0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
26 tayangan7 halaman

Analisis Harga Satuan Pekerjaan

Modul ini membahas analisis harga satuan pekerjaan dan rangka acuan biaya. Terdapat beberapa komponen utama dalam menentukan harga satuan pekerjaan yaitu tenaga kerja, bahan, dan alat. Harga satuan pekerjaan sangat bergantung pada spesifikasi teknis dan asumsi-asumsi teknis yang mendukung. Modul ini juga menjelaskan penggunaan harga satuan pekerjaan sebagai acuan teknis dan bagian dari dokumen kontrak unt

Diunggah oleh

Herman Syah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
26 tayangan7 halaman

Analisis Harga Satuan Pekerjaan

Modul ini membahas analisis harga satuan pekerjaan dan rangka acuan biaya. Terdapat beberapa komponen utama dalam menentukan harga satuan pekerjaan yaitu tenaga kerja, bahan, dan alat. Harga satuan pekerjaan sangat bergantung pada spesifikasi teknis dan asumsi-asumsi teknis yang mendukung. Modul ini juga menjelaskan penggunaan harga satuan pekerjaan sebagai acuan teknis dan bagian dari dokumen kontrak unt

Diunggah oleh

Herman Syah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Modul 7 Analisis Harga Satuan Pekerjaan dan RAB

Modul 7 Analisis Harga Satuan Pekerjaan dan RAB

BAB VI
PENUTUP

1.1 Simpulan

Harga satuan pekerjaan (HSP) adalah hasil perkalian koefisien dengan harga
satuan dasar (HSD)-nya. Komponen utama HSP yaitu: tenaga kerja, bahan/
material dan alat. Modul ini mengacu pada PerMen PUPR No. 28/PRT/M/2016
Tentang Pedoman AHSP Bidang PU, dan untuk memberikan pemahaman
yang lebih mendalam diberikan berbagai contoh perhitungan HSP dan HPS.

Pekerjaan dengan cara manual yang juga termasuk menggunakan peralatan


semi-mekanis, AHSP-nya menggunakan HSD dan koefisien yang telah
diketahui (given). Koefisien untuk cara manual dan semi-mekanis didapat
berdasarkan hasil penelitian secara khusus, oleh karena itu nilai koefisiennya
bersifat mutlak tidak dapat diubah-ubah. Sedangkan untuk cara mekanis, HSD
dihitung dengan analisis biaya operasi dan pemeliharaan alat, dan koefisien
dihitung dengan analisis produktivitas. Analisis HSD ini telah dibahas dalam
Modul 5: Analisis Harga Satuan Dasar dan Koefisien telah dibahas dalam
Modul 6: Analisis Koefisien

AHSP Sumber Daya Air (SDA) sangat tergantung dari kebutuhan mutu yang
disesuaikan dengan spesifikasi teknis pekerjaan, metode kerja, kondisi lokasi
pekerjaan dan berbagai aspek lainnya seperti K3 serta penanganan dampak
lingkungan yang harus dicapai. AHSP-SDA ini merupakan acuan untuk
menghitung HSP yang meliputi: biaya upah tenaga kerja dan/atau harga
bahan/material ataupun peralatan sebagai koefisien kebutuhan tenaga kerja,
bahan dan peralatan untuk satu satuan volume pekerjaan.

AHSP-SDA telah mempertimbangkan berbagai karakteristik pekerjaan SDA


yang pada umumnya berhubungan dengan air (underwater dan underground),
keterbatasan aksesibilitas ke lokasi pekerjaan, standar mutu yang khusus
(tahan asam, tahan air limbah, tahan air laut), waktu pelaksanaan pekerjaan
terkait dengan musim ataupun kondisi air di sungai (banjir), di laut (pasang
atau surut) serta ketersediaan bahan yang kurang berkualitas dan juga
penggunaan jenis material khusus dan/ atau bahan aditif.
Modul 7 Analisis Harga Satuan Pekerjaan dan RAB
Modul 7 Analisis Harga Satuan Pekerjaan dan RAB

Seperti halnya Spesifikasi Teknis, AHSP pun merupakan bagian dari dokumen
kontrak pekerjaan yang digunakan sebagai acuan teknis untuk mencapai
suatu tingkat mutu komponen pekerjaan ataupun jumlah atau volume
(kuantitas) tertentu mulai dari proses persiapan, metode pelaksanaan, bahan,
peralatan dan pengendalian mutu juga jaminan mutunya.

Sifat pekerjaan untuk pekerjaan jalan dan jembatan pada umumnya


dilaksanakan secara mekanis. Beberapa bagian pekerjaan yang
volumenya relatif sedikit, atau yang sulit dijangkau oleh peralatan berat
dilakukan secara manual dengan peralatan kecil dan tenaga manusia.

