MAKALAH
PENDIDIKAN PANCASILA
IMPEMENTASI PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA DALAM
PENCAPAIN TUJUAN NASIONAL DIBIDANG SOSIAL BUDAYA
Disusun Oleh :
1. Akhmad Adi Dermawan (30402000027)
2. Dwi Fitri Amalia (30402000114)
3. Elsa Novita Sari (30402000123)
4. [Link] Alal Chaq (30402000229)
FAKULTAS EKONOMI
PROGRAM STUDY MANAJEMEN
UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG
TAHUN 2020/2021
KATA PENGANTAR
Ucapan syukur alhamdulillah kami panjatkan kepada Allah SWT, atas rahmat dan hidayah-Nya kami
dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik dan tepat waktu. Makalah ini saya beri judul
“Implementasi Pancasila Sebagai Dasar Degara dalam Pencapaian Tujuan Nasional di Bidang
Sosial Budaya”. Penyusunan makalah ini bertujuan untuk memenuhi tugas perkuliahan dari
dosen pengampu,. Selain itu makalah ini uga bertujuan untuk memberikan tambahan wawasan
bagi kami sebagai penulis dan bagi para pembaca khususnya dalam hal manfaat pelaksanan
bimbingan individu sebagai upaya meningkatkan motivasi belajar siswa. Kami selaku penulis
tidak lupa untuk mengucapkan terima kasih kepada bapak Dr. Hasan Abdul Razak, SH., CN.,
MM , selaku dosen pengampu.
Terakhir saya menyadari bahwa makalah ini masih belum sepenuhnya sempurna. Maka dari itu
kami terbuka terhadap kritik dan saran yang bisa membangun kemampuan kami, agar pada tugas
berikutnya bisa menulis makalah dengan baik lagi. semoga makalah ini bermanfaat bagi kami
dan para pembaca.
i
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL.....................................................................................................................
KATA PENGANTAR..................................................................................................................I
DAFTAR ISI ................................................................................................................................II
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang..................................................................................................................1
B. Rumusan Masalah.............................................................................................................2
C. Tujuan Penulisan ..............................................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN
A. Kehidupan sosial budaya masa kini..................................................................................3
B. sosial budaya dalam berpolitik..........................................................................................4
C. penerapan Pancasila di dalam sosial budaya pada Binekha Tunggal Ika.........................5
D. Makna Pancasila dibidang sosial budaya..........................................................................6
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan.......................................................................................................................7
B. Saran..................................................................................................................................7
DAFTAR PUSTAKA...................................................................................................................8
LAMPIRAN-LAMPIRAN............................................................................................................
ii
BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sosial dan Budaya adalah suatu unsur kecil dalam tatanan hidup Bersama. Dalam tatanan
hidup Bersama sosial dan Budaya berkaitan dengan nilai – nilai Pancasila. Menyimpangnya
nilai-nilai Pancasila dalam sosial budaya masa kini mengakibatkan permasalahan
-permasalahan yang mengusik persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Pemahaman dan
kesadaran akan sosial dan budaya yang berpancasila diharapkan dapat dikembangkan
kembali. Di Indonesia sangat beragam akan sosial budayanya , masyarakat sangat perlu dan
wajib untuk hidup harmoni supaya mencegah terjadinya konflik atau semacamnya. Hidup
harmoni berarti hidup dengan menjaga kerukunan, senantiasa bertoleransi, saling
menghormati antar masyarakat serta saling bekerja sama dan menyelesaikan permasalahan.
Suatu negara yang dilihat pertama kali adalah sosial budayanya. Sosial dan budaya
merupakan bagian dari kehidupan masyarakat diindonesia. Sosial yang berarti segala sesuatu
yang berhubungan dengan masyarakat sekitar. Dan budaya yang berarti segala sesuatu yang
mengandung cinta dan rasa. Sosial budaya juga berkaitan erat dengan nilai-nilai Pancasila
dan menjadi pedoman dalam bersosial dan budaya. Dalam lingkup sosial sekarang lebih ke
individualis, dalam lingkup budaya termasuk juga dalam sikap, etika, dan karakter warga
negara. Tidak hanya dalam masyarakat saja, namun para petinggi negara yang kurang dalam
budaya jujur dan bertanggung jawab atas amanah yang diberikan.
