0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
22 tayangan14 halaman

Masalah Gizi pada Ibu Hamil dan Bayi

Dokumen tersebut membahas masalah gizi pada berbagai kelompok usia, mulai dari ibu hamil, ibu menyusui, bayi, balita, dan remaja. Masalah gizi yang dijelaskan antara lain status gizi kurang pada ibu hamil dan menyusui yang berdampak buruk bagi kesehatan ibu dan janin/bayi, serta masalah gizi seperti berat badan lahir rendah, stunting, dan anemia yang dihadapi bayi, balita,

Diunggah oleh

tri wahyuni
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
22 tayangan14 halaman

Masalah Gizi pada Ibu Hamil dan Bayi

Dokumen tersebut membahas masalah gizi pada berbagai kelompok usia, mulai dari ibu hamil, ibu menyusui, bayi, balita, dan remaja. Masalah gizi yang dijelaskan antara lain status gizi kurang pada ibu hamil dan menyusui yang berdampak buruk bagi kesehatan ibu dan janin/bayi, serta masalah gizi seperti berat badan lahir rendah, stunting, dan anemia yang dihadapi bayi, balita,

Diunggah oleh

tri wahyuni
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Masalah Gizi Pada

Kehamilan
Ketua Kelompok : Sindi (154012012036)

Anggota Kelompok

1. Nur Aisyah H (154012012027) 7. Rika Febianti (154012012033)

2. Purmawati (154012012028) 8. Rika Yuli Yanti (154012012034)

3. Putri Erdianti (154012012029) 9. Selvy Melinda (154012012035)

4. Putri Julianti (154012012030) 10. Tiara Permata Sari (15401201207)

5. Putri Rizky Andini (154012012031) 11. Tri Wahyuni (154012012038)

6. Resti (154012012032) 12. Yelvin Selvia (154012012039)

Dosen Pengampu : Annisa Khoiriah [Link].,[Link]


Masalah Gizi Pada Ibu Hamil
Status gizi adalah ukuran keberhasilan dalam pemenuhan nutrisi untuk ibu hamil. Status gizi
juga didefinisikan sebagai status kesehatan yang dihasilkan oleh keseimbangan antara kebutuhan
dan masukan nutrient. Gizi ibu hamil adalah makanan sehat dan seimbang yag harus dikonsumsi
ibu selama masa kehamilannya, dengan porsi dua kali makan orang yang tidak hamil.

Asupan gizi sangat menentukan kesehatan ibu hamil dan janin yang dikandungnya. Kebutuhan
gizi pada masa kehamilan akan meningkat sebesar 15% dibandingkan dengan kebutuhan wanita
normal. Peningkatan gizi ini dibutuhkan untuk pertumbuhan rahim (uterus), payudara (mammae),
volume darah, plasenta, air ketuban dan pertumbuhan janin. Makanan yang dikonsumsi oleh ibu
hamil akan digunakan untuk pertumbuhan janin sebesar 40% dan sisanya 60% digunakan untuk
pertumbuhan ibunya. Secara normal, ibu hamil akan mengalami kenaikan berat badan sebesar
11-13 kg. Hal ini terjadi karena kebutuhan asupan makanan ibu hamil meningkat seiring dengan
bertambahnya usia kehamilan
Lanjutan ….
Kondisi fisik dan kenaikan berat badan normal bagi wanita hamil pada setiap trimester yakni :

a) Trimester I (0 – 12 minggu)

Umumnya nafsu makan ibu berkurang, sering timbul rasa mual dan ingin muntah. Kondisi ini
ibu harus tetap berusaha untuk makan agar janin dapat tumbuh dengan baik. Kenaikan
normal antara 0,7 – 1,4 kg.

b) Trimester II (sampai dengan usia 28 minggu)

Nafsu makan sudah pulih kembali. Kebutuhan makan harus diperbanyak. Kenaikan berat
badan normal antara 6,7 – 7,4 kg

c) Trimester III (sampai dengan usia 40 minggu)


Nafsu makan sangat baik, tetapi jangan berlebihan. Kenaikan berat badan normal antara 12,7
kg – 13,4 kg.
Adapun masalah gizi pada ibu hamil, diantaranya :
a) Terhadap Ibu.
Gizi kurang pada ibu hamil dapat menyebabkan resiko dan komplikasi pada ibu antara lain:
anemia, perdarahan dan berat badan ibu tidak bertambah secara normal serta terkena penyakit
infeksi.

b) Terhadap Persalinan
Pengaruh gizi kurang terhadap proses persalinan dapat mengakibatkan persalinan sulit dan lama,
persalinan sebelum waktunya (premature), perdarahan setelah persalinan serta persalinan dengan
operasi cenderung meningkat.

c) Terhadap Janin
Kekurangan gizi pada ibu hamil dapat mempengaruhi pertumbuhan janin dan dapat
menimbulkan keguguran , abortus, bayi lahir mati, kematian neonatal, cacat bawaan, anemia pada
bayi, asfiksia intra partum (mati dalam kandungan) dan lahir dengan Berat Bayi Lahir Rendah
(BBLR).
Masalah Gizi Pada Ibu Menyusui
Status gizi ibu memberikan peranan yang penting terhadap kualitas dan
kualitas produksi [Link] jika ibu kekurangan kalsiumakan menyebabkan
kebutuhan kalsium bayi di ambil dari cabang kalsium pada jaringan ibu. Jika
hal ini di biarkan terus berlanjut maka akan mengakibatkan ibu mengalami
osteophorosis dan kerusakan gigi. Kuantitas produksi asi di pengaruhi oleh
keadaan gizi ibu, ibu dengan gizi baik akan memproduksi ASI sekitar 600- 800
ml pada bulan pertama,sedangkan ibu dengan gizi kurang hanya
memproduks iASI sekitar 500-700 ml. Status gizi ibu menyusui di pengaruhi
oleh prinsip,dan faktor yang yang mesti di perhatikan dalam pemenuhanya.
Lanjutan …..

