Prioritas Tindakan P3K pada Kecelakaan
Prioritas Tindakan P3K pada Kecelakaan
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
P3K merupakan sebuah pengetahuan dan keterampilan karena jika kita hanya
mengetahui teorinya saja tanpa melakukan latihan atau praktek, maka mental kita tidak
terlatih ketika kita benar-benar menghadapi kejadian sebenarnya. Sebaliknya jika kita
langsung praktek tanpa membaca teori kemungkinan besar kita akan melakukan
pertolongan yang salah pada korban. Sebagai seorang pecinta alam, materi ini penting
untuk dipelajari, karena kondisi alam seringkali tidak dapat diduga dan sangat mungkin
terjadi kecelakaan yang tidak kita harapkan. Sedangkan tenaga medis, sarana dan
prasarana kesehatan sulit untuk dijangkau. Maka satu-satunya pilihan adalah mencoba
melakukan pertolongan sementara pada korban kerumah sakit atau dokter terdekat.
B. Rumusan Masalah
1. Apakah yang di maksud P3K?
2. Bagaimana cara melaksanakan P3K?
3. Kesalahan apa yang sering muncul saat memberikan P3K?
B. Tujuan P3K
Tujuan dari P3K adalah sebagai berikut:
a. Menyelamatkan nyawa atau mencegah kematian
1. Memperhatikan kondisi dan keadaan yang mengancam korban
2. Melaksanakan Resusitasi Jantung dan Paru (RJP) kalau perlu
3. Mencari dan mengatasi pendarahan
b Mencegah cacat yang lebih berat (mencegah kondisi memburuk)
1. Mengadakan diagnosa
2. Menangani korban dengan prioritas yang logis
3. Memperhatikan kondisi atau keadaan (penyakit) yang tersembunyi.
c. Menunjang penyembuhan
1. Mengurangi rasa sakit dan rasa takut
2. Mencegah infeksi
3. Merencanakan pertolongan medis serta transportasi korban dengan tepat
1
BAB II
PEMBAHASAN
B. Pelaksanaan P3K
Sebelum melaksanakan Tindakan P3K maka perlu dilakukan tahapan awal sebelum
P3K yaitu:
1. Penolong mengamankan diri sendiri ( memastikan penolong telah aman dari
bahaya)
2. Amankan Korban ( evakuasi atau pindahkan korban ketempat yang lebih aman dan
nyaman.
3. Tandai tempat Kejadian jika diperlukan untuk mencegah adanya korban baru.
4. Usahakan Menghubungi Tim Medis
5. Tindakan P3K
2
2. Amankan korban dari tempat berbahaya
3. Perhatikan keadaan umum korban; gangguan pernapasan, pendarahan dan
kesadaran.
4. Segera lakukan pertolongan lebih lanjut dengan sarana yang tersedia.
5. Apabila korban sadar, langsung beritahu dan kenalkan.
Selain itu ada juga yang dinamakan prinsip life saving, artinya kita
melakukan tindakan untuk menyelamatkan jiwa korban (gawat darurat) terlebih
dahulu, baru kemudian setelah stabil disusul tindakan untuk mengatasi masalah
kesehatan yang lain. Gawat darurat adalah suatu kondisi dimana korban dalam
keadaan terancam jiwanya, dan apabila tidak ditolong pada saat itu juga jiwanya
tidak bisa terselamatkan.
3
lainnya adalah penolong dapat memberikan pertolongan dengan tenang dan dapat
lebih mengkonsentrasikan perhatiannya pada kondisi korban yang ditolongnya.
Kerugian bila dilakukan secara tergesa-gesa yaitu dapat membahayakan atau
memperparah kondisi korban.
3. Perhatikan pernafasan dan denyut jantung korban.
F. Prioritas Pertolongan
Ada beberapa prioritas utama yang harus dilakukan oleh penolong dalam menolong
korban yaitu:
a. Henti napas
b. Henti jantung
c. Pendarahan berat
d. Shock
e. Ketidak sadaran
f. Pendaraahan ringan
g. Patah tulang atau cedera lain
4
c. Melakukan pertolongan dan perawatan terhadap hasil diagnosa diatas sesuai dengan
prioritas pertolongan.
I. Evaluasi Korban
Evakuasi adalah untuk memindahkan korban ke lingkungan yang lebih aman dan
nyaman untuk mendapatkan pertolongan medis lebih lanjut. Prinsip dasar dalam
melakukan evakuasi adalah:
1. Dilakukan jika mutlak perlu
2. Menggunakan teknik yang baik dan benar
3. Penolong harus memiliki kondisi fisik yang prima dan terlatih serta memiliki
semangat untuk menyelamatkan korban dari bahaya yang lebih besar atau bahkan
kematian.
Dalam melaksanakan proses evakusi korban, ada beberapa cara atau alat bantu
yang harus digunakan, namun hal tersebut sangat tergantung pada kondisi yang
5
dihadapi seperti medan, kondisi korban, ketersediaan alat dan sebagainya. Apabila
tidak memiliki alat bantu untuk mengangkut korban maka mau-tikak mau kita harus
mengangkutnya langsung tanpa alat bantu. Jika hanya satu orang pengangkut, maka
korban harus dipondong apabila korban ringan dan anak-anak, di gendong apabila
korban sadar dan tidak terlalu berat serta tidak patah tulang, dipapah apabila korban
tanpa luka di bahu atas, di panggul atau digendong atau bahkan juga bisa dilakukan
dengan merayap posisi miring. Dan apabila ada dua orang atau lebih pengangkut
korban , maka korban di pondong dengan posisi tangan lepas dan tangan berpegangan,
Model membawa balok, atau bahkan bisa mengangkut korban dengan model
membawa kereta.
