PROYEK USAHA
”ALETHA BOUTIQUE”
Disusun oleh:
Andini Mayawi Ratnasari
NPM 17070421
PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN
MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARI
BANJARMASIN
2021
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Bisnis
Bisnis ditengah persaingan yang semakin mengglobal disegala bidang,
menuntut manusia untuk memiliki kemampuan bersaing. Selain dibutuhkan
pemikiran yang solutif dan ide-ide yang inovatif, penampilan merupakan salah
satu kunci penting yang harus diperhatikan bagi setiap manusia. Sesuai dengan
kata pepatah “You are what You wear” yang artinya manusia dilihat dan dinilai
pertama kali oleh orang lain dari segi visual termasuk cara berpenampilan
seseorang. Karena bagaimanapun penampilan seseorang merupakan refleksi
dari kepribadian orang itu sendiri. Fashion menjadi salah satu jawaban bagi
manusia untuk merefleksikan kepribadian mereka. Fashion artinya benda-benda
dan atribut yang dipakai manusia untuk mengidentifikasikan dirinya secara
khusus dan kelompok sosialnya, sebagai satu kesatuan dirinya dengan pikiran
atau pernyataan citra diri pribadi ataupun yang sifatnya komunal. Benda-benda
tersebut bisa berarti gaya pakaian, rambut, kendaraan, atau apa saja yang
dipandang sebagai identitas setiap diri pribadi atau kelompok. Fashion
merupakan bagian terpenting dari gaya hidup suatu masyarakat.
B. Jastivikasi Kepemilikan Bisnis
Pengembangan bisnis secara elektronik atau yang disebut dengan e-
Business atau e-Commerce merupakan solusi yang cukup tepat pada saat ini.
Dengan pemanfaatan teknologi internet, diharapkan transaksi bisa dilakukan
tidak hanya secara konvensional tetapi juga online sehingga tidak terbatasi oleh
jarak, ruang dan waktu serta dapat menjangkau segala kepentingan dan
kebutuhan yang ada. e-Business atau e-Commerce diharapkan juga mampu
menjawab adanya kecenderungan pasar untuk mendapatkan informasi, barang
1
dan jasa secara berkualitas. Dari latar belakang diataslah yang mendasari
berdirinya “Aletha Boutique” dikelola dengan model pengelolaan dan
pemasaran berbasis teknologi informasi yang meliputi kegiatan-kegiatan
transaksi jual beli, pemasaran, order taking, pengiriman dan pelayanan
pelanggan.
C. Tujuan Bisnis
Adapun tujuan yang akan dicapai, antara lain:
1. Memperoleh keuntungan usaha sebanyak mungkin baik secara
konvensional maupun menggunakan teknologi informasi dan komunikasi
melalui jaringan internet.
2. Memberikan warna baru dalam dunia Fashion bagi para remaja dan wanita
dewasa di Serang khususnya dan masyarakat umumnya dengan harga yang
kompetitif dan terjangkau.
3. Menghasilkan produk yang unik karena merupakan dari baju berkualitas
tinggi . Sehingga menimbulkan kesan eksklusif karena jumlah produk yang
terbatas untuk per itemnya.
Dari tujuan program diatas diharapkan dapat membuka peluang bisnis baik
konvensional maupun dengan dukungan teknologi informasi dan komunikasi
(e-Business atau e-Commerce) dengan cara menciptakan atau menjadi produk
yang berkualitas tinggi, eksklusif dengan harga yang kompetitif dan mampu
bersaing dan dapat dinikmati oleh Wanita remaja dan dewasa sekaligus mampu
memanjakan para pecinta Fashion khususnya di Kota Banjarbaru atau di kota-
kota lainya dimanapun berada.
2
BAB II
GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA
A. Analisis Produk
1. Produk yang Dihasilkan
Semakin tingginya kebutuhan masyarakat akan pakaian dan fashion
lainnya sehingga menghabiskan sampai 3 lusin pakaian dalam sehari,
belum termasuk aksesoris yang semakin marak digunakan oleh
masyarakat, khususnya oleh anak remaja.
