0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
385 tayangan10 halaman

Analisa Gangguan Citra Tubuh Klien

Perawat melakukan interaksi dengan klien untuk mengeksplorasi perasaan dan masalah yang dihadapi klien. Klien merasa malu dan bingung karena harus merawat anak sendirian setelah suami meninggal dengan kondisi dirinya yang cacat. Perawat mencoba membangun kepercayaan dengan klien untuk mengetahui masalah lebih dalam lagi.

Diunggah oleh

Sherly Widya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
385 tayangan10 halaman

Analisa Gangguan Citra Tubuh Klien

Perawat melakukan interaksi dengan klien untuk mengeksplorasi perasaan dan masalah yang dihadapi klien. Klien merasa malu dan bingung karena harus merawat anak sendirian setelah suami meninggal dengan kondisi dirinya yang cacat. Perawat mencoba membangun kepercayaan dengan klien untuk mengetahui masalah lebih dalam lagi.

Diunggah oleh

Sherly Widya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

ANALISA PROSES INTERAKSI

"GANGGUAN CITRA TUBUH"

Dosen
Ns. Marta Suri, [Link]

Penyusun
NAMA : SHERLY WIDYASTUTI
NPM : 2018 21 023

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BAITURRAHIM JAMBI
ANALISA PROSES INTERAKSI

Inisial klien : Ny.P

Status interaksi : Pertemuan ke 1

Lingkungan : Perawat dan klien duduk berhadapan di teras ruang Cempaka, di sebelah
kiri terdapat satu perawat yang juga sedang berinteraksi dengan klien lain. Jarak antara perawat dengan
perawat lainnya kurang lebih 3 meter

Deskripsi klien : Penempilan klien cukup bersih dan rapi, ekspresi klien tampak tenang,
menatap perawat, dan terkadang memandang ke arah lain.

Tujuan (berorientasi pada klien) : Membina hubungan saling percaya dan mengeksplorasi perasaan
klien saat ini.

Nama Mahasiswa : Sherly Widyastuti

Tanggal : 14 Desember 2020

Jam : 10.15 – 10. 35 WIB

Ruang : Cempaka

KOMUNIKASI KOMUNIKASI KOMUNIKASI KOMUNIKASI RASIONAL


VERBAL NON VERBAL BERPUSAT PADA BERPUSAT PADA
PERAWAT PASIEN

P : Selamat pagi P : Duduk Perawat memulai Klien tampak Ucapan salam


bu berhadapan, percakapan bersedia perawat kepada
mengulurkan dengan sikap berinteraksi klien menunjukkan
tangan, terbuka penghargaan
tersenyum, badan perawat kepada
agak membungkuk klien.
ke depan, kaki Penghargaan
sikap terbuka kepada orang lain
merupakan modal
K : Melihat ke awal seseorang
arah perawat dan dapat membuka
mengulurkan diri dengan orang
lain.
tangan

K : Selamat pagi K : Klien Perawat tetap Klien berespon Perawat


suster memandang menjaga posisi positif dengan mempertahankan
perawat, tubuh dengan salam yang sikap terbuka,
menjawab dengan terapeutik disampaikan oleh memandang dan
singkat perawat mendengarkan
dengan penuh
P : perhatian ketika
Mempertahankan berinteraksi
sikap terbuka, dengan klien.
badan condong ke
depan,
memandang dan
mendengarkan
dengan penuh
perhatian

KOMUNIKASI KOMUNIKASI KOMUNIKASI KOMUNIKASI RASIONAL


VERBAL NON VERBAL BERPUSAT PADA BERPUSAT PADA
PERAWAT PASIEN

P : Perkenalkan P : Suara jelas, Perawat mencoba Klien Membuka diri bagi


nama saya memandang klien untuk membuka mendengarkan perawat untuk
perawat Sherly dengan diri dan mencoba pertanyaan memudahkan dan
Widyastuti, saya bersahabat, sikap menggali identitas perawat dengan membina
senang dipanggil terbuka dan klien serius hubungan saling
Widy bu. Saya dari tersenyum percaya dengan
Stikes Baiturrahim klien
K : Memandang
Jambi. Nama ibu
siapa dan senang perawat dengan
wajah serius
dipanggil apa ?

