100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
225 tayangan21 halaman

Hubungan Caring Perawat dan Kesiapan Keluarga

Proposal ini membahas hubungan caring perawat dengan kesiapan keluarga pasien menerima informasi kesehatan tentang terapi lanjutan. Tujuannya adalah mengetahui hubungan antara caring perawat dengan kesiapan keluarga menerima informasi tersebut. Penelitian ini diharapkan bermanfaat untuk pendidikan keperawatan dan meningkatkan pengetahuan perawat tentang hubungan caring dan kesiapan keluarga menerima informasi.

Diunggah oleh

freny r mbaloto
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
225 tayangan21 halaman

Hubungan Caring Perawat dan Kesiapan Keluarga

Proposal ini membahas hubungan caring perawat dengan kesiapan keluarga pasien menerima informasi kesehatan tentang terapi lanjutan. Tujuannya adalah mengetahui hubungan antara caring perawat dengan kesiapan keluarga menerima informasi tersebut. Penelitian ini diharapkan bermanfaat untuk pendidikan keperawatan dan meningkatkan pengetahuan perawat tentang hubungan caring dan kesiapan keluarga menerima informasi.

Diunggah oleh

freny r mbaloto
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROPOSAL PENELITIAN

HUBUNGAN CARING PERAWAT DENGAN KESIAPAN KELUARGA


MENERIMA INFORMASI KESEHATA TENTANG TERAPI LANJUTAN
DI RSUD ANUTAPURA KOTA PALU
PROVINSI SULAWESI TENGAH

Amelia Febriana Ida


Pk 115 019 088
Semseter VI

Program Studi S1 Keperawatan


Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Jaya Palu
T.A 2020

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT karena berkat rahmat, berkah
serta hidayahnya akhirnya penulis dapat menyelesaikan proposal yang berjudul
“Hubungan Caring Perawat dengan Kesiapan Keluarga Pasien Menerima Informasi
Kesehatan tentang Terapi Lanjutan Di RSUD ANUTAPURA, Kota Palu Provinsi
Sulawesi Tengah” di Ruang Mawar RSUD Anutapura. Proposal ini ditulis sebagai tugas
mata kuliah
Penulis menyadari bahwa proposal ini masih kurang dari kesempurnaan, oleh
karena itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi
kesempurnaan proposal ini. Akhir kata semoga proposal ini bermanfaat bagi kita
semua.

Palu, 26 Juli 2020

Penulis

2
Daftar Isi
Cover .............................................................................................................
Kata pengantar ..............................................................................................
Daftar isi ........................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN .............................................................................
A. Latar belakang ...................................................................................
B. Rumusan masalah .............................................................................
C. Tujuan penelitian ..............................................................................
D. Manfaat penelitian ............................................................................

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ..................................................................


A. Informasi Kesehatan .........................................................................
B. Kesiapan keluarga .............................................................................
C. Caring perawata ................................................................................

BAB III KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS .........................


A. Kerangka Konsep ..............................................................................
B. Hipotesis ............................................................................................

BAB VI METODE PENELITIAN ...............................................................


A. Jenis penelitian ..................................................................................
B. Desing penelitian ..............................................................................
C. Waktu dan tempat penelitian ............................................................
D. Popilasi, sampel dan sampling ..........................................................
E. Kerangka kerja ..................................................................................
F. Identivikasi variabel ..........................................................................
G. Pengumpulan dan analisis data .........................................................
H. Pengolaan data ..................................................................................

Daftar pustaka ................................................................................................

3
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar belakang
Adanya masalah diantaranya perawat yang kurang caring dimana seharusnya
perawat harus mengerti keadaan keluarga yang tidak stabil tapi perawat bersikap
acuh untuk menjelaskan kembali informasi yang berkaitan dengan pasien sehingga
perawat terkesan kurang caring terhadap pasien atau keluarga pasien (Tiara, 2013).
Terapi lanjutan setelah perawatan di ruang rawat inap, informasi yang diberikan
harus jelas dan bisa dipahami pasien maupun keluarga pasien karena informasi
tersebut menentukan keberhasilan terapi yang dilakukan, serta pasien akan merasa
puas jika terdapat kesamaan antara pelayanan kesehatan yang diberikan dengan
harapannya (Prasetya, 2009).

