0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
62 tayangan13 halaman

Sifat Aljabar Bilangan Real

(1) Bab 2 membahas sifat-sifat bilangan real, termasuk sifat aljabar, urutan, dan kelengkapan; (2) Bilangan real memiliki struktur lapangan karena memenuhi aksioma grup dan distributivitas; (3) Bilangan real terdiri dari bilangan rasional dan irrasional, dengan bilangan irrasional seperti akar-akaran tidak rasional dibuktikan tidak dapat ditulis sebagai pecahan bilangan bulat.

Diunggah oleh

yuriskadestania
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
62 tayangan13 halaman

Sifat Aljabar Bilangan Real

(1) Bab 2 membahas sifat-sifat bilangan real, termasuk sifat aljabar, urutan, dan kelengkapan; (2) Bilangan real memiliki struktur lapangan karena memenuhi aksioma grup dan distributivitas; (3) Bilangan real terdiri dari bilangan rasional dan irrasional, dengan bilangan irrasional seperti akar-akaran tidak rasional dibuktikan tidak dapat ditulis sebagai pecahan bilangan bulat.

Diunggah oleh

yuriskadestania
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Modul V

Bab 2

Sifat-sifat Bilangan Real

Bilangan real, sama seperti bilangan yang lain, memiliki beberapa sifat tersendiri. Se-

bagian sifat itu akan kita bicarakan pada bab ini. Sifat-sifat yang akan kita pelajari di

sini meliputi: sifat aljabar, urutan, dan kelengkapan.

2.1 Sifat Aljabar R

2.1.1 (R, +, ·) adalah Lapangan

Jika kita memandang R sebagai suatu aljabar, yaitu himpunan dengan dua operasi

yang well-defined, yaitu penjumlahan (+) dan perkalian (·), maka struktur dari R

adalah sebagai suatu lapangan (field ) karena memenuhi hal-hal berikut:

1. (R, +) adalah suatu grup komutatif (grup Abel) karena memenuhi

• (J1) komutatif
a + b = b + a untuk setiap a, b ∈ R

• (J2) asosiatif

(a + b) + c = a + (b + c) untuk setiap a, b, c ∈ R

29
30

• (J3) identitas
Terdapat elemen 0 ∈ R yang memenuhi a + 0 = a dan 0 + a = a, ∀ a ∈ R

• (J4) invers
Untuk setiap a ∈ R, ∃ (−a) ∈ R sehingga a + (−a) = 0 dan (−a) + a = 0

2. (R∗ , ·) adalah suatu grup komutatif (grup Abel) karena memenuhi

• (K1) komutatif
a · b = b · a untuk setiap a, b ∈ R

• (K2) asosiatif

(a · b) · c = a · (b · c) untuk setiap a, b, c ∈ R

• (K3) identitas

Terdapat elemen 1 ∈ R yang memenuhi a · 1 = a dan 1 · a = a, ∀ a ∈ R

• (K4) invers
1 1 1
Untuk setiap a ∈ R\0, ∃ a
∈ R sehingga a · a
= 1 dan a
·a=1

3. (D) distributif
Untuk setiap a, b, c ∈ R berlaku:

(a + b) · c = (a · c) + (b · c)

a · (b + c) = (a · b) + (a · c)

Kesembilan sifat di atas disebut aksioma sifat aljabar bilangan real. Dari

sembilan aksioma ini kita dapat menurunkan banyak sifat aljabar lain dari bilangan

real. Lebih jauh dapat dilihat pada soal yang diselesaikan. Yang perlu diingat mungkin
tiga teorema berikut yang menyangkut ketunggalan elemen identitas, yaitu 0 dan 1,

ketunggalan invers, dan perkalian terkait dengan 0.

Teorema 2.1. (Ketunggalan Identitas)

1. Jika x adalah bilangan real yang memenuhi x + a = a untuk setiap a ∈ R, maka

x = 0.
31

2. Jika y adalah bilangan real yang memenuhi y · b = b untuk setiap b 6= 0, maka


y = 1.

