MADRASAH ALIYAH PERSIAPAN NEGERI 4 MEDAN
“Membangun Generasi Islamiah Yang Berwawasan Ilmiah ”
Jalan Jala Raya Perumnas Griya Martubung, Medan, Sumatera Utara.
[Link]@[Link]
ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA
MADRASAH ALIYAH NEGERI PERSIAPAN 4 MEDAN
KOTA MEDAN
ANGGARAN DASAR
NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN
Pasal 1
Lembaga ini bernama “MADRASAH ALIYAH PERSIAPAN NEGERI 4 MEDAN” di
disingkat MAPN 4 MEDAN bertempat kedudukan di Jalan Jala Raya Perumnas Griya
Martubung, Medan, Sumatera Utara 20235 dan bilamana dipandang perlu dapat membuka
cabang-cabang atau perwakilan-perwakilannya ditempat lain.
WAKTU DAN LAMANYA BERDIRI
Pasal 2
Lembaga ini berdiri pada hari Kamis tanggal Delapan Februari Tahun Dua Ribu Satu dan
diperbaharui pada hari Minggu Tanggal Sepuluh Oktober Tahun Dua Ribu Sepuluh dan
didirikan untuk waktu yang telah ditentukan lamanya.
AZAS DAN TUJUAN
Pasal 3
Lembaga ini berazaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, sedangkan maksud ialah
: sebagai sarana untuk berpastisipasidalam pembangunan, khususnya dalam menggali dan
mengembangkan sumber daya manusia (suprastruktur). Adapun tujuan dari Lembaga ini
adalah untuk meningkatkan kecerdasan dan pengetahuan Masyarakat tentang berbagai
kebijakan publik dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta Sumber Daya Manusia
(SDM) melalui usaha-usaha yang teratur, terencana dan berkesinambungan.
KEGIATAN
Pasal 4
Untuk mencapai maksud dan tujuan seperti yang tercantum dalam pasal 3 diatas, Lembaga
ini menjalankan usaha-usaha diantaranya :
1. Dalam bidang sosial yang meliputi :
a. Mendirikan dan / atau mengelola kursus atau pelatihan yang memperkuat demokratisasi
dan partisipasi masyarakat dalam mengambil ikut mengevaluasi kebijakan publik.
b. Mendirikan dan / atau mengelola lembaga pendidikan non formal
c. Sebagai lembaga konsultan evaluasi kebijakan.
2. Dalam bidang kemanusiaan yang meliputi:
Menyelenggaraan/ berupaya mengakomodir aspirasi yang berkembang di masyarakat, baik di
bidang IPTEK, Sosial, Ekonomi dan Politik, maupun lingkungan, meliputi penelitian,
pengembangan, dan pengkajian serta komunikasi informasi dan edukasi.
KEKAYAAN
Pasal 5
Kekayaan Lembaga diperolah dari :
1. Modal Pangkal sebesar Rp. [Link] (Dua Puluh Lima Juta Rupaih).
2. Pemberian, sumbangan–sumbangan yang tidak mengikat dari badan–badan pemerintah
maupun swasta dan perorangan.
3. Warisan, hibah, hibah wasiat dan wakaf.
4. Perolehan yang lain yang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar Lembaga dan/atau
peraturan Undang-undang yang berlaku.
5. Semua kekayaan Lembaga harus dipergunakan untuk mencapai dan tujuan Lembaga.
SANKSI
1. Sanksi Lembaga dapat diberikan kepada anggota karena melanggar ketentuan AD/ART
serta peraturan-peraturan Madrasah aliyah Persiapan Negeri 4 Medan dan mencemarkan
nama baik lembaga.
2. Sanksi yang diberikan pada dewan guru dan jajaran pengurus adalah scorsing dan
pemberhentian keanggotaan.
ORGAN LEMBAGA
Pasal 7
Lembaga mempunyai organ yang terdiri dari Pembina, Pengawas dan Pengurus. Pengurus
ini terdiri dari Ketua, Sekretaris, Bendahara, dan beberapa Orang Koordinator (tergantung
kebutuhan), semuanya diangkat oleh Dewan Pembina untuk waktu yang ditentukan selama-
lamanya 5 tahun dan dapat dipilih kembali.
