0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
58 tayangan16 halaman

Komoditas Ekspor Utama Indonesia

Makalah ini membahas tentang komoditas ekspor Indonesia. Terdapat beberapa poin pembahasan utama yaitu pengertian ekspor, tujuan dan manfaat ekspor, daya saing Indonesia, pengaruh ekspor terhadap ekonomi, faktor pendukung ekspor, serta komoditas ekspor utama Indonesia seperti hasil pertanian, pertambangan, dan perikanan.

Diunggah oleh

Aulya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
58 tayangan16 halaman

Komoditas Ekspor Utama Indonesia

Makalah ini membahas tentang komoditas ekspor Indonesia. Terdapat beberapa poin pembahasan utama yaitu pengertian ekspor, tujuan dan manfaat ekspor, daya saing Indonesia, pengaruh ekspor terhadap ekonomi, faktor pendukung ekspor, serta komoditas ekspor utama Indonesia seperti hasil pertanian, pertambangan, dan perikanan.

Diunggah oleh

Aulya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

KOMODITAS EKSPOR INDONESIA

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah

“Bisnis Internasional”

Dosen Pengampu :

Arip Nur Rohman [Link]

Oleh :

1. Candra Setia Dewi (931307918)


2. Zuhrotul Aini (931308018)
3. Radhika Sapto Rini (931308718)
4. Nasya Mustika ‘Ulya (931308818)

PROGRAM STUDI EKONOMI SYARIAH

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) KEDIRI

2021
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT karena berkat rahmat dan anugerah-Nya
kami dapat menyelesaikan makalah dengan judul “Komoditas Ekspor Indonesia”.
Shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita Nabi
Muhammad SAW yang telah memberikan petunjuk, dari zaman kegelapan menuju
jalan yang terang benderang yakni agama Islam.

Penulis sangat bersyukur atas terselesaikannya makalah ini yang menjadi


salah satu tugas yang wajib terselesaikan. Disamping itu, kami mengucapkan
terimakasih kepada Bapak Arip Nur Rohman selaku dosen mata kuliah Bisnis
Internasional dan semua pihak yang telah membantu dalam proses penyelesaian
makalah ini baik secara materiil maupun non-materiil.

Demikian yang dapat saya sampaikan, semoga makalah ini dapat


bermanfaat bagi para pembaca. Kami mengharapkan kritik dan saran guna
memperbaiki tugas makalah ini kedepannya. Karena kami sadar, makalah yang
kami buat masih banyak kekurangan.

Kediri, 20 Maret 2021

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .......................................................................................... i


DAFTAR ISI ......................................................................................................... ii
BAB I : PENDAHULUAN ....................................................................................1
A. Latar Belakang ......................................................................................1
B. Rumusan Masalah .................................................................................1
C. Tujuan Penulisan ................................................................................... 2
BAB II : PEMBAHASAN .....................................................................................3
A. Pengertian Ekspor .................................................................................3
B. Tujuan dan Manfaat Ekspor ..................................................................3
C. Daya Saing Indonesia dalam Perdagangan Internasional .....................4
D. Pengaruh Ekspor Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia .............6
E. Faktor yang Mendorong Terjadinya Kegiatan Ekspor ..........................7
F. Komoditas Ekspor Indonesia ................................................................8
BAB III : PENUTUP ...........................................................................................12
Daftar Pustaka .....................................................................................................13

