100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
196 tayangan129 halaman

Dampak Event dan Sponsorship pada Akulaku

Tesis ini membahas pengaruh event dan sponsorship terhadap corporate image perusahaan fintech Akulaku Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara variabel event, sponsorship, dan corporate image dengan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Data diperoleh dari 155 responden dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasilnya menunjukkan bahwa event dan sponsorship berpengaruh terhadap corporate image Akulaku.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
196 tayangan129 halaman

Dampak Event dan Sponsorship pada Akulaku

Tesis ini membahas pengaruh event dan sponsorship terhadap corporate image perusahaan fintech Akulaku Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara variabel event, sponsorship, dan corporate image dengan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Data diperoleh dari 155 responden dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasilnya menunjukkan bahwa event dan sponsorship berpengaruh terhadap corporate image Akulaku.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENGARUH EVENT DAN SPONSORHIP TERHADAP

CORPORATE IMAGE PADA FINTECH

AKULAKU INDONESIA

THESIS

Presented by:

Name : Adji Adityawarman


Student ID
Concentration R
: 182.1029.0061
: Corporate Communication
P
In Partial Fulfilment of the Requirements for
S

The Magister ilmu Komunikasi Degree


L

JAKARTA
JANUARI, 2020
KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kepada Allah SWT karena memberi saya
karunia kekuatan, berkah, dan kemampuan untuk menyelesaikan tesis ini
yang berjudul PENGARUH EVENT DAN SPONSORSHIP TERHADAP
CORPORATE IMAGE PADA FINTECH AKULAKU INDONESIA. Tesis ini
ditulis dalam rangka sebagai persyaratan untuk memperoleh gelar
magister di London School Communication and Business Institute Jakarta.
Saya tidak akan pernah bisa menyelesaikan tesis ini tanpa
bimbingan, bantuan, dan dukungan dari berbagai pihak. Karena itu, saya

R
ingin mengucapkan terima kasih yang terdalam kepada pembimbing tesis
saya Bapak Albert, M. Si atas dukungan dan kesabaran yang terus
menerus diberikan hingga tesis ini selesai.
P
Banyak terima kasih juga yang saya dedikasikan untuk koordinator
tesis, manajemen dan staf Program Pascasarjana London School
S

Communication and Business Institute Jakarta atas pengetahuan dan


pengalaman yang diberikan selama studi saya.
Saya ingin menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam
L

kepada orang tua saya tercinta, Ibu Gusmawati dan saudara-saudara


saya, serta teman-teman saya atas doa-doa mereka, dorongan cinta
kasih, pengorbanan, dan dukungan, baik secara rohani maupun materi.
Dengan keterbatasan pengalaman, ilmu maupun pustaka yang
ditinjau, penulis menyadari bahwa tesis ini masih banyak kekurangan.
Oleh lantaran itu, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran agar tesis
ini dapat bermanfaat bagi pembaca.
Jakarta, 20 Januari 2020

Adji Adityawarman
PERNYATAAN KEASLIAN PENELITIAN

Saya, Adji Adtyawarman, mahasiswa Program Magister pada STIKOM

London School of Public Relations-Jakarta konsentrasi corporate

communication dengan NIM 18210290061, menyatakan bahwa tesis saya

berjudul “Pengaruh Event dan Sponsorship Terhadap Corporate Image Pada

Fintech Akulaku Indonesia” merupakan hasil karya saya sendiri dan

mengikuti aturan sesuai integritas akademik. Jika, di masa depan, bagian

R
dari tesis ini terbukti merupakan hasil plagiarisme, saya bersedia menerima

konsekuensi yang dapat berupa pembatalan gelar Magister Komunikasi saya


P
dari STIKOM London School of Public Relations–Jakarta.
S

Jakarta, 20 Januari 2020


L

Adji Adityawarman
CURRICULUM VITAE

R
P
S
L
ABSTRAK

LSPR COMMUNICATION & BUSINESS INSTITUTE

LONDON SCHOOL OF PUBLIC RELATIONS—JAKARTA

MAGISTER IN COMMUNICATION

Nama: Adji Adtyawarman


NIM: 18210290061
Judul: Pengaruh Event dan Sponsorhip Terhadap Corporate Image
Pada Fintech Akulaku Indonesia
Total Page: 112 pages
R
Referensi: 20 books, 38 journal articles, 6 websites
P
Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menguji dan
menganalisis pengaruh public relation yang diproksikan dengan event dan
S

sponsorship terhadap corporate image pada Fintech Akulaku Indonesia


dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif.
L

Data dalam penelitian diperoleh dari 155 responden yang


merupakan pengguna Fintech Akulaku Indonesia. Selanjutnya, analisis
data dalam penelitian ini menggunakan metode statistik regresi linier
berganda dengan bantuan SPSS 22 for windows. Untuk pengujian analisis
data menggunakan uji validitas, reliabilitas, normalitas, regresi linier
berganda, uji signifikansi simultan dan uji t.
Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa variabel event dan
sponsorship secara berpengaruh terhadap corporate image. Hal ini dapat
disimpulkan bahwa, semakin menarik event maupun semakin tinggi
kesesuaian dan ketepatan sponsorship yang diberikan oleh perusahaan
maka akan menaikkan corporate image perusahaan tersebut.

iii
ABSTRACT
LSPR COMMUNICATION & BUSINESS INSTITUTE

LONDON SCHOOL OF PUBLIC RELATIONS—JAKARTA

MAGISTER IN COMMUNICATION

Name: Adji Adtyawarman


NIM: 18210290061
Title: Pengaruh Event dan Sponsorhip Terhadap Corporate image
Pada Fintech Akulaku Indonesia
Total Page: 112 pages

R
References: 20 books, 38 journal articles, 6 websites

The main objective of this study is to examine and analyze the


P
effect of events and sponsorship of corporate image on Fintech Akulaku
Indonesia using a quantitative descriptive approach.
S

The data of this study were obtained from 155 respondents who
were Fintech Akulaku Indonesia users. Furthermore, data analysis in this
study uses the statistical method of multiple linear regression with the help
L

of SPSS 22 for windows. For testing data analysis using validity, reliability,
normality, multiple linear regression simultaneous significance test and t
test.
The results of this study stated that the event and sponsorship
variables influence the corporate image. It can be concluded that the more
interesting the event and the higher the suitability and accuracy of the
sponsorship provided by the company; it will enhance the corporate image
of the company.

iv
TABLE OF CONTENTS

COVER

ACKNOWLEDGMENT

RESEARCH ORIGINALITY STATEMENT

CURRICULUM VITAE

ABSTRAK ................................................................................................ iii

ABSTRACT .............................................................................................. iv

TABLE OF CONTENTS ............................................................................ v

TABLE OF TABLES ………………………………………………………...... x


R
TABLE OF FIGURES ………………………………………........................ xii
P
TABLE OF ATTACHMENTS .................................................................. xiii
S

BAB 1 PENDAHULUAN ........................................................................... 1

1.1 Latar Belakang Masalah….. ................................................................. 1


L

1.2 Rumusan Masalah ............................................................................. 19

1.3 Tujuan Penelitian ............................................................................... 20

1.4 Manfaat Penelitian ............................................................................. 20

1.4.1 Manfaat Akademisi ......................................................................... 20

1.4.2 Manfaat Praktisi .............................................................................. 21

1.5 Ruang Lingkup dan Batasan Penelitian ............................................. 21

BAB 2 KERANGKA TEORITIS ............................................................... 22

2.1 Kajian Pustaka ................................................................................... 22

v
2.2 Kerangka Teoritis ............................................................................... 29

2.2.1 Teori Inokulasi................................................................................. 29

2.2.2 Public Relation ................................................................................ 31

2.2.3 Event ............................................................................................... 36

2.2.4 Sponsorship .................................................................................... 39

2.2.5 Corporate image ............................................................................. 45

2.3 Hipotesis Penelitian ........................................................................... 48

2.4 Kerangka Konseptual ......................................................................... 49

R
BAB 3 METODOLOGI ............................................................................. 50
P
3.1 Paradigma Penelitian ......................................................................... 50

3.2 Metode Penelitian .............................................................................. 50


S

3.3 Populasi dan Pengambilan Sampel ................................................... 51


L

3.3.1 Populasi .......................................................................................... 51

3.3.2 Sampel ............................................................................................ 51

3.3.3 Teknik Pengambilan Sampel .......................................................... 52

3.4 Teknik Pengumpulan Data ................................................................. 53

3.4.1 Data Primer ..................................................................................... 53

3.4.2 Data Sekunder ................................................................................ 53

3.4.3 Skala Pengukuran ........................................................................... 54

3.5 Teknik Analisis Data .......................................................................... 55

3.5.1 Analisis Deskriptif Kuantitatif ........................................................... 55

vi
3.5.2 Pre-Test .......................................................................................... 55

[Link] Uji Normalitas............................................................................... 55

[Link] Uji Validitas .................................................................................. 56

[Link] Uji Reliabilitas .............................................................................. 60

3.5.3 Uji Hipotesis .................................................................................... 61

[Link] Uji F.............................................................................................. 61

[Link] Uji T.............................................................................................. 62

3.5.4 Uji Asumsi Klasik ............................................................................ 63

R
[Link] Uji Multikolinieritas ....................................................................... 63

[Link] Uji Heteroskedastisitas................................................................. 63


P
3.5.5 Analisis Regresi Berganda .............................................................. 64

3.5.6 Koefisien Determinasi (Adjusted R²) ............................................... 65


S

3.6 Operasional Variabel ......................................................................... 66


L

3.7 Waktu dan Tempat Penelitian ............................................................ 68

3.7.1 Waktu Penelitian ............................................................................. 68

3.7.2 Tempat Penelitian ........................................................................... 68

BAB 4 ANALISIS PENELITIAN .............................................................. 69

4.1 Deskripsi Objek Penelitian ................................................................. 69

4.2 Gambaran Umum Responden ........................................................... 70

4.3 Analisis Deskriptif Variabel Penelitian ................................................ 73

4.3.1 Analisis Deskriptif Variabel Event ................................................... 74

vii
4.3.2 Analisis Deskriptif Variabel Sponsorship ......................................... 77

4.3.3 Analisis Deskriptif Variabel Corporate image .................................. 78

4.4 Hasil Uji Normalitas ............................................................................ 80

4.5 Hasil Uji Hipotesis .............................................................................. 81

4.5.1 Uji Ketepatan Model (Uji Statistik F) ............................................... 81

4.5.2 Uji Ketepatan Signifikansi Parsial (Uji Statistik t) ............................ 82

4.5.3 Uji Hipotesis Pengaruh Event Terhadap Corporate image ............. 83

4.5.4 Uji Hipotesis Pengaruh Sponsorship Terhadap Corporate image ... 84

R
4.6 Uji Asumsi Klasik ............................................................................... 84

4.6.1 Uji Multikolinieritas .......................................................................... 84


P
4.6.2 Uji Heterokedasititas ...................................................................... 86

4.7 Hasil Uji Analisis Regresi Linear Berganda ........................................ 87


S

4.8 Koefisien Determinasi (R2) ................................................................. 88


L

4.9 Pembahasan Hasil Penelitian ............................................................ 89

BAB 5 KESIMPULAN DAN REKOMENDASI ......................................... 95

5.1 Simpulan ............................................................................................ 95

5.2 Rekomendasi ..................................................................................... 96

5.2.1 Rekomendasi Teoritis ..................................................................... 96

5.2.2 Rekomendasi Praktis ...................................................................... 96

viii
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................ 98

LAMPIRAN

R
P
S
L

ix
TABLE OF TABLES

Halaman

Tabel 1 Daftar Fintech P2P Lending Belum Terdaftar dan Berizin 2018.10

Tabel 2 Hasil Pra Survey Kegiatan Public Relation Akulaku Indonesia . 13

Tabel 3 Uji Validitas Terhadap Event ..................................................... 58

Tabel 4 Uji Validitas Terhadap Sponsorship .......................................... 59

Tabel 5 Uji Validitas Terhadap Corporate image ................................... 59

Tabel 6 Hasil Uji Reliabilitas ................................................................... 60

R
Tabel 7 Operasional Variabel Event ...................................................... 66

Tabel 8 Operasional Variabel Sponsorship ............................................ 67


P
Tabel 9 Operasional Variabel Corporate image ..................................... 67

Tabel 10 Waktu Penelitian ....................................................................... 68


S

Tabel 11 Distribusi Frekuensi Jenis Kelamin ........................................... 70


L

Tabel 12 Distribusi Frekuensi Usia .......................................................... 71

Tabel 13 Distribusi Frekuensi Pendidikan ................................................ 72

Tabel 14 Distribusi Frekuensi Pekerjaan ................................................. 72

Tabel 15 Interpretasi Skor Jawaban Responden ..................................... 73

Tabel 16 Uji Deskriptif Variabel Event ...................................................... 74

Tabel 17 Uji Deskriptif Variabel Sponsorship ........................................... 77

Tabel 18 Uji Deskriptif Variabel Corporate image .................................... 78

Tabel 19 Hasil Uji Normalitas ................................................................... 80

Tabel 20 Hasil Uji F (simultan) ................................................................. 81

x
Tabel 21 Hasil Uji t ................................................................................... 82

Tabel 22 Hasil Uji Multikolinieritas ........................................................... 85

Tabel 23 Hasil Uji Analisis Regresi Linear Berganda ............................... 87

Tabel 24 Hasil Uji Determinasi (R2) ......................................................... 88

R
P
S
L

xi
TABLE OF FIGURES

Halaman

Gambar 1 Perkembangan Fintech di Indonesia 2018……………………..9

Gambar 2 Kerangka Konseptual……………………………………………49

Gambar 3 Logo Akulaku Indonesia………………………………………...69

Gambar 4 Hasil Uji Heterokedasititas……………………………………...86

R
P
S
L

xii
TABLE OF ATTACHMENTS

Halaman

Lampiran 1 Kuesioner Penelitian……………………….…………………..101

Lampiran 1 Kuesioner Penelitian (Sambungan)…..................................102

Lampiran 1 Kuesioner Penelitian (Sambungan)…………………………..103

Lampiran 1 Kuesioner Penelitian (Sambungan)…………………………..104

Lampiran 2 Data Jawaban Responden…………………………………….105

Lampiran 2 Data Jawaban Responden (Sambungan)……………………106

R
Lampiran 2 Data Jawaban Responden (Sambungan)……………………107

Lampiran 2 Data Jawaban Responden (Sambungan)……………………108


P
Lampiran 2 Data Jawaban Responden (Sambungan)……………………109

Lampiran 3 Hasil Uji Multikolinieritas……………………………………….110


S

Lampiran 4 Hasil Uji Heterokedasititas…………………………………….110


L

Lampiran 5 Hasil Uji Analisis Regresi Linear Berganda………………….111

Lampiran 6 Hasil Uji Determinasi (R2……………………...……………….111

Lampiran 7 Hasil Uji F (simultan)…………………………………………...112

Lampiran 8 Hasil Uji t………………………………………………………...112

xiii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Perkembangan bisnis global memaksa setiap organisasi bisnis untuk

mengubah dan mengadaptasi perubahan yang terjadi pada lingkungan

bisnis global. Perubahan tersebut adalah perubahan dalam hal preferensi

dan perilaku pelanggan karena adanya perkembangan teknologi.

Perubahan-perubahan ini telah mempengaruhi praktik komunikasi dunia

R
perusahaan, hal tersebut dikarenakan komunikasi perusahaan

memainkan peran penting dalam menciptakan nilai bagi perusahaan.


P
Salah satu jenis bisnis yang mengalami perubahan adalah pada

bisnis keuangan yang kini lebih mengarah pada teknologi keuangan


S

(financial technology) atau yang lebih dikenal dengan istilah fintech.


L

Fintech merupakan salah satu metode layanan jasa keuangan yang mulai

populer di era digital ini. Fintech merupakan salah satu inovasi di bidang

keuangan yang mengacu pada teknologi modern (Chrismastianto, 2017

dalam Ansori, 2019). Menurut Sein dan Dhar (2017) dalam Fitriani (2018),

fintech merupakan sebuah inovasi dari sektor keuangan yang melibatkan

model bisnis yang telah terintegrasi dengan teknologi yang dapat

memberikan fasilitas peniadaan perantara, dapat mengubah cara

perusahaan yang sudah ada dalam membuat dan menyediakan produk

1
2

dan layanan, dapat menangani masalah privasi, regulasi, dan tantangan

hukum, memberikan peluang untuk pertumbuhan yang inklusif.

Dalam dunia internasional, fintech berkembang karena krisis

perekonomian tahun 2008 (Basuki & Huseuin, 2018). Di tengah krisis

kepercayaan masyarakat terhadap perbankan konvensional, fintech

memberikan inovasi baru di sektor finansial dengan menghadirkan produk

yang sesuai dengan perkembangan gaya hidup. Fintech telah membuat

terobosan dengan puluhan aplikasi dan telah mengubah cara konsumen

R
mengakses keuangan mereka. Berbagai sector perusahaan seperti

perbankan, telekomunikasi, bahkan teknologi informasi memberikan sebuah


P
metode pembayaran yang baru kepada konsumen untuk membayar barang

maupun jasa melalui online.


S

Menurut Rosse (2016) dalam Basuki & Huseuin (2018) dan fintech

secara global diklasifikasikan kedalam delapan kategori sebagai berikut:


L

Manajemen Aset; fintech berperan memberikan rekomendasi beberapa

jenis aset manajemen berbasis algoritma, dengan menampilkan portofolio

jenis tersebut melalui software, dapat meningkatkan efisiensi dan

menurunkan biaya. Dengan layanan seperti ini, masyarakat dunia bisa lebih

menghemat penggunaan kertas, karena semua rekapsulasi yang semula

dilakukan manual, cukup dilakukan melalui software aplikasi baik pada

proses menampilkan portofolio sampai untuk persetujuan. Contoh fintech

aset manajemen di Dunia adalah Jojonomic.


3

Crowd Funding; Crowd funding merupakan startup yang menyediakan

platform penggalangan dana untuk disalurkan kembali kepada orang-orang

yang membutuhkan, seperti korban bencana alam, korban perang, mendanai

pembuatan proyek, dan sebagainya. Crowdfunding mengakibatkan

perolehan dana dari seluruh dunia dapat dilakukan dengan mudah, bahkan

dari orang yang belum pernah ditemui sekalipun. Para pebisnis tidak harus

mengajukan pinjaman ke bank tradisional untuk mendapatkan pendanaan,

aplikasi yang dimiliki oleh perusahaan multinasional seperti Kickstarter,

R
Patreon, GoFundMe dan sebagainya memungkinkan untuk memberikan

pendanaan langsung dari investor yang mereka hubungkan.


P
E-Money; E-Money atau uang elektronik adalah uang yang dikemas ke

dalam dunia digital, sehingga dapat dikatakan dompet elektronik. Uang ini
S

umumnya bisa digunakan untuk berbelanja, membayar tagihan, dan lain-lain

melalui sebuah aplikasi. Jenis fintech ini didominasi oleh aplikasi seperti
L

PayPal, e-gold dan lain sebagainya. Aplikasi tersebut dilengkapi dengan fitur

link kartu kredit dan uang elektronik atau cash wallet, yang dapat digunakan

untuk berbelanja baik secara online maupun offline kapan dan di mana saja

melalui aplikasi tersebut.

Insurance; Jenis startup yang bergerak di bidang insurance ini cukup

menarik. Karena biasanya asuransi konvensional akan menagih sejumlah

uang perbulan sebagai iuran wajib untuk mendapatkan manfaat dari asuransi

tersebut di masa depan, pada jenis asuransi fintech, asuransi yang

menyediakan layanan kepada penggunanya berupa informasi rumah sakit


4

terdekat, dokter terpercaya, referensi rumah sakit, dan sebagainya. Dalam

dunia internasional, contoh perusahaan yang bergerak di bidang ini adalah

Oscar Health dan Credit Karma.

Peer to peer (P2P) Lending; Peer to peer (P2P) Lending adalah startup

yang menyediakan platform pinjaman secara online. Berkembangnya

perusahaan fintech P2P lending di Indonesia umumnya dilandasi oleh

besarnya minat dari masyarakat terhadap pendaan modal usaha mereka.

Dengan demikian, bagi orang-orang yang membutuhkan dana untuk

R
membuka atau mengembangkan usahanya, dapat menggunakan jasa

startup yang bergerak di bidang P2P lending. Di Dunia, Jenis fintech ini
P
dimulai dari kemunculan perusahaan aplikasi bernama Zopa yang menjadi

P2P Lending pertama di Inggris sekaligus di Eropa.


S

Payment Gateway; Payment gateway memungkinkan masyarakat

memilih beragam metode pembayaran berbasis digital (digital payment


L

gateway) yang dikelola oleh sejumlah start up, dengan demikian akan

meningkatkan volume penjualan e-commerce. Selain pemain besar seperti

PayPal, jenis fintech ini juga diduduki oleh beberapa pemain besar seperti

Apple Pay, CyberSource dan Alipay dari Alibaba grup.

Remittence; Remittence pada umumnya adalah layanan pengiriman uang

antar negara. Pada Fintech, hal tersebut di implementasikan kedalam basis

mobile app, dimana nasabah memungkinkan melalukan pengiriman uang

antar negara melalui aplikasi mobile. Banyak startup remittance bermunculan

untuk membantu masyarakat yang tidak memiliki akun atau akses


5

perbankan. Contohnya para TKI atau siapa saja yang berada diluar negeri,

karena proses pengiriman yang mudah dan biaya lebih murah. Contoh

fintech yang bergerak di bidang Remittence adalah singX dari Singapur.

Securities; Saham, forex, reksadana, dan lain sebagainya, merupakan

investasi yang sudah tidak asing lagi didengar. Securities dapat dikatakan

sebagai jenis startup yang menyediakan platform untuk berinvestasi saham

secara online. Contoh startup pada klasifikasi ini adalah [Link].

Didirikan pada tanggal 17 Februari 2013 [Link] adalah salah satu

R
securities startup terintegrasi pertama di Indonesia yang menyediakan

platform untuk melakukan jual-beli reksa danasecara online, memberikan


P
layanan data, informasi, alat investasi reksa dana, saham, obligasi dan lain-

lain.
S

Perkembangan teknologi dunia banyak mengakibatkan perubahan

pada sektor finansial, termasuk di Indonesia. Pembayaran digital menjadi


L

salah satu sektor dalam industri fintech yang paling berkembang di

Indonesia. Perkembangan fintech di Indonesia juga didasari kebutuhan

konsumen, nasabah, merchant sejak tahun 2016 (Basuki & Chen, 2018).

Menurut data World Bank hanya 36% masyarakat Indonesia yang terhubung

dengan lembaga keuangan formal. Populasi rakyat Indonesia sekitar 250 juta

orang, kelas menengah yang kian berkembang dan masih banyak

masyarakat yang belum tersentuh produk perbankan, Indonesia memiliki

potensi hingga Rp1.600 Triliun dari sisi permintaan pendanaan, namun

hanya Rp600 Triliun yang mampu disediakan oleh institusi perbankan (Deni
6

Sukma, 2017 dalam Basuki & Huseuin, 2018). Menurut data dari OJK,

sampai bulan Januari 2019, penyaluran pinjaman fintech mencapai Rp 25.92

triliun. Jumlah tersebut naik 14.36% dari awal tahun 2018 yang tercatat

senilai Rp 22.67 triliun.

Selanjutnya, dikutip dari Chandra (2018) dalam Ardiansyah (2019),

bank Indonesia mengategorikan atau mengklasifikasikan jenis-jenis Fintech,

yaitu antara lain sesuai ketetapan Bank Indonesia sebagai berikut.

Peer to peer lending & Crowdfunding; Bank Indonesia menggabungkan

R
kedua jenis fintech ini dalam satu klasifikasi, adaptasi mekanisme P2P

lending dan crowdfunding di Indonesia berjalan sama seperti yang telah


P
berjalan sebelumnya di dunia. Nasabah mengajukan pinjaman kepada

pemberi pinjaman, fintech dengan platformnya menghubungkan antara


S

pemberi pinjaman dengan peminjam tersebut secara online. Berdasarkan

laporan OJK per 13 Desember 2019, terdapat sebanyak dua belas


L

penyelenggara fintech peer to peer (P2P) lending yang juga merupakan

anggota Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI)

memperoleh izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) seperti

Akseleran, Crowdo, PinjamanGo, Akulaku, dan lain sebagainya. Sementara

itu, implementasi Crowdfunding di Indonesia pun sama, yaitu penggalangan

dana dilakukan melalui platform online. Ada tiga pihak yang terlibat dalam

platform crowdfunding, yaitu project owner, supporter (publik yang

memberikan dukungan dana) dan penyedia platform. Contoh startup yang


7

bergerak di bidang Crowdfunding adalah kitabisacom, ayopedulicom,

gandengtangan dll.

