0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
18 tayangan8 halaman

Meningkatkan Kemandirian Belajar Siswa

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis beban kognitif siswa (germane cognitive load) berdasarkan gaya belajar matematika mereka dalam pembelajaran kontekstual. Subjek penelitian adalah siswa dengan berbagai gaya belajar yang diamati secara kualitatif. Hasil penelitian berupa deskripsi beban kognitif siswa.

Diunggah oleh

Sitti Yuniar 18062
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
18 tayangan8 halaman

Meningkatkan Kemandirian Belajar Siswa

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis beban kognitif siswa (germane cognitive load) berdasarkan gaya belajar matematika mereka dalam pembelajaran kontekstual. Subjek penelitian adalah siswa dengan berbagai gaya belajar yang diamati secara kualitatif. Hasil penelitian berupa deskripsi beban kognitif siswa.

Diunggah oleh

Sitti Yuniar 18062
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

REVIEW JURNAL

Jurnal Pertama
Upaya Meningkatkan Kemandirian Belajar Siswa
dalam Pembelajaran Matematikan Menggunakan
Judul
Worked Example pada Siswa Kelas VIII J SMP Negeri
5 Yogyakarta Tahun Pelajaran 2018/2019
Jurnal Prosiding Sendika
Volume dan Halaman Vol 5, No 1 dan Hal 346-351
Tahun 2018
Penulis Siti Mufidah
Reviewer Sitti Yuniar Fahmianti Fiki
Tanggal 13 Maret 2021

Pemilihan pendekatan pembelajaran yang tepat sesuai


dengan kemampuan peserta didik akan memudahkan
peserta didik menerima materi dan mengarahkan untuk
belajar secara mandiri. Pendekatan worked example
memungkinkan peserta didik dapat bersikap mandiri
Latar Belakang dalam belajar. Dalam proses pembelajaran peserta
didik dibiasakan untuk menyelesaikan masalah secara
mandiri, memiliki inisiatif, dan tidak bergantung pada
orang lain dalam belajar. Hal tersebut diharapkan dapat
mengembangkan sikap kemandirian belajar peserta
didik.
Tujuan paper ini adalah untuk meningkatkan
kemandirian belajar siswa dan meningkatkan kualitas
Tujuan Penelitian pembelajaran matematika dengan menggunakan
worked example pada siswa kelas VIII J SMP Negeri 5
Yogyakarta tahun pelajaran 2018/2019.
Dalam kegiatan pembelajaran menunjukkan masih ada
peserta didik yang tidak mengerjakan pekerjaan rumah,
menunggu guru menjelaskan materi terlebih dahulu,
Permasalahan
dan kurangnya inisiatif peserta dalam belajar. Hal
tersebut menunjukkan bahwa kemandirian belajar
peserta didik perlu ditingkatkan.
Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII J
Subjek Penelitian
SMP Negeri 5 Yogyakarta yang berjumlah 32 siswa
Penelitian yang dilaksanakan adalah penelitian
tindakan kelas. Instrumen yang digunakan dalam
Metodologi Penelitian
penelitian meliputi lembar observasi keterlaksanaan
pembelajaran dan angket kemandirian belajar.
Hasil Penelitian Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemandirian
siswa kelas VIII J SMP Negeri 5 Yogyakarta
mengalami peningkatan setelah dilaksanakan
pembelajaran selama dua siklus. Hal tersebut
ditunjukkan dengan hasil angket kemandirian belajar
siswa pada siklus pertama berada pada kategori tinggi
dengan rata-rata 3,55 dan banyak siswa yang
mengalami peningkatan adalah 62,5%, sedangkan pada
siklus kedua berada pada kategori tinggi dengan rata-
rata 3,71 dan banyak siswa yang mengalami
peningkatan 90,62%.
Dalam penelitian menggunakan lembar observasi
Kelebihan keterlaksanaan pembelajaran dan angket kemandirian
belajar.

