0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
719 tayangan18 halaman

Pemodelan REA dalam Akuntansi Modern

Makalah ini membahas topik khusus dalam pemodelan REA, yaitu memodelkan aktivitas siklus pendapatan dan pengeluaran tambahan seperti penempatan peristiwa dan atribut siklus pendapatan tambahan seperti memisahkan aktivitas pergudangan dan pengiriman pesanan ke pelanggan. Makalah ini juga membahas memodelkan siklus pendapatan bisnis untuk penjualan jasa, transaksi persewaan, siklus pengeluaran untuk perolehan jasa, aktivitas s

Diunggah oleh

Wardah Siti Fauziah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
719 tayangan18 halaman

Pemodelan REA dalam Akuntansi Modern

Makalah ini membahas topik khusus dalam pemodelan REA, yaitu memodelkan aktivitas siklus pendapatan dan pengeluaran tambahan seperti penempatan peristiwa dan atribut siklus pendapatan tambahan seperti memisahkan aktivitas pergudangan dan pengiriman pesanan ke pelanggan. Makalah ini juga membahas memodelkan siklus pendapatan bisnis untuk penjualan jasa, transaksi persewaan, siklus pengeluaran untuk perolehan jasa, aktivitas s

Diunggah oleh

Wardah Siti Fauziah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH

“TOPIK KHUSUS DALAM PEMODELAN REA”

Dosen Pengampu : Vita Evelini Handayani, SE., [Link]., CSRS., CSRA


Mata Kuliah : Sistem Informasi Akuntansi II

NAMA KELOMPOK :

1. Lisnawati (030118029)
2. Neneng Anis Nurhasanah (030119159)

Kelas Khusus Akuntansi

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI [Link]


PURWAKARTA
2021
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha pengasih lagi Maha penyayang,
penyusun panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat,
hidayah, dan inayah-Nya, sehingga penyusun dapat menyelesaikan makalah yang berjudul
“Topik Khusus Dalam Pemodelan REA”. Makalah ini telah disusun dengan maksimal dan
mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini.
Untuk itu penyusun menyampaikan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah
berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.
Terlepas dari semua itu, penyusun menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan
baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu, dengan tangan terbuka
penyusun menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar penyusun dapat memperbaiki
makalah ini. Akhir kata penyusun berharap semoga makalah ini dapat memberikan manfaat
maupun inspirasi terhadap pembaca.

