti” ilmiah sesuai dengan langkah” melakukan
EBM.
7. Hak apa saja yg harus diperhatikan saat melakukan EBM
• Keahlian klinis (kemampuan si peneliti)
• Bukti penelitian terbaik (menggunakan critical appraisal)
• Nilai dari pasien (mendukung atau tidak)
8. Kendala dalam melakukan EBM
1. kurangnya informasi, fasilitas dan teknologi
2. kurangnya rasa ingin tahu
3. kurangnya pengalaman dan prior knowledge
4. menyembunyikan kegagalan suatu karya ilmiah
5. kurangnya kemampuan untuk melakukan kajian secara kritis terhadap suatu masalah
liliana sugiharto, bagian anatomi FK unika atma jaya
9. Apa kekurangan dan kelebihan dari EBM?
• Kurangnya informasi, fasilitas dan teknologi
• Kurangnya rasa ingin tahu
• Kurangnya pengalaman dan prior knowledge
• Menyembunyikan kegagalan suatu karya ilmiah
• Kurangnya kemampuan untuk melakukan kajian secara kritis terhadap suatu masalah
liliana sugiharto, bagian anatomi FK unika atma jaya
Hambatan :
Kebiasaan untuk bertanya dan mencari
o Kemampuan untuk menemukan, meneelaah (appraisal), dan menerapkan “evidence”
o Sumber informasi sangat banyak
o Keterbatasan waktu
Sumber : Widyahening,I., 2009
a. dalam mencari bukti memerlukan waktu yang lama dan proses yang lama
b. pengetahuan yang kurang sehingga hasil kurang bagus
c. harus selalu direvisi
d. dalam mencari sumber dan menilai kritis kadang menyebabkan segan dan takut
e. kesalahpahaman dalam informasi
Sumber : Iwan Dwiprahasto, Clinical Epidemiology & Biostatistics Unit/Bagian Farmakologi
FK-UGM: 2008
o Kebiasaan untuk bertanya dan mencari
o Kemampuan untuk menemukan, meneelaah (appraisal), dan menerapkan “evidence”
o Sumber informasi sangat banyak
o Keterbatasan waktu
(Widyahening,I., 2009)
10. Bagaimana hubungan EBM dengan critical appraisal?
CA merupakan dasar dari EBM yang didasarkan dari CT dan bersumber dari IT jika IT-
nyabagus maka informasi yang didpat juga akan bagus sehingga seseorang dapat melakukan
CABermula dari permasalahan kemudian mencari sumber (IT) lalu kita melakukan CT
yangmerupakan suatu awal dari suatu CA lalu dihasilkan EBM atau padoman yang digunakan
doktersebagai tatalaksana pasien
(Sumber:[Link]/gostudy/[Link])
11. Bagaimana cara melakukan critical appraisal
- Mencari artikel
- Baca dari sub bab (judul, abstrak, pendahuluan, kesimpulan)
- Baca keseluruhan secara scanning
- Baca sekaligus menggarisbawahi poin penting (tujuan, metode, hasil dan kesimpulan)
Dilihat hasil statistiknya apakah sesuai dengan yang diharapkan, metodenya apakah
sesuai dengan penelitiannya.
- Rangkum/ buat catatan dari poin penting (tujuan, metode, hasil dan kesimpulan)
- Valid dilihat dari metodenya (random sampling atau non random sampling), uji
statistiknya, instrument penelitiannya.
- Important ditetapkan dengan menghitung jumlah dibutuhkan untuk diobati, makin
kecil maka makin layak untuk diterapkan. Seberapa persis estimasi dari pengaruh terapi
(mengetahui IK), misal nilai JDD jika besar IK tidak melampaui nilai 1 maka bermakna,
jika mencakup angka 1 maka tidak bermakna
- Applicable bisa diterapkan atau tidak.