Dengan memperbaiki sosial dan budaya berarti memperbaiki juga kualitas SDM dari
akar-akarnya. Dengan begitu sosial budaya mampu mendorong kesejahteraan dan kedamaian
dalam tatanan hidup Bersama yang penuh dengan rasa aman. Pancasila dalam kehidupan
sosial budaya semakin dibutuhkan perananya dalam pencapaian kesejahteraan Bersama,
maka berbagai karakter sosial dan budaya yang ada dalam Pancasila harus diterapkan kepada
warga negara untuk menciptakan kesadaran dan rasa nasionalisme terhadap bangsa
Indonesia.
1
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana Kehidupan Sosial Budaya Masa Kini?
2. Bagaimana kedaan sosial budaya Indonesia dalam berpolitik?
3. Bagaimana penerapan Pancasila di dalam sosial budaya yang merujuk pada Binekha
Tunggal Ika?
4. Apa makna Pancasila dibidang sosial budaya?
C. Tujuan Penulisan
Penulisan ini bertujuan mengetahui implementasi Pancasila sebagai dasar dalam
pencapaian tujuan nasional dibidang sosial budaya terhadap perkembangan sosial
budaya masa kini, kebijakan negaraterhadap implementasi sosial budaya, penerapan
Pancasila didalam sosial budaya.
Dalam pengembangan sosial budaya berdasarkan karakter dalam nilai-nilai
panca sila. Seberapa besar potensi sosial budaya yang berpancasila berpengaruh
terhadap kesejahteraan bangsa. Analisa dengan membaas rangkain penulisan agar
dapat menentukan langkah langkah menerapkan Pancasila terhadap sosial budaya.
2
BAB II
PEMBAHASAN
A. Kehidupan Sosial Masa Kini
sosial budaya masa kini sudah menyimpang dan nilai-nilai moral yang berlaku dalam
masyarakat. Penyimpangan ini dapat dilihat dan dominan pada generasi milenial sekarang yang
mencontoh budaya barat, misalnya dalam cara berpakaian dan kebiasaan perilaku. Cara
berpakaian remaja yang mencontoh budaya barat saat ini sudah sering diperbincangkan
keberadaannya, kebiasaan perilaku budaya barat juga dijadikan sebagai kebiasaan baru, jika
kebiasaannya yang ditiru itu hal-hal yang mengarah perilaku positif itu baik tetapi kebanyakan
yang ditiru adalah kebiasaan yang buruk seperti seks bebas, narkoba, alcohol, dan lain
sebagainya. Budaya barat yang masuk di Indonesia dapat dengan mudah diterima dikalangan
remaja, hal ini terjadi karena kurang tersaringnya budaya barat yang masuk di Indonesia. Budaya
yang masuk tersebut dinilai sebagai contoh kebiasaan yang baru dan baik di mata generasi
milineal saat ini.
Kemajuan teknologi juga senantiasa membawa pengaruh sosial dan budaya. Teknologi
komunikasi dapat mempengaruhi aspek sosial dan budaya suatu kelompok masyarakat seperti
dunia maya. Jika seseorang sudah merasa terlalu asyik dengan teknologi seperti dunia maya,
biasanya akan menghabiskan waktu selama berjam-jam karena hanya berinteraksi dengan teman
atau kenalan. Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi sekarang memberikan pengaruh
tersendiri pada budaya di Indonesia. Ketika teknologi semakin maju akan memunculkan maslah
terhadap kebudayaan-kebudayaan daerah yang ada di bangsa ini. Kebudayaan daerah akan
semakin mengikis sebab masyarakatnya itu sendiri yang melupakan atau tidak mengembangkan
budaya yang ada.
