BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Kerangka Teoritis
1. Pengertian Belajar
Belajar merupakan tindakan dan perilaku yang kompleks. Belajar juga dapat
diartikan sebagai peristiwa yang bersifat individu yakni peristiwa terjadinya perubahan
tingkah laku sebagai dampak dari pengalaman individu. Belajar merupakan proses
perubahan dari tidak tahu menjadi tahu. Perubahan terjadi karena latihan dan
pengalaman, bukan karena pertumbuhan, perubahan tersebut harus bersifat permanen
dan tetap ada untuk waktu yang cukup lama. Pada proses belajar perubahan tingkah laku
pada diri seseorang yang dapat dilihat yaitu perubahan bentuk pengetahuan,
keterampilan, dan kecakapan yang ada pada setiap individu yang belajar.
Belajar adalah modifikasi atau memperteguh kelakuan melalui pengalaman
dalam buku Oemar Hamalik,(2014: 36). Maksudnya adalah belajar merupakan suatu
proses, suatu kegiatan dan bukan suatu hasil atau tujuan. Belajar bukan hanya
mengingat akan tetapi lebih luas daripada itu, yakni mengalami. Hasil dari belajar bukan
hanya suatu penguasaan hasil latihan, melainkan perubahan kelakuan.
Menurut Slameto (2013: 2) “Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan
seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara
keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungan.
Belajar adalah kegiataan individu memperoleh pengetahuan, perilaku dan keterampilan
dengan cara mengolah bahan belajar. Pendapat yang senada oleh R. Gagne dalam
Slameto (2010: 13) menyatakan bahwa “Belajar adalah suatu proses untuk memperolah
motivasi dalam pengetahuan, keterampilan, kebiasaan, dan tingkah laku”. Selanjutnya
menurut Eveline dan Hartini (2010: 3) “Belajar merupakan sebuah proses yang
kompleks yang terjadi pada semua orang dan berlangsung seumur hidup, sejak masih
bayi (bahkan dalam kandungan) hingga
7
8
lingalahat’’. Artinya bahwa belajar merupakan suatu proses yang tidak akan
pernah berhenti selama manusia masih berada didunia ini.
Karena sejatinya belajar dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja, tanpa ada batas
waktu. Dari defenisi yang telah diuraikan di atas dapat disimpulkan bahwa belajar
adalah suatu aktivitas mental (psikis) yang berlangsung dalam interaksi dengan
lingkungannya yang menghasilkan perubahan yang bersifat relatif konstan.
2. Pengertian Mengajar
Mengajar merupakan salah satu komponen dari kompetensi-kompetensi guru.
Dan setiap guru harus menguasai serta terampil melaksanakan mengajar itu. Mengajar
merupakan segenap aktivitas kompleks yang dilakukan guru dalam mengorganisasikan
aktivitas atau mengatur lingkungan sebaik-baiknya dan menghubungkannya dengan
anak sehingga terjadi proses belajar.
Menurut John R. Pancella dalam buku Slameto (2013: 33) mengatakan bahwa:
”Mengajar adalah Mengajar dapat dilukiskan sebagai membuat keputusan (decision
making) dalam interaksi, dan hasil dari keputusan guru adalah jawaban siswa atau
sekelompok siswa, kepada siapa guru berinteraksi”. Mengajar adalah upaya
memberikan stimulus, bimbingan pengarahan, dan dorongan kepada siswa agar terjadi
proses belajar”.
Menurut Hamalik dalam buku Asep Jihad dan Abdul Haris (2013: 8) “Mengajar
adalah menyampaikan pengetahuan kepada siswa atau murid di sekolah”. Demikian
juga Slameto dalam buku Asep Jihad dan Abdul Haris (2013:8) mengungkapkan bahwa
mengajar adalah “Penyerahan kebudayaan kepada anak didik yang berupa pengalaman
dan kecakapan atau usaha untuk mewariskan kebudayaan masyarakat kepada generasi
berikutnya”. Selanjutnya Dequeliy dan Gajzali dalam buku Slameto (2013: 30)
menyatakan bahwa “Mengajar adalah menanamkan pengetahuan pada seseorang dengan
cara paling singkat dan tepat”.
Berdasarkan uraian di atas dapat di simpulkan bahwa mengajar adalah sebagai
proses penyampaian informasi atau pengetahuan dari guru kepada siswa. Proses
penyampaian itu sering juga dianggap sebagai proses mentransfer ilmu.
