0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
52 tayangan16 halaman

Penyuluhan ROM Pasif untuk Pasien Stroke

Penyuluhan akan membahas Range Of Motion (ROM) Pasif dengan tujuan membantu pasien mengetahui pengertian, tujuan, dan prosedur latihan ROM Pasif selama 30 menit melalui ceramah dan diskusi."

Diunggah oleh

Ellin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
52 tayangan16 halaman

Penyuluhan ROM Pasif untuk Pasien Stroke

Penyuluhan akan membahas Range Of Motion (ROM) Pasif dengan tujuan membantu pasien mengetahui pengertian, tujuan, dan prosedur latihan ROM Pasif selama 30 menit melalui ceramah dan diskusi."

Diunggah oleh

Ellin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Topik penyuluhan : Range Of Motion (ROM) Pasif


Hari/Tanggal : Kamis, 7 November 2019
Waktu : 30 menit/ 10.00-10.30 WIB
Tempat : Panti Wredha Darma Bakti Kasih
Sasaran : Pasien Post Stroke
Penyuluh : Vellin Ramadhani

I. TUJUAN INTRUKSIONAL UMUM


Setelah dilakukan penyuluhan diharapkan pasien di bangsal putri Panti
Wredha mengetahui tentang gerakan Range Of Motion (ROM) Pasif
II. TUJUAN KHUSUS
Setelah diberikan penyuluhan selama 30 menit pasien mampu :
1. Mengetahui pengertian ROM
2. Mengetahui Tujuan ROM
3. Memahami indikasi ROM
4. Memahami kontraindikasi ROM
5. Mengetahui Prinsip dasar latihan rentang gerak
6. Mengetahui jenis ROM
7. Mampu melakukan gerakan ROM Pasif
III. MATERI
1. Pengertian ROM
2. Tujuan ROM
3. Indikasi ROM
4. Kontraindikasi ROM
5. Prinsip dasar latihan rentang gerak ROM
6. Jenis ROM
7. Prosedur ROM Pasif
IV. METODE
Ceramah dan Tanya Jawab
V. MEDIA
1. Leaflet
VI. STRATEGI PEMBELAJARAN

No Tahapan waktu Kegiatan pembelajaran Kegiatan peserta


1 Pembukaan 1. Mengucapkan 1. Menjawab
(5 menit) salam 2. Mendengarkan dan
2. Memperkenalkan memperhatikan
diri 3. Menyetujui
3. Kontrak waktu 4. Mendengarkan dan
4. Menjelaskan memperhatikan
tujuan
pembelajaran
5. Mengali
pengetahuan awal
tentang gerakan
ROM
2 Isi 1. Menjelaskan 1. Mendengarkan dan
( 20 menit ) tentang pengertian memperhatikan
ROM 2. Mendengarkan dan
2. Menjelaskan tujuan memperhatikan
latihan ROM 3. Mendengarkan dan
3. Menjelaskan memperhatikan
indikasi ROM 4. Mendengarkan dan
4. Menjelaskan memperhatikan
tentang 5. Mendengarkan dan
kontraindikasi ROM memperhatikan
5. Menjelaskan prinsip 6. Mendengarkan dan
dasar latihan ROM memperhatikan
6. Mempraktekkan
Prosedur ROM 7. Peserta bertanya
7. Memberikan
kesempatan peserta
untuk bertanya
3 Penutup 1. Kesimpulan dari 1. Mendengarkan dan
(5 menit) pembelajaran memperhatikan
2. Salam penutup 2. Mendengarkan.

[Link]
1. Prosedur : Langsung
2. Bentuk Evaluasi : Lisan
3. Waktu : 5 menit
MATERI PENYULUHAN