Bukti.

1. Misalkan x + a = a. Maka, dengan menambah kedua ruas persamaan dengan


(−a) dan menerapkan aksioma sifat aljabar, diperoleh

(x + a) + (−a) = a + (−a)

x + (a + (−a)) = a + (−a) (J2)

x+0=0 (J4)

x=0 (J3)

1
2. Misalkan y · b = b dan b 6= 0. Karena b 6= 0, maka terdapat b
∈ R. Selanjutnya,
1
dengan mengalikan kedua ruas persamaan dengan b
dan menerapkan aksioma

sifat aljabar, diperoleh

1 1
(y · b) · =b·
b b
1 1
y · (b · ) = b · (K2)
b b

y·1=1 (K4)

y=1 (K3)

Teorema 2.2. (Ketunggalan Invers)

Misalkan a, b sebarang bilangan real

1. Jika z + a = 0, maka z = (−a).

2. Jika y · b = 1 dan b 6= 0, maka y = 1 .


b
32

Bukti.

1. Misalkan a, b sebarang bilangan real. Pandang persamaan z + a = 0. Den-


gan menambah kedua ruas dengan (−a) dan menerapkan aksioma sifat aljabar,

diperoleh

(z + a) + (−a) = 0 + (−a)

z + (a + (−a)) = (−a) (J2, J3)

z + 0 = (−a) (J4)

z = (−a) (J3)

1
2. Misalkan y · b = 1 dan b 6= 0. Karena b 6= 0, maka terdapat b
∈ R. Selanjutnya,

dengan mengali kedua ruas dengan 1b , diperoleh

1 1
(y · b) · =1·
b b
1 1
y · (b · ) = (K2, K3)
b b
1
y·1= (K4)
b
1
y= (K3)
b

Teorema 2.3. (Perkalian terkait 0)

1. Untuk setiap a ∈ R, a · 0 = 0

2. Jika a · b = 0, maka a = 0 atau b = 0.

Bukti.

1. Ambil a ∈ R sebarang. Kita akan membuktikan bagian kiri pada persamaan


bersifat seperti identitas penjumlahan, yaitu dengan menguji apakah

(a · 0) + a = a
33

Dengan menggunakan aksioma sifat aljabar, kita peroleh

(a · 0) + a = (a · 0) + (a · 1) (K3)

= a · (0 + 1) (D)

=a·1 (J3)

=a (K3)

Karena untuk setiap a ∈ R, a · 0 = 0 dan identitas penjumlahan tunggal, kita

simpulkan a · 0 = 0.

2. Misalkan a · b = 0. Kita punya dua kasus disini.

(a) Jika a = 0, maka pernyataan dipenuhi dan bukti selesai.


1
(b) Jika a 6= 0, maka a
∈ R. Pandang persamaan a · b = 0. Dengan mengalikan
1
kedua ruas persamaan dengan a
dan menerapkan aksioma sifat aljabar kita

peroleh
1 1 1
(a · b) = · 0 (Dikali )
a a a
1
( · a) · b = 0 (K2, T eorema P erkalian )
a

1·b=0 (K4)

b=0 (K3)

Jadi, jika a · b = 0, maka a = 0 atau b = 0

2.1.2 Bilangan Rasional dan Irrasional

Bilangan real terdiri dari dua subhimpunan utama yang saling lepas, yaitu himpunan

bilangan rasional dan himpunan bilangan irrasional. Berikut akan dijelaskan defin-

isinya.
34

Definisi 2.1. (Bilangan rasional)


Bilangan x ∈ R disebut bilangan rasional jika terdapat bilangan bulat p, q dimana q 6= 0

sehingga x = pq .

Himpunan bilangan rasional dilambangkan dengan Q.

Kita dapat menyatakan (Q, +, ·) merupakan lapangan bagian (subfield ) dari R

dengan menunjukkan bahwa Q tertutup terhadap kedua operasi dan invers operasi ada
di Q.

