83% menganggap dokumen ini bermanfaat (6 suara)
6K tayangan88 halaman

Modul Pelatihan Sistem Autolube

Dokumen tersebut membahas tentang pelumasan grease. Dijelaskan definisi grease beserta komponen-komponennya seperti base oil, thickening agent, dan additive. Juga dibahas karakteristik grease, manfaat, dan kelemahan grease. Kemudian dijelaskan jenis-jenis base oil dan thickening agent yang umum digunakan pada grease beserta sifat masing-masing.

Diunggah oleh

Iqbal Chaqiqi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
83% menganggap dokumen ini bermanfaat (6 suara)
6K tayangan88 halaman

Modul Pelatihan Sistem Autolube

Dokumen tersebut membahas tentang pelumasan grease. Dijelaskan definisi grease beserta komponen-komponennya seperti base oil, thickening agent, dan additive. Juga dibahas karakteristik grease, manfaat, dan kelemahan grease. Kemudian dijelaskan jenis-jenis base oil dan thickening agent yang umum digunakan pada grease beserta sifat masing-masing.

Diunggah oleh

Iqbal Chaqiqi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Plant People Development

PT. PAMAPERSADA NUSANTARA


Site KIDECO Modul Autolube

AUTOLUBE
TRAINING HAND OUT
Revisi : 3

Plant People Development


PT PAMAPERSADA NUSANTARA
JLN. RAWANGELAM 1 NO.9
KAWASAN INDUSTRI PULOGADUNG
JAKARTA – 13930

PMDP 1 IR/6111521
Plant People Development
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA
Site KIDECO Modul Autolube

PMDP 2 IR/6111521
Plant People Development
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA
Site KIDECO Modul Autolube

Kata Pengantar

Puji Syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas nikmat yang
telah diberikan dan dicurahkan sejak nabi Adam SAW serta [Link]
juga mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dalam mengupdate dan
memperbaiki isi modul training autolube.

Dalam setiap bahasan kami berusaha memberikan penjelasan terhadap system


autolube yang dibahas dan dipakai di PT PAMAPESADA NUSANTARA
untuk memperrmudah dalam proses training dan memberikan panduan dalam
melakukan maintenance yang berhubungan dengan Autolube.

Demikian kami susun buku ini, besar harapan kami semoga buku ini
bermanfaat untuk kedepannya.

Kami juga menyampaikan mohon maaf sebesar besarnya bila banyak kesalahan
baik materi maupun lainnya dalam penyusunan buku ini. Akhir kata,
Wassalamu Alaikum Ww Wb.

Kideco, November 2011

Penulis

PMDP 3 IR/6111521
Plant People Development
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA
Site KIDECO Modul Autolube

GREASE
Pelumasan dibutuhkan untuk mengurangi gesekan dan panas karena pelumasan
akan membentuk oil film yang akan melapisi permukaan sehingga lebih terlindungi
dan gesekan langsung antara dua permukaan logam dapat berkurang serta panas
yang ditimbulkan akan berkurang juga, karena pergerakan akan lebih lancar dan panas
diserap oleh pelumas.
Teory tentang pelumasan dikenal juga dengan Tribology, Tribology adalah ilmu
pengetahuan yang mempelajari pergesekan (friction) dan keausan (wear), Technology
pelumasan adalah cabang dari Tribology yang mempelajari pengadaan pelumas ke
tempat-tempat yang memerlukan pelumasan. Manfaat Tribology adalah ; Penghematan
Bahan Baku, Pemakaian tenaga (energy) yang effesien dan Penghematan biaya
operasional.

1.1 Definisi Gemuk Lumas(NLGI)


Suatu produk yang berbentuk solid hingga semi solid terbuat dari thickening agent
yang terdispersi dalam cairan pelumas, juga termasuk kompenen lainnya (additive)
sehingga menghasilkan properties khusus.

Pelumasan grease pada umumnya digunakan untuk melumasi tempat-tempat yang


sulit dimasuki oleh oli maupun sulit dijangkau pada saat inspeksi. Dengan alasan tersebut,
maka sering dijumpai kerusakan serius sebagai akibat minimnya pelumasan atau minimnya
preventive maintenance yang dilakukan. Sedangkan disisi lain harus disadari bahwa
sesungguhnya masih banyak factor yang mempengaruhi kinerja grease tersebut, diantaranya:
1. Adanya deteriorasi dalam grease
2. Adanya kotoran yang masuk dalam grease sehingga mengganggu efek lubricating
maupun sealing.

Dari beberapa masalah yang dijumpai, permasalahan dengan greasing pada umumnya
disebabkan oleh kurangnya pengetahuan mengenai kerusakan grease dari dalam grease itu
sendiri, atau yang dikenal dengan istilah deteriorasi; atau disebabkan oleh pemilihan jenis
grease yang tidak tepat.

PMDP 4 IR/6111521
Plant People Development
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA
Site KIDECO Modul Autolube

Berdasarkan uraian tersebut di atas, maka pengetahuan/pemahaman tentang grease


sangat penting untuk mencegah terjadinya kerusakan-kerusakan yang dapat ditimbulkan oleh
penanganan greasing yang tidak tepat.
Grease berbentuk semi solid dan tidak dapat mengalir ketika pressure yang
mendorongnya kecil, tetapi ketika pressurenya mencukupi, maka grease akan mulai mengalir.
Pressure dari luar yang mendorong grease inilah yang mampu menyebabkan timbulnya
lapisan film; gaya ini disebut Shear Force. Shear Force ini merupakan gaya yang bekerja
pada grease ketika grease memasuki ruangan diantara shaft dengan bearing. Ketika pressure
yang mendorong grease meningkat, maka viskositasnya akan turun dan mendekati viskositas
oli yang berbentuk cair. Pada saat pressure dihilangkan, maka viscositasnya akan naik dan
kembali pada viscositas awal yaitu berbentuk semi solid.

Keuntungan Grease
1. Tidak mudah menyembur atau mengalir keluar dari bearing, sehingga dapat melumasi
dengan jangka waktu yang panjang
2. Berperan sebagai seal dan dapat mencegah masuknya air atau kotoran pada tempat
yang mengalami gesekan
3. Dapat melunasi dengan baik pada tempat-tempat yang sulit seperti, part yang bergerak
secara pelan, bagian yang mendapat beban tinggi, temperatur rendah maupun tinggi,
sliding part maupun bagian-bagian yang mendapatkan beban akibat pukulan.
4. Lubricating grease tidak bertahan dengan periode yang lama dalam membentuk lapisan
film, hal ini mencegah karat atau korosi.

Kelemahan Grease:
1. Cenderung sulit saat memasukkan grease pada saat penggantian
2. Jika ada kontaminasi akibat air atau kotoran masuk ke dalam grease maka sulit untuk
memisahkannya
3. Tidak dapat menyerap panas dengan baik, sehingga cooling effec-nya rendah
4. Tidak bisa digunakan melumasi part dengan putaran tinggi, karena sulit masuk ke
celah-celah kecil saat part berputar tinggi

PMDP 5 IR/6111521
Plant People Development
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA
Site KIDECO Modul Autolube

1.2 Karakteristik Grease


Grease mengandung bahan pelumas cair / Liquid Lubricant (Mineral Oil, atau
Synthetic Lubricating Oil) sebagaimana bahan dasar oli, yang dicampur dengan bahan
pelumas padat (mengandung Metal Soap) dengan daya lekat yang kuat dengan oil yang
istilahnya disebut dengan
Thickening Agent (bahan pengental).Bahan tersebut mampu membentuk pelumas setengah
padat (Semi Solid) dan masih ditambah lagi dengan beberapa Additive atau bahan pengisi
yang lain untuk mendapatkan sifat-sifat / spesifikasi yang diinginkan.
Base Oil + Thickening Agent + Additive = Grease

Bahan Dasar Grease


Base oil terdiridarisuatucampurandarisenyawa-senyawahydrocarbon , yaitu
digolongkan dari mineral oil maupun syntetic oil. Mineral oil didapatkan dari minyak bumi
yang terkenal dengan sebutan: Paraffinic Hydrocarbon & Naphthenic Hydrocarbon
denganbermacam-macamkomposisi. Karena paraffinic hydrocarbon

PMDP 6 IR/6111521
Plant People Development
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA
Site KIDECO Modul Autolube

mempunyaikarakteristikkekentalan(viscosity) yang terbaik, paraffinic-rich base oil


secaraumumdigunakandalam oli pelumas.
Sedangkan synthetic oil diperoleh dari rekayasa kimia sehingga didapatkan karakteristis
pelumas yang [Link] oil dapat digunakan hanya pada temperatur kerja -30 °C s/d 150
°[Link] syntetic oil digunakan pada temperatur kerja di luar temperatur mineral oil.

Naphtenic Oil

Kesanggupanmelarutkan(solvency) baiksekali, mempunyaisifatpengikat(thickening agent)


bagussehinggamemperbaikikarakteristikoil sparation, pour point rendah, VI rendah,
pemuaian(swelling) padabeberapatype elastomer, danoxidation stability rendah.

Parafinic Oil
oxidation stability, danthermal stability lebih baik, VI tinggi, pengaruh terhadap elastomer
rendah, penguapan rendah, yield rendah, Pour Point tinggi

Synthetic Oil

Thermal stability baiksekali, pour point rendah, VI tinggi, penguapanrendah, flow pada
temperature rendahbaiksekali, biodegradability, cost tinggi,
pemuaianelastomerataupenyusutantergantungtype danblend (campuran) ratio.

Klasifikasi Thickening Agent

 Aluminium Soap

Tahan air, cocok untuk temperatur kerja 80 s/d 90 [Link] sifat adhesi yang
[Link] mempunyai ketahanan panas yang rendah.