1.1. Pengertian
Adalah latihan gerakan sendi yang memungkinkan terjadinya kontraksi dan
pergerakan otot, dimana klien menggerakan masing-masing persendiannya
sesuai gerakan normal baik secara aktif ataupun pasif. Latihan rentang gerak
merupakan latihan gerak sendi yang dilakukan secara teratur dan secara
maksimal. Latihan range of motion adalah latihan dengan menggerakkan
semua persendian hingga mencapai rentang gerak penuh tanpa
menyebabkan rasa nyeri (Ellis & Bentz, 2005). Latihan range of motion
(ROM) adalah latihan yang dilakukan untuk mempertahankan atau
memperbaiki tingkat kesempurnaan kemampuan menggerakan persendian
secara normal dan lengkap untuk meningkatkan massa otot dan tonus otot
(Potter & Perry, 2005). Latihan range of motion (ROM) merupakan istilah
baku untuk menyatakan batas atau batasan gerakan sendi yang normal dan
sebagai dasar untuk menetapkan adanya kelainan ataupun untuk menyatakan
batas gerakan sendi yang abnormal (Arif, M, 2008).
1.2. Tujuan
Roring (2005) mengemukakan bahwa tujuan latihan range of motion, yaitu:
Latihan range of motion pasif
1) Mempertahankan mobilitas sendi dan jaringan ikat
2) Memperkecil efek pembentukan kontraktur
3) Menjaga elastisitas otot
4) Merangsang sirkulasi darah
5) Mengurangi nyeri
6) Membantu proses penyembuhan pada daerah yang cedera
7) Mempertahankan kesadaran pasien
1.3. Indikasi
Roring (2005) mengemukakan bahwa indikasi latihan range of motion,
yaitu:
Latihan range of motion pasif
1) Latihan range of motion pasif digunakan pada bagian jaringan yang
meradang, dimana gerak aktif akan merusak proses penyembuhan.
2) Pasien yang tidak mampu atau tidak memungkinkan untuk
menggerakkan bagian tubuh secara aktif seperti koma, lumpuh atau
istirahat total.
1.4. Kontraindikasi
Ellis & Bentz (2005) mengemukakan bahwa kontraindikasi pada latihan
range of motion, yaitu sebagai berikut.
a. Penyakit Jantung dan Pernafasan
Latihan range of motion tidak boleh dilakukan pada pasien yang
memiliki penyakit jantung dan nafas karena latihan ini membutuhkan
energy yang lebih besar serta dapat meningkatkan sirkulasi darah
sehingga menambah beban jantung dan pernafasan dalam bekerja.
b. Gangguan jaringan ikat
Latihan range of motion tidak boleh dilakukan pada sendi yang
membengkak atau meradang atau jika ada cidera pada sistem
musculoskeletal di sekitar sendi karena latihan ini memberikan tekanan
pada jaringan lunak sendi dan struktur tulang sehingga dapat
menimbulkan nyeri.
1.5. Prinsip Dasar Latihan Rentang Gerak
Suratun et al. (2008) mengemukakan bahwa prinsip dasar latihan range of
motion, yaitu:
a. Latihan range of motion dilakukan perlahan dan hati-hati sehingga tidak
melelahkan pasien.
b. Program latihan range of motion direncanakan dengan memperhatikan
umur pasien, diagnosis, tanda-tanda vital, dan lamanya tirah baring.
c. Latihan range of motion sering diprogramkan oleh dokter dan dikerjakan
oleh ahli fisioterapi dan perawat.
d. Bagian-bagian tubuh yang dapat dilakukan latihan range of motion
adalah leher, jari, lengan, siku, bahu, tunit, kaki, dan pergelangan tangan.
e. Latihan range of motion dapat dilakukan pada semua persendian atau
hanya pada bagian-bagian yang dicurigai mengalami proses penyakit.
f. Latihan range of motion dilakukan harus sesuai waktunya, misalnya
setelah mandi atau perawatan rutin telah dilakukan
1.6. Jenis – Jenis ROM
ROM  itu ada dua jenis, yaitu :
1)  ROM Aktif, yaitu  gerakan yang dilakukan oleh seseorang (pasien)
dengan menggunakan energi sendiri. Perawat memberikan motivasi, dan
membimbing klien dalam melaksanakan pergerakan sendi secara mandiri
sesuai dengan rentang gerak sendi normal (klien aktif). Keuatan otot 75
%. Hal ini untuk melatih kelenturan dan kekuatan otot serta sendi dengan
cara menggunakan otot-ototnya secara aktif . Sendi yang digerakkan
pada ROM aktif adalah sendi di seluruh tubuh dari kepala sampai ujung
jari kaki oleh klien sendri secara aktif.
2) ROM Pasif, yaitu energi yang dikeluarkan untuk latihan berasal dari
orang lain (perawat) atau alat mekanik. Perawat melakukan gerakan
persendian klien sesuai dengan rentang gerak yang normal (klien pasif).
Kekuatan otot 50 %. Indikasi latihan pasif adalah pasien semikoma dan
tidak sadar, pasien dengan keterbatasan mobilisasi tidak mampu
melakukan beberapa atau semua latihan rentang gerak dengan mandiri,
pasien tirah baring total atau pasien dengan paralisis ekstermitas total
(suratun, dkk, 2008). Rentang gerak pasif ini berguna untuk menjaga
kelenturan otot-otot dan persendian dengan menggerakkan otot orang
lain secara pasif misalnya perawat mengangkat dan menggerakkan kaki
pasien. Sendi yang digerakkan pada ROM pasif adalah seluruh
persendian tubuh atau hanya pada ekstremitas yang terganggu dan klien
tidak mampu melaksanakannya secara mandiri.
1.7. Prosedur
1. Cuci tangan untuk mencegah transfer organisme.
2. Jaga privasi klien dengan menutup pintu atau memasang sketsel.
3. Beri penjelasan kepada klien mengenai apa yang akan anda kerjakan dan
minta klien untuk dapat bekerja sama.
4. Atur ketinggian tempat tidur yang sesuai agar memudahkan perawat
dalam bekerja, terhindar dari masalah
5. Posisikan klien denga posisi supinasi dekat dengan perawatan dan buka
bagian tubuh yang akan digerakkan.
6. Rapatkan kedua kaki dan letakkan kedua lengan pada masingmasing sisi
tubuh.
7. Kembalikan pada posisi awal setelah masing-masing gerakan. Ulangi
masing-masing gerakan 3 kali.
8. Selama latihan pergerakan, kaji
 Kemampuan untuk menoleransi gerakan;
 Rantang gerak (ROM) dari masing-masing persendian yang
bersangkutan.
9. Setelah latihan pergerakan, kaji denyut nadi dan ketahanan tubuh
terhadap latihan.
10. Catat dan laporkan setiap masalah yang tidak diharapkan atau perubahan
pada pergerakan klien, misalnya ada kekuatan atau kontraktur.