Definisi 2.2. (Bilangan irrasional)

Bilangan y ∈ R disebut bilangan irrasional jika y bukan bilangan rasional. Himpunan

bilangan irrasional dilambangkan dengan R\Q.

Himpunan bilangan irrasional dengan kedua operasi biner tidak tertutup sehingga
√ √
bukan merupakan lapangan bagian (subfield ) dari R. Bilangan berbentuk 2, 3, dan
sejenisnya adalah bilangan irrasional seperti dibuktikan dalam lemma berikut.

Lemma 2.1. 2 bukan bilangan rasional

Bukti. Andaikan terdapat bilangan rasional x sehingga x2 = 2. Hal ini berarti


p
x= q
untuk suatu p, q ∈ Z, q 6= 0. Selanjutnya, untuk semua bilangan rasional, kita
p2
bisa mengatur agar (p, q) = 1. Akibatnya, x2 = q2
= 2. Dengan kata lain, p2 = 2q 2 . Ini

menunjukkan p2 genap atau ditulis juga p ≡ 0(mod 2). Ada dua kasus yang mungkin

untuk p, yaitu:

1. p ganjil atau ditulis juga p ≡ 1(mod 2). Akibatnya, p2 ≡ 1(mod 2). Hal ini

kontradiksi dengan p2 ≡ 0(mod 2). Jadi, hal ini tidak mungkin terjadi.

2. p genap atau ditulis juga p2 ≡ 0(mod 2) sehingga p2 ≡ 0(mod 2).

Jadi, jika p2 genap, maka p genap. Misalkan p = 2k untuk suatu k ∈ Z. Maka,

(2k)2 = 2q 2 sehingga diperoleh 2k 2 = q 2 . Ini menunjukkan q 2 genap. Sesuai dengan

proses sebelumnya, jika q 2 genap, maka q genap. Misalkan q = 2m untuk suatu m ∈ Z.


35

Akibatnya, (p, q) = (2k, 2m) > 2. Kontradiksi dengan (p, q) = 1. Jadi, haruslah tidak
terdapat bilangan rasional x yang memenuhi x2 = 2.

Bukti yang menunjukkan bahwa 2 adalah bilangan real dapat dilihat pada pem-

bahasan tentang sifat kelengkapan R.

2.1.3 Soal yang Diselesaikan

1. Misalkan a, b sebarang bilangan real. Buktikan bahwa:

(a) Persamaan a + x = b memiliki solusi unik yaitu x = (−a) + b.

1
(b) Jika a 6= 0, maka persamaan a · x = b memiliki solusi unik yaitu x = a
· b.

Jawab.

(a) Misalkan a, b sebarang bilangan real dan a + x = b. Pertama, jelas bahwa

x0 = (−a) + b solusi dari a + x = b karena a + x0 = a + ((−a) + b) =

(a + (−a)) + b = 0 + b = b.

Berikutnya, akan ditunjukkan solusi ini unik. Misalkan x1 juga solusi se-

hingga a + x1 = b. Akan ditunjukkan x1 = x0 . Pandang persamaan

a + x1 = b ⇔ (−a) + (a + x1 ) = (−a) + b

⇔ ((−a) + a) + x1 = (−a) + b

⇔ 0 + x1 = (−a) + b

⇔ x1 = (−a) + b

Jadi, x1 = x0 . Ini menunjukkan solusi tersebut unik.

(b) Misalkan a, b sebarang bilangan real dan a · x = b. Karena a 6= 0, maka


1 1
a
∈ R. Jelas bahwa x0 = a
· b solusi dari a · x = b karena a · x0 = a · ( a1 · b) =

(a · a1 ) · b = 1 · b = b.
36

Berikutnya, akan ditunjukkan solusi ini tunggal. Misalkan x1 juga solusi


sehingga a · x1 = b. Akan ditunjukkan x1 = x0 . Pandang persamaan

1 1
a · x1 = b ⇔ · (a · x1 ) = ·b
a a
1 1
⇔ ( · a) · x1 = ·b
a a
1
⇔ 1 · x1 = · b
a
1
⇔ x1 = · b
a

Jadi, x1 = x0 . Ini menunjukkan solusi tersebut tunggal.