K : Nama saya K : Suara klien Perawat Klien terlihat mulai Memperkenalkan


Ny.P, panggil saja terdengar pelan menunjukkan menampakkan diri dan
saya P, suster dan memandang sikap terbuka rasa percaya mengatakan nama
perawat dengan dengan klien dengan perawat panggilan yang
serius disukai dapat
meningkatkan rasa
P : Mendengarkan percaya kepada
dengan penuh orang lain
perhatian dan
sikap terbuka
KOMUNIKASI KOMUNIKASI KOMUNIKASI KOMUNIKASI RASIONAL
VERBAL NON VERBAL BERPUSAT PADA BERPUSAT PADA
PERAWAT PASIEN

P : Bagaimana P : Suara jelas, Perawat mencoba Klien tampak Perawat mencoba


perasaan ibu hari tetap tersenyum, membuka diri dan menerima dan menggali kondisi
ini? mempertahankan mencoba menggali terbuka dengan klien dengan
sikap terbuka, data baru yang diskusi yang akan pertanyaan
memandang klien mungkin sangat dilakukan dengan terbuka, memberi
dengan diperlukan dari perawat kesempatan klien
bersahabat klien mengeksplorasika
n apa yang
K : Memandang dirasakan klien
perawat, wajah
tampak lebih rileks

K : Baik suster, tapi K : Suara Perawat Klien sudah mulai Klien sudah mulai
saya merasa malu terdengar agak menunjukkan menanamkan membuka diri
dengan diri saya lirih, wajah terlihat sikap terbuka sikap terbuka dengan perawat.
sendiri, karena sedih memandang dengan klien dengan perawat Ini merupakan
saya bingung ke arah lain awal yang baik
bagaimana cara untuk mengetahui
P : Memandang
merawat dan lebih dalam lagi
membesarkan klien dengan sikap tentang masalah
bersahabat dan
anak-anak yang dihadapinya
sedangkan suami mempertahankan
sikap terbuka
saya telah
meninggal dan
dengan keadaan
saya yang cacat ini

KOMUNIKASI KOMUNIKASI KOMUNIKASI KOMUNIKASI RASIONAL


VERBAL NON VERBAL BERPUSAT PADA BERPUSAT PADA
PERAWAT PASIEN

P : Baiklah ibu, P: Perawat Klien Teknik validasi


bagaimana kalau Mempertahankan melakukan mendengarkan untuk memastikan
kita bercakap- kontak mata, klarifikasi penjelasan dan ucapan klien.
cakap tentang apa sambil terhadap Masalah terlihat ingin Kontrak waktu,
yang ibu rasakan mengangguk yang dihadapi mengungkapkan topik dan tempat
selama ini ? ibu perlahan, dengan klien serta permasalahan merupakan cara
maunya di mana ? suara penuh membuat kontrak yang dihadapi untuk menjalin
perhatian pertemuan dan hubungan yang
menentukan topik
K : Memandang pembicaraan terapeutik
perawat,
mendengarkan
pertanyaan
dengan serius,
muka tampak
mulai rileks,
tangan diletakkan
di atas meja

K : Boleh suster, di K : Wajah sudah Perawat Klien sudah Klien sudah dapat
sini saja bu tampak rileks, mempertahankan tampak percaya membuat suatu
memandang sikap terbuka dengan kehadiran keputusan yang
lawan bicara dengan klien perawat dan dapat sederhana. Hal ini
membuat kontrak menandakan
P : Tersenyum dan yang jelas bahwa meskipun
menganggukkan klien sudah lansia
kepala. tapi proses
kognitif klien
masih baik

P : Baiklah, P : Tersenyum, Perawat Klien terlihat ingin Perawat


bagaiman kalau mempertahankan memberikan menyampaikan memberikan
kita ngobrol sikap terbuka, pertanyaan sesuatu pertanyaan
kurang lebih 20 suara jelas terbuka kepada terbuka yang
menit, di teras ini klien bersifat eksplorasi,
saja ya pak? K : Mendengarkan sesuai dengan
pertanyaan
Baiklah sekarang teori bahwa
coba ibu ceritakan perawat, eksplorasi adalah
memandang
lebih lanjut mempelajari topik
tentang perasaan perawat. secara mendalam.
ibu setelah
mengalami
bencana ini dan
kehilangan satu
tangan kiri ibu ?