Jumlah RSUD di Indonesia pada tahun 2016 adalah 2.601. Sementara di


Provinsi Jawa Timur jumlah RSUD pada tahun 2016 sejumlah 361. Hasil
penelitian Tiara (2013) yang dilakukan di RSUD Pringsewu, sebagian besar
responden merasa kurang puas dengan pelayanan perawat yaitu sebanyak 47
orang (49,0%), responden yang cukup puas sebanyak 34 orang (34,5%) dan
responden yang sangat puas hanya 15 orang (15,5%), perawat dalam memberikan
pelayanan caring terhadap pasien mayoritas rendah yaitu sebanyak 54 responden
(56,3%) dan yang menilai pelayanan dengan caring yang tinggi sebanyak 42
responden (43,8%). Sedangkan hasil penelitian dari Fitri Mailani (2017) yang
dilakukan di RSUD Dr. Rasidin Padang, didapatkan sebagian besar 34 sample
(40,5%) perilaku caring perawat buruk, dan separuh 50 (59,5%) responden tidak
puas dengan perilaku caring perawat.

Berdasarkan hasil Studi Pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti di


ruang Mawar RSUD Jombang pada tanggal 27 Maret 2018, 5 sampel yang
diambil acak 3 responden menjawab perilaku caring perawat kurang, dan ketika
perawat menjelaskan informasi yang terkait dengan terapi lanjutan, keluarga tidak
menanyakan kembali informasi tersebut karena keluarga menganggap perawat
tidak caring ke keluarga dan pasien.

Tata cara dalam berkomunikasi dengan pasien salah satu diantaranya


adalah jangan memaksa pasien untuk berbicara jika tidak dalam keadaan siap
4
untuk menerima informasi dan hargai setiap pasien sebagai pribadi yang unik,
terima responnya dan keputusannya (Kennedy, 2009). Perawat merupakan salah
satu bagian dari suatu pelayanan kesehatan, tetapi sikap caring yang ditunjukkan
oleh perawat tentunya berbeda, penyebabnya antara lain: tekanan dari pekerjaan
yang tentunya membuat tingkat stressor perawat meningkat, koping
individu perawat yang berbeda, perawat diharapkan mampu
menerapkan 4C yaitu Communication, Coordination, Collaboration, dan
Continual Reassesment (Darliana, 2012).

B. Rumusan masalah
“Apakah ada hubungan caring perawat dengan kesiapan keluarga pasien
menerima informasi kesehatan tentang terapi lanjutan di Ruang Mawar Rumah
Sakit Umum Daerah Jombang tahun 2018?”.

C. Tujuan penelitian
Tujuan umum
Mengetahui hubungan caring perawat dengan kesiapan keluarga pasien
menerima informasi kesehatan tentang terapi lanjutan di Ruang Mawar Rumah
Sakit Umum Daerah Jombang tahun 2018.

Tujuan khusus

1. Mengidentifikasi caring perawat di Ruang Mawar Rumah Sakit Umum

Daerah Anutapura Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah.

2. Mengidentifikasi kesiapan keluarga pasien menerima informasi

kesehatan tentang terapi lanjutan di Ruang Mawar Rumah Sakit Umum

Daerah Anutapura Kota Palu, Sulawesi Tengah.

3. Menganalisis hubungan caring perawat dengan kesiapan keluarga pasien

menerima informasi kesehatan tentang terapi lanjutan di Ruang Mawar

Rumah Sakit Umum Daerah Anutapura, Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah

5
D. Manfaat penelitian
Manfaat teoritis
Memberikan kontribusi wawasan keilmuan tentang hubungan
caring perawat dengan kesiapan keluarga pasien menerima informasi
kesehatan tentang terapi lanjutan.

