0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
28 tayangan54 halaman

Stabilitas Krim Antioksidan Sari Dengen

Karya tulis ini membahas tentang formulasi dan uji stabilitas krim antioksidan dari sari buah Dengen. Tiga formula krim dibuat dengan variasi jumlah emulgator. Krim diuji stabilitasnya secara fisik sebelum dan sesudah penyimpanan. Hasilnya menunjukkan ketiga formula krim stabil dan memenuhi syarat mutu fisik.

Diunggah oleh

Sri Rahayu Ekaputri
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
28 tayangan54 halaman

Stabilitas Krim Antioksidan Sari Dengen

Karya tulis ini membahas tentang formulasi dan uji stabilitas krim antioksidan dari sari buah Dengen. Tiga formula krim dibuat dengan variasi jumlah emulgator. Krim diuji stabilitasnya secara fisik sebelum dan sesudah penyimpanan. Hasilnya menunjukkan ketiga formula krim stabil dan memenuhi syarat mutu fisik.

Diunggah oleh

Sri Rahayu Ekaputri
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

i

FORMULASI DAN UJI STABILITAS KRIM ANTIOKSIDAN


SARI BUAH DENGEN (Dillenia serrata )

Oleh :

RUSLAN SAFRI
PO.[Link].1.084

POLTEKKES KEMENKES MAKASSAR


JURUSAN FARMASI
PROGRAM STUDI D-3 FARMASI
2019

i
FORMULASI DAN UJI STABILITAS KRIM ANTIOKSIDAN
SARI BUAH DENGEN (Dillenia serrata L )

Karya Tulis Ilmiah Diajukan Untuk Memenuhi Syarat


Dalam menyelesaikan Tugas Akhir Program
Pendidikan Ahli Madya Farmasi

Oleh :

RUSLAN SAFRI
PO.[Link].1.084

POLTEKKES KEMENKES MAKASSAR


JURUSAN FARMASI
PROGRAM STUDI D-3 FARMASI
2019

ii
LEMBAR PENGESAHAN
KARYA TULIS ILMIAH

FORMULASI DAN UJI STABILITAS KRIM ANTIOKSIDAN


SARI BUAH DENGEN (Dillenia serrata L )

Oleh :
RUSLAN SAFRI
PO.[Link].1.086

Menyetujui,

Pembimbing Pertama, Pembimbing Kedua,

Santi Sinala,[Link].,[Link].,Apt Ida Adhayanti,[Link].,[Link].,Apt


NIP. 19830928 200812 1 001 NIP. 19840829 200801 2 005

Mengetahui,

Ketua Jurusan Farmasi Poltekkes Makassar,

Drs. H. Ismail Ibrahim,[Link].,Apt


NIP. 19650224 199203 1 002

iii
LEMBAR PENGESAHAN TIM PENGUJI

Karya Tulis Ilmiah Ini Dipertahankan Dihadapan Tim Penguji Karya Tulis Ilmiah
Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Makassar
Pada Tanggal 25 Juli 2019

Tim Penguji Tanda Tangan

1. Drs. Jumain, [Link].,Apt (Ketua) (_____________)

2. Ida Adhayanti,[Link].,[Link].,Apt (Anggota) (_____________)

3. Linda Yoshina,[Link] (Anggota) (_____________)

Mengetahui,

Ketua Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Makassar

Drs. H. Ismail Ibrahim,[Link].,Apt


NIP. 19650224 199203 1 002

iv
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah Subhana

wata’ala karena berkat limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat

menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah dengan judul “Formulasi dan Uji Stabilitas

Krim Antioksidan Sari Buah Dengen (Dillenia serrata )”sebagai salah satu syarat

dalam menyelesaikan studi di Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Makassar.

Tak lupa pula penulis kirimkan shalawat serta salam kepada baginda Rasulullah

Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang telah membimbing kita keluar dari masa

jahiliyah menuju alam yang terang benderang.

Melalui karya tulis ilmiah ini perkenankan sya menyampaikan rasa hormat

dan terima kasih saya yang sebesar besarnya untuk kedua orang tua tercinta

Ayahanda [Link] Rahman dan Ibunda [Link] Risal atas segala kasih

sayang, dukungan, pengorbanan serta doa yang tiada henti-hentinya diberikan

selama penulis menempuh masa pendidikan, juga kepada adik-adikku tersayang

Mutmainna Safri,Abida Faizah dan Safwan Khaerullah yang selalu menjadi

penyemangat bagi penulis, serta untuk keluarga besar penulis ucapkan banyak

terima kasih atas segala dukungan dan perhatiannya.

Dalam proses ini tidak sedikit mendapat hambatan namun berkat usaha

maksimal saya serta penyertaan-Nya dan dorongan pembimbing,maka penelitian

ini dapat di [Link] itu saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-

besarnya kepada Ibu Santi Sinala,[Link].,[Link].,Apt selaku pembimbing pertama

v
dan Ibu Ida Adhayanti,[Link].,[Link].,Apt selaku pembimbing kedua,atas segala

pengorbanan waktu, tenaga, dan pikirannya selama proses penyelesaian tugas

akhir ini.

Saya menyadari bahwa, tanpa bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak, dari

masa perkuliahan sampai pada penyusunan Karya Tulis Ilmiah ini, sangatlah sulit

bagi saya untuk menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah ini. Oleh karena itu, saya

mengucapkan terimakasih kepada :

1. Bapak Ir. H. Agustian Ipa,SKM.,[Link] selaku direktur Poltekkes

Kemenkes Makassar yang telah memberikan kesempatan kepada penulis

untuk mengikuti pendidikan di Poltekkes Kemenkes Makassar

2. Bapak Drs. H. Ismail Ibrahim,[Link].,Apt selaku Ketua Jurusan Farmasi

Poltekkes Kemenkes Makassar ata kesempatan yang diberikan kepada penulis

menjadi mahasiswa Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Makassar

3. Bapak Raimundus Chaliks, [Link]., [Link]., Apt selaku Ketua Program Studi

D3 Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Makassar.

4. Bapak [Link],[Link].,Apt selaku pembimbing akademik yang

senantiasa memberikan bimbingan dan arahan selama penulis menuntut ilmu

di Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Makassar

5. Bapak dan Ibu Dosen serta Staf tata usaha dan laboran Jurusan Farmasi

Poltekkes Kemenkes Makassar yang telah membantu, memberikan motivasi,

dan arahan selama mengikuti pendidikan.

vi
6. Sahabat tercinta saya, Iyut prastiwi, Riska Astuti Sahran, Asri Fajriana,

[Link] Hadi, Andi Sudirman dan Hardianti yang selalu beraa di

samping saya saat senang dan susah,selalu memberikan semangat,Motivasi

dan dukungan sejak menjadi mahasiswa baru hingga pada titik ini.

7. Teman-teman HMJ FARMASI PKM, Wisma Annisa dan Pondok Wanca

yang menjadi keluarga dan penyemangat saya selama berada di tanah rantau.

8. Teman-teman seperjuangan Elixir16 serta adik-adik Refluks17 Jurusan

Farmasi Poltekkes Kemenkes Makassar angkatan 2016 dan 2017.