3. Pengertian Pembelajaran
9
Pembelajaran merupakan proses interaksi antara guru dengan peserta didik dan
sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan bantuan yang
diberikan pendidik agar dapat terjadi proses perolehan ilmu dan pengetahuan serta
pembentuk sikap dan kepercayaan pada peserta didik. Pembelajaran merupakan suatu
kegiatan yang melibatkan seseorang dalam upaya memperoleh pengetahuan,
keterampilan, dan nilai-nilai positif dengan memanfaatkan berbagai sumber untuk
belajar.
Proses pendidikan disekolah kegiatan pembelajaran merupakan aktivitas yang
paling utama karena keberhasilan mencapai tujuan pendidikan tergantung pada
bagaimana proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif, sebab dalam UU
No.20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional disebutkan bahwa “Pembelajaran
adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu
lingkungan belajar”.
Oemar Hamalik bahwa, “ Pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun
meliputi unsur-unsur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan, dan prosedur yang
saling mempengaruhi mencapai tujuan pembelajaran”. Menurut Wenger dalam buku
Miftahul Huda (2017: 2), “Pembelajaran bukanlah aktivitas, sesuatu yang dilakukan
seseorang ketika ia melakukan aktivitas lain. Pembelajaran juga bukanlah sesuatu yang
berhenti dilakukan oleh seseorang. Lebih dari itu, pembelajaran bisa terjadi dimana saja
dan pada level yang berbeda-beda secara individual, kolektif, ataupun sosial”.
Menurut Hamalik dalam buku Asep Jihad dan Abdul Haris, ( 2013: 12)bahwa:
“Pembelajaran adalah upaya mengorganisasi lingkungan untuk menciptakan kondisi
belajar peserta didik”. Begitu juga Rostina Sundayan (2015: 6) mengatakan bahwa,
“Pembelajaran adalah proses komunikasi antara pembelajar, pengajar, dan bahan ajar.
Dapat dikatakan bahwa bentuk komunikasi tidak akan berjalan tanpa bantuan sarana
untuk menyampaikan pesan”.
Berdasarkan uraian di atas dapat di simpulkan bahwa pembelajaran adalah suatu
proses interaksi antara guru dengan peserta didik dan sumber belajar pada suatu
lingkungan belajar.
4. Pengertian Metode Pembelajaran
Metode merupakan salah satu strategi atau cara yang digunakan oleh guru dalam
proses pembelajaran yang hendak dicapai, semakin tepat metode yang digunakan oleh
10
seorang guru maka pembelajaran akan semakin baik. Metode berasal dari kata methodos
dalam bahasa Yunani yang berarti cara atau jalan. Sudjana (2005: 76) berpendapat
bahwa metode merupakan perencanaan secara menyeluruh untuk menyajikan materi
pembelajaran bahasa secara teratur, tidak ada satu bagian yang bertentangan, dan
semuanya berdasarkan pada suatu pendekatan tertentu.
Pendekatan bersifat aksiomatis yaitu pendekatan yang sudah jelas kebenarannya,
sedangkan metode bersifat prosedural yaitu pendekatan dengan menerapkan langkah-
langkah. Metode bersifat prosedural maksudnya penerapan dalam pembelajaran
dikerjakan melalui langkah-langkah yang teratur dan secara bertahap yang dimulai dari
penyusunan perencanaan pengajaran, penyajian pengajaran, proses belajar mengajar,
dan penilaian hasil belajar.
Menurut Sangidu (2004: 14) metode adalah cara kerja yang bersistem untuk
memulai pelaksanaan suatu kegiatan penilaian guna mencapai tujuan yang telah
ditentukan. Salamun dalam Sudrajat, (2009:7) menyatakan bahwa metode pembelajaran
ialah sebuah caracara yang berbeda untuk mencapai hasil pembelajaran yang berbeda
dibawah kondisi yang berbeda.
Hal itu berarti pemilihan metode pembelajaran harus disesuaikan dengan kondisi
pembelajaran dan hasil pembelajaran yang ingin dicapai. Berdasarkan pendapat tersebut
dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran merupakan sebuah perencanaan yang
utuh dan bersistem dalam menyajikan materi pelajaran. Metode pembelajaran dilakukan
secara teratur dan bertahap dengan cara yang berbeda-beda untuk mencapai tujuan
tertentu dibawah kondisi yang berbeda.