 Calcium Soap

Paling murah, tahan air, stabilitas thermal [Link] digunakan pada chassis dan
pelumasan kapal
Calsium soap mempunyai kandungan 0,3 s/d 2 % untuk mendapatkan agent yang stabil.
Sehingga dropping point menjadi rendah (kurang dari 100 °C) yang mengakibatkan tidak
tahan terhadap temperatur kerja yang panas. Grease ini mempunyai kelebihan: tahan terhadap
air sehingga banyak digunakan pada tempat yang bersinggungan langsung dengan air atau
tempat dengan temperatur kerja yang rendah, speed rendah atau kondisi beban rendah

 Lithium Soap

PMDP 7 IR/6111521
Plant People Development
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA
Site KIDECO Modul Autolube

Lebih Mahal Namun Stabilitas Thermal Bagus, Tahan Air Terutama Hydroxystearates.
Fungsi Multipurpose Untuk Aplikasi industri Dan Otomotif.
Merupakan jenis grease yang umum digunakan dalam berbagai bentuk. Bentuk fisiknya
seperti mentega atau seperti fiber dan memiliki viscositas yang baik. Grease ini mempunyai
bentuk struktur yang lebih stabil pada suhu tinggi dibandingkan dengan soap grease yang
lain. Mempunyai dropping point 180 s/d 220 °C, tahan panas dan air. Untuk jangka waktu
pemakaian yang pendek, grease ini mampu diaplikasikan pada temperatur kerja 150 °C.
Sedangkan untuk jangka panjang, mampu diaplikasikan untuk temperatur kerja 130 °C

 Sodium Soap
Tidak tahan air, stabilitas thermal dan mekanikal [Link] aditif antirust mampu
memperbaiki sifat penggunaan padaoperasi yang lembab
Mengandung bahan fiber yang elastis dan lembut seperti [Link] ketahanan yang
jelek terhadap air, karena mampu mencair dan mengalir jika terkena air.

 Mixed Soap
Digunakan untukmendapatkan performance intermediate dengan pencampuran jenis soap
 Complex Soap
Kombinasi asam-asam dengan berat molekul tinggi dan rendah untuk mendapatkan sifat
dropping point yang tinggi (230°C), stabilitas thermal dan mekanikal yang baik
 Non Soap

Mahal dalam segi harga, dropping point [Link] polyurea terkenal dijepang dan yang
umum adalah bentoniteclay. formulasi complex grease mampu mempunyai keunggulansama
dengan harga lebih murah

Tabel tickener temperature operation

PMDP 8 IR/6111521
Plant People Development
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA
Site KIDECO Modul Autolube

Additive

Additive yang digunakan pada grease kurang lebih sama dengan yang digunakan pada oli.
Yang mengandung antioxidants, extreme pressure dan agent pencegah karat. Dilengkapi juga
dengan solid lubricating agents sesuai dengan pengaplikasian grease. Sebagai contoh: untuk
melumasi tempat yang menerima beban dan tumbukan yang tinggi, extreme pressure agent
sangat mutlak diperlukan. Untuk pelumasan yang diperlukan mampu bertahan lama seperti
pada bearing, maka oxidation stabilizing agent atau rust prevention agent mutlak sangat
diperlukan.

Type Of Action of additive


additive
Extreme Akan bereaksi dengan surface logam membentuk lapisan film,
Pressure Aggent Dibawahkondisibebangesekyang berat, EP agent
menguraipadapermukaanmetal
danmembentukbesisulphidedanbesiphosphat.
Keduahasilsenyawainidapatmengurangigesekandanmencegahkerusakan.
Anti Wear Maka sangat baik untuk kerja dengan Extreme Pressure
Masih tergabung dalam group additive yang melapisi atau membentuk
lapisan pada permukaan logam dan melindungi contac antar metal dan
dengan waktu bersamaan akan meredam friksi yamng terjadi akibat
contact
Anti Oxidation Additive inimenguraikanoksida – oksidadanmencegahoksidasi grease.
Selanjutnyamenahantimbulnyaresin (damar), varnish dansludge yang
akan merusak grease dan menimbulkan korosi.

Sulfur, phosphorus, danzinkyang terkandungdidalam additive tersebut


mencegahkerusakan grease dengan menetralkan peroxide dan
menkonfersiakan menjadi alkohol
Corrosion Melindungi dengan effective permukaan logam dengan proses lubrikasi,
inhibitor menetralkan asam dan membentuk lapisan pada permukaan logam dan
terbentuklah lapisan film yang akan melindungi permukaan logam dari
karat dan oksidasi karena merupakan katode pada logam
Stabilizer- Membuat base oil dan tikening agent bercampur sempurna dan seragam
detergent disetiap campuran dan struktur dari grease selalu sama baik kandungan
didalamnya maupun sifat dari grease tersebut.
Solid additive Terdiri dari partikel-partikel yang lunak yamg berfungsi sebagai pelapis
lubricant diantara logam dan mengurangi kontak permukaan dua logam dan
meredam friksi yang terjadi selama beroperasi.
Dimana sangat sulit didapat lapisan film hanya berdasar base oil dan
thickener dan tidak cukup untuk melindungi dari kerusakan akibat
abrasi/ pengikisan dan adhesi/ contak dengan logam lain.
Pertikel lembut juga dapat menyebabkan pemukaan menjadi fatique
ketikaterjadi kontak dengan pressure yang tinggi. Tekanan dapat terjadi
pada permukaan logam ketika kondisi sedang beroperasi.
Oleh karena itu dihindari pemakaian solid additive pada roller bearing
unit yang kecenderungan bekerja pada daerah loading yang akan
menyebabkan terkikisnya permukaan logam.
PMDP 9 IR/6111521
Plant People Development
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA
Site KIDECO Modul Autolube

Karakteistik grease dan propertiesnya

Grease Properties:

 Consistency Base oil and thickener

 Cold temperature behavior Base oil and thickener

 Oxidation stability Base oil and additives

 Pump-ability Base oil and thickener

 Corrosion protection Additivesand thickener

 Mechanical/shear stability Thickener, production and Base oil

Production, thickener and base oil


 Oil separation

Base Oil, thickener and additives


 Seal compatibility

Thickener and Base Oil


 Water resistance/washout

Thickener
 Dropping point

Pada aplikasi di lapangan, grease dibedakan kalsifikasinya berdasarkan kekentalan (work


penetration). Metode ujinya adalah ASTM D217
Grease PENETROMETER

PMDP 10 IR/6111521
Plant People Development
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA
Site KIDECO Modul Autolube

Berbagai kriteria pertimbangan dan pemilihan Grease yang sesuai dengan kondisi kerja
antara lain:

• Kisaran Temperatur Operasi

• Ukuran Bearing

• Kecepatan Putaran

• Beban Bearing

• Metode Aplikasi Grease

• Lamanya Service

• Kondisi Lingkungan( Air, Uap, Zat-ZatKimia)

Jenis grease yang banyak dipakai.

 Multipurpose » lebih disukai jenis Lithium Soap, utamanya untuk aplikasi otomotif
 EP Grease » untuk beban kejut dan tekanan tinggi. MoS2 atau grafit

PMDP 11 IR/6111521
Plant People Development
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA
Site KIDECO Modul Autolube

1.3 Macam-macam Gease

Shell Alvania Greases EP2 (LF2)

Shell Alvania Grease EP2 (LF2) Product Description

Shell Alvania Greases EP (LF) are brown in color and are manufactured with a lithium 12-
hydroxystearate soap thickener. Fortified with extreme pressure additives (EP), they provide
increased load carrying properties and corrosion resistance.

Shell Alvania Grease EP (LF) Applications

1. • on and off-highway vehicles


2. • construction equipment
3. • industrial - heavy or shock load bearing situations (temperatures not to exceed
275°F)

Proper grease selection depends upon many factors, including bearing size, speed,
temperature, load and method of application (e.g. hand gun applicators, centralized
systems).

Shell Alvania Grease EP (LF) Features/Benefits

1. • available in a broad range of six NLGI grades: grade 00 through grade 2


2. • extreme pressure performance
3. • lithium 12-hydroxystearate soap thickeners
4. • excellent lubricating performance at bearing operating temperatures up to 275°F
5. • non-leaded

PMDP 12 IR/6111521
Plant People Development
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA
Site KIDECO Modul Autolube

Shell Alvania Grease EP General purpose extreme-pressure industrial


grease

Shell Alvania Greases EP (LF) THICKENER LITHIUM


Shell Alvania Greases EP (LF) NLGI 00, 0, 1, 2 & 3
Shell Alvania Greases EP (LP) TEMP
-20°C to +120°C
RANGE
Shell Alvania Greases EP (LF) BASE OIL
189 cSt
VISCOSITY 40°C
Shell Alvania Greases EP (LF) BASE OIL
15.6 cSt
VISCOSITY 100°C
EP (LF) √
Shell Alvania Greases EP (LF) Water
**
Resistance
Shell Alvania Greases EP (LF) Appearance Brown

Shell Alvania Greases EP (LF) offer the excellent performance expected of the world's
leading brand of grease.

Shell Alvania Greases EP (LF) are premier quality, multipurpose, extreme-pressure industrial
greases based on a blend of high viscosity index mineral oils and a lithium hydroxystreate
soap thickener and contain lead free extreme-pressure and other proven additives.

Shell Alvania Greases EP (LF) are designed for the grease lubrication of rolling element and
plain bearings such as those found in the steel, paper, mining, quarrying and construction
industries.

Shell Alvania Grease EP (LF)Applications:


Shell Alvania Greases EP (LF) are specifically designed for:

● Steel mill lubrication where a softer grease is necessary for specialized


dispensing systems.
● Heavy duty plain and rolling element bearings operating under severe conditions
including shock loading in wet environments
●Gearbox applications where semi-fluid greases are required

Shell Alvania Grease EP2 & 3 are designed for:

● Heavy duty bearings and general industrial lubrication


● Heavy duty plain and rolling element bearings operating under severe conditions
including shock loading in wet environments
● Operation over the temperature range -20°C to 100°C for bearings operating at
75% of the maximum rated speed (Can withstand up to 120°C intermittently)

PMDP 13 IR/6111521
Plant People Development
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA
Site KIDECO Modul Autolube

Shell Alvania Grease EP (LF) Performance Features

● Outstanding load carrying capacity


Shell Alvania Greases EP (LF) contain special extreme-pressure additives which
enable them to withstand heavy and shock loads without failure of the lubricant
film.

●Superior mechanical stability


Compared to 'leaded' Alvania, the resistance to extended mechanical working is
significantly improved. This is particularly important in vibrating environments
where poor mechanical stability can lead to grease softening with subsequent loss
of lubrication performance and leakage.

● Excellent resistance to water wash-out

Shell Alvania Greases EP (LF) have been formulated to offer much improved
levels of resistance to water wash-out compared to the old leaded product.

● Oxidation stability

Specially selected base oil components have excellent oxidation resistance. Their
consistency will not alter in storage and they withstand high operating
temperatures without hardening or forming bearing deposits

● Excellent corrosion protection


Shell Alvania Greases EP (LF) have a strong affinity with metal and have the
ability to protect bearing surfaces against corrosion, even when the grease is
contaminated with water.

Performance Specifications
Meet the British Timken specification for Steel Mill applications

Re-greasing Intervals
For bearings operating near their maximum recommended temperatures, re-
greasing intervals should be reviewed

Shell Alvania Grease EP (LF) Health & Safety

Shell Alvania Greases EP (LF) are unlikely to present any significant health or
safety hazard when properly used in the recommended application, and good
standards of industrial and personal hygiene are maintained.