• menyiapkan sesi analisi kritis
➢ baca keseluruhan artikel tanpa mencatat untuk memahami gagasan dan tujuan
➢ penulisan serta topic utama dari artikel tersebut
➢ menggarisbawahi gagasan-gagasan utama dan membuat catatan lengkapnya
➢ mengoreksi tujuan utama, metode yang digunakan, hasil penelitian dan kesimpulan
➢ dari hasil analisis
➢ menyusun CA sesuai dengan kaidah penulisan ilmiah yaitu introduction, body dan
➢ Conclusion
• mengidentifikasi proses yang perlu diperbaiki
sumber : [Link] and praktikum 4
• Beberapa langkah yang harus diikuti dalam mengkritisi artikel:
➢ Bacalah dengan cepat:
- Judul
- Abstract
- Pendahuluan/ introduction
- Sub judul (jika ada)
- Kesimpulan
• Baca keseluruhan artikel tanpa mencatat untuk memahami gagasan dan tujuan
penulisan serta topic utama dari artikel tersebut
• Baca artikel, analisis dan kritisi serta buatlah catatan mengenai gagasan utama artikel
dan topic-topik utama artikel yang anda baca
- Garis bawahi gagasan-gagasan utama
- Buat catatan lengkap di kertas mengenai gagasan-gagasan tersebut
• Cek kembali catatan yang telah anda buat untuk memastikan apakah catatan tersebut
sudah termasuk:
- Tujuan utama dari artikel, misalnya untuk menjelaskan, menganalisis, mengevaluasi,
memberikan pendapat, mengkritisi, mendiskusikan gagasan/pendapat yang berbeda
dengan gagasan/pendapat orang lain.
- Metode yang dipergunakan oleh peneliti
- Hasil penelitian dan kesimpulan dari analisis hasil tersebut.
• Pergunakan catatan-catatan anda tersebut untuk menulis ringkasan, sehingga secara
umum ringkasan harus berisi: gagasan utama, topic, tujuan artikel, metode yang
dipergunakan peneliti, dan hasil penelitian.
( Sumber : Petunjuk Penulisan Kedokteran dan Kesehatan, Soenarto Sastrowijoto)
12. Apa manfaat dan tujuan dari critical appraisal?
MANFAAT
e. Meningkatkan daya analisis kritis
f. Menentukan alternatif yang lebih baik
g. Memunculkan banyak pertanyaan yang baru
h. Informasi yang diproleh lebih detail dan lebih paham
i. Memperoleh kebenaran dari suatu informasi
liliana sugiharto, bagian anatomi FK unika atma jaya
TUJUAN
a. Agar mampu mengevaluasi dan menganalisis sumber informasi yang diperoleh.
b. Agar mampu memahami informasi yang diperoleh.
c. Agar mampu mengikuti perubahan informasi yang ada.
d. Agar mampu memberi komentar dan mengevaluasi baik terhadap permasalahan
yang dihadapi maupun pemecahan masalah tersebut.
e. Agar mampu memilih kriteria informasi yang tepat untuk dianalisa
([Link]/gostudy/[Link])
o Memahami bahasan utama dari artikel yang dibaca.
o Menganalisa temuan-temuan, hasil penelitian, atau argumentasi yang disampaikan
penulis dalam artikel yang dibaca.
o Memilih kriteria evaluasi /analisa yang sesuai untuk mengevaluasi/menganalisa
artikel yang dibaca.
o Memberikan critical evaluation terhadap artikel yang dibaca berdasarkan kriteria yang
telah dipilih.
( Sumber : Petunjuk Penulisan Kedokteran dan Kesehatan, Soenarto Sastrowijoto)
13. Tujuan CP
Agar mampu mengevaluasi dan menganalisis sumber informasi yang diperoleh.
Agar mampu memahami informasi yang diperoleh.
Agar mampu mengikuti perubahan informasi yang ada.
Agar mampu memberi komentar dan mengevaluasi baik terhadap permasalahan
yang dihadapi maupun pemecahan masalah tersebut.