ii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dalam perekonomian Indonesia, perdagangan internasioanl merupakan
salah satu dari beberapa yang mempengaruhi dan sangat berperan penting bagi
keberlangsungan perekonomian Indonesia dengan memberikan manfaat secara
langsung terhadap perdagangan untuk keseluruhan produksi nasional dan
tentunya juga memberikan penyediaan lapangan pekerjaan. Indonesia
merupakan negara yang sejak lama telah melakukan perdagangan internasional.
Peningkatan ekspor baik jumlah mapun jenis barang arau jasa selalu diupayakan
atau digalakkan dengan berbagai strategi adalah pengembangan ekspor,
terutama ekspor migas atau nonmigas dan jasa.
Tujuan dariprogram inilah untuk mendukung upaya peningkatan daya
saing global produk Indonesia serta meningkatkan peran ekspor dalam memacu
pertubuhan ekonomi. Ekspor merupakan sumber utama devisa negara. Secara
garis besarnya komoditas ekspor Indonesia terdiri atas dua komponen yaitu
ekspor migas dan non migas. Fluktuasi nilai ekspor (ke negara-negara tujuan)
ditentukan oleh besarnya volume ekspor dan harga komoditas ekspor itu sendiri.
Volume ekspor akan meningkat seiring dengan meningkatnya produksi barang-
barang yang diekspor tersebut.
Komoditas ekspor dalam bentuk barang-barang jadi (final goods) dan
barangbarang setengah jadi (intermediate goods) sudah tentu lebih tinggi
nilainya jika dibandingkan dengan mengekspor dalam bentuk bahan mentah.
Oleh karena itu perlu diinputkan dan dikembangkan industri – industri yang
mengolah bahan-bahan mentah menjadi barang-barang jadi dan setengah
[Link] macam ekspor telah dimiliki oleh Indonesia, baik itu ekspor
barang migas dan non migas. Dari berbagai macam ekspor yang dimiliki,
terdapat salah satu sektor yang dianggap membrikan pengaruh yang cukup
signifikan bagi perekonomian nasional yaitu pada sektor perkebunan.

1
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian ekspor?
2. Apa manfaat dan tujuan dari kegiatan ekspor?
3. Bagaimana daya saing Indonesia dalam perdagangan internasional?
4. Bagaimana pengaruh kegiatan ekspor bagi pertumbuhan ekonomi di
Indonesia?
5. Apa yang menjadi faktor pendorong kegiatan ekspor?
6. Apa saja komoditas ekspor negara Indonesia?

C. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui pengertian ekspor.
2. Untuk mengetahui dari manfaat dan tujuan kegiatan ekspor.
3. Untuk mengetahui bagaimana daya saing Indonesia dalam perdagangan
internasional.
4. Untuk mengetahui pengaruh kegiatan ekspor bagi pertumbuhan ekonomi di
Indonesia.
5. Untuk mengetahui faktor apa saja yang mendorong kegiatan ekspor.
6. Untuk mengetahui komoditas ekspor negara Indonesia.

2
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Ekspor
Dalam buku Triyoso menjelaskan bahwa Ekspor dapat diartikan sebagai
kegiatan yang menyangkut produksi barang dan jasa yang diproduksi disuatu
negara untuk dikonsumsikan di luar batas negara tersebut. Lebih jelas lagi,
Deliarnov menambahkan bahwa ekspor merupakan kelebihan produksi dalam
negeri yang kemudian kelebihan produksi tersebut dipasarkan di luar negeri.1
Pengertian ekspor menurut Keputusan Menteri Perindustrian dan
Perdagangan Nomor 182/MPP/Kep/4/1998 tentang Ketentuan Umum di
Bidang Ekspor, menyatakan bahwa ekspor adalah kegiatan mengeluarkan
barang dan jasa dari daerah kepabeanan suatu negara. Adapun daerah
kepabeanan sendiri didefinisikan sebagai wilayah Republik Indonesia yang
meliputi wilayah darat, perairan dan ruang udara diatasnya, serta tempat-tempat
tertentu di zona ekonomi eksklusif dan landas kontinen yang didalamnya
berlaku Undang-Undang No.10 tahun 1995 tentang Kepabeanan. 2
Dapat dikatakan juga bahwa ekspor barang adalah seluruh barang yang
dibawa keluar dari wilayah suatu negara, baik bersifat komersial maupun bukan
komersial (barang hibah, sumbangan, hadiah), serta barang yang akan diolah di
luar negeri dan hasilnya dimasukkan kembali ke negara tersebut. Adapun yang
tidak termasuk katagori ekspor antara lain pakaian, barang pribadi dan
perhiasan milik penumpang yang bepergian ke luar negeri, barang-barang yg
dikirim untuk perwakilan suatu negara di luar negeri, barang-barang untuk
ekspedisi atau pameran, peti kemas untuk diisi kembali, uang dan surat-surat
berharga serta barang-barang untuk contoh (sample).
B. Tujuan dan Manfaat Ekspor
Dalam kegiatan ekspor memiliki tujuan diantara lain yaitu:

1
JURNAL EKONOMI Vol. 22, No. 3 September 2014.
2
Bambang Triyoso, Model Ekspor Non Migas Indonesia Untuk Proyeksi Jangka Pendek, Ekonomi
dan Keuangan Indonesia. 1994.

3
1. Meningkatkan laba dari perusahaan melalui perluasan pasar serta untuk
memperoleh harga jual yang lebih baik
2. Membuka pasar baru diluar negeri sebagai perluasan pasar dalam negeri.
3. Memanfaatkan kelebihan komoditas yang telah dimiliki.
4. Membiasakan diri bersaing dalam pasar internasional sehingga mampu
bersaing dengan negara lain.

Sedangkan manfaat kegiatan ekspor bagi Indonesia adalah :


1. Memperluas Pasar bagi Produk Indonesia, kegiatan ekspor merupakan salah
satu cara untuk memasarkanproduk Indonesia ke luar negeri. Misalnya,
pakaian batik merupakan salah satu produk Indonesia yang mulai dikenal
oleh masyarakat dunia. Apabila permintaan terhadap pakaian batik buatan
Indonesia semakin meningkat, pendapatan para produsen batik semakin
besar. Dengan demikian, kegiatan produksi batik di Indonesia akan semakin
berkembang.
2. Menambah Devisa Negara. Perdagangan antarnegara memungkinkan
eksportir Indonesia untuk menjual barang kepada masyarakat luar negeri.
Transaksi ini dapat menambah penerimaan devisa negara. Dengan
demikian, kekayaan negara bertambah karena devisa merupakan salah satu
sumber penerimaan negara.
3. Memperluas Lapangan Kerja, kegiatan ekspor akan membuka lapangan
kerja bagi masyarakat. Dengan semakin luasnya pasar bagi produk
Indonesia, kegiatan produksi di dalam negeri akan meningkat. Semakin
banyak pula tenaga kerja yang dibutuhkan sehingga lapangan kerja semakin
luas.

C. Daya Saing Indonesia dalam Perdagangan Internasional


Daya Saing Indonesia Dalam Perdagangan Internasional Ada beberapa
hal yang mempengaruhi daya saing dalam perdagangan internasional. Menurut
hasil survey IMD (International Management Development) daya saing