Adapun kualitas produk atau mutu produk yang kami hasilkan
memiliki beberapa keunggulan:
a. Berkualitas tinggi dan dapat memuaskan konsumen,
b. Bermacam-macam bentuk dan ukurannya dengan style yang
uptodate
c. Hasil sablon sangat rapi dan tidak mudah luntur walau beberapa kali
cuci.
2. Kegunaan Produk
Sebagai kebutuhan sehari-hari dengan berbagai macam fungsi dan
manfaat. Selain itu, produk yang kami pasarkan mempunyai beberapa
keistimewaan, diantaranya :
a. Harga terjangkau oleh kemampuan konsumen,
b. Kualitas produk terjamin
c. Sesuai dengan selera masyarakat
3
3. Gambaran Produk
B. Analisis Pasar
1. Permintaan
Permintaan akan fashion sangat meningkat pesat, karena pakaian
yang beredar di masyarakat beragam gaya yang modis, dengan adanya
“Aletha Boutique” yang beragam gaya, motif, dan style. Dan masih
banyak pilihan lain seperti pakaian muslim yang sekarang banyak
diminati karna perkembangan fashion yang selalu berinovasi maupun
gaya ala barat yang modis otomatis mereka akan penasaran untuk
berkunjung ke “Aletha Boutique” hal ini yang akan membuat
penawaran terhadap produk kita tinggi, selain itu juga masih jarangnya
persaingan di tempat ini maka pembeli akan datang dan membeli produk
yang kita tawarkan.
2. Penawaran
Penawaran akan fashion atau pakaian yang bermutu dengan harga
terjangkau, yang dapat menggoda siapa saja yang melintas di Aletha
Boutique, maka dari itu kami menawarkan ke berbagai kampus dan
menyebarkan brosur agar siapa saja yang belum melihat akan penasaran,
4
ini merupakan peluang bisnis yang cukup menjanjikan karena peluang
usaha yang tak akan pernah ada matinya.
C. Strategi Pemasaran
Pendirian “Aletha Boutique” bertujuan untuk memenuhi kebutuhan
akan produk fashion bagi semua kalangan remaja, mahasiswa, eksekutif
muda, umum dan ibu rumah tangga.
1. Lokasi Usaha
Lokasi usaha "Aletha Boutique" berlokasi di daerah Banjarbaru
Selatan tepatnya di Jl. Intan Sari. Dengan memperhatikan beberapa
faktor:
a) Faktor pertama, karena di Banjarbaru banyak terdapat perumahan
dengan mayoritas penduduk beragam sehingga mereka berpotensial
memakai busana modern.
b) Faktor kedua, terdapat perguruan tinggi, sekolah-sekolah, kantor,
karyawan.
c) Faktor ketiga, merupakan daerah ramai penduduk, yang pasti akan
terus berkembang
d) Faktor keempat, karena harga sewa ruko di daerah Banjarbaru masih
terjangkau
e) Faktor kelima, di daerah Banjarbaru relatif aman
f) Faktor keenam, transportasi mudah karena berada di pinggir jalan
raya yang dilewati oleh semua angkutan umum
2. Harga
Harga yang ditawarkan oleh “Aletha Boutique” akan menjual
produk yang berkualitas tinggi tetapi dengan harga yang terjangkau oleh
pembeli.
Berikut adalah harga-harga Produk Aletha Boutique:
a) Pakaian wanita : Rp 40.000,- s/d Rp 250.000,-
b) Sepatu : Rp 69.000,- s/d Rp 200.000,-
5
c) Sendal : Rp 69.000,- s/d Rp 149.000,-
d) Tas : Rp 50.000,- s/d Rp 189.000,-
e) Pernak-pernik : Rp 3.000,- s/d Rp 50.000,-
3. Segmentasi Pasar
Batasan usia : 17 - 40 tahun
Sasaran : Mahasiswa, ekskutif muda wanita, dan ibu rumah tangga.
Ekonomi : Menengah keatas dan menegah kebawah
Model Pakaian: Chic & Colorfull.
4. Calon Pelanggan Potensial
Penduduk Banjarbaru yang beragam, berpotensi memakai pakaian
yang bervariatif apalagi mahasiswi yang sangat up to date mengikuti
perkembangan fashion.