Purwakarta, Juni 2021

Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang
 Di era globalisasi kebutuhan akan informasi yang cepat, tepat dan akurat menjaddi hal yang
sangat dibutuhkan. Akuntansi manual yang sering digunakan tidak mampu meyediakan
informasi yang dibutuhkan oleh manajer. Manajer modern membutuhkan informasi keuangan
dan nonkeuangan dalam bentuk dan tingkat agregasi yang secara umum tidak dapat disediakan
oleh system akuntansi berbasis GAAP tradisional. Akuntansi manual mengakibatkan adanya
redundansi data dalam system-sistem yang ada dalam perusahaan. Dengan adanya redudansi
maka akurasi dan kekinian data menjad ihal yang serius. Hal ini menyebabkan system
menghasilkan jawaban yang berbeda untuk informasiyang sama, hingga mengarah pada
kebingungan, pengambilan keputusan yang kurang baik serta tindakan yang tidak tepat. System
yang dapat mengatasi kelemahan-kelemahan system akuntansi tradisional itu disebut REA.
System ini didasarkan model basis data tradisional dan lebih beorientasi pada peristiwa
dan bukan pada akun. Dengan demikian para akuntan modern diharapkan mempunyai sifat-sifat
yang responsive, proaktif, dan dilengkapi pemahaman akan pendekatan REA, kemampuannya,
serta fleksibitasnya, guna tertentu untuk memenuhi pekerjaan yang diberikan padanya.
Model REA adalah kerangka kerja akuntansi alternative untuk permodelan Sumber Daya
(Resource), Peristiwa (Event), Pelaku (Agent) Perusahaan yang sangat penting dan hubungan
diantara mereka. Adapun permodelan REA adalah sebagai berikut :
a.       Resource/ Sumber Daya Ekonomi. Resource didefinisikan sebagai sesuatu yang
memiliki nilai ekonomis bagi organisasi tersebut. Contoh resources adalah kas, inventaris,
peralatan, persediaan, gudang, pabrik, dan tanah.
b.      Event. Event atau peristiwa ekonomi adalah fenomena-fenomena yang mempengaruhi
perubahan-perubahan dalam sumber daya. Peristiwa ekonomi dikategorikan menjadi: peristiwa
operasi, peristiwa informasi, peristiwa manajemen.
c.       Agent. Pelaku (agent) ekonomi adalah berbagai individu yang terlibat dalam sebuah
peristiwa ekonomi. Mereka adalah berbagai pihak dari dalam dan luar perusahaan yang memiliki
kemampuan sendiri untuk menggunakan atau membuang sumber daya ekonomi. Contoh pelaku
adalah staff administrasi bagian penjualan, pekerja produksi, staff administrasi, bagian
pengiriman, pelanggan dan pemasok.
Untuk menggambarkan proses pengembangan model REA dalam kasus dapat dilakukan
dengan beberapa tahap diantaranya:
·      Ditahap pertama, peristiwa operasi yang akan dimasukkan dalam proses diindetifikasi.
Berbagai peristiwa ini adalah peristiwa yang mendukung tujuan strategis perusahaan dan yang
perlu dikumpulkan informasinya
·      Peristiwa operasi yang telah diindentifikasi kini perlu diatur dalam urutan terjadinya.
Walaupun ada banyak penjualan yang terjadi tanpa adanya pertanyaan yang mendahuluinya,
kapan saja pertanyaan muncul maka akan diteruskan urutannya ke penjualan yang dapat timbul
dari pertanyaan tersebut.
·      Selanjutnya sumber daya dan pelaku untuk tiap peristiwa operasi harus diidentifikasi.
Hal ini paling mudah dilakukan dengan menjawab pertanyaan siapa, apa, dan di mana untuk tiap
peristiwa.
·      Tahap berikutnya adalah mengidentifikasi berbagai hubungan antara sumber daya,
peristiwa, dan pelaku. Mulailah dari tiap peristiwa, dan hubungkan dengan sumber daya serta
pelaku yang dilibatkan dalam peristiwa tersebut.
·      Tahap berikutnya adalah menetapkan kardinalitas semua hubungan entitas tersebut.
Terdapat lima bentuk hubungan yang digunakan ketika membuat model REA. Kelima bentuk
hubungan tersebut adalah nol ke satu (0,1), nol ke banyak (0,M), satu ke satu (1,1), satu ke
banyak (1,M), dan banyak ke banyak (M,M). Dalam kasus hubungan entitas pelanggan:
melakukan penjualan di horizon books, keberadaan seorang pelanggan dapat menimbulkan
hubungan nol, satu, atau banyak melakukan penjualan. Hal ini disajikan dalam model REA untuk
proses tersebut dengan menggunakan notasi (0,M) agar dapat menyajikan kardinalitas minimal
dan maksimal. Dalam cara yang hampir sama, keberadaan satu melakukan penjualan yang timbul
dari keberadaan satu dan hanya satu entitas pelanggan, akan disajikan sebagai (1,1) dalm model
REA tersebut.
Entitas melakukan penjualan dalam hubungan ini adalah nol ke banyak (0,M). Agar entitas
melakukan penjualan yang terjadi maka harus ada seorang pelanggan. Selain itu, karena hanya
seorang pelanggan yang dapat membeli barang tertentu, kardinalitas maksimalkan juga akan
satu. Maka, kardinalitas dari entitas pelanggan dalam hubungan ini adalah satu ke satu (1,1).
1.2    Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam makalah ini yaitu sebagai berikut:
1. Bagaimana memodelkan aktivitas siklus pendapatan dan pengeluaran tambahan?
2. Bagaimana memodelkan siklus pendapatan bisnis untuk penjualan jasa, untuk
transaksi persewaan dan siklus pengeluaran untuk perolehan jasa?
3. Bagaimana memodelkan aktivitas siklus produksi sebuah pabrik?
4. Bagaimana mengintegrasikan aktivitas penggajian dengan proses SDM lainnya,
seperti mempekerjakan dan melatih para pegawai?
5. Bagaimana memodelkan aktivitas pembiayaan, seperti pengeluaran saham atau
hutang?
1.3    Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini antara lain:
1.    Mengembangkan model-model data REA untuk jenis organisasi disamping toko-toko ritel
2.    Mengembangkan model-model data REA untuk siklus SDM/penggajian, manufaktur, dan
aset modal bisnis.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1    Topik Pemodelan REA Siklus Pendapatan dan Pengeluaran Tmabahan