4
Indonesia dibandingkan 30 negara-negara utama dunia lainnya, dipengaruhi
beberapa hal, antara lain sebagai berikut :
1. Kepercayaan investor yang rendah (sebagai akibat resiko politik, credit
rating yang rendah, diskriminasi dalam masyarakat, sistim penegakan
hukum yang lemah, penanganan ketenagakerjaan, subsidi yang tinggi,
banyak korupsi)
2. Daya saing bisnis yang rendah yang meliputi kualitas SDM yang masih
rendah, hubungan perburuhan yang selalu bermusuhan (hostile), praktek-
praktek bisnis yang tidak etis dan lemahnya corporate governance.
3. Daya saing yang rendah (nilai-nilai di masyarakat tidak mendukung daya
saing dan globalisasi, kualitas wiraswasta dan kemampuan marketing yang
rendah, produktivitas menyeluruh yang rendah)
4. Infrastruktur lemah (pendidikan dan kesehatan yang kurang, perlindungan
hak patent dan cipta lemah, penegakan hukum lingkungan hidup yang
lemah, biaya telekomunikasi internasional yang mahal, anggaran yang
mahal, kurangnya alih teknologi, kurang ahli teknologi informasi).
Daya saing juga mengindikasikan terjadinya penguatan perekonomian
domestik dengan orientasi dan daya saing global. Secara makro, teori
globalisasi ekonomi dapat diartikan sebagai sebuah teori yang didasarkan atas
asumsi perdagangan bebas atau pasar bebas di seluruh dunia, tanpa adanya
hambatan baik dalam bentuk tarif atau non tarif Namun secara mikro,
globalisasi ekonomi dapat diartikan sebagai sebuah inisiatif bisnis yang
didasarkan atas kepercayaan bahwa dunia telah menjadi sedemikian homogen,
seiring dengan makin mengaburnya perbedaan nyata antar pasar domestik.
Tentang kerja sama regional mengemukakan bahwa kerja sama ekonomi dan
keuangan, khususnya di bidang perdagangan internasional, saat ini mengarah
pada pembentukan kerja sama guna mewujudkan integrasi ekonomi dan
keuangan secara regional.3

Hady Hamdy, Ekonomi Internasional – Teori dan Kebijakan Perdagangan Internasional (Jakarta:
3

Buku 1, Edisi Revisi Ghalia Indonesia, 2001), 37.

5
D. Pengaruh Ekspor Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Pertumbuhan ekonomi adalah indikator yang penting dalam melakukan
pembangunan ekonomi disuatu negara. Pertumbuhan ekonomi dapat
menunjukkan suatu kegiatan perekonomian yang menghasilkan pendapatan
masyarakat bertambah dan menghasilkan barang dan jasa terhadap faktor
produksi yang dimiliki oleh masyarakat. Adanya kegiatan perekonomian dapat
membantu kemakmuran masyarakat.
Indonesia merupakan salah satu negara berkembang terhadap
pembangunan ekonomi nasional dan pertumbuhan ekonomi. Indonesia
menganut perekonomian terbuka dalam menjalankan perekonomiannya
pemerintah tidak luput akan adanya interaksi dari pihak swasta ataupun negara-
negara lain. Dalam hal ini Indonesia memerlukan pembiayaan yang cukup besar
untuk membangun perekonomian yang merata dan sejahtera bagi rakyatnya.
Kegiatan ekspor mempunyai peran penting bagi pertumbuhan ekonomi.
Pada saat sebuah negara mempunyai suatu produk yang tidak bisa dihasilkan
oleh negara lain dan negara tersebut membutuhkan produk, maka negara
tersebut dapat mengekspornya. Net export akan mampu mendatangkan devisa
bagi negara untuk menambah cadangan devisa dalam negeri yang nantinya akan
digunakan sebagai pembayaran utang luar negeri yang jumlahnya sangat besar
dan juga devisa yang didapat dari hasil ekspor akan dimanfaatkan untuk
mengimpor bahan baku dan barang modal yang belum bisa dihasilkan di dalam
negeri dan diharapkan mampu memajukan pertumbuhan industri dalam negeri.
Selain itu ekspor juga memiliki pengaruh dalam mengembangkan pasar
produk dalam negeri yaitu meningkatkan persaingan yang mendorong suatu
negara untuk meningkatkan produksi dan menggunakan teknologi baru dalam
proses produksinya. Ekspor berpengaruh positif dan signifikan terhadap
pertumbuhan ekonomi dalam jangka pendek. Ekspor yang meningkat akan
mendorong peningkatan produksi dalam negeri. Produksi yang meningkat akan

6
menggerakkan roda perekonomian dalam negeri sehingga pertumbuhan
ekonomi meningkat.4