KOMUNIKASI KOMUNIKASI KOMUNIKASI KOMUNIKASI RASIONAL


VERBAL NON VERBAL BERPUSAT PADA BERPUSAT PADA
PERAWAT PASIEN

K : Saya merasa K : menjawab Perawat mencoba Klien tampak ingin Mengeksplorasi


sedih, malu dengan suara yang memahami apa menceritakan permasalahan
terkadang saya lirih & menunduk yang dikatakan Masalahnya klien bertujuan
merasa tidak saat bercerita oleh klien dengan perawat untuk
berguna dengan mengidentifikasi
P : Mengangguk
keadaan yang saya masalah utama
alami ini, terlebih kepala, klien.
memandang klien
lagi tangan saya
tidak dapat saya dengan ramah
gunakan seperti
biasanya.

P : Kemudian apa P : Memandang Perawat mencoba Klien mencoba Mengeksplorasi


yang ibu lakukan klien dengan menggali lebih memahami permasalahan
ketika perasaan bersahabat, dalam tentang pertanyaan klien dan
bersalah dan mempertahankan masalah klien perawat bertujuan untuk
putus asa ibu sikap terbuka mengidentifikasi
muncul ? masalah utama
K : Memandang klien.
perawat sambil
mengernyitkan
dahi

K : Saya hanya K : Menjawab Perawat mencoba Klien berusaha Klarifikasi dari


menangis dan dengan suara yang memahami menjelaskan klien menandakan
mencoba ikhlas jelas dan penjelasan yang tentang hal yang klien sudah
menerima semua kemudian diberikan klien. ditanyakan oleh mencoba berpikir
ini. Tetapi saya terdiam. perawat rasional. Hal ini
tidak dapat dilakukan perawat
membohongi diri P : Mendengarkan untuk
penjelasan dari
saya sendiri dan meningkatkan
menangis ketika klien dengan kemampuan
serius
melihan atau analisa klien
mengingat terhadap suatu
kejadian tersebut. masalah.

P : Maaf ibu P: Perawat mencoba Klien terlihat ingin Perawat berusaha


sebelumnya, Memperhatikan untuk menggali mengungkapkan mengeksplorasi
sekarang ibu klien, lebih jauh tentang apa yang dengan
hanya memiliki mempertahankan rencana klien dirasakan saat ini memberikan
satu tangan yang sikap terbuka terkait pertanyaan
berfungsi dan keinginannya terbuka yang
dapat ibu gunakan K : Menunduk untuk segera bertujuan untuk
sambil
dengan baik. pulang. mennggali pikiran
mendengarkan dan perasaan klien
kata-kata perawat
Apa yang dapat dengan serius.
ibu lakukan atau
yang ingin ibu
lakukan hanya
dengan satu
tangan yang ibu
miliki ?

KOMUNIKASI KOMUNIKASI KOMUNIKASI KOMUNIKASI RASIONAL


VERBAL NON VERBAL BERPUSAT PADA BERPUSAT PADA
PERAWAT PASIEN

K : Jujur saya ingin K : Menunduk dan Perawat berusaha Klien berusaha Penjelasan dari
sekali melakukan berkata dengan menggali menjelaskan klien menandakan
aktifitas seperti tegas kemampuan klien rencana klien sudah
biasanya, membuat kegiatannya mencoba berpikir
meskipun P : Mendengarkan perencanaan rasional. Hal ini
dengan serius
sekarang saya pulang dilakukan perawat
hanya memiliki sambil tetap untuk
mempertahankan
satu tangan. meningkatkan
kontak mata kemampuan
analisa klien
terhadap suatu
masalah.

P : Baiklah ibu, ibu P : Tetap Perawat berusaha Klien terlihat Reinforcement (+)
hanya memiliki mempertahankan memberi bersemangat meningkatkan
satu tangan yang kontak mata reinforcement (+) mengungkapkan harga diri klien,
berfungsi, dan dan menggali apa yang menjadi teknik eksplorasi
satunya lagi K : Berpikir permasalahan rencananya dengan
mengangkat muka
sebelah kiri tidak klien memberikan
berfungsi sesaat tetapi pertanyaan
kembali terbuka bertujuan
Tapi tangan menunduk. untuk menjelaskan
sebelah kanan pikiran dan
ibukan masih bisa perasaan klien.
digunakan untuk
melakukan
aktifitas sehari-
hari dan kaki ibu
juga dapat
difungsikan
dengan baik.
P : Tapi tangan K : Memandang Perawat mencoba Klien berusaha Eksplorasi
sebelah kanan perawat sesaat menggali rencana menceritakan bertujuan untuk
ibukan masih bisa kemudian klien lebih dalam. rencananya menjelaskan
digunakan untuk menunduk, nada pikiran dan
melakukan suara terdengar perasaan yang
aktifitas sehari- lirih dialami klien
hari dan kaki ibu
P : Tetap
juga dapat
difungsikan memandang klien
dengan penuh
dengan baik.
perhatian