Market Aggregator/Provisioning; bagian ini fintech berperan

membandingkan dari berbagai produk keuangan, misalnya kartu kredit, KTA,

KPR sampai kredit kendaraan bermotor. Fintech bertugas untuk

mengumpulkan data dan seleksi data sebagai referensi pengguna. Di

Indonesia sendiri, jenis fintech ini dijalankan oleh beberapa perusahaan

seperti Cekaja dan Cermati. Jenis klasifikasi ini, muncul atas kebutuhan

R
masyarakat membandingkan berbagai layanan keuangan dan penawaran

yang diberikan oleh beberapa perusahaan.


P
Risk and Investment Management; pada klasifikasi besar ini OJK

menggabungkan dua klasifikasi finteh secara global, yaitu Aset Management


S

dan Securities. Implementasi kedua fintech tersebut di Indonesia sama, yaitu

perencanaan keuangan berbentuk digital. Fintech menyuguhkan beberapa


L

model investasi yang tepat untuk nasabah, baik dana akan disalurkan

kepada investor manager rekanan, atau dana investasi tersebut ditangani

langsung oleh perusahaan fintech. Contoh startup yang bergerak dibidang ini

adalah Finansialku, TanamDuit, Bareksa, Cekpremi, Rajapremi, e-trading, e-

insurance, dan layanan keuangan lainnya.

Payment, Settlement dan Clearing. Klasifikasi besar ini merupakan

cakupan dari beberapa klasifikasi fintech sacara global, yaitu e-money,

payment gateway dan remittance, dimana fintech memberikan layanan

sistem pembayaran baik yang diselenggarakan oleh industri perbankan


8

maupun yang dilakukan Bank Indonesia seperti Bank Indonesia Real Time

Gross Settlement (BI-RTGS), Sistem Kliring Nasional BI (SKNBI) hingga BI

scripless Securities Settlement System (BI-SSSS). Contoh perusahaan yang

memberikan layanan ini adalah GOPAY, OVO, DANA, KartuKu, Doku dll.

Fintech menjadi salah satu lanskap yang paling atraktif di Indonesia.

Mulai dari unicorn sampai pemain baru, silih berganti menghadirkan inovasi

produk keuangan digital. Menurut Tito Tambayong, CEO Vospay hal ini

disebabkan oleh penetrasi kartu kredit di Indonesia masih sangat kecil yaitu

R
sekitar 1,6%, sedangkan pertumbuhan e-commerce di Indonesia cukup masif

hingga 70-80% year on year di tahun 2018. Data tersebut menunjukkan


P
potensi yang sangat besar bagi pembayaran non-kartu kredit untuk

masyarakat Indonesia sebagai penunjang pertumbuhan belanja secara


S

Online ([Link], diakses pada bulan September).

Potensi yang sangat besar tersebut direspon dengan munculnya


L

berbagai startup fintech di Indonesia seperti Kredivo, AkuLaku, Cicil, Home

Credit, Awan Tunai, Kreditmu, dan PayLater yang menyediakan berbagai

pilihan kredit digital yang ada, menjadikan industri ini mengharuskan para

pelaku usaha untuk memiliki kemampuan komunikasi yang baik, khususnya

terkait dengan komunikasi pemasaran guna menjaga citra perusahaan untuk

dapat memenangkan pasar. Hal tersebut ditunjukkan dengan pertumbuhan

fintech khususnya peer-to-peer lending di Indonesia sampai dengan tahun

2018 tumbuh mencapai 40%.


9

Gambar 1

Perkembangan Fintech di Indonesia 2018

R
P
Sumber: Menteri Koordinator Perekonomian (2019)
S

Berdasarkan data yang dipublikasi oleh Menteri Koordinator

Perekonomian menunjukkan bahwa P2P Lending menempati posisi teratas


L

pada perkembangan fintech di Indonesia. Muzdalifa, Rahma dan Novalia

(2018) menjelaskan bahwa pelaku Fintech Indonesia masih dominan

berbisnis payment (43%), pinjaman (17%), dan sisanya berbentuk

aggregator, crowdfunding dan lain-lain. Dengan perkembangan yang sangat

pesat, peminat bisnis fintech semakin meningkat. Hal tersebut dapat dilihat

dari banyaknya penyelenggara jasa pinjam meminjam online atau fintech

yang mendaftarkan diri ke pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Otoritas

Jasa Keuangan (2019) melaporkan terdapat 144 perusahaan yang terdaftar


10

dan 13 diantaranya memiliki izin usaha. Seperti Danamas, Investree,

Amartha, Dompet Kilat, Kredit Pintar, Finmas, Akulaku dan lain-lain.

Akan tetapi pada tahun 2018 dalam publikasinya OJK menyatakan

ada 182 fintech lending yang tidak terdaftar dan berizin.

Tabel 1

Daftar Fintech P2P Lending Belum Terdaftar dan Berizin 2018

No Platform Developer
1 Ahli pinjaman Jiangsu Wansheng financial
2 Akulaku PT Silvrr Artha Indonesia
3

4
Alipinjaman - Ali Pinjaman
Uang Kilat Dana Kredit
Ambil uang
R alipinjaman

negaristeffi
P
5 anda rupiah anda-rupiah
6 Angel Cash – Pinjam Uang Cash Express / PT Cash Express
Tanpa Jaminan
S

7 AyoRupiah - Solusi Dana Ayo Rupiah


Talangan Anda
8 Beta Berkat KoinTree
L

9 Bostunai onlinepinjam
10 Bostunai ATH Studin
dan 172 lainnya

Sumber: Otoritas Jasa Keuangan (2018)

Dalam laporan yang diterbitkan pada 7 september 2018 tersebut,

Akulaku masuk kedalam salah satu P2P Lending yang belum terdaftar dan

berizin meskipun sebelumnya pada bulan April 2018, OJK mengumumkan

telah memberi izin usaha pada Akulaku, termasuk izin operasional layanan.

Hal tersebut dikarenakan Akulaku memberikan layanan pinjaman dalam

bentuk uang tunai, yang sebelumnya Akulaku terdaftar hanya sebagai


11

perusahaan pembiyaan multiguna, dimana menurut OJK untuk skema

pinjaman dalam bentuk uang tunai harus memiliki perizinan tersendiri.

Dikutip oleh [Link] (2018), pada tanggal 10 September

2018, Akulaku mengaku telah mengirimkan surat permohonan klarifikasi

kepada Otoritas Jasa Keuangan. Menanggapi surat tersebut, Otoritas Jasa

Keuangan mengatakan akan menghapus nama Akulaku dari daftar startup

fintech P2P lending ilegal. Kendati demikian, kejadian tersebut dianggap

sebagai serangan terhadap corporate image Akulaku yang selama ini telah

R
dibangun sebagai perusahaan finansial berbasis online yang selalu taat

kepada regulasi. Meskipun respon yang dilakukan oleh Akulaku kepada


P
pihak OJK terbilang cepat, namun publikasi tersebut sudah terlanjur menjadi

sorotan beberapa media online. Seperti CNBC Indonesia (2018) dan


S

idTechnisia (2018). Mereka menyebutkan bahwa Akulaku menjadi salah satu

perusahaan fintech yang paling menjadi sorotan karena Akulaku dianggap


L

sebagai perusahaan fintech yang cukup besar dan salah satu pemain lama

di Indonesia. Bahkan beberapa dari berita tersebut mencantumkan nama

Akulaku pada headline mereka sebagai fintech ilegal. Hal tersebut semakin

memberikan ancaman yang serius pada citra perusahaan fintech Akulaku

baik kepada masyarakat luas maupun pengguna jasa layanan tersebut.

Dengan demikian, berkaitan dengan isu yang tersebut, Akulaku perlu

membentuk dan mengembalikan citra perusahaan untuk dapat diterima

kembali oleh konsumen dan masyarakat. Meskipun sebelum adanya laporan

tersebut, Akulaku Indonesia sudah membentuk citra perusahaan dengan


12

memberikan stimulus kepada masyarakat bahwa Akulaku telah

mendapatkan izin operasional layanan dari Otoritas Jasa Keuangan melalui

kegiatan PR-nya.

Kurniawati (2015) dalam Widiyanti dan Airlangga (2018)

mengungkapkan corporate image pada hakikatnya adalah persepsi publik

terhadap perusahaan secara general. Dalam persepsi publik, citra

perusahaan terbentuk dari asosiasi antar perusahaan sebagai subjek dan

atribut-atribut seperti baik, buruk, berkualias, peduli lingkungan, tanggung

R
jawab dan lain-lain. Akumulasi dari citra perusahaan akan membentuk

reputasi perusahaan yang sangat bermakna bagi perusahaan.


P
Menurut Kotler dan Keller (2009:234) dalam Mujianto (2018) ada tujuh

cara penting untuk menjadi tolak ukur dalam strategi public relation, yaitu
S

publication (publikasi), identity media (media identitas), events (acara), news

(berita), speeches (pidato), public service activities (pelayanan aktivitas


L

publik), dan sponsorship (pensponsoran).

Penelitian yang dilakukan oleh Vellayati, Arifin dan Yulianto (2014)

menerapkan faktor-faktor yang mempengaruhi citra perusahaan seperti

adanya peranan komunikasi perusahaan yang diukur dengan factor

publikasi, event, sponsorship, berita, speech, public service activities dan

media identity. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa variabel dari

marketing public relations yang berpengaruh signifikan terhadap citra

perusahaan Toyota adalah publikasi, sponsorship, berita, pidato, dan media

identitas, sedangkan event dan kegiatan sosial tidak berpengaruh signifikan


13

terhadap citra perusahaan Toyota. Hal tersebut bertolak belakang dengan

penelitian yang dilakukan Mahmudah (2009) yang menyatakan bahwa

variabel event berpengaruh signifikan terhadap variabel citra perusahaan.

Mengacu pada teori dan penelitian terdahulu tersebut, maka peneliti

melakukan pra survey kepada karyawan PT. Akulaku Indonesia divisi terkait,

mengenai strategi yang digunakan dalam pelaksanaan public relation

Akulaku Indonesia dan juga sebagai penentuan variabel dalam penelitian ini.

Dilakukannya pra survey ini bertujuan untuk mendapatkan variable-variabel

R
independen yang memang dilaksanakan oleh Akulaku Indonesia selama

beroperasi di Indonesia. Hasil pra survey tersebut dapat dilihat pada tabel
P
1.2 sebagai berikut:

Tabel 2
S

Hasil Pra-Survey Kegiatan Public Relation Akulaku Indonesia

Paling sering
Kegiatan Public Relation
L

dilaksanakan
Identity Media (Media Identitas) 8 22%
Event (Acara) 16 44%
News (Berita) 0 0%
Speeches (Pidato) 0 0%
Public Service Activities (Pelayanan
2 6%
Aktivitas Publik)
Sponsorship (Pensponsoran) 10 28%

Sumber: Hasil Pra Survey (2019)

Berdasarkan hasil pra survey pada tabel 2 diatas yang diberikan

kepada 36 karyawan PT. Akulaku Indonesia, diketahui bahwa kegiatan public

relation yang paling berpengaruh dan/atau memberikan dampak untuk


14

Akulaku adalah event (44%), sponsorship (28%), identity media (22%), dan

public service activities (6%). Hasil tersebut menegaskan bahwa dalam

perjalanannya membangun citra perusahaan (corporate image) dengan

menggunakan tujuh tolak ukur public relations menurut Kotler dan Keller

diatas, terdapat empat strategi yang dianggap oleh kaywaran internal mereka

dapat memberikan pengaruh dan dampak yang signifikan terhadap corporate

image Akulaku Indonesia, dua kegiatan yang dianggap paling berdampak

adalah event dan sponsorship.

R
Akulaku Indonesia kerap menggelar beberapa kegiatan untuk

mendukung objektif dalam rangka pembentukan citra perusahaan baik


P
sebelum setelah terjadinya isu. Salah satunya kegiatan event yang dilakukan

pada september 2018 yang bertajuk “Harpitnas”, Hari Pesta Kredit Nasional.
S

Acara ini mengusung tema Rp.1000 dapat semua. Promosi ini

memungkinkan para peserta event melakukan pembelian dengan down


L

payment senilai Rp.1000, cicilan Rp.1000 perhari dan harga barang

Rp.1000. Pada acara ini, Akulaku juga memperkenalkan program barunya

yaitu Akulaku Paf Offline, dimana pemakai Akulaku dapat menikmati fasilitas

cicilan Akulaku dengan melakukan pembelian pada toko offline yang sudah

bekerjasama dengan Akulaku. Selain itu, pada acara nya Akulaku turut

menghadirkan beberapa influencers guna memberikan informasi-informasi

yang relevan mengenai Akulaku yang dikemas dengan acara hiburan untuk

dapat diterima oleh masyarakat. Akulaku hampir tiap tahun menggelar acara

yang serupa. Dengan berbagai promo menarik, event yang dilakukan


15

Akulaku menjadi sesuatu yang ditunggu-tunggu oleh penggunanya. Satu

tahun kemudian, Akulaku kembali menggelar event yaitu pada 16 dan 17

maret 2019 yang bertajuk “KarnavAL Akulaku” di Bintaro Jaya Exchange.

Seperti yang biasa dilakukan, event ini diselenggarakan dengan berbagai

gelaran acara menarik seperti festival makanan dengan berbagai macam

potongan harga, live music dengan mengundang beberapa penyanyi papan

atas seperti The Soulful dan Project Pop, games dengan hadiah menarik dan

talk shows dengan tema “sinergi wujudkan inklusif keuangan yang luas”

R
dimana Akulaku Indonesia memberikan financial planner untuk kaum

millenials dan pengenalan perusahaan bahwa Akulaku Indonesia telah


P
terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan. Dikutip dari sebuah situs berita

Okezone (2019), menurut Anggie, salah satu direktur PR Akulaku Indonesia,


S

acara tersebut ditujukan sebagai bentuk kehadiran Akulaku Indoneisa untuk

semakin dekat dengan seluruh pelanggan mereka dan komitmen dalam


L

mendukung kemajuan setiap bisnis dengan rekan kerja dengan

menyediakan platform agar mereka dapat menjangkau lebih banyak

pelanggan melalui perusahaan Akulaku. Dengan demikian Event ini dapat

dianggap sebagai salah satu bentuk kegiatan Akulaku dalam rangka Image

Repair terkait isunya sebagai Fintech Ilegal oleh OJK.

Selain mengadakan event, Akulaku Indonesia mengadakan kegiatan

sponsorship pada kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat

sebagai bentuk keterlibatan perusahaan dalam masyarakat. Dalam hal ini

Akulaku Indonesia bekerjasama dengan tim pesepak bola Persija Jakarta


16

dengan memberikan dukungan keuangan kurang lebih sebesar 3 Milyar

Rupiah. Dalam kegiatannya, Akulaku juga menyediakan penjualan tiket

melalui aplikasi Akulaku dengan sistem pembayaran cicilan, hal ini tentu

dapat memudahkan masyarakat untuk melihat pertandingan tim dukungan

mereka. Kerjasama sponsorship ini berhasil dijalin oleh kedua pihak baik

Persija Jakarta maupun Akulaku Indonesia pada tanggal 23 Maret 2018.

Dengan demikian, Persija Jakarta sepakat untuk membantu Akulaku

Indonesia untuk berkembang di Indonesia. Hal tersebut disampaikan oleh

R
direktur Akulaku Indonesia, Gede Widiade (Bolasport, 2018). Sebagai timbal

balik dari Persija, logo Akulaku ditempelkan pada official jersey Persija
P
selama periode sponsorship. Hal tersebut dapat dianggap sebagai langkah

Akulaku dalam menyampaikan pesan dalam dosis rendah kepada


S

audiensnya. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa kegiatan sponsorship

ini merupakan salah satu langkah prefentif Akulaku untuk mengantisipasi


L

terjadinya serangan pada citra perusahaannya (Image Attack).

Selain kedua kegiatan besar tersebut, Akulaku Indonesia juga

melakukan kegiatan Public Relation lain seperti identity media atau yang

biasanya dilakukan dengan membuat berbagai merchandise yang

menampilkan logo maupun informasi-informasi terkait dengan layanan

Akulaku Indonesia dan public service activities dimana Akulaku Indonesia

melakukan kegiatan-kegiatan yang bersifat memberikan pelayanan kepada

masyarakat.
17

Namun demikian, guna penelitian ini memiliki titik fokus yang tepat

sesuai dengan kondisi public relations yang terlaksana di Akulaku Indonesia

dan guna memperoleh hasil penelitian yang lebih relevan dengan kondisi

public relations Akulaku Indonesia dengan pembentukan citra perusahaan,

maka faktor public relations dalam penelitian ini hanya difokuskan pada dua

aspek yaitu event dan sponsorship yang telah dilakukan oleh Akulaku.

Menurut Rahma (2018) Event merupakan suatu kurun waktu kegiatan

yang dilakukan oleh sebuah organisasi dengan mendatangkan orang-orang

R
ke suatu tempat agar mereka memperoleh informasi atau pengalaman

penting serta tujuan lain yang diharapkan oleh penyelenggara. Pemasaran


P
Event kini semakin diakui sebagai salah satu cara yang efektif dalam

membangun citra suatu perusahaan (Sukoco, 2014). Dengan citra merek


S

yang kuat akan membedakan perusahaan dengan pesaingnya. Karena citra

merek suatu perusahaan tidak dapat disamakan dengan citra merek


L

perusahaan lain. Dengan menciptakan sebuah Event, perusahaan

bermaksud memberikan kesan mendalam terhadap konsumen sehingga

dapat meningkatkan citra merek perusahaan.

Menurut Ruslan (2014: 231-234), kegiatan Event dari Public relations

mampu memuaskan pihak-pihak lain yang terlibat atau terkait untuk berperan

serta dalam suatu kesempatan pada acara khusus, baik untuk meningkatkan

pengetahuan (knowledge), pengenalan (awareness), maupun upaya

pemenuhan selera (pleasure) dan menarik simpati atau empati sehingga

mampu menumbuhkan saling pengertian bagi kedua belah pihak dan dapat
18

menciptakan citra (image) positif dari masyarakat atau publik sebagai target

sasarannya.

Sementara itu, Sponsorship didefinisikan oleh D’astous dan Pierre Bitz,

1(995:6) dalam Salma (2017) sebagai perangkat komunikasi di mana

perusahaan memberikan dukungan dalam bentuk keuangan kepada suatu

kegiatan olahraga, musik, sosial dan lainnya agar kegiatan tersebut dapat

menjalankan aktivitasnya dengan baik dan pada saat yang bersamaan

perusahaan akan memperoleh keuntungan berupa awareness dan image

R
dari konsumennya (D’astous dan Pierre Bitz, 1995:6 dalam Salma, 2017).

Olkkonen (2006) dalam Wikramayana dan Pramudana (2015)


P
mendefinisikan sponsorship sebagai hubungan bisnis yang saling

menguntungkan antara sponsor dan pihak yang disponsori, terdapat dua


S

manfaat dari sponsor. Pertama sponsorship dapat berkontribusi atas

kesadaran masyarakat terhadap produk atau image perusahaan. kedua,


L

hubungan stakeholders dapat dibangun dan dikembangkan melalui

sponsorship yang menjadi hasil penting dari berbagai pemangku

kepentingan setelah menghadiri acara yang disponsori. Tujuan utama

perusahaan mensponsori acara atau event adalah untuk bisa meningkatkan

penjualan produk mereka. Mensponsori sebuah acara/event yang terkenal

akan memberikan dampak positif untuk image produk dan perusahaan.

Kedua aspek tersebut memiliki jangkauan yang lebih dekat dengan

masyarakat atau dapat menyentuh berbagai lapisan masyarakat, sehingga

lebih dirasakan keberadaannya oleh masyarakat dibandingkan dengan


19

aspek-aspek strategi public relation lainnya. Untuk itu, dapat disimpulkan

bahwa kedua aspek public relations sangat tepat untuk digunakan sebagai

faktor yang dapat meningkatkan image perusahaan Akulaku Indonesia

mengingat Akulaku sedang menghadapi isu Fintech ilegal. Pendapat

tersebut didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Kadafi dan Mayasari

(2018), dimana dalam penelitian tersebut, event dan sponsorship merupakan

faktor paling berpengaruh baik secara simultan maupun parsial

mempengaruhi citra perusahaan.

R
Berdasarkan fenomena terkait dengan perkembangan industry

keuangan digital atau fintech di Indonesia, adanya perbedaan hasil


P
penelitian, serta masih berkembangnya stigma negative di masyarakat pada

fintech digital khususnya peer-to-peer (P2P) lending yang mengakibatkan


S

efek secara menyeluruh pada perusahaan-perusahaan yang juga bergerak di

bisnis P2P lending termasuk pada Akulaku Indonesia sebagai perusahaan


L

memberi kredit kepada masyarakat yang menginginkan suatu produk dengan

system pembayaran cicilan dengan pembelian dan administrasi dilakukan

secara online. Oleh sebab itu, peneliti tertarik melakukan penelitian

mengenai citra perusahaan Akulaku Indonesia dengan mengangkat judul

penelitian “Pengaruh Event dan Sponsorship terhadap Corporate image

Pada Fintech Akulaku Indonesia.”

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan maka

rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:


20

1. Apakah event berpengaruh terhadap corporate image fintech Akulaku

Indonesia?

2. Apakah sponsorship berpengaruh terhadap corporate image fintech

Akulaku Indonesia?

3. Apakah event dan sponsorship secara bersama-sama berpengaruh

terhadap corporate image fintech Akulaku Indonesia?

1.3 Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian ini dilakukan untuk menjawab rumusan

R
masalah yang telah dipaparkan di atas, yaitu:

1. Untuk mengetahui arah dan besarnya pengaruh event terhadap corporate


P
image pada fintech Akulaku Indonesia?

2. Untuk mengetahui arah dan besarnya pengaruh sponsorship terhadap


S

corporate image pada fintech Akulaku Indonesia?

3. Untuk mengetahui arah dan besarnya event dan sponsorship secara


L

bersama-sama terhadap corporate image pada fintech Akulaku

Indonesia?

1.4 Manfaat Penelitian

Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat,

diantaranya:

1.4.1 Manfaat Akademisi

Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan dan

pengetahuan mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi corporate image

pada Fintech Akulaku Indonesia yang nantinya dapat sebagai rujukan bagi
21

perusahaan fintech lainnya di Indonesia, serta juga diharapkan sebagai

perbandingan untuk melihat sejauh mana terdapat kesesuaian antara teori

yang ada dengan kenyataan di lapangan.

1.4.2 Manfaat Praktisi

a. Bagi Penulis

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi sarana yang bermanfaat dalam

mengimplementasikan pengetahuan mengenai citra perusahaan,

hubungan masyarakat yang diproksikan dengan event, dan sponsorship.

b. Bagi Penelitian Selanjutnya


R
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam
P
pengembangan teori mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi citra

perusahaan.
S

1.5 Ruang Lingkup dan Batasan Penelitian

Agar pembahasan lebih mendalam dan terfokus pada tujuan yang


L

telah ditetapkan serta untuk mendapatkan hasil yang optimal, maka perlu

adanya ruang lingkup penelitian. Adapun pembatasan masalah dalam

penelitian ini yaitu: (1) Penelitian ini hanya pada pengaruh public relation

yang diproksikan dengan event, dan sponsorship terhadap corporate image

pada Fintech Akulaku dan (2) Hanya dilakukan pada satu waktu (cross-

section) yaitu pada bulan November 2019.


BAB II

KERANGKA TEORETIS

2.1 Kajian Pustaka

Dalam penelitian ini, penulis menggunakan penelitian terdahulu

sebagai tolak ukur dan acuan untuk menyelesaikannya, penelitian terdahulu

memudahkan penulis dalam menentukan langkah-langkah yang sistematis

untuk penyusunan penelitian dari segi teori maupun konsep. Dalam

penelitian, penulis harus belajar dari peneliti lain, untuk menghindari duplikasi

R
dan pengulangan penelitian atau kesalahan yang sama seperti yang dibuat

oleh peneliti sebelumnya.


P
Penelitian yang dilakukan oleh Vellayati, Arifin dan Yulianto (2014)

dengan judul penelitian “Pengaruh Marketing Public Relations Terhadap


S

Citra Perusahaan dan Dampaknya Terhadap Loyalitas Pelanggan.”