Disamping dampak yang diuraikan diatas, terdapat juga kegiatan bersosial yang dapat
kita dukung terus perkembangannya. Dengan memanfaatkan teknologi kini menjadi alternatif
dalam kegiatan bersosial dalam kemanusiaan. Sekarang sudah banyak komunitas-komunitas
yang berbau sosial kemanusiaan, dengan mencarikan donasi untuk yang lebih membutuhkan.
Kegiatan positif seperti ini merupakan bagian dari kesadaran masyarakat dalam mengamalkan
nilai-nilai Pancasila dengan bersosial dan berbudaya. Walaupun hal kecil sekalipun harus sering
menghargai karena perbuatan kebaikan dan positif inilah bisa tercipta SDM yang berkualitas
dalam bidang manapun . terdapat juga upaya suatu organisasi atau instansi yang
menyelenggarakan kegiatan kerelawanan melalui ekspedisi didaerah plelosok atau desa bagi para
pemuda. Kegiatan seperti ini termasuk upaya menciptakan generasi yang berkualitas, cinta tanah
air, dan ilmu kemasyarakatan dengan menunjukkan sikap sosial di tempat yang berbeda budaya
yang berbeda dengan lingkungan sehari-hari.
3
B. sosial budaya dalam berpolitik
Dalam pembangunan dan pengembangan aspek sosial budaya hendaknya didasarkan atas
system nilai yang sesuai dengan nilai-nilai budaya yang dimiliki oleh masyarakat tersebut.
Sebagai anti-klimaks prosesnreformasi dewasa ini sering kita saksikan adanta stagnasi nialai
sosial budaya dalam masyarakat sehingga tidak mengherankan jika di berbagai wilayah
Indonesia saat ini terjadi berbagai gejolak yang sangat memprihatin antara lain amuk masa yang
cenderung anarkis, bentrok antara kelompok masyarakat satu dengan yang lainnya yang
muaranya adalah masalah politik.
Dalam dunia perpolitikan dewasa ini, makin banyak para calon, anggota pemerintahan dan
para pejabat negara yang tidak mengamanahkan tugasnya sebagaimana mestinya. Karakter
petinggi negara kini sudah sulit dipercaya, karena dari kasus korupsi yang semakin menjadi-jadi,
dari anggaran yang tidak sampai target, dan yang paling sering adalah ketidak jujuran para
kandidat yang menggunakan politik uang dalam pemilu. Politik uang selalu ada dalam setiap
pemilu meskipun sudah diarang keberadaannya. Dari sikap karakter yang tidak jujur ini sma saja
menciptakan seorang pemimpin yang tidak bijaksana dilihat dari cara usahanya. Kejadian seperti
ini memang sudah tidak asing lagi, cara berpolitik yang tidak jujur menunjukkan bahwa tujuan
mencalonkan diri bukanlah untuk mensejahterakan masyarakat Bersama tapi mensejahterakan
diri sendiri, dengan jabatan dan gaji yang diharapkan. Bahkan kadang karena waktu pemilu
menggunakan politik uang dengan dana yang tidak sedikit. Akhirnya memberanikan diri untuk
korupsi uang public, dan mengembalikan uang yang sebelumnya digunakan dalam
memenangkan [Link] sosial dan budaya perpolitikan di Indonesia, tidak bersih dari politik
uang, kejujuran, kebijaksanaan para pemimpin. Ketinganya berdampak pada meningkatnya
jumlah korupsi.
Oleh karena itu dalam pengembangan sosial budaya pada masa reformasi ini kita harus
mengangkat nilai nilai yang dimiliki bangsa Indonesia sebagai dasar nilai yaitu nilai-nilai
Pancasila itu sendiri. Dalam prinsip ertika Pancasila itu sendiri. Dalam prinsip etika Pancasila
pada hakikatnya bersifat hurmanistic, artinya nilai-nilai Pancasila mendasarkan pada nilai yang
bersumber pada harkat dan martabat manusia sebagai makhluk yang berbudaya.