E. Faktor yang Mendorong Terjadinya Kegiatan Ekspor


Adapun beberapa faktor yang mendorong terjadinya kegiatan ekspor,
yaitu:
1. Komoditas Tradisional
Biasanya sebuah perusahaan memproduksi suatu komoditas sebagai
lanjutan atau sisa-sisa peninggalan ekonomi jaman kolonial seperti karet,
kopi, teh, lada, tengkawang, timah, tembaga dan hasil tambang sejenis
lainnya. Hal ini kemungkinan berlanjut menjadi kegiatan ekspor sekarang
ini.
2. Optimalisasi Laba
Selain menjual suatu produk dalam negeri, dengan ekspor, sebuah
perusahaan mampu memperluas daerah penjualan sampai ke luar negeri,
selain itu jenis barang yang ditawarkan menjadi tidak terbatas untuk
konsumen dalam negeri saja.
3. Penelusuran Pasar
Bagi perusahaan yang mempunyai pasar domestik yang kuat, ekspor
merupakan peluang untuk melakukan diversifikasi pasar yang dapat
memperkuat kedudukan komoditas yang diperdagangkan.
4. Pemanfaatan kelebihan kapasitas (Excess Capacity)
Jika kapasitas produksi suatu industri masih belum melebih kapasitas mesin
maka sisa kapasitasnya (idle capacity) dapat digunakan untuk memenuhi
pasar ekspor.
5. Export Oriented Products
Terdapat industri-industri padat karya yang sengaja dipindahkan dari
Negara-negara industri seperti Jepang, Korea, Taiwan atau Singapura ke

4
Ismadayanti Perwaning Astuti dan Fitri Juniwati Ayuningtyas, Pengaruh Ekspor dan Impor
terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia, Jurnal Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol. 19 No.
1 April 2018, 8.

7
Indonesia dengan tujuan relokasi industri pabrik sepatu, garment, dan
sejenisnya.
6. Wisma Dagang atau Trading House
Saat ini Pemerintah mengembangkan konsep trading house, seperti yang
dikembangkan Jepang, sehingga akan memudahkan eksportir dalam
melakukan penetrasi pasar Internasional. Trading House ini akan membantu
eksportir menganalisis pasar atau mengidentifikasi Pembeli dan
memberikan informasi lainnya yang bermanfaat terkait dengan kondisi
pasar di Negara di mana wisma tersebut berada.
7. Komoditas Berdaya Saing Tinggi
Produk-produk yang berbahan asli Indonesia dan mempunyai keunggulan
tersendiri (absolute advantage) atau produk lain yang memiliki keunggulan
komparatif (comparative advantage) memiliki peluang untuk pasar ekspor.
Misalnya bahan-bahan seperti karet alam, kayu hutan tropis, agrobisnis,
kerajinan dan lainnya, semua memiliki daya saing yang cukup tinggi di
pasar ekspor.

F. Komoditas Ekspor Indonesia


Wakil ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia
Bidang Hubungan Internasional Shinta W. Kamdani mengatakan bahwa
peluang ekspor dari komoditas utama Indonesia berada pada produk Pangan,
mengingat permintaan global hanya akan mengarah pada produk tersebut serta
pada alat kesehatan dan obat-obatan. Perdagangan Indonesia secara garis besar
terbagi atas sector Migas dan Non Migas. Data BPS (2017) menunjukkan
bahwa nilai ekspor dan impor pada sector Migas dan Non Migas cenderung
mengalami deficit dalam lima tahun terakhir akibat peningkatan impor dan
turun nya ekspor minyak dan gas di tengah tren penurunan harga minyak dan
komoditas dunia.5

5
Ghufrani Muharami dan Tanti Novianti, Analisis Kinerja Ekspor Komoditas Karet Indonesia Ke
Amerika Latin, Jurnal Agribisnis Indonesia Vol. 6, No. 1, Juni 2018, 2.