Cara yang digunakan untuk mengangkut korban di atas merupakan cara alternatif
saja. Tetapi kalau ada alat bantu seperti: Tandu permanen, Tandu darurat, Kain
keras/ponco/jaket lengan panjang, dan Tali/webbing malah lebih bagus dan tenaga
tidak banyak terkuras, beban terasa ringan
6
2. Perban
Terdapat 2 Ukuran lebar Perban dalam Kotak P3K, diantaranya adalah 5cm dan
10cm. Perban berfungsi untuk membalut luka yang sudah ditutup dengan Kasa
Steril dan juga sebagai bantalan menghentikan luka pendarahan.
3. Plester
Pleaster digunakan dalam Kotak P3K adalah pleaster yang berukuran 1,25cm yang
berfungsi untuk merekatkan luka yang telah ditutupi dengan kasa atau perban.
4. Plester Cepat
Plester Cepat digunakan untuk menutupi Luka Kecil. Plester Cepat pada umumnya
sudah terdapat Kasa bantalan yang diberi obat luka. Contoh Plester Cepat
diantaranya adalah Hansaplast.
5. Kapas
Kapas dalam Kotak P3K digunakan untuk membersihkan Luka dan juga sebagai
bantalan Luka. Setelah membersihkan luka dengan kapas, harus pastikan tidak ada
Kapas yang tersisa pada luka.
6. Kain Segitiga / Mittela
Kain Segitiga atau Mittela digunakan untuk membalut luka pada kepala dan juga
dapat digunakan untuk membalut gendongan tangan.
7. Gunting
Gunting adalah alat yang digunakan untuk menggunting perban, pleaster ataupun
yang lainnya agar sesuai dengan ukuran yang diinginkan.
8. Peniti
Fungsi Peniti adalah untuk merapikan balutan.
9. Sarung Tangan sekali pakai (Pasangan)
Sarung Tangan digunakan untuk melindungi tangan petugas P3K agar tidak terjadi
Kontak langsung dengan luka korban dan juga untuk melindungi tangan dari
bahaya terkena bahan kimia
10. Masker
Masker digunakan sebagai alat perlindungan terhadap pernafasan untuk petugas
P3K sendiri maupun korban. Penggunakan Masker yang baik adalah menutupi
hidung dan mulut.
11. Pinset
Pinset adalah alat yang digunakan untuk mengambil alat steril ataupun benda asing
(kotoran) pada Luka.
7
12. Lampu Senter
Lampu Senter dipergunakan untuk memperjelas dalam melihat luka ataupun pupil
mata korban pingsan. Jika Mata Pupil tetap melebar atau antara pupil kanan dan
pupil kiri tidak sama berarti korban benar-benar pingsan, tetapi apabila pupil mata
mengecil saat disinari berarti korban masih sadar.
13. Gelas untuk cuci Mata
Gelas diperlukan untuk mencuci atau membilas mata dari kotoran atau kontak
bahan kimia. Tempelkan gelas menutupi mata, buka mata dengan lebar dan
gerakkan mata, bilas sampai bersih.
14. Kantong Plastik Bersih
Kantong Plastik digunakan sebagai tempat untuk menampung bekas-bekas
perawatan luka.
15. Aquades (100ml Larutan Saline)
Aquades dengan larutan Saline digunakan untuk membersihkan kotoran dari Mata
dan juga dapat digunakan untuk membersihkan luka.
16. Povidon Iodin
Povidon Iodin adalah obat antiseptik digunakan untuk mengobati luka tersayat atau
tergores yang tidak dalam. Oleskan Povidon Iodin pada bagian luka. Jenis Obat
Povidon Iodin yang sering ditemukan di pasaran diantaranya adalah Betadine.
17. Alkohol 70%
Alkohol 70% digunakan sebagai antiseptik luka dan juga dapat digunakan sebagai
perangsang orang yang pingsan.
18. Buku Panduan P3K
Buku yang dipergunakan sebagai panduan dalam Pertolongan Pertama Pada
Kecelakaan (P3K). Isi dari buku tersebut diantaranya adalah cara-cara melakukan
pertolongan pertama pada patah tulang, luka bakar, korban keracunan, serangan
asthma, korban pingsan, sumbatan nafas, terpapar baha kimia, Evakuasi Korban
dan lain sebagainya.
19. Pembalutan
Tujuan dari pembalutan adalah untuk mengurangi resiko kerusakan jaringan yang
telah ada sehingga mencegah maut, menguangi rasa sakit, dan mencegah cacat
serta infeksi.
a. Kegunaan pembalutan adalah:
1. Menutup luka agar tidak terkena cahaya, debu, kotoran, dll.
8
2. Melakukan tekanan
3. Mengurangi atau mencegah pembengkakan
4. Membatasi pergerakan
5. Mengikatkan bidai.
b. Macam-macam pembalutan:
1. Pembalutan segitiga atau mitela
Pembalut segitiga dibuat dari kain putih yang tidak berkapur (mori), kelihatan
tipis, lemas dan kuat. Bisa dibuat sendiri, dengan cara memotong lurus dari salah
satu sudut suatu kain bujur sangkar yang panjang masing-masing sisinya 90 cm
sehingga diperoleh 2 buah pembalut segitiga.
2. Pembalut Plester
Digunakan untuk merekatkan kain kassa, balutan penarik (patah tulang, sendi
paha/ lutut meradang), fiksasi (tulang iga patah yang tidak menembus kulit),
Beuton (alat untuk merekatkan kedua belah pinggir luka agar lekas tertutup).
3. Pembalut Pita Gulung.
4. Pembalut Cepat.
Pembalut ini siap pakai terdiri dari lapisan kassa steril, dan pembalut gulung.
