0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
241 tayangan40 halaman

Contoh Dispro Drama Radio

Diunggah oleh

Mukuro Hoshimiya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
241 tayangan40 halaman

Contoh Dispro Drama Radio

Diunggah oleh

Mukuro Hoshimiya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF atau baca online di Scribd
DESIGN PRODUKSI DRAMA RADIO. “KISMIS: KISAH MISTERI” EPISODE: PEMBUNUHAN JOHN BENNET MoS Kelompok 25 Dosen : VENESSA AGUSTA GOGALIS. IKom, MM ‘Nama Anggota + 1 Abdurahman Panji Virgian (42190214) 2. Chairun Oktaviansyah (42190046) 3. Dinda Nikita Gracia (42190111) 4. Niko Angger Wicaksono (42190095) 5. Tazkiyatuzzahra (42190131) Kelas 242.2801 PROGRAM STUDI PENYIARAN UNIVERSITAS BINA SARANA INFORMATIKA 2021 KATA PENGANTAR ‘Dengan memanjatkan puji syukur ates kehadirat Allah SWT karena dengan rahmat, karunia dan hidayah-Nyamaka kami dapat menyelesaikan penyusunan tugas "Produksi Radio Non Berita” Desain Produksi ini merupakan salah sam syarat kelulusan mata kuliah “Produksi Radio ‘Non Berita” pada jurusan penyiaran Akademi Bina Sarana Informatika Margonda Depok. Dengan tersusumya Desein Produksi ini, kami berharap dapat sebagai acuan kami dalam terciptmya susuman kerja yang baik dan benar sebelum pada saat kami masuk dilingkungan kerja. Dalam penvusunan Desain Produksi ini, kami mengakai masih banyak sekali kekurangan, baik materi maupun susunan bahasanya, hal ini mengingat kemampuan yang kami miliki masih sangat terbatas. Untuk ita kami mengharapkan initik dan saran untuk memperbaiki atau menyermpurnakan Desain Produksi ini, Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar — besamya atas bantuan, bimbingan dan doa restu dari semua pihak sehingga dapat menyelesaikan proposal ini. Kemudian dalam kesempatan ini tidak lupa kami ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar — besamya kepada Allah SWT, Orang ‘Tua, dan para Dosen Pembimbing Produksi, Scluruh teman — teman yang telah membantu. BABI PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Program radio mengalami perkembangan seiring berjalannya waktu. Terlepas dati teknologi yang semakin canggih, radio masih dapat bertahan dengan menyajikan program — program yang diminati segala kelangan hingga saat ini. Seperti drama radio yang tak sepi pendengar.[stilah "drama audio" atau "teater audio" kadang-kadang digunakan secara sinonim dengan "drama radio"; namun, drama audio atau teater audio mungkin tidak dimaksudkan khusus untuk disiarkan di radio. Drama audio juga dapat ditemukan di CD, kaset, podcast, webcast, serta radio siaran. Di Indonesia, sandiwara radio pertama kali menjangkiti masyarakat di era 1970-an. hingga 1980-an. Seperti Tutur Tinular, Saur Sepuh, Misteri dari Gunung Merapi, Misteri NiniPelet, Satria Madangkara, Babad Tanah Leluhur, Kaca Benggala adalah cerita-cerita silat berlatar belakang babad tanh Jawa. Sejumlah drama kehidupan yang bersifat kontemporer seperti Ibuku Malang Ibuku Tersayang, yang disiarkan sejumlah radio di beberapa kota dan Catatan Si Boy (AM 666 KHz/102,3 MHz) yang di Jakarta begitu digemari para kawula muda turut melengkapi irama kejayaan radio. Meskipun drama radio banyz dapat didengar saja, tetapi drama radio juga memiliki keunggulannya tersendiri. Seperti membuat pendengar dan peayiar nampak akrab dibanding media lain. Selain itu drama radio juga dapat bersifat menghibur. Saat ini, stasiun radio telah banyak dan berkembang Iuas di Indonesia, baik radio swasta yang berskala nasional maupun radio di daerah duerah. Terdapat banyzk jenis radio sesuai dengan target pendengar mereka. Radio masih menjadi salah satu jenis media masa yang cukup ampuh dalam menyebarkan