5. Pengertian Metode Gallery Walk
Pembelajaran Gallery Walk menurut Silberman (2010:264)Ditinjau dari segi
etimologi (bahasa), kata “metode” berasal dari Yunani, yaitu “metodhos” kata ini
terdiri dari dua suku kata, yaitu “metha”yang berarti “melalui atau melewati”dan
“hodos” yang berarti “jalan atau cara”. Maka metode memiliki arti “jalan yang dilalui
untuk mencapai tujun”. Sedangkan menurut istilah, metode adalah “jalan yang
ditempuh oleh seseorang supaya sampai pada tujuan tertentu, baik dalam lingkungan
atau perniagaan maupun dalam kaitan ilmu pengetahuan dan lainnya”.Metode Gallery
walk (pameran berjalan) atau disebut juga galeri belajar merupakan suatu cara untuk
11
menilai dan mengingat apa yang telah siswa pelajari. Metode ini memiliki tujuan,
yaitu untuk membangun kerjasama kelompok (Cooperative learning) dan saling
memberi apresiasi dan koreksi dalam belajar.
6. Langkah Langkah Pembelajaran Gallery Walk
Menurut Rodgres, (2000:14) dan Silberman, (2005:274) Langkah-langkah
metodeGalleryWalkadalah :
1. Membagi siswa menjadi beberapa kelompok yang beranggotakan dua hingga
empat orang
2. Memberikan kertas karton/plano kepada setiap kelompok
3. Menentukan topik atau tema pelajaran
4. Memerintahkan tiap kelompok untuk mendiskusikan apa yang didapatkan oleh
para anggotanya dari pelajaran yang mereka ikut
5. Memerintahkan mereka untuk membuat sebuah daftar pada kertas yang telah
diberikan yang berisi hasil pembelajaran dan memerintahkan juga untuk
memberi judul atau menamai daftar tersebut
6. Memerintahkan setiap kelompok untuk menempel hasil kerjanya di dinding
7. Memerintahkan mereka untuk berputar mengamati hasil kerja kelompok lain
8. Meminta salah satu wakil kelompok menjelaskan setiap apa yang ditanyakan
oleh kelompok lain
9. Meminta siswa bersama-sama untuk mengoreksi hasil kerja kelompok lain
10. Memberikan klarifikasi dan penyimpulan
7. Kelebihan Dan Kekurangan Gallery Walk
Menurut Ismail (2008:90) Gallery Walk memiliki kelebihan dan kekurangan
yaitu:
a. Kelebihan Gallery Walk
1. Siswa terbiasa membangun budaya kerjasama memecahkan masalah dalam
belajar.
2. Terjadi sinergi saling menguatkan pemahaman terhadap tujuan pembelajaran
3. Membiasakan siswa bersikap menghargai dan mengapresiasi hasil belajar
kawannya.
4. Mengaktifkan fisik dan mental siswa selama proses belajar
12
5. Membiasakan siswa memberi dan menerima kritik.
6. Siswa tidak terlalu menggantungkan pada guru, akan tetapi dapat membantu
menambah kepercayaan kemampuan berpikir sendiri, menemukan informasi dari
berbagai sumber, dan belajar dari siswa yang lain.
b. Kekurangan Gallery Walk
1. Bila anggota kelompok terlalu banyak akan terjadi sebagian siswa
menggantungkan kerja kawannya
2. Guru perlu ekstra cermat dalam memantau dan menilai keaktifan individu dan
kolektif
3. Pengaturan setting kelas yang lebih rumit.
4. Dalam upaya mengembangkan kesadaran berkelompok memerlukan periode
waktu yang cukup panjang
5. Jika tanpa peer teaching yang efektif dari guru, maka bisa terjadi apa yang
seharusnya dipelajari dan dipahami tidak pernah dicapai oleh siswa.
8. Pengertian Pembelajaran Konvensional
Pembelajaran konvensional yang paling berperan aktif dalam proses
pembelajaran adalah guru sedangkan siswa hanya dituntut untuk mendengar dan
mengikuti apa yang disampaikan guru. Ekawati (2016: 4) menyatakan “Pembelajaran
konvensional yaitu bentuk kegiatan belajar yang biasa dikenal yakni terjadinya interaksi
antara guru, siswa dan bahan belajar dalam suatu lingkungan tertentu (sekolah, kelas,
laboratorium, dan sebagainya)”.