Indikasi Pembalutan:
Menghentikan pendarahan, melindungi bakteri/kuman pada luka, mengurang rasa
nyeri.
Bentuk dan Anggota Tubuh yang Dibalut:
1. Bundar, pada kepala.
2. Bulat panjang tapi lonjong, artinya kecil ke ujung, besar ke pangkal, pada
lengan bawah dan betis
3. Bulat panjang hamper sama ujung dengan pangkalnya, pada leher, badan,
lengan atas, jari tangan.
4. Tidak karuan bentuknya, pada persendian
12. Pembidaian
Bidai adalah alat yang dipakai untuk mempertahankan kedudukan (fiksasi) tulang
yang patah. Tujuannya, menghindari gerakan yang berlebihan pada tulang yang
patah. Syarat pemasangan bidai:
1. Bidai harus melebihi dua persendian yang patah
2. Bidai harus terbuat dari bahan yang kuat, kaku dan pipih.
3. Bidai dibungkus agar empuk.
9
4 Ikatan tidak boleh terlalu kencang karena merusak jaringan tubuh tapi jangan
kelonggaran.
Alat-alat bidai:
1. Papan, bamboo, dahan
2. Anggota badan sendiri
3. Karton, majalah, kain
4. Bantal, guling, selimut
Pernafasan Buatan
Sering disebut bantuan hidup dasar (BHD) atau resusitasi jantung paru (RJP)
intinya adalah melakukan oksigenasi darurat. Dilakukan pada kecelakaan:
1. Tersedak,
2. Tenggelam
3. Sengatan Listrik,
4. Penderita tak sadar,
5. Menghirup gas dan atau kurang oksigen,
6. serangan jantung usia muda, henti jantung primer tejadi.
Fase RJP:
A = Airway control (penguasaan jalan napas),
B = Breathing support (ventilasi buatan dan oksigenasi paru darurat)
C = Circulation (pengenalan ada tidaknya denyut nadi)
13. Evakuasi dan Transportasi
Evakuasi adalah kegiatan memindahkan korban dari lokasi kecelakaan ke
tempat lain yang lebih aman dengan cara-cara yang sederhana di lakukan di daerah
– daerah yang sulit dijangkau dimulai setelah keadaan darurat. Penolong harus
melakukan evakuasi dan perawatan darurat selama perjalanan.
Cara pengangkutan korban:
1. Pengangkutan tanpa menggunakan alat atau manual
Pada umumnya digunakan untuk memindahkan jarak pendek dan korban cedera
ringan, dianjurkan pengangkatan korban maksimal 4 orang.
2. Pengangkutan dengan alat (tandu)
Rangkaian pemindahan korban:
1. Persiapan,
2. Pengangkatan korban ke atas tandu,
10
3. Pemberian selimut pada korban
4. Tata letak korban pada tandu disesuaikan dengan luka atau cedera.
Prinsip pengangkatan korban dengan tandu:
1. Pengangkatan korban
Harus secara efektif dan efisien dengan dua langkah pokok; gunakan alat tubuh
(paha, bahu, panggul), dan beban serapat mungkin dengan tubuh korban.
2. Sikap mengangkat.
Usahakan dalam posisi rapi dan seimbang untuk menghindari cedera.
3. Posisi siap angkat dan jalan.
Biasanya posisi kaki korban berada di depan dan kepala lebih tingi dari kaki,
kecuali;
[Link], bila tungkai tidak cedera,
[Link], bila tungkai luka atau hipotermia,
c. Mengangkut ke samping,
[Link] ke ambulan kecuali dalam keadaan tertentu
e. Kaki lebih tinggi dalam keadaan shock.
11
rapi dan cukup kencang. Bawa segera ke rumah sakit apabila pendarahan tidak
berhenti, luka tetap menganga, terinfeksi atau luka disebabkan oleh gigitan hewan
berbisa.
4. Memberikan terapi panas pada kondisi keseleo, otot tegang, atau patah tulang.
Tindakan tersebut berpotensi menyebabkan kondisi bengkak bahkan membuat
proses penyembuhan menjadi makin lama. Tindakan yang benar adalah dengan
meletakan es pada bagian tubuh yang keseleo, otot tegang, atau patah tulang
selama 10 menit dan biarkan tanpa es selama 10 menit dan seterusnya setiap 10
menit. Lakukan hal tersebut selama 1-2 hari.
5. Memindahak korban tabrakan dari dalam mobil ke tempat lain.
Tindakan tersebut malah berpotensi menebabka luka lebih arah. Pada kasus
kecelakaan sepeda motor, membuka helm korban malah berpotensi menyebabkan
lumpuh atau bahan kematian. Apabla kondisi mobil/ motor yang mengalami
kecelakaan tersebut tidak terbakar atau kondisi berbahaya lainnya, biarkan korban
hingga datangnya tim medis.
6. Mengucek mata ketika ada benda masuk ke mata.
Tindakan tersebut bisa menyebabkan luka pada mata. Tindakan yang benar
adalah dengan mencuci mata melalui air yang mengalir.
7. Menggunakan air panas untuk menolong mereka yang sangat kedinginan atau
tubuhnya mulai membeku. Bahkan pada kondisi dimana jari jari sudahmulai
membeku, terkadang langsung direndam pada air panas.
Tindakan tersebut bisa menyebabkan hal yang membahayakan tubuh. Tidakan
yang benar adalah cukup dengan mengunakan air yang cukup hangat atau
menggunakan uap yang kering.
8. Mengosok tubuh dengan alkohol untuk mengurangi demam.
Alkohol bisa menyerap kedalam tubuh dan menyebabkan keracunan terutama
pada anak anak. Tindakan yang benar adalah gunakan acetaminophen atau
ibuprofen atau segera bawa ke dokter atau rumah sakit untuk demam yang sangat
tinggi .