Manfaat praktis
Diharapkan penelitian ini dapat berguna bagi institusi
pendidikan secara umum khususnya terhadap tenaga pendidik dalam
melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi di bidang Keperawatan
Manajemen, dan bagi perawat untuk dijadikan informasi sebagai salah
satu pengetahuan tentang hubungan caring perawat dengan kesiapan
keluarga menerima informasi kesehatan tentang terapi lanjutan.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Informasi kesehatan

1. Definisi informasi

Menurut Gordon B. Davis (dalam Al-Bahra Bin Ladjamudin, 2013)


infomasi adalah data-data yang diperoleh dari survey, melakukan
penelitian, dan dari fakta-fakta yang muncul di masyarakat yang diolah
menjadi sebuah bentuk rangkaian yang berguna dan nyata atau berupa
nilai-nilai yang dapat dipahami orang lain dalam mengambil suatu
keputusan sekarang maupun yang akan datang.

Sedangkan pengertian informasi menurut Azhar S (2013) informasi


adalah hasil dari pengolahan data yang telah diperoleh yang dirubah
menjadi sebuah kumpulan data yang memberikan arti dan manfaat untuk
pembaca atau yang membutuhkan data tersebut.

Dari beberapa teori diatas dapat disimpulkan bahwa informasi adalah


hasil pengolahan data yang membentuk rangkaian yang berguna dan nyata serta
memberikan arti dan manfaat untuk pembaca.

2. Definisi kesehatan
Menurut WHO (1947) kesehatan adalah suatu keadaan yang
sempurna dari fisik, mental, dan sosial dari seseorang yang tidak terbatas
hanya karena bebas dari penyakit atau kelemahan saja.
Sedangkan menurut Undang-undang No. 36 2009 tentang
kesehatan adalah suatu keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spiritual
maupun sosial yang merupakan satu kesatuan untuk memungkinkan setiap
orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis.
Dari beberapa teori diatas dapat disimpulkan bawah kesehatan
adalah keadaan dari seseorang yang sehat secara fisik, mental dan sosial
serta spiritual.

3. Definisi informasi kesehatan


Sistem informasi kesehatan menurut WHO dalam buku “Design
and Implementation of Health Information System” Geneva (2000)
adalah suatu sistem informasi kesehatan yang tidak dapat berdiri sendiri
atau terintegritas dengan pelayanan kesehatan lainnya, terdiri dari beberapa
komponen yang saling berkaitan, memiliki arti dan fungsi yang bertujuan
untuk memberikan pelayanan kesehatan maupun pelayanan keperawatan
kepada pasien dan keluarga pasien, dan informasi kesehatan merupakan
salah satu bagian dari sistem kesehatan. sosial yang merupakan satu
kesatuan untuk memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial
dan ekonomis.
Dari beberapa teori diatas dapat disimpulkan bawah kesehatan
adalah keadaan dari seseorang yang sehat secara fisik, mental dan sosial
serta spiritual.
Faktor-faktor yang memengaruhi kesehatan Menurut teori H, L Blum
(1974)
a. Genetik (keturunan)
Keturunan (genetik) merupakan faktor utama dalam kedaan
kesehatan seseorang dan faktor genetika adalah faktor yang telah
ada di dalam diri manusia yang dibawa sejak lahir atau faktor yang
di pengaruhi dari kedua orang tua.
b. Lingkungan
Lingkungan memiliki pengaruh yang dan peranan yang
besar diikuti perilaku, fasilitas kesehatan dan keturunan.
Lingkungan sangat. bervariasi, umumnya digolongkan menjadi dua
kategori, yaitu yang berhubungan dengan aspek fisik dan aspek
sosial. Lingkungan yang berhubungan dengan aspek fisik
contohnya air, udara, tanah, iklim, perumahan. Lingkungan yang
berhubungan dengan aspek sosial merupakan hasil interaksi antar
manusia seperti kebudayaan, norma- norma, pendidikan, dan
ekonomi.
c. Perilaku
Perilaku merupakan faktor ketiga yang mempengaruhi
derajat kesehatan masyarakat karena sehat atau tidak sehatnya
lingkungan, kesehatan individu, keluarga dan masyarakat sangat
tergantung pada perilaku manusia itu sendiri. Kesehatan
masyarakat juga dipengaruhi oleh kebiasaan, adat istiadat,
kebiasaan, kepercayaan, pendidikan sosial ekonomi, dan perilaku-
perilaku lain yang melekat pada diri masyarakat tersebut.
d. Sistem kesehatan
Pelayanan kesehatan merupakan faktor keempat yang
mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat karena keberadaan
fasilitas kesehatan sangat menentukan dalam pelayanan pemulihan
kesehatan, pencegahan terhadap penyakit, pengobatan dan
keperawatan serta kelompok dan masyarakat yang memerlukan
pelayanan kesehatan. Ketersediaan fasilitas dipengaruhi oleh
lokasi, apakah dapat dijangkau atau tidak. Ketersediaan tenaga
kesehatan pemberi pelayanan, informasi dan motivasi masyarakat
untuk.