PEMBINA
Pasal 8
1. Pembina adalah organ Lembaga yang mempunyai kewenangan yang tidak diserahkan
kepada pengurus atau pengawas.
2. Pembina terdiri dari seorang atau lebih anggota pembina.
3. Dalam hal terdapat lebih dari seorang anggota, maka seorang diantaranya diangkat
sebagai Pembina.
4. Yang dapat diangkat sebagai anggota Pembina adalah perseorangan sebagai pendiri
Lembaga dan/atau mereka yang berdasarkan keputusan Rapat Anggota Pembina dinilai
mempunyai dedikasi yang tinggi untuk mencapai maksud dan tujuan.
5. Anggota Pembina tidak diberi gaji dan /atau tunjangan oleh Lembaga.
6. Dalam hal Lembaga oleh karena sebap apapun tidak mempunyai anggota Pembina,
maka dalam waktu Tiga Puluh hari sejak terjadinya kekosongan tersebut wajib diangkat
anggota Pembina berdasarkan keputusan Rapat Gabungan Anggota Pengawas dan Anggota
Pengurus.
7. Seorang anggota Pembina berhak mengundurkan diri dari jabatannya dengan
memberitahukan secara tertulis mengenai maksud tersebut kepada Lembaga paling lambat
Tig Puluh hari sebelum tanggal pengunduran dirinya.
Pasal 8
1. Masa Jabatan Pembina tidak ditentukan lamanya.
2. Jabatan anggota pembina akan berakhir dengan sendirinya, apabila anggota Pembina
tersebut :
a. Meninggal dunia.
b. Mengundurkan diri dengan pemberitahuan secara tertulis sebagaimana diatur dalam
pasal 7 ayat 7.
c. Tidak lagi memenuhi persyaratan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
d. Diberhentikan berdasarkan keputusan rapat.
e. Dinyatakan pailit atau ditaruh dibawah pengampuan berdasarkan suatu penetapan
pengadilan.
3. Dilarang untuk menjadi anggota pembina berdasar peraturan perundang-undangan yang
berlaku.
TUGAS DAN WEWENANG PEMBINA
Pasal 9
1. Pembina berwenang bertindak untuk dan atas nama pembina.
a. Kepala Madrasah mempunyai wewenang untuk mnengatur jalannya program sekolah
b. Kepala Madrasah mempunyai wewenang untuk mengangkat dan memberhentikan guru
dan pegawai serta formatur yang dibentuk
2. Kewenangan pembina meliputi :
a. keputusan mengenai perubahan Anggaran Dasar.
b. Pengangkatan dan pemberhentian anggota Pengurus dan anggota Pengawas.
c. Penetapan kebijakan umum Lembaga berdasarkan Anggaran Dasar Lembaga.
d. Pengesahan Program Kerja dan rancangan anggaran tahunan Lembaga.
e. Penetapan keputusan mengenai penggabungan atau pembubaran Lembaga.
f. Pengesahan laporan tahunan.
g. Penunjukan likuidator dalam hal Lembaga dibubarkan.
3. Dalam hal hanya ada seorang anggota Pembina, maka segala tugas dan wewenagn yang
diberikan kepada Ketua Pembina atau anggota Pembina berlaku pula baginya.
PENGURUS
Pasal 10
1. Pengurus adalah organ Lembaga yang melaksanakan kepengurusan Lembaga yang
sekurang-kurangnya terdiri dari :
a. Seorang Ketua.
b. Seorang Sekretaris.
c. Seorang Bendahara.
2. Dalam hal diangkat lebih 1 (satu) orang Ketua, maka 1 (satu) orang diantaranya diangkat
menjadi Ketua Umum.
3. Dalam hal diangkat lebih 1 (satu) orang Sekretaris, maka 1 (satu) orang diantaranya
diangkat menjadi Sekretaris Umum.
4. Dalam hal diangkat lebih 1 (satu) orang Bendahara, maka 1 (satu) orang diantaranya
diangkat menjadi Bendahara Umum.