Akhir kata, saya berharap Allah Subhana wata’ala berkenan membalas

segala kebaikan semua pihak yang telah membantu. Penulis menyadari masih

banyak kekurangan dan kesalahan dalam Karya Tulis Ilmiah ini yang tidak lepas

dari keterbatasan dan kekurangan yang dimiliki penulis dalam menuangkan ide-

ide. Oleh karena itu, saran dan masukan dari pembaca senantiasa penulis harapkan

untuk memperbaiki Karya Tulis Ilmiah ini. Semoga Karya Tulis Ilmiah ini

membawa manfaat bagi pengembangan ilmu.

Makassar, 10 Juli 2018

Penulis

vii
PERNYATAAN KEASLIAN

KARYA TULIS ILMIAH

Yang bertandatangan di bawah ini :

Nama : RUSLAN SAFRI

Nim : PO.[Link].1.084

Menyatakan dengan sebenarnya bahwa karya tulis ilmiah yang saya tulis ini

benar-benar merupakan hasil karya saya sendiri, bukan merupakan hasil karya

sendiri, bukan merupakan pemngambilalihan tulisan atau pemikiran orang lain.

Apabila dikemudian hari terbukti bahwa sebagian keseluruhan karya tulisi lmiah

ini merupakan hasil karya orang lain, maka saya bersedia

mempertanggungjawabkan sekaligus bersedia menerima sanksi yang seberat-

beratnya atas perbuatan tidak terpuji tersebut.

Demikian pernyataan ini saya buat dalam keadaan sadar dan tanpa ada paksaan

samasekali.

Makassar, 10 Juli 2019

Yang membuat pernyataan,

Ruslan Safri

viii
ABSTRAK

Tanaman Dengen hidupnya tumbuh liar di hutan dan diketahui memiliki banyak
manfaat, dibuktikan dari penelitian sebelumnya bahwa daya aktifitas antioksidan
buah ini sangat kuat. Berdasarkan metode DPPH menunjukkan aktivitas
antioksidan fraksi air lebih kuat dibandingkan fraksi etil asetat, fraksi heksan dan
ekstrak etanol buah Dengen. Melihat potensi aktifitas antioksidan yang dimiliki
buah Dengen sehingga diformulasikan dalam sediaan krim. Penelitian ini
bertujuan untuk membuat sediaan krim antioksidan sari buah Dengen serta
menguji stabilitas mutu fisik sediaan. Metode pengerjaan sari buahnya dibuat
dengan cara dijuicer yang selanjutnya di freeze dry untuk menghasilkan serbuk
yang bebas dari kandungan air. Formulasi sediaan krim antioksidan sari Dengen
dibuat dengan membedakan jumlah emulgator dari tiga formula yang akan dibuat.
Pengujian stabilitas dilakukan sebelum dan sesudah uji kestabilan mutu fisik yang
meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH dan uji viskositas. Berdasarkan hasil
penelitian, krim antioksidan sari buah Dengen dengan tiga formula yang
dihasilkan stabil dan memenuhi syarat mutu fisik.

Kata kunci: Krim Antioksidan, Mutu Fisik, Sari Buah Dengen, dan Stabilitas.

ix
DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL............................................................................... i

HALAMAN PRASYARAT....................................................................... ii

LEMBAR PENGESAHAN....................................................................... iii

LEMBAR PENGESAHAN TIM PENGUJI............................................ iv

KATA PENGANTAR................................................................................ v

PERNYATAAN KEASLIAN.................................................................... viii

ABSTRAK.................................................................................................. ix

DAFTAR ISI............................................................................................... x

DAFTAR TABEL...................................................................................... xii

DAFTAR LAMPIRAN.............................................................................. xiii

BAB I. PENDAHULUAN..................................................................... 1

A. Latar belakang................................................................ 1

B. Rumusan Masalah.......................................................... 3

C. Tujuan penelitian............................................................ 3

D. Manfaat Penelitian......................................................... 3

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA........................................................... 4

A. Uraian Tanaman................................................................... 4

B. Kulit ..................................................................................... 7

C. Sediaan Krim ....................................................................... 13

D. Antioksidan ........................................................................ 15

x
BAB III. METODE PENELITIAN........................................................ 20

A. Jenis Penelitian 20

B. Tempat dan Waktu

Penelitian 20

C. Teknik Pengumpulan

14

D. Pengolahan Sampel

14

E. Alat dan Bahan 15

F. Prosedur Kerja 15

BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN................................................ 25

A. Hasil Penelitian.................................................................... 25

B. Pembahasan.......................................................................... 26

BAB V. PENUTUP................................................................................. 30

A. Kesimpulan.......................................................................... 30

B. Saran..................................................................................... 30

DAFTAR PUSTAKA................................................................................. 31

LAMPIRAN................................................................................................ 33

xi
DAFTAR TABEL

Tabel. 1 Hasil Uji Organoleptis Sediaan Krim Antioksidan Sari Buah


Dengen (Dillenia serrata L) ......................................................25

Tabel 2 Hasil Pengamatan Homogenits Sediaan Krim Antioksidan Sari


Buah Dengen (Dillenia serrata L)..............................................25

Tabel 3 Hasil Pemeriksaan pH Sediaan Krim Antioksidan Sari Buah


Dengen (Dillenia serrata L).......................................................26

Tabel. 4 Hasil Pengukuran Viskositas Sediaan Krim Antioksidan Sari


Buah Dengen (Dillenia serrata L).............................................26

xii
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran I. Skema Kerja....................................................................................33

Lampiran II. Dokumentasi Penelitian..................................................................34

xiii
xiv
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Sulawesi merupakan pulau yang memiliki banyak keanekaragaman

flora dan fauna terlebih jenis-jenis tumbuhannya salah satunya buah Dengen

(Dillenia serrata L) yang banyak ditemukan di Sulawesi selatan dan Sulawesi

tengah yang tersebar luas dikedua provinsi tersebut. Tanaman Dengen ini

hidupnya tumbuh dengan liar di hutan dan di halaman rumah masyarakat.

Buah ini memiliki ciri khas yang terletak pada rasanya yang asam, dari

rasanya yang asam dan warnanya yang kuning seperti jeruk buah ini

mengandung vitamin C lebih dari 84% yang artinya baik dikonsumsi oleh

tubuh. Dengen ini adalah buah yang cepat busuk apabila di biarkan lama di

udara bebas. (Ilma,N 2012).

Tanaman Dengen ini bermanfaat sebagai pengawet bahan makanan

alami, buah Dengen juga dapat dimakan langsung biasa juga diolah menjadi

jus, acar, asinan, manisan dan sirup (Hasniarti., 2012). Elsiana Kala 2013

sudah melakukan penelitian dan pengujian aktitas ekstak etanol dari beberapa

fraksi ekstrak, etanol buah Dengen di peroleh nilai IC50 berkisar antara

36,14 ppm - 78,34 dari hasil ini dapat disimpulkan daya aktifitas

antioksidannya sangat kuat. Aktivitas antioksidan yang ditentukan

berdasarkan metode DPPH menunjukkan bahwa ekstrak etanol buah dengen,

fraksi air, fraksi etil asetat dan fraksi heksan memiliki aktivitas sebagai

1
2

antioksidan dengan nilai IC50 berturut-turut 200,9 ppm, 103 ppm, 108,4 ppm

dan 135,2 µg/ml Aktivitas antioksidan fraksi air lebih kuat dibandingkan

fraksi etil asetat, fraksi heksan dan ekstrak etanol buah dengen namun masih

lebih rendah dibandingkan vitamin C yang memiliki nilai IC50 sebesar 2,76

µg/ml (Reni S.,2015). Antioksidan sangat penting untuk kesehatan dan

kecantikan kulit. Pada bidang kesehatan dan kecantikan, antioksidan

berfungsi untuk mencegah penyakit kanker dan tumor, penyempitan

pembuluh darah, penuaan dini, dan lain-lain (Tamat., et al. 2007) Antioksidan

juga mampu menghambat reaksi oksidasi dengan cara mengikat radikal bebas

dan molekul yang sangat reaktif sehingga kerusakan sel dapat dicegah. Reaksi

oksidasi dengan radikal bebas sering terjadi pada molekul protein, asam

nukleat, lipid dan polisakarida (Winarsi, 2007).