Dalam penerapannya, perhitungan harga satuan pekerjaan harus disesuaikan


dengan spesifikasi teknis yang digunakan, asumsi-asumsi yang secara teknis
mendukung proses analisis, penggunaan alat secara mekanis atau manual,
peraturan-peraturan dan ketentuan- ketentuan yang berlaku, serta
pertimbangan teknis (engineering judgment) terhadap situasi dan kondisi
lapangan setempat.

Perhitungan biaya pekerjaan untuk sektor Cipta karya pada dasarnya tidaklah
sulit, tinggal mengalikan antara kuantitas atau koefisien dengan harga satuan
pekerjaan, setelah menghitung harga satuan pekerjaan (HSP). HSP ini sangat
tergantung spesifikasi teknis yang ditentukan, misalnya menghitung beton
bertulang untuk kolom, untuk balok dan untuk slab lantai, mungkin berbeda
karena spesifikasi betonnya berbeda. Untuk kolom misal disyaratkan K250,
balok K225 dan untuk slab K200, maka hasil perhitungannya akan berbeda,
meskipun sama-sama analisis satuan harga beton. Akan tetapi pada dasarnya
perhitungan analisis harga satuan pekerjaan beton tersebut terdiri dari tiga
komponen utama, yaitu harga bahan, harga tenaga kerja atau upah kerja,
dan harga alat. Seperti disampaikan dimuka bahwa untuk pekerjaan sektor
Cipta karya ini kemungkinan harga alat tidak ada, kecuali dilaksanakan secara
mekanis

1.2 Tindak Lanjut

Dengan dipahaminya analisis harga satuan pekerjaan, para peserta diklat:

a) Dapat mengikuti diklat AHSP lanjutan


8
8 Pusat
Pusat Pendidikan
Pendidikan dan
dan Pelatihan
Pelatihan Sumber
Sumber Daya
Daya Air
Air dan
dan Konstruksi
Konstruksi
Modul 7 Analisis Harga Satuan Pekerjaan dan RAB

Modul 7 Analisis Harga Satuan Pekerjaan dan RAB

b) Untuk meningkatkan pemahaman tentang AHSP dan RAB di dalam


PerMen PUPR No. 28/PRT/M/2017 Tentang Pedoman AHSP Bidang PU,
peserta diklat dapat mengulang baca masing-masing modulnya atau
mempelajari E-Learning video secara off line dan terus berlatih analisis
produktivitas untuk menghitung koefisien dengan bantuan file Pengolah
Angka PAHSP-SDA_ver_2.1a_2017.xls.

Para peserta diklat yang telah mengikuti pelatihan AHSP ini (Cost Estimating)
agar dapat menginformasikan ilmu pengetahuan ini kepada atasan atau
mengajarkan kepada rekan kerja sebagai pengetahuan utama/penunjang
yang diharapkan dapat mendukung kinerja atau karir pegawai pada umumnya
di lingkungan kerja bidang ke-PU-an
Modul 7 Analisis Harga Satuan Pekerjaan dan RAB

Modul 7 Analisis Harga Satuan Pekerjaan dan RAB

DAFTAR PUSTAKA

Keputusan Gubernur Jawa Barat No : 910/Kep.711-org/2015 Tentang Standar Biaya


Belanja Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran 2016

Peraturan Kepala Lembaga Administrasi Negara No.5 Tahun 2009 tentang Konsep
Dasar, Kriteria, dan Prinsip Penulisan Modul Diklat

PerMen PUPR No.15/PRT/M/2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian


Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

PerMen PUPR No.28/PRT/M/2016 tentang Pedoman Analisis Harga Satuan


Pekerjaan Bidang Pekerjaan Umum

PerMen PU No. 09/PRT/M/2014 Tentang Jenis dan Tata Cara Penggunaan Peralatan
Konstruksi di PU

PerMen PU No.34/PRT/M/2006 Tentang Pedoman Pelaksanaan Sistem Pengendalian


Manajemen Jasa Pelaksanaan Konstruksi (Pemborongan) di Lingkungan
Departemen Pekerjaan Umum.

PerMen PU No.603/PRT/M/2005 Tentang Pedoman Umum Sistem Pengendalian


Manajemen Penyelenggaraan Pembangunan Prasarana dan Sarana Bidang
Pekerjaan Umum.