12
Gejala : Kesulitan bicara dan bernapas (biasa henti napas)
Kulit biru (sianosis) dan biasanya memegang leher
Tujuan : Mengeluarkan benda yang menyumbat dan memulihkan pernapasan.
Tindakan : Pada orang dewasa
a. Korban ditenangkan dan suruh batuk bila sadar
b. Bungkukkan badan dan pukul punggung
c. Bila tidak berhasil lakukan hentakan perut
d. Bila tidak berhasil kombinasikan antara keduannya
Pada korban anak-anak dan bayi dilakukan pukulan punggung saja jika tidak
berhasil lakukan RJP.
2. Tenggelam
Tujuan : Mencegah dan mengatasi kekurangan oksigen di dalam darah
Tindakan :
a. Ketika mengangkat korban kepala harus lebih rendah dari badan, ini bertujuan
untuk mengurangi resiko menghirup air.
b. Baringkan korban pada tempat yang hangat (atasi Hipothermia) dan siap-siap
untuk RJP
3. Menghirup gas
Tujuan : Memulihkan pernapasan
Tindakan :
a. Singkirkan korban dari bahaya dan bawa ketempat yang berudara segar
b. Berikan oksigen bila ada
c. Tetapkan bersama korban, periksa napas, nadi, dan tingkat reaksinya setiap 10
menit.
4. Asma
yaitu penyempitan/gangguan saluran pernafasan.
Gejala :
a. Sesak napas, ditandai fase ekspirasi yang memanjang
b. Suara mencicit ketika menghirup napas
c. Tegang dan cepat, korban susah diajak bicara, banyak berbisik
d. Kulit membiru (sianosis)
e. Kesadaran menurun (gelisah/meracau)
f. Pada serangan berat usaha untuk bernapas dapat menyebabkan kelelahan hebat
g. Otot bantu napas di leher terlihat menonjol
13
Tujuan : Melegakan pernapasan
Tindakan :
a. Tenangkan korban
b. Dudukkan pasien bersandar ke depan dengan posisi ½ duduk dan istirahat sambil
berpegangan. Pastikan pasien cukup mendapat udara segar
c. Suruh pasien untuk mengatur napasnya
d. Beri oksigen (bantu) bila diperlukan
e. Bila pasien mempunyai obat, suruh ia menggunakannya / meminumnya
5. Gangguan sirkulasi
1. Shock
Gejala :
a. Lemah dan pening
b. Mual dan mungkin muntah dan haus
c. Napas cepat dan dangkal
d. Nadi cepat dan tidak teratur
Tujuan :
a. Mengenali tanda-tanda shock
b. Menangani penyebabnya bila jelas
c. Memperbaiki suplai darah ke otak, jantung ydan paru-paru
Tindakan :
a. Atasi setiap penyebab shock yang mungkin dapat anda tangani
b. Pasien dibaringkan dengan posisi kepala harus lebih rendah
c. Kaki ditinggikan dan ditopang. Hati-hati kalau anda menduga ada patah
tulang
d. Longgarkan pakaian yang mengikat agar tekanan pada keher, dada, dan
punggang berkurang
e. Pasien diselimuti agar tidak kedinginan
f. Periksa dan catat pernapasan, nadi dan tingkat reaksi tiap 10 menit
2. Pingsan
14
yaitu hilangnya kesadaran sementara karena otak kekurangan O2, lapar, terlalu
banyak mengeluarkan tenaga, dehidrasi (kekurangan cairan tubuh),
hiploglikemia, animea
Gejala :
a. Perasaan limbung
b. Menguap berlebihan
c. Pandangan berkunang-kunang
d. Telinga berdenging
e. Nafas tidak teratur
f. Muka pucat
g. Biji mata melebar
h. Lemas
i. Keringat dingin
j. Tak respon (beberapa menit)
k. Denyut nadi lambat
Tujun : Memperbaiki aliran darah ke otak, menenangkan dan menyamakan
korban setelah sadar
Tindakan :
a. Pasien dibaringkan dengan posisi kaki di tinggikan dan ditopang
b. Baringkan korban dalam posisi terlentang
c. Tinggikan tungkai melebihi tinggi jantung
d. Longgarkan pakaian yang mengikat dan hilangkan barang yang menghambat
pernafasan
e. Beri udara segar
f. Periksa kemungkinan cedera lain
g. Selimuti korban
h. Korban diistirahatkan beberapa saat
i. Bila tak segera sadar , periksa nafas dan nadi, posisi stabil, Rujuk ke instansi
kesehatan
3. Luka
yaitu suatu keadaan terputusnya kontinuitas jaringan secara tiba-tiba karena
kekerasan/injury.
Jenis-jenis luka :
a. Luka sayat
15
b. Laserasi (Luka robek)
c. Abrasi (luka lecet)
d. Kontusi (Memar)
e. Luka tembus
f. Luka tembak
Tindakan :
a. Bersihkan luka dengan antiseptic (alcohol/boorwater)
b. Tutup luka dengan kasa steril/plester
c. Balut tekan (jika pendarahannya besar)
d. Jika hanya lecet, biarkan terbuka untuk proses pengeringan luka
4. Pendarahan
yaitu keluarnya darah dari saluran darah kapan saja, dimana saja, dan waktu apa
saja.