Krim adalah suatu sediaan yang digunakan secara topical,krim juga

merupakan emulsi semipadat kental untuk pemakaian luar. Krim juga terbagi

atas dua tipe yaitu tipe air dalam minyak (A/M) dan minyak dalam air

(M/A).Tipe A/M memiliki basis-basis yang bersifat emolien yang baik

sedangkan tipe M/Ayang basisnya paling baik di gunakan untuk mempercepat

penetrasi dan absorbsi obat. Krim adalah sediaan farmasi yang biasa di

gunakan secara topikal dan krim juga berfungsi sebagai pembawa zat aktif

obat utnuk pengobatan kulit dan juga sebagai pelumas untuk merangsang

kulit. Krim juga lebih mudah di bersihkan dari pada sediaan salep. Krim

apabila dioleskan ke kulit memberikan perasaan sejuk karena krim


3

merupakan sediaan yang banyak mengandung air, sediaan ini juga lebih

mudah dibersihkan. (Virginia,P.2014).

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan dari latar belakang rumusan masalah dalam penelitian ini

adalah bagaimana kestabilan formulasi sediaan krim yang dibuat dari sari

Dengen (Dillenia serrata L).

C. Tujuan Penelitian

1. Untuk mengetahui cara pembuatan formulasi sediaan krim yang dibuat

dari sari Dengen (Dillenia serrata L).

2. Untuk mengetahui stabilitas dari sediaan krim yang dibuat dari sari

Dengen (Dillenia serrata L).

D. Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat berperan dalam memberikan

kontribusi di bidang farmasi khususnya bagi mahasiswa farmasi dan peneliti

dalam ruang lingkup formulasi sediaan krim serta memberikan sumbangsih

kepada masyarakat dalam menyediakan sediaan krim murah dan sehat. Selain

itu penelitian ini diharapkan bisa menjadi bahan referensi untuk masyarakat

dan penelitian selanjutnya.


BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Uraian Tanaman

1. Deskripsi Tanaman Dengen (Dillenia serrata L)

Dengen merupakan tanaman yang banyak tumbuh di daerah tropis

dan sekitarnya. Tingginya mencapai 20 m, sedangkan diameter batang

mencapai 40 cm. Tingkat pertumbuhan rata–rata per tahun dapat

mencapai 1 m. Memiliki cabang yang menyebar dengan ketinggian

sedikit di atas permukaan tanah. Daun yang sudah tua berukuran agak

lebar dan memanjang. Lebar daun dapat mencapai 30 cm dengan panjang

mencapai 35 cm. Memiliki urat daun yang cukup banyak. Daun berkilat

berwarna hijau tua di bagian atasnya dan berwarna hijau yang lebih muda

di bagian bawahnya. Daun memiliki gerigi di tepinya dan runcing pada

bagian ujung. Daun yang masih muda berwarna merah karena adanya

pigmen anthocyanin dan flavonoid (Hasniarti.,2012).

Gambar buah Dengen (Dillenia serrata L.)

4
5

2. Nama Daerah Tanaman Dengen (Dillenia serrate L.)

1. Bugis : Dengen

2. Sunda : Dengen , simpur

3. Jawa : Junti

4. Mori : Songi

5. Inggris : Chulta, Hondapara Tree, Elephant-Apple, Matad

6. India : Chalta, Karambe

7. Portugis : Árvore-DaPataca, Árvore-Do-Dinheiro

Dengen termasuk tumbuhan endemik yang berasal dari Sulawesi

Selatan. Ciri khas dari buah tersebut berbentuk mahkota berwarna

kuning, setengah mirip telinga bila di belah dengan helaian buahnya

(Ilma,N.2012).

3. Kandungan Dengen (Dillenia serrata L.)

Kandungan utama dalam buah Dengen mengandung vitamin C

lebih dari 84% yang baik dikonsumsi oleh tubuh. Dengen ini adalah

tumbuhan dengan masa simpannya relatif pendek.

Buah Dengen ini mengandung asam sitrat yang sangat tinggi,

sehingga rasanya masam sekali. Secara kimia, apabila buah ini

dihancurkan dan dicampur dengan air, maka asam tersebut akan

terionisasi menjadi ion hidrogen dan ion sisa asamnya bermuatan negatif

(Hasrianti, 2012).

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Ilmiati Illing 2017,

menyatakan bahwa uji fitokimia sari Buah Dengen mengandung


6

senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, polifenol dan triterpenoid.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Reny syahruni 2015,

skrining komponen kimia sari buah Dengen mengandung tanin, saponin

dan flavonoid. Kadar flavonoid total berdasarkan nilai kesetaraan rutin

15,25 µg/ml. diperoleh sebesar 3,05 %. Aktivitas antioksidan ditunjukkan

oleh sari buah Dengen , fraksi air, fraksi etil asetat dan fraksi heksan.

Aktivitas antioksidan fraksi air lebih kuat dibandingkan fraksi etil asetat,

fraksi heksan dan sari buah Dengen . Berdasarkan penelitian yang

dilakukan oleh Irnawati et al., menyatakan bahwa vitamin C dalam buah

Dengen memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat yang ditunjukkan

dengan nilai IC50 24,63 mg/L.

4. Klasifikasi Tanaman Dengen (Dillenia serrata L)

Sistematika penamaan tanaman Dengen (Dillenia serrate

L.)adalah sebagai berikut:

Regnum : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Sub Divisi : Angiospermae

Kelas : Dicotyledoneae

Subkelas : Dialypetalae

Ordo : Guttiferales
Famili : Dilleniaceae

Genus : Dillenia

Spesies : Dillenia serrata Linn


(Citrosupomo., 2010)
7

B. Kulit

Kulit merupakan “selimut” yang menutupi permukaan tubuh dan

memiliki fungsi utama sebagai pelindung dari berbagai macam gangguan

dan rangsangan luar. Fungsi perlindungan ini terjadi melalui sejumlah

mekanisme biologis, seperti pembentukan lapisan tanduk secara terus

menerus (keratinisasi dan pelepasan selsel yang sudah mati), respirasi

dan pengaturan suhu tubuh, produksi sebum dan keringat, dan

pembentukan pigmen melanin untuk melindungi kulit dari bahaya sinar

ultraviolet matahari, sebagai peraba dan perasa, serta pertahanan terhadap

tekanan dan infeksi dari luar (Tranggono dan Latifah, 2007).