GERAKAN ROM PASIF


1. Gerakan menekuk dan meluruskan sendi bahu :
a. Tangan satu penolong memegang siku, tangan lainnya memengang lengan.
b. Luruskan siku naikan dan turunkan legan dengan siku tetap lurus
c. Fleksi dan ekstensikan bahu.
Gerakkan lengan ke atas menuju kepala tempat tidur. Kembalikan ke posisi
sebelumnya
d. Abduksikan bahu.
Gerakkan lengan menjauhi tubuh dan menuju kepala klien sampai tangan di
atas kepala
e. Adduksikan bahu
Gerakkan lengan klien ke atas tubuhnya sampai tangan yang bersangkutan
menyentuh tangan pada sisi sebelahnya
f. Rotasikan bahu internal dan eksternal
- Letakkan lengan di samping tubuh klien sejajar dengan bahu
- Gerakkan lengan ke bawah hingga telapak tangan menyentyh kasur,
kemudian gerakkan ke atas hingga punggung tangan menyentuh tempat
tidur
2. Gerakan menekuk dan meluruskan siku :
- Pegang lengan atas dengan tangan satu, tangan lainnya menekuk dan
meluruskan siku
a. Fleksi dan ekstensikan siku
- Bengkokkan siku hingga jari-jari tangan menyentuh dagu
- Luruskan kembali ke tempat semula
b. Pronasi dan supinasikan siku
- Genggam tangan kklien seperti orang yang sedang berjabat tangan
- Putar telapak tangan klien ke bawah dank e atas, pastikan hanya terjadi
pergerakan siku, bukan bahu

3. Gerakan memutar pergelangan tangan :


a. Fleksikan pergelangan tangan
- Genggam telapak dengan satu tangan, tangan yang lainnya menyangga
lengan bawah
- Bengkokkan pergelangan tangan ke depan
b. Ekstensi pergelangan tangan.
Dari posisi fleksi, tegakkan kembali pergerakan tangan ke posisi semula

c. Fleksi radial/radial deviation (abduksi)