Jenis-jenis Pendarahan :
a. Pendarahan arteri
b. Pendarahan vena
c. Pendarahan Kaliper
Prinsip dasar pertolongan pada pendarahan adalah tekan, tinggikan, tinggikan,
tekan pembuluh darah dan tenangkan korban serta balut bila perlu (5T), kita
juga bisa meneteskan betadine pada bagian yang luka supaya darah terhenti dan
tidak terinfeksi
5. Pendarahan Luar Yang Hebat
Tujuan :
a. Mengatasi pendarahan
16
b. Mengatasi shock
c. Mengurangi resiko infeksi
Tindakan :
a. Pakaian dilepas atau digulung supaya luka terlihat
b. Tekan luka secara langsung dengan jari atau telapak tangan anda, sebaiknya
dengan perban steril atau bantalan kain bersih
c. Anggota tubuh yang luka ditinggikan sampai diatas jantung, ditopang dan
dipegangi secara hati-hati kalau ada patah tulang
d. Baringkan korban agar aliran darah ke daerah luka lebih lambat untuk
mencegah infeksi
e. Biarkan bantalan semula pada tempatnya. Tutupi dengan perban steril. Balut
dengan ketat tapi jangan terlalu keras agar tidak menghambat sirkulasi.
f. Bagian yang terluka ditopang seperti pada patah tulang.
6. Pendarahan Dalam
Tujuan : Mengatasi endarahan dan mengatasi shock
Tindakan :
a. Korban dibaringkan telentang, kaki ditinggikan dan ditopang
b. korban diselimuti aga5r tidak kedinginan. Periksa dan catat pernapasan, nadi
dan reaksinya setiap 10 menit
c. Catat jenis, jumlah dan sumber darah yang keluar dari ling tubuh. Bila
mungkin, kirim sampelnya ke rumah sakit bersama korban.
7. Mimisan
yaitu pecahnya pembuluh darah di dalam lubang hidung karena suhu ekstrim
(terlalu panas/terlalu dingin/kelelahan/benturan).
Gejala :
a. Dari lubang hidung keluar darah dan terasa nyeri
b. Korban sulit bernafas dengan hidung karena lubang hidung tersumbat oleh darah
c. Kadang disertai pusing
Tindakan :
a. Bawa korban ke tempat sejuk/nyaman
b. Tenangkan korban
c. Korban diminta menunduk sambil menekan cuping hidung
d. Diminta bernafas lewat mulut
e. Bersihkan hidung luar dari darah
17
f. Buka setiap 5/10 menit. Jika masih keluar ulangi tindakan Pertolongan Pertama
18
d. Mengurangi resiko infeksi
Tindakan :
a. Matikan api dengan memutuskan suplai oksigen
b. Perhatikan keadaan umum penderita
c. Pasien dibaringkan. Kalau bisa bagian yang luka jangan menyetuh tanah
d. Luka disiram dengan air dingin sebanyak-banyaknya
e. Sementara mendinginkan luka, periksa jalan napas, pernapasan dan nadi. Siap-
siap melakukan resusitasi jika perlu.
f. Lepaskan cincin, arloji, ikat pinggang, sepatu dan pakain yang bekas terbakar
secara hati-hati sebelum luka membengkak. Kalau melekat pada luka, pakaian
tidak perlu di lepas.
g. Luka dibalut dengan pembalut luka atau bahan lainya (luka pada wajah tidak
perlu ditutup, ttapi harus terus didinginkan dengan air untuk meredakan nyeri)
h. Untuk mencegah terjadinya infeksi:
Luka ditutup dengan perban atau kain bersih kering yang tak dapat melekat pada
luka. Penderita dikerudungi kain putih. Luka jangan diberi zat yang tak larut
dalam air seperti mentega, kecap dll
i. Pemberian sedative/morfin 10 mg im diberikan dalam 24 jam sampai 48 jam
pertama
j. Bila luka bakar luas penderita diKuasakan
k. Transportasi kefasilitasan yang lebih lengkap sebaiknya dilakukan dalam satu
jam bila tidak memungkinkan masih bisa dilakukan dalam 24-48 jam pertama
dengan pengawasan ketat selama perjalanan.
l. Khusus untuk luka bakar daerah wajah, posisi kepala harus lebih tinggi dari
tubuh.
N. Gangguan kesadaran
1. Gangguan kesadaran karena terhambat jalan napas dll
Tujuan : a. Mempertahankan agar jalan napas tetap terbuka
b. Menilai dan mencatat tingkat reaksi
c. Menangani cedera yang menyertai
Tindakan : a. Buka jalan napas, periksa nadi dan napasnya siap-siap resusitasi
b. Atasi pendarahan luar yang berat maupun patah tulang, jangan melangkahi
korban yang yang tidak sadar
19
c. Cari cedera atau kelainan yang tidak jelas, cium bau pernapasan
d. Baringkan korban dalam posisi pemulihan
2. Histeria
yaitu sikap berlebih-lebihan yang dibuat-buat (berteriak, berguling-guling) oleh
korban; secara kejiwaan mencari perhatian.
Gejala : a. Seolah-olah hilang kesadaran
b. Sikapnya berlebihan (meraung-raung, berguling-guling di tanah)
c. Tidak dapat bergerak/berjalan tanpa sebab yang jelas
Tindakan : a. Tenangkan korban
b. Pisahkan dari keramaian
c. Letakkan di tempat yang tenang
d. Awasi
20
d. Korban yang sadar di beri minuman hangat, sup atau makan yang berenergi
tinggi seperti coklat dll
e. Jaga korban agar tetap sadar
e. Kalu anda ragu akan kondisi korban yang sudah tua atau masih bayi, panggil
dokter
d. Jika korban menjadi tidak sadar, periksa nadi dan napasnya, serta melakukan
resusitasi jika perlu
2. Kelelahan akibat kepanasan
Gejala : a. Sakit kepala, pening dan konfusi
b. Tidak ada nafsu makan dan mual
c. Berkeringat, kulit pucat dan lembap
d. Kejjang pada kaki atau tangan dan perut
e. Denyut nadi cepat kemudian lemah.