KEANGGOTAAN PENGURUS
Pasal 11
Keangotaan Pengurus berakhir karena:
1. Meniggal dunia.
2. Mengundurkan diri.
3. Bersalah melakukan tindak pidana berdasarkan putusan pengadilan yang diancam
dengan hukuman penjara paling sedikit 5 (lima) tahun
4. Diberhentikan berdasarkan keputusan Rapat Pembina.
5. Masa Jabatan berakhir.
6. Tidak aktif secara berturut turut 1 (satu) tahun.
Bila terdapat suatu lowongan dalam susunan pengurusan, maka Pembina berhak mengisi
lowoangan tersebut.
TUGAS DAN WEWENANG PENGURUS
Pasal 12
1. Pengurus bertanggungjawab penuh atas kepengurusan Lembaga untuk kepentingan
Lembaga.
2. Pengurus wajib menyusun program kerja dan rancangan anggaran tahunan Lembaga
untuk disahkan pembina.
3. Pengurus berhak mewakili Lembaga di dalam dan diluar pengadilan tentang segala hal
dan kejadian dengan persetujuan dari Pembina.
4. Pengurus tidak berwenang mewakili Lembaga dalam hal mengikat Lembaga sebagai
penjamin utang, membebani Kekayaan Lembaga demi kepentingan lain.
PENGAWAS
Pasal 13
1. Pengawas adalah organ Lembaga yang bertugas melakukan pengawasan dan memberi
nasihat kepada Pengurus dalam menjalankan kegiatan Lembaga.
2. Pengawas terdiri dari 1 (satu) orang atau lebih anggota Pengawas.
3. Dalam hal diangkat lebih dari 1 (satu) orang Pengawas, maka 1 (satu) orang di antaranya
dapat diangkat seagi Ketua Pengawas.
KEANGGOTAAN PENGAWAS
Pasal 14
Jabatan Pengawas berakhir apabila :
1. Meninggal Dunia.
2. Mengundurkan Diri.
3. Bersalah melakukan tindak pidana berdasarkan putusan pengadilan yang diancam
dengan hukuman penjara paling sedikit 5 (lima) tahu.
4. Diberhentikan berdasarkan keputusan Rapat Pembina.
5. Masa Jabatan berakhir.
TUGAS DAN WEWENANG PENGAWAS
Pasal 15
1. Pengawas wajib dengan itikad baik dan penuh tanggung jawab menjalankan tugas
Pengawas untuk kepentingan Lembaga.
2. Ketua Pengawas dan satu anggota Pengawas berwenang bertindak untuk dan atas nama
Pengawas.
3. Pengawas berwenang memeriksa dokumen, pembukuan dan memasuki bangunan
halaman atau tempat yang dipergunakan Lembaga.
4. Mengetahui segala tindakan yang dijalankan oleh Pengurus dan memberi peringatan
kepada pengurus.
RAPAT-RAPAT
Pasal 16
Rapat Lembaga terdiri dari rapat pembina, rapat pengurus, rapat pengawas, dan rapat
gabungan.
a. Rapat Pembina :
1. Rapat pembina diadakan paling lambat sedikit sekali dalam satu tahun, paling lambat
dalam waktu lima bulan setelah akhir tahun buku sebagai rapat tahunan.
2. Panggilan rapat pembina dilakukan oleh pembina secara langsung, atau melalui surat
dengan mendapat tanda terima, paling lambat tujuh hari sebelum rapat diadakan dengan tidak
memperhitungkan tanggal panggilan dan tanggal rapat.
3. Rapat pembina dipimpin oleh ketua pembina, dan jika ketua pembina tidak hadir atau
berhalangan, maka rapat pembina akan dipimpin oleh seorang yang dipilih oleh dan dari
anggota pembina yang hadir.
4. Setiap rapat pembina dibuat berita acara rapat yang ditandatngani oleh ketua dan
sekretaris rapat.
b. Rapat Pengurus :
1. Rapat pengurus dapat diadakan setiap waktu bila dipandang perlu atas permintaan
tertulis dari satu orang atau lebih pengurus, pengawas atau pembina.