Pada bab sebelumnya, telah dijelaskan bagaimana cara mengimplementasikan sebuah
model REA untuk siklus pendapatan yang terdiri dari empat aktivitas yang berurutan, yaitu:
1.    Mengambil pesanan pelanggan
2.    Mengisi pesanan pelanggan
3.    Menagih pelanggan
4.    Mengumpulkan pembayaran dari pelanggan
Namun siklus pendapatan fokus sebelumnya untuk sebuah organisasi ritel khusus. Topik
khusus dalam pemodelan REA akan membahas beberapa tambahan konsep dasar model
REA, termasuk beberapa aktivitas tambahan yang secara khusus dijalankan oleh para
pengusaha pabrik dan distributor serta situasi-situasi khusus lainnya.
2.1.1   Penempatan Peristiwa dan Atribut Siklus Pendapatan Tambahan
Salah satu entitas yang barunya adalah memisahkan aktivitas pergudangan yaitu
pemenuhan pesanan dari aktivitas pengiriman atau pengiriman pesanan ke pelanggan.
Contoh dari peristiwa mengisi pesanan pelanggan merepresentasikan pengambilan dan
pengepakan pesanan yang dilakukan oleh seorang pegawai gudang. Hubungan antara
peristiwa mengambil pesanan pelanggan dan mengisi pesanan pelanggan direpresentasikan
dengan satu-ke-banyak (one-to-many−1:N). Kardinalitas minimum merefleksikan fakta
bahwa dua peristiwa terjadi secara berurutan. Kardinalitas maksimum merefleksikan fakta
bahwa terkadang perusahaan mungkin kehabisan stock satu atau lebih barang yang dipesan.
Oleh karena itu, perusahaan kemungkinan melakukan berbagai aktivitas gudang untuk
memenuhi pesanan tertentu secara lengkap.
Hubungan antara peristiwa mengisi pesanan pelanggan dan mengirim pesanan
adalah 1:1. Kardinalitas minimum merefleksikan fakta bahwa dua peristiwa tersebut
berurutan. Kardinalitas maksimum adalah praktek-praktek khusus terbaik yang dilakukan
oleh sebagian besar perusahaan. Ketika seluruh barang yang dipesan dan dalam stok telah
dipilih dan dipak, maka seluruh paket dikirim ke pelanggan. Peristiwa mengirim pesanan
terjadi ketika barang diberikan ke pelanggan (peristiwa penjualan). Dengan demikian, jika
faktur penjualan resmi dibuat, akan ada sebuah faktur terpisah untuk masing-masing pesanan
yang dipenuhi. Mengirim pesanan akan ditautkan hanya ke satu peristiwa, yaitu mengisi
pesanan pelanggan guna akuntabilitas yang layak. Hal tersebut benar bahwa sering kali
banyak pesanan berbeda diangkut dengan truk atau kereta yang sama. Pembuatan catatan
keuangan yang tepat perlu melacak setiap “pengiriman” (penjualan) individual pada
truk/mobil angkut secara terpisah.
Elemen tambahan model data REA dari siklus pendapatan ini yaitu:
 Peran Pegawai
 Informasi ini memperkaya diagram REA dan dapat digunakan untuk memverifikasi
apakah fungsi pekerjaan dipisahkan secara tepat dengan mengidentifikasikan peran
yang dimainkan oleh seorang pegawai, mislanya personel penjualan dan pegawai
gudang.

