STEP ADJUSTING GEN-2
Pengetahuan umum tentang Elevator
Elevator adalah alat transportasi vertical yang digerakkan oleh motor dan dikendalikan
oleh inverter dan controller.
Komponen-komponen utama elevator adalah:
-Mesin (termasuk motor)
-Controller
-Drive (inverter)
-EI panel
-Car
-Counterweight
Meliputi: top chanel, bottom chanel, upride, platform, dinding car, pintu car, sill car
-Pintu hoistway
-Rope
-Buffer car
-Buffer counterweight
-Compensating chain (tergantung rise dan kapasitas)
1. Pastikan power sudah ada dari pihak gedung voltage 380 VAC ± 5 % , netral dan
grounding sudah ada.
2. wiring
Liat gambar wiring , bagian yang diblok artinya adalah bagian yang harus diwiring.
Wiring main line 3 phase
Wiring motor, encoder, brake, brake switch.
Wiring kabel komunikasi antara drive dan controller
Wiring kabel komunikasi antara controller dan ARD
Wiring kabel komunikasi antara controller dan EIP
Wiring kabel travelling (terminasi ) kode soket
Wiring junction box
TB : Terminal Blok
CJ : Car Junction
HJ : Hall Junction
EC : EIP to controller
D : Drive
H : Hoistway
C : Controller
Wiring safety link
Liat gambar wiring dibagian start safety chain pastikan dibagian safety chain ada
tegangan 110 VAC ( digen P.4 M. 8)
Kode safety link dan letaknya :
TES : Top Car Emergency Stop ( di T. car )
MES : Machine Emergency Stop ( di [Link] dekat machine )
EEC : Emergency Exit Switch ( di F. car )
CHS : Car Hold Switch ( di [Link] Railing )
SOS : Safety Operator Switch ( di car bawah )
OS : Governor Over Speecl Switch ( di governor )
8LS : Final LS atas ( [Link] )
7LS : Final LS bawah ( [Link] )
CBFS : Car Butter Switch ( hoistway ) di pit
RBFS : Rear Butter Switch ( [Link] ) di pit
DS : Door Switch ( di [Link] ) pintu [Link]
GS : Gate Switch ( pintu car ) pintu [Link]
ARS : Car Top Guard ( di top car )
PES 1 : Pit Emergency Stop ( di pit )
PES 2 : Pit Emergency Stop ( di pit )
GSS : Governot Tension Switch
Sebelum lift dijalankan ( slow speed ) semua device / peralatan safety harus
dipasang, apabila peralatan safety belum memungkinkan untuk dipasang maka
dilakukan langkah jumper lalu dipasang tag jumper dan kabel kuning panjang yang
resmi diberikan oleh kantor dan harus memegang safety card jumper ( atau sudah
diperbolehkan untuk jumper ).
Letak safety device
Dibawah ini adalah gambar beberapa safety device:
TES (Top car emergency switch)
EEC (emergency exit switch)
CHS (car hold switch)
7LS/8LS
DS (Door switch)
GS (Gate switch)
PES (pit emergency switch)
GSS (governor stoping switch)
3. Syarat untuk slow speed
Semua kabel dari EIP ke controller
Controller ke drive
Controller ke ARD
Mesin ke Drive / controller
Sudah diwiring dan diterminasi secara benar
Semua sirkuit safety sudah tersambung
Limit switch untuk slow down sudah tersambung 1 LS / 2 LS
Dibawah ini adalah gambar SPBC board
1. GRP : apabila led GRP menyala berarti komunikasi grouping sudah oke
2. NOR : apabila led normal manyala berarti lift dalam keadaan normal mode
3. INS : apabila led menyala berarti lift dalam keadaan inspection mode
4. ES : apabila led ES menyala berarti safety chain ada yang putus
5. DW : apabila led DW menyala berarti switch pintu hoistway semua lantai sudah
tersambung
6. DFC : apabila menyala berarti switch pintu car sudah tersambung
7. DOL : apabila led DOL menyala berarti pintu dalam keadaan full open ( normal
operation )
8. DOB : Apabila led DOB menyala berarti tombol DOB didalam car aktif / ditekan atau
sensor pintu aktif / dihalangi.