B. Kesiapan keluarga
1. Definisi kesiapan
Menurut Slameto (2010) kesiapan adalah keseluruhan kondisi
seseorang yang membuatnya siap menerima informasi dan siap untuk
memberikan respon/jawaban atas informasi yang di dapat dalam cara
tertentu terhadap suatu situasi.
Sedangkan menurut Thorndike dalam Slameto (2010) kesiapan
adalah prasyarat dari seseorang untuk proses pembelajaran berikutnya.
Dari beberapa teori diatas dapat disimpulkan bahwa kesiapan
adalah keadaan dimana seseorang telah siap untuk menerima informasi dan
siap memberikan respon/jawaban.

2. Konsep keluarga
Menurut Friedman (2013) keluarga adalah sekumpulan orang

dengan ikatan perkawinan, kelahiran dan adopsi yang bertujuan untuk

menciptakan, mempertahankan budaya dan meningkatkan perkembangan

fisik, mental, emosional serta sosial dari tiap anggota.

Sedangkan menurut Sudiharto (2007) keluarga adalah unit terkecil dari

masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga serta beberapa orang yang

berkumpul dan tinggal di satu atap dalam keadaan saling ketergantungan.


3. Definisi kesiapan keluarga
Kesiapan keluarga adalah keadaan dimana sebuah keluarga telah
siap fisik, mental, emosional (Slameto, 2010) dimana setiap anggota yang
tediri dari kepala keluarga, ibu, dan anak siap dan menerima segala hal yang
berhubungan dengan keadaan keluarganya seperti keadaan kesehatan,
keadaan ekonomi, dan keadaan sosial (Friedman, 2013).

C. Caring perawat
1. Konsep caring
Caring merupakan bentuk peduli, empati perawat ke pasien,
memberikan perhatian kepada orang lain khususnya pasien, menghormati
harga diri dari pasien dan keluarga pasien, dan berkomitmen untuk mencegah
terjadinya status kesehatan yang memburuk, memberi perhatian dan menghormati
orang lain (Nursalam, 2014).
Sedangkan menurut Florence Nightingale (1860) Caring adalah tindakan
atau sikap yang menunjukkan pemanfaatan lingkungan pasien dalam membantu
penyembuhan, memberikan lingkungan yang nyaman, memberikan lingkungan
yang bersih, ventilasi yang baik dan tenang kepada klien.

2. Definisi caring perawat


Menurut Leininger (1979 dalam George, 2010) mengatakan bahwa
caring perawat adalah kepedulian perawat secara langsung untuk
memberikan bantuan kepada pasien, memberikan dukungan atau perilaku
caring yang baik kepada individu atau kelompok melalui antisipasi
kebiasaan untuk meningkatkan kondisi sehat manusia atau kehidupan.
Perawat membantu berpartisipasi dalam proses penyembuhan pasien,
membantu pasien memperoleh pengetahuan tentang segala yang
berhubungan dengan keadaan dan informasi kesehatan pasien dan ikut
membantu meningkatkan kesehatan pasien.

3. Alat ukur caring perawat


Menurut Watson (2002) ada beberapa alat untuk mengukur
perilaku caring perawat, salah satunya adalah alat ukur perilaku caring
perawat berdasarkan persepsi pasien antara lain caring behaviour
assessment tool (Cronin dan Harrison, 1998), caring behaviour checklist and
client perception of caring (McDaniel, 1990), caring professional scale
(Swanson, 2000), caring assessment tools (Duffy, 1992, 2001), dan caring
factor survey (Nelson, Watson & Inovahelath, 2008). Penggunaan persepsi
pasien untuk menilai perilaku caring perawat tentu akan mendapatkan hasil
lebih sensitif karena pasien yang menerima secara langsung perilaku atau
tindakan caring dari perawat (Rego, et, al, 2008).
BAB III
KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS

A. Kerangka konsep

Kerangka konseptual adalah pemikiran yang diturunkan dari beberapa


macam teori maupun konsep yang sesuai dari masalah penelitian, sehingga dapat
memunculkan asumsi-asumsi yang berbentuk bagan alur pemikiran, yang dapat
dirumuskan kedalam hipotesis yang dapat diuji (Sujarweni, 2014).