2. Jika a, b sebarang bilangan real, buktikanlah

(a) (−1) · a = −a

(b) −(a + b) = (−a) + (−b).


¡a¢ (−a)
(c) − b
= b
jika b 6= 0.

Jawab.

(a) Pembuktian dilakukan dengan menunjukkan ruas kiri merupakan invers pen-

jumlahan dari a, yaitu dengan memeriksa apakah ((−1) · a) + a = 0.

((−1) · a) + a = ((−1) · a) + (1 · a) (K3)

= ((−1) + 1) · a (D)

=0·a (J4)

=0 (T eorema P erkalian)

Karena ((−1) · a) + a = 0 dan invers penjumlahan tunggal, maka (−1) · a =

(−a).
37

(b) Pembuktian dilakukan dengan menunjukkan ruas kanan merupakan invers


penjumlahan dari a + b, yaitu dengan memeriksa apakah (a + b) + ((−a) +

(−b)) = 0.

(a + b) + ((−a) + (−b)) = (a + b) + ((−b) + (−a)) (J1)

= a + (b + (−b)) + (−a) (J2)

= a + 0 + (−a) (J4)

= a + (−a) (J3)

=0 (J4)

Karena (a + b) + ((−a) + (−b)) = 0 dan invers penjumlahan tunggal, maka

−(a + b) = (−a) + (−b)

(c) Pembuktian dilakukan dengan menunjukkan ruas kanan merupakan invers


a a (−a)
penjumlahan dari b
dengan memeriksa apakah b
+ b
=0

a (−a) 1 1
+ = ( · a) + ( · (−a))
b b b b
1
= · (a + (−a)) (D)
b
1
= ·0 (J4)
b

=0 (T eorema 3)

a (−a)
¡a¢ (−a)
Karena b
+ b
= 0 dan invers penjumlahan tunggal, maka − b
= b

3. Jika a ∈ R memenuhi a · a = a maka a = 0 atau a = 1.

Jawab.

Ada dua cara membuktikannya,


38

(a) Misalkan a · a = a. Maka,

a · a = a ⇔ a · a + (−a) = a + (−a) (Ditambah (−a))

⇔ (a · a) + ((−1) · a) = 0 (Soal 1b, J4)

⇔ (a + (−1)) · a = 0 (D)

⇔ a + (−1) = 0 atau a = 0 (T eorema 4)

⇔ a = 1 atau a = 0 (J4)

(b) Misalkan a · a = a.
Jika a = 0, maka pernyataan dipenuhi dan bukti selesai.
1
Jika a 6= 0, maka a
∈ R sehingga

1 1 1
a · a = a ⇔ (a · a) = · a (Dikali )
a a a
1
⇔ ( · a) · a = 1 (K2, K4)
a

⇔1·a=1 (K4)

⇔a=1 (K3)

Jadi, a = 0 atau a = 1

4. Tunjukkan tidak ada bilangan rasional x yang memenuhi x2 = 3.

Jawab.
p
Andaikan terdapat bilangan rasional x sehingga x2 = 3. Hal ini berarti x = q

untuk suatu p, q ∈ Z dan q 6= 0. Kita juga bisa mengatur agar (p, q) = 1.


p2
Akibatnya, x2 = 2 = 3. Dengan kata lain, p2 = 3q 2 . Ini menunjukkan p2
q
kelipatan tiga atau bisa ditulis juga sebagai p2 ≡ 0(mod 3)

Akan ditunjukkan p ≡ 0(mod 3). Andaikan p bukan kelipatan tiga. Berarti


p ≡ 1(mod 3) atau p ≡ 2(mod 3).
39

(a) Kasus 1.
Jika p ≡ 1(mod 3), maka p2 ≡ 1(mod 3). Kontradiksi dengan p2 kelipatan

tiga.