Jurnal Kedua
Meningkatkan Kemampuan Siswa dalam
Mengaplikasikan Rumus Fisika Dengan Menggunakan
Judul Metode Problem Solving Dalam Sintaks Pengajaran
Langsung Pada Siswa Kelas VIIB SMP
Muhammadiyah 1 Banjarmasin
Jurnal Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika
Volume dan Halaman Vol 4, No 3 dan Hal 237-247
Tahun 2016
Nurul Atqiya, M. Arifuddin Jamal, dan Andi Ichsan
Penulis Mahardika
Reviewer Sitti Yuniar Fahmianti Fiki
Tanggal 13 Maret 2021

Siswa yang tidak memiliki kemampuan dasar kognitif


yang memadai akan mengalami kesulitan dalam
mempelajari fisika. Ada enam tingkatan tujuan belajar
pada dimensi proses kognitif dalam revisi taksonomi
antara lain mengingat, memahami, menerapkan/ meng
Latar Belakang aplikasikan, menganalisis, meng-evaluasi, dan
menciptakan. Dimensi proses kognitif tersebut berurut
dari yang paling rendah sampai ke paling tinggi.
Artinya kemampuan pada tingkat yang lebih tinggi
tidak akan dapat dicapai apabila kemampuan
sebelumnya tidak dimiliki oleh siswa.
Tujuan penelitian ini secara umum ialah untuk
mendeskripsikan cara meningkatkan kemampuan siswa
Tujuan Penelitian
dalam mengaplikasikan rumus fisika dengan
menggunakan metode problem solving dalam sintaks
pengajaran langsung. Secara khusus penelitian ini
bertujuan untuk mendeskripsikan rencana pelaksanaan
pembelajaran, keterampilan prosedural, kemampuan
aplikasi dan hasil belajar siswa kelas VIIB SMP
Muhammadiyah 1 Banjarmasin terhadap pelaksanaan
metode problem solving dalam sintaks pengajaran
langsung.
Kemampuan siswa kelas VIIB SMP Muhammadiyah 1
Banjarrmasin dalam mengaplikasikan rumus masih
sangat rendah, hal ini tampak selama pembelajaran
fisika berlangsung, serta rendahnya hasil belajar dan
tes yang berisi soal berstandar C3 yang diberikan
Permasalahan peneliti pada siswa di kelas tersebut. Rendahnya
kemampuan dalam mengaplikasikan rumus akan
menghambat siswa dalam memahami pelajaran fisika.
Oleh karena itu, diperlukan suatu metode untuk
meningkatkan kemampuan siswa dalam
mengaplikasikan rumus.
Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIIB SMP
Muhammadiyah 1 Banjarmasin yang berjumlah 22
Subjek Penelitian
orang sedangkan objek penelitian ialah kemampuan
siswa dalam mengaplikasikan rumus fisika.
Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas
(classroom action research) terdiri dari 2 siklus, setiap
Metodologi Penelitian siklus terdiri dari 2 kali pertemuan. Prosedur penelitian
mengikuti model Hopkin yang terdiri dari tahap
perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi.
Hasil penelitian menunjukan bahwa dari siklus pertama
hingga kedua adalah sebagai berikut: (1) kesetiaan
rencana pelajaran secara keseluruhan meningkat dari
76,86% menjadi 94,47%. (2) standar keretampilan
Hasil Penelitian siswa secara klasifikasi meningkat dari 86,37%
menjadi 100%. (3) Kemampuan siswa dalam
menerapkan rumus fisika meningkat dari 59,09%
menjadi 95,94%. (4) hasil pembelajran siswa dengan
klasifikasi meningkat dari 59,09% menjadi 95,94%.
Dalam penelitian ini metode yang digunakan oleh
peneliti sangat bagus yaitu model penelitian Hopkin.
Kelebihan
Dan peneliti juga memaparkan dengan baik hasil
penelitian yang diperoleh dari setiap siklus.
Jurnal Ketiga
Analisis Germane Cognitive Load Siswa Ditinjau dari
Judul Gaya Belajar Matematis pada Pembelajaran Contextual
Taeching and Learning
Jurnal Math Educator Nusantara (JMEN)
Volume dan Halaman Vol 5, No 1 dan Hal 26-35
Tahun 2019
Penulis Ektin Ardayeni, Yuyu Yuhana, Aan Hendrayana
Reviewer Sitti Yuniar Fahmianti Fiki
Tanggal 13 Maret 2021