Syarat untuk slow speed led DFC, DW, INS menyala dan led ES mati
Masuk GECB – System – Status – Input – go on sampui ketemu 1 ls dan 2 ls pastikan
hurufnya kecil.
Note : Huruf besar 1 LS berarti putus / belum tersambung
Huruf kecil 1 ls & 2 ls berarti tersambung
Apabila led DFC,DW,INS sudah menyala dan led ES mati coba gerakkan car ke arah
down kira-kira ± 10 cm, habis itu coba gerakkan elevator ke arah up kira-kira ± 10 cm,
apabila elevator sudah bias bergerak kea rah up / down. Pekerjaan yang dilakukan setelah
elevator berjalan inspection :
Cek jarak sill car terhadap door lock (6 – 10 mm)
Cek kelurusan mesin
Cleaning Rail & CWT
Cek belt rope, apakah terbalik atau tidak
Cek fungsi safety block/governor
Cek jarak Run by car dan counterweight
Apabila sudah oke maka tahap selanjutnya adalah :
Set pintu car
Set kem car terhadap door lock ( pen )
Set semua pintu hoistway dan set semua jarak door lock terhadap kem car sekalian
wiring door contact
Set kem LS ( horizontal dan vertical sekalian pen harus lurus )
Set jarak LS sesuai kontrak speed dan diwiring ( lihat kontrak speed digovernoor )
Pastikan semua fixture di top car sudah dipasang
Drop kabel safety di top car dan sekalian dirapikan EEC, SOS, ARS, CHS apabila kabel
terlalu panjang maka lebih baik dipotong
Drop kabel proximity kejunction box
Drop kabel CPI ( car position indicator ) ke junction box
Drop dan wiring kabel car light dan FAN
Drop kabel emergency light, interphone dan alarm
Drop kabel safety pit dan langsung diwiring
PES 1, PES 2, governor tension (GSS) car buffer switch (untuk GEN 2 low rise tidak ada)
Wiring load sensor
Wiring RBI ( Rope Broken Indikator )
Set Rope ( Klem ujung rope ke RBI )
( Pasang device ke ujung timbul Rope )
Tes semua fungsi safety
OS, Door Contact, Gate swich, EEC, SOS, PET 1, PET 2, GSS, TES, MES, ARS, CHS, CBFS
Set proximity pastika jarak sesuai dengan buku panduan dan sekalian di pen
Leveling tiap lantai ( sekalian pen broket vone )
Buat data depnaker
4. Wiring door motor & door operator
Contoh gambar untuk door operator:
Learn run door operator
DOOR OPERATOR
Untuk elevator jenis baru (menggunakan GECB & drive REGEN) door motor yang dipakai
pada umumnya NGSOK dan DO 3000
- NGSOK
Wiring dan manual book sudah dikirim dari pabrik, adapun hal-hal yang perlu
diperhatikan pada saat proses install/learn run door operator:
[Link] wiring sesuai dengan pabrik (jenis soket & urutan pin soket)
[Link] power diterminasi ke door motor terlebih dahulu cek tegangan, apakah
voltage sudah sesuai dengan yang dibutuhkan, hal ini dilakukan untuk menghindari
kerusakan pada door motor
[Link] car level dengan pintu hoistway, hal ini bertujuan agar saat proses learn
run torque pintu dapat terbaca ole door operator.