Implementasi Pancasila dalam pembuatan kebijakan negara dalam bidang politik dituangkan
dalam pasal 29,pasal 31, dan pasal 32 (6). Pasal-pasal tersebut adalah penjabaran dari pokok-
pokok pikiran Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, dan persatuan
yang masing masing merupakan pancaran dari sila pertama, kedua, ketiga Pancasila. Ketiga
pokok pikiran ini adalah landasan bagi pembangunan bidang kehidupan keagamaan, Pendidikan,
dan kebudayaan nasional.
4
C. Penerapan Pancasila di dalam Sosial Budaya yang Merujuk pada Binekha
Tunggal Ika
Indonesia adalah negara yang didirikan dengan hebat dengan Pancasila UUD 1945, dan Bhineka
Tunggal Ika. Dimana ketiga pedoman tersebut berperan besar dalam berlangsungnya Negara
Kesatuan Republik Indonesia hingga dewasa ini. Pancasila ditawarkan Soekarno sebagai
Philosofische Grondslag (dasar, filsafat, atau jiwa). Soekarno juga mengutarakan pandangannya
bahwa dasar negara Indonesia ini haruslah ditemukan dalam lubuk hati dan jiwa bangsaIndonesia
jauh sebelum bangsa ini merdeka. Dasar pancasila terkait dengan sesuatu yang sudah Pancasila
daging dan ada dalam semua sanubari rakyat Indonesia. Pancasila sebagai dasar negara
menyangkut lima prinsip, yaitu kebangsaan Indonesia, internasionalisme (kemanusiaan),
mufakat/permusyawaratan, kesejahteraan (keadilan sosial), dan akhirnyaketuhanan. Pancasila
menjadi kekuatan Negara Indonesia dimana pancasila tidak dapat ditemukan di negara manapun
selain di Indonesia.
Namun sayangnya peran pancasila kini semakin tidak terlihat apa perannya dalam
kehidupan berbangsa dan bernegara. Sosial dan Budaya yang semakin kesini semakin luntur dan
tidak menampakkan budaya indonesia. Budaya Indonesia yang gotong royong, kehidupan sosial
yang rukun dan harmonis, dan menghargai, menghormati perbedaan yang ada. Kehidupan sosial
dan budaya sekarang ini lebih keindividualis dan kepentingan kelompok.
Mengingat Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara yang berbeda-beda, dari
suku, budaya, agama, dan pancasila. Dewasa ini perbedaan tersebut bahkan sering dijadikan
untuk memperpecah belah Negara Indonesia Pancasila dalam sosial dan budaya penerapannya
dapat melalui hal sederhana, yang dapat ditemukan di kehidupan masyarakat. Dengan sosial dan
budaya yang berpancasila, kita perlu menekankan agar seluruh masyarakat paham
akan perbedaan yang ada di negara lndonesia, yang harusnya sekarang sudah tidak perlu
dijelaskan lagi bahwa negara lndonesia adalah negara yang berbeda beda golongannya.
Penerapan nilai pancasila dapat dimulai dari diri sendiri misalnya dengan menghargai dan
menghormati adanya perbedaan agama, menempatkan semua sebagai makhluk tuhan dengan
segala martabat dan hak asasi, menempatkan kepentingan umum diatas kepentingan pribadi dan
golongan menjunjung tinggi sosial kemasyarakatan, dan sikap hidup tolong menolong,
kekeluargaan, dan gotong royong.