Tujuan : Memindahkan korban ke tempat yang sejuk, mengganti kehilangan
garam dan cairan
Tindakan : a. Baringkan korban di tempat sejuk, kaki di tinggikan ydan ditopang
b. Kalau korban sadar, berikan minuman cairan yang memiliki kandungan garam
rendah (1 sendok garam per liter air) sebanyak munugkin.
c. kalau korban segera pulih kembali, sarankan agar berobat ke dokter
d. Jika korban menjadi tidak sadar, barinigkan tdalam posisi pemulihan, minta
bantuan. Periksa dan catat nadi dan pernapasan serta tingkat reaksinya setiap 10
menit.
3. Dehidrasi
yaitu suatu keadaan dimana tubuh mengalami kekurangan cairan. Hal ini terjadi
apabila cairan yang dikeluarkan tubuh melebihi cairan yang masuk. Keluarnya
cairan ini biasanya disertai dengan elektrolit (K, Na, Cl, Ca). Dehidrasi disebabkan
karena kurang minum dan disertai kehilangan cairan/banyak keringat karena udara
terlalu panas atau aktivitas yang terlalu berlebihan.
Gejala :
a. Dehidrasi ringan
Defisit cairan 5% dari berat badan
Penderita merasa haus
Denyut nadi lebih dari 90x/menit
b. Dehidrasi sedang
21
Defisit cairan antara 5-10% dari berat badan
Denyut Nadi lebih dari 90x/menit
Nadi lemah
Penderita merasa sangat haus
c. Dehidrasi berat
Defisit cairan lebih dari 10% dari berat badan
Hipotensi
Mata cekung
Nadi sangat lemah, sampai tak terasa
Kejang-kejang
Tindakan :
a. Mengganti cairan yang hilang dan mengatasi shock
b. Mengganti elektrolit yang lemah
c. Mengenal dan mengatasi komplikasi yang ada
d. Memberantas penyebabnya
e. Rutinlah minum jangan tunggu haus
22
Tindakan Umum:
1. Katakan pada korban supaya tenang. Bagian yang sakit distabilkan dan ditopang
dengan tangan sampai dimobilisasi
2. Agar dapat ditopang dengan baik, bagian yang sakit di satukan dengan bagian tubuh
yang sehat. Jika anda menduga ada dislokasi jangan mencoba mengembalikan tulang-
tulang ke dalam rongga sendi
3. Minta bantuan, tangani shock kalau ada. Bila mungkin bagian yang cedera
ditinggikan, diperiksa sirkulasi di bawah balutan tiap 10 menit.
1. Patah Tulang/fraktur
yaitu rusaknya jaringan tulang, secara keseluruhan maupun sebagian
Gejala : a. Perubahan bentuk
b. Nyeri bila ditekan dan kaku
c. Bengkak
d. Terdengar/terasa (korban) derikan tulang yang retak/patah
e. Ada memar (jika tertutup)
f. Terjadi pendarahan (jika terbuka)
Tindakan :
1. Bagian yang sakit di topang dengan tangan
2. Agar dapat ditopang dengan baik, bagian yang sakit di satukan dengan bagian
tubuh yang sehat
3. Minta bantuan, tangani shock kalau ada. Bila mungkin bagian yang cedera
ditinggikan, diperiksa sirkulasi di bawah balutan tiap 10 menit.
2. Patah tulang tertutup
Periksa Gerakan (apakah bagian tubuh yang luka bisa digerakan/diangkat), Sensasi
(respon nyeri), Sirkulasi (peredaran darah)
Tindakan :
a. Ukur bidai (Jalinan bilah bambu atau rotan untuk kerai) disisi yang sehat
b. Pasang kain pengikat bidai melalui sela-sela tubuh bawah
c. Pasang bantalan didaerah patah tulang
d. Pasang bidai meliputi 2 sendi disamping luka
e. Ikat bidai
f. Periksa GSS (Gerakan, Sensasi (respon nyeri) dan Sirkulasi (peredaran darah)
3. Untuk patah tulang terbuka
Tindakan :
23
a. Buat pembalut cincin untuk menstabilkan posisi tulang yang mencuat
[Link] tulang dengan kasa steril, plastik, pembalut cincin
c. Ikat dengan ikatan V
d. Untuk selanjutnya ditangani seperti pada patah tulang tertutup
4. Kram
yaitu otot yang mengejang/kontraksi berlebihan.
Gejala :
a. Nyeri pada otot
b. Kadang disertai bengkak
Tindakan :
a. Istirahatkan penderita
b. Posisikan penderita pada posisi yang nyaman
c. Relaksasi
d. Pijatlah penderita pada arah berlawanan dengan kontraksi
5. Memar
yaitu pendarahan yang terjadi di lapisan bawah kulit akibat dari benturan keras.
Gejala :
a. Warna kebiruan/merah pada kulit
b. Nyeri jika di tekan
c. Kadang disertai bengkak
Tindakan :
a. Kompres penderita dengan air dingin
b. Balut dan tekanlah pada bagian yang memar
c. Tinggikan bagian luka
6. Keseleo
yaitu pergeseran yang terjadi pada persendian biasanya disertai kram.
Gejala : a. Bengkak
b. Nyeri bila tekan
c. Kebiruan/merah pada derah luka
d. Sendi terkuncingan
e. Ada perubahan bentuk pada sendi
Tindakan : a. Korban diposisikan nyaman
b. Kompres es/dingin
c. Balut tekan dengan ikatan 8 untuk mengurangi pergerakan
24
d. Tinggikan bagian tubuh yang luka
25
5. Untuk racun yang terhirup, Singkirkan korban dari bahaya dan bawa ke tempat
yang udaranya segar
6. Untuk racun yang terserap, sisa-sisa zat kimia yang masih ada pada kulit di bilas
dengan air megalir.