8
Ekspor Non Migas memberikan sumbangan sekitar 78,8% terhadap
total ekspor tahun 2006, dengan doi dominasi oleh ekspor hasil industry olahan
yang mencapai rata-rata sekitar 70% tiap tahun nya. Sejalan dengan berbagai
perkembangan eksternal dan internal, serta munculnya Negara pesaing baru
untuk komoditi tertentu mengakibatkan produk Indonesia mengalami
pergeseran pangsa pasar baik di dalam negeri maupun diluar negeri. Pergeseran
pangsa pasar ini ditenggarai oleh adanya penurunan daya saing beberapa produk
ekspor non migas.
Menurut tingkat keunggulan komparatif nya, meskipun Negara telah
mengalami kerugian atau ketidak unggulan absolut untuk memproduksi dua
komoditi jika dibandingkan dengan dengan Negara lain, namun perdagangan
masih menguntungkan masih dapat berlangsung. Negara Indonesia baru-baru
ini yang mengalami peningkatan devisa karena mengalami peningkatan dari
kegiatan perdagangan luar negeri terutama ekspor, dan setelah diamati,
Indonesia memiliki 10 komoditi ekspor unggulan yang sangat memberikan
potensi peningkatan devisa Negara yang diharapkan 10 komoditi unggulan
tersebut memeiliki daya saing yang kuat dari Negara lainnya. 10 komoditi
tersebut di klasifikasikan oleh Disperindag, diantaranya adalah :6
1. Tekstil dan produk tekstil (TPT)
TPT memiliki pasar utama ekspor yang masih prospektif seperti Amerika,
Eropa, Timur Tengah, dan Asean. Negara tujuan ekspor adalah USA,
Inggris, Jerman, Singapore, Hongkong, Sri Langka, Korea Selatan, Saudi
Arabia, Nigeria, Tunisia.
2. Elektronik
Negara tujuan ekspor adalah Jepang, Taiwan, Korea Selatan, China,
Malaysia, Hongkong, Singapire, Australia, Thailand, Vietnam, Jerman,
Italia, Inggris, Denmark, Polandia, USA, Yunani.
3. Karet dan produk karet

6
Ustriaji Farid, Analisis Daya Saing Komoditi Ekspor Unggulan Indonesia Di Pasar Internasional,
Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol. 14, No. 2 Desember 2016, 12.

9
Negara tujuan ekspor adalah Jepang, Malaysia, Philipuna, Australia,
Thailand, Singapore, Hongkong, Taiwan, Sri Langka, Korea Selatan, USA,
Jerman, Canada, Saudi Arabia.
4. Sawit dan produk sawit
Negara tujuan ekspor minyak kelapa sawit adalah India, China, Malaysia,
Pakistan, Singapore, Bangladesh, Vietnam, Yordania, Tanzania, Afrika
Selatan, Mesir, Iran, Mozambik, Jerman, Spanyol, Italia, Turki, Rusia, dan
USA.
5. Produk hasil hutan
Negara tujuan ekspor adalah Singapore, Algeria, Jerman, Brazil, USA,
Tunisia, Malaysia, Hongkong, New Zealand, Colombia, Saudi Arabia.
6. Alas kaki
Untuk komoditas alas kaki seperti sepatu ditargetkan meningkat diatas 20%
Karen adanya relokasi 2 pabrik yang berada di Purwakarta dan Tanggerang
serta Turnover Indonesia lebih rendah dibandingkan China.
7. Otomatif
Untuk sektor otomotif ditargetkan meningkat 10% karena industry otomotif
terus mengalami pertumbuhan.
8. Udang
Negara tujuan ekspor adalah Jepang, Hongkong, China, Singapore,
Malaysia, Australia, Taiwan, Thailand, Korea Selatan, Vietnam, USA,
Belgia, Inggris, Spanyol, Perancis, Kanada, Belanda, Italia, dan Jerman.
9. Kakao
Sedangkan untuk biji kakao meningkat 22% dan kakao olahan meningkat
61%. Meningkatnya target ekspor kako olahan disebabkan oleh
meningkatnya kapasitas produksi kakao olahan dari 180 ton menjadi 280
ton, dan diharapkan pada setiap komoditi unggulan di Indonesia memeiliki
daya saing yang kuat di era perdagangan luar negeri, sehingga dapat
meningkatkan pendapatan Negara dan dapat bersaing keras di kancah pasar
internasional. Negara tujuan ekspor adalah Malaysia, Singapore, Thailand,