Proses belajar berhubungan dengan kemampuan


memori dalam menerima informasi. Kemampuan
memori setiap orang berbeda-beda, memori setiap
orang memiliki kapasitas penerimaan informasi yang
Latar Belakang
terbatas antar satu dengan yang lainnya. Adanya
kemampuan yang terbatas tersebut akan menyebabkan
seorang tersebut menjadi berat dan terbebani ketika
harus menerima informasi yang banyak.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan
germane cognitive load (GCL) siswa ditinjau dari gaya
Tujuan Penelitian
belajar matematis siswa dengan metode kontekstual di
SMK.
Subjek penelitian terdiri dari siswa yang bergaya
Subjek Penelitian belajar interpersonal, mastery, understanding, dan
selfexpressive
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data
yang dikumpulkan dalam penelitian ini bersifat
deskriptif. Data yang dihasilkan nantinya berupa kata-
Metodologi Penelitian
kata atau ucapanucapan yang diperoleh dari hasil
wawancara dan tulisan atau bilangan yang diperoleh
dari hasil wawancara.
1. Struktur skema pada siswa dengan gaya belajar
interpersonal ini sesuai dengan struktur materi yang
akan dipelajari, maka pada siswa interpersonal
terjadi proses asimilasi
2. Sebagian struktur skema pada siswa dengan gaya
belajar mastery ini tidak sesuai dengan struktur
Hasil Penelitian
materi yang akan dipelajari, ini menyebabkan
terjadinya proses akomodasi
3. Pada siswa understanding proses konstruksi
pengetahuannnya di LTM dalam memahami soal
kontekstual tidak bekerja dengan maksimum, hal ini
disebabkan karena modifikasi struktur kognitif yang
dimilki sebelumnya.
4. Struktur skema pada siswa selfexpressive tidak sesuai
antara skema lama dengan skema baru, ini
menyebabkan skema lama tidak dapat menyerap
skema baru sehingga pada self-expressive terjadi
proses akomodasi skema.
Dalam penelitian ini dilakukan wawancara sehingga
Kelebihan
data yang diperoleh langsung dari narasumber.

Jurnal Keempat
Problem solving skill: Effectiveness on think pair share
Judul with comic (Keterampilan pemecahan masalah:
Efektivitas pada think pair share dengan komik)
International Journal on Teaching and Learning
Jurnal
Mathematics
Volume dan Halaman Vol 1, No 2 dan Hal 76-83
Tahun 2018
Penulis Isti Dwi Mustafia, Sri Adi Widodo
Reviewer Sitti Yuniar Fahmianti Fiki
Tanggal 13 Maret 2021

Secara umum setiap individu memiliki berbagai


macam permasalahan yang berkaitan dengan materi
pembelajaran dan kehidupan sehari-hari. Berkaitan
dengan hal tersebut, siswa tidak dapat menghindari
suatu masalah, terutama pada masalah matematika.
Dengan menghindari masalah matematika, siswa
Latar Belakang
dianggap berpikir secara praktis dalam menyelesaikan
masalah. Padahal dalam pembelajaran matematika,
siswa harus memahami konsep matematika yang
bersifat abstrak dan diharapkan tidak menggunakan
pola pikir yang praktis. Banyak siswa mengalami
kesulitan dalam belajar matematika
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
keefektifan pembelajaran Think Pair Share dengan
Tujuan Penelitian
komik siswa kelas VII dalam memecahkan masalah
matematika di SMP 9 Yogyakarta.
Pembelajaran matematika menjadi pembelajaran yang
sangat sulit dipahami sehingga kemampuan kognitif
siswa menjadi kurang optimal harus memiliki
Permasalahan
kemampuan dasar matematika untuk menguasai IPTEK
dengan baik. Keterampilan pemecahan masalah
matematis siswa juga menunjukkan hasil yang kurang
optimal. Padahal salah satu kemampuan matematika
yang harus dimiliki siswa adalah kemampuan
memecahkan masalah matematika.
Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII J
Subjek Penelitian
SMP Negeri 5 Yogyakarta yang berjumlah 32 siswa.
Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen
Metodologi Penelitian
dengan desain posttest-only-control design.
Hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan uji-t
menunjukkan bahwa thitung lebih besar dari tabel,
dengan kata lain pembelajaran Think Pair Share
Hasil Penelitian
dengan komik menghasilkan kemampuan pemecahan
masalah matematis yang lebih baik bagi siswa daripada
hanya Think Pair Share.
Pada penelitian ini sampel dipilih dengan
menggunakan teknik cluster random sampling,
Kelebihan
sehingga teknik yang digunakan terdiri dari individu
kelompok atau cluster.