7. Istirahatkan
8. Jangan diberi air minum sampai kondisinya lebih baik.
Catatan : Apabila anda menginginkan korban muntah, Tindakan yang harus
dilakukan adalah mencampur satu sendok garam dengan air panas Atau dengan
sepotong sabun yang dikocok dengan segelas air panas. Jika racun sudah leluar beri
minum segelas susu untuk melepaskan jaringan-jaringan yang rusak.
Benda asing
Tindakan :
1. Tentukan apakah mungkin atau bijaksana apabila berusahamengeluarkan benda
tersebut. Ada benda yang tidak boleh dan tidak dapat dikeluarkan oleh penolong.
Apabila tidak dapat dikeluarkan mintalah bantuan medis
2. Jika benda tersebut dapat di keluarkan maka yang terpenting adalah tenangkan
korban dan kurangi serta perhatikan resiko pendarahan dan terinfeksi.
Pusing/vertigo/sakit kepala
yaitu sakit kepala yang disebabkan oleh kelelahan, kelaparan, gangguan kesehatan dll.
Gejala :
1. Kepala terasa nyeri/berdenyut
2. Kehilangan keseimbangan tubuh
3. Lemas
Tindakan :
1. Istirahatkan korban
2. Beri minuman hangat
3. beri obat bila perlu
4. Tangani sesuai penyebab
Maag/mual
yaitu gangguan lambung/saluran pencernaan.
Gejala :
26
1. Perut terasa nyeri/mual
2. Berkeringat dingin
3. Lemas
Tindakan :
1. Istirahatkan korban dalam posisi duduk ataupun berbaring sesuai kondisi korban
2. Beri minuman hangat (teh/kopi)
3. Jangan beri makan terlalu cepat
Gigitan binatang
Gigitan binatang dan sengatan, biasanya merupakan alat dari binatang tersebut
untuk mempertahankan diri dari lingkungan atau sesuatu yang mengancam keselamatan
jiwanya. Gigitan binatang terbagi menjadi dua jenis yaitu yang berbisa (beracun) dan
yang tidak berbisa (tidak beracun). Pada umumnya resiko infeksi pada gigitan binatang
lebih besar dari pada luka biasa. Oleh karena itu yang harus kita lakukan untuk
menolong korban di gigit binatang adalah:
1. Cucilah bagian yang tergigit dengan air hangat dengan sedikit antiseptik
2. Bila pendarahan, segera dirawat dan kemudian dibalut
1. Gigitan Ular
Tidak semua ular berbisa, akan tetapi hidup penderita atau korban tergantung pada
ketepatan diagnosa, maka pada keadaan yang meragukan ambillah sikap
menganggap ular tersebut berbisa. Sifat bisa atau racun ular terbagi menjadi 3,
yaitu:
a. Hematotoksin (keracunan dalam)
b. Neurotoksin (bisa/racun menyerang sistem saraf)
c. Histaminik (bisa menyebabkan alergi pada korban)
Nyeri yang sangat dan pembengkakan dapat timbul pada gigitan, penderita dapat
pingsan, sukar bernafas dan mungkin disertai muntah. Sikap penolong yaitu
menenangkan penderita adalah sangat penting karena rata-rata penderita biasanya
takut mati. Oleh karena itu kita harus cepat mengambil bertindak:
a. Telentangkan atau baringkan penderita dengan bagian yang tergigit lebih rendah
dari jantung.
b. Tenangkan penderita, agar penjalaran bisa ular tidak semakin cepat
c. Cegah penyebaran bisa penderita dari daerah gigitan
27
Torniquet di bagian proximal daerah gigitan pembengkakan untuk
membendung sebagian aliran limfa dan vena, tetapi tidak menghalangi aliran
arteri. Torniquet / toniket dikendorkan setiap 15 menit selama + 30 detik
Letakkan daerah gigitan dari tubuh
Berikan kompres es
Usahakan penderita setenang mungkin bila perlu diberikan petidine 50 mg/im
untuk menghilangkan rasa nyeri
d. Perawatan luka
Hindari kontak luka dengan larutan asam Kmn 04, yodium atau benda panas
Zat anestetik disuntikkan sekitar luka jangan kedalam lukanya, bila perlu
pengeluaran ini dibantu dengan pengisapan melalui breastpump sprit atau
dengan isapan mulut sebab bisa ular tidak berbahaya bila ditelan selama tidak
ada luka di mulut.
e. Bila memungkinkan, berikan suntikan anti bisa (antifenin)
f. Perbaikan sirkulasi darah
Kopi pahit pekat
Kafein nabenzoat 0,5 gr im/iv
Bila perlu diberikan pula vasakonstriktor
g. Obat-obatan lain
Ats
Toksoid tetanus 1 ml
Antibiotic misalnya: PS 4:1
2. Gigitan Lipan
Ciri-ciri :
a. Ada sepasang luka bekas gigitan
b. Sekitar luka bengkak, rasa terbakar, pegal dan sakit biasanya hilang dengan
sendirinya setelah 4-5 jam
Tindakan :
a. Kompres dengan yang dingin dan cuci dengan obat antiseptik
b. Beri obat pelawan rasa sakit, bila gelisah bawa ke paramedic
3. Gigitan Lintah dan Pacet
Ciri-ciri : Pembengkakan, gatal dan kemerah-merahan (lintah)
Tindakan :
a. Lepaskan lintah/pacet dengan bantuan air tembakau/air garam
28
b. Bila ada tanda-tanda reaksi kepekaan, gosok dengan obat atau salep anti gatal
4. Sengatan Lebah/Tawon dan Hewan Penyengat lainnya
Biasanya sengatan ini kurang berbahaya walaupun bengkak, memerah, dan gatal.