Faktor yang memengaruhi Caring Perawat


caring perawat menurut 1. Mengetahui
Gibson, James, & Jhon (Knowing) Baik
(2000) : 2. Kehadiran atau
1. Faktor individu keberadaan (Being
2. Faktor psikologis with)
Cukup
3. Faktor organisasi 3. Melakukan (Doing
for)
4. Memungkinkan
Kurang
(Enabling)
5. Mempertahankan
kepercayaan
(Monitoring belief)
Faktor yang memengaruhi
kesiapan menurut Slameto,
2010: Kesiapan Keluarga
1. Faktor internal 1. Menyatakan keprihatinan,
a. Kematangan Tidak siap
menawarkan informasi,
b. Kecerdasan
c. Minat memberi dukungan &
d. Motivasi tindak lanjut Menerima
e. Kesehatan 2. Mengeksplorasi aspek perubahan
2. Faktor eksternal positif & negatif, aspek
Lingkungan dalam, perawatan Siap
lingkungan luar dan 3. Membantu merencanakan
sistem
tindakan, mengidentifikasi
sumber daya,
menyampaikan harapan

Gambar 3.1 Kerangka konseptual hubungan caring perawat dengan kesiapan


keluarga menerima informasi kesehatan tentang terapi lanjutan
di Ruang Mawar RSUD Anutapura Kota Palu, Provinsi
Sulawesi Tengah.
Keterangan tabel 3.1

= variabel yang tidak diteliti = berhubungan

= variabel yang diteliti = mempengaruhi

Penjelasan tabel 3.1


Caring perawat dipengaruhi oleh 3 faktor yaitu faktor individu, faktor
psikososial, dan faktor organisasi, caring perawat dapat dikategorikan dengan
baik, cukup dan kurang dengan skor masing-masing adalah baik= >75%,
cukup= 56-75% dan kurang= <56%, caring perawat berhubungan dengan
kesiapan keluarga yang dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu motivasi, sikap,
emosi/cemas, kesehatan fisik, perkembangan dan pengetahuan, kemampuan
dalam belajar, dan tingkat pendidikan, kesiapan keluarga dapat dikategorikan
dengan tidak siap, menerima perubahan, dan siap dengan skor masing-masing
adalah 1-3= tidak siap, 4-7= menerima perubahan, dan 8-10= siap.

B. Hipotesis
Menurut Sugiyono (2014) menyatakan bahwa hipotesis adalah jawaban
sementara dari suatu rumusan masalah penelitian, biasanya rumusan masalah
penelitian disusun dalam bentuk kalimat pertanyaan. Dikatakan sementara karena
jawaban yang diberikan baru didasarkan pada teori-teori relevan, dan belum
didasarkan dari fakta empiris yang diperoleh melalui suatu pengumpulan data.
Adapun hipotesis dari penelitian ini yaitu :
H1: Ada Hubungan antara Caring Perawat dengan Kesiapan Keluarga menerima
Informasi Kesehatan tentang Terapi Lanjutan di Ruang Mawar Rumah Sakit
Umum Daerah Anutapura Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah
BAB IV
METODE PENELITIAN

A. Jenis penelitian
Metode pada penelitian ini menggunakan analitik yaitu penelitian yang
mencoba menggali bagaimana dan mengapa fenomena kesehatan itu terjadi
(Nursalam, 2016) untuk mengakaji hubungan caring perawat dengan kesiapan
keluarga pasien menerima informasi kesehatan tentang terapi lanjutan di Ruang
Mawar RSUD Anutapura kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah.