2. Panggilan rapat pengurus dilakukan leh pengurus yang berhak memwakili pengurus.
3. Rapat pengurus diadakan ditempat kedudukan Lembaga atau ditempat kegiatan
Lembaga.
4. Rapat pengurus dipimpin oleh ketua umum.
5. Apabila ketua berhalangan hadir, maka rapat pengurus dipimpin oleh seorang anggota
pengurus yang dipilih oleh dan dari pengurus yang hadir.
c. Rapat Pengawas :
1. Rapat pengawas dapat dilakukan setiap waktu bila dianggap perlu atas permintaan
tertulis dari seorang atau lebih pengawas atau pembina.
2. Rapat pengawas diadakan ditempat kedudukan Lembagaatau ditempat kegiatan
Lembaga.
3. Rapat pengawas dipimpin oleh ketua pengawas.
4. Apabila ketua pengawas berhalangan hadir, maka rapat pengawas akan dipimpin oleh
salah seorang pengawas yang dipilih oleh dan dari pengawas yang hadir.
d. Rapat Gabungan :
1. Rapat gabungan adalah rapat yang didakan oleh pengurus dan pengawas untuk
mengangkat pembina.
2. Rapat gabungan diadakan paling lambat 30 hari terhitung sejak Lembaga tidak lagi
mempunyai pembina.
3. Pemanggilan rapat dilakukan oleh pengurus.
4. Rapat gabungan dipimpin oleh ketua pengurus, apabila ketua berhalangan maka
pimpinan rapat dipimpin oleh ketua pengawas.
5. Apabila keduanya tidak hadir maka, rapat gabungan dipimpin oleh pengurus atau
pengawas yang pilih oleh dan dari pengurus dan pengawas yang hadir.
PEMBUKUAN DAN PERTANGGUNG JAWAB
Pasal 17
Tahun buku Lembaga adalah tahun almanak. Pembina diwajibkan membuat pembukuan yang
tertib dan rapi mengenai Lembaga ini, sedangkan neraca tahunan harus disahkan oleh Rapat
Pembina.
PERUBAHAN ANGGARAN DASAR
Pasal 18
Perubahan anggaran Dasar Lembaga dapat dilakukan atas Keputusan Rapat Pembina Pleno
yang khusus diadakan untuk keperluan itu dan keputusan harus disetujui oleh sekurang-
kurangnya 2/3 dari anggota Dewan Pengurus yang hadir.
PEMBUBARAN
Pasal 19
Pembubaran Lembaga ini hanya dapat dilakukan atas dasar keputusan Rapat Dewan
Pengurus yang sengaja diadakan untuk keperluan itu dan dihadiri sedikitnya ¾ dari anggota
penggurus serta disetujui oleh paling sedikit 2/3 dari jumlah anggota penggurus yang hadir,
sedangkan keputusan diambil atas dasar musyawarah dan mufakat, dan penyelesaian likuidasi
dilakukan oleh para anggota Dewan Pengurus, kecuali rapat pembubaran menentukan lain.
Jika setelah likuidasi masih ada sisa kekayaan, maka sisa kekayaan Lembaga tersebut harus
diberikan kepada badan yang mempunyai tujuan dengan Yasyasan ini atau kepada badan
sosial lain yang disetujui oleh rapat pembubaran.
PENUTUP
Pasal 20
Hal-hal yang belum diatur atau kurang lengkap diatur dalam anggaran Dasar ini dapat diputus
oleh Dewan Pengurus dan apabila dianggap perlu dapat diatur dalam Aturan Rumah Tangga
atau Peraturan lain yang tidak boleh bertentangan dengan Anggaran Dasar ini.