Kulit adalah organ tubuh yang pertama kali terkena polusi oleh zat

yang terdapat di lingkungan hidup kita, termasuk jasad renik (mikroba)

yang tumbuh dan hidup di lingkungan kita. Kulit adalah organ tubuh

yang terletak paling luar dan membatasinya dari lingkungan hidup

manusia. Luas kulit orang dewasa sekitar 1,5 m2 dengan berat kira-kira

15% berat badan.

1. Fungsi kulit

Kulit melindungi bagian dalam tubuh manusia terhadap gangguan

fisik maupun mekanik, misalnya tekanan, gesekan, tarikan, gangguan

kimiawi, seperti zat-zat kimia iritan (lisol, karbol, asam atau basa kuat

lainnya), gangguan panas atau dingin, gangguan sinar radiasi atau sinar
8

ultraviolet, gangguan kuman, jamur, bakteri atau virus (Wasiaatmaja,

1997).

Gangguan fisik dan mekanik ditanggulangi dengan adanya

bantalan lemak subkutis, tebalnya lapisan kulit dan serabut penunjang

yang berfungsi sebagai pelindung bagian luar tubuh. Gangguan sinar

ultraviolet diatasi oleh sel melanin yang menyerap sebagian sinar

tersebut. Gangguan kimiawi ditanggulangi dengan adanya lemak

permukaan kulit yang berasal dari kelenjar palit kulit (Wasiaatmaja,

1997). Permukaan kulit mempunyai keasaman (pH) tertentu yang

berkisar antara 4,5-6,0 yang dibentuk oleh asam lemak permukaan kulit

yang berasal dari sebum,

keringat, sel tanduk yang lepas, dan kotoran yang melekat pada

kulit. Tingkat keasaman itu dapat mengurangi atau mengendalikan

berkembang biaknya berbagai jasad renik. Kulit sebagai organ tubuh

yang paling penting mempunyai fungsi sebagai berikut:

a. Pelindung / proteksi

Serat elastis dari dermis dan jaringan lemak subkutan berfungsi

untuk mencegah gangguan mekanis eksternal diteruskan secara

langsung ke bagian dalam tubuh. Kulit memiliki kapasitas

penetralisir alkali dan permukaan kulit dijaga tetap pada pH asam

lemah untuk perlindungan dari racun kimia. Pigmen melanin

mengabsorpsi dan melindungi tubuh dari bahaya radiasi UV

(Mitsui, 1997).
9

b. Pengaturan suhu tubuh / termoregulasi

Kulit mengatur suhu tubuh dengan mengubah jumlah aliran darah

melalui kulit dengan dilatasi dan kontriksi kapiler darah kulit dan

dengan penguapan uap air (Mitsui, 1997).

c. Persepsi panca indera

Kulit merasakan perubahan pada lingkungan eksternal dan

bertanggungjawab untuk sensasi kulit. Kulit memiliki berbagai

reseptor sehingga dapat merasakan tekanan, sentuhan, suhu, dan

nyeri (Mitsui, 1997).

d. Penyerapan /absorpsi

Berbagai senyawa diabsorpsi melalui kulit ke dalam tubuh. Ada

dua jalur absorpsi, satu melalui epidermis, dan yang lainnya

melalui kelenjar sebaseus pada folikel rambut. Senyawa larut air

tidak mudah diabsorpsi melalui kulit karena adanya sawar

(barrier) terhadap senyawa larut air yang dibentuk oleh lapisan

tanduk (Mitsui, 1997).

e. Fungsi Lain

Kulit menunjukkan keadaan emosional, seperti memerah dan

ketakutan (pucat dan bulu kuduk berdiri tegak), dan digambarkan

sebagai organ yang menunjukkan emosi. Kulit juga mensintesis

vitamin D dengan bantuan sinar UV terhadap prekursor vitamin D

dalam kulit (Mitsui, 1997).


10

2. Struktur kulit

Kulit terdiri dari tiga lapisan jaringan yang mempunyai fungsi berbeda.

Ketiga lapisan tersebut yaitu: lapisan epidermis, lapisan dermis dan

lapisan hipodermis (subkutan).

a. Lapisan epidermis (kutikel)

Lapisan ini terletak paling atas, tahan akan air, tipis dan sebagian

besar terdiri dari sel-sel mati. Lapisan ini terdiri dari lima lapisan sel

yaitu:

1) Lapisan tanduk (stratum korneum)

Adalah lapisan yang paling luar dan terdiri dari beberapa sel-

sel gepeng yang mati, tidak berinti dan protoplasmanya telah

berubah menjadi keratin (zat tanduk).

2) Lapisan rintangan (stratum lusidum)

Terdapat dibawah lapisan tanduk, merupakan lapisan sel-sel

gepeng tanpa inti dengan protoplasma yang berubah menjadi

protein yang disebut eleidin. Lapisan tersebut tampak jelas di

telapak tangan dan kaki.

3) Lapisan butir (stratum granulosum)

Merupakan 2 atau 3 lapis sel-sel gepeng dengan sitoplasma

berbutir kasar dan terdapat inti diantaranya.

4) Lapisan tajuk (stratum spinosum)

Terdiri atas beberapa lapis sel yang berbentuk poligonal yang

besarnya berbeda-beda karena adanya proses mitosis.


11

5) Lapisan tunas (stratum basale)

Terdiri atas sel-sel berbentuk kubus yang tersusun vertikal

pada pembatasan dermo-epidermal berbasis seperti pagar

(palisade). Lapisan tuna juga termasuk sel-sel yang disebut

melanocytes, yaitu sel-sel yang memproduksi pigmen

melanin.

b. Lapisan dermis

Merupakan lapisan dibawah epidermis yang jauh lebih tebal dari

pada epidermis. Lapisan ini terdiri atas lapisan elastis dan fibrosa

dengan elemenelemen selular dan folikel rambut. Secara garis besar

dibagi menjadi 2 bagian:

- Pars papilare, yaitu bagian yang menonjol ke dalam

epidermis, berisi ujung serabut saraf dan pembuluh darah.

- Pars retikulare, yaitu bagian bawahnya yang menonjol ke

arah subkutan, bagian ini terdiri atas serabut-serabut

penunjang misalnya serabut kolagen elastis dan retikulin.

c. Lapisan subkutan

Lapisan subkutan adalah kelanjutan dermis atas jaringan ikat

longgar, berisi sel-sel lemak didalamnya. Fungsi dari lapisan

hipodermis yaitu membantu melindungi tubuh dari benturan-

benturan fisik dan mengatur panas tubuh. Jumlah lemak pada lapisan

ini akan meningkat apabila makan berlebihan. Jika tubuh


12

memerlukan energi ekstra maka lapisan ini akan memberikan energi

dengan cara memecah simpanan lemaknya (Wasiaatmaja, 1997).

3. Jenis kulit

1. Kulit Kering

Ada berbagai faktor penyabab kulit menjadi kering, antara lain

cuaca, penggunaan sabun, efek samping penggunaan obat-obatan

tertentu, faktor genetik, usia, kekurangan nutrisi, dan terlalu sering

berada diruangan berAC.