B. Desain penelitian
Desain penelitian merupakan suatu strategi atau tahapan untuk mencapai
tujuan penelitian, yang telah ditetapkan dan berperan sebagai pedoman atau
penuntun peneliti pada seluruh proses penelitian (Nursalam, 2008 dalam
Sujarweni, 2014).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan caring perawat
dengan kesiapan keluarga menerima informasi kesehatan tentang terapi lanjutan di
Rumah Sakit Umum Daerah Jombang Kabupaten Jombang. Penelitian ini
menggunakan pendekatan penelitian crossectional dimana penelitian ini
melakukan pengukuran dan pengamatan pada saat bersamaan antara variabel
independent dan variabel dependent (Nursalam, 2016).
.
C. Waktu dan tempat penelitian
1. Waktu
Penelitian dilakukan pada Bulan Juli sampai dengan Agustus 2020.

2. Tempat
Penelitian dilakukan di Ruang Mawar Rumah Sakit Umum Daerah Anutapura,
Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah.

D. Populasi, sampel, dan sampling


1. Populasi
Populasi merupakan suatu objek penelitian yang memenuhi kriteria yang
telah ditetapkan oleh peneliti (Nursalam, 2016). Populasi pada penelitian ini adalah
seluruh keluarga pasien yang dirawat di Ruang Mawar RSUD Jombang sejumlah
251 orang
2. Sampel
Sampel adalah suatu bagian dari populasi yang dapat digunakan sebagai
subjek dari suatu penelitian melalui metode sampling (Nursalam, 2016). Adapun
penelitian rumus Slovin karena dalam penelitian sampel, jumlahan ya berat
representative agar hasil penulisan dapat di generalisasikan dan di
perhitungkan tidak memerlukan tabel jumlah sampel, namun dapat dilakukan
dengan rumus dan perhitungan yang sederhana.
Rumus Slovin untuk menentukan sampel:

N
�=
1 + N(�)�

Keterangan :

n = Besar sampel
N = Besar populasi
e = Persentase kelonggaran ketelitian kesalahan
pengambilan sampel yang masih bisa di tolerir (e2= 0,1).
Dalam rumus Slovin ada ketentuan sebagai berikut:

Nilai e = 0,1 (10%) untuk populasi dalam


jumlah besar Nilai e = 0,2 (20%) untuk
populasi dalam jumlah kecil
Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 251 orang,
sehingga persentase kelonggaran yang digunakan adalah 20%.
Maka untuk mengetahui sampel penelitian adalah:
N
�=
1 + N(�)�

251
�=
1 + 251 (0,2)�

251
�=
1 + 251 (0,04)

251
�=
11.04

�= 22.73

jadi jumlah sampel pada penelitian ini adalah 23 responden


Sampling
Sampling adalah proses menyeleksi porsi dari populasi untuk dapat
mewakili populasi. Teknik sampling merupakan cara yang ditempuh untuk
pengambilan sample, agar memperoleh sampel yang benar sesuai dengan
keseluruhan subjek penelitian (Nursalam, 2016).
Penelitian ini menggunakan Probability Sampling dengan
metode Simple Random Sampling, Simple Random Sampling merupakan
teknik dalam pengambilan sampel dan sumber data secara acak tanpa
memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu (Sugiyono, 2016).

E. Kerangka kerja
Kerangka kerja adalah suatu langkah-langkah atau tahapan tenelitian dari
awal perumusan masalah sampai dapat dilakukannya penarikan kesimpulan
(Nursalam, 2011 dalam Saputro, 2016). Kerangka kerja penelitian ini dapat di
lihat pada gambar 4.5
Perumusan masalah

Populasi
Seluruh keluarga pasien yang dirawat di Ruang Mawar RSUD Jombang
sejumlah 251 orang

Sample
Sebagian keluarga pasien yang dirawat di Ruang Mawar RSUD
Jombang sejumlah 23 responden

Sampling
Simple Random sampling

Variabel independent Variabel dependen


Kuesioner Lemb obse si

Pengolahan data
Editing, coding, scoring, tabulating

Analisa data menggunakan korelasi Range Spearman

Hasil laporan

Gambar 4.5 Kerangka kerja penelitian Hubungan Caring Perawat dengan Kesiapan
Keluarga Menerima Informasi Kesehatan tentang Terapi Lanjutan

F. Identifikasi variabel
Variabel merupakan suatu fasilitas untuk pengkuran dan atau manipulasi
suatu penelitian (Nursalam, 2016). Penelitian ini menggunakan 2 variabel

1. Variabel independent
Variabel independent atau variabel bebas merupakan variabel yang
mempengaruhi atau yang menjadi penyebab timbulnya variabel dependent.
Variabel independent pada penelitian ini adalah Caring perawat.
2. Variabel dependent
Variabel dependent atau variabel terikat merupakan variabel yang
dipengaruhi karena adanya variabel bebas. Adapun variabel terikat pada
penelitian ini adalah Kesiapan keluarga.