Bagian Diagram REA siklus Pendapatan Yang Diperpanjang


2.1.2    Penempatan Peristiwa dan Atribut Siklus Pengeluaran Tambahan
Banyak perusahaan yang lebih besar ingin secara resmi menyetujui permintaan
untuk membeli barang. Peristiwa meminta persediaan, menyediakan cara untuk
mengumpulkan data mengenai aktivitas semacam itu. Hubungan M:N antara peristiwa
meminta persediaan dan memesan persediaan memiliki kardinalitas minimum 0 untuk kedua
arah. Minimum 0 diasosiasikan dengan peristiwa memesan persediaan yang merefleksikan
fakta bahwa permintaan terjadi sebelum pesanan sesungguhnya; selain itu, beberapa
permintaan ditolak sehingga tidak akan pernah dihubungkan ke sebuah pesanan. Minimum 0
diasosiasikan dengan peristiwa meminta persediaan yang merefleksikan fakta bahwa
beberapa pesanan dibuat secara otomatis oleh sistem pengendalian persediaan, bukannya
dari sebuah permintaan tertentu.
Maksismum yang diasosiasikan dengan peristiwa memesan persediaan jumlahnya
banyak karena beberapa permintaan mungkin diperuntukkan bagi beberapa barang yang
berbeda. Pesanan pembelian yang terpisah diperlukan untuk setiap pemasok yang berbeda.
Sehingga, sebuah permintaan yang disetujui mungkin ditautkan ke berbagai pesanan yang
berbeda. Kardinalitas maksimum yang diasosiasikan dengan peristiwa memesan persediaan
jumlahnya banyak untuk merefleksikan praktik umum pengombinasian permintaan berbeda
bagi barang yang disediakan oleh pemasok yang sama kedalam sebuah pesanan yang lebih
besar untuk mendapatkan syarat yang lebih baik.
Beberapa elemen tambahan model data REA dari siklus pengeluaran yaitu:
 Peran Pegawai
 Informasi ini memperkaya diagram REA dan dapat digunakan untuk memverifikasi
apakah fungsi pekerjaan dipisahkan secara tepat dengan mengidentifikasikan peran yang
dimainkan oleh seorang pegawai, mislanya personel penjualan dan pegawai gudang.
 Hubungan Agen−Peristiwa M:N
 Hubungan antara peristiwa menerima persediaan dan pegawai sebagai hubungan M:N.
Hal tersebut merefleksikan fakta bahwa banyak pengiriman jumlahnya sangat besar,
sehingga beberapa pegawai harus bekerja sama untuk membongkar dan menyimpan
barang tersebut. Hubungan M:N terjadi saat aktivitas dijalankan oleh lebih dari satu
pegawai, sebelum manajemen ingin menggunakan skillnya untuk mengawasi kinerja tiap
individu.
 Lokasi
 Adanya dua entitas baru: Gudang dan Institusi Keuangan. Pasangan kardinalitas yang
menghubungkan entitas gudang dan persediaan merefleksikan beberapa situasi umum.
Sebuah gudang sesekali dapat kosong, tetapi biasanya menyimpan banyak barang
persediaan yang berbeda. Sebaliknya barang persediaan yang sama mungkin disimpan
dalam beberapa gudang yang berbeda. Terkadang perusahaan kemungkinan ingin
memeliharaa informasi mengenai persediaan yang tidak mereka muat secara normal.
Hubungan antara gudang dan menerima pesanan persediaan sebagai hubungan 1:N.
 Entitas Institusi Keuangan memperjelas sifat entitas Kas. Sebuah akun kas tertentu hanya
dapat ditempatkan pada satu institusi keuangan dan beberapa akun seperti “Kas Kecil”
yang tidak terdapat pada setoran manapun. Perusahaan juga secara khusus hanya
menyimpan informasi mengenai institusi keuangan yaitu mereka memiliki rekening, tapi
mungkin lebih dari satu rekening pada institusi keuangan yang sama.
 Hubungan antara Sumber Daya dan Agen
 Hubungan antara entitas sumber daya (persediaan) dan entitas agen adalah M:N.
Hubungan ini merefleksikan praktik umum terbaik dari pengidentifikasian pemasok yang
diajukan dan pemasok alternatif untuk barang persediaan tertentu. Serta hubungan yang
sama antara sumber daya (persediaan) dan pegawai dapat digunakan untuk membuat
model pertanggungjawaban.
2.1.3    Penjualan Jasa
Entitas jasa memuat informasi mengenai aktivitas penghasil pendapatan organisasi.
Setiap baris mengidentifikasikan sejenis jasa tertentu yang disediakan perusahaan.
Contohnya, tabel jasa reparasi otomotif mungkin menyertakan baris individu untuk
penggantian oli dan penggantian rem. Setiap baris akan menyertakan informasi mengenai
waktu standar yang harus ia ambil untuk melengkapi jasa dan harga standar yang
dibebankan bagi jenis perbaikan itu. Dikhususkan untuk bisnis seperti reparasi otomotif.
Pada bisnis tersebut, setiap transaksi penjualan harus melibatkan setidaknya satu jenis jasa
spesifik, tetapi mungkin pula menyertakan berbagai jasa, misalnya, seorang pelanggan
mungkin perlu untuk ganti oli dan perbaikan rem.
            Sebagian Siklus Pendapatan untuk Penjualan Jasa
2.1.4       Siklus Pengeluaran untuk Perolehan Jasa