Penelitian tersebut bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan pengaruh


L

marketing public relations yang terdiri dari variabel publikasi, events,

sponsorship, berita, pidato, kegiatan sosial, dan media identitas terhadap

citra perusahaan Toyota, serta untuk mengetahui dan menjelaskan pengaruh

citra perusahaan Toyota terhadap loyalitas pelanggan Toyota. Variabel

Independen dalam penelitian tersebut antara lain: publikasi, events,

sponsorship, berita, pidato, kegiatan sosial, dan media identitas. Metode

penelitian yang digunakan dalam penelitian tersebut adalah kuantitatif. Hasil

dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa variabel dari marketing public

relations yang berpengaruh signifikan terhadap citra perusahaan Toyota

22
23

adalah publikasi, sponsorship, berita, pidato, dan media identitas, sedangkan

event dan kegiatan sosial tidak berpengaruh signifikan terhadap citra

perusahaan Toyota, dan Citra perusahaan Toyota berpengaruh signifikan

terhadap loyalitas pelanggan Toyota

Selanjutnya penelitian Mujianto (2018) yang berjudul “Pengaruh

Strategi Public Relations Terhadap Citra Perusahaan (Studi Kasus Pada

Hotel Grand Kopo Bandung)”. Tujuan penelitian ini adalah untuk

menganalisis strategi public relations, citra perusahaan dan peranan strategi

R
public relations terhadap citra perusahaan pada hotel Grand Kopo Bandung.

Metode penelitian yang di gunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan


P
teknik pengumpulan data yaitu, wawancara, kuesioner, dan studi pustaka.

Jenis penelitian yang digunakan adalah explanatory research. Sampel


S

sebanyak 90 orang pelanggan hotel Grand Kopo Bandung. Teknik

pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Analisis data


L

menggunakan analisis deskriptif dan regresi. Hasil dari penelitian ini

menunjukkan bahwa strategi public relations berpengaruh signifikan

terhadap citra perusahaan hotel Grand Kopo Bandung.

Diperkuat dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Rafika dan

Wibowo (2018) dengan judul “Pengaruh Sponsorship Terhadap Brand Image

(Pada Bank BJB Cabang Buah Batu Bandung 2018)”. Penelitian ini bertujuan

untuk mengetahui seberapa besar Pengaruh Sponsorship Terhadap Brand

Image Pada Bank BJB Cabang Buah Batu Bandung 2018, Populasi yang

digunakan dalam penelitian ini adalah peserta pada acara Sponsorship.


24

Sampel dalam penelitian ini adalah 100 Responden, dan teknik pengambilan

sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik sampling non-

probability dengan pendekatan purposive sampling (sampling berdasarkan

pertimbangan tertentu). Dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif

dengan jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kausal, metode

yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis regresi linier

sederhana, pengolahan data dilakukan dengan menggunakan software

SPSS Statistic 17.0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sponsorship

R
memiliki pengaruh terhadap brand image.

Lalu penelitian yang dilakukan oleh Sinaga (2014) yang berjudul “The
P
Effect of Marketing Public Relations on Brand Image”. Tujuan penelitian ini

adalah 1) Mengidentifikasi faktor-faktor yang membentuk Marketing Public


S

Relations. 2) Menjelaskan pengaruh faktor-faktor Marketing Public Relations

terhadap Brand Image. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini
L

adalah jenis penelitian explanatory dengan metode survey. Teknik sampel

menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel yang digunakan

dalam penelitian ini adalah 116 orang. Metode analisis yang digunakan

adalah analisis faktor exploratory, analisis regresi berganda dan untuk

menguji hipotesis menggunakan uji F dan uji t. Hasil Penelitian dengan

menggunakan analisis faktor diketahui bahwa ada empat faktor baru yaitu

faktor publikasi, faktor berita, faktor sponsorship, dan faktor media identitas.

Hasil dari analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa faktor


25

publikasi, faktor berita, faktor sponsorship, dan faktor media identitas secara

bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap variabel brand image.

Penelitian Grohs dan Reisinger (2014) dengan judul “Sponsorship

Effects on Brand Image: The Role of Exposure and Activity Involvement”.

Grohs dan Reisinger (2014) menjelaskan sponsorship membebankan

sebagian besar anggaran pemasaran. Dalam evaluasi perusahaan mengenai

keefektifan keterlibatan sponsor, dalam peningkatan citra mewakili tujuan

perusahaan yang paling penting. Studi ini mengembangkan dan menguji

R
kerangka kerja untuk menjelaskan bagaimana exposure dan activity

involvement memoderasi efek citra event, event–sponsor fit, dan event


P
commercialization terhadap citra sponsor. Grohs dan Reisinger (2014)

menyebutkan bahwa peningkatan exposure sponsor mengurangi citra


S

sponsor apabila masyarakat menganggap tidak adanya kesesuaian antara

acara dan sponsor atau tingkat komersialisasi acara yang tinggi. Keterlibatan
L

dalam kegiatan yang disponsori meningkatkan citra sponsor, di mana efek

komersialisasi acara positif untuk orang-orang yang sangat terlibat.

Penelitian Raynaldo (2018) dengan judul “Pengaruh Kegiatan

Sponsorship Terhadap Brand Image Pada PT. Pikiran Rakyat Bandung

Tahun 2018”. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana Kegiatan

Sponsorship menurut persepsi konsumen, bagaimana Brand Image menurut

persepsi konsumen, dan seberapa besar pengaruh Kegiatan Sponsorship

terhadap Brand Image PT. Pikiran Rakyat. Penelitian ini merupakan

penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif kausal dan verifikatif. Sampel


26

penelitian adalah 100 responden yang mengetahui kegiatan Sponsorship PT.

Pikiran Rakyat Bandung. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah

kuesioner, observasi, dan studi pustaka. Hasil penyebaran kuesioner diolah

melalui bantuan Microsoft excel 2013 dan SPSS versi 23. Teknik analisis

data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu regresi linier sederhana

dengan bantuan software SPSS versi 23. Hasil penelitian mengungkapkan

variabel sponsorship dan variabel brand image diperoleh pengaruh yang

signifikan.

R
Penelitian Kadafi dan Mayasari (2018) dengan judul “Pengaruh Event

Sponsorship dan Membership Terhadap Brand Image Family Futsal.” Tujuan


P
penelitian tersebut untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh event

sponsorship dan membership terhadap brand image di family futsal baik


S

secara parsial maupun secara simultan. Metode penelitian yang digunakan

adalah kuantitatif deskriptif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan


L

adalah probability sampling, sehingga dari populasi tersebut diambil

sebanyak 81 sampel responden. Metode pengumpulan data yang digunakan

adalah observasi dan kuesioner. Teknik analisis yang digunakan adalah

regresi linear berganda. Hasil penelitian dari hasil uji t menunjukkan bahwa

event sponsorship berpengaruh terhadap brand image dan membership

berpengaruh terhadap brand image. Dari hasil uji F diperoleh bahwa event

sponsorship dan membership berpengaruh terhadap brand image dengan

determinasi sebesar 0,483 atau sebesar 48,3%.


27

Namun pada penelitian yang dilakukan oleh Madhalena dan

Syahputra (2016) yang berjudul “Pengaruh Event Marketing Terhadap Brand

Image Rokok Djarum Super Mild PT Djarum.” Menunjukkan hasil yang

berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh event

marketing terhadap brand image rokok Djarum Super Mild. Penelitian ini

merupakan penelitian kuantitatif dengan analisis data deskriptif dan kausal

dengan metode regresi linear berganda. Responden yang diteliti dalam

penelitian ini berjumlah 100 pengunjung event Stage Bus Jazz Tour 2015

R
dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian secara simultan

menunjukkan bahwa event marketing berpengaruh signifikan terhadap brand


P
image rokok Djarum Super Mild. Sedangkan secara parsial menunjukkan

bahwa variabel event marketing dengan dimensi involvement tidak


S

berpengaruh signifikan terhadap brand image, interaction tidak berpengaruh

signifikan terhadap brand image dengan, intensity berpengaruh signifikan


L

terhadap brand image, individuality tidak berpengaruh signifikan terhadap

brand image, innovation berpengaruh signifikan terhadap brand image,

integrity tidak berpengaruh signifikan terhadap brand image.

Berbeda dengan penelitian dari Siregar dan Sunarti (2017) dengan

judul penelitian “Pengaruh Event Sponsorship Terhadap Brand Image Rokok

Sampoerna A-Mild.” Tujuan dari penelitian tersebut adalah untuk mengetahui

pengaruh event sponsorship terhadap brand image rokok sampoerna a-mild.

Jenis penelitian yang digunakan adalah explanatory research dengan

pendekatan kuantitatif dan menggunakan metode penelitian survey. Sampel


28

dalam penelitian ini adalah sebanyak 96 responden dengan teknik

pengambilan sampel yang digunakan adalah accidental sampling. Metode

pengumpulan data kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah analisis

deskriptif dan analisis linier sederhana. Hasil analisis regresi linier sederhana

dapat diketahui bahwa variabel bebas event sponsorship berpengaruh

terhadap variabel terikat brand image dengan kontribusi variabel bebas

sebesar 46.5%.

Lalu pada penelitian yang dilakukan oleh Maulana (2015) dengan

R
judul penelitian “Pengaruh Event Sponsorship, Personal Selling, Dan Iklan

Terhadap Brand Image Honda Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Dan


P
Bisnis UMS.” Tujuan dari penelitian tersebut adalah untuk mengetahui

pengaruh Event Sponsorship, Personal Selling, Dan Iklan terhadap brand


S

image rokok sampoerna a-mild. Jenis penelitian yang digunakan adalah

explanatory research dengan pendekatan kuantitatif dan menggunakan


L

metode penelitian survey. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 40

responden dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah

accidental sampling. Metode pengumpulan data kuesioner. Analisis data

yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis linier sederhana. Dari

hasil penelitian, ditemukan bahwa event sponsorship tidak berpengaruh

signifikan terhadap brand image. Ini artinya, event sponsorship yang

dilakukan Honda tidak mempengaruhi citra merk Honda yang dipersepsikan

oleh mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah

Surakarta.
29

Sebagian besar penelitian-penelitian sebelumnya yang telah diuraikan

diatas menunjukkan adanya korelasi kegiatan event dan sponsorship

terhadap corporate image. Meskipun beberapa penelitian lainnya

menunjukkan bahwa kedua kegiatan tersebut tidak berpengaruh terhadap

corporate image. Meski demikian, dengan melihat hasil penelitian-penelitian

tersebut secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa dengan melakukan

kegiatan event dan sponsorship yang sesuai, dapat meningkatkan corporate

image.

2.2 Kerangka Teoritis

2.2.1 Teori Inokulasi


R
P
Teori inokulasi menurut Abdullah (2015) adalah teori yang dikenal

dengan teori suntikan dimana teori tersebut di sampaikan oleh William J.


S

McGuire pada tahun 1964 yang mengambil analogi dari peristiwa medis.

Orang yang terserang penyakit cacar, polio disuntik, diberi vaksin untuk
L

merangsang mekanisme daya tahan tubuhnya. Demikian pula halnya

dengan orang yang tidak memiliki informasi mengenai suatu hal atau tidak

menyadari posisi mengenai hal tersebut, maka ia akan lebih mudah untuk

dipersuasi atau dibujuk. Suatu cara untuk membuatnya agar tidak mudah

terkena pengaruh adalah “menyuntikkan” dengan argumentasi balasan

(counterarguments). Teori inokulasi adalah tentang pencegahan serangan

melalui dua dimensi resistensi; ancaman dan penolakan, yang memberikan

perlawanan terhadap penyerangan citra perusahaan serta pencegahan

sebelum terjadinya penyerangan, William McGuire (1964).


30

Lebih lanjut, Compton (2016) mengaitkan teori inokulasi dengan

image repair dimana kedua teori tersebut memiliki tujuan yang sama dengan

ruang lingkup yang berbeda. Teori inokulasi merupakan sebuah strategi

pembentukan image sebelum adanya serangan, sementara image repair

setelah terjadinya serangan. Image repair tidak terlepas dari pendekatan

teori inokulasi. Image repair akan lebih mudah dilakukan jika audiens sudah

diberikan suntikan berupa stimulus argumen yang berlawan dengan

serangan yang ada. Beberapa studi penelitian yang ditemukan oleh Compton

R
(2016) berpendapat bahwa kedua penggunaan strategi teori tersebut tidak

terlepas dari public relations sebagai alat untuk memberikan suntikan kepada
P
audiens.

Berdasarkan teori inokulasi, argumen berlawanan dengan dosis yang


S

lebih kecil atau argumen yang lebih lemah disebut dengan pesan inokulasi

yang diberikan kepada setiap individu. Masing-masing individu yang telah


L

terpapar oleh argumen yang lebih lemah kemudian akan membangun sistem

pertahanan atau resistensi di dalam penerima, memungkinkan mereka untuk

mempertahankan keyakinan mereka dalam menghadapi serangan yang lebih

kuat di masa depan.

Dikaitkan dengan konteks komunikasi, sebuah perusahaan harus

membangun opini publik dalam rangka untuk menciptakan sudut pandang

atas citra perusahaan, salah satu caranya melalui strategi komunikasi. Citra

dan opini yang telah dibangun sebelumnya diharapkan dapat menstimulus

masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh dengan isu yang berdampak


31

negatif terhadap perusahaan tersebut. Penggunaan strategi komunikasi akan

mempercepat proses pembentukan opini dan mempermudah adanya

penyampaian informasi dan pesan kepada masyarakat.

Komunikasi merupakan kegiatan manusia untuk saling memahami atau

mengerti suatu pesan antara komunikator dan komunikan (Caropeboka,

2017:4). Komunikasi merupakan proses penyampaian pesan oleh

komunikator kepada komunikan yang di dalamnya juga terkandung pesan-

pesan dan makna tertentu. Hal tersebut disampaikan melalui media atau

R
saluran sebagai kendaraan yang akhirnya menimbulkan efek atau perubahan

bagi penerima pesan. Shcram dalam Caropeboka (2017:3) menyatakan


P
bahwa komunikasi adalah suatu perwujudan persamaan makna antara

komunikator dan komunikan. Komunikasi tidak hanya tukar pendapat, tetapi


S

mencakup lebih luas. Artinya, suatu proses penyampaian pesan di mana

seseorang atau lembaga tersebut berusaha mengubah pendapat atau


L

perilaku si penerima pesan atau penerima informasi.

2.2.2 Public Relations

Menurut Mujianto (2018) public relations memiliki peran yang penting

baik bagi perusahaan maupun bagi lingkungan di sekitar perusahaan. Public

relations berperan dalam memberikan informasi agar mampu diterima dan

dapat dipahami oleh public secara tepat dan akurat. Penyampaian informasi

yang tepat kepada public mampu memunculkan citra yang positif bagi

perusahaan.
32

Menurut Johan dan Noor (2013) perusahaan dapat membangun public

relation yang bermakna melalui cara yang berbeda. Mengingat tingginya

proporsi kegiatan public relation yang masih fokus pada hubungan media

dan publisitas, analisis konten media adalah salah satu metodologi atau alat

untuk mengevaluasi public relation. Analisis konten media dapat memberikan

wawasan berharga tentang apa yang mungkin ada dalam agenda publik di

masa depan. Public relation adalah alat yang diperlukan perusahaan untuk

membuktikan bahwa, public relation (hubungan masyarakat) pendahulu

R
fungsi komunikasi perusahaan, tumbuh karena kebutuhan. Meskipun

perusahaan tidak memiliki strategi khusus untuk komunikasi, mereka sering


P
harus menanggapi konstituensi eksternal apakah mereka mau atau tidak.

Para praktisi public relations berkomunikasi dengan masyarakat internal


S

dan eksternal yang relevan untuk mengembangkan hubungan yang positif

serta menciptakan konsistensi antara tujuan organisasi dengan harapan


L

masyarakat. Mereka juga mengembangkan, melaksanakan, mengevaluasi

program organisasi yang mempromosikan pertukaran pengaruh serta

pemahaman diantara konstituen organisasi dan masyarakat.

Pada dasarnya kegiatan public relations dilakukan untuk menunjang

kegiatan manajemen dalam mencapai tujuan organisasi dengan membina

hubungan yang harmonis dengan publiknya baik public internal maupun

publik eksternal (Sumarto, 2016). Arti penting public relations terletak pada

kemampuan mendidik pasar (marketing education), yaitu menjadikan

khalayak mengetahui keberadaan serta kegunaan produk-produk dari suatu


33

perusahaan, dalam hal ini sangat ditentukan oleh keberhasilan upaya-upaya

periklanan yang dijalankan oleh perusahaan (Christian dan Wijaya 2019).

Cutlip, Center, dan Broom (2009:14) dalam Almira dan Suharyanti (2014)

menjelaskan public relations merupakan fungsi manajemen yang

membangun dan mempertahankan hubungan yang baik dan bermanfaat

antara organisasi dengan publik yang mempengaruhi kesuksesan atau

kegagalan organisasi tersebut.

Adapun fungsi utama public relations adalah menjalankan fungsi

R
komunikasi dalam membangun pemahaman dan mendapat pengertian

melalui komunikasi yang baik dan mampu mengelola berbagai isu dan krisis.
P
Sebagai fungsi dari public relations didefinisikan sebagai fungsi manajemen

yang menilai sikap publik, menentukan kebijaksanaan seseorang atau


S

organisasi demi kepentingan publik, serta merencanakan dan melakukan

program kegiatan untuk meraih pengertian dan dukungan public (Tjiptono,


L

2000: 231 dalam Christian dan Wijaya 2019). Tjiptono (2000: 231) dalam

Christian dan Wijaya (2019) menjelaskan fungsi public relations sebagai

berikut: press relations, product publicity, corporate communication, lobbying,

counselling. Public relation secara garis besar berfungsi untuk menimbulkan

iklim yang dapat mengembangkan tanggung jawab dan partisipasi seluruh

sasaran humas untuk ikut serta mewujudkan tujuan. Strategi operasional

yang digunakan oleh humas atau publik relation adalah sebagai berikut

(Widjaja, 2010: 60 dalam Almira dan Suharyanti, 2014).


34

Peranan/Aktivitas Public Relations dalam upaya mencapai tujuan utama

organisasi menurut Ruslan (2008:64) dalam Saleh dan Sulastri (2016).

1. Menumbuh kembangkan kesadaran konsumennya terhadap produk yang

tengah diluncurkan itu.

2. Membangun kepercayaan konsumen terhadap citra perusahaan atau

manfaat (benefit) atas produk yang ditawarkan atau digunakan.

3. Mendorong antusiasme (sales force) melalui suatu artikel sponsor

(advertorial) tentang kegunaan dan manfaat suatu produk.

R
4. Menekan biaya promosi iklan komersial, baik di media elektronik maupun

media cetak dan sebagainya demi tercapainya efisiensi biaya.


P
5. Komitmen untuk meningkatkan pelayanan-pelayanan kepada konsumen,

termasuk upaya mengatasi keluhan-keluhan (complain handling) dan lain


S

sebagainya demi tercapainya kepuasan pihak konsumen.

6. Membantu mengkampanyekan peluncuran produk-produk baru dan


L

sekaligus merencanakan perubahan posisi produk yang lama.

7. Mengkomunikasikan terus menerus melalui media public relations (House

PR Journal) tentang aktivitas dan program kerja yang berkaitan dengan

kepedulian sosial dan lingkungan hidup agar tercapainya publikasi yang

positif dimata masyarakat/publik.

8. Membina dan mempertahankan citra perusahaan atau produk (barang

dan jasa) baik dari segi kuantitas maupun kualitas pelayanan yang

diberikan kepada konsumennya.


35

9. Berupaya secara proaktif dalam menghadapi suatu kejadian negatif yang

mungkin akan muncul dimasa mendatang.

Public relation berperan dalam memberikan informasi agar mampu

diterima dan dapat dipahami oleh publik secara tepat dan akurat. Public

relation sendiri memiliki beberapa komponen yang menunjang strategi

tersebut. Menurut Kotler dan Keller (2009:234) dalam Mujianto (2018) ada

tujuh cara penting untuk menjadi tolak ukur dalam strategi Public relation,

yaitu:

1. Publication (Publikasi)
R
Perusahaan sangat bergantung pada materi yang dipublikasikan untuk
P
mencapai dan mempengaruhi target pasar mereka. Ini termasuk laporan

tahunan, brosur, artikel, buletin dan majalah perusahaan, dan materi


S

audiovisual.

2. Identity Media (Media Identitas)


L

Perusahaan membutuhkan identitas visual yang segera diketahui oleh

publik. Identitas visual dibawa oleh logo perusahaan, alat tulis, brosur,

tanda, formulir bisnis, kartu nama, bangunan, seragam, dan kode pakaian.

3. Event (Acara)

Perusahaan dapat menarik perhatian pada produk baru atau kegiatan

perusahaan lainnya dengan mengatur acara khusus seperti konferensi

berita, seminar, tamasya, pameran dagang, pameran, kontes dan

kompetisi, dan peringatan yang akan menjangkau masyarakat sasaran.


36

4. News (Berita)

Salah satu tugas utama profesional PR adalah untuk menemukan atau

membuat berita yang menguntungkan tentang perusahaan, produknya,

dan orang-orangnya, dan untuk membuat media menerima siaran pers

dan menghadiri konferensi pers.

5. Speeches (Pidato)

Semakin lama, eksekutif perusahaan harus mengajukan pertanyaan dari

media atau memberikan ceramah di asosiasi perdagangan atau

R
pertemuan penjualan, dan penampilan ini dapat membangun citra

perusahaan.
P
6. Public Service Activities (Pelayanan Aktivitas Publik)

Perusahaan dapat membangun niat baik dengan menyumbangkan uang


S

dan waktu untuk tujuan yang baik.

7. Sponsorship (Pensponsoran)
L

Perusahaan dapat mempromosikan merek dan nama perusahaan mereka

dengan mensponsori acara olahraga dan budaya dan tujuan yang sangat

dihormati.

2.2.3 Event

Dalam arti sempit event diartikan sebagai pameran, pertunjukan atau

festival, dengan syarat ada penyelenggara, peserta dan pengunjung. Namun

dalam arti luas, event diartikan sebagai suatu kurun waktu kegiatan yang

dilakukan oleh sebuah organisasi dengan mendatangkan orang-orang ke

suatu tempat agar mereka memperoleh informasi atau pengalaman penting


37

serta tujuan lain yang diharapkan oleh penyelenggara (Rahma, 2018).

Kennedy (2009:3) dalam Rahma (2018) definisi Event adalah suatu kegiatan

yang diselenggarakan untuk memperingati hal-hal penting sepanjang hidup

manusia baik secara individu atau kelompok yang terikat secara adat,

budaya, tradisi dan agama yang diselenggarakan untuk tujuan tertentu serta

melibatkan lingkungan masyarakat yang diselenggarakan pada waktu

tertentu.

Sedangkan menurut Noor (2013) dalam Madhalena dan Syahputra,

R
(2016), event adalah sebuah kegiatan yang dirancang dengan tema tertentu

yang bertujuan untuk menarik perhatian para pengunjung agar dapat


P
memahami pesan yang ingin ditampilkan oleh perusahaan yang

mengadakannya. Event merupakan suatu kegiatan yang diselenggarakan


S

untuk memperingati hal-hal penting sepanjang hidup manusia baik secara

individu atau kelompok yang terikat secara adat, budaya, tradisi dan agama
L

yang diselenggarakan untuk tujuan tertentu serta melibatkan lingkungan

masyarakat yang diselenggarakan pada waktu tertentu.

Tujuan diselenggarakannya suatu event dapat berupa: pembelajaran,

bertukar pikiran, sosialisasi, peringatan, hiburan, mempromosikan produk

baru perusahaan atau meningkatkan pendapatan perusahaan dan

sebagainya (Noor, 2009: 104 dalam dewi dan Runyke 2013). Perencana

event internal atau eksternal dapat menghasilkan proyek event tambahan

dengan mengusulkan kepada manajemen untuk menyelenggarakan event

yang memberi dampak dan menarik perhatian pada perilaku atau nilai
38

tertentu. Suatu event yang diselenggarakan secara harmonis dapat

memperkuat perilaku yang diinginkan perusahaan dari para pekerjanya (O’

Toole [Link]., 2007:9 dalam Dewi dan Runyke 2013).

Menurut Wood (2009) dalam Madhalena dan Syahputra (2016) terdapat

7 (tujuh) atribut untuk meningkatkan pengalaman event, yaitu:

1. Involvement (keterlibatan): Sebuah keterlibatan emosional dengan

merek, event, dan pengalaman.