Agar mampu memilih kriteria informasi yang tepat untuk dianalisa
([Link]/gostudy/[Link])
14. Apa kekurangan dan kelebihan dari critical appraisal?
KELEBIHAN
✓ Dapat mengembangkan pemikiran menurut akses informasi yang
valid,relevan dan berguna sesuai dengan hasil publikasi riset pengetahuan
✓ Keterampilan CA tidak sulit untuk dikembangkan
✓ CA melakukan pendekatan dengan peralatan yang nyaman dan memadai
✓ Bersama dengan kemampuan menunjukkan dalam menemukan bukti
penelitin dan perubahan pelatihan sebagai hasil penelitian,CA adalah jalan
penutup dari gabungan antara peneliti dan pelatihan sebagai kontribusi
yang penting untuk meningkatkan kualitas kesehatan
Sumber: liliana sugiharto, FK unika atma jaya
KERUGIAN
❖ CA tidak dapat berkembang bila pertanyaan hasil analisis yang dihasilkan terlalu mudah
dengan fakta intervensi tidak efektif sesuai dengan bukti
❖ CA ditekankan jika kekurangan bukti informasi yang baik,yang dapat membuat hasil riset
terbatas pada infornasi yang tidak jelas
❖ CA tidak selalu memberikan pembaca dengan kemudahan menjawab atau menjawab
suatu kemungkinan yang diharapkan itu mungkin ditekankan bahwa intervensi penulis
tidak efektif
Sumber: liliana sugiharto, FK unika atma jaya
15. Sebutkan 3 hal pokok yang harus dikaji dan dinilai untuk menerapkan hasil penelitian tsb
pada pasien?
3 hal pokok yg harus dikaji dalam menerapkan hasil penelitian terhadap pasien
❖ Valid,
❖ Penting dan
❖ Dapat diterapkan pada pasien kita.
(Kajian Kritis Makalah Ilmiah Kedokteran Klinik menurut Kedokteran Berbasis Bukti
(KBB); [Link]. Hananto Wiryo, Sp.A)
Valid
Validitas makalah tidak dapat dinilai hanya dengan membaca abstrak atau ringkasan
saja. Di dalam abstrak atau ringkasan pengambilan sampel tidak [Link]
pengambilan sampel secara acak sangat menentukan validitas. Makalah-makalah yang
sampelnya tidak diambil secara acak berarti tidak valid.
Penting
Setelah mengkaji pada bagian metode untuk menentukan validitasnya, kita kemudian
menilai apakah makalah tersebut penting. Dari aspek terapi, pentingnya suatu makalah
dilihat dari besarnya nilai JDD, sedangkan pada aspek diagnosis diambil dari selisih
antara nilai PrTP dan nilai PoTP. Kita dapat menghitung nilai JDD,PrTP,dan PoTP pada
bab hasil penelitian dalam naskah tersebut.
Keterangan:
JDD →jumlah yang dibutuhkan untuk diobati atau number needed to treat (NNT) untuk
penelitian tentang aspek terapi.
PrTP →pre tes probabilitas
PoTP→post tes probabilitas
Dapat diterapkan pada pasien kita
Untuk menilai makalah agar dapat diterapkan pada pasien sangat tergantung dari
tingkat penguasaan substansi makalah tersebut. Menilai apakah makalah dapat
diterapkan pada pasien kita,tidak sesederhana dengan hanya memakai kriteria inklusi
dan eksklusi,tetapi juga perbedaan secara kuantitatif dan kualitatif termasuk juga
adanya biologic sense. Setelah penelitian dinilai valid dan penting baru kemudian
ditentukan besarnya nilai JDD dan kemudian kemungkinan apakah dapat diterapkan
pada pasien kita (applicable).
Wiryo, Hananto. Kajian Kritis Makalah Ilmiah Kedokteran Klinik Menurut Kedokteran
Berbasis Bukti (KBB). Sagung Seto; Jakarta
16. Jelaskan petunjuk untuk menyeleksi makalah ilmiah sesuai dengan materinya !
Tabel 3 : P Petunjuk Untuk Menyeleksi Makalah Dalam Perkumpulan Membaca Makalah
Materi Pokok Penelitian Tunggal
Terapi apakah dilakukan randomisasi pada pasien ?
apakah semua pasien dianalisis dan mendukung kesimpulan ?