5. Konsumen Alternatif
Walaupun masyarakat di daerah Banjarbaru adalah target pasar
utama, namun tidak tertutup bagi daerah-daerah sekitar jika ingin
berbelanja di Aletha Boutique kami yang pada perkembangannya akan
menjadi pelanggan kami.
6. Pemasaran
a) Memberikan diskon kepada pembeli yang membeli dalam jumlah
besar
b) Pada saat grand opening memberikan diskon kepada pelanggan
sebesar 10%
c) Produk yang berkualitas dengan beraneka ragam harga yang tetap
terjangkau oleh pelanggan
d) Lokasi yang strategis dan bersih
e) Pemasaran yang baik dengan brosur, spanduk, barner, dan
pemasaran akan dilakukan via shop online (internet) dan shopee.
f) Layanan konsumen yang ramah dan prima
g) Desain toko yang unik, berkesan gaul, dan modern
h) Produk dengan design lokal dan import
i) Butik terus menampilkan produk yang lebih terbaru dan lebih unik
6
D. Analisis Produksi
1. Proses Produksi
a) Bahan-bahan:
1) Kain atau bahan bahan
2) Jahitan
3) Hiasan atau perhiasan untuk baju tersebut
4) Kancing
b) Cara proses nya
1) Membuat pola
2) Memecah pola
3) Memotong kain
4) Mengobras kain
5) Menjahit kain
6) Membuat lubang kancing
7) Menghias kain.
8) Memasang kancing
9) Pressing & packing
2. Strategi Produksi
Target dari pendirian butik ini adalah wanita yang mungkin tertarik
dan datang ke butik kemudian memesan atau membeli produk kami.
E. Analisis SDM
1. Pemanfaatan SDM
Usaha butik ini mampu menyerap tenaga kerja dalam menjaga
kelangsungan toko sehari-hari, dimana karyawan bekerja menjaga toko
melayani konsumen. Akan tetapi dalam moment bulan/hari-hari tertentu
penjaga toko ditambah karna banyaknya konsumen yang berbelanja ke
toko, misalkan pada saat bulan ramadhan menghadapi idul fitri atau
hari-hari besar lainnya.
7
2. Kualifikasi SDM yang dibutuhkan
Untuk Sumber Daya yang dibutuhkan usaha ini tidak begitu rumit,
artinya tidak begitu membutuhkan karyawan yang banyak, cukup 1-2
orang saja, usaha ini sudah dapat berjalan karena usaha boutique ini
dapat dilakukan tanpa karyawan pun dengan cara mengurus nya sendiri.
F. Analisis SWOT
Dalam menganalisa kelayakan usaha diperlukan analisis SWOT
untuk menunjukan seberapa potensi peluan usaha, kelemahan, keunggulan
serta ancaman yang perlu diantisipasi agar usaha dapat berkelanjutan.
Berikut merupakan analisis SWOT dari usaha Aletha Boutique:
Strengths (kekuatan) 1. Menjual brand fashion modern
secara grosir dan retail dengan
harga dan kualitas yang baik
2. Mempunyai kualitas yang bisa
bersaing dengan brand lain
3. Mempunyai konveksi sendiri
4. Menjalankan pemasaran bisnis
dengan online
Weakness (kelemahan) 1. Rendahnya keterampilan SDM
yang dimiliki
2. Menjual produk secara grosir
sehingga sulit jika ada kenaikan
harga
3. Iklan dan promosi belum
maksimal
Opportunities (peluang) 1. Lokasi butik strategis
2. Sasaran pasar luas
3. Trend busana terus meningkat
Threats (ancaman) 1. Perekonomian nasional tidak
stabil
2. Persaingan harga semakin ketat
di pasaran
3. Kenaikan bahan baku
4. Pesaing bekerjasama dengan
artis untuk mempromosikan
produknya
8
G. Analisis Keuangan
1. Investasi yang dibutuhkan
Sebagai sumber awal mula pendirian Aletha Boutique yaitu dari
pemilik Butik sendiri. Sebagai investasinya untuk itu didirikanlah
perusahaan dalam bidang perdagangan.