2. Interaction (interaksi): Interaksi dengan brand ambassadors, dengan

R
karyawan, dengan pertunjukan yang disediakan, dengan merek.

3. Immersion: Membenamkan pikiran sehat, terisolasi dari pesan lainnya.


P
4. Intensity (intensitas): Memorable atau gampang diingat, memiliki

pengaruh yang tinggi.


S

5. Individuality (memiliki kepribadian): Unik, ada kesempatan satu demi

satu, dapat disesuaikan. Tiap pengalaman berbeda.


L

6. Innovation (berinovasi): Konten yang kreatif, lokasi dan waktu yang

tepat, target audiens yang tepat dan sebagainya.

7. Integrity (integritas): Event dilihat sebagai suatu yang benar dan

membawa manfaat yang nyata dan nilai yang berarti untuk konsumen.

Dari beberapa definisi ahli diatas, dapat disimpulkan bahwa event

merupakan sebuah kegiatan atau acara yang diadakan oleh sebuah

perusahaan dengan tujuan untuk memberikan informasi-informasi mengenai

produk maupun pengalaman baru yang dikemas sedemikian rupa dengan


39

konsep tertentu dan kegiatan yang menghibur untuk dapat diterima oleh

masyarakat secara luas.

2.2.4 Sponsorship

Sponsorship merupakan bagian dari communication tools di mana

perusahaan memberikan dukungan dalam bentuk keuangan kepada suatu

kegiatan olahraga, musik, sosial dan lainnya agar kegiatan tersebut dapat

menjalankan aktivitasnya dengan baik dan pada saat yang bersamaan

perusahaan akan memperoleh keuntungan berupa awareness dan image

R
dari konsumennya (D’astous dan Pierre Bitz, 1995:6 dalam Salma, 2017).

Sponsorship dapat didefinisikan sebagai kegiatan pemasaran dimana


P
organisasi mendapatkan hak untuk menggunakan perusahaan, produk atau

merek nama dan logo dengan kontrak pemberian moneter dan dukungan lain
S

kepada organisasi (Lamb [Link]., 2004:446 dalam Salma, 2017).

Sponsorship menurut Duncan (2005: 14) dalam Almira dan Suharyanti


L

(2014) yaitu: “Financial support of an organization, person, or activity in

exchange for brand publicity and association”. Hal di atas dapat diartikan:

“Dukungan keuangan dari sebuah organisasi, orang, atau kegiatan dalam

pertukaran untuk publisitas merek dan asosiasi”. Jadi, sponsorship adalah

suatu bentuk dari promosi merek dengan cara memberikan bantuan

keuangan dari sebuah organisasi, perorangan, atau kegiatan yang

menghubungkan suatu merek dengan kegiatan olahraga, hiburan, budaya,

sosial (public activity) yang menimbulkan ketertarikan daya tinggi, dengan

memberikan timbal balik untuk mengiklankan perusahaan.


40

Arhoyo (2013) menyebutkan keuntungan utama pemberian sponsor

(sponsorship) adalah salah satu cara untuk mempublikasikan produk dan

perusahaan secara langsung, atau menguntungkan pembeli. Pemberian

sponsor merupakan kegiatan yang biasa pada peristiwa olahraga dan seni.

Saat ini merupakan ajang publikasi yang terus berkembang. Hal yang

penting adalah bahwa pemberian sponsor dapat memberi hasil yang baik

bagi perusahaan, bukan penghamburan uang dan waktu. Menurut Rossiiter

dan Percy (1998:346) terdapat tiga dimensi dalam sponsorship yaitu faktor

R
event (event factors), faktor sponsor (sponsor factor) dan faktor sponsorship

(sponsorship factors).
P
1. Event Factors

a) Status of event
S

Status yang dirasakan dari acara yang disponsori adalah membangun

sentuhan menjadi manfaat yang responden individu terima secara


L

tidak langsung dari acara olahraga dan responden itu dapat menerima

tanpa keinginan pribadi untuk acara tersebut. Ini secara konseptual

berbeda dengan menyukai suatu acara. Seorang individu mungkin

merespon positif terhadap sponsor acara yang mereka lakukan bukan

karena kesukaan personal. Pemerintah sering membuat acara

olahraga utama seperti Olimpiade, World Student Games, Piala Dunia

atau Grand Prix, bukan karena warga mereka ingin hadir, tetapi

karena ekonomi dan manfaat masyarakat yang dirasakan mengalir

dari acara tersebut.


41

b) Personal liking for the event

Keinginan pribadi untuk suatu acara adalah membangun sentuhan

menjadi manfaat yang responden individu terima secara langsung dari

acara olahraga. Hal ini menunjukkan bahwa sponsor dapat

meningkatkan respon terhadap sponsorship mereka jika mereka

memilih acara yang disukai oleh target pasar mereka

2. Sponsorship factors

a) Sponsor-event fit

R
Adanya kesesuaian, kemiripan citra atau hubungan yang logis antara

event yang disponsori dengan sponsor event tersebut akan


P
mempengaruhi penilaian masyarakat. Menurut (Speed dan

Thompson, 2000) banyak peneliti sponsorship yang menekankan


S

akan pentingnya hubungan atau kesesuaian antara sponsor dan event

yang disponsori. Menurut (Speed dan Thompson, 2000) kesesuaian


L

antara sponsor dengan event dapat diukur melalui adanya hubungan

logis, kemiripan, tujuan yang sama, harmonisasi dan keputusan

pemberian sponsorship yang masuk akal (make-sense). Menurut

(Carrillat, Francois, Eric, Harris dan Barbara, 2010) apabila terdapat

korelasi citra yang signifikan di antara event dan sponsor akan

memberi pengaruh yang lebih positif bagi event maupun sponsor

dibanding dengan yang tidak terdapat korelasi citra yang signifikan.

Kemudian, menurut (Rifon, Norah, Sejung, Carrie dan Hairong, 2004)

menyatakan bahwa kemiripan antara sponsor dan event memang


42

memiliki pengaruh positif dan menggambarkan kesesuaian antara

keduanya. Sedangkan keputusan pemberian sponsorship yang

dianggap masuk akal, menurut (Speed dan Thompson, 2000)

merupakan hal yang tidak langsung dapat mengukur kesesuaian

sponsor dan event tetapi memiliki pengaruh positif terhadap respon

untuk sponsorship

3. Sponsor factors

a) Sincerity of the sponsor

R
Menurut (Speed dan Thompson, 2000) menyebutkan bahwa

ketulusan sponsor dapat diukur dengan kemauan sponsor untuk tetap


P
mendukung/mensponsori event walaupun status event tidak dalam

keadaan terbaiknya. Alasan sponsor dalam melakukan sponsorship


S

juga dapat menunjukkan seberapa tulus sponsor tersebut. Seperti

yang diungkapkan (Speed dan Thompson, 2000) bahwa apabila


L

alasan utama sponsor dalam mensponsori event adalah karena event

tersebut sungguh-sungguh memerlukan bantuan akan membawa

anggapan bahwa sponsor sangat tulus dalam memberikan sponsor.

b) Ubiquity of the sponsor

Menurut (Speed dan Thompson, 2000) hasil penelitian terdahulu yang

menemukan bahwa respon yang lebih positif akan didapat oleh

perusahaan yang memang aktif melakukan program sponsorship.

Tetapi, di samping itu pula, masyarakat akan memberikan respon

yang kurang terhadap perusahaan yang mensponsori apapun.


43

Sebaliknya, sponsor yang baik adalah sponsor yang melakukan

program sponsorship hanya untuk hal atau event tertentu. Dengan

begitu, sponsor akan dianggap fokus dalam melakukan program

sponsorship hingga akan menciptakan respon positif untuk

sponsorship yang dilakukan. Menurutnya sponsor akan dinilai negatif

apabila sembarangan memilih event untuk disponsori. Oleh karena itu,

sponsor yang akan mendapatkan respon positif adalah sponsor yang

selektif dalam memilih event. Dari penelitian yang sama juga

R
diungkapkan bahwa apabila sponsor yang memilih event besar akan

memberi pengaruh yang lebih positif. Hal ini dapat diartikan bahwa
P
sponsor yang konsisten untuk memilih event besar untuk disponsori

akan meningkatkan pengaruh positif untuk sponsor tersebut.


S

Peningkatan penjualan merupakan salah satu tujuan dari perusahaan

dalam melakukan program sponsorship, untuk mencapai tujuan


L

tersebut setiap perusahaan harus membangun minat beli konsumen

terlebih dahulu.

Menurut Tom Duncan (2008:391) dalam Salma (2017) tujuan yang

hendak dicapai oleh sebuah perusahaan melalui strategi sponsorship yaitu:

1. Meningkatkan brand awareness. Melalui sponsorship lewat sebuah event,

perusahaan dapat mentransfer brand dari perusahaan itu sendiri kepada

event tersebut sehingga dapat meningkatkan brand awareness pada

konsumen.
44

2. Membangun brand image. Dapat membantu untuk mereposisi atau

memperkuat sebagai merek atau citra perusahaan melalui kegiatan

tertentu dengan cara melakukan startegi sponsorship. Program

sponsorship dirancang dengan cara membuat brand image sponsor akan

mirip dengan brand image dari event yang mereka sponsori.

3. Meningkatkan penjualan. Dengan menjadi sponsor dalam sebuah event

pastinya brand tersebut akan dipaparkan dalam event tersebut dan salah

satu tujuan dari sponsorship adalah untuk meningkatkan penjualan dari

R
brand perusahaan dalam event tersebut.

4. Melakukan promosi. Melalui sebuah event pihak sponsor juga bertujuan


P
untuk melakukan promosi dengan tidak mengadakan acara sendiri

melainkan menjadi bagian dalam sebuah event tertentu dalam waktu


S

tertentu.

Jefkins (1998:181-182) dalam Almira dan Suharyanti (2014)


L

menyebutkan hal-hal berikut yang menjadi pertimbangan utama perusahaan

untuk mengeluarkan dana pada kegiatan sponsorship, yaitu:

1. Untuk meningkatkan kampanye iklan melalui publikasi nama perusahaan

dan produk yang akan sering mendapatkan liputan luas oleh media.

2. Untuk membantu kebijakan pemasaran, seperti ketika sponsor

memberikan dukungan keuangan untuk sesuatu yang menarik minat

pelanggan potensial dan perusahaan atau produk yang berhubungan

dengan hal-hal yang diminati tersebut seperti kaum muda, kesehatan,

rekreasi, atau kecantikan.


45

3. Untuk menunjukkan rasa tanggung jawab sosial. Untuk mencapai tujuan

yang ditetapkan perusahaan, maka harus dilakukan suatu perencanaan

yang matang dari sebuah sponsorship.

Dari beberapa definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa kegiatan

sponsorship merupakan kegiatan kerjasama promosi yang menghubungkan

suatu merek dengan berbagai jenis kegiatan untuk menimbulkan

ketertarikan, maupun memberikan timbal balik untuk mempromosikan produk

maupun merek dari sebuah perusahaan.

2.2.5 Corporate image


R
Citra perusahaan menurut Vellayati [Link]. (2014:3) merupakan tujuan
P
utama, sekaligus prestasi atau reputasi yang hendak dicapai oleh public

relations sebagai lembaga. Namun, penilaian terhadap citra itu sendiri sangat
S

abstrak. Tidak dapat diukur menggunakan rumus tertentu, karena persepsi

yang diberikan oleh publik berbeda satu sama lain.


L

Amini [Link]. (2012:195) dalam Sudarso (2016:49) menyatakan a

favourable image can boost a firm’s sales through increased customer

satisfaction and loyalty, as well as attract both investors and future

employees. It weakens the negative influence of competitors, enabling

organizations to achieve higher levels of profit. Citra yang baik dapat

meningkatkan penjualan suatu perusahaan melalui kepuasan pelanggan

yang meningkat dan loyalitas, serta menarik baik investor dan karyawan

masa depan. Ini melemahkan pengaruh negatif dari pesaing, memungkinkan

organisasi untuk mencapai tingkat yang lebih tinggi dari keuntungan.


46

Alhadid dan Qaddomi (2016:311) menjelaskan mengenai persepsi

perusahaan dipegang oleh publik berdasarkan bagaimana digambarkan

melalui branding, aktivitas hubungan masyarakat, media, pemangku

kepentingan, karyawan dan serikat pekerja dan organisasi advokasi

konsumen. Perusahaan menginvestasikan sebagian besar dolar pemasaran

dan periklanan untuk membangun dan mempertahankan citra perusahaan

yang positif, yang sangat penting untuk status kompetitif.

Andreassen (1997) dalam Sudarso (2016:54) menyatakan bahwa

R
faktor-faktor pembentuk citra perusahaan adalah:

a. Advertising adalah keseluruhan proses yang meliputi penyiapan,


P
perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan penyampaian iklan.

b. Public relations adalah usaha yang direncanakan secara terus menerus


S

dengan sengaja, guna membangun dan mempertahankan pengertian

timbal balik antara organisasi dan masyarakatnya. Pendapat ini


L

menunjukkan bahwa public relation dianggap sebuah proses atau aktivitas

yang bertujuan untuk menjalin komunikasi antara organisasi dan pihak

luar organisasi.

c. Physical image adalah bukti fisik yang dapat memberikan citra diri bagi

perusahaan di mata konsumennya.

d. Actual experience adalah pengalaman yang langsung dirasakan oleh

pelanggan dalam mengkonsumsi barang dan jasa.

Kotler dan Keller (2012:261) dalam Sudarso (2016:51) menjelaskan

melalui fungsi dari ekuitas merek, dimana ekuitas merek tersebut akan
47

semakin tinggi seiring dengan semakin tingginya dimensi-dimensi dari citra

perusahaan itu sendiri. Dimensi-dimensi citra perusahaan diantaranya

adalah sebagai berikut:

1. Kesadaran akan citra perusahaan (company recognition);

2. Kesan kualitas (affinity);

3. Pengenalan pada citra perusahaan (company reputation);

4. Kesetiaan pada perusahaan (company loyalty);

5. Asosiasi-asosiasi merek (domain);

R
6. Asset lainnya seperti hak paten, stempel dagang, saluran distribusi.

Menurut Jefkins (2003:22) dalam Kanthi (2018:76) citra perusahaan


P
adalah citra dari suatu organisasi secara keseluruhan, jadi bukan sekedar

citra atas produk atau layanannya. Untuk dapat memenangkan persaingan


S

akibat semakin banyaknya pesaing, setiap perusahaan harus meningkatkan

citra mereka yang telah ada dimata para pelanggan sehingga dapat
L

mempengaruhi keputusan pembelian.

Citra perusahaan menurut Lin dan Lu (2010:18) dalam Sudarso

(2016:50) merupakan kombinasi dari persepsi konsumen dan sikap terhadap

badan usaha. Citra perusahaan membantu memfasilitasi pengetahuan

konsumen pada produk atau jasa yang ditawarkan oleh perusahaan tertentu

dan mengurangi ketidakpastian sementara membuat keputusan pembelian.

Konsumen diarahkan untuk membeli komoditas dari sebuah perusahaan

dengan citra perusahaan yang baik untuk mengurangi sebuah risiko.


48

Dari beberapa definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa citra

perusahaan adalah baik atau buruknya pandangan, persepsi maupun sikap

masyarakat atas sebuah perusahaan yang dapat membantu perusahaan

untuk berkomunikasi dan mencapai tujuannya secara efektif.

2.3 Hipotesis Penelitian

Uma Sekaran (2007;135) mendefinisikan hipotesis sebagai hubungan

yang diperkirakan secara logis diantara dua atau lebih variabel yang

diungkapan dalam bentuk pernyataan yang diuji.

R
Ho1 : Tidak ada pengaruh variabel (X1) event terhadap variabel (Y) corporate

image Akulaku Indonesia


P
Ha1 : Ada pengaruh variabel (X1) event terhadap variabel (Y) corporate

image Akulaku Indonesia


S

Ho2 : Tidak ada pengaruh variabel (X2) sponsorship terhadap variabel (Y)

corporate image Akulaku Indonesia


L

Ha2 : Ada pengaruh variabel (X2) sponsorship terhadap variabel (Y)

corporate image Akulaku Indonesia

Ho3 : Tidak ada pengaruh secara simultan variabel (X1) event dan (X2)

sponsorship terhadap variabel (Y) corporate image Akulaku Indonesia

Ha3 : Ada pengaruh secara simultan variabel (X1) event dan (X2) sponsorship

terhadap variabel (Y) corporate image Akulaku Indonesia.


49

2.4 Kerangka Konseptual

Berdasarkan landasan teori dan penelitian terdahulu di atas, maka

dapat dibentuk suatu kerangka konseptual secara skematis. Model penelitian

dapat dilihat ada Gambar 2 berikut ini:

Gambar 2

Kerangka Konseptual

Event (X1)
R
P
Corporate image (Y)
S

Sponsorship (X2)
L

Sumber: Data Primer diolah (2019)


BAB III

METODOLOGI

3.1 Paradigma Penelitian

Sugiyono (2017:42) menyatakan dalam penelitian kuantitatif/positivistic,

yang dilandasi pada suatu asumsi bahwa suatu gejala itu dapat

diklasifikasikan dan hubungan gejala bersifat kausal (sebab akibat), maka

peneliti dapat melakukan penelitian dengan memfokuskan kepada beberapa

variabel saja. Pola hubungan antara variabel yang akan diteliti tersebut

R
selanjutnya disebut sebagai paradigm penelitian. Lebih lanjut Menurut

Sugiyono (2017:42) paradigma penelitian dalam hal ini diartikan sebagai pola
P
pikir yang menunjukkan hubungan antara variabel yang akan diteliti yang

sekaligus mencerminkan jenis dan jumlah rumusan masalah yang perlu


S

dijawab melalui penelitian, teori yang digunakan untuk merumuskan

hipotesis, jenis dan jumlah hipotesis dan teknik analisis statistik yang akan
L

digunakan.

3.2 Metode Penelitian

Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah

metode kuantitatif dimana hal ini dikarenakan menurut Krippendorff (2006: 8)

metode penelitian ini merupakan salah satu teknik penelitian yang paling

penting dalam ilmu-ilmu sosial. Analisis ini berusaha memahami data bukan

sebagai kumpulan peristiwa fisik, tetapi sebagai gejala simbolik dan

mendekatkan analisisnya terhadap makna dalam suatu pesan. Kemudian,

penelitian ini juga merupakan causality research (penelitian sebab akibat).

50
51

Penelitian kausal, juga dikenal sebagai penelitian eksplanatif (explanatory

research) dilakukan untuk mengidentifikasi tingkat dan sifat hubungan sebab-

akibat. Penelitian kausal dapat dilakukan untuk menilai dampak perubahan

spesifik pada norma-norma yang ada, berbagai proses, dan lain-lain, dimana

menurut Sugiyono (2016) penelitian kausal adalah penelitian yang

menjelaskan hubungan sebab akibat dari variabel bebas (independent)

dengan variabel terikat (dependent). Variabel independen dalam penelitian

ini public relation yang diproksikan dengan event dan sponsorship dan

R
variabel terikat dalam penelitian ini yaitu corporate image.

3.3 Populasi dan Sampel


P
3.3.1 Populasi

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: obyek/subyek


S

yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan peneliti

untuk dipelajari kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2016:80).


L

Populasi dapat juga disebut sebagai sekumpulan unsur atau elemen yang

menjadi objek penelitian, atau himpunan semua yang ingin diketahui.

Adapun populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengguna fintech

Akulaku Indonesia. Berdasarkan hasil perolehan data, tercatat pertanggal 16

Oktober 2019 pengguna Akulaku mencapai 20.297.606 user.

3.3.2 Sampel

Menurut Sugiyono (2010) sampel adalah bagian dari jumlah dan

karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Hair et al. (1995)

memberikan pedoman teknis untuk menentukan ukuran sampel dari suatu


52

populasi dalam sebuah penelitian. The minimum sample size analysis should

be equal to the larger of the following (10 times rule): (1) 5 times the largest

number of formative indicators used to measure one construct or (2) 5 times

the largest number of structural paths directed at a particular construct in the

structural model (Hair et al., 2016). Berdasarkan pedoman yang

dikemukakan oleh Hair et al. (2016) tersebut, teknik yang digunakan untuk

menentukan ukuran sampel minimal pada penelitian ini adalah 5 kali lebih

besar dari indikator yang digunakan untuk mengukur setiap konstruksi

dengan perhitungan sebagai berikut:


R
Sampel
P
= Jumlah Indikator x 5
= 31 x 5
= 155
S

Dari perhitungan di atas, maka dapat diketahui bahwa jumlah sampel

yang digunakan dalam penelitian ini minimal 155 responden.


L

3.3.3 Teknik Pengambilan Sampel

Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah metode

pengambilan non-propability sampling yaitu teknik pengambilan sampel yang

tidak memberi peluang/kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota

populasi untuk dipilih menjadi sampel (Sugiyono, 2010: 120). Jenis non-

propability sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive

sampling, yaitu teknik untuk menentukan sampel penelitian dengan beberapa

pertimbangan tertentu yang bertujuan agar data yang diperoleh nantinya bisa

lebih representatif (Sugiyono, 2010). Sampel dalam penelitian ini yaitu


53

pengguna Akulaku di Jakarta mengetahui event yang diadakan oleh Akulaku

dan sponsorship yang dilakukan Akulaku Indonesia dengan team sepak bola

Persija Jakarta. Dasar dari pemilihan populasi tersebut adalah responden

diharapkan dapat memenuhi asumsi jawaban dan mampu untuk memberikan

gambaran yang jelas mengenai event yang diadakan oleh Akulaku Indonesia

dan sponsorship yang dilakukan oleh Akulaku Indonesia dengan Persija.

3.4 Teknik Pengumpulan Data

Berdasarkan cara perolehannya, jenis data dibedakan menjadi dua,

R
yaitu data primer dan data sekunder (Siregar, 2013):

3.4.1 Data Primer


P
Data primer merupakan data yang dikumpulkan sendiri oleh perorangan/

suatu organisasi langsung melalui objeknya. Data primer dikumpulkan


S

dengan teknik penyebaran kuesioner, yaitu dengan memberikan pernyataan

tertulis kepada responden secara langsung dilapangan dikawasan Jakarta.


L

Sebagian besar responden adalah mitra Gojek atau Grab bike, dimana

dimata Akulaku mereka memiliki prioritas untuk pendaftaran dan pengajuan

kredit limit. Selanjutnya responden memberikan tanggapan atas pernyataan

yang diberikan kuesioner yang bersifat tertutup

3.4.2 Data Sekunder

Data sekunder merupakan data yang telah dikelola oleh pihak lain. Data

sekunder dalam penelitian ini di peroleh dengan mempelajari buku-buku

referensi dan sejumlah literatur lainnya.


54

3.4.3 Skala Pengukuran

Data utama dalam penelitian ini menggunakan data primer, yang

diperoleh dari hasil penyebaran kuesioner. Kuesioner adalah suatu teknik

pengumpulan informasi yang memungkinkan analis mempelajari sikap-sikap,

keyakinan, perilaku, dan karakteristik beberapa orang utama di dalam

organisasi yang bisa terpengaruh oleh sistem yang diajukan dalam proses

pengumpulan data (Siregar, 2013). Kuesioner yang digunakan dalam

penelitian ini bersifat tertutup (close-ended) dimana pertanyaan-pertanyaan

R
yang diberikan kepada responden sudah dalam bentuk pilihan jawaban. Jadi

kuesioner jenis ini responden tidak diberi kesempatan untuk mengeluarkan


P
pendapat. Berdasarkan pengertian tersebut, maka kuesioner dalam

penelitian ini mengacu pada kuesioner yang bersifat tertutup (close-ended)


S

dengan alternatif jawaban yang sudah disediakan dengan skala Likert 1

sampai dengan 5. Menurut Simamora (2016) skala likert disebut juga


L

summated rating scale, yang mana skala ini banyak digunakan karena

memberikan peluang kepada responden untuk mengekspresikan perasaan

mereka dalam bentuk persetujuan terhadap suatu pernyataan. Simamora

(2016:23) juga menegaskan bahwa semakin banyak pilihannya, semakin

mewakili jawaban responden. Namun, semakin banyak pilihan jawaban,

semakin sulit mencari kata-kata yang dapat dipahami secara umum. Nilai

total seluruh pertanyaan dihitung untuk setiap responden. Untuk setiap

jawaban akan diberi skor 1-5 yang dapat dijelaskan sebagai berikut:

- Nilai 1 untuk jawaban sangat tidak setuju (STS)


55

- Nilai 2 untuk jawaban tidak setuju (TS)

- Nilai 3 untuk jawaban kurang setuju (KS)

- Nilai 4 untuk jawaban setuju (S)

- Nilai 5 untuk jawaban sangat setuju (SS)

3.5 Teknik Analisis Data

3.5.1 Analisis Deskriptif Kuantitatif

Penelitian ini dimaksudkan untuk membangun suatu gambaran

sesungguhnya terhadap suatu fenomena yang berada dalam konteks

R
penelitiannya. Dengan penelitian deskriptif menggunakan program SPSS

versi 24 ini akan dikumpulkan berbagai informasi dalam rangka menjawab


P
pertanyaan-pertanyaan tentang kaitan antara public relation yang di

proksikan dengan event, sponsorship dan corporate image.