Perusahaan juga selain membeli persedian, peralatan dan bangunan, juga


memperoleh berbagai jasa dan pembayarannya, seperti akses internet, jasa telepon, dan lain-
lain. Pembayaran jasa tersebut disertakan dalam tabel mengeluarkan kas. Entitas peristiwa
ini menyimpan informasi mengenai jumlah jasa aktual yang digunakan dan biaya aktual.
Peristiwa ini dihubungkan ke sebuah sumber daya yang disebut “Jasa Umum dan
Administratif” yang merefleksikan perlakuan akuntansi untuk hal-hal tersebut. Entitas Jasa
Umum dan Administratif menyertakan informasi mengenai sumber daya tak berwujud,
seperti lama kontrak, tanggal mulainya, biaya dianggarkan untuk jasa tersebut, jumlah
dianggarkan atau jumlah standar untuk setiap periode, dan deskripsi pembatasan atau
ketentuan khusus yang diasosiasikan dengan penggunaannya.
Hubungan peristiwa perolehan dan entitas sumber daya di modelkan sebagai
hubungan 1:N, karena setiap jasa (telepon, listrik, dan lain-lain) diperoleh secara terpisah
dari pemasok yang berbeda. Hubungan peristiwa memperoleh jasa dan mengeluarkan kas
dimodelkan sebagai hubungan 1:1 untuk merefleksikan situasi umum, dimana organisasi
memperoleh penggunaan jasa tertntu untuk satu periode dan melakukan pembayaran tiap
bulan untuk jasa yang diperoleh dan digunakan pada bulan tersebut.
            Sebagian Siklus Pengeluaran untuk Perolehan Jasa
2.1.5   Transaksi  Persewaan
   Beberapa bisnis menghasilkan pendapatannya melalui transaksi pernyewaan
daripada penjualan. Oleh karena itu , pertukaran ekonomi give - to – get dasar melibatkan
penggunaan sementara sumber daya yang dikembalikan baik ke penerimaan kas maupun
pengembalian lebih lanjut atas sumber daya yang disewakan.
               Setiap  peristiwa menyewakan barang mencatat informasi mengenai persewaan
suatu barang tertentu, seperti tanggal dan waktu disewa, harga sewa, serta segala syarat
khusus persetujuan tersebut, masing-masing untuk satu barang persediaan
tertentu.  Hal  tersebut memfasilitasi pelacakan status setiap barang persediaan persewaan.
               Peristiwa menyewakan barang dihubungkan baik ke peristiwa menerima kas
maupun mengembalikan barang. Perhatikan hubungan dari peristiwa menyewakan barang ke
menerima kas. Kardinalitas minimum 1 merefleksikan fakta bahwa pelanggan biasanya
membayar dulu, sebelum memiliki barang. Kardinalitas maksimumnya banyak karena
mungkin ada biaya-biaya tambahan yang dikenakan ketika barang dikembalikan. Pesanan
kardinalitas yang diasosiasikan dengan peristiwa menyewakan barang memiliki minimum 0
serta maksimum 1 karena peristiwa menerima kas terjadi lebih dulu dan ditautkan hanya ke
satu peristiwa persewaan tertentu. Hubunan  anatara peristiwa menyewakan barang dan
mengembalikan barang adalah 1:1 untuk merefleksikan fakta bahwa persewaan setiap
barang tertentu secara individu dilacak, begitu pula dengan pengembaliannya.
               Organisasi kadang-kadang memilih untuk menyewa sumber daya daripada
membelinya. Contohnya, banyak organisasi menyewa uang kantor dan gudang. Pertukaran
ekonomi give-to-get dasar meliputi pembayaran atau pemasok untuk hak menggunakan
sebuah sumber daya dalam satu periode waktu tertentu. Informasi mengenai peristiwa
pembayaran dimasukkan dalam tabel mengeluarkan kas. Sebuah peristiwa menyewakan
sumber daya terpisah munkin dibuat untuk merepresentasikan perolehan sumber daya karena
peristiwa tersebut kemungkinan memuat informasi mengenai atribut-atribut berbeda
daripada yang relevan untuk penerimaan persediaan.
               Selain itu, jika sumber daya yang disewakan harus dikembalikan misalnya
persewaan peralatan, maka peristiwa lain akan perlu dimasukkan dalam diagram Rea untuk
mencatat aktivitas tersebut. Pada kasus tersebut peristiwa menyewakan sumber daya akan
ditautkan kedua peristiwa : mengeluarkan kas dan mengembalikan sumber daya yang
disewakan yang membentuk sebuah gambaran model Rea atas aktivitas siklus pendapatan
organisasi penyewaan yang dibahas sebelumnya.
       Sebagian Siklus Pendapatan untuk Transaksi Persewaan