ANGGARAN RUMAH TANGGA
BAB I
KEANGGOTAAN DAN SATUAN ANGGOTA
Pasal 1
KEANGGOTAAN
Untuk menjadi anggota MADRASAH ALIYAH PERSIAPAN NEGERI 4 MEDAN harus
memenuhi ketentuan–ketentuan sebagai berikut :
1. Warga Negara Indonesia.
2. Menyatakan diri secara sukarela menjadi anggota.
3. Ditetapkan dan disahkan oleh Dewan Pembina.
Pasal 2
SATUAN ANGGOTA
Anggota MADRASAH ALIYAH PERSIAPAN NEGERI 4 MEDAN terdiri dari :
1. Anggota biasa, yaitu semua anggota MAPN 4 MEDAN yang memenuhi ketentuan Pasal 1
2. Anggota luar biasa yaitu simpatisan dan para purna anggota MAPN 4 MEDAN 3.
Anggota kehormatan, yaitu para cendekiawan dan mereka yang dianggap telah berjasa
kepada (SINGKATAN LEMBAGA/YAYASAN) dan pengembangan masyarakat umumnya.
BAB II
KEWAJIBAN DAN HAK ANGGOTA
Pasal 3
KEWAJIABN ANGGOTA
1. Anggota Biasa :
a. Menghayati dan mengamalkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Lembaga.
b. Mentaati dan memenuhi seluruh keputusan lembaga.
c. Melaksanakan dan memperjuangkan seluruh keputusan lembaga
d. Membela kepentingan lembaga, manakala ada hal-hal yang akan merugikan nama baik
lembaga.
e. Membayar iuran secara aktif.
2. Anggota luar biasa dan anggota kehormatan :
Mempunyai kewajiban yang sama dengan anggota biasa lainnya kecuali ayat 1.e.
Pasal 4
HAK ANGGOTA
1. Anggota biasa berhak untuk :
a. Memperoleh perlakuan dan pelayanan yang sama dari lembaga.
b. Mengeluarkan pendapat dan mengajukan usul-usul dan saran-saran.
c. Mempunyai hak dipilih dan memilih.
d. Memperoleh perlindungan, pembelaan, pendidkan dan latihan, penataran, bimbingna
dan ketermapilan dalam berorganisasi.
e. Hak-hak lain yang akan ditentukan dalam peraturan Organisasi.
2. Anggota luar biasa dan anggota kehormatan :
Mempunyai hak yang sama dengna anggota biasa kecuali nayat 1.c, 1.d, dan 1.e.
BAB III
KEHILANGAN KEANGGOTAAN, SKORSING DAN PEMBERHENTIAN
Pasal 5
1. Anggota kehilangan keanggotaannya karena :
a. Meniggal Dunia.
b. Atas permintaan sendiri secara tertulis.
c. Diberhentikan.
2. Anggota dapat skorsing atau diberhentikan apabila :
a. Bertindak bertentangan dengan AD/ART lembaga.
b. Bertindak merugikan atau mencemarkan nama baik lembaga.
3. Keputusan Skorsing atau pemberhentian hanya dapat dilakukan dengan peringatan
terlebih dahulu, kecuali mengenai hal-hal yang luar biasa.
4. Anggota yang terkena tindakan skorsing atau pemberhentian dapat membela diri pada
forum musyawarah yang diadakan untuk itu.
BAB IV
KEDUDUKAN, TUGAS, WEWENANG PESERTA & WAKTU RAPAT-RAPAT
Pasal 6
RAPAT PEMBINA PLENO
1. Memegang kekuasaan tertinggi dalam lembaga.
2. Menetapkan dan merubah AD/ART, Program kerja dan rekomendasi-rekomendasi
prinsipil.
3. Menilai pertanggungjawaban pengurus.
4. Memilih dan menetapkan susunan pengurus melalui pemilihan formatur.
5. Memilih dan menetapkan Dewan Pembina.
6. Menetapkan rapat Dewan Pengurus berikutnya.
7. Rapat Dewan Pengurus Pleno diadakan sekali dalam lima tahun.
8. Rapat Dewan Pengurus Pleno dihadiri oleh anggota–anggota Dewan Pengurus.
9. Rapat Dewan Pengurus Pleno dianggap sah apabila dihadiri oleh setengah bagian
anggota Dewan Pengurus.
Pasal 7
RAPAT TAHUNAN
1. Mengadakan penilaian tehadap pelaksanaan program umum dan menetapkan
pelaksanaan selanjutnya.