2. Kulit Berminyak

Kulit berminyak cenderung lebih bermasalah dibandingkan

dengan jenis kulit lainnya. Masalah-masalah yang biasanya terjadi

pada kulit berminyak yaitu mudah timbul jerawat dan rasa gatal

diwajah saat berkeringat. Penyabab kulit berminyak antara lain faktor

genetik, pola makan (gula yang berlebihan, gorengan, makanan pedas,

makanan berkadar lemak tinggi dan santan adalah beberapa jenis

makanan yang dapat membuat kulit berminyak), ketidakseimbangan

hormon (misalnya pada masa pubertas dan saat menstruasi,

ketidakseimbangan hormon ini menyebabkan produksi minyak

menjadi berlebih), dan pemakaian kosmetik yang tidak cocok.

3. Kulit Kombinasi

Kulit kombinasi merupakan jenis kulit paling umum dimiliki

oleh kebanyakan orang. Kulit kombinasi merupakan gabungan dari

dua jenis kulit yang berbeda yaitu kulit kering dan kulit berminyak.
13

Ciri kulit wajah kombinasi adalah pada bagian T-zone (hidung, dahi,

dagu, dan bagian atas mata) berminyak, terlihat mengilat, dan pori-

porinya besar. Sementara itu, kulit didaerah lain cenderung kering

atau normal.

4. Kulit Normal

Kulit normal merupakan jenis kulit yang dapat dikatakan

sebagai kulitMideal atau kulit dambaan. Hal ini karena kulit normal

umumnya tidak memiliki masalah yang serius dan perawatannya pun

relatif lebih mudah dibandingkan jenis kulit lainnya.

5. Kulit Sensitif

Kulit sensitif adalah kulit yang memberikan respon yang

berlebihan terhadap benda-benda atau kondisi tertentu, misalnya

perubahan suhu, cuaca bahan kosmetik atau bahan kimia lainnya yang

menyebabkan timbulnya gangguankesehatan kulit

.
C. Sediaan Krim

1. Krim

a. Pengertian krim

Krim adalah sediaan setengah padat, berupa emulsi yang

mengandung air tidak kurang dari 60% dimaksudkan untuk

pemakaian luar. Bahan yang digunakan mencakup zat emolien, zat

sawar (barier), zat pengental dan pembentuk lapisan tipis, zat

penutup kulit yang berpori lebar, zat pengemulsi, zat pengawet,

parfumdan zat warna (Ditjen POM, 1979).


14

Krim adalah sediaan setengah padat berupa emulsi kental

mengandung tidak kurang dari 60% air, dimaksudkan untuk

pemakaian luar. Tipe krim ada dua yaitu krim tipe air minyak (A/M)

dan krim minyak air (M/A). untuk membuat krim digunakan zat

pengemulsi. Umumnya berupa surfaktan-surfaktan anionik, kationik,

dan nonionik (Anief, 2000).

b. Fungsi krim

Krim berfungsi sebagai bahan pembawa substansi obat untuk

pengobatan kulit, sebagai bahan pelumas untuk kulit,dan sebagai

pelindung untuk kulit yaitu mencegah kontak permukaan kulit

dengan larutan berair dan rangsangan kulit(Anief, 2000).

Menurut British Pharmacopeia krim diformulasikan untuk

sediaan yang dapat bercampur dengan sekresi [Link] krim

dapat diaplikasikan pada kulit atau membrane mukosa untuk

pelindung, efek terapeutik, atau profilaksis yang tidak

membutuhkan efek oklusif.

c. Tipe krim

Tipe krim ada dua yaitu krim tipe air minyak (A/M) dan krim

minyak air (M/A). Untuk membuat krim digunakan zat

pengemulsi. Umumnya berupa surfaktan-surfaktan anionik,

kationik, dan nonionik (Anief, 2000).


15

D. Antioksidan

Antioksidan adalah senyawa yang dapat menangkal atau meredam

dampak negatif oksidan. Antioksidan bekerja dengan cara mendonorkan

satu elektronnya kepada senyawa yang bersifat oksidan sehingga

aktivitas senyawa oksidan tersebut dapat di hambat (Winarti, 2010).

Antioksidan dibutuhkan tubuh untuk melindungi tubuh dari

serangan radikal bebas. Antioksidan adalah suatu senyawa atau

komponen kimia yang dalam kadar atau jumlah tertentu mampu

menghambat atau memperlambat kerusakan akibat proses oksidasi.

Selain untuk menjaga kesehatan kulit antioksidan yang terdapat dalam

vitamin C dan E juga dapat membantu menjaga kekuatan otot. Sebuah

penelitian pada orang dewasa membuktikan bahwa asupan vitamin C dan

E yang cukup dapat meningkatkan kekuatan otot. Asupan makanan yang

tinggi antioksidan mempunyai peranan penting dalam menjaga fungsi

otot pada orang dewasa. Resiko utama yang terjadi apabila kekuatan otot

menurun adalah dapat mengakibatkan cacat atau kerapuhan. Konsumsi

vitamin C yang baik adalah sebesar 144 miligram dan vitamin E sebesar

11 miligram per hari. (Sayuti.,dkk,.,2015)

2. Formula Umum

1. Zat Aktif

Zat aktif yang digunakan pada penelitian ini adalah daging buah

yang telah dijuicer kemudian dikeringkan.


16

2. Zat tambahan

a. Asam Stearat

Asam stearat dalam sediaan topikal digunakan sebagai

bahan pengemulsi. Dalam pembuatan basis krim netral (anionik),

asam stearat dinetralisasi dengan penambahan alkali. Bahan ini

mudah larut dalam benzen, karbon tetraklorida, kloroform, dan

eter; larut dalam etanol, heksan, dan propilen glikol; dan praktis

tidak larut dalam air. Umumnya, bahan ini tidak toksik dan tidak

menyebabkan iritasi. Titik lelehnya di atas 540C. Konsentrasi

yang umumnya digunakan dalam sediaan krim adalah sebesar 1-

20% (Ninin.,2011).

b. Cetil Alkohol

Cetil alkohol dalam krim digunakan sebagai bahan

pengemulsi dan bahan pengeras dalam sediaan topikal (krim).

Setil alkohol dapat meningkatkan viskositas krim dan

meningkatkan kestabilan sediaan. Sebagai bahan pengeras,

konsentrasi umum yang digunakan adalah 2-10% dan sebagai

bahan pengemulsi digunakan konsentrasi 2-5%. Bahan ini sangat

mudah larut dalam etanol 95% dan eter. Kelarutannya akan

meningkat jika suhunya dinaikkan. Titik lelehnya adalah 45-520

(Ninin.,2011).
17

c. Metil Paraben dan Propil Paraben

Metil Paraben digunakan sebagai pengawet pada sediaan

untuk mencegah kontaminasi, kemunduran dan kerusakan oleh

bakteri serta jamur karena sebagian besar komponen dalam

sediaan dapat bertindak sebagai substrat bagi bakteri maupun

jamur. Kelompok paraben digunakan secara luas sebagai

pengawet antimikroba dalam makanan, kosmetik dan sediaan

farmasi lainnya serta mempunyai range pH yang luas yaitu 4 – 8.