For further guidance on Product Health & Safety refer to the appropriate Shell
Product Safety Data Sheet.

PMDP 14 IR/6111521
Plant People Development
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA
Site KIDECO Modul Autolube

PMDP 15 IR/6111521
Plant People Development
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA
Site KIDECO Modul Autolube

PMDP 16 IR/6111521
Plant People Development
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA
Site KIDECO Modul Autolube

PMDP 17 IR/6111521
Plant People Development
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA
Site KIDECO Modul Autolube

PMDP 18 IR/6111521
Plant People Development
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA
Site KIDECO Modul Autolube

Auto Lubrication

Automatic Lubrication System adalah system pelumasan otomatisyang dapat


diset timernya / waktu kapan dan berapa lama pelumasan akan diberikan.
Keuntungan menggunakan pelumasan otomatis sangat banyak dan lebih baik daripada
pelumasan manual, seperti peralatan atau unit tidak perlu berhenti dan masuk workshop
untuk maintenance pemberian pelumasan secara manual oleh mechanic dan waktu
pelumasan dapat ditentukan kapan dan berapa lama waktunya, maka perawatan terhadap
komponen atau bearing / object yang terus bergerak akan lebih baik, juga
menghindari factor human error dan behavior mechanic yang tidak baik dalam pemberian
pelumasan secara manual, dapat menghemat waktu dan juga pelumas karna pelumas
diberikan secukupnya secara terkontrol merata dan tidak berlebihan.
Pelumasan otomatis selain dapat menghemat waktu dan biaya juga dapat
memberikan keuntungan lainnya, yaitu pelumasan dapat dilakukan pada komponen
yang sulit terjangkau oleh tangan manusia untuk memberikan pelumasan secara
manual, sehingga komponen terhindar dari kerusakan dan keausan akibat gesekan antar dua
logam, waktu yang dibutuhkan untuk penggantian komponen bisa lebih lama karena lebih
terawat dan
Terlindungi, dan tidak terjadinya ngejamed sehingga proses penggantian juga lebih mudah.
Dengan dipasangnya sistim ini diharapkan akanmemperpanjang umur dari unit yang
dioprasikan, secaraterus meneruas,sehungga akan terwujud zero [Link]
dipasangnya sistim ini maka untuk bagian-bagianyang memerlukan pelumasaan tidak harus
diperhatikankhusus.
Pelumasan otomatis bisa diumpamakan seperti orang yang makan cukup dalam satu
hari akan lebih baik dan menyehatkan daripada orang yang hanya makan sekali saat
malam hari saja tetapi dalam jumlah yang sangat banyak, begitu pula dengan peralatan
yang diberikan pelumasan otomatis akan lebih baik jika diberi pelumas yang cukup
dalam waktu yang tepat daripada diberikan pelumasan dalam jumlah banyak tetapi
waktunya tidak teratur.

PMDP 19 IR/6111521
Plant People Development
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA
Site KIDECO Modul Autolube

Sistem Operasi Autolube

Electric. Air Operation


Dengan menggunakan motor Dengan bantuan angin dari system
listrik untuk memutarkan pompa kompresor untuk menggerakkan
autolube pompa autolube

Manual Hydraulic Operation


Dengan menggunakan pompa Dengan bantuan tekanan hydraulic
grease manual untuk mensuplai dari system hydraulic pada unit untuk
grease ke Titik-titik pelumasan menggerakkan pompa autolube

Sistem jalur supply pelumas Automatic Lubrication System:

1. Single Line Parallel System


Keuntungan :
• Dapat menggerakkan grease yang kental pada sistem yang luas.
• Tiap injector bekerja secara mandiri
• Indikasi visual untuk monitor.
• Volume output tiap point dapat diatur.

PMDP 20 IR/6111521
Plant People Development
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA
Site KIDECO Modul Autolube

• Mudah dalam perawatan, design, pemasangan dan penambahan point pelumasan


• Melayani unit dengan daerah berbeda pd satu komponen atau yang terpisah
• Sebuah central pump station automatis dengan satu supply line ke injector

2. Dual Line Parallel System


Keuntungan :
• Dapat menggerakkan grease yang kental pada sistem yang besar.
• Tiap injector bekerja secara individual.
• Indikasi visual untuk monitor.
• Volume output tiap point dapat diatur.
Kerugian :
• Biaya instalasi lebih mahal

3. Single Line Series Divider Valve System


Keuntungan :
• Harga lebih murah
Kerugian :
• Penggunaan terbatas ( tidak dapat menggerakkan grease yang kental untuk jarak yang
jauh.
• Satu point yang buntu dapat menyebabkan seluruh sistem tidak bekerja
• Volume output tiap point tidak dapat diatur.

1 2

PMDP 21 IR/6111521
Plant People Development
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA
Site KIDECO Modul Autolube

Auto Lubrication system banyak variantnya, namun yang sering digunakan adalah:

1. Single line Parallel System ( Centro Matic )


 Lincoln
 Graco
2. Progressive Feeder System

 Vogel

3. Multi line
4. Duo matic
5. Dll

Secara umum komponen2nya adalah :

[Link] pump set


[Link] ( injector / progressiv feeder )
[Link] dan Fitting

[Link]/Timer

PMDP 22 IR/6111521
Plant People Development
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA
Site KIDECO Modul Autolube

Single Line Parallel System (Centro Matic)


2.1 Graco (Dynastar Pump Module)

PMDP 23 IR/6111521
Plant People Development
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA
Site KIDECO Modul Autolube

Spesifikasi Graco (Dynastar Pump Module)

PMDP 24 IR/6111521
Plant People Development
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA
Site KIDECO Modul Autolube

2.1.1 Grease Pump


Grease pump pada auto lubricatingsystem berfungsi untuk mensuplly ataumengalirkan grease
dari tangki menuju kemasing-masing point lubricating.
Ada berbagai macam grease pump graco, yang banyak digunakan di PT Pamapersada adalah
TypeDynastar Pump Module

247443 247450
Pump Pump

Spesifikasi Pump (Dynastar Pump Module)

PMDP 25 IR/6111521
Plant People Development
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA
Site KIDECO Modul Autolube

Untuk grease pump type graco inimenggunakan penggerakhydraulic,dengan setting


pressure23-30 bar (max 41 bar).Bila setting pressure pompa kurangdari 20 bar maka
akanmenyebabkan low [Link] Pump Type GracoGrease pump ini merupakan
typepiston.
Pompa ini mampu mensupplygrease ke system dengan maximumpressure 517 bar.
Untuk mengatur tekanan oil yang dibutuhkan dalam kerja pompa tersebut, dibutuhkan
Hydraulic Control Module.

Maintenance
Dalam pemakaiannya di lapangan pasti akan terjadi keausan pada part dari grease pump.
Maka dibutuhkan maintenance berupa penggantian seal kit pada grease pump.

2.1.2 Hydraulic Control module


Berfungsi untuk mengatur tekanan oil dari suplay dari unit yang bekerja agar sesuai dengan
tekanan yang dibutuhkan dalam kerja pompa

PMDP 26 IR/6111521
Plant People Development
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA
Site KIDECO Modul Autolube

Maintenance
Dalam pemakaiannya di lapangan pasti sering terjadi rembesan dan kebocoran oil hydraulic
pada control module

Keterangan:
G Pump tank line
H pump high pressure hydraulic
line
J Vent valve hydraulic control
K Hydraulic tank connection
L High pressure hydraulic
conection
M Pressure reducing valve
N Flow control valve
P 3 way selenoide valve
Q Regulated hydraulic pressure
gauge

Keterangan:
4a*/4h* Torque 40-43 ft-lbs (54-58 Nm)
4c*/4e* Torque 15-20 ft-lbs (20-27 Nm)
4d* Torque 20-25 ft-lbs (27-34 Nm)
4f* Torque 68-75 ft-lbs (92-102 Nm)
4g* Torque 22-24 ft-lbs (30-33 Nm)
4s* Allows user to plug vent line for
use in systems without a vent
valve
*( Lubricate o-ring with oil before
installation)

PMDP 27 IR/6111521
Plant People Development
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA
Site KIDECO Modul Autolube

2.1.3 Vent Valve


Vent valve berfungsi untuk mengatur arah dari supply [Link] saat pumpbekerja maka
grease akan dialirkan menuju ke [Link] pada saat pumpselesai bekerja maka vent
valve akan membuka jalur grease dari injectormenuju tank sehingga tekanan grease pada
injector kembali ke reservoir/grease tank pada akhir langkah pompa.

Bekerja berdasarkan tekanan oli dari manifold.


Saat pompa bekerja , sebagian tekanan dari
manifold mengalir ke inlet port (A), menekan
piston (7) dan needle (6) hingga menutup lubang
pada valve seat (3) dan grease mengalir melalui
inlet dan outlet port ( B &C ).Saat pompa berhenti
bekerja ,tekanan pada inlet port (A) akan kembali
ke manifold sehingga tekanan grease pada supply
line akan menekan piston (7) ke atas dan grease
mengalir kembali ke tangki melalui lubang pada
valve seat (3) dan vent port (D) .

Pada vent valve juga dilengkapi dengan unloader valve yang berfungsi untukmerelease
pressure grease pada saatterjadi over pressure 4000 [Link] tersebut akan
dibuang ke luar system.

Valve ini dipasang pada vent valve dan harus


selalu terpasang pada system, jika tekanan
grease pada supply line mencapai 4000 psi
maka pressure relief valve akan bekerja
/bocor dan valve ini tidak dapat di atur.

Hydraulic Vent Valve

PMDP 28 IR/6111521
Plant People Development
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA
Site KIDECO Modul Autolube

Spesifikasi

2.1.4 Pressure Switch


Berfungsi untuk memberi signal ke controller tentang tekanan grease pada sistem.
Saat tekanan pada supply line telah mencapai tekanan yang telah diatur, pressure switch akan
terhubung dan memberi signal ke controller untuk memutuskan arus ke Solenoid Valve dan
menutup aliran oli ke grease pump.
Standar pengaturan tekanan pada pressure switch adalah 2500 Psi ( 172 bar/17 Mpa).
Memonitor kesalahan pada system.
Jika pressure switch tidak memberi signal sampai pengaturan waktu Pump On pada controller
berakhir maka controller akan menampilkan Kode Alarm (AL 05) pada display dan lampu
ALARM akan menyala.

Pressure grease akan mendorong switch sesuai


setting pressure yang kita adjust (STD=172 bar).
Saat switch terdorong oleh tekanan grease, maka
kedua kabel akan berhubungan, sehingga akan
ada arus yang mengalir dan memberikan sinyal
kepada controller.
Hal ini digunakan pada sistem autolube untuk
memutus supply hydraulic ke pump.