informasi kepada khalayak ramai. Dari scjarah radio ini kita dapat mengambil pdajaran bahwa dibutuhkan waktu untuk mengembangkan suatu teknologi untuk akhimya dapat dimanfeatkan secara masal oleh masyarakat umum. Radio yang tadinya hanya digunakan untuk mengirimkan sandi morse dan banyak dipakai di sextor kelautan dan perang, kini memiliki peran yang cukup besar dalam penyebaran informasi. Radio dapat digunakan sebagai sarana hiburan. komunikasi politik, pemasaran produk, propaganda dan banyak lainnya. Dengan perkembangan teknologi yang juge cepat, maka sejarah radio juga akan mengalami perkembangan mengikuti teknologi di masa mendatang. KISMIS: Kisah Misteri merupakan sebuah program siaran Radio BSI Fm menjadi salah satu program siaran yang paling banyak diminati oleh pendengamya, berbeda hainya dengan program siaran radio lain yang kebanyakan menyugubkan hiburan music, pemintaan atau requez lagu serta talkshow dan Isin sebagainya. KISMIS: Kish ‘Misteri memberikan hiburan dengan konsep yang berbeda, yaitu menyugubkan hiburan berupa cerita horor atau cerita hantu yang berada ditempat — tempat angker, dengan dikemas sedemikian rupa dan diperankan kembali oleh seorang narator Dinda Nikita sehingga menciptakan kesan mistis pada cerita yang disuguhkan. KISMIS: Kisah Misteri disiarkan setiap malam jumat pada jam 19.00— 19.30W1B, dimana malam jumat identik dengan suasana mistis yang menjadi salah satu cara KISMIS: Kisah Misteri untuk menambah ketegangan saat mendengarkan cerita yang disampaikan pada pendengamya, yang konon mempakan cerita nyata dan pemah dialami olch pendengar yang telah dikirimkan kepada team KISMIS: Kisah Misteri schingga dapat menguji adrenalin para penggemarnya. KISMIS: Kisah Misteri adalah sebuah program yang bertemakan Horor pada episode kali ini penulis akan mengangkat beberapa kisah horor berdasarkan kisah pembunuhan paling melegenda selama 20 tahun terakbir dan memilih beberapa mention yang telah dikirim ke akun twitter KISMIS: Kisah Misteri dengan hashtag #bagikismi 1.2. Maksud dan Tujuan Akademis Program radio yang penulis tuat “KISMIS: KISAH MISTERI“ sebagai kewajiban memenuhi persyaratan nilai Ujian Akhir Semester (UAS ) Praktisi ‘Mengimplementasikan kemampuan akademik baik teori maupun praktek dengan membuat sebuah karya melalui media radio dengan program acara “KISMIS: KISAH MISTERI“. Dari karya itulah kami dapat mengevaluasi kinerja dan kemampuan kami dengan membuat sebuah karya vang bisa dinikmati oleh semua kalangan, bukan sebagai tugas saja tetapi sebagai profesional. ‘Memberikan suatu program siaran radio dalam bentuk suatu informasi hiburan misteri dengan mengambil cerita misteri_ yang banyak diperbincangkan masyarakat dan menjadi urban legend, agar tidak terdengar monoton dan membosankan, program ini disampaikan dalam bentuk story telling yang ringan dan meceritakan kembali kisah yang aken dibawakan secara jelas dan rind dengan pembawaan yang santa. 1.3. Referensi Audio Dalam pembuatannya penulis memiliki beberapa refrensi tentang acara yang serupadengan melihat konsep dan memperhatikan beberapa tayangan akhimya memilih dua acara serupa yang menjadi inspirasi [Link] antaranya adalah : 1, Keluarga takkasat mata 98,7 Gen Fim Jakarta. keluarga tak kasat mata” sendiri berkisah mengenai genta yang menceritakan pengalaman nya dengan mantan perusahaan tempat nya bekerja di Yogyakarta, Saat itu kantor nya melakukan boyongan ke kantor baru. Disana ia dan rekan kerja nya mengalami banyak kejadian aneh dan malam malam yang selalu mencekam. Para makhluk makhIuk tak kasat mata itu seolah olah menyampaikan rentetan rentetan pesan kepada Genta dan rekan rekan nya. Hingga suatu waktu, Genta meminta bantuan kepada seorang kawan hingga akhimya satu persatu misteri terpecahkan.