Jurnal Kelima
The effect of Think Pair Share (TPS) learning model
with problem solving approach to students'
mathematical communication in MA DA Jarowaru
Judul
(Pengaruh model pembelajaran Think Pair Share (TPS)
dengan pendekatan pemecahan masalah terhadap
komunikasi matematis siswa di MA DA Jarowaru)
Malikussaleh Journal of Mathematics Learning
Jurnal
(MJML)
Volume dan Halaman Vol 2, No 1 dan Hal 9-12
Tahun 2019
Penulis Samsuriadi1 and Muhammad Ali Imron1
Reviewer Sitti Yuniar Fahmianti Fiki
Tanggal 13 Maret 2021

Pemilihan pendekatan pembelajaran yang tepat sesuai


dengan kemampuan peserta didik akan memudahkan
peserta didik menerima materi dan mengarahkan untuk
belajar secara mandiri. Pendekatan worked example
memungkinkan peserta didik dapat bersikap mandiri
Latar Belakang
dalam belajar. Dalam proses pembelajaran peserta
didik dibiasakan untuk menyelesaikan masalah secara
mandiri, memiliki inisiatif, dan tidak bergantung pada
orang lain dalam belajar. Hal tersebut diharapkan dapat
mengembangkan sikap kemandirian belajar peserta
didik.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
Tujuan Penelitian pengaruh model pembelajaran Think Pair Share (TPS)
dengan pendekatan pemecahan masalah.
Ketika guru memberikan suatu masalah, siswa hanya
mendengarkan dan menerima hal-hal yang
disampaikan oleh guru, siswa tidak mau bertanya dan
lebih memilih. diam jika tidak memahami pelajaran
yang dijelaskan oleh guru, sebagian siswa tidak
mengerjakan soal, mengerjakan soal yang diberikan
oleh guru dan lebih suka bermain-main, sebagian siswa
tidak mencatat saat pembelajaran matematika
Permasalahan berlangsung, dan kurangnya timbal balik antara siswa
dan siswa, siswa dan guru, model pembelajaran yang
digunakan masih belum ada variasi. Akibatnya siswa
merasa malas, bosan, dan tidak aktif dalam
pembelajaran, rendahnya komunikasi matematis siswa
juga dipengaruhi oleh model pembelajaran yang
digunakan oleh guru, yang mengakibatkan siswa hanya
mampu mendengarkan dan memperhatikan
penyampaian guru. materi pelajaran.
Seluruh siswa MA DA Jerowaru semester ganjil tahun
Subjek Penelitian pelajaran 20117/2018 yang mengikuti pembelajaran
kubus dan balok.
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam
penelitian oleh peneliti adalah (1) Dokumentasi dalam
melaksanakan metode dokumentasi ini peneliti
menyelidiki catatan, buku, papan informasi dan
Metodologi Penelitian
sebagainya di lokasi penelitian. (2) Tes, tes adalah soal
atau latihan serta alat lain yang digunakan untuk
mengukur pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki
oleh individu atau kelompok.
Secara akumulatif observasi pengamat aktivitas siswa
terhadap observasi aktivitas siswa dikategorikan cukup
Hasil Penelitian
dengan persentase skor 79,6% hal ini menunjukkan
bahwa aktivitas yang dilakukan siswa sangat baik.
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan
Kelebihan dokumentasi serta tes sebagai metode pengumpulan
datanya. Sehingga data yang diperoleh akurat.
Kerangka Berpikir

Sangat Diperlukan SDM yang Berkualitas

Kualitas Pendidikan yang Baik

Pembelajaran yang Baik

Worked Example

Worked Example-Problem Solving

Pembelajaran Pembelajaran
Individual Kolaboratif

Pembelajaran yang Lebih Efektif ditinjau


dari HOTS dan Cognitive Load

Anda mungkin juga menyukai