Menurut Bellanca dalam Safrina, dkk (2014: 14) bahwa “Pembelajaran
konvensional yakni pembelajaran yang menekankan pengendalian guru atas kebanyakan
kejadian dan penyajian pembelajaran terstruktur di ruangan kelas”. Hendriana (2014:
44) menyatakan “Pembelajaran konvensional adalah pembelajaran yang penyajian
masalah diletakkan pada akhir pembelajaran sebagai latihan dan penerapan konsep yang
dipelajari”.
Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan pembelajaran konvensional
adalah pembelajaran yang berpusat pada guru, dimana peran guru mengendalikan atas
kebanyakan penyajian pembelajaran atau bisa juga disebut sebagai metode ceramah.
9. Langkah Langkah Pembelajaran Konvensional
13
Menurut syahrul (2013), langkah-langkah pembelajaran konvensional sebagai
berikut:
1. Menyampaikan tujuan. Guru menyampaikan semua tujuan pembelajaran yang
ingin dicapai pada pelajaran tersebut.
2. Menyajikan informasi. Guru menyajikan informasi kepada siswa secara tahap
demi tahap dengan metode ceramah.
3. Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik. Guru mengecek
keberhasilan siswa dan memberikan umpan balik
10. Kelebihan Dan Kekurangan Pembelajaran Konvensional
Menurut Kholik (2011) kelebihan dan kekurangan pembelajaran konvensional
adalah:
a. Kelebihan pembelajaran konvensional adalah
Kelebihan metode pembelajaran konvensional:
1. Berbagai informasi yang tidak mudah ditemukan di tempat lain
2. Menyampaikan informasi dengan cepat.
3. Membangkitkan minat akan informasi.
4. Mengajaripeserta didik yang cara belajar terbaiknya dengar mendengarkan.
5. Mudah digunakan dalam proses belajar.
b. Kekurangan Pembelajaran Konvensional
Kekurangan metode pembelajaran konvensional:
1. Kegiatan belajar adalah memindahkan pengetahuan dari guru ke peserta didik.
Tugas guru adalah memberi tugas dan tugas peserta didik adalah menerima.
2. Pembelajaran konvensional cenderung mengkotak-kotakkan peserta didik.
3. Kegiatan belajar mengajar lebih menekankan pada hasil daripada proses
11. Pengertian Hasil Belajar
Hasil belajar dapat didefenisikan sebagai kemampuan yang diperoleh seseorang
setelah melalui kegiatan belajar. Kegiatan dari usaha mencapai perubahan tingkah laku
adalah hasil belajar. Hasil belajar dapat berupa bertambahnya pengetahuan, pemahaman
maupun memperoleh nilai yang baik. Walaupun hasil belajar tidak sesuai identik
dengan nilai, namun nilai yang baiklah yang selalu diharapkan.
Sudjana dalam Asep Jihad dan Abdul Haris (2013: 15) mengatakan bahwa:
”Hasil belajar adalah kemampuan – kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia
14
menerima pengalaman belajarnya”. Begitu juga menurut [Link] Ahmad
Susanto,(2014: 5) mengatakan bahwa: ”Hasil belajar dapat diartikan sebagai tingkat
keberhasilan siswa dalam mempelajari materi pelajaran di sekolah yang dinyatakan
dalam skor yang diperoleh dari hasil tes mengenal sejumlah materi pelajaran tertentu”.
Sama dengan pendapat yang dikemukakan oleh Abdurrahman dalam buku Asep
Jihad dan Abdul Haris (2013: 14) bahwa “Hasil belajar adalah kemampuan yang
diperoleh anak setelah melalui kegiatan belajar”.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah kemampuan-
kemampuan atau penilaian tentang perkembangan dan kemajuan yang diperoleh oleh
individu atau peserta didik setelah mengikuti proses belajar, baik itu berupa
pengetahuan, nilai, sikap, dan keterampilan yang ditampilkan dalam bentuk perilaku
atau perbuatan.
12. Materi Pembelajaran
a. Mengumpulkan dan Menyajikan Data
Data adalah suatu keterangan yang diperlukan untuk memecahkan suatu masalah
atau mendapat gambaran suatu keadaan. Data yang terkumpul dapat disajikan dalam
bentuk tabel, diagram garis, diagram batang,diagram lingkaran, atau diagram gambar
(piktogram).