S

3.5.2 Pre-Test

[Link] Uji Normalitas


L

Tujuan uji normalitas adalah untuk menguji apakah dalam model

regresi, variabel independen, variabel dependen atau keduanya mempunyai

distribusi normal ataukah tidak. Model regresi yang baik adalah distribusi

normal atau mendekati normal. Untuk menguji apakah distribusi data normal

atau tidak, dilakukan dengan cara melihat Normal Probability Plot yang

membandingkan distribusi kumulatif dari distribusi normal. Distribusi normal

akan membentuk suatu garis lurus diagonal dan ploting data akan

dibandingkan dengan garis diagonal. Jika distribusi data normal, maka garis
56

yang menggambarkan data sesungguhnya akan mengikuti garis diagonalnya

(Ghozali, 2011).

Pada prinsipnya deteksi normalitas dilakukan dengan melihat grafik

normal probability plot. Dasar pengambilan keputusannya adalah sebagai

berikut:

1) Jika data menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis

diagonal atau grafik histogramnya menunjukan pola distibusi normal,

maka model regresi memenuhi asumsi normalitas.

R
2) Jika data menyebar jauh dari garis diagonal dan atau tidak mengikuti

arah garis diagonal atau grafik histogram yang tidak menunjukan pola
P
distribusi normal, maka model regresi tidak memenuhi asumsi normalitas

(Ghozali, 2011).
S

Selain menggunakan grafik normal probability plot deteksi normalitas

juga dapat dilihat dengan uji Kolmogorov Smirnov. Dasar pengambilan


L

keputusannya adalah jika signifikansi di bawah 0,05 berarti terdapat

perbedaan yang signifikan dan jika signifikansi di atas 0,05 maka tidak terjadi

perbedaan yang signifikan. Penerapan pada uji Kolmogorov Smirnov adalah

bahwa jika signifikansi di bawah 0,05 berarti data yang akan diuji mempunyai

perbedaan yang signifikan dengan data normal baku, berarti data tersebut

tidak normal.

[Link] Uji Validitas

Sebelum melakukan analisa mengenai pengaruh event dan

sponsorship terhadapat corporate image pada Akulaku Indonesia, perlu


57

dilakukan uji validitas terlebih dahulu terhadap pernyataan-pernyataan

tentang masing-masing variable X1, X2 dan Y. Suatu instrument penelitian

harus valid agar hasilnya dapat dipercaya (Siregar, 2013). Uji validitas dalam

penelitian ini digunakan untuk mengukur sah atau valid/tidaknya suatu

kuesioner serta untuk menunjukkan sejauh mana ketepatan dan kecermatan

kuesioner sebagai suatu alat ukur dalam melakukan fungsi alat ukurnya.

Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu

mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut (Ghozali,

2011).
R
Uji validitas dilakukan dengan membandingkan nilai rhitung dengan nilai
P
rtabel untuk degree of freedom (df) = n-2 dengan alpha 5% (0,05). Untuk

hasil analisis dapat dilihat pada output uji reliabilitas pada bagian corrected
S

item total correlation. Dalam pengambilan keputusan untuk menguji validitas

indikatornya adalah:
L

1) Jika rhitung > rtabel maka butir atau variabel tersebut valid.

2) Jika rhitung < rtabel maka butir atau variabel tersebut tidak valid.

Dengan mengambil 30 responden, uji validitas dalam penelitian ini

menggunakan uji signifikasi nilai rtabel dimana diperoleh nilai rtabel adalah

0,361. Jika nilai rhitung yang diperoleh dari pengujian validitas lebih besar dari

pada rtabel, maka dapat disimpulkan bahwa indikator tersebut valid. Berikut

adalah table hasil pengujian validitas variabel X1, X2 dan Y.


58

Tabel 3
Uji Validitas Terhadap Event
Kode r Hitung r-Tabel Keterangan
EV1 0,593 0,361 Valid
EV2 0,553 0,361 Valid
EV3 0,688 0,361 Valid
EV4 0,589 0,361 Valid
EV5 0,584 0,361 Valid
EV6 0,482 0,361 Valid
EV7 0,708 0,361 Valid
EV8 0,514 0,361 Valid
EV9 0,703 0,361 Valid
EV10 0,680 0,361 Valid
EV11
EV12
EV13
EV14
0,798
0,607
0,448
0,650
R 0,361
0,361
0,361
0,361
Valid
Valid
Valid
Valid
P
EV15 0,543 0,361 Valid
EV16 0,507 0,361 Valid
EV17 0,717 0,361 Valid
EV18 0,778 0,361 Valid
S

Sumber: Data pengelolaan spss versi 22 (2020)

Berdasarkan Tabel 3 di atas untuk uji validitas terhadap pernyataan pada


L

variabel event menunjukan bahwa semua butir pernyataannya mempunyai

nilai r-hitung > r-tabel maka dapat disimpulkan bahwa semua pernyataan pada

variable event dinyatakan valid.


59

Tabel 4
Uji Validitas Terhadap Sponsorship
Kode r Hitung r-Tabel Keterangan
SP1 0,636 0,361 Valid
SP2 0,824 0,361 Valid
SP3 0,897 0,361 Valid
SP4 0,908 0,361 Valid
SP5 0,614 0,361 Valid

Sumber: Data pengelolaan spss versi 22 (2020)

Berdasarkan Tabel 4 di atas untuk uji validitas terhadap pernyataan pada

variabel sponsorship menunjukan bahwa semua butir pernyataannya

R
mempunyai nilai r-hitung > r-tabel maka dapat disimpulkan bahwa semua

pernyataan pada variable sponsorship dinyatakan valid.


P
Tabel 5
Uji Validitas Terhadap Corporate image
Kode r Hitung r-Tabel Keterangan
S

CI1 0,514 0,361 Valid


CI2 0,586 0,361 Valid
CI3 0,623 0,361 Valid
L

CI4 0,679 0,361 Valid


CI5 0,571 0,361 Valid
CI6 0,550 0,361 Valid
CI7 0,547 0,361 Valid
CI8 0,594 0,361 Valid

Sumber: Data pengelolaan spss versi 22 (2020)

Berdasarkan Tabel 5 di atas untuk uji validitas terhadap pernyataan

pada variabel corporate image menunjukan bahwa semua butir

pernyataannya mempunyai nilai r-hitung > r-tabel maka dapat disimpulkan

bahwa semua pernyataan pada variable corporate image dinyatakan valid.


60

[Link] Uji Reliabilitas

Uji Reliabilitas adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang

merupakan indikator dari variabel atau konstruk (Ghozali, 2011). Suatu

kuesioner dikatakan reliable atau handal jika jawaban seseorang terhadap

pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu. Tingkat reliabel

suatu variabel atau konstruk penelitian dapat dilihat dari hasil uji statistik

Crobach Alpha. Menurut kriteria Nunnally (1960) yang dinyatakan dalam

Ghozali (2009), variabel atau konstruk dikatakan reliabel jika nilai Cronbach

R
Alpha > 0,60. Semakin nilai alphanya mendekati satu maka nilai reliabilitas

datanya semakin terpercaya untuk masing-masing variabel.


P
Dengan mengambil 30 responden, berikut adalah tabel hasil uji reliabilitas

pada penelitian.
S

Tabel 6
Hasil Uji Reliabilitas
Cronbach’s
L

Variabel r Kritis Keterangan


Alpha
Event 0,753 0,6 Reliabel
Sponsorship 0,801 0,6 Reliabel
Corporate
0,739 0,6 Reliabel
image

Sumber: Data pengelolaan spss versi 22 (2020)

Berdasarkan Tabel 6, hasil dari pengujian tahap awal, uji reliabilitas yang

dilakukan dengan program SPSS 22 didapat koefisien Cronbach’s Alpha

untuk Variabel Event lebih besar dari 0,6 yaitu sebesar 0,753. Variabel

Sponsorship lebih besar dari 0,6 yaitu sebesar 0,801 dan Variabel Corporate

image lebih besar dari 0,6 yaitu sebesar 0,739. Hal ini menyatakan bahwa
61

ketiga variabel tersebut reliabel dan dapat diandalkan karena jawaban

responden relatif konsisten.

3.5.3 Uji Hipotesis

Pengujian hipotesis dilakukan melalui uji secara simultan dan uji secara

parsial, berikut uji hipotesis dalam penelitian ini:

[Link] Uji F

Uji Signifikansi Simultan (Uji F) Uji F pada dasarnya menunjukkan

apakah semua variabel bebas yang dimasukkan dalam model mempunyai

R
pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel terikat (Ghozali, 2011).

Dalam penelitian ini pengujian hipotesis secara simultan dimaksudkan untuk


P
mengukur besarnya pengaruh event (X1) dan sponsorship (X2), terhadap

citra perusahaan (corporate image) (Y). Untuk menguji hipotesis ini dengan
S

kriteria dasar pengambilan keputusan adalah sebagai berikut:

1) Jika nilai signifikan lebih besar dari 0,05, maka H0 diterima atau Ha
L

ditolak, ini berarti menyatakan bahwa semua variabel independen atau

bebas tidak mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel

dependen atau terikat.

2) Jika nilai signifikan lebih kecil dari 0,05 maka H0 ditolak atau Ha diterima,

ini berarti menyatakan bahwa semua variabel independen atau bebas

mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel dependen

atau terikat.
62

[Link] Uji T

Uji Parsial (Uji T) Uji T digunakan untuk menguji signifikansi hubungan

antara variabel X dan variabel Y secara parsial atau dapat dikatakan uji T

pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh satu variabel independen secara

individual dalam menerangkan variasi-variasi dependen (Ghozali, 2011).

Berdasarkan hipotesis yang telah dirumuskan pada bab sebelumnya, maka

dalam penelitian ini uji signifikansi parameter individual (Uji T) menggunakan

pengujian dua arah (two tail test). Peneliti menggunakan pengujian dua arah

R
dikarenakan Ha merupakan hipotesis komposit dua arah yang bisa

menunjukkan variabel bebas dapat berpengaruh negatif atau positif terhadap


P
variabel terikat. Untuk menunjukkan apakah masing-masing variabel bebas

mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat. Adapun


S

prosedurnya sebagai berikut:

1) Menentukan Ho dan Ha (hipotesis nihil dan hipotesis alternatif).


L

2) Dengan melihat hasil print out computer program SPSS 22 for windows,

diketahui nilai hitung dengan nilai signifikansi nilai t.

3) Jika signifikansi nilai t < 0,05 maka ada pengaruh yang signifikan antara

variabel bebas terhadap variabel terikat.

4) Jika signifikansi nilai t > 0,05 maka tidak ada pengaruh yang signifikan

antara variabel bebas terhadap variabel terikat. Artinya: a) Jika Sig /

Probabilitas > 0,05 Ho diterima b) Jika Sig / Probabilitas < 0,05 Ho ditolak

Atau c) Jika thitung > ttabel maka Ho ditolak d) Jika thitung > ttabel maka Ho

diterima.
63

3.5.4 Uji Asumsi Klasik

Uji asumsi klasik yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji

normalitas, uji multikolinieritas dan uji heterokedastisitas.

[Link] Uji Multikolinieritas

Uji multikolonieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi

ditemukan adanya korelasi antar variabel independen. Model regresi yang

baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel independen (Ghozali,

2011). Deteksi ada atau tidaknya multikolonieritas dalam model regresi

R
adalah dilihat dari besaran VIF (Variance Inflation Factor) dan 67 tolerance

(TOL). Regresi bebas dari masalah multikolonieritas jika nilai VIF < 10 dan
P
nilai TOL > 0,10 (Ghozali, 2011).

[Link] Uji Heteroskedastisitas


S

Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model

regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual dari satu pengamatan ke


L

pengamatan yang lain. Jika variance dari residual satu pengamatan ke

pengamatan yang lain tetap, maka disebut homokedastisitas dan jika

berbeda disebut dengan heteroskedastisitas.

Model regresi yang baik adalah yang homokedastisitas atau tidak terjadi

heteroskedastisitas (Ghozali, 2011). Cara untuk mendeteksinya adalah

dengan melihat grafik Scater Plot antara nilai prediksi variabel terikat (z

variabel), dengan residualnya (s residualnya):

1) Jika ada pola tertentu yang teratur, seperti titik-titik yang ada

membentuk pola tertentu yang teratur (bergelombang, melebar,


64

kemudian menyempit), maka mengidentifikasikan telah terjadi

heteroskedastisitas.

2) Jika tidak ada pola yang jelas, serta titik-titiknya menyebar diatas dan

dibawah angka nol (0) pada sumbu Y, maka tidak terjadi

heteroskedastisitas (Ghozali, 2011).

3.5.5 Analisis Regresi Berganda

Regresi linier adalah metode statistika yang digunakan untuk

membentuk model hubungan antara variabel terikat (dependen, Y) dengan

R
satu atau lebih variabel bebas (independen, X). Rancangan uji regresi

digunakan untuk mengetahui pengaruh yang diberikan variabel independen


P
terhadap variable dependen (Sugiyono, 2002). Apabila banyaknya variabel

bebas hanya ada satu, disebut sebagai regresi linier sederhana, sedangkan
S

apabila terdapat lebih dari 1 variabel bebas, disebut sebagai regresi linier

berganda.
L

Analisis regresi setidak-tidaknya memiliki 3 kegunaan, yaitu untuk

tujuan deskripsi dari fenomena data atau kasus yang sedang diteliti, untuk

tujuan kontrol, serta untuk tujuan prediksi. Regresi mampu mendeskripsikan

fenomena data melalui terbentuknya suatu model hubungan yang sifatnya

numerik. Regresi juga dapat digunakan untuk melakukan pengendalian

(kontrol) terhadap suatu kasus atau hal-hal yang sedang diamati melalui

penggunaan model regresi yang diperoleh.

Model atau formula yang digunakan untuk analisis regresi linier

berganda pada penelitian ini adalah: (Supranto, 2007)


65

Y = α + β1X1 + β2X2 + e

Dimana

Y = Corporate image

α = Konstanta

X1 = Event

X2 = Sponsorship

β1, β2, = Kofesien Regresi (menunjukkan angka peningkatan atau

penurunan variabel dependen yang didasarkan pada

R
hubungan nilai variabel independen)

e = Standar Error
P
3.5.6 Koefisien Determinasi (Adjusted R²)

Koefisien determinasi (Adjusted R2) pada intinya mengukur


S

seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel

dependen. Dalam output SPSS, koefisien determinasi terletak pada


L

tabel model summaryb atau tertulis R square. Namun untuk regresi

linier berganda sebaliknya menggunakan R square yang sudah

disesuaikan atau tertulis adjusted R square, karena disesuaikan dengan

jumlah variabel independen yang digunakan dalam penelitian. Dalam

kenyataan nilai adjusted R square dapat bernilai negatif, walaupun yang

dikehendaki bernilai positif. Jika dalam uji empiris didapat nilai adjusted

R square (Adj. R2) negatif, maka nilai adjusted R square (Adj. R2)

dianggap nol (Ghozali, 2011).


66

3.6 Operasionalisasi Variabel

Operasional variabel dalam penelitian ini disusun dalam struktur kisi-

kisi operasional variabel penelitian sebagai berikut:

Tabel 7
Operasional Variabel Event
Skala
Variabel Dimensi Indikator
Pengukuran
Involvement - Keterlibatan emosional
(Keterlibatan) dengan merk.
- Keterlibatan emosional

Interaction
R
dengan event.
- Keterlibatan emosional
dengan pengalaman.
- Interaksi dengan brand
P
(interaksi) ambassadors.
- Interaksi dengan karyawan.
Event (X1) - Interaksi dengan pertunjukan
yang disediakan.
S

Wood - Interaksi dengan merek.


(2009) Immersion - Memberikan pikiran sehat.
Skala Likert
dalam - Terisolasi dari pesan lainnya.
1-5
Madhalena Intensity - Mudah diingat.
L

dan (intensitas) - Memiliki pengaruh tinggi.


Syahputra Individuality - Memiliki keunikan.
(2016) (memiliki - Memberikan pengalaman
kepribadian) berbeda.
Innovation - Konten yang kreatif.
(berinovasi) - Kemampuan berinovasi.
Integrity - Event dilihat sebagai suatu
(integritas) yang benar.
- Event membawa manfaat
yang nyata.
- Event membawa keuntungan
yang nyata.
67

Tabel 8
Operasional Variabel Sponsorship
Skala
Variabel Dimensi Indikator
Pengukuran
Event - Kesukaan yang tidak
Sponsorshi Factors langsung pada event.
p (X2) - Kesukaan langsung pada
event.
Rossiiter Sponsorship - Merasa sesuai atau cocok Skala Likert
dan Percy Factors pada event. 1-5
(1998:346) Sponsor - Melihat kesungguhan
dalam Factors sponsorship.
Arhoyo
(2013) R
- Melihat keaktifan dan
kefokusan sponsorship.

Tabel 9
P
Operasional Variabel Corporate image
Skala
Variabel Dimensi Indikator
S

Pengukuran
Corporate Company - Tingkat keunggulan fintech
image (Y) Recognition Akulaku Indonesia.
dibandingkan fintech lainnya.
L

Kotler dan - Merek fintech Akulaku mudah


Keller diingat.
(2012:261) Affinity - Tingkat kualitas layanan
dalam fintech Akulaku Indonesia.
Sudarso - Tingkat informasi yang
(2016:51) diberikan oleh fintech
Skala Likert
Akulaku Indonesia sangat
1-5
akurat.
Company - Fintech Akulaku Indonesia
Reputation memberikan pelayanan yang
terbaik.
- Fintech Akulaku Indonesia
merupakan platform
teregistrasi.
Company - Tidak beralih pada platform
Loyalty lain.
68

- Menceritakan hal positif


tentang Fintech Akulaku
Indonesia.

3.7 Waktu dan Tempat Penelitian

3.7.1 Waktu Penelitian

Jadwal dan tahap-tahap penelitian adalah sebagai berikut:

Tabel 10
Waktu Penelitian
Rencana Penyusunan 2019 2020
No
Tesis Nov Des Jan Feb Mar
1
2
3
4
Penyusunan Proposal
Konsultasi/Bimbingan
Seminar Proposal
Penelitian
R
P
5 Pembahasan Hasil
6 Penyusunan Tesis
7 Ujian Tesis
8 Perbaikan Tesis
S

3.7.2 Tempat Penelitian


L

Penelitian yang meliputi aktivitas observasi dan penyebaran

kuesioner/angket dilakukan pada pengguna Fintech Akulaku Indonesia di area

Jakarta yang mengetahui event yang diadakan oleh Akulaku dan sponsorship

yang dilakukan Akulaku Indonesia dengan team sepak bola Persija Jakarta.
BAB IV

ANALISIS PENELITIAN

4.1 Deskripsi Objek Penelitian

Akulaku merupakan perusahaan aplikasi kredit virtual finansial online

yang bergerak di bidang usaha platform digital yang telah terdaftar

sebagai penyelenggara sistem elektronik di Kementerian Komunikasi dan

Informatika Republik Indonesia melalui Tanda Daftar Sistem Elektronik

No.00262/[Link]/04/2017 tertanggal 28 April 2017 atas nama PT.

R
Akulaku Silvrr Indonesia dan juga tertera pada surat pendaftaran

penanaman modal yang disahkan oleh BKPM (Badan Koordinasi


P
Penanaman Modal) dengan nomor surat 1293/1/IU/PMA/2018. Dalam

menjalankan kegiatan pembiayaan/kredit, Akulaku menggunakan salah


S

satu perusahaannya yang terafiliasi, yaitu PT. Akulaku Finance Indonesia,

perusahaan pembiayaan yang telah terdaftar serta memiliki izin usaha


L

resmi dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dengan Tanda Bukti Terdaftar

[Link]-436/NB.11/2018.

Gambar 3
Logo Akulaku Indonesia

Sumber: Akulaku Indonesia (2020)

69
70

Akulaku hadir untuk mempermudah pembelanjaan konsumen

dengan cara kredit, dimana memungkinkan konsumen untuk berbelanja

apa saja di mana saja tanpa kekhawatiran dana. Akulaku memberikan

kemudahan belanja kepada semua orang dengan cara cicilan/kredit. Disini

konsumen dapat belanja berbagai barang atau macam produk dengan

cara mencicilnya tanpa harus memiliki kartu kredit. Akulaku Indonesia juga

memberikan jaminan belanja aman dengan memastikan produk telah kita

terima sebelum akhirnya uang yang di transfer diberikan kepada penjual.

4.2 Gambaran Umum Responden


R
Responden dala penelitian ini menggunakan teknik purposive
P
sampling dimana penelitian hanya dilakukan pada responden yang

mengetahui fintech Akulaku, serta yang mengetahui kegiatan event dan


S

sponsorship yang dilakukan oleh Akulaku.

Sebagai analisis awal akan terlebih dahulu di lakukan tinjauan


L

mengenai data karakteristik responden. Pengelolaan karakteristik

responden terdiri dari kategori jenis kelamin, usia, pendidikan dan

pekerjaan.

Tabel 11
Distribusi Frekuensi Jenis Kelamin
Jenis Kelamin
Valid Cumulative
Frequency Percent Percent Percent
Valid Perempuan 22 14.2 14.2 14.2
Laki-laki 133 85.8 85.8 100.0
Total 155 100.0 100.0

Sumber: Data pengelolaan spss versi 22 (2020)


71

Berdasarkan tabel 11 menunjukkan bahwa karakteristik responden

dilihat dari persentase jenis kelamin. Responden didominasi oleh

responden jenis kelamin laki-laki sebesar 85.5% dan sisanya berjenis

kelamin perempuan sebesar 14.2%. Dari data yang diperoleh, dapat

disimpulkan bahwa responden laki-laki lebih mendominasi interaksi

dengan Akulaku Indonesia karena mayoritas dari responden adalah

pengemudi ojek online dimana lebih dominan laki-laki.

Tabel 12

R
Distribusi Frekuensi Usia
Usia
Valid
Frequency Percent Percent
Cumulative
Percent
P
Valid 18-25
64 41.3 41.3 41.3
tahun
26-30
44 28.4 28.4 69.7
tahun
S

31-40
47 30.3 30.3 100.0
tahun
Total 155 100.0 100.0
L

Sumber: Data pengelolaan spss versi 22 (2020)

Berdasarkan Tabel 12 menunjukkan karakteristik responden dilihat

dari persentase usia. Responden berusia (18-25 tahun) sebanyak 64

orang atau 41.3%, (26-30 tahun) sebanyak 44 orang atau 28.4%, usia (31-

40 tahun) sebanyak 47 orang atau 30.3%. Dengan demikian dapat

disimpulkan bahwa responden yang berinteraksi dengan Akulaku

Indonesia sebagian besar berusia 18-25 tahun yaitu sebesar 41.3%.


72

Tabel 13
Distribusi Frekuensi Pendidikan
Pendidikan
Valid Cumulative
Frequency Percent Percent Percent
Valid SMA 59 38.1 38.1 38.1
D3 37 23.9 23.9 61.9
S1 59 38.1 38.1 100.0
Total 155 100.0 100.0

Sumber: Data pengelolaan spss versi 22 (2020)

Pada tabel 13, menunjukkan persentase karakteristik responden

R
dilihat dari pendidikan. Responden yang memiliki pendidikan SMA/K

sebanyak 59 orang atau 38.1%, sementara pendidikan D3 sebanyak 37


P
orang atau 23.9%, pendidikan S1 sebanyak 59 orang atau 38.1%. Dengan

demikian responden terbanyak sebagian besar pendidikan SMA/K dan S1


S

masing-masing sebanyak 59 orang atau 38.1%. Hal tersebut dapat

disimpulkan bahwa masyarakat yang berpendidikan SMA/K dan Sarjana


L

S1 melakukan interaksi lebih banyak dengan Akulaku Indonesia daripada

level pendidikan lainnya.