Diagnosis apakah terdapat independent blind bila dibandingkan dengan
standar baku ?
apakah jumlah pasien termasuk spektrum yang layak dari
perjalanan penyakit pasien dimana tes diagnosis akan
diterapkan secara klinis.
Merugikan apakah secara jelas teridentifikasi perbandingan kelompok
yang sama dengan determinan penting dari kesudahan?
Apakah pengukuran kesudahan dan paparan sama pada tiap
kelompok yang dibandingkan?
Prognosis Apakah terdapat sampel yang representatif pada suatu titik
waktu dalam perjalanan penyakit yang diidentifikasi dengan
jelas ?
Apakah pengamatan cukup lama dan lengkap?
Penelitian Gabungan
Tinjuan Kepustakaan Apakah review ditujukan pada pertanyaan yang terfokus dan
jelas ?
Apakah kriteria yang dugunakan untuk memilih makalah yang
dimasukkan pada tinjuan kepustakaan layak ?
Protap Apakah kesudahan secara spesifik jelas dicantumkan?
Apakah protap menggunakan suatu proses yang jelas untuk
mengidentifikasi dan memilih bukti ?
Decision analysis Apakah model analisis yang dapat dipercaya merupakan
suatu penetapan keputusan klinik yang penting ?
Apakah bukti yang valid digunakan untuk membuat
probabilitas data dasar dan penggunaannya?
Analisis ekonomi Apakah 2 atau lebih alternatif yang jelas dibandingkan ?
Apakah konsekuensi yang diduga dari tiap alternatif
berdasarkan pada bukti yang valid?
17. Bagaimana yang paling penting dalam makalah ilmiah?
18. Bagaimana menilai agar makalah tersebut dapat diterapkan pada pasien kita?
5
-UJI DIAGNOSTIK
Validitas uji diagnostik
(lihat metode penelitian)
Penilaian validitas uji diagnostik:
◼ Apakah penelitian uji diagnostik dilakukan secara tersamar dengan baku emas yang benar?
◼ Apakah uji diagnostik dilakukan terhadap pasien dengan spektrum penyakit atau kelainan
yang memadai seingga dapat diterapkan dalam praktek sehari-hari?
◼ Apakah pemeriksaan dengan baku emas dilakukan tanpa memandang hasil pemeriksaan
dengan uji diagnostik?
Penilaian pentingnya uji diagnostik (lihat result)
Dari tabel tersebut dapat dihitung sebagai berikut:
◼ Sensitivitas: a/(a+c)
◼ Spesifitas: d/(b+d)
◼ Nilai prediksi positif : a/a+b
◼ Nilai prediksi negatif: d/ c+d
◼ Likehood ratio positif: sensitivitas/ (1-spesifitas)
◼ Likehood ratio negatif: (1-sensitivitas)/spesivitas
◼ Prevalens (pretest probability): (a+c)/(a+b+c+d)
◼ Prtest odds: (a+c)/(b+d)
◼ Post-test odds: pretest odds x rasio kemungkin
Kemamputerapan uji diagnostik (lihat metode, sampel dan hasil)
◼ Apakah uji diagnostik tersebut tersedia, terjangau dan akurat?
◼ Apakah kita dapat memperkiakan pretest probability penyakit pada pasien kita?
◼ Apakah post-test probability yang dihitung akan mengubah tata laksana pasien?
◼ Apakah secara keseluruhan uji diagnostik tersebut bermanfaat bagi pasien kita?
-UJI TERAPI
Uji validitas uji klinis/ terapi (lihat metode penelitian):
-Method:
◼ apakah digunakan intention to treat analysis: yakni semua pasien harus dianalisis sesuai
dengan keadaan/ alokasi awalnya tanpa melihat apakan pasien tersebut akan menyelesaikan
penelitian atau tidak.
◼ Apakah dilakukan randomisasi dan apakah daftar randomnya disegel?Apakah RCT?