Kekurangan gizi pada ibu menyusui menimbulkan risiko berbagi penyakit,


termasuk infeksi, serta menurunkan produktivitas dan kempuan untuk
beraktivitas. Ibu menyusui yang mengalami kekuranagn gizi akan tidak dapat
memproduksi ASI berkualitas karena tidak ada cadangan zat gizi yang
tersimpan. Gangguan pada bayi meliputi proses tumbang anak ,bayi mudah
sakit, mudah terkena infeksi, kekurangan zat-zat esensial menimbuklkan
gangguan pada mata.
Masalah Gizi Pada Bayi

Bayi (0 - 11 bulan) merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan yang


pesat yang mencapai puncaknya pada usia 24 bulan, sehingga kerap
diistilahkan sebagai periode emas sekali gus periode kritis. Periode emas dapat
diwujudkan apabila pada masa ini bayi memperoleh asupan gizi yang sesuai
untuk tumbuh kembang [Link] apabila bayi pada masa ini tidak
memperoleh makanan sesuai kebutuhan gizinya, maka periode emas akan
berubah menjadi periode kritis yang akan mengganggu tumbuh kembang bayi
dan anak, baik pada saat ini maupun masa selanjutnya.
Adapun Masalah Gizi Pada Bayi, diantaranya :

1 Masalah Gizi Berat Badan Bayi Lahir Rendah


Berat badan normal jika hasil pengukuran ada di rentan2,5 kilogram (kg) atau
2.500 gram (gr) smapai dengan 3,5 kg atau 3.500 gr. Jadi, apabila berat badan
bayi baru lahir yang berada di bawah 2.500 gram, menandakan bahwa ia
mengalami masalah gizi berupa BBLR

2 Gizi Bayi Kurang


Di sebabkan oleh ketidakseimbangan antara asupan energi dan kebutuhan
gizi harian. Dengan kata lain, asupan harian dengan zigi kurang cenderung
lebih sedikit dan tidak mampu mencukupi kebutuhan tubuhnya
Lanjutan ….

3 Gizi Buruk Pada Bayi


Gizi buruk adalah keadaan saat berat badan berdasarkan tinggi badan bayi
berada jauh dari rentang yang seharusnya.

Gizi Lebih Pada Bayi


4
Kelebihan gizi alias gizi lebih adalah kondisi saat berat badan berdasarkan
tinggi badan si kecil berada di atas rentang normalnya

Gizi Stuntting Pada Bayi


5 Stunting adalah gangguan pertumbuhan pada tubuh bayi . kondisi ini
membuat panjang atau tinggi badan bayi tidak sesuai dedngan rata-rata
anak seusianya
Masalah Gizi Pada Balita
Menurut UNICEF, status gizi balita dipengaruhi langsung oleh
asupan makanan dan penyakit infeksi. Asupan zat gizi pada makanan
yang tidak optimal dapat menimbulkan masalah gizi kurang dan gizi
lebih. Masalah gizi pada balita antara lain kekurangan energi protein
(KEP), kekurangan vitamin A (KVA), anemia gizi besi (AGB), gangguan
akibat kekurangan yodium (GAKY), dan gizi lebih (Susilowati dan
Kuspriyanto. 2016). Masalah gizi lain pada balita adalah stunting
(Kemenkes RI, 2018).
Masalah Gizi Pada
Remaja
1. Remaja Kurang Zat Besi (Anemia)

Anemia di kalangan remaja perempuan lebih tinggi dibanding remaja laki-laki.


Anemia pada remaja berdampak buruk terhadap penurunan imunitas,
konsentrasi, prestasi belajar, kebugaran remaja dan produktifitas.

2. Kurang Tinggi Badan

Rata-rata tinggi anak Indonesia lebih pendek dibandingkan dengan standar


WHO, yaitu lebih pendek 12,5cm pada laki-laki dan lebih pendek 9,8cm pada
perempuan.
Lanjutan …..

3. Kurus

Remaja yang kurus atau kurang energi kronis bisa disebabkan karena kurang
asupan zat gizi, baik karena alasan ekonomi maupun alasan psikososial

4. Obesitas

Pola makan remaja yang tergambar dari data Global School Health Survey
tahun 2015, antara lain: Tidak selalu sarapan (65,2%), sebagian besar remaja
kurang mengonsumsi serat sayur buah (93,6%) dan sering mengkonsumsi
makanan berpenyedap (75,7%)
THANKS !!!

Anda mungkin juga menyukai