Data adalah suatu keterangan yang diperlukan untuk memecahkan suatu masalah
atau mendapat gambaran suatu keadaan. Data yang terkumpul dapat disajikan dalam
bentuk tabel, diagram garis, diagram batang,diagram lingkaran, atau diagram gambar
(piktogram).
1. Pengumpulan data
Sebelum memperoleh sebuah data, maka kita harus melakukan proses
pengumpulan data. Ada beberapa cara yang biasa dilakukan untuk mendapatkan data,
diantaranya melalui:
a. Penelitian
b. Wawancara
c. Polling/angket
d. Penghitungan langsung
e. Penyajian data
15
Setelah memperoleh data, biasanya data-data tersebut disajikan dalam beragam
bentuk.
2. Penyajian Data
Salah satu contoh data yang bisa disajikan adalah nilai matematika dari siswa
yang ada di sebuah sekolah sebagai berikut:
a. Dalam bentuk tabel
Menggunakan tabel digambarkan dengan menggunakan tabel, berikut adalah
contoh tabel data nilai matematika siswa SD negeri 040576 Tigabinanga:
Tabel 2.1 nilai matematika siswa
No Nilai Jumlah Siswa
1 65 5
2 70 9
3 75 14
4 80 10
5 85 5
6 90 7
Jumlah 50
Dari tabel di atas kita bisa mengetahui:
Ada 5 siswa yang memperoleh nilai 65
Ada 9 siswa yang memperoleh nilai 70
Ada 14 siswa yang memperoleh nilai 75
Ada 10 siswa yang memperoleh nilai 80
Ada 5 siswa yang memperoleh nilai 85
Ada 7 siswa yang memperoleh nilai 90
b. Dalam bentuk diagram
Diagram ada beragam bentuknya mulai dari diagram batang, diagram lingkaran,
diagram gambar dan diagram garis.
1. Diagram batang
Mari kita ubah data diatas ke dalam bentuk diagram batang:
16
Gambar 2.1 Diagram batang nilai matematika siswa
2. Diagram lingkaran
Untuk membuat diagram lingkaran, kita harus mencari persentase besar sudut
dari data yang di dapat:
Nilai 65 = 5/50 x 360o = 36o Nilai 70 = 9/50 x 360o = 64.8o
Nilai 75 = 14/50 x 360o = 100.8o Nilai 80 = 10/50 x 360o = 72o
Nilai 85 = 5/50 x 360o = 36o Nilai 90 = 7/50 x 360o = 50.4o
Maka gambar diagram na seperti berikut:
Gambar 2.2 Diagram lingkaran nilai matematika
3. Diagram Garis
Hampir sama seperti diagram batang hanya saja bentuk nya diubah menjadi garis.
17
Gambar 2.3 Diagram garis jumlah siswa
b. Pengolahan data
Di dalam pengolahan sebuah data ada beberapa hal yang harus kita cari dengan
menggunakan rumus matematika, yaitu
1. Mean
Mean adalah nilai rata-rata dari keseluruhan data yang di dapat. Nilai rata-rata
diperoleh dengan menjumlahkan seluruh nilai kemudian dibagi dengan banyaknya data.
Sebagai contoh dari data di atas kita bisa mencari meannya dengan cara
menjumlahkan nilai yang ada kemudian dibagidengan jumlah siswa yang ada, seperti
ini:
Jadi nilai rata-rata siswa kelas VI untuk pelajaran matematika di SD Tunas
Mekar adalah 9.3
2. Modus
Modus merupakan nilai yang paling sering muncul di dalam data tersebut. Bila
dilihat dari data nilai matematika siswa kelas VI SD Tunas Mekar, maka nilai yang
paling sering muncul adalah 70 karena ada 14 siswa yang mendapatkan nilai 70.
3. Median
Median adalah nilai tengah. Diperoleh dengan cara mengurutkan nilai-nilai yang
ada dari yang terkecil sampai terbesar. Perhatikan contoh berikut:
Contoh:
Nilai ulangan harian matematika kelas IV SD Sumber Rejo berturut-turut
adalah:5,6,7,8,9,7,8,7,10,5carilah median dari data tersebut.