(Ninin.,2011).

d. Propilenglikol

Propilenglikol berbentuk cairan jernih, kental, tidak

berwarna, dan tidak berbau. Mempunyai berat molekol 76,09

dengan titik didih sebesar 188̊C dan titik lebur -59̊C.

propilenglikol dapat bercampur dengan aseton, kloroform, etanol

(95%), gliserin, dan air; larut dalam eter (1:6). Propilenglikol

digunakan sebagai humektan, pelarut, dan pengawet. Konsentrasi

propilenglikol yang digunakan sebagai humektan pada sediaan

topical adalah 15% (Ninin.,2011).

e. Tween 60 & span 60

Tween 60& span 60 digunakan sebagai emulgator nonionic

dan digunakan untuk sediaan krim (Faradiba, 2013). Krim dengan

zat pengemulsi nonionik lebih baik dibandingkan dengan zat

pengemulsi anionic. Zat pengemulsi nonionic yang dimaksud


18

adalah tween 60 dan span 60. Krim dengan zat pengemulsi

nonionic lebih baik dibandingkan pengemulsi anionik, hal ini

karena zat pengemulsi anionik ialah surfaktan yang bermuatan

negative dan memiliki kekurangan dapat mengiritasi dan

menimbulkan rasa yang tidak menyenangkan. Surfaktan nonionic

merupakan surfaktan yang tidak bermuatan dimana tersebar luas

digunakan sebagai zat pengemulsi karena dapat menyeimbangkan

kerja molekul hidrofil dan [Link] surfaktan yang

dianjurkan yaitu 1-4%, jika digunakn lebih dari 5% maka telah

menjadi bahan utama dalam formula.(Martin, 1971)

f. Paraffin liquid

Parafin cair sering digunakan dalam formulasi sediaan

topical sebagai komponen dalam krim (Excipient 6th, 2009 ;474).

Keuntungan parafin digunakan sebagai pelembab dalam sediaan

topical yaitu tidak mengiritasi dan tidak toksik. Konsentrasi

paraffin sebagai pelembab yang efektif adalah 25% (Excipient

6th, 2009;475).

g. α-tokoferol

Dalam formulasi ini digunakan antioksidan, dimana

antioksidan merupakan senyawa yang dapat menunda atau

memperkecil laju reaksi oksidasi pada bahan yang mudah

teroksidasi terutama pada sediaan yang mengandung lemak atau

minyak dengan asam lemak tak jenuh. Contohnya sediaan emulsi


19

yang mengandung sebagian besar lemak minyak Antioksidan

yang digunakan adalah α-tokoferol yang merupakan preparat

antioksidan untuk perlindungan kulit yang dapat memanjakan

kulit dengan memperpanjang sel-sel kulit dalam pemberian secara

topikal dapat langsung diserap oleh kulit dan dapat menggakat

radikal bebas pada kulit juga melindungi kulit dari zat beracun.

g. Air Suling

Air digunakan sebagai pelarut pembawa dalam pembuatan

obat dan sediaan farmasi lainnya(Excipient 6 th, 2009: 338).


BAB III

METODE PENELITIAN

A. Metode Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Observasi

Laboratorium.

B. Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai bulan Mei 2019

bertempat di Laboratorium Teknologi Sediaan Farmasi Jurusan Farmasi

kampus Poltekkes Kemenkes Makassar.

C. Teknik Pengumpulan

Sampel buah Dengen (Dillenia serrata L) diperoleh dari kabupaten

Morowali Utara, Sulawesi Tengah.

D. Pengolahan Sampel

Sampel yang telah diperoleh dicuci bersih dengan air mengalir lalu

dipisahkan dari kulitnya. Kemudian dibuat jus dengan menggunakan alat

juicer. Setelah itu disaring dengan menggunakan kasa dan sarinya diambil

kemudian di freeze dryer.

E. Alat dan Bahan

1. Alat yang digunakan

Adapun alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah juicer,


freeze dryer, mixer, timbangan analitik viskometer brookfield, sendok
tanduk, cawan porselen, gelas kimia, gelas ukur, batang pengaduk, kaca
gelas arloji, corong, pipet tetes, oven, refrigerator, pH universal dan
climatic chamber.

20
21

2. Bahan yang digunakan

Bahan yang digunakan dalam penelitian ini antara lain; sari Dengen ,

lanolin anhidrat, parafin cair, asam stearat, setil alkohol, tween 60, span 60,

propilenglikol, metil paraben, propil paraben, α-tokoferol, dan aqua

destillata.

F. Prosedur kerja

Tabel 1. Formulasi Krim Antioksidan Sari Dengen (Dillenia serrata L)

No Bahan Konsentrasi (%)


F1 F2 F3

1. Lanolin anhidrat 3 3 3
2. Paraffin Cair 5 5 5
3. Asam Stearat 4 4 4
4. Setil Alkohol 3 3 3
5. Tween 60 2,32 3,10 3,87
6. Span 60 0,68 0,90 1,13
7. Propilenglikol 10 10 10
8. Metil Paraben 0,18 0,18 0,18
9. Popil Paraben 0,02 0,02 0,02
10 Sari Dengen 15 15 15
11. α-tokoferol 0,5 0,5 0,5
12. Air suling 71,05 71,05 71,05

3. Pembuatan Krim Antioksidan (Dillenia serrata L)

a. Pembuatan sari buah Dengen

Daging buah dibersihkan dari kulit dan biji, kemudian ditimbang.

Daging buah selanjutnya dibuat jus dengan juicer dan menghasilkan

sari buah Dengen , kemudian sari buah ditimbang lalu dikeringkan

menggunakan freeze Drying hingga kering


22

b. Pembuatan sediaan krim

Semua bahan ditimbang sesuai dengan perhitungan. Komponen

fase minyak dibuat dengan melebur setil alkohol, asam stearate, propil

paraben, paraffin, lanolin dan span 60 pada suhu 70˚C di atas

penangas air sambil diaduk. Fase air dibuat dengan melarutkan metil

paraben, propilenglikol, dan tween 60 di atas penangas air pada suhu

70˚C sambil terus diaduk. Kemudian fase minyak dimasukan ke dalam

fase air sedikit demi sedikit di dalam lumpang panas sambil digerus

secara terus menerus hingga terbentuk dasar krim. Sari buah Dengen

digerus lalu tambahkan sedikit demi sedikit ke dasar krim dan digerus

sampai homogen. α-tokoferol didispersikan merata ke dalam krim

yang telah terbentuk hingga homogen.

4. Sediaan ditempatkan pada climatic chamber selama 5 siklus sebelum dan

sesudah pengujian dilakukan sebelum dan sesudah sediaan diberi kondisi

dipercepat.

5. Penentuan Mutu Fisik Sediaan

a. Uji organoleptis

Pemeriksaan organoleptik dilakukan untuk sediaan krim sebelum

dan sesudah diberi kondisi dipercepat dengan melihat secara visual dan

mengamati perubahan-perubahan yang terjadi pada sediaan, yakni

penampilan warna, bau, dan keadaan emulsi.


23

b. Pemeriksaan homogenitas

Pemeriksaan homogenitas dilakukan dengan menggunakan objek

gelas. Sejumlah sediaan dioleskan pada objek gelas secara merata.

Homogenitas diamati dan tidak terlihat adanya butiran kasar (Ditjen POM,

1979).

c. Pengamatan stabilitas

1) Penentuan pH sediaan

Penentuan pH sediaan dapat dilakukan dengan menggunakan pH universal

dengan cara mencelupkan kertas pH universal pada masing-masing sediaan

krim sebelum dan sesudah diberi kondisi dipercepat. Pengujian pH dilakukan

untuk mengetahui kesesuaian pH sediaan dengan pH kulit. pH sediaan

topikal yang baik berada pada rentang pH 4,5-6,5 (Aulton, 2005).