PMDP 29 IR/6111521
Plant People Development
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA
Site KIDECO Modul Autolube

Pressure Switch Adjusment

Pressure Switch Adjusment


Pengaturan contact point pada Pressure
switch dapat di atur dari
0 – 221 bar / (0 – 3200 psi).

Buka cover adjusment screw, lalu :


• Untuk menambah/menaikkan pressure
contact point putar adjusment screw
berlawanan arah jarum jam.
• Untuk mengurangi/menurunkan pressure
contact point putar adjusment screw searah
jarum jam.

2.1.5 Level Indicator

Sebagai indikator jumlah grease yang ada di dalam drum.

Full Level Range.


Ketika ujung rod dirange ini,
level grease menandakan penuh

Low Level Range.


Ketika ujung rod derange ini,
indikasi level grease kurang dan
butuh refill

Kabel Hitam
Sebagai sumber indicator full
range

Kabel Red
Sebagai sumber indicator low
range indicator
PMDP 30 IR/6111521
Plant People Development
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA
Site KIDECO Modul Autolube

Level indicator di hubungkan ke follower plate


dengan kawat dan jumlah grease dapat dilihat
secara manual pada dinding sisi transparan level
indicator .
Level indicator terhubung dengan controller dan
akan mengeluarkan fault jika grease telah
kurang dan perlu di isi.

2.1.6 Selenoide Valve


Berfungsi untuk membuka danmenutup supply oli hydraulic yang akan
digunakan untuk menggerakkan greasepump.
Solenoid valve ini menggunakan power24 volt.

Saat ada arus yang mengalir ke kumparan


dari selenoide valve, maka selenoide akan
membuka atau menghubungkan jalur dari
hydraulic pump menuju grease pump
untuk menggerakkan system

PMDP 31 IR/6111521
Plant People Development
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA
Site KIDECO Modul Autolube

2.1.7 Lubrication Controller


Berfungsi untuk mengatur autolubrication system dengan menghubungkan dan memutuskan
arus listrik ke solenoid valve dengan jeda waktu yang telah ditentukan serta memonitor auto
lube system melalui display dan lampu [Link] indicator dan display juga dapat
diset kerja autolube yang diinginkan.

Instalation Wire

PMDP 32 IR/6111521
Plant People Development
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA
Site KIDECO Modul Autolube

LED “PUMP ON”


Jika lampu menyala mengindikasikan controller pada posisi Pump On ( grease pump
menyala) dan solenoid valve terhubung ke terminal 4 dan 6 serta mendapat arus.
LED “TIMER“
Jika lampu menyala mengindikasikan controller pada posisi Timer.
LED INDIKATOR
Jika lampu indicator berkedip menandakan controller sedang menghitung mundur dan angka
pada display menunjukkan sisa waktu sampai saat pompa bekerja kembali.
TOMBOL “TIME”
Berfungsi untuk melanjutkan pilihan selanjutnya pada TIME MENU.

LED “POWER”
Akan menyala saat controller aktif.
LED “ALARM”
Akan menyala jika ada kesalahan pada system.
LED “LOW LEVEL”
Akan menyala jika grease didalam tangki/reservoir kurang (low level).

TOMBOL “RESET”
• Berfungsi menormalkan alarm.
• Berfungsi menghidupkan pompa secara manual (dengan menekan tombol RESET).

TOMBOL NAIK (▲)


• Berfungsi untuk menggerakkan pilihan pada System Set Up Menu. Untuk memasuki
System Set Up Menu tekan tombol NAIK dan TURUN secara bersamaan.

TOMBOL TURUN (▼)


• Berfungsi untuk mengatur pada TIME MENU.

PMDP 33 IR/6111521
Plant People Development
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA
Site KIDECO Modul Autolube

System Set -Up Menu


system set up menu digunakan untuk menyeting controller dalam hubungannya dengan kerja
pump pada autolube system.
Untuk masuk ke menu Set-Up dengan menekan tombol Up dan Down singkat serta menahan
tombol Down selama 2 detik

Time Menu
Menu time digunakan untuk menyeting waktu kerja dari pump dan interval pause dari pompa
rja di unit untuk menghasilkan pressure grease yang tepat.

Untuk masuk ke menu Time dengan menekan dan menahan tombol Time selama 2 detik

Alarm Code
Selain peringatan dari buzzer alarm error code jugaakan tertampil pada monitor controller
bila terjadi error. Sehingga lebih mudah dalam pengecekan karena sudah mengarahkan ke
system yang bermasalah.

PMDP 34 IR/6111521
Plant People Development
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA
Site KIDECO Modul Autolube

2.1.8 Injector
Berfungsi untuk mengalirkan grease dengan volume tertentu ke setiap point pada langkah
pelumasan/pump on.

Injector terdapat dalam jumlah


1, 2, 3, 4, 5 point.
Output injector ke lubrication point dapat digabungkan untuk mendapatkan volume output
grease yang lebih besar (menggunakan injector adaptor outlet kit / 115120).

Spesifikasi Injector
Spesifikasi injector tergantung dari jenis injector yang dipakai. Yang sering dipakai dalam
unit adalah injector jenis GL-1
Maximum operation pressure 3500 psi ( 24 Mpa, 241 bar )
Minimum operating pressure 1850 psi ( 13 Mpa, 128 bar )
Recommended operating pressure 2500 psi (17 Mpa, 172 bar)
Reset pressure 600 psi ( 4.1 Mpa, 41 bar )
Output Volume dapat diatur dari 0.008 in³ - 0.08
in³/0.13 cc – 1.31 cc

Jenis GL-11di gunakan untuk point grease yang memerlukan suply grease yang besar dengan
output sampai 0.50 in3/8.2 cm3( >6 kali lebih banyak dibandingkan injector GL-1 ) dengan
pressure yang sama dengan injector GL-1
Maximum working pressure 3500 psi (24 MPa, 241 bar)
Minimum operating pressure 1000 psi (6.9 MPa, 69 bar)
Suggested operating pressure 2500 psi (17 MPa, 172 bar)
Reset Pressure 600 psi (4.1 MPa, 41 bar)
Output Volume dapat diatur dari 0.050-0.500
in3/0.82 cc - 8.2 cc

PMDP 35 IR/6111521
Plant People Development
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA
Site KIDECO Modul Autolube

System Operasi

Langkah 1 :
Pada langkah ini discharge chamber pada injector telah
terisi grease dari langkah sebelumnya. Grease belum
mendapat tekanan dan piston dalam posisi bebas. Saat
langkah pompa bekerja grease bertekanan masuk ke
injector melalui jalur no 6 dan mulai membuka slide
valve no 5 yang ditahan oleh spring injector.

Langkah 2 :
Grease bertekanan menekan slide valve/plunyer ke atas,
sehingga grease mengalir melalui sebuah lubang pada
inlet valve no 4 ke measuring chamber no 1 di atas piston.
Grease ini menekan piston no 2 turun dan menekan grease
pada discharge chamber keluar menuju bearing.

Langkah 3 :
Pada stage 3,gerakan piston terdorong kebawah
mengakibatkan grease yang stand bydi discharge chamber
no.3 akan terdorongkeluar menuju ke point
lubricating/pin.
Piston tersebut akan terdorong ke bawahsampai fullstroke
dan menekan slide valve [Link] jalur grease
dari pumpmenuju passage no.4 maupun discharge
chamber no.3 akan terputus.
Hal ini terjadi pada saat pressure greaseberada antara 130-
150 [Link] jalur menuju passage no.4 tertutup
maka pressure grease pump lama-kelamaanakan
meningkat.

PMDP 36 IR/6111521
Plant People Development
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA
Site KIDECO Modul Autolube

Langkah 4 :
Pada stage 4,karena pressure naikmenjadi 180 bar maka
sesuai settingnyapressure switch akan memutus aliran
supply power yang menuju ke solenoidgrease pump.
Akibatnya grease tidak lagi menghasilkanflow
grease,sehingga tidak ada lagi yangmendorong slide valve
ke [Link] ada pressure lagi,sehinggamenyebabkan
piston no.2 akan terdorongke atas oleh [Link] grease
yangsebelumnya mendorong piston akan
digunakan untuk mengisi dischargechamber yang akan
dipakai/standbyuntuk langkah selanjutnya.

PMDP 37 IR/6111521
Plant People Development
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA
Site KIDECO Modul Autolube

2.1.9 Troubleshooting

Keterangan Masalah Perbaikan


Pressure pada main Setting Pump On terlalu cepat Tambah waktu Pump On
line tidak tercapai Solenoid valve rusak Perbaiki/ganti solenoid
Pressure oli/angin kurang Naikkan setting pressure
Seal dan needle/seat vent valve
Perbaiki / ganti
rusak
Grease kurang Tambah grease
Main line rusak Perbaiki/ganti
Grease pump rusak Perbaiki grease pump
Injector tidak dapat Feed line buntu/bocor Perbaiki/ganti hose
melumasi bearing Bearing tersumbat Bersihkan bearing
Pressure pada main line tidak
Perbaiki/ganti
tercapai
Ada udara pada main line / feed
Buang udara dari line
line
Injector rusak Perbaiki/ganti injector
Indicator pin pada Injector rusak / macet Perbaiki/ganti injector
injector tidak Main /feed line buntu Perbaiki/ganti hose
bergerak saat
Bearing tersumbat Bersihkan bearing
langkah Pump On
Vent valve rusak Perbaiki/ganti vent valve
Injector rusak Perbaiki/ganti injector
Terlalu banyak injector pada main Atur kembali main line
Grease tidak mengalir line
ke tangki saat langkah Main line terlalu kecil Ganti hose
Pump On berakhir Grease terlalu kental Ganti grease
Vent line pada manifold/hose Perbaiki/ganti
buntu
Timer/interval terlalu cepat Set controller
Setting system pressure terlalu Turunkan setting pressure oli/angin
Pressure relief valve tinggi ke pompa
mengeluarkan
grease/bocor Pressure switch tidak memberi Check kabel dan pressure switch
sinyal ke controller
Grease kurang Tambah grease
Grease pump bekerja
Udara didalam pompa Tambah grease
terlalu cepat
Main /feed line bocor Perbaiki kebocoran

PMDP 38 IR/6111521
Plant People Development
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA
Site KIDECO Modul Autolube

Kesalahan setting injector Set injector


Grease berlebihan
pada bearing
Injector rusak Perbaiki/ganti injector

Pompa tidak bekerja


Tidak ada / kurang pressure Periksa supply line

Solenoid/sambungan kabel rusak Perbaiki/ganti kabel/solenoid

Tidak ada arus ke controller Periksa power supply

Controller rusak Perbaiki/ganti controller

Grease pump rusak Perbaiki grease pump

PMDP 39 IR/6111521
Plant People Development
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA
Site KIDECO Modul Autolube

2.2 Lincoln Autolube


Hydraulic operated type.
Hydraulic operated type bekerja berdasarkan tekanan fluida dari system hydraulic pada unit,
tekanan fluida dimamfaatkan sebagai tenaga penggerak, untuk menggerakkan grease pump
pada system autolube.