Dengan sosial dan budaya yang berpancasila, kita perlu menekankan agar seluruh
masyarakat paham akan perbedaan yang ada di negara Indonesia, yang harusnya sekarang sudah
tidak perlu dijelaskan lagi bahwa negara Indonesia adalah negara yang berbeda-beda
golongannya. Penerapan nilai pancasila dapat dimulai dari diri sendiri misalnya dengan
menghargai dan menghormati adanya perbedaan agama, menempatkan semua sebagai makhluk
tuhan dengan segala martabat dan hak asasi, menempatkan kepentingan umum diatas
kepentingan pribadi dan golongan, menjunjung tinggi sosial kemasyarakatan, dan sikap hidup
tolong menolong, kekeluargaan, dan gotong royong.
5
D. Makna Pancasila dibidang Sosial Budaya
Indonesia adalah negara yang didirikan dengan penuh perjuangan dan hebat dengan
adanya Pancasila
UUD 1945, dan Bhineka Tunggal Ika. Dimana ketiga pedoman tersebut berperan besar dalam
berlangsungnya Negara Kesatuan Republik Indonesia hingga saat ini. Pancasila ditawarkan
Soekarno sebagai Philosofische Grondslag (dasar, filsafat, atau jiwa).
Pancasila sebagai dasar negara menyangkut lima prinsip, yaitu kebangsaan Indonesia,
internasionalisme (kemanusiaan), mufakat/permusyawaratan, kesejahteraan (keadilan sosial),
dan akhirnya ketuhanan.
Sebagai dasar negara tentunya banyak peran yang dapat kita ambil. Sila-sila dalam
pancasila mengandung makna yang sangat penting dan akan berdampak besar bagi bangsa
indonesia, jika nilai-nilai pancasila dapat diterapkan dalam kehidupan sosial budaya masyarakat
indonesia.
Pancasila dalam sosial dan budaya penerapannya dapat melalui hal sederhana, yang dapat
ditemukan di kehidupan masyarakat. misalnya dengan menghargai dan menghormati adanya
perbedaan agama, menempatkan sesama sebagai makhluk tuhan dengan segala martabat dan hak
asasi, menempatkan kepentingan umum diatas kepentingan pribadi dan golongan, menjunjung
tinggi sosial kemasyarakatan, dan sikap hidup tolong menolong, kekeluargaan, dan gotong
royong.
Dengan sosial dan budaya yang menerapkan sila dalam pancasila kita bisa mengajarkan
warga negara untuk mengenal dan berhubungan baik dengan saudara sebangsa dan setanah air,
tidak mudah terprovokasi, siap bela negara, dan ikut serta menjadi Sumber Daya Manusia yang
unggul untuk diri sendiri dan untuk Negara Indonesia.
6
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Pancasila dan sosial budaya memiliki hubungan yang saling terikat. Denga
bersosial budaya sama dengan sudah mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Sebagai warga
negara Indonesia kita semua diamanahkan untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila
tersebut terutama dalam bersosial dan berbudaya, dengan menjaga toleransi terhadap
sesame, mementingkan kepentingan dan kesejahteraan Bersama.
Kita semua membutuhkan generasi penerus yang lebih berkualitas, agar dapat
meningkatkan SDM yang menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan. Beberapa contoh
dapat dimulai dari diri sendiri seperti menghormati sesame tanpa memandang perbedaan
yang ada, membiasakan diri melakukan hal-hal positif, saling tolong-menolong terhadap
sesama, dan mulai menghargai hal-hal kecil yang bersifat positif. Memulai melestarikan
kembali budaya-budaya di Indonesia agar Indonesia memiliki citra yang baik akan
budaya yang sangat banyak ini.
Berhati-hati dalam bersosialisasi dimedia sosial, mengawasi dan membatasi
penggunaan teknologi, demi menghindari hoax yang menimbulkan perpecahan terhadap
saudara sebangsa dan setanah air. Mari kita mengedepankan sikap gotong-
royong,menciptakan kedamaian dan kesejahteraan di negara kita Bersama Indonesia.
B. Saran
Dalam mengimplementasikan Pancasila sebagai dasar negara dalam pencapaian
tujuan nasional di bidang sosial budaya maka kita harus menjunjung tinggi dan
mengamalkan sila-sila dari Pancasila tersebut dengan setulus hati dan penuh rasa
tanggung jawab.