Jawab:
Urutkan nilai-nilai tersebut dari yang terkecil : 5,5,6,7,7,7,8,8,9,10 -> jumlah datanya
ada10.
Ambil nilai yang ada ditengah-tengah, bila jumlah datanya genap ambil dua nilai yang
18
ada ditengah kemudian dibagi dengan 2. Seperti pada soal diatas, karena jumlah datanya
genap (10) maka kita ambil dua nilai yang ada di tengah yaitu 7 dan 7 maka 7+7 :2= 14
: 2 = 7. Maka median dari data tersebut adalah 7.
[Link] Berpikir
Banyak orang yang tidak menyukai matematika, termasuk anak-anak yang
masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Mereka menganggap bahwa matematika sulit
dipelajari. Anggapan tersebut dapat disebabkan oleh berbagai macam hal salah satunya
cara belajar matematika yang dialami peserta didik membosankan atau tidak
menyenangkan. Anak usia sekolah dasar merupakan usia di mana anak mempunyai rasa
ingin tahu yang tinggi dan kritis.
Anak akan cenderung bosan jika pembelajaran matematika hanya berupa
menulis atau mengerjakan soal yang berkepanjangan selain itu suasana kelas yang
tegang dan terlalu serius justru dapat menyebabkan kurangnya konsentrasi anak
terhadap pembelajaran matematika. Matematika merupakan pelajaran yang memerlukan
cara berpikir ekstra keras sehingga guru hendaknya menggunakan metode pembelajaran
yang menyenangkan agar dapat menurunkan ketegangan berpikir anak. Kegiatan
pembelajaran di kelas IV SDNegeri 040576 Tiga Binanga masih menempatkan siswa
sebagai pelaku pasif. Siswa hanya mendengarkan saja hal-hal yang disampaikan oleh
guru dan kurang mendapatkan kesempatan untuk aktif dalam kegiatan belajar mengajar.
Dampaknya pada ulangan harian dengan materipengumpulan data, 40% siswa nilainya
berada di bawah KKM. Hal tersebut dapat diatasi dengan model pembelajaran yang
menyenangkan dan menempatkan siswa sebagai pelaku aktif di dalamnya.
Metode pembelajaran gallery walkadalah metodepembelajaran yang memenuhi
dua hal tersebut. Di dalam metode pembelajaran galeri walk terdapat game akademik
yang sesuai dengan sifat anak usia sekolah dasar yang senang bermain. Dengan
pembelajaran yang menyenangkan, peserta didik dapat dengan mudah memahami
materi pelajaran dengan cepat sehingga hasil belajar peserta didik pun dapat meningkat.
[Link] Penelitian
Berdasarkan kerangka teoritis dan kerangka berfikir yang telah dijelaskan maka
Hipotesis tindakan yang diajukan dalam penelitian ini adalah “Ada pengaruh yang
19
signifikan metodeGallery Walkterhadap hasil belajar siswa matematika materi statistik
di kelas IV SD Negeri 040576 Tiga BinangaTahun Ajaran 2018/2019”
[Link] Operasional
a. Belajar merupakan tindakan dan perilaku yang kompleks, setelah belajar orang
memiliki keterampilan, pengetahuan, sikap dan nilai, sebaiknya apabila tidak belajar
maka responya menurun.
b. Hasil belajar adalah pencapaian tujuan, pola-pola perbuatan, nilai, pengertian, sikap,
apresiasi, abilitas,dan keterampilan pada siswa yang mengikuti proses belajar
mengajar.
c. Metode pembelajaran adalah cara-cara yang akan dipilih dan digunakan oleh
seorang pengajar untuk menyampaikan materi pembelajaran yang bertujuan untuk
memudahkan peserta didik menerima dan memahami materi pembelajaran, yang
pada akhirnya tujuan pembelajaran dapat dikuasainya di akhir kegiatan belajar
d. Pembelajaran Galeri Walk merupakan bagian dari metode pembelajaran yang ada
pada model pembelajaran berbasis PAIKEM (Pembelajaran, Aktif, Inovatif, Kreatif,
Efektif, dan Menyenangkan).Metode gallery walk adalah model pembelajaran yang
kegiatannya diikuti oleh beberapa kelompok untuk diskusi menyelesaikan tugas
bersama-sama kemudian dipamerkan sambil berjalan kepada kelompok lain.