Bengkokkan pergelangan tangan secara lateral menuju ibu jari

d. Fleksikan ulnar/ulnar deviation (adduksi)


Bengkokkan pergelangan tangan secara lateral kearah jari kelima
4. Gerakan jari-jari tangan :
a. Fleksi
Bengkokkan jari-jari tangan dan ibu jari kea rah telapak tangan (tangan
menggenggam)

b. Ekstensi
Dari posisi fleksi, kembalikan ke posisi semula (buka genggaman tangan)
c. Hiperekstensi
Bengkokkan jari-jari tangan ke belakang sejauh mungkin
d. Abduksi
Buka dan pisahkan jari-jari tangan
e. Adduksi
Dari posisi abduksi, kembalikan ke posisi semula
f. Oposisi
Sentuhkan masing-masing jari tangan dengan ibu jari

5. Gerakan Pinggul dan Lutut


Untuk melakukan gerakan ini, letakkan satu tangan dibawah lutut klien dan
tangan yang lainnya dibawah mata kaki klien
a. Fleksi dan ekstensi lutut dan pinggul
- Angkat kaki dan bengkokkan lutut
- Gerakkan lutut ke atas menuju dada sejauh mungkin
- Kembalikan lutut ke bawah, tegakkan lutut, rendahkan kaki sampai pada
kasur
b. Abduksi dan adduksi kaki
- Gerakkan kaki ke samping menjauhi klien
- Kembalikan melintas di atas kaki yang lainnya

c. Rotasikan pinggul internal dan eksternal


Putar kaki ke dalam, kemudian ke luar
6. Gerakan Telapak Kaki dan Pergelangan kaki dan telapak kaki
a. Dorsofleksi telapak kaki
- Letakkan satu tangan di bawah tumit
- Tekan kaki klien dengan lengan anda untuk menggerakkannya kearah kaki

b. Fleksi plantar telapak kaki


- Letakkan satu tangan pada punggung dan tangan yang lainnya berada
pada tumit
- Dorong telapak kaki menjauh dari kaki

c. Fleksi dan ekstensi jari-jari kaki


- Letakkan satu tangan pada punggun kaki klien, letakkan tangan yang
lainnya pada pergelangan kaki
- Bengkokkan jari-jari ke bawah
- Kembalikan lagi pada posisi semula
d. Inversi dan eversi telapak kaki
- Letakkan satu tangan di bawah tumit, dan tangan yang lainnya di atas
punggung kaki
- Putar telapak kaki ke dalam, kemudian ke luar
7. Gerakan Leher
Ambil bantal di bawah kepala klien
a. Fleksi dan ekstensikan leher
- Letakkan satu tangan dibawah kepala klien, dan tangan yang lainnya
diatas dagu klien
- Gerakkan kepala ke depan sampai menyentuh dada, kemudian
kembalikan ke posisi semula tanpa disangga oleh bantal
b. Fleksi lateral leher
- Letakkan kedua tangan pada pipi klien
- Gerakkan kepala klien kea rah kanan dan kiri
8. Gerakan Hiperekstensi
Bantu klien untuk berubah pada posisi pronasi di sisi tempat tidur dekat dengan
perawat
a. Hiperekstensi leher
- Letakkan satu tangan di atas dahi, tangan yang lainnya pada kepala
bagian belakang
- Gerakkan kepala ke belakang
b. Hiperekstensi bahu
- Letakkan satu tangan di atas bahu klien dan tangan yang lainnya di
bawah siku klien
- Tarik lengan atas ke atas dan ke belakang
c. Hiperekstensi pinggul
- Letakkan satu tangan di atas pinggul. Tangan yang lainnya menyangga
kaki bagian bawah
- Gerakkan kaki ke belakang dari persendian pinggul
DAFTAR PUSTAKA

Potter, Patricia A. & Perry, Anne Griffin (2006). Buku Ajar Fundamental


Keperawatan, Edisi 4. Jakarta: EGC
Warfield, Carol . 1996 . Segala Sesuatu yang Perlu Anda Ketahui Terapi Medis .
Jakarta : Gramedia Widiasarana Indonesia.
Depkes RI, 1995. Penerapan Proses Keperawatan Pada Klien Dengan Gangguan
Sistem Muskuloskeletal. Jakarta. Bakti Husada.

Anda mungkin juga menyukai