Tabel 14
Distribusi Frekuensi Pekerjaan
Pekerjaan
Valid Cumulative
Frequency Percent Percent Percent
Valid Mahasiswa
48 31.0 31.0 31.0
Karyawan 84 54.2 54.2 85.2
Wiraswasta
23 14.8 14.8 100.0
Total 155 100.0 100.0

Sumber: Data pengelolaan spss versi 22 (2020)


73

Berdasarkan Tabel 14, menunjukkan karakteristik responden dilihat

dari status pekerjaan. Responden dari kalangan mahasiswa sebanyak 48

orang atau 31.0%, karyawan sebanyak 84 atau 54.2% dan wiraswasta

sebanyak 23 dan 14.8%. Dengan demikian, responden yang mendominasi

penelitian ini adalah dari kalangan karyawan sebanyak 84 atau 54.2%. Hal

tersebut menunjukkan karyawan lebih banyak mendominasi interaksi

Akulaku seiring dengan tingkat kebutuhan dan kemampuan untuk

membeli dibandingkan dengan pekerjaan lainnya.

R
4.3 Analisis Deskriptif Variabel Penelitian

Variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah meliputi


P
dua variabel bebas yakni Event (X1) dan Sponsorship (X2) sedangkan

variabel terikat yang di kaji adalah Corporate image (Y). Untuk lebih
S

memberikan gambaran yang obyektif terhadap hasil jawaban responden

terhadap angket, maka jawaban tersebut akan dikemukakan dalam bentuk


L

rata-rata dengan standart nilai pada table berikut:

Tabel 15

Interpretasi Skor Jawaban Responden

No Skor Kategori

1 1.00 – 1.79 Sangat Tidak Baik


2 1.80 – 2.59 Tidak Baik
3 2.60 – 3.39 Kurang Baik
4 3.40 – 4.19 Baik
5 4.20 – 5.00 Sangat Baik
74

4.3.1 Analisis Deskriptif Variabel Event

Indeks hasil jawaan responden atas pernyataan mengenai variabel


event adalah sebagai berikut:
Tabel 16
Uji Deskriptif Variabel Event
Descriptive Statistics

Kategori
No Pernyataan N Mean

Saya terlibat secara Baik


1 emosional dengan Akulaku 155 4.103

2
Indonesia
Saya terlibat secara
emosional dengan event
yang dilakukan oleh
R 155 3.897
Baik
P
Akulaku Indonesia
Saya terlibat secara Baik
emosional dengan
3 155 3.987
pengalaman yang diberikan
S

Akulaku Indonesia
Akulaku Indonesia Baik
4 melakukan interaksi melalui 155 3.813
L

brand ambassadornya
Akulaku Indonesia Baik
5 melakukan interaksi melalui 155 3.839
karyawannya
Akulaku Indonesia Baik
melakukan interaksi melalui
6 155 4.019
pertunjukan yang
disediakan
Akulaku Indonesia Baik
7 melakukan interaksi melalui 155 3.955
merek yang miliki
Akulaku Indonesia Baik
memberikan interaksi positif
8 155 4.026
melalui event yang mereka
adakan
75

Kategori
No Pernyataan N Mean
Akulaku Indonesia terbuka Baik
9 dengan informasi yang 155 3.865
mereka miliki
Saya mudah untuk Baik
10 mengingat Akulaku 155 3.897
Indonesia
Event yang diadakan Baik
Akulaku Indonesia
11 155 4.045
memberikan pengaruh
tinggi
Event yang diadakan Baik
12

13
keunikan
Event yang diadakan
Akulaku Indonesia
R
Akulaku Indonesia memiliki 155

155
3.994

4.058
Baik
P
memberikan pengalaman
yang berbeda
Event yang diadakan Baik
14 Akulaku Indonesia memiliki 155 4.084
S

konten yang kreatif


Event yang diadakan Baik
Akulaku Indonesia memiliki
15 155 3.981
L

kemampuan untuk
berinovasi
Event yang diadakan Baik
Akulaku Indonesia
16 155 4.168
merupakan langkah yang
baik dan benar
Event yang diadakan Sangat
Akulaku Indonesia Baik
17 155 4.271
membawa manfaat yang
nyata
Event yang diadakan Baik
Akulaku Indonesia
18 155 4.045
membawa keuntungan yang
nyata
SKOR 4.003 Baik

Sumber: Data pengelolaan spss versi 22 (2020)


76

Berdasarkan Tabel 16 di atas, menunjukkan bahwa nilai total skor

pada variabel event yaitu sebesar 4.003, yang masuk kedalam kategori

baik. Hal tersebut juga dapat dilihat dari nilai rata-rata setiap pernyataan

memiliki hasil diantara kategori baik.

Dari keseluruhan indikator yang ada, ditemukan nilai tertinggi pada

pernyataan EV17 dengan nilai 4.27. Pada pernyataan tersebut

menjelaskan mengenai manfaat yang diberikan Akulaku Indonesia nyata.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa event yang diadakan oleh

R
Akulaku Indonesia dianggap telah memberikan manfaat yang nyata,

mengingat salah satu tujuan diadakannya event adalah untuk memberikan


P
kebermanfaatan seiring dengan menumbuhkan dan meningkatkan Citra

Perusahaan.
S

Menurut Julie Sneat et al. (2008) dalam Sukoco (2018), hal-hal yang

dapat menjadi evaluasi Akulaku Indonesia dalam menjalankan event


L

dengan 3 karakteristik yang mendasari dari evaluasi pemasaran event,

yang pertama, entertainment, yang menjelaskan bagaimana suatu event

yang dilaksanakan memberikan manfaat yang baik terhadap peserta yang

berkunjung dengan alasan memberikan hiburan dan merasakan langsung

terhadap event yang diadakan. Kedua, excitement, bagaimana peserta

merasakan kebahagian, kepuasan dan kesenangan dari acara yang

diadakan dengan memberikan manfaat yang sangat baik dan mampu

menciptakan semangat yang positif. Ketiga, enterprise, dimana

perusahaan membuat sebuah acara yang inovatif untuk menarik para


77

peserta agar mengetahui dan merasakan langsung, dimana pihak

perusahaan membuat suatu acara yang inovatif, kreatif, dan atraktif untuk

mengajak Audience datang.

4.3.2 Analisis Deskriptif Variabel Sponsorship

Indeks hasil jawaban responden atas pernyataan mengenai variabel


sponsorship adalah sebagai berikut:
Tabel 17
Uji Deskriptif Variabel Sponsorship
Descriptive Statistics

No

1
Pernyataan

Saya menyukai event yang


R
disponsori oleh Akulaku Indonesia
N

155
Mean

3.40
Std.
Deviation

.803
P
Saya memiliki keinginan pribadi
2 untuk datang ke event yang 155 3.63 .807
disponsori oleh Akulaku Indonesia
S

Saya merasa sesuai dan cocok


3 dengan event yang disponsori oleh 155 3.73 .832
Akulaku Indonesia
Saya melihat kesungguhan
L

4 sponsorship dari Akulaku Indonesia 155 3.67 .831


di Persija Jakarta
Saya melihat keaktifan dan
5 kefokusan sponsorship Akulaku 155 3.65 .843
Indonesia di Persija Jakarta
SKOR 3.614 0.823

Sumber: Data pengelolaan spss versi 22 (2020)

Berdasarkan Tabel 17 di atas, menunjukkan bahwa nilai total skor

pada variabel sponsorship yaitu sebesar 3.614, yang masuk kedalam

kategori baik. Hal tersebut juga dapat dilihat dari nilai rata-rata setiap

pernyataan memiliki hasil diantara kategori baik dan sangat baik.


78

Dari keseluruhan indikator yang ada, ditemukan nilai rata-rata

tertinggi pada pernyataan SP3 dengan nilai 3.73. Pada pernyataan

tersebut menjelaskan mengenai kesungguhan sponsorship yang diadakan

oleh Akulaku Indonesia dengan Persija Jakarta. Dengan demikian, dapat

disimpulkan bahwa sponsorship yang diadakan oleh Akulaku Indonesia

telah mampu memberikan kepercayaan kepada masyarakat dengan

menunjukkan kesungguhan pada kerja sama yang dilakukan dengan tim

sepak bola Persija Jakarta. Dimana kepercayaan merupakan perasaaan

R
afektif untuk membangun citra perusahaan (Minkiewicz et al., 2011).

Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa Akulaku pada kegiatan


P
sponsorshipnya sudah sesuai dalam membangun citra perusahaan.

4.3.2 Analisis Deskriptif Variabel Corporate image


S

Indeks hasil jawaban responden atas pernyataan mengenai variabel


corporate image adalah sebagai berikut:
Tabel 18
L

Uji Deskriptif Variabel Corporate image


Descriptive Statistics
Std.
No Pernyataan N Mean
Deviation
Menurut saya, Akulaku Indonesia
1 155 4.045 .658
lebih unggul dari fintech lainnya
Menurut saya, Akulaku Indonesia
2 155 3.916 .634
mudah diingat
Menurut saya, layanan yang
3 diberikan Akulaku Indonesia lebih 155 3.768 .737
unggul dari fintech lainnya
Menurut saya, Akulaku Indonesia
4 memberikan informasi dengan 155 3.948 .728
sangat akurat
79

Descriptive Statistics
Std.
No Pernyataan N Mean
Deviation
Menurut saya, Akulaku Indonesia
5 155 4.058 .723
memberikan pelayanan yang terbaik
Menurut saya, Akulaku Indonesia
6 merupakan platform yang 155 3.987 .773
terintegrasi
Saya tidak akan beralih ke platform
7 155 3.690 .909
yang lain selain Akulaku Indonesia
Saya akan menceritakan hal positif
8 155 3.800 .878
tentang Akulaku Indonesia
SKOR 3.902 0.755

R
Sumber: Data pengelolaan spss versi 22 (2020)

Berdasarkan Tabel 18 di atas, menunjukkan bahwa nilai total skor


P
pada variabel corporate image yaitu sebesar 3.902, yang masuk kedalam

kategori baik. Hal tersebut juga dapat dilihat dari nilai rata-rata setiap
S

pernyataan memiliki hasil diantara kategori baik dan sangat baik.

Dari keseluruhan indikator yang ada, ditemukan nilai rata-rata


L

tertinggi pada pernyataan CP5 dengan nilai 4.058. Pada pernyataan

tersebut menjelaskan mengenai pemberian pelayanan yang terbaik oleh

Akulaku Indonesia. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa

pelayanan yang diberikan oleh Akulaku Indonesia terhadap konsumen

dan masyakarat mampu meningkatkan Citra Perusahaan. Hal ini sejalan

dengan pernyataan Mayliza (2019) dimana perusahaan dituntut untuk

memberikan produk atau pelayanan terbaik agar citra perusahaan tetap

tinggi.
80

4.4 Hasil Uji Normalitas

Uji normalitas penelitian ini menggunakan bantuan program SPSS

versi 22, Jika kumpulan titik-titik mendekati suatu garis lurus, maka asumsi

normalitas dapat diperoleh (Kadir: 2015).

Tabel 19
Hasil Uji Normalitas

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test


Unstandardized

N
Normal Parameters
R
a,b Mean
Std.
Residual
155
.0000000
2.83223128
P
Deviation
Most Extreme Absolute .071
Differences Positive .048
Negative -.071
S

Test Statistic .071


Asymp. Sig. (2-tailed) .055c
a. Test distribution is Normal.
L

b. Calculated from data.


c. Lilliefors Significance Correction.

Sumber: Data pengelolaan spss versi 22 (2020)

Berdasarkan Tabel 19 hasil pengujian dengan metode K-S dari

hasil perhitungan diperoleh nilai Asymp sig Unstandardized Residual

Regresi yaitu 0,055 diatas 0,05. sehingga dapat dikemukakan bahwa

residual dalam penelitian ini telah memenuhi asumsi data terdistribusi

normal.
81

4.5 Hasil Uji Hipotesis

4.5.1 Uji Ketepatan Model (Uji Statistik F)

Uji hipotesis dengan F-test digunakan untuk menguji hubungan

variabel bebas secara bersama-sama memiliki pengaruh terhadap

variabel dependennya. Hasil uji F dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 20
Hasil Uji F (simultan)
ANOVAa

Model
1 Regression
Sum of
Squares
488.658
Rdf
Mean
Square
2 244.329 30.064
F Sig.
.000b
P
Residual 1235.316 152 8.127
Total 1723.974 154
a. Dependent Variable: Corporate image
S

b. Predictors: (Constant), Sponsorship, Event

Sumber: Data pengelolaan spss versi 22 (2020)


L

Berdasarkan tabel 20, dapat dilihat nilai probabilitas signifikasi

0,000, sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis dalam penelitian ini

adalah:

Ho: Tidak ada pengaruh variabel event (X1) dan sponsorship (X2)

secara simultan terhadap corporate image Akulaku Indonesia.

Ha: Ada pengaruh variabel event (X1) dan sponsorship (X2) secara

simultan terhadap corporate image Akulaku Indonesia.

Dalam penelitian ini nilai probabilitas menunjukkan angka lebih kecil

dari 0,05 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Hal tersebut dapat


82

disimpulkan bahwa event (X1) dan sponsorship (X2) secara bersama-

sama berpengaruh secara signifikan terhadap Corporate image.

4.5.2 Uji Ketepatan Signifikansi Parsial (Uji Statistik t)

Menurut Ghozali (2013) uji beda t-test digunakan untuk menguji

seberapa jauh pengaruh variabel independen yang digunakan dalam

penelitian ini secara individual dalam menerangkan variabel dependen

secara parsial. Dasar pengambilan keputusan digunakan dalam uji t

adalah sebagai berikut:

R
1. Jika nilai probabilitas signifikansi > 0,05, maka hipotesis ditolak.

Hipotesis ditolak mempunyai arti bahwa variabel independen tidak


P
berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen.

2. Jika nilai probabilitas signifikansi < 0,05, maka hipotesis diterima.


S

Hipotesis diterima mempunyai arti bahwa variabel independen

berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen.


L

Tabel 21
Hasil Uji t
Coefficientsa

Unstandardized Standardized
Coefficients Coefficients t Sig.
Std.
Model B Error Beta
1 (Constant) 15.143 2.818 5.374 .000
Event .098 .039 .179 2.540 .012
Sponsorship .499 .076 .463 6.564 .000
a. Dependent Variable: CorporateImage

Sumber: Data pengelolaan spss versi 22 (2020)


83

4.5.3 Uji Hipotesis Pengaruh Event Terhadap Corporate image

Berdasarkan Tabel 21 probabilitas sig event (X1) sebesar 0,012,

sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis dalam penelitian ini adalah:

Ho1 : Tidak ada pengaruh variabel event (X1) terhadap corporate image

Akulaku Indonesia.

Ha1 : Ada pengaruh variabel event (X1) terhadap corporate image

Akulaku Indonesia.

Dalam penelitian ini nilai probabilitas menunjukkan angka lebih

R
kecil dari 0,05 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima sehingga dapat

dinyatakan secara parsial event (X1) berpengaruh positif dan signifikan


P
terhadap Corporate image (Y).

Hal ini dapat disimpulkan bahwa, semakin menarik event yang


S

diberikan oleh perusahaan maka akan menaikkan corporate image

perusahaan tersebut. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang


L

dilakukan oleh Kadafi dan Mayasari (2018) dan Mujianto (2018) yang

menemukan bahwa event menjadi salah satu faktor yang berperan paling

dominan dari beberapa faktor public relations lainnya. Namun, hasil ini

tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Vellayati, Arifin dan

Yulianto (2014), dimana dalam penelitian tersebut event ditemukan tidak

mempengaruhi secara signifikan corporate image.


84

4.5.4 Uji Hipotesis Pengaruh Sponsorship Terhadap Corporate image

Berdasarkan Tabel 23 probabilitas sig Sponsorship (X2) sebesar

0,000 lebih kecil dari 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis

dalam penelitian ini adalah:

Ho2 : Tidak ada pengaruh variabel sponsorship (X2) terhadap corporate

image Akulaku Indonesia.

Ha2 : Ada pengaruh variabel sponsorship (X2) terhadap corporate

image Akulaku Indonesia.

R
Dalam penelitian ini nilai probabilitas menunjukkan angka lebih

kecil dari 0,05 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Hal tersebut dapat
P
disimpulkan bahwa secara parsial Sponsorship (X2) berpengaruh positif

dan signifikan terhadap Corporate image (Y).


S

Hal ini dapat disimpulkan bahwa, semakin tinggi kesesuaian dan

ketepatan sponsorship yang diberikan oleh perusahaan maka akan


L

menaikkan corporate image perusahaan tersebut. Penelitian ini sejalan

dengan penelitian yang dilakukan oleh Vellayati, Arifin dan Yulianto

(2014), Kadafi dan Mayasari (2018) dan Siregar dan Sunarti (2017) yang

menemukan bahwa sponsorship memiliki pengaruh signifikan terhadap

corporate image.

4.6 Uji Asumsi Klasik

4.6.1 Uji Multikolinieritas

Menurut Imam Ghozali (2013:105) uji multikolinieritas bertujuan untuk

menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel


85

bebas (independen). Metode yang dapat digunakan untuk menguji

terjadinya multikolinieritas dapat dilihat dari matrik korelasi variabel.

Tabel 22
Hasil Uji Multikolinieritas
Coefficientsa
Collinearity Statistics
Model Tolerance VIF
1 (Constant)

Event .949 1.054


Sponsorship .949 1.054

R
a. Dependent Variable: CorporateImage

Sumber: Data pengelolaan spss versi 22 (2020)


P
Berdasarkan Tabel 22 hasil pengolahan data uji multikolinieritas

dengan menggunakan SPSS 22 terlihat bahwa kedua variabel


S

independen menunjukkan nilai tolerance untuk variabel event (X1)

sebesar 0,949 dan variabel sponsorship sebesar 0,949 lebih besar dari
L

0,1 dan nilai VIF untuk variabel event (X1) sebesar 1.053 dan variabel

sponsorship (X2) sebesar 1,053. Dengan demikian, kedua variabel

independen tersebut memiliki nilai tolerance > 0,10 dan nilai VIF < 10

sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi multikolineritas antar

variabel independen sehingga dapat dinyatakan bahwa model regresi

linear berganda dapat dilakukan dalam penelitian ini.


86

4.6.2 Uji Heterokedasititas

Gambar 4
Hasil Uji Heterokedasititas

R
P
Sumber: Data pengelolaan spss versi 22 (2020)

Pada Gambar 4 grafik scatterplot di atas tampak bahwa titik-titik


S

menyebar secara acak dan tidak membentuk pola tertentu serta tersebar

baik di atas maupun di bawah angka 0 (nol) pada sumbu Y. Dengan


L

demikian, dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas. jika

ada pola tertentu seperti titik-titik yang ada membentuk pola tertentu yang

teratur (bergelombang, melebar kemudian menyempit), maka dapat telah

terjadi heteroskedastisitas dan jika tidak ada pola yang jelas serta titik-titik

yang menyebar diatas dan dibawah angka nol pada sumbu Y, maka tidak

terjadi heteroskedastisitas.
87

4.7 Hasil Uji Analisis Regresi Linear Berganda

Tabel 23
Hasil Uji Analisis Regresi Linear Berganda
Coefficientsa

Unstandardized Standardized
Coefficients Coefficients t Sig.
Std.
Model B Error Beta
1 (Constant) 15.143 2.818 5.374 .000
Event .098 .039 .179 2.540 .012
Sponsorship .499
R
a. Dependent Variable: CorporateImage
.076 .463

Sumber: Data pengelolaan spss versi 22 (2020)


6.564 .000
P
Berdasarkan tabel 23 dapat diperoleh rumusan persamaan regresi
S

linear berganda untuk variabel independen (Event dan Sponsorship)

terhadap variabel dependen (Corporate image) sebagai berikut:


L

Y = a + b 1 X 1 + b2 X 2 + e

Y = 15,143 + 0,098X1 + 0,499X2 +e

Dari analisis Tabel 23 diatas dapat diketahui bahwa persamaan

regresi tersebut mempunyai arti sebagai berikut:

1. Konstanta sebesar 15,143 merupakan perpotongan garis regresi

dengan sumbu Y yang menunjukkan Corporate image pengguna

Akulaku Indonesia bisnis variabel bebasnya yaitu event (X1) dan

sponsorship (X2) sama dengan nol (0).


88

2. Variabel event (X1) memiliki koefisien regresi positif, artinya bahwa

apabila variabel event (X1) meningkat sebesar satuan maka corporate

image pengguna Akulaku Indonesia akan mengalami kenaikan

sebesar nilai koefisien regresinya yaitu 0,098 dengan asumsi variabel

bebas lainnya tetap.

3. Variabel sponsorship (X2) memiliki koefisien regresi positif, artinya

bahwa apabila variabel sponsorship (X2) meningkat maka corporate

image pengguna Akulaku Indonesia akan mengalami kenaikan

R
sebesar nilai koefisien regresinya yaitu 0,499 dengan asumsi variabel

bebas lainnya tetap.


P
4.8 Koefisien Determinasi (R2)

Koefisien determinasi (R2) pada dasarnya mengukur seberapa jauh


S

kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen.

Tabel 24
L

Hasil Uji Determinasi (R2)


Model Summaryb
Std.
Adjusted Error of
R R the
Model R Square Square Estimate
1 .532a .283 .274 2.851
a. Predictors: (Constant), Sponsorship, Event
b. Dependent Variable: CorporateImage

Sumber: Data pengelolaan spss versi 22 (2020)

Berdasarkan Tabel 24 diketahui hasil koefisien determinasi (adjusted

R2) sebesar 0,283 (28,3%) yang berarti kontribusi Corporate image dapat

dijelaskan oleh kedua variabel independen yaitu event dan sponsorship.


89

Jadi selebihnya sebesar 71,7% dijelaskan oleh variabel-variabel lain yang

tidak diteliti dalam penelitian ini.

4.9 Pembahasan Hasil Penelitian

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa pengaruh event dan

sponsorship terhadap corporate image Akulaku Indonesia. Dengan

menggunakan SPSS 22, berdasarkan hasil yang diperoleh dari 155

responden, yaitu masyakat yang mengetahui event yang diadakan oleh

Akulaku dan mengetahui kegiatan sponsorship yang dilakukan oleh

R
Akualu Indonesia dengan team sepak bola Persija Jakarta, dapat

diketahui hasil sebagai berikut:


P
Penelitian ini menemukan koefisien determinasi sebesar 0,283

(28,3%) yang berarti kontribusi atau variasi tingkat Corporate image (Y)
S

dapat dijelaskan oleh kedua variabel independen yaitu event (X1) dan

sponsorship (X2). Sementara 71,7% lainnya terdapat kemungkinan


L

dipengaruhi oleh beberapa faktor lainnya seperti yaitu publication

(publikasi), identity media (media identitas), news (berita), speeches

(pidato), public service activities dan (pelayanan aktivitas publik).

Pada kedua variabel yang diteliti secara simultan menunjukkan

adanya nilai signifikansi sebesar 0,000 dimana nilai lebih kecil dari 0,05.

Sehingga H0 ditolak dan Ha diterima, maka dapat dikatakan bahwa

terdapat pengaruh dalam event dan sponsorship terhadap corporate

image Akulaku Indonesia. Meskipun Akulaku sempat diterpa isu dengan

masuknya Akulaku sebagai daftar fintech ilegal pada publikasi


90

diterbitkannya oleh Badan Otoritas Jasa Keuangan, isu tersebut dinilai

dapat diatasi Akulaku dengan terus konsisten mengadakan kegiatan

public relations seperti event dan sponsorship seperti yang dilakukan

sebelumnya.

Akan tetapi pada hasil uji T statistik dilakukan, kegiatan event dinilai

tidak lebih berpengaruh jika dibandingkan dengan melakukan kedua

kegiatan tersebut secara bersama-sama. Ditunjukkan dengan nilai

signifikansi event sebesar 0,012 lebih besar daripada nilai signifikansi

R
secara simultan. Untuk itu, agar mencapai pembentukan citra perusahaan

yang maksimal dan efektif, Akulaku dinilai masyarakat tidak cukup hanya
P
sekedar melakukan kegiatan event saja, tetapi harus dibarengi dengan

kegiatan Public Relations lain seperti sponsorship. Hal ini sepakat dengan
S

yang dikatakan oleh Kotler dan Keller (2009:234) dalam Mujianto (2018),

perusahaan dapat memaksimalkan kegiatan public relations dengan lima


L

faktor lainnya seperti publication (publikasi), identity media (media

identitas), news (berita), speeches (pidato) dan public service activities

(pelayanan aktivitas publik) mengingat 71,7% dari variabel corporate

image dipengaruhi oleh faktor lainnya.