(b) Kasus 2.
Jika p ≡ 2(mod 3), maka p2 ≡ 4(mod 3) ≡ 1(mod 3). Kontradiksi dengan p2

kelipatan tiga.

Jadi, pengandaian salah, haruslah p ≡ 0(mod 3) yang berarti p kelipatan tiga.

Misalkan p = 3j untuk suatu j ∈ Z. Maka, p2 = (3j)2 . Karena p = 3q 2 , maka


diperoleh 3j 2 = q 2 . Ini menunjukkan q 2 kelipatan tiga. Dengan cara sama seperti

pada kasus p, diperoleh q kelipatan tiga. Misalkan q = 3k untuk suatu k ∈ Z.

Akibatnya, (p, q) = (3j, 3k) > 3. Kontradiksi dengan (p, q) = 1. Jadi, haruslah

tidak terdapat bilangan rasional x yang memenuhi x2 = 3.

5. Buktikan bahwa jika x, y bilangan rasional, maka x + y dan x · y juga bilangan

rasional.

Jawab.
p p
Misalkan x, y bilangan rasional. Berarti x = q11 dan y = q22 untuk suatu

p1 , p2 , q1 , q2 ∈ Z dan q1 , q2 =
6 0.
p p p q +p q
Maka x + y = q11 + q22 = 1 2q1 q2 2 1 merupakan bilangan rasional karena

p1 q2 + p2 q1 , q1 q2 ∈ Z dan q1 q2 6= 0.
p p pp
Demikian juga x·y = q11 · q22 = q11 q22 adalah bilangan rasional karena p1 p2 , q1 q2 ∈ Z

dan q1 q2 6= 0.

6. Tunjukkan bahwa jika ξ bilangan irrasional dan r bilangan rasional, maka ξ + y


bilangan irrasional.

Jawab.
p
Misalkan ξ bilangan irrasional dan r bilangan rasional. Ini berarti r = q untuk

suatu p, q ∈ Z, q 6= 0.
40

Andaikan ξ + r bilangan rasional. Berarti terdapat u, v ∈ Z, v 6= 0, sehingga


ξ+r = u u u p uq − pv
v . Akibatnya, ξ = v − r = v − q = vq . Karena uq − pv, vq ∈ Z
dan vq 6= 0, maka ξ bilangan rasional. Kontradiksi dengan ξ irrasional.

Jadi, pengandaian salah, haruslah ξ + r bilangan irrasional.

7. Tunjukkan bahwa jika x, y bilangan irrasional, maka x + y dan x · y tidak selalu

bilangan irrasional.

Jawab.
√ √
Dalam hal ini, bisa dipilih x = 2 dan y = − 2 sehingga x + y = 0

dan x · y = −2 yang keduanya merupakan anggota Q.

2.1.4 Latihan

1. Buktikan untuk sebarang bilangan real a, b berlaku

(a) −(−a) = a

(b) (−1) · (−1) = 1

(c) (−a) · (−b) = a · b


³ ´
(d) − a1 = 1 . jika a 6= 0
(−a)

2. Buktikan pada bilangan real berlaku hukum pembatalan:

(a) Jika a, b, c ∈ R dan a + c = b + c, maka a = b.

(b) Jika a, b, c ∈ R, c > 0 dan a · c = b · c, maka a = b.

3. Jika a 6= 0 dan b 6= 0, tunjukkan bahwa 1 = a


1·1
ab b
1 juga bilangan rasional.
4. Buktikan bahwa jika x bilangan rasional, maka (−x) dan x

5. Tunjukkan bahwa jika ξ bilangan irrasional dan r 6= 0 bilangan rasional, maka

ξ · y bilangan irrasional.
41

6. Tunjukkan untuk setiap bilangan real a dan bilangan asli m, n berlaku


am+n = am · an .

7. Tunjukkan tidak ada bilangan rasional z yang memenuhi z 2 = 6.

Anda mungkin juga menyukai