“keluarga tak kasat mata” ini pertama kali tavang di 98,7 Gen Fm pada 25 Juli 2016 2. Nightmare Side Ardan Radio Bandung Nightmare Side adalah sebuah program radio fenomenal di Ardan Radio, Bandung, yang mengudara sejak tahun 1992. Setdah merambah dalam bentuk buku, kini acara tersebut dibuat versi film layar lebar dengan fitur omnibus. NIGHTMARE SIDE garapan Intan R Mutiaz ini dibagi dalam 3 segmen horor berdasarkan kisah nyata yang pemah diperdengarkan dalam acara tersebut Jadwal Jam tayang Nightmare Side Setiap Malam Jum’at pada pukul 23:00 s/d 24:00. BABII KAJIAN PROGRAM 2.1 KATEGORI PROGRAM Program informasi adalah jenis siaran yang tujuannya untuk memberikan tambahan pengetahaun (informasi) kepada khalayak audien. Daya Tarik program ini adalah informasi, dan informasi itulah yang “éijual” kepada audien. Program informasi dapat dibagi menjadi dua bagian besar, yaitu berita keras (hard news) dan betita lunak (soft news). (Morissan 2015:218-219) Program hiburan adalah segala bentuk siarm yang bertujuan untuk menghibur audien dalam bentuk musik, lagu, cerita din permainan Program yang termasuk dalzm kategori hiburan adalah drama, permainan (game), musik, dan pertunjukkan. (Morissan, 2015-223) Jadi kesimpulannya adalah bahwa jenis program informasi dan radio masing-masing punya segmentasi pasar tersenditi, namun keduanya sema-sama punya daya jual yang sama dikarenakan masyarakat butuh tambahan pengetahuan sekaligus hiburan yang sejenak menjadi teman istirahat. Program non berita memupakan program yang dapat dibedakan berupa program hhiburan musik, drama, olahraga dan agama. Program non berita yang banyak digemari oleh masyarakat salah satunya adalah program drama. Keberadaan program drama sulit dipisalkan dari kehidupan masyarakat yang setiap harinya harus sibuk beraktitas, hal ini yng mendasari kebanyakan drama radio diminati karena sebagai altematif penghilang penat bagi pendengar’masyarakat. Penulis mengkategorikan acara ini sebagai acara radio non berita, dikarenakan acara ini lebih bersifat bersifat menghibur. Maka dari im penulis memilih program hiburan yang didalamnya mengenai program radio non berita yaitu program drama radio yang penulis beri judul program “KISMIS: KISAH MISTERI” dalam episode kali ini penulis membuat drama radio yang menceritakan tentang kisah misteri pembunuhan John Bennet yang sangat misterius, KISMIS pada episode kali ini akan mengajak para pendengar bertecri, siapakah pembunuh sebenamya dari kematian sang ratu kecantikan yang harus meregang nyawa di usia muda. .2.2 FORMAT PROGRAM Format program merupakan suatu batasan mengenai citi tentang suatu program. Tujuan penentuan format adalah untuk memenuhi sasaran Khalayak secara spesifik dan untuk kesiapan berkompetisi dengan media lainnya disuatu lokasi siaran. ‘Menurut Morissan (2015:223) kata ‘drama’ berasal dari bahasa Yunsni dan yang beratti bertindak atau berbuat (action). Program drama adalah pertunjukan (show) yang menyajikan cerita mengenai kehidupan atau kerakter seseorang atan beberapa orang (tokoh) yang diperankan oleh pemain (artis) yang melibatkan konflik dan emosi.” Berdasarkan pengertian tersebut program yang termasuk dalam program hiburan adalah film, sinetron, musik, pertunjukan, dan pemainan. Program-program tersebut dibagi menjadi tiga menurut sifatnya yaitu fiksi, nonfiksi, dan berita. Format misteri tentuaya sajian utama penyiaramnya adalah kisah supematural dan cerita mistis. Format horor dalam radio adalah sebuah genre dimana cerita yang disajikan berpa supematural dan mistis. Namun, horor tak melulu tentang hal mistis yang identik