Cara kerja.
Timer bekerja mengirim sinyal ke cycle timer untuk membuka pressure darisupply line
hydraulic system pada unit masuk ke saluran inlet pump untuk mengerakanpump, grease
didalam grease tank bergerak keatas dan mengalir melalui outlet checkvalve, vent valve,
pressure switch, pressure gauge lalu ke injector dan dari masingmasinginjector diteruskan ke
titik-titik nipel pelumasan. Pada saat pressure mencapai2500-3000 Psi, maka pressure switch
akan mengirim sinyal ke Timer untukmenghentikan kerja pump.

2.2.1Grease Pump
Grease pump pada auto lubricatingsystem berfungsi untuk mensuplly ataumengalirkan grease
dari tangki menuju kemasing-masing point lubricating.
Ada berbagai macam grease pumplincoln, yang banyak digunakan di PT Pamapersada adalah
salah satunya Type High Chief Hydraulic Operated.
Hydraulic grease pump assy, memanfaatkan hydraulic pressure yang ada padakendaraan /
unit untuk menggerakan pump (pompa). Pada hydraulic pumpterdapat saluran inlet masuknya
oli hydraulic yang pada umumnya dihubungkandengan mengambil tekanan hydraulic dari
system yang ada pada unit.

PMDP 40 IR/6111521
Plant People Development
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA
Site KIDECO Modul Autolube

Spesifikasi Pump

PMDP 41 IR/6111521
Plant People Development
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA
Site KIDECO Modul Autolube

Untuk grease pump type lincoln inimenggunakan penggerakhydraulic,dengan setting


pressure23-200 [Link] setting pressure pompa kurangdari 20 bar maka akanmenyebabkan
low [Link] Pump Type lincoln ini merupakan typepiston.
Pompa ini mampu mensupplygrease ke system dengan maximumpressure 300 bar.
Untuk mengatur tekanan oil yang dibutuhkan dalam kerja pompa tersebut, dibutuhkan 3 way
valve

Maintenance
Dalam pemakaiannya di lapangan pasti akan terjadi keausan pada part dari grease pump.
Maka dibutuhkan maintenance berupa penggantian seal kit pada grease pump.

Disassembly

PMDP 42 IR/6111521
Plant People Development
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA
Site KIDECO Modul Autolube

PMDP 43 IR/6111521
Plant People Development
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA
Site KIDECO Modul Autolube

PMDP 44 IR/6111521
Plant People Development
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA
Site KIDECO Modul Autolube

2.2.2 Vent Valve


Vent valve berfungsi untuk mengatur arah dari supply [Link] saat pumpbekerja maka
grease akan dialirkan menuju ke [Link] pada saat pumpselesai bekerja maka vent
valve akan membuka jalur grease dari injectormenuju tank sehingga tekanan grease pada
injector kembali ke reservoir/grease tank pada akhir langkah [Link] electric
yang bekerja memanfaatkan power listrik dari [Link] Hydraulic vent valve yang bekerja
memanfaatkanhydraulic pressure dari unit.

Hydraulic vent valve


Bekerja berdasarkan tekanan oli dari manifold.
Saat pompa bekerja , sebagian tekanan dari
manifold mengalir ke inlet port (A), menekan
piston (7) dan needle (6) hingga menutup lubang
pada valve seat (3) dan grease mengalir melalui
inlet dan outlet port ( B &C ).Saat pompa berhenti
bekerja ,tekanan pada inlet port (A) akan kembali
ke manifold sehingga tekanan grease pada supply
line akan menekan piston (7) ke atas dan grease
mengalir kembali ke tangki melalui lubang pada
valve seat (3) dan vent port (D) .

Pada vent valve juga dilengkapi denganunloader valve yang berfungsi untukmerelease
pressure grease pada saatterjadi over pressure 4000 [Link] tersebut akan
dibuang ke luar system.

Valve ini dipasang pada vent valve dan harus


selalu terpasang pada system, jika tekanan
grease pada supply line mencapai 4000 psi
maka pressure relief valve akan bekerja
/bocor dan valve ini tidak dapat di atur.

Hydraulic Vent Valve

PMDP 45 IR/6111521
Plant People Development
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA
Site KIDECO Modul Autolube

Spesifikasi

2.2.3 Pressure Switch


Berfungsi untuk memberi signal ke controller tentang tekanan grease pada sistem.
Saat tekanan pada supply line telah mencapai tekanan yang telah diatur, pressure switch akan
terhubung dan memberi signal ke controller untuk memutuskan arus ke Solenoid Valve dan
menutup aliran oli ke grease pump.
Standar pengaturan tekanan pada pressure switch adalah 2500 Psi ( 172 bar/17 Mpa).
Memonitor kesalahan pada system.
Jika pressure switch tidak memberi signal sampai pengaturan waktu Pump On pada controller
berakhir maka controller akan menampilkan Kode Alarm (AL 05) pada display dan lampu
ALARM akan menyala.

Model 69630 Pressure switch


Spesifikasi

PMDP 46 IR/6111521
Plant People Development
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA
Site KIDECO Modul Autolube

2.2.4 Lubrication Controller


Berfungsi untuk mengatur autolubrication system dengan menghubungkan dan memutuskan
arus listrik ke solenoid valve (3 way valve)dengan jeda waktu yang telah ditentukan serta
memonitor kerja auto lube system melalui lampu [Link] indicator juga dapat diset
kerja autolube yang diinginkan.

[Link] leds : Sebagai indicator status timer dan juga indikasi saat melakukan setting timer.
[Link] : Digunakan saat setting timer untuk memilih durasi waktu “OFF”pump ( pause time),
“RUN” pump, “ON”pump ( pressure time ).
[Link] leds : Satuan waktu yang dapat dipilih untuk waktu “OFF”pump ( pause time ),
“RUN” pump, “ON”pump ( pressure time ).
[Link] RUN/PAUSE : digunakan untuk melakukan manual greasing , untuk reset kondisi
kerusakan, dan untuk digunakan juga saat melakukan setting timer.
[Link] holder : 8 amp.

Catatan :Pressure switch setting pada posisi N/O ( Normally Open )


G2 PuLse Lubrication Controller
• Melengkapi sebuah grease pump bersama sebuah selenoid valve dan pressure switch.
( bisa 10 – 30 volts DC )
• G2 mempunyai 2 control output:
1. Mengontrol kecepatan pump
2. Mengatur kerja pompa dan lubrikasi cycle
• Dapat diprogram untuk :
1. PAUSE cycle dari 1 detik hingga 50 jam
2. RUN pump cyle dari 1 – 50 menit dan
3. Selenoid valve Cycle 1 – 50 detik
Low level monitoring bisa difungsikan bila diinginkan

Autolube lincoln jenis hydraulic operated menggunakan sebuah reciprocating timer, atau
tanpa reciprocating timer harus dipasang dengan JSG “ G2 “ sebagai controlernya

PMDP 47 IR/6111521
Plant People Development
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA
Site KIDECO Modul Autolube

Bila terjadi problem akibat lube system tidak bekerja dengan sempurna saat mesin beroperasi,
ditandai dengan lampu “ Fault “ dan “ Pressure “ yang menyala. Penyebabnya adalah tidak
berfungsinya pressure switch dgn baik akibat :Grease low pressure (Tank kosong, pump low
power, kerusakan wiring, Injector/main line hose dari pump bocor ),ataupun kerusakan pada
pressure switch itu sendiri.

Setelah selesai melakukan perbaikan pada problem yang ada, diharuskan melakukan “reset”
atau tes fungsi lube system dengan cara menekan tombol “RUN” 1 kali.

Wiring diagram

PMDP 48 IR/6111521
Plant People Development
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA
Site KIDECO Modul Autolube

Setting G2 Timer Controller 12/24 VDC

 Lepaskan socket kabel pada bagian bawah timer, biarkan power battery/
kunci kontak dalam posisi “ ON “.
 Tekan tombol “RUN” terus menerus sambil masukan kembali socket
kabel. Setelah socket kabel terhubung, maka hentikan menekan tombol
“RUN”, lampu fault,lampu pause,lampu sec/min/hrs akan menyala
Lepaskan socket kabel pada bagian bawah timer,
Note : Selama melakukan biarkan
prosespower
setting,battery
lampu/ fault
kunciakan
kontak dalam
terus posisi
menyala
“ ON “.
Tekan tombol “RUN” terus menerus sambil
 Masukan “PAUSE” time masukan kembali socket
yang diinginkan, kabel. searah
putar “DIAL” Setelahjarum
socket
kabel terhubung, maka hentikan menekan
jam untuk mendapatkan bilangan waktu yang lebih besar ( “sec” ke tombol
“min” ke “hrs” ). Untuk“RUN”,
angka yanglampu fault,lampu
lebih kecil pause,lampu
putar berlawanan arah
jarum jam sec/min/hrs akan menyala
 Bila angka yang diinginkan sudah didapat, tekan tombol “RUN” selama
2 detik, sampai lampu sec/min/hrs berkedip kedip.
 Lalu tekan kembali tombol “RUN” 1kali

 Masukan “run” pump atau “cyc” time pump yang diinginkan, putar
“DIAL” searah jarum jam untuk mendapatkan bilangan waktu yang
lebih besar. Untuk angka yang lebih kecil putar berlawanan arah jarum
jam, di sarankan untuk memakai : max 2 “sec”
 Bila angka yang diinginkan sudah didapat, tekan tombol “RUN” selama
2 detik, sampai lampu “sec” berkedip kedip.
 Lalu tekan kembali tombol “RUN” 1 kali.

 Masukan “PRESSURE” time atau “ON” time pump yang diinginkan,


putar “DIAL” searah jarum jam untuk mendapatkan bilangan waktu
yang lebih besar ( “sec” ke “min” ke “hrs” ). Untuk angka yang lebih
kecil putar berlawanan arah jarum jam, di sarankan untuk memakai :
max 10 menit
 Bila angka yang diinginkan sudah didapat, tekan tombol “RUN” selama
2 detik, sampai lampu “min” berkedip kedip.
 Lalu tekan kembali tombol “RUN” 1 kali.
 Setelah itu hanya tersisa lampu “FAULT “ saja yang menyala.