P : Saya mengerti P: Perawat berusaha Klien tampak Perawat mencoba


ibu P. Tapi Mempertahankan menggali sudah memikirkan memberikan
setidaknya ibu kontak mata dan kemampuan klien rencananya pertanyaan
sudah berusaha sikap terbuka menetapkan dengan matang terbuka yang
melatihnya rencananya bersifat eksplorasi
K : Diam sesaat,
sendiri, itu adalah sehingga dapat
tindakan yang berpikir, klien tergali
mamainkan jari-
sangat baik bu permasalahan
jari klien sebenarnya

KOMUNIKASI KOMUNIKASI KOMUNIKASI KOMUNIKASI RASIONAL


VERBAL NON VERBAL BERPUSAT PADA BERPUSAT PADA
PERAWAT PASIEN

P : Bagaimana P : Mengangguk Perawat Klien terlihat


perasaan Ibu dan tersenyum mengevaluasi antusias
setelah kita perasaan klien menyimak
K : Memandang
ngobrol? pertanyaan
perawat perawat

K : Alhamdulillah K : Tersenyum dan Perawat Klien tampak Evaluasi subjektif


saya merasa baik memandang mengamati serius membantu
dan senang suster senang pada ekspresi klien mengungkapkan perawat
perawat untuk memvalidasi perasaannya mengevaluasi hasil
ungkapan verbal proses
P : Tersenyum dan non verbal penyelesaian
pada klien klien masalah

P ; Bagus sekali, P : Tersenyum Perawat Klien terlihat Pemberian


baiklah, kalau memandang klien memberikan setuju dengan reinforcement
begitu bagaimana reinforcement (+) kontrak yang positif dan
kalau besok kita K : mengangguk dan langsung ditawarkan menyepakati
lanjutkan mempertahankan menawarkan perawat kontrak
pembicaraan kita kontak mata kesepakatan untuk merupakan bentuk
dengan topik pertemuan berikut penghargaan
melatih ibu untuk baik topik, waktu, kepada klien, hal
dapat beraktifitas tempat ini dapat
meskipun hanya meningkatkan
menggunakan satu harga diri klien
tangan kanan ibu dan memotivasi
saja. jam berapa klien
Ibu bersedia mempertahankan
ngobrol lagi? perilaku baru

K : Ya suster, K : memandang Perawat merasa Klien mencoba Kemampuan klien


besok jam 10.00 perawat dengan senang atas memahami menentukan
aja ya, tempatnya ekspresi serius kemampuan klien usul/saran dari tempat dan waktu
disini saja menyepkati perawat interaksi
P : Tersenyum kontrak dan menunjukkan
pada klien menetukan pilihan kemampuan klien
waktu dan tempat dalam penilaian
dan pengambilan
keputusan
sederhana

P : Iya ibu P. P : Tersenyum, Perawat puas Klien tampak Terminasi adalah


Terimaksih dan memandang klien dengan interaksi senang karena saat untuk
saya akan kembali dengan yang dilakukan perawat mengubah
besok pada jam bersahabat, dengan klien membantunya perasaan dan
10.00 pagi. Baiklah mempertahankan dalam mengatasi memori serta
kalau begitu saya sikap terbuka masalahnya untuk
permisi dulu ibu mengevaluasi
K : Memandang
dan terimakasih kemajuan klien
atas waktunya. [Link] dan tujuan yang
ekspresi serius telah dicapai

KESAN PERAWAT :

Perawat menganalisis bahwa dalam pertemuan pertama perawat berhasil mencapai hubungan saling
percaya dengan klien. Hal ini ditandai dengan klien sudah mau bercerita tentang apa yang dirasakannya
dan bersedia belajar cara penyelesaian masalah. Hasil interaksi menunjukkan kemampuan klien
menerima dan mempraktikkan cara yang diajarkan, Interaksi perlu ditingkatkan untuk membantu klien
mengoptimalkan kemampuan soialisasi (verbal dan non verbal) yang telah dimiliki baik kognitif,
psikomotor, afektif.

Anda mungkin juga menyukai