dengan hantu, bisa juga cerita horor menampilkan vampir, zombie, panbunuh kejam, dan makhluk lainnya. Pada dasamya, format program horor adalah untuk bisa _membuat pendengar merasa tegang dan merinding saat mendengarkan. Dalam sebuat format radio biasanya penyiar berbagi kisth yang pemah dialami ataupua kisah dari orang lain alu penulis menyampaiken cerita tersebut dengan runtut, berbagi rasa takut kepada pendengar, dengan memanfaatkan rasa pmasaran, pendengar akan tems mendengarkan cerita hingga selesai. Sebagian orang memang menilamati sensasi cerita horor karena ingin mencari sensasi dan meningkatken adrenalin. Dorongan adrenalin itu dinikmati karena kita merasa takut sekali gus merasa aman pada saat yang bersamaan. Penulis memilih gaya penyampaizn monolog dalam program redio “KISMIS” agar keintiman antara penyiar din pendengar lebih terjaga, dengan hanya menggumakan satu penyiar sebagai komunikator membuat cerita atau informasi dapat tersampaikan dengan baik dan konsentrasi cerita tidak bias. Program “KISMIS: KISAH MISTERI” adalah sebuah program radio non betita dengan berkonsep pada ceritz misteri dengan episode yang berbeda tiap minggunya. KISMIS mengudara tiap hari Kamis pukul 19.00 WIB - 20.00 WIB, dan pada episode Pembunuhan John Bennet kali ini menceritakan secara detail tentang alur pembunuhan John Bennet mulai dari latar belakangnya, serta alur misteri pembunuhannya. Penyiar disini akan mengajak pendengar masuk kedalam dimensi cerita yang ia sampaikan, mengajak pendengar berdiskusi dengan intuisinya senditi perihal rumitnya kasus kematian John Bennet. 2.3 TARGET PROGRAM Pemilihan target audien di mana media penyiaran akan berkompetisi merupakan bagian penting dari strategi program dan memiliki implikasi langsung bagi kegiatan iklan dan promosi. Target penonton harus menggunakan metode penelitian dengan memahami tiga faktor Klarifikasi target penonton, yaitu usia, jenis kelamin, dan status sosial. (Naratama, 2013-125) Menurut Morissan (2015-193) target audien adalah “memilih satu atau beberapa segmen audien yang akan menjadi fokus kegitan-kegiatan pemasaran program dan promosi Kadang-kadang targeting disebut juga dengan selecting karena audien harus diseleksi.~ ‘Target Audience Umur :[Link] (17-20 Tahun ) [Link] (20- 35 Tahun ) Jenis Kelamin : Laki —laki dan Perempuan Status Ekonomi Sosial : B (_Menengeh keatas ) C( Menengah Kebawah ) * Karakteristik Produkt Live Record © Jam Siar 19:00 WIB - 19:30 WIB © Alasan + Penulis mengidentifikasilan program KISMIS pada target audience remaja dan dewasa adalah karena pada konsep cerita misterihhorror tidak cocok dengan segmentasi anak kecil yang belum menginjak masz remaja karena ditakutkan setelah mendengar cerita misteri/horror mempengaruhi pikirannya/psikis. KISMIS juga bisa didengarkan oleh semua kalangen baik menengeh kebawah maupun menengah Keates karena memang isi program KISMIS tidak berkaitan dengan status sosial ekonomi. Pada jam siar penulis sepakat menyiarkan pada jam 19.00 WIB - 19.30 WIB karena pada jam tersebut kebanyakan masyarakat secara umum sudah selesai dari aktivitas yang mereka jalankan. Penulis betharap dengan disiarkamnya KISMIS di jam tersebut agar dapat memberikan hiburan penghilang penat bagi masyarakat. 