2.2      Pemodelan REA Siklus Produksi


Tiga entitas khusus yang menyimpan bagian penting kekayaan intelektual
perusahaan manufaktur, yaitu: dokumen bahan baku, daftar operasi pekerjaan, dan
daftar operasi mesin. Hubungan antara entitas dokumen bahan baku dengan entitas
bahan baku maupun persediaan barang jadi adalah 1:N. Setiap baris pada entitas
dokumen bahan baku menspesifikasikan banyaknya bahan baku tertentu yang
diperlukan untuk membuat produk jadi. Sehingga, setiap baris merepresentasikan
informasi yang akan ditemukan dalam satu baris daftar dokumen bahan baku. Faktanya
bahan baku yang sama mungkin digunakan dalam 5 produk berbeda dengan jumlah
penggunaan yanng berbeda pula untuk setiap pembuatan produk. dikaitkan kebanyak
peristiwa berbeda atas pengeluaran
Hubungan antara peristiwa bahan baku dan pengeluaran bahan baku adalah M:N
karena bahan baku yang sama dapat dikaitkan ke banyak peristiwa berbeda atas
pengeluaran bahan baku tersebut. Sebaliknya, sering kali keseluruhan bahan baku
berbeda yang diperlukan untuk memproduksi sebuah produk dipergunakan pada waktu
yang sama, karenanya satu peristiwa pengeluaran bahan baku dapat ditautkan ke banyak
baris berbeda dalam tabel bahan baku. Hubungan antara sumber daya persediaan barang
jadi serta entitas daftar operasi pekerjaan dan daftar operasi mesin adalah 1:N.
Hubungan tersebut merefleksikan fakta bahwa setiap baris dalam entitas daftar
merepresentasikan informasi mengenai sebuah aktivitas tertentu yang diperlukan untuk
membuat sebuah produk tertentu.
Hubungan antara peristiwa menjalankan operasi pekerjaan dan entitas daftar
operasi pekerja serta antara peristiwa menjalankan operasi mesin dan entitas daftar
operasi mesin sebagai hubungan 1:N. Entitas daftar tersebut menyimpan informasi
mengenai waktu standar yang harus ia gunakan untuk menjalankan setiap aktivitas
teridentifikasi secara individual. Hubungan antara work-in process dan ketiga entitas
peristiwa seluruhnya adalah 1:N, merefleksikan fakta bahwa tiap produksi yang
dijalankan mungkin melibatkan sejumlah pengeluaran bahan baku, operasi tenaga kerja,
dan operasi mesin.
Sebagian Diagram REA untuk Siklus Prduksi