2. Rapat tahunan diselenggarakan sedikitnya 1 kali dalam satu tahun.
3. Sekurang-kurangnya dihadiri oleh lebih dari setengah bahagian angota Dewan Pengurus.
Pasal 8
RAPAT KERJA PENGURUS
1. Mengadakan penilaian terhadap pelaksanaan program kerja dan menetapkan
pelaksanaan selanjutnya.
2. Diselenggarakan sedikitnya sekali dalam tiga bulan.
BAB V
HAK BICARA DAN HAK SUARA
Pasal 9
Hak bicara dan hak suara peserta rapat adalah :
1. Hak bicara hakekatnya menjadi hak perorangan yang penggunaannya diatur oleh peserta
rapat.
2. Hak suara anggota dipergunakan dalam pengambilan keputusdan pada sasarnya dimiliki
oleh peserta.
BAB VI
SUSUNAN PENGURUS
Pasal 10
1. Dewan Pengurus Lembaga adalah badan tertinggi lembaga.
2. Komposisi Dewan Pengurus Lembaga adalah :
PEMBINA
Ketua : Drs. Achmad Bajuri, [Link].
Anggota : 1. Sri Martani, [Link].
2. Abdul Ghoffur, [Link].
PENGAWAS
Ketua : Madani, S.H.
Anggota : 1. Umu Salamah, [Link].
2. Dzawin Wahyu, [Link].
PENGURUS
Ketua : Achmad Adi Bussoleh, [Link].
Sekretaris : Anggraini Aisyah, [Link].
Bendahara : Adi Bakri, [Link].
DIVISI – DIVISI :
Koord. Divisi Diklat : 1. Mahesa Berry Adibakas, S.H.
2. Reyhan Majid, [Link].
Koord. Divisi Litbang : 1. Ari Siahaan, S,Pd.
2. Julian Soleh, S.H.
Koord. Divisi Perencanaan Program : 1. Drs. Ali Zaeni, S.H.
2. Bila Maemunah, [Link].
Koord. Divisi Advokasi : 1. Eko prasetyo, S.H.
2. Dwi Agustian, [Link].
Koord. Divisi Pengembangan SDM : 1. Santika Azizah, [Link].
2. Amarzoni, [Link].
Koord. Divisi Humas dan Lembaga : 1. Rika Rahmawati, S.H.
2. Laelatul M, [Link].
BAB VII
KEUANGAN DAN KEKAYAAN
Pasal 11
1. Iuaran anggota diatur dalam peraturan lembaga.
2. Hak-hak yang menyangkut pemasukan dan pengeluaran dari dan untuk lembaga wajib
dipertanggungjawabkan dalam forum-forum yang akan ditentukan dalam peraturan lembaga.
BAB VIII
PEMBENTUKAN BADAN DAN LEMBGA BARU ATAU CABANG BARU
Pasal 12
1. Pembentukan Badan dan Lembaga baru atau Cabang baru dalam rangka pelaksanaan
program dimungkinkan sejauh tidak menyimpang dan bertentangan dengan AD/ART
lembaga.
2. Pembentukan Badan dan lembaga atau cabang sebagaimana dimaksud ayat (1) pasal 12
tidak boleh menyebabkan timbulnya timpang tindih fungsi, wewenang dan tanggungjawab
dalam tubuh lembaga.
BAB IX
PENYEMPURNAAN ANGGARAN RUMAH TANGGA
Pasal 13
1. Dewan Pengurus melalui rapat khusus membicarakan penyempurnaan ART yang
selanjutnya dipertanggungjawabkan kepada rapat Dewan Pengurus Pleno berikutnya.
2. Penyempurnaan ART hanya dilakukan dalam rapat Pengurus Pleno.
BAB X
PENUTUP
Pasal 14
1. Hal-hal yang belum diatur ditetapkan dalam Anggaran Rumah Tangga ini diatur dalam
peraturan lembaga.
2. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga ini berlaku sejak ditetapkan.
Ditetapkan Di : Medan
Pada Tanggal : 8 Februari 2001
DEWAN PEMBINA
(Drs. Achmad Bajuri, [Link].)