2.4 KARATERISTIK PROGRAM Radio non berita memiliki karakteristik yang bersifat menghibur, tentumya mempunyai keunggulan dan kelemahan. Radio memiliki cara tersendiri yang disebut dengan gaya radio meliput kosakata lisan, musiklagu dan sound effect yang menjadi kunci utama untuk memikat pendengamya, a.) Vocal Recording Vocal recording adalah tahapan perekaman suara presenter yang membacakan naskah di ruang rekam (Masduki, 2004: 47). Perekaman biasanya digunakan untuk produksi acara seperti siaran hiburan, olahraga dan siaran informasi. Sedangkan untuk program siaran interaktif tidak melakukan perekaman terlebih dabulu Karena siaramnya secara langsung baik di studio atau di lapangan. b) Mixing ‘Mixing adalah penggabungan materi vocal presenter dengan berbagai jenis musik pendukung dan lagu oleh operator dengan perangkat teknologi yang analog atau digital, schingga menghasilkan paket acara vang siap siaran. Proses ini dilakukan dengan memperhatikan standar kemasan setiap acara (Masduli, 2004: 47), BAB II DESKRIPSI PROGRAM 3.1 JUDUL PROGRAM Penulis memilih judul "KISMIS : Kisah Misteri” agar mudah di ingat oleh masyarakat dan berusaha memberikan informasi hiburan berupa cerita horor dan misteri ‘karena sebuah cerita dapat lebih mendekatkan ikatan secara emosional dengan pendengar. sebagai sarana untuk menanamkan nilai-nilai kehidupan dan sebagai salah satu altematif penghilang penat bagi masyarakat. “KISMIS: KISAH MISTERI" dalam episode kali ini peaulis membuat drama radio yang menceritakan tentang kisah misteri panbunuhan John Bennet yang sangat misterius, KISMIS pada episode kali ini akan mengajak para pendengar ‘berteori, siapakah pembunuh sebenamya dari kematian sang ratu kecantikan yang harus ‘meregang nyawa di usia muda. 3.2 DESIGN PROMO PROGRAM ACARA 3.3 DESKRIPSI PROGRAM “KISMIS: KISAH MISTER dalam episode kali ini penulis membuat drama rado yang menceritakan tentang kisah misteri pembuauhan John Bennet yang sangat misterius, KISMIS pada episode kali ini akan mengajak para pendengar berteori, siapakah pembunuh sebenamya dari kematian sang ratu kecantikan yang haus meregang nyawa sang ratu Kecantikan di usia muda. * Kategori Program: Radio Non Berita © Media > Radio © Station ID : BSI Radio © Freuensi Radio: 8514FM © Format Progam —: Drama © Tudul Program : KISMIS : Kisah Misteri © Dursi Progam =: 30 manit © Tumlah Penyiar = 1 Penyiar © Nama Penyiar : Dinda Nikita Grasia BABIV LAPORAN PRODUKSI 4.1 PROSES KERJA PRODUSER 4.1.1. Pra Produksi © Mempersiapkan rapat redaksi © Mengatur waktu yang akan dilaksanakan * Membuat conference hasil sebelum apat redaksi © Menentukan ide program yang akan dibuat © Memilih perangket media yang akan digunakan dan set visual saat proses editing © Mengatur set decoration dengan crew tata artistic © Mengusulkan tema dan topik untuk menjadi acuan utama dari program setelah sebuzh ide tercipta, tujuamnya agar program yang dibuat benar-benar terkonsep © Memilih crew yang akan bertugas dan menentukan crew dengan kinerja yang. baile untuk keberlangsungan sebuah program acara. 4.1.2. Produksi ‘Mengawasi dan mengkoordinir crew dalam produksi yang bertujuan agar semua hasil meeting dapat terealisasikan saat produksi dan memberiken arahan apzbila crew mendapat kesulitan. 4.1.3. Pasca Produksi © Melihat kelengkapan data hasil recording © Merevisi hasil recording jika terjadi kesalahan, karena akan mempeagaruhi proses editing © Menyesuaikan hasil recording dan kebutuhan © Memastikan semua hasil recording sesuai dengan konsep dan alur cerita 4.1.4. Lembar Kerja Produser Definisi Produser, Produser adalah seseorang yang bertanggung jawab secara umum terhadap seluruh produksi. Dalam hal ini proses kerja produser mencakup manajemen produksi, seperti perencanaan, pengorganisasian, peayusunan (pra-produksi), penggarapan (produksi), review (pasca produksi). a. Rundown Program Production Company: BSIFM © Project Title : KISMIS No | Durasi Isi Ket. 1 r Tune In Program 2 z ‘Opening 3 r Tdan 4 30° Segmen 1 5 5 Tela 6 20" Segmen2 7 5 Tdan g 20° Segmen 3 9 2 Idan 10 30" Segmen 4 iT 2 Tdan 12 10° Segmen 5

Anda mungkin juga menyukai