 Lepaskan kembali socket kabel pada bagian bawah timer, biarkan power
battery / kunci kontak tetap dalam posisi “ ON “.
 Pasang kembali socket kabel tsb pada timer. Lampu pause dan
sec/min/hrs akan menyala. Kondisi ini menyatakan timer sedang
standby, dan setting timer dianggap sudah selesai. Untuk test kerja lube
system tekan tombol “RUN” 1 kali
PMDP 49 IR/6111521
Plant People Development
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA
Site KIDECO Modul Autolube

Parameter :

1. PAUSE dapat diset 1 – 50 jam, Lampu pada Range akan menunjukkan setting yang
[Link] mengetahui secara pasti dengan memuar dial, hingga lampu range
berkedip, pada point inilah nilai setting sekarang. Untuk mengubah setting cukup
memutar dial sesuai setting yang diinginkan dengan melihat posisi dial dan lampu
range, kemudian tekan dan tahan tombol selama 2 detik. kemudian lampu range akan
berkedip menyatakan settingan baru sudah diterima.
Ingat : Untuk ke Mode Parameter selanjutnya cukup dengan menekan tombol
secara singkat.
Ingat : posisi dial saat perpindahan parameter tidak penting
2. Solenoid Cycle Time.
Satuan detik untuk siklus selenoid ON dan OFF (misal disetting 15 detik maka
selenoid akan ON 15 detik dan Off selama 15 detik ). Dapat disetting 1 – 50 detik,
dapat diubah pada kondisi PAUSE
3. Pressure Time Out
Ini adalah batas maksimum waktu,dalam pembentukan pressure oleh [Link]
pressure switch tidak tertutup (contact ) dalam batas waktu tersebut maka controller
akan berasumsi ada kerusakan dan masuk ke Mode Fault. Setting yang diijinkan
adalah 1 – 50 menit,dapat diubah pada posisi PAUSE . Penentuan waktu harus lebih
lama dari waktu pembentukan pressure oleh system,hingga tidak timbul alarm/fault

4. Setup Mode sebuah Test Mode,


Ini ditunjukkan dengan adanya lampu FAULT berkedip. Lampu Level dan Presure
akan pertanda bahwa level dan pressure switch tertutup ( contact ).
Tahan tombol kedalam maka akan memungfungsikan selenoid dan pump,
PERHATIAN, hal ini akan berlanjut selama tombol ditekan, tanpa memperhatikan
kondisi pressure switch menutup atau tidak.

PMDP 50 IR/6111521
Plant People Development
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA
Site KIDECO Modul Autolube

2.2.5 Injector
Berfungsi untuk mengalirkan grease dengan volume tertentu ke setiap point pada langkah
pelumasan/pump on.

Injector terdapat dalam jumlah


1, 2, 3, 4, 5 point.
Output injector ke lubrication point dapat digabungkan untuk mendapatkan volume output
grease yang lebih besar (menggunakan injector adaptor outlet kit / 115120).

Spesifikasi Injector
Spesifikasi injector tergantung dari jenis injector yang dipakai. Yang sering dipakai dalam
unit adalah injector jenis SL-1

SL-1 INJECTOR Series “H”


SINGLE AND MANIFOLD TYPE

SPECIFICATIONS
Minimum operating pressure 1,850 PSI.
Maximum operating pressure 3,500 PSI.
Recommended operating pressure 2,500 PSI.
Maximum vent (Recharge) pressure 600 PSI.
Lubricant output is adjustable 0.008 cu. in. to .08 Cu. rn.
Injectors can be mounted in any position and can be used
in circuits with SL-32 and/or SL-33 Injectors

Maintenance
Dalam pemakaiannya di lapangan pasti akan terjadi keausan pada part dari grease pump.
Maka dibutuhkan maintenance berupa penggantian seal kit pada grease pump.

PMDP 51 IR/6111521
Plant People Development
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA
Site KIDECO Modul Autolube

Disassembly

Perbandingan Injector

Feature Graco GL-1 Lincoln SL-1


Seal life – indicator pin 100,000 cycles 35,000 cycles
Max. operating pressure 3500 psi (241 bar) 3500 psi (241 bar)
Min. operating pressure 1850 psi (128 bar) 1850 psi (128 bar)
Reset pressure 600 psi (41 bar) 600 psi (41 bar)
Max. adjustable output 0.08 cu. in. 0.08 cu. in.
Min. adjustable output 0.008 cu. in. 0.008 cu. in.
Spring cycle life 10 years 10 years
Mounting dimensions Same Same
Physical dimensions Same Same
Viton seal Yes Yes

PMDP 52 IR/6111521
Plant People Development
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA
Site KIDECO Modul Autolube

System Operasi

Langkah 1 :
Pada langkah ini discharge chamber pada injector telah terisi
grease dari langkah sebelumnya. Grease belum mendapat
tekanan dan piston dalam posisi bebas. Saat langkah pompa
bekerja grease bertekanan masuk ke injector dan mulai
membuka slide valve yang ditahan oleh spring injector.

Langkah 2 :
Grease bertekanan menekan slide valve/plunyer ke atas,
sehingga grease mengalir melalui sebuah lubang pada inlet
valve ke measuring chamber di atas piston. Grease ini
menekan piston turun dan menekan grease pada discharge
chamber keluar menuju bearing.

Langkah 3 :
Pada akhir langkah 2 piston bergerak turun dan menekan
plunger maka plunger menutup lubang pada inlet valve. Piston
dan plunger tetap pada posisi ini selama grease pada inlet line
tetap mendapat pressure(tekanan pada measuring chamber dan
inlet line sama ).

Langkah 4 :
Saat tekanan pada inlet line hilang/lepas, plunger bergerak
turun. Plunger membuka saluran antara inlet valve dan
discharge chamber. Spring menekan piston ke atas yang
akan menekan grease keluar dari measuring chamber,
kembali ke saluran inlet valve melewati plunger menuju
discharge chamber.

PMDP 53 IR/6111521
Plant People Development
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA
Site KIDECO Modul Autolube

Adjustment & Priming


Setelah selesai instalasi, line dari grease harus diisi dan di priming untuk memastikan grease
terdistribusi ke line line pelumasan.
a. Lepas Plug pada dudukan injector
untuk melihat pompa grease bekerja
(mengalirkan Grease).
b. Start pompa grease (autolube
dioperasikan)
c. Ketika distribusi grease dari pompa
sudah sampai pada injector segera
matikan pompa greasenya dan tutup
kembali plug yang tadi dilepas. Dan
sudah dipastikan grease terpompa ke
injector.
d. Lakukan prosedur yang sama ke line
line berikutnya dengan melepas plug
pada mounting injector.
e. Lakukan prosedur yang sama ke line
line yang lebih panjang linenya dan
dipastikan grease terdistribusi.
Setelah semua line dilakukan dan plug yang dilepas dipasstikan terpasang dengan rapat, line
yang menuju injector telah siap dioperasikan.

Priming Point Lubrikasi


Sebelum autolube dioperasikan line dari injector menuju ke point lubrikasi perlu diisi juga
dan tidak terjadi kekosongan pada line.
Pada priming ini menggunakan grease gun dan secara manual diisikan pada line lubrikasi.

a. Lepaskan penutup filler fitting


b. Pasangkan filler fitting dengan ujung
dari nozzle grease gun.
c. Pompakan grease gun untuk mengisi
injector dan line line lubrikasi dan
pastikan
grease keluar pada point lubrikasi.
d. Pasang kembali cap filler fitting dan
ulangi langkah tersebut ke injector
injector berikutnya.

PMDP 54 IR/6111521
Plant People Development
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA
Site KIDECO Modul Autolube

Setelah semuanya dipriming dan dipastikan di line-line tidak ada line yang kosong dan sudah
dikencangkan kembali dan pengecekan mounting- mounting sudah dilaksanakan, autolube
system siap dioperasikan.

PMDP 55 IR/6111521
Plant People Development
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA
Site KIDECO Modul Autolube

Point lubrikasi pada unit beragam, sesuai kebutuhan bagian yang akan dilubrikasi. Injector
biasanya diletakkan menyatu untuk point lubrikasidisekitarnya agar mempermudah dalam
melakukan maintenance dan pengecekan

MAINTENANCE LINCOLN CENTROMATIC

[Link] pengecekan sistem dengan


mengoperasikan melalui tombol manual.
[Link] tekanan grease melalui
pressure gauge yang ada pada tangki
Catatan :Tekanan grease tidak boleh
melebihi 2700 PSI
[Link] grease dari kontaminasi, jika telah
terkontaminasi ganti dengan grease baru.
( FJ/SVC/WI/000).
[Link] pompa grease dan aksesorisnya,
bila pompa tidak bekerja
lakukanpengecekan dan perbaikannya.
Lakukan sesuai dengan manual yang
berlaku.

PMDP 56 IR/6111521
Plant People Development
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA
Site KIDECO Modul Autolube

[Link] jalur suplai ½” dan yakinkan semua hose dalam kondisi baik ( pengecekan visual).
Jika ditemukan hose yang rusak segera diganti dengan yang baru.
[Link] injector, pastikan injector bekerja dengan baik. Jika terjadi kerusakan
segeralakukan perbaikan atau ganti dengan yang baru.

[Link] semua titik pelumasan ( pastikan semua titik pelumasan harus terkenagrease ).
[Link] ditemukan titik pelumasan yang kering, periksa jalur suplai ¼” dari kebocoran( jika
terjadi kerusakan segera lakukan perbaikan atau ganti dengan hose baru ) danpin tidak
buntu ( laporkan ke customer jika pin masih buntu ).
[Link] manual greasing pada semua jalur hose.