2) Pengujian Viskositas

Pemeriksaan viskositas dilakukan menggunakan Viscometer

Brookfield dan menggunakan spindel No 4. Krim dimasukkan kedalam

beker gelas kemudian spindel yang telah terpasang diturunkan sehingga

batas spindel tercelup kedalam krim. Kecepatan alat dipasang pada 10 rpm

dan 20 rpm kemudian dibaca dan dicatat nilai viskositas (n) dalam

centipoise (cps). Pengukuran viskositas dilakukan untuk sediaan krim

sebelum dan sesudah diberi kondisi dipercepat.


24
BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil penelitian

1. Pengujian mutu fisik sediaan

Tabel 1 . Hasil uji organoleptis sediaan Krim Antioksidan Sari Buah Dengen
(Dillenia serrata L )

Jenis pemeriksaan
Formula Kondisi Keadaan
Warna Bau
Emulsi
Sebelum Putih Kekuning-
Bau khas Tidak pecah
penyimpanan kuningan
Formula I
Sesudah Putih Kekuning-
Bau khas Tidak pecah
penyimpanan kuningan

Sebelum Putih Kekuning-


Bau khas Tidak pecah
penyimpanan kuningan
Formula II
Sesudah Putih Kekuning-
Bau khas Tidak pecah
penyimpanan kuningan

Sebelum Putih Kekuning-


Bau khas Tidak pecah
penyimpanan kuningan
Formula III
Sesudah Putih Kekuning-
Bau khas Tidak pecah
penyimpanan kuningan

Tabel 2. Hasil pengamatan homogenitas sediaan Krim Antioksidan Sari Buah


Dengen (Dillenia serrata L)

Homogenitas
Formula Sebelum Sesudah Persyaratan
Penyimpanan Penyimpanan
Formula I Homogen Homogen Sediaan menunjukkan
susunan yang
Formula II Homogen Homogen homogen dan tidak
terlihat adanya butiran
Formula III Homogen Homogen kasar

25
26

Tabel 3 . Hasil pemeriksaan pH sediaan Krim Antioksidan Sari Buah Dengen


(Dillenia serrata L)

Nilai pH
Formula Sebelum Sesudah Persyaratan
Penyimpanan Penyimpanan
Formula I
4 4
Formula II 4,0-6,5
5 4
(Aulton, 2005).
Formula III
5 4

Tabel 4 . Hasil pengukuran Viskositas Krim Antioksidan Sari Buah Dengen


(Dillenia serrata )

Viskositas (Poise)
Formula Sebelum Sesudah Persyaratan
Penyimpanan Penyimpanan
Formula I
4.949 5.999
Formula II
4.349 4.022 4.000–40.000 poise
Formula III
13.077 17.816

B. Pembahasan

Penelitian ini dilakukan untuk menentukan kestabilan sediaan dengan

pengaruh perbedaan konsentrasi emulgator dalam formulasi krim antioksidan

yang mengandung sari buah Dengen sebagai zat aktif antioksidan untuk

perawatan pada kulit.

Hasil juicer daging buah Dengen diperoleh sari buah berwarna kuning, berbau

asam dan berasa sangat asam. Kemudian sari buah tersebut di freeze dry untuk

mendapatkan serbuk yang benar benar kering yang selanjutnya diformulasikan

dengan bahan-bahan lain menjadi sediaan krim.


27

Formulasi krim dengan surfaktan nonionik, dalam hal ini kombinasi tween 60

dan span 60 digunakan dengan tiga variasi konsentrasi jumlah yang digunakan

dalam tiap formula. Emulgator kombinasi dipilih dengan alasan emulgator

gabungan lebih efektif dari pada emulgator tunggal. Kemampuan emulgator

gabungan untuk mengemas lebih kuat molekul-molekul minyak/air dan zat aktif

permukaan menambah kekuatan lapisan antarmuka, sehingga meningkatkan

kestabilan emulsi. Kestabilan dari suatu emulsi farmasi memiliki ciri tidak adanya

penggabungan fase terdispersi, tidak adanya kriming, dan memberikan

penampilan, bau, warna dan sifat-sifat fisika lainnya yang baik. (Juliani.,2015)

Evaluasi mutu fisik sediaan krim antioksidan sebelum dan sesudah

penyimpanan dipercepat dilakukan untuk menentukan kestabilan secara fisik

karena evaluasi tersebut merupakan salah satu parameter untuk mendeteksi

ketidakstabilan dari sediaan krim antioksidan. Pengujian mutu fisik meliputi

pemeriksaan organoleptis, homogenitas dan kestabilan yang meliputi pengukuran

pH , dan pengujian viskositas.

Pengamatan stabilitas sediaan dilakukan dengan mengamati sediaan krim

berdasarkan warna, bau dan keadaan emulsi. Warna yang dihasilkan dari ketiga

formula sebelum penyimpanan yaitu putih kekuningan dan sesudah penyimpanan

yaitu putih kekuningan namun sedikit lebih kuning dari kondisi sebelum

penyimpanan, dan berbau khas yang dihasilkan lebih dominan ke bau lanolin.

Warna kekuningan pada sediaan disebabkan oleh pigmen warna pada sari buah

Dengen yang berwarna kekuningan . Pigmen warna yang berubah dapat


28

dipengaruhi oleh faktor lingkungan misalnya cahaya yang dapat menyebabkan

proses oksidasi. (Juliani.,2015)

Uji homogenitas merupakan salah satu uji yang penting dalam melakukan

formulasi sediaan farmasetik, tujuannya untuk mengetahui apakah bahan-bahan

dalam formulasi tersebut tercampur merata atau tidak. Pengujian ini penting

dilakukan agar dapat mengetahui bahwa zat aktif terdistribusi merata dalam

sediaan dan tidak ada partikel yang menggumpal sehingga menghasilkan efek

yang maksimal. Pada pengamatan uji homogenitas yang dilakukan sebelum dan

sesudah penyimpanan mendapatkan hasil yang homogen untuk tiap sediaan, dapat

dilihat pada tabel 2 bahwa ketiga formula (F1, F2 dan F3) tidak terdapat gumpalan

maupun butiran kasar pada sediaan krim antioksidan sari buah Dengen (Dillenia

serrata L).

Uji pH bertujuan untuk mengetahui keamanan suatu sediaan, terutama

sediaan topikal. Idealnya sediaan topikal mempunyai nilai pH yang sama dengan

pH kulit agar tidak terjadi iritasi pada permukaan kulit. Data hasil uji pH pada

tabel 3 yang dilakukan pada tiap sediaan krim sebelum dan sesudah penyimpanan

dipercepat diperoleh nilai pH yang mendekati sama untuk tiap sediaan. Nilai pH

semua sediaan sebelum dan sesudah penyimpanan dipercepat masih dalam

rentang normal sediaan untuk kulit yakni antara 4,0 – 6,5. Tidak terjadi perubahan

pH yang signifikan pada ketiga formula sehingga dapat dikatakan sediaan krim

memiliki pH yang relatif stabil.


29

Hasil analisis viskositas krim antioksidan sebelum dan setelah diberi kondisi

penyimpanan dipercepat menunjukkan bahwa kekentalan dan konsistensi krim

cukup baik dan telah memenuhi syarat angka viskositas krim yang seharusnya.