2.3    Model Data Sumber Daya Manusia / Penggajian Kombinasi


Entitas peristiwa waktu pengerjaan dibutuhkan untuk menghitung penggajian.
Peristiwa waktu yang dipergunakan digunakan untuk akuntansi biaya, agar secara tepat
menentukan biaya tenaga kerja (pada perusahaan manufaktur, entitas peristiwa ini
sering disebut operasi pekerjaan). Peristiwa lainnya mempresentasikan pentingnya
aktivitas SDM.
Entitas Siklus SDM
Entitas pegawai dihubungkan hampir ke setiap entitas lain pada diagram
tersebut, merefleksikan pentingnya para pegawai untuk organisasi. Entitas pegawai
menyimpan banyak data yang secara khusus ditemukan dalam berkas induk pegawai
(penggajian): nama, tanggal dipekerjakannya, tanggal lahir, tarif gaji, jabatan,
supervisor, jumlah tahunan, potongan, dan informasi mengenai pengurangan sukarela.
Entitas keterampilan berisi data mengenai keterampilan kerja berbeda yang
berguna bagi organisasi. Hubungan antara keterampilan dan pegawai ini dimodelkan
sebagai hubungan M:N karena seorang pegawai munkin memiliki sejumlah
keterampilan kerja (yaitu seorang pemogram mungkin masih dalam beberapa bahasa
yang berbeda) dan sebaliknya, beberapa pegawai mungkin memiliki keterampilan yang
sama.
Entitas peristiwa pelatihan merepresentasikan berbagai seminar, pogram
pelatian, dan peluang lain yang diberikan kepada para pegawai untuk mengembangkan
dan memelihara keterampilannya. Hubungan antara entitas pegawai dan pelatihan
adalah M:N karena seorang pegawai tertentu dari waktu ke waktu akan menghadiri
sejumla kursus pelatiahn tetapi beberapa pegawai munkin menghadiri kelas pelatian
kursus yang sama. Hubungan antara entitas keterampilan dan pelatihan adalah 1:N
karena setiap kursus dirancang untuk mengembangkan suatu keterampilan tertentu,
tetapi setiap keterampilan mungkin diajarkan di banyak waktu yang berbeda.
Entitas peristiwa perekrutan menyimpan data mengenai aktivitas yang
dijalankan untuk memberitahu publik atas pembukaan lowongan kerja. Hubungan M:N
antara kerterampilan dan perekrutan merefleksikan fakta bahwa setiap iklan mungkin
mencari beberapa keterampilan khusus dan seiring berjalannya waktu, mungkin terdapat
beberapa iklan keterampilan khusus. Hubungan antara peristiwa perekrutan dan
pelamaran kerja dimodelkan sebagai hubungan M:N karena banyak orang secara khusus
melamar setiap pembukaan lowongan pekerjaan, tetapi seorang individu tertentu
kemungkinan juga merespons lebih dari satu peristiwa perekrutan.
Peristiwa wawancara menyimpan data mendetail mengenai setiap wawancara
kerja. Ini ditautkan ke peristiwa mempekerjakan pegawai dalam sebuah hubungan 1:N.
Hal ini tersebut merefleksikan fakta bahwa peristiwa memperkerjakan terjadi hanya
sekali, tetapi mungkin dihasilkan dari baik satu maupun sejumlah wawancara
terdahulu. 
Diagram REA Terintegrasi untuk Siklus SDM/Penggajian
Melacak Waktu Pegawai
Bagian pada siklus produksi yang membahas penggunaan peristiwa menjalankan
Operasi pekerjaan untuk melacak bagaimana para pekerja pabrik mengabiskan waktu
mereka, sehingga biaya tenaga kerja dapat dialokasikan ke produk. Firma jasa
profesional, seperti firma hukum,organisasi konsultasi, juga perlu melacak bagaimana
para anggotanya menggunakan waktu mereka untuk menagih setiap klien dengan tepat.
Informasi mengenai sifat tugas perlu dikumpulkan untuk mengevaluasi kinerja
karena terkadang catatan tingkatan bagi seseorang pegawai tertentu mungkin bervariasi
berdasarkan tugas yang dijalankan.
Hal ini merupakan pembelajaran untuk membandingkan informasi yang
diberikan oleh peristiwa waktu yang digunakan dengan yang tersedia dari pengautan
peristiwa bisnis khusus untuk agen pegawai yang menjalankan tugas tersebut.
Hubungan peristiwa-agen regular, seperti antara penjualan dan pegawai, menghasilkan
data yang dapat digunakan untuk menjawab pertanyaan seperti berapa kali seseorang
personel penjualan mengunjungi pelanggan, sehingga perbandingan atas penyediaan
informasi yang dibutuhkan. Sedangkan peristiwa waktu yang digunakan menyediakan
informasi yang  dibutukan untuk menjawab pertanyaan seperti berapa kali seorang
personal penjualan mengunjungi pelanggan, sebagai perbandingan atas penyediaan
sarana jasa pelanggan  melalui telepon ?.
Hubungan 1:N antara dua jenis peristiwa tersebut, dengan demikian, tidak perlu
untuk menautkan entitas waktu yang digunakan untuk peristiwa bisnis tertentu,
walaupun melakukannya dapat memfasilitasi evaluasi kinerja pada tingkat yang sangat
mendetail ( yaitu untuk menjawab pertanyaan seperti selama periode waktu mana, di
hari apa dalam minggu tersebut seorang personel penjualan tertentu paling efektif dalam
bekerja ).
Tidak semua organisasi mengumpulkan data mendetail mengenai penggunaan
waktu pegawainya, sehingga tidak memerlukan adanya sebuah entitas waktu yang
digunakan. Terlebih lagi, ketika peristiwa tersebut disertakan, sumber daya yang
digunakan (waktu pegawai) jarang diimplementasikan sebagai sebuah tabel dalam
database karena tidak ada atribut yang dapat menjelaskannya. Oleh karenanya, entitas
sumber daya waktu pegawai digambarkan dengan garis putus-putus.