[Link] service tool, untuk memunculkan menu set up tekan shift 7
[Link] input
Agar door operator dapat di learn run input
-st1,st2 kecil dan ST3 besar
-pastikan led ES mati
-masuk menu INST dan ikuti langkahnya
-masuk menu learn dan ikuti langkahnya
5. Proses normal mode (GECB )
-GECB
Cek input 1 TH, 2 TH
- 1TH : input RBI
- 2TH : input motor thermal
Isi parameter
GECB – System – Set Up – Install – System
Top : Isikan sesuai jumlah lantai
( perhitungan dimulai dari 0 contoh : 6 lantai top diisi 5 )
Isi parameter TCI dan cek inputnya GECB – System – Status – Input – Go on – TCL
Putar switch TOCI kearah INS dan liat input TCI harusnya besar
Putar switch TOCI kearah NOR dan lihat input TCI harusnya kecil
-DRIVE
Drive – set up – contract
Number of DZ diisi sesuai jumlah lantai ( perhitungan dimulai dari 1 contoh : jumlah
lantai 6 maka number of DZ diisi 6 )
Untuk parameter yang lain lihat bagan dibawah ini :
6. Load Sensor Learn
Apabila load weigh type diisi 2 maka otomatis maka otomatis saat learn run akan
terkalibrasi.
Note : saat learn run jangan sampai ada beban / barang di car maupun di top car karena
akan menganggu validasi kalibrasi load car.
7. Balancing
1. Masukkan beban 47% dari kapasitas
2. Masuk menu Drive – Monitor – Motor - Arms. Pastikan saat naik / turun car berpapasan
atau ketemu dengan counterweight amperenya sama dan tidak boleh selisih lebih dari
0,3A karena hal ini akan berpengaruh pada start dan stop elevator
3. catat nilai ampere saat start, jalan dan stop untuk pengisian data depnaker.
4. cat filrerweight dengan warna kuning.
8. Text fixture lift
Yang dimaksud fixture elevator adalah kelengkapan dari system elevator antara lain
: ARD, Interphone, Hall Button, Fire System, Parking Switch, Independen Switch, Attendant
Switch, Sensor pintu.
1. ARD ( Automatic Rescue Device )
Pastikan semua wiring ARD dan Sound box komplit sebelum dijalankan baik Slow
Speed atau Normal Speed
Texr ARD :
Pastikan dua breaker didalam ARD pada posisi ON / naik
Pastikan switch ARD pada posisi ON ( posisi disamping atas ARD warna hitam )
Jalankan elevator pada lanta tertentu, saat proses elevator jalan, matikan MCB
utama
Pastikan sound box berbunyi dan elevator berjalan kelantai terdekat dan pintu
membuka
Set lantai ARD
Colok service tool dibagian kiri atas
Untuk mengisi data tekan switch hitam kearah bawah sampai led indicator mati.
2. Interphone
Ada 4 bagian :
1. Top car
2. Bawah car
3. EI panel
4. Ruang server / ruang security
Hall button
Pastikan tiap hall button addres / dip switch sudah disetting sesuai dengan yang
diisikan di parameter
Pastikan sumber tegangan RSL dari hall button sudah benar
Pin 1. – 0,4 VDC DL 1
2. +0,4 VDC DL 2
3. RTN / OV RTN
4. 24 VDC VCC
3. Fire switch
Pastikan switch fire sudah dipasang dengan benar
Pastikan fire sudah diwiring dan address di RS sudah sesuai dengan address
diparameter lihat i/o 16 : EFK.
4. Parking switch
Pastikan sumber tegangan RSL sudah benar
Address di parking switch tidak dapat dirubah karena dari pabrik sudah ditentukan
address 60 1 lihat i/o 11 : PKS
5. Independent Switch
Ada 2 macam letak independent switch tergantung kontrak eksterior lihat gambar
Cek i/o 4 : ISS
Pastikan semua kabel dari COP (Car Operation Panel ) sudah diterminasi di junction
box
6. Attendant Switch
Ada 2 macam letak attendant switch tergantung kontrak eksterior elevator lihat
gambar dibawah ini :
Cek i/o 548 : ATK
Pastikan semua kabel dari COP sudah diterminasi di junction box
[Link] pintu
Sensor pintu (CEDES infrared)
Untuk elevator unit baru saat ini, sensor pintu yang sering digunakan adalah jenis
CEDES infrared
Pastikan sensor pintu sudah dipasang di pintu car letaknya benar dan tegak lurus
Pastikan wiring dan voltage sudah benar
Cek i/o 607 : LRD
Saat dihalangi led indikator warna orange menyala atau tidak
Cek input GECB – System – Status – Input – Go on – LRD saat dihalangi atau sensor
aktif input LRD hurufnya besar
Hal-hal yang perlu diperhatikan setelah elevator normal :
Cek speed pastikan sama dengan dikontrak
Pastikan data cek list 100% sudah dibuat
Buffer car dan counterweight sudah diuji kekuatannya C car diisi beban penuh dan
diinspection sampai tatakan buffer di bottom chanel mengenai buffer.