Namun beberapa sengatan pada waktu yang sama dapat memasukkan racun dalam
tubuh korban yang sangat menyakiti.
Catatan:
a. Dalam hal sengatan lebah, pertama cabutlah sengat-sengat itu tapi jangan
menggunakan kuku atau pinset, Anda justru akan lebih banyak memasukkan racun
kedalam tubuh. Cobalah mengorek sengat itu dengan mata pisau bersih atau dengan
mendorongnya ke arah samping
b. Balutlah bagian yang tersengat dan basahi dengan larutan garam inggris.
OBAT-OBATAN
1. CTM
Obat ini digunakan untuk penderita alergi, susah tidur (obat tidur) dan pilek
2. Betadine
Obat ini adalah antiseptik yang di gunakan untuk obat luka luar
3. Povidone Iodine
Obat ini adalah antiseptik yang di gunakan untuk obat luka luar
4. Neo Napacyne
Obat ini digunakan untuk penderita Asma dan sesak nafas
5. Asma soho
Obat ini digunakan untuk penderita Asma dan sesak nafas
6. Konidin
Obat ini digunakan untuk penderita Batuk karena alergi, flu, dan pilek
7. Oralit
Obat ini digunakan untuk penderita Dehidrasi
8. Entrostop
Obat ini digunakan untuk mengobati penderita Diare
9. Demacolin
Obat ini digunakan untuk penderita Flu dan batuk
10. Norit
Obat ini digunakan untuk penderita Keracunan
11. Antasida doen
29
Obat ini digunakan untuk penderita sakit Maag
12. Gestamag
Obat ini digunakan untuk penderita sakit Maag
13. Kina
Obat ini digunakan untuk penderita sakit Malaria
14. Oxycan
Memberi tambahan oksigen murni
15. Damaben
Obat ini digunakan untuk penderita Mual-mual
16. Feminax
Obat ini digunakan untuk penderita Nyeri haid
17. Spasmal
Obat ini digunakan untuk penderita Nyeri haid
18. Counterpain
Obat ini digunakan untuk penderita sakit Pegal linu
19. Alkohol 70%
Cairan ini di gunakan untuk membersihkan luka/antiseptic
20. Rivanol
Cairan ini di gunakan untuk membersihkan luka/antiseptic
21. Chloroetil (obat semprot luar)
Obat ini digunakan untuk mengurangi rasa sakit
22. Antalgin
Obat ini digunakan untuk mengurangi rasa sakit dan pusing, sakit kepala dan sakit gigi
23. Paracetamol
Obat ini digunakan untuk Penurun panas, demam, pegal-pegal dan sakit kepala
24. Papaverin
Untuk mengobati penderita Sakit perut
25. Vitamin C
Obat ini digunakan untuk mengobati Sariawan
26. Dexametason
Obat ini digunakan untuk mengobati Sesak nafas
27. Tai pin san
Obat ini digunakan untuk mengobati sakit perut, perut kembung dan sesak napas
28. Sangobion
30
Obat ini digunakan untuk mengobati anemia karena kurang zat besi dan mineral lain
yang membantu pembentukan darah
29. Antasid
Obat ini digunakan untuk mengobati sakit maag dan mual-mual karena maag
30. Diapet
Obat ini digunakan untuk mengurangi fkekuensi buang air besar dan memadatkan
tinja
31. Neo diastop
Digunakan untuk pengobatan sistemuk pada diare non spesifik
32. Babell
Obat ini digunakan untuk mengobati sakit perut
31
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
P3K adalah upaya pertolongan dan perawatan sementara terhadap korban
kecelakaan sebelum mendapat pertolongan yang lebih sempurna dari dokter atau
paramedik. Pertolongan pertama pada kecelakaan sifatnya semantara. Artinya kita harus
tetap membawa korban ke dokter atau rumah sakit terdekat untuk pertolongan lebih lanjut
dan memastikan korban mendapatkan pertolongan yang dibutuhkan. Ada beberapa tahap
dalam memberikan Pertolongan Pertama Pada kecelakaan :
1. Penolong mengamankan diri sendiri ( memastikan penolong telah aman dari bahaya)
2. Amankan Korban ( evakuasi atau pindahkan korban ketempat yang lebih aman dan
nyaman.
3. Tandai tempat Kejadian jika diperlukan untuk mencegah adanya korban baru.
4. Usahakan Menghubungi Tim Medis
5. Tindakan P3K
B. Saran
Agar tak melakukan kesalahan saat melakukan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan ada
beberapa kesalahan yang harus di hindari, yaitu:
1. Menoreh bekas luka gigitan hewan berbisa.
2. Mengoles mentega pada luka bakar.
3. Menghentikan pendarahan dengan membuat ikatan yang bisa dikencangkan dan
dilonggarkan (torniquet) diatas luka yang mengalami pendarahan.
4. Memberikan terapi panas pada kondisi keseleo, otot tegang, atau patah tulang.
5. Memindahak korban tabrakan dari dalam mobil ke tempat lain.
6. Mengucek mata ketika ada benda masuk ke mata.
7. Menggunakan air panas untuk menolong mereka yang sangat kedinginan atau
tubuhnya mulai membeku. Bahkan pada kondisi dimana jari jari sudah mulai membeku,
terkadang langsung direndam pada air panas.
8. Mengosok tubuh dengan alkohol untuk mengurangi demam.
32
DAFTAR PUSTAKA
[Link]
[Link]
33