G. Pengumpulan dan analisis data


Pengumpulan data adalah teknik untuk mendapatkan atau mengumpulkan
data atau informasi dari responden sesuai lingkup penelitian (Sujarweni, 2014).
Pengumpulan data merupakan tahap mendapatkan data dari responden dengan
menggunakan alat atau instrumen.
1. Bahan dan alat
Penelitian ini membutuhkan alat/instrumen untuk mendukung
berjalannya penelitian, penelitian ini menggunakan instrumen kuesioner dan
lembar observasi.
2. Instrumen
Instrumen yang akan digunakan pada penelitian ini adalah
kuesioner, kuesioner untuk caring perawat menggunakan teori alat ukur
Watson, 2002 yaitu menilai caring perawat dari persepsi pasien yang
menggunakan 5 komponen caring menurut Swanson, 1991, variabel
dependent yaitu kesiapan keluarga peneliti menggunakan lembar observasi
yang menggunakan alat ukur kesiapan dari Miller, 1999 yaitu Readiness
Ruler dengan kriteria 1-3= tidak siap, 4-7= menerima perubahan, 8-10= siap.
Kuesioner caring perawat yang digunakan oleh peneliti adalah hasil kutipan
dan pengembangan dari kuesioner peneliti sebelumnya yaitu Lisdiati, 2017
dengan judul Hubungan Komunikasi Efektif dengan Perilaku Caring
Perawat Terhadap Pasien, kuesioner ini sudah dilakukan uji validitas dan uji
reliabilitas tetapi peneliti akan melakukan uji lagi karena peneliti melakukan
pengembangan pada kuesioner.

Pengolahan data
Pengolahan data adalah tahap pemberian skor dari isi kuesioner pervariabel
(Sujarweni, 2014). Skor yang diberikan pada variabel caring perawat dan
kesiapan keluarga, sesuai cara atau skala pengukuran variabel tersebut. Cara
pengukuran variabel dalam penelitian ini menggunkan skala likert.
Analisis data
1. Analisis univariate
Pada analisis univariate data diperoleh dari hasil pengumpulan yang
dapat disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi, ukuran tendensi, sentral
atau grafik (Saryono & Mekar Dwi Anggraeni, 2013). Setelah semua data
terkumpul dari hasil kuesioner oleh responden dikelompokkan sesuai dengan sub
variabel yang diteliti.

2. Analisis bivariate
Analisis bivariate merupakan analisis untuk mengetahui interaksi
antara dua variabel, baik berupa komparatif, asosiatif maupun korelatif
(Saryono & Mekar Dwi Anggraeni, 2013). Pada penelitian ini untuk
mengetahui hubungan antara dua variabel apakah signifikan atau tidak
signifikan atau kebenaran 0,05 dengan menggunakan korelasi Range
Spearman dengan bantuan software di komputer, dimana nilai p < = 0,05,
maka ada hubungan antara hubungan antara caring perawat dengan kesiapan
keluarga pasien menerima informasi kesehatan tentang terapi lanjutan di
RSUD Anutapura, sedangkan jika nilai p > = 0,05, maka tidak ada
hubungan antara hubungan antara caring perawat dengan kesiapan keluarga
pasien menerima informasi kesehatan tentang terapi lanjutan di RSUD
Anutapura.
DAFTAR PUSTAKA
[Link]
Watson, Jean. (2004). Theory of human Caring. Http: //[Link]/son/caring
Meidiana Dwidiyanti. 2008. Keperawatan Dasar. Semarang. Hasani
[Link]
[Link]
[Link]
21

Anda mungkin juga menyukai