Demikianlah makalah mengenai implementasi Pancasila dibidang sosial budaya
dalam perumusan kebijakan yang dapat penulis simpulkan,pernulis berharap. Kepada
pembaca agar dapat memberikan kritikan maupun masukan yang positif demi
penyempurnan makalah ini memberikan faedah bagi kita semua.
7
8
DAFTAR PUSTAKA
Inahasari, E. D. (2019). PERAN PANCASILA DALAM KEHIDUPANSOSIAL DAN BUDAYA. 14.
mingseli. (2020, mei). Makna Pancasila Dalam Bidang Sosial Budaya. Retrieved from mingseli:
[Link]
S, S. Y. (2018). PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT INDONESIA DAN PERKEMBANGAN
TEKNOLOGI KOMUNIKASI. al-bayan, 18.
StevaniAbaska. (2021, januari 31). MAKALAHIMPLEMENTASIPANCASILADALAMPERUMUSANKEBIJAKAN.
Retrieved from [Link]
9
Lampiran 1
sosial budaya masa kini sudah menyimpang dan nilai-nilai moral yang berlaku dalam
masyarakat. Penyimpangan ini dapat dilihat dan dominan pada generasi milenial sekarang yang
mencontoh budaya barat, misalnya dalam cara berpakaian dan kebiasaan perilaku. Cara
berpakaian remaja yang mencontoh budaya barat saat ini sudah sering diperbincangkan
keberadaannya, kebiasaan perilaku budaya barat juga dijadikan sebagai kebiasaan baru, jika
kebiasaannya yang ditiru itu hal-hal yang mengarah perilaku positif itu baik tetapi kebanyakan
yang ditiru adalah kebiasaan yang buruk seperti seks bebas, narkoba, alcohol, dan lain
sebagainya. Budaya barat yang masuk di Indonesia dapat dengan mudah diterima dikalangan
remaja, hal ini terjadi karena kurang tersaringnya budaya barat yang masuk di Indonesia. Budaya
yang masuk tersebut dinilai sebagai contoh kebiasaan yang baru dan baik di mata generasi
milineal saat ini.
Kemajuan teknologi juga senantiasa membawa pengaruh sosial dan budaya. Teknologi
komunikasi dapat mempengaruhi aspek sosial dan budaya suatu kelompok masyarakat seperti
dunia maya. Jika seseorang sudah merasa terlalu asyik dengan teknologi seperti dunia maya,
biasanya akan menghabiskan waktu selama berjam-jam karena hanya berinteraksi dengan teman
atau kenalan. Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi sekarang memberikan pengaruh
tersendiri pada budaya di Indonesia. Ketika teknologi semakin maju akan memunculkan maslah
terhadap kebudayaan-kebudayaan daerah yang ada di bangsa ini. Kebudayaan daerah akan
semakin mengikis sebab masyarakatnya itu sendiri yang melupakan atau tidak mengembangkan
budaya yang ada.
10
Lampiran 2
Dalam dunia perpolitikan dewasa ini, makin banyak para calon, anggota pemerintahan dan
para pejabat negara yang tidak mengamanahkan tugasnya sebagaimana mestinya. Karakter
petinggi negara kini sudah sulit dipercaya, karena dari kasus korupsi yang semakin menjadi-jadi,
dari anggaran yang tidak sampai target, dan yang paling sering adalah ketidak jujuran para
kandidat yang menggunakan politik uang dalam pemilu. Politik uang selalu ada dalam setiap
pemilu meskipun sudah diarang keberadaannya. Dari sikap karakter yang tidak jujur ini sma saja
menciptakan seorang pemimpin yang tidak bijaksana dilihat dari cara usahanya. Kejadian seperti
ini memang sudah tidak asing lagi, cara berpolitik yang tidak jujur menunjukkan bahwa tujuan
mencalonkan diri bukanlah untuk mensejahterakan masyarakat Bersama tapi mensejahterakan
diri sendiri, dengan jabatan dan gaji yang diharapkan. Bahkan kadang karena waktu pemilu
menggunakan politik uang dengan dana yang tidak sedikit. Akhirnya memberanikan diri untuk
korupsi uang public, dan mengembalikan uang yang sebelumnya digunakan dalam
memenangkan [Link] sosial dan budaya perpolitikan di Indonesia, tidak bersih dari politik
uang, kejujuran, kebijaksanaan para pemimpin. Ketinganya berdampak pada meningkatnya
jumlah korupsi.