10. Periksa timer grease dalam keadaan berfungsi dengan baik.


11. Periksa jalur kelistrikan pada sistem tersebut dari kerusakan

[Link] semua sisa grease yang menempel pada injector, tangki dan pompa
grease.
13. Buat laporan kerja

PMDP 57 IR/6111521
Plant People Development
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA
Site KIDECO Modul Autolube

2.2.6 Trouble Shooting

Keterangan Masalah Perbaikan


Pressure pada main line Setting Pump On terlalu cepat Tambah waktu Pump On
tidak tercapai Solenoid valve rusak Perbaiki/ganti solenoid
Pressure oli/angin kurang Naikkan setting pressure
Seal dan needle/seat vent valve
Perbaiki / ganti
rusak
Grease kurang Tambah grease
Main line rusak Perbaiki/ganti
Grease pump rusak Perbaiki grease pump
Injector tidak dapat Feed line buntu/bocor Perbaiki/ganti hose
melumasi bearing Bearing tersumbat Bersihkan bearing
Pressure pada main line tidak
Perbaiki/ganti
tercapai
Ada udara pada main line / feed
Buang udara dari line
line
Injector rusak Perbaiki/ganti injector
Indicator pin pada injector Injector rusak / macet Perbaiki/ganti injector
tidak bergerak saat Main /feed line buntu Perbaiki/ganti hose
langkah Pump On Bearing tersumbat Bersihkan bearing
Vent valve rusak Perbaiki/ganti vent valve
Injector rusak Perbaiki/ganti injector
Terlalu banyak injector pada Atur kembali main line
Grease tidak mengalir ke main line
tangki saat langkah Pump Main line terlalu kecil Ganti hose
On berakhir Grease terlalu kental Ganti grease
Vent line pada manifold/hose Perbaiki/ganti
buntu
Timer/interval terlalu cepat Set controller
Setting system pressure terlalu Turunkan setting pressure
Pressure relief valve tinggi oli/angin ke pompa
mengeluarkan grease/bocor Pressure switch tidak memberi Check kabel dan pressure
sinyal ke controller switch
Grease kurang Tambah grease
Grease pump bekerja terlalu
Udara didalam pompa Tambah grease
cepat
Main /feed line bocor Perbaiki kebocoran

PMDP 58 IR/6111521
Plant People Development
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA
Site KIDECO Modul Autolube

Kesalahan setting injector Set injector


Grease berlebihan pada
bearing
Injector rusak Perbaiki/ganti injector

Pompa tidak bekerja


Tidak ada / kurang pressure Periksa supply line

Solenoid/sambungan kabel rusak Perbaiki/ganti kabel/solenoid

Tidak ada arus ke controller Periksa power supply

Controller rusak Perbaiki/ganti controller

Grease pump rusak Perbaiki grease pump

PMDP 59 IR/6111521
Plant People Development
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA
Site KIDECO Modul Autolube

PMDP 60 IR/6111521
Plant People Development
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA
Site KIDECO Modul Autolube

PMDP 61 IR/6111521
Plant People Development
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA
Site KIDECO Modul Autolube

PMDP 62 IR/6111521
Plant People Development
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA
Site KIDECO Modul Autolube

PMDP 63 IR/6111521
Plant People Development
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA
Site KIDECO Modul Autolube

PMDP 64 IR/6111521
Plant People Development
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA
Site KIDECO Modul Autolube

PMDP 65 IR/6111521
Plant People Development
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA
Site KIDECO Modul Autolube

PMDP 66 IR/6111521
Plant People Development
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA
Site KIDECO Modul Autolube

3.1VOGEL LUBRICATING

Centralized Lubrication System


adalah Suatu system pembagian atau penyebaran lubricant menuju titik-titik gesek hanya
dengan sebuah pompa dengan jumlah supply yang besar. Metodenya dengan jenis
Single Line Series Divider Valve System

Komponen central lubrikasi :


1. Pump dan elementnya
2. Main line
3. Secondary line
4. Progressive feeder
5. Control system

PMDP 67 IR/6111521
Plant People Development
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA
Site KIDECO Modul Autolube

3.1.1 Technical Data

PMDP 68 IR/6111521
Plant People Development
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA
Site KIDECO Modul Autolube

3.1.2PUMP ELEMENT
Jenis pump ini adalah Piston pump.
Berdasar kan quantity outputnya pump element yang dipergunakan oleh vogel , ada 4
(empat) macam , yaitu :
1. KFG1 U1 dengan quantity out put 2,5 cc/menit
2. KFG1 U2 dengan quantity out put 1,8 cc/menit
3. KFG1 U3 dengan quantity out put 1,3 cc/menit
4. KFG1 U4 dengan quantity out put 0,8 cc/menit
Untuk dapat mengetahui mana pump element yang mempunyai quantity masing ² dan
membedakannya , dapat dilihat dari fisiknya.

PMDP 69 IR/6111521
Plant People Development
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA
Site KIDECO Modul Autolube

Yaitu dari body pump yang memiliki coakan / garis melingkar.

1. Jika memiliki garis / coakan jumlahnya satu ( 1 ), menunjukkan jenis KFG1 U1


dengan quantity out put 2,5 cc/menit
2. Jika memiliki garis / coakan jumlahnya satu ( 2 ), menunjukkan jenis KFG1 U2
dengan quantity out put 1,8 cc/menit
3. Jika memiliki garis / coakan jumlahnya satu (3 ), menunjukkan jenis KFG1 U3
dengan quantity out put 1,2 cc/menit

4. Jika memiliki garis / coakan jumlahnya satu (4 ), menunjukkan jenis KFG1 U4


dengan quantity out put 0,8 cc/menit

CIRI FISIK KFG1 U2

Pump element bekerja berdasarkan putaran motor DC 24v, yang dihubungkan dengan
cam, kemudian cam tersebut mendorong Piston pada pump element, dan kembalinya pump
dengan menggunakan spring return.
Dalam sistem ini menggunakan 3 (tiga) buah pump element, jadi setiap sekali motor
berputar akan akan mengoperasikan tiga (3)‫‏‬buah pump element.

PMDP 70 IR/6111521
Plant People Development
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA
Site KIDECO Modul Autolube

Motor berputar, menggerakkan cam yang mendorong piston pump element, disaat
yang sama juga menggerakkan blade pada bagian atas shaft, untuk mendorong grease
kebawah dan membersihkan glass tabung yang juga berfungsi sebagai indicator putaran
motor.

Blade Untuk Indikasi


Putaran Motor

Blade Untuk Mendorong


Grease ke Bawah

Progresive Feeder
Adalah component yang mempunyai fungsi sebagai pembagi grease ke titik yang
[Link] digunakan untuk grease NLGI 2
Dalam perakitan feeder, minimum perakitan feeder adalah 3 (tiga) section, jika kurang dari 3
section , maka Feeder tersebut tidak dapat berfungsi. Dan paling banyak dalam perakitan 10
section.
Untuk melakukan perakitan harus diperhatikan :
* Posisi gasket antara feeder dengan bracket feeder (block) tidak boleh tertukar
dengan gasket bagian lain
* Gasket antara bracket blok dengan bracket suction tidak boleh tertukar.
* Gasket antara feeder dengan feedernya dapat ditukar - tukar

PMDP 71 IR/6111521
Plant People Development
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA
Site KIDECO Modul Autolube

Berdasarkan kerjanya Feeder dibedakan menjadi dua :


a. Mempunyai output double / twin , yang mempunyai tanda fisik atau code huruf T
b. Mempunyai output single, yang mempunyai tanda fisik atau code huruf S
Angka yang tertera didepan huruf T maupun S merupakan angka untuk perbandingan output
feeder berdasarkan input dari pump yang dipergunakan.
Sebagai contoh :

* Jika kita merakit 5 section feeder, dan sebagai input untuk feeder tersebut menggunakan
pump yang mempunyai out put pump sebesar 60 cc / stroke, dan susunan feedernya
adalah ( 2T / 3S / 1T / 1S / 5T ),
* Total dari angka² pada feeder tersebut menjadi faktor pembaginya untuk perhitungan
output feeder tersebut
* Out put dari feeder 2T yang dimaksud adalah out put sebelah kiri dan kanan, untuk tiap
sisinya, adalah ½ dari perhitungan tersebut.
# Jadi untuk feeder 2T = 2 / 12 X 60 cc = 10 cc
# output tiap sisinya adalah = 2 / 12 X 60 cc = 5 cc
2
# Jadi untuk feeder 5T = 5/ 12 X 60 cc = 25 cc
# output tiap sisinya adalah = 5 /12 X 60 cc = 12,5 cc
2
# Jadi untuk feeder 3S = 3 / 12 X 60 cc = 15 cc
Karena feedernya adalah single output, maka 15cc tidak dibagi lagi.

Disetiap feeder section ada satu piston untuk membagi dengan rata dan mengirimnya
(lubrican),diameter dan alurnya menentukan delivery rate setiap langkahnya.
jadi,setiap piston punya 2 tugas yaitu :

1. Mengirimkan lubricant
2. Mengontrol
Artinya :

piston dapat mengirimkan lubrikan jika ada lubrican yang keluar terlebih dahulu,sehingga
cukup dengan pergerakan satu piston saja setiap sectionnya untuk meyakinkan bahwa

PMDP 72 IR/6111521
Plant People Development
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA
Site KIDECO Modul Autolube

progressive feeder masih bekerja, maka ketika menggunakan monitor perlu adanya Cycle
[Link] feeder tidak boleh ada salah satu outlet yang dibuntu karena piston
section selanjutnya tidak akan bekerja /progressive feeder tak bekerja.

Prinsip Kerja

Install Progressive Feeder

Bracket Suction

C
Bracket Block

PMDP 73 IR/6111521
Plant People Development
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA
Site KIDECO Modul Autolube

Keterangan :
A. Gasket antara feeder dan block suction
B. Gasket antara feeder dan feeder
C. Gasket antara feeder dan block
Catatan : (gasket A tidak boleh tertukar dengan gasket C, gasket B bentuk fisiknya
sama)

PMDP 74 IR/6111521
Plant People Development
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA
Site KIDECO Modul Autolube

PMDP 75 IR/6111521
Plant People Development
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA
Site KIDECO Modul Autolube

3.1.3Macam Progresive Feeder

Di Pamapersada Nusantara banyak memakai jenis VPK/VPKM dan VP/VPM


Technical data

PMDP 76 IR/6111521
Plant People Development
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA
Site KIDECO Modul Autolube

VPM

• pada group section feeder ini mempunyai dua outlet pada setiap sisi,satu dibagian sisi
dan satu dibagian atas tapi hanya satu yang bisa digunakan,lubang kedua harus selalu
ditutup
• Feeder disupply dengan sebuah built in check valve

• Untuk mengkombinasikan dua outlet hanya bisa dengan crossporting bar yang dipasang
pada bagian atas outlet alternative.

• Jumlah outlet yang ganjil bisa dilayani dengan menggunakan S section tanpa ada
tambahan crossporting bars.
• Operating pressure: 10 bars -250 bars

VPKM

• Pada group ini hanya punya satu outlet pada setiap sisi pada satu section tanpa builtin
check valve.
• Outlet yang bersebelahan dapat dikombinasi dengan pelepasan plug

PMDP 77 IR/6111521
Plant People Development
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA
Site KIDECO Modul Autolube

• Operating pressure: 5 bars - 250 bars

Kombinasi Outlet

Pelepasan plug 917-006-101 dan pemasangan screw plug untuk mengkombinasi outlet yang
bersebelahan dalam satu arah inlet,dimana quantity outlet yang tidak terpasang plug akan
ditambah dari outlet yang terpasang plug.