Masih dalam hasil test yang sama, kegiatan sponsorship dinilai

lebih memiliki pengaruh yang signifikan terhadap citra perusahaan

daripada kegiatan event dengan hasil signifikansi sebesar 0,000. Hal ini

sejalan dengan yang dikatakan oleh Vellayati, Arifin dan Yulianto (2014),

citra perusahaan tidak akan memberikan pengaruh yang signifikan jika


91

event tidak disertai dengan acara-acara lainnya yang menarik perhatian

pelanggan untuk lebih mencerminkan citra yang positif. Selain itu,

berdasarkan hasil analisa penelitian, ada beberapa faktor pendukung

terkait alasan Sponsorship yang dinilai lebih efektif dalam meningkatkan

citra perusahaan, yang pertama target audiens sponsorship yang lebih

segmented, yaitu para The Jack Mania, supporter fanatik Persija. Dimana

mereka dianggap telah memiliki awareness dan engagement yang tinggi

terhadap Persija, hal tersebut akan membuat mereka mempercayai

R
apapun yang Persija pakai, termasuk logo Akulaku pada jersey Persija.

Secara tidak langsung, objektif dari sponsorship yang dilakukan Akulaku


P
akan lebih mudah tercapai. Selain itu, jika ditinjau dari segi exposure,

kegiatan sponsorhip yang dilakukan Akulaku lebih terekspos dibandingkan


S

event, hal ini didukung oleh cakupan audiens Persija yang sangat luas

terutama pada saat musim pertandingan sepak bola, masyarakat yang


L

menyaksikan pertandingan sepak bola Persija ada pada skala nasional,

bahkan internasional. Ditambah periode kegiatan sponsorship yang lebih

lama dibanding kegiatan event, sponsorship berlangsung selama satu

musim pertandingan, dapat dikatakan selama periode tersebut nama

Akulaku akan terus terekspose baik secara langsung melalui pihak

Persija, maupun tidak langsung seperti melalui merchandise Persija yang

akan banyak dipasarkan selama musim pertandingan. Dalam

memasukkan pesan inokulasi kepada audiens, faktor-faktor tersebut


92

dinilai dapat mempermudah Akulaku dalam mencapai objektif dari

kegiatan Public Relation melalui kegiatan sponsorship.

Kendati demikian, dari penjelasan analisis regresi dapat disimpulkan

bahwa kedua variabel independen yaitu event (X1) dan sponsorship (X2)

memiliki angka yang positif, yang berarti kedua faktor tersebut

memberikan dampak kenaikan pada citra perusahaan Akulaku.

Pelaksanaan kegiatan public relations tersebut memberikan dampak yang

nyata dalam proses pembentukan citra perusahaan.

R
Dari hasil pengujian deskriptif variabel event ditemukan mean dari

dimensi yang memiliki nilai paling tinggi adalah dimensi integrity


P
(integritas), dengan demikian dalam menjalankan kegiatan event, Akulaku

dinilai masyakarat telah membawa manfaat dan keuntungan bari peserta


S

pada event. Dimana menurut Wood (2009) dalam Madhalena dan

Syahputra (2016) event harus dianggap sebagai sesuatu yang benar dan
L

membawa manfaat serta keunggulan yang nyata untuk konsumen. Ketika

konsumen menerima manfaat yang dari event, sekaligus akan membentuk

dan meningkatkan citra perusahaan yang positif untuk Akulaku Indonesia

serta memberikan asupan pada resistensi argumen konsumen yang

searah dengan strategi inokulasi yang dijalankan Akulaku Indonesia.

Sehingga diharapkan masyarakat akan resistan terhadap isu-isu di masa

yang akan datang terkait citra perusahaan Akulaku Indonesia.

Selain itu, pada hasil pengujian deskriptif variabel sponsorship

ditemukan rata-rata mean dimensi yang memiliki nilai paling tinggi adalah
93

dimensi sponsorship factors yang dikaitkan pada kesesuaian dan

kecocokan Akulaku dalam melakukan sponsorship dengan event yang

berlangsung pada saat itu. Menurut Speed dan Thompson (2000)

kesesuaian sponsor dan event memiliki pengaruh positif terhadap respon

untuk sponsorship. Jika konsumen memiliki respon yang positif terhadap

sponsorship yang dilakukan, maka akan meningkatkan citra perusahaan.

Pada dimensi sponsorship factors juga berkaitan dengan penilaian

masyarakat tentang kegiatan yang dilakukan Akulaku dianggap memiliki

R
kesungguhan, keaktifan dan kefokusan. Hal ini diindikasikan dengan pada

saat melakukan sponsorship, Akulaku turut serta memberikan keuntungan


P
lain bagi Persija dengan menyediakan menu penjualan tiket pertandingan

sepak bola pada aplikasi Akulaku, yang kerap kali disertai dengan
S

potongan harga atau layanan cicilan. Selain itu, pada proses

sponsorshipnya, Akulaku melalui akun facebook resminya mengumumkan


L

bahwa Akulaku telah resmi menjadi partner sponsorship Persija, sebagai

timbal balik, logo Akulaku ditempel pada seragam tim sepak bola Persija.

Hal tersebut tentu dapat memberikan dampak positif terhadap citra

perusahaan Akulaku Indonesia. Didukung oleh teori inokulasi, dimana

Akulaku memberikan sebuah pesan dengan dosis rendah melalui

seragam Persija merupakan sebuan pendekatan inokulasi untuk

memberikan resistensi terhadap citra perusahannya dimata masyarakat.

Dikaitkan dengan teori inokulasi yang disampaikan oleh McGuire,

melalui kegiatan event dan sponsorship, Akulaku memberikan stimulus


94

inokulasi berupa argumen berlawanan kepada masyarakat dengan tujuan

yaitu untuk membangun citra perusahaan yang positif pada dua dimensi,

yaitu sebelum terjadinya isu dan setelah terjadinya isu (image repair).

Sebelum terjadinya isu, Akulaku melalui kegiatan sponsorship berusaha

membentuk resistensi terhadap citra yang telah dibangun sebelumnya

dengan cara menyampaikan pesan kepada audiens dengan dosis rendah

melalui logo Akulaku pada jersey persija. Seperti yang dikatakan oleh

McGuire, pesan dalam dosis rendah dapat menjadi stimulus inokulasi

R
terkait dengan pembentukan resistensi kepada audiens terkait citra

perusahaan. kemudian, melalui kegiatan event-nya Akulaku berusaha


P
mengembalikan citra perusahaan pasca Akulaku diterpa isu (Image

Repair). Didukung penelitian yang dilakukan oleh Compton (2016) yang


S

menyebutkan bahwa image repair sangat erat kaitannya dengan teori

inokulasi. Compton mengatakan bahwa Image repair akan lebih mudah


L

dilakukan jika audiens sudah diberikan suntikan inokulasi berupa stimulus

berupa argumen berlawanan dengan serangan/isu yang ada. Selanjutnya

argumen berlawanan yang diberikan oleh Akulaku adalah Akulaku

sebagai fintech yang terdaftar OJK. Argumen diberikan baik secara

langsung melalui acara talkshow yang digelar pada saat event

berlangsung, maupun secara tidak langsung melalui exposure pada acara

lain saat berlangsungnya event.


BAB V

SIMPULAN DAN REKOMENDASI

5.1 Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada bab

sebelumnya mengenai pengaruh Event dan Sponsorship terhadap

Corporate image pengguna Akulaku Indonesia maka penelitian dapat

disimpulkan sebagai berikut:

1. Nilai probabilitas signifikasi uji t variabel Event (X1) sebesar 0,012

R
dan Sponsorship (X2) pada penelitian ini menunjukkan angka lebih kecil

dari 0,05, sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Maka dapat disimpulkan


P
bahwa secara parsial faktor Event dan Sponsorship berpengaruh positif

dan signifikan terhadap Corporate image pengguna Akulaku Indonesia.


S

2. Nilai probabilitas pada model regresi menunjukkan angka lebih

kecil dari 0,05 yaitu 0,00, sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Maka
L

dapat disimpulkan bahwa faktor event (X1) dan sponsorship (X2) secara

bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap Corporate image.

3. Faktor yang paling dominan pada penelitian ini adalah variabel

sponsorship (X2) yang memiliki nilai 6.564, karena variabel tersebut

memiliki nilai paling besar dari t tabel sebesar 1.996.

95
96

5.2 Rekomendasi

Berdasarkan hasil simpulan diatas, maka dapat diberikan saran

sebagai berikut:

5.2.1 Rekomendasi Teoritis

1. Untuk penelitian yang mendatang disarankan untuk dilakukan

penelitian lebih dalam lagi, tidak sebatas dari variable event dan

sponsorship saja. Akan tetapi faktor dairi kegiatan PR lain seperti

speeches, publication, news, identity media atau public service

2.
activities.
R
Peneliti mengharapkan penelitian ini dapat berguna untuk membangun
P
kemajuan dalam ilmu pengetahuan dibidang Corporate Communication

dan dapat dijadikan refrensi peneliti lainnya yang hendak melakukan


S

penelitian sejenis.

5.2.2 Rekomendasi Praktis


L

1. Berdasarkan tabel 4.5 untuk menaikkan corporate image Akulaku

Indonesia, perlu mempertimbangkan manfaat yang diberikan dari

event yang diadakan, berikanlah manfaat yang sesuai dengan

kebutuhan pelanggan dan lain sebagainya untuk menaikkan

corporate image Akulaku Indonesia.

2. Berdasarkan tabel 4.6 untuk menaikkan corporate image Akulaku

Indonesia, event yang diadakan harus memberikan kesesuaian dan

ketepatan dengan sponsorship yang diberikan, dengan


97

memperhatikan hal tersebut, diharapkan corporate image Akulaku

Indonesia akan terus meningkat.

R
P
S
L
98

DAFTAR PUSTAKA

Abdullah, Y. (2015). Komunikasi Sebuah Introduksi. Sleman, Indonesia: Deepublish.

Almira, S. K., & Suharyanti, S. (2014). Implementasi Strategi Marketing Public Relations
Dalam Pengelolaan Citra Merek, Journal Communication Spectrum, 4(1), 57-71.

Ansori, M. (2019). Perkembangan dan Dampak Financial Technology (Fintech)


Terhadap Industri Keuangan Syariah Di Jawa Tengah, Wahana Islamika: Jurnal
Studi Keislaman, 5(1), 31-45.

Ardhoyo, T.E. (2013) Peran dan Strategi Humas (Public Relations) Dalam
Mempromosikan Produk Perusahaan, Jurnal Ilmiah Widya, 1(1) 15-21.

Basuki, F. H., & Husein, H. (2018). Analisis Swot Financial Technology Pada Dunia
Perbankan Di Kota Ambon. Manajemen Dan Bisnis, 2(1).
doi:10.30598/MANIS.V2I1.360

R
Caropeboka, R. M. (2017). Konsep dan Aplikasi Ilmu Komunikasi. Yogyakarta,
Indonesia: CV. Andi Offset.

CNBC (Maret 20). Ingat! Jangan Pinjam Uang di 388 Fintech Ilegal Ini. Diperoleh dari
P
[Link]
pinjam-uang-di-388-fintech-ilegal-ini

Dewi, M., & Runyke, M. (2013). Peran Public Relations dalam Manajemen Event (Studi
S

Terhadap Peran Public Relations Galeria Mall dan Plaza Ambarrukmo dalam
Pengelolaan Event Tahun 2013), Jurnal komunikasi, 8(1), 79-90.
L

Fitriani, H. (2018). Kontribusi Fintech Dalam Meningkatkan Keuangan Inklusif pada


Pertanian (Studi Analisis Melalui Pendekatan Keuangan Syariah dengan Situs
Peer to Peer Lending pada Pertanian di Indonesia). Journal of Islamic Economics
and Business, 1(1), 1-26.

Ghozali, I. (2015). Partial Least Squares Konsep, Teknik dan Aplikasi menggunakan
program SmartPls 3.0. Semarang, Indonesia: Badan Penerbit Universitas
Diponegoro Semarang.

Ghozali, I. (2014). Structural Equation Modeling Metode Alternatif Dengan Partial Least
Squares (PLS) (4th ed.). Semarang, Indonesia: Badan Penerbit Universitas
Diponegoro.

Ghozali, I. (2013). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS Edisi Ketujuh.
Semarang, Indonesia: Badan Penerbit Universitas
99

Grohs, R., & Reisinger, H. (2014). Sponsorship effects on brand image: The role of
exposure and activity involvement. Journal of Business Research.
Doi:10.1016/[Link].2013.08.008

Hair, J. F., Sarstedt, M., Hopkins, L., & Kuppelwieser, V. G. (2014). Partial least squares
structural equation modeling (PLS-SEM): An emerging tool in business research.
European Business Review, 26(2), 106–121. [Link]/10.1108/EBR-10-2013-0128

Hair, J. F. J., Hult, G. T. M., Ringle, C., & Sarstedt, M. (2017). A Primer on Partial Least
Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). In Long Range Planning.
[Link]

Hatta, H., & Muhammad, A. (2018). Efektivitas Sponsorship Dalam Meningkatkan Brand
Awareness PT. Sentra Timur Residence di Universitas Bakrie (Studi Kasus: Event
Maroon Festival 2017). Journal of Entrepreneurship, Management, and Industry
(JEMI), 1(2), 92-99.

R
Henseler, J., Ringle, C. M., & Sarstedt, M. (2015). A new criterion for assessing
discriminant validity in variance-based structural equation modeling. Journal of the
Academy of Marketing Science, 43(1), 115–135. [Link]/10.1007/s11747-014-
0403-8
P
[Link]. (September 20). Masuk dalam Daftar Startup Fintech Ilegal OJK,
Akulaku Berikan Tanggapan. Diperoleh dari [Link]
[Link]
S

Johan, M. R.M., & Noor, N.Z.M. (2013). The Role of Corporate Communication in
Building Organization’s Corporate Reputation: An Exploratory Analysis,
Interdisciplinary Journal of Contemporary Research in Business, 4(12), 1230-
L

1240.

Kadir. (2015). Statistika Terapan: Konsep, Contoh dan Analisa Data dengan
ProgramSPSS/Lisrel dalam Penelitian. Jakarta, Indonesia: PT. Rajagrafindo
Persada

Kristiana, F. (2018). Pengaruh Personal Selling, Sampling, dan Direct Selling terhadap
Tingkat Loyalitas Pada Popok Dewasa Merek LIFREE. London School of Public
Relations, Jakarta, Indonesia.

Larasari, E., Luthfi., & Mumtazah, L. (2018). Pengaruh Brand Ambassador Dan Event
Sponsorship Terhadap Purchase Intention Dengan Brand Image Sebagai Variabel
Intervening (Studi Kasus Produk Smartphone Vivo pada Mahasiswa Universitas
Sultan Ageng Tirtayasa). Jurnal Manajemen dan Bisnis, 9(1) 261-280.

Lent, T., & Nicotra, E. (2019). Event Sponsorship and Fundrising. United Kingdom:
Kogan Page.
100

Mayasari, H., & Kadafi, M. (2018). Pengaruh Event Sponsorship dan Membership
Terhadap Brand Image Family Futsal. Manajemen Dan Kewirausahaan.
Doi:org/10.31317/jmk.9.2.36-53.2018

Mayliza, R. (2019). Pengaruh Citra Perusahaan (Corporate image) Dan Penanganan


Keluhan (Complaint Handling) Terhadap Loyalitas Pelanggan (Loyality) Natasha
Skin Care Di Kota [Link]/10.17605/[Link]/DF9XJ

Madhalena, Ellen., & Syahputra. (2016). Pengaruh Event Marketing Terhadap Brand
Image Rokok Djarum Super Mild Pt Djarum, [Link] Ecodemica, 4(2),
179-188.

Mahmudah, R. (2009). Analisis pengaruh peran marketing public relations terhadap


peningkatan citra braja mustika hotel dan convention centre. Fakultas Ekonomi
dan Manajemen Institut Pertanian Bogor.

Maulana, H. (2015). Pengaruh Event Sponsorship, Personal Selling, Dan Iklan

R
Terhadap Brand Image Honda Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Dan Bisnis
Ums.

Mujianto, Haryadi. (2018). Pengaruh Strategi Public Relations Terhadap Citra


Perusahaan (Studi Kasus pada Hotel Grand Kopo Bandung), Jurnal Komunikasi
P
Hasil Pemikiran dan Penelitian, (4)1, 88-96.

Okezone (Maret 19). KarnavAL Akulaku Hadirkan Ragam Keseruan. Diperoleh dari
S

[Link]
ragam-keseruan
L

Otoritas Jasa Keuangan. (September 18). Daftar P2P lending yang belum terdaftar atau
berizin. Diperoleh dari [Link]
pers/Documents/Pages/Siaran-Pers-Satgas-Kembali-Temukan-182-Fintech-Peer-
To-Peer-Lending-Tanpa-Izin/

Ramayah, T., Jasmine, Y. A. L., Ahmad, N. H., Halim, H. A., & Rahman, S. A. (2017).
Testing a Confirmatory model of Facebook Usage in SmartPLS using Consistent
PLS. International Journal of Business and Innovation, 3(2), 1–14.

Putri, N. A.P.S.P., & Hatane, S.E. (2016). Pengaruh Corporate Reputation Terhadap
Financial Performance Melalui Innovation Capability Sebagai Intervening Variabel
Pada Industri Perhotelan di Surabaya, Business Accounting Review, 4(1), 1-13.

Rafika, Dwi., & Wibowo, S. (2018). Pengaruh Sponsorship Terhadap Brand Image
(Pada Bank Bjb Cabang Buah Batu Bandung 2018) The Influence Of Sponsorship
On Brand Image (Of BJB Bank At Buah Batu Branch Year 2018). e-Proceeding of
Applied Science, 4(2), 409-416.
101

Rahma, A. (2018). Event Sebagai Salah Satu Bentuk Strategi Komunikasi Pemasaran
Produk Fashion Nasional (Event Tahunan Jakcloth), Journal of Communication,
1(2), 149-169.

Raynaldo, J., & Lutfie, H. (2018). Pengaruh Kegiatan Sponsorship Terhadap Brand
Image Pada Pt. Pikiran Rakyat Bandung Tahun 2018, e-Proceeding of Applied
Science, 4(3), 1116-1123.

Ruslan, R (2014). Manajemen Public Relations & Media Komunikasi:Konsepsi dan


Aplikasi. Edisi Revisi. Jakarta, Indonesia: Rajawali Pers.

Salma, A., N. (2017) Pengaruh Sponsorship Dalam Meningkatkan Brand Awareness


(Studi pada Sponsorship Garuda Indonesia Terhadap Liverpool FC sebagai Global
Official Airline Partner). Interdisciplinary Journal of Communication, 2(1), 1-26.

Sekaran, U. (2011). Research Methods for Business (Metode Penelitian Untuk Bisnis).
Jakarta, Indonesia: Salemba Empat.

R
Sidik, F., M.., Rahayu, A., & Hurriyati, R. (2016). Pengaruh Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan (CSR) Terhadap Corporate Reputation Dan Dampaknya Pada Brand
Equity. Jurnal Ilmu Manajemen & Bisnis, 7(1), 41-52.
P
Simamora, H. (2016). Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta, Indonesia:
STIEY.
S
Sinaga, I. (2014). The Effect of Marketing Public Relations on Brand Image. Jurnal
Akuntansi, Ekonomi dan Manajemen Bisnis, 2(2), 184-189.

Siregar, S. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif. Jakarta, Indonesia: PT Fajar


L

Interpratama Mandiri.

Siregar, S. J., & Sunarti, S. (2017). Pengaruh Event Sponsorship Terhadap Brand
Image Rokok Sampoerna A-Mild (Survei Pada Mahasiswa Fakultas Ilmu
Administrasi Universitas Brawijaya)

Sukoco, M. H. (2018). Pengaruh Pemasaran Event terhadap Citra Merek Minuman


Isotonik Mizonedi Surabaya. BISMA (Bisnis Dan Manajemen), 7(1), 9.
[Link]

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung,


Indonesia: Alfabet, CV.

Sumarto, R., H. (2016). Komunikasi Dalam Kegiatan Public Relations. Informasi Kajian
Ilmu Komunikasi, 46(1), 63-72.

TheStreet. (Maret 19). What Is Fintech? Uses and Examples in 2019. Diperoleh dari
[Link]
102

Tulis, C., & Wijaya, L.S. (2019). Strategi Marketing Public Relations Dalam
Meningkatkan Jumlah Kunjungan Wisatawan Kepulauan Talaud-Sulawesi Utara.
Jurnal Komunikasi Hasil Pemikiran dan Penelitian, 5(1), 107-117.

Umar, H. (2008). Metode Penelitian Untuk Skripsi dan Tesis Bisnis. Jakarta,
Indoneesia: PT. Rajagrafindo Persada

Vellayati, T. (2014). Pengaruh Marketing Public Relations Terhadap Citra Perusahaan


Dan Dampaknya Terhadap Loyalitas Pelanggan (Survei Pada Pelanggan Toyota
Auto 2000 Jl. Letjend Sutoyo No.25, Malang). Jurnal Administrasi Bisnis.

Widanaputra, A., A., G., P., Widhyadanta, I., G., D., S., A., dan Ni, R., M., D. (2018).
Reputasi Perusahaan, Reputasi Manajemen Puncak, Dan Pengungkapan
Corporate Social Responsibility. Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Bisnis, 13(2), 75-84.

Widiyanti, N. W., Airlangga, A. J., Jember, U., & Jember, U. (2018). Pengungkapan
Sumber Daya Manusia Dan Pengaruhnya Terhadap Citra Perusahaan. Prosiding

R
Seminar Nasional Dan Call for Paper Ekonomi Dan Bisnis, 2017(March), 27–28.

Wikramayana, I., & Satria Pramudana, K. (2015). Peran Brand Image Dalam Memediasi
Pengaruh Sponsorship Terhadap Niat Beli Motor Yamaha Di Kota Denpasar. E-
Jurnal Manajemen Universitas Udayana, 4(3).
P
S
L
101

KUESIONER PENELITIAN

Nama : ……
Jenis kelamin : L / P (lingkari yang sesuai)
Usia 18 – 25 Tahun
26 – 30 Tahun
31 – 40 Tahun
41 – 55 Tahun

Tingkat SD
Pendidikan SMP

R
SMA
D3
S1
Pekerjaan Mahasiswa
P
Wiraswasta
Karyawan
S

Apakah Anda tau apa itu Akulaku, event yang dilakukan Akulaku serta kegiatan
sponshorship Akulaku? (Lingkari yang sesuai)
L

 Saya Tau Akulaku

 Saya Tau event yang dilakukan oleh Akulaku

 Saya tau kegiatan sponsorship yang dilakukan Akulaku

PETUNJUK PENGISIAN

1. Mohon dengan hormat bantuan dan kesediaan Bapak/Ibu untuk menjawab

seluruh pertanyaan yang disediakan tanpa ada yang terlewatkan.