◼ Apakah klompok yang dibandingkan sebanding di awal percobaan?
◼ Apakah blind?singel atau double blind?
◼ Apakah kelompok diperlakukan sama kecuali kelompok yang akan diterapi untuk diteliti?
◼ Apakah semua pasien yang masuk dalam penelitian diperhitungkan dalam simpulan akhir
dan semua dianalisis sesuai dengan keadaan awalnya?
-control group
Is there any control group?
-Informed consent
suatu persetujuan tertulis yang harus ditandatangani oleh subject yang dijadikan objek
penelitian setelah diterangkan manfaat ataupun kerugian dari penelitian tersebut secara
jelas. Informed consent dilakukan sebelum pemilihan sampel secara acak.
-blind
are the subjects and data collectors blind (do not know that they are treated using specific
treatment as part of a study)?
single blind: only the subject who do not know the treatment they get.
double blind: both subjects and data collectors do not know the treatment they get and they
give to the patients
-are the confounding variables analyzed or are they excluded?
- data analysis (statistical analysis)
Is the statistical analysis used in the study appropriate?
-result
p<0.05
RR/RP/OR : > 1
IK: tidak mencakup angka 1
Penilaian pentingnya uji terapi/uji klinis (lihat result)
Pada penelitian terapi:
a. ditetapkan dengan menghitung nilai JDD (jumlah yang dibutuhkan untuk diobati)
atau NNT (Number need to treat) semakin kecil nilai JDD, maka penelitian tersebut semakin
layak untuk diterapkan.
b. seberapa persisi estimasi dari pengaruh terapi
1 C A
Can the result be applied JDD = PRA = −
(lihat sampel) PRA (C + D ) ( A + B )
Things should be considered:
1. Apakah pasien kita terdapat perbedaan dengan subjek pada penelitian.
2. Apakah terapi tersebut mungkin untuk diterapkan pada pasien kita (dengan setting kita)
3. Apakah pasien kita mempunyai potensi yang menguntungkan atau merugikan jika terapi
tersebut diterapkan?
4. Apakah nilai dan pengharapan pasien kita bila hasil penelitian tersebut kita tawarkan untuk
mengobati
19. Kasus pada scenario adalah mengenai penelusuran masalah dalam terapi pasien bagaimana
acuan kajian EBM untuk menerapkan terapi?
Untuk menilai makalah agar dapat diterapkan pada pasien kita tergantung dari
tingkat penguasaan substansi makalah tersebut. Menilai apakah makalah dapat diterapkan
pada pasien, tidak sesederhana dengan hanya memakai kriteria inklusi dan eksklusi, tetapi
juga perbedaan secara kuantitatif dan kualitatif termasuk juga adanya biologic sense.
Seseorang yang sudah mendalami substansi, akan dengan segera mengetahui bahwa kondisi
yang tertulis di dalam makalah tersebut sama atau berbeda dan kita dapat memprediksikan
besaran perbedaan tersebut. Sehingga apabila kita mengandaikan suatu besaran dengan
nilai f, dimana nilai f (dalam prosentase) menunjukkan perbedaan kondisi pasien kita dengan
pasien yang tertulis di dalam makalah. Jadi besarnya nilai JDD pasien kita ( untuk makalah
aspek terapi) adalah : JDD (makalah)/nilai f, sehingga kita melihat bahwa selain diperlukan
pengetahuan tentang ketentuan-ketentuan EBM, juga sangat diperlukan penguasaan
substansi dalam mengkaji setiap makalah ilmiah.
Kajian Kritis Makalah Ilmiah Kedokteran Klinik menurut Kedokteran Berbasis Bukti (KBB);
[Link]. Hananto Wiryo, Sp.A
- Populasi/people →misal pasien datang (nyeri boyok)
- Intervensi → obat yang sudah ada (sudah biasa)
- Comparison (pembanding) → terapi lain untuk membandingkan
- Outcome → hasil yang diharapkan baik dari intervensi atau comparisonnya