Catatan : section inlet pertama tidak boleh di block

PMDP 78 IR/6111521
Plant People Development
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA
Site KIDECO Modul Autolube

3.1.4Controller

Technical data

Order No IG502_E
Associated cable harness order No. 997_000_185
Control votlage 12 or 24 v dc
Max. Contact load, terminal m 5A
Sl_output 4W
Type of enclosure 2 Ip 20, din 40050
Temperature range –25 to +75 °c
Max. Fusing 5A
Programmable interval times 0.1 to 99.9 h
Programmable pump running time 0.1 to 99.9 min
Programmable pulses 1 to 999
Elapsed_time, fault hours memory 0 to 99999.9 h

Kontak terminal pada controller

PMDP 79 IR/6111521
Plant People Development
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA
Site KIDECO Modul Autolube

SETTING TIMER
Pada saat melakukan penggantian timer, harus dilakukan setting , setting harus dilakukan
karena timer yang baru mempunyai setting dari factory, yaitu dengan INTERVAL 9 JAM
dan CONTACT selama 2,6 menit.
Dengan pengoperasian unit yang berat, mengharuskan kita melakukan setting timer agar
dapat diperoleh pelumasan yang lebih baik .

Urutan setting timer :


[Link] tombol SET, selama beberapa saat sampai terlihat pada display menunjukkan
angka ( 000 )‫‏‬yang berkedip – kedip.
[Link] tombol SET dua (2) kali, akan muncul tulisan tPAdan akan terlihat angka yang
menunjukkan angka INTERVAL
Digital display : tPA (t = timer, PA = PAUSE)
time Pause, dengan satuan JAM, Diprogram dari 0.1 - 99.9 h
Untuk merubah setting dengan menekan tombol naik atau turun
Digital display : cPA (c = counter, PA = PAUSE)
Counter Pause, dengan satuan pulse, Diprogram 1 - 999 pulses
[Link] tombol SET dua (2) kali, akan muncul tulisan tCO dan akan terlihat angka yang
menunjukkan angka lamanya contact,dengan satuan menit.
Digital display : tCO (t = timer, CO = CONTACT)
Lamanya pompa kerja i(CONTACT) satuan Menit (timer ) Diprogram dari 1 - 99.9
minutes
4. Untuk merubah setting dengan menekan tombol naik atau turun
5. Tekan tombol SET dua (2) kali, akan terlihat salah satu dari tulisan berikut
a. PS
b. CS
c. OFF
6. Jika yang terlihat pada display adalah tulisan PS atau CS, maka harus dirubah menjadi
tulisan OFF,dengan cara menekan tombol naik / turun, hingga timbul tulisan OFF.
PS (Pressure Switch)

PMDP 80 IR/6111521
Plant People Development
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA
Site KIDECO Modul Autolube

Untuk memonitor fungsi sentral grease,dimana memonitor pressure pada Main


[Link] kerja dari Pump
CS (Cycle Switch)
Untuk memonitor fungsi sentral grease dengan progressive feeder memonitor fungsi
piston atau siklus grease pada rangkaian.
Tanpa Monitoring(OFF)
Control system bekerja tanpa memonitor pressure pada Main Line dan kerja Feeder.
Lampu PS atau CS mati.
7. Untuk menyimpan data dan menjaga agar setting timer tidak berubah maka lakukan
proses penyimpanan data dengan cara menekan tombol SET berulang – ulang hingga
terbaca kembali tulisan OFF pada display
8. Tekan tombol SET, selama beberapa saat sampai display mati / padam.

Pengoperasian manual :
Untuk melakukan test secara manual dapat dilakukan dengan cara menekan tombol
“DK“. Timer ini dilaengkapi dengan COUNTDOWN CONTACT, yaitu hitungan mundur
untuk lamanya contact,
dengan cara :

 Tekan tombol “ DK “, kemudian tekan dua kali tombol naik / turun , akan terlihat
hitungan mundur lamanya timer “contact”.

Status dalam display.

Control unit bekerja berdasar waktu = status PAUSE

Control unit bekerja berdasar counter = status PAUSE

Control unit bekerja berdasar waktu = status CONTACT

Control unit bekerja berdasar counter = status CONTACT

Awal Menu Monitoring display

Monitoring display mati

Monitoring display u/ Cycle Switch diaktifkan

PMDP 81 IR/6111521
Plant People Development
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA
Site KIDECO Modul Autolube

Monitoring display u/ Pressure Switch diaktifkan

Minimum level telah tercapai

Tidak ada signal dr Cycle Switch saat pump bekerja

Tidak ada signal dr Press. Switch saat pump bekerja

Lamanya Jam operasi Control Unit

Lamanya Jam operasi Control Unit dalam status Fault

Tidak ada signal dr Cycle Switch saat pump telah bekerja 3


kali cycle,fault tdk dibenahi

PMDP 82 IR/6111521
Plant People Development
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA
Site KIDECO Modul Autolube

PMDP 83 IR/6111521
Plant People Development
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA
Site KIDECO Modul Autolube

PMDP 84 IR/6111521
Plant People Development
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA
Site KIDECO Modul Autolube

PMDP 85 IR/6111521
Plant People Development
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA
Site KIDECO Modul Autolube

PMDP 86 IR/6111521
Plant People Development
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA
Site KIDECO Modul Autolube

PMDP 87 IR/6111521
Plant People Development
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA
Site KIDECO Modul Autolube

Konversi Satuan Tekanan


psi atm FLHd In H2O Metres Metres In Hg mm Hg cm Hg Bar Millibar Kpa
H2O kg/cm2 H2O at 20oC
at 20oC

1 0.0680 2.310 27.720 0.0700 0.704 2.043 51.884 5.188 0.0690 68.947 6.895

14.695 1 33.659 407.513 1.0330 10.351 30.019 762.480 76.284 1.0130 10.130 101.325

0.433 0.0290 1 12.000 0.0300 0.305 0.664 22.452 2.245 0.0300 29.637 2.984

0.036 0.0025 0.833 1 0.0025 0.025 0.074 1.871 0.1871 0.0025 2.485 0.249

14.233 0.9680 32.867 394.408 1 10.018 29.054 737.959 73.796 0.9810 280.662 98.055

1.422 0.0970 3.287 39.370 0.0990 1 2.905 73.796 7.379 0.0980 98.056 9.807

0.489 0.0330 1.131 13.575 0.0340 0.345 1 25.400 2.540 0.0340 33.753 3.375

0.019 0.0013 0.045 0.534 0.0014 0.0136 0.039 1 0.100 0.0010 1.329 0.133

0.193 0.0131 0.445 5.340 0.0140 0.01360 0.393 10.000 1 0.0133 13.290 1.328

14.503 0.9870 33.514 402.164 1.0200 10.2110 29.625 752.470 75.247 1 1000.0 100.00

0.014 0.0009 0.033 0.402 0.0010 0.0102 0.029 0.752 0.075 0.001 1 0.100

0.245 0.0098 0.0335 4.021 0.0100 0.1020 0.296 7.525 0.0752 0.010 10.000 1

PMDP 88 IR/6111521

Common questions

Didukung oleh AI

Aditif pelindung tekanan ekstrem bereaksi dengan permukaan logam untuk membentuk lapisan film. Dalam kondisi beban gesek yang berat, aditif ini terurai pada permukaan logam dan membentuk senyawa besi sulfida dan besi fosfat. Kedua senyawa ini dapat mengurangi gesekan dan mencegah kerusakan pada logam .

Jika sistem tidak mencapai tekanan yang diinginkan, penyebabnya bisa termasuk solenoid valve rusak, feed line buntu, atau kurangnya grease. Penanganan meliputi memperbaiki atau mengganti komponen yang rusak, menambah grease, atau menyetel waktu operasi pompa untuk memastikan tekanan yang tepat tercapai .

Aditif pelumas padat, seperti partikel lunak, berfungsi sebagai pelapis di antara logam. Meskipun dapat membantu mengurangi friksi pada kondisi tekanan tinggi, penggunaan berlebihan pada unit dengan beban tinggi, seperti roller bearing, dapat menyebabkan penipisan dan kelelahan permukaan akibat kontak tekanan tinggi .

Faktor yang mempengaruhi stabilitas mekanik dari grease meliputi jenis thickener, base oil, dan keadaan lingkungan seperti getaran. Stabilitas mekanik penting untuk menjaga konsistensi dan menghindari pelunakan grease yang bisa menyebabkan kebocoran dan penurunan kinerja pelumasan .

Vent valve berfungsi untuk mengatur arah aliran grease. Saat pompa beroperasi, vent valve mengalirkan grease ke injector. Ketika pompa berhenti, vent valve membuka jalur aliran balik ke tangki, menurunkan tekanan dan menghindari kelebihan tekanan dengan menggunakan unloader valve .

Perbedaan utama antara grease Alvania EP2 dan EP3 adalah dalam aplikasi dan kemampuannya menangani kondisi operasi yang berat. EP2 dirancang untuk bearing berat dan kejut, sedangkan EP3 digunakan lebih umum untuk pelumasan industri dengan lingkungan basah dan beban berat .

Aditif antioksidan dalam grease berfungsi untuk menguraikan oksida dan mencegah oksidasi grease yang dapat menghasilkan damar, varnish, dan sludge yang merusak grease. Dengan menetralkan peroksida menjadi alkohol, aditif ini membantu menjaga stabilitas dan mencegah kerusakan grease .

Sistem pelumasan otomatis yang digerakkan oleh tekanan hidraulik memanfaatkan tekanan fluida dari sistem hidraulik unit. Timer memicu tekanan untuk mengalirkan grease melalui vent valve, pressure switch, dan injector ke titik pelumasan. Saat tekanan mencapai batas, sistem akan menghentikan pompa .

Pemilihan grease yang tepat penting untuk memastikan pelumasan yang efektif dan mencegah kerusakan komponen. Faktor yang perlu dipertimbangkan meliputi kisaran temperatur operasi, ukuran dan beban bearing, kecepatan putaran, dan kondisi lingkungan seperti air dan zat kimia .

Sistem pelumasan otomatis menawarkan berbagai keuntungan dibandingkan pelumasan manual, seperti penghematan waktu dan biaya karena pelumasan dapat dilakukan tanpa menghentikan peralatan, menghindari human error, serta memungkinkan pelumasan pada komponen yang sulit dijangkau. Selain itu, pelumas diberikan secara merata dan tidak berlebihan, meningkatkan umur komponen .

Anda mungkin juga menyukai