11
Lampiran 3
Indonesia adalah negara yang didirikan dengan hebat dengan Pancasila UUD 1945, dan Bhineka
Tunggal Ika. Dimana ketiga pedoman tersebut berperan besar dalam berlangsungnya Negara
Kesatuan Republik Indonesia hingga dewasa ini. Pancasila ditawarkan Soekarno sebagai
Philosofische Grondslag (dasar, filsafat, atau jiwa). Soekarno juga mengutarakan pandangannya
bahwa dasar negara Indonesia ini haruslah ditemukan dalam lubuk hati dan jiwa bangsaIndonesia
jauh sebelum bangsa ini merdeka. Dasar pancasila terkait dengan sesuatu yang sudah Pancasila
daging dan ada dalam semua sanubari rakyat Indonesia. Pancasila sebagai dasar negara
menyangkut lima prinsip, yaitu kebangsaan Indonesia, internasionalisme (kemanusiaan),
mufakat/permusyawaratan, kesejahteraan (keadilan sosial), dan akhirnyaketuhanan. Pancasila
menjadi kekuatan Negara Indonesia dimana pancasila tidak dapat ditemukan di negara manapun
selain di Indonesia.
Namun sayangnya peran pancasila kini semakin tidak terlihat apa perannya dalam
kehidupan berbangsa dan bernegara. Sosial dan Budaya yang semakin kesini semakin luntur dan
tidak menampakkan budaya indonesia. Budaya Indonesia yang gotong royong, kehidupan sosial
yang rukun dan harmonis, dan menghargai, menghormati perbedaan yang ada. Kehidupan sosial
dan budaya sekarang ini lebih keindividualis dan kepentingan kelompok.
12
Lampiran 4
Pancasila sebagai dasar negara menyangkut lima prinsip, yaitu kebangsaan Indonesia,
internasionalisme (kemanusiaan), mufakat/permusyawaratan, kesejahteraan (keadilan sosial),
dan akhirnya ketuhanan.
Sebagai dasar negara tentunya banyak peran yang dapat kita ambil. Sila-sila dalam
pancasila mengandung makna yang sangat penting dan akan berdampak besar bagi bangsa
indonesia, jika nilai-nilai pancasila dapat diterapkan dalam kehidupan sosial budaya masyarakat
indonesia.
Pancasila dalam sosial dan budaya penerapannya dapat melalui hal sederhana, yang dapat
ditemukan di kehidupan masyarakat. misalnya dengan menghargai dan menghormati adanya
perbedaan agama, menempatkan sesama sebagai makhluk tuhan dengan segala martabat dan hak
asasi, menempatkan kepentingan umum diatas kepentingan pribadi dan golongan, menjunjung
tinggi sosial kemasyarakatan, dan sikap hidup tolong menolong, kekeluargaan, dan gotong
royong.
Dengan sosial dan budaya yang menerapkan sila dalam pancasila kita bisa mengajarkan
warga negara untuk mengenal dan berhubungan baik dengan saudara sebangsa dan setanah air,
tidak mudah terprovokasi, siap bela negara, dan ikut serta menjadi Sumber Daya Manusia yang
unggul untuk diri sendiri dan untuk Negara Indonesia.
13
14
15
16
17
18
19
20