Berdasarkan hasil uji yang didapatkan dari ketiga formula masih memenuhi syarat

pengujian viskositas sediaan krim yaitu diangka 4.000–40.000 poise.

Berdasarkan hasil yang didapatkan formulasi krim antioksidan sari buah

Dengen dengan variasi jumlah emulgator yang berbeda dapat dikatakan stabil dan

telah memenuhi persyaratan mutu fisik sediaan krim. Adapun dari ketiga formula

yang telah dibuat dan diuji, formula ke 3 memiliki kestabilan yang lebih baik

dibandingkan 2 formula lainnya.


BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan

bahwa:

1. Sari buah Dengen (Dillenia serrata L) dapat diformulasikan kedalam bentuk

sediaan krim antioksidan dengan variasi jumlah emulgator yang berbeda.

2. Formula krim antioksidan sari buah Dengen (Dillenia serrata L) dengan

variasi jumlah emulgator yang berbeda berdasarkan hasil yang diperoleh

dapat dikatakan stabil dan telah memenuhi persyaratan mutu fisik sediaan

krim.

B. Saran

1. Disarankan kepada peneliti selanjutnya sebaiknya dilakukan pengujian yang

lebih kompleks lagi.

2. Dijadikan bahan pertimbangan sebagai salah satu alternatif sediaan krim

antioksidan dari sari buah Dengen (Dillenia serrata L).

30
DAFTAR PUSTAKA

Anief., 2000. Ilmu Meracik Obat. Cetakan ke Sembilan. Gadja Mada University
Press. Yogyakarta: Hal 210-211
Aulton, Michael, E., 2005 . Pharmaceutics The Science Of Dosage From Design.
Elsevier, United Kingdom.
Ditjen POM., 1979. Farmakope Indonesia. Edisi Ke-tiga. Jakarta: Departemen
Kesehatan RI.

Hasrianti., 2012. . Studi Pembuatan Permen Buah Dengen . Program Studi Ilmu
Dan Teknologi Pangan, Jutusan Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian.
Universitas Hasanuddi Makasar : Hal.5

Ilma,N., [Link] Pembuatan Dodol Buah Dengen (Dillenia Serrata


Thunb).Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian. Universitas Hasanuddin
Makassar
Juliani., 2015. Formulasi Dan Uji Stabilitas Fisik Sediaan Krim Tabir Surya
Ekstrak Etanol Daun Kemangi (Ocimum sanctum L.). Fakultas
Kedokteran Dan Ilmu Kesehatan. Universitas Islam Negeri Alauddin
Makassar. Makassar: Hal.54

Mitsui., T. 1997. New Cosmetic Science. Edisi Kesatu. Amsterdam: Elsevier B.V:
Hal.13, 19-21.

Ninin kartika., 2011. Uji Penghambatan Tirosinase Dan Stabilitas Fisik Sediaan
Krim Pemutih Yang Mengandung Ekstrak Kulit Batang Nangka
(Artocarpus heterophyllus). Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan
Alam. Universitas Indonesia. Depok: Hal.12-16

Rowe, R.C. et Al., 2009. Handbook Of Pharmaceutical Excipients, 6th Ed, The
Pharmaceutical Press, London: Hal. 338, 474-475

Syahruni S, Syamsu. 2015. Identifikasi Komponen Kimia Dan Uji Daya


Antioksidan Ekstrak Buah Sempur (Dillenia Serrata Thunbr). Akademi
[Link].

31
32

Sayuti kesuma., Yenrina Rina. 2015. Antioksidan Alami dan [Link]


University Press. Padang

Tamat, S. R., T. Wikanta dan L. S. Maulina. 2007. Aktivitas Antioksidan dan


Toksisitas Senyawa Bioaktif dari Ekstrak Rumput Laut Hijau Ulva
reticulata Forsskal. Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia: Hal.31-36.

Tranggono, Retno I dan Fatma Latifah. 2007. Buku Pegangan Ilmu


Pengetahuan Kosmetik  .PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta : Hal. 3

Virginia patricia., 2014. Modul Teknologi Kosmetik Krim Pemutih. Sekolah


Tinggi Ilmu Farmasi. Makassar

Wasiaatmaja., Syarif M. 1997. Penuntun Ilmu Kosmetik Medik. Jakarta. UI Press:


Hal.11-15

Winarsi., H, 2007. Antioksidan Alami dan Radikal Bebas. Kanisius, Yogyakarta:


Hal. 33

32
Lampiran 1

SKEMA KERJA

Pengolahan Sari Buah Dengen (Dillenia serrata L.)

Buah Dengen

Dibersihkan dan disortasi basah


Di buat jus
Di keringkan dengan freeze dryer

Sari Buah Dengen

Pembuatan Krim Antioksidan Sari Buah Dengen (Dillenia serrata L)


Cetil alkohol + Asam stearate +
Propil paraben + Span 60 +
Lanolin anhidrat + Parafin Fase Minyak
Dicampurkan hingga
terbentuk dasar krim
yang homogen
Metil paraben + Propilenglikol +
Fase Air
Tween 60

Gerus sari buah Dengen

Tambahkan sedikit demi sedikit

+ α tokoferol

Evaluasi mutu fisik dan uji 1. Pengujian organoleptis


stabilitas sediaan krim ekstrak
2. Pemeriksaan
etanol Sempur
homogenitas
3. Pengujian pH
Pengolahan data dan penarikan 4. Pengujian viskositas
kesimpulan

33
Lampiran 2

1. Ekstrak Kulit Buah Naga

Daging buah Dengen (Dillenia serrata L)

Hasil sari buah Dengen (Dillenia serrata L)

Penimbangan sari buah Dengen (Dillenia serrata L)


35

2. Pengujian Stabilitas

Proses pengujian sediaan dalam climatic chamber

Hasil sediaan krim setelah penyimpanan dipercepat


36

3. Pengujian PH

Formula 1 sebelum dipercepat

Formula 2 sebelum dipercepat

Formula 3 sebelum dipercepat


37

Formula 1 sesudah dipercepat

Formula 2 sesudah dipercepat

Formula 3 sesudah dipercepat


38

4. Pengujian Viskositas

Sebelum dipercepat

Sesudah dipercepat
BIOGRAFI

A. Identitas Diri

Nama Lengkap : Ruslan Safri

Nim : PO. [Link].6.1.084

Tempat Tanggal Lahir : Pinrang, 25 Februari 1997

Jenis Kelamin : Laki-laki

Agama : Islam

Program Studi : D III

Alamat : Jln Banta-bantaeng Lr.9c

E-mail : ratihmutmainna@[Link]

Nomor Telepon/Hp : 081244096000/085252088010

Nama Orang Tua : - Ayah : [Link] Rahman

- Ibu : [Link] Risal

B. Riwayat Pendidikan

SD : SDN 2 Petasia (2003 – 2009)

SMP : SMPN 1 Petasia (2009 – 2012)

SMA : SMAN 1 Petasia (2012 – 2015)

Perguruan Tinggi : Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar (2016–

sekarang)

Demikian biodata saya buat dengan sebenar-benarnya sebagai bahan

pertimbangan Bapak/Ibu, atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.

Anda mungkin juga menyukai