10
China, India, Jepang, Philipina, Taiwan, Sri Langka, USA, Brazil, Canada,
Jerman, Rusia, Swiss, Inggris.
10. Kopi
Negara tujuan ekspor adalah Brazil, Spanyol, Italia, Turki, USA, Inggris,
India, China, Thailand, Jepang, Vietnam, Pakistan, Malaysia, Hongkong,
Sri Langka, Bangladesh, Iran.

11
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
Pengertian ekspor menurut Keputusan Menteri Perindustrian dan
Perdagangan Nomor 182/MPP/Kep/4/1998 tentang Ketentuan Umum di
Bidang Ekspor, menyatakan bahwa ekspor adalah kegiatan mengeluarkan
barang dan jasa dari daerah kepabeanan suatu negara. Dapat dikatakan juga
bahwa ekspor barang adalah seluruh barang yang dibawa keluar dari wilayah
suatu negara, baik bersifat komersial maupun bukan komersial (barang hibah,
sumbangan, hadiah), serta barang yang akan diolah di luar negeri dan hasilnya
dimasukkan kembali ke negara tersebut.
Tujuan kegiatan ekspor adalah untuk meningkatkan laba dan membuka
pasar baru diluar negeri, serta memanfaatkan komoditas yang dimiliki.
Sedangkan manfaat dari kegiatan ekspor adalah dapat menambah devisa negara
dan memperluas lapangan pekerjaan. Kegiatan ekspor mempunyai peran
penting bagi pertumbuhan ekonomi. Pada saat sebuah negara mempunyai suatu
produk yang tidak bisa dihasilkan oleh negara lain dan negara tersebut
membutuhkan produk, maka negara tersebut dapat mengekspornya. Adapun
beberapa faktor yang mendorong kegiatan ekspor seperti komoditas Indonesia
yang berdaya saing tinggi.

B. Saran
Penulis menyadari bahwa makalah di atas banyak sekali kesalahan dan jauh dari
kesempurnaan. Penulis akan memperbaiki makalah tersebut dengan
berpedoman pada banyak sumber yang dapat dipertanggung jawabkan. Maka
dari itu penulis mengharapkan kritik dan saran mengenai pembahasan makalah
dalam kesimpulan di atas.

12
Daftar Pustaka

Ayuningtyas, Fitri Juniwati, Ismadayanti Perwaning Astuti. Pengaruh Ekspor dan


Impor terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia. Jurnal Ekonomi dan
Studi Pembangunan. Vol. 19 No. 1 April 2018.
Farid, Ustriaji. Analisis Daya Saing Komoditi Ekspor Unggulan Indonesia Di Pasar
Internasional. Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol. 14, No. 2 Desember 2016.
Hamdy, Hady. Ekonomi Internasional – Teori dan Kebijakan Perdagangan
Internasional. Jakarta: Buku 1, Edisi Revisi Ghalia Indonesia. 2001.
JURNAL EKONOMI Vol. 22, No. 3 September 2014.

Novianti Tanti, Ghufrani Muharami. Analisis Kinerja Ekspor Komoditas Karet


Indonesia Ke Amerika Latin. Jurnal Agribisnis Indonesia Vol. 6, No. 1. Juni
2018.
Triyoso, Bambang. Model Ekspor Non Migas Indonesia Untuk Proyeksi Jangka
Pendek, Ekonomi dan Keuangan Indonesia. 1994.

13

Anda mungkin juga menyukai