2. Berilah silang (X) pada kolom yang Bapak/Ibu pilih sesuai dengan keadaan

yang sebenarnya.
102

3. Kepada Bapak/Ibu alan diberikan tiga set kuesioner, dengan masing-

masing memiliki sejumlah pernyataan dengan lima kategori respon sebagai

berikut :

SS : Sangat Setuju

S : Setuju

N : Netral

TS : Tidak Setuju

R
STS : Sangat Tidak Setuju

Event
P
Alternatif Jawaban
NO. Pernyataan
SS S N TS STS
1. Saya terlibat secara emosional dengan Akulaku
Indonesia
S

2. Saya terlibat secara emosional dengan event


yang dilakukan oleh Akulaku Indonesia
3. Saya terlibat secara emosional dengan
L

pengalaman yang diberikan Akulaku Indonesia


4. Akulaku Indonesia melakukan interaksi melalui
brand ambassadornya
5. Akulaku Indonesia melakukan interaksi melalui
karyawannya
6. Akulaku Indonesia melakukan interaksi melalui
pertunjukan yang disediakan
7. Akulaku Indonesia melakukan interaksi melalui
merek yang miliki
8. Akulaku Indonesia memberikan interaksi positif
melalui event yang mereka adakan
9. Akulaku Indonesia terbuka dengan informasi
yang mereka miliki
103

Alternatif Jawaban
NO. Pernyataan
SS S N TS STS
10. Saya mudah untuk mengingat Akulaku
Indonesia
11. Event yang diadakan Akulaku Indonesia
memberikan pengaruh tinggi
12. Event yang diadakan Akulaku Indonesia
memiliki keunikan
13. Event yang diadakan Akulaku Indonesia
memberikan pengalaman yang berbeda
14. Event yang diadakan Akulaku Indonesia
memiliki konten yang kreatif

R
15. Event yang diadakan Akulaku Indonesia
memiliki kemampuan untuk berinovasi
16. Event yang diadakan Akulaku Indonesia
merupakan langkah yang baik dan benar
P
17. Event yang diadakan Akulaku Indonesia
membawa manfaat yang nyata
18. Event yang diadakan Akulaku Indonesia
S

membawa keuntungan yang nyata

Sponsorship
L

Alternatif Jawaban
NO. Pernyataan
SS S N TS STS
1. Saya menyukai event yang disponsori oleh
Akulaku Indonesia
2. Saya memiliki keinginan pribadi untuk datang ke
event yang disponsori oleh Akulaku Indonesia
3. Saya merasa sesuai dan cocok dengan event
yang disponsori oleh Akulaku Indonesia
4. Saya melihat kesungguhan sponsorship dari
Akulaku Indonesia di Persija Jakarta
5. Saya melihat keaktifan dan kefokusan
sponsorship Akulaku Indonesia di Persija
Jakarta
104

Corporate image

Alternatif Jawaban
NO. Pernyataan
SS S N TS STS
1. Menurut saya, Akulaku Indonesia lebih unggul
dari fintech lainnya
2. Menurut saya, Akulaku Indonesia mudah diingat
3. Menurut saya, layanan yang diberikan Akulaku
Indonesia lebih unggul dari fintech lainnya
4. Menurut saya, Akulaku Indonesia memberikan
informasi dengan sangat akurat

R
5. Menurut saya, Akulaku Indonesia memberikan
pelayanan yang terbaik
6. Menurut saya, Akulaku Indonesia merupakan
platform yang terintegrasi
P
7. Saya tidak akan beralih ke platform yang lain
selain Akulaku Indonesia
8. Saya akan menceritakan hal positif tentang
Akulaku Indonesia
S
L
105

Lampiran 2. Data Jawaban Responden

E10
E11
E12
E13
E14
E15
E16
E17
E18
SP1
SP2
SP3
SP4
SP5
CI1
CI2
CI3
CI4
CI5
CI6
CI7
CI8
No
E1
E2
E3
E4
E5
E6
E7
E8
E9
1 5 4 4 4 4 4 5 5 4 5 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 5 4 4 4 4
2 5 5 3 3 3 3 2 2 2 2 3 3 3 3 5 5 4 4 3 4 4 4 4 5 4 3 4 4 4 4 4
3 4 4 4 4 3 4 4 5 4 4 4 3 4 3 5 4 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 4 3 3 4
4 4 3 4 2 4 3 2 2 2 5 3 5 5 5 5 4 4 4 3 4 2 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4
5 4 4 5 5 3 3 2 2 3 3 4 5 5 4 5 5 5 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 5 5 5
6 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 5 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4
7 4 4 5 5 5 5 1 3 2 4 3 3 5 4 4 3 5 5 4 4 4 4 4 4 4 5 5 4 3 3 4
8 4 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 4 5 5 4 4 4 5 2 4 4 2 3 4 4 4 4 4 4 4 4

R
9 3 3 1 2 2 3 4 4 4 4 4 4 4 4 5 5 4 5 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 4 4 2
10 3 3 1 1 1 1 2 2 2 1 2 5 5 4 3 5 5 5 2 3 3 2 4 4 4 3 5 3 4 2 4
11 4 4 4 3 4 5 5 5 2 4 5 5 3 4 3 5 5 3 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 3 3 4
12 4 4 5 5 1 1 3 5 1 2 5 5 5 4 4 4 5 4 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 2 4 4
P
13 5 4 4 4 3 3 3 5 2 3 3 5 5 4 4 2 5 3 4 4 4 4 4 5 4 5 5 5 2 2 2
14 4 3 3 3 4 3 3 5 3 3 3 4 4 5 4 4 4 5 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 5 4 4
15 2 3 5 4 3 4 4 4 1 1 1 3 5 5 5 4 4 5 2 2 2 2 3 2 4 2 2 2 4 2 4
16 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 2 2 5 5 5 3 3 4 3 4 4 3 3 4 4 3 2 2
S

17 5 3 2 4 3 4 2 4 2 2 5 5 4 4 4 5 3 4 3 3 4 3 4 4 4 5 4 5 4 4 4
18 5 4 5 3 4 5 4 4 4 2 4 4 4 4 4 5 5 4 4 4 4 4 4 5 5 4 4 5 3 4 4
19 4 3 5 2 2 2 2 2 5 2 5 2 3 3 4 2 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3 3 3 2 1 4
L

20 4 3 5 2 2 2 2 5 5 1 2 3 3 3 4 4 4 5 3 3 4 3 4 4 4 3 3 4 4 4 2
21 4 4 5 3 3 3 3 5 3 3 3 4 3 4 5 5 5 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4
22 4 4 5 3 2 3 3 5 3 3 3 4 3 3 5 4 5 5 3 3 3 3 4 4 4 3 4 4 3 4 4
23 4 4 5 2 2 1 2 5 3 2 2 3 3 4 5 5 5 5 2 2 4 4 5 4 2 4 3 4 4 4 4
24 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 2 3 3 3 5 5 5 3 5 5 4 4 5 4 5 5 5 4 4 4
25 5 4 1 1 1 3 2 2 5 5 5 5 4 4 4 5 5 5 3 3 3 3 3 4 4 3 4 4 4 4 1
26 5 3 5 4 4 4 3 2 5 3 3 5 4 5 4 5 5 5 4 4 4 4 4 4 4 3 3 5 4 4 2
27 4 4 5 3 4 4 4 2 3 3 5 5 5 4 4 5 5 4 4 3 3 4 3 4 5 5 4 4 3 4 4
28 4 4 4 3 4 4 4 5 5 3 3 5 5 3 4 5 5 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4
29 4 4 4 4 3 3 3 4 4 4 3 4 4 5 3 5 4 2 2 4 4 4 4 4 4 3 3 4 3 3 3
30 4 3 4 4 4 4 3 3 4 4 3 4 5 5 3 4 4 4 3 3 4 4 5 4 4 4 4 5 4 4 4
31 4 4 4 2 2 4 3 3 3 3 4 3 3 5 3 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 5 4 5 1 4
32 4 4 4 4 5 5 5 4 4 4 4 4 5 5 5 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4
33 5 5 5 5 5 5 3 3 3 4 3 4 5 5 5 5 5 5 3 4 4 4 4 5 4 3 4 4 4 3 4
106

E10
E11
E12
E13
E14
E15
E16
E17
E18
SP1
SP2
SP3
SP4
SP5
CI1
CI2
CI3
CI4
CI5
CI6
CI7
CI8
No
E1
E2
E3
E4
E5
E6
E7
E8
E9
34 2 3 4 3 3 4 4 4 3 4 5 4 5 3 3 4 5 3 2 2 2 2 3 2 4 2 2 2 4 4 4
35 5 3 4 4 4 4 3 3 4 5 4 3 5 4 4 3 5 3 3 3 4 3 4 4 4 5 4 5 3 4 4
36 4 4 2 5 4 4 4 2 2 2 2 5 5 2 2 3 5 3 3 3 3 3 4 4 4 3 4 4 4 4 5
37 5 5 5 4 4 5 5 5 4 4 3 3 4 2 2 3 5 3 3 4 4 4 4 5 4 3 4 4 4 4 4
38 4 4 4 4 4 4 5 4 5 4 3 5 5 4 4 5 5 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 2 4 5
39 3 3 4 5 5 5 4 4 4 5 3 5 5 4 3 5 3 2 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 4 5
40 4 4 5 4 4 4 5 4 2 2 2 3 3 4 5 5 3 4 3 5 5 4 4 5 4 5 5 5 3 4 4
41 4 3 4 4 3 4 4 3 3 3 3 3 3 4 5 2 4 5 3 3 4 3 4 4 4 3 3 4 4 5 5
42 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 5 2 2 4 4 3 3 4 4 5 4 4 4 4 5 3 3 4
43 5 3 5 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 5 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 5 4 4 4

R
44 5 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 5 5 4 3 5 3 3 3 3 3 4 4 3 4 4 3 4 4
45 4 3 4 4 4 3 5 3 4 5 5 2 5 5 5 4 5 5 3 3 4 3 4 4 3 3 4 4 3 4 5
46 5 4 4 3 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 3 3 5
47 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 5 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 3 4 5
P
48 5 5 3 4 4 5 5 4 4 5 5 5 4 4 4 5 5 4 2 3 3 2 4 4 4 3 5 3 4 4 5
49 4 5 4 4 4 5 5 5 4 4 5 5 4 2 2 4 5 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 3 3 4
50 5 5 5 4 4 4 5 4 4 4 5 4 4 2 5 5 5 3 3 3 5 4 4 5 5 5 5 5 3 3 3
S
51 5 5 4 4 2 3 5 4 4 4 5 4 5 5 5 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 5
52 5 5 4 4 2 4 3 3 3 2 3 4 4 5 5 5 3 5 4 4 4 5 5 5 4 4 4 4 3 4 4
53 4 5 4 4 2 4 4 5 4 3 5 4 3 4 5 5 5 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 4 2 5
54 4 4 5 4 4 4 5 5 5 4 5 4 4 4 4 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 3 3 3
L

55 4 4 4 3 4 4 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 4 5 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 4
56 5 4 4 5 4 5 5 4 3 4 5 5 5 5 4 5 5 5 4 5 5 5 4 5 5 4 5 5 4 4 4
57 5 4 5 4 3 4 3 3 4 4 5 4 5 5 5 5 5 5 3 3 5 5 5 5 5 5 5 5 3 3 5
58 5 4 4 3 3 5 5 5 5 4 5 4 3 5 5 5 5 3 4 4 4 5 4 4 5 4 4 4 4 2 4
59 4 3 4 4 4 4 5 4 5 4 5 3 3 4 5 3 5 3 2 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3
60 4 4 5 5 3 4 4 4 5 5 5 5 5 4 4 5 5 5 2 2 2 2 2 4 4 3 4 3 4 3 3
61 5 5 4 3 5 4 4 4 4 4 5 5 3 4 4 4 4 4 3 3 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4
62 5 5 4 4 5 5 4 4 4 5 5 5 5 4 4 4 4 4 3 5 5 4 4 4 5 3 4 5 4 4 4
63 5 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 2 3 3 3 3 4 5 4 4 4 4 5 5
64 5 5 4 4 4 3 4 4 4 4 5 3 4 3 4 3 4 5 3 2 2 2 2 3 3 2 3 3 3 2 5
65 4 5 5 5 5 5 3 5 5 5 5 3 3 4 4 5 5 5 2 3 3 3 3 4 4 3 4 4 5 4 5
66 4 5 5 5 4 4 3 3 4 4 5 4 4 3 3 3 3 5 2 1 1 3 3 4 4 5 3 4 3 3 3
67 4 5 5 5 4 3 3 4 3 4 4 4 4 3 5 3 5 5 2 3 4 3 4 4 4 5 5 4 4 3 5
107

E10
E11
E12
E13
E14
E15
E16
E17
E18
SP1
SP2
SP3
SP4
SP5
CI1
CI2
CI3
CI4
CI5
CI6
CI7
CI8
No
E1
E2
E3
E4
E5
E6
E7
E8
E9
68 4 5 5 5 5 4 4 4 3 4 5 5 5 5 5 4 5 5 3 3 4 5 4 4 3 4 4 5 5 4 5
69 5 5 5 5 5 4 5 5 3 5 5 3 3 5 5 4 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 3 5
70 4 5 5 4 5 5 5 4 3 5 5 4 4 5 5 5 3 5 3 3 3 3 4 4 4 4 4 4 5 4 5
71 4 5 5 3 4 3 4 4 4 4 4 3 4 5 3 5 5 5 3 3 4 3 3 4 4 3 4 4 5 3 5
72 4 5 5 4 4 3 3 3 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 3 4 5 5 4 5 4 3 5 5 5 3 3
73 3 4 4 5 4 4 3 4 3 4 4 4 5 5 3 3 5 5 3 3 2 2 2 3 3 3 3 3 5 4 3
74 5 4 4 2 2 2 2 2 5 5 4 4 4 5 5 3 5 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3
75 3 2 4 4 4 3 4 4 4 3 4 4 5 3 3 5 5 3 2 2 2 3 2 3 3 2 2 3 4 3 2
76 4 4 4 4 5 4 5 4 2 2 2 3 4 3 5 5 4 3 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 3
77 5 2 5 3 4 3 4 5 4 2 2 4 4 4 3 4 5 4 5 5 5 5 5 3 5 4 5 5 4 2 3

R
78 4 3 3 4 3 4 5 4 3 4 5 4 4 4 3 5 5 4 3 4 4 5 5 3 4 3 4 4 5 3 3
79 5 2 4 4 3 4 5 5 2 2 2 3 2 4 5 5 3 3 3 4 4 4 5 5 2 3 4 5 4 3 3
80 4 5 4 3 3 4 4 4 4 3 4 4 2 5 4 3 3 3 3 5 4 4 4 5 4 3 3 5 4 4 3
81 4 4 4 4 3 3 4 3 3 3 5 3 2 5 5 4 4 4 3 3 4 3 3 4 2 3 4 4 2 2 2
P
82 4 3 3 3 4 4 4 4 3 4 4 5 2 4 5 5 3 3 3 3 4 4 4 5 5 3 3 4 4 2 3
83 3 4 3 5 4 5 5 5 3 4 4 4 4 4 4 5 5 3 3 3 3 4 4 4 4 3 3 3 5 4 4
84 4 4 4 4 5 5 4 4 5 4 3 5 3 4 5 4 5 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 5 3 3
S
85 4 4 4 5 5 4 3 4 4 5 4 4 4 4 4 5 5 5 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 5 3 3
86 5 4 4 5 5 4 5 3 3 5 5 4 4 4 3 5 5 4 4 4 5 5 5 5 4 4 5 5 5 5 5
87 4 4 4 4 4 4 4 5 5 4 4 3 4 4 3 5 5 4 3 3 3 3 3 5 4 3 3 3 5 4 4
88 5 5 5 5 4 4 4 5 5 4 4 3 4 4 3 5 5 3 4 4 4 4 4 5 4 5 4 4 5 3 3
L

89 4 5 5 4 4 4 4 5 3 4 5 3 4 4 4 3 5 3 2 3 3 4 4 4 4 3 4 4 5 3 3
90 5 4 4 5 5 5 4 4 4 5 5 5 4 4 3 3 5 5 4 5 5 5 5 5 5 4 4 4 4 4 2
91 5 5 4 4 4 4 3 3 2 4 3 4 4 2 4 5 4 5 4 4 4 4 3 5 4 4 4 4 5 2 4
92 5 5 5 5 4 5 5 5 4 4 4 4 4 3 3 3 3 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 3 3
93 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 4 3 4 4 4 5 3 3 3 3 3 4 4 3 4 3 4 2 4
94 4 4 4 4 5 4 3 3 3 4 4 3 3 3 5 5 5 4 4 4 4 4 4 4 2 2 2 4 4 4 4
95 3 4 4 5 5 4 4 4 5 4 5 4 4 5 3 5 5 5 4 4 4 5 4 4 3 3 4 4 5 4 4
96 5 3 4 5 5 5 5 4 4 5 4 4 5 4 4 5 5 5 4 3 4 4 3 3 3 3 4 5 5 4 4
97 5 3 5 5 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 5 5 5 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 2 3
98 4 2 3 4 4 4 4 5 4 4 4 5 4 3 4 5 4 4 3 3 5 5 4 5 4 4 4 5 4 4 4
99 4 4 4 5 5 5 4 4 4 5 5 4 4 4 2 4 4 2 3 4 4 5 3 4 3 5 4 5 5 4 4
100 5 5 4 5 4 4 4 3 4 5 4 3 4 5 4 4 4 4 3 4 5 4 4 5 5 4 4 5 4 2 2
101 4 5 4 5 3 5 5 2 5 3 3 4 4 5 3 4 2 2 3 3 4 3 3 4 4 3 4 4 4 4 2
108

E10
E11
E12
E13
E14
E15
E16
E17
E18
SP1
SP2
SP3
SP4
SP5
CI1
CI2
CI3
CI4
CI5
CI6
CI7
CI8
No
E1
E2
E3
E4
E5
E6
E7
E8
E9
102 4 5 4 5 5 3 3 3 4 4 4 3 3 5 3 4 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 5 4 2
103 4 5 5 5 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 5 4 3 4 3 4 4 5 3 5 5 5 5 5 4 3 4
104 3 5 3 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 2 4 3 3 4 4 3 4 4 4 4 4
105 4 5 4 4 3 5 5 5 4 5 5 4 5 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3
106 4 3 3 3 5 5 5 5 5 5 4 4 5 4 2 4 2 4 4 4 4 4 2 4 3 4 4 4 5 5 3
107 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 2 5 3 4 3 3 4 2 3
108 5 5 5 5 4 4 5 5 4 4 4 4 5 4 2 3 2 4 4 4 2 3 2 4 4 4 4 4 4 4 3
109 4 4 4 4 5 4 5 5 4 5 2 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 2 5 4 4 4 3 5 5 4
110 4 3 3 3 4 4 4 5 4 4 5 4 4 5 3 3 3 4 4 4 4 3 2 4 4 4 4 4 4 4 4
111 4 4 4 4 4 4 4 5 5 4 5 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 3 3 3 4 4 5 4 3 4 3

R
112 3 4 4 4 4 4 4 4 5 5 4 4 4 4 3 4 5 5 4 4 4 4 3 4 5 4 4 4 4 4 5
113 4 4 4 4 3 4 5 4 4 5 4 4 4 5 5 3 5 5 5 5 4 4 4 5 4 4 3 4 5 5 4
114 3 3 3 3 3 5 3 3 5 4 4 3 3 3 3 5 5 5 3 3 5 5 5 4 4 4 4 5 4 4 4
115 4 3 2 4 5 5 5 5 5 5 5 3 5 4 4 5 5 5 3 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 5 5
P
116 3 1 2 2 4 4 3 5 4 4 4 4 3 3 5 4 5 5 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4
117 4 3 4 4 4 4 4 4 5 3 4 4 4 4 5 5 4 5 4 4 3 3 4 2 3 4 2 2 2 3 2
118 4 4 3 2 4 5 4 3 5 5 4 4 5 5 5 4 3 5 4 4 4 4 3 4 5 4 4 3 4 4 4
S
119 2 2 2 2 5 5 4 5 4 5 3 4 5 4 4 5 5 5 4 3 3 3 3 5 4 4 4 4 4 4 5
120 4 4 3 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 3 5 3 4 4 4 4 2 3 2 2 2 2 2 2 3 4
121 4 5 3 4 5 5 5 5 4 4 4 4 4 5 2 2 5 2 2 2 1 2 2 4 4 4 4 4 4 3 3
122 2 4 2 1 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4
L

123 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 5 4 2 5 5 4 4 2 5 3 4 5 3 4 5 5
124 4 4 4 4 3 5 5 4 4 4 4 3 4 4 2 2 2 2 3 3 3 3 3 4 4 4 3 4 4 5 2
125 3 3 3 4 4 5 5 5 4 5 5 3 5 5 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4
126 4 3 4 4 3 5 4 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 4 5 4 3 4 4 5 5 4
127 4 5 5 4 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 4 2 1 4 3 5 3 1 4 4 4 4 4 4 5 5
128 4 4 5 5 4 5 5 5 5 4 4 4 4 4 2 4 4 4 2 4 5 5 5 4 4 4 5 4 4 5 4
129 4 4 4 4 5 5 4 5 5 5 5 5 3 5 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 5 4 5 5
130 4 4 4 4 4 5 5 3 3 4 5 4 5 4 5 5 5 4 5 5 5 5 5 4 4 4 4 4 4 5 4
131 5 5 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4
132 3 4 4 3 5 5 5 4 5 5 5 4 5 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4
133 4 4 4 4 4 5 4 4 4 3 4 3 3 3 3 4 4 5 1 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4
134 5 5 4 1 5 5 5 5 5 3 4 4 4 5 1 4 4 5 1 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4
135 4 4 5 2 4 4 4 5 5 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 5 5 5 5 5 3
109

E10
E11
E12
E13
E14
E15
E16
E17
E18
SP1
SP2
SP3
SP4
SP5
CI1
CI2
CI3
CI4
CI5
CI6
CI7
CI8
No
E1
E2
E3
E4
E5
E6
E7
E8
E9
136 2 2 5 3 4 3 5 4 5 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4
137 4 4 5 5 4 4 5 5 4 3 4 4 3 3 3 2 4 3 3 3 4 4 3 4 4 4 4 3 4 3 4
138 4 4 5 5 4 5 5 5 5 4 5 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4
139 2 2 4 5 3 4 4 3 5 5 5 4 4 4 4 4 3 1 4 5 5 5 1 4 4 4 4 4 4 4 4
140 4 4 4 4 4 5 4 4 4 5 3 5 4 4 4 3 5 2 4 4 4 4 2 4 2 4 4 5 5 4 4
141 5 4 3 4 5 4 4 5 4 4 5 5 4 4 4 4 3 3 4 2 2 1 3 4 4 4 4 4 4 4 4
142 5 4 3 4 5 5 4 5 5 5 5 5 4 4 5 5 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 5 5 5
143 5 4 4 4 4 4 3 4 4 5 3 4 3 4 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 5 5 5 5 5 5 4
144 5 5 4 5 3 4 5 5 5 5 4 5 5 5 5 4 4 3 5 2 2 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4
145 4 4 4 3 3 4 3 5 4 5 5 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 5 4 4 4 5

R
146 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 5 3 4 4 3 5 4 3 4 3 4 4 4 4 3 5 3
147 4 3 3 4 4 3 3 4 4 5 5 4 4 5 4 5 5 3 4 5 4 3 4 4 4 4 4 4 5 5 4
148 4 4 4 4 4 4 4 5 5 5 5 4 4 4 4 4 5 5 4 5 4 4 4 4 4 5 5 4 5 5 3
149 3 3 3 3 5 5 5 5 4 4 5 5 4 4 5 5 5 5 4 5 5 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4
P
150 5 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 5 5 4 5 3 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 5 5
151 3 3 4 4 5 3 4 4 4 3 3 5 5 5 5 4 5 4 3 4 4 4 5 4 4 4 5 5 5 4 3
152 4 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 4 4 4 3 3 4 3 3 4 4 4 5 4 3
S
153 3 4 5 3 3 4 4 4 5 4 4 5 5 5 5 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 5 5 5 5
154 3 5 5 5 5 5 5 3 4 3 4 4 4 4 5 5 5 5 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 4 4 4
155 5 3 3 4 4 3 3 5 5 5 5 5 4 4 4 4 4 5 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 5 5 3
L
110

Lampiran 3. Hasil Uji Multikolinieritas

Coefficientsa
Collinearity Statistics
Model Tolerance VIF
1 (Constant)

Event .949 1.054


Sponsorship .949 1.054
a. Dependent Variable: CorporateImage

R
Lampiran 4. Hasil Uji Heterokedasititas
P
S
L
111

Lampiran 5. Hasil Uji Analisis Regresi Linear Berganda

Coefficientsa

Unstandardized Standardized
Coefficients Coefficients t Sig.
Std.
Model B Error Beta
1 (Constant) 15.143 2.818 5.374 .000
Event .098 .039 .179 2.540 .012
Sponsorship .499 .076 .463 6.564 .000

R
a. Dependent Variable: CorporateImage

Lampiran 6. Hasil Uji Determinasi (R2)


P
Model Summaryb
Std.
S

Adjusted Error of
R R the
Model R Square Square Estimate
L

1 .532a .283 .274 2.851


a. Predictors: (Constant), Sponsorship, Event
b. Dependent Variable: CorporateImage
112

Lampiran 7. Hasil Uji F (simultan)

ANOVAa
Sum of Mean
Model Squares df Square F Sig.
1 Regression 488.658 2 244.329 30.064 .000b
Residual 1235.316 152 8.127
Total 1723.974 154
a. Dependent Variable: Corporate image
b. Predictors: (Constant), Sponsorship, Event

Lampiran 8. Hasil Uji t

R
P
Coefficientsa

Unstandardized Standardized
S
Coefficients Coefficients t Sig.
Std.
Model B Error Beta
1 (Constant) 15.143 2.818 5.374 .000
L

Event .098 .039 .179 2.540 .012


Sponsorship .499 .076 .463 6.564 .000
a. Dependent Variable: CorporateImage

Anda mungkin juga menyukai