2.4    Model Data Aktivitas Pembiayaan


Peristiwa menerbitkan utang adalah sebuah jenis penerimaan kas khusus,
karenanya, ia dihubungkan ke entitas sumber daya kas. Hal tersebut seiring dimodelkan
sebagai sebuah entitas peristiwa terpisah yang berbeda dari menerima kas karena ia
mengandung atribut yang berbeda dari atribut yang diasosiasikan dengan penerimaan
kas yang dihasilkan dari peristiwa penjualan, seperti jumlah nominal utang yang
diterbitkan, jumlah total yang diterima, tanggal diterbitkan, tanggal jatuh tempo, dan
tingkat bunga.
Pembayaran terkait utang (baik pembayaran bunga periodik atau pembayaran
pokok saat jatuh tempo) merupakan pengeluaran kas. Biasanya, organisasi menuliskan
satu cek untuk jumlah total bunga yang harus dibayarkan atas sebuah obligasi atau nota
tertentu dan mengirimkannya ke transfer yang kemudian menangani distribusi cek
individu ke setiap kreditor. Perhatikan, jika sebuah perusaaan telah menerbitkan
rangkaian obligasi yang berbeda pada titik waktu yang berbeda, perusahaan normalnya
akan membuat transfer dana terpisah ke agen transfer untuk pembayaran yang ditautkan
ke masing-masing penerbitan utang.
Setiap peristiwa mengeluarkan kas yang ditautkan  ke sebuah peristiwa
menerbitkan utang maksimum 1. Kardinalirtas minimumnya adalah 0 karena sebuah
peristiwa mengeluarkan kas tertentu mungkin ditautkan ke sebuah peristiwa
menerbitkan utang atau sebuah peristiwa menerbitkan saham.
Peristiwa penerbitan saham adalah sebuah jenis penerimaan kas khusus yang
diasosiasikan dengan penerbitan saham dan pembayaran dividen adalah jenis
pengeluaran kas lainnya. Sama dengan utang, sebagian besar perusahaan tidak
berhadapan secara langsung dengan pemegang saham individu. Kedua jenis transaksi
ekuitas melibatkan partisipasi seorang pegawai (bendahara) dan agen transfer eksternal.
Hubungan antara peristiwa mengeluarkan kas dan menerbitkan saham dimodelkan
sebagai hubungan M:N karena setiap penerbitan saham mungkin ditautkan ke banyak
pembayaran dividen, sedangkan sebuah pembayaran dividen tertentu mungkin dikaitkan
ke berbagai penerbitan saham yang berbeda.
Penerbitan saham dan utang tidak terlalu sering terjadi. Terlebih lagi informasi
yang dikaitkan dengan peristiwa ini (nilai paritas, kas aktual yang diterima, dsb) perlu
ditahan untuk bertahun-tahun guna melacak akun ekuitas dan utang untuk menyiapkan
laporan keuangan. Oleh karena itu informasi mengenai kedua peristiwa ini lebih
dikelola tanpa batasan daripada dihapus pada akir periode fiskal seperti peristiwa
lainnya.

2.4    Keuntungan Penerapan Model REA dalam Aktivitas Bisnis


1.    Pendekatan REA dalam memodelkan proses-proses bisnis membantu para manajer
berfokus pada berbagai elemen kunci dari economic events dan mengidentifikasi
berbagai aktivitas yang tidak menambahkan nilai yang bisa dihilangkan dari
operasi. Dengan meningkatkan efisiensi operasional masing-masing department
kemudian akan menghasilkan kelebihan kapasitas yang bisa diarahkan untuk
meningkatkan produktivitas perusahaan secara keseluruhan.
2.    Penyimpanan baik data keuangan maupun nonkeuangan dalam database bersama
mengurangi kebutuhan untuk pengumpulan data, penyimpanan data, dan prosedur
pemeliharaan data.
3.    Dengan menyimpan data keuangan dan nonkeuangan mengenai berbagai aktivitas
bisnis dalam bentuk yang rinci memungkinkan jangkauan keputusan manajemen
yang lebih luas dengan cara mendukung berbagai pandangan pengguna.
4.    Model REA memberikan data yang lebih relevan, tepat waktu, dan akurat bagi para
manajer. Hal ini berarti akan menjadikan layanan pelanggan yang lebih baik,
produk-produk yang berkualitas lebih baik, dan proses produksi yang lebih
fleksibel.
BAB III
PENUTUP

3.1       Kesimpulan
Sebuah model data keseluruhan perusahaan terintegrasi yang menyertakan sebagian besar
situasi yang didiskusikan pada makalah ini, yang menunjukkan pertautan diantara subsistem
yang berbeda dari SIA organisasi.
Salah satu manfaat dari model data keseluruhan perusahaan yang terinteritas adalah para
auditor dapat menggunakannya untuk memandu pengembangan query guna memvalidasi
kelengkapan dan ketepatan pemrosesan transaksi.
Sebuah model data keseluruhan perusahaan terinterasi dapat juga secara signifikan
meningkatkan dukungan yang tersedia untuk pembuatan keputusan manajerial. Selain itu,
flesibilitas bawaan model REA mempermudah untuk mengumpulkan berbagai informasi baru
untuk mengevaluasi kinerja.
Pembuatan sebuah model data keseluruhan perusahaan terinterasi juga memfasilitasi peleburan
informasi keuangan dan nonkeuangan dalam database yang sama dapat meningkatkan pelaporan
internal. Biasanya, laporan internal telah berfokus, terutama pada ukuran-ukuran kinerja
keuangan. Meski demikian, manajemen organisasi yang efektif perlu menukur kinerja atas
berbagai dimensi karena tidak ada ukuran tunggal yang memadai. Sedangkan manajemen puncak
harus memiliki laporan yang menyediakan sebuah perspektif multidimensi pada kinerja.
DAFTAR PUSTAKA

B. Romney, Marshall. 2015. Sistem Informasi Akuntansi. Jakarta: Salemba Empat.

Beritati. 2011. Sistem Informasi & Teknologi Informasi. [Link]


[Link]. Diakses pada 24 April 2016.

Anda mungkin juga menyukai