2. Neraca permulaan biaya perusahaan
a. Biaya produksi pertahun terdiri dari:
1) Modal awal produksi
No. Keterangan Harga
1. Renovasi awal dan desain interior Rp. 90.000.000
2. Kulakan baju grosir Rp. 500.000.000
3. Biaya soft opening dan promosi awal Rp. 7.000.000
4. Biaya gaji karyawan tahun pertama Rp. 55.000.000
Jumlah modal produksi Rp. 652.000.000
2) Biaya lain-lain
No. Keterangan Harga
1. Listrik Rp. 14.000.000
2. Asuransi Rp. 10.000.000
3. Transportasi Rp. 7.500.000
4. Administrasi Rp. 4.500.000
5. Pajak Rp. 2.750.000
6. Pemeliharaan toko dan peralatan Rp. 5.000.000
Jumlah biaya lain-lain Rp. 43.750.000
Total seluruh biaya produksi:
Jumlah modal awal produksi + jumlah biaya lain-lain
Jumlah modal awal produksi Rp. 652.000.000
Jumlah biaya lain-lain Rp. 43.750.000 +
Total Rp. 695.750.000
9
b. Proyeksi Aliran Kas
Untuk butik kami proyeksi keuntungan kotor adalah 30%
dari penghasilan. Rata-rata untuk distro kami ini, akan mampu
menjual sekitar 970 juta lebih pertahun, sehingga jika diambil
keuntungan bersih pertahun adalah sekitar 250 – 300 juta pertahun.
Sehingga, pada tahun kedua, kami sudah bisa balik modal.
Dan tahun ke 3, 4 dan seterusnya, kami tinggal mengumpulkan
untung dan kemungkinan besar kami gunakan untuk ekspansi ke luar
daerah.
c. Perencanaan Laba Rugi
No. Investasi Jumlah
Biaya tetap
1. Penyusutan gedung dan peralatan Rp. 7.000.000
2. Gaji pegawai Rp. 70.000.000
Jumlah Rp. 77.000.000
Biaya produksi
1. Kulakan baju grosir Rp. 500.000.000
Jumlah Rp. 500.000.000
Biaya lain-lain
1. Listrik Rp. 14.000.000
2. Asuransi Rp. 10.000.000
3. Transportasi Rp. 7.500.000
4. Administrasi Rp. 4.500.000
5. Pajak Rp. 2.750.000
Jumlah Rp. 43.750.000
TOTAL MODAL Rp. 695.750.000
(PENGELUARAN)
No. Pendapatan Jumlah
1. Penjualan aneka pakaian dan Rp. 970.000.000
fashion
TOTAL PENDAPATAN Rp. 970.000.000
No. Proyeksi laba/rugi Jumlah
(keuntungan)
1. Total pendapatam Rp. 970.000.000
10
2. Total modal/pengeluaran Rp. 695.750.000
TOTAL KEUNTUNGAN Rp. 274.250.000
BERSIH
11
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kelayakan suatu usaha dapat dilihat dari berbagai macam aspek.
Aspek-aspek tersebut saling berkaitan karena saling mendukung untuk
keberlangsungan usaha yang dijalankan. Yang lebih penting adalah
dukungan biaya operasional untuk menjalankan usaha tersebut. Sebuah
usaha didirikan untuk mencapai tujuannya yaitu memberikan manfaat
secara maksimal kepada pemilik usaha. Jika usaha tersebut telah
memberikan manfaat maka usaha tersebut layak untuk dijalankan. Beberapa
indikator yang digunakan untuk mengetahui kelayakan usaha antara lain
adalah kelayakan dari aspek teknis dan teknologi, pasar dan pemasaran serta
keuangan. Aspek keuangan dihitung berdasarkan nilai Payback Period (PP)
Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR) dan Profitability
Index (PI). Beberapa indikator aspek keuangan tersebut merupakan
penghitungan berdasarkan nilai waktu.
B. Saran
1. Mengoptimalkan pelayanan kepada konsumen dengan sebaik-baiknya
2. Memperluas pemasaran dengan banyak membuka cabang
3. Menambah barang yang lebih beragam dan tentunya up to date
4. Mengamati perkembangan dunia fashion baik nasional ataupun
internasional
12