Note :
Untuk buffer jenis hidrolik tes buffer sampai piston turun maximum dan untuk
buffer jenis rubber pastikan rubber tergencet penuh hal ini dilakukan bertujuan
untuk menguji kekuatan buffer
Apabila buffer dilengkapi switch pastikan switch buffer berfungsi
Pastikan semua parameter sesuai kontrak cara learn run : posisikan elevator
dilantai bawah. Drive – Landing – Learn – Enter.
Car berjalan kearah turun untuk mencari posisi bottom landing ( find bottom LDG )
Apabila LS sudah aktif dan sudah level ( Led DZ menyala ) maka di service tool
muncul ( bottom LDG, star learn y = 1 / N =0 ) Ketik 1 kemudian car bergerak ke
atas
Apabila car sudah level di lantai paling atas dan 2 ls aktif muncul : (TABLE STORED
IN E2PROM ) ketik Go On
Apabila parameter load weight type diisi 2 artinya elevator menggunakan hitch load
weight atau sensor di rope seterti gambar dibawah ini :
Habis (Bottom LDG start learn Y = 1 / N = 0) diservis tool muncul LW calibrate Y :
1 / N : 0 ) ketik 1 artinya system akan mengkalibrasi sensor beban dan saat elevator
sudah dilantai atau habis (TABLE STORED IN EZPROM ) diservice tool muncul ( LW
calibrate done ) ketik go on.
Trouble yang mungkin muncul pada saat learn run :
Drive Not in Can → cek parameter di drive – set up – contract – insterface type diisi 1
Drive not ready → drive belum siap untuk jalan cek drive
Sign Noise/Bounce → cek sinyal 1 LV, 2 LV, UIS, DIS : drive – monitor – discrete – go on
UIS 1 LV 2LV DIS sebelum terhalang bendra inputnyao\0 dan setelah terhalang bendera
inputnya 1
PRS _ SIG ! = J VANE → cek input seperti step diatas
TRANSITN OVERDUE → cek jarak proximity seperti gambar dibawah ini
INVAL PRS SIGNAL COMBI → cek combinasi proximity
UIS
1LV
2LV urutan yang benar
DIS
1 LS : ON → OFF → ON → cek jarak roller LS terhadap kem LS (7-8 mm) dan cek
kelurusan kem LS
1LS/2LS Overlap → cek konektivitasa 1 ls dan 2 ls karena input 1 LS dan 2 LS sama-
sama aktif ( besar semua )
LR ABORTED by ERD/TCI → cek input TCL dan nektivitas switch TOCI
Setelah ELEVATOR sukses di learn run masih ada 1 tahap lagi untuk normal yaitu DCS
RUN :
Posisikan elevator level dilantai paling bawah dengan cara : Drive – landing – find
bottom LDG, Setelah itu : GECB - system - DCS RUN
Pintu lantai paling bawah akan buka tutup selanjutnya elevator bergerak ke lantai
berikutnya dan seterusnya sampai lantai paling atas
Note : Saat proses DCS RUN pastikan dalam car dipasang barricade dan lampu car
dimatikan, hal ini dilakukan untuk menghindari agar orang tidak masuk kedalam
car.
*Buku ini masih sangat banyak kekurangan, mohon koreksi dan masukan.
Untuk penyempurnaannya akan ada edisi kedua dalam waktu yang akan datang
BUKU PANDUAN
STEP ADJUSTING GEN-2
Ditulis oleh : Andhi Pujiatmoko