PerMen PU, Nomor 05/PRT/M/2014, tentang Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan


dan Kesehatan Kerja (SMK3) Konstruksi Bidang PU

PerMen PUPR No.31/PRT/M/2015 tentang Perubahan Ketiga atas PerMen PU


No.07/PRT/M/2011 tentang Standar dan Pedoman Pengadaan Pekerjaan
Konstruksi dan Jasa Konsultansi

Perpress No. 54 Tahun 2010 beserta perubahannya

PP No. 54 Tahun 2016 Tentang Perubahan Ketiga atas PP Nomor 29 Tahun 2000
tentang Penyelenggaraan Jasa Konstruksi

Surat Edaran Men PUPR No. 66/SE/M/2015 Tentang Biaya Penyelenggaraan SMK3
Konstruksi Bidang PU.

Undang-undang No. 2 Tahun 2017 Tentang Jasa Konstruksi

8
8 Pusat
Pusat Pendidikan
Pendidikan dan
dan Pelatihan
Pelatihan Sumber
Sumber Daya
Daya Air
Air dan
dan Konstruksi
Konstruksi
Modul 7 Analisis Harga Satuan Pekerjaan dan RAB

Modul 7 Analisis Harga Satuan Pekerjaan dan RAB

GLOSARIUM

1 basic price harga dasar

2 bedding lantai kerja

3 borrow area tempat bahan timbunan material berbutir


halus, seperti tanah biasa dan lempung

4 dewatering pekerjaan pengeringan

5 given diketahui

6 overhead cost Biaya tak terduga

7 quarry tempat bahan timbunan material berbutir


kasar seperti pasir dan agregat

8 work breakdown structure struktur rincian kerja


(BWS)
Modul 7 Analisis Harga Satuan Pekerjaan dan RAB

Modul 7 Analisis Harga Satuan Pekerjaan dan RAB

KUNCI JAWABAN

A. Latihan Materi Pokok 1 : Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) Umum


1. Gambarkan dan jelaskan skema Analisis Harga Satuan Pekerjaan !:

Jawaban:

Gambar II.1 Struktur Analisis Harga Satuan Pekerjaan (HSP)

Lihat Gambar diatas, Harga satuan pekerjaan (HSP) yang terdiri atas
biaya langsung dan biaya tidak langsung yang dientukan maksimum 15%
dari biaya langsung. Biaya langsung merupakan penjumlahan biaya
tenaga kerja, bahan/material dan alat. Tiga komponen biaya ini dihitung
berdasarkan harga satuan dasar (HSD) di lokasi pekerjaan.

Untuk mendapatkan HSD tenaga kerja yang mengacu kepada SK-Kepala


Daerah setempat atau juga berdasarkan hasil survei ataupun
kemungkinan untuk mendatangkan tenaga kerja dari luar daerah lokasi
pekerjaan. Selanjutnya untuk HSD bahan yang terbagi menjadi bahan jadi
yang dijual dari pabrik ataupun di toko bangunan dan ada juga bahan
baku atau material seperti pasir, batu atau agregat yang diperoleh
berdasarkan survei atau juga HSD yang ditetapkan oleh SK-Kepala
Daerah. Semua bahan-bahan ini HSD-nya ada yang sudah franco di

8
8 Pusat
Pusat Pendidikan
Pendidikan dan
dan Pelatihan
Pelatihan Sumber
Sumber Daya
Daya Air
Air dan
dan Konstruksi
Konstruksi
Modul 7 Analisis Harga Satuan Pekerjaan dan RAB

Modul 7 Analisis Harga Satuan Pekerjaan dan RAB

lokasi pekerjaan dan ada pula yang perlu dilakukan lansiran baik cara
manual ataupun mekanis/moda transportasi lain.

Untuk HSD alat bantu secara manual tidak perlu diperhitungkan lagi
dalam AHSP karena sudah termasuk dalam biaya umum, sedangkan
untuk alat yang semi-mekanis ataupun mekanis, HSD-nya ditentukan
berdasarkan biaya operasi dan pemeliharaan alatnya ataupun harga
sewa. Maka HSP adalah jumlah hasil kali HSD dengan koefisiennya
masing-masing. Dengan diketahui HSD untuk tenaga kerja dan alat
dikalikan koefisien produktivitasnya, sedangkan untuk HSD
bahan/material dikalikan koefisien kebutuhan bahan yang diperlukan.

2. Jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi Produktivitas !:

Jawaban:

a) Produktivitas baku
b) Faktor efisiensi alat
c) Waktu siklus
d) Faktor kembang susut
e) Faktor kehilangan

3. Sebutkan empat contoh pekerjaan yang memerlukan bahan, alat dan


tenaga kerja!

Jawaban:

a) Pekerjaan beton
b) Pekerjaan pasangan batu belah
c) Pekerjaan pasangan bata merah
d) Pekerjaan lantai kerja (bedding)

Anda mungkin juga menyukai